
Derita Muslim Gaza. Sumber foto: eramuslim.com
Innalillah wa inna ilaihi ra’jiun. Laa ilaha illallah Muhammad Rasulullah. Ya Allah rahmati kaum Muslimin di Palestina, khususnya di Gaza. Ya Allah kutuk Yahudi Israel laknatuka ‘azhiman ‘alaihim ajma’in. Ya Rabbi ya Karim, muliakan kaum Muslimin dan hinakan bangsa ‘monyet dan babi’, Zionis Israel laknatullah ‘alaihim.
Sejak kemarin sampai hari ini, 27-28 Desember 2008, Israel melakukan serangan udara ke Jalur Gaza. Tidak tanggung-tanggung, sekitar 275 orang warga Palestina meninggal, 600-an luka-luka. Tangki BBM terbakar hebat, menimbulkan asap hitam sangat tebal. Rumah-rumah warga hancur, termasuk rumah sakit rusak akibat serangan keji Yahudi laknatullah. Tidak kurang, Israel telah menjatuhkan sekitar 100 ton roket menghujani wilayah Gaza. Israel mengklaim, ia adalah serangan untuk Hamas dan sebagai aksi balasan atas serangan roket-roket Hamas ke wilayah Israel. Itu pun katanya, Israel sedang mempersiapkan serangan lebih massif lagi melalui pasukan darat. Dasar laknatullah ‘alaihim, mereka adalah pendusta, arogan, pembuat kerusakan di muka bumi.
Mari kita membuat analisis atas serangan ini:
[o] Biasanya, korban serangan sporadis Israel jumlahnya 5, 6, atau 10 orang warga Palestina. Paling hebat 25, 30, atau katakankah maksimal 50 orang. Tetapi saat ini, tidak tanggung-tanggung, sekitar 300 orang. Sebagian besar warga sipil biasa. Para pengamat menyebut, ini adalah serangan paling brutal dalam 10 tahun terakhir. Mungkin lebih buruk dari serangan Ariel Sharon ke Sabra Satila pada tahun 80-an lalu. (Semoga Allah membalas kekejaman Israel dengan 10 kali lipat kerugian yang menimpa Muslim Palestina. Kalau mereka tidak mati secara fisik, semoga mati secara jiwa, sehingga antara hidup dan mati, sama saja. Allahumma amin).
[o] Israel beralasan, serangan mereka hanyalah serangan balasan atas serangan roket-roket Hamas di hari-hari sebelumnya. Tetapi dunia menjadi saksi, bahwa Israel selalu membalas dengan serangan yang jauh lebih hebat dari serangan pejuang-pejuang Palestina. Misalnya Yahudi mati satu, mereka membalas membunuh 10 warga Palestina. Misalnya meledak satu bom manusia menewaskan 10 orang Yahudi, mereka membalas menyerang satu kampung Palestina. Misalnya, Palestina menyerang dengan satu roket, ia akan dibalas dengan menjatuhkan 20 roket. Begitu seterusnya. Serangan roket Hamas tidak terlalu mujarab, ya hanya menakut-nakuti warga Israel saja. Tetapi mereka balas menyerang, membuat kacau seluruh Gaza, membuat gempar seluruh dunia.
[o] Kaum Muslimin baru saja lega hati menyaksikan George Bush dilempar sepatu oleh Muntazhar Al Zaidy di Irak. Tetapi Israel kini “menyamakan kedudukan” menjadi 1 : 1 dengan menyerang Gaza. Mungkin Israel ingin membalaskan sakit hati George Bush, sekutu terbaiknya di Amerika. Dari sebagian sumber, katanya Bush ini masih memiliki garis keturunan Yahudi laknatullah ‘ala Bush wa Yahud ajma’in.
[o] Lihatlah dengan jelas, bahwa Yahudi tidak segan-segan sedikit pun kepada dunia internasional. Mereka tidak peduli, sekalipun sedang ada momentum Natal, tahun baru 2009, maupun tahun baru Hijriyyah 1430 H. Bagi mereka asyik-asyik saja membuat kekacauan dan mengundang kemarahan dunia. Itu pertanda bahwa Israel sama sekali tidak peduli dengan perasaan kaum Nashrani yang sedang merayakan Natal, tidak peduli dengan Ummat Islam yang hendak menyambut tahun baru Hijriyyah, bahkan tidak peduli dengan dunia yang akan menjelang tahun baru 2009. Bagi mereka, “The real life is Jewish, and the other life is nothing!” Itulah contoh sikap arogansi laknatullah ‘alaihim ini.
[o] Yahudi berjanji akan melakukan serangan darat yang massif untuk melumpuhkan Hamas. Saya katakan, “Omong kosong kalian wahai manusia kera!” Tidak pernah ada ceritanya Yahudi memiliki reputasi dalam perang daratan secara massif. Yahudi adalah manusia paling penakut sedunia, meskipun Mossad digambarkan sangat hebat, terlatih, dan pakar operasi. Yahudi tidak akan berani melakukan serangan darat secara massif. Mereka adalah manusia penakut, hanya berani menyerang melalui pesawat tempur, helikopter, tank, atau rudal-rudal. Pasukan darat Israel tidak dipandang di dunia internasional. Kita lihat saja, benarkan Yahudi akan menyerang lewat darat seperti pengakuan Menhan Israel, Ehud Barak? Tidak ada, tidak akan pernah ada. Tahun lalu saat mereka bentrok dengan Hizbullah di Lebanon, mereka sudah kocar-kacir, apalagi akan menyerang Jalur Gaza?
[o] Cobalah lihat peristiwa serangan Yahudi laknatullah ‘alaihim dari waktu ke waktu! Disana ada pola yang sangat unik.
Satu, mereka kalau menyerang Palestina, tidak pernah memberi aba-aba sebelumnya. Isyarat saja tidak. Pokoknya Palestina sedang lengah, saat itu mereka masuk menyerang.
Dua, kalau di Palestina sudah jatuh korban sekian banyak, mereka segera menghentikan serangan.
Tiga, pasca penyerangan dunia internasional akan banjir kecaman-kecaman ke Yahudi terkutuk itu. Tetapi mereka sendiri tenang-tengan saja sambil tertawa terkekeh-kekeh, “Biar saja mereka mengecam ini itu. Sebentar lagi semuanya juga akan berhenti. Mereka nanti capek sendiri kecam sana kecam sini. Hi hi hi…“
Empat, setelah itu dunia internasional, biasanya PBB, Rusia, Amerika, dan Eropa segera menyerukan “genjatan senjata” dan “mendesak Israel maju ke meja perundingan”.
Lima, Israel pura-pura setuju berunding, sampai berlarut-larut, dan untuk kesekian kalinya Palestina dikadalin sama dia laknatullah ‘alaihim.
Enam, nanti suasana tenang untuk sementara waktu, sampai kita lupa dengan kekejaman sang durjana terkutuk itu. Setelah kita lupa, lagi-lagi dia membuat teror baru. Nah, setelah itu urut-urutan peristiwa diulang-ulang lagi dari langkah satu. (Ingat langkah-langkahnya harus dilakukan secara tertib, tidak boleh melenceng yaa…).
Bosan dan bosan melihat skenario seperti di atas. Setiap tahun terulang-ulang seperti itu. Palestina semakin kacau karena terus diteror sangat terkutuk itu, sementara Israel tenang-tenang saja. They run their terrors silently. Adapun negara-negara Barat atau PBB yang menyerukan agar Israel menghentikan serangan atau maju ke perundingan, mereka itu sebenarnya hanya mau membantu Israel saja. Mereka tahu, perundingan mau digoreng bagaimanapun, Israel tidak akan dirugikan, dan tidak ada sanksi Resolusi PBB untuk negara terkutuk itu. Jadi, sebenarnya mereka cepat-cepat menolong Israel dengan pura-pura mengajukan skema perundingan. Padahal hakikatnya, mereka hanya memberi waktu tunda bagi Israel untuk menyerang kembali di masa nanti.
Ini seperti pertandingan tinju. Suatu ketika petinju (Israel) melakukan serangan pukulan bertubi-tubi, sampai lawannya hampir roboh. Setelah menyerang, petinju (Israel) kecapekan. Ketika itu lawannya mau balas memukul. Tetapi bel seketika dibunyikan untuk menyelamatkan petinju (Israel) itu. Setelah Israel pulih tenaganya, dia menyerang lagi. Kalau mau diserang, lagi-lagi dia ditolong dengan bunyi bel.
Saya rasa drama seperti ini sangat tidak lucu. Hanya publik dunia saja yang selama ini mau dibodoh-bodohi oleh manusia terkutuk Yahudi laknatullah ‘alaihim itu. Kita terus-menerus dibodoh-bodohi dia, hanya tidak sadar-sadar.
[o] Terakhir, negara-negara di Jazirah Arab sebenarnya punya andil juga dalam melestarikan kejahatan Israel. Mesir, Yordania, Syria, dan lainnya sebenarnya ikut melestarikan kekejaman Yahudi selama ini. Mereka tidak pernah serius membela warga Muslim Palestina. Target mereka hanya melindungi kekuasaan politik, dengan mengabaikan penderitaan sesama Muslim. Seharusnya, jangan hanya Yahudi laknatullah itu yang dikutuk, tetapi juga pemimpin-pemimpin gila kekuasaan di Arab. Tangan mereka ikut berlumuran darah kaum Muslimin di Palestina.
Demikian catatan yang bisa disampaikan. Selamat menyambut Tahun Baru Hijriyyah 1430 H. Jangan lupakan TRAGEDI TSUNAMI di Aceh pada 4 tahun lalu. Serta doakan saudara-saudaramu di Palestina, Irak, Afghanistan, dan bumi kaum Muslimin lainnya.
Allahumma a’izzil Islama wal Muslimin wanshurna ‘ala kafirin, minal Yahudi wan Nashrani wal musyrikin. Allahummal’aan alal Yahud wal kafirinaz zhalimin, wa dammirhum tadmira, wa zalzil ‘alaihim zilzalan syadidan. Amin Allahumma amin.
Akhir Hijriyyah 1429 H.
AMW.