Tangan “Si Unyil” Kotor

Ini hanya sekedar rehat, untuk mengurai ketegangan, melemaskan kepenatan, bergembira setelah suntuk dengan segala kesibukan “setumpuk” (halah…pura-pura sibuk ya?).

Kami di rumah suka menyaksikan acara Si Bolang (Bocah Petualangan) dan Si Unyil, di Trans7. Acaranya siang, dari jam 12.30 – 13.00 (Si Bolang), dan jam 13.00 – 13.30 (Si Unyil). Si Bolang itu acara petualangan anak-anak di alam pedesaan, alam natural. Kalau Si Unyil adalah liputan feature tentang teknologi, pengetahuan, wawasan bagus seputar kehidupan kita sehari-hari. Judul acara resminya “Laptop Si Unyil”, tapi saya kurang suka dengan istilah-istilah digital semacam itu. Maklum orang “naturalis”…(cari alasan lagi nih).

Kalau ada yang tidak suka dengan tayangan di atas, yaitu iklannya, selalu banyak, ya…cewek-cewek begituan masuk juga di acara anak-anak. Tapi di Trans7, dua acara ini jagoan juga lho, rattingnya tergolong tinggi. Ternyata, orang Indonesia itu tidak otomatis seneng sinetron, film, lagu-lagu, dst. Banyak juga yang suka tayangan info pengetahuan.

Ada kelemahan menarik pada acara Si Unyil itu. Harusnya, kritik ini disampaikan ke Trans7, tapi tak usahlah, cukup dibicarakan disini, biar banyak yang tahu.

Ini kelihatan kecil, tapi bagi yang teliti dan kerja totalitas, kelemahan dalam acara Si Unyil itu bisa membuat dia tidak tidur berhari-hari karena merasa gelisah. Anda tahu apa kelemahannya? Sederhana sekali, tetapi terlihat produser acara itu tidak teliti. Mereka tidak mencermati sampai detail.

Kalau Anda lihat boneka Si Unyil ketika ditayangkan dekat kamera, lagi beraksi di depan kamera dalam posisi dekat, itu akan terlihat TANGAN BONEKA UNYIL SUDAH KOTOR. Kelihatan hitam-hitam, kelihatan maaf, seperti “tidak pernah cuci tangan”. Ini bener lho, coba saja Anda lihat disana.

Maknanya apa?

Boneka itu sudah terlalu sering dipakai. Mungkin karena “sangat menghasilkan”, pihak produsernya tidak teliti. Dibiarkan saja tangan Si Unyil kotor, hitam sekali, pokoknya caludih (kata Orang Sunda). Jadi tak enak dilihatnya… Si Unyil seperti jarang “cuci tangan”.

Ini nih gaya khas bisnis Chinese…

Gali terus, terus gali keuntungan sedalam-dalamnya, jangan pernah berhenti, 24 jam sehari, 7 hari seminggu, 31 hari sebulan, “mesin uang” diputar terus, selagi untung terus mengalir. Sementara mereka melupakan kesempurnaan pelayanan konsumen.

Tapi jujur aja, anak-anak kami suka boneka Si Unyil. Putri saya yang ke-3 pernah terlibat dalam pengambilan gambar Si Unyil saat Ramadhan di Masjid Lautze Bandung. Dia masuk TV juga akhirnya…jadi “selebritis” selintas pintas. Dia sendiri tidak tahu kalau masuk TV, teman-teman sekolahnya yang bilang.

Pesan terakhir, mohon Si Unyil segera “cuci tangan”. Biar tidak memberi contoh buruk ke anak-anak Indonesia. Masak Si Unyil tangannya hitam-hitam…

[a.m.w]

About these ads

4 Balasan ke Tangan “Si Unyil” Kotor

  1. dikfa mengatakan:

    wah…teliti juga ya pak. tangan si unyil si emang suka kotor, karena dibuat dari kain yang mudah kotor dan sulit dibersihkan. perawatan sendiri dilakukan, tapi keterbatasan adalah antara jumlah boneka dengan frekuensi tayangan.

    hehehe…tapi usulnya bagus kok. di usahain deh biar tangan si unyil tetap bersih.

    dikfa-reporter unyil

  2. abisyakir mengatakan:

    Terimakasih Mbak/Mas Dikfa (tidak tahu sih pastinya)…

    Terimakasih sudah berkunjung. Iya, sebaiknya tangan Si Unyil “dicuci”. Caranya, kalau tidak mau diganti bonekanya, bisa dicat dengan cat yang warnanya mirip dengan tangan itu. Kalau bisa catnya agak licin, biar tidak mudah kotor lagi, atau biar mudah dibersihkan.

    Makasih ya sudah kesini. Jujur saja, kita suka kok dengan acara feature pengetahuan seperti itu.

  3. Semprul mengatakan:

    ya ampun, sempet2nya ngurusin tangan boneka kayak gitu….

  4. abisyakir mengatakan:

    @ Semprul -moga tidak semprul-

    Ya tak apa-apa. Itu kan tandanya ketelitian. Meskipun berpikir global, jangan lewat dari hal-hal kecil yang memang ada manfaatnya diperhatikan. Gini lho Prul…moga tidak semprul…acara Si Unyil di Trans7 itu disukai anak-anak, banyak yang suka. Nah, ketika tangan Si Unyil kelihatan kotor, itu memberi pelajaran kepada anak-anak kecil supaya meniru tangan “caludih” macam begitu. Ini kelihatan sepele, tapi layak diperhatikan.

    Terimakasih yo Prul…moga tidak semprul…

    AMW.

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 159 pengikut lainnya.

%d blogger menyukai ini: