Gerakan Pemujaan Gus Dur…

Terus terang, akhir-akhir ini rasanya sumpek melihat berita-berita TV. Isinya didominasi pemujaan-pemujaan terhadap Abdurrahman Wahid alias Gus Dur. Banyak suara-suara yang mengusulkan agar Gus Dur diangkat sebagai pahlawan nasional. Termasuk gerakan di DPR, facebook, dan sebagainya. Sementara pernyataan dari tokoh-tokoh Islam, seperti MUI, PP Muhammadiyyah, dan sebagainya “setali tiga uang”. Semua mengarah kepada upaya memuja Gus Dur. (Atau mungkin mereka ingin menempatkan Gus Dur sebagai “nabi jaman modern”? Entahlah).

Jujur saja, sikap-sikap seperti inilah yang selama puluhan tahun telah mematikan cahaya kebenaran. Ummat Islam tidak diajari bersikap tegas, jelas, dan lurus. Para elit agamawan, tokoh sosial, dan politik berlomba-lomba mencari muka, dengan resiko mengundang kemurkaan Allah Al Aziz. Na’udzubillah min dzalik.

Bayangkan, saat tahun 2001 lalu, ketika Gus Dur menjadi Presiden RI, mayoritas kekuatan politik di Indonesia menyerang dirinya dari berbagai sisi. Segala macam dalil-dalil untuk menjatuhkan Gus Dur, dikeluarkan semua. Termasuk foto Gus Dur memangku Ariyanti Sitepu, VCD Gus Dur dibaiat di gereja, dokumen keterlibatan Gus Dur dalam partai Ba’ats Irak, dan sebagainya. Tetapi lihatlah saat ini, setelah Gus Dur meninggal, semua orang berusaha memuja-muja Gus Dur. Seolah dia adalah ‘Tuhan’ yang berhak diagung-agungkan.

Ummat Islam mundur terus-menerus karena sejak lama ditipu terus oleh elit-elitnya. Mereka tidak diajari sikap yang benar, konsisten, tegas, dan pemberani. Semua elit rata-rata mencari muka, dengan alasan “sikap diplomatis”. Ya, ada kalanya “sikap diplomatis” bisa dipakai. Tetapi tidak dalam segala persoalan harus memakai “sikap diplomatis”. Dalam urusan akidah yang membahayakan Ummat, seperti dalam soal film “Kiamat 2012” lalu itu, kita harus bersikap tegas.

Baiklah, mari kita bahas kembali tentang Gus Dur. Siapakah Gus Dur ini? Siapakah dia, bagaimanakah ideologinya? Bagaimana perjuangannya?

Dari sekian banyak proses pembacaan dan analisis terhadap kiprah Gus Dur sejak dia memimpin PBNU, saya dapat menyimpulkan, bahwa: “Mengucapkan inna lillahi wa inna ilaihi raji’un ketika Gus Dur meninggal, adalah kesalahan. Kematian Gus Dur bukanlah musibah, tetapi bagian dari pertolongan Allah Al Aziz kepada kaum Muslimin di Indonesia.”

Ketika bicara tentang Gus Dur, maka kita harus berbicara tentang YAHUDI. Nah, inilah asas segala pembicaraan tentang Gus Dur. Siapapun yang berbicara tentang Gus Dur tanpa menyinggung gerakan Yahudi internasional, dia salah!!!

Coba kita runut masalah ini secara jernih, bi idznillah:

[01] Setiap hari kita membaca Surat Al Fatihah dalam Shalat. Disana ada doa, agar kita diberi petunjuk oleh Allah, yaitu mengikuti Shiratal Mustaqim. Shirat Al Mustaqim ini bukan jalan “al maghdhub ‘alaihim” (jalan orang yang dimurkai oleh Allah). Nabi Saw menjelaskan, bahwa kaum yang dimurkai itu adalah kaum Yahudi. Maka ketika kita bicara tentang Yahudi, otomatis kita bicara tentang suatu kaum yang dimurkai Allah Al Aziz. Ini bukan perkara sepele, tetapi amat sangat serius.

[02] Yahudi (Bani Israil) mengalami pasang-surut gerakan selama ribuan tahun. Awal gerakan mereka adalah di masa Nabi Ya’qub As dan anak keturunannya yang diberi tempat oleh raja Mesir di Kan’an. Di kalangan Bani Israil ada yang shalih-shalih, tetapi lebih banyak yang durhaka. Para Nabi-nabi, seperti Ya’qub, Yusuf, Musa, Harun, Dawud, Sulaiman, Zakariya, Yahya, Isa, dan lain-lain ‘alaihimussalam, mereka termasuk bagian Bani Israil yang shalih-shalih.

[03] Di jaman modern, atau setidaknya setelah Eropa mengalami Renaissance, Yahudi mengalami transformasi gerakan keagamaan baru. Gerakannya berbeda dengan risalah Nabi-nabi dari kalangan Bani Israil. Gerakan mereka justru menginduk kepada inspirasi Samiri yang pernah membuat patung Al Baqarah (sapi betina) untuk pemujaan. Mereka mengambil ide-ide kemusyrikan dari bangsa Mesir, di jaman Fir’aun. Hampir semua simbol-simbol keagamaan yang dipakai Yahudi modern, itu digali dari peradaban kemusyrikan Mesir. Jadi, Yahudi modern bukanlah pengikut Musa, Dawud, atau Sulaiman, tetapi mengikuti Samiri yang membuat patung sapi betina untuk pemujaan. Hal itu dikuatkan dengan doktrin Talmud yang mengagung-agungkan etnis mereka, dan melecehkan Tuhan (Allah Ta’ala). Yahudi yang berpegang kepada Talmud bukanlah bagian dari Ahli Kitab, tetapi mereka adalah orang-orang musyrik yang mengikuti jalan Samiri.

[04] Secara umum, Yahudi modern terdiri dari dua komunitas besar, yaitu: Yahudi asli (original Jewish) dan Yahudi warna-warni (colored Jewish). Yahudi asli maksudnya, orang-orang yang mewarisi darah Yahudi. Darah Yahudi ditentukan oleh silsilah keturunan dari jalur ibu. Inilah manusia yang benar-benar disebut Yahudi. Dan harus dicatat, kaum Yahudi ini amat sangat ketat dalam menjaga kemurnian etnis mereka. Mereka tidak tertarik melakukan asimilasi seluas-luasnya, sebab mereka merasa sebagai “etnis terbaik di dunia”, sementara etnis lain dianggap “budak” yang bebas dieksplotasi tanpa batas. Lalu yang disebut Yahudi warna-warni adalah siapa saja dari etnis apapun selain Yahudi yang bekerja mensukseskan misi Yahudi internasional. Mereka ini bisa disebut “budak-budak” Yahudi asli. Mereka bisa orang Jawa, bisa orang pesantren, bisa bergelar kyai haji, bisa asal Jombang, dan sebagainya. Mereka itu jelas-jelas tidak berdarah Yahudi, karena ibunya bukan Yahudi, tetapi mau suka-rela berjihad membela missi Yahudi internasional.

[05] Yahudi warna-warni itu biasanya tergabung dalam organisasi-organisasi mantel pendukung Zionisme internasional. Selama ini, mereka kita kenal sebagai “Freemasonry”. Tetapi menurut ahlinya, organisasi mantel itu bisa macam-macam. Freemasonry hanya satu bentuk saja. Rizki Ridyasmara menyebut mereka sebagai kelompok Luciferian, karena mereka mengabdi kepada “tuhan” yang bernama Lucifer yang disimbolkan dalam bentuk bintang, di dalamnya ada bentuk kepala kambing bertanduk dua. Bisa dikatakan, Lucifer adalah simbolisasi Iblis itu sendiri. Kaum Freemasonry ini bisa berasal dari berbagai etnis, dari berbagai negara, dari berbagai status, ikatan keagamaan, organisasi, dan sebagainya. Tapi mereka satu kata dalam simbol keagamaan, ideologi, dan missi memperjuangkan kepentingan Yahudi nternasional.

[06] Pertanyaannya, mengapa Yahudi asli harus membentuk organisasi mantel yang bermacam-macam? Atau mengapa Yahudi asli harus meminta bantuan “Yahudi abang ijo”? Jawabnya: Yahudi membutuhkan penetrasi ke berbagai negara/etnis di dunia, untuk mendukung missi mereka. Sedangkan cara terbaik penetrasi ialah dengan memakai tangan orang-orang dari negara/etnis masing-masing. Misalnya, Yahudi mengambil seorang kyai haji sebagai agen mereka. Maka diharapkan, semua jamaah kyai haji itu akan mudah dikendalikan untuk mendukung missi Yahudi. Kemudian, Yahudi sendiri merasa dirinya terlalu suci untuk berhubungan dengan manusia-manusia lain. Mereka tidak mau “kotor tangan”, maka dipakailah agen-agen dari setiap negara untuk menggarap negara masing-masing. Soal biaya, mereka bersedia memberikan dukungan penuh.

[07] Perlu dicatat, bahwa siapapun yang terlibat dalam gerakan mantel Yahudi seperti Freemasonry, mereka bukan orang Muslim. Mereka itu kafir. Tidak diragukan lagi. Mengapa? Sebab mereka berani mengkhianati agamanya sendiri dalam rangka mensukseskan missi Yahudi. Kemudian, mereka tidak meyakini lagi bahwa Islam adalah agama yang paling benar. Ideologi mereka diganti dengan humanisme, pluralisme, dan demokratisme. Kemudian, mereka selama hidupnya selalu memusuhi missi perjuangan Islam. Dan mereka ridha dengan ritual-ritual kekufuran yang berlaku di organisasi seperti Freemasonry itu.

[08] Untuk mengenali apakah seseorang terlibat Freemasonry atau tidak, sungguh tidak mudah. Mungkin hanya kerja intelijen negara yang bisa menyingkap hal itu. Tetapi seorang anggota Freemasonry bisa dikenali tanda-tandanya, misalnya: (1) Mereka bukan Yahudi asli, ibunya bukan berdarah Yahudi; (2) Selama hidupnya dia mengagung-agungkan slogan humanisme, pluralisme, dan demokrasi; (3) Dia sangat memusuhi misi perjuangan Islam, dan membenturkan misi tersebut dengan seruan Sekularisme atau Nasionalisme; (4) Dia memiliki sumbangan, sedikit atau banyak, bagi kemajuan Yahudi internasional; (5) Dia mendapat penghargaan resmi dari organisasi Yahudi internasional.

[09] Adalah sulit untuk memastikan bahwa Gus Dur adalah seorang Freemason, sebab kita tidak memiliki bukti validnya. Bisa jadi kalangan Muslim lain memiliki data tersebut, sehingga ia bisa dibuka. Namun untuk menyimpulkan, bahwa Gus Dur adalah seorang penyokong gerakan Yahudi internasional sangatlah mudah. Banyak tanda-tandanya. Misalnya, dia pernah terlibat mendirikan Shimon Perez Institute; dia pernah pergi ke Israel; dia pernah mendapat medali dari organisasi Yahudi karena keberaniannya membela kepentingan Yahudi di Indonesia; ketika menjadi Presiden RI, dia pernah hendak membuka hubungan dagang dengan Israel; Gus Dur secara formal pernah membela Yahudi di depan media massa. Dia mengatakan, “Yahudi itu orang beragama, bukan atheis. Kalau dengan Soviet yang komunis saja Indonesia mau menjalin hubungan, mengapa tidak dengan Israel?” Begitu kira-kira alasan dia ketika itu. Sangat jelas sekali bahwa Gus Dur adalah seorang Zionis (pembela Israel) dari kalangan bangsa Indonesia.

[10] Fakta kecil yang perlu disinggung, yakni kedekatan Gus Dur dengan Ahmad Dhani, dari band Dewa. Semua orang sudah tahu, bagaimana sikap Dhani kepada Gus Dur. Dhani sangat memuja-muja Gus Dur. Pendek kata, Gus Dur mau berbicara apapun, Dhani dijamin akan mendukung. Sementara Dhani ini sangat layak dicurigai sebagai bagian dari Freemasonry di Indonesia. Ada yang pernah membahas simbol-simbol yang dipakai Dhani dalam cover album-albumnya. Dhani pernah menginjak-injak kaligrafi Allah yang telah disamarkan, di atas panggung band. Kemunculan abum “Laskar Cinta” ditujukan sebagai anti-tessa “Laskar Jihad” (segala upaya Jihad untuk membela Islam). Dalam salah satu lagu hits-nya, Dhani melantunkan lirik yang kurang lebih isinya sebagai berikut, “Tak ada yang lain, selain diri-Mu yang selalu kupujaaa… Dengan mata-Mu aku melihat, dengan lidah-Mu aku bicara.” Di mata kita, mungkin lagu ini dianggap bentuk pujian kepada Allah. Maka ia dianggap sebagai lagu “pop religi” Dhani dan bandnya. Padahal bisa jadi, yang dimaksud diri-Mu, memuja-Mu, mata-Mu, lidah-Mu itu adalah Lucifer, dewa pujaan kaum Freemasonry. Sebab disana tidak ada disebutkan kata “Allah” sedikit pun. Malah kaligrafi Allah diinjak-injak oleh Dhani dan kawan-kawan. Ada sebuah informasi menarik, ketika Kraton Solo tiba-tiba menganugerahi Dhani dengan gelar “Raden”. Tidak ada angina, tidak ada hujan, tiba-tiba Dhani dianugerahi gelar itu. Dhani sendiri merasa heran dengan gelar itu, sebab dia bukan orang Jawa. Ini sangat janggal. Ada apa ini, tiba-tiba dia di-raden-kan oleh Kraton Solo? Hal lain yang tak kalah menarik, kasus Dhani dengan Mulan Jamila. Hampir tidak ada satu pun media infotainment yang menghujat sikap Dhani yang mengkhianati isterinya itu. Padahal ketika kasus yang sama menimpa pasangan artis-artis lain, media infotanment getol memberitakan hal itu. Saya juga masih ingat, betapa Dhani sangat ngefans dengan Manchester United yang dikenal dengan julukan “Setan Merah”. Ketika MU akan bertanding dengan FC Barcelona dalam Piala Champions, Dhani secara emosional mendukung MU. Malah ketika MU datang ke Malaysia, Dhani mengajak anak-anaknya datang kesana. Banyak sisi-sisi menarik seputar kiprah Dhani “Dewa” yang mencerminkan kedekatan manusia itu dengan gerakan Freemasonry.

[11] Patut diingat dengan jelas, bagaimana peranan media massa, terutama media TV dalam memuja-muja Gus Dur. Selama ini saya cukup bersimpati kepada MetroTV, sering mengakses TVOne, dan berita-berita lain. Tetapi dengan gerakan pemujaan Gus Dur, ini tampak nyata bahwa media-media itu seperti berlomba mencari keridhaan Yahudi internasional. Caranya, dengan memuja-muja Gus Dur. Sejujurnya, sejak dulu Gus Dur itu tidak ada apa-apanya. Dia menjadi besar bukan karena dirinya, tetapi karena REKAYASA MEDIA. Media yang membuat Gus Dur besar, dan media pula yang membuat tokoh-tokoh lain kecil. Bayangkan, media massa tidak pernah peduli ketika Ketua PP Persatuan Islam, KH. Shiddiq Amin wafat. Begitu pula, ketika KH. Husein Umar wafat. Media tidak mau memberitakan, atau menghargainya secara layak. Tetapi ketika ada seorang icon Yahudi di Indonesia mati, mereka berlomba-lomba melakukan “ritual pemujaan”. Sangat menyedihkan! Kalau akhirnya nanti Gus Dur benar-benar ditasbihkan sebagai “pahlawan nasional”, sungguh kita patut memboikot semua media-media sekuler itu. Jangan lagi merasa memiliki media, selain media yang kita buat sendiri.

[12] Orang-orang yang mengklaim dirinya pro pluralisme, pro demokrasi, pro humanisme, lalu memuja-muja Gus Dur sebagai manusia yang berjasa besar dalam ketiga isu tersebut. Pada dasarnya, mereka adalah orang-orang BODOH yang tidak mengerti ujung dari gerakan pluralisme, humanisme, dan demokrasi itu sendiri. Pluralisme adalah ideologi untuk mematikan keimanan kepada agama-agama (bukan hanya Islam). Seorang pluralis sejati tidak memiliki keyakinan yang kuat kepada suatu agama, selain agama pluralisme itu sendiri. Orang-orang yang berakidah humanisme, mereka mempertuhankan “kepentingan manusia”, sehingga manusia dianggap bebas merdeka, termasuk bebas dari aturan agama. Manusia yang berakidah demokrasi, mereka meyakini bahwa “suara rakyat suara Tuhan”. Artinya, cukuplah kesepakatan rakyat untuk menggantikan peranan aturan Tuhan. Ketiga prinsip (pluralisme, humanisme, demokrasi) ini adalah hakikat atheisme, sebagaimana prinsip-prinsip yang diajarkan oleh Freemasonry kepada para pengikutnya.

[13] Semua orang yang memuja-muja Gus Dur, pada dasarnya tidak keluar dari 3 kemungkinan: Pertama, mereka orang bodoh yang tidak tahu informasi dan sempit wawasan. Mereka orang-orang fanatik yang tidak bisa membedakan hitam dan putih; Kedua, mereka orang oportunis yang merasa perlu mencari keridhaan umat manusia (khususnya investor Yahudi) agar mendapat keuntungan-keuntungan duniawi; Ketiga, mereka satu barisan dengan Gus Dur dalam rangka memadamkan cahaya agama Allah dan membesarkan missi Yahudi laknatullah ‘alaihim. Hanya ini kemungkinannya.

[14] Betapa banyak manusia takut kepada Gus Dur, selama hidupnya. Mereka tidak berani mengkritik Gus Dur, tidak berani berbeda pendapat, tidak berani membantah, tidak berani menentang pendapat-pendapatnya yang keliru. Termasuk, ketika Gus Dur mengatakan, bahwa Al Qur’an adalah kitab suci yang paling porno. Mereka tetap tidak berani mengingatkan Gus Dur. Mereka sangat takut kepada Gus Dur, karena takut kuwalat, takut celaka, takut mengalami kemalangan. Lihatlah, betapa banyak manusia sudah mempertuhankan Gus Dur. Kepada Allah mereka tidak takut, tetapi kepada Gus Dur begitu ketakutan. Realitas seperti itu adalah kemusyrikan dalam bentuk baru.

[15] Terakhir, betapa hinanya manusia yang mau membela, membantu, mendukung, menyokong, mempermudah gerakan Yahudi internasional. Padahal mereka semula adalah Muslim, orang Indonesia, orang pesantren, dan sebagainya. Sayang sekali, mereka mendukung Yahudi internasional yang terkenal dengan misi-misi kejahatan mereka untuk memperbudak seluruh manusia di dunia. Mereka mendukung gerakan yang tujuan akhirnya menjadikan semua manusia bersimpuh di telapak kaki Yahudi. Bahkan sangat disayangkan sekali, mereka lahir dari rahim wanita-wanita non Yahudi. Mengapa? Sebab selama mereka tidak memiliki darah Yahudi, statusnya tetap sebagai “budak”. Sangat menyedihkan, mereka bersusah-payah mendukung misi kerusakan di muka bumi.

Sulit bagi saya untuk memastikan, apakah Gus Dur seorang Freemason atau bukan? Tetapi setidaknya kita mendapat banyak bukti, bahwa dia adalah tokoh yang selama hidupnya banyak menolong missi-missi Yahudi internasional. Dalam Surat Al Maa’idah dikatakan, “Wan man yatawallahum, fainnahu minhum” [siapa yang loyal kepada mereka (Yahudi atau Nashrani), sesungguhnya dia bagian dari mereka].

Sekali lagi ditegaskan disini, Gus Dur bukan saja tidak pantas dianggap sebagai “pahlawan nasional”. Bahkan mengucapkan “innalillah wa inna ilaihi raji’un” saat dia mati, adalah sebuah kesalahan.

Saudaraku, Anda jangan takut kepada siapapun dalam rangka mentaati Allah dan Rasul-Nya. Sekaligus Anda jangan berani memuja-muja manusia yang tidak pantas dipuji, sehingga perbuatan Anda itu akan mengundang kemurkaan Allah Ta’ala. Jadilah Muslim sejati yang bicara apa adanya; katakan benar jika benar, katakan salah jika salah. Demi Allah, orang-orang oportunis dimanapun tidak akan beruntung. Mereka takut dimusuhi manusia, tetapi tidak takut dimusuhi Allah Ta’ala.

Perhatikan nasib orang-orang yang saat ini berlomba-lomba memuja Gus Dur, kemudian mereka tidak bertaubat dari kesalahan-kesalahannya. Lihatlah apa yang nanti akan menimpa mereka! Mari kita sama-sama menyaksikan!

Alhamdulillahi Rabbil ‘alamiin, wallahu Akbar, wallahu Akbar, wallahu Akbar walillahil hamdu.

Abu Muhammad Waskito.

(Dulu dibesarkan dalam kultur Nahdhiyin, di Malang).

About these ads

79 Balasan ke Gerakan Pemujaan Gus Dur…

  1. jim mengatakan:

    i like it…….

  2. Ana Jiddan mengatakan:

    Sedih juga ternyata sebuah partai Islam yang katanya memeperjuangkan Islam ikut2an memuji2 Mbah Dur…

  3. bams mengatakan:

    wallahu a’lam….kmu juga waskito tdak tahu apapun selain berdasar pendapat dan kyakinanmu saja…kamu adalah bagian dari kbingungan kita semua tentang kebenaran hingga kamu mengetahuinya setelah mati..

  4. Shadowlight mengatakan:

    Sungguh sangat menyedihkan nasib umat ibi, sudah jahil, tertipu, dan mereka masih mau menerima kejahilan dan kebodohannya. sungguh kemalangan yang berlapis-lapis. Mari kita suarakan kebenaran, kembalilah kepada pemahaman salafusshalih sebagaimana Rosululloh dan para sahabat, jangan biarkan seorang pun menginjak2 dan mengotak atik gama ini, apalagi merubahnya, dengan menambah ataupun menguranginya. untuk Gus Dur, saya ingin mengucapkan dengan seadil-adil perkataan, ” SEMOGA ALLOH MEMBALAS AMALMU, SEBAGAIMANA YANG KAMU KERJAKAN.”
    Ana juga sempat besar di Lingkungan Nahdliyyiin, sungguh sangat disayangkan, mereka sangat berlebihan fanatismenya (kalau tak mau dibilang kultus) kepada kelompok dan pemimpin mereka. sungguh2 taklid yang benar2 membabi buta. Walloohu a’lamu bishawaab.

  5. wong ngalam mengatakan:

    wah2 inilah indonesia ada orang meninggal kok malah berusaha meng-ada2 keburukannya.ayahab!!! ini thun 2010 udah g jaman lagi yang gitu2an, mending qt introspeksi diri, jangan2 yg yahudi / fremason tu malah qt sendiri, jg mudah mnuduh orang tu yahudi, kafir, ato yg lainx.

  6. gangan mengatakan:

    gus dur itu agamanya di ragukan apakah dia islam atau yahudi, menurut alQur’an jika kita mengakui dan mendukung agama selain islam maka kita adalah bagian dari mereka, a’u zhubila hi minzaliq.

  7. abisyakir mengatakan:

    @ Wong Ngalam…

    Gus Dur itu lho pernah bilang, “Al Qur’an itu kitab suci paling porno.” Karena kata dia dalam AQ ada perintah menyusui anak. Menyusui anak kan mengeluarkan -maaf- “tetek ibu”. Karena itu dia bilang Al Qur’an kitab suci paling porno.

    Anda pernah belajar agama tidak ya? Menghina Al Qur’an, Allah, Rasul-Nya, adalah kemurtadan dari jalan Islam. Hanya karena orang-orang seperti Anda ini telah “mengibadahi” Gus Dur, maka kelakuan dia apapun, Anda terima.

    Ketika dinasehati, malah mengatakan, “jangan-jangan yang yahudi/freemasonry itu malah kita sendiri.” Demi Allah, saya bersumpah kepada Anda, disaksikan oleh Allah yang Maha Tahu dan langit dan bumi: Saya bukan seorang Freemasonry, bahkan saya membenci “Yahudi warna-warni” itu, dan semoga saya mati dalam keadaan membenci Freemasonry, lahir bathin. Allahumma amin.

    Cobalah belajar lagi, pahami apa dan siapa Freemasonry, baru membuat komentar. Oke? Selamat belajar.

    AMW.

  8. ariefmas mengatakan:

    Wah wah wah, setelah baca artikel ini, ternyata Gus Dur dan NU jelek banget ya.
    Kalo begitu tuntut saja; Bubarkan NU, Bunuh NU, dimanapun NU berada.
    Hehehe, kayak nuntut pembubaran dan pembasmian Ahmadiyah dulu.
    Jadi nggak berpanjang-panjang mbahasnya. Simple gitu lho.
    Kalo memang terbukti NU seburuk itu. Jangan biarkan NU hidup di Indonesia bahkan di dunia. Berantas habis NU kalo memang merusak agama. Bakar semua pondok2 pesantren yang berlabel NU.
    Selesai.
    Enak to…
    Gitu aja kok repot.

  9. abisyakir mengatakan:

    @ Ariefmas…

    Hai, Anda ini namanya Arief, orang yang berharap menjadi manusia Arif. Mengapa Anda menulis komentar-komentar KOTOR seperti itu? Anda ini manusia apa bukan sih? Dimana letak akal pikiran Anda? Ada di kepala, di dengkul, atau di bagian lain? Laa haula wa laa quwwata illa billah.

    Inilah contoh manusia berlagak intelek, tapi hatinya keruh oleh pemikiran-pemikiran rusak. Orang seperti ini bisa dianggap sebagai manusia “keracunan” yang perlu ditunjukkan jalan pulang.

    Kalau Anda mau bersikap adil, itu pun kalau Anda mengerti istilah keadilan. Saya khawatir, Anda ini termasuk orang-orang bodoh yang hatinya telah rusak oleh api dendam yang sangat menyala-nyala. …cobalah lihat, apakah dalam tulisan itu saya menyerang NU, meminta NU dibubarkan, dihancurkan, pesantren-pesantren dibakar. Wahai manusia, di bagian akhir tulisan, saya katakan, saya itu dibesarkan dalam kultur NU. Dengan mata kepala sendiri, saya tahu bahwa tidak semua orang NU seperti Gus Dur dan para pengikut fanatiknya. Sungguh, mayoritas keluarga saya itu NU, dan mereka tidak fanatik buta seperti yang digambarkan oleh media-media massa selama ini.

    Adalah salah dan salah sekali kalau masyarakat memahami bahwa NU seperti Gus Dur. Tidak sama sekali. Ini hanyalah fitnah yang timbul dari opini media yang terus-menerus meneror kepala manusia. Masih banyak kyai NU, ustadz NU, pesantren-pesantren di Jawa Timur yang bersikap baik. Ketika Gus Dur dijatuhkan, mereka tidak semuanya menolak. Tidak sedikit juga yang setuju.

    Perlu saya jelaskan, waktu Soekarno pidato di Amuntai sekitar 1954, Soekarno mengatakan, kalau Syariat Islam dilaksanakan di Indonesia, negara ini akan terpecah-belah, Indonesia Timur akan memisahkan diri. Anda tahu, siapa yang sangat keras membantah ucapan Soekarno itu? Beliau adalah KH. Wahid Hasyim, ayah Gus Dur sendiri. Maka itu Ustadz Hartono Ahmad Jaiz pernah mengatakan, “Gus Dur telah menjual bapaknya sendiri.”

    Saya ingatkan Anda, wahai orang yang menyebut diri “ariefmas”, cobalah bertaubatlah kepada Allah. Anda jangan mengalihkan persoalan Gus Dur ke masalah NU. Itu bukan yang dituju dengan tulisan tersebut. Kemudian Anda jangan menganggap kata-kata KOTOR Anda itu sebagai masalah kecil (..selesai…enak to…gitu aja kok repot). Demi Allah, kata-kata hasutan Anda itu amat sangat besar konsekuensinya, kalau Anda memahami.

    AMW.

  10. ariefmas mengatakan:

    Saya cuma niru video2 dan tulisan2 setahun yang lalu tentang bubarkan dan bunuh, ustad2 juga kan yg bilang gitu di video. Anehnya, video2 dan tulisan2 itu kok sekarang tidak ada ya.
    Memang jarang atau hampir nggak ada tulisan yg langsung memvonis NU itu bagaimana. Tapi dari ada kata ‘nahdliyin’, otomatis pikiran kita ke NU.
    Minimal klaim2 bahwa ziarah kubur itu musyrik, dll dll, padahal mayoritas nahdliyin itu suka ziarah kubur.. Saya yg tidak mendalami agama / awam, jadi bingung mana yg benar.
    Jadi maafkan saya atas komentar itu, hanya ungkapan kebingungan saya atas banyaknya aliran2 islam, bahkan ada yg memvonis kayak gitu musyrik, bid’ah, kafir, taqlid.
    Jadi bingung deh mau ikut mana.
    Kesimpulannya, kalo memang merusak agama, seperti halnya ahmadiyah dulu (saya baca di banyak artikel: pengakuan nabi baru setelah Nabi SAW).
    Kan berarti merusak kemurnian islam.
    Nah, yg merusak2 islam seperti itu kok tidak dituntut dibubarkan.
    Akhirnya kembali saja ke sholat, puasa, zakat.. Umum2 aja. Bingung dg aliran2..

  11. baguscokie mengatakan:

    Peziarah trus berdatangan ke makam Gus Dur untk mengharap Berkah. Sesungguhnya Berkah datang langsung dari Allah SWT tanpa perantara.
    Pengkultusan terhadap seseorang bsa menjurus kemusyrikan apalagi Gus dur hanya manusia biasa yg tak lepas dari dosa.

  12. gatot mengatakan:

    saya tidak pernah memuja gusdur ,yang saya perhatikan setelah dia meninggal kenapa kok banyak yang mendoakan nya dan banyak yang melakukan sholat ghoib ,berapa besar pahala yang dia terima ,sungguh sebuah karunia ……

  13. Abdul mengatakan:

    “KEKERAMATAN SEORANG WALI AKAN NAMPAK STELAH KEWAFATANNYA..” tiap2 orang akan menjalankan pendekatan2 tertentu guna tercapainya maksud&tujuanya, seperti hal nya GUS DUR dlm pendekatanya kpd israel guna perdamaian ummat islam didunia scara umum.. Demikian juga hal nya saudara yg melalui tulisan diatas mencoba melakukan pendekatan kpd para pembaca skalian guna mempengaruhi mrk agar terpengaruh oleh PENDAPAT SAUDARA yg mnurut saya SANGAT DILANDASI DG SIFAT IRI&DENGKI, sadarkah saudara bahwa menggunjing&menyebarluaskan ksalahan orang lain adalah dosa? Apalgi tentang GUS DUR yg blum tentu BENAR apa yg saudara sangkakan.. JAGALAH HATI & hindarkan dr sifat2 BUSUK yg bisa mengikis keimanan saudara. Smoga ALLAH memberi hidayah kpd saudara krn biasanya org sperti SAUDARA HATINYA LEBIH BUSUK DR KEBUSUKAN YAHUDI (smoga ini menjadi pengingat dr saya kpd saudara sbg ssama muslim)

  14. Abdul mengatakan:

    “Sesungguhnya syetan akan selalu membisiki kpd tiap2 hati manusia untuk berbuat kejahatan”
    mnurut saya timbulnya aliran2 keagamaan yg ada sekarang krn adanya pmikiran2 orang sperti saudara..
    Pengkultusan (mnurut bahasa saudara) yg dilakukan oleh para nahdiyin kpd GUS DUR smata-mata ungkapan rasa kehilangan mrk atas kewafatan beliau..sama halnya keluarga saudara yg nnt akan kehilangan apabila SAUDARA MATI , tp kadar rasa kehilangannya akan berbeda..tergantung dr apa yg telah saudara persembahkan&lakukan buat mereka.

  15. irwan mengatakan:

    sebaiknya anda intropeksi diri,salah satu penyakit hati menganggap diri punya hak yg tinggi untuk mengadili orang,benar salah itu ALLAH yang tahu.saya harap anda pahami dulu semuanya permasalahan…..tidak mungkin seorang ulama menghina kitab suci,dan menjus gus dur yahudi kurang baek karena anda bisa liat lewat media.klo gus dur bukan islam tidak mungkin peziarah banyak dan para kyai dan ulama menghormati beliau,kyai juga orang yang berilmu dan paham al-quran.lebih baik anda mengajak muslim mencari keikhlasan dan pasrah kepada ALLAH daripada mengurusi orang lain.

  16. Hana mengatakan:

    Penulisan dan pemikiran Anda sangat sistematis. Penelitian mendalam nampaknya telah Anda lakukan terhadap sosok Gus Dur. Saya sangat suka membaca tulisan kalimat yang menyatakan “para elit dan pemimpin tidak tegas” dalam memberikan pembelajaran yang benar. Memang memuakkan membaca menonton media yang mengagung agungkan seseorang. Toh beliau adalah manusia biasa juga.

  17. sugabus mengatakan:

    BUAT PARA PENGHUJAT GUSDUR

    Wafatnya Gusdur dimaknai sebagai kehilangan besar bagi sebagian besar orang di negeri ini dan dunia. Akan tetapi bagi sebagian kecil orang yang hatinya penuh dengan hasud, dengki dan suudzon, tidak mampu melihat hal itu.

    Manusia-manusia yang hasud terhadap gusdur cukup banyak kok, nggak hanya yang nulis blog ini. Coba tengok di Detik Forum [coba lihat threat ini http://forum.detik.com/showthread.php?t=133691 terutama page 4-7] atau editorial eramuslim.com [ lihat di http://eramuslim.com/editorial/diantara-bush-blair-gorbachev-streisand-dan-abdurrahman-wahid.htm ] serta komentar beberpa manusia penuh suudzon di komentar ini [ http://eramuslim.com/dialog/comment/gus-dur-pahlawan-nasional ] begitu buruk dan jahat kata-kata yang mereka keluarkan. Semoga Allah memberi pencerahan pada mereka.

    Ternyata proyek besar pembunuhan karakter yang dilakukan oleh pemimpin-pemimpin politik mereka telah demikian jauh menanamkan kebencian yang mendalam kepada Gus Dur di hati jamaah mereka. Bahkan ketika Gus Dur wafat, fitnah berdasar suudzon dan kepicikan ilmu mereka serta nafsu akan kekuasaan …. proyek pembunuhan karakter terhadap Gus Dur tetap terus dijalankan. Saya kasihan dengan pimpinan-pimpinan anda yang mengkonsep, mempropaganda dan menghasud pengikut semacam anda ini untuk membenci Gus Dur hanya berbasis fitnah belaka.

    Bagi para PENGHUJAT GUSDUR, rengungkanlah tulisan di bawah ini yang saya kopas dari Detik Forum :

    Ratusan orang yang datang di RSCM,
    Ribuan yang beduka di Ciganjur,
    Puluhan ribu yang mensholati jenazahnya di Jombang,
    Ratusan ribu yang datang di pemakaman beliau,
    Puluhan ribu yang sholat gaib di berbagai penjuru dunia,
    Puluhan ribu peziarah silih berganti melayat di makam beliau
    Ratusan ribu yang yang menggelar tahlil, doa, serta penghormatan dengan caranya masing-masing di seluruh pelosok dunia,
    Jutaan lainnya yang berduka dengan mengibarkan bendera setengah tiang.

    MUNGKIN MERUPAKAN PENGHORMATAN TERBESAR YANG PERNAH ADA DI NEGERI INI Atas kematian seseorang. Kalau mau dibandingkan, pemberian gelar pahlawan nasional tidak ada apa-apanya dengan penghormatan sebesar ini.

    Bagi para penghujat GusDur, gunakan otakmu dan hati nuranimu sedikit saja, setiap muslim yang berilmu akan iri dengan luapan bah do’a pada kematian seseorang seperti yang kita lihat pada pemakaman GusDur. Mungkin yang akan datang di kematian kita tidak akan sampai 5% dari yang datang mensholati dan mendoakan Gus Dur. Fakta itu cukuplah untuk membuat kita menjadi lebih rendah hati atau bahkan berpikir ulang akan apa arti kesejatian.

    Kalian yang hatinya telah penuh sesak akan dengki dan hasud, tanpa mau menggali lebih dalam lagi makna ucapan dan kata-kata, maksud dilakukannya suatu tindakan dan intisari niatan suatu keberpihakan. Dan suka berpuas diri pada simbol-simbol dangkal, memang susah diharapkan untuk mengerti.

    Selamat jalan guruku, selamat jalan inspiratorku.

  18. "orangwaras" mengatakan:

    sirik tanda tak mampu…..huuuuuu kacian deh lo…hehehe. YASSIRUU WALAA TU’ASSIRUU = GITU AJA KOK REPOT…..

  19. irsyad mengatakan:

    ini say akutip dari tulisan anda sendiri, yang sekarang anda lakukan terhadap gusdur. Baiknya tidak banyak mencela orang apalagi mengkafirkan, itu lebih aman untuk keimanan masing-masing.

    “Mula-mula harus disadari, bahwa cara yang dipakai oleh para pemuda ekstrem itu adalah: Tajassus! Ia adalah metode mencari-cari kesalahan manusia, sampai sekecil-kecilnya. Cara demikian tidak boleh ditempuh di antara sesama Muslim, sebab hukumnya haram. Dalam Al Qur’an, “Dan janganlah kalian mencari-cari kesalahan (sesama Mukmin), dan janganlah kalian satu sama lain saling menggunjing.” (Al Hujuraat: 12).”

  20. Ibn mengatakan:

    @bams, ngape musti jadi bagian dari kebingungan KITA? KITA? ELO aja kali.

    Cara berpikir itu jangan dilandasi dengan pandangan umum masyarakat yang coba diekspos media sekuler secara membabi buta. Seolah2 semua masyarakat mengagumi Gus Dur. Patokannya adalah apakah sesuai dengan al-Qur’an dan Hadist2 Rasulullah yg shahih atau tidak. Cukup. Jangan dicampur2 dengan gambaran2 media yang sudah jelas2 merupakan corong dari gerakan SEPILIS. Kalo itu pijakannya jamin gak akan bingung. :)

  21. Ibn mengatakan:

    @wong ngalam, 2010 ! So what?!
    Dunia semakin tua yang katanya semakin modern justru menjadikan manusia semakin kufur dan semakin berani menentang Allah. Padahal sudah jelas2 kita akan kembali kepada-Nya dan harus mempertanggungjawabkan segala bentuk penentangan kita kepada aturan2 Allah dan Rasul-Nya.

  22. abisyakir mengatakan:

    @ Irsyad…

    Mula-mula saya sampaikan, ahlan wa sahlan. Saya bersyukur, Anda termasuk yang kritis, dan mau “sedikit membaca”. Ini sangat bagus dan seharusnya begitu. Jadi, jangan menilai sesuatu hanya sekedar perasaan-perasaan saja, atau “katanya” “katanya” “katanya”…terus saja “katanya”. Alhamdulillah, pokoknya saya sangat apresiatif dengan langkah Anda.

    Selanjutnya, saya akan jawab kritik yang Anda sampaikan tentang tulisan pada buku “Wajah Salafi Ekstrem di Dunia Internet”.

    Akhi, saat kita memperlakukan Gus Dur, saya dalam posisi tidak sedang memperlakukan seorang Muslim. Dia itu bukan Muslim, tetapi pembela Yahudi, penghina Al Qur’an, tukang menyakiti hati Muslim Indonesia selama puluhan tahun, raja kontroversi, bahkan dia adalah “penyusup” yang dimasukkan ke ormas Islam PBNU untuk merusak Islam di Indonesia dan NU tentunya. Gus Dur itu tidak pantas diucapkan “inna lillahi wa inna ilaihi raji’un” ketika meninggal, tandanya bahwa dia bukanlah seorang Muslim yang wafatnya dianggap mushibah.

    Kalau ditanya, apakah saya mengkafirkan Gus Dur? Dengan jelas dan yakin saya katakan: “YAAAAA!!!” Ya, dia tak pantas disebut Muslim, disebut tokoh agama, disebut cendekiawan Islam, disebut ulama, apalagi wali Allah.

    Alasan apa sehingga saya mengkafirkan dirinya? Ya, dari segala tindak-tanduk, pemikiran, dan kepemimpinannya selama ini. Dalam tulisan-tulisan sudah saya sebutkan hal itu, sekedar ingin mengingatkan kembali, berikut perbuatan-perbuatan Gus Dur yang bisa mengkafirkan dirinya:

    => Bekerjasama dengan Yahudi, datang ke Israel, mendirikan Shimon Perez Insttute bersama musuh-musuh Islam, berniat membuka hubungan dagang dengan Israel, dan secara formal mendapat “medal keberanian” dari lembaga Israel.

    => Gus Dur pernah mengatakan, dalam wawancara dengan JIL, di radio Utan Kayu, bahwa: “Al Qur’an itu kitab suci paling porno,” lalu dia tertawa terkekeh-kekeh. Ini adalah kata-kata yang langsung membuatnya murtad.

    => Gus Dur sangat mendukung gerakan JIL, bahkan dia adalah tokoh “sesepuh JIL”. Padahal kita tahu, pekerjaan JIL tak lain dari menyerang dasar-dasar Islam. Terlalu banyak bukti-bukti kebejatan pemikiran-pemkiran JIL itu.

    => Gus Dur ini berulang kali, di berbagai kesempatan, menyerang Syariat Islam. Di antaranya dia menolak berlakunya hukum Islam, menolak konsep ekonomi Islam, tidak mengakui bahwa Islam juga mengatur urusan negara, dan lain-lain. Gus Dur itu terang-terangan membela konsep negara sekuler.

    => Gus Dur pernah dibaiat di gereja, pernah didoakan oleh para misionaris, bahkan didoakan oleh penginjil wanita dari Amerka, dan dia ridha dengan semua itu. Tahu dari mana kita kejadian itu? Ini sudah ada VCD-nya, sempat beredar luas di masyarakat. Ini tandanya, dia ridha dengan kekafiran.

    => Gus Dur sejak awal Pemerintahannya tahun 1999, dia hendak mencabut Tap MPR No. 25/1966 tentang ajaran Marxis, Komunis. Dia tak pernah mencabut status Partai Masyumi sebagai partai yang dilarang oleh Orde Lama jaman Soekarno. Tapi mau mencabut Tap MPRS No. 25 itu. Lalu ketika akan membuka hubungan dagang dengan Israel, Gus Dur lain lagi lidahnya, dia bilang: “Israel orang beragama, yang kafir itu orang atheis yang tak beragama. Dengan Uni Soviet saja kita ada hubungan, kenapa dengan Israel tidak?” Lihat, betapa celaka pikiran orang ini! Satu saat mau mencabut Tap MPRS tentang Marxis, Komunis, tapi di saat yang lain, menyebut orang atheis sebagai orang kafir, sementara Yahudi bukan. (Nah, begitulah salah satu ciri tokoh kekafiran, kebodohannya ditunjukkan secara telanjang di depan mata kita).

    => Gus Dur berkali-kali bilang, bahwa kalau dia mati, dia ingin di nisan-nya dituls, “Disini dimakamkan seorang pembela demokrasi.” Sebelumnya, sebagai tokoh Humanis. Ini menunjukkan ideologi dia, yang bukan ideologi Islami. Kalau seorang Muslim, dia ingin agar di nisannya ditulis, “Dua Kalimat Syahadat”, “Bismillahirrahmanirrahiim”, “Allahu Akbar”, “Istighfar”, dan sebagainya yang menunjukkan bahwa dia seorang Muslim. (Meskipun sebenarnya, membuat tulisan-tulisan seperti itu tidak dicontohkan dalam Syariat).

    Dengan hal-hal seperti itu, dan mungkin bagi yang lain masih bisa menyebutkan hal-hal lain, bagaimana kita tidak akan mengkafirkan dirinya? Justru kalau Anda diam saja, tidak menganggap dia kafir, meskipun kesesatan-kesesatannya sudah AMAT SANGAT TELANJANG, justru Anda dipertanyakan keimanan Anda. Justru kita bertanya-tanya, apakah Anda masih menerima ajaran Islam atau tidak?

    Singkat kata, ini tak ada hubungannya dengan buku “Wajah Salafi Ekstrem di Dunia Internet”. Para Salafi Ekstrem itu adalah orang-orang sesat yang terus menebar kesesatan di media-media online. Sementara Gus Dur adalah masalah lain. Gus Dur ini sebenarnya sama kafirnya dengan Nurcholis Madjid, hanya saja Nurcholis “lebih sopan dan berbelit-belit”. Tap keduanya sama-sama kafirnya. Keduanya pembela missi JIL, bukan pembela Islam.

    ‘Ala kulli haal, terimakasih atas komentarnya.

    AMW.

  23. Ibn mengatakan:

    Sirik tanda memuja makhluk Allah dgn berlebih2an. Caranya dengan datang ke kuburan dan berharap orang yang telah mati tersebut dapat memberi berkah padahal kita tidak pernah tahu bagaimana keadaan si mayit. Mungkin sedang meraung, menangis, ketakutan dan menangis darah. Atau sedang mengumpati orang yang memujanya dengan ”Guoblok, kagak bakalan gua bisa kasih berkah ke elo-elo pada! Cuma Allah yang bisa. Sudah! Sebaiknya pada pulang dan kembali bertauhid dgn tauhid yg sesungguhnya. Dasar guoblog!”

    Uups! :oops:

  24. abisyakir mengatakan:

    @ Sugabus…

    Pertama-tama, terimakasih atas komentar Anda. Anda masuk melalui “spam”, tapi tetap saya berikan akses agar masuk komentar umum. Tapi, saya berharap, Anda jangan “kabur begitu saja” kalau komentar Anda dijawab. Terimakasih.

    BUAT PARA PENGHUJAT GUSDUR: Wafatnya Gusdur dimaknai sebagai kehilangan besar bagi sebagian besar orang di negeri ini dan dunia. Akan tetapi bagi sebagian kecil orang yang hatinya penuh dengan hasud, dengki dan suudzon, tidak mampu melihat hal itu.

    Jawab: Dari mana Anda memastikan bahwa ia dianggap sebagai kehilangan besar? Apa faktanya? Apakah orang-orang yang datang berkunjung, ziarah, mengelu-elukan Gus Dur lebih banyak dari mereka yang tinggal di rumah, diam-diam saja, cuek tak peduli, dll. ? Apa yang Anda tulis hanyalah opini yang Anda buat karena melihat tayangan TV.

    Manusia-manusia yang hasud terhadap gusdur cukup banyak kok, nggak hanya yang nulis blog ini. Coba tengok di Detik Forum [coba lihat threat ini http://forum.detik.com/showthread.php?t=133691 terutama page 4-7] atau editorial eramuslim.com [ lihat di http://eramuslim.com/editorial/diantara-bush-blair-gorbachev-streisand-dan-abdurrahman-wahid.htm ] serta komentar beberpa manusia penuh suudzon di komentar ini [ http://eramuslim.com/dialog/comment/gus-dur-pahlawan-nasional ] begitu buruk dan jahat kata-kata yang mereka keluarkan. Semoga Allah memberi pencerahan pada mereka.

    Jawab: Ya, sama saja. Anda mencela orang-orang yang mengkritik Gus Dur, Anda doakan agar mereka mendapat lham seperti Anda dan kawan2. Tapi pernahkah Anda memkirkan, bahwa mereka memilki alasan kuat yang tak mampu Anda bantah sama sekali? Jadi karena alasan mereka tak mampu Anda bantah, lalu keluar “jurus pamungkas”, mendoakan orang-orang itu agar mendapat “pencerahan” seperti Anda.

    Boleh kan kita berbeda pandangan. Anda sangat mengagumi Gus Dur, dan kami mengingkarinya. Apa tidak boleh hal seperti ini? Apa semua manusia di Indonesia harus sujud semua ke Gus Dur? Katanya demokrasi, kok bersikap otoriter seperti itu?

    Bagi para PENGHUJAT GUSDUR, rengungkanlah tulisan di bawah ini yang saya kopas dari Detik Forum :

    Ratusan orang yang datang di RSCM,
    Ribuan yang beduka di Ciganjur,
    Puluhan ribu yang mensholati jenazahnya di Jombang,
    Ratusan ribu yang datang di pemakaman beliau,
    Puluhan ribu yang sholat gaib di berbagai penjuru dunia,
    Puluhan ribu peziarah silih berganti melayat di makam beliau
    Ratusan ribu yang yang menggelar tahlil, doa, serta penghormatan dengan caranya masing-masing di seluruh pelosok dunia,
    Jutaan lainnya yang berduka dengan mengibarkan bendera setengah tiang.

    Jawab: Halah, ini hanya klaim Anda saja. Mana bukti statistiknya? Mana bukti hasil survey-nya? Halah ini hanya klaim sepihak manusia-mansia Gus Dur maniak. Coba Anda sebutkan, mana jumlah bendera setengah tiang yang sampai jutaan itu? Di komplek saya sendiri, yang memasang bendera setengah tiang hanya sedikit dari ratusan rumah disana.


    MUNGKIN MERUPAKAN PENGHORMATAN TERBESAR YANG PERNAH ADA DI NEGERI INI Atas kematian seseorang. Kalau mau dibandingkan, pemberian gelar pahlawan nasional tidak ada apa-apanya dengan penghormatan sebesar ini.

    Jawab: Wah, Anda ini rupanya jarang menyimak berita ya. Waktu Soeharto meninggal, waktu Bu Tien meninggal, itu banyak sekali lho yang bersimpati. Sebenarnya, di hati orang kecil masih banyak yang simpati ke Soeharto, hanya media-media massa tidak mau mengangkat hal itu. Bukan berarti kita pro Soeharto, tapi sekedar data pembanding, bahwa klaim Anda itu terlalu berlebihan.

    Malah, Anda perlu ingat juga ketika Trio Bom Bali selesai dieksekusi, itu kan simpatisan mereka sangat banyak, di Banten maupun Lamongan. Lho, Anda bisa lihat sendiri kan ketika itu.

    Kuncinya sederhana, siapa yang dekat dengan media massa, dijamin akan menyedot perhatian publik besar. Ini berbeda dengan imam-imam kaum Muslimin di masa lalu ketika kematian mereka dihadiri ribuan orang, sampai jamaah anak-anak kecil. Kalau dulu kematian imam-imam itu menandakan berkah, sehingga menggerakkan manusia untuk datang mendoakan. Kalau sekarang kan kesemarakan kematian itu semata karena “rekayasa media TV”. Buktinya, di Jombang ada ribuan manusia datang ke makam Gus Dur, untuk ngalab berkah. Laa haula wa laa quwwata illa billah.

    Bagi para penghujat GusDur, gunakan otakmu dan hati nuranimu sedikit saja, setiap muslim yang berilmu akan iri dengan luapan bah do’a pada kematian seseorang seperti yang kita lihat pada pemakaman GusDur. Mungkin yang akan datang di kematian kita tidak akan sampai 5% dari yang datang mensholati dan mendoakan Gus Dur. Fakta itu cukuplah untuk membuat kita menjadi lebih rendah hati atau bahkan berpikir ulang akan apa arti kesejatian.

    Jawab: Sebenarnya yang TIDAK BEROTAK itu siapa, Mas? Lho, ada manusia yang ketika hidupnya mengatakan dengan tertawa-tawa, “Al Qur’an itu kitab suci paling porno”, kok manusia seperti itu didukung, dipuja-puja, didoakan, dan seterusnya? Sebenarnya yang tidak berotak itu siapa ya? Saya yakin yang sedungu-dungunya manusia adalah orang yang menganggap kecil perkataan kufur Gus Dur itu.

    Tidak bisa, tidak bisa. Manusia-manusia non Muslim, zhalim, atau fasik di dunia, ketika mati juga dihadiri ribuan orang. Contoh, Mahatma Ghandi, Michael Jackson, Lady Di, Lenin, Stalin, Kim Il Sung, Benyamin Sueb, selebritis, dan seterusnya. Jadi kehadiran ribuan orang dalam iring-iringan kematian seseorang, tidak menjadi jaminan. Kalau dibandingkan saat Soeharto meninggal, kematian Gus Dur masih kalah meriah.

    Kalian yang hatinya telah penuh sesak akan dengki dan hasud, tanpa mau menggali lebih dalam lagi makna ucapan dan kata-kata, maksud dilakukannya suatu tindakan dan intisari niatan suatu keberpihakan. Dan suka berpuas diri pada simbol-simbol dangkal, memang susah diharapkan untuk mengerti. Selamat jalan guruku, selamat jalan inspiratorku.

    Jawab: Inti masalahnya sederhana saja. Anda ingin agar semua manusia sama seperti Anda semua. Anda ingin agar semua manusia bersujud kepada Gus Dur semua, seperti yang Anda lakukan dan kawan-kawan. Ya, tidak bisa begitu, Mas. Amalmu amalmu, amal kami amal kami. Jangan memaksakan agar semua orang bersimpati ke Gus Dur. Itu tidak adil.

    Sejujurnya, kalau media-media massa dan orang-orang Liberal tidak bersikap berlebihan terhadap Gus Dur, kami tidak akan begitu kesal. Bayangkan, sampai perkembangan Kasus Century seperti “mati di tengah jalan”, hanya ketika Gus Dur meninggal. Tak tahulah bagaimana nasib penuntasan kasus itu? Apalagi Sri Mulyani sudah diundang khusus ke MetroTV, lalu bisa ngomong seenaknya sendiri disana. Ya, alamat penuntasan kasus Century akan mandeg untuk kesekian kalinya. Seharusnya, masalah penuntasan korupsi lebih besar daripada kematian Gus Dur.

    Selamat jalan Gus Dur, semoga Anda diberi balasan atas segala amal-amal Anda, baik kebaikan Anda maupun dosa-dosa Anda. Sesungguhnya pengadilan Allah sangat adil, tidak akan melewatkan reputasi manusia, sekecil apapun. Apalagi untuk hal-hal yang bersifat menghujat ajaran Islam, Al Qur’an, menyakiti hati orang-orang berian, dll. Amin Allahumma amin.

    Selamat jalan Gus Dur, dan saya adalah OPOSISI Anda, di dunia ini, dan semoga pula di Akhirat nanti. Allahumma amin.

    AMW.

  25. Hasbullah mengatakan:

    Saya setuju banget dengan jawaban komentar anda yang terakhir ini tapi semuanya itu mari kita pulangkan semuanya itu ke pada Allah S.W.T yang maha mengetahui apa-apa yang tersembunyi….

  26. kami yang berdosa mengatakan:

    Astaghfirullah…
    Ya Allah, ampunkanlah saya, kluarga saya n stiap muslimin n muslimat baik yang ‘merasa’ benar yang berani menghujat n mengkafirkan orang lain maupun yang apalagi yang benar2 salah, amiin…
    Kami akan tetap menghormati GUs DUr
    Biarkan kami punya keyakinan.
    terima kasih kami akan bebaskan kalian bersuara

  27. Taubat mengatakan:

    1. Q g simpatik dg gaya bicaramu sbg muslim.
    2. Kl tulisanmu benar.. Haruskah beliau bertaubat dihadapanmu?

  28. irwan mengatakan:

    menjelekan orang lain merupakan wujud menutupi kejelekan diri sendiri

  29. Seno mengatakan:

    @Ustadz,
    Bagus tulisannya. izin copas yaa..

    @buat para pembela Gus Dur
    Sadarilah bahwa pujaan anda itu memang orang yang sesat. Sudah banyak bukti2nya. Tidak perlu anda2 semua berjibaku membela idola anda. Lebih baik pelajari jejak rekam idola anda itu dari segala sumber (jangan hanya dari media2 sekuler liberalis,) secara jernih dan obyektif. Kalau anda semua terus masih fanatis buta kaya saat ini, ya resiko nanti di tangan anda sendiri..

  30. [...]   @Alamat URL: Gerakan Pemujaan Gus Dur [...]

  31. alyassar mengatakan:

    Berdebat akan membuat hati menjadi keras, sehingga kebenaran sekalipun akan sulit diterima. Saudara sekalian memang gampang kalau mengkritik satu sama lain, sebaiknya jika punya aspirasi sampaikan langsung ke pihak yang ingin dituju jangan hanya bisa koar”

  32. seno mengatakan:

    @Untuk para pembela Gus Dur
    Kabarnya Gus Dur pernah dibabtis, JIKA KABAR ITU ADALAH BENAR (Wallahualam, terus terang saya ngga tau, karena tidak melihat secara langsung) pertanyaan saya, apakah anda masih akan memuja dan membela Gus Dur habis2an seperti ini ?? Tolong para GusDur fans club silahkan mmenjawab.

  33. Muhammad Abduh mengatakan:

    YA ALLAH, JANGANKAN HAMBAMU YANG TAAT, SEMUTPUN YANG TERTINDAS AMPUNI. BEGITUJUGA PARA MUSLIM YANG MENGAKU SENANTIASA MEMBACA QUR’AN, BERZIKIR, MENYEBUT NAMAMU TAPI TERNYATA JUGA SUKA MENGHUJAT2 ORANG (YANG SUDAH DIPANGKUANMU)…. AMPUNI MEREKA DAN KAMI…
    ATAU SEMUA URUSAN BAGI MEREKA KAMU YANG BERHAK… WAHAI PENGASIH DARI YANG PALING KASIH…

  34. aaf mengatakan:

    Untuk Para PENGHUJAT GUSDUR…..

    ….Kalian Panitia Surga Semua Ya……..

  35. syahid mengatakan:

    @ Syahid…

    Soal media anda juga lupa betapa prosesi pemakaman bu tin dan pak harto malah diliput oleh seluruh stasiun TV. sementara gus dur hanya oleh dua stasiun TV itu pun stasiun berita. jadi membayangkan bahwa media memang sudah dikuasai oleh pemikiran gus durian sangat lemah. tidak semua media meliput langsung pemakaman gus dur. dan sepertinya anda adalah pengagum soeharto, yang dulu mengebiri umat islam. jika ini benar, dalil anda tentang media yang mengkultuskan gus dur sudah salah.

    ==> Iya, yang breaking news memang hanya dua, Metro dan TVOne. Tapi dalam setiap update berita, semua media TV memberitakan itu. Dan nadanya sama, memuja-muji Gus Dur. Jadi bedanya cuma pada soal “breaking news” itu, bukan dalam liputan media.

    Tidak, saya bukan pengagum Soeharto. Tapi saya berani menghargai jasa-jasa beliau, sejak tahun 1988 sampai 1997. Beliau ketika itu sangat mendukung upaya pemberdayaan Islam. Pak Habibie juga begitu. Nah, itu yang saya dukung dan saya syukuri. Tapi kalau reputasi Soeharto sebelum tahun 1988, saya banyak menolak sikap repressif dia kepada Ummat Islam. Contoh, kasus Priok tahun 1984, Talangsari Lampung, dan DOM Aceh.

    Intinya yang pro Ummat Islam, aku pro. Yang anti Ummat Islam, aku anti. Begitu saja. Semoga bisa istiqamah sampai akhir hayat. Allahumma amin.

    Ayahku di Malang, meskipun beliau orang NU. Beliau tak pernah mengajarkan sifat-sifat KHIANAT kepada ummat ini. Alhamdulillah, semoga Allah merahmati, mengampuni, dan meluaskan kuburnya. Allahumma amin.

    Saya salut atas militansi anda tentang perjuangan atas islam. namun melihat tulisan anda, sepertinya ilmu anda masih perlu dilengkapi dengan pengetahuan yang lain. termasuk melakukan analisis atas langkah dan tindakan seseorang. post factum, anda juga mengingkari kenyataan.

    ==> Oh ya, kita harus terus belajar. Jangan merasa sudah pandai, sudah cukup. Tidak, kita harus terus belajar, memperbaiki diri sepanjang hayat. Istilahnya, “Longlife learning”.

    Mengingkari kenyataan apa? Kenyataan media massa membesar-besarkan Gus Dur, sampai hati-hati manusia jadi gelap? Akal-akal manusia nyaris ambruk? Itu yang anda sebut fakta.

    Sederhana saja deh, Gus Dur kan disebut seorang ULAMA. Coba saya tanya, mana sebuah buku, tulisan, paper, makalah dia yang secara ilmiah membahas masalah FIQIH ISLAM? Mana tunjukkan kesini!

    Itu baru namanya, post factum!

    Jika demikian halnya, sangat tersiksa sekali dan menyakitkan. namun anda telah dibutakan oleh ilmu yang secuil, padahal ilmu Allah SWT maha luas. seandainya semua pohon dijadikan pena, dan samudera dijadikan tinta, tidak akan cukup menuliskan ilmu Allah SWT. gus dur adalah salik yang mendalami berbagai dimensi ilmu Allah, nahwu, shorof, fiqh, siyasah, sejarah, ekonomi, sastra dll.

    Itu hanya omong kosong kamu saja… Kamu terlalu terbawa oleh ILUSI bukan-bukan. Membayangkan suatu hakikat besar, padahal hakikat itu tidak ada.

    Gus Dur itu lho pernah menyebut partai-partai dari NU, selain PKB, sebagai “kotoran ayam”. Sementara PKB, dia sebut sebagai “telur ayam”. Ini ya yang namanya “salik” yang mendalami ilmu Allah.

    Nabi Saw itu pernah mengatakan, “Mencaci seorang Muslim itu fasik, dan memeranginya kafir.” Kalau Gus Dur paham ilmu Allah, masak mencaci orang NU sendiri sebagai “kotoran ayam”? Padahal yang dicaci itu pamannya sendiri, bahkan adik kandung Gus Dur sendiri. Allahu Akbar!

    Luar biasa, para penganut agama “Gusdurisme” ini amat sangat keras kepala. Semoga Allah menunjuki mereka ke arah taubat, dan memperbaiki diri. Allahumma amin.

    Militansi yang membutakan, anda tidak ada bedanya para fanatik gus dur yang anda kecam. bedanya mereka patuh pada ulama, anda patuh sama hati yang hasud dan dengki. ya muqallibal qulub tsabit qolbi ala diinik

    Waduh, payah juga nglayani orang-orang seperti ini. Sudah diberikan penjelasan-penjelasan, masih saja keras kepala. Yang fanatik itu siapa, bos? Saya, apa kamu? Dalam diskusi macam begini kamu hanya membawa “1000 ilusi” tanpa fakta sama sekali. Lalu kamu sebut saya fanatik? Allahu Akbar.

    Yo wis, terserah kamu saja. Moga Allah menunjuki hakiku dan hatimu kepada apa yang Allah ridhai. Allahumma amin.

    AMW.

  36. Aman mengatakan:

    Dari semua jawaban penulis ini terhadap tanggapan yang membela Gus Dur, kesimpulannya yang mendoakan Gus Dur itu mungkin bejat semua kali sehingga tidak ada satu pun yang diperkenankan oleh Allah.

    Membanding-banding jumlah jelas sebuah kekeliruan. Yang datang banyak, yang tidak datang juga banyak. Sama sekali tidak relevan.

    Saya punya seorang ustad yang saat wafatnya juga banyak yg datang. Perbandingan di sini sih masih mending: dgn Mahatma Ghandi, Lady Di, dst. Memang semua yang datang ke mereka itu berdoa? Berdoa kepada Allah? Ah terhadap ustad saya itu juga bahkan pernah dibandingkan dengan Fir’aun, kok.

    Habib lagi yang bilang. Fir’aun juga didatangi orang terus toh. Belum tentu banyaknya orang yang datang bukti kesalehan yang dikunjungi. Itu benar, hemat saya. Tapi jangan lupa, orang datang ke semua itu berbeda-beda. Ke Fir’aun orang wisata. Ke Lady Di, simpati dan lebih-lebih kebanyakannya non-Muslim pula.

    Berbeda dengan Gus Dur, mayoritas yang datang Muslim. Berdoa. Belum yang di rumah. Pada intinya, bukan kedatangan itu yang penting. Itu hanya indikasi. Doanya itu yang penting. Rasa-rasa takmungkin tidak ada satu pun yang Allah terima doa mereka itu, kecuali kalau semua mereka itu bajingan semua.

    Kalau begitu, surga milik sampeanlah. Berapa sekavling? Hehehe..

  37. abisyakir mengatakan:

    @ Aman…

    Dari semua jawaban penulis ini terhadap tanggapan yang membela Gus Dur, kesimpulannya yang mendoakan Gus Dur itu mungkin bejat semua kali sehingga tidak ada satu pun yang diperkenankan oleh Allah.

    Anda ini kayak orang bodoh -maaf agak keras-. Sudah saya katakan, banyak orang tidak tahu, siapa Gus Dur itu? Mereka tidak tahu kalau Gus Dur pernah mengatakan, “Al Qur’an itu kitab suci paling porno. Ha ha ha…” Ini kata-kata kekafiran.

    Kalau menurut otak kamu, itu bukan kekafiran, lalu yang kafir apa, wahai bodoh? Kalau misalnya Gus Dur pernah mengatakan, “Allah itu gila,” misalnya ada perkataan begitu. Jangan-jangan, kamu akan membenarkan juga perkataan kufur seperti itu? Ya gimana lagi, kamu bukan mengibadahi Allah, malah menyembah Gus Dur.

    Kalau masyarakat tahu soal Gus Dur ini, lalu tetap mendoakan, menyalatkan, memuja dirinya, masya Allah, mereka berada di tepian kebinasaan. Wong, Abdullah bin Ubay bin Salul saja, tidak pernah berkata sekotor mulut Gus Dur itu, tapi Nabi Saw tidak mau menshalatkannya.

    Kamu ini Muslim, apa penganut agama “Gusdurisme” ya?

    Membanding-banding jumlah jelas sebuah kekeliruan. Yang datang banyak, yang tidak datang juga banyak. Sama sekali tidak relevan. Saya punya seorang ustad yang saat wafatnya juga banyak yg datang. Perbandingan di sini sih masih mending: dgn Mahatma Ghandi, Lady Di, dst. Memang semua yang datang ke mereka itu berdoa? Berdoa kepada Allah? Ah terhadap ustad saya itu juga bahkan pernah dibandingkan dengan Fir’aun, kok.

    Wis jangan jauh-jauh, dibandingkan Lady Di, Mahatma Ghandi. Sama Mbah Surip, WS Rendra, atau Benyamin Sueb saja. Ini sama-sama orang Indonesia, sama-sama tokoh publik, sama-sama dikenal sebagai orang Muslim. Apa itu jaminan bahwa mereka itu orang shalih, ‘alim, takwa, karena jumlah pelayatnya? Ini hasil mobilisasi media-media massa yang terus-menerus.

    Kalau ada seorang kucing bernama “Betty”, lalu dia mati, kemudian setiap hari masuk “Breaking News” selama 7 hari terus-menerus. Dijamin setelah itu, Betty akan dibuatkan monumen untuk mengenang dirinya. Ini efek pengaruh media, dul!

    Habib lagi yang bilang. Fir’aun juga didatangi orang terus toh. Belum tentu banyaknya orang yang datang bukti kesalehan yang dikunjungi. Itu benar, hemat saya. Tapi jangan lupa, orang datang ke semua itu berbeda-beda. Ke Fir’aun orang wisata. Ke Lady Di, simpati dan lebih-lebih kebanyakannya non-Muslim pula. Berbeda dengan Gus Dur, mayoritas yang datang Muslim. Berdoa. Belum yang di rumah. Pada intinya, bukan kedatangan itu yang penting. Itu hanya indikasi. Doanya itu yang penting. Rasa-rasa takmungkin tidak ada satu pun yang Allah terima doa mereka itu, kecuali kalau semua mereka itu bajingan semua.

    Iya, Muslim yang datang orang-orang awam, yang tak tahu sepak terjang Gus Dur. Kalau mereka mengerti Islam dan tahu informasi, dijamin tidak akan melakukan hal itu. Gus Dur itu lho sepanjang karier politiknya memusuhi aspirasi Ummat Islam terus, apa yang diharap dari dia?

    Doa manusia itu ada tiga kondisi: (1) Doa kebaikan atau ampunan untuk orang shalih, takwa, alim. Ini akan sampai kepadanya; (2) Doa kebaikan/ampunan dari orang baik untuk manusia zhalim, fasik, kafir, doa demikian tertolak, meskipun sudah didoakan sampai lidah-lidah manusia putus. Itu seperti niat Nabi Saw yang akan mendoakan tokoh munafik di Madinah; (3) Doa keburukan/kutukan dari orang-orang buruk kepada orang-orang shalih, takwa, ‘alim, maka doa mereka tertolak, sebab Allah menjadi walinya orang shalih, selama di dunia, dan setelah wafat.

    Sungguh, andai Anda tidak mengisi hidup Anda kecuali hanya mendoakan Gus Dur, dan seandainya ada jutaan manusia melakukan hal yang sama seperti Anda, doa semacam itu tidak akan menolong dia. Bagaimana akan tertolong, wong Gus Dur itu sudah menyakiti hati jutaan orang-orang beriman di Indonesia dan dunia?

    Bahkan penghinaan Gus Dur kepada Al Qur’an itu amat sangat dahsyat. Dia menghina Allah yang menurunkan Al Qur’an dan yang dimintai doa oleh semua manusia di dunia (termasuk orang kafir). Bagaimana Allah akan mengabulkan doa mereka, sementara Kitab-Nya dihina oleh Gus Dur?

    Wahai, manusia dungu, manusia pandir, cobalah berpikir sedikit. Aku mendoakan engkau selamat, dan keluar dari pengaruh agama “Gusdurisme” itu. Allahumma amin.

    Kalau begitu, surga milik sampeanlah. Berapa sekavling? Hehehe..

    Lho, kamu masih percaya pada surga tho? Kirain sudah kafir juga?

    Kalau masih percaya surga, kamu dapat darimana ada keyakinan tentang surga? Pasti dari al Qur’an dan Sunnah kan. Tapi ingat lho, Al Qur’an itu pernah dihina sama “boss-mu” itu. Jadi, sebenarnya kamu meyakini apa? Meyakini surga, atau ucapan mbah-mu itu?

    AMW.

  38. luthfi mengatakan:

    @ Luthfi…

    untuk Ustad,

    “dan Tiadalah Kami mengutus kamu, melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi semesta alam”. Qs. Al Anbiyaa’, 107

    islam rahmatan lil’alamin adalah islam yang kehadirannya ditengah kehidupan masyarakat mampu mewujudkan kedamaian dan kasih saying magi manusia maupun alam

    dengan arti lain bahwa Islam sebagai rahmat lil’alamin mengakui eksistensi pluralitas karena Islam memandang pluralitas sebagai sunnatullah, yaitu fungsi pengujian Allah pada manusia

    ”Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggungan jawabnya.” (QS. Al Isra : 36)

    Wassalam……

    Iya, benar, Islam rahmatan lil ‘alamin. Tapi tafsiran rahmatan lil ‘alamin tidak seperti Anda itu. Tafsiran yang paling benar adalah apa yang ditunjukkan oleh Nabi Saw dan Khulafaur Rasyidin Ra.

    Nabi Saw tidak mau menyalatkan Abdullah bin Ubay, karena ada larangan dalam Al Qur’an untuk menyalatkan dia, sebab dia adalah munafik. Padahal Abdullah bin Ubay tidak pernah menghina Al Qur’an atau mendapat medali penghormatan dari Yahudi internasional.

    Khalifah Abu Bakar As Shiddiq memerangi orang-orang yang tidak mau membayar zakat mal; mereka yang menolak zakat malah dianggap murtad dari jalan Islam. Padahal itu hanya zakat. Sementara Gus Dur menolak Syariat Islam, hukum Islam, perda Syariah, RUU APP, ICMI, Bank Syariah, Ekonomi Islam, dll.

    Anda tidak bisa membuat tafsiran sendiri atas makna “rahmatan lil ‘alamiin” itu…

    Saya disini telah berbuat rahmat, meskipun kelihatannya sangat keras. Mengapa? Saya berharap masyarakat tidak salah dalam menyikapi Gus Dur, tidak memuji orang pendosa yang telah diburukkan mukanya di hadapan manusia, sebelum diburukkan mukanya di Akhirat nanti. Itu sangat berbahaya bagi keselamatan agama setiap Muslim di Indonesia.

    Di mata hukum dunia, perbuatan saya, mungkin tergolong keras. Tapi di mata hukum Akhirat, ini untuk menyelamatkan banyak hati-hati manusia dari kesesatan, bi idznillah.

    Ini adalah tindakan rahmat, meskipun sulit dipahami para pembela Gus Dur.

    AMW.

  39. syahid mengatakan:

    menghadapi orang yang bersikap inferior seperti anda, membutuhkan kebesaran hati untuk melakukan dialog. saya salut atas militansi anda, tetapi Ilmu Allah SWT maha luas. mari kita berdialog. saudaraku

  40. syahid mengatakan:

    Gus Dur: Ada Pihak-pihak yang Ingin Memecah Islam
    Selasa, 17 Maret 2009 14:56

    Jakarta, NU Online
    Pengasuh Pesantren Ciganjur KH Abdurrahman Wahid menyatakan adanya pihak-pihak tertentu yang tidak ingin melihat Islam menjadi kekuatan besar. karenanya, mereka berusaha memecah umat Islam ke dalam kelompok-kelompok kecil yang saling berseberangan.

    Demikian dinyatakan oleh Mantan Presiden Republik Indonesia yang biasa disapa Gus Dur ini dalam Orasi Kebudayaan-nya di Perpustakaan Nasional, Jl. Salemba Raya Jakarta Pusat, Selasa (17/3). Menurut Gus Dur, pihak tertentu ini juga berusaha menjauhkan Islam dari negara dan umatnya.

    “Banyak orang merasa khawatir jika Islam bersatu dan menggalang kekuatan dengan kekuatan-kekuatan besar dunia lainnya secara sederajat. Karenanya, mereka berusaha menonjolkan perbedaan-perbedaan kecil di antara umat Islam untuk saling dibenturkan,” terang Gus Dur.

    Lebih lanjut Gus Dur menjelaskan, dunia Islam yang mandiri merupakan ancaman bagi kekuatan dunia adi daya saat ini. Jika saja Islam dapat bekerja sama dengan negara-negara besar di belahan dunia Timur, maka Barat adalah pihak yang akan dibuat kelabakan.

    “Persatuan di antara umat Islam sendiri saat ini saja sudah sulit dilakukan, belum lagi jika ditambah dengan adanya usaha adu domba dari pihak lain. Tentu perjuangan untuk mewujudkan Islam sebagai rahmat bagi seluruh alam akan menjadi semakin berat,” paparnya.

    Karenanya, Gus Dur Umat Islam dapat berdiri sendiri secara mandiri dan menjaga diri untuk tidak saling memojokkan agar cita-cita Izzul Islam Walmuslimin (kejayaan Islam dan masyarakatnya) dapat segera diraih.

    “Umat Islam harus dapat berdamai dengan sesamanya, termasuk dengan negara di mana mereka tinggal. Jika umat Islam hanya bisa menjadi kekuatan oposisi maka kapankah mereka dapat berhadapan dengan dunia luar?,” ungkap Gus Dur dalam nada bertanya.

    Selanjutnya, Gus Dur juga berharap agar negara tidak selalu berprasangka buruk terhadap setiap gerakan keagamaan yang muncul dari masyarakatnya sendiri. Negara harus dapat memfasilitasi rakyatnya untuk menunjukkan jatidirinya. Sehingga sinergi antara negara dan masyarakat dapat segera tercapai. (min)

  41. Numpang_Lewat mengatakan:

    Meninggalnya pas malam tahun baru lagi, ketika kemaksiatan merajalela di mana-mana, pertanda apakah ini?

  42. Ana Jiddan mengatakan:

    @Syahid
    Ada baiknya Anda mencantumkan link beritanya,terimakasih

  43. DURna mengatakan:

    mau tahu kenapa?

    Karena semua golongannya mr.dur sendiri yaitu pro pluralisme, liberalisme dan sekularisme. Mana ada ulama yang tawadhu ikut mendoakan? mereka tidak ikut mendoakan karena takut kalau kalau si dur ini benar benar musuh islam (kenyataan selalu memusuhi islam dan membela selain islam), jadi para ulama (yang asli lho) diam aja. wallahu a’lam…..

  44. antiJIL mengatakan:

    memang kalau sudah cinta, tai kucing rasa coklat.

    Tapi artikel diatas perlu di kaji kebenarannya.yang jelas dia anti MUI anti ICMI pro Goyang Inul, pro ahmadiyah, pro JIL, Pro Klenik, menyebut Quran kitab suci paling porno di dunia.

  45. antiJIL mengatakan:

    kenyataannya dia suka memecahkan diri dengan memusuhi MUI dan ICMI. Kalau dia kalah bersaing dia marah dan mengancam mendirikan organisasi tandingan. dst dst. bicara memang mudah…..

  46. abisyakir mengatakan:

    @ Syahid…

    menghadapi orang yang bersikap inferior seperti anda, membutuhkan kebesaran hati untuk melakukan dialog. saya salut atas militansi anda, tetapi Ilmu Allah SWT maha luas. mari kita berdialog. saudaraku

    Jawab:

    - Apa sih itu inferior? Mohon jelaskan dulu!
    - Kalau saya inferior, mustahil akan berani menghadapi gelombang pemujaan/penuhanan Gus Dur.
    - Justru Anda ini aneh. Mengaku Muslim tapi tidak berdalil dengan Kitabullah dan Sunnah. Malah berdalil dengan opini media massa. Bagaimana dialog akan ada titik temu. Satu ke Barat, satu ke Timur. Selamanya, Anda mengajak kami meninggalkan Kitabullah dan Sunnah, jawabnya adalah: NO !!!!!!!!!!!!!!
    - Anda juga militan, tapi militan seperti “katak di bawah tempurung”. Militan dalam jahiliyyah. Na’udzubillah min dzalik.
    - Anda percaya ke satu FAKTA, Gus Dur pernah diberkati dihadapan 10 ribu umat Nashrani? Percaya tidak? Lalu menurut Islam, bagaimana hukum peristiwa pemberkatan Gus Dur itu? Itu Islami atau kafir? (Kalau tidak percaya, buka youtube.com, cari video dengan title “Gus Dur dibaptis”).

    Nama usernya bagus, Syahid, tetapi isinya salah. Sangat menyedihkan.

    AMW.

  47. syahid mengatakan:

    mas AMW yang selalu semangat,

    - Apa sih itu inferior? Mohon jelaskan dulu!
    - Kalau saya inferior, mustahil akan berani menghadapi gelombang pemujaan/penuhanan Gus Dur.

    jawab: inferior adalah sikap tidak percaya diri berhadapan dengan kenyataan yang anda hadapi. anda seperti orang yang frustasi dan patah hati, kemudian bertindak diluar batas. termasuk dalam hal ini menganggap semua tindakan publik dan publikasi atas wafatnya gus dur adalah jahiliyah. saya kutip pernyataan anda, “Semua mengarah kepada upaya memuja Gus Dur. (Atau mungkin mereka ingin menempatkan Gus Dur sebagai “nabi jaman modern”? Entahlah)”. saya kira ini sangat berlebihan. lebih tepat kiranya ini adalah peristiwa sosial biasa, sebagai bagian dari respon media atas sebuah berita. faktanya, wafatnya gus dur dan respon publik atasnya, adalah layak menjadi konsumsi media. hari-hari ini media menempatkan pansus century dan bobroknya LP sebagai headline berita. tetapi pernyataan anda, kemudian sangat reaksioner dan berlebihan. seolah-olah yang memuji dan menghormati gus dur dianggap memuja dan sudah hilang keimanannya.

    - Justru Anda ini aneh. Mengaku Muslim tapi tidak berdalil dengan Kitabullah dan Sunnah. Malah berdalil dengan opini media massa. Bagaimana dialog akan ada titik temu. Satu ke Barat, satu ke Timur. Selamanya, Anda mengajak kami meninggalkan Kitabullah dan Sunnah, jawabnya adalah: NO !!!!!!!!!!!!!!

    jawab: saya perhatikan analisis anda pun tidak bersandar kepada dalil kitabullah dan sunnah. ada yang mencatut ayat Al Quran, tetapi salah menafsirkan. makanya saya tidak perlu mencatut kitabullah dan sunnah untuk menjelaskan kepada anda. sebagai seorang yang terpelajar (paham IT dan membuka rubrik sendiri, sepertinya anda sangat terpelajar) maka bersikaplah seperti orang yang suka belajar dan menyukai pengetahuan. dan jangan bersikap menjadi hakim. Alaisallaahu bi ahkamil haakimiin?.

    - Anda juga militan, tapi militan seperti “katak di bawah tempurung”. Militan dalam jahiliyyah. Na’udzubillah min dzalik.

    jawab: jika hidup yang penuh dengan dendam yang anda tawarkan kepada saya, dan itu anda katakan sebagai jalan kebenaran, maka saya menolak kebenaran. saya kutip terjemahan Kalamullah, “Hai orang-orang yang beriman, jadilah kamu orang-orang yang selalu
    menegakkan kebenaran karena Allah, menjadi saksi dengan adil. Janganlah sekali-kali kebencianmu terhadap suatu kaum [golongan], mendorongmu untuk
    berbuat tidak adil. Berlaku adillah, karena adil itu lebih dekat kepada takwa” (QS: 5-8). dengan selalu mendalilkan kitabullah dan sunnah, mungkin kita perlu baca ayat tersebut.

    - Anda percaya ke satu FAKTA, Gus Dur pernah diberkati dihadapan 10 ribu umat Nashrani? Percaya tidak? Lalu menurut Islam, bagaimana hukum peristiwa pemberkatan Gus Dur itu? Itu Islami atau kafir? (Kalau tidak percaya, buka youtube.com, cari video dengan title “Gus Dur dibaptis”).

    karena anda tanya hukum, saya bukan faqih. tapi kalau anda tanya peristiwa politik, saya balik bertanya kepada anda, bagaimana hukumnya para sahabat muhajirin yang hijrah pertama ke negeri abessyinia meminta suaka politik kepada raja najasy yang nasrani? dan kemudian dari sana muncul dialog antara muslimin dengan penguasa nasrani tentang kisah nabi Isa AS. makna sebaliknya dari peristiwa youtube tsb, bukankah sama halnya dengan kaum nasrani meminta “suaka/perlindungan dengan permohonan/doa” kepada gus dur?

    Nama usernya bagus, Syahid, tetapi isinya salah. Sangat menyedihkan.

    tenang saudara, kita belum pernah kenal. jangan terlalu sedih.

    saya akan coba merespon analisis anda.

    Surah Al Fatihah salah satunya menjelaskan tentang kunci sejarah. dan kitab suci Al quran banyak menjelaskan tentang sejarah. saya suka sekali dengan informasi sejarah. dan analisis anda tentang ke-yahudi-an sangat dalam sekali. tetapi lebih baik kiranya, jika anda mampu menjelaskan tentang realitas politik timur tengah. dimana persoalan utama adalah tentang realitas negara yahudi. dan bicara tentang “negara”, pastinya berkelindan dengan banyak persoalan politik, ekonomi, budaya, dll. sehingga meletakkan persoalan soal gus dur dan hubungannya dengan poros israel tidak sepotong-sepotong.

    jika analisisnya tidak lebih dari infotainmen, maka saya kira tulisan anda masih kering dan cenderung emosional. ujung-ujungnya terjadi penjahiliyyahan kepada seseorang, tidak berbeda dengan propaganda para liberal yang anda kecam. istilahnya tidak mendidik (maaf). sayang sekali pengetahuan anda yang luas (tentang yahudi internasional), kiranya masih kurang. salah satunya anda tidak mempersoalkan tentang beberapa entitas negara timur tengah yang (bahkan) membuka hubungan diplomatik dengan israel.

    dan satu hal lagi, jangan emosi saudaraku… apalagi mengaku menjadi kaum nahdliyin.

  48. TUAQSAMKU mengatakan:

    SAYA TERMASUK ORANG YANG TIDAK APRESIATIF TERHADAP GUS DUR BANYAK MENGECEWAKAN UMMAT ISLAM DAN DIA PENDIRI
    JARINGAN ISLAM LIBERAL (JIL) YANG PEMIKIRANNYA SERING KELUAR DARI AJARAN ISLAM..
    TAPI BIARLAH ALLAH SWT YANG MENGADILI GUS DUR,BUKAN KITA, KARENA HANYA ALLAH YANG MAHA ADIL.

  49. abisyakir mengatakan:

    @ Mas Syahid…

    Mohon maaf bila pada tulisan/komentar yang sudah lewat ada hal2 yang tidak berkenan di hati Anda. Ya, saya lihat, Anda sungguh-sungguh ingin diskusi, tidak “hita and run”. Nah, ini layak dihargai. Insya Allah selanjutnya saya akan tanggapi Anda dengan cool, insya Allah.

    Syahid: Inferior adalah sikap tidak percaya diri berhadapan dengan kenyataan yang anda hadapi. anda seperti orang yang frustasi dan patah hati, kemudian bertindak diluar batas. termasuk dalam hal ini menganggap semua tindakan publik dan publikasi atas wafatnya gus dur adalah jahiliyah. saya kutip pernyataan anda, “Semua mengarah kepada upaya memuja Gus Dur. (Atau mungkin mereka ingin menempatkan Gus Dur sebagai “nabi jaman modern”? Entahlah)”. saya kira ini sangat berlebihan. lebih tepat kiranya ini adalah peristiwa sosial biasa, sebagai bagian dari respon media atas sebuah berita. faktanya, wafatnya gus dur dan respon publik atasnya, adalah layak menjadi konsumsi media. hari-hari ini media menempatkan pansus century dan bobroknya LP sebagai headline berita. tetapi pernyataan anda, kemudian sangat reaksioner dan berlebihan. seolah-olah yang memuji dan menghormati gus dur dianggap memuja dan sudah hilang keimanannya.

    Jawab: Saya sebenarnya tidak minder seperti itu. Hanya merasa KESAL. Ingat, bukan minder, tapi kesal. Buktinya, saya bisa mengapresiasi berita-berita aktual seperti kasus Bank Century, KPK, Pemilu, dll. Saya hanya kesal sekali. Mengapa media-media seperti sangat tidak jujur? Mereka mendewa-dewakan Gus Dur, seolah dia manusia suci. Bentuk kongkritnya, media dan sebagian masyarakat ingin Gus Dur diangkat sebagai pahlawan nasional. Ini sangat mengesalkan. Sama kesalnya ketika media-media menuduh Islam dan pemuda Islam sebagai teroris, padahal pelaku pengeboman itu hanya segelintir orang. Itu pun tidak dijamin dia benar-benar berjuang untuk Islam. Banyak analisis mengatakan, semua itu kebanyakan “proyek”.

    Jadi, bukan minder. Tapi sangat kesal sekali. Boleh kan saya ungkap kekesalan hati di media ini, sebagaiman mereka mengungkap segala puja-puji mereka kepada Gus Dur? Masak mereka boleh, saya tidak boleh? Katanya, ini negara “demokrasi”? Saya pernah menulis buku tentang Gus Dur, dan sebentar lagi mudah-mudahan terbit buku yang mengkritisi sepak terjang Gus Dur selama ini. Disana ada banyak datanya, hanya sebagian kecil diangkat disini.

    Syahid: saya perhatikan analisis anda pun tidak bersandar kepada dalil kitabullah dan sunnah. ada yang mencatut ayat Al Quran, tetapi salah menafsirkan. makanya saya tidak perlu mencatut kitabullah dan sunnah untuk menjelaskan kepada anda. sebagai seorang yang terpelajar (paham IT dan membuka rubrik sendiri, sepertinya anda sangat terpelajar) maka bersikaplah seperti orang yang suka belajar dan menyukai pengetahuan. dan jangan bersikap menjadi hakim. Alaisallaahu bi ahkamil haakimiin?

    Jawab: Lho, saya kan sudah memuat beberapa ayat Al Qur’an disana. Itu menjadi dalil minimal. Disini Anda bilang, “saya mencatut ayat Al Qur’an”. Coba Anda buktikan dengan jelas, benarkah saya mencatut Al Qur’an? Coba mohon Anda buktikan, sebab perkataan itu merupakan tuduhan. Tuduhan kalau tidak benar adalah fitnah. Fitnah adalah kerusakan. Mohon dibuktikan tuduhan itu!

    Coba Anda terangkan, mana penafsiran ayat yang benar menurut Anda? Mohon disampaikan disini! Kalau penafsiran Anda benar, insya Allah akan kita terima juga. Perlu diingat ketika membahas ayat Al Qur’an, disana dikenal sebuah prinsip, al ibrah bi umumil lafdzi, laisa bi khususi sabab. Hikmah Al Qur’an itu dari makna lafadz-nya secara umum, bukan dari sebab-sebab khusus turunnya ayat itu.

    Untuk menakwil atau menafsirkan Al Qur’an memang harus mengetahui sekian banyak perangkat ilmu. Tetapi untuk menjadikan Al Qur’an sebagai hujjah, tidak seketat saat menafsirkan ayat tersebut. Berbeda konteksnya, menafsirkan dengan menjadikan hujjah.

    Syahid: Jika hidup yang penuh dengan dendam yang anda tawarkan kepada saya, dan itu anda katakan sebagai jalan kebenaran, maka saya menolak kebenaran. saya kutip terjemahan Kalamullah, “Hai orang-orang yang beriman, jadilah kamu orang-orang yang selalu
    menegakkan kebenaran karena Allah, menjadi saksi dengan adil. Janganlah sekali-kali kebencianmu terhadap suatu kaum [golongan], mendorongmu untuk
    berbuat tidak adil. Berlaku adillah, karena adil itu lebih dekat kepada takwa
    ” (QS: 5-8). dengan selalu mendalilkan kitabullah dan sunnah, mungkin kita perlu baca ayat tersebut.

    Jawab: Sebenarnya awal dari komentar-komentar keras saya, karena Anda mudah sekali membuat judgement. Anda menyebut istilah ini itu, yang saya terus terang tidak suka mendengarnya. Andai dihindari kata-kata seperti itu, insya Allah kita bisa berdiskusi dengan baik. Coba lihat lagi komentar-komentar awal Anda sebelumnya!

    Syahid: Karena anda tanya hukum, saya bukan faqih. tapi kalau anda tanya peristiwa politik, saya balik bertanya kepada anda, bagaimana hukumnya para sahabat muhajirin yang hijrah pertama ke negeri abessyinia meminta suaka politik kepada raja najasy yang nasrani? dan kemudian dari sana muncul dialog antara muslimin dengan penguasa nasrani tentang kisah nabi Isa AS. makna sebaliknya dari peristiwa youtube tsb, bukankah sama halnya dengan kaum nasrani meminta “suaka/perlindungan dengan permohonan/doa” kepada gus dur?

    Jawab: Sebenarnya, hukum syariat itu dihukumi dari hal-hal yang tampak. Kita tidak perlu repot-repot memikirkan hati manusia, kalau secara zhahir kelihatan menyimpang, ya tinggal dihukumi. Seperti kata Nabi, beliau menghukumi kenyataan yang tampak, adapun soal hati diserahkan kepada Allah. Jadi jangan dibalik, kita mencari-cari pembenaran dengan menduga-duga batin manusia, lalu membiarkan perbuatan kufur yang dilakukannya. Ini sangat berbahaya bagi Islam. Misalnya nanti ada seorang kyai, ini hanya misalnya, dia masuk diskotik, berjoged-joged dengan wanita rusak disana. Lalu direkam, atau difoto. Tetapi jamaahnya mencari “pembenaran batin” dengan mengatakan: “Pak kyai joged fisiknya, tapi hatinya sampai ke Allah.” Ini tidak benar, sama sekali tidak benar.

    Pemberkatan atas nama tuhan bapa, yesus, dan seterusnya adalah perbuatan orang-orang kafir, dan itu kemusyrikan. Maka siapa yang ridha dengan pemberkatan seperti itu berarti dia telah membenarkan kekafiran, membenarkan kemusyrikan, dan ridha dengannya. Hukum ridha dengan perbuatan kekafiran sama dengan hukum menolak keimanan. Sama hukumnya, itu perbuatan kufur. Maka Nabi saw pernah marah besar ketika Umar Ra membawa kitab Taurat, meskipun niatnya mau mempelajari. Ini adalah perbuatan dilarang. Apalagi dilakukan oleh seorang pemuka NU.

    Adapun soal hijrah kaum Muslimin ke Habasyah. Itu kan meminta suaka/perlindungan politik. Memangnya Gus Dur meminta suaka ke Istora Senayan? Apa Gus Dur diusir di Indonesia, lalu butuh perlindungan orang Nashrani. Kalau minta suaka harusnya ke luar negeri, bukan ke Istora Senayan.

    Lagi pula, apakah para Shahabat Muhajirin di Habasyah itu, apakah mereka melakukan perbuatan-perbuatan kekufuran? Senang datang ke gereja-gereja, datang meminta pemberkatan disana, datang ke misa-misa? Apakah seperti itu? Kalau Anda katakan iya, berarti Anda telah memfitnah para Shahabat Ra itu. Anda sendiri sudah mengatakan, mereka meminta perlindungan politik. Mereka bukan melakukan “asimilasi akidah”.

    Syahid: Surah Al Fatihah salah satunya menjelaskan tentang kunci sejarah. dan kitab suci Al quran banyak menjelaskan tentang sejarah. saya suka sekali dengan informasi sejarah. dan analisis anda tentang ke-yahudi-an sangat dalam sekali. tetapi lebih baik kiranya, jika anda mampu menjelaskan tentang realitas politik timur tengah. dimana persoalan utama adalah tentang realitas negara yahudi. dan bicara tentang “negara”, pastinya berkelindan dengan banyak persoalan politik, ekonomi, budaya, dll. sehingga meletakkan persoalan soal gus dur dan hubungannya dengan poros israel tidak sepotong-sepotong.

    jika analisisnya tidak lebih dari infotainmen, maka saya kira tulisan anda masih kering dan cenderung emosional. ujung-ujungnya terjadi penjahiliyyahan kepada seseorang, tidak berbeda dengan propaganda para liberal yang anda kecam. istilahnya tidak mendidik (maaf). sayang sekali pengetahuan anda yang luas (tentang yahudi internasional), kiranya masih kurang. salah satunya anda tidak mempersoalkan tentang beberapa entitas negara timur tengah yang (bahkan) membuka hubungan diplomatik dengan israel.

    Jawab: Oh ya, analisis mendalam dan komplek itu tidak mungkin ditulis dalam blog seperti ini, kecuali yang singkat-singkat atau praktis. Karena keterbatasan tempat masalahnya. Tapi banyak fakta yang sudah terkuak. Gus Dur diberi medali keberanian oleh lembaga resmi Yahudi. Ini fakta besar. Jarang sekali orang biasa menerima medali seperti ini. Di Indonesia hanya Gus Dur saja.

    Banyaklah, tapi saya sepakat bahwa analisis itu memang belum tuntas, karena memang sulit membuat sesuatu yang terlalu lebar di media seperti ini. Mohon dimaklumi sebelumnya. Anda harus ingat, Yahudi mustahil akan menerima seseorang dalam komunitas mereka, apalagi sampai memberi medali kelas dunia, kalau orang itu belum benar-benar dipercaya sebagai Yahudi juga. Yahudi itu sangat paranoid untuk menerima orang lain.

    Tentang negara-negara Timur Tengah, ya ini memerlukan lahan lain lagi untuk dikaji. Tapi syukran jazakumullah atas masukan Anda. Sekali lagi terimakasih. Soal mengaku sebagai kaum Nahdhiyin. Tidak. Saya bukan bagian dari jamaah warga NU. Tapi saya dulu dibesarkan disana. Keluarga kami rata-rata orang NU, meskipun tidak menjadi pengurus ormas atau masuk PKB. Terimakasih sekali lagi.

    AMW.

  50. hanafi mengatakan:

    sudah lah mass….,kita diciptakan oleh Tuhan (Allah SWT) untuk beribadah dan menyembahNYA bukan untuk menghujat orang (apalagi dia sudah meninggal). Dan jangan merasa menjadi orang yang paling benar sendiri di atas muka bumi ini, bisa jadi orang yang dihujat itu lebih baik dari kita.
    Lebih baik kita siapkan alam kematian kita dengan beribadah sebanyak2nya dan berlaku santun terhadap orang lain akan lebih baik daripada mencaci maki orang lain.
    walloohua’alam bisshowaf…….

  51. syahid mengatakan:

    @ Mas Syahid…

    Mohon maaf bila pada tulisan/komentar yang sudah lewat ada hal2 yang tidak berkenan di hati Anda. Ya, saya lihat, Anda sungguh-sungguh ingin diskusi, tidak “hita and run”. Nah, ini layak dihargai. Insya Allah selanjutnya saya akan tanggapi Anda dengan cool, insya Allah.

    sama-sama mas AMW. saya kira orang seproduktif anda sangat luar biasa. pembaca dengan berbagai latar belakangnya mempunyai penafsiran sendiri-sendiri. jadi enjoy aja. saya hanya merasa tergelitik saja atas informasi yang anda sampaikan.

    Jawab: Saya sebenarnya tidak minder seperti itu. Hanya merasa KESAL. Ingat, bukan minder, tapi kesal. Buktinya, saya bisa mengapresiasi berita-berita aktual seperti kasus Bank Century, KPK, Pemilu, dll. Saya hanya kesal sekali. Mengapa media-media seperti sangat tidak jujur? Mereka mendewa-dewakan Gus Dur, seolah dia manusia suci. Bentuk kongkritnya, media dan sebagian masyarakat ingin Gus Dur diangkat sebagai pahlawan nasional. Ini sangat mengesalkan. Sama kesalnya ketika media-media menuduh Islam dan pemuda Islam sebagai teroris, padahal pelaku pengeboman itu hanya segelintir orang. Itu pun tidak dijamin dia benar-benar berjuang untuk Islam. Banyak analisis mengatakan, semua itu kebanyakan “proyek”.

    Jadi, bukan minder. Tapi sangat kesal sekali. Boleh kan saya ungkap kekesalan hati di media ini, sebagaiman mereka mengungkap segala puja-puji mereka kepada Gus Dur? Masak mereka boleh, saya tidak boleh? Katanya, ini negara “demokrasi”? Saya pernah menulis buku tentang Gus Dur, dan sebentar lagi mudah-mudahan terbit buku yang mengkritisi sepak terjang Gus Dur selama ini. Disana ada banyak datanya, hanya sebagian kecil diangkat disini.

    jawab: betul, sepertinya kita perlu bersyukur bahwa indonesia memperlakukan informasi sangat bebas. dan kita hidup dalam kebebasan itu, berusaha memberikan maknanya. salah satunya menyoal tentang gus dur. yang saya pahami tentang gus dur secara umum adalah kepeduliannya tentang keislaman, keindonesiaan, dan kemanusiaan. ikhtisarnya, kemungkinan masih ada yang kurang pas, misalnya apa sih yang sedang diperjuangkan oleh gus dur? mungkin yang anda anggap kurang pas tentang keislaman gus dur, justru bisa dimaklumi jika dilihat dari dimensi keindonesiaan atau kemanusiaan.

    Jawab: Lho, saya kan sudah memuat beberapa ayat Al Qur’an disana. Itu menjadi dalil minimal. Disini Anda bilang, “saya mencatut ayat Al Qur’an”. Coba Anda buktikan dengan jelas, benarkah saya mencatut Al Qur’an? Coba mohon Anda buktikan, sebab perkataan itu merupakan tuduhan. Tuduhan kalau tidak benar adalah fitnah. Fitnah adalah kerusakan. Mohon dibuktikan tuduhan itu!

    Coba Anda terangkan, mana penafsiran ayat yang benar menurut Anda? Mohon disampaikan disini! Kalau penafsiran Anda benar, insya Allah akan kita terima juga. Perlu diingat ketika membahas ayat Al Qur’an, disana dikenal sebuah prinsip, al ibrah bi umumil lafdzi, laisa bi khususi sabab. Hikmah Al Qur’an itu dari makna lafadz-nya secara umum, bukan dari sebab-sebab khusus turunnya ayat itu.

    Untuk menakwil atau menafsirkan Al Qur’an memang harus mengetahui sekian banyak perangkat ilmu. Tetapi untuk menjadikan Al Qur’an sebagai hujjah, tidak seketat saat menafsirkan ayat tersebut. Berbeda konteksnya, menafsirkan dengan menjadikan hujjah.

    jawabku: setahu saya, makna dari “ghoirul maghdgub alaihim waladdhollin” adalah lawan dari shirotol mustaqim. disini kita berbicara tentang garis demarkasi antara hak dan bathil. dan perjuangan Rasulullah SAW adalah menegakkan garis tsb. justru dimensi hak dan bathil inilah yang menjadi pertarungan makna kehidupan. saya mencontohkan tentang, tafsir anda tentang “ghoirul maghdub” adalah langsung ibarat buat yahudi. padahal ada entitas lain jg yang ingin disoal spt misalnya nasrani, shobiin. penyebutan anda yang langsung kpd yahudi disana menjadi bias. saya belum pada kesimpulan apakah yahudi model apa yang dilaknat atau tidak. saya mengatakan ini adalah pencatutan ayat qur’an. karena anda mengambil satu ayat, untuk mendalilkan kesimpulan anda. padahal maknanya tidak begitu. misalnya harus ada penjelsana ayat tersebut jika disandingkan dg ayat lain. QS 5:69. “Sesungguhnya orang-orang mukmin, orang-orang Yahudi, Shabiin dan orang-orang Nasrani, siapa saja (diantara mereka) yang benar-benar saleh, Maka tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati”. jadi, harus bekerja keras untuk membangun kesimpulan. hehehe.

    Jawab: Sebenarnya awal dari komentar-komentar keras saya, karena Anda mudah sekali membuat judgement. Anda menyebut istilah ini itu, yang saya terus terang tidak suka mendengarnya. Andai dihindari kata-kata seperti itu, insya Allah kita bisa berdiskusi dengan baik. Coba lihat lagi komentar-komentar awal Anda sebelumnya!

    hehehe. sudahlah, api dilawan api jd pusing pemadam kebakarannya.

    Jawab: Sebenarnya, hukum syariat itu dihukumi dari hal-hal yang tampak. Kita tidak perlu repot-repot memikirkan hati manusia, kalau secara zhahir kelihatan menyimpang, ya tinggal dihukumi. Seperti kata Nabi, beliau menghukumi kenyataan yang tampak, adapun soal hati diserahkan kepada Allah. Jadi jangan dibalik, kita mencari-cari pembenaran dengan menduga-duga batin manusia, lalu membiarkan perbuatan kufur yang dilakukannya. Ini sangat berbahaya bagi Islam. Misalnya nanti ada seorang kyai, ini hanya misalnya, dia masuk diskotik, berjoged-joged dengan wanita rusak disana. Lalu direkam, atau difoto. Tetapi jamaahnya mencari “pembenaran batin” dengan mengatakan: “Pak kyai joged fisiknya, tapi hatinya sampai ke Allah.” Ini tidak benar, sama sekali tidak benar.

    Pemberkatan atas nama tuhan bapa, yesus, dan seterusnya adalah perbuatan orang-orang kafir, dan itu kemusyrikan. Maka siapa yang ridha dengan pemberkatan seperti itu berarti dia telah membenarkan kekafiran, membenarkan kemusyrikan, dan ridha dengannya. Hukum ridha dengan perbuatan kekafiran sama dengan hukum menolak keimanan. Sama hukumnya, itu perbuatan kufur. Maka Nabi saw pernah marah besar ketika Umar Ra membawa kitab Taurat, meskipun niatnya mau mempelajari. Ini adalah perbuatan dilarang. Apalagi dilakukan oleh seorang pemuka NU.

    Adapun soal hijrah kaum Muslimin ke Habasyah. Itu kan meminta suaka/perlindungan politik. Memangnya Gus Dur meminta suaka ke Istora Senayan? Apa Gus Dur diusir di Indonesia, lalu butuh perlindungan orang Nashrani. Kalau minta suaka harusnya ke luar negeri, bukan ke Istora Senayan.

    Lagi pula, apakah para Shahabat Muhajirin di Habasyah itu, apakah mereka melakukan perbuatan-perbuatan kekufuran? Senang datang ke gereja-gereja, datang meminta pemberkatan disana, datang ke misa-misa? Apakah seperti itu? Kalau Anda katakan iya, berarti Anda telah memfitnah para Shahabat Ra itu. Anda sendiri sudah mengatakan, mereka meminta perlindungan politik. Mereka bukan melakukan “asimilasi akidah”.

    jawabku: soal gus dur pada pemberkatan tsb, saya melihatnya bukan asimilasi akidah. tidak ada bukti untuk mengatakan gus dur telah berubah syahadatnya (perhatikan gus dur hanya diam membatu pd youtube itu, saya tdk mau menghukumi yang tidak tampak, bahwa syahadat itu sah jika dilisankan). dan dalam konteks ini, saya menyarankan anda untuk hati-hati mengatakan kafir kepada seorang muslim. benar, bahwa gus dur banyak didatangi dan mendatangi kelompok agama lain. itu bagian dari dimensi keindonesiaan dan kemanusiaan. pada saat ORBA berusaha menekan SARA, justru pelanggaran SARA menjadi dominan. termasuk soal hubungan antar agama di Indonesia. contohnya adalah tanjung priok, talangsari, ninja banyuwangi, ambon, sampit dll. bagaimana mayoritas muslim indonesia memaknai langkah politis ini semua. istilahnya perlu ada tindakan konkret untuk memperkuat keindonesiaan. saya kira langkah berani gus dur membuka dialog antar agama, bagian dari solusi tsb. ada pihak yang menilai gus dur tdk perlu dishalatkan. saya kira ini sangat berlebihan, dan cenderung fitnah. jika kita mengakui keulamaan di NU bagian dari ejawantah ajaran rasulullah SAW, justru ritual pemakaman gus dur memperkuat keislaman beliau, dari aspek tradisi NU. kecuali anda berani mengatakan bahwa ulama NU bukan muslim. contoh ekstrim anda tentang kyai yang ke diskotik, saya juga setuju itu bukan ulama. dan saya yakin ulama tdk akan melakukan perbuatan awam tsb.

    Jawab: Oh ya, analisis mendalam dan komplek itu tidak mungkin ditulis dalam blog seperti ini, kecuali yang singkat-singkat atau praktis. Karena keterbatasan tempat masalahnya. Tapi banyak fakta yang sudah terkuak. Gus Dur diberi medali keberanian oleh lembaga resmi Yahudi. Ini fakta besar. Jarang sekali orang biasa menerima medali seperti ini. Di Indonesia hanya Gus Dur saja.

    Banyaklah, tapi saya sepakat bahwa analisis itu memang belum tuntas, karena memang sulit membuat sesuatu yang terlalu lebar di media seperti ini. Mohon dimaklumi sebelumnya. Anda harus ingat, Yahudi mustahil akan menerima seseorang dalam komunitas mereka, apalagi sampai memberi medali kelas dunia, kalau orang itu belum benar-benar dipercaya sebagai Yahudi juga. Yahudi itu sangat paranoid untuk menerima orang lain.

    Tentang negara-negara Timur Tengah, ya ini memerlukan lahan lain lagi untuk dikaji. Tapi syukran jazakumullah atas masukan Anda. Sekali lagi terimakasih. Soal mengaku sebagai kaum Nahdhiyin. Tidak. Saya bukan bagian dari jamaah warga NU. Tapi saya dulu dibesarkan disana. Keluarga kami rata-rata orang NU, meskipun tidak menjadi pengurus ormas atau masuk PKB. Terimakasih sekali lagi.

    jawabku: lagi-lagi gus dur dan yahudi. dalam konteks ini saya berusaha dingin. karena kalau emosi, sebenarnya saya ingin menjadi seperti yahudi (yang baik-baik dan hebat tentunya). atau malah saya ingin, agar arsenal nuklir, dikirim ke israel biar selesai urusan. hehehe. semuanya berkecamuk menjadi satu. faktanya keturunan yahudi menguasai dunia. tapi saya sebagai muslim, berusaha belajar baik. bahwa realitas itu harus dihadapi. faktanya gus dur sdh mendapat medali kehormatan dari simon peres. apakah kita menilai, beliau sudah menjadi agen yahudi. anda perlu pahami, bahwa kebanyakan kaum nahdliyin pun masih sangat sulit memahami langkah beliau. apakah penghormatan setinggi_tingginya khas NU lantas dipahami sebagai taklid membabi buta? perlu ada survey untuk mendeteksi para peziarah tsb. anda mau mendanainya? saya sangat senang sekali, biar terbuka tabir gejolak sosial oleh ilmu pengetahuan.

    andapun mengakui bahwa analisis sosial politik timur tengah perlu didalami. dan saya sangat senang sekali jika anda menyajikan informasi tersebut. berdirinya Indonesia salah satunya bertujuan ingin menciptakan ketertiban dunia. dan biang kerok kekacauan salah satunya ber sumbu di timur tengah. nah lho.

    maaf, kita harus cooling down. okey

  52. syahid mengatakan:

    @ Mas Syahid…

    Mohon maaf bila pada tulisan/komentar yang sudah lewat ada hal2 yang tidak berkenan di hati Anda. Ya, saya lihat, Anda sungguh-sungguh ingin diskusi, tidak “hita and run”. Nah, ini layak dihargai. Insya Allah selanjutnya saya akan tanggapi Anda dengan cool, insya Allah.

    sama-sama mas AMW. saya kira orang seproduktif anda sangat luar biasa. pembaca dengan berbagai latar belakangnya mempunyai penafsiran sendiri-sendiri. jadi enjoy aja. saya hanya merasa tergelitik saja atas informasi yang anda sampaikan.

    Jawab: Saya sebenarnya tidak minder seperti itu. Hanya merasa KESAL. Ingat, bukan minder, tapi kesal. Buktinya, saya bisa mengapresiasi berita-berita aktual seperti kasus Bank Century, KPK, Pemilu, dll. Saya hanya kesal sekali. Mengapa media-media seperti sangat tidak jujur? Mereka mendewa-dewakan Gus Dur, seolah dia manusia suci. Bentuk kongkritnya, media dan sebagian masyarakat ingin Gus Dur diangkat sebagai pahlawan nasional. Ini sangat mengesalkan. Sama kesalnya ketika media-media menuduh Islam dan pemuda Islam sebagai teroris, padahal pelaku pengeboman itu hanya segelintir orang. Itu pun tidak dijamin dia benar-benar berjuang untuk Islam. Banyak analisis mengatakan, semua itu kebanyakan “proyek”.

    Jadi, bukan minder. Tapi sangat kesal sekali. Boleh kan saya ungkap kekesalan hati di media ini, sebagaiman mereka mengungkap segala puja-puji mereka kepada Gus Dur? Masak mereka boleh, saya tidak boleh? Katanya, ini negara “demokrasi”? Saya pernah menulis buku tentang Gus Dur, dan sebentar lagi mudah-mudahan terbit buku yang mengkritisi sepak terjang Gus Dur selama ini. Disana ada banyak datanya, hanya sebagian kecil diangkat disini.

    jawab: betul, sepertinya kita perlu bersyukur bahwa indonesia memperlakukan informasi sangat bebas. dan kita hidup dalam kebebasan itu, berusaha memberikan maknanya. salah satunya menyoal tentang gus dur. yang saya pahami tentang gus dur secara umum adalah kepeduliannya tentang keislaman, keindonesiaan, dan kemanusiaan. ikhtisarnya, kemungkinan masih ada yang kurang pas, misalnya apa sih yang sedang diperjuangkan oleh gus dur? mungkin yang anda anggap kurang pas tentang keislaman gus dur, justru bisa dimaklumi jika dilihat dari dimensi keindonesiaan atau kemanusiaan.

    Jawab: Lho, saya kan sudah memuat beberapa ayat Al Qur’an disana. Itu menjadi dalil minimal. Disini Anda bilang, “saya mencatut ayat Al Qur’an”. Coba Anda buktikan dengan jelas, benarkah saya mencatut Al Qur’an? Coba mohon Anda buktikan, sebab perkataan itu merupakan tuduhan. Tuduhan kalau tidak benar adalah fitnah. Fitnah adalah kerusakan. Mohon dibuktikan tuduhan itu!

    Coba Anda terangkan, mana penafsiran ayat yang benar menurut Anda? Mohon disampaikan disini! Kalau penafsiran Anda benar, insya Allah akan kita terima juga. Perlu diingat ketika membahas ayat Al Qur’an, disana dikenal sebuah prinsip, al ibrah bi umumil lafdzi, laisa bi khususi sabab. Hikmah Al Qur’an itu dari makna lafadz-nya secara umum, bukan dari sebab-sebab khusus turunnya ayat itu.

    Untuk menakwil atau menafsirkan Al Qur’an memang harus mengetahui sekian banyak perangkat ilmu. Tetapi untuk menjadikan Al Qur’an sebagai hujjah, tidak seketat saat menafsirkan ayat tersebut. Berbeda konteksnya, menafsirkan dengan menjadikan hujjah.

    jawabku: setahu saya, makna dari “ghoirul maghdgub alaihim waladdhollin” adalah lawan dari shirotol mustaqim. disini kita berbicara tentang garis demarkasi antara hak dan bathil. dan perjuangan Rasulullah SAW adalah menegakkan garis tsb. justru dimensi hak dan bathil inilah yang menjadi pertarungan makna kehidupan. saya mencontohkan tentang, tafsir anda tentang “ghoirul maghdub” adalah langsung ibarat buat yahudi. padahal ada entitas lain jg yang ingin disoal spt misalnya nasrani, shobiin. penyebutan anda yang langsung kpd yahudi disana menjadi bias. saya belum pada kesimpulan apakah yahudi model apa yang dilaknat atau tidak. saya mengatakan ini adalah pencatutan ayat qur’an. karena anda mengambil satu ayat, untuk mendalilkan kesimpulan anda. padahal maknanya tidak begitu. misalnya harus ada penjelsana ayat tersebut jika disandingkan dg ayat lain. QS 5:69. “Sesungguhnya orang-orang mukmin, orang-orang Yahudi, Shabiin dan orang-orang Nasrani, siapa saja (diantara mereka) yang benar-benar saleh, Maka tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati”. jadi, harus bekerja keras untuk membangun kesimpulan. hehehe.

    Jawab: Sebenarnya awal dari komentar-komentar keras saya, karena Anda mudah sekali membuat judgement. Anda menyebut istilah ini itu, yang saya terus terang tidak suka mendengarnya. Andai dihindari kata-kata seperti itu, insya Allah kita bisa berdiskusi dengan baik. Coba lihat lagi komentar-komentar awal Anda sebelumnya!

    hehehe. sudahlah, api dilawan api jd pusing pemadam kebakarannya.

    Jawab: Sebenarnya, hukum syariat itu dihukumi dari hal-hal yang tampak. Kita tidak perlu repot-repot memikirkan hati manusia, kalau secara zhahir kelihatan menyimpang, ya tinggal dihukumi. Seperti kata Nabi, beliau menghukumi kenyataan yang tampak, adapun soal hati diserahkan kepada Allah. Jadi jangan dibalik, kita mencari-cari pembenaran dengan menduga-duga batin manusia, lalu membiarkan perbuatan kufur yang dilakukannya. Ini sangat berbahaya bagi Islam. Misalnya nanti ada seorang kyai, ini hanya misalnya, dia masuk diskotik, berjoged-joged dengan wanita rusak disana. Lalu direkam, atau difoto. Tetapi jamaahnya mencari “pembenaran batin” dengan mengatakan: “Pak kyai joged fisiknya, tapi hatinya sampai ke Allah.” Ini tidak benar, sama sekali tidak benar.

    Pemberkatan atas nama tuhan bapa, yesus, dan seterusnya adalah perbuatan orang-orang kafir, dan itu kemusyrikan. Maka siapa yang ridha dengan pemberkatan seperti itu berarti dia telah membenarkan kekafiran, membenarkan kemusyrikan, dan ridha dengannya. Hukum ridha dengan perbuatan kekafiran sama dengan hukum menolak keimanan. Sama hukumnya, itu perbuatan kufur. Maka Nabi saw pernah marah besar ketika Umar Ra membawa kitab Taurat, meskipun niatnya mau mempelajari. Ini adalah perbuatan dilarang. Apalagi dilakukan oleh seorang pemuka NU.

    Adapun soal hijrah kaum Muslimin ke Habasyah. Itu kan meminta suaka/perlindungan politik. Memangnya Gus Dur meminta suaka ke Istora Senayan? Apa Gus Dur diusir di Indonesia, lalu butuh perlindungan orang Nashrani. Kalau minta suaka harusnya ke luar negeri, bukan ke Istora Senayan.

    Lagi pula, apakah para Shahabat Muhajirin di Habasyah itu, apakah mereka melakukan perbuatan-perbuatan kekufuran? Senang datang ke gereja-gereja, datang meminta pemberkatan disana, datang ke misa-misa? Apakah seperti itu? Kalau Anda katakan iya, berarti Anda telah memfitnah para Shahabat Ra itu. Anda sendiri sudah mengatakan, mereka meminta perlindungan politik. Mereka bukan melakukan “asimilasi akidah”.

    jawabku: soal gus dur pada pemberkatan tsb, saya melihatnya bukan asimilasi akidah. tidak ada bukti untuk mengatakan gus dur telah berubah syahadatnya (perhatikan gus dur hanya diam membatu pd youtube itu, saya tdk mau menghukumi yang tidak tampak, bahwa syahadat itu sah jika dilisankan). dan dalam konteks ini, saya menyarankan anda untuk hati-hati mengatakan kafir kepada seorang muslim. benar, bahwa gus dur banyak didatangi dan mendatangi kelompok agama lain. itu bagian dari dimensi keindonesiaan dan kemanusiaan. pada saat ORBA berusaha menekan SARA, justru pelanggaran SARA menjadi dominan. termasuk soal hubungan antar agama di Indonesia. contohnya adalah tanjung priok, talangsari, ninja banyuwangi, ambon, sampit dll. bagaimana mayoritas muslim indonesia memaknai langkah politis ini semua. istilahnya perlu ada tindakan konkret untuk memperkuat keindonesiaan. saya kira langkah berani gus dur membuka dialog antar agama, bagian dari solusi tsb. ada pihak yang menilai gus dur tdk perlu dishalatkan. saya kira ini sangat berlebihan, dan cenderung fitnah. jika kita mengakui keulamaan di NU bagian dari ejawantah ajaran rasulullah SAW, justru ritual pemakaman gus dur memperkuat keislaman beliau, dari aspek tradisi NU. kecuali anda berani mengatakan bahwa ulama NU bukan muslim. contoh ekstrim anda tentang kyai yang ke diskotik, saya juga setuju itu bukan ulama. dan saya yakin ulama tdk akan melakukan perbuatan awam tsb.

    Jawab: Oh ya, analisis mendalam dan komplek itu tidak mungkin ditulis dalam blog seperti ini, kecuali yang singkat-singkat atau praktis. Karena keterbatasan tempat masalahnya. Tapi banyak fakta yang sudah terkuak. Gus Dur diberi medali keberanian oleh lembaga resmi Yahudi. Ini fakta besar. Jarang sekali orang biasa menerima medali seperti ini. Di Indonesia hanya Gus Dur saja.

    Banyaklah, tapi saya sepakat bahwa analisis itu memang belum tuntas, karena memang sulit membuat sesuatu yang terlalu lebar di media seperti ini. Mohon dimaklumi sebelumnya. Anda harus ingat, Yahudi mustahil akan menerima seseorang dalam komunitas mereka, apalagi sampai memberi medali kelas dunia, kalau orang itu belum benar-benar dipercaya sebagai Yahudi juga. Yahudi itu sangat paranoid untuk menerima orang lain.

    Tentang negara-negara Timur Tengah, ya ini memerlukan lahan lain lagi untuk dikaji. Tapi syukran jazakumullah atas masukan Anda. Sekali lagi terimakasih. Soal mengaku sebagai kaum Nahdhiyin. Tidak. Saya bukan bagian dari jamaah warga NU. Tapi saya dulu dibesarkan disana. Keluarga kami rata-rata orang NU, meskipun tidak menjadi pengurus ormas atau masuk PKB. Terimakasih sekali lagi.

    jawabku: lagi-lagi gus dur dan yahudi. dalam konteks ini saya berusaha dingin. karena kalau emosi, sebenarnya saya ingin menjadi seperti yahudi (yang baik-baik dan hebat tentunya). atau malah saya ingin, agar arsenal nuklir, dikirim ke israel biar selesai urusan. hehehe. semuanya berkecamuk menjadi satu. faktanya keturunan yahudi menguasai dunia. tapi saya sebagai muslim, berusaha belajar baik. bahwa realitas itu harus dihadapi. faktanya gus dur sdh mendapat medali kehormatan dari simon peres. apakah kita menilai, beliau sudah menjadi agen yahudi. anda perlu pahami, bahwa kebanyakan kaum nahdliyin pun masih sangat sulit memahami langkah beliau. apakah penghormatan setinggi_tingginya khas NU lantas dipahami sebagai taklid membabi buta? perlu ada survey untuk mendeteksi para peziarah tsb. anda mau mendanainya? saya sangat senang sekali, biar terbuka tabir gejolak sosial oleh ilmu pengetahuan.

    andapun mengakui bahwa analisis sosial politik timur tengah perlu didalami. dan saya sangat senang sekali jika anda menyajikan informasi tersebut. berdirinya Indonesia salah satunya bertujuan ingin menciptakan ketertiban dunia. dan biang kerok kekacauan salah satunya ber sumbu di timur tengah. nah lho.

    maaf, kita harus cooling down. okey

  53. abisyakir mengatakan:

    @ Mas Syahid…

    Syahid: Setahu saya, makna dari “ghoirul maghdgub alaihim waladdhollin” adalah lawan dari shirotol mustaqim. disini kita berbicara tentang garis demarkasi antara hak dan bathil. dan perjuangan Rasulullah SAW adalah menegakkan garis tsb. justru dimensi hak dan bathil inilah yang menjadi pertarungan makna kehidupan. saya mencontohkan tentang, tafsir anda tentang “ghoirul maghdub” adalah langsung ibarat buat yahudi. padahal ada entitas lain jg yang ingin disoal spt misalnya nasrani, shobiin. penyebutan anda yang langsung kpd yahudi disana menjadi bias. saya belum pada kesimpulan apakah yahudi model apa yang dilaknat atau tidak. saya mengatakan ini adalah pencatutan ayat qur’an. karena anda mengambil satu ayat, untuk mendalilkan kesimpulan anda. padahal maknanya tidak begitu. misalnya harus ada penjelsana ayat tersebut jika disandingkan dg ayat lain. QS 5:69. “Sesungguhnya orang-orang mukmin, orang-orang Yahudi, Shabiin dan orang-orang Nasrani, siapa saja (diantara mereka) yang benar-benar saleh, Maka tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati”. jadi, harus bekerja keras untuk membangun kesimpulan. hehehe.

    Komentar: Bener lho Mas, coba deh baca Tafsir Ibnu Katsir, tentang ayat “ghairil maghdhubi” itu, benar-benar untuk orang Yahudi. Kalau “wa laad dhallin” ini untuk orang Nashrani. Singkat kata, apa sih penyimpangan Yahudi dan Nashrani. Yahudi itu tahu banyak ilmu, tapi tidak diamalkan. Nashrani sebaliknya, mereka banyak ibadah, tapi kurang ilmu, akhirnya menambah-nambahi Syariat ibadah yang sebenarnya tidak ada. Kalau Yahudi tamak dunia, kalau Nashrani tamak kegiatan ritual, sehingga mengabaikan ilmu. Dan kecenderungan seperti itu ada dalam diri kaum Muslimin sekarang. Sebagian sangat tamak urusan dunia, sebagian hanya melulu ibadah terus, sementara ilmu minim.

    Syahid: Soal gus dur pada pemberkatan tsb, saya melihatnya bukan asimilasi akidah. tidak ada bukti untuk mengatakan gus dur telah berubah syahadatnya (perhatikan gus dur hanya diam membatu pd youtube itu, saya tdk mau menghukumi yang tidak tampak, bahwa syahadat itu sah jika dilisankan). dan dalam konteks ini, saya menyarankan anda untuk hati-hati mengatakan kafir kepada seorang muslim. benar, bahwa gus dur banyak didatangi dan mendatangi kelompok agama lain. itu bagian dari dimensi keindonesiaan dan kemanusiaan. pada saat ORBA berusaha menekan SARA, justru pelanggaran SARA menjadi dominan. termasuk soal hubungan antar agama di Indonesia. contohnya adalah tanjung priok, talangsari, ninja banyuwangi, ambon, sampit dll. bagaimana mayoritas muslim indonesia memaknai langkah politis ini semua. istilahnya perlu ada tindakan konkret untuk memperkuat keindonesiaan. saya kira langkah berani gus dur membuka dialog antar agama, bagian dari solusi tsb. ada pihak yang menilai gus dur tdk perlu dishalatkan. saya kira ini sangat berlebihan, dan cenderung fitnah. jika kita mengakui keulamaan di NU bagian dari ejawantah ajaran rasulullah SAW, justru ritual pemakaman gus dur memperkuat keislaman beliau, dari aspek tradisi NU. kecuali anda berani mengatakan bahwa ulama NU bukan muslim. contoh ekstrim anda tentang kyai yang ke diskotik, saya juga setuju itu bukan ulama. dan saya yakin ulama tdk akan melakukan perbuatan awam tsb.

    Komentar: Ya, sebenarnya yang berjuang dan beramal di Indonesia, dalam bingkai Islam dan keindonesiaan itu, bukan hanya Gus Dur. Sejak lama tokoh-tokoh Islam sudah berbuat demikian. Misalnya contoh, almarhum Syafruddin Prawiranegara itu mantan Gubernur Bank Indonesia pertama, beliaulah konseptor awal konsep INVESTASI di Indonesia, beliau pernah menyelamatkan moneter Indonesia dengan langkah “pemotongan uang”. Buya M. Natsir beliau mengajukan Mosi Integral, agar Indonesia menjadi NKRI lagi, keluar dari RIS. Almarhum Burhanuddin Harahap, beliau penyelenggara Pemilu demokratis pertama di Indonesia, tahun 1955. Juga ada tokoh besar, Buya Hamka, Charis Suhud (dari NU yang pernah menjadi Ketua MPR), bahkan termasuk KH. Wahid Hasyim, ayah Gus Dur sendiri. Beliau pernah mencela perkataan Soekarno di Amuntai yang mengatakan, kalau di Indonesia berlaku syariat Islam, nanti Indonesia Timur akan memisahkan diri. Tokoh-tokoh NU lain seperti almarhum KH. As’ad Syamsul Arifin, KH. Ahmad Shiddiq, KH. Ali Yafie, dll. mereka tidak kalah rasa “keindonesiaan”-nya.

    Hanya masalahnya, media-media massa tidak pernah mengungkap semua itu secara jujur. Media memberi porsi sangat besar kepada Gus Dur, sebab dia sangat anti Syariat Islam. Media sangat suka dengan orang-orang semacam itu. Sementara tokoh-tokoh lain, tidak dilihat oleh media-media massa.

    Syahid: Lagi-lagi gus dur dan yahudi. dalam konteks ini saya berusaha dingin. karena kalau emosi, sebenarnya saya ingin menjadi seperti yahudi (yang baik-baik dan hebat tentunya). atau malah saya ingin, agar arsenal nuklir, dikirim ke israel biar selesai urusan. hehehe. semuanya berkecamuk menjadi satu. faktanya keturunan yahudi menguasai dunia. tapi saya sebagai muslim, berusaha belajar baik. bahwa realitas itu harus dihadapi. faktanya gus dur sdh mendapat medali kehormatan dari simon peres. apakah kita menilai, beliau sudah menjadi agen yahudi. anda perlu pahami, bahwa kebanyakan kaum nahdliyin pun masih sangat sulit memahami langkah beliau. apakah penghormatan setinggi_tingginya khas NU lantas dipahami sebagai taklid membabi buta? perlu ada survey untuk mendeteksi para peziarah tsb. anda mau mendanainya? saya sangat senang sekali, biar terbuka tabir gejolak sosial oleh ilmu pengetahuan.

    Komentar: Benar lho Pak. Kalau Antum membuat studi tentang komunitas Yahudi. Mereka itu amat sangat paranoid. Lihat sekarang saja mereka buat “tembok Berlin yang lebih kejam”. Tinggi sekali temboknya, mau buat tembok baja juga. Terus mereka punya instalasi nuklir, pesawat tempur ratusan, intelijen macam-macam, dst. Sangat paranoid. Mereka tidak mau terima Gus Dur dalam komunitasnya, itu tidak main-main. Yahudi Amerika sangat terkenal dengan pepatah, “There is no free lunch” (gak ada makan siang gratis). Sederhananya gini lah, apa ada pendahulu Gus Dur di NU yang berbuat seperti dia? Sudah itu saja, jangan dibanding-bandingkan dengan lainnya. Cukup NU saja!

    Syahid: andapun mengakui bahwa analisis sosial politik timur tengah perlu didalami. dan saya sangat senang sekali jika anda menyajikan informasi tersebut. berdirinya Indonesia salah satunya bertujuan ingin menciptakan ketertiban dunia. dan biang kerok kekacauan salah satunya ber sumbu di timur tengah. nah lho. maaf, kita harus cooling down. okey

    Komentar: Ya, kita sepakat cooling down dulu. Oke, anggap saja ini ending dari diskusi ini. Meskipun awalnya agak “panas” moga endingnya baik. Amin. Mohon maaf atas kesalahan lahir batin yang saya lakukan kepada Anda, baik kesalahan kecil atau besar, disengaja atau tidak. Semoga Allah memaafkan saya atas kesalahan yang ada. Amin ya Ghafuur.

    Untuk analisis Timur Tengah, saya mulai memahami maksud Anda. Mungkin ini soal buku “Ilusi Negara Islam” itu ya. He he he…jujur sajalah. Iya kan? Maksud Anda kesana kan?

    Ya, jawaban saya atas analisis dalam buku itu sederhana saja: “Ia ditulis oleh orang-orang dari satu pihak tertentu. Jadi tidak mewakili gambaran obyektif dari kedua belah pihak yang berselisih. Inilah yang kerap dikatakan, satu ke Barat, satu ke Timur. Susah ketemunya.”

    Ya, mungkin itu dulu. Terimakasih sudah melayani diskusi sederhana ini. Walhamdulillah Rabbil ‘alamiin.

    Wallahu A’lam bisshawaab.

    AMW.

  54. syahid mengatakan:

    sama-sama mas AMW. wal afwu minkum, taqobbalallah ya karim. sip, hehehe.
    tapi soal buku ilusi negara islam, saya belum pernah baca. cuma saya bisa juga menebak ke arah mana isinya, khas progapanda juga. cuma saya sekarang lagi berusaha jadi penikmat pengetahuan aja. jadi saya tidak tahu, statemen sampeyan, soal isu timur tengah dan buku tsb. kalau ada waktu, kita bisa ngopi bareng hahaha. karena kopi dan rokok, bisa membuat panjang umur. meski kayaknya sampeyan gak merokok. hidup perlu dinikmati mas hahahaha

  55. abisyakir mengatakan:

    @ Mas Syahid…

    Mas, sejujurnya saya tidak “alergi” dengan sosok seperti Anda, bagaimanapun keadaannya. Saya pernah diskusi dengan teman-teman tertentu, yang kondisinya “seperti” Anda. Dari diri saya sendiri tidak ada niat “jaga jarak”. Tapi insting seperti itu kadang muncul dari “lawan bicara”.

    Ya, selamat beraktivitas selalu, jaga kesehatan. Kalau merokok mulai batuk-batuk, saya sarankan segera cuci muka dulu. Lalu tenang sebentar. Memejamkan mata barang semenit saja. Setelah tenang, tolong baca tulisan yang ada di bungkus rokok itU: “Merokok bisa menyebabkan….” Ya, Anda pasti sudah hafal-lah. He he he…

    Maaf, cuma bercanda. Ya rehat sejenak, jangan terlalu tegang.
    Matur nuwun.

    AMW.

  56. Beno Hartono mengatakan:

    TIDAK USAH TAKUT dan NGGEGIRIS, kepada pemuja Gus Dur.
    yang penting tidak menyembah.
    seperti halnya pemujaan dan pemujian kepada mas Choeky. itu syah syah saja.
    dan tidak pernah berpikiran pemaparan mas Choeky adalah sebuah pembentuka pemuja pujian terhadap dirinya.
    yang penting tidak menyembah dalam kategori mensyarikatkan Allah swt.

  57. Beno Hartono mengatakan:

    choeky
    maksud saya adala Cokie

  58. azhar mengatakan:

    Saudara AMW, kalo menurut sy anda adalah orang yang linglung dan tipis dalam pemahaman dan penguasaan agama. Rasulullah saja menghormati akan kemajemukan dan toleran terhadap segala macam kepercayaan dikala itu, kalo anda mengaku warga nahdiyin…tidak pastas dan saya ragukan pengakuan itu. Apa bedanya gus dur dengan wali songo yang setiap hari, setiap jam, dan sepanjang tahun org berdatangan memanjatkan doa…..itulah karomah dari Allah SWT. Semoga Allah SWT senantiasa memberikan hidayah dan anda cepat sadar

  59. abisyakir mengatakan:

    @ Azhar… (atau dadjalzaman@yahoo.com)

    Saudara AMW, kalo menurut sy anda adalah orang yang linglung dan tipis dalam pemahaman dan penguasaan agama.

    Terimakasih, semoga Allah Al Ghafuur memaafkan kesalahan-kesalahan saya dan Anda. Allahumma amin.

    Rasulullah saja menghormati akan kemajemukan dan toleran terhadap segala macam kepercayaan dikala itu,

    Ini adalah omongan DUSTA Anda atas Rasulullah Saw. Beliau sama sekali tidak mengakui kemajemukan. Apa yang Anda tulis hanyalah KEBOHONGAN 1000 %. Sama sekali Rasulullah tidak mengakui kebenaran apapun, selain hanya kebenaran Islam. Hal ini sangat tersimpul dari kalimat “Laa ilaha illa Allah, Muhammad Rasulullah”. Jadi yang benar itu hanya datang dari Allah dan Rasul-Nya; adapun selain itu adalah BATHIL. Ini baru keyakinan Islam.

    Apa yang Anda tulis hanyalah PENIPUAN orang bodoh dan khianat. Semoga Anda insyaf akan kesalahan fatal Anda, karena telah berbohong atas nama Rasulullah Saw. Siapa yang berbohong atas nama Nabi, hendaklah bersiap-siap menempati tempat duduknya di neraka. Saya sarankan, Anda mulai membuat persiapan dari sekarang. Latihanlah memegang api, latihan duduk di atas tungku dapur, latihanlah merintih yang profesional. Begitu.

    kalo anda mengaku warga nahdiyin…tidak pastas dan saya ragukan pengakuan itu.

    Lho, siapa yang mengaku warga NU. Bukan. Saya bukan warga NU. Tapi saya dari keluarga NU, dibesarkan dalam tradisi keagamaan NU di Malang. Moga Anda segera paham.

    Apa bedanya gus dur dengan wali songo yang setiap hari, setiap jam, dan sepanjang tahun org berdatangan memanjatkan doa…..itulah karomah dari Allah SWT.

    Ya jelas bedanya. Wali Songo mulia karena dakwahnya, perjuangannya, karena keikhlasan, karena ilmunya, dan kebaikan-kebaikan lainnya. Tanpa peranan media massa sama sekali, Allah membesarkan nama mereka, memuliakan kehormatan mereka. Meskipun tentu, tidak ada manusia yang sempurna, selain Nabi Saw belaka.

    Sedangkan Abdurrahman Wahid, apa kemuliaan orang ini? Tidak pernah menjadi imam shalat, tidak pernah terdengar suara merdunya membaca Al Qur’an, tidak pernah terdengar rajin di masjid, besar zuhudnya, dll. Tidak pernah menulis buku tafsir, buku ibadah, akidah, muamalah, akhlak, dll. Tidak pernah membahas ayat-ayat Al Qur’an, hikmah As Sunnah, tidak pernah mengkaji perdebatan fiqih, dsb.

    Abdurrahkman Wahid kerjanya menyerang Islam, menyerang Syariat Islam, menyerang aktivis dakwah, menyerang jilbab, menyerang gerakan anti pornografi, menyerang FPI, ngomong politik melulu, merasa sok pintar, bisanya hanya melucu, sangat belas kasih kepada orang kafir, sangat mendengki para aktivis Islam, dan seterusnya.

    Beda Wali Songo dan Gus Dur, seperti beda antara Timur dan Barat, satu sama lain saling menjauhi. Kalau Gus Dur didoakan sedemikian rupa, karena rata-rata didoakan oleh orang-orang pendosa yang merasa senang karena dibela oleh dirinya. Itu pun karena proses “cuci otak” media-media massa yang membuat keburukan tampak baik, dan memandang kebaikan tampak buruk. Ini hanya ketertipuan media saja.

    Semoga Allah SWT senantiasa memberikan hidayah dan anda cepat sadar

    Alhamdulillah, saya selalu membutuhkan hidayah Allah, lebih banyak, lebih banyak. Alhamdulillah bi kulli hidayatihi.

    Tetapi soal “cepat sadar”. Maksudnya cepat sadar dari membantah kebathilan Abdurrahman Wahid? Na’udzubillah wa na’udzubillah min dzalik. Ya Allah, teguhkan hatiku untuk membenci Abdurrahman Wahid selama hidupku, dan anak-anak keturunanku. Jadikan kebencian ini sebagai amal ibadah yang berharga di sisi-Mu. Membenci mulut kotor yang pernah mengatakan “Menurut saya kitab suci paling porno adalah Al Qur’an. Ha ha ha…” adalah amal shalih yang besar pahalanya di sisi Allah. Amin Allahumma amin. Justru mencintai syaitan seperti Gus Dur akan membawa kesesatan. Na’udzubillah min dzalik.

    AMW.

  60. mutiarazuhud mengatakan:

    Membicarakan Abdurrahman Wahid dan Yahudi mengingatkan kembali perlakuan Abdurrahman Wahid (AW)
    terhadap kaum Yahudi / Zionis.
    Ketika Abdurrahman Wahid menjabat sebagai presiden RI. Beliau mengeluarkan Keputusan Presiden RI Nomor 69 Tahun 2000,tentang pencabutan Keputusan Presiden RI No. 264 Tahun 1962, tentang larangan adanya organisasi Liga Demokrasi, Rotary Club, Divine Life Society, Vrijmetselaren-Loge (Loge Agung Indonesia), Moral Rearmament Movement, Ancient Mystical Organization of Rosi Crucians (AMORC) dan Organisasi Baha’i (Tentang Baha’i silahkan kunjungi
    http://mutiarazuhud.wordpress.com/2010/02/10/bahaiyah/ )

    Keppres ini pun tampaknya tidak disadari oleh kebanyakan kaum muslim di negeri
    ini.

    Pelarangan terhadap organisasi-organisasi bentukan atau pendukung kaum Yahudi / Zionisme ditambah organisasi Baha’i (organisasi yang berusaha menyatukan semua agama) dikeluarkan oleh Presiden RI pertama, Sukarno pada tahun 1962.

  61. mutiarazuhud mengatakan:

    Syahid wrote:

    Saya mencontohkan tentang, tafsir anda tentang “ghoirul maghdub” adalah langsung ibarat buat yahudi.
    Padahal ada entitas lain jg yang ingin disoal spt misalnya nasrani, shobiin.
    Penyebutan anda yang langsung kpd yahudi disana menjadi bias.
    Saya belum pada kesimpulan apakah yahudi model apa yang dilaknat atau tidak.
    Saya mengatakan ini adalah pencatutan ayat qur’an. karena anda mengambil satu ayat, untuk mendalilkan kesimpulan anda. padahal maknanya tidak begitu. misalnya, harus ada penjelasan ayat tersebut jika disandingkan dg ayat lain. QS 5:69. “Sesungguhnya orang-orang mukmin, orang-orang Yahudi, Shabiin dan orang-orang Nasrani, siapa saja (diantara mereka) yang benar-benar saleh, Maka tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati”.
    jadi, harus bekerja keras untuk membangun kesimpulan. hehehe.

    My comment:
    Artikel berjudul ”Islam dan Pluralisme di Indonesia: Pandangan Sejarah”, ditulis oleh Ayang Utriza NWAY, seorang alumnus Fakultas Syariah UIN Jakarta, yang menyelesaikan masternya di Paris. Sebagaimana banyak penganut paham Pluralisme Agama, penulis ini juga menggunakan QS Al-Baqarah ayat 62 sebagai rujukan pendapatnya. Celakanya, dia mengutip pendapat Hamka dalam Tafsir al-Azhar secara serampangan, lalu membuat kesimpulan yang menyesatkan.
    Adian Husaini memberikan pendapat dan saya cuplik di sini, http://mutiarazuhud.wordpress.com/2009/04/23/jangan-memfitnah-buya-hamka/
    atau bagi yang mau tahu secara langsung tafsir Buya Hamka atas ayat tersebut, saya cuplik disini
    http://mutiarazuhud.wordpress.com/2009/04/23/toleransi-beragama/

    Klo saya pribadi selalu mengingat apa yang telah Allah ingatkan bahwa,
    Sesungguhnya kamu dapati orang-orang yang paling keras permusuhannya terhadap orang-orang yang beriman ialah orang-orang Yahudi dan orang-orang musyrik (Al Maaidah: 82)

    Sedangkan persoalan pengafiran dan menuding sesat dalam makna keluar dari agama adalah perkara besar. Persoalan ini mempunyai akibat hukum dunia
    akhirat, tidak sebatas kelompok yang dituding kafir tapi juga mempunyai akibat pada orang yang melayangkan tudingan. Saya pribadi tidak berkompeten

  62. [...] lalu, masuk sebuah komentar dari seseorang yang menamakan dirinya Doron. Dia mengomentari tulisan Gerakan Pemujaan Gus Dur. Komentar yang disampaikan Doron bukan sembarang komentar, tapi penuh dengan caci-maki luar biasa. [...]

  63. kembang mengatakan:

    gusdur itu tidak ada gunanya sama dekali bagi kita yg koment disini,yg perlu dihormati adalah orang tua kita.,yg sangat berjasa sama kita.dan kita sebagai orang islam jalankan rukun islam dan rukun iman,bagi orang-orang yg memuja gusdur mudah-mudahan nasibnya nanti seperti gusdur strok,lumpuh dan buta.

  64. ada mengatakan:

    assalamu’alaikum…
    temen2 kita yang sudah mersa sangat berilmu tinggi.. afwan pisan…saya mau bilang.. coba baca kita syarhussunnah.. tentang hukum mengkafirakan muslim yang tidak pernah mengikrarkan secara dzohir bahwa dirinya kafir… atau hukum bagaimana mengatakan syahid sebagaimana gelar yang diberikan oleh orang IM kepada hasan albana…(semoga Allah meluruskan)..
    Jangan sampai kita terjebak kepada kesasatan Takfir.. terllau mudah mengkafirkan orang. sesungguhnya hanya ALloh yang tahu hati manusia

  65. jihad rasulluloh mengatakan:

    gus dur+dajal= gusdur dajal
    matana dibutakan Alloh,hatinya Dibutakan Alloh..
    alhamdulillah gus dur buta..
    coba klo gk?
    wong buta aja islam diremehin.. dihina
    apalagi klo gk buta..
    naudzubillah

  66. jihad rasulluloh mengatakan:

    saya dulu NU ngefans ama NU dn gusdur
    tpi alhamdulillah dh dpt hidayah skrng saya muhammadiyah
    paham saya skrng salafi langsung kepada alquran dan hadist dan tarjih menolak tasawuf dan tariq
    bidah haram

  67. agung el bhara mengatakan:

    Assalamu’alaikum

    Wahai pemuja Gus Dur, InsyaALLAH sebenarnya tujuan penulis ini bukanlah suatu menjelek2kan Gus Dur, namun lebih sebagai pencerahan, bukankah sesama muslim harus saling mengingatkan jika ada yang salah/tidak tahu,,,

    Gus Dur memang pernah MENGHINA AL-QUR’AN, INGAT MENGHINA AL-QUR’AN. Dia bilang kalo AL-QUR’AN itu KITAB PALING PORNO SEDUNIA…” Apa itu aqidah muslim???? Banyak lagi FAKTA DARI GUS DUR YANG SANGAT MENYAKITKAN saya sebagai muslim…[saya ANTI GUS DUR meskipun saya berasal dari keluarga NU.] Kalo ingin tau FAKTA dari SEPAK TERJANG GUS DUR saya kirimkan lewat EMAIL…GRATIS,,,

    Wassalam.

  68. Faridh mengatakan:

    Jangan suka mengkafirkan orang lain, lihatlah dirimu siapa?

  69. Lembah hijau mengatakan:

    anda seharusnya mencontoh sifat2 nabi MUHAMMAD SAW http://robbie-alca.blogspot.com/2009/02/kisah-pengemis-yahudi-buta-nabi.html
    Dimana seorang YAHUDI menjadi mualaf bukan karena apa2 melainkan karena terkagum dengan AHLAK Nabi MUHAMMAD SAW begitu mulia.

  70. akbar mengatakan:

    saya kasihan pada orang yng menghina seseorang, jangan kan manusia hewan tidak boleh di hina,karena semua cipataan allah,apakah orang menghina seseorang dan merasa benar sendiri itu itu tanda tanda orang bertaqwa.untuk penulis bok ini saya sarankan untuk belajar mengenal diri anda sendiri dengan baik,siapa anda!!!!,insyaallah anda akan dapat merubah cara anda berfikir tentang mahkluk ciptaan allah, ketahuilah kalau ada orang yang menghina seseorang dan orang yang di hina itu wali allah maka tunggulah hari pembalasan dari allah.bencana akan silih berganti karena maunusianya penuh dengan manusia yang di bungkus dengan atribut keagamaan tetapi hatinya kotor dan hidupnya hanya diliputi oleh nafsu syetan yang menyesatkan. ketahuilah mengina seseorang itu adalah salah satu dari nafsu shetan.
    kalau yidak tahu ilmunya jangan menyalahkan orang apalagi yang salahkan orang yang keilmuaannya tidak di ragukan lagi. jangan bawa2 nu,orang nu tidak orang yang suka menghian orang siapaun orangnnya.
    SEBELUM TIDUR SEBAIKNYA ANDA INGAT KUBUR, DAN BAGAIMANA KALU ANDA MATI,BAGAIMANA MATI ANDA NANTINYA.
    DAN BAGI SAYA TANDA2 GUSDUR ORANG YANG YANG BAIK DAN KEKASIH ALLAH ITU BISA DILIHAT DARI WAKTU DIA MENINGGAL DAN SESUDAHNYA.DAN BAGI ORANG YANG BERIMAN DAN BERTAQWA KEPADA ALLAH AKAN DAPAT MELIHAT SIAPA GUSDUR,KECUAALI ORANG YANG DI PENUHI NAFSYU SYETAN YANG PENUH KESESAKAN DAN ORANG TIDAK BERILMU DAN BERAKHLAK.

  71. jimy mengatakan:

    wah wah waaaah…yg jelas kalo kita tau gusdur itu agak2 nyleneh ya jgn d tiru,apalgi di kultuskan !!! gitu aja kok repoot !!

  72. Wijayakusumah mengatakan:

    Artikel antum sangat bagus dan hujjahnya sangat akurat,smoga akan lahir sejuta pembelah islam dan penghancur kesyirikan dan kebid’ahan.yaa akh: teruslah suarakan yg haq walaupun terasa pahit,walaupun ahlu syirk dan ahlu bid’ah dan kafirin membencimu.”smg Allah memberikan kekuatan dan keteguhan kepada para pembela-pembela tauhid”.jajakallah khoir barokallahu fiikum.

  73. wedding day mengatakan:

    You’r totally right with this piece..

  74. Liong mengatakan:

    Ketika Elvis Presley dan John Lennon meninggal juga berjuta orang meratapi kepergiannya. Lady Di pun begitu. Jutaan orang di seluruh dunia menaruh simpati. Malah banyak yang histeris, seperti kehilangan tokoh hebat. Ini semua adalah bagian dari arus budaya global yang tidak lepas dari peran media massa. Jadi, banyaknya publik yang bersimpati tidak dapat dijadikan ukuran apakah seseorang khusnul khatimah,wali Allah, atau tidak. Masalah khusnul khatimah,wali Allah, atau tidak ini kita serahkan kepada Allah SWT.

    saya kutip dari tulisan seorang tokoh yg berusaha melindungi umat dari bahaya ‘sepilis’, dgn tambahan kata wali Allah dari saya.

  75. Liong mengatakan:

    saya khususkan komentar di atas utk saudara sugabus

  76. begawan abiasa mengatakan:

    astagfirullah al adzim…., kalian dan aku belum tentu benarnya. jangan berlebihan menilai orang

  77. NN mengatakan:

    dulu ir.soekarno pernah bkin UU tentang pelarangan organisasi freemason dll, tapi ketika gusdur jadi presiden, dia mencabu UU itu,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 131 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: