Video Mesum “Koleksi Pribadi”

Beberapa waktu lalu, Indra Maulana dari MetroTV dialog dengan beberapa narasumber soal video mesum Si Ariel Peterporn. Salah satu narasumber disana, Elza Syarif. Indra sempat bertanya, “Bagaimana kalau suami-isteri lalu membuat video seperti itu untuk koleksi pribadi?” Elza Syarif dan lainnya menegaskan, bahwa hal itu akan dijerat UU Pornografi dalam delik “membuat pornografi”.

Ternyata, alasan “koleksi pribadi” itu juga yang disampaikan Edward Aritonang, setelah dilakukan pemeriksaan sementara kepada Si Peterporn dan Si Luna Maya. Bahkan dalam wawancara yang akan ditayangkan di TVOne, Si Ariel dan Si Luna juga beralasan dengan “koleksi pribadi” itu.

Kalau dipikir-pikir, sebagian orang Indonesia itu pintar memelintir alasan-alasan, tetapi sebenarnya mereka tidak cerdas. Alasan “koleksi pribadi” itu jika terus ditunggangi oleh Si Peterporn, Si Luna (Pezina), dan OC. Kaligis, bisa jadi akan menyelamatkan dua sejoli tukang zina itu dari jerat hukum.

Disini, ada beberapa poin kritik terhadap alasan “koleksi pribadi” tersebut:

PERTAMA, alasan “koleksi pribadi” bisa dipakai oleh semua penjahat-penjahat pornografi untuk mengelak dari hukum. Bahkan alasan “koleksi pribadi” itu bisa membuang semua UU Pornografi yang baru saja berlaku di Indonesia. Nanti, semua tukang zina, pelacur, gigolo, maniak seks, penjaja media mesum, dll. mereka bisa berkelit dengan alasan “koleksi pribadi”. Nanti mereka bisa berkoar-koar, “Oh, gambar porno, video porno, atau cerita ngeres ini, semuanya ini untuk koleksi pribadi. Tidak untuk disebar-luaskan. Kalau tersebar juga, bukan salah kami. Yang salah, ya yang menyebarkan gambar atau video itu.”

KEDUA, apakah dalam video atau gambar mesum itu ada bukti-bukti bahwa semua itu dibuat untuk koleksi pribadi? Misalnya, disana tertulis “untuk koleksi pribadi”. Atau ada suara, “Video ini kami buat untuk koleksi pribadi.” Atau apakah sebelum membuat koleksi bejat itu mereka membuat surat pernyataan dulu, bahwa itu untuk koleksi pribadi? Tidak ada sama sekali. Mereka berkoar-koar soal “koleksi pribadi” setelah terdesak. Kalau tidak terdesak, mereka santai-santai saja dengan perilaku mesumnya itu.

KETIGA, apakah manusia mesum seperti Ariel, Luna, Cut Tari, dkk. itu terlalu bodoh ya, sehingga tidak tahu perkembangan jaman? Apakah mereka tidak pernah tahu bahwa selama ini sudah banyak beredar video-video mesum di internet, atau VCD porno? Termasuk dulu, video super bejat, “Video Itenas”. Apakah orang-orang seperti mereka tidak sadar dari peredaran rekaman video-video bejat itu? Kalau mereka sudah tahu resiko tersebarnya benda-benda mengerikan itu, mengapa masih membuat rekaman juga? Mereka otaknya dungu ya…

KEEMPAT, saat Ariel Peterporn sama Si Luna, atau sama Cut Tari, sedang asyik-asyiknya bermesum-mesum ria, apakah mereka terikat ikatan pernikahan? Apakah ketika itu mereka sudah bersuami-isteri? Apa buktinya bahwa mereka sudah bersuami-isteri? Coba apa buktinya? Kalau tidak, berarti mereka itu sedang merekam adegan perzinahan, bukan adegan hubungan seksual suami-isteri? [Kenyataannya, mereka memang berzina saat bermesum-mesum ria itu. Kalau mereka sudah suami-isteri, mereka pasti akan marah besar dan menuntut keras orang-orang yang menyebarkan rekaman pribadinya. Tapi lihatlah, mereka malah ketakutan, menyembunyikan diri, dan tidak bisa membuktikan dirinya sudah menikah].

KELIMA, kalau mereka benar-benar sah sebagai suami-isteri, dibuktikan dengan memiliki Surat Nikah, lalu untuk apa mereka membuat rekaman seperti itu? Apa untungnya membuat rekaman hubungan seksual seperti itu bagi pasangan suami-isteri? Dari sisi kebebasan berhubungan seks, mereka sudah bersuami isteri, mengapa masih harus membuat hal-hal seperti itu? Ini menandakan bahwa jiwa mereka sakit.

KEENAM, andaikan pasangan suami-isteri boleh membuat rekaman video aksi hubungan seksual mereka, misalnya dengan asumsi perkembangan teknologi tidak beresiko membuat rekaman itu tersebar luas, bagaimana kalau suatu ketika rekaman itu dilihat oleh anak-anaknya sendiri? Apakah mereka mau jika dilihat anak atau saudara mereka sendiri? Seharusnya, hubungan seks itu disembunyikan serapat-rapatnya, sebab memang memalukan kalau ketahuan orang lain. Tetapi ini malah direkam, dengan tidak dijamin, rekaman itu kelak tidak akan jatuh ke orang-orang di sekitar mereka. Benar-benar sebuah logika orang sakit, merekam aksi seks yang sangat private.

KETUJUH, hukum membuat rekaman adegan seks, meskipun itu suami isteri adalah HARAM. Lho apa dalilnya kalau haram? Mudah saja. Suami-isteri tidak akan selamanya tetap suami-isteri. Bisa saja, suatu saat terjadai perceraian antara suami-isteri itu. Coba bayangkan, apa jadinya kalau pasangan suami-isteri sudah bercerai, sementara di tangan mereka masih ada rekaman hubungan seks di masa lalu? Coba Anda bayangkan! Mereka sudah resmi cerai, sudah resmi menjadi orang lain, tetapi masih ada rekaman hubungan seks di antara mereka. Maka perbuatan seperti ini adalah HARAM, sebab jika pasangan suami-isteri sudah bercerai, mereka dilarang melihat aurat mantan suami/isterinya. Belum lagi pertimbangan, resiko tersebarnya rekaman itu ke tangan orang lain.

KEDELAPAN, jika alasan “koleksi pribadi” memperbolehkan setiap pasangan suami-isteri di Indonesia boleh membuat rekaman adegan hubungan seksual mereka, ya Allah ya Rabbi, bangsa Indonesia ini akan terjadi banjir video porno yang amat sangat mengerikan. Tidak terbayangkan jika hal itu terjadi. Ya Allah ya Rahmaan, jauhkanlah kaum Muslimin di Indonesia ini dari angkara murka dan kejahatan keji. Amin Allahumma amin.

Secara umum, orang-orang yang membuat “koleksi pribadi” rekaman hubungan seksual, meskipun mereka sudah suami-isteri, pada dasarnya mereka adalah ORANG SAKIT. Bukan sakit fisik, tetapi sakit di jiwanya. Perbuatan seperti itu bisa merugikan diri sendiri, dan bisa merusak jutaan manusia.

Baik Si Ariel Peterporn maupun Luna Maya Pezina dan Cut Tari Pezina, mereka itu bukan suami-isteri saat melakukan perbuatan terkutuk itu. Mereka berzina. Na’udzubillah wa na’udzubillah min dzalik. Kalau dalam Islam, orang-orang seperti ini harusnya dihukum mati (rajam). Karena mereka publik figur, dihukum gantung pun tidak apa-apa, demi membuat efek jera bagi yang lainnya.

Kalau suami-isteri yang sah saja HARAM membuat rekaman mesum, karena bisa jadi mereka akan bercerai sehingga haram saling melihat aurat masing-masing. Apalagi orang yang tidak menikah. Bahkan mereka adalah publik figur yang seharusnya memiliki moral baik.

Tapi manusia macam Ariel Rajaporn ini kan sudah amat sangat rusaknya. Sudah munafik, tak bermoral, tapi lagunya berjudul, “Buka Topengmu!” Nah, inilah contoh raja-raja munafik. Orang munafik tulen, tapi berlagak menuduh orang lain munafik. Ini dia, munafik teriak munafik!

Mari terus berjuang sekuat tenaga menjaga moral kaum Muslimin di negeri ini. Hanya dengan komitmen demikian, kita masih berharap ada KEHIDUPAN MANUSIA di negeri ini. Salam perjuangan. Allahu Akbar!!!

AMW.

About these ads

2 Balasan ke Video Mesum “Koleksi Pribadi”

  1. laskar mengatakan:

    semoga mereka insyaf, tobat membaca artikel tersebut.
    Ya….. Allah hukum mereka seberat-beratnya. Amin….

    Note: Saudara komentator, mohon jangan sekali lagi Anda menulis diri Anda dengan sebutan “laskar setan”. Saya tidak suka dengan sebutan itu. Anda harus bersyukur, menjadi seorang Muslim dan memiliki kesadaran. Jangan kufur terhadap nikmat Allah. Kesalahan2 pasti ada, sebagai manusia biasa. Tapi jangan membuat sesuatu yang akan membuat setan tertawa. Jika Anda masih memakai nama itu, komentar apapun akan saya hapus, meskipun komentar Anda sangat baik sekalipun. (Dari AMW).

  2. Wijaya Kusumah mengatakan:

    Sangat setuju ! Benarkah mayoritas penduduk indonesia muslim ?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 131 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: