Kritik Acara “OVJ” di Trans7

Mula-mula, seorang teman memberi rekomendasi supaya saya melihat Opera Van Java (OVJ) di Trans7. Tadinya tidak menarik. Konsep dekornya, sekali lihat, tidak membuat kita bersemangat. Akhirnya, dipaksakan melihat OVJ, karena mau membuktikan ucapan teman. Oohh, ternyata lucu juga. Pokoknya banyak hal-hal yang lucu dalam acara itu. Terutama tentang perabot dari bahan sterofoam yang mudah rusak itu. Akhirnya di rumah OVJ sering ditonton, terutama oleh anak-anak. Padahal tadinya mereka tak tahu itu.

Amoralitas Jadi Komoditi Hiburan

Tapi kesini-sini, acara OVJ semakin tidak karu-karuan. Konsep etiknya semakin melemah, kesopananya semakin buyar. Kelihatan sekali, mereka hanya “kejar tayang” alias hanya menguber iklan doang. Sisi intelektualitas dan kreasi yang semula padat, semakin kesini semakin compang-caamping. Inilah wajah tontotan yang INDUSTRIALIS murni, hanya mengejar uang, tak peduli soal kualitas.

Banyak hal yang saya catat, antara lain:

[1] Pakaian para Sinden-nya selalu seronok, dengan kain transparan. Atas dada seperti terbuka. Selalu begitu.

[2] Ide ceritanya tidak jauh dari soal pacaran, kekasih, rebutan cewek, dan sejenisnya. Itu melulu. Monoton sekali.

[3] Andri Taulani yang tadinya dianggap paling sopan, jadi ikut-ikutan “terkontaminasi”.

[4] Gerakan joged Parto yang dibuat-buat itu sungguh tidak lucu, sebab selalu diulang-ulang. Mungkin sudah puluhan kali Parto bertingkah seperti itu. Ini kan sama dengan merendahkan diri sendiri.

[5] Sule, Aziz, Andri, malah Parto, semakin sering memakai baju perempuan. Mungkin, mereka tak punya kreasi kelucuan lagi, maka pilihannya akhirnya memakai baju perempuan, biar orang tertawa. Padahal pakaian seperti itu menandakan lemahnya kreasi. Mereka seperti sudah mentok ide.

[6] Makin banyak kata-kata kotor yang disensor oleh editing program OVJ. Itu menandakan bahwa mereka sendiri tahu, di dalam “bunker acara” OVJ itu banyak indikasi amoralitas. Kalau yang ditayangkan saja banyak “sensor”, apalagi yang tidak ditayangkan?

[7] OVJ sekarang menjadi semacam “corong promosi” para banci dan kaum homoseks. Itu sering sekali ditunjukkan oleh SULE, AZIZ, dan ANDRI, melalui gerakan, omongan, dll.

Dan yang paling mengerikan adalah Nunung. Pemain perempuan ini sering tertawa kalau melihat tingkah Sule dan kawan-kawan. Karena saking kuatnya tawa itu, Nunung sampai -maaf- buang air kecil di arena tontonan itu. Dan SULE, PARTO, AZIZ, ANDRI, dan kru OVJ, mereka seperti senang kalau Nunung ketawa sampai pipis di panggung. Dan lebih TRAGIS lagi, kameramen acara itu ikut-ikutan men-shoot sisa buang air Nunung di panggung. Ya Allah ya Rabbi, sebegitu buruknya moral mereka dan betapa hancurnya selera kreasi mereka.

Ini sungguh-sungguh SANGAT MENGERIKAN. Betapa lemahnya komitmen moral para pelawak dan kru OVJ itu. Mereka seperti manusia tak berbudi yang tak kenal etika sama sekali. Bagaimana bisa soal “pipis” menjadi bahan tontonan? Allahu Akbar. Jangan-jangan ke depan, mereka akan menayangan serial tentang “tinja” (maaf beribu maaf). Ya, mereka tinggal mencari orang yang gampang buang air besar (BAB) kalau tertawa terbahak-bahak. Nanti, “tinja” hasil produksinya itu di-shoot oleh semua kamera. Kalau perlu, dibuat “liputan khusus” tentang “tinja” yang keluar di studio. Na’dzubillah wa na’udzubillah min dzalik.

Kita berharap KOMISI PENYIARAN INDONESIA segera melayangkan protes keras atau teguran keras kepada semua kru OVJ itu. Mereka sudah kelewatan, menjadikan “pipis emak-emak” sebagai tontonan. Ini jelas-jelas sangat merusak moral masyarakat. Ke depan OVJ perlu diperbaiki, jangan mengekspose hal-hal tercela itu! Dan jangan menjadikan materi amoralitas sebagai menu wajib untuk mengundang tawa penonton.

Semoga ke depan OVJ bisa lebih baik lagi. Mencari uang tak masalah, namanya juga manusia. Tapi jangan mencari uang dengan mengorbankan moral masyarakat. Nanti kalau masyarakat rusak, mereka juga yang rugi. Mereka akan hidup di tengah (masyarakat) yang beringas, sadis, norak, tak tahu diri, kurang adab, dll. Ya, itulah dampak kalau amoralitas merajalela di tengah masyarakat kita. You know, man?

AMW.

Catatan: Artikel ini sudah diperbaiki, merespon masukan yang diberikan salah satu pembaca. Terimakasih sebelumnya.

About these ads

125 Balasan ke Kritik Acara “OVJ” di Trans7

  1. joyhomework mengatakan:

    Hidup OVJ…..Ya eeeee….. Yg nulis postingan ini pasti jg sll ntn OVJ, coz ngikutin dari tiap episode. Klo mo ngadu bs lgsng ke websitenya KPInya lgsung Boss.Manusia bebas berpendapat ko

  2. abisyakir mengatakan:

    @ Joy…

    Ya tidak mengikuti terus, masak sih. Akhir-akhir ini anak-anak mulai kita larang nonton OVJ, sebab amoral. Kreasi humornya semakin ngeres. Ya, maklum lah, mereka kan hanya komedian “kejar setoran”. Oke, aku coba melakukan aduan ke KPI. Terimakasih ya informasinya. Begitu Anda kasih tahu, saya langsung cari site milik KPI. Sekali lagi terimakasih.

    AMW.

  3. Hengky mengatakan:

    ya jelaslah mas….orang kejar setoran…orang khan juga cari makan ngidupin keluarga…..kalo anda berada di posisi mereka bagaimana perasaan dan apa yang anda lakukan????…..

    saya percaya anda juga akan melakukan yang sama jika anda seprofesi sperti mereka….

  4. dana mengatakan:

    Bukankah itu hanya hiburan semata, dan kategori acara tersebut adalah BO.Lalu bagaimana dengan acara yang mirip2 ovj Sepertinya anda lebih baik menjadi komentator acara saja ya..

  5. abisyakir mengatakan:

    @ Hengky….

    Nah, masalahnya Anda tidak membaca tulisan itu secara runut. Tadinya, kami termasuk yang ikut tertawa melihat OVJ. Ingat itu dulu, Bro. Hanya masalahnya, ketika untuk “melucon” melakukan cara-cara amoral, kita gak bisa terima. Apa tidak ada cara lain yang lebih baik. Contoh ya, dulu ada serial Cosbi Show. Ini Amrik punya. Itu sinetron lelucon juga. Tapi ada batas-batas moral yang mereka pakai, meskipun standarnya Amrik sana. Ketika salah satu bintang cewek di sinetron itu melakukan foto porno di sebuah media, langsung dijatuhi sanksi, diputus kontrak. Lho, orang Amrik aja tahu moral kok.

    Tidak semua komedian melakukan hal-hal amoral. Dulu di Surabaya ada dagelan Cak Kartolo dkk. Mereka kadang nakal juga. Tapi itu sopan, dan tidak pernah masuk area-arena amoral. Apalagi sampai menjual tontonan “pipis emak-emak”. Ini sangat mengerikan. Dulu kan Trans7 itu sebagian kru-nya dari TV7 yang dibangun oleh Grup Kompas. Kok bisa begitu ya bentuknya sekarang? Padahal acara anak-anak dari Trans7 itu layak ditonton lho. Anak-anakku itu suka melihat Si Bolang, Laptop Si Unyil, Koki Cilik, dan sejenisnya.

    Masyarakat itu sudah rusak parah. Maka tolong deh jangan dibuat tambah rusak. Perbaikilah sekuat tenaga. Nanti di balik itu ada rizki yang berkah. Insya Allah. Jangan kayak maniak-maniak industri, ngomongnya profit melulu, tidak peduli bagaimana cara mencarinya. Hiihhh!

    AMW.

  6. abisyakir mengatakan:

    @ Dana…

    Lho, hiburan ya hiburan, tapi jangan amoral dong. Dulu Extravaganza TransTV berturut-turut mendapat teguran keras dari KPI. Begitu juga acara “Empat Mata” dengan host Si Tukul, juga kerap mendapat peringatan. Hiburan sih silakan saja, tapi yang baik dong! Masak hiburan sambil menjual “pipis emak-emak”. Ini amat sangat memalukan dan menjijikkan. Sebaiknya semua kru OVJ itu dipecat semua, karena moralnya sudah rusak parah. Ganti saja dengan orang lain yang masih bisa membedakan siang dan malam, putih dan hitam, api dan air.

    AMW.

  7. dira mengatakan:

    Mas kalo mau ngekritik gk usah kasar,,masa orang di kata2in bejat..biar gimanapun mereka juga manusia.. Emangnya Mas lebih baik dri mereka?? Mas lebih mulia dari mereka?? Belum tentu,,

    Satu lagi,,kalo mereka d pecat?? Apa mas yang mau tanggung nasib mereka?? Toh mereka kerja حَلاَلً.. Mas juga belum tentu bisa seperti mereka..

    Bginilah org2 indonesia,,taunya cuma berkomentar saja..menghujat dan menghujat..

  8. pebz mengatakan:

    asw
    hm,setuju dg pendapat anda. saat ini dunia perlawakn indonesia emg lagi bejat2ny,mas. slaen ovj, ada jg tuh seger bener di antv. ga jauh beda kok. msh mending parto balik lg k patriony d ngelaba.
    mengenai KPI,kira2 bs gak yg mereka berkutik???
    buktiny,empat mata dilarang,nongol bukan empat mata. dunia lain dilarang, nongol masih dunia lain. opera van java dilarang, nongol ….??????? (java van opera kali yew?)
    masih mending nonton ceramahny ust.yusuf mansyur atw nnton wahyu suparno putro d indahny sunnah,mas. wahyu juga kadang ngelawak jg kok,tp lawakannya bermutu

    salam kenal

  9. abisyakir mengatakan:

    @ Dira…

    Ya baik, aku coba perbaiki redaksinya. Moga lebih halus lagi. Tapi jujur lho, jangan menjual hiburan dengan amoralitas. Tidak akan langgeng. Justru dengan menekuni wilayah yang HALAL, meskipun perlu berpikir dalam, itu justru akan jadi ruang-ruang kreatifitas yang luas. Percayalah. Di dunia hiburan apapun, yang memakai materi amoralitas, biasanya tidak lama bertahan.

    Terimakasih atas masukannya.

    AMW.

  10. jono mengatakan:

    sebagian saya spendapat dengan anda, namun tidak untuk sebagian lainnya. memang mudah sekali melihat keburukan orang lain. Namun, tak semudah itu pula untuk men_judge seolah anda me-generalisasikan secara keseluruhan tontonan OVJ tidak layak ditonton. mulai gaya berjoged parto, ide cerita, mungkin ada nonton OVJnya cuma ketiak cerita itu-itu saja. trus masalah pakaian sinden yang seronok denagn kebaya yang transparan juga. kalo anda benar benar menegrti islam seperti apa, anda bisa mentolerir itu, itu bagian dari budaya. orang kebanyakn merasa fine2 aja kok denagn busana sinden itu. kita boleh beragama namun tolong, FANATIK itu jangan diikutkan.

  11. abisyakir mengatakan:

    @ Si Jono…

    Namun, tak semudah itu pula untuk menjudge seolah anda me-generalisasikan secara keseluruhan tontonan OVJ tidak layak ditonton.

    Komentar: Lho, apa saya menjudge semua program OVJ itu? Kan sudah saya katakan, tadinya kita merasa lucu juga acara itu. Nah, bagian itu tidak kamu baca ya Jono? Kalaupun kita men-judge, itu kan bagian-bagian yang mengandung unsur amoralitas, seperti pakaian cewek dipakai laki-laki, cerita soal pacaran melulu, gaya seperti bencong, “pipis”, dan sejenisnya. Kalo soal joged Parto, okelah ini soal kreatifitas, tidak masuk bagian itu. Meskipun merendahkan diri sendiri, sebenarnya termasuk amoralitas juga.

    trus masalah pakaian sinden yang seronok denagn kebaya yang transparan juga. kalo anda benar benar mengerti islam seperti apa, anda bisa mentolerir itu, itu bagian dari budaya. orang kebanyakn merasa fine2 aja kok denagn busana sinden itu.

    Komentar: Lho, pakaian transparan sehingga tampak dada, ketiak, lengan atas, apakah hal itu layak disebut budaya? Budaya itu kan budi dan daya. Seharusnya hal-hal yang baik, sopan, pantas. Pakaian transparan itu banyak dipakai di industri pakaian seksi. Hal-hal begini jelas sangat jauh dari Syariat Islam. Entah lagi kalau Anda tahu ada Syariat Islam yang membolehkan masalah itu. Kalau ada, Anda tulis saja, lalu kirimkan ke saya. Nanti kita lihat, apakah teori Anda itu sesuai ajaran Islam atau tidak. Anak-anak TK juga tahu, kalau wanita itu harus menutup aurat dan memakai jilbab. Mungkin Jono belum sekolahnya belum setingkat TK ya?

    kita boleh beragama namun tolong, FANATIK itu jangan diikutkan.

    Komentar: Lho, bagaimana manusia disebut orang beragama, kalau tidak fanatik? Nanti jadinya beragama semodel kamu ini, Jono. Mengaku “beragama”, padahal sebenarnya sekuler, hedonis, westernis.

    Terakhir, dalam komentar Jono, kamu menyebut istilah Jablay dan Orgasme. Karena pertimbangan etik, saya hapus bagian itu. Ya, alhamdulillah kita masih manusia sehat, tidak terima istilah-istilah “orang sakit” seperti itu. Disini saya mau bertanya ke Si Jono, “Apa kamu sering berzina ya? Apa kamu sering melakukan seks liar ya?” Biasanya, orang yang gemar berzina, moralnya bobrok. Dia tak bisa membedakan, mana yang baik dan tidak. Ucapan-ucapan kotor sering keluar dari mulutnya atau tulisannya. Sayang, orang-orang semisal Jono ini di internet sangat misterius, sulit dijangkau.

    AMW.

  12. no name mengatakan:

    “Disini saya mau bertanya ke Si Jono, “Apa kamu sering berzina ya? Apa kamu sering melakukan seks liar ya?” Biasanya, orang yang gemar berzina, moralnya bobrok. Dia tak bisa membedakan, mana yang baik dan tidak. Ucapan-ucapan kotor sering keluar dari mulutnya atau tulisannya.”

    Maaf bila terkesan menggurui, sebaiknya kalimat yg di atas tidak perlu dilontarkan,kesannya menjudge walaupun dalam bentuk pertanyaan,seburuk apapun perkataan jono belum tentu dia orang yang gemar berzina,kita tidak bisa menjudge sebelum melihat zhahirnya apa yg terjadi,begitu kan kaidah fiqhnya?Syukron, hanya masukan saja,gratis kok, boleh diterima boleh juga tidak.

  13. abisyakir mengatakan:

    @ No Name…

    Dari Anda: “Maaf bila terkesan menggurui, sebaiknya kalimat yg di atas tidak perlu dilontarkan,kesannya menjudge walaupun dalam bentuk pertanyaan,seburuk apapun perkataan jono belum tentu dia orang yang gemar berzina,kita tidak bisa menjudge sebelum melihat zhahirnya apa yg terjadi,begitu kan kaidah fiqhnya?Syukron, hanya masukan saja,gratis kok, boleh diterima boleh juga tidak.”

    Komentar: Ada pepatah yang mengatakan, “Setiap teko, akan mengeluarkan isinya.” Maksudnya, setiap orang tanpa disadari, gerak-gerik hidupnya mencerminkan keadaan jiwanya. Orang yang merasa lumrah dengan habibat maksiyat, akan keluar jurus-jurus kotornya. Semakin dalam reputasinya di bidang maksiyat, semakin kotor perilakunya. Tidak ada yang salah dengan komentar itu -menurut hemat saya-. Si Jono itu menyebut saya mengalami “orgasme” hanya dengan melihat OVJ. Bayangkan? Ini perkataan kotor dan keji. Hiih…. Sulit percaya bahwa Si Jono moralnya baik, selamat dari zina. Saya tidak percaya itu. Kalau Anda mau percaya, silakan saja. Itu hak Anda.

    AMW.

  14. no name mengatakan:

    setiap akibat pasti ada sebabnya, dan variabel sebab itu banyak sekali dan kita tidak pernah tahu sampai kita tahu zhahirnya. penyebab beliau berkata seronok seperti itu kita tidak akan pernah tahu sampai kita tahu zhahirnya. Maaf,ini hanya perndapat saya.Syukron

  15. Sinatra mengatakan:

    Inilah cerminan masyarakat Indonesia yang kurang maju. Memang benar OVJ yang sekarang cenderung kejar setoran, tapi untuk masalah lawakan yang anda anggap terlalu vulgar, knapa harus di protes..?
    Bukankah hal itu sudah umum di masyarakat..?
    Apa suatu hal yang ditayangkan di tv harus selalu sempurna..?
    Itu semua kembali pada individu masing” khan..?
    Tak perlu harus protes dan merusak sana sini dengan mengatasnamakan agama dan Tuhan seperti FPI saat ini..
    Jika agama itu keras dan kaku (saya seorang Islam), dan jika Islam adalah agama yang seperti dicerminkan orang” sok Islam seperti saat ini, saya yang akan pertama kali mengatakan bahwa SAYA BUKAN ORANG YANG BERAGAMA..!!
    Lebih realistis sajalah..

  16. Hamba Allah mengatakan:

    Melihat komentar-komentar di sini jadi “sedih” karena kalian sebetulnya bersaudara dalam iman. Cuma beda takarannya. Ada yang taqwa (taat syariat),ada yang moderat (tapi kedodoran syariatnya), ada yang sekuler, atau bahkan yang tidak peduli sama sekali dengan aturan agama. Yang penting hedon!.

    Masing-masing punya pendapat berbeda sesuai dengan interest dan kepeduliannya. Mudah2an itu tidak jadi thogut-thogut dan melupakan Allah SWT.

    Mas AMW, saya salut dengan anda yang SANGAT JELAS berkata tidak. Air adalah air, api adalah api. Tetap istiqomah mas. Insya Allah, Allah SWT membantu siapapun yang membela kebenaran.

    Mudah-mudahan mereka yang belum sadar dengan syariat Islam, atau juga yang lupa dengan budaya luhur masyarakat Indonesia yang sesuai syariat Islam seperti beradab/sopan santun/saling menghargai dll, segera mendapatkan pencerahan sehingga bisa melihat/membedakan mana yang baik dan mana yang buruk secara hakiki.

    Setahu saya, perkara hiburan tidak bisa bebas sebebasnya. Bahkan tertawa saja kita dilarang terbahak-bahak. Haditsnya ada silahkan dicari sendiri.

    Apapun yang kalian upayakan, budaya, kebebasan berpendapat/bertindak dll, melawak, hiburan, perlunya kesopanan, adab luhur dll. Pasti ada pertanggungjawabannya. Termasuk yang hanya singgahpun akan ditanya.

    Mudah-mudahan kalian siap dengan itu semua kelak. Yang benar semoga tetap istiqomah dan semakin sabar, yang salah semoga segera diberikan taufik dan hidayah-Nya sehingga bisa menjadi insan-insan berbudi luhur dan beriman, serta beramal sholeh. Amien.

    Untuk Trans7 semoga ada lagi orang yang lebih peduli untuk membina akhlaq masyarakat Indonesia.

  17. gieLoo mengatakan:

    sebaiknya jangan ada program lawakan lagi di TV manapun, isi acara TV dengan dakwah-dakwah supaya statsiun TV tidak laku sehingga tidak ada acara TV yang dicela lagi oleh orang seperti anda. maka dengan demikian tidak ada orang yang sakit hati dengan celaan anda.

  18. abisyakir mengatakan:

    @ Gieloo…

    Ya, tidak gitu-gitu amat Mas. Tahu sendirilah, Indonesia kan masih kayak begini. Ya, minimal pakai standar moral ketimuran orang Indonesia lah. Terimakasih atas komentarnya.

    AMW.

  19. ovan mengatakan:

    Anda ini cuma iri…

  20. Just Me mengatakan:

    Alangkah indahnya bila bs brpendapat tnpa slg benar sndr dan slg mencela, ngobrol asik sbagai sahabat hingga trbangun obrolan yg brmanfaat, bukan slg menghujat…. :)

  21. ikutan mengatakan:

    Saya sih cuma bisa bilang, pikiran anda itu sempit.. karna anda menjudge ORANG dari sudut pandang anda sendiri.. dan surat2 agama anda sendiri…

    manusia bukan anda sendiri..
    dan agama bukan hanya islam…

    acara tivi koq nyambung2 ke hadist –a

    bener tuh Comment yang diatas.. acara nya khan ad lambang nya BO.. yah anak2 kl maw nntn harus di bimbing orangtua lah…

    memank salah orang pipis di celana? dosa yah mas?

    terimakasih..

  22. abisyakir mengatakan:

    @ ikutan…

    …memank salah orang pipis di celana? dosa yah mas? Terimakasih.

    Allahu Akbar, pipis itu kan sangat private. Apalagi buat orang perempuan. Masalah private jangan dijadikan komoditi hiburan. Jujur ya, saya sejujur-jujurnya, anak-anak kami itu banyak yang suka acara anak-anak produk Trans7. Ini jujur, sejujur-jujurnya. Kami itu mengapresiasi Trans7 dari sisi ini.

    Nah, kenapa ketika masuk acara komedi Sule Parto Aziz, kok seperti lepas kendali? Apa Anda tidak merasa cukup komedi itu ditertawakan banyak orang, ratting tinggi? Apa Anda tidak berpikir untuk menjaga ratting itu, dengan mengawal acara tersebut dengan konsep moral yang baik? Jangan gila dong! Sudah dapat iklan segunung, masih mau merusak moral masyarakat? Sudah entertainment normal saja, tidak usah dimasuki masalah-masalah private seperti pipis yang di-shooting itu. Hiih, sejenis intelektualitas yang mengerikan. Hiiih….

    Wong, acara-acara anak Trans7 mereka bisa konsisten kok. Tetapi saat ke OVJ, segalanya jadi lain. Kesan lepas kendali, tidak menghormati perasaan pemirsa, sangat menonjol.

    Terimakasih atas responnya.

    AMW.

  23. ipul mengatakan:

    kliatan bgt sekarang,
    mana pihak yang kritis dan mana pihak yang terseret arus media lalu kehilangan daya kritis.

    salut buat pak AMW
    saya enggak ahli2 bgt dalam agama (standar saja dan umum seperti kebanyakan) namun melihat rasionalisasi pak AMW saya sangat terkesan.
    Anda kritis, dan peduli

  24. rakyat jelata mengatakan:

    sy sependapat dgn saudara penulis,sdh saatnya kita perlu berbuat sesuatu yg berarti buat bangsa ini walau hanya menulis secuil opini yg beredar di masyarakat.kalau bukan di mulai dari kita,siapa lg???

  25. Pangeran Diponegoro mengatakan:

    ya begini mas..mental org2 indonesia kebanyakan..yg amoral2 malah disukai..maka dari itu,bangsa ini tidak bisa lepas dri azab Allah…selalu mnjadi bangsa yg terpuruk…gak akan pernah bisa maju..lawong mental rakyate wae bosok…

  26. davidgjrot mengatakan:

    waduh bener2 komen berlebihan(benci,malu tapi rindu)malah ditonton… mana di kata sinden porno khan masih batas wajar. yang kurang baik itu banjir ompol,maho2an,kata kasar. solusinya………….. mohon diperbaiki kekurangannya dan yang paling penting nonton ovj lawakan penghilang stress…………………………………………………..ya……………e…………………………………………………………………………………….

  27. agung mengatakan:

    org bisanya mencela org lain,tapi org itu blm tentu bisa melakukannya.

  28. ayam mengatakan:

    nya,, itu semua hak orang bicara karena kita negara demokrasi,,, hak, pendapat bebas di berikan tapi sesuai dengan etika dan tata krama dalam budaya kita,,, yang, penting. balik ke diri sendiri.kita semua manusia,, yang gak sempurna, pernah melakukan kesalahan,, mengritik boleh. tapi ada satu pertanyaan? apa kita sudah merasa lebih baik dari pada mereka?/?/ contoh: hapuskan film yang gak enak ditonton..taukan ap maksudnya? tapi, kenytaan dia nonton film itu,, karena,, orang munafik,,akan masuk neraka jahanam,, yang paling bawah yaitu keraknya bumi,,, lebih geri daripada org kafir… kalau blum puas cari bukunya…

  29. abisyakir mengatakan:

    @ Ayam…

    Dari Anda: “Tapi ada satu pertanyaan? apa kita sudah merasa lebih baik dari pada mereka?”

    Komentar: Sebutkan bukti-buktinya bahwa Trans7 lebih baik dari kami! Coba saya tantang Anda, sebutkan kelebihan-kelebihan Trans7 dari kami! Kalau mau sebutkan juga kelebihan Si Sule, Si Parto, Si Andri, Si Nunung, dkk dari kami! Coba kita mau lihat, yang Anda sebut baik itu apa?

    Malah menurut informasi yang saya baca, Trans7 ini paling banyak menayangkan konten pornografi daripada TV-TV lain. Yang paling sedikit terindikasi pornografi SCTV.

    AMW.

  30. Raira mengatakan:

    Jangan suka begadang buat ngenet dan balas komentar di blog mas… Balesnya koq jam-jam midnight mulu…Jadi gak tentram, isi blog jadi suka ngritik dan hujat orang… Mendingan buat ritual agama situ, hati jadi tentram…

  31. abisyakir mengatakan:

    @ Raira…

    Saya hampir tidak pernah balas komentar saat midnight. Hampir tidak pernah. Paling sering pagi, antara jam 7.30 s/d 9.00. Itu yang paling sering. Gak tahu ya kalau kecatatnya midnight. Hampir tidak pernah, wong dilakukan di warnet kok.

    Kalau OVJ sih…memang mereka bobrok ya, rusak moral, ancur deh moralnya. Kayaknya banyak tuh orang Trans7 yang rusak moral. Saya pernah baca hasil survei acara TV, katanya yang paling banyak tayangan porno Trans7, yang paling sedikit SCTV. Mereka itu rusak moral, semoga mau memperbaiki diri ya. Amin Allahumma amin.

    AMW.

  32. Atul.fiqri mengatakan:

    Coba bintang tamu di ovj di undang ela latah kupulin deh yg latah2 x

  33. cunkwochen mengatakan:

    saya tidak mau berkomentar masalah konten lawakannya..sy cume menyesalkan sedikit tentang property. saya tau bahan property yg dipakai adalah bahan lunak yg tidak berbahaya, tp saya sangat miris melihat bahan styrofoam yg di hambur2kan krn itu sama saja merusak lingkungan,..butuh wkt yg sangat lama utk menguraikan styrofoam…mohon diperhatikan..bukan hanya mengejar setoran semata

  34. irfan_maulana mengatakan:

    aku ngeven bngt ama bang andre,,,,,,
    aku pngn bngt k,tmu bang andre ,,,,,,,?
    tlong ia buat keru2 trans 7
    acara yg unik2 ….>?

  35. irfan_maulana mengatakan:

    qu cinta acara trans 7 yg unik2 …..
    rasa2 nya qu pngn bngt k,tmu bang andre………??

  36. Hs mengatakan:

    alhamdulillah sy ucpkan krn trnyta Indonesia mmiliki putra-putri yg intelek n religius,,
    hal itu dpt sy lht dr komentar2 yg terlontar d’atas,,
    ini slh stu mdal bg bangsa lho..
    bhinneka tunggal ika,,
    Forza Indonesia,,,,

  37. Laryza mengatakan:

    bagaimana “kabinet” OVJ diganti ama lo smua….hahahahaha
    gak bisa kan ?
    come on !
    less talk, do more !!!!!!

  38. Ahsani Taqwim mengatakan:

    “Sebutkan bukti-buktinya bahwa Trans7 lebih baik dari kami! Coba saya tantang Anda, sebutkan kelebihan-kelebihan Trans7 dari kami! Kalau mau sebutkan juga kelebihan Si Sule, Si Parto, Si Andri, Si Nunung, dkk dari kami! Coba kita mau lihat, yang Anda sebut baik itu apa?..”

    Naa’udzubillahimindhalik…apakah itu pantas diucapkan oleh seorang muslim yg beriman & bertaqwa…dg berkata sprti itu sama aj dg (maaf)sombong..dan Tuhan(Allah SWT) sangat mmbencinya..kl ingin menyelesaikan prmslhan ini,ya..sebaiknya diselesaikan dg baik..dg lngsung mmberikan kritik & saran k Trans7,bukannya (maaf) mmbcarakn aib pihak lain ky gni..sbg muslim,kita psti th,mmbicarakn aib org lain,dblkang org tsb(tdk dktahui org tsb) itu adlh dosa.disamping itu pula bs memicu emosi org lain yg tdk spendapat..itu jg dosa.
    Saya setuju kl OVJ emang bs diblang sprti td,tp sbaiknya diselesaikn lngsung dg pihak yg brsangkutan.
    Semoga bs jd masukan bwt yg lainnya.
    Akhir kata,saya mohon maaf bila ada kata2 tdk brkenan.
    Terima kasih..

    Ahsani Taqwim

  39. abisyakir mengatakan:

    @ Ahsani…

    Naa’udzubillahimindhalik…apakah itu pantas diucapkan oleh seorang muslim yg beriman & bertaqwa…

    Komentar: Kalau Anda belajar Islam lebih dalam, Anda akan tahu bahwa pada posisi konflik pemikiran antara Al Islam dengan al bathil, disana dibenarkan adanya ketegasan, bahasa hitam-putih, agar yang HAQ itu tidak samar lagi. Kalau semua yang membela Al Haq disebut sombong, maka tidak ada lagi pembelaan terhadapnya. Nanti dikira sombong semua. Coba Anda renungkan, betapa “sombong-nya” ketika Ibrahim As menghancurkan berhala-berhala, lalu menyisakan berhala yang paling besar itu.

    dg berkata sprti itu sama aj dg (maaf)sombong..dan Tuhan(Allah SWT) sangat mmbencinya..kl ingin menyelesaikan prmslhan ini,ya..

    Komentar: Seharusnya Anda merunut masalahnya dari awal. Begini Saudara, salah satu pembela OVJ mencela saya lebih buruk keadaannya daripada pemain2 OVJ itu. Jelas saya tidak terima. Wong, saya tidak pernah mencari makan dengan menjadi pelawak, tidak pernah melucu dengan cara2 kasar/sarkhas, tidak pernah pura-pura menjadi bencong untuk mencari makan, tidak pernah memamerkan acara “pipis” di depan masyarakat umum, dll. Saya jelas menolak keras disebut lebih buruk dari orang2 OVJ, yang tampaknya banyak merusak moral masyarakat itu. Kalau kami politisi Senayan bisa jadi Anda punya alasan untuk mengatakan, kami lebih buruk dari mereka.

    sebaiknya diselesaikan dg baik..dg lngsung mmberikan kritik & saran k Trans7,bukannya (maaf) mmbcarakn aib pihak lain ky gni..

    Komentar: Sudah. Saya sudah pernah mengirimkan copy artikel itu ke KPI. Ini bentuknya pengaduan, bukan kritik saran lagi. Trans7 dalam soal OVJ ini kan memproduksi acara yang dikonsumsi umum. Kalau kesalahan mereka dalam hal-hal yang bersifat tertutup, privasi, bukan konsumsi publik, bisa dibenarkan kalau kita menghindari bicara aib sesama Muslim. Tetapi kalau sudah jadi konsumsi umum, bukan ghibah lagi deliknya, tetapi nahyul munkar. Harus Anda pahami di ranah mana kesalahan mereka!

    sbg muslim,kita psti th,mmbicarakn aib org lain,dblkang org tsb(tdk dktahui org tsb) itu adlh dosa.disamping itu pula bs memicu emosi org lain yg tdk spendapat..itu jg dosa.

    Komentar: Wah, Anda ini salah berpikir. Blog itu bukan “bicara di belakang”. Blog itu terbuka, Mas. Seperti media begitulah. Lagi pula acara OVJ itu konsumsi umum, bukan konsumsi terbatas atau tertutup. Menyikapi kemungkaran terbuka, caranya ya terbuka; menyikapi kemungkaran tertutup, caranya ya tertutup. Itu yang saya baca dari pandangan Mufti Al Jazirah, Syaikh Abdul Aziz bin Baz rahimahullah.

    Saya setuju kl OVJ emang bs diblang sprti td, tp sbaiknya diselesaikn lngsung dg pihak yg brsangkutan. Semoga bs jd masukan bwt yg lainnya. Akhir kata,saya mohon maaf bila ada kata2 tdk brkenan. Terima kasih..

    Komentar: Terus bagaimana cara menyelesaikannya? Apakah saya harus bicara langsung ke mereka? Meminta mereka begini dan begitu? Apakah mereka bisa memenuhi permintaan itu? Apakah mereka bisa mengubah komedinya menjadi lebih moralis?

    Andaikan bisa, saya akan pertimbangkan untuk menulis ke mereka. Kalau perlu nanti, artikel ini dihapus, kalau OVJ menghargai aspek-aspek moral masyarakat. Insya Allah.

    AMW.

  40. Anonymous mengatakan:

    lah u mas trus ngomongin amoralitas, kya yang punya ja, eh mas jangan pernah menilai orang dari sisi buruk nya lihatlah sisi baik nya. Apa mas ngerasa kalau apa yang dilakukan mas selalu benar? Ia benar kalau masyarakat indo akn hancur moralitasnya tapi itu pun kalau orang tersebut berpikiran sama seperti mas.
    satu lagi, menurut ku low orang lagi setres dari pada mabuk mabukan mending nonton ovj. Dan itu pun sudah saya buktikan dengan teman saya yang tadinya sering mabuk kalau lagi stres. Tapi setelah saya kasih saran supaya nonton ovj alhamdulillah ahirnya dia gak mabuk mabukan lagi. .
    Jadi jangan pernah menilai sesuatu dari sisi buruknya. .

  41. abisyakir mengatakan:

    @ Anonymous…

    Sebenarnya, kerusakan yang ditimbulkan oleh acara OVJ, “Empat Mata”, “Bukan Empat Mata”, terus apa lagi tuh yang malam-malam itu, tidaklah sedikit. Banyak sekali. Acara-acara seperti itu kan sifatnya hanya “membuat orang ngakak”, memuja selebritis, memeras otak dengan guyonan jalanan, membiasakan berlaku hina, membudayakan kata-kata kotor, mempromokan gaya hidup hedonis, dan seterusnya. Acara demikian, kalau kita masih percaya manfaat dari MORALITAS, harusnya sudah di-black list sejak lama.

    Tapi kan di Indonesia ini serba tanggung. Ekonomi tanggung, berita tanggung, moral tanggung, pendidikan tanggung, segalanya serba tanggung. Maka asal ada acara yang bisa bikin manusia “ngakak habis”, lakulah acara itu, meskipun kontennya tidak bermutu. Sebagai perbandingan ya, ini cuman perbandingan aja, acara Oprah Winfrey itu jauh lebih cerdas dari acara semacam OVJ dan lainnya itu.

    Ya, alhamdulillah kalau ada yang bisa tobat setelah nonton OVJ. Tapi jangan terus nonton OVJ, nanti kualitas tobatnya ya hanya sejenis tobatnya Sule, Parto, Andry, dan kawan-kawan. Itu tobatnya para pelawak. Oh ya maaf, kalau gak salah Sule belum tobat ya? Maaf, kalau tadi saya salah menyebutkan bahwa Sule sudah tobat. Kalau tidak salah dia belum tobat kan? Mohon maaf sekali ya. Saya ralat datanya, kalau ternyata Sule belum tobat. Tolong kalau dia sudah tobat, kirim infonya kesini.

    Matur nuwun.

    AMW.

  42. rai chi dian thea mengatakan:

    astgfrullh mas gk slh bcra tuh, bkn nya anda yang belum tobat. Udah belum? Mas klau keritik orang jangan berlebiha bngt ea. . Saya mau tanya apa mas punya anak apa nggak?
    low seandai nya punya hati” kata kata mas itu mlh berdmpak negativ bgi anak mas sndri, tau sodara anda. karna setiap perbuatan atw prktaan anda pasti ada blasannya (maap) bukannya saya mendoakan, mas maaf ea.
    justru aku berharap orang indo tuh sprti mas yang klhatannya ngrti agma, tpi jangan mempergunakan dngan cara seperti ini, gunakan lah untuk mengajari anak” untk gnrsi bngsa yang lebih baik. Karna mash bnyak anak” di luar sana yang kekurangan dan mmbuth kan pendidkan, jangan malah digunakan untuk halhal seperti ini, karna menurut saya dngn cara sprti ini itu tdk akan ada gunanya, malah mungkin nambah bnyak dosa, soalnya sya lhat dri atas smpe bwh hmpir smua kata” itu kbanyakan yang tdk baik trmasuk kata” saya dan anda mas.
    Kalau bisa Carilah cara lain kalau bnr” mas mau mereka memprbaiki smuanya.
    Maap bla kata” saya tdk berkenan di hati anda.

  43. abisyakir mengatakan:

    @ rai chi…

    Begini lo Rai Chi… Sebagai Muslim, kita diwajibkan menunaikan amar makruf nahi munkar. Amar makruf artinya, menyuruh berbuat baik; nahi munkar artinya mencegah keburukan. Dalam mencegah keburukan, Anda tidak selalu harus memakai kata-kata lembut seperti, “Ayolah, mari kita berhenti dari perbuatan buruk ini. Mari kita mulai berbuat baik. Mari kita berhenti merusak moral masyarakat. Mari kita berhenti berbuat yang merugikan masyarakat luas.” Kata-kata seperti itu sudah disampaikan oleh Zainuddin MZ, Aa Gym, Arifin Ilham, Jeffry Al Buchori, bahkan termasuk oleh Mario Teguh akhir-akhir ini.

    Nah, apakah kata-kata mereka bisa mengubah keadaan moral masyarakat, dari keadaan buruk menjadi baik; dari keadaan hina menjadi mulia; dari negeri yang korup menjadi bersih; dari keadaan media yang amoral menjadi media penuh dedikasi moral? Bisakah kata-kata lembut itu mengubah keadaan? Anda tahu sendiri jawabannya.

    Sekali waktu, kita perlu menggunakan kata-kata keras, ketika kata-kata lembut tidak lagi mempan. Pengaruh blog seperti ini tak seberapa dibandingkan pengaruh tontonan seperti OVJ itu. Jangan lembut terus, nanti kaum yang munkar akan keenakan dengan kemunkarannya.

    Okelah, saya menantang para pendukung OVJ. Beranikah Anda menjamin bahwa tontonan seperti itu tak berdampak buruk bagi kehidupan masyarakat Indonesia, sama sekali? Kalau Anda berani bersumpah, bahwa tontonan itu baik semata bagi kehidupan bangsa Indonesia, saya bersedia menghapus tulisan ini. Tetapi syaratnya, kalau ternyata tontonan itu buruk bagi kehidupan bangsa Indonesia, khususnya Ummat Islam, maka Anda akan menerima kutukan dari Allah, Rasulullah, para Malaikat, dan semua makhluk di muka bumi.

    Ini tantangan terbuka bagi siapa saja yang merasa terluka ketika OVJ dikritik, sedangkan hatinya tidak terluka ketika acara itu merusak moral, akhlak, dan akal kaum Muslimin di Indonesia, yang nonton acara itu. Sudahlah, tidak usah banyak retorika, sebab kalau dijelaskan panjang-panjang, belum tentu juga mengerti. Wong, otaknya sudah sedia dikendalikan oleh lawakan Sule Cs.

    AMW.

  44. hendro prabowo mengatakan:

    poastingan ini sangat menjatuhkan karya yang diciptakan untuk hiburan, ovj itu hanya hiburan belaka, bukan untuk dibuat postingan yang aneh aneh kaya begini.

  45. abisyakir mengatakan:

    @ hendra prabowo…

    postingan ini sangat menjatuhkan karya yang diciptakan untuk hiburan, ovj itu hanya hiburan belaka, bukan untuk dibuat postingan yang aneh aneh kaya begini.

    Komentar: Anda ini sangat berlebihan, berlebihan sekali dalam mendewa-dewakan media TV. Artikel blog ini kan sederhana sekali, bukan merupakan hasil investigasi riset yang mendalam. Bisa disebut, tulisan ringan. Itu pun ditulis sekali dengan tema ini, tidak diulang-ulang terus-menerus. Lagi pula pembaca blog ini sangat terbatas, berbeda dengan penikmat OVJ. OVJ bisa tayang di prime time, setiap malam. Sedang tulisan ini cuma sekali ditulis, lalu tidak diulang-ulang terus.

    Maaf ya, kalian para pecinta OVJ: Otak kalian ditaruh dimana sih? Tulisan yang kecil, sederhana ini kalian ributkan bukan main, seolah dengan tulisan ini acara OVJ akan runtuh. Maaf, akal kalian dimana sih? Kalian itu manusia berakal apa tidak sih? Masak tidak bisa membandingkan antara kecilnya tulisan ini dengan pengaruh besar acara OVJ.

    Trus, menurut kalian, apakah OVJ itu tidak ada pengaruhnya bagi kehidupan masyarakat, selain just entertainment? Hanya segitukah pengaruhnya?….tampaknya kalian perlu banyak membaca artikel tentang, pengaruh media bagi kehidupan manusia (termasuk pengaruh tontonan). Terimakasih.

    AMW.

  46. ari mengatakan:

    lah ini namanya fanatik…… sempit bagt pandangannya???
    mas panjenengan ki pie to??? jerene amoral tapi kok paham banget isinya OVJ brarti sering nonton???
    dikira yang nonton tipi skrang pada bego smw pa???
    ywdah klo g suka tinggal protes! tpi jagn marah klo protes sampeyan g di gubris (maksa). mesti situ tontonan’a suka ma yg di tvoon yang cma nayangin orang berpakean rapi intelek tpi cma byk omong tawur meneh……

  47. abisyakir mengatakan:

    @ Ari…

    lah ini namanya fanatik…… sempit bagt pandangannya??? mas panjenengan ki pie to??? jerene amoral tapi kok paham banget isinya OVJ brarti sering nonton??? dikira yang nonton tipi skrang pada bego smw pa??? ywdah klo g suka tinggal protes! tpi jagn marah klo protes sampeyan g di gubris (maksa). mesti situ tontonan’a suka ma yg di tvoon yang cma nayangin orang berpakean rapi intelek tpi cma byk omong tawur meneh……

    Respon: Jangan marah dulu… Kalem saja. Begini ya, semula saya tidak menaruh perhatian ke OVJ. Sekilas lihat, konsepnya tidak bagus. Tetapi pernah ada kawan memberi rekomendasi supaya saya nonton, katanya lucu. Oke, saya nonton. Eee..ternyata memang lucu. Paling lucu itu ketika Sule berpura-pura bernyanyi seperti Anang. “Pernah kumencintaimu…” Mula-mula keluarga kami juga nonton, lucu. Tetapi waktu disana mulai muncul ide-ide amoral, kami tidak suka. Terutama saat kamera shoot ke “bekas pipis” seseorang. Wah, yang beginian nih kerjaan syaitan nih. Sudah tidak fair itu. Sejak itu kami “putus apresiasi” ke OVJ.

    Soal kami pernah nonton, pernah suka, pernah tertawa-tawa…iya, memang seperti itu. Ini tidak dibohongi. Memang pernah begitu. Tetapi kami tidak seperti “OVJ maniac” yang mau saja dibolak-balikkan akal dan emosinya, oleh Si Sule dkk. Alhamdulillah, kami masih memiliki sifat kritis, atas karunia Allah. Ya, secara umum, kalau melihat TV-TV sekuler, memang susah mendapatkan acara yang bagus.

    Tapi pada acara Trans7 ada acara-acara yang menurut kami menarik, seperti: Jejak Petualang Survival, Jejak Si Gundul, Mancing Mania, Laptop Si Unyil, dan yang semisal itu.

    Terimakasih atas masukannya.

    AMW.

  48. Jalal mengatakan:

    berbicara masalah nilai, memang sulit ukurannya. Biasanya pada suatu bangsa atau kelompok tertentu berbeda nilai yang berlaku. Dalam konteks Islam memang hampir semua acara di TV saat ini jauh sekali dari yang diharapkan. Indonesia memang negara mayoritas muslim, namun sayang mayoritas dari kelompok muslim belum secara “sadar” untuk menjalankan islam seperti yang pernah Beliau SAW ajarkan.
    Saya sendiri bukan penggemar acara OVJ bahkan dulu pada saat lagi hangat2 nya dibicarakan dan tertarik pun tidak untuk melihat acara ini karena dunia lawak sekarang ini tidak jauh dari nyerempet2 pornografi. Beda zaman dulu saat (alm) binyamin sueb misalnya sedang jaya2nya. Saya yang memiliki anak kecil, memilih memasang TV berbayar. Biarlah mengeluarkan uang lagi namun jangan sampai masa depan anak dipertaruhkan. Ya walaupun program anak2 nya produk barat, tapi masyarakat barat sadar betul apa yang layak dikonsumsi anak2 dan sejatinya televisi anak 24 jam menyiarkan program anak. Tidak seperti di Indonesia yang beda jam beda juga konten untuk siapa acara tersebut alias satu TV tapi acaranya campur aduk. Apalagi di TV berbayar ternyata ada TV Islami dan dunia anak. Alhamdulillah…..
    Saya sebelumnya kaget karena dalam pandangan saya minimal penulis tahu apa itu ajaran Islam (terliahat dari postingan blog nya) tapi koq senang juga nonton acara tersebut karena sejauh yang saya tahu hampir semua orang yang mengerti islam lebih memilih untuk tidak menonton acara seperti itu kecuali untuk dijadikan bahan kajian semisal petugas KPI. Maaf ya, karena bukan bermaksud mengatakan acara TV lokal tidak ada yang berkualitas (karena seperti yang dicontohkan penulis ada juga acara yang bagus) atau bermaksud menggurui penulis.
    Saat ini langkah yang paling cerdas adalah melapor pada KPI jika menemukan suatu acara yang melanggar norma. Tapi ya jangan kaget kalau memang laporannya di anggap tidak benar atau acara yang dimaksud memang dianggap masih “wajar”. Tapi jika didengar minimal akan ada sedikit perubahan semisal acara bukan empat mata nya tukul yang pernah saya baca diinternet. Kata orang bijak yang tidak pernah berubah adalah PERUBAHAN itu sendiri. Mungkin dinegara kita memang sedang terjadi perubahan nilai yang sangat dahsyat yang jika tidak hati-hati bisa menuju jurang kehancuran. Lalu respons apa yang harus kita lakukan jika KPI membiarkan acara tersebut? paling tidak ya jangan ditonton lah….sekalian “dakwah” ke sanak family agar tidak menonton acara-acara yang mungkin “kurang mendidik” sambil berdoa semoga ada perubahan dalam acara tersebut. Zaman sekarang “sevulgar” apapun acara nya jika penontonnya tidak banyak maka acara tersebut dijamin mati sendiri. Kalau saya pribadi, daripada menghilangkan stress melihat acara seperti itu, lebih baik baca Al-Quran atau main game yang walaupun sebentar tapi cukup menghibur.
    Terakhir saya cuma mau ingatkan pada penulis layaknya mengingatkan atar sesama muslim, tanggapi komentar dengan bijak. Sadar tidak sadar atau suka tidak suka anda akan dipandang sebagai cerminan kaum muslim. Jadi salah tanggapan (semisal menggunakan kata-kata kurang bijak/sopan) akan dianggap atau menjadi image Islam itu sendiri. Gunakan cara Beliau SAW dalam berdakwah, sejauh mungkin kedepankan unsur “mengajak” bukan “menghakimi” karena ALLAH SWT adalah sebaik-baiknya Hakim. Wallahu;alam. Terima Kasih jika berkenan munculkan komentar saya.

  49. abisyakir mengatakan:

    @ Pak Jalal…

    Saya sebelumnya kaget karena dalam pandangan saya minimal penulis tahu apa itu ajaran Islam (terliahat dari postingan blog nya) tapi koq senang juga nonton acara tersebut karena sejauh yang saya tahu hampir semua orang yang mengerti islam lebih memilih untuk tidak menonton acara seperti itu kecuali untuk dijadikan bahan kajian semisal petugas KPI.

    Respons: Bapak jangan bilang saya senang menonton acara seperti itu. Jangan bilang begitulah. Kalau senang/hobi/ngefans, tidak mungkin saya akan menulis tulisan kritik. Pernah saya (kami) suka untuk beberapa saat, karena disuruh nonton oleh kawan yang memberi apresiasi positif. Tetapi lama-lama, setelah tahu kenyataan disana, kami tidak suka. Dan ini seperti menjadi “konsensus” di tengah keluarga. Bisa dibilang, kami lumayan “gedhek” dengan Sule, Andry, Parto, dkk.

    Maaf ya, karena bukan bermaksud mengatakan acara TV lokal tidak ada yang berkualitas (karena seperti yang dicontohkan penulis ada juga acara yang bagus) atau bermaksud menggurui penulis. Saat ini langkah yang paling cerdas adalah melapor pada KPI jika menemukan suatu acara yang melanggar norma. Tapi ya jangan kaget kalau memang laporannya di anggap tidak benar atau acara yang dimaksud memang dianggap masih “wajar”. Tapi jika didengar minimal akan ada sedikit perubahan semisal acara bukan empat mata nya tukul yang pernah saya baca diinternet. Kata orang bijak yang tidak pernah berubah adalah PERUBAHAN itu sendiri.

    Respons: Ya, itu sudah saya lakukan. Saya tulis link artikel di atas, lalu saya kirim ke web KPI. Tapi soal respon mereka, saya tak tahu. Kalau melihat kemarahan para “OVJ Mania” di blog ini, mungkin ada pengaruhnya pengaduan ke KPI itu. Wallahu A’lam bisshawaab. Ya, pengaduan sudah dilakukan. Tidak harus “terlalu” berburuk sangka.

    Mungkin dinegara kita memang sedang terjadi perubahan nilai yang sangat dahsyat yang jika tidak hati-hati bisa menuju jurang kehancuran. Lalu respons apa yang harus kita lakukan jika KPI membiarkan acara tersebut? paling tidak ya jangan ditonton lah….sekalian “dakwah” ke sanak family agar tidak menonton acara-acara yang mungkin “kurang mendidik” sambil berdoa semoga ada perubahan dalam acara tersebut.

    Respons: Ya, itu jelas. Itu jelas sekali. Maka saya pun menulis buku “Republik Bohong: Hikayat Bangsa yang Senang Ditipu”. Coba Bapak cari informasi seputar buku ini. Di blog ini ada, di sumber-sumber internet umum juga ada.

    Hanya masalahnya. Ini masalah besar menurut saya. “ORANG INDONESIA ITU TERLALU BANYAK BERBASA-BASI.” Ini masalah utamanya. Ibarat, kita semua naik perahu di tengah laut, lalu ada kebocoran di lambung perahu. Perlahan-lahan perahu mulai tenggelam. Air sudah mencapai dada kita. Nah, saat itu kita masih mau-maunya berdebat soal sopan-santun. “Wah, itu lihat si fulan, dia mau tenggelam sambil mulutnya menganga. Itu tak sopan.” Yang lain lagi bilang, “Itu si Mbak juga begitu. Dia mau tenggelam, auratnya kelihatan. Malu melihatnya.” Ada juga yang lain, “Hai Mas, apakah ada doa niat sebelum tenggelam. Apa ada nawaitu-nya.”

    Yang paling kacau dari semua itu, ada seorang bapak-bapak politisi Senayan, saat mau tenggelam, dia sedang menelpon acara SUARA ANDA di MetroTV. “Mbak Fessi, saya pilih berita nomer 6 tentang Nazaruddin,” kata politisi itu memakai BB.

    Nah, itulah bangsa kita. Keadaan sudah sedemikian “sekarat”, tapi masih suka basa-basi. Ini sangat aneh. Maka, seharusnya Anda jangan “sensitif” kalau membaca tulisan-tulisan yang bernada transparan di media ini. Asalkan, jelas maksudnya, niatnya baik, ada argumentasinya, dan tidak hipokrit.

    Terakhir saya cuma mau ingatkan pada penulis layaknya mengingatkan atar sesama muslim, tanggapi komentar dengan bijak. Sadar tidak sadar atau suka tidak suka anda akan dipandang sebagai cerminan kaum muslim. Jadi salah tanggapan (semisal menggunakan kata-kata kurang bijak/sopan) akan dianggap atau menjadi image Islam itu sendiri. Gunakan cara Beliau SAW dalam berdakwah, sejauh mungkin kedepankan unsur “mengajak” bukan “menghakimi” karena ALLAH SWT adalah sebaik-baiknya Hakim. Wallahu;alam. Terima Kasih jika berkenan munculkan komentar saya.

    Respons: Sama-sama terimakasih Pak sudah sudi mau mampir dan berkomentar. Soal tanggapan keras ke komentar-komentar tertentu, ya biar sajalah. Sebab di antara para komentator itu memang ada yang keras kepala, dan sering menuduh sembarangan. Orang-orang seperti itu ada kalanya perlu disikapi bijak, tetapi lain waktu perlu diberi “warning”. Terimakasih.

    AMW.

  50. Abi Azka mengatakan:

    Salam..saya sepakat dengan penulis, sekarang ini hampir dapat dikatakan 90% lebih acara tv komersil semua, hanya sisa 10% yang bersifat edukasi, sosial, dan dakwah. Kita lihat hampir semua sinetron dan tayangan komedi pada kejar tayang tiap hari, sehingga mereka seolah di kejar ilusi “untung dan biaya operasional” sehingga aspek lain di hilangkan..
    kita tentu rindu dengan sinetron tempo dulu yang menayangkan realitas masyarakat kita.macam Si Doel Anak Sekolah, Keluarga cemara. Ataupun Grup Lawak BAGITO yang sangat intelek dalam lawakan, tidak pernah menghina orang lain.
    Tiap pagi setiap stasiun menayangkan ceramah agama, namun sekarang lebih banyak menyuguhkan berita dan sport.
    Saya pikir ini perlu kerjasama semua pihak dan jug doa, semoga masih ada pihak yang berpikir sosial dan tifak memikirkan untung semata..semua juga demi masa depan anak-anak kelak.

    Abu Azka

  51. abdi mengatakan:

    hebaaaaaaat deh si penulis si paling bener . kasih jempoooooool

  52. Anonim mengatakan:

    jangan gitu2 amat lah mas, urusin diri sendiri aja dulu, jangan ikut2an campur kalo ga suka
    kalo mas ga suka ya go aja,namanya juga acara lawak, daripada gua nonton2 politik yang bikin mumet, mending nntn OVJ…
    mereka juga cari makan, emang lo mau tanggung jawab, emang lo lebih sempurna? hah
    Netral aja kali

  53. Hafizah mengatakan:

    Saya tau kalau mas penulis blog gak ada niat buat ngerasa paling benar dan segalanya… Saya tau beliau mengkritik tanpa bermaksud sok-sok an paling sempurna,dll… Itu hanyalah sebuah bentuk kepedulian bagi saudara sesama muslim… Sebagai saudara seiman… Contohnya saja: apakah anda harus berhenti mengkonsumsi gula, untuk mengingatkan kepada saudara Anda bahwa makan gula terlalu banyak itu bisa mengakibatkan penyakit diabetes? Gak kan? Perkara remeh-temeh seperti itu saja kita harus mengingatkan… Apalagi masalah akhirat… Tega nggak kita melihat saudara-saudara seiman kita berenang-renang di neraka? Gak kan… Kita gak ngerasa paling sempurna dan gak pernah berdosa,koq… Kalau misalnya ada yang terluka dengan perilaku kita… Mohon diingatkan… Dan selama bisa saling mengingatkan… Why not? Kalau cuma orang2 yang gak pernah berdosa yang bisa ngingatin… Hancurlah dunia ini… Gak akan ada yang saling ngingetin dong… Sampaikanlah walau satu ayat… Kata orang Makassar (massing2ki sipainga’! Masing2 dari kita saling mengingatkan)… Okey…
    Wassalam…

  54. abisyakir mengatakan:

    @ Hafizah…

    Ahlan wa sahlan, silakan mampir, semoga ada guna manfaatnya. Jazakillah khair atas masukan dan apresiasinya. Sejujurnya, seperti yang sudah ditulis semula, kami merasa jijik ketika melihat ketololan kameramen dalam salah satu episode acara OVJ itu. Nah, tampaknya para penggemar acara itu bergaya seperti “pendukung partai” tertentu. Mereka tak mau kalau “simbol-simbol kebesarannya” dikritik. Mintanya dipuji melulu.

    Betul kata Ukhtil karimah, kita sebatas mengingatkan. Soal diterima atau tidak, ya silakan. Semoga kesungguhan dalam diskusi ini bermanfaat bagi kita semua. Allahumma amin.

    AMW.

  55. Anonymous mengatakan:

    Hey bung. . .ini lawak. . .nglawak tu g gmpng,siapa pun orang yg liat tu butuh hiburan extrim. . .ini hanya acr lawak dan bukan acra berita yg hrs duduk sopan. . .ini semua murni untk menghibur. . .kita sbgai masyarakat sadar akn hal it,jd tk prlu dprmslhkan. . .

  56. jason mengatakan:

    bisanya menghujat kayak orang bener aj diri sendiri dah bener belum?apa lebih baik?

  57. hambaallah mengatakan:

    sepertinya yang om yang memiliki tulisan di blog ini seperti yang ada dalam pikiran saya, “yang baik maka yang tertindas”
    memang benar OVJ hanya hiburan belaka, tapi kalo sudah lewat batas moral memang harus diperbaiki. tapi komentar mayoritas yang muncul hanya mementahkan komentar dari om-nya yang punya blog…
    saya prihatin sekali dengan itelektualitas warga Indonesia yg semakin “mentah”

  58. Asvan farid mengatakan:

    ” BUAT SEMUA ARTIS JADILAH TUNTUNAN JANGAN HANYA JADI TONTONAN”

  59. Asvan farid mengatakan:

    ” ARTIS TIDAK PUNYA ETIKA”

  60. jaka sembung mengatakan:

    1.baju sinden itu warisan budaya jawa (kraton) ovj artinya opera van java ,wajar kalo pakaian nya sinden seperti itu ,kalo pake mukena atau baju muslim nama acaranya bukan ovj !!
    2. kalo anda merana sudah ngga lucu ya ngga usah di liat , beres kan…
    3.ovj adalah acara lawakan yang di kemas dengan kolaborasi org2 dari jawa,sunda,batak,dan betawi jadi ini bisa di katakan lawakan dari pemain2 yg berbeda asal nya tapi bisa bersatu dalam lawakan bukan berperang,
    4.mudah sekali melihat sesuatu itu dari keburukan dan susah melihat kebaikan, itu ciri2 dari orang yang mempunyai hati iri

  61. abisyakir mengatakan:

    @ Jaka sembung…

    Sudah lama Pak kami tidak menonton acara begituan. Sudah lama banget. Lawak-lawak di TV makin banyak, tapi kualitasnya bodoh-bodoh. Kalau ngelawak paling triknya 4 saja: (a). menghina orang dengan kata-kata makian kasar; (b). mendorong orang biar jatuh, lalu ditertawakan; (c). melakukan adegan-adegan jorok, agar diketawakan; (d). mengatakan kata-kata mesum, ngeres, agar lagi-lagi diketawakan. Sulit nyari lawak yang lucu. Kalau Anda mau tahu, beberapa episode tertentu dari kartun Spongebob, itu lucu dan berkelas. Tapi pada episode tertentu lho ya.

    Oh ya satu lagi…kalau bikin acara TV dan belum siap terima kritik, mending macul saja di kampung! Tidak usah main di media publik! Okeh…

    Admin.

  62. Asvan farid mengatakan:

    @ abisyakir

    Iya sip , . . Saya setuju . .

  63. ada lgi gx kritikan yg lebih sdikit ..
    soal nya ada tugas tentang OVJ..
    Pujian dan Kritikan nya..
    Tolong bantuan nya Yah ..

  64. abisyakir mengatakan:

    @ Syahputra…

    Kritiknya mungkin tidak berbeda dengan yang lain-lain, misalnya…

    [1]. Menawarkan komedi dengan modus kekerasan (dorong-dorongan, mencelakai kawan, melumuri kawan dengan tepung/bedak, dll.).
    [2]. Menawarkan komedi dengan modus penghinaan dan kata-kata makian (banyak model penghinaan itu, seperti kata-kata kasar, menganalogikan manusia dengan benda rendah, mendorong kepala, meraup muka orang, dll.).
    [3]. Berisi konten-konten amoral [seperti melumuri hidung orang dengan bau busuk; senang membuat orang terpingkal-pingkal sampai pipis (kasus Nunung); sering menyebut, menyinggung, atau mengatakan hal-hal vulgar seputar simbol2 seksualitas, atau yang berkaitan dengan itu].
    [4]. Hanya memikirkan komersialitas, tanpa unsur edukasi sama sekali.
    [5]. Mayoritas konten humornya bukan kategori “smart comedy” tetapi komedi “asal ketawa doang”.
    [6]. Dari sisi judul, “Opera Van Java”. Tidak ada esensinya sama sekali. Bagi yang tahu budaya Jawa; disana nyaris tidak ada unsur budaya Jawa-nya, selain pakaian dalang yang sering dipakai Parto. Itu sih model lawakan “campur aduk gak karuan”, bukan setting budaya Jawa.
    [7]. Mayoritas pemain, kru, dan penonton OVJ di studio; mereka sepakat untuk menghadirkan “rubbish comedy” secara konsisten, sejak awal sampai kini. Orang-orang seperti ini hanya melihat “duit yang didapet” saja; tak lebih. Sudah begitu, mereka merasa bangga dengan hal itu. Ya, mereka bangga karena berhasil menipu masyarakat luas dengan tontonan “komedi sampah”.
    [8]. Setiap serial mempunyai cerita sendiri-sendiri. Tetapi ujung dari cerita itu tidak jelas, mau kemana dan bagaimana ending-nya? Karena memang tujuan dasarnya “making much laughs”. Cerita-cerita itu hanya kedok belaka.
    [9]. Banyak sekali kata-kata, pernyataan, tindakan, atau adegan, dalam acara itu yang sejatinya berbahaya bagi diri pelakunya sendiri, bagi kru, bagi penonton, dan masyarakat. Misalnya ketika mereka menjadikan unsur-unsur agama sebagai bahan lawakan. Kata-kata sumpah, makian, kutukan, dll. itu sebenarnya sangat berbahaya untuk bahan komedi. Sebagai contoh, untuk Mr. Bean saja sangat hemat kata-kata.
    [10]. Banyak sekali unsur-unsur eksploitasi tubuh wanita dipakai dalam acara itu, entah dari bintang tamu, dari pemain inti, maupun dari cerita-cerita yang dibuat. Buat kaum wanita, acara-acara OVJ itu banyak yang melecehkan harkat mereka.

    Demikian yang bisa saya sampaikan, sebagai review atau tambahan. Semoga bermanfaat dan dapat dipakai untuk mengkritik keras “rubbish comedy” itu, amin ya Karim. Terimakasih.

    Admin.

  65. Anonymous mengatakan:

    ovj makin seru tanpa dista,,,ajak yg lain dong jangan distaa

  66. ediavatar mengatakan:

    Salut bro lanjutkan kritikmya…….orang2 yang mencela anda belum menyadari apa itu tontonan bermutu atau apa itu tontonan tidak bermutu yang penting baginya itu adalah hiburan yang bisa membuat dianya terhibur,mengutamakan kepentingan egonya dan orang orang yang anti syariat……..belakangan ini OVJ sudah merupakan Candu bagi masyarakat …baik OFF maupun ON air…..hai para pemain OVJ sadarlah sadarlah .sadarlah……….moga pihak KPI jeli dalam hal ini.

  67. OVJ ers.. mengatakan:

    sekedar buat renungan bersama ya. Kenapa sih harus menjelek2an OVJ? klo gak suka jgn nonton.. jangan pula bawa2 demi kepentingan nasional. Plis deh..menurut kalian apa lelucon yg pantas? yg smart joke? “friends” dari amrik? spongebob? apa? bisa kasi contoh gk? saya kasi tau ya, anak anda di sekolah joke nya lebih parah. bukan dari OVJ tapi dari sinetron dan memang bawaan orok. maaf tapi jujur aja, anda tertawa apabila apa? ada yang aneh..toh OVJ tidak menghina, tidak melecehkan, tidak menggunakan baju seronok. kalo atasan terbuka, ITU NAMANYA KEMBEN OM! KLO GTU ORANG JAWA JGN ADA YG MAKE..emg ada dresscode yg buka2an? klo ada itu pilihan dari bntang tamunya,bkn dresscode dari tim kreatif

    Lanjut ttg nunung kencing..setatu saya, gk ada org mau kencing didepan publik..anda mau contoh? anak SD aja ogah..trus melecehkan dan meracuni pikiran orang apanya?? hahahah…om-om semua pernah nonton langsung gak (live?), jujur saya sering di daerah kalibata sutingnya. dan nunung itu kebanyakan akting doang kencingnya..klo di shoot pun akting juga, emg kelaitan “genangannya”? nunung tuh jadi pelawak dari jaman suharto..dia udah master..gak sebodoh itu. logikanya, pemain OVJ itu jutawan,emg mau ngelawak deket genangan pipis?? HADUHH….makanya klo baru nonton sekali jgn komen knpa…

    masalah ending ngawur, lawakan emg begitu..intinya ngawur,nyeleneh,aneh..dari jaman ketoprak humor juga gitu..srimulat,dll..klo mau yg jalan critanya bener nontonlah wayang. di daerah senen ada pusat wayang yg bagus. Saya heran sama yg menjelek2an OVJ, selama ini gak pernah bercanda kali ya sama temen2 hidupnya? emang gak pernah gitu bercanda? bercandanya gmn sih?? toh belum ada tuh penelitian kemunduran moral setelah nonton OVJ di Indonesia. mungkin sebelum anda berbisara ada baiknya sertakan bukti, jgn hanya bicara. saya penonoton OVJ sejak tahun 2009,tahu seluk beluknya. saya juga jurnalis, tahu kerja di dunia hiburan bgmana dan sepanjang sepengetahuan saya, lawakan OVJ cukup baik. walau bukan yg terbaik. Pernah nonton STand Up COmedy? itu juga ada unsur menjelak2an, ketoprek humor, ada unsur menjelakan, srimulat juga, sitkom OB juga. TAPI ITU SEMUA HANYA MENJELEKAN PEMAIN LAIN DENGAN TARAF MASUK AKAL. Klo yg buruk coba cross-check dengan pesbuker (maaf).

    saya lebih prefer nonton OVJ seumur hidup ketimbang film2 barat maupun korea..kenapa? karena lucu, tidak senonoh (dalam sitkom friends, itu mengajarkan berteman tapi tetap SEKS! Spongebob,kikir dan kekerasan yg parah dibanding OVJ, upin-ipin, produk asing, mending onoton OVJ ato laptop si unyil) FILM KOREA MENGJARKAN CINTA BERLEBIH TERHADAP MANUSIA DAN TERLEBIH NAFSU dalam konteks ekstrim (maaf). FIlm action amrik emg gak lebih sadis dibanding OVJ ya???

  68. Sablur mengatakan:

    Kalow saya sih itu ga terlalu masalah,,tapi sekarang ini OVJ ga lucu lagi semenjak berfabungnya DESTA,coba anda lihat apa sih lucunya si DESTA,GARA2 dia OVJ ga lucu lagi,padahal dulu kalao gue ga nonton OVJ kayak kehilangan uang aja,tapi sekarang jadi males banget nontonnya karena ada si DESTA..ga lucu ganti saja ama yang lain

  69. abisyakir mengatakan:

    @ Sablur…

    Sebenarnya humor yang bagus itu intelek, tidak konyol, tidak jorok. Itu humor yang enak diingat dan dinikmati. Tetapi kalau konyol dan jorok, jadi murahan. Hanya menghasilkan ha ha ha…doang (tawa terbahak-bahak). Humor begini sebenarnya melelahkan juga. Rasa lelahnya baru terasa sekitar 1 jam setelah kita haha hehe berlebihan itu. Terimakasih.

    Admin.

  70. anas mengatakan:

    assalamualaikum wr wrb. OVJ Trans7 sangat mengihibur menggemaskan, terimakasih. tapi jika boleh aku sumbang saran agar kalian tetap berjaya antara lain :
    – mas parto tolong jangan suka keterlaluan pada segmen tertentu suka melemparkan sesuatu ke mulut pemain, hemat aku sekalipun itu terbuat dari bahan yang tidak berbahaya kiranya bisa saja tersedak;
    – sekalipun itu sebuah komedi tapi alangkah baiknya pada segmen akhir ada tuntunan sebagaimana estetika budaya indonesia
    – kang suleee ……. aku suka banget sama kamu tolong jaga terus dan pertahankan jangan sampai terlena dalam keglamauran serta etika sopan santun tetap terjaga.
    terimakasih

  71. DASEP SUMPENA mengatakan:

    Salam OVJ,
    Tolong untuk Mas PARTO, klo bisa jangan terlalu sering masuk ikut main ketika para wayang lagi membawakan cerita.
    Biarlah para wayang dan Bintang tamu yg membawakan cerita,dengan masuknya Mas Parto bukan tambah lucu mlh bikin kacau cerita.
    Terus kenapa?AZIS GAGAP sampai saat ini ga lucu2 padahal sudah lama di OVJ,kalah lucu sama yg baru,DESTA dan DEDE,
    Klo boleh usul,AZIS GAGAP di ganti H,BOLOT,pasti OVJ tambah ngakak..lucu abis,
    Kang Sule,nyawa nya OVJ yg selalu punya ide lucu baik dalam canda maupun gaya.
    OVJ,tontonan yang positif dan menghibur,ketimbang nonton sinetron atw debat politik,kasus,dll,yang hanya merebutkan pepesan kosong.
    SEMOGA OVJ TAMBAH MAJU TAMBAH SERU
    TAMBAH LUCU.

  72. natz mengatakan:

    bapak yang menulis blog ini bagus, menyampaikan kritik secara langsung dan kritis. namun bapak yang menulis blog ini juga salah satu korban dari “shock culture”, 2013 ini beda sama jaman bapak dulu masih kecil. sekarang sudah globalisasi, televisi aja datangnya dari budaya barat, kita disini semua bisa menerima budaya barat satu ini dan hampir keseluruhan punya tv dan diharapkan apabila media tidak memiliki FILTER pada hampir keseluruhan tayangannya, kita disini sebagai audiens bertindak sebagai FILTER BAGI DIRI KITA SENDIRI.
    tolong jangan menyalahkan apa yang ada pada media, audiens bebas kok mau nonton mau tidak ya bapak yang tau sesuai kebutuhan bapak dan keluarga (bahkan anak bapak).

    Trans7 memiliki banyak bagian,
    berita, contohnya redaksi, investigasi, dsb
    infotainment, insert, dsb
    pada bagian dunia pendidikan ya contohnya laptop si unyil, si bolang, dsb
    opera van java masuk pada entertainment
    sport juga punya sendiri

    nah, apa sih gunanya perbedaan jam pada penempatan tayangan itu?
    disesuaikan bapaaakkk..
    kenapa berita ada jam 6 pagi, 12 siang dan sore?
    biasanya penikmat berita kan bapak-bapak, pagi? berangkat kantor. siang? isitrahat makan siang. sore? sepulang kantor.
    kenapa laptop si unyil dan bolang ada siang? ya anak bapak pulang sekolah.
    kenapa OVJ jam 8malam? “rencananya” itu adalah acara keluarga, entertainment sebelum tidur.
    ‘buat keluarga kok amoral!’
    lhoh ya bapak FILTER SENDIRI, klo menurut bapak gak pantes dikonsumsi keluarga terhormat bapak ya diganti, itu di channel sebelah juga ada sinetron “TUKANG BUBUR” yang notabene memiliki rating lebih tinggi ketimbang OVJ (dijam yang sama dan hari yang sama).

    Jangan mengkritik terlalu pedas dan tanpa dasar.
    klo menurut bapak acara tv lokal kurang mendidik ya sudah monggo ke channel tv western, toh bukan cuma tv lokal yang “kejar setoran ratting” western juga kok.

    Pakaian para Sinden-nya selalu seronok, dengan kain transparan. Atas dada seperti terbuka. Selalu begitu.
    > ya namanya juga kemben, orang jawa jaman dulu juga banyak yang pake, oh iya, dan itu dinamakan KEBAYA MODERN pak, maklum sudah tahun 2013, perkembangan jaman dan globalisasi :)

    [2] Ide ceritanya tidak jauh dari soal pacaran, kekasih, rebutan cewek, dan sejenisnya. Itu melulu. Monoton sekali.
    > ah bapak, kebetulan saja bapak menonton disaat OVJ bertema demikian. kalau bapak cermati, OVJ memiliki beragam tema cerita, western (koboy), cina-cinaan, india, pangsi (kabayan), cerita rakyat, pewayangan, dan sekarang yang terbaru BIOGRAFI. apakah masih monoton? kita mengusahakan setiap satu minggu (5eps) itu berbeda tema. memeras otak para tim untuk mencari ceritanya, dan kita tidak bisa sembarangan menggunakan CERITA.

    [4] Gerakan joged Parto yang dibuat-buat itu sungguh tidak lucu, sebab selalu diulang-ulang. Mungkin sudah puluhan kali Parto bertingkah seperti itu. Ini kan sama dengan merendahkan diri sendiri.
    > yaudah lain kali bapak saja yang menggantikan parto trus joget yang lebih lucu, bapak bosen sama guyonan “aril-separuh aku” nya gak? kalo bosen, ya nanti bapak ganti lagi aja sama lagu lainnya.

    [5] Sule, Aziz, Andri, malah Parto, semakin sering memakai baju perempuan. Mungkin, mereka tak punya kreasi kelucuan lagi, maka pilihannya akhirnya memakai baju perempuan, biar orang tertawa. Padahal pakaian seperti itu menandakan lemahnya kreasi. Mereka seperti sudah mentok ide.
    > itu namanya GIMMICK pak, bukan hanya baju perempuan yang disediakan tim untuk GIMMICK, mereka aja memilih baju itu (yang apesnya lagi pas bapak tonton) tim tidak bisa berbuat apa apa dong, biasanya GIMMICK itu malah biar gak monoton bukan lemah kreasi. tim itu menyediakan baju baju beragam lho pak, ada kostum flinstone,drakula,tukang parkir,dll.

    [6] Makin banyak kata-kata kotor yang disensor oleh editing program OVJ. Itu menandakan bahwa mereka sendiri tahu, di dalam “bunker acara” OVJ itu banyak indikasi amoralitas. Kalau yang ditayangkan saja banyak “sensor”, apalagi yang tidak ditayangkan?
    > pengen disensor apa nggak nih? disensor protes, nggak disensor tambah menghujat.. ckck biasanya bukan hanya kata kotor saja pak, produk/merk itu juga di sensor.

    [7] OVJ sekarang menjadi semacam “corong promosi” para banci dan kaum homoseks. Itu sering sekali ditunjukkan oleh SULE, AZIZ, dan ANDRI, melalui gerakan, omongan, dll.
    > kaum homoseks dan banci sudah rahasia umum, mereka sama seperti kita. bedanya kita ini (bapak juga) adalah kaum MAYORITAS sedangkan mereka kaum MINORITAS. kalo menurut bapak acara western aja lebih layak tonton, apa bapak kira HOMOSEKS itu bukan budaya western, di jerman boleh lho pak menikah sesama jenis.

    kalau semua kru OVJ di pecat bapak mau gantikan?
    ada masanya kok pak di divisi produksi itu gilir kru, yang pertama ada di program ovj bisa pindah ke program marry me atau terus pindah lagi ke pas mantab.kenapa gak sekalian pak CT bapak gantiin aja?
    agama di Indonesia bukan hanya Islam, kalau menurut bapak tidak cocok dengan agama bapak tolong ‘shock culture’nya itu disimpan sendiri saja untuk keluarga bapak, jangan menyalahkan media. ya daripada nantang talent, bapak tantang diri bapak sendiri saja, bapak bisa gak lebih baik dari mereka?
    kalau program acara televisi sekarang semakin bodoh – bodoh, percaya kok kalau memang bapak yang paling pintar, kreatif, kritis, dan benar ;)
    sukses ya pak!

    DASEP SUMPENA
    Parto itu masuk sketsa setiap mau tutup segmen (kadang baru buka segmen juga dia ikut nimbrung), ya kalau jadinya Parto ikut main sketsa karena talent lainnya di CUT gada yang mau nurut, ya parto nungguin mereka sampai kelar guyonannya buat nutup segmen itu.

  73. abisyakir mengatakan:

    @ Natz…

    Kalau semua kru OVJ di pecat bapak mau gantikan? ada masanya kok pak di divisi produksi itu gilir kru, yang pertama ada di program ovj bisa pindah ke program marry me atau terus pindah lagi ke pas mantab.kenapa gak sekalian pak CT bapak gantiin aja? agama di Indonesia bukan hanya Islam, kalau menurut bapak tidak cocok dengan agama bapak tolong ‘shock culture’nya itu disimpan sendiri saja untuk keluarga bapak, jangan menyalahkan media. ya daripada nantang talent, bapak tantang diri bapak sendiri saja, bapak bisa gak lebih baik dari mereka?
    kalau program acara televisi sekarang semakin bodoh – bodoh, percaya kok kalau memang bapak yang paling pintar, kreatif, kritis, dan benar ;) sukses ya pak!

    DASEP SUMPENA. Parto itu masuk sketsa setiap mau tutup segmen (kadang baru buka segmen juga dia ikut nimbrung), ya kalau jadinya Parto ikut main sketsa karena talent lainnya di CUT gada yang mau nurut, ya parto nungguin mereka sampai kelar guyonannya buat nutup segmen itu.

    Respon: Makasih, makasih, makasih banget…sudah memberikan respon dan jawaban dari kalangan kru “OVJ”. Gak apa-apa kan ya kita mengkritik, sebagai bagian “hak konsumen” untuk mendapat yang terbaik. Kalo tidak dikritik nanti jadi kaya “Pak SBY”, sensi terhadap kritikan.

    Secara umum, saya kritik hanya bagian tertentu dari acara Trans7, tidak semuanya. Ingat lho ya, tidak semuanya. Dalam acara lain seperti “Laptop Si Unyil”, Khazanah, kadang “On The Spot”, atau berita olahraga; itu masih baik kok, cukup informatif. Coba saja Anda hitung, berapa persen komponen OVJ dibandingkan acara TRans7 secara umum?

    He he he… saya bersyukur juga, alhamdulillah. Kritik saya soal OVJ itu sebenarnya simple, tetapi masya Allah diskusinya terus jalan, sampai hari ini. alhamdulillah.

    Admin.

  74. saya mengatakan:

    ” Gunakan cara Beliau SAW dalam berdakwah, sejauh mungkin kedepankan unsur “mengajak” bukan “menghakimi” karena ALLAH SWT adalah sebaik-baiknya Hakim. Wallahu;alam. “

  75. gerdan mobil mengatakan:

    lagu ovj “bibirmu dower” jadi tiket dosa ovj ke neraka jahanam.
    banyk orang sedih karena dihina bibirnya seperti lagu tersebut !!!!!!!!!!!!!!!
    STOP PELECEHAN KEKURANGAN FISIK !!!!!!!!!!!!

  76. 'abdun mengatakan:

    emangnya anda pernah pergi ke Neraka jahannam.kok tahu tiketnya neraka.hati2 kalo ngomong, apakah yg sperti anda mesti masuk surga,seorang kiyai juga mesti masuk surga,belum tentu bro…Seorang gali brandalanpun bisa masuk surga kalo memang Allah memberikan rohmat kpdnya.kritik ya kritik tapi jngn sok ngiyai, merasa paling benar.

  77. abisyakir mengatakan:

    @ ‘Abdun…

    Untuk saling mengingatkan kan tidak harus pergi ke neraka dulu. Perbuatan keji dan munkar adalah jalan-jalan yang bisa menyebabkan manusia masuk ke neraka. Hal itu harus dijauhi. Termasuk perbuatan keji, ialah menayangkan amoralitas lewat media TV sehingga ditonton oleh ratusan juta manusia, ditayangkan selama bertahun-tahun, supaya rakyat ikut jadi amoral. Ini perbuatan keji yang sangat berbahaya.

    Ya kita tidak merasa paling benar, tetapi menunjukkan mana yang benar dan mana yang salah. Kalau semua yang menyampaikan kebenaran disebut ngaku paling benar, berarti guru-guru, dosen-dosen, dst itu dianggap manusia yang “mau bener sendiri”. Begitu ya…

    Admin.

  78. bang baso nya atu gak pake mangkok sama sendok ya…

  79. Azky mengatakan:

    Jika menurut bapak ovj begitu ya nggak usah di tonton.dan bapak ni kebetulan saja nonton ovj pas temanya tentang percintaan.kalau bapak sering nonton ovj kurasa banyak tema selain percintaan.tentang kerajaan2,dan cerita ala ala india,jepang juga ada.gini aja lah,.yang dukung ya dukunglah,yang nggak dukung ya diam sajalah.gx usah koment yang nyakitin.ok.

  80. Herdi. mengatakan:

    Kalo menurt saya ovj akan lebih rame lagi jika bintang tamunya artis di padukan dengan masyarakat biasa sehingga akan lebih mengibur namun sebelumnya ada pelatihan, sehingga akan lebih mendidik untuk kalangan masyarakat biasa dan arts. Saya pernah melihat acara di ovj seperti itu sehingga ada kedekatan antara sesama dan dari nilai kebersamaannya lebih terlihat

  81. hanafu mengatakan:

    jiahh klo lo gak suka gak usah lo tonton’ bagi gue dia kreatif dan paling no 1 sukses slalu ovj

  82. Anti TV sekuler mengatakan:

    Untung saya gak pernah nonton tipi.
    Karena aku tahu tipi adalah celah yahudi untuk merusak akhlak kaum muslimin.
    Semua yg ditayangkan tipi kita termasuk dalam alat konspirasi global untuk menjauhkan umat Islam dari ajaran agamanya.
    Saya apresiasi buat Admin untuk kepeduliannya terhadap masyarakat kita.

  83. abisyakir mengatakan:

    @ Anti TV Sekuler…

    Syukran jazakumullah akhi, terimakasih atas dukungannya. Hatur nuhun.

    Admin.

  84. Ninja mengatakan:

    Buat kalian ” GAJAH DIPELUPUK MATA TAK TAMPAK TAPI SEMUT DI SEBRANG LAUTAN KELIHATAN ”

    . Maaf kalian bukan manusia yang beragama ya yang bisanya ngomongin kesalahan orang dibelakang . Kalau g’ suka lapor aja kepihak yang berwajib dalam hal ini KPI , tapi tolong camkan baik baik “membicarakan kejelekan orang adalah perbuatan yang di laknat oleh Allah swt ” . Makasih !

  85. abisyakir mengatakan:

    @ Ninja…

    Anda ini aneh, masak mengkritik sebuah program acara TV dianggap “membicarakan kejelekan orang”? Aneh nih cara mikirnya. Kita ini kan konsumen TV, jadi berhak dong berpendapat soal cara yang ada di TV. Masak konsumen hanya boleh menelan saja apa yang disajikan TV? Aneh.

    Admin.

  86. Syi'ah mengatakan:

    assalammu’alaikum…memang betul ovj hanya hiburan,tapi banyak lawakan2 ovj yg dpt merusak etika dan agama,contoh nya seperti andre,sekarang dia sudah haji tapi cara dia ngelawak tidak mencermin kan seseorang yg sudah melakukan salah satu ke wajiban agama,buat andre ngelawak lah yg lebih bermoral jangan lawakan anda meodai nilai2 agama,wassalam

  87. Sule' mengatakan:

    Ah, penulis blog nih CUMA IRI DENGAN KESUKSESAN ORANG LAIN. KALO IRI TERUS TERANG BUNG!!!

  88. Sule' mengatakan:

    Sok PALING BENER, KERAS KEPALA

  89. abisyakir mengatakan:

    @ Sule’…

    Ha ha ha… mau iri apa Mas?

    Iri sama rambuntnya Sule’?
    Iri sama jogetnya Parto yang kayak orang gila itu?
    Iri sama “karier politiknya” Andre yang gagal sebelum bersinar itu?
    Iri sama Nunung yang selalu melakukan “timbang badan” itu?

    Buat apa iri sama pelawak-pelawak begituan….

    Admin.

  90. pembenci_sinetron_indonesia mengatakan:

    iktan ya。… slain ovj, cb kta tilik knerja kpi dlm melrng tayang suatu acr d stas tv di indnsia, sy pernah membc artikel d satu blog alasn mengapa serial krtn/anime jepang skr bnyk yang sdh tdk tyng lg d stsiun” tv, dl stiap hr minggu sy sng skli menntn serial naruto, dtctv cnan, inuyasha dll, tp skr serial” anime tsb sdah tdk pnh tyng lg dngn alsn Kpi melrng krna serial” anime tsb pnuh dng muatan kekerasan,.
    tp knapa Kpi msh membiarkan Sinetrn” drma msh bleh tayang?? pdhl kl kt bnr” cermat memperhatikan sinetrn” yg skr bnyk tyg, s’sngguh y sngtlah tdk lyk tyg krna sngt td bermutu dan tdk berbobot sm skali,。..sngt lah tdk lyk scene pemeran antagonis melakukan atau merencnakan perbuatan” keji,curang dlm memperbtkan harta, kekash dll, apakah layak hal” tak bermoral spt it d tyng kan?? lain lg crta sinetrn cinta rmaja, apakah pnts anak smp atau sma brbut pcr smpai brtndak krminal dmi memperbt kan pcr d tyng kn d tv??? jd apa sbnr y krja Kpi it????

  91. andre mengatakan:

    di blog sini kug isinya cuma hujatan. Saya pengen tau juga dunk, apa kejelekan anda sendiri, baik dari sisi aqidah dan akhlaq anda. jadi orang kug bisanya cuma menilai orang lain yang jelek2nya saja, di muat lagi di blog. jadi pengen tau fisik anda juga euy… rupawan atau….hmmm…

  92. lotus mengatakan:

    Kalo anda mngkritik semua acara komedi di stasiun zaman sekarang,,,coba anda buktikan dengan membuat acara hiburan seperti mereka,,,gw pgn tau reaksi masyarakat ke elo,,pasti gk jauh beda,,, sebelumnya gw dukung kata2 elo ovj sekerang berbau homoseks dengan gerakan dan ucapan dan busana sinden yg trlalu fulgar…
    Orang yang belum merasakan seperti elo bisanya cuman berkomentar tanpa memberikan solusi,,kalau elo protes aduin ke kpi,,buktikan secara REAL perkataan lo,,,
    Ambil sisi positive nya aja dan tindak tegas sisi negatifnya,,,JANGAN CUMAN PINTER OMDO…
    sebelumnya saya bukan fans OVJ ,,

  93. abisyakir mengatakan:

    @ Lotus…

    Kalo anda mngkritik semua acara komedi di stasiun zaman sekarang,,,coba anda buktikan dengan membuat acara hiburan seperti mereka,,,gw pgn tau reaksi masyarakat ke elo,,pasti gk jauh beda,,,

    Respon: Sebenarnya acara komedi di TV tidak semuanya kampungan. Kayak “lol” itu juga lumayan, meskipun kadang ada juga jorok-joroknya. Tapi masih ada “smart”-nya gitu. Gak kayak OVJ…kampungan banget. Jangan berharap kami/saya akan masuk ke bidang begituan… Gak baik menjadi komedian itu. Boleh humor sehat, tapi jangan dijadiin profesi…nanti akibatnya selalu meremehkan kehidupan nyata.

    Orang yang belum merasakan seperti elo bisanya cuman berkomentar tanpa memberikan solusi,,kalau elo protes aduin ke kpi,,buktikan secara REAL perkataan lo,,,

    Respon: Sebelum kamu ngomong, kita juga sudah sampaikan aduan ke KPI lewat web mereka. Kita buktikan dengan berbuat baik dalam kehidupan. Tapi jangan paksa kami jadi komedian/pelawak. Ngapain?

    Ambil sisi positive nya aja dan tindak tegas sisi negatifnya,,,JANGAN CUMAN PINTER OMDO… sebelumnya saya bukan fans OVJ ,,

    Respon: Sisi positif apanya? Acara begituan bisa “ngerusak otak” tahu… ngerusak mental dan kepribadian… acara kayak gituan kok disukai, aneh bin ajaib. Mbok ya yang pinter gitu lho milih hiburan…

    Admin.

  94. kuncen mengatakan:

    wis gini ae,.
    sing g suka tontonan ovj yo g usah nntn, sing seneng yo monggo nntn,.
    g usah mateni rejekine wong,.

    ngono kog yo podo ribut toh yo,.

  95. kuncen mengatakan:

    acara sing luweh jorok n amoral soko ovj yo akeh, ngopo kog yo mung ngributke ovj,.

    intine yen meh nntn acara ngono kwi opo meneh duwe bocah cilik yen isoh d dampingi,.

  96. abisyakir mengatakan:

    @ Kuncen…

    Karena blog ini bukan didedikasikan untuk “kritik tontonan”… jadi sekali-kali saja bahas tontonan TV dan sejenisnya; sekedar ada dan jadi wawasan; tak usah jadi kebiasaan.

    Contoh acara yang LEBIH PARAH dari OVJ adalah sinetron OESMAN yang dibintangi Sule itu. Namanya Oesman, mengambil nama seorang Khalifah Islam, tapi isinya mengejek nama baik Khalifah radhiyallahu ‘anhu tersebut. Oesman digambarkan sangat bodoh, genit, kelakuan kampungan. Malah celana si “oesman” itu batas bawahnya di tengah betis, seperti para ikhwan yang komitmen dengan Sunnah. Sinetron itu isinya mengejek nama baik Khalifah Utsman radhiyallahu ‘anhu dan nama baik Islam.

    Sule…Sule… kok gak malu Anda ya…
    Anda itu tadinya bukan apa-apa, lalu dibukakan banyak rizki lewat media TV; sekarang Anda mengejek nama baik Khalifah Ustman; padahal sang Khalifah tidak pernah punya dosa kepada Anda. Mengapa Anda tidak berhenti dari kelakuan seperti ini? Berhentilah selama masih ada jalan pulang

    Kalau jalan itu sudah tertutup… semua kekayaan yang Anda peroleh dan segala kesenangan jadi sia-sia, tidak berarti, hanya kembali ke pemiliknya sebagai siksaan dan nista.

    Admin.

  97. wahyu mengatakan:

    assalamualaikum..
    ga sengaja liat postingan ini..

    sbnrny aapa yg bapak katakan bnyak bnarnya,, tpi bapak terlalu keras.. klo memang mau mnegingatkan,, sebaiknya lbh halus..
    ini sama saja anda mengingatkan tetangga anda yg salah dgn teguran “hei jgn begitu, salah itu!!” itu menyinggung mas.. Rassul pernah mengajarkan, untuk memberitahu seseorg dgn lbh halus,, bagaimana klo tetangga anda yg non muslim melihat postingan ini, padahal dia suka OVJ, ato munkin dia kru OVJ,, sakit hati lah dia..

    lbh bersabar dkit pak dalam mengungkapkan perasaan, jgn terlalu gembleng, dan ini internet,, smua bs melihat..
    anda tau kan knpa hukum Islam dikatakan universal? krna hukumnya menyangkut smua org, bukan hanya islam,, dan itu nunut dri sejarahnya, dmna Rassul sempat menjadi pemimpin keluarga dgn aturan yg dia berikan sbagai cinta, dan kasih sayang, serta saling memaafkan,, dan dia sempat menjadi pemimpin negara dmna dia menuliskan hukum2 tegas, atas perbuatan buruk seseorg terhadap satu org ato bnyak org,
    krnanya hukum ini bs untuk banyak kaum, bukan hanya islam saja dan saat itu rasul mengatur banyak kaum di tanah arab, bukan hanya islam,, makanya perlu tegas..!!.. krna sejatinya hukum kekeluargaan ga bs dipke dalam hukum negara,, krna munkin yg dirugikan lbh dri satu org,ato kasus yg sangat berbahaya..

    tpi dalam hal ini,, kita ga di negara yg sepenuhnya ber agama islam,, dan hukumnya pun separo2 ga jelas!!, yg artinya kita hidup bertetangga dgn bnyak org yg berbeda keyakinan.. jdi seharusnya kita lbh halus dalam menegur/mengingatkan,, krna bs terjadi sakit hati, dan islam smakin dibenci.. ini bukan jaman dmn ada rassul dgn hukum islamnya, yg smua dijamin INsya Allah adil seadil2nya..
    kita berada di negara yg jauh dri keadilan, namun bnyak org yg ga menyadari merebut keadilan itu dari kaum muslim,, sperti stasiun TV(emang bnyak yg ga moral)..tpi kbnyakan yg menjalankan itu adalah org gatau, atau bahkan bukan org muslim,, dan seharusnya diingatkan lbh halus, agar mreka tdk merasa didiskriminasi oleh mayoritas muslim, dan tidak smakin membenci cara pandang umat muslim(walopun sbnrnya itu demi kebaikan bersama)

    klo cara2 anda menjawab sperti koment2 itu,, sama saja anda berkata: “hoi perilakumu salah, hoi ajaranmu salah, hoi cara hidupmu salah”.. padahal jelas2 tuh org yg anda bilangin bgtu bukan org muslim/muslim yg lalai.. maka berai lah kita dalam hidup bertetangga,, klo anda hanya mengatakan hal2 ini di kalangan umat muslim, maka itu lbh bnar,, tpi anda malah mengatakn sesuatu yg bahkan negara aja ga mengatur dan ga peduli ke smua org,, anda terlalu percaya diri, seolah mengatakan “wah si A pendosa itu bakal masuk neraka”.. padahal masuk surga/neraka itu urusan Allah.. anda jg sperti ngerumpiin keburukan org,, dmna jika anda rumpikan,, tu org ga bakal tambah baik..

    jdi tolong lbh berhati2 dalam mengatakan apa yg anda pikirkan, walopun anda merasa sedang dizolimi…

    kita hidup bertetangga dgn umat lain,, cobalah bapak ini lbh halus..
    munkin anda bnyak tahu tntang islam dibanding org lain,, tpi sadarkah anda?? dgn anda berkata itu dsni,, sama skali ga akan menumbuhkan apa2,, hnya kekesalan umat lain kpda anda dan org islam.. ini bukan debat pintar yg diadakan di amerika sperti debatnya AHmad dedat,, dmana acara itu ditengahi oleh moderator dan ada sesi tanya jawab,, dan dmna yg nonton acara itu memang org2 muslim dan non muslim,, tpi di acara itu,, yg dtg adalah org2 yg diundag dan terpilih,, bnyak dri mahasisawa terpelajar yg pngen tau islam.. tpi klo disni,, anda ngajak debat org2 yg kbnyakan gatau,?munkin bodoh? munkin non muslim yg gamau tau..

    wassalamualaikum..

    note: (coba aja balas ni koment saya,, dan coba salahkan apa yg saya katakan diatas.. klo anda masih mencari pembelaan diri,, itu menunjukan,kita masih2 sama2 belajar,, dan org2 itu, diluar jg masih bnyak yg mencari kebenaran,,jgn di judge begitu aja,,klo dia jdi membenci dan gajadi mempelajari islam,gara2 melihat perilaku ato cara anda menegur.. bs2 itu salah anda sebagian!!)

    note: gausa di postting koment/ note saya,gpp.. silakan anda pikirkan baik2 perkataan sya.. sya sndiri masih merasa bnyak dosa dan salah,, tpi hati nurani tau klo saya melakukan kesalahan, dan saya pngen masuk surga… klo memang menurut anda sya pendosa,, sya emang org bnyak dosa,, tpi apa anda berani mengatakan saya bakal masuk neraka dan anda bakal masuk surga???!! hanya Allah yg tau dosa dan tidak,, bahkan anda ga pernah ketemu saya ato org2 yg ada koment diatas.. anda sbnrnya islam yg baik,, tpi coba lbh perluas cara berpikirnya..

    dalam hati munkin anda senang bs membalas smua perkataan/ koment2 diatas, dan anda mrasa jdi org yg tau dan lbh bnar..dan merasa sudah mengajarkan org kebenaran.. TAPI, apa anda bner2 tau apa yg anda lakukan ini sudah bnar????!!

  98. wahyu mengatakan:

    tpi sya setuju dgn yg dikatakan om diatas itu, dan sdkit saran buat acara2 di tv.. coba perjelas rating acara,, klo memang ada dewasanya,, jelaskan aja itu khusus dewasa dan tayangkan di acara tengah malam..
    sperti hukum islam,, dia mengatur banyak org yg berbeda keyakinan,maka ditetapkan ketentuan yg jelas demi kebaikan bersama..
    tpi krna ga dinegara hukum islam,, maka kita ga bs mngapus apa yg sudah ada bgtu saja,, cukup diberikan saja (ibarat tempat dan papan nama) yg lbh jelas,, mana haram, mana halal,, mana untuk anak2 mana untuk dewasa.. krna sejatinya ni acara tv, bukan org islam saja yg menikmati,, klo kita seenaknya men judge,, maka kita muslim ini egois.. padahal ni negara ga hukum islam..!!

    wassalamualaikum..

  99. wahyu mengatakan:

    dan bs jdi mreka yg berbeda keyakinan dgn kita ga mengenal yg halal/haram, maka ya ga bs jg kita paksakan untuk mengenal aturan2 itu..walopun aturan(hukum islam) itu demi kebaikan bersama, tpi krna itu bukan berasa di hukum negara,,kita ya ga bs maksakan..

  100. abisyakir mengatakan:

    @ Wahyu…

    Ya terimakasih atas saran dan idenya. Ini lebih baik, sopan, dan kita mau mendengarkan. Beda dengan “makhluk tertentu” yang tak kenal sopan-santun.

    Admin.

  101. abisyakir mengatakan:

    @ Wahyu…

    Terimakasih atas sarannya. Oke sebagian saran bisa diterima, insya Allah. Memang saya menulis “agak keras” karena di grup Trans atau MNC itu sedang apa upaya besar untuk meng-HEDONIS-kan masyarakat Indonesia. Negeri yang semula sopan santun, ramah, bermoral, secara intensif mereka bentuk jadi negeri hedonis, miskin rasa malu, menyembah materi dan kesenangan. Mungkin orang-orang “begituan” sakit hati karena dikritik, tapi otak mereka tidak dipakai memikirkan: BETAPA HANCURNYA AKHLAK BANGSA INDONESIA SEKARANG GARA-GARA TONTONAN RUSAK BEGITU. Kalau mereka orang baik/sekalipun non Muslim, pasti akan gelisah memikirkan kerusakan moral akibat tontonan-tontonan TV merusak itu.

    Ini bukan cuma soal “cara mengingatkan”, tapi soal proses penghancuran moral masyarakat luas. Yakinlah, para komedian rusak itu dan awak media amoral, hidup dan keluarganya niscaya dilaknati karena telah menyebabkan kerusakan moral yang luas di muka bumi (negeri Indonesia).

    Admin.

  102. Sianeh mengatakan:

    ini postingan ga mutu..kya u orng bener aja..iihhh

  103. Difan mengatakan:

    Assalamu’alaykum..

    Salut atas artikelnya, ustadz. Saya mendukung..

    Banyak komen-komen yang ga nyambung atau jahil, jadi kebawa emosi juga menanggapinya, tapi maklum mungkin pemahaman Islam belum sampai kepada mereka..

    Orang yang ikhlas cinta kepada Islamnya saya yakin pasti ngedukung artikel ustadz ini, sekalipun dia belum memahami syariat..

    Lanjutkan terus ustadz..

    Oia apa Pustaka Langit Biru tidak membuat fanpage di Facebook?
    Kalau ada, alamatnya apa?

  104. wahyu mengatakan:

    sama2 pak,,trimakasie sudah ditanggap positip..klo ada kata2 yg salah,,dan agak mentinggung bapak, mohon dimaafkan ya,,

    dan emang,, stasiun tv mrasa milik mrekas sndiri, krna sebagian emang digerakan dan dibiayai oleh partai tertentu,, tentu saja itu sudah jdi alat cuci otk bagi golongan tertentu,, dan munkin arah ini yg perlu kita luruskan ke masyarakat indo,, mreka mrasa memberikan kita tayangan gratis, makanya kita jdi seolah tdk didngarkan,, seperti halnya demokratis salah kaprah yg lbh memilih suara terbnyak dripada suara org pandai,, padahal sudah jelas org pandai lbh sedikit dri org ga pandai.. maka jelas skali,, bagi yg lbh paham dan lbh kritis pasti ga didengar,, krna bagi org bnyak, yg bgtu itu lbh menguntungkan, dan lbh bnyak yg pngen liat.. jdi smntara emang inilah yg harus kita terima dngan lapang daada..

    dan untuk ovj sndiri, sya ga bgtu sering nton, tpi saya akui sule dan kawan2 sering bget terlihat lucu,, dan sbgai yg lbh tau yg mana baik dan jeleknya,, kita bs menilai yg mana yg ga boleh ditiru dan salah,, dan menurut saya dri dlu,, emang acara bgtuan sbnrnya lbh ke acara org dewasa,,bukan untuk dikonsumsi anak2..

    trimakasie pak,, dgn melihat artikel ini, menunjukan bahwaa masih ada yg khawatir dgn masa depan moral anak bangsa.. sya ikut gembira,,

    skali lgi trimakasie pak, dan maaf klo ada salah2 kata dan menyinggung.. wassalamualaikum..

    ^^

  105. abisyakir mengatakan:

    @ Difan…

    Wa’alaikumsalam warahmatullah wabarakaatuh. Syukran jazakallah khair akhi atas dukungannya. Semnetara ini gak ada “fans page”-nya. Mau bantu bikin (dan mengelola)? He he he…

    Admin.

  106. abisyakir mengatakan:

    @ Wahyu…

    Sama-sama Mas, kita saling sinergi, dukung-mendukung, untuk kebaikan masyarakat luas. Kalau mereka hidupnya baik, kita kan juga terkena dampak baiknya. Iya gak. Matur nuwun.

    Admin.

  107. Sopoki mengatakan:

    mas hebat bgt ya kritikanya,,salut….tapi…saya jadi ikut pusing hehehe

  108. Anonymous mengatakan:

    kalo mau kritik harus punya duit dulu mas dan jabatan ,kalo cuma blog percuma ujung ujungnya gagal

  109. Fulan-2 mengatakan:

    Dear penulis posting ini,
    mendingan Anda ikut gabung acara nya The Comment yg ada di channel baru itu. sebebas2 nya deh Anda berkomentar…
    terus, kalau mau komentar jangan cuma ke satu acara (yakni OVJ) saja… bagaimana dengan program komedi lainnya ? apakah lebih baik dr OVJ ? apakah lebih sopan ? lebih bermoral ? lebih berpendidikan ?
    jadi, kalau mau berkomentar, kritik, dan berpendapat,,, lebih baik Anda riset dulu..cari tahu dulu… jangan cuma asal cuap2 saja. kalau mau berkicau ada kog itu apps nya… yg gambar burung berwarna biru itu… bs to the point dengan yg bersangkutan pula…
    Sekian.

  110. abisyakir mengatakan:

    @ Fulan-2…

    Aku kan bukan pengamat acara komedi. Lagian kita kritik OVJ karena memang dia yang paling kesohor. Trus anehnya kaum “OVJ mania” itu jadi kayak partai politik yang mengharamkan kritik; mereka setiap hari menyebar amoralitas, tapi tak mau dikritik. Aneh sekali. Aneh bin ajaib…lol deh.

    Admin.

  111. scriptlicious mengatakan:

    Ol** sy***** lebih tenar dalam hal amoral. Kenapa ga di kritik jg?
    Andai rasulullah berdakwah ketika islam masih lemah dengan cara anda, yaitu menjudge orang lain salah dengan cara yg sangat keras ga mungkin lah islam sampe jadi agama yg gede. Anda berdakwah disini bukan hanya dihapan kaum muslimin, tp jg berdakwah untuk kaum lain, ini internet pak ustadz. I love rasulullah SAW.

  112. musafir mengatakan:

    disini yg jd setannya siapa sih? yg bikin perpecahan itu ya blog gak jelas ini, atau jangan jangan wkt nulis blog ini, konsulnya ama dajal?

  113. dajal mengatakan:

    eeh abisyakir xxxxx… sekarang kamu suka gak saya komentar begini? kalau tidak suka dengan sesuatu hal, gak perlu lebai digembar gemborkan sana sini. cara anda mengkritik sama saja mengajak umat muslim yg belum memahami maksud anda untuk membenci umat muslim yg lain. malu tuh diliat ama agama yang lain. saya sangat mencintai islam, itu aib bos. krn pelaku yg anda maksud jg saudara muslim kita… yg hrs anda tau, internet sama halnya seperti televisi, siapa pun dapat melihatnya.

  114. Someone-2 mengatakan:

    jangan-jangan anda dari acara televisi lain ya??yang sengaja menjelek-jelekkan acara di TRANS 7 ini.pikiran anda tu menandakan bahwa anda dengki dengan kesuksesan para wayang OVJ menghibur seluruh masyarakat indonesia…

  115. udi mengatakan:

    Yg nulis artikel keliatane jg belum beres, kenapa kamu membicarakan kejelekan orang di muka umum, (ingat itu nanti ada balesannya ,tunggu saja). Kl kamu emang berharap kebaikan kenapa g langsung ke para pemain ovj nya, jangan cerita kepada orang banyak kalo orang banyak itu juga belum tentu bisa memperbaiki ovj, itu namanya sama aja ngrasani. Cepatlah bertobat mas brow, n ingat dosa d antara anak turun adam itu harus d selesaikan d dunia,kl sampai kamu mati belum meluruskan masalah kamu dan pemain ovj ,nanti akan d tagih d akherat. Bagi para komentator yg lainnya ,kenapa kalian juga ikut2 an memanas manasi keadaan? Di ceritakan d suatu kisah, ada sebongkah bangkai yg sudah busuk,kenapa kalian malah mendekatinya. N satu lagi, bagi yg memang suka ama ovj sah sah saja, asalkan jangan sampai mengalahkan cinta kita kepada allah dan rosulnya. D ceritakan d sebuah khadist, di dalm diri rosullulooh terdapat suri tauladan yg baik , maka ikutilah beliau. Mengenai masalah ovj, ambil yg baik n buang jauh jauh keburukannya. Kl memang ada yg buruk n anda ingin memperbaikinya, jangan lupa, langsung ke tkp. (Para personil ovj)

    Yg nmya kritik itu apabila antara pengkritik n yg mendengar kritik ada tindak lanjut menuju kebaikan kepada pihak yg d kritik. Kl antara pengritik n yg mendengAr kritik tetep g ada tindak lanjut untuk menegur langsung kepadA pihak yg d kritik, terlebih lagi malah di sebar luaskAn lagi ke pihak2 yg lainnyA n pihAk2 lainnya. Juga tdk ada tindak lanjut lagi, ITU SAMA HALNYA MENCERITAKAN / MENYEBAR LUASKAN KEJELEKAN ORANG LAIN alias NGRASANI ,dan itu ada konsekuensinya !!!!!

    O iya , apabila ada kata2 saya yg tidak berkenan/menyinggung perasaan andA semua, saya mohon maaf kepada semua orang ya berada d blog ini. Ngapunten ingkang kuatah nggih…. :-)

  116. ari77 mengatakan:

    assalamu’alaikum..

    ane setuju sama tulisan blog ni, sekali2 perlulah kita pake cara keras dlm NAHI MUNKAR kalo dengan cara halus kaga bisa. ttp istiqomah akhi dalam ber AMAR MA’RUF NAHI MUNKAR

  117. viraa mengatakan:

    bikin aja stasiun tv sendiri tuh, kpi aja dibanggainnya udh kaya kelompok paling bener aja hormatin dong sesama agama, kaya udh paling bener sedunia aja. oh iya “pipis emak emak” gaboleh gitu coba itu kan termasuk aib nya si nunung jangan tambah disebar-sebarin juga kali makanya kalo mau koment pikir dong jangan asal ceplas ceplos udh kaya kenalpot aja. situ sendiri koment katanya “merendahkan diri sendiri” tuh sama aja situ juga merendahkan diri sendiri ha dasar pantesan aja indonesia ga maju maju oh ternyata ini penghalangnya “EGOIS” -abisyakir

  118. numpang lewat mengatakan:

    huhhhh,,,cape juga baca bnyak bgt komen,,, bingung juga yg mn salah,,yg mn bnar yg mn gak salah tp gak bnar,,huhhhhh

  119. Someone mengatakan:

    premirelegue;
    mas abisyakir,kalau mau nonton ya…nonton, kalu nggak mau nonton ya channelnya pindah ke yg lain. abis masalahnya.
    supaya nggak panjang masalahnya.
    daripada saling balas komentar malah jd lebih nggak karuan lagi dari OVJ.
    di DOA kan saja biar TUhan sendiri yg menjamah setiap hati dari kru2 Trans7 terlebih Pemimpin tertinggi dari Trans7.
    Gimana Mas ???

  120. abisyakir mengatakan:

    @ Someone…

    Ya stuju kawan, terimkasih. Matur nuwun, jazakallah. Amin.

    Admin.

  121. abisyakir mengatakan:

    @ Hendry Arsya alias dajal…

    Nasehat kami, Anda harus hati-hati kalau bicara. Sekali lagi: Anda harus hati-hati! Jngan sampai Anda memaki orang yang berusaha memperbaiki moralitas masyarakat. Urusannya bisa sangat panjang. Alam semesta ini ada di balik punggung para pejuang yang berkeringat di jalan Allah. Sekali lagi… hati-hati ya!

    Admin.

  122. abisyakir mengatakan:

    @ Musafir…

    Disini yg jd setannya siapa sih? yg bikin perpecahan itu ya blog gak jelas ini, atau jangan jangan wkt nulis blog ini, konsulnya ama dajal?

    Respon: Subhanallah… Maha Suci Allah Rabbul ‘alamiin. Hanya dengan satu tulisan macam begini; para OVJ lovers pada meriang, kalap, kesetanan. Padahal kita hanya menurunkan satu tulisan; sementara OVJ itu tayang setiap hari selama 4-5 tahun terakhir. Benar-benar manusia bego… OVJ bisa ngurusuhi bangsa ini selama bertahun-tahun, setiap hari; sementara kita baru nulis satu artikel saja, mereka sudah seperti orang kesurupan. Betapa tingginya nilai perjuangan moral dan betapa murah “sampah komedi” itu. Subhanallah.

    Admin.

  123. abisyakir mengatakan:

    @ Udi…

    Membicarakan aib orang yang dilarang dalam agama itu, soal aib-aib fisik atau tabiat fisiknya. Seperti kulit hitam, tubuh gendut, makan banyak, tidur ngorok, dll. Jadi lebih bersifat pribadi. Bukan dalam segalanya. Tapi kalo nyebar-nyebar amoralitas di depan publik, itu SAH diungkap-ungkap seluas mungkin, supaya mereka berhenti dan masyarakat mengambil pelajaran.

    Coba deh belajar agama lebih jauh, jangan asal ikut2an saja. Terimakasih.

    Admin.

  124. […] Kritik acara “ovj” di trans7 | pustaka langit biru […]

  125. Acara Tv Mendidik mengatakan:

    […] Kritik acara “ovj” di trans7 | pustaka langit biru […]

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 145 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: