Memahami Kehendak Allah

Belum lama ini saya menerima SMS dari seseorang yang menanyakan pandangan saya tentang Ponari di Jombang. Lalu saya jawab, bahwa di blog “abisyakir” ini persoalan itu sudah saya jawab. “Singkat kata, itu praktik syirik yang dilarang dalam Islam. Ia serupa dengan sihir pengobatan,” demikian jawab saya.

Setelah berselang waktu beberapa lama, saya mendapat jawaban dari pengirim SMS itu. Bunyi balasannya antara lain sebagai berikut: “Shadaqta ya Akhi… Tapi EMHA AINUN NAJIB menulis di TEMPO, bisa saja itu terjadi asal dengan izin ALLAH SWT.

Terus terang saya tergelitik ketika membaca bagian akhir SMS itu (ditulis tebal). Kata si pengirim, Emha Ainun Najib tidak menampik praktik seperti Ponari. Bisa saja, keajaiban batu Ponari terjadi dengan ijin Allah.

Saya segera memberi jawaban lagi, namun berkali-kali gagal. Di ponsel ada keterangan bahwa nomer yang saya kirimi tidak sedang dipakai. Entahlah apa yang terjadi, namun hal ini juga memberi makna, SMS yang saya inginkan tidak akan terkirim, jika Allah belum menghendakinya.

Dalam SMS itu, saya memberi jawaban: “Segala sesuatu terjadi dengan ijin Allah. Baik batu Ponari, kayu Ponirah, besi Poniyem, jimat Ponidi, cincin Ponimin, sampai atraksi kuda Poni. Semua dengan ijin Allah. Bahkan Emha bisa menulis di Tempo juga karena ijin Allah. Bukti nyata, berkali-kali saya mau balas SMS-mu tapi gagal maning gagal maning.” Sayang, pesan ini tidak sampai kepada tujuan yang diinginkan.

Akidah Seorang Muslim

Sebagai Muslim, tentu kita meyakini bahwa segala yang terjadi di alam semesta ini sejak dahulu sampai saat ini, semua terjadi dengan ijin Allah. Perbuatan sadar manusia, gerakan refleksnya, sakit dan sembuhnya, sukses dan gagalnya, tertawa dan menangisnya, kejayaan dan keterpurukannya, dan lain-lain, semua itu terjadi dengan ijin Allah. Tidak ada satu pun urusan yang lepas dari kontrol Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Segalanya dalam kendali-Nya.

Dalam Al Qur’an: “Dan di sisi-Nya lah kunci-kunci keghaiban, tidak ada yang mengetahuinya selain Dia semata. Dan Dia mengetahui apa yang ada di daratan dan lautan. Tiada sehelai daun pun gugur, melainkan Dia mengetahuinya; dan tidak pula sebutir biji di kegelapan bumi, dan sesuatu yang basah dan kering, melainkan (telah tertulis) di Kitab yang nyata (Lauhul Mahfuzh).” (Al An’aam: 59).

Nabi mengajarkan sebuah kalimat yang mulia, “Laa haula wa laa quwwata illa billah.” (Tidak ada daya [untuk menolak keburukan] dan kekuatan [untuk merealisasikan kebaikan], melainkan atas ijin Allah).

Bahkan perbuatan sihir pun terjadi juga dengan ijin Allah. “Dan tidaklah mereka (tukang sihir) bisa memberi kerugian dengan sihirnya itu kepada satu orang pun, melainkan dengan ijin Allah.” (Al Baqarah: 102).

Hal seperti ini adalah perkara elementer dalam kehidupan seorang Muslim. Apapun yang terjadi dalam kehidupan kita, semua itu terlaksana dengan ijin Allah. Hingga Nabi shallallah ‘alaihi wa sallam mengajarkan sebuah doa yang sangat baik, “Allahumma laa mani’a li maa a’thaita, wa laa mu’thiya li maa mana’ta, wa laa yanfa’u dzal jaddi minka al jaddu” (Ya Allah, tidak ada yang bisa menolak apa yang Engkau berikan, tidak ada yang bisa menerima apa yang Engkau cegah, dan tidak bermanfaat harta seseorang yang memiliki harta terhadap-Mu). Doa ini beliau ajarkan agar dibaca dalam dzikir setelah selesai Shalat.

Membuktikan Kehendak Allah

Sebuah pertanyaan, benarkah Allah berkuasa dalam kehidupan ini?

Sebenarnya, bagi seorang Muslim yang memahami ajaran Islam, pertanyaan seperti ini tidak perlu ditanyakan. Tetapi mengingat masih banyak Muslim yang awam atau lemah keimanannya, penjelasan elementer pun jika dibutuhkan, ya tetap harus disampaikan. Apalagi sampai setingkat cendekiawan atau ilmuwan Muslim pun, kadang tidak memiliki konstuksi keyakinan yang benar.

Untuk memudahkan memahami hal ini, mari kita mulai dengan sebuah pertanyaan dasar: “Bisakah manusia memaksakan suatu hasil pekerjaan, dengan modal tenaga, kepintaran, dana, strategi, serta alat-alat yang canggih?

Orang-orang atheis yang anti Tuhan pasti akan mengatakan: “Ya bisa! Kita bisa membuat apapun yang kita suka. Dengan dana, kepandaian, ilmu yang kami miliki, teknologi canggih, dan sebagainya, kami bisa membuat apapun yang kami inginkan. Tidak ada yang bisa menghalangi tujuan kami. Dunia ini berada dalam genggaman tangan kami. Apa yang kami suka akan terwujud, dan apa yang kami benci akan tersingkir. Peranan Tuhan telah berakhir, sekarang diganti tangan kami.” Ya begitulah pemikiran orang-orang atheis itu.

Jika orang-orang atheis itu benar keyakinannya, tentu kita tidak akan mendapati mereka mengalami berbagai kegagalan. Seharusnya hanya kejayaan, kemegahan, serta kemenangan yang mereka terima. Ternyata, begitu banyak kegagalan-kegagalan yang dialami orang-orang atheis ini. Semua itu menunjukkan bahwa mereka hanyalah makhluk tak berdaya, tidak mampu memaksakan kebaikan dan menolak keburukan. Berikut ini sebagian fakta-fakta yang layak dicermati:

[o] Lenin dan Stalin dikenal sebagai pemimpin Partai Komunis Uni Soviet yang sangat kejam. Ada jutaan manusia mati di bawah telapak kaki peindasan mereka. Sebagiannya adalah kaum Muslimin di Asia Tengah. Cara kekejaman yang dilakukan oleh Lenin, Stalin, Mao Tse Tung, Khmer Merah, Kim Il Tsung, dan sebagainya adalah sebuah bukti bahwa mereka frustasi untuk membangun sesuatu yang mereka cita-citakan secara damai. Kekejaman regim-regim Komunis dimanapun, adalah cerminan frsutasi di hati dan pemikiran mereka.

[o] Belum sampai 100 tahun kekuasaan Komunis hancur-lebur. Pintu kehancuran ini dimulai dengan ambruknya Komunisme di Jerman Timur, Polandia, dan tentu saja Uni Soviet. Setelah itu, Uni Soviet bubar dan negara-negara Komunis di Eropa Timur satu per satu gulung tikar.

[o] Kehancuran Uni Soviet terjadi karena kekalahan mereka dalam invasi ke Afghanistan. Keuangan Soviet terkuras dalam perang yang sangat melelahkan. Padahal yang mereka hadapi adalah kaum Muslimin Afghanistan yang kurang mengenal teknologi, rumahnya dibuat dari dinding tanah, dan sangat banyak yang masih buta huruf. Keangkuhan Komunisme kalah oleh kesederhanaan Islam.

[o] Negara Komunis masih ada sampai saat ini, yaitu RRC, Kuba, Korea Utara, Vietnam, Laos, Tibet, dan lainnya. Namun Komunis mereka tidak lagi se-ekstrem masa lalu. Kini Komunisme sangat banyak mengadopsi konsep-konsep ekonomi Liberal-Kapitalistik. Secara zhahir RRC adalah Komunis, tetapi secara riil mereka telah berkiblat kepada budaya Barat.

[o] Sebuah fakta menarik, bahwa rakyat Kuba adalah konsumen rokok sigaret yang sangat besar. Negara disana berkewajiban menyediakan kebutuhan tembakau bagi rakyatnya. Fidel Castro sendiri mencontohkan kegilaannya kepada cerutu. Rakyat Kuba merasa keberatan ketika jatah rokoknya hendak dikurangi. Itu menandakan bahwa ajaran Komunis hanya menghasilkan stress berat.

Di luar konteks orang-orang Komunis, ada satu kejadian menarik dari seorang insinyur pembangun kapal pesiar termewah di dunia, Titanic. Di awal kemunculannya, saat berlabuh dari pelabuhan Liverpool Inggris, arsitek pembangun Titanic sesumbar. Titanic adalah kapal super mewah yang dibuat dengan teknologi sangat canggih, sehingga Tuhan pun tidak akan mampu menenggelamkannya. Namun kemudian fakta berbicara, Titanic adalah tragedi pelayaran terbesar sepanjang sejarah manusia. Bahkan tragedi transportasi paling mengerikan yang pernah terjadi. Padahal secara teknis, kerusakan Titanic hanya karena salah satu sisi lambungnya robek karena gesekan dengan gunung es. Ia tidak menabrak gunung es, atau menabrak batu karang, atau meledak di tengah jalan, atau mengalami kebakaran, dan sebagainya. Hanya robek sedikit sisi lambungnya.

Aktifitas Praktis Manusia

Kemudian muncul pertanyaan lain: “Ya, Anda tidak perlu mengambil contoh-contoh yang besar. Sudahlah yang kecil-kecil saja. Tidak usah muluk-muluk. Lihatlah kenyataan di sekitar kita! Kalau saya mau makan, saya bisa segera mengambil makanan di lemari; kalau saya mau mandi, saya bisa segera masuk kamar mandi; kalau saya mau baju merah, tinggal pilih saja, tidak ada yang bisa mencegah; kalau saya mau tidur, tinggal merebah; kalau mau nonton TV, tinggal memencet tombol. Lihatlah, semuanya berjalan lancar. Setiap yang saya inginkan, seketika itu bisa saya penuhi, tanpa satu pun bisa mencegah. Dimana ada bukti peranan Tuhan di balik kesibukan saya sehari-hari ini?”

Sebenarnya, hal-hal yang disebutkan itu bukan masalah kehendak manusia yang bisa memaksa Kehendak Allah. Ia adalah masalah taraf kemampuan. Maksudnya, setiap manusia diberi kemampuan tertentu dalam hidupnya. Kita diberi kemampuan untuk melakukan kegiatan sehari-hari, seperti makan-minum, berjalan, melompat, mandi, mencuci, menyapu lantai, pergi ke pasar, memilih barang, memotong rumput, menyirami bunga, mengendarai kendaraan, dan sebagainya. Semua ini adalah kemampuan yang Allah karuniakan.

Taraf kemampuan diberikan kepada setiap makhluk hidup, bukan hanya manusia. Hingga kutu di kepala, semut di dinding, sampai cacing dalam tanah, mereka semua memiliki taraf kemampuan. Pada orang-orang yang menderita cacat, mereka tidak mampu melakukan kegiatan sehari-hari secara normal. Hal itu menjadi bukti, bahwa ketika alat kemampuan manusia mengalami masalah, dia tidak berdaya (atau harus memenuhi suatu urusan dengan susah-payah).

Sekalipun manusia memiliki taraf kemampuan (kafa’ah), tetap saja mereka tidak bisa memaksakan bahwa kemampuannya bekerja secara mutlak. Betapa banyak perubahan jadwal harus terjadi, meskipun manusia telah merencanakan sesuatu dengan sangat sempurna. Seseorang yang mengingkari perubahan jadwal, adalah manusia yang tidak realistik. Jangankan jadwal dalam kehidupan kita sehari-hari, protokoler kepresidenan yang telah disusun berbulan-bulan lamanya, ia bisa berubah seketika jika diinginkan. Misalnya, Anda sudah komitmen akan makan siang pukul 13.00 WIB. Ketika waktu telah tiba, Anda duduk di meja, makanan yang dipesan telah terhidang di depan mata, tinggal detik-detik menyantap hidangan itu; tiba-tiba boss Anda menelpon dan meminta Anda segera menghadap. Maka skenario Anda tentang makanan itu bubar seketika. Kejadian seperti ini sering terjadi dalam kehidupan kita dengan segala bentuk dan detailnya.

Kalau mau mengukur kemampuan manusia dalam mempengaruhi Kehendak Allah, cobalah Anda susun suatu rencana kegiatan. Misalnya, minggu depan, pada tanggal tertentu, dalam rentang waktu antara pukul 09.00 sampai 12.00, Anda bermaksud melakukan suatu rangkaian kegiatan. Susun rencana Anda secara terperinci dan berurutan untuk mengisi waktu selama 3 jam itu. Lakukan saja kegiatan ini, baik sendirian, di tempat sepi, atau bersama orang lain. Nanti bandingkan hasilnya! Apakah agenda Anda berhasil terlaksana 100 % seperti yang Anda rencanakan? Bisakah Anda memaksakan agenda Anda?

Orang-orang yang sombong dan angkuh perlu mencoba “simulasi” seperti di atas. Mampukah mereka membuktikan kesombongannya? Atau tidakkah hati mereka menjadi lembut di hadapan Keagungan Allah?

Ketidak-berdayaan manusia juga terlihat dari hasil-hasil usahanya. Betapa banyak terjadi kegagalan, kekalahan, penyesalan, kekecewaan, kemarahan, stress, frustasi, bunuh diri, dan sebagainya. Semua itu menjadi bukti nyata bahwa tidak setiap kehendak manusia akan terpenuhi sebagaimana yang mereka inginkan. Manusia hanya mampu merencanakan, sedangkan Allah yang menentukan.

Dalam Al Qur’an, “Demikianlah, Allah menciptakan apa yang Dia kehendaki. Jika Dia telah menetapkan suatu perkara, cukuplah Dia mengatakan, ‘Jadilah,’ maka jadilah (perkara itu).” (Ali Imran: 47).

Begitu kuatnya Kehendak Allah ini, hingga manusia amat sangat berkehendak kepada-Nya. Manusia sangat menginginkan agar apa yang dia kehendaki dikabulkan oleh Allah, sehingga ia memperoleh harapan-harapannya. Berbagai upaya manusia lakukan, agar dirinya beruntung (get a lucky). Termasuk dengan melakukan ritual-ritual tertentu yang tidak rasional sekalipun. Lihatlah, para panitia konser musik! Jauh-jauh hari mereka telah memprsiapkan dukun-dukun, untuk menahan agar saat hari H, di lapangan konser tidak turun hujan. Lihatlah para pembangun gedung-gedung konstruksi! Mereka menanam kepala kerbau di landasan bangunan, agar bangunan itu tidak runtuh, tetapi tetap kokoh. Lihatlah pula, pasukan khusus tertentu! Mereka memakai jimat di kalungnya, untuk menghindari kematian saat bertugas di area konflik. Lihatlah pula seorang pejabat! Dia sengaja membeli sebuah cincin “batu delima” dengan harga miliaran, agar jabatannya awet. Begitu pula, lihatlah seorang artis cantik! Dia memakai jasa konsultasi paranormal, agar tetap cantik, memikat perhatian banyak orang, dan tentu saja selalu mendapat order main sinetron, film, menjadi bintang iklan, atau sekedar menjadi MC.

Hal semacam ini bukan hanya terjadi di kalangan kita. Orang-orang Barat yang konon sangat rasional itu ternyata juga doyan perdukunan. Ronald dan Nancy Reagan, dikenal sebagai pasangan suami-isteri Presiden Amerika yang doyan dengan advis-advis perdukunan. Kemanapun Reagan berkunjung, sebuah tim para dukun selalu menyertainya. Film-film mistik, honor, supranatural, sangat banyak diproduksi oleh Hollywood. Bahkan bidang mistik itu menjadi studi tersendiri di kampus-kampus Barat, dengan profesor-profesor di dalamnya.

Adapun kalangan Freemasonry dan sejenisnya. Mereka dikenal memiliki ritual-ritual mistik mengerikan. Mereka disebut-sebut sebagai pewaris dan pelanjut ajaran-ajaran sihir bangsa Mesir, sejak era tukang-tukang sihir jaman Fir’aun. Itulah yang dikenal oleh para ahli sebagai Kabbalah. Dan penganut Kabbalah ini banyak juga dari orang-orang terkenal dan selebritis top dunia.

Kalau Anda penggemar sepak bola, coba lihat perilaku pemain-pemain dunia di arena pertandingan. Lihatlah, saat mereka memegang rumput, lalu berlari ke tengah lapangan! Lihatlah saat mereka berdoa sebelum bertanding! (Lihat saat Adebayor melakukan ritual beberapa detik sebelum bertanding). Lihat saat mereka mencium bola sebelum melakukan tendangan bebas atau pinalti! Lihat saat mereka mengacungkan jari ke atas, sesaat setelah memasukkan gol! Lihatlah, betapa banyak “ritual permohonan lucky” di Liga Inggris, Liga Itali, Liga Spanyol, Liga Jerman, dan lainnya. Bahkan pemain-pemain Indonesia, tidak segan-segan berdoa satu dua menit, sebelum pertandingan dimulai. Frank Riberry juga ekspressif ketika berdoa kepada Allah, sesaat sebelum pertandingan (sebab dia Muslim).

Seangkuh-angkuh manusia, mereka tidak sanggup untuk memaksakan hasil pekerjaan sebagaimana yang mereka inginkan. Berbagai cara mereka perlihatkan untuk mengekspresikan ketidak-berdayaan dirinya. Para prajurit Israel, sebelum terjun ke medan perang, mereka sangat serius membaca kitab Talmud. Yahudi percaya, bahwa agamalah yang sanggup memelihara eksistensi mereka.

Perlukah Ada Kesombongan?

Secara hakiki, manusia adalah makhluk yang lemah; kehendaknya tidak bisa melompati Kehendak Allah; bahkan manusia itu hidup di bawah naungan Kehendak Allah semata. Namun, dalam kehidupan ini kita mendapati tidak sedikit manusia bersikap sombong (takabbur). Andai seseorang tidak bersikap sombong, bukan karena dia tidak mau sombong, tetapi tidak ada yang bisa dia sombongkan. Sikap sombong seharusnya tidak muncul jika seseorang benar-benar memahami betapa kuatnya Kehendak Allah berlaku dalam kehidupan ini.

Sudah pantaskah Anda bersikap sombong?

[a] Kalau Anda adalah seorang pakar sains dan teknologi yang mumpuni, apakah kehebatan Anda bisa menandingi Prof. BJ. Habibie? Lihatlah seorang Habibie, dengan pengetahuan dan pengalamannya yang luas, beliau diterima luas di forum-forum teknologi dunia. Namun kemampuannya tidak mampu mempertahankan posisinya sebagai Presiden RI sampai 2 tahun saja.

[b] Kalau Anda adalah pejabat politik yang mengagumkan, mampu mencapai jabatan politik paling bergengsi, apakah Anda bisa mencapai posisi setinggi George Walker Bush? Bush bukan hanya mampu mempertahankan posisinya dua kali, dia adalah pemimpin tertinggi Amerika, dan dia mampu mengobrak-abrik tatanan dunia. PBB tidak berdaya menghadapi Bush. Namun akhirnya, kepemimpinan dia disudahi dengan kejadian paling memalukan sepanjang sejarah manusia. Dia dilempar sepatu oleh Muntazhar Al Zaidi, dua kali, dan hampir kena.

[c] Kalau Anda adalah seorang petarung, pria berotot, tubuh macho, memakai tindik dan tatoo, biasa berkelahi, menjadi bintang pertarungan fisik, apakah Anda bisa sehebat Mike Tyson? Sehebat-hebatnya Anda, sekali saja dipukul oleh Tyson, tubuh Anda bisa seketika terjengkang di tanah. Meskipun begitu, Tyson adalah petinju paling malang di dunia. Dia pernah dituduh memperkosa, melecehkan wanita, terlibat perkelahian, dipenjara, diharuskan membayar denda ratusan ribu dollar, mengalami kalah KO, kalah angka, tanding ulang berkali-kali, sampai puncaknya dia menggigit telinga Evander Holyfield. Tyson sangat terpuruk, sampai mau menjadi bintang film porno, sekedar untuk mendapatkan uang.

[d] Kalau Anda seorang seniman, pelukis, pakar estetik, teknisi grafis, begawan perupa, dan seterusnya; apakah Anda bisa mencapai taraf setinggi Affandi? Dia adalah seorang pelukis langka yang pernah dimiliki Indonesia. Karyanya tentang “potret diri” dan “sabung ayam” sangat terkenal. Lukisan-lukisan Affandi menjadi perburuan para kolektor. Namun Affandi mendapati kehidupannya sepi, hingga untuk mengurus diri saja sulit. Entah karena apa, Affandi pernah membuat lukisan telanjang yang berobyek dirinya dan keluarganya. Sedemikian hebat orang memuja seni, sampai tidak lagi mengindahkan moral.

[e] Kalau Anda seorang wanita yang cantik, seksi, dan terkenal, apakah Anda bisa menyamai posisi yang diraih Merlyn Monroe? Seseksi-seksinya Anda, meskipun sudah jungkir balik “memanjakan diri”, tidak akan seperti selebritis top Hollywood itu. Namun akhirnya, riwayat hidupnya berakhir tragis dengan obat bius.

[f] Kalau Anda seorang wanita selebritis, populer, hidup mewah, mempunyai fans sangat banyak, menjadi primadona media, apakah Anda bisa mencapai kedudukan seperti Lady Diana? Dia dikenal sebagai wanita idaman dunia, menjadi pesohor internasional, putri bangsawan terhormat. Pesta pernikahannya dengan Charles adalah pesta perkawinan termegah di dunia sepanjang abad 20. Apalagi yang belum didapatkan oleh Lady Di berupa kecantikan, popularitas, kemewahan, kedudukan bangsawan, putra laki-laki, suami putra mahkota Inggris, kegiatan sosial, kecintaan dunia internasional, dan sebagainya. Tetapi betapa tragis hidup Ladi Di. Dia mendapati suaminya berselingkuh, lalu dia membalas dengan melakukan selingkuh dengan seorang pengawal kerajaan; pengakuan Ladi Di dalam interview khusus dengan media menjadi kegemparan dunia. Dan akhir kehidupan Ladi Di adalah kecelakaan tragis yang merengut jiwanya.

[g] Kalau Anda seorang penguasa kaya raya, bisnisman tulen, memiliki aset miliaran rupiah, hari-hari dihabiskan dalam meeting, negosiasi, transaksi, ekspansi usaha, perundingan merger, akuisisi, mencari market baru, merilis inovasi baru, memainkan indeks saham di lantai bursa, dan lainnya; apakah Anda akan mampu menyamai kekayaan Pangeran Al Walid bin Thalal dari Saudi? Begitu kayanya Pangeran Al Walid, sampai bingung mau diapakan lagi kekayaan itu. Beliau mampu membeli pesawat Air Bus ukuran jumbo, dan disulap menjadi pesawat pribadi, yang interiornya didesain seperti istana mewah. Diperlukan dana triliunan untuk membeli pesawat itu, namun Al Walid merasa itu bukan pengeluaran yang besar. Dengan semua kekayaan yang dimilikinya, ternyata tidak membuat Pangeran Al Walid menjadi seorang ahli ibadah, ahli Sastra Arab, ahli Syariat, ahli sejarah Islam, atau seorang Muslim yang sangat teguh dengan Al Wala’ Wal Bara’. Bahkan tapak kakinya tidak dikenal pernah menyentuh beceknya bumi jihad di negeri-negeri kaum Muslimin. Kekayaan besar, hanya semakin meramaikan peliknya godaan kehidupan dunia.

Lalu apa lagi yang harus disombongkan oleh manusia-manusia ini? Kekuatan dan kemegahan yang dimilikinya tidak akan sanggup mengungguli prestasi-prestasi di atas. Tidakkah lebih layak mereka tawadhu kepada Allah Al ‘Alim?

Demikianlah, Allah Ta’ala memiliki Sifat Iradah (Maha Berkehendak). Kehendak-Nya berlaku dalam kehidupan ini, sedangkan kehendak manusia bersifat nisbi (relatif). Jika Allah mengijinkan, kehendak manusia akan terlaksana; jika Dia tidak mengijinkan, maka kehendak itu akan gagal. Hal ini berlaku dalam segala urusan, termasuk dalam praktik sihir sekalipun. Sihir tidak akan terlaksana, selain hanya dengan ijin Allah Ta’ala. Dalam Al Qur’an, “Sesungguhnya Allah melaksanakan urusan-Nya. Sungguh Allah telah menetapkan takdir atas segala sesuatu.” (At Thalaaq: 3).

Wallahu a’lam bisshawaab.

Bandung, 24 Februari 2009.

AM. Waskito.

About these ads

7 Balasan ke Memahami Kehendak Allah

  1. Andie mengatakan:

    Assalamualaikum

    Ana termasuk pengunjung setia Langit Biru Articles,tapi baru kali berkesempatan untuk bisa sedikit menulis balasanny…hehe..Ana banyak mendapatkan informasi yang penting dari sini..dari semula nggak tau menjadi tau..hampir semua artikel disini dh ana save as(tp belum semuanya sih,semoga aj tidak dilarang..).Alhamdulillah bs bermanfaat bagi teman2 ana khususnya yg ad dkantor.Ana sangat tertarik dengan artikel2 yang membahas tentang salafi ekstrem,karena dkantor ana ada 1 org yang sekarang lagi getol2nya menyebarkan pemikiran “salafi yang ini”(salah satunya sering membagi2kan selebaran yg berisi tentang fatwa2 ulama yang berkaitan dengan masalah jihad,bom bunuh diri dll).Setiap kali diajak untuk dialog/diskusi selalu menolak dengan alasan katanya tidak boleh duduk bersama dengan ahlul bid’ah..masyaallah..mungkin ini aja dulu akhi,InsyaAllah nanti dsambung lagi..Jazzakumullah Khair
    Wassalamualaikum

  2. sibuki mengatakan:

    Salam alaik akhi…salam kenal. Tulisan ini sama banget waktu ust Felix Siuaw memberikan ceramahnya di masjid di gedung kantor.

    Wassalam alaik,
    Buki

  3. abisyakir mengatakan:

    @ Sibuki.

    Salam juga bagi Anda, wahai Akhi budiman. Semoga yang ada disini bermanfaat. Amin.

    AMW.

  4. abisyakir mengatakan:

    @ Andie

    Wa’alaikumsalam warahmatullah Ta’ala wabarakaatuh.

    syukran atas tanggapan baik Antum. Semoga bermanfaat ya. Wa jazakumullah aidhan ‘ala jiddiyyatikum fil khair.

    AMW.

  5. Hari Abrianto mengatakan:

    Karena pengetahuan agama Emha Ainun Najib sangat kurang maka dijawab enteng saja “SEMUANYA ATAS KEHENDAK ALLAH” & tidak mau menjawab sms berikutnya kuatir ada pertanyaan2 yang tidak dapat dijawab karena takut ketahuan pengetahuan agamanya sangat minim….

  6. amp mengatakan:

    posting yg sangat bagus …
    pengalaman sepertinya lebih nyata dari pengetahuan.
    pengetahuan akan lenyap bila otak kita kena kanker.
    tapi pengalaman akan semakin nyata sekalipun jasad ini telah membusuk.

    salam

  7. mantep akhi..
    terus promosikan kebaikan dan pemahaman tauhid yg benar..
    Usaha manusia tdk memiliki atsar/tdk ngefek sama skali kecuali atas izin Allah..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 131 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: