SBY Pun Menang Lagi

Mengikuti hasil surve quick count di TV-TV, SBY memenangkan Pilpres 8 Juli 2009 secara mutlak. Bahkan dia memenangkan Pilpres cukup satu putaran.

Tulisan ini disusun dengan asumsi, hasil real count tidak jauh beda dengan quick count. Dan sebelumnya, saya ucapkan selamat dan penghargaan kepada MetroTV yang berani membuat quick count independen, dengan slogan: “Kebenaran tidak bisa digadaikan!” Salut besar untuk MetroTV yang berani bersikap independen!

Sebagai seorang Muslim yang peduli politik, jelas saya sedih sekali. Bisa dikatakan kecewa berat. Kekecewaan ini bahkan lebih berat daripada saat kami melihat Partai Keadilan (PK) kalah pada Pemilu Juni 1999 lalu. Seakan upaya penerangan politik yang 5 tahun terakhir kami lakukan, tidak membuahkan hasil sama sekali. (Sampai saya lihat dengan mata kepala sendiri, seorang teman bertengkar dengan ayahnya gara-gara pilihan politik ini).

Padahal, missi kami sangat jelas. Kami tidak ada interest sama sekali dengan kursi DPR/DPRD, jabatan menteri kabinet, jabatan gubernur, bupati, walikota, jabatan struktural di birokrasi, bahkan sebuah lompatan kecil pun untuk menjadi PNS. Missi kami hanyalah: Ingin melihat Ummat Islam di negeri ini hidupnya lebih baik, lebih aman, lebih sejahtera, dan bermartabat. Lima tahun di bawah SBY, Ummat ini jelas sangat menderita. Maka resiko penderitaan itulah yang hendak kami cegah. Jangan sampai Ummat akan kembali menderita seperti 5 tahun sebelumnya.

Demi Allah, aku tidak peduli siapapun pemimpinnya, apakah SBY, Mega, atau JK. Siapa saja yang telah membuat Ummat ini menderita, dia tidak pantas dipilih. Dan siapapun yang membawa harapan baik bagi Ummat, dia patut didukung. Jadi, harapan ini benar-benar murni demi kebaikan Ummat Islam. Tidak ada tendensi kepentingan politik, selain demi kemaslahatan Ummat.

Dalam satu riwayat dikatakan, “Takutlah kalian akan firasat orang-orang Mukmin.” Firasat orang-orang Mukmin mendekati kebenaran, sebab ia dibangun di atas keyakinan, keimanan, mencermati ibrah sejarah, serta pandangan terhadap Sunnatullah. Dalam hal ini, mungkin masih ada ikhtilaf di kalangan kaum Mukminin tentang pemimpin yang tepat. Tetapi mereka sepakat semua, bahwa SBY adalah pemimpin keliru yang telah membawa penderitaan bagi Ummat Islam. Tidak ada keraguan di kalangan kaum Mukminin disini.

Dulu Ustadz Abu Bakar Ba’asyir pernah mengeluarkan surat yang isinya pernyataan, mencabut ketaatan kepada ulil amri karena menaikkan BBM dalam besaran sangat fantastik, sehingga menyengsarakan Ummat. Ustadz Mashadi keras tulisannya di tabloid Suara Islam, mengecam kenaikan harga BBM itu. Habib Riziq Shihab juga keras suaranya dalam menentang pemimpin yang melindungi Ahmadiyyah.

Sementara itu Forum Ummat Islam (FUI) beberapa waktu lalu menitipkan amanah politik kepada pasangan JK-Wiranto. Ormas Islam seperti Dewan Dakwah, ICMI, Muhammadiyyah, NU, dll. juga mendukung JK-Wiranto, demi perbaikan kehidupan Ummat Islam. Tidak lupa, pernyataan sikap Wahdah Islamiyyah yang salah satu butirnya mengecam kepemimpinan yang berpihak ke kepentingan asing. Para ustadz, tokoh Muslim, juga ormas-ormas Islam ini, mereka tidak bertendensi politik sempit, tetapi lebih melihat kemaslahatan Ummat.

Apa yang dikatakan sebagai “firasat orang-orang Mukmin” itu sudah terpenuhi. Maka kemudian terserah Ummat Islam yang akan menjalani kehidupannya. Kami sudah berusaha sekuat tenaga mencegah resiko penderitaan itu. Tetapi manakala mereka tetap menginginkan sosok SBY, ya itu pilihan mereka sendiri. Apapun yang nanti akan mereka dapati di bawah kepemimpinan ini, harus mereka terima dengan lapang dada. Janganlah mereka mengeluh, menangis, atau menjerit, jika terjadi berbagai hal yang dikhawatirkan, selain kepada dirinya sendiri.

Dalam Surat Yaasin digambarkan, ada tiga orang Rasul yang diutus ke suatu kaum. Mereka diutus membawa risalah Allah. Namun mereka didustakan oleh kaumnya. Bahkan kaumnya mengancam akan mencelakai para utusan itu. Kemudian dikatakan: “Dan datanglah dari ujung kota seorang laki-laki dengan bergegas, dia berkata: ‘Wahai kaumku, ikutilah para Rasul itu. Ikutilah orang yang tidak meminta imbalan apapun dari kalian, sedangkan mereka adalah orang-orang yang mendapat petunjuk.’” (Yaasin: 20-21).

Katanya orang Indonesia sangat akrab dengan Surat Yasin. Sampai-sampai di mata kaum Muslimin di Indonesia ini, yang namanya Al Qur’an ya Surat Yaasin itu. Kalau terjadi apa-apa, mereka selalu membaca Surat Yaasin. Tetapi mengapa mereka tidak membaca ayat-ayat di atas lalu mengambil hikmahnya? Keadaan Ummat ini jadi seperti “al himaru yahmiluhu asfara” (keledai yang memikul kitab-kitab tebal). Mereka rajin membaca fisik Al Qur’an, tetapi tidak memahami maknanya. Sangat disayangkan sekali.

Sungguh, sudah terlalu banyak alasan yang dikemukakan oleh para pakar, pemerhati, cendekiawan, dan ulama-ulama. Mereka sudah memberi status “disclaimer” kepada kepemimpinan SBY. Dan yang memberi penilaian seperti itu adalah kalangan yang memiliki pendirian, patriotik, pro kepentingan masyarakat, dan tidak silau oleh kepentingan sempit. Perdebatan tentang masalah ini sudah terlalu banyak di berbagai forum, sehingga tidak perlu lagi diperpanjang. Kewajiban memberi peringatan itu sudah dipenuhi, sehingga masyarakat tidak memiliki alasan apapun untuk menyebut dirinya “MASIH JAHIL”.

Fakta penderitaan Ummat selama 5 tahun terakhir, sudah sama-sama kita saksikan. Peringatan dan nahyul munkar sudah ditunaikan. Dari Aceh sampai Papua, peringatan-peringatan sudah sampai ke telinga Ummat ini. Jika belum dilakukan, mungkin ajakan untuk MUBAHALAH (perang doa).

Dalam rangka menyempurnakan upaya ini, dan mohon jangan ditafsirkan hal ini sebagai kesombongan, saya mengajak orang-orang yang meyakini kebenaran politik SBY dan mengklaim bahwa SBY adalah pilihan terbaik bagi Ummat Islam Indonesia saat ini, untuk melakukan mubahalah. Mari kita bermubahalah agar Allah menunjukkan siapa yang benar, dan siapa yang dusta. Saya menghimbau kepada para ustadz, syaikh, habib, ‘alimin, atau apapun dari kalangan para pendukung politik SBY untuk melakukan mubahalah.

Ya, diskusi sudah disampaikan, dialog sudah terjadi. Berbagai alasan dan argumen sudah disampaikan. Ya tinggal mubahalah yang belum dilakukan. Maka ini ajakan resmi dari saya bagi para pendukung politik SBY. Kalau Hajjah Irena Handono saja berani mubahalah untuk melawan fitnah yang menimpa dirinya. Ya, seharusnya kita berani mubahalah juga untuk melindungi Ummat Islam yang lebih banyak.

Sekali lagi, mohon dipahami bahwa semua yang dilakukan ini bukan atas nama politik praktis, tapi benar-benar merupakan realisasi Siyasah Islami dalam konteks demokrasi. Tujuannya demi kemaslahatan Ummat. Setidaknya, hal ini berguna bagi diri kami sendiri, untuk mencapai kehidupan yang selamat, lahir-bathin dunia-Akhirat.

Andai SBY kemudian benar-benar menjadi Presiden RI untuk kedua kalinya, dalam masa jabatan 2009-20014, ya hanya kepada Allah kami bertawakkal. Apa yang mampu dilakukan, sudah dilakukan. Selebihnya, tawakkal kepada Allah dan memohon rahmat-Nya.

Wallahu A’lam bisshawaab, tawakkalna ‘ala Allah laa haula wa laa quwwata illa bihi, wa Huwal ‘Azizul Hakim.

Bandung, 9 Juli 2009.

AM. Waskito.

3 Tanggapan ke “SBY Pun Menang Lagi”

  1. Mas Mas Berkata:

    Itulah ketidak konsistenan Ormas Islam, bukankah dalam tablig akbar FPI, HTI, dll pernah mengecam JK karena dianggap pelindung dan pengayom Ahmadiyah, malah didukung.
    Sebaliknya SBY jelas pernah medukung LASKAR JIHAD Saat masih MENKOPOLKAM dulu malah banyak yang mencelanya

  2. Syariif Berkata:

    @mas mas: Lantas.., jika JK mengecam ahmadiyah, bisakah beliau membubarkan ahmadiyah. bukannya Presiden yg punya kuasa penuh. Ketika menkopolkam mgkin SBY mendukung, tp perannya dalam perdamaian POSO, Maluku APA??? omong kosong doang..
    Jangan sampai anda saya katakan bodoh ya…

  3. lucu tenan Berkata:

    @ mas mas

    untuk menjadi orang paling lucu di dunia ini yang pantas hanya sampeyan itu, mas mas.
    SBY itu singkatan dari (–Sudah diingatkan oleh para ulama ,yang bersangkutan tetap saja– Bandelnya minta ampun, bahkan malah — Yakin haqqul-yaqin akan “kebenaran” ideologi sekuler kapitalis yang meng-adopsi total gaya pemerintahan barrack obama ) ingat ucapan dia ketika ditanya tentang negara amerika, dengan bangga ia katakan : ” america is my second country with all it’s fallts “……
    merenunglah sesaat kawan, ” pantaskah ini diucapkan seorang jenderal ?” …..

Tinggalkan Balasan