Antara PKS dan Ikhwanul Muslimin

Ada sebuah peristiwa menarik bertahun-tahun silam, menjelang Indonesia memasuki era Reformasi. Saya lupa waktunya, mungkin tahun 1996 atau 1997. Waktu itu di Masjid Al Manar Jl. Puter Bandung diadakan bedah buku Memoar Hasan Al Banna. Buku ini diterbitkan oleh Era Intermedia dari Solo. Hadir sebagai pembicara pimpinan Era Intermedia sendiri dan KH. Rahmat Abdullah.

Dalam sessi tanya-jawab, Ustadz Rahmat rahimahullah ditanya tentang eksistensi Ikhwanul Muslimin di Indonesia. Singkat kata, adakah Ikhwanul Muslimin di Indonesia? Secara mengejutkan, beliau malah menjawab: “Wallahu A’lam, ada atau tidak.” Saya terus terang kecewa dan berburuk sangka kepada Ustadz Rahmat Abdullah ketika itu. “Masak sih, ada kader-kader Tarbiyah (IM) sedemikian banyak, kok dibilang wallahu A’lam?” begitu pertanyaan saya di hati.

Luar biasanya, jawaban Ustadz Rahmat Abdullah diulang kembali ketika beliau diwawancarai wartawan Suara Hidayatullah. Malah dalam wawancara itu beliau didesak-desak terus oleh sang wartawan untuk mengakui, bahwa Jamaah Tarbiyah di Indonesia, adalah representasi dari Ikhwanul Muslimin di Mesir. Tetapi berulang-ulang beliau tidak memberi jawaban tegas. Kesannya sama seperti dalam bedah buku di atas, jawaban sengaja ‘digantung’.

Alasan Ustadz Rahmat sangat menarik. Kata beliau, kurang-lebih, “Kalau kita mengaku bagian dari Ikhwanul Muslimin Mesir, apa memang kita ini sudah memiliki kualitas seperti mereka?” Bahkan, ketika beliau diberitahu bahwa Habib Husein Al Habsyi telah mendeklarasikan berdirinya Ikhwanul Muslimin Indonesia, beliau mengecam hal itu dengan sengit. “Kalau ada yang mengklaim, biar dia makan klaimnya,” kata Ustadz Rahmat tegas.

Saya semula menyangka, pernyataan Ustadz Rahmat itu adalah bagian dari diplomasi, atau katakanlah menjaga amniyah (kerahasiaan). Kalau diakui secara jujur, khawatir nanti komunitas Jamaah Tarbiyah atau Partai Keadilan (PK) ketika itu akan diberangus habis oleh kekuasaan. Ya, katakanlah pernyataan beliau hanya semata diplomasi belaka.

Namun jujur saja, ketika saya melihat sikap-sikap PKS dewasa ini, saya sangat ragu bahwa mereka adalah bagian dari jaringan dakwah Ikhwanul Muslimin di Mesir. Bagi yang menyimak perkembangan Al Ikhwan di Timur Tengah, pasti akan merasa ragu melihat sikap PKS selama ini. Benarkah partai ini representasi Al Ikhwan? Atau hanya ngaku-ngaku saja? Kenyataannya, perbedaan sikap di antara mereka amatlah tajam.

Seorang tokoh Ikhwanul Muslimin Mesir, Kamaluddin As Saraniri (saya yakin orang-orang PKS saat ini banyak yang tidak tahu tokoh ini). Beliau pernah diminta menandatangani surat yang isinya mengakui kepemimpinan Anwar Sadat dan meminta maaf kepadanya. Dengan sangat tegas beliau mengatakan, “Kalau sepatuku ini mau tunduk kepada Anwar Sadat, ia akan aku buang.” Atas sikap kerasnya itu beliau mendapat hukuman eksekusi di selnya sendiri. Bandingkan dengan sikap PKS yang sangat pro kekuasaan, siapapun yang memegang tampuk kekuasaan itu. PKS bukan saja pro kekuasaan, tetapi tidak malu-malu menampakkan diri dengan maneuver-manuver menggelikan.

Kemudian lihatlah sikap tegas Hamas kepada Israel. Biarpun tokoh-tokoh Hamas sudah banyak yang terbunuh oleh kezhaliman Israel, mereka tetap teguh dengan pendiriannya. Mereka tidak menginginkan, kecuali Israel keluar dari bumi Palestina. Hamas itu jelas-jelas sosok Ikhwanul Muslimin sejati. Jelas yang demikian ini sangat berbeda dengan PKS di Indonesia.

Bahkan, sampai saat ini Ikhwanul Muslimin masih menyertai gerakan jihad fisik di Iraq dan Afghanistan, selain di Palestina tentunya. Selain pemuda-pemuda Saudi, banyak pemuda Al Ikhwan berjuang di Irak mengusir penjajah. Berbeda dengan PKS yang kemarin itu “berjihad” dengan mengumpulkan sedekah untuk membantu korban bencana kemanusiaan di Ghaza. Tifatul Sembiring secara jelas mengatakan di media-media, mereka tidak berkepentingan dengan jihad fisik, tetapi lebih ke soal charity untuk membantu korban peperangan di Ghaza.

Di Turki pun, kader-kader Al Ikhwan memiliki sikap yang militan. Baik Refah, Najamuddin Erbakan, maupun Erdogan, mereka tidak ragu-ragu untuk bersikap tegas dalam pendirian politiknya. Seperti Erdogan yang mengecam keras Shimon Perez dalam pertemuan di Davos yang menghebohkan dunia itu. Tipikal tegasnya Al Ikhwan ada disana.

Malah sampai saat ini, penangkapan kader-kader Al Ikhwan di Mesir tidak pernah berakhir. Ia terus terjadi. Termasuk beberapa puluh pemuda Al Ikhwan yang ditangkap Pemerintah Mesir karena mau menyebrang ke Ghaza. Ingat lho, ini peristiwa aktual, baru beberapa bulan lalu saat Tragedi Ghaza meletus. Ini bukan peristiwa di jaman Syaikh Al Banna atau Syaikh Sayyid Quthb rahimahumallah di masa lalu.

Parameter lain. Tidak ada tokoh-tokoh PKS yang menjadi para alim, ahli ilmiah Islam yang mumpuni. Padahal, Al Ikhwan banyak melahirkan tokoh-tokoh ilmuwan Islam yang terkenal. Tokoh-tokoh seperti Said Ramadhan Al Buthi, Thaha Jabir Al Ulwani, Abdullah Nashih Ulwan, Jasim Al Muhalhil, dll. sangat banyak. Kalau di Palestina memang jarang melahirkan tokoh-tokoh ahli ilmu, tetapi dari Mesir dan negara-negara Timur Tengah  lainnya, banyak lahir ilmuwan Islam.

Padahal kalau mau jujur, beberapa elit PKS adalah doktor-doktor di bidang ilmiah Islam. Mengapa ilmunya yang sudah puluhan tahun dikejar seperti tidak dipakai? Masak ilmu sebanyak itu hanya dipakai sebagai “roket” pendorong kepentingan politik? Termasuk para ustadz yang bergelar Lc, alumni Saudi maupun LIPIA. Masak semuanya tumplek blek untuk urusan politik semua? Aneh bin ajaib.

Begitu pula, jamaah Al Ikhwan terkenal dengan tradisi menghafal Al Qur’an di kalangan mereka. Konon, mahasiswa-mahasiswa Kedokteran di Mesir, rata-rata sudah hafizh Al Qur’an. Menurut seorang kenalan baik di Jakarta, budaya Al Qur’an di Mesir itu sangat kuat. Sampai para satpam pun, saat-saat senggang mereka membaca Al Qur’an.

Tapi kalau melihat komunitas PKS saat ini, apakah mereka benar-benar menghidupkan Al Qur’an dengan membaca, menghafal, dan mentadabburinya? Saya tidak yakin hal itu. Sebab, seperti yang disebutkan Sayyid Quthb, buah dari interaksi yang intens dengan Al Qur’an akan melahirkan banyak barakah. Sedangkan kalau melihat sikap-sikap politik PKS akhir-akhir ini, bagian mana yang disebut barakahnya?

Semua ini menunjukkan, bahwa ada yang salah dari partai ini kalau mengaitkan diri dengan Al Ikhwan. Dan ada hal-hal lain yang bisa digali sebagai parameter pelengkap.

Lalu karakter Ikhwanul Muslimin sendiri seperti apa?

Setahu saya, wallahu A’lam bisshawaab, mereka memiliki karakter sebagai berikut:

[-] Minat kepada kajian ilmiah Islam. Hal itu dibuktikan dengan banyaknya lahir penulis-penulis Al Ikhwan, banyak dosen-dosen ilmu Syar’i di Al Azhar maupun Universitas-universitas Saudi, Qatar, dan lainnya.

[-] Komitmen kepada Syariat Islam. Sampai jabatan Mursyid Aam Ikhwanul Muslimin dipegang oleh Syaikh Muhammad Mahdi Akib saat ini, belum pernah ada pernyataan Mursyid Aam Ikhwan yang melegitimasi aliran sesat, sekularisme, pluralisme, dan liberalisme.

[-] Anti terhadap anasir-anasir asing (kafir) di dunia Islam. Ini sikap yang jelas dan banyak buktinya. Bahkan, sebenarnya jamaah Ikhwanul Muslimin didirikan oleh Syaikh Al Banna di Mesir ialah untuk: Mengusir penjajah Inggris dari Mesir, dan menegakkan kembali Khilafah Islamiyyah. Meskipun kemudian sikap pemimpin-pemimpin Ikhwan tidak sefrontal Al Banna dan Sayyid Quthb, tetapi perlawanan mereka terhadap penjajah asing tetap kuat. Buktinya ialah jihad di Palestina, Afghanistan, dan Irak saat ini.

Akhirnya, saya mengerti ucapan Ustadz Rahmat Abdullah rahimahullah yang disebutkan di bagian muka. Benar kata beliau, kalau hanya mengklaim saja mudah. Tetapi apakah suatu kaum telah memiliki kualitas seperti pihak yang diklaimnya? Nah, itulah pertanyaannya.

Silakan Anda renungkan sendiri baik-baik, seraya memohon pertolongan dan petunjuk Allah Subahanahu Wa Ta’ala. Wallahu A’lam bisshawaab.

 

 

Bandung, 28 Mei 2009.

 

 

Waskito.

 

 

 

About these ads

193 Balasan ke Antara PKS dan Ikhwanul Muslimin

  1. Musafir Laut mengatakan:

    Dari artikel di atas, tampaknya Ente tidak terlalu banyak tahu tentang jerohan PKS. Ente sah-sah saja membanding-bandingkan PKS dan IM.

    Mudah-mudahan Ente bisa mengumpulkan lebih banyak data history untuk melengkapi kajian perbandingan ini.

    Buat kader-kader PKS, terimalah artikel akh AMW ini sebagai taushiyah buat Ente semua, tapi jangan ditelan bulat-bulat. Yang penting, dipakai ngaca dulu. Urusan kacanya agak buram, urusan belakangan.

  2. rakyat jelata mengatakan:

    “Nyaris tiba saatnya banyak umat yg memperebutkan kalian,seperti orang2 makan yg memperebutkan hidangannya.Maka ada seseorang yg bertanya: “Apakah krn sedikitnya kami pada hari itu?”
    Beliau menjawab: “Justru jumlah kalian banyak pada hari itu,tetapi ibarat buih diatas air.Sungguh Allah akan mencabut rasa takut kpd kalian dari dada musuh kalian dan menimpakan kepada kalian penyakit WAHN.”Seseorang bertanya: “Apakah WAHN itu wahai Rasulullah?”
    Beliau bersabda: “CINTA DUNIA DAN TAKUT MATI”

    (HR.Ahmad:21891 dan Abu Daud:4297)

  3. joyo mengatakan:

    Mungkin sebentar lagi PKS melebur atau ganti nama lagi menjadi PDKS, hehehe….

  4. Hamba ALLAH SWT mengatakan:

    Aww.To pembaca yang Insya Allah dirahmati Allah SWT,artikel diatas hanyalah salah satu pola pikir seseorang yang mengaku muslim.Jangan ditelan bulat-bulat apa yang penulis tersebut tulis.Coba cari dulu referensi2 lain tentang IW dan PKS sendiri.Jika perlu, silakan terjuni ke jamaahnya…Anda akan tahu.Wallahu ‘alam.Wass…

  5. abisyakir mengatakan:

    @ Hamba Allah

    Referensi yang saya gunakan pandangan Ustadz Rahmat Abdullah (rahimahullah) lho. Anda tahu siapa beliau? Atau apakah Anda lebih mengerti dakwah Al Ikhwan daripada beliau? Dan wawancara ustadz Rahmat Abdullah itu bisa ditelusuri ke majalah Suara Hidayatullah. Saya yakin, mereka masih memiliki arsipnya. Perlu diingat, ustadz Rahmat ini digelari oleh ikhwan-ikhwan tertentu sebagai Syaikhut Tarbiyah.

    Percaya atau tidak, semua kembali ke diri Anda sendiri. Adapun dalam acara di Masjid Al Manar Bandung, saya sendiri sebagai saksinya. Waktu itu karena kecewa, saya ingin bertanya ke Ustadz Rahmat tentang jawabannya “wallahu A’lam” itu.

    AMW.

  6. igo mengatakan:

    awasssss….PKS dan IKHWANUL MUSLIMIN

  7. igo mengatakan:

    Beberapa tahun yang lalu, saya pernah diajak untuk ikut sebuah pengajian di kawasan Depok (Cagar Alam kalo nggak salah). Awalnya enak sekali ikut pengajian itu… adem…tenang…nyaman sekali.
    Tapi kemudian pikiran saya berubah ketika mereka sering memberikan saya bahan bacaan,( yang mungkin menurut mereka baik) tapi justru dari situ saya males lagi datang ke pengajian tersebut. Dan ujung2nya, saya juga tahu kalo yang saya ikuti tuh pengajian politik….
    Yah sebenarnya saya nggak ada masalah…hanya saja saya nggak menemukan ketenangan lagi di ‘pengajian’ tersebut.. sangat ‘Hasan Al Banna’ yang justru nggak membuat saya tertarik..

  8. suryana jaya mengatakan:

    cobalah ente terka trus aje maka semakin ente tidak tahu jawabannye, hub antara pks dan ikhwanul muslimin. banyak-banyaklah belajar terus.oke!

  9. Dian Dwi Putra mengatakan:

    Saya yakin PKS punya rencana yang matang terkait dengan kemajuan bangsa Indonesia dan perkembangan Ikhwanul Muslimin dunia. Coba kita kaji lagi, apakah masih ada partai lain yang berbendera Islam dan peduli dengan saudara-saudara kita di Palestina?
    Saya pikir tidak ada.

  10. ade mengatakan:

    Asw wr wb
    lalu bagaimana ustad dengan pernyataan Tokoh IM Yusuf qordhowi bahwa PK adalah perpanjangan tangan dari IM di Indonesia

  11. abisyakir mengatakan:

    @ Ade.

    Wa’alaikumsalam warahmatullah wabarakaatuh.

    Iya, katanya begitu. Tapi ustadz Rahmat sendiri tidak memastikan hal itu. Hanya karena beliau sudah meninggal, jadi tidak bisa dicek ulang kesana. Ada baiknya Antum tanya ustadz-ustadz di Eramuslim.com. Mereka lebih berhak -setahu saya- menjawab masalah ini. Saya sendiri hanya menyinggung soal “perbandingan karakter”, tidak bisa memastikan koneksi antara PKS dan IM dunia. Sekali lagi, mohon tanya kepada yang lebih kompeten. Kalau saya yang jawab, takut infonya bias dan menjadi fitnah. Maklum, tidak tahu sih. Sekali lagi, tulisan itu semata “perbandingan karakter”. Jazakallah khair.

    AMW.

  12. jefri mengatakan:

    sebenernya pingin nyari referensi tapi jadi tambah bingung.

  13. tari mengatakan:

    penting gak sih, su’uzhan sm sodara sendiri?? krg musuh ato krg krjaan…

  14. markowan mengatakan:

    saya cari bukan masalah politiknya, tapi ajaran2 PKS yang kurang populer seperti LDII itu lho…apa ada yang bisa memberi sedikit infomasi???

  15. Siro mengatakan:

    yah.. sudah tak jaman sekarang mah saling menyalahkan. selama ada jalan terbaik, meski harus masuk politik kita terus melaju untuk berdawah…
    jika ada yang mengevaluasi PKS seperti itu, itukan hanya melihat sebatas PKS aja.. belum melihat kader tarbiyah secara integral.. PKS hanya satu bagian kecil dari agenda da’wah kita semua… mudah-mudahan kita bisa mengambil hikmah dari semua ini… atau sanggupkah kita bisa sebaik IM di negara-negara lain.. jika tidak, jangan pernah mencela yang memang sedang berusaha untuk belajar seperti mereka… saya yakin, PKS, kader tarbiyyah yang ada di Indonesia sama… sama-sama belajar untuk menjadi IM seutuhnya….

  16. abdullah mengatakan:

    Assalaamu’alaikum wr wb

    menurut saya apapun itu IM atau PKS etc.
    keberadaan Harakah Dakwah di negera kita adalah aset besar dan modal kita untuk mengembalikan kejayaan Islam.

    dan sudah menjadi kewajiban semua Kader Dakwah untuk memperbaiki kinerja Masing-masingnya bukan hanya untuk saling mengkritik yang membuat waktu kita habis hanya untuk berpolemik saja.

    sedang musuh sudah sampai membunuh, merampas dan memperkosa hak2x saudara2x kita di penjuru bumi2x Islam.

    Indonesia tinggal menunggu saja….

    jadi mau kemana kita sekarang… apa hanya berdiam diri dalam polemik yang ga ada habisnya…

    semoga Alloh menyatukan hati kita dalam jalan dakwah yang Diridhoinya…

    Wassalaam

  17. abisyakir mengatakan:

    @ Abdullah.

    Wa’alaikumsalam warahmatullah wabarakaatuh.

    Syukran jazakumullah atas masukannya. Iya tujuan kita adalah saling nasehat menasehati. Andai PKS bisa mempertahankan performa moral dan politiknya seperti ketika masih menjadi Partai Keadilan (PK), tentu banyak kalangan aktivis akan mendukungnya. Termasuk saya di dalamnya. Ketika itu politik benar-benar dipahami sebagai wasilah dakwah semata, bukan ghayatul harakah. Tapi setelah kemenangan dalam Pemilu 2004, ia menjadi musibah yang memporak-porandakan fundamen moralitas komunitas ini. Yang ada bukan idealisme Islam, tetapi pragmatisme.

    ‘Ala kulli haal, mohon maaf kalau ada yang kurang berkenan.

    AMW.

  18. dezel h. mengatakan:

    assalaamu’alaikum. numpang komentar nihh…

    gw rasa sih kader2 PKS tuh dah pada ke-GR-an duluan, disebut2 perpanjangan IM di mesir… jd pd lupa daratan dah. Masih jauh dah panggangan dari api..

  19. abdmalik mengatakan:

    tidak ada yang salah membandingkan pk sejahtera dan ikhwan al muslimun…dan tidak ada satupun yang salah dengan cita-cita pk sejahtera dan ikhwan al muslimun…yang menyalahi itu adalah kata2 seperti berkata2nya orang yahudi,”pergilah membangun bangsa sementara saya akan duduk2 disini sambil mengatai2 dan mematai2…

  20. Rizki mengatakan:

    Saya yang awam, merasa lebih cocok merenungi pertanyaan, ” apakah kita
    kaum yang suka beramal
    ? “, jangan2 beramal belum, malah mendebat kaum yang sudah beramal, atau bentuk amalnya memang mengolok2 alias kaum pengolok : “..janganlah suatu kaum mengolok kaum yang lain, krn boleh jadi yang diolok lebih baik dari yang mengolok …”. Siapa mau jadi pengolok??? Allohumaghfirlana…
    ( sambil mengelus dada aku berucap…’ Ya Alloh lindungi aku dari perdebatan ini, jadikan aku bagian dari kaum yang gemar beramal sholeh tanpa mencaci amal kaum lain ‘)

  21. abisyakir mengatakan:

    @ Rizki.

    Mohon maaf kalau tulisannya kurang berkenan. Tetapi Ustadz Rahmat Abdullah -semoga Allah merahmatinya- tentu masuk golongan orang yang “beramal” kan? Trus, memberi penerangan kepada ummat kan bagian dari “beramal” ya. Terimakasih.

    AMW.

  22. abisyakir mengatakan:

    @ Abdul Malik.

    Afwan, Antum mohon agak hati-hati kalau membuat komentar. Komentar seperti itu “tidak sopan”. Kelihatannya lembut, tapi nylekit.

    Coba pikirkan beberapa pertimbangan di bawah ini:

    [1] Sumber yang saya ambil, misalnya Ustadz Rahmat Abdullah, beliau itu bukan orang sembarangan di PKS. Meskipun sekarang beliau sudah wafat. Anak-anak UI menggelari beliau sebagai Syaikhut Tarbiyyah.

    [2] Setidaknya saya kan pernah ada disana, sebelum era PKS. Ya, ini pengalaman riil lah.

    [3] Yang menasehati PKS itu kan bukan main-main, dari para asatidz senior Jamaah Tarbiyah sendiri, seperti: Dr. Daud Rasyid, Ust. Mashadi, Ust. Abu Ridho, dll. Kalau saya sih belum apa-apa dibandingkan mereka.

    [4] Untuk melakukan studi perbandingan dengan Al Ikhwan internasional, itu tidak sulit. Wong sumber-sumber informasi banyak kok.

    [5] Kan banyak orang sudah beramal dengan PKS, lalu mereka kecewa karena manuver politiknya aneh-aneh. Itu kan mereka sudah beramal. Masak sih yang beramal hanya orang PKS saja? Waduh, ekstrem dong kalau begitu. Bukan hanya ekstrem, juga arogan. Tidak terbayang deh, ada sebuah gerakan politik yang sedemikian rupa mengklaim, dirinya “paling beramal”. Yang mengkritik mereka disebut seperti Yahudi yang cuma duduk-duduk saja. Allahu Akbar, laa haula wa laa quwwata illa billah.

    [6] Memberi penerangan Islam itu termasuk beramal juga, lho. Kalau tak percaya, dulu sebelum muncul PK, para aktivis Tarbiyah sangat intensif melakukan gerakan “nasyrul fikrah” (menyebarkan pemikiran2). Kalau yang seperti ini tidak boleh, lalu yang mereka lakukan dulu mengapa boleh? (Oh…mungkin yang shahih untuk berdakwah hanya kalangan mereka sendiri. Ya sudah kalau begitu).

    Mohon, jangan berlebihan dalam mengklaim diri. Nanti bisa terjerumus terlalu jauh. Na’udzubillah min dzalik.

    AMW.

  23. ratna mengatakan:

    Semoga Allah semakin meningkatkan semangat beramal, dan saling nasihat menasihati itu lebih baik

  24. oji mengatakan:

    Kayanya ga enak ya kalau tidak memfitnah sesama muslim. apakah itu Dakwah SALAFY ??????????

  25. abisyakir mengatakan:

    @ Oji…

    Maksudnya, memfitnah bagaimana ya? Maksudnya, pandangan Ustadz Rahmat Abdullah itu merupakan fitnah? Begitu maksudnya?

    Lho, itu kan ustadz-ustadz PKS sendiri. Malah beliau digelari Syaikhut Tarbiyah, Syaikh-nya kalangan Tarbiyah di Indonesia.

    AMW.

  26. tetangga ustadz rahmat di pondok gede mengatakan:

    masyaAlloh,kelak antum akan mempertanggung jawabkan kata kata antum,akhi antum akan terus bertanggung jawab ats tulisan antum selama terus ad yg baca n melahirkan dzon.kalau atum tinggal dkt rmh almarhum antum baru tau. lalu bandingkan dengan pengorbanan antum,maka antum akan tertunduk malu.hidup beliau tdk disibukkan untuk mencari kelemahan orang lain,namun membangkitkan kekuatan orang lain dan diri untuk ummat.semoga qt termasuk orang orang yg bersyukur ats perjuangan para pendahulu kita ats izin Alloh….masalah IM setiap kata perlu pertimbangan dan tiap negara n masyarakatnya punya budaya yg berbeda.dan cara menangani mslh tentunya bagi orang yg dewasa tentunya tau bagaiman penempatanny.kebenaran itu hanya datang dari Alloh…..

  27. abisyakir mengatakan:

    @ Tetangga Ustadz Rahmat…

    Lho, iya dong. Apa yang kita tulis itu pasti akan dipertanggung-jawabkan kepada Allah. Saya tidak takut dengan kata-kata Anda, wong saya sendiri mendengar dengan telinga saya dalam diskusi di Masjid Al Manar Bandung, saat bedah buku “Memoar Hasan Al Banna”, terbitan Eraintermedia Solo. Saya itu masih ingat banget, sebab waktu itu saya ingin menyampaikan protes kepada beliau atas kata-kata yang beliau ucapkan. Tetapi saya tidak jadi. Kalau tidak salah, sesi tanya-jawabnya kurang cukup. Di majalah Hidayatullah juga sempat dimuat dialog beliau dengan wartawan Sahid. Itu ada, coba baca sendiri dan cari disana. Kebetulan saya tidak memiliki dokumennya. Atau entah dimana hasil wawancara itu.

    Lho, kalau Anda keberatan dengan tulisan itu, ya cobalah buat bantahannya. Jangan membuat bantahan seperti “tetangga ustadz rahmat di pondok gede”. Cobalah Anda buat bantahannya. Nanti insya Allah dimuat disini. Sejauh Anda memiliki sekian argumentasi yang bisa dipertanggung-jawabkan, insya Allah akan dimuat. Tidak usah khawatir. Blog ini bukan untuk “menang-menangan”, tetapi untuk pemberdayaan Ummat.

    Saya ingin komentari ungkapan ini: “kalau atum tinggal dkt rmh almarhum antum baru tau. lalu bandingkan dengan pengorbanan antum, maka antum akan tertunduk malu.hidup beliau tdk disibukkan untuk mencari kelemahan orang lain,namun membangkitkan kekuatan orang lain dan diri untuk ummat.”

    ==> Ya, pengorbanan saya masih sangat kecil untuk agama ini. Tidak diragukan lagi. Tidak usah tinggal dekat rumah ustadz Rahmat untuk mengetahui bahwa pengorbanan kita masih kecil bagi agama ini.

    ==> Mencari-cari kelemahan sesama Muslim (tajassus) adalah perbuatan HARAM. Dilarang. Hal itu jelas disebut dalam Surat Al Hujurat. Memata-matai sesama aktivis dakwah, sesama jamaah dakwah, memata-matai masjid, memata-matai majlis taklim, memata-matai ustadz, dll untuk kepentingan fanatisme kelompok, bukan untuk kepentingan Islam, adalah haram.

    ==> Menyampaikan kritik, pandangan kritis, mengingatkan Ummat agar waspada, memuji yang baik, dan mencela yang menampakkan kemungkaran secara terbuka, bukanlah perbuatan TAJASSUS. Itu adalah bagian dari nasehat, bagian dari amar makruf nahi munkar. Jangan dikacaukan antara tajassus dengan amanah amar makruf nahi munkar.

    ==> Kalau Ummat ini sudah meninggalkan amar makruf nahi munkar, mereka membenarkan yang salah, dan menyalahkan yang benar, atas nama fanatisme, maka Ummat ini akan mengikuti sunnah kaum-kaum di masa lalu dari bangsa Bani Israil. Bani Israil dikutuki oleh lisan Dawud dan Isa As karena mereka tidak menyuruh berbuat makruf dan tidak mencegah perbuatan munkar.

    ==> Mohon berhentilah dari berbuat kemungkaran dengan meletakkan retorika-retorika tidak pada tempatnya. Kalau ada yang salah dari tulisan itu, sampaikan saja. Insya Allah akan menjadi koreksi bagi saya atau para pembaca. Janganlah kita merasa seperti menaiki kendaraan para Nabi As. Maksudnya, kita menyangka jamaah kita berada di maqam ma’shum, tidak boleh dikritik dari arah manapun. Ini hal keliru, dan sudah banyak yang mengingatkannya.

    Kemudian ungkapan berikut: “Masalah IM setiap kata perlu pertimbangan dan tiap negara dan masyarakatnya punya budaya yg berbeda. dan cara menangani mslh tentunya bagi orang yg dewasa tentunya tau bagaiman penempatannya.

    Komentar:

    ==> Secara umum, IM memiliki patokan gerakan. Hal itu yang membedakannya dengan gerakan-gerakan lain. Bahkan mereka dikenal sebagai IM karena memiliki kesamaan dalam manhaj umum itu. Tidak mungkin mereka disebut IM, tetapi memberikan kebebasan kreasi seleluasa mungkin bagi setiap negara dengan kondisi berbeda.

    ==> Kalau mau jujur, kondisi di Indonesia dari sisi “demokrasi” jauh lebih nyaman daripada di Mesir. Disini aktivitas dakwah diberi keleluasaan. Di Mesir, IM dilarang memiliki partai tersendiri. Seharusnya IM Indonesia, katakanlah begitu, jauh lebih kencang gerakannya daripada IM Mesir.

    ==> Sebenarnya yang terjun dalam gerakan dakwah, atau terjun dalam politik praktis di Indonesia, bukan hanya teman-teman PKS saja. Banyak elemen-elemen Islam lain yang terjun di bidang ini. Nah, pertanyaannya, kalau benar dakwah IM eksis di negeri ini (dalam bentuk PKS misalnya), mengapa sikap jamaah ini berbeda terhadap elemen-elemen Islam lain? Itu aneh sekali. IM dimanapun, termasuk di Irak, mereka tidak “menjaga jarak” terhadap elemen-elemen dakwah lain. Syaikh Hasan Al Banna itu bekerjasama dengan banyak elemen-elemen lembaga Islam di Mesir. Saat IM dilarang di Mesir, mereka menyalurkan aspirasi politiknya melalui partai Wafa’ (?). Di Palestina pun, Hamas itu bersikap toleran terhadap munculnya gerakan-gerakan Islam lain, seperti Jihad Islam, Hizbut Tahrir, dan lainnya.

    ==> Sebagai contoh mudah. Dalam Pilpres kemarin PKS menjadi backbone koalisi Demokrat. Padahal semua orang sudah tahu, selama 5 tahun terakhir tim ekonomi SBY pro neolib. Dan herannya, PKS berbeda sikap dengan umumnya ormas-ormas Islam. Hal-hal seperti ini sangat jelas, bagi yang masih memiliki sifat kejujuran.

    Terimakasih.

    AMW.

  28. Fajri Akbar mengatakan:

    Astaghfirullah…
    Antm hanya mengutip sepenggal baris kalimat dari Ust.Rahmat, namun dg spenggal kalimat itu antm mengkaitkan dg hal2 yg sesungguhny antm ga tw kbenarannya…

    Daripada ngurusin jama’ah laen yg JELAS-JELAS ingin menegakkan Islam..,leih baik ente ngurusin yg benar2 bathil deh..seperti yahudi, zonis, illuminatti(tw ga!?), dsb..

    Masak Ummat Muslim yg mw menegakkan Islam malah di cekal dg Muslim lainnya??
    Apakah kerjaan dari s**af* hanya mencekal jamaah Muslim?!

    Sekarang bukti konkretnya apa?Apakah bukti konkretnya hanya menjelek2an sesama Muslim?!
    Astaghfirullahal “azhiim…

  29. abisyakir mengatakan:

    @ Fajri Akbar…

    Astaghfirullah… Antm hanya mengutip sepenggal baris kalimat dari Ust.Rahmat, namun dg spenggal kalimat itu antm mengkaitkan dg hal2 yg sesungguhny antm ga tw kbenarannya…

    Wah, ini cara berpikir yang sempit. Coba baca lagi tulisan itu “Antara PKS dan Ikhwanul Muslimin”. Disana saya jelaskan, dasarnya bukan hanya pernyataan ustadz Rahmat, ada dasar-dasar lain yang dijadikan argumentasi. Kok yang dilihat hanya pernyataan ustadz Rahmat saja ya? Cara berpikir Anda itu keliru, karena ingin menyempitkan tulisan itu hanya dari pernyataan Ustadz Rahmat saja. Ini keliru, jelas.

    Daripada ngurusin jama’ah laen yg JELAS-JELAS ingin menegakkan Islam..,leih baik ente ngurusin yg benar2 bathil deh..seperti yahudi, zonis, illuminatti(tw ga!?), dsb..

    Maaf ya, dalam tulisan itu saya lebih melihat PKS-nya, bukan Al Ikhwan Al Muslimun. Saya lihat selama ini PKS berbeda dengan Ikhwanul Muslimin yang saya ketahui selama ini.

    Coba Anda buktikan apakah PKS mau menegakkan Islam di Indonesia? Coba berikan bukti-buktinya! Bahkan saya menyimpulkan partai ini tak ada bedanya dengan partai sekuler yang haus kekuasaan. Cuma bedanya, dalam partai ini sekularisme dilabeli “partai dakwah”. Itu saja bedanya.

    Bayangkan, mana ada partai dakwah, tetapi selalu menjadi KOALISI Pemerintah, sejak tahun 1999 sampai saat ini? Ini partai dakwah paling kacau, sebab maunya menempel terus kepada kekuasaan. Padahal kalau jujur mau amar makruf nahi munkar, mereka harus menjadi PARTAI OPOSISI, baik mereka mendapat kekuasaan atau tidak. Bahkan meskipun pejabat partainya menjadi pemimpin, mereka harus tetap menjadi OPOSISI.

    Lebih parah lagi. PKS sudah tahu kalau SBY/Demokrat sangat pro NEOLIB. Buktinya, selama tahun 2004-2009 selama SBY memimpin hutang negara naik sekitar 400 triliun. Tetapi PKS ini masih saja pro SBY sehingga dia bisa menjadi Presiden lagi. Artinya, SBY bisa meneruskan agendanya mencekik leher-leher Umat Islam, sejak anak-anak bayi sampai orangtua renta, dengan konsep ekonomi NEOLIB-nya. Demi Allah, para elit PKS itu telah bersekutu dalam kejahatan liberalisme terhadap nasib rakyat Muslim Indonesia.

    Saat ini saya menyimpulkan: Adalah dosa besar kita memilih atau mendukung PKS, sebab sama saja hal itu dengan mendukung liberalisme ekonomi Ummat. Padahal Islam mengajarkan agar kita menjaga harta. Nabi mengatakan, orang yang terbunuh karena menjaga hartanya, dia mati syahid.

    Apa itu yang Anda sebut membela Islam, memperjuangkan Islam? Omong kosong.

    Masak Ummat Muslim yg mw menegakkan Islam malah di cekal dg Muslim lainnya?? Apakah kerjaan dari salafi hanya mencekal jamaah Muslim?!

    Mana mau menegakkan Islam? Mana boss? Paling menegakkan liberalisme, menegakkan ambisi kekuasaan, menegakkan egoisme elit-elit politik dia sendiri. Hati-hatilah kalau bicara. Jangan mengklaim sesuatu yang tidak ada buktinya.

    Seorang teman pernah membaca paradigma ekonomi PKS. Kata dia, paradigmanya liberalis juga. Namun saya belum baca, sebab tidak memilikinya. Mungkin ikhwan2 lain perlu meneliti paradigma ekonomi PKS itu.

    Sekarang bukti konkretnya apa?Apakah bukti konkretnya hanya menjelek2an sesama Muslim?! Astaghfirullahal “azhiim…

    Saya beri bukti kongkret ya… Di blog ini misinya “pemberdayaan Ummat”. Anda boleh baca semua kategori dalam blog ini. Blog ini tidak melulu membahas soal PKS. Tidak, tidak sama sekali. Lagian buat apa muter2 disitu? Bukti kecil, buka halaman “Cuci Mata Sini”. Lihat disana, apakah pengelola blog ini kerjanya hanya mendengki PKS??????????

    Mungkin Anda akan bilang: “Ya, mana bukti kerja nyatanya di masyarakat? Lihat kami di PKS sudah masuk DPR/DPRD, kami bikin UU, kami ikut rapat-rapat parlemen, kami ikut Pemilu, dsb. Itu bukti nyata, bukan hanya blog-blogan seperti ini.”

    Hei, saya bilang ya, banyak aktivis Islam di Indonesia ini tidak masuk politik praktis, bukan karena tidak tahu politik, bukan karena tidak bisa membuat partai. Tetapi mereka merasa sistem negeri ini jahiliyyah. Itu yang membuat mereka tertahan tidak masuk politik praktis. Jangan seperti Anda dkk. hatinya seperti tidak peka sama sekali. Kehadiran Anda di politik praktis, dengan tidak mampu melakukan perbaikan di dalamnya, adalah MUSIBAH besar.

    Sungguh, semua keuntungan gaji, komisi, profit bisnis, dll yang diperoleh PKS Mania selama masuk politik praktis, tetapi dengan mendiamkan sebagian besar kejahiliyyahan yang ada di negeri ini, demi Allah semua itu akan menjadi penyesalan sesesal-sesalnya kelak kalau mereka berhadapan dengan Allah. Contoh, seorang anggota dewan PKS didukung oleh 10.000 ribu suara pemilih. Lalu setelah menjadi anggota DPR, dia tidak mempedulikan nasib satu per satu rakyat yang memilihnya itu, sungguh kelak di hadapan Allah dia akan dituntut bertanggung-jawab atas 10.000 orang pemilihnya.

    Tidak selamanya orang yang mengkritik PKS itu dianggap mendengki. Buat apa kami mendengki? Kami tidak butuh jabatan, gaji, keuntungan, apapun yang selama ini Anda dapatkan. Alhamdulillah, Allah sudah menolong kami dengan kemurahan rizki-Nya. Kami benar-benar mengingatkan, agar para pengikut PKS ini sadar, lalu melakukan perbaikan internal sedalam-dalamnya.

    Cara demikian ini amar makruf nahi munkar. Hal itu sesuai amanah Al Qur’an dan Sunnah. Kami tidak mendengki apa yang Anda peroleh berupa nikmat-nikmat dunia itu. Kalau mendengki, sudah lama kami akan ikut berebut bersama Anda. Na’udzubillah min dzalik.

    == AMW ==

  30. iphoer mengatakan:

    Ok, ane menerima tulisan ini sebagai kritik. sebagai penerima masukan, saya lebih baik diam, mengambil yang baik dan meninggalkan kebalikannya. tidak perlu menjawab dengan nada “defense dan counter attack”.
    berharap antum juga demikian dalam menanggapi comment, serasa antum banyak “defense” nya. afwan
    semoga Allah mengampuni kesalahan kesalahan kita.
    wassalamu’alaikum wr wb

  31. Terserah mengatakan:

    Anda ini kok seenaknya saja membanding-bandingkan PKS dengan IM. Dasar yang anda pake masih sgtlah kecil. Ingat Allah sblm menulis ini.

  32. abisyakir mengatakan:

    @ Iphoer…

    Syukran Akhi atas apresiasinya. Sebenarnya, saya tidak “defense” dalam segala hal. Hanya dalam masalah-masalah tertentu saja. Kasus “Salafi”, “PKS”, “Liberal”, “Neolib”, dan semisalnya, saya defense, sebab ini menyangkut keyakinan saya. Tetapi dalam hal-hal lain tidak selalu seperti itu. Afwan, kalau kesannya, saya “selalu defense”.

    Saya kenal dengan sebagian orang Tarbiyah yang “diwarning” oleh PKS. Mereka itu jauh lebih “Tarbiyah” dari saya. Tapi komentarnya…masya Allah, lebih hebat dari ini. Sampai ada yang mengatakan begini: “Qiyadah itu bukan ilah kita.” Bayangkan, saya tidak segitunya deh…

    Ya, semoga Allah mengampuni kita semua. Amin. Salam hormat dan persaudaraan kepada Antum.

    Wa’alaikumsalam warahmatullah wabarakaatuh.

    AMW.

  33. abisyakir mengatakan:

    @ Terserah…

    Maka itu Pak/Bu, Mas/Mbak, Bang/None, Kang/Teteh…

    Kalau Anda keberatan dengan tulisan itu, silakan tulis sanggahannya. Tulis yang bak, runut, argumentatif. Insya Allah nanti dimuat disini.

    Tulisan komparasi itu tak masalah. Lagi pula PKS kan tidak pernah mengklaim sebagai bagian dari IM kan. Jadi gak apa-apa dibanding-bandingkan.

    AMW.

  34. produz mengatakan:

    kalo kerja anda hanya mengkritik saja apapun urusannya, sekecil apapun persoalan TIDAK AKAN SELESAI.
    anda jgn berfatwa sendiri

  35. satusaja mengatakan:

    syukron katsiir atas tadzkirohnya…kita manusia sering khilaf dan sering merasa benar dgn pendapat kita sendiri, padahal jujur harus kita akui, baik buruknya kita adalah menjadi hak orang lain untuk menilai sejauh penilaian itu tidak menyimpang dari syariat Allah. sekali lagi, saya sampaikan terimakasih telah memberikan penilaian sebagai perbaikan kami kedepan. hasbunallahu wa ni’mal wakill, ni’mal maulaa wa ni’mannashiir

  36. Akhiy mengatakan:

    Antum semua pada berdebat yang dak jelas,.. .
    Sudah jelas2 pandangan pokok kalian berbeda, kepentingan kalian berbeda, pemahaman kalianpun juga berbeda,…akhirnya diskusi dak akan pernah selesai karena selalu memandang dari sudut yang berbeda, pemahaman yang berbeda dari sisi lain,..ya sudah akhirnya satu mengklaim ini, yang lainnya mengklaim itu,.

    Padahal diskusi dan debat yang baarokah itu harus berlandas pada pokok dan prisip yg sama,..untuk menyelesaikan masalah yg berbeda,..
    Maka akan menemui solusi,…
    Jika antum semua masing-masing merasa lebih baik dan yang lain salah,..
    Itulah pintu masuknya setan untuk sombong, riya’, dan su’uzhon
    Wallahu A’lam

  37. killua mengatakan:

    apa hukumnya berpartai dalam Islam?

    hmm.. mari renungkan bersama.. cobalah tengok kembali sejarah pergerakan Islam,, adakah kejayaan Islam diraih melalui parlemen…??

    saya yakin orang-orang yang memberi komentar dalam blog ini ialah oarg2 luar biasa, orang yang mau berpikir,, terutama memikirkan tanda-tanda kebesaran Allah swt…

    jangan pernah menaruh Al Quran di belakang akal pikiran qta ini… maka tuntunlah akal dan hati nurani mengikuti aturan yang yang telah ditetapkan oleh-Nya…

    jangan biarkan nafsu dan prasangka menguasai hati qta yang fitrah ini… jangan biarkan ia melampaui koridor Syari’at-Nya…

  38. kemilau mengatakan:

    yang enak ngobrol sambil ngupi tambah pisang goreng segeeer..kali

  39. Dokter GIGI liqo'an mengatakan:

    Isi blog yang bagus…..
    Saya adalah simpatisan PKS…bukan kader PKS..

    Selama ini saya sangat menikmati liqo’ yang membahas ISLAM…tapi jadi muak kalo di tengah tengah kajian..masuk unsur politik…karena yang pernah saya rasakan..Ikhwan2 yang berposisi di dewan yang nota bene tingkatan pengetahuan agamanya lebih tinggi dari pada saya..sering bertingkah kontradiktif dengan apa yang selama ini mereka pelajari dan ajarkan….

    tapi saya tetap bersyukur saya bisa liqo’ dan belajar tentang islam….saya berharap bisa menemukan murobbi seperti ustadz rahmat abdullah…

    saya tidak berniat memfitnah atau menjelekkan..tapi saya mencoba untuk mengatakan pendapat saya…yang pernah saya rasakan dan alami..

  40. abi fauzan mengatakan:

    diskusi ini ada hidden agenda-nya yah????
    apa emang sengaja untuk memecah belah, dengan memberikan tanggapan2, maka dengan sendirinya sesama muslim akan terus saling terpecah.
    wah saya suka itu !!!!
    ayo abisyakir,LANJUTKAN !!!!!!

  41. ahli bughot mengatakan:

    iya, saya juga setuju dgn abi fauzan.
    lanjutkan terus perdebatan di forum diskusi ini.

  42. abi fauzan mengatakan:

    afwan,maksud ahli bughot setuju dgn saya apa????

  43. kang Dam mengatakan:

    Subhanallah, luar biasa ya diskusinya.
    Untuk mengenal seseorang dan memberikan komentar atas seseorang Rasulullah mengajarkan kira-kira seperti ini, apabila kamu belum pernah tidur bersamanya, berarti kamu belum mengenalnya. kalau belum mengenalnya berarti tidak usah menyampaikan apa-apa atasnya. Intinya adalah kita harus sama-sama terus belajar.
    Ada ilustrasi, saya nonton pertunjukan dengan 3 orang A,B,C. setelah selesai A menceritakan apa yang ditontonnya kepada D,E,F,G. Lalu D dan E menceritakan tentang prtunjukan tadi kepada yang lainya yang didengar oleh B. Dan ternyata … apa ayo. Ceritanya lebih seru dan lebih dahsyat dari apa yang ditonton oleh B. Si B mengingatkan lalu si D menjawab, “kamu sih tidak nonton ikut nyela”. Itu sedikit drama di dunia.
    Ada lagi. Dalam rapat semua pada dengerin tausiyah. tiba-tiba si B ngantuk dan si C izin ke belakang. setelah kembali dan si B terbangun sudah hampir akhir. Tapi ternyata kesimpulan yang diambil oleh B dan C lebih ‘hebat’ daripada kesimpulan oleh peserta rapat lainnya. Itu juga drama di dunia fana ini. Intinya ya perdalam dan pelajari terus. Usamah R.A pernah ditegur dengan keras oleh Rasulullah SAW saat pulang dari peperangan karena membunuh musuh yang sudah melantunkan kalimat syahadat. Kata Rasulullah kira-kira begini,” Apakah kamu sudah membelah dadanya sehingga mengetahui apa yang dikatanya melalui hatinya”. sehingga mengambil kesimpulan bahwa musuh tadi bersyahadat hanya untuk menipu.
    Gimana kalau kita tatap ke depan tuk saling mencari tujuan yang sama dan melawan lawan yang sama dan nyata yaitu Syaitan Laknatullah, maka mari kita jauhi Syaitan dengan cara menjaga tali silaturrahim.

  44. abisyakir mengatakan:

    @ Abi Fauzan…

    Tidak ada hidden agenda-nya.
    Tapi tunggu, aku pikir2 dulu….ehhm ada gak ya?

    Kalau “hidden agenda” dalam pengertian seperti “kepentingan intelijen” dll. tidak ada. Ini murni tulisan blog biasa, untuk diskusi dan sharing wawasan.

    Tapi kalau “hidden agenda” dalam rangka mengurangi rasa fanatik kalangan tertentu yang berlebih-lebihan dalam “berpartai”, jawabnya: Ya, ada! Ya, itu tadi, mengurangi rasa kefanatikan mereka.

    Saya sering diskusi, atau sekedar menyimak, di berbagai forum. Kalangan tertentu amat sangat fanatik dalam membela partainya. Ya, sebenarnya bukan hanya mereka yang melakukan hal itu. Jamaah-jamaah yang lain, juga sama fanatiknya.

    Maksudnya begini, kalau dalam konteks sesama Muslim, ya jangan gitu-gitu amat. Kita kan dikoridori tuntunan Syar’i: “Ta’awanu ‘alal birri wat taqwa wa laa ta’awanu ‘ala itsmi wal ‘udwan”. Kalo antar sesama Muslim, mari kita sering-sering bergerak bersama, bekerjasama, jangan sok “mau menonjol sendiri”.

    Sementara itu dulu. Silakan kalau mau ditanggapi. Tapi jangan ada deh yang memakai istilah “ahli bughot”. Apa sih itu artinya, apa batasannya, dan bagaimana implementasinya?

    AMW.

  45. gandung mengatakan:

    saya hanya simpatisan pks, kalau saya berpendapat bahwa tulisan diatas sifatnya hanya membandingkan pks dengan IM saja.
    Kalau tulisan tadi dianggap sebagai kritik, tentunya harus diterima dengan senang hati, anggaplah ini merupakan bukti bahwa penulis sayang kepada pks, dengan harapan tujuan partai tetap diatas dari tujuan individu yang ada di partai tersebut. anggaplah kritik adalah alat kontrol memperbaiki prilaku, sistem, dan manajemen untuk mencapai tujuan.
    Demikian pendapat saya yang dangkal ini, dan saya mohon maaf sekiranya ada kata2 yang kurang berkenan, dengan harapan diskusi ini untuk menjalin silaturahim sesama muslim. dan saya haqul yakin bahwa penulis tidak ada niat sebesar biji zahrahpun untuk memecah belah umat muslim.

  46. tar hadi mengatakan:

    maaf karena baru baca atw komentarnya salah :p
    kalau baca tulisan diatas,
    mungkin si Ust. Rahmat itu berendah hati untuk-khususnya untuk orang Indonesia- kita semua.
    mungkin juga Ust. Rahmat menilai kualitas pergerakan2/jamaah2 mereka jauh ‘lebih baik-dalam pandangan manusia- dari kita disini.
    karena itulah :

    -PKS tidak sama dengan IM
    -HTI tidak sama dengan HT (int.)
    -Salafi(yuun?)tidak sama dengan wahabi
    -jamaah Tablig (ind) tidak sama dengan jamaah Tablig (int.)
    -etc…s/d 42 lebih…:(

    wah kalau begini, mau pilih yang orsinil harus pergi ke negeri asalnya donk…

    gimana doong.. saya kan pengin banget ke Surga?

    WAllohu A’lam Bishowab

  47. syabab_alfath mengatakan:

    Bismillaahi tawakkaltu ‘alallaah…

    wa’tashimu bihablillaahi jamii’an walaa tafarraquu…

  48. abisyakir mengatakan:

    @ Gandung…

    Kalau tulisan tadi dianggap sebagai kritik, tentunya harus diterima dengan senang hati, anggaplah ini merupakan bukti bahwa penulis sayang kepada pks, dengan harapan tujuan partai tetap diatas dari tujuan individu yang ada di partai tersebut. anggaplah kritik adalah alat kontrol memperbaiki prilaku, sistem, dan manajemen untuk mencapai tujuan.”

    Masya Allah Akhi, komentar Antum ini amat sangat mengharukan. Betapa amat langka manusia yang mau berpikir jernih seperti itu. Jelas-jelas dalam tulisan itu saya sebutkan data, fakta, dan perbandingan. Siapapun bisa melihatnya juga, bagi yang mau mengkaji. Tetapi betapa susahnya memahami dari sudut berbeda. Padahal sudah saya katakan, saya dulu pernah di Tarbiyah, dan kalau keberatan silakan buat bantahan. Nanti bisa dimuat disini, sebagai opini yang berbeda. Tapi tetap saja, begitu-begitu terus sikapnya. Standar itu.

    Syukran jazakumullah Akhi atas komentarnya. Semoga bermanfaat bagi semua pihak. Saya sendiri juga heran, apa istimewanya tulisan “Antara PKS dan Ikhwanul Muslimin” ini? Sepertinya teman-teman PKS begitu “dongkol” dengan tulisan ini. Apa kalau mencari dengan Google search, tulisan ini ada di urutan paling atas ya? Aku tak tahu. Wallahu A’lam bisshawaab.

    Atau jangan2 teman-teman itu sudah rindu dengan “PKSWatch”-nya DOS ya? Maklum, dalam beberapa bulan terakhir, blog milik DOS tidak aktif. Artinya, mereka rindu dikritik sampai sedalam-dalamnya, secara kontinue, tanpa jeda, seperti PKSWatch itu? Padahal disini sifat tulisan itu bukan dominan, hanya merupakan komplemen saja. Sekali lagi, wallahu A’lam bisshawaab.

    AMW.

  49. abisyakir mengatakan:

    @ Tar hadi…

    Ya saya tidak tahu hati Ustadz Rahmat. Dalam diskusi di Masjid Al Manar ketika ditanya soal eksistensi IM di Indonesia, beliau mengatakan wallahu A’lam, entah ada atau tidak. Hal itu dikuatkan lagi dalam wawancara dengan majalah Suara Hidayatullah. Afwan sekali, saya sulit mengakses majalah itu lagi, sebab ia edisi lama, bertahun-tahun lalu, ketika majalah Hidayatullah masih dekat dengan ustadz-ustadz PKS (PK).

    Iya benar, satu sisi ada masalah komparasi gerakan dengan di Timur Tengah. Tetapi di sisi lain, PKS di Indonesia memang pantas untuk diberikan peringatan. Salah satu contoh terbaru, mereka termasuk ikut mendukung pemberian gelar “Pahlawan Nasional” kepada Gus Dur. Fraksi PKS di DPR setuju dengan usulan semacam itu. Untuk orang yang lidahnya pernah mengatakan, “Menurut saya, kitab suci yang paling porno itu ya Al Qur’an. Ha ha ha…” Yang begini mau diberi gelar pahlawan?

    Ada sebagian orang menduga: PKS ini titik tolak awalnya adalah gerakan Ikhwanul Muslimin, namun setelah mereka memiliki sejumlah kekuatan, mereka pakai kekuatan itu untuk tujuan selain missi Islami. Sampai ada yang mengkritik dengan sangat pedas, mereka disebut sebagai “para penjual ayat-ayat”.

    Dalam dakwah Islam, soal ORISINALITAS gerakan tidaklah mutlak. Kadang yang orisinal malah lebih jelek dari yang “kopian”. Atau yang “kopian” lebih buruk dari kualitas original. Untuk mengetahui mana yang lebih baik, ya kita kembali kepada STANDAR MUTLAK hukum Syar’i, yaitu Kitabullah dan Sunnah. Baik yang orisinal atau “kopian”, selama mendapat legitimasi kuat dari dalil-dalil Syar’i, itu bisa menjadi jalan ke syurga.

    Wallahu A’lam bisshawaab.

    AMW.

  50. wahyu mengatakan:

    assalamu’alaikum..
    semoga ummat islam ini bersatu untuk merebut kembali kejayaan Islam dimuka bumi ini..
    semoga kita tidak terpaku apakah PKS adalah kepanjangan tangan dari IM atau tidak, karena tidak ada manfaatnya kita mengetahui hal tersebut..
    yang terpenting mari kita koreksi PKS sebagai salah atu partai di Indonesia, saya memang simpatisan PKS.. bagi saya dari semua partai yang ada di Indonesia hanya PKS lah yang lebih memperdulikan kaum Islam di Indonesia mapaun di Dunia,. saya rasa para pendiri PKS lebih mengerti tujuan partai ini,janganlah kita saling menghukumi karena itu adalah hak Allah, mari kita saling menasehati dan saling menutupi kelemahan kita.. karena jika tiap-tiap harokah yang ada di muka bumi ini saling menasehati dan saling menutupi kelemahan satu dengan yang lain.. insyaAllah kejayaan ISlam akan kita capai..
    Mohon maaf apabila ada salah komentar..
    semoga kita termasuk golongan orang-orang yang senantiasa mempunyai hati yang Ikhlas karena Allah..

  51. pendekar kelana mengatakan:

    ayoooo…abisyakirrrrr
    lanjut terus jangan takut…emang paling enak kalo ngomongin orang lain….
    didukuuuuunng/////

  52. abisyakir mengatakan:

    @ Pendekar Kelana…

    …emang paling enak kalo ngomongin orang lain…

    Nah, ini kesalahan berpikir yang banyak terjadi. Kalau ada kritik, selalu ditanggapi sebagai “ngomongin orang lain”. Bangsa kita terlalu pendek nalarnya, terlalu sempit cakrawalanya. Setiap ada koreksi, kritik, evaluasi, selalu ditanggapi negatif. Tidak pernah melihat sisi lainnya. Andai semua kesalahan dibiarkan, semua jahiliyah dibiarkan, semua pelanggaran dibiarkan, semua pembangkangan, semua pengkhianatan, semua kedurhakaan dibiarkan, maka nasib kita akan seperti Bani Israil, mendapat laknat dari Allah Ta’ala. Salah satu alasan Bani Israil dilaknat, karena mereka tidak menganjurkan berbuat baik, dan tidak mencegah perbuatan munkar.

    Memang, kalau kita asal “ngomongin”, asal mengkritik, asal hati puas sudah menjelek-jelekkan orang lain; jelas semua itu sangat bahaya. Itu bukan perbuatan Islami seperti yang dikehendaki dalam Islam.

    Tetapi langkah-langkah PKS selama ini sudah banyak merugikan kepentingan Islam di Indonesia. Mau tahu buktinya? Ya kita ungkap lagi sebagian disini:

    => PKS berkoalisi dengan Demokrat/SBY pada periode 2004-2009, lalu diulangi lagi pada 2009-2014. Padahal sudah banyak yang tahu kalau regim SBY itu Neolib. Artinya, PKS turut mendukung regim Neolib. Ini adalah pengkhianatan besar atas kehidupan Islam di Indonesia.

    => PKS melalui pernyataan-pernyataan tokohnya, menolak ide penegakan Syariat Islam di Indonesia. Mereka menegaskan bahwa Pancasila dan UUD 1945 adalah final. Padahal istilah final dalam Islam, adalah WAHYU itu sendiri, Kitabullah dan As Sunnah.

    => PKS tidak memiliki komitmen untuk memperbaiki Pemerintahan dengan cara menjadi kekuatan oposisi. Sejak jaman PK tahun 1999, PKS tahun 2004 dan 2009, mereka selalu menjadi bagian dari Pemerintah berkuasa. Ya, kapan bisa mengoreksi penguasa, kalau terus menjadi bagian dari koalisi?

    => PKS sangat ambisius untuk merebut jabatan-jabatan kekuasaan, seperti Presiden, Wakil Presiden, Gubernur, Walikota, Bupati, dsb. Untuk merebut kekuasaan itu, mereka siap berkoalisi dengan siapapun, asal memenangkan Pilpres/Pilkada. Hal demikian bukanlah karakter partai Islam. Partai Islam itu tidak menjadikan kekuasaan sebagai sasaran gerakan politik. Memang secara politik kekuasaan kadang dibutuhkan, tetapi kekuasaan juga berpotensi menjadi sumber fitnah yang kerap merusak wadah gerakan Islam.

    => Saya masih ingat, beberapa saat sebelum deklarasi kandidat Presiden-Wakil Presiden dari pasangan SBY-Boed di Sabuga ITB. Ketika itu beredar kabar bahwa SBY memilih Boed, padahal PKS ingin mencalonkan wakilnya sebagai kandidat Wapres. Elit-elit PKS seperti Anis Matta, Fahri Hamzah, Mahfuzh Siddik bersuara keras atas pencalonan Boediono itu. Lalu SBY janji akan segera bertemu dengan Ketua Majlis Syura PKS, Hilmi Aminuddin, untuk menjelaskan pencalonan Si Boed sebagai Wapres. Ternyata, SBY sangat lihai dalam menaklukkan hati Hilmi Aminuddin. Dengan retorika tertentu, dengan hujjah, dalil-dalil, serta penerawangan masa depan Indonesia, kondisi iklim global, dan apa sajalah; akhirnya Hilmi tunduk dengan keputusan SBY. Sejak itu, Hilmi memaklumkan kepada seluruh pengikut setianya untuk mensukseskan pencalonan SBY-Boed. Ini semua kan jelas mencerminkan sikap mental para elit politik yang tidak teguh, tidak istiqamah, malah tidak ikhlas. Kalau mendapat jatah kursi siap dukung, kalau tidak dapat ngambek. Ini bukan mentalitas pejuang Siyasah Islamiyyah yang diharapkan oleh Ummat ini. Buya M. Natsir pernah didesak oleh pemuda-pemuda Masyumi agar memanfaatkan jabatan di kabinet untuk memperkuat keuangan partai. Beliau dengan tegas menolak, “Kalau untuk tujuan itu kami dipilih, maka saat ini pula kami meletakkan jabatan partai.” Jadi, dalam bersiyasah Islamiyyah itu sangat dibutuhkan INTEGRITAS mental, bukan pragmatis melulu.

    Dengan hal-hal seperti di atas, maka sudah pantas bagi PKS untuk diperingatkan. Tujuannya tentu agar mereka kembali ke jalur yang lurus. Meskipun secara jujur, ketika saya berbicara dengan aktivis-aktivis Tarbiyah, mereka pesimis bisa mengarahkan partai itu ke jalur dakwah seperti semula.

    Mohon jangan ditanggapi komentar ini secara berlebihan. Sebab hal itu Anda sendiri (Pendekar Kelana) yang memintanya. Anda anggap saya hanya hobi “ngomongin orang” tanpa alasan yang benar. Nah, itu sudah saya tunjukkan sebagian alasannya.

    AMW.

  53. amal mengatakan:

    Sabda al-Rasul: Siapa yang beriman kepada Allah dan Hari Akhirat, maka hendaklah ia berkata yang baik-baik atau memilih diam sahaja.

    Harap kata-kata kita setanding amal…

  54. أحمد mengatakan:

    saya juga ingin ikut coment sesuai dengan apa yang saya lihat di lapangan…….

    kalau memperhatikan manuver elit2 pks sekarang, sepertinya nggak jauh beda dengan partai2 lain yang sangat pragmatis dan haus kekuasaan. apa yang mereka ajarkan d majlis halaqoh sebagian nggak nyambung dg apa yang mereka perbuat setelah duduk di kursi kekuasaan. dan kader2 tarbiyah yang masih d kampus sering kali merasa menjadi orang yang paling baik dan suci dibandingkan dengan orang lain…. wallu a’lam

  55. al-mar'atul 'ula mengatakan:

    ‘a’udzubikallimatillahittaamaati minsyarri maa kholaq.
    afwan..,kl dilihat dr tanggapan abisyakir
    -Artinya, PKS turut mendukung regim Neolib. Ini adalah pengkhianatan besar atas kehidupan Islam di Indonesia.
    “apa benar?PKS mengkhianati kehidupan islam di indonesia???islam yang mana bi???prasaan yang ribut cuman antum2 yg ngaku2 islam(yaah ga semua sih),yg ada di forum ini,yg spertinya kbakaran jenggot,dgn kbijakan2 PKS di pmerintahan.Smentara,coba antum2 lihat orang2 di luar PKS yg katanya dr partai islam atau partai nasional, tp tetap aja ada kader partainya yg koru.Terus,apa antum2 jg ikut mengkritisi hal itu,se-kritis antum mengkritisi PKS ini????”
    -PKS melalui pernyataan-pernyataan tokohnya, menolak ide penegakan Syariat Islam di Indonesia. Mereka menegaskan bahwa Pancasila dan UUD 1945 adalah final. Padahal istilah final dalam Islam, adalah WAHYU itu sendiri, Kitabullah dan As Sunnah.
    “afwan bi,ana yakin, antum pasti lbh faham,dr pd ana yg dhoif ini,Bi,antum pasti tau dasar2 yang hrs dipenuhi, sebelum terbentuknya khilafah, yaitu : Dakwah, Tarbiyah, Syari’ah, Khilafah.
    skrg ini bi, Dakwah aja msh carut marut, berpecah belah,satu sama lain saling menyalahkan, smentara ada seselintir orang yang Insya Allah Berdakwah,utk sama2 mentarbiyah diri,utk mnjd lbh baik &dgn Bismillah,mreka mencoba masuk dalam pemerintahan yang antum2 sebut neolib,dgn harapan utk bs ikut merubah dr dalam secara perlahan2 kecarut marutan sistem yang ada saat ini,trus malah antum kritisi se kritis-kritisnya(ga’salah siih,antum smua mengkritisi PKS,Subhanallah, ana yakin,jk bliau2 yg ada PKS ikut membaca blog ini,ana yakin, bliau2 senang,dgn prhatian dr cara2 antum mengkritisi PKS),tp afwan,lantas,antum kemana aja selama ini???ko’ skrg tiba2 ‘njegagik’ nongol,dgn dgn sangat kritisnya(atau tepatnya tiba2 tampil kritis),dgn membawa bendera ‘siyasah Islamiyyah itu sangat dibutuhkan INTEGRITAS mental, bukan pragmatis melulu’.Halllooowww…???Any body home???Antum kmaren kmana aja?????
    “afwan bi,kl dakwah aja msh di recokin oleh sesama muslim, yang katanya muslim,lantas kpn tarbiyahnya jalan?trus tarbiyah aja msh di recokin dgn hal2 yang ga’ penting,gmn bs menyampaikan syariah???APA NGGA MALAH JD BUBAR NI NEGARA!(lhah dakwah aja msh carut marut,jegal kiri kanan,pemblajaran syariat aja blm disampaikan,ketika akan disampaikan,antum pd ngeributin PKS,gmn lg mo maju ke arah khilafah islamiyah????smentara PKS bergerak,antum2 kbakaran jenggot(ana malah ga tau, antum2 punya jenggot apa ngga’???).
    PKS berkoalisi,antum2 jd gatel,PKS jd walikota antum2 jg pusing,PKS jd gubernur,antum2 jd tepekur,gimana nanti kl PKS jd Presiden????bisa2 antum2 nyiapin kudeta,krn kalah hebat dgn PKS yg terus bergerak maju,smentara antum2 cuman jd macan kertas & msh berkutat di blog ini mengkritisi PKS sambil terus berfikir,yang hanya membuat antum2 terlihat hebat,cerdas,pandai,’gahar’,kritis,tapi hanya di blog ini.Kl kata anak ana al-mu’tashimbillah,yg saat ini di TK A ikut membaca ulasan2 antum2,bilang “CAPEEE’ DEEEHHH…!!!””mreka itu knapa sih um???emang mreka sdh berbuat apa???cuma segitu????”
    -PKS tidak memiliki komitmen untuk memperbaiki Pemerintahan dengan cara menjadi kekuatan oposisi.
    “afwan bi,gmn bs bergerak? kl cuman menjadi oposisi????siapa PKS?yg baru 3 priode,ikut dlm pemerintahan,sedangkan PDIP saja, yg sdh dr jaman “ga’ enak” ikut dlm membentuk negara ini sj tdk mau menjadi oposisi.Apa antum sj bi, yg terlihat sangat kritis ini,membangun ‘Partai Macan Elektronik’, utk menjadi oposisi???kita lihat nanti, sejauh mana antum bs bergerak dalam merubah pemerintahan ke arah yg lbh baik.Lbh baik PKS kah?atau lebih baik antum, sang abisyakir?
    -Ya, kapan bisa mengoreksi penguasa, kalau terus menjadi bagian dari koalisi?
    “yah itu biii..,ana &antum2 kan tdk mengawasi bliau2 yg ada di PKS 24 jam penuh,jd kita cuman tau,apa yg terlihat diluarnya sj kan???mngenai kbijakan2 yang sdh bliau2 ambil,ana yakin, bliau2 sbelumnya sdh berkoordinasi dgn dewan syari’ah, saat akan mengambil kbijakan2 yg semaksimal mungkin pro kpd ummat.
    lhah kl antum2???kbijakan apa yg sdh antum2 ambil yg pro ummat???cuman kbijakan kasak-kusuk di liqo’an2 antum,yg sepertinya ‘sangat kritis’,guna membendung partai yang baru 3 kali ikut pemilihan, tetapi sdh masuk 4 besar,ikut membangun negara ini.
    -PKS sangat ambisius untuk merebut jabatan-jabatan kekuasaan, seperti Presiden, Wakil Presiden, Gubernur, Walikota, Bupati, dsb. Untuk merebut kekuasaan itu, mereka siap berkoalisi dengan siapapun, asal memenangkan Pilpres/Pilkada. Hal demikian bukanlah karakter partai Islam. Partai Islam itu tidak menjadikan kekuasaan sebagai sasaran gerakan politik.
    “abisyakir yg baik,ana yakin, antum pasti tau ttg hadist “rubahlah kemunkaran dengan tanganmu, jk tk bs maka dgn….”(dst),skarang bi, logikanya presiden,wapres,walkot,bupati,camat,lurah,RW,bahkan RT,adalah bentuk kekuatan yg cukup solid,utk merubah kemunkaran menjadi kebaikan.Sekarang ,siapa antum,yg sangat tdk setuju dgn pemerintahan(yg mnurut antum neolib ini),tiba2 mau dateng ke hadapan SBY,trus ngomong “pak SBY,saya tidak setuju dgn pemerintahan neolib ini !!!!”,setau saya, paling antum br sampe pintu jaga monyet, sdh di sangoni uang,buat ongkos brobat.
    jd yg ana ingin sampaikan, ketika antum sndirian,bekoar2 mnentang ketidak adilan,PERCUMA.Tp ktika antum brgerak brsama,membentuk suatu wadah,utk ikut mewakilkan orang2 yang antum tunjuk,yg antum percaya,utk mnyuarakan kehendak ummat,maka antum akan di dengar.Jd biiii,sebaiknya antum2 yg ada dlm blog diskusi ini,scepatnya membentuk partai,agar di dengan, oleh penguasa saat ini.Tp kl ga setuju dgn saran ana, yaaah…,afwan,ana takut jd kehabisan waktu,hanya untuk melihat &menanggapi blog macan kertas ini,smentara PKS terus bergerak maju,melakukan perubahan2,dr akar rumput sampai ke pemerintahan yang kata antum neolib ini.Afwan yah biii
    -Buya M. Natsir pernah didesak oleh pemuda-pemuda Masyumi agar memanfaatkan jabatan di kabinet untuk memperkuat keuangan partai. Beliau dengan tegas menolak, “Kalau untuk tujuan itu kami dipilih, maka saat ini pula kami meletakkan jabatan partai.” Jadi, dalam bersiyasah Islamiyyah itu sangat dibutuhkan INTEGRITAS mental, bukan pragmatis melulu.
    “afwan abisyakir yg sangat cinta dan sangat menyayangi PKS(dgn bukti cinta &sayang akan kritisnya abisyakir,mengkritisi orang2 PKS),ana tdk prlu menanggapi prnyataan yg ter-akhir,krn ana lbh faham,pola pemikiran siapa abah, yg antum sebut dgn sebutan buya.
    Terakhir,Ikhwah fillah yg Insya Allah di Rahmati Allah,kl antum2 msh terus berkutat di satu tempat, tanpa bs membuat perubahan yg ber-arti,coba, carilah kesibukan lain yg akan membuat antum2 lbh berarti,buat ummat secara riil,secara nyata.
    Rasulullah sdh banyak mencontohkan kpd kita semua.
    Tp,kl antum2 smua lbh senang menanggapi blog yg mengkritisi PKS ini,yakinlah,bahwa PKS tdk akan ambil pusing,malah sebaliknya,PKS akan terus bergerak maju,sementara antum2 hanya menjadi komentator2 yg ikut menikmati keberhasilan usaha2 PKS &teman teman seperjuangan di pemerintahan yg pro ummat,lewat pemerintahan ini.
    salah kata,ana yg dhoif ini, mohon di maafkan, afwan jiddan wal marratan ukhra.

  56. abisyakir mengatakan:

    @ al mar’atul ula….

    Sebelumnya syukran jazakumullah atas tanggapannya. Sekali lagi syukran jazakillah khair.

    ==> “apa benar?PKS mengkhianati kehidupan islam di indonesia???islam yang mana bi???prasaan yang ribut cuman antum2 yg ngaku2 islam(yaah ga semua sih),yg ada di forum ini,yg spertinya kbakaran jenggot,dgn kbijakan2 PKS di pmerintahan.Smentara,coba antum2 lihat orang2 di luar PKS yg katanya dr partai islam atau partai nasional, tp tetap aja ada kader partainya yg koru.Terus,apa antum2 jg ikut mengkritisi hal itu,se-kritis antum mengkritisi PKS ini????”
    -PKS melalui pernyataan-pernyataan tokohnya, menolak ide penegakan Syariat Islam di Indonesia. Mereka menegaskan bahwa Pancasila dan UUD 1945 adalah final. Padahal istilah final dalam Islam, adalah WAHYU itu sendiri, Kitabullah dan As Sunnah.

    Jawab: Ukhti budiman. Sebenarnya kami itu sejak awal ingin mendukung PKS. PKS ini harapan para aktivis pro Syariat di Indonesia. PBB sudah tidak bisa diharapkan lagi. Maka PKS ini yang semula digadang-gadang menjadi pemikul amanah Siyasah Islamiyyah di percaturan politik. Kami berharap PKS bisa meneruskan garis perjuangan Masyumi dulu. Ini harapan awalnya. Kalau kemudian kami memalingkan muka dari PKS, bukan karena semula tidak mendukung, tapi manuver partai ini banyak yang aneh-aneh, tidak Syar’i. Jadi, mohon Anti jangan salah paham!

    ==> “afwan bi,ana yakin, antum pasti lbh faham,dr pd ana yg dhoif ini,Bi,antum pasti tau dasar2 yang hrs dipenuhi, sebelum terbentuknya khilafah, yaitu : Dakwah, Tarbiyah, Syari’ah, Khilafah. skrg ini bi, Dakwah aja msh carut marut, berpecah belah,satu sama lain saling menyalahkan, smentara ada seselintir orang yang Insya Allah Berdakwah,utk sama2 mentarbiyah diri,utk mnjd lbh baik &dgn Bismillah,mreka mencoba masuk dalam pemerintahan yang antum2 sebut neolib,dgn harapan utk bs ikut merubah dr dalam secara perlahan2 kecarut marutan sistem yang ada saat ini,trus malah antum kritisi se kritis-kritisnya(ga’salah siih,antum smua mengkritisi PKS,Subhanallah, ana yakin,jk bliau2 yg ada PKS ikut membaca blog ini,ana yakin, bliau2 senang,dgn prhatian dr cara2 antum mengkritisi PKS),tp afwan,lantas,antum kemana aja selama ini???ko’ skrg tiba2 ‘njegagik’ nongol,dgn dgn sangat kritisnya(atau tepatnya tiba2 tampil kritis),dgn membawa bendera ’siyasah Islamiyyah itu sangat dibutuhkan INTEGRITAS mental, bukan pragmatis melulu’.Halllooowww…???Any body home???Antum kmaren kmana aja?????

    Komentar: Secara pribadi, saya sudah mencermati gerakan PKS sejak masih PK dulu. Malah saya menjadi bagian dari PK itu sendiri. Sejak tahun 1998. Bukan saat-saat sekarang saja. Malah saja menjadi Saksi PKS dalam Pemilu 2004 lalu. Ini menunjukkan bahwa kami mengenal partai ini sejak semula. Saya masih ingat, tahun 1999-2004 PK memiliki suara kecil di Parlemen, tetapi memiliki gerakan mahasiswa hebat. Rama Pratama dan Fachri Hamzah itu alumni gerakan mahasiswa hebat itu. Begitu hebatnya, mereka bisa menjatuhkan Gus Dur dari RI-1, bersama kekuatan politik lain.

    Tapi sejak 2004, semuanya berubah. PKS tiba-tiba menjadi santun, toleran, tidak kritis, sering menghindar, pragmatis, bahkan oportunis. Mungkin karena mereka sudah menjadi anggota dewan, pejabat negara, Ketua MPR, dll. Jabatan telah membuat karakter mereka berubah. Kalau tidak menjabat, mungkin mereka akan terus menggerakkan mahasiswa untuk mengkritisi penguasa, seperti tahun 1999-2004 lalu.

    Jadi pendapat Anti, bahwa dalam mengubah kemungkaran itu harus pelan-pelan, kerja dari dalam secara bertahap, dan sebagainya. Hal itu ditolak oleh gerakan politik PKS pada periode 1999-2004. Dan setelah PKS mengubah wajahnya, masyarakat tidak terlalu bersimpati lagi. Dalam Pemilu 2009, kenaikan suara mereka kecil. Mereka kehilangan dominasi di DKI Jakarta dan Jawa Barat. Ya, itu harga “politik pragmatis” yang dimainkan.

    “afwan bi,kl dakwah aja msh di recokin oleh sesama muslim, yang katanya muslim,lantas kpn tarbiyahnya jalan?trus tarbiyah aja msh di recokin dgn hal2 yang ga’ penting,gmn bs menyampaikan syariah???APA NGGA MALAH JD BUBAR NI NEGARA!(lhah dakwah aja msh carut marut,jegal kiri kanan,pemblajaran syariat aja blm disampaikan,ketika akan disampaikan,antum pd ngeributin PKS,gmn lg mo maju ke arah khilafah islamiyah????smentara PKS bergerak,antum2 kbakaran jenggot(ana malah ga tau, antum2 punya jenggot apa ngga’???).

    Komentar: Coba Ukhti jujur ke saya dan ke kita semua. Coba Ukhti perhatikan semua tulisan-tulisan dalam blog ini, ada lebih dari 300 tulisan. Berapa banyak yang isinya ngurusi soal PKS? Berapa prosentasenya? Apakah masalah PKS menjadi menu utama blog ini? Mohon Anti harus bersikap adil juga.

    Terus nasihat besar dari saya. Jangan merasa diri telah suci, sehingga mengharamkan kritik. Itu sangat tidak benar. Itu seperti perilaku para Salafiyun yang mengaku paling benar, dan paling dekat ke pintu syurga. Ini tidak boleh. Kita harus selalu ingat Surat Al ‘Ashr.

    PKS berkoalisi,antum2 jd gatel,PKS jd walikota antum2 jg pusing,PKS jd gubernur,antum2 jd tepekur,gimana nanti kl PKS jd Presiden????bisa2 antum2 nyiapin kudeta,krn kalah hebat dgn PKS yg terus bergerak maju,smentara antum2 cuman jd macan kertas & msh berkutat di blog ini mengkritisi PKS sambil terus berfikir,yang hanya membuat antum2 terlihat hebat,cerdas,pandai,’gahar’,kritis,tapi hanya di blog ini.Kl kata anak ana al-mu’tashimbillah,yg saat ini di TK A ikut membaca ulasan2 antum2,bilang “CAPEEE’ DEEEHHH…!!!””mreka itu knapa sih um???emang mreka sdh berbuat apa???cuma segitu????”

    Komentar: Allahu Akbar. Ukhti fillah rahimakillah. Mohon Anti berhati-hati ketika menulis. Mohon sekali lagi Anti berhati-hati. Seorang hamba Allah, atau siapapun, jika tidak memiliki interest lain, selain menolong agama-Nya, jangan dikata-katai dengan kalimat-kalimat seperti itu. Sekali lagi mohon hati-hati. Anti berurusan dengan yang lebih besar dari sekedar perselisihan antara kita. Sekali lagi, berhati-hatilah.

    Ukhti, demi Allah. Dalam blog ini PKS bukan satu-satunya masalah yang kami bahas. Banyak masalah diungkap. Kalaupun kita bicara soal PKS bukan karena dengki, bukan kesal, bukan ingin merebut gaji-gaji mereka. Masya Allah, terlalu murah kalau hanya itu tujuannya. Kami berbuat sekuat daya kami, untuk mencerdaskan wawasan para pemuda Islam. Itu saja!

    Ya, saya melakukan sesuatu yang dulu dilakukan oleh elit-elit PKS ketika masih dalam Tarbiyah (belum menjadi partai). Kalau cara ini Anti salahkan, lalu bagaimana dengan sikap kritis Anti dan senior-senior Anti dulu? Apakah kalau kalian yang kritis HALAL, kalau kemudian kami yang kritis menjadi HARAM? Itukah.

    Ya, salam manis untuk putri-putri Anti. Jangan gambarkan diri kami ini memusuhi kalian. Tidak sama sekali. Kami hanya memusuhi penyimpangan dari garis Syariat Islam. Insya Allah.

    ==> “afwan bi,gmn bs bergerak? kl cuman menjadi oposisi????siapa PKS?yg baru 3 priode,ikut dlm pemerintahan,sedangkan PDIP saja, yg sdh dr jaman “ga’ enak” ikut dlm membentuk negara ini sj tdk mau menjadi oposisi.Apa antum sj bi, yg terlihat sangat kritis ini,membangun ‘Partai Macan Elektronik’, utk menjadi oposisi???kita lihat nanti, sejauh mana antum bs bergerak dalam merubah pemerintahan ke arah yg lbh baik.Lbh baik PKS kah?atau lebih baik antum, sang abisyakir?

    Komentar: Ah, sudahlah. Kami tidak menjadikan PKS sebagai menu utama dalam blog ini. Tak percaya? Coba lakukan surve secara mandiri.

    ==> “yah itu biii..,ana &antum2 kan tdk mengawasi bliau2 yg ada di PKS 24 jam penuh,jd kita cuman tau,apa yg terlihat diluarnya sj kan???mngenai kbijakan2 yang sdh bliau2 ambil,ana yakin, bliau2 sbelumnya sdh berkoordinasi dgn dewan syari’ah, saat akan mengambil kbijakan2 yg semaksimal mungkin pro kpd ummat. lhah kl antum2???kbijakan apa yg sdh antum2 ambil yg pro ummat???cuman kbijakan kasak-kusuk di liqo’an2 antum,yg sepertinya ’sangat kritis’,guna membendung partai yang baru 3 kali ikut pemilihan, tetapi sdh masuk 4 besar,ikut membangun negara ini.

    Komentar: Untuk mengawasi mereka 24 jam, sudah ada yang bertugas, yaitu para Malaikat As. Ukhti, mohon sadar, mohon sadar. Kami tidak menjadikan soal PKS ini menjadi urusan utama blog ini. Urusan kami, adalah memberdayakan wawasan para pemuda Muslim dengan aneka persoalan keummatan. Mohon maaf kalau akhirnya kami membahas PKS. Toh PKS bukan satu-satunya pihak yang dikritik disini. Iya kan?

    ==> “abisyakir yg baik,ana yakin, antum pasti tau ttg hadist “rubahlah kemunkaran dengan tanganmu, jk tk bs maka dgn….”(dst),skarang bi, logikanya presiden,wapres,walkot,bupati,camat,lurah,RW,bahkan RT,adalah bentuk kekuatan yg cukup solid,utk merubah kemunkaran menjadi kebaikan.Sekarang ,siapa antum,yg sangat tdk setuju dgn pemerintahan(yg mnurut antum neolib ini),tiba2 mau dateng ke hadapan SBY,trus ngomong “pak SBY,saya tidak setuju dgn pemerintahan neolib ini !!!!”,setau saya, paling antum br sampe pintu jaga monyet, sdh di sangoni uang,buat ongkos brobat.

    Komentar: Iya, saya mengerti. Mengapa untuk merebut kekuasaan itu harus koalisi dengan partai apapun? Ini lho masalahnya. Mengapa tidak membentuk “kaukus Islam” saja, toh peluang kesana ada kok? Mengapa harus koalisi dengan Demokrat, PDIP, atau PDS. Ini kan bermasalah. Demi kekuasaan, melupakan saudara sendiri, cari cara sendiri-sendiri agar berkuasa. Menyedihkan.

    Anti mengatakan, “Setau saya, paling antum br sampe pintu jaga monyet, sdh di sangoni uang,buat ongkos brobat.” Ukhti, ini kata-kata kotor yang tidak pantas diucapkan oleh wanita Muslimah terhormat. Sayang sekali.

    ==> Jd yg ana ingin sampaikan, ketika antum sndirian,bekoar2 mnentang ketidak adilan,PERCUMA.Tp ktika antum brgerak brsama,membentuk suatu wadah,utk ikut mewakilkan orang2 yang antum tunjuk,yg antum percaya,utk mnyuarakan kehendak ummat,maka antum akan di dengar.Jd biiii,sebaiknya antum2 yg ada dlm blog diskusi ini,scepatnya membentuk partai,agar di dengan, oleh penguasa saat ini.Tp kl ga setuju dgn saran ana, yaaah…,afwan,ana takut jd kehabisan waktu,hanya untuk melihat &menanggapi blog macan kertas ini,smentara PKS terus bergerak maju,melakukan perubahan2,dr akar rumput sampai ke pemerintahan yang kata antum neolib ini.Afwan yah biii.

    Komentar: Lha, memang itu tujuan blog ini. Tujuannya untuk berkoar-koar, membagi wawasan kepada generasi muda Muslim. Itu tujuannya, Ukhti. Jadi Anti mau bagaimana lagi? Mau melarang seorang Muslim berbuat untuk agamanya dengan bidang yang dia pilih? Apa Anti menyuruh semua orang membuat partai masing-masing, lalu dilombakan dengan PKS yang sudah hebat sekali, lalu partai-partaim keok secara hina? Lalu kalian tertawakan mereka, sambil mengatakan, “Makanya jangan ngomong melulu! Buktikan ucapan lu pake perbuatan! Tahu rasa kan lu sekarang!” Demi Allah, ini kesombongan besar. Anti menganggap PKS ini besar karena tenaga, otot, dan akal kalian sendiri. Laa haula wa laa quwwata illa billah.

    ==> “afwan abisyakir yg sangat cinta dan sangat menyayangi PKS(dgn bukti cinta &sayang akan kritisnya abisyakir,mengkritisi orang2 PKS),ana tdk prlu menanggapi prnyataan yg ter-akhir,krn ana lbh faham,pola pemikiran siapa abah, yg antum sebut dgn sebutan buya. Terakhir,Ikhwah fillah yg Insya Allah di Rahmati Allah,kl antum2 msh terus berkutat di satu tempat, tanpa bs membuat perubahan yg ber-arti,coba, carilah kesibukan lain yg akan membuat antum2 lbh berarti,buat ummat secara riil,secara nyata. Rasulullah sdh banyak mencontohkan kpd kita semua.

    Komentar: Ya, harusnya kalau Anda adalah penafsir terbaik kebijakan Buya Natsir, silakan dong ditulis disini. Demi Allah, kalau Anti benar-benar memiliki ilmu itu, kirimkan ke langitbiru1000@gmail.com. Insya Allah Ukhti akan saya muat! Anti kini berhadapan dengan sesuatu yang tidak Anti bayangkan semula. Anti mencurigai kami sebagai pendengki. Padahal kami sungguh-sungguh ingin memberdayakan wawasan generasi muda Islam. Ya, tidak mengapa. Silakan saja, semua orang bersuara sesuai keinginannya. Saya tunggu tafsiran Ukhti tentang kebijakan politik Natsir rahimahullah.

    ==> Tp,kl antum2 smua lbh senang menanggapi blog yg mengkritisi PKS ini,yakinlah,bahwa PKS tdk akan ambil pusing,malah sebaliknya,PKS akan terus bergerak maju,sementara antum2 hanya menjadi komentator2 yg ikut menikmati keberhasilan usaha2 PKS &teman teman seperjuangan di pemerintahan yg pro ummat,lewat pemerintahan ini. salah kata,ana yg dhoif ini, mohon di maafkan, afwan jiddan wal marratan ukhra.

    Komentar: Ya, Anti ini hanyalah satu dari sekian banyak aktivis PKS yang “sudah dicuci otak”. Anti sudah terjerumus dalam karakter megalomania, memandang diri telah suci, bersih, dan ideal. Itu karena proses indoktrinasi yang membutakan mata, telinga, dan hati. Sangat kasihan. Saya sarankan sering-sering masuk blog ini, biar ada pencerahan pemikiran, bi idznillah. Orang-orang seperti ini seakan memakai “kacamata kuda”. Sangat menyedihkan. Lebih perih lagi, sindrome “kacamata kudanya” juga coba diwariskan ke anak-cucu. Masya Allah, laa haula wa laa quwwata illa billah.

    Saya tunggu diskusi selanjutnya. Mohon maafkan juga kalau kata-kata -terutama bagian akhir- menyakiti hati Anda. Orang yang telah terjerumus tidak boleh dinasehati dengan nasehat-nasehat ringan, tapi harus “diteriaki” akan segera sadar.

    AMW.

  57. al-mar'atul 'ula mengatakan:

    Bissmillah.
    -Kalau kemudian kami memalingkan muka dari PKS, bukan karena semula tidak mendukung, tapi manuver partai ini banyak yang aneh-aneh, tidak Syar’i. Jadi, mohon Anti jangan salah paham!
    “Hummmh..,gitu yah bi?jd menurut antum,PKS itu partai yg aneh yah???Subhanallah,antum hebat sekali bi,saya malah br tau itu,kl PKS itu menurut antum)adalah partai yg aneh.Subhanallah,tolong ana bi,kl menurut abisyakir, partai yg tidak aneh itu hrs yg seperti apa &harus bagaimana????dr struktur,plat form, ADART & smuanya lah, agar PKS & partai2 lainnya tidak menjadi partai yg aneh aneh, spt yg antum sebutkan diatas.
    -Secara pribadi, saya sudah mencermati gerakan PKS sejak masih PK dulu. Malah saya menjadi bagian dari PK itu sendiri. Sejak tahun 1998
    “afwan bi,kl antum ridha,menjawab pertanyaan ana, abi pernah menjadi bagian dr PK mulai tahun berapa?& berpaling dr PKS thn berapa???
    -Dan setelah PKS mengubah wajahnya, masyarakat tidak terlalu bersimpati lagi. Dalam Pemilu 2009, kenaikan suara mereka kecil. Mereka kehilangan dominasi di DKI Jakarta dan Jawa Barat. Ya, itu harga “politik pragmatis” yang dimainkan.
    “Alhamdulillah bi, walapun PKS antum sebut pragmatis,setidaknya, PKS, dr yg ana tau,bs lbh bergerak dlm pemberdayaan ummat,&itu yg terus hrs di syukuri atas amanah yg dipercayakan kpd PKS.
    -Coba Ukhti jujur ke saya dan ke kita semua. Coba Ukhti perhatikan semua tulisan-tulisan dalam blog ini, ada lebih dari 300 tulisan. Berapa banyak yang isinya ngurusi soal PKS?
    “coba abi perhatikan semua tulisan-tulisan dalam blog ini,ada lebih dr 300 tulisan. Berapa banyak yang isinya ngurusi selain PKS????Mohon Abi harus bersikap adil juga.
    Bi,adakah antum ngurusi hal2 yg berkenaan dgn ummat???dmn antum saat tsunami melanda aceh?dmn antum saat tanggul situ gintung jebol??dmn antum saat gempa jogja, tasik & angin puting beliung menerjang karang anyar???itu br bencana ,terus dmn antum saat terjadi pemurtadan besar2 an di padang,sragen,tasik,boyolali,&dmn atum saat ummat membutuhkan antum2 semua???sementara PKS mencoba memperbaiki diri &ikut membantu sesama,lantas dmn antum???(oh iyah, saya lupa,antum kan sdh tdk lg bersama PKS,jd wajar kl banyak yg tidak tahu, antum ada dmn.Afwan jiddan,pertanyaan ana salah.ana ganti prnyataan ana,ana yakin, saat semua itu terjadi, saat ummat membutuhkan antum2, antum ada bersama ummat.
    “bi, semua di mata Allah yng dilihat adalah Takwa nya, sedangkan indikator takwa dimata manusia adalah amal perbuatnnya.Betul ato salah bi???
    -Terus nasihat besar dari saya. Jangan merasa diri telah suci, sehingga mengharamkan kritik. Itu sangat tidak benar. Itu seperti perilaku para Salafiyun yang mengaku paling benar, dan paling dekat ke pintu syurga. Ini tidak boleh. Kita harus selalu ingat Surat Al ‘Ashr.
    “Bi,adakah ana menyebutkan HARAM mengkritik/mengkritisi setiap orang???lantas bgmn dgn prnyataan antum diatas, bahwa salafiyun yg mengaku paling benar &paling dekat dgn pintu syurga.Itu tdk haram yaah bi???
    -Apakah kalau kalian yang kritis HALAL, kalau kemudian kami yang kritis menjadi HARAM? Itukah.
    “afwan bi, antum ko mlh skrg yg jd prajudise ke PKS yah.Atau saya salah lg ????
    -Mohon maaf kalau akhirnya kami membahas PKS. Toh PKS bukan satu-satunya pihak yang dikritik disini. Iya kan?
    “kira2, dr 300 tulisan yg ada di blog yang antum buat ini, yg mengkritisi pansus bank Century, ada brapa puluh orang yah bi???oh iyah maaf,masalah kepragmatisan PKS yang menurut abisyakir sebutkan,lebih besar,ketimbang mikirin uang rakyat yg dirampok oleh para koruptor.(atau?krn tidak ada uang abisyakir di bank itu???ah, sepertinya ana salah lg)
    -Ya, salam manis untuk putri-putri Anti. Jangan gambarkan diri kami ini memusuhi kalian. Tidak sama sekali. Kami hanya memusuhi penyimpangan dari garis Syariat Islam. Insya Allah.
    “akan ana sampaikan salam abi,&tolong bantu doakan al-mu’tashimbillah,yg sdh bercita2 ingin menjadi spt Saad bin abi waqash,&bercita2 menjadi seorang dokter ahli bedah, yg kelak bisa berangkat ke Palestina, utk membantu saudara2nya disana.Amin.
    Insya Allah,kami tdk akan menggambarkan diri antum2 memusuhi kami apalagi PKS kpd al-mu’tashim.Musuh kami yahudi lbh besar porsinya untuk kami hadapi hingga saudara kami merdeka.
    -Ini lho masalahnya. Mengapa tidak membentuk “kaukus Islam” saja, toh peluang kesana ada kok? Mengapa harus koalisi dengan Demokrat, PDIP, atau PDS. Ini kan bermasalah. Demi kekuasaan, melupakan saudara sendiri, cari cara sendiri-sendiri agar berkuasa. Menyedihkan.
    “itulah bi, knapa diatas ana menanyakan, kpn antum mengenal PK,bergabung &kemudian berpaling.Krn bi, dgn antum menanyakan “knapa tdk membentuk Kaukus islam saja?Insya Allah ana sdikit banyak melihat peta pola pikir antum di blog ini.
    -Anti mengatakan, “Setau saya, paling antum br sampe pintu jaga monyet, sdh di sangoni uang,buat ongkos brobat.” Ukhti, ini kata-kata kotor yang tidak pantas diucapkan oleh wanita Muslimah terhormat. Sayang sekali.
    “antum ga percaya bi???ini berdasarkan pngalaman anak ana yg paling besar prnah melakukan itu, saat rezim suharto msh berkuasa,saat di depan pos pintu jaga monyet(itu lhoh bi, orang2 dulu, nyebut pintu istana yg dijaga sama P.M itu dgn pos jaga monyet).&kl antum msh ga percaya, besok pagi, saat presiden keluar dr istana, silahkan coba!kita lihat apa yg akan terjadi.nyoba gratis koq bi.
    -Komentar: Lha, memang itu tujuan blog ini. Tujuannya untuk berkoar-koar, membagi wawasan kepada generasi muda Muslim. Itu tujuannya, Ukhti. Jadi Anti mau bagaimana lagi?
    “nah itu dia bi, kmaren smua golongan yg demo bkoar2 bawa kerbau aja ga didengar,apa lagi yg cuman bkoar2 di blog ini???Wallahu’alam.
    -Mau melarang seorang Muslim berbuat untuk agamanya dengan bidang yang dia pilih? Apa Anti menyuruh semua orang membuat partai masing-masing, lalu dilombakan dengan PKS yang sudah hebat sekali, lalu partai-partaim keok secara hina? Lalu kalian tertawakan mereka, sambil mengatakan, “Makanya jangan ngomong melulu! Buktikan ucapan lu pake perbuatan! Tahu rasa kan lu sekarang!”
    “Subhanallah…, abi tau???abi terpancing argumen ana,berarti apa yg ana sdh perkirakan setidaknya terbukti.Jd silahkan, antum perkirakan sendiri, apa yg saya perkirakan tentang pola pikir antum.
    -Ya, Anti ini hanyalah satu dari sekian banyak aktivis PKS yang “sudah dicuci otak”. Anti sudah terjerumus dalam karakter megalomania, memandang diri telah suci, bersih, dan ideal. Itu karena proses indoktrinasi yang membutakan mata, telinga, dan hati. Sangat kasihan. Saya sarankan sering-sering masuk blog ini, biar ada pencerahan pemikiran, bi idznillah. Orang-orang seperti ini seakan memakai “kacamata kuda”. Sangat menyedihkan. Lebih perih lagi, sindrome “kacamata kudanya” juga coba diwariskan ke anak-cucu.
    ‘Afwan bi…,antum salah besar, jk antum pikir ana adalah seorang ‘aktivis’ PKS,antum prnah dengar L.M.N.D bi????
    sudahlah ana rasa,ana sdh cukup tmbah menguras energi ana yg jd terbuang utk menanggapi blog ini.& semoga semua tidak sia-sia.amin.
    salm buat zaujan &semua anggota keluarga abi di rumah, mohon maaf segala bentuk kesalahan, yg telah ana perbuat,yg sdh menyinggung anta semua.
    wassalamuaikum.
    Dari ana al-mar’atul’ula.

  58. abisyakir mengatakan:

    @ al mar’atul ula…

    Bissmillah. Abisyakir: “Kalau kemudian kami memalingkan muka dari PKS, bukan karena semula tidak mendukung, tapi manuver partai ini banyak yang aneh-aneh, tidak Syar’i. Jadi, mohon Anti jangan salah paham!”

    “Hummmh..,gitu yah bi?jd menurut antum,PKS itu partai yg aneh yah???Subhanallah,antum hebat sekali bi,saya malah br tau itu,kl PKS itu menurut antum)adalah partai yg aneh.Subhanallah,tolong ana bi,kl menurut abisyakir, partai yg tidak aneh itu hrs yg seperti apa &harus bagaimana????dr struktur,plat form, ADART & smuanya lah, agar PKS & partai2 lainnya tidak menjadi partai yg aneh aneh, spt yg antum sebutkan diatas.

    Komentar: Dalam kalimat itu saya kan tidak menyebut PKS sebagai partai aneh. Tapi manuver2 politiknya aneh-aneh. Lho, kalau sejak semula PKS saya anggap aneh, saya tidak perlu memilih dia ketika tahun 2004 lalu. Terus terang saya tidak mempelajari daleman PKS sedemikian rupa sehingga bisa berkesimpulan ini partai aneh atau bukan. Saya menilai dari manuver2 nya saja.

    “afwan bi,kl antum ridha,menjawab pertanyaan ana, abi pernah menjadi bagian dr PK mulai tahun berapa?& berpaling dr PKS thn berapa???

    Komentar: Sejak PK berdiri tahun 1998, saya menjadi anggota partai ini. Pernah sempat beberapa bulan menjadi Ketua DPRa di kawasan Geger Kalong Bandung, dekat kampus UPI Bandung. Tapi setelah tahun 2000 saya tidak aktif lagi, meninggalkan politik praktis. Tetapi secara politik masih dukung PK, termasuk ketika kemudian berubah menjadi PKS. Tahun 2004 aku memilih Ustadz Rahmat Abdullah untuk anggota DPR dari wilayah Jawa Barat. Tapi setelah melihat kiprah PKS selama 2004-2009, saya kecewa berat. Partai ini begitu lumer sikapnya, setelah mendapat posisi-posisi politik lebih baik.

    “Alhamdulillah bi, walapun PKS antum sebut pragmatis,setidaknya, PKS, dr yg ana tau,bs lbh bergerak dlm pemberdayaan ummat,&itu yg terus hrs di syukuri atas amanah yg dipercayakan kpd PKS.

    Komentar: Ya, seperti yang banyak dikritikkan ke kalangan PKS selama ini, memang sih memberdayakan Ummat, tapi Ummat yang berlabel PKS. Kalau Ummat di luar PKS, sepertinya kurang serius diperhatikan. Contoh, dalam isu-isu terorisme selama 2004-2009, PKS seperti berdiam diri, padahal banyak sekali pemuda-pemuda Islam yang teraniaya oleh regim dan Densus88. Dalam isu Ahmadiyyah, juga setali tiga uang. Dalam kasus insiden Monas 1 Juni 2008, juga sama saja. Termasuk dalam isu NEOLIB, sikap PKS juga begitu saja. Nah, itulah bukti “pemberdayaan” untuk kaum sendiri.

    “coba abi perhatikan semua tulisan-tulisan dalam blog ini,ada lebih dr 300 tulisan. Berapa banyak yang isinya ngurusi selain PKS????Mohon Abi harus bersikap adil juga. Bi,adakah antum ngurusi hal2 yg berkenaan dgn ummat???dmn antum saat tsunami melanda aceh?dmn antum saat tanggul situ gintung jebol??dmn antum saat gempa jogja, tasik & angin puting beliung menerjang karang anyar???itu br bencana ,terus dmn antum saat terjadi pemurtadan besar2an di padang,sragen,tasik,boyolali,&dmn atum saat ummat membutuhkan antum2 semua???sementara PKS mencoba memperbaiki diri &ikut membantu sesama,lantas dmn antum???(oh iyah, saya lupa,antum kan sdh tdk lg bersama PKS,jd wajar kl banyak yg tidak tahu, antum ada dmn.Afwan jiddan,pertanyaan ana salah.ana ganti prnyataan ana,ana yakin, saat semua itu terjadi, saat ummat membutuhkan antum2, antum ada bersama ummat.

    Komentar: Maaf ya, saya jawab pertanyaan Anda bukan dengan maksud untuk menunjukkan amal-amal. Ini hanya sekedar keterangan, bahwa alhamdulillah kita peduli juga dengan kasus-kasus yang Anda sebutkan. Sekali lagi, semoga Allah Ta’ala memaafkan saya ketika harus menyebut amal-amal ini, sebab memang pada asalnya tidak berniat kesana. Hanya karena khawatir, perkataan Saudari @ al mar’atul ula ini menyebabkan kesombongan, maka perlu juga saya sampaikan sesuatu sekedar untuk nasehat.

    Saya hadir ketika terjadi gempa bumi di Yogya. Hadir di tengah-tengah masyarakat disana dan relawan kemanusiaan yang membagikan sembako, tenda, melakukan pemeriksaan kesehatan, hingga membangunkan rumah dan masjid. Ketika terjadi Tsunami di Aceh, saya dilarang oleh orangtua (ibu) untuk ke Aceh, karena alasan saya harus mengurusi anak-anak di Bandung. Ketika terjadi gempa di Padang, saya segera kontak seorang kenalan baik di Jakarta memintanya mencarikan jalur relawan kesana. Ternyata, sampai saat ini beliau tidak memberikan akses relawan itu. Ketika terjadi Tsunami di Pangandaran, teman-teman di Bandung terlibat langsung kesana. Koordinator pemberian bantuan sosial disana adalah temanku sendiri, Wahyudi, putra daerah asli Pangandaran. Beliau banyak bercerita tentang pelaksaan bantuan sosial di Pangandaran. Saya sendiri menyerukan kepada pembaca blog ini, agar segera berangkat ke Minang, untuk membantu saudara-saudara yang menderita disana.

    Itulah amal-amal kecil yang bisa dilakukan olehku. Kalau dibandingkan dengan PKS sebagai sebuah organisasi besar, ya tentu sangat tidak sebanding. Ya, saya ini apa sih, hanyalah “debu” dalam kehidupan ini. Saya tidak memiliki amal-amal sehebat PKS. Masyarakat Indonesia tahu dengan baik amal-amal shalih PKS, sebab sering dicerita-ceritakan untuk bahan kampanye.


    “bi, semua di mata Allah yng dilihat adalah Takwa nya, sedangkan indikator takwa dimata manusia adalah amal perbuatnnya.Betul ato salah bi???

    Komentar: “Sedangkan indikator takwa di mata manusia adalah amal perbuatannya.” Ini kaidah apa? Ini dari mana asalnya prinsip demikian? Siapa mengajari kita prinsip seperti ini? Ketakwaan adalah ibadah kita kepada Allah, dan sikap kita kepada manusia mengikuti komitmen kita kepada Allah. Jadi jangan dibedakan antara takwa kepada Allah dan sikap kepada manusia. Nanti bisa menimbulkan dua kesalahan: kemunafikan atau kefasikan. Ketika hati seseorang tidak takwa kepada Allah, lalu penampilannya dibalut dengan amal-amal takwa, itu adalah kemunafikan. Sebaliknya, jika hati seseorang bertakwa, tetapi berpura-pura menjadi ahli maksiyat, maka hal demikian adalah kefasikan. Jadi, tolok ukurnya tetap takwa kepada Allah; lalu sikap kita kepada manusia, mengikuti komitmen ketakwaan itu. Mungkin, prinsip salah itulah yang membuat PKS sering “pamer amal” agar manusia mendukung dirinya.

    “Bi,adakah ana menyebutkan HARAM mengkritik/mengkritisi setiap orang???lantas bgmn dgn prnyataan antum diatas, bahwa salafiyun yg mengaku paling benar &paling dekat dgn pintu syurga.Itu tdk haram yaah bi???

    Komentar: Ya, Anda secara verbal tidak mengatakan HARAM. Maafkan saya kalau sampai menuduh Anda telah mengharamkan kritik kepada PKS. Sekali lagi maafkan. Tidak ada tuduhan ke arah itu. Lalu soal Salafiyun. Anda jangan salah mengerti. Maksudnya, sebagian Salafiyun juga ada yang bersikap “mengaku paling benar” itu. Mereka juga marah kalau dirinya diluruskan, atau diingatkan. Ya, kritik kepada siapapun dalam rangka mengamalkan Surat Al ‘Ashr adalah diajarkan dalam agama, tetapi dengan adab-adab tertentu.

    “afwan bi, antum ko mlh skrg yg jd prajudise ke PKS yah.Atau saya salah lg ????

    Komentar: Bukan begitu Mbak/Teteh. Anda ini kan tidak suka PKS dikritik disini, padahal blog ini membahas banyak soal, bukan hanya PKS saja. Anda membuat komentar-komentar yang tidak sopan karena sebagian tulisan yang ada disini. Padahal isi tulisan seperti itu belum ada apa-apanya dibandingkan SIKAP KRITIS Jamaah Tarbiyyah di masa lalu. Bayangkan saja, Pemerintah, Pancasila, UUD 45, dan sejenisnya dulu disebut thaghut dalam liqa’-liqa’ Tarbiyah, juga dalam majalah-majalah kritisnya. Itu artinya mereka pernah bersikap kritis di masa lalu. Kalau kini kita bersikap kritis kepada PKS, ada yang marah atau kesal. Nah, ini kan sikap tidak adil. Dulu mereka mengkritisi orang lain, kini tidak mau dikritisi. Aneh.

    “Kira2, dr 300 tulisan yg ada di blog yang antum buat ini, yg mengkritisi pansus bank Century, ada brapa puluh orang yah bi???oh iyah maaf,masalah kepragmatisan PKS yang menurut abisyakir sebutkan,lebih besar,ketimbang mikirin uang rakyat yg dirampok oleh para koruptor.(atau?krn tidak ada uang abisyakir di bank itu???ah, sepertinya ana salah lg)

    Komentar: Ah sudahlah Mbak, silakan saja deh Anda berkomentar apapun. Saya tidak perlu menanggapi komentar Anda ini. Paling kalau mau, silakan baca-baca tulisan disini agak lebih lama, baru komentar.

    “akan ana sampaikan salam abi,&tolong bantu doakan al-mu’tashimbillah,yg sdh bercita2 ingin menjadi spt Saad bin abi waqash,&bercita2 menjadi seorang dokter ahli bedah, yg kelak bisa berangkat ke Palestina, utk membantu saudara2nya disana.Amin. Insya Allah,kami tdk akan menggambarkan diri antum2 memusuhi kami apalagi PKS kpd al-mu’tashim.Musuh kami yahudi lbh besar porsinya untuk kami hadapi hingga saudara kami merdeka.

    Komentar: Allahumma ya Rahmaan ya Rahiim, ya Ghafur ya ‘Alim, ya Aziz ya Qadir, jadikanlah putri/putri saudari kami ini menjadi seorang profesional seperti yang dia cita-citakan, jadikan ilmunya bermanfaat bagi dirinya, bagi orangtua dan keluarganya, juga bagi Ummat Islam. Anugerahkan pula kepadanya anugerah-anugerah lain yang sangat bermanfaat, tetapi luput dari obsesi orangtuanya. Allahumma amin ya Mujibas sa’ilin. Wa shallallah ‘ala Rasulillah Muhammad wa ‘ala alihi wa ashabihi ajma’in.


    “itulah bi, knapa diatas ana menanyakan, kpn antum mengenal PK,bergabung &kemudian berpaling.Krn bi, dgn antum menanyakan “knapa tdk membentuk Kaukus islam saja?Insya Allah ana sdikit banyak melihat peta pola pikir antum di blog ini.

    Komentar: Saya sebutkan salah satu peta pemikiran saya tentang politik Islam di jaman sekarang. Begini saudariku: Indonesia ini telah dicengkeram oleh “Mafia PBB”. Apa itu Mafia PBB? Ia adalah Mafia Politik, Mafia Birokrasi, dan Mafia Bisnis. Kaum Mafia ini sengaja ngangkangi negeri ini demi kepuasan perut dan -maaf- kemaluan mereka sendiri. Mereka bertubuh manusia, tetapi berhati syaitan. Tetapi mereka memiliki kekuatan besar yang bisa meluluh-lantakkan siapapun yang ingin menggoyang kekuasaannya.

    Dalam pemahaman saya, menjadi politisi Islami di era dewasa ini sangat sulit. Taruhannya nyawa. Kalau seorang politisi masih hidup, segar-bugar, selama 5 tahun menjadi anggota DPR/DPRD, maka kemungkinannya: (1) Orang itu tidak berani menentang “Mafia PBB” tersebut. Artinya, politisi seperti itu hanya mencari aman doang; (2) Dia sangat pintar berkelit, dengan cara apa saja, agar dirinya selamat dari serangan “Mafia PBB”; (3) ‘Inayah Allah melindunginya dari kematian yang diancamkan oleh kaum Mafia PBB itu.

    Kalau saya dianggap tidak mengerti peta politik yang ada, ya mohon dimaafkan. Semoga Allah menambahkan ilmu yang bermanfaat, untuk saya, Anda, dan kita semua. Allahumma amin.

    “antum ga percaya bi???ini berdasarkan pngalaman anak ana yg paling besar prnah melakukan itu, saat rezim suharto msh berkuasa,saat di depan pos pintu jaga monyet(itu lhoh bi, orang2 dulu, nyebut pintu istana yg dijaga sama P.M itu dgn pos jaga monyet).&kl antum msh ga percaya, besok pagi, saat presiden keluar dr istana, silahkan coba!kita lihat apa yg akan terjadi.nyoba gratis koq bi.

    Komentar: Oh, maksudnya pos jaga monyet itu kayak begitu. Maaf, maaf, saya tidak mengerti istilah “pos jaga monyet” itu. Ini saya kira kata-kata yang bersifat kotor. Maaf sekali lagi maaf. Dengan ini komentar saya soal “kata-kata kotor” saya ralat. Sekali lagi mohon maaf. Kalau mencoba kesana, kayaknya tidak mungkin Mbak. Dari sisi usia, bukan umur saya lagi untuk itu. Itu anak-anak mahasiswa.

    “nah itu dia bi, kmaren smua golongan yg demo bkoar2 bawa kerbau aja ga didengar,apa lagi yg cuman bkoar2 di blog ini???Wallahu’alam.

    Komentar: Bukan Mbak, demo dan tulisan di blog jelas beda. Blog ini benar-benar untuk berbagi wawasan. Maka saya sarankan, sudilah membaca barang sedikit tulisan-tulisan disini. Isinya mayoritas untuk pemberdayaan wawasan. Itu saja. Ada sih memang pembentukan opini untuk menuju suatu capaian politik. Misalnya ketika Ummat Islam disudutkan, nah disini diberi pembelaan atas upaya penodaan itu. Tapi untuk menggerakkan manusia, ya harapannya tidak terlalu banyak. Paling hanya 20 % saja. Sisanya 80 % tetap untuk pemberdayaan wawasan.

    “Subhanallah…, abi tau???abi terpancing argumen ana,berarti apa yg ana sdh perkirakan setidaknya terbukti.Jd silahkan, antum perkirakan sendiri, apa yg saya perkirakan tentang pola pikir antum.

    Komentar: Yo wis silakan Anda perkirakan, direnungi, dihayati, dan seterusnya. Itu hak setiap orang. Saya dianggap salah cara berpikirnya, ya gak apa-apa. Silakan. Tidak mengapa. Tapi saya memohon kepada Allah Ta’ala agar selalu komitmen di atas kebenaran dan keadilan, sampai akhir hayat. Amin Allahumma amin.

    ‘Afwan bi…,antum salah besar, jk antum pikir ana adalah seorang ‘aktivis’ PKS,antum prnah dengar L.M.N.D bi???? sudahlah ana rasa,ana sdh cukup tmbah menguras energi ana yg jd terbuang utk menanggapi blog ini.& semoga semua tidak sia-sia.amin. salm buat zaujan &semua anggota keluarga abi di rumah, mohon maaf segala bentuk kesalahan, yg telah ana perbuat,yg sdh menyinggung anta semua. wassalamuaikum. Dari ana al-mar’atul’ula.

    Komentar: Untuk kesekian kalinya, saya memohon maaf atas kalimat-kalimat yang keras di bagian akhir jawaban saya kemarin. Dan mohon maaf lagi ketika salah menyebut Anda sebagai aktivis PKS. Lebih mohon maaf lagi ketika blog ini sudah menguras pikiran dan tenaga Anda, padahal pikiran dan tenaga itu kalau digunakan untuk memikirkan Ummat, tentu akan sangat hebat pengaruhnya. Mohon maaf membuat kerja Anda dalam pembelaan Ummat terganggu dengan tulisan atau komentar di blog ini. Ya, insya Allah nanti salamnya saya sampaikan kepada keluarga. Oh ya, sama-sama, mohon dimaafkan juga kalau saya juga banyak menyinggung perasaan Anda.

    Sampaikan salam hormat saya untuk suami Anda, Mu’tashimbillah, serta kakak-kakaknya. Semoga mereka menjadi manusia yang memuaskan hidupnya, bagi diri mereka sendiri, bagi orangtua, dan bagi kaum Muslimin. Allahumma amin ya Karim. Wa’alaikumsalam warahmatullah wabarakaatuh.

    AMW.

  59. nano mengatakan:

    Assalamu’alaikum wr,wb

    Kalau menurut saya sebaiknya kita semua berkaca diri siapapun dia,baik dari pks ataupun yg nonPKS kalau ada diantarannya yg salah bersegeralah memohon ampunan Allah dan berjanji untuk tidak mengulanginya dan jangan ada yang merasa paling benar demi kebaikan Jama’ah ini.Amiin (Saling nasihat – menasihati sangat penting dengan bilhikmah)

  60. YUDI mengatakan:

    PKS mulu!!!!
    booooriiiing…!!!
    ga ada pembahasan yg lbh aptudet apa???
    yg lebih aktual geto loh.Fokoke jgn PKS mulu!
    PKB ke’, ato GERINDRA?ato DEMOKRAT??,ato GOLKAR???ato HANURA???ato apalah???
    gimana teman-teman ????SETUJU, jika kita ga mbahas PKS lg ????????boring tau!!!jenuuuh!
    ga’ pada ngerasa apa???coba liat tuh,di daerah saya DEUYEUH KOLOT lg kerendem banjir,ini saya aja sampe ngungsi kerumah sodara saya di kebon bibit.
    cmon guys…,wek ap!smell de kofee.
    kesannya ini blog jd PKS bangetz deh????saya jg kan butuh inpo dr blog ini,yg ga’cuman PKS mulu.
    oke guys???
    oke abi syakir???
    OKKELAH KKALO’ BEGGITTU..TU..TU..TUU….
    trims!

  61. abisyakir mengatakan:

    @ Yudi…

    Akhi, disini kan bukan “pkswatch” yang concern dengan isu-isu PKS. Kalo dalam soal parpol, saya membahas PKS sebenarnya karena awalnya mgapreasiasi partai ini. Mungkin saya bisa dimasukkan kategori “penonton kecewa”. Ya Anda tahu sendirilah. Kadang “penonton kecewa” ini lebih keras suaranya ketimbang org yang tidak pernah menonton sama sekali. Tapi jangan sebut kami sebagai “barisan sakit hati”. Tidaklah. Kita sudah bersyukur dengan semua pemberian Allah Ta’ala. Alhamdulillah. Kalo kami iri dengan hasil2 materi mereka, kami akan berebut di arena mereka. Laa haula wa laa quwwata illa billah.

    Ingat Akhi, suatu kaum yang telah ditunjukkan jalan SAKINAH hatinya, dia tidak akan tergoda dengan “kemewahan” dunia politik. Justru para politisi itu akan kesulitan menemukan “jalan pulang”, setelah menggadaikan jalan itu dengan perhiasan yang bersifat sesaat.

    AMW.

  62. mamin mengatakan:

    pendapatku adalah benar tapi bisa jadi mengandung kesalahan, pendapatnya adalah salah tetapi bisa jadi mengandung kebenaran (Imam Syafi’i)
    Ayolah semangat ukhuwah, jgn jadi islam yg ashobiyah (panatik golongan), ntr di akhirat nggk ada kok yg namanya islam pks, islam IM, islam salafy ato apalah.. yg ada cuma ISLAM doank, toh ntr dihisabnya juga sendiri2.

    Mengenai perbandingan PKS dan IM ya syah2 aje, klo di koreksi ama temen ato sodara ya diterima aja dulu, karena keburukan/kebaikan yg nilai bukan kita tp kerabat/lingkungan sekitar. krn keburukan itu lebih mudah dilihat daripada kebaikan (kecuali punya sifat riya’).

    Jd klo memiliki prestasi biarlah kagak usah kita omongin sendiri kan bisa riya’ tuh. toh orang bisa menilai dengan sendirinya apakah itu sebuah kabaikan/keburukan. dan yg terpenting hanya Alloh SWT lah yg paling benar pendapatnya.

  63. Ahmad mengatakan:

    Assl….!akhi,buat apa kita mempermaslahkan bagian dr agam kita, apa pun organisasinya yang pstinya tujuan kita adalah kejayaan islam, terlepas dr itu kita adalah makhluk yg dhaif penuh dgn kesalahan,tp sadarlah bahw akita adalah saudara seiman…!afwan

  64. emcho mengatakan:

    Ibarat sebuah rumah yang tinggal didalmanya anggota-2 keluarga. Semua anggota tahu bahwa lantai kotor, langit2 kotor, letak meja kursi tidak pada tempatnya. Anggota-keluarga ada yang pegang sapu mencoba menyapu, yang lain pegang ember dan kain pel, yang lainya lagi mengeser meja dan kursi ditempatkan pada tempatnya. dengan tujuan agar menjadi rumah idaman, yang bersih, nyaman untuk ditinggalai dan juga elok dipandang. Tapi begitu hasil sapuannya kurang bersih, diolok2 lah dia. Ngepelnya kurang licin diolok2 lah dia. Menggeser meja kursi kurang…dolok2lah dia. Apakah lebih mulia mr. perfect yang berdiam diri… yng hanya punya konsep, dan hanya berteori dengan orang bergerak???? alangkah elok dan indahnya apabila semua anggota keluarga dalam rumah saling bahu-membahu memberi semangat dan dukungan antar sesamnya jauh dari syakwasangka.

  65. abisyakir mengatakan:

    @ Ahmad…

    Wah, susah juga ya bicara pada orang-orang PKS. Susah sekali, susah, susah…

    Dalam tulisan itu kan sudah dijelaskan secara gamblang, saya meragukan koneksi antara PKS dengan Al Ikhwan. Apa alasannya? Sebab dari yang saya pahami selama ini, tampak perbedaan yang jelas antara keduanya. Contoh, Hasan Al Banna sangat anti kolonialisme-imperialisme. Tetapi PKS sudah dua kali mendukung koalisi Demokrat yang membawa madzhab Liberalisme ekonomi. Liberalisme bagi negara-negara Muslim seperti Indonesia yang lemah ini, kan sama saja dengan kolonialisme. Tetapi dengan istilah yang “lebih sopan”.

    Mudah-mudahan yang pada berkomentar ini sedikit mau memakai akalnya. Maaf, kalau saya agak kasar.

    AMW.

  66. ifan mengatakan:

    mantaf,,,, terus dukung kebangkitan islam dengan sikap kritis kalian, yang lain udah bikin agenda kalian ribut ngurusin pks yang kadernya terus bergerak membenahi negeri ini….

  67. Azizy mengatakan:

    Aslm. Astaghfirullah…
    Ya akhy wa ukhty, jika antum fillah ingin tahu tentang Pe-Ka-eS dan I-eM ataupun yang lainnya, coba langsung saja terjun ke dalam holaqoh mereka sekaligus, ikut PKS dan IM, tapi jangan dulu jadi member, ikuti saja, rasakan sendiri. Lambat laun kalian akan kenal siapa mereka. Tidak semua yang mereka bilang tentang yang lain itu benar, begitupun sebaliknya. Kita sebagai umat islam itu bersaudara, tapi mengapa para aktivis dakwah di negeri kita ini seperti saling benci, saling berebut kader yang bau kencur? Sudahlah mari berhusnudzon, kesampingkanlah ego masing-masing, selama aqidah kita sama, selama orientasi kita Allah kita adalah saudara seperjuangan, sama-sama hamba Allah dan umat Rasulullah. Islam itu universal, dakwah itu dinamis.
    Wahai saudara(i)ku, genggamlah erat Islam di hatimu dengan caramu sendiri, berpedomanlah pada Quran dan Hadist. Sesungguhnya setiap amal tergantung pada niatnya.
    Syukron.

  68. el-magatani mengatakan:

    assamualaikum. wr. wb mari kita saling mengingatkan sesama muslim. wahai saudaraku,

  69. el-magatani mengatakan:

    wahai saudaraku, dalam sunnatullah dakwah rosul adalah dakwah dan jihad, ketika perjuangan syariat islam lewat parlemen akan susah untuk menerapkan syariat islam secara syumul. kita lihat FIS, Masyumi dll. mengalami kegagalan ketika itu.
    ana pernah tanya pada ustd.tarbiyah, mungkin gak kalau pks menang lalu bisa menerapkan syariat secara menyluruh? tapi beliau mengatakan tidak tau.
    wahai saudaraku jika seandainya pks betul2 memperjuangkan syariat islam dan terbuka dengan syariatnya dan misalkan menang pasti akan dihancurkan oleh kaum kufar yang sudah termasuk sunatullah dakwah yang intinya akan kembali ke dakwah dan jihad.

  70. el-magatani mengatakan:

    dulu waktu ana di uns ketika masih menjadi pk ana melihat kader2nya istiqomah dalam memperjuangkan syariat islam tidak menutup-nutupi.
    wahai saudaraku di parlemen banyak sekali hak2 Allah dirampas. ada seorang yang dulu ikut dalam parlemen dan ingin memperjuangkan syariat islam, ketika itu beliau menetang uu yag bertentangan dagn syariat islam, dan beliau sudah berusaha melobi kemana-mana akan tetapi birokrasi sungguh rumit seakan para pejabat tidak mau tau terhadap apa yang diusulkan. sehingga beliau merrasa sedih hatinya banyk hak2 Allah yang dirampas di dalamnya

  71. el-magatani mengatakan:

    wahai saudaraku, jika kalian mengenal hasan albana dan sayyid qutb, kalian akan tau bedanya dgn IM yang sekarang.
    mari kita baca buku yang langsung dikarang beliau seperti ust. sayyid qutb dengan judul MAALIM FII ATHARIQ
    ketika membaca, bacalah bukunya yang ditulis langsung oleh penulisnya.

  72. el-magatani mengatakan:

    wahai saudaraku, ketika kita lunak dalam urusan syariat islam pakah kita lupa akan sikap rasullullah ketika ada seorang wanita yang mencuri lalu usamah bib zaid memintakan keringanan hukumannya. tahukah antun bagaimana reaksi rasullulah??
    beliau sangat marah sembari berdiri ketika hukum Allah diusik. dan berkata: sungguh perbuatan yang telah menghancurkan umat sebelum kamu apabila yang mencuri dari kalangan terhormat mereka biarkan akan tetapi ketika yang mencuri dari kalangan lemah mereka melaksanakan had tersebut. lalu beliau bersabda:
    seandainya fatimah putri muhammad mencuri sungguh akan aku potong tangannya.
    inilah wahai saudaraku sikap nabi kita karena cinta beliau karena Allah semata.
    mari kita renungkan saudarku apakh di parlemen ada sikap-sikap seperti ini?? atau malah mencari keringanan2.
    dan ana yakin jika ada seseorang bersikap seperti itu di parlemen hanya ada 2 kemungkinan yang akan menimpa dirinya:
    1. orang tersebut akan mengundurkan diri, karena tidak sampai hati hukum2 Allah di rampas.
    2. oramg trsebut akan dimusuhi habis2an dan orang yang menentangnya akan menyingkirkannya.
    inilah sunatullah dakwah ketika menyuarakan al-HAQ
    dan ana melihat orang-orang tersebut beberapa mengundurkan diri, atau dulu Masyumi yang diberangus karena sikap tegasanya tentang syariat islam dan selalu menyuarakan kebenaran walaupun pahit.
    QUL AL-HAQ walau KAANA MURRON. mungkin itu yang nendasari mereka. katakan kebenaran walau pahit.
    Wallahu A’lam

  73. HARIS mengatakan:

    assalamu’alaikum wr wb

    negeri ini penuh orang bermaksiat kpd Allah.
    ada yang ninggalin sholat
    ada yang korupsi
    ada yang berzina
    ada yang berjudi
    dll

    negara ini menghadapi
    kemiskinan
    kebodohan
    pengangguran
    dll

    apa tugas kita :
    wahai para pemuda majulah untuk memberantas yang kita hadapi dinegara kita ini : langkah-langkah yang harus kita ambil:

    1. Memperbaiki diri
    2. Membina rumah tangga muslim
    3. Membina masyarakat
    4. Memperbaiki Pemerintahan
    5. Membebaskan negeri dari pengaruh asing
    6. Membangun khilafah
    7. dan menjadi guru sekalian alam

    الإِسْلاَمُ نِظَامٌ شَامِلٌ يَتَنَاوَلُ مَظَاهِرُ الْحَيَاةِ جَمِيْعًا فَهُوَ دَوْلَةٌ وَوَطَنٌ أَوْ حُكُوْمَةٌ وَأُمَّةٌ، وَهُوَ خُلُقٌ وَقُوَّةٌ أَوْ رَحْمَةٌ وَعَدَالَةٌ، وَهُوَ ثَقَافَةٌ وَقَانُوْنٌ أَوْ عِلْمٌ وَقَضَاءٌ، وَهُوَ مَادَةٌ وَثَرْوَةٌ أََوْ كَسْبٌ وَغِنَى، وَهُوَ جِهَادٌ وَدَعْوَةٌ أَوْ جَيْشٌ وَفِكْرَةٌ، كَمَا هُوَ عَقِيْدَةٌ صَادِقَةٌ وَعِبَادَةٌ صَحِيْحَةٌ سَوَاءٌ بِسَوَاءٍ

    Islam adalah agama yang menyeluruh, mencakup semua bidang kehidupan; Islam adalah negara dan watan atau pemerintah dan umat. Akhlak dan kekuatan atau rahmat dan keadilan. Pengetahuan dan undang-undang atau ilmu dan kehakiman. Kebendaan dan harta atau usaha dan kekayaan. Jihad dan dakwah atau tentara dan fikrah. Akidah yang benar dan ibadah yang sah tidak kurang tidak lebih.

  74. haris mengatakan:

    Sebenarnya PKS itu ya IM itu. Hanya saja PKS adalah IM di Indonesia yang menjelma dalam wujud partai poilitik, haus kekuasaan. Bagi PKS setiap korupsi yang ia lakukan itu sejatinya bukan korupsi tapi mengambil zakat negara, Jika calegnya main suap, itu adalah shadaqah,saat bernepotisme, mereka itu sedang ta’awanu alal birri wat taqwa (saling menolong dalam kebaikan), saat menjilat penguasa, mereka itu sedang mencari perlindungan dakwah, dan lain-lainnya. BAGUS BUKAN ?

  75. Nazar mengatakan:

    Assalamualaikum Wr. Wb

    Saudara Admin yang saya hormati dan saya cintai karena Allah. Saya juga salah seorang yang dulu begiru mencintai dakwah ini, sekarang pun masih saya cintai juga. Semenjak saya kuliah saya sangat inten melakukan kegiatan dakwah di kampus. Saya sangat ingat dengan taujih2 yang menyejukkan dan menenangkan hati saya dari para ustazd yang dulu ketika saya pandang bertambah iman saya. Tapi saya sangat jarang menjumpainya sekarang.
    Teman2 di PKS hendaknya jangan menanggapi dengan kemarahan ketika membaca tulisan ini, tapi bisa merenung dan mengintrospeksi kesalahan yang ada. Saya ingat ketika dulu saya membaca risalah tarbiyah Hasan Al-Banna beliau menolak masuk ke kancah politik di Mesir karena ingin membangun dakwa. Nah bagaimana dengan kita?

    Walaupun dikatakan Partai adalah bagian kecil dari dakwah, sekarang saya merasa sudah terbalik, Dakwah adalah bagian kecil dari partai.

    Sejak saya melihat perubahan itu, langkah demi selangkah saya menarik diri. Saya juga lagi menunggu kapan lahir para da’i seperti dulu…..

  76. gunawan mengatakan:

    Assalamu’alaikum
    Saya memperhatikan tulisan dan komen dalam entri ini, dan makin membuat saya cengar-cengir.
    Tulisan di atas adalah pendapat penulisnya dari pengalamannya (jika memang benar). Dari pengalamannya itu, penulis kemudian menambahkan input info lain dan kemudian mengembangkan pendapatnya yg tentu saja masih dari perspektif penulis sendiri.
    Saya kira wajar2 saja apa yg ditulis abi syakir ini. wajar sekali bila sebuah partai yg bergerak dalam ranah publik mendapat sorotan juga kritikan. buat para kader, seharusnya ini bisa menjadi masukan bahwa ada orang2 di luar yg punya sudut pandang berbeda ttg partai ini. toh kritik dari internal partai dan jamaah tarbiyah sendiri juga cukup banyak.
    jadi mengapa harus defensif dalam menanggapi tulisan ini dan sampai mempertanyakan sepak terjang si penulis yg diperbandingkan dg langkah2 da’wah jamaah tarbiyah? saya yakin para asatidz yg membaca komen2 defensif ini akan geleng2 kepala. kita tidak perlu terlalu sentimen dg pandangan jamaah lain. mungkin banyak yg komen juga merupakan aktivis baru ghirah. insya Allah kelak akan lebih dewasa menyikapi kritik. bagaimana akan sukses dalam ishlahul mujtama’ jika tidak siap dikritik. bagaimana bisa berlanjut sampai ke ustadziyatul alam jika begini? Ingat, untuk mencapai kesempurnaan dalam mihwar daulah diperlukan kedewasaan sikap dan kearifan.
    Saya harap penulis juga tidak terlalu defensif dan seperti counter attack atas komen2 yg ada dan lebih fokus lagi. santai saja…Afwan.
    Wassalamu’alaikum

  77. jodi mengatakan:

    astaghfirullahaladziiim…..
    semoga Allah mengampuni dosa kita semua….
    saat membaca awal tulisan ini kata2nya kok halus-haluuuus….. tapi setelah dapet koment. di baca terus-menerus kok jawaban penulis makin kasar ya??? terus yang harus di ikuti yg manaaa….. kayaknya sama saja…
    ya afwan, mungkin sy yg masih muda. thn 96 sj masih SD jd ga tau, apalagi kenal sama ust. Rahmad Abdullah.
    tapi dr jawaban2 ustad atau syeikh penulis yang kadang kasar sy juga malah jadi ragu (afwan sebelumnya)
    Ibaratnya kita mau ke Mekkah…. dengan cara naik apapun kita… entah naik bus…mobil….pesawat…atau mbecak…. lebih baik kita saling menghormati lah ustad… kalo kita saling jegal…saling tabrak…ya nggak sampai-sampai… begitupun dalam dakwah ini. Kalau kita saling jegal sesama muslim…ya khilafah Islamiyah ga segera tercapai…
    masih banyak saudara kita sy rasa yg belum tersentuh dakwah..tersentuh Islam dan butuh uluran tangan dan cahaya Islam yg mungkin kita ketahui.
    kalo teman sy bilang:”ngapain ribut berdebat masalah Sholat Subuh pake qunut apa tidak, lha wong yg ga sholat subuh aja lebih banyak”

    syukron jazakallah atas informasinya. semoga informasi yg benar(dlm hukum Allah) mendapat pahala…dan jika salah ustad bs sgr bertaubat, memperbaiki dan di ampuni oleh Allah.

  78. abisyakir mengatakan:

    @ Jodi…

    Sebenarnya, awal jawaban yang Anda sebut keras itu, tak lain karena justru dimulai oleh komen-komen saudara-sadara PKS yang kasar-kasar, dan galak-galak. Coba Anda runut dari awal, sejak komen awal. Itu mulainya selalu dari sana. Bisa saja sih komen-komen itu didiamkan, dibiarkan. Tapi karena khawatir jadi kebiasaan buruk, ya ditanggapi saja. Meskipun saya sendiri juga tidak lepas dari khilaf dan emosi.

    Atas semua salah dan kekurangan yang ada, semoga Allah Ta’ala mengampuni saya, Anda, dan kita semua. Allahumma amin.

    AMW.

  79. Lisan Shidqi mengatakan:

    Allhamdulilah stlh saya baca artikel ini saya sadar….
    banyak sekali orang2 yang mebanggakan organisasi atau alirannya sendiri sendiri, sebelum ia mengoreksi dirinya sendiri.
    dengan adanya artikel ini saya sadar betapa bnyk kesalahan diri saya dan insyaallah saya akan mengoreksi diri saya…

  80. Lisan mengatakan:

    Assalamu’allaikum Wr. Wb.

    Saya sangat sependapat dengan penulis, bahwa ikhwanul muslimin tidak bisa disamakan dengan para kader PKS di negeri ini, memang mungkin kader PKS yng dimaksud penulis tidak semua, tetapi realitanya bisa kita lihat sendiri di negara ini. seseorang merasa sangat bangga sekali dengan kelompok2 mereka sendiri walaupun mereka mengetahui bahwa kelompok mereka salah, meeka selalu saja membelanya.

    “karena itu satu-satunya cara kembalilah ke jalan Allah”
    saya berharap kepada penulis agar kritikan2 pedas di atas yng ditujukan ke penulis,agar tidak dimasukkan ke ati, itu adalah resiko dakwah,dan saya juga berharap agar penulis tidak menghentikan dakwahnya.

    Wassalammu’Allaikum Wr.Wb

  81. FNH mengatakan:

    setelah membaca atrikel ini, terus terang saya merasa sangat bersyukur… saya telah diperingatkan… dan dengan ini azzamku pun tumbuh untuk membuktikan bahwa kita memang include dalam dalam jama’ah yang insyaAllah dimulyakan oleh-Nya ini…. saya berharap teman-teman yang lain pun demikian….Jzklh….

  82. hikmat mengatakan:

    alhamdulillah setelah membaca tulisan tersebut, jadi sadar diri ;) belum layak lah disebut kader kebaikan, dibanding para pendahulu pendiri IM dan para pejuang yang lain. mereka berkomitmen terhadap al islam ini.
    semoga kita dijauhkan dari sifat berpuas diri dan merasa lebih baik dibanding yang lain.

  83. Kaunan mengatakan:

    Ass.ww, abisyakir, antum mengaku pernah jadi kader PK, tapi ana sangsi, jgn2 antum hanya mengaku saja, tapi belum diakui, shg begitu getolnya antm mencari2 komparasi PKS dg IM,

  84. asna mengatakan:

    Ass. wr. wb.
    Saudaraku, kita boleh berbuat apa saja. Kita boleh mengkritik, tentu saja sangat dianjurkan untuk amar ma’ruf nahi mungkar. Apa artinya kritik? apa artinya amar ma’ruf nahi mungkar? Untuk membuat orang menjadi lebih baik atau lebih buruk. Membuat orang lain berdosa? atau menjadi orang yang menuai pahala? Apakah yang kita tuliskan ini punya makna? Mari kita renungkan bersama. Kita jangan terjebak untuk menjadi benar sendiri dengan argumentasi yang kita bangun. Apakah perdebatan ini membawa berkah atau mengundang setan? Lihat niat dihati kita masing-masing. Kalau kita masih ingat: Dari Abu Musa Al-Asy’ari -radhiallahu anhu- dia berkata: Aku bertanya, “Wahai Rasulullah, kaum muslimin manakah yang paling utama?” maka beliau menjawab:
    مَنْ سَلِمَ الْمُسْلِمُوْنَ مِنْ لِسَانِهِ وَيِدِهِ
    “Siapa yang kaum muslimin lain selamat dari gangguan lidah dan tangannya.” (HR. Al-Bukhari no. 6477 dan Muslim no. 2988)
    Dari Sahl bin Sa’ad As-Saidi -radhiallahu anhu- dia berkata: Rasulullah -shallallahu alaihi wasallam- bersabda:
    مَنْ يَضْمَنْ لِي مَا بَيْنَ لِحْيَيْهِ وَمَا بَيْنَ رِجْلَيْهِ أَضْمَنْ لَهُ الْجَنَّةَ
    “Barangsiapa yang menjamin untukku bisa menjaga apa yang ada di antara dua janggutnya (janggut dan kumis) dan apa yang ada di antara kedua kakinya, maka aku menjamin surga untuknya.” (HR. Al-Bukhari no. 6474)
    Wa’alaikum salam ww

  85. orang GUNUNG mengatakan:

    sungguh kajian yang di tumpangi oleh kedengkian,maneh harus mengkaji lebih dalam lagi tentang siapa itu PKS.
    aing mau nanya,ente itu pengamat politik atau komentator olahraga?
    kayanya ente lebih banyak belajar k siPOLTAK!!!!!

  86. abisyakir mengatakan:

    @ Asna…

    Wa’alaikumsalam warahmatullah wabarakaatuh.

    Terimakasih atas masukan yang disampaikan. Tapi mohon Anda jangan salah mengerti. Tulisanku itu bukan ghibah, ia berupa kritik. Atau katakanlah sebuah studi kritis membandingkan satu hal dengan hal lain. Dalam dunia ilmiah, kritik ini hal biasa. Dulu imam-imam hadits biasa saling kritik-mengkritik, malah cela-mencela antar sesama ahli hadits. Saya mengkritik PKS, atau PKS mengkritik saya, tidak masalah. Ya, kita sama-sama manusia biasa, tidak ada yang ma’shum, jadi boleh saling memberi masukan dan kritik.

    Jangan merasa organisasi Anda sudah suci, lalu mengharamkan kritik yang masuk. Ini sama sekali tidak benar. Seharusnya, kritik itu, selagi proporsional dan didasarkan bukti-bukti, diterima dengan baik. Malah Anda harusnya bersyukur, ada yang menunjukkan sisi-sisi negatif tertentu pada organisasi Anda. Bila semua orang diam, Anda akan terlena, lalu menjadi “tiran” yang membabi-buta. Na’udzubillah min dzalik.

    Anda menyebut hadits-hadits Nabi seputar menjaga lisan. Saya balik bertanya, apa tulisan saya itu isinya zhalim, kebohongan, pengkhianatan, merusak kehormatan Anda, memfitnah kelompok Anda, dll? Apakah seperti itu? Wah, ini orang senang mendalili sesuatu dengan dalil-dalil yang tidak semestinya. Masak tulisan seperti itu dikaitkan dengan fitnah dan bahaya lidah? Disana saya tidak mencaci-maki kelompok Anda, tidak memfitnah, tidak menzhalimi, tidak membohongi masyarakat, dll. Coba baca lagi lebih teliti.

    Sayang sekali…cara berpikirnya tidak “konek”.

    AMW.

  87. abisyakir mengatakan:

    @ Oki Ziaulhaq (orang gunung)….

    Apa yang harus ditanggapi dari tulisan Anda? Sebagai orang yang tinggal lebih dari 15 tahun di Bandung, saya paham arti kata-kata yang Anda tulis itu. Itu bukan mencerminkan sikap seorang Muslim yang waras (sehat lahir bathin). Cara-cara seperti ini sering muncul di forum ini, lalu menjebak orang lain untuk marah, kemudian kemarahan itu menjadi sumber kritik baru bagi yang lainnya.

    Ada rasa heran mendalam di hati. Sejak saya menulis tulisan pendek “Antara PKS dan Ikhwanul Muslimin” ini, banyak sekali komentar masuk. Di antara itu ada yang kasar, fanatik, dan merasa diri suci tanpa noda. Ini adalah sikap beragama yang tidak benar.

    Saya ingatkan satu hal, “Agama kita itu mengajarkan sikap keadilan. Agama ini lurus, tidak belok-belok. Dimanapun Anda berada, jika prinsip keadilan itu ditinggalkan, berarti disana ada potensi kesesatan.”

    Partai politik tertentu sering mengklaim dirinya bersih, peduli, profesional, kadernya tidak korup, kalau demo selalu simpatik alias tidak rusuh, pengurus tidak ada yang merokok, dll. Dengan hal itu mereka menonjolkan diri dan mengkritik partai-partai lain. Bukan hanya partai, kadang mereka mengkritik jamaah-jamaah dakwah yang tidak ikut Pemilu. Katanya, “Mereka hanya ngomong doang, tidak ada kerja nyata!” Lihatlah partai ini, mereka sering mengkritik orang lain di luarnya. Tetapi ketika dikritik sedikit saja, mereka marah-marah.

    Itukah yang dinamakan keadilan? Bagaimana bisa membangun KEADILAN dan SEJAHTERA, kalau sikap mereka sendiri selalu tidak adil? Ini benar-benar aneh. Tetapi keanehan demikian selalu dinikmati, dihayati, dilestarikan, dikembangkan, ditumbuhkan, dibangun, serta diwariskan kepada generasi nanti. Amat sangat menyedihkan.

    AMW.

  88. naya mengatakan:

    tidak usah saling menghujat,,,,marilah berlomba-lomba dalam ketaatan…saya salah satu kader PKS,,saya tidak menyalahkan orang yang memandang negatif pada PKS,,,ini negara demokrasi setiap orang punya hak mengeluarkan pendapat dan membuat analisa…hanya saja,,,bagaimana mungkin islam bisa berjaya jika para para pemeluknya saling menghujat…tidak usah saling bersitegang disini..

  89. naya mengatakan:

    betul….

  90. rivai mengatakan:

    Tapi saudara penulis. Anda menulis hanya berdasarkan pandangan… pandangan… dan pandangan. Tetapi anda tidak memiliki referensi, referensinyapun cari yang terbukti kebenarannya. Bahkan andapun seperti seorang tetangga yang melihat rumah tetangganya dari luar tanpa tahu isinya. Masuk ke dalamnya saudaraku, kalau anda ingin mengetahui kebenaran yang sebenarnya.

    Dan tolong untuk selanjutnya berhati-hati dalam menulis. Bisa jadi akan menjadi fitnah

  91. rivai mengatakan:

    Kepada semuanya. Terlepas dari kader PKS ataupun kader da’wah dari wajihah manapun. Terutama yang merasa bagian dari jama’ah tarbiyah. Kenapa kita harus saling menuding seperti ini. Dari pada saling menjatuhkan lebih baik kita saling menopang… baik itu PKS atau apapun, itu hanya wasilah, SARANA… ada tidak adanya PKS da’wah akan tetap jalan. Ana kader PKS loh… tapi ana mengakuinya, karena sebutan sebagai kader PKS itu hanya semacam kata lain dari kader da’wah. Kalau memang kalian merasa ada yang salah di dalam PKS, bukan MENYALAHKAN, MENGKRITIK dan MENGOMENTARI tok seperti ini. Semuanya tidak akan selesai hanya dengan seperti itu. Perbaiki dong, masuk ke dalamnya dan perbaiki apa yang menurut anda salah. Kalau anda merasa sebagai kader da’wah.

  92. ummu farras mengatakan:

    ass.
    Dengan rasa sedih yg mendalam…aku merasa kita terjebak dalam legalitas label duniawi yg gak penting….PKS…Tarbiyah….Ikhwanul Muslimin…Hizbut Tahrir…Jama’ah Tabligh…dengan seabreg label lainnya yang penting di hadap[an Allah adalah manusia yang mau berjuang membela agamaNya dengan selurus2nya…tak akan pernah ditanya diakhirat kelak…”darimana haroki anda berasal…so,berbuatlah yg terbaik untuk umat Islam apapun haroki anda….

  93. HARIS mengatakan:

    maret 26, 2010 pukul 6:59 am menulis dengan nama haris (huruf kecil) adalah adalah orang yang berfikiran nii, mencuri dengan alasan rampasan perang dan bukan pernyataan saya (HARIS). saya pernah debat sama 0rang nii,orang-orang NII tidak terima IM berkembang pesat di indonesia dan orang orang IM songong masuk keindonesia tanpa izin orang2 NII.

  94. abu faiz mengatakan:

    @tar Hadi
    afwan, ana sangat tersinggung krn ana kader HTI klo mau bilang HTI tdk sama dengan HT coba buktikan secara ilmiah dengan mencari referensi yang banyak. bukan hanya sekedar berkomen saja. klo mau tau lebih banyak masuk ke HT yang ada di negara mana saja, insya Allah kami satu pemahaman. jazakallah

  95. abu faiz mengatakan:

    @tar Hadi
    afwan, ana sangat tersinggung krn ana kader HTI klo mau bilang HTI tdk sama dengan HT coba buktikan secara ilmiah dengan mencari referensi yang banyak. bukan hanya sekedar berkomen saja. klo mau tau lebih banyak masuk ke HT yang ada di negara mana saja, insya Allah kami satu pemahaman n gerak. jazakallah

  96. A'isyah mengatakan:

    Saya kader PKS, tapi dalam berda’wah slalu mengedepankan kebutuhan umat agama,pendidikan,sosialkemasyarakatan..bahkan saya ga bawa atribut kemana-mana saya hanya menyampaikan islam yang menjadi kebutuhan umat. Tentang kekecewaan atau penilaian antum thdp manuver aneh dari pks.silahkan saja tapi semua tidak bisa dijelaskan melainkan ada mekanisme jama’ah atau syuro yang antum tidak ketahui..yah..memang untuk mecapai qualitas pks sama dengan IM masih terus dilakukan , tulisan antum baik secara maksud..namun kurang baik secara etika..ada proses yang antum lewati..yaitu tabayun internal..by the way..saya tetap berbaik sangka pada antum.saya juga berintrospeki..BAIK UNTUK AL IKHWAH kita benahi diri kita..untuk memberikan yang terbaik pada Allah,Rosul dan Umat. kuatkan tali ukhuwah kita!!!Allohu akbar..

  97. A'isyah mengatakan:

    Saya kader PKS, tapi dalam berda’wah slalu mengedepankan kebutuhan umat agama,pendidikan,sosialkemasyarakatan..bahkan saya ga bawa atribut kemana-mana saya hanya menyampaikan islam yang menjadi kebutuhan umat. Tentang kekecewaan atau penilaian antum thdp manuver aneh dari pks.silahkan saja tapi semua tidak bisa dibaca hanya dengan penilaian antum..

  98. nita mengatakan:

    semuanya tergantung ashobiyahnya masing-masing….
    melihat seorang saja tak cukup untuk menilai secara keseluruhan… yang saya tanyakan apak demokrasi itu si syari’atkan atau hal yang di mubahkan sedangkan berpedoman selain al qur’an dan assunnah adalah terlarang??????

  99. abisyakir mengatakan:

    @ Nita…

    Dari Anda: “Yang saya tanyakan apakah demokrasi itu di syari’atkan atau hal yang di mubahkan, sedangkan berpedoman selain al qur’an dan as sunnah adalah terlarang?

    Respon: Saya kurang paham maksud pertanyaan Anda. Apakah Anda termasuk yang mendukung demokrasi? Atau termasuk yang mengharamkan demokrasi? Nada tulisan Anda bisa mencerminkan kedua paham tersebut. Oleh itu, mohon dimaafkan, saya belum bisa merespon, sejauh pertanyaan ini tidak jelas kemana arahnya. Terimakasih.

    AMW.

  100. Islam is our Life mengatakan:

    subahanallah…ide tulisanmu bagus “membandingkan karakter’…tapi jujur…bahasa yang digunakan itu lho…yang saya tau kasih nasehat yang baik pun harus menggunakan adab…dengan cara yang baik..kalau mau nulis lagi dicari pilihan kata dan kalimat yang baik ya…biar maksud baikmu sampai pada tujuan.. baca bismillah dulu, luruskan niat…jangan sampai saudara kita malah ada yang merasa terzolimi…

  101. Abu Salwa mengatakan:

    pelan pelan setiap perjuanngan ada jalan yang harus ditempuh sesuai sengan kemampuan , semua teman seperjuangn jangan kita bertengkar karena pribadi2 sesungguhnya tiap orang punya salah,setiap orang punya kelebihan bilayang merasa benar harus ikut mengawal perjuangan itu sedang yang merasa salah harus mawas diri jamgan arogan, perjuangan umat islam masih panjang

  102. ardi as salafy mengatakan:

    banyak orng pks sendiri yg mengatakan pks tu sesat contohnya nur hidayat

  103. hizbulloh mengatakan:

    anda jangan menghakimi orang dengan seperti itu..!!!
    coba anda lihat diri anda..!!sudah seperti pak hidayat blum..??
    apakah pantas anda berkata demikian..
    seorang muslim dikatakan jahat ketika dia berani menghina saudaranya sesama muslim..!!
    hadit ke 35 HR:bukhori dlm kitab arba’un an nawawiy..

  104. hizbulloh mengatakan:

    na’udzubillah..

  105. anak amma mengatakan:

    assalamu’alaikum wr.wb.
    semoga rahmat Allah…… menyertai kita, Ya Allah..satukanlah hati2 kami di jalan yang Engkau Ridhoi….

  106. numpang_lewat mengatakan:

    maaf, setahu saya LDII itu merupakan bagian dari partai yg berlambangkan ‘pohon beringin’, bisa dilihat dari lambang LDII itu sendiri. bukan merupakan bagian dari PKS.

  107. numpang_lewat mengatakan:

    udah.. udahh.. akhi,, ukhti..
    jgn diladeni org yg ke’ gni..
    biarlah ‘anjing’ menggonggong.. kafilah berlalu..
    makin ribet ja urusanya ntar..
    evaluasi diri masing2..
    jgn sampe upil yg hanya secuil d hidung org lain dbersihin,, semntara upil yg sekarung d hidung sendiri dbiarin gtu ajah..
    siiipp..

  108. Ai.M mengatakan:

    tulisan yang bagus., ambil sisi positifnya., motivasi buat kader PKS untuk menjadi lebih baik lagi..

  109. heran mengatakan:

    AMW katrok bin bencong
    knapa komen saya dihapus, gak bisa jawwab
    dah pake androk aja yah…
    anda menulis seperti itu seolah2 anda orang yang sangat dekat dengan beliau (KH Rahmat Abdullah).

    dah make androk belum sekarang..!

  110. izar mengatakan:

    ^.^v siip …

  111. abisyakir mengatakan:

    @ heran…

    Saya memaklumi semua caci-maki Anda. Saya paham itu. Sebab Anda telah menjadikan PKS sebagai agama, sedangkan ajaran Islam Anda anggap sebagai hobi. Ini sangat dimaklumi. Maka ketika PKS dikritik dengan argumentasi ajaran Islam, Anda tidak mau melihatnya. Bagi Anda, Islam adalah pilihan, sedangkan PKS adalah kewajiban. Masya Allah, laa haula wa laa quwwata illa billah.

    Wajar, wajar sekali, selama ini tidak ada titik-temu. Sebab saya berbicara sebagai Muslim, sedangkan Anda berbicara sebagai = pemeluk agama PKS. Wajar, wajar sekali. Ini seperti berbicara dengan non Muslim, yang jelas tidak mau menerima ajaran Kitabullah dan As Sunnah. Apapun yang keluar dari fatwa-fatwa partai politik diterima, sementara kajian-kajian Islami ditolak.

    Saya tidak pernah membayangkan akan ada manusia yang menjadikan partai politik sebagai agamanya. Saya baru tahu itu sekarang ini. Semula saya menyangka Anda seorang Muslim seperti umumnya pembaca blog ini. Ternyata prasangka saya keliru. Anda menjadikan urusan partai politik lebih tinggi dari urusan Islam. Laa haula wa laa quwwata illa billah.

    Alhamdulillah, Allah Ta’ala menunjukkan kenyataan ini. Sebab semula saya merasa sangat bingung menghadapi Anda ini. Namun ke depan insya Allah tidak akan bingung lagi. Bagi orang-orang non Muslim, misalnya orang yang menjadikan partai politik sebagai agama, dan menolak tuntunan Kitabullah dan As Sunnah; lebih baik didoakan agar mendapat hidayah, agar bertaubat, dan kembali ke jalan Islam. Bila dirinya masih ngeyel dan terus berbuat zhalim, layak didoakan agar dia dan sekutu-sekutunya dalam kezhaliman, dibinasakan oleh Allah Ta’ala. Allahumma amin. Wa shallallah ‘ala Rasulillah Muhammad wa ‘ala alihi wa ashabihi ajma’in.

    Seperti biasa. Untuk ke depan, komentar-komentar Anda yang penuh caci-maki itu akan dihapuskan. Oh ya, Anda menyebut saya bencong… Sementara Anda sendiri tidak pernah menulis nama asli, dari mana asalnya. Bahkan berkali-kali Anda menulis alamat email palsu. Pembaca bisa tahu, siapa yang bencong dan siapa yang masih normal.

    AMW.

  112. sepertiga malam mengatakan:

    PKS 2004 dan dua ribu apapun akan tetap sama. tdk akan berbeda. memang sulit untk mengetahui sesuatu sebelum qt tahu aopa yg ada di dalamnya, utk tahu apa yg ada didalamnya qt harus masuk ketempat itu. Allohu’allam.

  113. Pangeran Diponegoro mengatakan:

    mas heran ini kayaknya penyusup dri non muslim mas…

  114. lelaki biasa mengatakan:

    Insya Allah harapan penulis dan kita semua, untuk kejayaan Islam akan terwujud. Insya Allah PKS akan berjuang untuk itu. Beberapa manuver PKS terbaru, dilihat sekilas tampak kontroversi, tetapi sesungguhnya itu bagian dari ijtihad dalam jihad siyasi. Ijtihad itu bisa salah, bisa jadi benar. Yang jelas bukan diambil secara sembarang. Ada pertimbangan matang. Ada fiqhud dakwah. Ada majelis syuro dan dewan syariah yang mengawal.

    Protes beberapa kalangan adalah wajar, ini mengingatkan saya kembali akan peristiwa perjanjian Hudaibiyah ketika keputusan Nabi memicu protes dan tanda tanya para sahabat. Dan kita bisa melihat hasil keputusan itu dalam sirah. Pada akhirnya sangat menguntungkan Islam.

    Blog adalah media publik, maka kritikan yang baik alangkah bagusnya bila disampaikan kepada pihak yang tepat. Semoga penulis sudah mempertimbangkan, apakah tulisannya yang dilempar ke publik justru menimbulkan fitnah, kontroversi baru, polemik, dan situasi yang justru menyenangkan hati musuh-musuh dakwah, atau, memang memberikan manfaat yang signifikan untuk PKS dan dakwah di bumi Indonesia?
    Tulisan senada banyak tersebar di internet. Memang perlu diriset juga sepertinya ya, apakah tulisan-tulisan itu bermanfaat atau menimbulkan mafsadat untuk umat?

    Satu hal yang saya sukai dari PKS, kader-kadernya tidak menyibukkan diri untuk melempar isu, tulisan atau lisan ke publik tentang harakah ini atau harakah itu, untuk menyoroti kekurangannya. Mereka sibuk memperbaiki diri di dalam, lantas beramal nyata untuk dakwah ini. Bila semua harakah memiliki budaya seperti ini, saya yakin kemajuan dan persatuan umat akan lebih mudah terwujud, termasuk cita-citanya.

    Jika Anda terlibat dalam perpolitikan di Indonesia, Anda akan melihat bahwa PKS sejak awal hingga kini tetap menjadi ancaman utama bagi partai-partai sekular , jika PKS berkuasa alamat Islam akan jaya. Sesuai dengan visi (bahkan) sebelum PK didirikan. Bagi mereka, PKS tetap identik dengan syariat Islam dan cita-cita Islam lainnya. Dan sejatinya memang demikian. Jayanya Islam, berarti terpangkaslah akses kekuasaan sekular dan semua tindakan yang jauh dari ajaran Islam. Dimana tindakan itu merupakan budaya, jatidiri, dan kesukaan mereka. PKS lah satu-satunya partai, satu-satunya perjuangan politik yang punya peluang mewujudkan itu semua di Indonesia. Itulah ancamannya bagi mereka.

    Manuver PKS, seperti wacana ‘terbuka’ adalah bagian dari upaya menggalang dukungan masyarakat Indonesia untuk dakwah ini. Di saat masyarakat belum siap untuk merespon positif terhadap isu seperti “syariat Islam”, “negara Islam”, dan semacamnya, tidak salah PKS terus bekerja mewujudkan semua cita-cita Islam itu, tanpa harus gembar gembor isu kan?

    Doakan PKS, doakan dakwah bersemi di bumi Indonesia.

  115. sudiono mengatakan:

    Saya termasuk yang memiliki pemikiran yang sama dengan Anda Ya Abi Syakir … dulu saya bergabung dengan PKS karena marak dengan kajian2 keislamannya sekarang tidak lagi karena PKS sekarang lebih kental nuansa politiknya dibanding nuansa ruhiyahnya. Ustadz2 yang kaya ilmu sudah semakin sedikit yang muncul dipermukaan, justru yang nongol para politikus2 PKS yang lebih senang memakai baju nasionalisme dibanding baju Islamnya, rasanya PKS baru mirip Ikhwan Al Muslimun saja, mirip …. meski banyak gak miripnya hehehe

  116. abisyakir mengatakan:

    @ Lelaki Biasa…

    Dari Anda: “Blog adalah media publik, maka kritikan yang baik alangkah bagusnya bila disampaikan kepada pihak yang tepat. Semoga penulis sudah mempertimbangkan, apakah tulisannya yang dilempar ke publik justru menimbulkan fitnah, kontroversi baru, polemik, dan situasi yang justru menyenangkan hati musuh-musuh dakwah, atau, memang memberikan manfaat yang signifikan untuk PKS dan dakwah di bumi Indonesia? Tulisan senada banyak tersebar di internet. Memang perlu diriset juga sepertinya ya, apakah tulisan-tulisan itu bermanfaat atau menimbulkan mafsadat untuk umat?”

    Respon: Begini lho Akhil karim… Partai politik itu kan bermain di domain terbuka. Iya kan? Misalnya Antum menyebut tulisan2 di blog ini bisa menimbulkan mafsadat, karena berpotensi melahirkan fitnah di kalangan masyarakat. Tetapi pernahkah Antum berpikir, bahwa partai politik seperti PKS memiliki EFEK FITNAH 1000 kali lebih hebat dari blog seperti ini? Sebab mereka institusi terbuka, dengan pengaruh ke seluruh Indonesia, bahkan dunia. Adapun blog ini, apalah artinya dibandingkan pengaruh mereka?

    Anda kan tahu, PKS sudah masuk jalur kompetisi politik terbuka. Masak sih kita harus memuji-muji terus partai itu? Kan katanya politik terbuka, kok tidak mau legowo menerima kritik? Apa yang disampaikan disini masih legal Akhi, sebab hal itu diakui oleh UU politik yang ada. Kalau dibandingkan kritik media2 massa, apa yang ada di blog ini belum seberapa.

    Harusnya, Antum menasehati TVOne, MetroTV, Trans7, SCTV, dll. karena telah menyebarkan fitnah seputar opini2 politik terkait PKS. Kalau begitu caranya, berarti kalian belum siap masuk arena politik. Sudah saja kembali ke arena pengajian seperti dulu!

    Dari Anda: “Manuver PKS, seperti wacana ‘terbuka’ adalah bagian dari upaya menggalang dukungan masyarakat Indonesia untuk dakwah ini. Di saat masyarakat belum siap untuk merespon positif terhadap isu seperti “syariat Islam”, “negara Islam”, dan semacamnya, tidak salah PKS terus bekerja mewujudkan semua cita-cita Islam itu, tanpa harus gembar gembor isu kan?”

    Respon: Sekarang kita bicara bukti sajalah. Bagaimana keadaan masyarakat Jakarta ketika DPRD didominasi oleh kader2 PKS pada periode 2004-2009 lalu? Bagaimana keadaan Kota Bandung, ketika DPRD juga didominasi kader-kader PKS? Bagaimana keadaan Kota Depok setelah Nurmahmudi menjadi Walikota? Bagaimana keadaan Jawa Barat setelah Ahmad Heriyawan menjadi gubernur? Bagaimana keadaan Sumatera Utara atau Sumatera Barat, setelah tokoh2 yang dicalonkan PKS sukses disana?

    Kita bicara fakta saja, tidak usah berbelit-belit dengan argumentasi apologi. Lihatlah di semua tempat itu, apakah aplikasi Syariat Islam terlaksana dengan baik disana? Bahkan, tidak ada beda antara pemimpin dari PKS dengan lainnya.

    Kalau begitu, PKS masih mau diberi toleransi apa lagi? Sampai kapan manuver2 mereka terus diberi toleransi? Andaikan keadaan bangsa ini tambah hancur, bersediakah pemimpin2 PKS menanda-tangani perjanjian di atas materai, bahwa mereka bersedia digantung di alun-alun, kalau keadaan bangsa ini semakin lama semakin hancur?

    Kalau pemimpin2 PKS bersedia menanda-tangani perjanjian seperti itu, insya Allah saya akan hentikan kritik2 ini ke mereka.

    AMW.

  117. orang doeloe mengatakan:

    Assalamualaikum wr wb.
    PKS adalah jalan dan bukan tujuan, tujuan dakwah adalah menegenalkan ummat ke pada ALLAh SWT dan RasulNya, area dakwah itu sudah jelas kalo hitam ya katakan hitam kalo putih ya katakan putih, tidak seperti area politik banyak area abu-abu (syubhat), seperti kebijkan PKS akhir-akhir ini banyak yang abu-abu, menyamarkan yang sudah jelas hak.

  118. Pengamat mengatakan:

    Masalahnya adalah, dalam kalangan IM sendiri, diterangkan dalam Buku “Menuju Jama’atul Muslimin” karya Hussain bin Muhammad, pada halam 371, soal bagian-bagian keanggotaan IM. Dalam IM terdapat 3 tingkatan, nashir, munnaffid, dan naqib. Nah, posisi naqib inilah yang paling tinggi dan sudah berhak untuk mengetahui rahasia-rahasia dalam jamaah IM.

    Nah, tentu saja di dalam rahasia-rahasia ada strategi2 dakwah politik, siasat, dll. Kalau mau tahu dan penasaran, ya tentu saja, “masuk dulu ke jamaah”. Tapi kalau masuk niatnya pengen tahu “rahasia-rahasia” aja, prediksi saya pasti amat sangat sulit. Takut dikira mata-mata.

    Opini saya, antara IM dan PKS itu ada hubungan. Cuma yang di Indonesia belum cukup berani buka-bukaan, karena 1. Pasti akan banyak yang memberangus, terutama dari penguasa dan rival politik yang lebih kuat, 2. Takut citranya “buruk” karena IM sarat akan perjuangan keras yg mgkn kalau diterjemahkan sama msyrkt Indonesia malah jadi kelompok “teroris” 3. Belum punya kekuatana yang ckup untuk menghadapi pemberangusan mulai dari posisi2 strategis hingga kekuatan militer.

    Nah kalau ngaku sekarang, itu semua punya potensi untuk menghambat dakwah. Oleh karena itu siasatnya sekarang, mungkin, berpura-pura moderat, nasionalis, sehingga voter banyak, posisi jabatan banyak di isi, regulasi dan aset potensial dikuasai. Menghimpun kekuatan lebih besr dan kuat. Hingga akhirnya menjadi yang paling kuat di Indonesia.

    Setelah itu barulah, mungkin, PKS akan bilang, “Yak! kami adalah IM!”

    Masalahnya adalah, apakah siasat dengan cara itu akan berhasil? Wallahu a’alam

    Untungnya mereka sering dinasehati: “perjuangan dakwah itu panjaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaang….”

    -Pengamat PKS :P

  119. anak langkat mengatakan:

    Sumut contoh bobroknya akhlak pks, kau tanya saja keustadz yang ngurusin pilkada disana, uang yang mereka gunakan untuk kampanye berasal dari hasil maling si samsul gubernur pilihan pks, samsul ambil dari apbd langkat,saya sudah ingatkan karena saya tau siapa samsul itu, tapi katanya ini siasah,kalau siasah bolehkah kita ngerampok kayak nerampok bank cimb lalu kita gunakan untuk kampanye, atau bikin kantor Dpp yg lebih megah lagi,ini fikih mana yg kau pakek pks, katanya fikih si hilmi ustadz kondang kau itu, kayak mirip NII ni, jangan2 … jangan2 ngak berani nuduh kau lagi lah, yang pasti aku anak langkat akan menuntut kalian semua di akhirat nanti atas uang APBDlangkat yg kalian pakek buat kampanye, salam sama ansyori dan chairul, kau bilang ke dia kalian juga Tanggung jawab nanti diakherat kelak, karena sudah kuingatkan dulu. wassallam,

  120. abah uswah mengatakan:

    rame…euy
    semoga makin sering dialog seperti ini….biar tambah pinter. pks moga2 jd guede….abisyakir jg semoga tambah soleh…yang pada nulis….tambah soleh dan sholehah….dan kita semua masuk syurga bareng2…tul nggak?

  121. pengamat ceria mengatakan:

    saya suka dengan pengamatan anda :)

  122. abisyakir mengatakan:

    @ Abah Uswah….

    Amin, amin, amin Akhi. Syukran jazakallah khair. Sejatinya, seorang Muslim itu suka kalau saudaranya dapat kebaikan. Dan tak suka, kalau saudaranya tersesat. Setidaknya, jangan sampai nambah2 kesesatan bagi Muslim lain. Nah, itulah pikiran utamanya. Tetapi yang demikian kerap disalah-pahami.

    AMW.

  123. ali mengatakan:

    Makasih atas keritikannya, keritikan dari orang harusnya menjadi pelajaran buat kita. insya Allah akan diperbaiki kalau memang keritikan antum itu benar. satu lagi kalau ingin lbih tau PKS ikut kegiatannya. seperti saya ini. Insya Allah antum akan tahu siapa itu PKS. ” sesungguhnya sesama muslim itu bersaudara ” so bersatulah

  124. amalarang mengatakan:

    Kalau mau tahu dan penasaran, ya tentu saja, “masuk dulu ke jamaah”. Ibarat mau tau isi yang ada di dalam botol, apa kita perlu masuk ke dalam botol? apa kita perlu merasakan rasanya isi yang ada di dalam botol tsb? tidak cukupkah kita tanya ke orang yang sudah tau isi dan rasanya?

  125. trully mengatakan:

    tidak penting tulisan ini benar atau salah!
    yang penting setelah membacanya membuat kita menjadi pribadi yg lebih baik atau tidak!
    tidak usah membela partai! tidak usah ngejelekin partai!
    kedamaian tidak akan terwujud dengan masuk kedalam pemerintahan – menjadi bagian dari pemerintahan – menjadi bagian dari sesuatu yang penuh fitnah – indonesia skrng – ga peduli seberapa kuat anda!
    atau memang kita termasuk orang yang terus membohongi diri sendiri, padahal kita tahu kita sadar – kadang – membodohi diri kita?teruskan kebaikan anda. semoga Allah membukakan pintu2 petunjuknya kepada kita…

  126. aral mengatakan:

    ada bener ma ada salah akhi…
    tapi semua itu ga pentingkan? yang penting lanjutkan berbuat kebajikan? setuju deh.semoga Allah senantiasa memberi petunjukNya

  127. Nia mengatakan:

    yang nulis nih artikel menggelikan….ngomongin PKs tapi dirinya sendiri gak tahu banyak. Ente sendiri dah sekualitas apa? wuih…wuih…pandai memfitnah rupanya….kalo lo bener, fastabiqul khoirot lah….

  128. rizki mengatakan:

    menurut saya sih jalan tiap orang itu berbeda-beda tetapi tetap tujuannya kepada allah dan berpegang teguh pada al-quran dan hadist, dari pada mendebatkan persamaan antara pks dan IM lebih aik kita sama-sama intropeksi diri : apa yang udah kita perbuat untuk islam dibanding dengan IM dan PK

  129. Romi mengatakan:

    untuk saudara2ku yang tarbiyah,,,,sudah, jangan diperpanjang lagi, “MARI KITA BEKERJASAMA DALAM HAL-HAL YANG KITA SEPAKATI DAN MARI KITA SALING BERTOLERANSI DALAM HAL-HAL YANG KITA TIDAK SEPAKATI” (Yusuf Qordhowi).

  130. duniaku mengatakan:

    Buat saudaraku semua,jangan sampai kita disibukkan dengan hal-hal yang hanya memancing banyak permasalahan.jadikan diri kita sebagai mukmin yang disibukkan dengan amalan untuk akhir nanti.
    Untuk kader dakwah,jangan sampai kritikan ini menjadi bumerang bagi kalian,yakinlah,semuanya itu hal-hal yang digunakan untuk membuat diri kalian lemah, dan apa yang dikatakan oleh ust.rahmat sudah pas.Yakinkan pada diri,bahwa kemenangan dakwah akan dicapai dengan azzam yang kuat dan niat yang ikhlas.

  131. lelaki biasa mengatakan:

    Bismillah

    Hm saya agak geli melihat respon Anda.
    Anda mengatakan parpol PKS memiliki efek fitnah 1000 kali lebih dari sebuah blog. Buktinya apa? Jawaban di atas mengisyaratkan Anda mengakui bahwa blog ini membawa mafsadat kan? Cuma PKS (menurut Anda) lebih besar mafsadatnya. Inilah gaya argumen orang yang punya kesalahan, lalu berusaha menutupi kesalahannya dengan menggembar-
    gemborkan kesalahan pihak lain (meski pihak itu belum tentu salah). Padahal kalo Anda yakin blog ini tidak membawa mafsadat, cukup buktikan saja. Gak perlu tunjuk sana, tunjuk sini. Buktikan saja bahwa blog ini tidak menimbulkan situasi
    yang disenangi oleh musuh-musuh dakwah.

    Anda memandang sebuah parpol adalah institusi terbuka. Apa yang Anda sampaikan masih legal menurut Anda, diakui oleh undang-undang politik yang ada. Jadi tidak bisa disalahkan. Kalau sudut pandang Anda UU, maka sebenarnya apa yang dilakukan PKS adalah LEGAL. Sesuai dengan UU. Kalo PKS mau Munas di Hotel tertentu (yang sebenarnya dengan pertimbangan strategis), ngapain Anda ribut-ribut? Kan sesuai dengan UU. Hal- hal yang Anda kritik terhadap PKS sebenarnya seusai UU. Tunjukkan bahwa SEMUA yang Anda kritik terhadap PKS itu memang melanggar UU!

    Pernahkah Anda meributkan partai lain yang jelas mengadakan acara cuma untuk kemubaziran, seperti Anda meributkan PKS?
    Katanya seorang Muslim harus bersikap seimbang. Jadi saya melihat, Anda ingin perbuatan Anda yang sesuai UU tidak
    disalahkan. Tapi walau PKS berbuat sesuai UU, ya mesti disalah-salahkan.

    Tapi barangkali akhi, Anda ingin memandangnya dari kacamata dakwah. Mungkin sebenarnya karena Anda masih merasa memiliki terhadap partai dakwah ini. Maka Anda peduli. Dalam hal ini, insya Allah jawaban atas ketidakpuasan Anda itu ada. Banyak. Anda perlu tabayun. Jangan makan mentah-mentah apa yang disampaikan media massa.

    Untuk itu, kalau dalam kacamata dakwah cara-cara Anda salah, ya mengakulah. Bila mesti tabayun dalam dakwah ini, kerjakan
    saja. Singkirkan alasan Anda tidak mau tabayun lantaran sudah sesuai UU. Dalam dakwah ada etika, sebagai sesama Muslim ada hak dan kewajiban.

    Dari Anda : Sekarang kita bicara bukti sajalah. Bagaimana

    keadaan masyarakat Jakarta ketika DPRD didominasi oleh

    kader2 PKS pada periode 2004-2009 lalu? Bagaimana keadaan

    Kota Bandung, ketika DPRD juga didominasi kader-kader PKS?

    Bagaimana keadaan Kota Depok setelah Nurmahmudi menjadi

    Walikota? Bagaimana keadaan Jawa Barat setelah Ahmad

    Heriyawan menjadi gubernur? Bagaimana keadaan Sumatera Utara

    atau Sumatera Barat, setelah tokoh2 yang dicalonkan PKS

    sukses disana?

    Kita bicara fakta saja, tidak usah berbelit-belit dengan

    argumentasi apologi. Lihatlah di semua tempat itu, apakah

    aplikasi Syariat Islam terlaksana dengan baik disana?

    Bahkan, tidak ada beda antara pemimpin dari PKS dengan

    lainnya.

    Kalau begitu, PKS masih mau diberi toleransi apa lagi?

    Sampai kapan manuver2 mereka terus diberi toleransi?

    Andaikan keadaan bangsa ini tambah hancur, bersediakah

    pemimpin2 PKS menanda-tangani perjanjian di atas materai,

    bahwa mereka bersedia digantung di alun-alun, kalau keadaan

    bangsa ini semakin lama semakin hancur?

    Kalau pemimpin2 PKS bersedia menanda-tangani perjanjian

    seperti itu, insya Allah saya akan hentikan kritik2 ini ke

    mereka.

    Respon saya:
    Akhi, dalam menerapkan syariat Islam, perlu bertahap. Saya yakin Anda mengerti ini. Memangnya mengubah sistem bisa
    dengan ‘sim salabim’. Makanya Anda perlu serius belajar siyasah! Matangnya siyasah itu dalam praktek! Insya Allah kader-kader PKS yang berada pada posisi strategis akan
    berupaya maksimal. Dan jangan lupa, mereka bekerja siang malam dibayangi tekanan dan manuver lawan-lawan politik!

    Musuh-musuh dakwah pasti tidak senang kalau ada kebijakan yang menguntungkan Islam. Pernahkah Anda membantu mengantar
    kader PKS menuju posisi strategis itu, atau membantu mempersempit ruang gerak musuh-musuh dakwah itu, lalu kemudian sekarang menuntut ini dan itu? Saya kok ragu.

    Mudah-mudahan Anda bukan termasuk orang yang mempersempit laju PKS, kemudian ketika PKS meraih posisi strategis, Anda
    sibuk menuntut ini dan itu. Ironis sekali!

    Tidak mudah menggolkan satu keputusan. Menerapkannya juga lebih tidak mudah. Menjadi Gubernur, butuh Wagub, Sekda, dan
    Kepala Dinas berikut jajaran strategis lainnya di bawah, yang seide. Sefikrah. Satu irama untuk mewujudkan cita-cita
    Islam. Anda tahu kan, mayoritas posisi itu diisi oleh ‘orang-orang lama’? Begitu PKS meraih posisi Gubernur misalnya, bisakah Anda menyediakan semua jajaran tersebut
    yang semuanya siap untuk mengusung cita-cita Islam?

    Tidak akhi. PKS pun tidak bisa tiba-tiba seperti itu. Karena kondisi ideal yang belum terwujud demikian itu, maka tidak
    wajar juga kalau kita menuntut hasil ideal seketika. Ya kan?

    Apalagi Gubernur Sumbar, yang belum cukup 6 bulan menjabat, dengan PR pemerintah lama yang bejibun, tiba-tiba Anda tuntut syariat Islam hari ini?

    Meraih posisi Gubernur saat ini, adalah lompatan menuju kondisi ideal itu. Minimal mendekati ideal. Sambil terus bertahap memperbaiki bangsa ini dengan maksimal.

    Di samping itu, Anda tahu PKS tidak hanya komitmen terhadap dakwah struktural. Tapi juga kultural. Selain secara
    vertikal (yaitu jalur politik dan birokrasi), PKS tetap konsen dakwah secara horizontal, membina umat dan masyarakat, agar siap menerima sistem Islam. Jadi,
    terwujudnya sistem Islam itu bukan hanya dari atas, tapi juga perlu lapisan bawah.

    Sebagai contoh, saya pernah berkunjung ke kota Padang. Disana Fraksi PKS berhasil mendorong Walikota Padang untuk melahirkan aturan tentang kewajiban memakai busana muslimah (jilbab) dan celana panjang bagi laki-laki untuk semua siswa sekolah. Baik tingkat SD, SMP dan SMA. Akhirnya di sekolah semua berjilbab. Tapi lihat, pulang sekolah walau masih pakai seragam, banyak juga tidak malu membuka jilbabnya! Di rumah apalagi saat memakai pakaian harian. Sering meski berjilbab, tingkah lakunya masih jauh dari ajaran Islam.

    Ini menggambarkan kebelumsiapan masyarakat, dan belum suksesnya dakwah di lapisan bawah. Sebagian besar yang
    konsisten berbusana Muslim dan akhlak Islami, malah siswa-siswa yang dibina oleh kader PKS lewat ROHIS di sekolah-sekolah.

    Untuk tawaran Anda tandatangan di atas materai, mereka sudah punya perjanjian yang lebih tinggi dengan Allah. Jadi tidak
    perlu meladeni perjanjian dengan Anda yang aneh itu.

    Dan untuk bukti, fakta atau penjelasan tentang kiprah PKS, cobalah Anda kunjungi situs-situs di bawah ini, lihatlah
    peran PKS disana. Saya berharap juga pembaca yang membaca blog ini juga mengunjunginya, agar informasi berimbang :

    – pk-sejahtera.org
    – relawanpks.org
    – fpks.or.id
    – syariahonline.com (khususnya topik sosial politik)
    – pks-jakarta.or.id

    Dan juga baca buku ini:
    – Bukan di Negeri Dongeng (Helvy Tiana Rosa dkk), kalo gak salah ada juga versi ebook gratisnya
    – Fatwa, Bayan dan Tadzkirah DSP PKS (cari aja di internet)

    Dan kalau mampu, berkunjunglah ke markas dakwah PKS.

    PKS, bukanlah jamaah malaikat yang tanpa cacat. Karena itu saya gembira melihat kader-kader PKS lebih banyak beramal
    sembari memperbaiki diri, dari pada gembar-gembor kesalahan orang lain. Sebagai sebuah jamaah manusia yang bersatu dalam
    kesamaan visi dan perjuangan Islam, PKS berpotensi juga melakukan kesalahan. Apalagi Anda yang cuma seorang manusia,
    potensi kesalahan Anda lebih besar.

    Akhi, kalau Anda amati, PKS tetap dijadikan ancaman terbesar bagi musuh-musuh dakwah. Kalaulah mereka punya kekuatan memberangus harakah di Indonesia ini, ana yakin dakwah PKS lah yang akan mereka berangus lebih dahulu. Harakah lain
    bukan ancaman besar. Sayang, PKS sudah duluan institusional, maka tindakan berangus tidak mungkin. Mereka coba dengan
    mempersempit gerak PKS. Seperti isu transnasional, dan cara lainnya.

    Ini bukan bermaksud mengecilkan peran harakah lain yang juga penting. Hanya saja, kalau kita lebih mengedepankan
    persamaan, bertoleransi dalam hal yang kita berbeda, bekerjasama dalam hal yang kita sepakati, ana rasa kebangkitan dan persatuan umat itu sudahlah dekat.

    Doakan PKS, doakan dakwah bersemi di bumi Indonesia.

  132. abisyakir mengatakan:

    @ Lelaki Biasa…

    Bismillah. Hm saya agak geli melihat respon Anda. Anda mengatakan parpol PKS memiliki efek fitnah 1000 kali lebih dari sebuah blog. Buktinya apa? Jawaban di atas mengisyaratkan Anda mengakui bahwa blog ini membawa mafsadat kan? Cuma PKS (menurut Anda) lebih besar mafsadatnya. Inilah gaya argumen orang yang punya kesalahan, lalu berusaha menutupi kesalahannya dengan menggembar-gemborkan kesalahan pihak lain (meski pihak itu belum tentu salah). Padahal kalo Anda yakin blog ini tidak membawa mafsadat, cukup buktikan saja. Gak perlu tunjuk sana, tunjuk sini. Buktikan saja bahwa blog ini tidak menimbulkan situasi yang disenangi oleh musuh-musuh dakwah.

    Komentar: Awalnya kan begini…blog ini dimusuhi oleh @ Aban/ @ heran karena dianggap memfitnah PKS. Padahal ini kan hanya sebuah blog. Blog itu bukan TV seperti MetroTV, TVOne, Trans7, dll. Blog itu pembacanya terbatas. Maksudnya, di TV-TV PKS sudah sering lah dikritik oleh para pengamat, pakar, politisi, atau media massa. Itu sering. Nah, mengapa ada yang sewot ketika PKS dikritik disini, sementara mereka diam saja ketika PKS dikritik MetroTV dan lain-lain?

    Lagi pula, menurut @ Aban / @ heran, menyakiti diri saya sebagai seorang pengelola blog lebih ringan daripada menyakiti PKS sebagai sebuah komunitas politik besar di Indonesia. Padahal saya kan mengambil hak saya sebagai seorang Muslim, sebagai seseorang yang terlibat dalam dakwah, sebagai bagian bangsa Indonesia.

    PKS mengklaim sebagai partai Islam, dan saya beragama Islam, apa tidak boleh saya mempertanyakan komitmen keislaman PKS? PKS mengklaim sebagai partai dakwah, saya ikut terlibat dalam dakwah, apakah tidak boleh mengkritisi dakwah PKS? PKS mengklaim sebagai parpol resmi di Indonesia, saya warga negara Indonesia, apakah tidak boleh mempertanyakan tanggung-jawab PKS terhadap nasib rakyat Indonesia.

    Tapi kan bicara dengan orang2 seperti ini terasa sangat meletihkan… Dari dulu, berputar-putar disana terus…

    Anda memandang sebuah parpol adalah institusi terbuka. Apa yang Anda sampaikan masih legal menurut Anda, diakui oleh undang-undang politik yang ada. Jadi tidak bisa disalahkan. Kalau sudut pandang Anda UU, maka sebenarnya apa yang dilakukan PKS adalah LEGAL. Sesuai dengan UU. Kalo PKS mau Munas di Hotel tertentu (yang sebenarnya dengan pertimbangan strategis), ngapain Anda ribut-ribut? Kan sesuai dengan UU. Hal- hal yang Anda kritik terhadap PKS sebenarnya seusai UU. Tunjukkan bahwa SEMUA yang Anda kritik terhadap PKS itu memang melanggar UU!

    Komentar: Nah, kalau sudah tahu PKS itu LEGAL, apa kemudian dia tidak boleh dikritik? Apa kita berikan “cek kosong” terus ke dia biar merajalela seenaknya? Apakah itu yang namanya dinamika politik? Anda pernah tidak sih berpikir, bahwa Anda itu sudah masuk area politik terbuka, terserah masyarakat mau mencaci, mengutuk, atau menghujat partai Anda. Toh, ini alam politik terbuka kan? Anda ngerti tidak dengan konsekuensi politik terbuka…

    Masak dalam politik seperti ini maunya dipuji-puji melulu, tidak boleh dikritik, tidak boleh diberi pandangan berbeda? Kalau begitu, buat apa kalian terlibat dalam politik? Sudah saja, mending masak nasi goreng bersama isteri di rumah…

    Pernahkah Anda meributkan partai lain yang jelas mengadakan acara cuma untuk kemubaziran, seperti Anda meributkan PKS? Katanya seorang Muslim harus bersikap seimbang. Jadi saya melihat, Anda ingin perbuatan Anda yang sesuai UU tidak disalahkan. Tapi walau PKS berbuat sesuai UU, ya mesti disalah-salahkan.

    Komentar: Wah telat nih orang… Mungkin dia baru masuk blog ini. Bukan hanya PKS yang kita kritisi. Demokrat, Golkar, PAN, dll. juga kita kritisi Mas. Hanya mungkin karena yang banyak tingkah menurut kacamata politik Islam adalah PKS, ya mereka mendapat porsi lebih.

    Tapi barangkali akhi, Anda ingin memandangnya dari kacamata dakwah. Mungkin sebenarnya karena Anda masih merasa memiliki terhadap partai dakwah ini. Maka Anda peduli. Dalam hal ini, insya Allah jawaban atas ketidakpuasan Anda itu ada. Banyak. Anda perlu tabayun. Jangan makan mentah-mentah apa yang disampaikan media massa. Untuk itu, kalau dalam kacamata dakwah cara-cara Anda salah, ya mengakulah. Bila mesti tabayun dalam dakwah ini, kerjakan saja. Singkirkan alasan Anda tidak mau tabayun lantaran sudah sesuai UU. Dalam dakwah ada etika, sebagai sesama Muslim ada hak dan kewajiban.

    Komentar: Gimana ya… Setiap gerak-gerik PKS atau pernyataan elit PKS, media-media massa sering membahasnya. Sering lah MetroTV mengangkat isu-isu seputar PKS. Contoh, tentang ide pemberian gelar pahlawan kepada mantan Presiden Soeharto itu. Jadi ibaratnya, PKS itu sudah jadi “selebritis politik”. Dalam posisi begini, mekanisme tabayun tidak efektif lagi. Bisa saja ke diri saya masalah2 dengan PKS bisa diselesaikan, misalnya dengan “maaf-maafan”. Tetapi bagaimana dengan masalah PKS dengan ratusan juta Ummat Islam lain dan rakyat Indonesia? Apakah PKS akan menuntut tabayun ke semua warga negara Indonesia? Oke deh, kalau PKS punya kebijakan membuka tabayun ke seluruh rakyat Indonesia, dari Sabang sampai Merauke, saya akan daftar sebagai calon peserta tabayun itu. Saya tunggu saja kapan acara itu digelar…

    Kalau tabayun ke saya doang, itu tidak fair. Kan hak politik semua warga negara sama. Iya kan… Saya meminta PKS adalah kebijakan tabayun ke seluruh rakyat Indonesia. Nanti saya akan daftar sebagai peserta.

    Musuh-musuh dakwah pasti tidak senang kalau ada kebijakan yang menguntungkan Islam. Pernahkah Anda membantu mengantar kader PKS menuju posisi strategis itu, atau membantu mempersempit ruang gerak musuh-musuh dakwah itu, lalu kemudian sekarang menuntut ini dan itu? Saya kok ragu. Mudah-mudahan Anda bukan termasuk orang yang mempersempit laju PKS, kemudian ketika PKS meraih posisi strategis, Anda sibuk menuntut ini dan itu. Ironis sekali!

    Komentar: Lho, selama ini PKS bekerja untuk siapa ya? Apakah untuk ummat Islam seluruhnya, atau untuk diri mereka sendiri? Ketika PKS diajak partai-partai Islam lain untuk membentuk koalisi, mereka tidak mau. Maunya gandeng sama SBY (Demokrat) saja. Padahal kalau PKS mau gabung sama PPP, PAN, PKB, PBB, dan lainnya, itu bisa. Tetapi demi kepentingan diri mereka sendiri, PKS melupakan pilihan membentuk koalisi Islam.

    Apa kita buta terhadap fakta2 seperti itu? Apakah setiap yang mengkritik PKS itu kaum pendengki semua, kaum jahat semua, lawan politik Islam semua, kaum oportunis semua, dan sebagainya? Banyak lho orang2 jujur yang mengkritisi partai ini. Yang tersembunyi di bawah permukaan jauh lebih besar ketimbang yang muncul dalam blog seperti ini.

    Lalu buat apa membela partai yang egois, ingin “sok kuasa” sendiri di depan elemen-elemen partai Islam/muslim lain?

    Dan untuk bukti, fakta atau penjelasan tentang kiprah PKS, cobalah Anda kunjungi situs-situs di bawah ini, lihatlah
    peran PKS disana. Saya berharap juga pembaca yang membaca blog ini juga mengunjunginya, agar informasi berimbang :

    – pk-sejahtera.org
    – relawanpks.org
    – fpks.or.id
    – syariahonline.com (khususnya topik sosial politik)
    – pks-jakarta.or.id

    Dan juga baca buku ini:
    – Bukan di Negeri Dongeng (Helvy Tiana Rosa dkk), kalo gak salah ada juga versi ebook gratisnya
    – Fatwa, Bayan dan Tadzkirah DSP PKS (cari aja di internet)

    Dan kalau mampu, berkunjunglah ke markas dakwah PKS.

    Komentar: Alhamdulillah, kami selama ini berusaha obyektif. Tidak asal kritik saja. Kritik kami selalu didasarkan kepada kepentingan kaum Muslimin di negeri ini. Lebih ahsan, Anda sebutkan link-link situs tersebut, sehingga bisa langsung diakses oleh para pembaca lain. Itu boleh. Sebab kami tidak menutup hak seseorang/suatu kelompok untuk membela dirinya. Kami juga tidak suka terkesan benar sendiri, tanpa ada opini pembanding.

    Silakan Akhi, kalau Anda mau menyebutkan link-link itu di komentar Anda silakan saja. Itu boleh. Insya Allah tidak akan dihapus.

    PKS, bukanlah jamaah malaikat yang tanpa cacat. Karena itu saya gembira melihat kader-kader PKS lebih banyak beramal sembari memperbaiki diri, dari pada gembar-gembor kesalahan orang lain. Sebagai sebuah jamaah manusia yang bersatu dalam kesamaan visi dan perjuangan Islam, PKS berpotensi juga melakukan kesalahan. Apalagi Anda yang cuma seorang manusia, potensi kesalahan Anda lebih besar.

    Komentar: Setahu saya, DOSA TERBERSAR dari PKS sejak tahun 2004 sampai saat ini, dan mungkin akan terus berdosa sampai tahun 2014, ialah KOALISI PKS dengan PARTAI DEMOKRAT/SBY. Sedangkan SBY itu adalah lokomotif LIBERALISASI di Indonesia. Dia datuknya NEOLIB di Indonesia. Neolib itu sangat menyengsarakan nasib ratusan juta rakyat Indonesia, sejak 2004 sampai saat ini. Ini dosa terbesar PKS. Dan saya sudah sebut hal itu berulang-ulang kali, di berbagai jawaban.

    Jadi, bisa saja Anda mengklaim sudah beramal ini itu, sudah baksos ini itu, dan seterusnya. Tetapi selama koalisi dengan Neolib itu jalan terus, Anda semua menanggung dosa akibat menjadi sebab kesengsaraan nasib ratusan juta rakyat Indonesia. Lebih baik seorang Muslim tidak beramal macam-macam, asal dirinya selamat dari dosa kezhaliman ini. Daripada beramal setumpuk gunung, tetapi dia memikul dosa besar akibat kezhaliman yang tidak mereka sadari terhadap kaum Muslimin di negeri ini, juga di dunia (yang ada kaitannya dengan posisi Ummat di Indonesia).

    Akhi, kalau Anda amati, PKS tetap dijadikan ancaman terbesar bagi musuh-musuh dakwah. Kalaulah mereka punya kekuatan memberangus harakah di Indonesia ini, ana yakin dakwah PKS lah yang akan mereka berangus lebih dahulu. Harakah lain bukan ancaman besar. Sayang, PKS sudah duluan institusional, maka tindakan berangus tidak mungkin. Mereka coba dengan mempersempit gerak PKS. Seperti isu transnasional, dan cara lainnya.

    Komentar: Ya, dari sisi LAMUNAN/OBSESI memang begitu. Tapi dari sisi RIIL POLITIK, tidak. Mengapa? Sebab para politisi seluruh Indonesia sudah tahu, bahwa KEKUATAN INTI PKS itu hanya pada 3 orang saja: Bapak Hilmi Aminuddin, Anis Matta, dan Bapak Soeripto. Semua pengamat kritis tahu itu. Maka kita lihat, ketika SBY ada masalah2 dengan PKS, SBY tinggal memanggil Bpk Hilmi Aminuddin saja, tidak usah menghiraukan kader-kader di bawah (yang katanya siang-malam bekerja hanya demi kejayaan politik Islam itu, sampai mereka menerlantarkan isteri dan anak-anaknya).

    Anda harus riil, jangan terlalu banyak melamun. PKS itu sistem kader dan bersifat komando atas-bawah. Partai ini bukan partai publik seperti parpol-parpol lain. Partai seperti ini menguntungkan dari sisi KEMUDAHAN KOORDINASI; tetapi sangat merugikan karena SANGAT MUDAH DIOBOK-OBOK. Kalau partai lain ingin menekan PKS, tinggal pegang kepalanya saja (Bpk Hilmi, Anis, dan Bpk Soeripto), sudah setelah itu semua kader di bawah dijamin tak akan bisa berbuat apa-apa. Mereka akan manut saja. Dan itu fakta yang sudah berjalan selama ini.

    Ini bukan bermaksud mengecilkan peran harakah lain yang juga penting. Hanya saja, kalau kita lebih mengedepankan persamaan, bertoleransi dalam hal yang kita berbeda, bekerjasama dalam hal yang kita sepakati, ana rasa kebangkitan dan persatuan umat itu sudahlah dekat. Doakan PKS, doakan dakwah bersemi di bumi Indonesia.

    Komentar: Ya, semoga Allah Ta’ala merahmati Anda, menuntun jalan Anda, memberikan taufik untuk menempuh kebajikan, memberikan ilmu penerang hidup, serta memberikan keberkahan rizki bagi Anda dan keluarga. Semoga kebaikan yang sama diberikan kepada saya, kami, para pembaca budiman (for Muslim only), dan kaum Muslimin di negeri ini. Allahumma amin ya Rahmaan ya Rahiim.

    AMW.

  133. Pengamat mengatakan:

    Masalahnya, mungkin IM bukan botol. Di dalamnya mungkin sedikit rumit dari yang kita bayangkan

    Tapi jujur saja sih, saya merasa dengan strategi mereka sekarang yang seperti ini…
    Saya merasa tidak akan mencapau visi yang ingin mereka capai…

    Coba nanti kita lihat 50 tahun lagi saja. Benarkan visi mereka akan tercapai….

  134. fauzan mengatakan:

    Assalamu’alaikum akhi abisyakir….
    Wah panjang banget nih komen2nya…
    begini akh,ana senang sekali karena ada blog yang memang benar2 menjadi “cambuk” bagi katakanlah PKS untuk selalu berbenah….
    ana g bs jamin PKS lgsg berbenah secara total melalui tulisan antum….
    tapi seenggaknya ini sebagai pembelajaran ana sebagai kader muda PKS untuk belajar bagaimana bersikap, yah minimal untuk ana pribadi akh….
    ana bersedia diajak gabung di PKS ini karena yang ana lihat pengamalan Islam paling ideal ya ana temukan di teman2 PKS ana di kampus ana, daripada di harakah2 lain….
    cuman kalau pun memang PKS sekarang katakanlah lagi “sakit” sehingga harus di kasih obat….
    ana bisa terima akhi, seenggaknya buat ana dulu aja deh (mulai dari diri sendiri dulu, ntr bertahap iya kan akh?)….

    oia akhi ini statement dari ana
    “sesungguhnya manusia merugi kecuali orang2 yang saling menasehati dalam kebenaran”
    dan
    “ana bisa bilang apakah kita otomatis masuk surga dengan masuk harokah A B C atau D tapi yang paling penting apa yang kita ikhtiarkan untuk Islam ini”

    @seluruh komentator :
    Hanya Allah dan kalian yang tahu apa niat dari masing2 kalian menulis di forum ini… yah semoga semuanya memang bener2 untuk dakwah….
    ^ ^

  135. abuhusna mengatakan:

    assalamu’alaikum.
    Qadarullah, ana bisa sampai disini. Ana membaca artikel ini dan akhirnya tergerak untuk ikut berkomen.

    Bismillah,
    Semoga penulis ini adalah benar seorang Da’i atau bercita2 menjadi Da’i.

    Ana hanya sedikit berbagi, semoga ada manfaat didalamnya.

    Ketaqwaan diukur dari pribadi bukan kelompok. “seseungguhnya yang paling mulia disisi Allah adalh yang paling bertaqwa”.

    Dan ketika penulis ini adalah seorang Da’i yang berniat untuk Amar ma’ruf nahi mungkar dengan “karyanya” semoga dicatat sebagai amal shalih.

    Budaya husnudzan terhadap harakah dakwah adalah sebuah keniscayaan, milikilah 1000 alasan untuk bisa membenarkan “kemaksiatan” yang dilakukan sahabatnya. Dan silahkan bertabayun langsung ke pihak yang berkompeten. Misalnya struktur Harakah tersebut jika memang harakah tersebut memiliki struktur. Atau paling tidak kepada asatidz mereka.

    Jangan pernah memiliki niat (apalagi sampai) melakukan “black campaign” harakah dakwah tersebut, seandainya ijtihad dakwah mereka berbeda dengan pikiran kita.

    Terakhir, dengan kasus PKS mereka memiliki Majlis Syuro (kalau tidak salah ada 100 orang anggotanya), dan untuk menjadi anggota Majlis Syura bukan hal yang mudah. Mereka harus terbukti kontribusinya terhadap Islam. Silahkan masuk ke webnya PKS tentang hal ini.

    Sehingga jika memang ijtihad mereka (100 orang majlis syura yang memiliki keahlian dibidangnya) salah menurut kita, tidak serta merta mengatakan mereka sudah tidak konsisten dalam dakwah ini. Tetapi bertoleransilah dengan perbedaan ijtihad dakwah ini.

    Yang terakhir, teruslah berdakwah untuk umat ini karena Dakwah membutuhkan pribadi yang ikhlas, semoga penulis (dan kita para pembaca) termasuk didalmnya.

    Sebagai penutup, Ikhwanul Muslimin & PKS adalah hanya sebuah kelompok Dakwah. Dan masuk didalmnya tidaklah berarti masuk surga, dan tidak berada didalmnya berarti masuk neraka.

    Fastabikhul Khairat…

  136. aji mengatakan:

    Assalamualaikum Wr.Wb,
    Akhi abisyakir, banyak urusan lain yang lebih prioritas daripada mengurusi ijtihad dari pks yang masih bisa di perdebatkan baik buruknya, atau memberi penilaian secara individu atau menyeluruh dari kader2 pks, karena mungkin hal itu mengandung strategi atau siyasah tertentu.
    Saya kira kalo antum g setuju dengan neo lib atau apapun itu buat artikel tentang itu dangan alasan yang cukup secara keilmuan. Bukan malah memperlemah harokah lain, yang sangat mungkin satu tujuan untuk memperkuat Islam, dengan melabeli mereka dengan sangkaan dan perkiraan yang ada dalam pikiran antum.
    Saya kira kalau antum bisa membuat artikel tentang opini antum secara keilmuan hal itu akan semakin memperluas cakrawala pemikiran kita.
    Bukankah blog ini lebih baik di isi dengan artikel2 yang jauh dari mencela orang lain?
    Wassalamualaikum Wr Wb.

  137. abi azka mengatakan:

    Assalamu’alaikum Wr. Wb

    Subhanallah, panjang juga ya pembahasan mengenai PKS ini, padahal Saudara kita Abisyakir pada mulanya hanya ingin menanyakan apakah ada keterkaitan antara PKS dengan IM yang ditambah lagi oleh saudara kita dengan penambahan ilmu mengenai karakter IM di Mesir, spt pernyataan abisyakir di sini:

    Dalam sessi tanya-jawab, Ustadz Rahmat rahimahullah ditanya tentang eksistensi Ikhwanul Muslimin di Indonesia. Singkat kata, adakah Ikhwanul Muslimin di Indonesia? Secara mengejutkan, beliau malah menjawab: “Wallahu A’lam, ada atau tidak.” Saya terus terang kecewa dan berburuk sangka kepada Ustadz Rahmat Abdullah ketika itu. “Masak sih, ada kader-kader Tarbiyah (IM) sedemikian banyak, kok dibilang wallahu A’lam?” begitu pertanyaan saya di hati.

    Tanggapan saya, sebaiknya abisyakir tanyakan saja langsung kepada yang berkompeten untuk menjawab ganjalan antum di hati spt pengurus pusat PKS di jakarta mungkin…. insyaAllah tercerahkan deh pertanyaan antum apakah PKS ada keterkaitan dengan IM di Mesir daripada saling “membantah” atau bahasa antum kritis di dlm blog ini dan kalau dibaca panjang lagi bahasannya ditambah lebar banget cakupannya apa nggak semakin luas tuh nanti perdebatannya… malah nggak ada pertanyaan yang terjawab lagi…

    Mengenai kiprah PKS yang menurut abisyakir sudah “menyimpang”, ya mari kita bersama mendoakan supaya saudara2 kita di PKS tetap istiqomah memperjuangkan kebenaran dan kiprahnya semakin diterima di masyarakat sehingga harapan kita semua bisa terwujud deh… setuju…. dan semoga kekecewaan abisyakir sebagaimana disebutkan dimula bisa makin terobati….

    sekian dulu dari ana… semoga kita semua berlapang dada akan “diskusi” ini… amin

    salam perdamaian :)

    Wassalamu’alaikum Wr. Wb

  138. Senyum PKS mengatakan:

    Sdh merpkn sunnatullah, Setiap sbb ada akibtny, yg pasti kl berni mengkrtk hrs brni dikritik, krn sdh msuk ranah publik brbgi komentator msk baik yg brtanggung jwb ataupun tdk. tdk sprt PKSWatch-DOS yg sdh mati, krn tdk thn di kritik, memtikan klm comentnya, apkh blog ini sm nsbnya, wallahu’alam.?

  139. [...] Antara PKS dan Ikhwanul Muslimin May 2009 138 comments 4 [...]

  140. Otong Sirait mengatakan:

    @abi azka: memang kl menanyakan suatu permasalahan seharusnya langsung kepada orang yg berkompeten (face to face), bkn ke forum yg latar blkang pemahamannya berbeda2. Pertanyaan satu orang yg jawab banyak… ya kejepit alias kejepet…

  141. abu haraky mengatakan:

    astaghfirullah, kang waskito, dulu saya suka begitu kepada golongan yang tidak sependapat dengan saya. tapi alhamdulillah sekarang saya lebih dingin (cool) dengan orang atau golongan yang tidak sependapat.
    apa untungnya antum ngomong begitu, ada apa dengan PKS? bencikah antum kepada PKS? kalau memang IM dan PKS itu beda, antum mau apa? kita bersauudara bung! sopan sedikit!!! sebenarnya saya tidak mau mengomentari antum, tapi antum keterlaluan, ucapan antum bisa merusak hubungan silaturahim. sebenarnya kader PKS tidak akan mengomentari perkataaan buruk seperti itu, tapi saya merasa perlu membela ikhwah satu agama yang dihinakan. kalau antum masih benci dan penasaran untuk menghujat PKS, hadapi ana. ana tunggu antum.

  142. NUR FAIZIN mengatakan:

    Subhanallah,begitu ya..? begitu banyak kelemahan kita.. semoga Alloh mudahkan segala urusan kita..ampuni kita..menguras energi ternyata untuk sekedar diskusi dengan sesama kita..ya Alloh ampuni ya Alloh.. ampuni saya..umur saya tersia-sia untuk menyaksikan sesuatu yang belum tentu mendekatkan saya padaMU ampuni ya Alloh..

  143. arif rahman mengatakan:

    mungkin sudah datang zman yang di ramalkan rasul saat qita sbaiknya tidak mengikuti satu golongan apapun yang mengaku membawa islam demi kepentingan mereka sendiri2, tidak ada imam yang bisa di percaya lagi,, ya allah semoga islam tidak dijual oleh orang2 yang berkepentingan, jangan jual nama islam,,,!

  144. Fahmi mengatakan:

    Wallahu A’lam, hanya Allah yang tahu niat dan tabiat seseorang, semoga saudara-saudaraku yang ada di PKS tetap istiqomah memgang amanah, dn manjalankan niat sucinya. kami hanya bisa mendoakan.
    dan setiap perbuatan Allah yang akan memberikan ganjarannya. pahalakah atau dosa itu otritas Allah.
    terus berjuang saudaraku, walau aku tidak ada dalam barisan mu.

  145. arman mengatakan:

    afwan nih ikut koment…..
    memang sebelumnya ana juga berfikir dan sependapat dg abisyar:
    1) sy tertarik masuk pks karena di Indonesia tdk ada partai yg berani menyatakan bahwa warna islam yang dikedepankan, walaupun ada PPP itu hanya warisan orde baru dan tak lebih dan tak kurang seperti partai-partai sekuler lain.
    2) sy mengganggap bahwa PKS d/h PK bagian dari reinkarnasi Partai Masyumi Modern.
    tapi kenyataanya, setelah masuk lebih dalam:
    – sy lebih kecewa apalgi setelah membaca referensi IM, perasaan jauh dari harapan kiprah orang-orang PKS dan tak jauh dari cara cara orang sekuler dalam memperlakukan sikap politik dalam membangun kader. “budaya potong jalur dan pengkerdilan aktivis bahkan memiskinkan orang itu sudah merasuk hinggap pada kader kader PKS terpercaya. ini tak ubahnya seperti partai lain, yg siap menghisap “darah” nauzdubillah….
    – sy jg sering denger persaingan diantara mrk untuk memperebutkan kue kekuasaan dari anasir proyek-proyek pemerintah yang mrk kuasai.
    jadi kesimpulan saya, memang tidak ada kaitan signifikan antra IM dg PKS, hanya saja gerakan tarbiyahnya mrk meniru IM. kalau boleh sy juluki bahwa PKS adalah sebuah partai yang mengadopsi gaya gaya perjuangan IM, tapi bukan IM, krn tidak ada pernyataan yang meng iya kan dari IM sendiri, seperti halnya HAMAS.
    wallauhu……

  146. Kaum Pertengahan mengatakan:

    SABAR BRO…., MUSUH KITA SENANG MELIHAT KITA BERTEMPUR DENGAN SAUDARA SEISLAM…. SEDANGKAN KITA TIDAK PEDULI SAUDARA KITA DIBANTAI OLEH ORANG2 KAFIR… MARI UMAT ISLAM INDONESIA BERSATU… SUDAH TIDAK ZAMANNYA LAGI MENJELEKAN SAUDARA SEISLAM… MUSUH KITA JELAS… SYETAN DALAM DIRI DAN ORANG2 YANG MEMUSUHI ISLAM.
    @ SAYA BERHARAP JIKA KITA CINTA ALLAH MAKA CINTAILAH SAUDARA KITA SEISLAM @

  147. tsauri mengatakan:

    biasanya ,manusia kalau marasa diuntungkan berupa nilai keduniaan ,sampai matipun dibela habis2an MASYA ALLAH sadarlah kader pks…PSK pun punya alasan pembenaran mengenai profesinya lalu pembenaran siapa yg paling benar???

  148. ayahanda mengatakan:

    hanya ada 2 pilihan…ente ikut gua..ente temen,,,ente ga ikut gua kalau gak ganggu berarti ente aman…ente ikut atau ga ikut tapi ente mengganggu…berarti ente MUSUH….titik….

  149. reindy mengatakan:

    wuihhhh,,,rameee,,,,tapi sedikit mengiris hati & membuat hati saya pedih…
    saya juga selama ini hidup ditengah-tengah manusia yg cara dakwahnya berupa-rupa, ada yg salafi, HT, PKS, dll…saya pernah juga dikasih buku2 bacaan dari mereka. Dari yg saya pernah baca & bergaul,,,saya merasa paling nyaman dgn PKS krn sepanjang saya bergaul, tak pernah sedikitpun teman2 di PKS menggali-gali & membeberkan kelemahan2 dakwah jamaah lain apalagi sampai pake kata2 yg pedas. Saya pribadi tidak pernah tahan mendengar, membaca, melihat kata-kata yg saling menjatuhkan saudaranya sesama muslim. Teman2 PKS sendiri mengajarkan kepada saya agar tidak perlu mengusut-usut jika menurut kita jamaah lain memiliki kekurangan krn takutnya malah memecah belah Islam, cukup kita contoh hal2 baik saja dari mereka. Jika ada kritikan pedas dari yg lain utk jamaah PKS, cukup kita ucapkan terima kasih, lalu filter kritikannya & kita jadikan cermin untuk jadi lebih baik lagi krn sesungguhnya mereka membantu kita untuk mengevaluasi diri.
    So, utk menanggapi tulisan ini & perdebatan sana sini, saya mengucapkan terima kasih atas kritikan2nya (walaupun saya bukan kader PKS, cuma simpatisan). Mengenai PKS itu IM atau bukan atau berusaha menyamakan diri dgn IM, saya tidak ambil pusing. IM memang patut dicontoh (tentu saja disesuaikan dgn kondisi negeri kita tercinta),,,kalau PKS belum 100% sama dgn IM, saya tetap mendukung PKS untuk terus-menerus memperbaiki diri.. Semoga Allah swt menjaga kita dan saudara – saudaraku di PKS.

  150. kawanlama95 mengatakan:

    Pks dan Ikhwanul muslimin, mudah datang saja ke kantor IM dan tanya saja apakah ada keterkaitan antara IM dan PKS dan jawaban resminya itu. Terus tanya juga ke Presiden Pks Apakah PKS bagian dari Ikhwanul muslimin. Kalo sudah ada ya itu jawaban resmi.
    Saya rasa PKS hanya mengikuti sistem Pembinaannya Im, dan itupun tidak 100% itu saja. kalo berbeda dengan IM karena setiap negara punya ke khassannya masing-masing.

  151. Lulusan Condet 'LC' mengatakan:

    Assalamua’laikum…

    Belajar itu menyenangkan, bukan membebani, Belajar itu hak bukan kewajiban,,dan blog ini mungkin adalah satu dari berjuta majlis ilmu yang tak perlu tempat yg suci harus buka sepatu atau harus berwudhu untuk menimba ilmu, tentu bagi mereka yang mau belajar,,dan belajar itu bisa tentang apa saja, dimana saja, oleh dan dari siapa saja,,dan diblog ini tersuguhkan jelas tentang hakikat manusia itu sendiri,, belbagai manusia yg mengaku saudara sampai ingin dikenal atau belajar mengenal,,tak ada suasana akademik seperti diblog ini di unuversitas manapun didunia,,semua yang bergabung punya hak tapi tidak dipaksa,,berbagi rizki itu adalah nikmat, dan ilmu adalah rizki itu sendiri sumbernya dari Alloh yang menjadikan kita faham, dikolaborasi dengan kepiawaian akal manusia hasilnya adalah HIKMAH.(“Ade gula disemutin,tempatnye didalem cangkir,kalo masi mau dinasehatin, gabung aje ame abu syakir”

  152. Anonymous mengatakan:

    kumadinya we kang

  153. nininini mengatakan:

    kaduhung macana ge meaken wakt…..semoga Alloh mengampuni mu wahai abisyakir

  154. abiakhtar mengatakan:

    asslamu alakm…menyimak diskusi saudara2ku diatas yang sangat menarik. Saya yang kurang ilmu ini, simpatisan PKS. saya cuma heran aja dengan beberapa komentar, kalo tulisan ini menurut teman2 sebagai kritikan yg mbangun ya…diterima untuk perbaikan kedepan. Seandainya tidak benar, ya dibuat sanggahannya.
    Orang lain yang menilai kita…
    Kalau PKS bagian IM, knapa tdk sama dgn yg IM intrn? Hanya itu pertanyaan mndasarnya. Kalau tidak ada kritik, mungkinkah bisa sempurna?
    Mohon maaf….seandainya kurang berkenan. saya hanya orang biasa

  155. agung mengatakan:

    PKS dan IM itu sama sama organisasi pergerakan islam. PKS adalah parpol IM bukan. Kalo ada kader PKS menyebut diri mereka adalah IM mereka salah. Karena IM tidak buat parpol, tapi politik adalah bagian dari dakwah Islam dan tentunya IM. Kalo parpol banyak salahnya cukup wajar karena mereka mengikuti sistem yang salah yaitu demokrasi.

    Susah kalo yang pada jawab bukan orang-orang DPP PKS langsung jadi kaya debat kusir.

  156. haqqo mengatakan:

    ya jelas qta di sini tidak berkepentingan dg jihad fisik. sy pernah dengar ceramah dr takmir masjid al aqsho. kt mereka, junduloh2 di gazha masih memadahi. “yang kita butuhkan adalah dana untuk obat2obatan, logistik dan senjata. lha pegang senjata blm pernah, kok mau jihad. yang ada bukan membantu. tapi bikin repot!!!!!!

  157. Mustafa Adnani mengatakan:

    Ass. Ingat masa muda, ketika ane baru berumur 20 tahunan, tahun dimana Untung yg PKI itu, nembakin tujuh jendral di Lubang Buaya (1965).Komentar thd situasi gencar di mana-mana. Ane sering berdebat sama kader partai lain apakah yg seislam atau dengan simpatisan dua kekuatan partai lainnya (NAS dan KOM) Debat kami dulu tidak lewat tulisan, sebagaimana sekarang lewat internet, kami adu mulut langsung kalau kebetulan pelajaran sekolah (SMA)lagi kosong. Ujung-ujungnya (ihwal adu mulut, sesuai dgn kapasitas pengetahuan dan pengalaman masing-masing, dominasi perdebatan, ya sekitar tuduhan khurafat, bidah, mistik dan kisaran politik ORLA)yg diadumulutkan itu tak berujung dan tak berpangkal. Sepertinya kami menyimpulkan secara otomatis, LAKUM DINUKUM WA LIYA DIINI. Artinya: Marilah masing-masing memperbanyak pengkajian tentang agama, terutama menganalisis Al Quran dan mengkritisi hadits serta perjalanan kesejarahannya, sehingga ketika berbicara tentang KEKINIAN memahami juga tentang KEDAHULUAN. Bukankah seperti pelajaran yg Allah berikan RasulNya. Kalaulah tidak karena kisah zaman dahulunya, Al Quran meski tumbuh selama 23 tahun, akan sangat tipis, tak usah dikodiifikasi dlm 30 juz. Itulah pengalaman orang tua, wahai anak-anak muda. Wass.

  158. tukang baca mengatakan:

    PKS keparat

  159. ilhamka El-Shirazzi Siddiqi mengatakan:

    PKS dan IM dari sudut pandang manapun mo dilihat kesamaannya gak bakaln pernah ktemu, karena IM adalah manhaj Da’wah yg benar2 konsisten dan berani menentang pemerintah jika Undang2nya tdk sesuai Al Quran dan Sunnah, dan PKS hanyalah sebuah Partai Politik yg pasti bisa terkontaminasi dg Undang2 yg diterapkan oleh pemerintah yg berkuasa, hanya saja saya bisa melihat bahwasanya saudara2 yg berada di dalamnya berusaha untuk mencontoh manhaj tarbiyahnya IM itu saja kok, dan dalam implementasinya di partai memang belum Optimal sehingga ada yg berubah dalam perjalanan dak’wahnya karena PKS hanyalah bagian kecil dari sekian banyak tempat utk menghidupkan Nilai2 Islam…So tinggal kita instropeksi diri sdh sedalam apakah Ilmu tentang Islam yg kita pelajari dan sdh berapa kader yg sudah mampu meninggalkan maksiat dan hal2 bid’ah serta sudah berapa konsistennya kita yg mengaku kader PKS menjalankan Islam secara Kaffah……? Wallahu a’alam. Semoga Allah selalu membimbing kita dalam menjalankan aktivitas hidup didunia dan menuntun kita utk berbuat kebaikan utk menuju akhir yg “Khusnul Khotimah”….Aminn..

  160. ilhamka El-Shirazzi Siddiqi mengatakan:

    Tukang baca mengatakan Yth !

    tolong kurangi bahasa2 makian seperti yang anda lontarkan yg akan mendatangkan hinaan terhadap diri anda sendidri nantinya, karena dg bhs makian yg anda sampaikan orang jadi tahu,Oooo….inilah anda yg tdk bisa melihat situasi dari segi positifnya, brarti masih dangkal pemahaman anda tentang masalah moral dan Etika dalam berdiskusi….untuk itu saya mohon maaf, dan saya berdoa kepada Allah semoga anda dan nkita semuanya bisa kembali berdiskusi dg cara2 Islami dan jangan lah mencontoh diskusinya para Yahudi dan Nasrani yg selalu mendatangkan kebohongan dan fitnah dg kata2 makian cacian…..Wallahu a’lam..

  161. debu mengatakan:

    kita bergulat dengan kata-kata, ada yang bilang dihujat, ada yang bilang di kritik. Kita mau memperlakukan itu hanya kepada orang lain. tapi coba tanya??? kalo itu dberlakukan terhadap diri kita. sepertinya kita kurang berbesar hati untuk menerimanya? coba kita tanya sama diri kita sendiri kira -kira kenapa? apa karena kita merasa lebih hebat? lebih pintar? lebih soleh? tidak lelahkah hatimu wahai hamba Allah ditimbun bara dengki nafsumu????

  162. Sohibul Hikayat mengatakan:

    Kalu kita mau jd bangsa yg maju hrs bersikap terbuka, mau melihat/mendengar sesuatu dr perspektif yg berbeda. Tdk hnya menelan pandangan teks2 dari kelompok atau mazhab yg kita anut, atau fatwa2 ustadz kita dan serta merta lantas menolak/menajiskan segala masukan yg berbeda dg pandangan kita.

    Tak satupun manusia/kelompok yg sempurna, termasuk saya, anda, PKS, PAN, PPP, NU, Muhammadiyah dsb. Jd kita butuh “cermin” (org yg mau mengeritik atau mengingatkan kita). Tp jarang ada orang yg bersedia utk menjadi cermin kita, kecuali org dekat atau keluarga kita. Sebab jd cermin itu berisiko, bs2 dianggap berolok2, menyerang, tendensius dsb, apalagi kalau tdk tepat cara penyampaiannya. Namun, tak mustahil adakalanya memang ada maksud2 tertentu dibalik sebuah kritik.

    Dalam konteks pandangan Abu Syakir diatas pun, pertama kita mst “open mind” dulu, membaca baik2 kemudian meneliti apa maksud dr kritiknya. Tdk langsung mencak2 tp jg tak serta merta menerima bulat2. Bs jd AS (bukan Amerika Serikat lho tp Abu Syakir) ikhlas menyampaikan kritik demi kemajuan PKS atau sebaliknya mungkin dia benci PKS, atau bs jd malah dia mau menjatuhkan salah satu kekuatan politik Islam di tanah air.

    Bagi sy, dia ga sembarangan ngomong spt anggapan sementara komentator di forum ini. Dia tau permasalahan apa yg dibicarakannya. Gerakan PKS yg pd awalnya simpatik dan peduli sosial, belakangan tak sedkit menuai kritik dr masyarakat akibat manuver politik dr bbrp kadernyayg tak sesuai komitmen awal partai. Dan ini “jauh” dr plat form IM yg jelas tegas ala khilafah. Bagaimanapun sdr. AS adalah salah satu dr banyak org yg “berani” menyuarakannya. Kalau bagi sementara org bicaranya terkesan agak menyerang, sy anggap msh dlm batas kewajaran sbg akibat dr kekecewaan thd partai yg pernah diikutinya, dan dia sdg curhat dg sesama ikhwannya.

    Terlepas dr kemungkinan dia pny niat negatif thd PKS, sy melihat ada banyak hikmah di balik kritiknya thd PKS. Tak ada sebuah konsep yg sebaik apapun berjalan mulus sesuai rencana, termasuk PKS. So…masukan dr Sdr AS bagi sy sgt berharga buat PKS. Kalian kader2 PKS jgn langsung menyerang tp malah hrs berterimakasih kpd AS.

    Kalau ada yg bilang AS berkata2 kasar, sy melihat sebaliknya. Malah sebagian komentator lah yg mulai bersikap tak etis dlm menanggapi pandangan dia. Pd akhirnya, AS yg semula bersikap baik menjadi terpancing emosinya oleh omongan2 yg menghakiminya tanpa alasan yg rasionil.

    So…bagi yg bs berdiskusi dg kepala dingin, sila lanjutkan. Asal bicara berdasarkan fakta dan didukung dg referensi yg valid dan bs dipertanggungjawabkan. Kalu ada yg ngomong ngawur ga perlu ditanggapi. Diskusi/perdebatan ini tdk haram, tdk jg memecahbelah ummat asal masing2 kontrol emosi. Jika ini dijalankan semoga bermanfaat bagi kemajuan dan persatuan ummat Islam. Jgn takut ada penyusup “out sider.” Anda berhak waspada thd siapun thd AS bahkan saya.

    Wallahua’lam bissawab. Wal’afuminkum kalu ada kata2 sy yg tdk berkenan

  163. Abi Is mengatakan:

    Assalamualaikum,
    Abi Azka yang baik, blog antum ini bagus sekali untuk saling mengingatkan, insya Allah dalam kebaikan.
    Kalau antum berkenan coba antum buat semacem surat terbuka ke yg kompeten misal ke DPP PKS. Lalu antum cantumkan pertanyaan dan jawaban dari DPP PKS. SEhingga ana yg masih dangkal tentang pengetahuan ini menjadi paham. Dan insya Allah kita semua (khususnya saya) tidak terjebak dalam suasana “saling mengolok-olok”.
    Ana yakin sekelas antum pasti bisa hanya sekedar untuk memenuhi permintaan ana.
    Afwan kalo tidak berkenan.
    Jzkml

  164. laras mengatakan:

    Abusyakir

    Kayanya ente galak banget y?
    Galak sih boleh kalo buat menegakkan kebenaran
    Tapi kalo galaok untuk sekedar menyebar masalah????
    Mendingan ente tidur aja…kalliii…

  165. laras mengatakan:

    Abusyakir

    Dulu zaman Rasulullah banyak orang seperti ente, kerjanya cuman nyebari masalh doang, padahal Rasulullah dan sahabatnya sedang melakukan perbaikan untuk ummat saat itu, tapi apapun yang Rasulullah lakukan akan dikeriti olehnya, padahal dia dah tahu apapun yang dilakukan Rasul itu adalah bagian dari Da’wah, karenanya dia selalu menyebarkan argumen yang intinya untuk membiaskan semua kebijakan Rasul…dan itu disebarkan kekalangan Sahabat dan kaum Muslimin sehingga menimbulkan keresahan dan itu memang tujuan penyebar masalah itu…tahu ngga ente siapa itu, beliau sholat, ikut kajian juga, bahkan Shalat beliau di barisan depan terus…”itulah Abdullah bin Ubay”…
    jangan tersinggung ya kalo ga ngerasa…

  166. mrzack mengatakan:

    Bismillah
    Tepatnya mungkin bukan menyebar masalah, tetapi mencoba mengoreksi. Mengoreksi boleh2 saja, asalkan dengan cara yg sopan dan argumentatif. Agar gerakan yg kita lakukan terpelihara pada kebaikan, pandangan dr luar itu penting krn kita bukan seorang Nabi yg selalu terpelihara. Perlu diketahui bahwa kotoran yg berada di punggung hanya bisa dilihat oleh org lain. Kita tdk akan tahu kondisi di luar rumah, jika hanya berdiam diri di dalam rumah.

    Wallohu’alam…

  167. hamidi mengatakan:

    Tidak penting apakah PKS itu IM atau bukan. Yang penting adalah apa yang sudah kita persiapkan untuk menghadapi hari kebangkitan. Apakah kita sudah mempunyai bekal? Apakah kita sudah melakukan kebaikan yang seharusnya kita lakukan atau meninggalkan kejahatan yang seharusnya kita tinggalkan? apakah kita bagian dari pejuang-pejuang Islam di Jalan Alloh, atau kita hanya komentator (orang yang suka mencela). Sungguh, tentara Alloh tidak takut terhadap celaan orang-orang yang suka mencela. Semoga Alloh memberi Taufiq dan hidayah kepada saya dan anda.

  168. hendra mengatakan:

    asl… bagaimanapun juga PKS akan memperjuangkan Islam seperti risalah dalam IM … Tidak bisa di samakan di mesir dan di indonesia … metodenya berbeda ! tetapi tujuannya sama.

  169. Uni Milda mengatakan:

    Semoga teman-teman di PKS mengambil sisi positifnya mudah2an ini untuk kebaikan PKS, jangan tersinggung,ambil hikmahnya, jangan sampai begitu Partainya di kritik marahnya lebih besar terhadap Ust Abu Syakir ketimbang ama Ahmadiyah yang ngaku2 Islam.

  170. osama mengatakan:

    salamun’alaykum

    diterima atau tidak,PKS bukanlah IM,bukan pula perpanjangannya.Setidaknya itulah yg saya lihat(maaf,hanya opini pribadi).
    Akhi abusyakir hanya membuat perbandingan,dgn bahasa yg sopan,tak ada unsur tuduhan atau menjelekkan.Kader PKS sendiri coba deh liat dgn hatinurani,beda g antara PK dgn PKS?beda g suara yg muncul pd wktu belum punya kursi sama sesudahnya?

    Jika belum pny kursi saja berani kritis dan vokal,mengapa setelah punya kursi justru malah melemah?apa itu karena siyasah,atau karena takut kehilangan kursi.

    Sesungguhnya abusyakir hanya menunaikan kewajibannya sbg seorang muslim untuk mengingatkan,dan hak muslim lainnya untuk diingatkan.Kalau ada yg marah atau tersinggung dgn tulisan akhi abusyakir,apa alasannya?Jka memang yg disampaikan abu syakir ternyata kurang tepat,lha tinggal diluruskan aja kq,biar g ada kesalahpahaman lg.

    dari komen2 diatas,dah tampak yg mulai terjangkiti gejala ashobiyyah hisbiyyah.

  171. abu thufail mengatakan:

    asalamu alaikum wr wb
    mengapa qt elalu pandai mencari celah kelemahan saudara muslim sendiri sementara, sy mo tanya : apakah yang menulis artikel ini dan qt semua sudah menyatakan kebencian qt kepada kekafiran?? sebagaimana dlm alqur’an : lemah lembutlah terhadap saudara mukmin mu dan tegaslah terhadap orang kafir?? mari qt renungkan bersama, jangan hanya qt semua bertengkar dengan sesama saudara mukmin sementra qt hrs berkasih sayang dg orang kafir????? wass

  172. laras mengatakan:

    Saudara ku se Iman

    Insya Allah semua yang berkomentar punya pendapat, pandangan, dan harapan tersendiri tentang apa yang diargumen-kan atasnya, akan tetapi janganlah kita berfikir mematahkan sikap orang yang suka mengumbar cela saudaranya (berdalih mengoeksi, tapi secara terbuka sehingga menimbulkan persepsi bermacam-macam)itu adalah sifat Ashobiyah, tapi itu sikap penyelamatan akan pitnah yang akan timbul dan kata2 cela yang tiada henti sehingga hati kita mati karena kita selalu berbahagia dengan persepsi buruk yang terbentuk terhadap saudara kita, yang tentunya orang yang mengoreksi tidak tahu persis apa yang ada sebenarnya, bukankah seminimal ukhuwah adalah sangka baik diantara kita.

    Saudara ku, seandainya menurut anda ada yang kurang baik dari prilaku atau apapun namanya terlihat pada saudara anda se-Iman maka tabayunlah, dan adab tabayun pada saudra kita se-Iman adalah sampaikanlah secra langsung dan rahasiakan-lah dari saudara-mu yang lain apalagi kaum kufar…

    Saudara-ku, sesungguahnya benarlah saling nasihat-menasihati adalah suatu kebaikan, tapi lakukanlah dengan ahsan…

    Saudara-ku, janganlah karena perdebatan kita menjadi terlihat lemah oleh musuh-musuh kita…

    Saudara-ku, bukankah kaum muslimin itu seperti satu tubuh, apabila ada bagian tubuh yang sakit maka yang lain akan merasakannya, juga apabila ada bagian tubuh yang kurang elok maka tubuh yang lainnya akan selalu berusaha menjadikannya elok, sehingga apabila ada tubuh yang lain cacat yang lain akan berusaha menutupinya kalau masih bisa, tidak ada bagian tubuh yang berusaha mengungkap aib bagian tubuh yang lain agar orang lain diluar tubuh itu melihatnya dan menimbulkan berbagai persepsi ada yang kasihan ada pula yang mencela…

    Saudra-ku, orang-orang di luar sana siang malam selalu berusaha mencari aib kita kaum Muslimin, dan akan dijadikannya senjata untuk menghancurkan kita…

    Saudara-ku, sudikah kita salah satu dari anggouta keluarga kita dihinakan karena keritkan kita yang terlalu pulgar kita lontarkan kepadanya sehingga orang lain mendengar dan menjadikannya bahan untuk alat hinaannya…

    Saudara-ku, sesungguhnya banyak sekali kebaikan dari anda sekalian yang dapat anda sumbangkan untuk saudara-saudra yang lain, amalkanlah itu sehingga menjadi manfaat untuk alam ini…

    Wallahu a’lam Bishshawab…

  173. Aam mengatakan:

    Ass wr.wb Sangat sedih mlihat mdengar sesama saudara saling mnyakiti,alangkah bahagianya syaithan bhasil ats tipu dayanya. Istighfarlah,bukanlah Alloh sdh mmperingatkn bahwa syaithan akan selalu mnghembus-hembuskn pmusuhan diantara kita. Mari kita blindung dari syaithan yang terkutuk. Kpd saudaraku smua selamat bjuang di jalan dakwah…Wass wr wb

  174. mas budi mengatakan:

    aslmlkm

  175. ha-en mengatakan:

    ah, ente benar-benar enggak tahu. justru penilaian seperti ente itu yang diharapkan oleh orang-orang PKS.

  176. mohon pencerahan mengatakan:

    Askum,
    Setuju dengan pendapat Mas Agung diatas…
    Paling enak duduk bareng, dibicarakan dengan baik…
    insya alloh hasilnya akan baik…
    insya alloh dengan tujuan baik akan mendapatkan hasil yang baik…forum diskusi seperti ini bagus untuk menelaah dan mengingatkan satu dan yang lainnya untuk berusaha lebih baik lagi disisi alloh…dan mudah2n tulisan dari kita dan untuk kita ini ataupun forum ini tidak dijadikan moment untuk memecah belah antara kita…tetapi sebagai penggerak untuk merekatkan diri lagi…islam akan menjadi besar, kuat dan jaya seperti jaman rossululah jika pemimpinya ataupun umat islam sendiri mampu dan sanggup membela, menegakkan dan mengikuti apa yang pernah rosullulah kerjakan…
    dominasi umat islam di NKRI sangat luar biasa, jika semua bersatu dan pendangan2 para pemimpinnya untuk kesejahteran umatnya dan bukan hanya untuk golongannya insya alloh keadilan dan kesejahteraan umat pasti akan tercapai…

    “lebih baik mengikuti edan seperti jaman sekarang atau terkucil tapi kita bahagia”

    Mohon maaf klo ada salah tulis atau yang tidak berkenan. Curahan hati dari saya supaya bisa diambil hikmahnya dan juga ditunggu kritikan dan masukannya,

    Akhir kalam
    Wslmualaikum wr.wb

  177. heran mengatakan:

    apa yang aneh, IM dan PKS toh mereka sama2 berbuat dg tujuan yg sama hanya medannya saja yg berbeda. bukan sebagai penonton apalagi penebar fitnah (akhirnya sakit usus buntu). sangat aneh “Amerika dan Israel memang paling senang klo Salafy sekarang (bukan Salafy zaman dulu) karena lebih banyak melakukan penekanan thdp tokoh pergerakan dg alasan bid’ah dsb. makanya tidak aneh waktu terjadi demo besar2N di Mesir orang2 yang merasa Saleh inilah yg paling melarang menjatuhkan Husni Mubarok dr kursi kepresidenannya. padahal sebagian besar masy Mesir ingin perubahan,
    mau jadi apa Indonesia klo punya pemikiran kaya gini semua “jangan2 klo wanita jd presiden malah stuju dan gak boleh didemo apalagi dilengserkan..?
    @osama: dlm melakukan suatu perubahan ada tahapannya. PKS menyebutnya Mihwar. zaman sebelum pembentukan partai, ketika pembentukan dan setelah pembentukan partai itu berbeda cara penanganannya. klo hanya melakukan hal yg sama maka merugi (bukankah begitu kata hadits)

  178. tsauri mengatakan:

    HADITS YG MANA LAGI….BUKAN YG PENTING APA KATA DEWAN SYURO……??? YANG PENTING ANTUM TSIQOH AJALAH…..

  179. laras mengatakan:

    Wa’ tasimuu Bihablillahi Jami’a walaa tafarroquu…

  180. mulyadi mengatakan:

    PKS cuma parpol kalaupun dia berda’wah itu bagus apalagi banyak aksi sosialnya,nambah seneng saya sayakan bisa bantu2 jadi saya bisa kebagian pahla amalnya.saya mah gak ikutan debatnyaah mau ikut amalnya ajah

  181. numpang lewat mengatakan:

    AS(amerika), suka jd polisi dunia.mungkin AS(indonesia)maunya jd polisi pks
    membaca Komentar AS diblog ini ngak mutu krn referensinya cuma satu kata ustd Rahmat Abudullah(sdh Almarhum jd ngk bisa ngasi tahu benar atau salah) “wallahu ‘alam”(apa direkam???)gimana dengarnya ya…
    sebenarnya ngak minat ikutan habisnya kalo ikutan debat…Jawaban AS-nya lebih banyak kayak polisi gt,berhubung yang ditanya kaharakteristik IM dan PKS walau tidak meng.klaim bgn dr Im tp nampaknya banyak kesamaan. aku soalnya merasakan betul waktu di Tsunami di Aceh Hanya orang2 PKS y peduli..Parti lain ngak nampak tu, Kader Pks lsng terjun turun tangan..sementara partai lain pada lari ngunsi smua…24 jam setiap hari tampa lelah kader pks membantu aku mengungsi, membagi logisti sampai kepelosok,menghadang pemurtadan,pengayaan mental pengungsi, pelayanan kesehatan dll(masak PKS dibilang ada dimana????)kalo ditanya apa kharakyrtnya sama dg IM yaiyalah…wong kita semuakan IM(persaudaraan MUslim)bukankah semua muslim, itu bersaudara?….jangan2 aku dibilang ke-GRan pula..emang AS tahu IM itu seperti apa kecuali dr buku atau di blogni, Apa orang IM(sdh pernah ngomong ngak ya ama salah stu angt IM?) semua sdh spt yng digambarkan AS?apa semua kader PKS angt Parlemen?gubernur?walikota?kalo tdk salah suara PKS dipemilu lalu ada 8 jtan..dan belum pernah tuh aku dengar suara PKS dibeli dg uang,mungkin mereka memberi susranya ke PKS krn tahu bahwa kader PKS ngak sekedak ngomong doank tp sungguh2(jihad)memperjuangkan apa yang menjadi hak dr 8 jtorang tsb.apa semua kader PKs sdh “lain”mungkin yang “lain tu cuma AS doank.krn bukan kader pks lg. ya jelaslah Amerika Serikatkan bukan kader PKS tapi kadernya Yahudi. salah satu kharakter yhudikan suka memfitnah kaum muslimin, mau menang sendiri, Resolusi PBB aja dilibas.naudzubillahi mindzalik

  182. Kaum Pertengahan mengatakan:

    SABAR SABAR…., SEKALI LAGI MUSUH KITA SENANG MELIHAT KITA BERTEMPUR DENGAN SAUDARA SEISLAM…. SEDANGKAN KITA TIDAK PEDULI SAUDARA KITA DIBANTAI OLEH ORANG2 KAFIR… MARI UMAT ISLAM INDONESIA BERSATU… SUDAH TIDAK ZAMANNYA LAGI MENJELEKAN SAUDARA SEISLAM… MUSUH KITA JELAS… SYETAN DALAM DIRI DAN ORANG2 YANG MEMUSUHI ISLAM.
    @ SAYA BERHARAP JIKA KITA CINTA ALLAH MAKA CINTAILAH SAUDARA KITA SEISLAM @
    = Aku cinta orang-orang yang mencintai islam =

  183. Akhina mengatakan:

    Ass.wr.wb…. mohon maaf….
    To : All……
    silahkan beli buku berjudul “PROFIL KADER PKS”

    Fastabiqul khairot,,,,

  184. mamad ismail mengatakan:

    saye memang bukan pengurus PKS, saudare saye yg jadi pengurusnye,terserahlah orang bilang ape tentang PKS….bagi saye PKS adalah partai yg mengajarkan saye tentang arti penting mencintai Allah, mencintai Rasullulah, mencintai para kekasih-kekasih Allah, mencintai para hamba Allah…walau sebagian orang tdk menyukainya

  185. somat mengatakan:

    Ayo… ayo… ingat.. ingat.. ini jaman intelektual bukan jadul lagi,, jadi pemikiran dan keyakinan manusia berbeda-beda… apalagi manusia sekarang sudah di’asah pemikiran mereka masing2 dan tak’kan pernah sama.. sepertinya kita sudah masuk jaman jahiliyah lagi deh.. kalian semua jangan mikirin golongan2deh,, hanya Allah yang tau yang bener makanya pada diem aja.. mbok diliat sekitar kalian klo kalian orang yang ber’iman,, bnyk zina,maksiat,syirik,kafir(nasrani/yahudi),kemusyrikan.. jadi,, kalian harus peduli kpd lingkungan masing2 itu sudah jauh lebih baik.. dan peduli pada keluarga,, masalah yang di’atas tak perlu di’bahas karena hny akan menimbulkan banayk polemik… sudah…sudah… sabar..

  186. heran mengatakan:

    @tsauri: Tentunya hadits dr Nabi ay Muhammad SAW, memang Nabi nt siape? Mirza Ghulam Ahmad yah..!

    Ada Dewan Syuro berarti ada yang di musyawarahkan dan ada anggota majlis syuro. disana dibahas terkait semua permasalahn Ummat dan Negara, baru diambil keputusan. bukan cuma kata “ustad saya”.

    Bahasa Majlis Syuro memang bahasa Islami yang gak dikenal oleh kalangan Ahmadiyah, jadi aye memaklumi maksud nt yg gak faham apa itu Majlis Syuro.

  187. tsauri mengatakan:

    @heran; Saya masih belum banyak tau hadits..tapi setahuku hadits itu ada perawinya dan gimn derajat hadits itu klau ngga…kalau itu hadits ,kalau bukan??? Sama juga berdusta atas nama Rasullullah Ilmu saya gak adapa2nya dibanding antum .tapi kejahilan saya sempat bingung siA punya dewan syuro si Bpunya dewan syuro si C punya juga Maksud antum ,ana harus ikut dewan syuro antum gitu kan ??? {untuk Ahmadiyah…. Na’udzubillahmindzalik …..]

  188. ukhti khonsa mengatakan:

    kaum pertengahan: aku juga cinta orang orang-orang yang mencintai islam sedih memang ada orang2 islam yang senang menjelek2 kan islam, saya tau tuh golongan yang suka jelek2an saudara sendiri. sudah menjadi rahasia umum. golongan itu bikin website, bikin kajian, bikin acara pasti di dalamnya ada sindiran kebencian kepada saudara nya sendiri terutama pks, wah mereka senang sekali tuh menghujat,mmfitnah,menuduh,mnprovokasi. huuu sedih nian
    = Aku cinta orang-orang yang mencintai islam =

  189. abisyakir mengatakan:

    @ All reader…

    Assalamu’alaikum warahmatullah wabarakaatuh.

    Tampaknya, diskusi dalam tulisan “Antara PKS dan Ikhwanul Muslimin” ini sudah berlarut-larut. Tidak karuan arah dan tujuannya. Oke, untuk menyudai semua itu, sebentar lagi akses komentar akan saya tutup. Tapi sebelum itu saya ingin berikan beberapa kalimat sebagai penjelasan.

    1. Tulisan “Antara PKS dan Ikhwanul Muslimin” itu memang merupakan kritik untuk PKS, seperti tulisan-tulisan kritik lainnya. KRITIK seperti ini secara hukum dasarnya ialah OPINI penulis, sesuai dengan bukti, pandangan, analisis yang penulis ketahui. Namanya opini, boleh ditolak, boleh diterima. Terserah yang membaca. Anda menolak mentah-mentah, boleh; menerima bulat-bulat juga boleh. (Tapi sebaiknya, jangan makan buah BULAT yang masih MENTAH. He he he…). Jadi tidak ada kewajiban Anda menerima atau menolak. Silakan dipahami sesuai ilmu, kebijakan, dan kepentingan masing-masing.

    2. Bagi kalangan kader-kader PKS tentu mereka tidak bisa menerima jika dirinya dianggap bukan Ikhwanul Muslimin. Apalagi Dr. Al Qaradhawi pernah mengatakan, bahwa Partai Keadilan adalah kepanjangan tangan Al Ikhwan. Tetapi secara hukum dan politik, menganggap PKS bukan bagian dari Ikhwanul Muslimin adalah SAH. Mengapa? Sebab tidak ada bukti-bukti tertulis dalam AD/ART PKS yang menyebutkan bahwa diri mereka adalah Ikhwanul Muslimin. Sampai hari ini tidak ada satu pun elit PKS yang mengklaim dirinya merupakan bagian dari Al Ikhwan internasional.

    3. Sebenarnya yang diinginkan dari pembaca yang ikut diskusi dalam tulisan ini sederhana saja: Kalau Anda menolak tulisan itu, sampaikan dalil2 atau argumentasinya, lalu kita diskusi dengan baik. Sebaliknya, bagi yang setuju, juga sampaikan dalil2 dan argumentasinya. Itu saja kok. Hanya masalahnya kemudian muncul, ketika arah diskusi itu tidak karu-karuan, tidak bicara argumentasi tetapi malah berputar-putar dalam soal: fitnah, ghibah, memecah-belah, dengki, mau menang sendiri, dll. Bukan itu yang diminta, tapi diskusi cerdas.

    4. Saya meragukan bahwa PKS adalah bagian dari Al Ikhwan. Itu berdasarkan bukti-bukti yang saya ketahui. Tetapi ingat, ini semata pendapat saya, bro! Namanya pendapat, bisa salah, bisa benar. Nah, untuk paham ke arah itu, sepertinya kebanyakan pembaca artikel “Antara PKS dan Ikhwanul Muslimin” ini belum nyampe akalnya. Kok susah banget diajari, bahwa ini hanya pendapat pribadi. Bisa benar, bisa tidak. Mereka itu sehari-hari diajari apa ya, kok otaknya seperti buntu? (Maaf, jadi agak keras). Demi Allah, andaikan Anda menolak keras tulisan di atas, itu hak Anda, itu boleh, dan dibebaskan disini. [Terus, setelah itu "otaknya" mau kemana lagi ya... Mau bicara soal fitnah, ghibah, mengadu domba, provokasi, menang sendiri, dll.?]

    5. Bagaimanapun, sebagaimana etika seorang Muslim, saya memohon maaf atas segala kesalahan, khilaf, dan kezhaliman yang ada. Mohon dimaafkan. Kepada Allah jua aku memohon ampunan. Dengan ini maka akses komentar di artikel “Antara PKS dan Ikhwanul Muslimin” saya matikan.

    Demikian, walhamdulillahi Rabbil ‘alamiin.

    AMW.

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 151 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: