PKS, Kami Sudah Mengingatkanmu

Catatan:

Tulisan ini ditulis sebagai bukti bahwa dalam hati kami (setidaknya saya) semula masih ada harapan kebaikan bagi PKS. Namun setelah acara deklarasi pasangan SBY-Boediono di Sabuga ITB, 15 Mei 2009, sekitar pukul 20.00 WIB. Maka harapan itu pun kandas. Harapan hanya harapan, PKS lebih mencintai kekuasaan daripada misi perjuangan Islam. Itu pun cara-caranya sangat tidak elok. Biasa, memakai cara ANCAMAN untuk mendapatkan jatah kekuasaan yang lebih basah. Ya, begitulah. Tulisan ini sengaja dipertahankan, tidak dihapus, agar kaum Muslimin tahu, bahwa: Kami semula masih berbaik harapan kepada PKS!!!

Berburu Kekuasaan dengan Dalih Dakwah.

Berburu Kekuasaan dengan Dalih Dakwah.

Kini saatnya kita benar-benar ingin berbicara sepenuh hati kepada PKS. Ini adalah momentum besar bagi PKS untuk memperbaiki kerja politiknya. Saya menyarankan, “Akhi, kini muncul momentum besar bagi Anda sekalian untuk menyelamatkan perahu politik Anda. Selamatkan partai Anda, masa depan Anda, sebelum yang terburuk akan melanda partai Anda!”

Sebagaimana kita telah sama-sama ketahui, PKS bereaksi tegas terhadap sikap politik Demokrat yang memilih Cawapres, Boediono, Gubernur Bank Indonesia. PKS juga bereaksi keras terhadap rencana Demokrat mengundang PDIP masuk ke barisan koalisi mereka selama ini. Dibandingkan PPP, PAN, dan PKB, maka PKS adalah satu-satunya partai Islam yang bereaksi keras terhadap agenda SBY dan Denmokrat itu.

Akhi…jujur saja saya mengatakan, sikap Anda selama ini telah membuat kesal, marah, dan benci kalangan Islamis di Indonesia yang jumlahnya sangat banyak. Mereka mempertanyakan sikap Anda, kesalahan manuver Anda, serta komitmen Anda kepada misi perjuangan Islam. Termasuk kondisi pasca Pemilu April 2009 yang menempatkan partai Anda di posisi ke-4, dengan perolehan suara sekitar 8 %.

Banyak kalangan Islamis bertambah-tambah skeptis melihat manuver partai Anda yang begitu lunak kepada kekuasaan, dan sepertinya kehilangan “kepekaan” untuk menunjukkan determinasi Anda sebagai partai moralis dan harapan Indonesia baru. Dengan sikap-sikap yang Anda tunjukkan selama ini, banyak yang meyakini, partai Anda akan tenggelam di masa nanti. Maksudnya, jati diri partai Anda yang mengikatkan diri dengan Islam akan berakhir, lalu menjadi karakter partai sekuler seperti pada umumnya.

Nah, kini partai Anda sedang diperhatikan oleh Ummat Islam se-Indonesia. Kalangan Islamis cemas hatinya melihat sikap Anda ke depan. Mereka tidak menyangka bahwa Anda masih memiliki sisa-sisa sikap ketegasan. Dan satu lagi yang penting, Anda masih bersikap rasional terhadap masa depan partai Anda. Jika Anda membiarkan diri masuk dalam “skenario politik” Demokrat, dengan dalih diplomasi apapun, yakinlah Anda tidak akan memiliki masa depan apapun. Sikap politik Demokrat ibarat pusaran air yang bisa menenggelamkan siapa saja.

Ini adalah momentum Anda untuk menyelamatkan partai Anda! Ini adalah RIZKI tidak terduga yang tiba-tiba hadir di depan Anda. Raihlah rizki ini, pegang kuat-kuat, jangan dilepaskan. Jika Anda pegang, partai Anda insya Allah akan selamat; jika dilepaskan, sungguh masa depan Anda nanti hanyalah ucapan sayonara

Sungguh indah perkataan Suyuti Asyathiri (?) salah satu Ketua DPP PAN beberapa waktu lalu. Dia mengatakan, kurang-lebih: “PAN sebaiknya jangan berkoalisi dengan Demokrat, tetapi berkoalisi dengan kubu perubahan. Jika kita menang dalam Pilpres, bisa membangun pemerintahan yang lebih baik. Tetapi kalau kalah, tidak apa-apa. Itu adalah investasi politik yang bagus untuk masa depan PAN nanti.” Kurang lebih seperti itu.

Saya menyarankan, ikutilah pandangan di atas, meskipun kemudian ternyata PAN tidak mampu menetapi jalan tersebut. Lebih baik PKS melakukan investasi politik ke depan, daripada bergabung dengan Demokrat. Pemilu April 2009 dengan segala ketidak-becusannya telah mendelegitimasi prospek politik Demokrat sendiri. Meskipun suatu ketika SBY menang dalam Pilpres, maka di hati jutaan masyarakat ada “gores luka” yang sangat sulit sembuhnya, karena pelaksanaan Pemilu April 2009 yang penuh masalah itu. Mendukung Demokrat, tak ubahnya dengan ikut melegitimasi pelaksaan Pemilu April 2009 yang digugat oleh banyak kalangan itu.

Ya, ini sekedar saran. Boleh diikuti, boleh juga diabaikan. Sejujurnya, dalam segala sikap kritis saya selama ini ke PKS, masih ada nuansa harapan agar partai ini menjadi lebih baik di masa ke depan. Ummat Islam tentu akan sangat berterimakasih kalau ada tenaga-tenaga politisi Muslim yang komitmen membela urusan Ummat. Siapa lagi yang secara formal harus membela, kalau bukan Anda sekalian.

Secara pribadi saya berjanji, jika Anda peduli dengan masa depan partai Anda, dan tidak menjual-belikannya dengan harga murah, hanya dengan kompensasi jabatan tertentu, insya Allah saya akan membersihkan blog ini dari tulisan-tulisan yang bersifat mengkritisi PKS.

Sekali lagi ya Akhi: “Selamatkan masa depan partaimu! Ini adalah momentum besar yang tidak akan terulang lagi. Selamatkanlah partaimu, atau kita nanti akan menangis bersama-sama meratapi hilangnya salah satu perahu politik pembela Ummat, ketika Anda lebih tertarik dengan kue kekuasaan.”

Alhamdulillah Rabbil ‘alamiin.

Bandung, 14 Mei 2009.

Abu Muhammad Waskito.

About these ads

31 Balasan ke PKS, Kami Sudah Mengingatkanmu

  1. Bim Bim mengatakan:

    Betul, ini momen2 yang tepat untuk “melepaskan” diri dari PD jadilah oposisi sejati atau koalisi dengan partai Islam -tentu tidak meninggalkan konsep Al Wala Wal Bara-

    Insya Allah PKS akan menjadi partai yang lebih besar lagi ke depan dan siapa tau -Bi Izdnillah- bs jadi partai FIS di Al Jazair dengan kemenangan mutlak

    Amiinn Tsumma Aminn

  2. omiyan mengatakan:

    ya saya setuju, dan inilah salah satu moment partai partai islam bersatu PKS, PAN, PPP dan PKB….

  3. email90 mengatakan:

    “Secara pribadi saya berjanji, jika Anda peduli dengan masa depan partai Anda, dan tidak menjual-belikannya dengan harga murah, hanya dengan kompensasi jabatan tertentu, insya Allah saya akan membersihkan blog ini dari tulisan-tulisan yang bersifat mengkritisi PKS” > kutip

    sebaiknya jangan berhenti mengkritisi jikalau memang ada yg harus di kritisi.. :)

  4. Insan mengatakan:

    Assalamualaykum

    Terus terang saya juga kecewa dengan kekalahan partai – partai Islam. Ternyata di negera dengan mayoritas muslim terbesar kalah suara. Sungguh sangat ironis.
    Sudah saatnya partai Islam bersatu dan komitmen untuk menegakkan syariat Islam bersama – sama dan menghindari politik pragmatis.

    Begitulah realita muslim di Indonesia, mereka lebih mementingkan urusan duniawi ketimbang ukhrawi, makanya jangan heran kalau Indonesia sering dapat musibah, karena yang jadi rakyatnya lebih memilih pemimpin yang alergi dengan syariat Islam.

    Kalau hanya sekedar untuk mensejahterakan, memberikan lapangan pekerjaan, orang – orang komunis juga bisa. Tetapi yang perlu dipahami adakah seorang politisi muslim yang benar – benar punya komitmen untuk berhukum dengan hukum Allah? Mungkin ada, tapi sayangnya umat Islam dibutakan dgn tipuan harta yang dijanjikan pemerintah sekuler, akibatnya yang diprioritaskan hanya urusan dunia saja.

  5. Bim Bim mengatakan:

    Ah sudah lah PKS ud tamat kok :)

  6. Musafir Laut mengatakan:

    Koalisi dengan SBY dan Demokrat bukanlah dosa besar sehingga Anda tidak perlu kecewa berat seperti sekarang ini. Perjuangan partai-partai Islam masih sangat panjang, tidak sependek komentar-komentar Anda di blog ini.
    Jika Anda begitu tergesa-gesa menghakimi partai-partai Islam dengan label negatif, maka niscaya Anda tidak akan pernah melihat kemaslahatan umat di dalamnya.
    Blog ini tidak begitu berimbang dalam menilai partai-partai Islam. Maaf, bila keliru, saya belum membaca tulisan khusus yang mengurai kebaikan-kebaikan yang terdapat di partai-partai Islam dan kontribusinya terhadap perjuangan politik Umat Islam. Mari kita menilai partai-partai Islam dalam timbangan yang adil.

    5:8. Hai orang-orang yang beriman, hendaklah kamu jadi orang-orang yang selalu menegakkan (kebenaran) karena Allah, menjadi SAKSI DENGAN ADIL. Dan janganlah sekali-kali kebencianmu terhadap sesuatu kaum, mendorong kamu untuk berlaku tidak adil…

  7. abisyakir mengatakan:

    @ Musafir Laut.

    Alhamdulillah, saya sudah mengikuti gerak PKS/PK sejak tahun 1998 dulu. Saya memiliki banyak file kekecewaan dengan sikap politik mereka yang tidak Islami. (Ingat tidak Islami. Jadi parameternya Islam, Mas. Bukan parameter hawa nafsu kita sendiri). Kalau Anda memerlukan, akan saya tulis di blog ini. Bagaimana, Anda membutuhkan?

    Justru, saya ingin mengingatkan kepada orang-orang yang “berjualan politik” dengan “merk Islam”. Anda harus khawatir akan disebut sebagai kaum yang menjual murah ayat-ayat Allah! Anda harus sangat sangat khawatir.

    Ketahuilah Akhi, andai partai Anda difitnah oleh seorang Muslim dengan sekeji-kejinya fitnah, sampai orang kafir pun takjub dengan fitnah itu, maka sadarilah bahwa apa yang dilakukan Muslim itu adalah haknya. Sementara hak Anda memperoleh berbagai kenikmatan duniawi karena terjun di dunia politik, sedang kewajiban Anda melayani kaum Muslimin, lahir-batin, sesempurna mungkin. Kalau Ummat Islam sedikit saja kecewa, lalu menghujat Anda, itu sepenuhnya hak mereka yang diakui secara Syar’i.

    Disanalah beratnya amanah kerja politik. Anda harus berbuat sesempurna mungkin untuk melayani Ummat. Jika mereka sedikit saja kecewa, lalu mencaci-maki Anda, itu sah-sah saja. Wong itu hak mereka kok sebagai rakyat.

    Justru sikap partai-partai (katanya) Islam selama ini SANGAT ANEH. Soal kewajiban mereka kepada Ummat tidak dipenuhi serius; selalu menuntut dukungan Ummat, dukungan terus; ingin dipuaskan hak-haknya berupa materi, kenyamanan, popularitas; tetapi sangat sensitif kalau dikritik. Ini benar-benar aneh dan membuktikan bahwa mereka berpolitik dengan hawa nafsu, bukan dengan kaidah Syar’i.

    Para politisi Muslim itu memang 24 jam kerja untuk Ummat, dengan ketentuan harus bekerja sesempurna mungkin. Kalau mereka sukses, tidak boleh mengharap pujian; bahkan andai kesalahan kecil mereka dicaci-maki Ummat, mereka harus sabar. Sebab memang begitu. Para politisi Muslim adalah pemimpin Ummat, sedangkan dalam Islam posisi pemimpin itu adalah Khadimul Ummah (pelayan Ummat). Andai mereka sudah maksimal bekerja, sudah tampak hasil-hasilnya, lalu tidak ada sedikit pun yang memujinya; maka mereka tidak boleh marah, harus menerima hal itu dengan lapang dada, dan mengharap pahalanya kepada Allah.

    Hanya masalahnya, di Indonesia ini banyak yang mengaku sebagai politisi Islam, tetapi sebenarnya mereka tidak mengerti banyak tentang politik. Mengertinya, cuma membodoh-bodohi Ummat. Na’udzubillah min dzalik.

    AMW.

  8. akhi…saya setuju kalo artikelnya berisi tentang prestasi parpol islam, kan ada kaedah jika ada dua kemudharatan pilihlah yang paling sedikit mudharatnya, bukan begitu ? jangan sampai ummat membaca artikel yang mencela semuanya. jadi ummat tak mau lagi milih yang islam akhirnya menang jadi arang kalah jadi abu.

  9. abisyakir mengatakan:

    @ Tabriani.

    Taruhlah, di hadapan PKS ada dua pilihan: (1) Bersama SBY, atau (2) Bersama selain SBY.

    Dengan kaidah, memilih madharat yang terkecil dari dua madharat, maka PKS memutuskan ikut SBY. Pertimbangannya, ikut SBY madharatnya lebih kecil dibandingkan kalau ikut kubu “perubahan”. Katakanlah, pertimbangan PKS sudah mantap soal timbang maslahat-madharat itu.

    Lalu pertanyaannya:

    [o] Mengapa ketika dalam koalisi pemerintahan SBY tahun 2004-2009, PKS sering sekali bersikap keras ke Demokrat? Contoh paling mudah, ialah ancaman PKS akan keluar dari koalisi, kalau 3 orang menterinya di kabinet SBY di-reshuffle sekitar tahun 2005-2006 lalu. Contoh lain, soal hak angket kenaikan harga BBM. Mengapa PKS tidak mendukung SBY dan jajarannya? Disini terbukti, bahwa koalisi PKS dengan Demokrat sebenarnya rapuh, sebab hanya berdasarkan sharing kekuasaan semata. Ini sudah terbukti, lho. Itulah yang terjadi 5 tahun terakhir.

    [o] Mengapa sebelum menjalin hubungan dengan Demokrat menjelang Pemilu 2009, PKS sudah terlebih dulu ingin merapat ke Golkar dan PDIP? Bahkan, sampai Jusuf Kalla dielu-elukan di Mampang Prapatan. Apakah pilihan ingin koalisi dengan Golkar waktu itu juga berdasarkan pilihan timbang maslahat-madharat seperti saat ini ketika PKS join dengan Demokrat?

    [o] Mengapa elit-elit PKS mau datang ke Cikeas, ketika SBY meminta ingin bertemu langsung, sebelum Pemilu 2009? Itu seperti yang dibeberkan oleh Fahri Hamzah di media-media massa. Disana SBY mengakui bahwa selama ini ada problem komunikasi dengan PKS. Nah, problem komunikasi itu apakah termasuk bagian dari timbang maslahat-madharat? Tampak disana, bahwa PKS sebenarnya tidak suka dengan Demokrat. Mereka memiliki track record komunikasi yang kurang bagus. Hanya saja, karena motiv sharing kekuasaan, segala sesuatu ditampakkan seindah-indahnya.

    [o] Mengapa PKS berniat mundur dari koalisi dengan Demokrat, ketika tahu bahwa yang menjadi Cawapres SBY adalah Boediono? Apakah pemilihan Boediono oleh PKS itu sudah sesuai dengan timbang maslahat-madharat versi PKS? Ataukah, timbang maslahat-madharat itu memang bisa berubah sesuka hati, tergantung order kekuasaan yang didapat?

    Banyak Akhi, kalau kita ingin jabarkan satu per satu tentang track PKS ini. Menurut saya, ini bukan soal husnuzhan-su’uzhan. Tapi ini KONSPIRASI BESAR untuk mematikan dakwah Islam di Tanah Air. PKS ingin dibiarkan berbuat apa saja, meskipun melanggar Syariat. Cukup kepada Ummat diberi rumusan mematikan oleh PKS: Percayakan kepada majlis syura, mereka lebih tahu dari kita, lebih alim, lebih shalih, Antum husnuzhan sajalah!

    Sekali lagi, semua ini adalah konspirasi retorika untuk mematahkan kebenaran, melestarikan kemungkaran. Laa haula wa laa quwwata illa billah. Tidak boleh terjadi, PKS selalu dipandang benar, suci, tidak memiliki noda setitik pun. Sedangkan kesalahan selalu teralamatkan kepada pihak-pihak yang mengeritik dan menasehatinya.

    Mohon maaf bila ada yang tidak berkenan. Astaghfirullaha li wa lakum.

    AMW.

  10. Tabriani Ibn Hasian At Tayani mengatakan:

    Jikalau syariat telah tegak di negeri ini apakah ustadz siap diamanahkan untuk menjadi qadhi ? mengingat susah kita mencari orang yang faham syariat yang berani berkata benar. Wallahualam

  11. hand mengatakan:

    yang pada KECEWA pada PKS!!!antum pada LIQO ga’?
    sudah tarbiyah belum?
    simpatisan/kader?

    klo belum tarbiyah/bukan kader…tanya tu sama pengurusanya PKS, ke DPRa/DPC/DPD/DPW sana, minta LIQO’ dan minta dijelasin!!!

    jangan asal ceplos aja………dengerin tu kata abisyakir …………………………………

    donk ora??????????????????????

  12. BEN LERES mengatakan:

    PKS vs DEMOKRAT

    Gegap gempita menjelang pemilihan presiden dan wakil presiden pada tahun ini suhu politik semakin meningkat dan wajah sesungguhnya dari partai – politik dan para calegnya semakin tampak jelas dimata rakyat.

    Partai Demokrat sebagai partai pemerintah sekalipun sejak awal pemerintahannya diterpa berbagai krisis ekonomi selama lima tahun masa pemerintahannya bukan saja mampu bertahan bahkan mampu meraih suara terbanyak pada pemilu legislatif pada bulan Mei 2009 dengan mengalahkan partai – partai besar lainnya.

    Partai Demokrat yang selama ini bermain cantik dikancah perpolitikan Indonesia pada hari – hari menjelang pemilihan presiden dan wakil presiden mulai menampakkan wajah aslinya dengan melakukan berbagai manuver politik yang sekalipun dapat dikatakan cukup “ cerdas “ namun kurang simpatik, khususnya berkaitan dengan masalah koalisi dengan partai – partai lain dan penetapan calon wakil presiden.

    Sekalipun didunia perpolitikan segala sesuatunya dapat dilakukan selama tidak melanggar hukum yang berlaku, namun berkaitan dengan kedua masalah tersebut diatas ( koalisi dan penetapan wakil presiden ) ada beberapa point yang perlu digaris bawahi dan dicatat sebagai sebuah pelajaran penting bagi partai politik dan para pimpinan / kader politik baik yang berbasis nasionalis atau agama.

    Hal tersebut sebagai pembelajaran politik kepada partai – partai politik dan para pemimpin / kader politik untuk tidak mengulangi kesalahan dan agar tidak terjebak kedalam kondisi yang dilematis dan beresiko, yang bukan saja akan kehilangan peluang bahkan dapat kehilangan apa – apa yang telah diperoleh dan diperjuangkannya.

    Dalam nasalah koalisi dan penetapan wakil presiden, ada dua point penting yang dilakukan oleh partai demokrat didalam manuver politiknya berkaitan dengan masalah tersebut, anatara lain adalah ; Floating dan Theory Domino.

    1

    Floating dan Theory Domino.

    Floating, adalah sesuatu yang mengambang atau didalam dunia perpolitikan disebut sebagai suatu pola untuk menciptakan kondisi yang mengambang, sehingga dengan pola tersebut akan diperoleh beberapa keuntungan antara lain;

    – Waktu untuk melakukan konsolidasi kedalamam,
    – Waktu untuk melakukan analisa atas perkembangan yang terjadi dilapangan
    – Waktu untuk melakukan pematangan program jangka pendek dan panjang
    – Waktu untuk menimbulkan berbagai spekulasi didalam partai – partai lain baik yang berkoalisi maupun yang beroposisi terhadap partai demokrat berbagai spekulasi yang berkembang dalam waktu yang semakin sempit tersebut bukan saja dapat menimbulkan ketidakpastian didalam partai bahkan dapat menimbulkan keretakan bagi partai – partai lain.

    Theory Domino, adalah suatu pola sikap, pernyataan atau tindakan yang ditujukan kepada suatu sasaran namun tidak langsung diarahkan kepada sasaran yang dituju, atau dengan istilah lain, “ lempar batu sembunyi tangan “

    Theory tersebut sebagaimana theory floating didalam dunia perpolitikan merupakan salah satu sarana penting yang dapat digunakan untuk memperoleh keuntungan – keuntungan politis yang sama besarnya dengan theory floating,

    Pendekatan basa – basi yang dilakukan partai demokrat terhadap partai PDIP sebagai partai oposisi yang sedang melakukan penjajakan untuk menjalin koalisi dengan partai lain, sekalipun dilakukan dengan cara yang elegan namun kalau dicermati nuansa theory domino yang ada dibalik manuver politik tersebut terlihat cukup jelas.

    Sebagaimana kita ketahui partai golkar sebagai partai besar yang sebelumnya merupakan partai pendukung pemerintah telah berubah menjadi partai yang tidak lagi mendukung pemerintah, dan partai golkar sedang melakukan penjajakan untuk berkoalisi dengan partai PDI Perjuangan sebagai partai oposisi, sekalipun hal tersebut tidaklah mudah mengingat platform keduanya yang tidak dapat disatukan upaya tersebut juga memiliki implikasi politis bagi para kader dan pendukung dari kedua partai tersebut,

    2

    Ditambah lagi PDI Perjuangan sebagai partai oposisi yang cukup besar dan meraih suara yang cukup banyak bersama partai golkar dan partai – partai lain sedang menggagas sebuah koalisi besar sekalipun hal itu masih sebatas wacana yang juga tidak mudah untuk direalisasikan.

    Namun hubungan emosional yang telah terbangun diantara kedua partai dan partai – partai lain yang diharapkan dapat mendukung gagasan tersebut, memberikan tekanan politis yang cukup kuat terhadap partai demokrat,apalagi bila isu – isu politik yang menempatkan partai demokrat seolah – olah sebagai partai yang kurang peduli terhadap ekonomi kerakyatan tentunya sedikit banyak akan memiliki implikasi politis pada masa mendatang bagi partai demokrat.

    Namun baik disebabkan oleh rasa percaya diri yang berlebihan, ataupun karena adanya tekanan – tekanan dari luar ( Amerika ) pada saat – saat terakhir ini, partai demokrat melakukan manuver politik yang cukup kontroversial kalau tidak mau dikatakan sebagai tindakan ceroboh terutama dalam hal penetapan Budiono sebagai wakil presiden dengan mengabaikan partai – partai koalisinya baik yang berbasis agama ataupun nasionalis.

    Kalau dilihat kebelakang bagaimana kemampuan partai demokrat sebagai partai baru yang bukan saja mampu bersaing dengan partai – partai besar seperti Golkar, PDIP dan PPP, bahkan mampu tampil sebagai pemenang pada pemilu tahun 2004.

    Bagaimana kemampuan partai demokrat dalam mempertahankan pemerintahannya ditengah krisis global dan berbagai bencana alam yang terus menerus menimpa Indonesia, kemampuannya didalam meredam berbagai gejolak sosial yang diakibatkan oleh terjadinya krisis ekonomi yang berkepanjangan, dan yang paling menarik adalah bagaimana partai demokrat memperlakukan partai golkar sebagai mitra koalisinya juga kemampuan partai demokrat didalam mengkonter lawan – lawan politiknya bahkan dengan menggunakan kekuatan lawan – lawan politiknya tersebut.

    Penunjukan Budiono sebagai sosok yang kotroversional tentunya tidak akan dilakukan oleh partai demokrat tanpa adanya sebuah dukungan atau tekanan dari suatu kelompok yang sangat besar dan berpengaruh.

    3

    Sehingga menurut hemat saya adalah terlalu naïf apabila PKS masih berfikir bahwa dengan berkoalisi dengan partai Demokrat solah – olah akan memiliki peluang untuk menitipkan platform dari perjuangnnya kepada partai Demokrat sekalipun kontrak politik sudah ditanda tangani.

    Dari cara pemberitahuan mengenai penetapan Budiono yang hanya lewat pesan singkat ( sms ) kepada PKS sudah menunjukkan tidak adanya penghargaan kepada PKS dengan kata lain sebagai suatu pelecehan, disamping itu penetapan Budiono sendiri yang notabene pro Barat ( ekonomi neo-liberal ) secara jelas menunjukkan bahwa keberadaan partai – partai berbasis Islam yang berkoalisi dengan partai Demokrat tersbut tidak memiliki pengaruh apapun kecuali sekedar sebagai accessoris untuk menyemarakan penampilan partai Demokrat dikancah perebutan kursi kekuasaan.

    Yang menjadi pertanyaan bagi saya adalah sejauh mana partai – partai lain menyadari hal ini ? khususnya terhadap partai – partai yang berbasis Islam sebagai partai yang cenderung untuk berkoalisi dengan partai demokrat.

    Tentunya para pimpinan partai tersebut cukup cerdas untuk mambaca hal ini sebgaimana Allah s.w.t menurunkan surat Al – Alaq sebagai firman yang pertama yang mengajarkan kepada Rasul Allah s.a.w dengan kalimat yang kurang lebih demikian,:bacalah dengan nama tuhanmu yang menciptakan,

    Tentunya firman tersebut tidak hanya sekedar mengajarkan kepada kita umat Islam untuk pandai membaca dan melantunkan ayat – ayat suci Al – Quran namun agar umat Islam memiliki kecerdasan untuk membaca dan menganalisis berbagai febomena yang terjadi disekitarnya agar supaya dapat menyikapinya dengan lebih cerdas dan bijaksana, namun sayangnya baik disebabkan oleh adanya ambisi kepada kekuasaan ataupun disebabkan oleh faktor lain fakta yang terjadi justeru sebaliknya.

    Sebagai contoh PPP sebagai partai yang berbasis Islam, namun selama 32 tahun bahkan selama masa era reformasi partai tersebut bukan saja tidak mampu memberikan kontribusi yang memadai bagi kemaslahatan umat Islam bahkan terkesan sebagai partai yang targetnya tidak lebih hanya untuk mengejar dan memperoleh kedudukan bagi para pimpinanya baik didalam pemerintahan maupun diparlemen,

    4

    Kemudian muncul PKB partai yang didirikan oleh gus dur yang tampaknya juga berbasis Islam dan yang terkenal sebagai partainya para kiyai dan santri, namun didalam kiprahnya bukan saja tidak memberikan kontribusi apapun bagi kemaslahatan umat Islam justru sering melecehkan Islam dan umat Islam dengan berbagai pernyataannya bahkan dengan congkaknya gus dur berani menyatakan bahwa kitab suci Al – Quran adalah kitab suci paling porno didunia.
    Setelah tersingkirnya gus dur dari PKB dan digantikan oleh tokoh lain yang lebih muda yaitu muhaimin iskandar, namun didalam kiprahnya tidak banyak mengalami perubahan, tidak berbeda dengan partai PPP yang lebih berorientasi pada bagaimana mempertahankan eksistensi untuk memperoleh kedudukan

    Kemudian muncul PAN yang dimotori oleh amin rais sebagai ketua umum Muhamadiyah sekalipun muncul dengan warna abu – abu namun dengan adanya beberapa dukungan dari para simpatisan Muhamadiyah, partai ini berhasil mengelabui sebagian umat Islam seolah – olah sebagai partai yang berbasis Islam, setelah kegagalan amin rais dalam pencalonan presiden pada pemilu tahun 2004 dan adanya dukungan yang diberikan oleh ketua umumnya yaitu amin rais kepada kelompok ahmadiyah yang jelas – jelas melecehkan Islam, warna asli dari partai ini tampak semakin jelas.

    Dalam kondisi yang demikian muncul PKS sebagai partai yang berbasis Islam dengan tokoh – tokoh muda yang ada didalamnya, PKS mampu tampil lebih elegan dibandingkan dengan ketiga partai tersebut diatas.
    Sehingga dengan penampilan tersebut umat Islam dan khususnya generasi muda Islam yang selama ini sudah mulai merasa jenuh dengan partai – partai politik yang menggunakan symbol – symbol Islam hanya sebagai alat untuk melakukan pengeksploitasian terhadap umat Islam, merasa memperoleh angin segar dan semangat baru untuk bangkit kembali memperjuangkan Islam.

    Maka PKS sebagai partai baru yang dipimpin oleh tokoh – tokoh muda tersebut dengan cepat memperoleh dukungan yang cukup signifikan, namun menjelang proses pemilihan presiden dan wakil presiden saat ini, tokoh – tokoh muda dari PKS tersebut, baik disebabkan oleh semangat mudanya atau

    5

    disebabkan oleh proses pematangan karakter yang kurang memadai, sehingga para tokoh muda tersebut sering terjebak pada kebijakan dan pernyataan yang nyaris akan memudahkan bagi lawan-lawan politiknya untuk mengeksploitasi kebijakan dan pernyataan tersebut sebagai alat untuk menjatuhkan citra partainya,

    Sebagai contoh, kebijakan PKS untuk melakukan koalisi dengan partai demokrat yang notaben pro barat ( kapitalis ) tanpa mempertimbangkan platform PKS yang sangat berbeda dan yang tidak dapat disatukan dengan partai demokrat, begitu pula tidak adanya kemungkinan bagi partai demokrat untuk menerima calon wakil yang disodorkan oleh pihak PKS.
    Hal ini menunjukkan kurang cermatnya PKS didalam mencermati manuver – manuver politik yang sedang berkembang khususnya manuver politik yang telah dan sedang dilakukan oleh partai demokrat sebagai calon mitra politik.

    Dampak dari kebijakan tersebut sekalipun tidak sampai menimbulkan keretakan didalam lingkungan internal partai PKS sebagaimana yang dialami oleh partai lain, namun paling tidak sudah merupakan satu tamparan untuk mempermalukan dan mencitrakan PKS sebagai partai yang sama – sama memiliki ambisi besar terhadap kekuasaan.

    Kalau kita mengikuti perkembangan tersebut khususnya di media-media televisi sejak kemarin,hari ini dan hari-hari berikutnya kita telah dan akan menyaksikan bagaimana proses pembantaian terhadap PKS khususnya di media – media yang umumnya dikuasai oleh para pengusaha yang condong kepada system ekonomi neo liberal ( kapitalis ) mulai terjadi dan akan terus berlanjut.

    Malam ini saya menyaksikan sosok Hilman Saragih dalam acara dialog interaktif yang ditayangkan oleh Metro tv turut mengembangkan proses pembantian tersebut dengan menyatakan bahwa PKS bukanlah partai yang berkelas kemudian ditambah dengan berbagai uraian-uraian yang bukan saja tidak berimbang bahkan sangat menyudutkan partai PKS, hal tersebut tidak lain sebagai upaya untuk menciptakan dan menggiring opini masyarakat dan mas media lainnya untuk turut berlomba didalam proses pendeskriditan dan pembantaian terhadap citra partai PKS.

    6

    Inilah yang disebut theory domino, sementara partai demokrat cukup hanya sedikit menyentuh sisi emosionalnya kemudian pihak lain yang akan melakukan pembantaian terhadap PKS dan sejarah pembantaian terhadap partai-partai yang berbasis Islam pun terus berulang dari masa ke masa.

    Saya sebagai simpatisan PKS dan tentunya juga rekan – rekan lain para pendukung PKS berharap semoga hal tersebut dapat berguna sebagai suatu pengalaman pahit sekaligus sebagai pembelajaran yang berguna untuk mempercepat proses pematangan karakter bagi para pimpinan dan kader paratai PKS karena bola panas sudah digulirkan dan hari – hari mendatang merupakan saat – saat yang paling menentukan bagi partai – partai yang berbasis Islam khususnya bagi partai PKS.

    Sekalipun saya percaya insya Allah partai PKS akan mampu mempertahankan citranya ditengah kancah politik yang sedang berkembang saat ini namun apabila tidak segera melakukan langkah yang tepat untuk mengantisipasi hal tersebut bukan tidak mungkin PKS akan mengalami nasib yang sama bahkan lebih tragis dari partai golkar yang telah kehilangan banyak suara dukungan.

    Ada sebuah ungkapan dalam bahasa arab yang menyatakan sebagai berikut :

    “ KULLU SYAI’IN ALAMATUN “

    Yang artinya kurang lebih sebagai berikut :

    “SEGALA SESUATU TENTU ADA CIRI ATAU TANDA TANDANYA“

    Harapan saya semoga dimasa-masa mendatang partai PKS akan lebih jeli dan cermat untuk mengamati dan menangkap tanda – tanda ( sinyal ) dari berbagai fenomena yang terjadi disekitarnya. sekalipun mungkin saat ini partai PKS hanya mampu berperan sebagai partai independen mungkin hal itu akan lebih baik dari pada harus berkoalisi dengan mempertaruhkan citra dan harga diri partai.sebagai partai independent dan dengan sedikit kesabaran saya yakin tentunya akan memiliki peluang yang lebih besar untuk menuai keberhasilan pada pemilu mendatang.

    7

    Sebgaimana yang dilakukan oleh partai PDIP dengan segala kekurangan dan tantangan yang begitu besar yang dihadapinya sejak masa orde baru, namun dengan kesabaran dan konsistensinya pada platformnya sebagai partai oposisi, bukan saja mampu bertahan bahkan mampu meraih simpati dan keberhasilan.

    Demikianlah sekedar masukan dan koreksi dari saya dan sebelum saya akhiri tulisan ini tak lupa saya mohon maaf sekiranya ada kata – kata atau analisa yang keliru dan kurang tepat serta adanya kesan keterlibatan emosi didalam mengaktualisasikan saran dan koreksi tersebut diatas. namun yang perlu diketahui bahwa tujuan saya tidak lain adalah agar PKS bukan saja mampu mempertahankan eksistensi dan citranya tapi juga akan mampu memperoleh keberhasilan – keberhasilan dibidang politik yang tentunya dapat memberikan kontribusi yang memadai bagi kemaslahatan seluruh bangsa Indonesia dan khususnya bagi Umat Islam.

    Akhir kata saya ucapkan selamat berjuang dan semoga sukses selalu bagi PKS

    Wss,wr,wb.

    Pekalongan, 16 Mei 2009

    Abu Michael

  13. heri mengatakan:

    PKS!!!!!
    kenapa kau kecewakan umatmu yang sudah memberimu kepercayaan
    ,ISLAM gak akan menang dengan kekuasaan tapi dengan kebersamaan

  14. heri yulianto mengatakan:

    apakah ini akhir dari perjuangan panjang yang telah ditempuh pks,knp kini pks seperti kehilangan jati diri sh,
    Menggertak keluar dari koalisi dg SBY demi kursi kekuasaan yang lebih tinggi tapi pada akhirnya tunduk juga pada SBY,terus kemana kekuatan ISLAM yang selalu di gembor-gemborkan?
    umat lebih puas PKS berkoalisi dg PAN,PPP,PKB dan partai islam lainya walau kalah resikonya,tapi umat lebih puas

  15. lailli sahila aqif mengatakan:

    saya saranin bwt pks buat acr di tv buat ngejelasin msyrkt umum yang kecewa dg pks,bg sbgian orang mungkin canggung lo harus tanya kpd pngrus pks,dan masyarakat umum jg lbh puas lo yang jelasin bpk hidayat atau bpk simbiring langsung,

  16. lailli sahilla aqif mengatakan:

    saya saranin pks buat acr d TV buat jelasin pada masyarakat umum yang kecewa terhadap pks,krn sebagian orang mrs canggung klo hrs bertanya kpd pengurus pks langsung,umat juga lebih puas klo mendapat penjelasan langsung dari bapak hidayat atau bapak simbiring langsung

  17. rabbanimjly mengatakan:

    Aslam wr wb
    Apapun keputusan yang di ambil PKS, menurut antum baik / salah ..Kritik harus jalan terus (dari Kader PKS)

  18. eMAK mengatakan:

    Assalamualaikum warohmatullahi wabarokatuh
    Kritik itu perlu, sebagai sarana perbaikan.
    Kecewa itu biasa, sebagai pelampiasan
    Jalankan menrut kita benar
    hanya Allah yang akan menilai usaha kita
    ok Semua…
    Simpatisan PKS Jember

  19. Al-faqiir ilaa ALLAH mengatakan:

    wahai saudaraku, dalam sunnatullah dakwah rosul adalah dakwah dan jihad, ketika perjuangan syariat islam lewat parlemen akan susah untuk menerapkan syariat islam secara syumul. kita lihat FIS, Masyumi dll. mengalami kegagalan ketika itu.
    ana pernah tanya pada ustd.tarbiyah, mungkin gak kalau pks menang lalu bisa menerapkan syariat secara menyluruh? tapi beliau mengatakan tidak tau.
    wahai saudaraku jika seandainya pks betul2 memperjuangkan syariat islam dan terbuka dengan syariatnya dan misalkan menang pasti akan dihancurkan oleh kaum kufar yang sudah termasuk sunatullah dakwah yang intinya akan kembali ke dakwah dan jihad.

  20. Al-faqiir ilaa ALLAH mengatakan:

    dulu waktu ana di uns ketika masih menjadi pk ana melihat kader2nya istiqomah dalam memperjuangkan syariat islam tidak menutup-nutupi.
    wahai saudaraku di parlemen banyak sekali hak2 Allah dirampas. ada seorang yang dulu ikut dalam parlemen dan ingin memperjuangkan syariat islam, ketika itu beliau menetang uu yag bertentangan dagn syariat islam, dan beliau sudah berusaha melobi kemana-mana akan tetapi birokrasi sungguh rumit seakan para pejabat tidak mau tau terhadap apa yang diusulkan. sehingga beliau merrasa sedih hatinya banyk hak2 Allah yang dirampas di dalamnya

  21. Al-faqiir ilaa ALLAH mengatakan:

    wahai saudaraku, jika kalian mengenal hasan albana dan sayyid qutb, kalian akan tau bedanya dgn IM yang sekarang.
    mari kita baca buku yang langsung dikarang beliau seperti ust. sayyid qutb dengan judul MAALIM FII ATHARIQ
    ketika membaca, bacalah bukunya yang ditulis langsung oleh penulisnya
    wahai saudaraku, ketika kita lunak dalam urusan syariat islam pakah kita lupa akan sikap rasullullah ketika ada seorang wanita yang mencuri lalu usamah bib zaid memintakan keringanan hukumannya. tahukah antun bagaimana reaksi rasullulah??
    beliau sangat marah sembari berdiri ketika hukum Allah diusik. dan berkata: sungguh perbuatan yang telah menghancurkan umat sebelum kamu apabila yang mencuri dari kalangan terhormat mereka biarkan akan tetapi ketika yang mencuri dari kalangan lemah mereka melaksanakan had tersebut. lalu beliau bersabda:
    seandainya fatimah putri muhammad mencuri sungguh akan aku potong tangannya.
    inilah wahai saudaraku sikap nabi kita karena cinta beliau karena Allah semata.
    mari kita renungkan saudarku apakh di parlemen ada sikap-sikap seperti ini?? atau malah mencari keringanan2.
    dan ana yakin jika ada seseorang bersikap seperti itu di parlemen hanya ada 2 kemungkinan yang akan menimpa dirinya:
    1. orang tersebut akan mengundurkan diri, karena tidak sampai hati hukum2 Allah di rampas.
    2. oramg trsebut akan dimusuhi habis2an dan orang yang menentangnya akan menyingkirkannya.
    inilah sunatullah dakwah ketika menyuarakan al-HAQ
    dan ana melihat orang-orang tersebut beberapa mengundurkan diri, atau dulu Masyumi yang diberangus karena sikap tegasanya tentang syariat islam dan selalu menyuarakan kebenaran walaupun pahit.
    QUL AL-HAQ walau KAANA MURRON. mungkin itu yang nendasari mereka. katakan kebenaran walau pahit.
    Wallahu A’lam

  22. Al-faqiir ilaa ALLAH mengatakan:

    wahai saudaraku, kalau kita lihat sejarah maka akan kita ketahui faktor2 penyebab runtuhnya khilafah salah satunya adalah para pejabatnya larut dalam kemewahan.
    sesungguhnya cobaab di parlemen bgtu dahsyat hanya orang2 yang kokoh imannya yang akan teguh kepada alquran dan sunnah
    أخرج أبو داود، والترمذي وحسنه، والنسائي، والبيهقي في « شعب الإيمان »، عن ابن عباس، رضي الله عنهما، عن النبي صلى الله عليه وسلم قال: « من سكن البادية جفا، ومن اتبع الصيد غفل، ومن أتى أبواب السلاطين افتتن

    Ibnu Abbas meriwatkan bahwa Rasulullah saw berkata: “Barangsiapa tinggal bersama orang Badui, maka akan menjadi keras. Barangsiapa yang menyibukkan dirinya dengan perburuan, maka akan menjadi lalai, dan barangsiapa yang mengunjungi penguasa, maka ia akan terkena fitnah.”

    Hadist ini diriwayatkan pula oleh Abu Dawud, al Tirmidzi, Nasai dan Baihaqi hingga menjadikannya hadist shahih

    Dalam Tuhfat al Ahuthi, Al Tirmidzi mengatatakan bahwa, “Seseorang yang mengunjungi penguasa dan memujanya, akan jatuh dalam fitnah, tapi seseorang yang mengunjungi penguasa namun tidak punya kepentingan apa-apa (tidak memujanya) tapi malah memberikannya nasihat dan bergabung dengannya dalam kebaikan, melarangnya berbuat kemunkaran, maka kunjungannya kepada penguasa menjadi jihad terbesarnya.” Hadist Rasul ini mengacu pada para penguasa yang beragama Islam namun mereka berbuat kerusakan dan menekan umat Islam sendiri. Jadi apa yang harus kita katakan tentang para ulama yang mengunjungi atau dekat dengan penguasa hari ini dan meninggalkan atau melupakan kepentingan Islam?

  23. ane mengatakan:

    @hand
    walah sombong skali baru liqo juga, dijamin syurga ya klo ikut liqo? hingga ga boleh orang kecewa dengan PKS yg makin hipokrit…

  24. [...] Catatan: Saudara @ Arif Rahman, terimakasih atas koreksi dan masukan dari Anda. Sejatinya Akhi, sikap kami itu lunak kepada PKS. Hanya ketika manuver-manuver partai ini membahayakan para pengikutnya yang notabene Muslim, dan membahayakan kaum Muslimin lainnya, maka kritikan pedas pun dilontarkan. Coba baca lagi artikel berikut ini: PKS, Kami Sudah Mengingatkanmu. [...]

  25. sugie mengatakan:

    Kalo PKS adalah partai Dakwah, masih mungkin dikritik, tp nyatanya PKS dah jadi Sekuler, dimana2 yang namanya partai Sekuler emang tujuannya bukan syari’at Islam

  26. tata mengatakan:

    All buat saudaraku sesama muslim…
    saling hujat-saling caci tiada gunanya malahan orang kafir akan tertawa melihat umat islam …
    kita sekarang berdakwah dengan jalan yang kita yakini .
    pks dengan politiknya
    salafi dengan fiqih nya
    jt dengan fadilah amalnya
    ada dengan jihad
    amar makruf nahi munkar
    dll
    yang justru beragam itu akan menjadi sinergi yang besar untuk menghancurkan kafir laknatulah yang menentang tegak nya islam dimuka bumi ini
    ..ingat itu…

    selama yang berjuang itu tidak merugukan isalam & menyimpang dari akidah …

    berbuatlah sau daraku..berbuatlah saudaraku….
    stop menghujat….
    ingat Allah akan tau siapa yang menghujat…kelak akan dibuka amalan nya di Akirat…ingat itu.

    terus berjuang ..sampai tegaknya isalam nan jaya….keep smaill :).

  27. Simpatisan PKS mengatakan:

    Karena 3 orang adik saya anggota pks maka kami ( 11 bersaudara ) bersama suami, istri dan anak-anak kami yg telah dewasa semuanya menjadi simpatisan PKS. berbagai stiker dan atribut PKS kami tempel dijendela dan pintu rumah sbg dukungan nyata kami kepada PKS. Namun belakangan ini kami terkejut dgn tingkah polah elit PKS yg memalukan dan semakin jauh dari harapan…, sebut saja sikap berang Fahri Hamzah di TV ketika SBY memilih Boediono sbg wapresnya dan bukan kader PKS…, terlihat jelas sikap gila jabatan dan kekuasaan elit PKS disitu !!!, lebih miris lagi manakala dlm berpolitik ternyata PKS tidak lagi berpegang kepada amar ma’ruf nahi munkar melainkan kepada perhitungan untung rugi yang didapat melalui lobi-lobi politik !!!
    Dan yang paling mengejutkan adalah manuver politik yg dilakukan oleh Anis Matta dan Mahfudz Siddiq yg membelokan haluan partai dari partai islam atau partai kader menjadi pertai terbuka !!!, luar biasanya kedua orang ini membuka pintu partai untuk dua tujuan yaitu mempersilahkan siapa saja ( dari agama apapun ) masuk ke PKS sekaligus mempersilahkan Kader bahkan pendiri PKS yg masih mengiginkan PKS sbg partai dakwah, partai Islam atau partai kader untuk keluar melalui pintu tsb dan membentuk partai baru…
    mendapat tantangan ini.. para deklarator PK yg melihat tetap menginginkan PKS sbg partai dakwah pun beramai-ramai keluar dari PKS ( yg dulu bernama PK ) itu….
    Sebagai simpatisan….kami jelas kecewa dgn sikap elit PKS yg lebih memilih orang luar yg tidak jelas akhlaknya dibanding para deklarator yg sudah jelas visi, misi dan tekad nya dlm menegakkan Dienuul islam…
    Sbg masukan bagi PKS….daya tarik PKS bagi kami adalah jati dirinya sbg partai dakwah, partai kader dan satu-satunya partai di Indonesia yg berani menyatakan diri sbg partai Islam….
    Kini setelah PKS jadi partai terbuka ( Nasionalis ), daya tarik itu sudah hilang pupus bak debu tertiup angin…. tak ada lagi daya tarik PKS yg dpt memikat hati kami…, dgn dijadikannya PKS sbg partai terbuka maka ia sudah tak ada beda sama sekali dgn PDIP, GOLKAR maupun Demokrat…., kalaupun ada bedanya maka itu hanya ada pada anggotanya dimana semua partai nasionalis itu anggotanya tau kalau partainya adalah partai nasionalis, sedangkan anggota PKS tidak tau kalau partai mereka sekarang adalah Partai Nasionalis juga…. mereka tidak tau kalau mereka sekarang layak disebut sbg Kaum Nasionalis !!!
    Harapan kami sekeluarga…semoga PKS kembali kejalan yg benar sbg Partai Dakwah, Parati Kader atau Partai Islam…, dan jika harapan ini tidak terkabul maka mohon ma’af keluarga besar kami plus keluarga besar istri dan anak kami terpaksa mengucapkan….. Bye Bye PKS !!! sekaligus mengucapkan selamat datang partai nasionalis baru yaitu PKS yg sekarang di percaturan politik tanah air…angkatlah bendera Nasionalismemu tinggi-tinggi dgn penuh kebanggaan dan jangan malu untuk mengucap … aku bangga dgn Partai Nasionalis PKS ku !!!!!!!!!!!!!!!!!!!!
    dan kamipun akan menyambut dgn ucapan …selamat berjuang sendiri wahai kaum Nasionalis !!!!!!

  28. Simpatisan PKS mengatakan:

    Buat semua kader PKS….
    Sebelum kami benar-benar meninggalkan PKS, ada baiknya kami sampaikan harapan terakhir kami ini yaitu :
    jika PKS ingin mendapatkan kembali simpati dan suara kami di Pemilu yang akan datang , maka tak ada cara lain kecuali mengembalikan PKS sbg Partai Islam, Partai Kader atau Partai dakwah yang berani menegakkan amar ma’ruf nahi munkar berdasar Qur’an dan sunnah Rasul bukannya menimbang segala sesuatu berdasarkan perhitungan untung rugi melalui lobi-lobi politik spt yg belakangan ini sering dilakukan oleh elite PKS dgn begitu terbuka bahkan telanjang dimata kami para simpatisan PKS (yg bagi kader PKS sendiri mungkin tidak terlihat ).
    Sampaikan permintaan kami ini kepada Elite kalian…,
    sampaikan kriteria Partai yg akan kami pilih di pemilu yg akan datang ini yaitu…. PKS spt yg dulu, yg penuh pesona, yg tidak tergiur oleh harta, tahta dan jabatan….
    kami menginginkan kader yg santun tutur budi bahasanya ( tidak spt Fahri Hamzah yg mengumbar emosi ketika SBY memilih Boediono jadi wapresnya )…
    Kami rindu PKS spt PK dulu…. Idealis, ruhamma, Islami, santun, tidak gila jabatan !!!
    Kami rindu akan sikap kader PKS ditingkat paling bawah yg begitu sopan santun dan bersikap lemah lembut, jauh dari kalimat-kalimat kotor dan caci maki antar sesama muslim, apalagi sesama kader PKS.
    Sekarang segalanya bergantung kepada sikap para kader PKS sendiri…., Jika tetap memerlukan dukungan keluarga besar kami dan keluarga besar suami dan istri kami maka syaratnya adalah kembalikan PKS sbg Partai Islam, Partai dakwah atau Partai kader…, tapi jika tidak memerlukan dukungan simpatisan dan hanya ingin mengeandalkan suara dari anggota atau kader PKS sendir maka Monggoooo… silahkan pertahankan PKS sebagai Partai terbuka alias Partai Nasionalis …, dan dengan legowo kamipun akan dengan enteng mengucapkan…Bye Partai Nasionalis PKS…..
    Sampaikan masukan ini kepada elite PKS yg sekarang memegang kendali Partai….
    ( banyak teman saya yg juga simpatisan PKS yg mengambil sikap spt saya, maka jangan kaget jika PKS tetap ngotot jadi Partai Nasionalis suaranya akan jauh merosost bahkan habis di pemilu yg akan datang… gak percaya ??? Monggooo pertahankan saja PKS sbg Partai Nasionalis dan kita lihat buktinya di pemilu mendatang…)

  29. sekarsidan mengatakan:

    Fahri Hamzah kalau tidak bertaubat, maka dia kekal di neraka “Dan jika kamu tanyakan kepada mereka (tentang apa yang mereka lakukan itu), tentu mereka akan menjawab, ‘Sesungguhnya kami hanya bersenda gurau dan bermain-main saja’. Katakanlah, ‘Apakah dengan Allah, ayat-ayat-Nya, dan Rasul-Nya kamu selalu berolok-olok?” [QS. At-Taubah: 65]

  30. chokese mengatakan:

    Bismillah….
    Sya tadinya kader PKS…tp sya kecewa PKS skrng sdah gak istiqomah lgi…..ƏÞƏ lagi stelah mendeklarasikan mnjadi partai terbuka Ɣª♌g nasionalis…..

  31. pemuda_indonesia mengatakan:

    Om-om yang pemahaman islamnya baik. Membaca tulisan di blok ini membuat saya pesimis terhadap kemajuan islam di indonesia. Padahal saya baru mau ikut berjuang bersama PKS yang saya lihat selama ini memiliki semangat juang. Tapi membaca tulisan disini yang keliatannya tulisan dari para kader atau minimal simpatisan PKS, membuat saya berfikir. Apakah PKS tidak memiliki akur kaderisasi yang baik agar keluhan seperti ini mestinya tidak diumbar di forum bebas. Fyuhhh… (menghela nafas). Mungkin sebaiknya generasi muda tidak perlu memperdulikan urusan seperti ini, bikin pusing dan bikin rambut cepat putih. Lebih baik bersenang-senang. Terima kasih om-om khususnya om abisyakir yang sudah menyiapkan blog yang sangat membuka hati dan pikiran kami para generasi muda.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 154 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: