Antara PKS dan Wahabi

Bismillahirrahmaanirrahiim.

Tulisan ini masih nyambung dengan pernyataan Ketua DPW PKS Jakarta, bahwa PKS bukan Wahabi anti Tahlilan-Mauludan. Bukan kali ini saja politisi PKS mengklaim dirinya bebas dari pengaruh Salafiyah (Wahabi). Berulang-ulang politisi PKS, di berbagai kesempatan, meyakinkan publik, bahwa mereka bukan Wahabi. Hidayat Nur Wahid pernah menyatakan, bahwa dia menolak dirinya dan partainya dikaitkan dengan Wahabi. Beritanya sebagai berikut: Saya dan PKS Bukan Wahabi. Itu artinya, Hidayat ingin menghindari fitnah dengan memfitnah orang lain (kalangan Wahabi).

Disini kita tidak akan membuktikan bahwa PKS adalah Wahabi. Tidak perlu, tidak perlu sama sekali. PKS dari segala sisi memang tidak layak dikaitkan dengan gerakan Wahabi. Mereka terlalu jauh untuk disifati sebagai bagian dari kaum Wahabi. Sosok yang layak disebut Wahabi di Nusantara ini misalnya: Imam Bonjol, Sentot Alibasyah, Pangeran Diponegoro (dengan simbol surban dan gamisnya), KH. Ahmad Dahlan (pendiri Muhammadiyah), Jendral Soedirman (mantan guru Muhammadiyah di Cilacap yang selalu menggelorakan Jihad), Bung Tomo (yang menghabiskan akhir hayatnya di Makkah), Buya Hamka (mantan Ketua MUI), Ustadz A. Hasan (Guru senior di Persis sekaligus ahli fikih), Muhammad Natsir (sahabat dekat Raja Faishal) dan semisalnya rahimahumullah jami’an. Tokoh-tokoh ini layak dikaitkan dengan Wahabi, meskipun mereka tidak mengklaim sebutan itu.

Siapa Memberi Madu? Siapa Membalas Racun?

PKS tidak tepat disebut Wahabi, bahkan terlalu berlebihan menyebut mereka sebagai Wahabi. Para pemuda Wahabi banyak bergelut dengan ilmu; sementara kader-kader PKS siang-malam bergelut dengan Pemilu, Pilpres, Pilkada, dan semisalnya. Kaum Wahabi jelas pro Syariat Islam; sementara PKS pro sekularisme, demokrasi, liberalisme. Pejuang-pejuang Wahabi banyak berjihad dimana-mana; sementara pejuang PKS banyak melantunkan nasyid dimana-mana. Para ulama Wahabi kreatif dan produktif menulis buku-buku keislaman; sementara para politisi PKS sibuk melayani pertemuan dengan wartawan dan selebritis. Dari sisi ini, tidak tepatlah menyebut PKS sebagai Wahabi; sangat tidak tepat.

Disini kita perlu sebut sedikit di antara jasa-jasa kaum Wahabi bagi PKS. Ya biar masyarakat lebih paham, siapa yang lebih perwira dan kesatria di antara dua nama itu; PKS atau Wahabi? Hal ini perlu disampaikan agar dalam manuver-manuver politiknya PKS tidak lagi memfitnah kaum Wahabi yang notabene tidak suka dengan sistem demokrasi. Wahabi itu tidak ada kaitannya dengan even-even demokrasi itu, karena sejatinya mereka adalah ashabud dakwah wa diniyyah (para dai dan kaum agamawan).

Jangan karena PKS takut ditolak oleh warga Muslim tradisionalis, lalu memfitnah kaum Wahabi. Bayangkan, PKS mengklaim dirinya sebagai Ahlus Sunnah Wal Jamaah; lalu apakah Wahabi bukan bagian dari Ahlus Sunnah Wal Jamaah? PKS mengklaim, dukungannya kepada Foke dalam rangka “menjaga persatuan Ummat”; lalu apakah dengan menafikan posisi Wahabi, mereka hendak mengeluarkan Wahabi dari barisan Ummat? Inna lillahi wa inna ilaihi ra’jiun.

Jika Wahabi diidentikkan dengan sikap anti Tahlilan, anti Yasinan, anti Mauludan; maka apa salahnya sikap seperti itu? Toh, sejak lama ormas Persatuan Islam, Muhammadiyah, Al Irsyad, juga bersikap demikian? Apakah yang boleh hidup di muka bumi ini hanya pendapat kaum Muslimin yang melazimkan Tahlilan, Yasinan, Mauludan? Lalu dimana sikap tasamuh (toleransi) mereka bagi sesama Muslim yang tidak meyakini amal-amal seperti itu? Sebenarnya, siapa yang intoleran dalam hal ini? Maunya mereka, kita dilarang bersikap anti Tahlilan, Yasinan, Mauludan; lalu kita diharuskan ikut-ikutan bersama mereka mengerumuni amal-amal itu. Laa haula wa laa quwwata illa billah.

Dalam Al Mudzakkirat Ad Da’i Wad Da’iyah; kitab ini diterbitkan oleh Era Intermedia Solo dengan judul, Memoar Hasan Al Banna. Disana tertera satu kisah menarik di antara sekian banyak kisah hidup Syaikh Hasan Al Banna rahimahullah. Beliau adalah seorang dai, sekaligus guru agama, alumni perguruan Daarul Ulum. Kiprah beliau telah terkenal, sehingga ada di antara pejabat pendidikan di Saudi menawari beliau menjadi guru di Saudi. Kerjasama itu didasari sebuah prinsip: “Merujuk Kitabullah dan Sunnah, sesuai dengan pemahaman para Shahabat.” Syaikh Al Banna pun setuju. Namun entah karena alasan apa, rencana ini tidak jadi. Syaikh Hasan Al Banna tetap mengajar di Mesir, tidak jadi ke Saudi.

Sifat rahmat kalangan Wahabi sangat banyak kepada Ikhwanul Muslimin secara umum, dan tokoh-tokohnya secara khusus. Ketika menjelang Sayyid Quthb rahimahullah dieksekusi oleh Jamal Abdun Nashir, Syaikh Abdul Aziz bin Baz dan Raja Faishal mengirim surat kepada Presiden Mesir itu, meminta supaya eksekusi dibatalkan. Ketika tahun 60-an Ikhwanul Muslimin diberangus di Mesir, Kerajaan Saudi membuka pintu lebar-lebar untuk melindungi tokoh-tokohnya. Salah satu yang dilindungi secara penuh adalah Syaikh Yusuf Al Qaradhawi. Selama bertahun-tahun beliau tinggal di Saudi, sebelum akhirnya pindah ke Qatar. Begitu juga ketika Ikhwanul Muslimin diberangus di Suriah oleh Hafezh Assad (ayah Bashar Assad), maka Syaikh Bin Baz menyerukan kaum Muslimin agar membantu Ikhwanul Muslimin di Suriah, dengan apapun. Manakala di kalangan Salafiyah muncul pemikiran-pemikiran ekstrem yang menyesatkan Jamaah Ikhwanul Muslimin dan jamaah-jamaah Islam lain; maka Lajnah Da’imah Saudi berkali-kali menurunkan fatwa bahwa jamaah-jamaah itu adalah Ahlus Sunnah, adalah Firqatun Najiyyah; meskipun pada diri mereka terdapat keutamaan-keutamaan dan kesalahan-kesalahan. Fatwa ini banyak dan dikenal oleh para ahli ilmu. Termasuk ketika terjadi Tragedi Ghaza (Desember 2008-Februari 2009), masyarakat ulama dan bangsa Saudi mengulurkan tangan terbuka untuk membela Hamas di Palestina. Ketika Hamas diboikot oleh Israel dan negara-negara lain, Saudi kembali turun tangan menolong memberi bantuan.

Ya intinya, tidak ditemukan jamaah dakwah yang begitu pengasih dan menolong kepada Ikhwanul Muslimin, selain Salafiyah (Wahabi). Tidak ditemukan negara yang banyak membantu tokoh dan jamaah Ikhwanul Muslimin, selain Kerajaan Saudi. Di negeri asalnya, Mesir, Ikhwanul Muslimin selalu mengalami kezhaliman dan penindasan. Baru tahun 2012 ini saja pemimpin Ikhwanul Muslimin bisa memimpin di Mesir. Meskipun kaum Wahabi banyak jasanya bagi Ikhwanul Muslimin, namun mereka tetap saja diserang oleh Dr. Said Ramadhan Al Buthi, salah satu tokoh Muslim yang terkenal di Eropa.

Semua ini perlu dijelaskan, agar kaum Muslimin tahu, bahwa kalangan Wahabi tidak seburuk yang digambarkan oleh media-media anti Islam (atau anti Wahabi). Secara khusus, jasa-jasa kalangan Wahabi kepada Ikhwanul Muslimin sangatlah banyak; andaikan menghitung-hitung amal kebaikan di mata manusia dianggap sebagai sebuah kebaikan. Jika benar bahwa PKS memiliki kaitan dengan Ikhwanul Muslimin di Mesir, setidaknya mereka bisa “tahu diri”.

Adapun untuk PKS sendiri, banyak jasa-jasa kalangan Wahabi bagi mereka. Di antaranya sebagai berikut:

[1]. Ketua Majelis Syura PKS, Ustadz Hilmi Aminuddin, beliau pernah bekerja di Atase Kedutaan Saudi di Jakarta. Hal itu terjadi di era dakwah, ketika Jamaah Tarbiyah belum masuk politik praktis.

[2]. Masuknya ajaran Ikhwanul Muslimin yang nantinya bermetamorfosis menjadi PKS, hal itu dirintis melalui dosen-dosen LIPIA Jakarta. Dosen-dosen inilah yang mula-mula merintis transformasi nilai-nilai dakwah dan gerakan Al Ikhwan ke generasi muda di Indonesia.

[3]. Saat awal berdirinya Partai Keadilan (PK), lalu berubah menjadi PKS pada tahun 2004; jajaran elit politik PKS banyak diisi oleh sarjana-sarjana agama lulusan LIPIA, atau lulusan Universitas Saudi. Jumlahnya berapa, saya kurang tahu pasti.

[4]. Anis Matta, Sekjen PKS itu, adalah salah satu lulusan terbaik LIPIA. Konon, Anis Matta ini sejak awal sudah terlihat cerdas dan punya bakat “berpetualang”; sehingga ada ungkapan di kalangan keluarganya, “Sekiranya dia tidak menjadi liberal, itu sudah bagus.” Anis Matta ini hendak pergi ke planet manapun, dia tidak bisa menafikan jasa LIPIA dalam hidupnya.

[5]. Sosok lain yang fenomenal adalah Dr. Hidayat Nur Wahid. Mantan Presiden PKS, sekaligus mantan Ketua MPR RI; mantan calon Wapres, tapi tidak jadi; mantan calon gubernur, tapi gagal. Beliau ini lulusan Gontor; masuk Gontor setelah lulus SMA. Selesai dari Gontor, beliau menempuh pendidikan selama lebih dari 10 tahun di Universitas Islam Madinah, sampai berhasil mendapatkan gelar doktor. Bidang studi beliau akidah, khususnya seputar paham Syiah.

[6]. Sosok selanjutnya adalah Dr. Salim Segaf Al Jufri. Beliau ini pernah menjabat sebagai Kedubes Indonesia di Saudi, lalu kini sebagai Menteri Sosial Kabinet SBY. Beliau lulus doktoral dari Universitas Islam Madinah, lalu menjadi seorang pakar di bidang fikih. Tentu saja bisa kuliah ini mendapat beasiswa penuh dari pendukung Wahabi.

[7]. Kemudian sosok Presiden PKS saat ini, Luthfi Hasan Ishaq. Beliau pernah kuliah di Ibnu Saud University, dan menjadi Ketua I Perhimpunan Pelajar Indonesia di Saudi. Sama, dia pernah mendapatkan beasiswa penuh dari lembaga pendidikan Wahabi. Dan masih banyak fakta-fakta lain yang belum bisa disebutkan disini.

Jasa-jasa dakwah Salafiyah (Wahabi) sangat besar bagi PKS, sehingga alangkah naif ketika mereka menyudutkan gerakan Wahabi, demi mencapai tujuan syahwat politik. Apalagi kalangan Wahabi termasuk kurang aktif dalam dunia politik demokrasi sehingga mengait-ngaitkan mereka dengan isu politik demi syahwat kekuasaan, adalah fitnah sekaligus penistaan. Nah, itulah lucunya PKS. Kalau dikritik sedikit, marahnya kayak apa; tetapi kalau memfitnah orang lain (Wahabi) seenaknya sendiri. Kemarin-kemarin mereka begitu menyerang Foke; saat ini beda lagi lagunya. Aneh.

Untuk lebih meyakinkan, coba baca artikel berikut ini: Bayan Dewan Syariah Pusat, PKS Bukan Wahabi. Dalam tulisan ini bisa dibaca, betapa cerdiknya orang-orang PKS dalam men-delete jejak jasa baik gerakan Wahabi bagi partai mereka. Semua ini semakin menunjukkan bahwa PKS  benar-benar telah merealisasikan sebuah pepatah lama: “Air susu dibalas air tuba.”

(Catatan: Air tuba adalah air yang biasa digunakan untuk “meracun” ikan di sungai. Air ini sangat pahit, terbuat dari campuran air biasa dengan bahan-bahan tumbuhan tertentu yang sangat pahit. Caranya, sebuah sungai kecil dibendung sementara dengan tanah, batu, kayu, atau semak-semak. Setelah air tergenang, dimasukkan cairan tuba ini. Nanti ikan-ikan yang ada di genangan itu akan mabuk, lalu naik ke permukaan. Ini adalah cara tradisional yang sering dipakai orang kampung untuk menangkap ikan. Penjelasan demikian perlu disampaikan, sekedar untuk menunjukkan pentingnya sungguh-sungguh dalam melayani ilmu. Alhamdulillah. Kalau tidak malu, akan saya sebutkan salah satu jenis tanaman yang pahit itu. He he he).

Apa yang dilakukan PKS terkait isu Wahabi adalah kezhaliman yang nyata:

Pertama, mereka memojokkan kaum Wahabi dengan pencitraan sebagai: “bukan Ahlus Sunnah”, “tukang memecah-belah”, atau “bukan bagian dari Ummat”. Perbuatan mereka tak ubahnya seperti aktivis-aktivis Syiah yang sangat anti Wahabi.

Kedua, mereka tidak sadar kalau kalangan Wahabi sangat banyak jasanya bagi partai mereka. Tidak tampak rasa syukur atau sikap luhur sebagai sesama masyarakat Timur. Padahal dalam riwayat disebutkan: “Laa yasykurullaha man laa yasykurun naasa” (tidak bersyukur kepada Allah siapa yang tidak pandai bersyukur kepada manusia).

Ketiga, adalah suatu kenyataan yang tidak diragukan lagi bahwa peranan kalangan Wahabi (sampai saat ini) di bidang demokrasi di Indonesia sangatlah kecil. Bahkan kalangan Salafi Jihadi seperti sudah sepakat, bahwa demokrasi adalah kemusyrikan. Jika demikian, mestinya kalau ada even-even demokrasi, jangan sebut-sebut nama Wahabi. Kalau Foke memakai isu Wahabi untuk memojokkan, biarkan saja, jangan dilayani. Nanti dia juga capek sendiri.

Keempat, menjelang Pemilu 1955 muncul isu-isu negatif seputar Wahabi. Katanya, Masyumi adalah partai dukungan Wahabi. Saat itu Buya Hamka rahimahullah seketika membela Wahabi dan menyebut orang-orang yang mengeksploitasi isu Wahabi sebagai bagian dari imperialisme. Duhai betapa beda antara Buya Hamka dengan Pe-Ka-…

Dari sini kita bisa memprediksi masa depan politik PKS di masa nanti. Melalui cara-cara main fitnah dan “cuci-tangan” seperti itu, mereka akan menghadapi perihnya ayat Qur’ani berikut ini: “Innallaha laa yahdi qaumaz zhalimin” (sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang zhalim).

Politik PKS bukanlah politik yang terpimpin oleh hikmah Syariat. Mereka membiasakan diri menghalalkan kezhaliman, dengan memfitnah kaum Wahabi, demi mencapai kekuasaan. Padahal sejatinya, Wahabi sudah banyak menolong urusan mereka.

Cobalah lihat Persis, Muhammadiyah, atau Al Irsyad; meskipun mereka sering dituduh Wahabi, mereka tidak lantas menyebarkan fitnah ini dan itu. Mereka tetap istiqamah dengan dakwahnya. Tauhid tetap Tauhid; Sunnah tetap Sunnah; tidak mencla-mencle seperti…

Apa yang telah dilakukan PKS adalah kezhaliman, dan Allah tidak menyukai orang-orang zhalim. Maka politik mereka sudah bisa ditebak hasilnya sejak kini. Tidak ada eksistensi di atas pilar-pilar kezhaliman. Nas’alullah al ‘afiyah.

A night in East Java, 16 Agustus 2012.

(Abah Syakir).

About these ads

166 Balasan ke Antara PKS dan Wahabi

  1. Dida Hidayat mengatakan:

    memang pks tak tahu balas jasa kebaikan, saya saja yang hanya TKI arab saudi tidak merasa risih kalau saya di bilang wahabi, kalau memang ajarannya benar.,,,,setelah saya cermati politik PKS tahun-tahun ini , saya yakin tak akan milih PKS lagi,,, bahkan mungkin golput….

  2. Muhammad Nahar mengatakan:

    Kalau tahlilan, maulid dan sebagainya itu sendiri bagaimana pak, apa memang tidak boleh dilakukan sama sekali atau ada toleransi tertentu selama tidak dianggap bagian dari ibadah mahdah?

  3. abisyakir mengatakan:

    @ Muhammad Nahar…

    Bagi kalangan Wahabi (termasuk diri saya sendiri), amalan seperti Tahlilan, Mauludan, Yasinan (yang dirutinkan), dan yang semisal itu bukan bagian dari amalan Sunnah yang dicontohkan oleh Nabi Shallallah ‘alaihi wasallam. Jadi tidak perlu dilakukan. Kaidahnya, seperti ucapan Ibnu Mas’ud Radhiyallahu ‘Anhu: “Qalilun fis sunnah khairun min katsirun fi bid’ah” (Sedikit dalam Sunnah lebih baik daripada banyak dalam bid’ah). Terimakasih.

    Admin.

  4. Abdul Muiz mengatakan:

    Kalao baca Bayan dewan syariah, terlihat banyak juga yg berlatar NU, tapi sy berkhudnuzon beliau2 adlh NU yg moderat (minim kadar keNUnya). Makanya dulu saya masih berbaik sangka coblos PK..Tapi melihat realitanya makin jauh panggang dari api. Yg saya lihat mereka tidak berani yg hitm atau putih, alias abu2. Artikel bapak menjawab keterganjalan saya.

  5. abisyakir mengatakan:

    @ Abdul Muiz…

    Jazakumullah khair Akhi, atas komentar Antum. Sederhana, tetapi berarti; alhamdulillah.

    Admin.

  6. Lukman Mubarok mengatakan:

    Abah Syakir dulu kan ngaji sama PKS, itu lho ustadz al artis Subkhi Albughuri.. Menurut Abah Syakir, PKS itu dimana letak kesesatannya?

  7. abisyakir mengatakan:

    @ Lukman Mubarak…

    Sebenarnya Akhi, secara konsep akidah, PKS itu awal tumbuh dari konsep Ikhwanul Muslimin (IM) di Mesir. Menurut fatwa-fatwa ulama yang saya baca (terutama Lajnah Daimah Saudi), posisi Ikhwanul Muslimin itu ialah sebagai bagian dari Ahlus Sunnah, Firqatun Najiyah, padanya ada keutamaan dan kesalahan, layaknya jamaah-jamaah Islam lainnya. Secara akidah, PKS pada mulanya masuk dalam domain itu.

    Tapi dalam perjalanan politik, terutama sejak tahun 2004 sampai saat ini, manuver-manuver para politikus PKS banyak yang merugikan atau membahayakan urusan-urusan dharuriyah kaum Muslimin (urusan agama, jiwa, harta, akal, keturunan kaum Muslimin). Maka kritik kita sebenarnya awalnya bukan bersifat akidah, tetapi lebih ke kebijakan politik. Tetapi kesini-sini, penyimpangan politiknya merembet ke urusan akidah dan manhaj. Misalnya, berkoalisi dengan partai non Muslim; mendahulukan syahwat kekuasaan daripada maslahat Ummat; bersikap sekularis (tidak pro Syariat Islam); tidak memenuhi janji-janji politiknya; menjadikan agama sebagai kendaraan politik; dll.

    Awalnya bukan koreksi akidah; tetapi seiring jalan, ambisi politik merusak akidah dan manhaj mereka. Demikian, semoga jelas ya. Wallahu a’lam bisshawaab.

    Admin.

  8. abisyakir mengatakan:

    @ Lukman Mubarak…

    Oh ya Akhi, saya tidak kenal ustadz tersebut secara pribadi, dari dulu sampai kini. Ustadz saya dari Jamaah Tarbiyah antara lain Ustadz Fithri dari Surabaya, Ustadz Iksal dari Pinrang Sulawesi, Ustadz Reza dari Banjarmasin. Seingat saya itu. Yang paling dekat dengan ustadz pertama dan kedua. Syukran jazakumullah khair.

    Admin.

  9. abdullah mengatakan:

    SUDAH JELAS dan tibalah saatnya BAGI ORANG2 DAN ORGANISASI YANG DITUDUH WAHABI untuk tidak memilih PKS lagi…..

  10. offshore banking mengatakan:

    okelah kalo begitu bung.. ayo angkat senjata ajak semua kaum muslimin utk berperang seperti pemahaman anda. biar mati semua trus dunia ini yang mimpin bangsa jin. ada saatnya bung kita menunjukkan kekuatan, nanti di saat kekuatan Islam melebihi atau minimal menyamai kekuatan bangsa kafir. kalo saat ini kita hanya minoritas. lebih baik dakwahi keluarga anda, kerabat, tetangga, masyarakat sekitar anda tinggal. ajak mereka menjadi kaum mu’minin. setelah itu ambil langkah yg lebih jauh! baca lagi deh strategi dakwah Rasululloh ketika awal2 diangkat menjadi Nabi.

  11. Hananto mengatakan:

    Pintar sekali anda menghujat hujat saudara sendiri. Apa yg membedakan diantara kaum muslimin selain takwanya kpd ALLAH SWT. Saya takut anda mendekati sifat kaum munafiqin. Jangan hancurkan ukuwah yg sudah retak…mari kita rekatkan kembali.

  12. Abu Abfana mengatakan:

    Aslmkmwrwb, sebelumnya, kami ucapkan Taqobalallahu minna wa minkum, shiyaamanaa wa shiyaamakum..,rame juga diskusinya…, ya akhi…abisyakir,,akan lebih elok,jika uneg2 ini antum sampaikan tulisan khusus kepada DPP PKS,..,dan untuk temen2 di PKS.., muga menjadi masukan berharga dalam tiap kritik yang muncul.., dan pada akhirnya…kepada Allah jualah pertanggungjawaban kita dalam tiap gerak dan langkah….

  13. iffaty mengatakan:

    @ abu Abfana : betul..sepertinya lebih tepat,,,menyampaikan langsung keorangnya/tabbayun langsung..dari pada menghibah…gk bener malah jadi fitnah..

  14. Fulan... mengatakan:

    Jadi teringat tulisan Majalah Saksi (2005) media PKS.
    Majalah SAKSI menulis :

    ” Di LIPIA, lembaga pendidikan tinggi milik Kerajaan Saudi yang ada di Jakarta, sudah lama mahasiswa-mahasiswa yang berafiliasi dengan IM di injak-injak dan terus-menerus diperlakukan diskriminan oleh sesama mahasiswa dan staf pengajar yang memiliki guru besar di Saudi. Ini bukan rahasia umum lagi”

    benarkah demikian?
    mereka(PKS) telah banyak menikmati fasilitas Saudi, tapi menulis di Majalah SAKSI bahwa mereka dizalimi oleh Saudi.
    kalau dizalimi kok tetap kuliah di situ?
    Jadi, siapa yang tidak tahu terima kasih?
    siapa yang harus tabayyun?

  15. Arema mengatakan:

    Alhamdullilah Tadz ….sampai sekarang ana masih wahabi

  16. abisyakir mengatakan:

    @ Arema…

    Barakallah fikum Bapak, semoga Allah selalu merahmati Bapak dan keluarga (dan kita semua). Amin ya Rahiim.

    Admin.

  17. tini mengatakan:

    iy saya rasa jangan berasumsi demikian, jangan memecah persatuan umat,klw mau kritik ke orangnya lah, khawtir jd fitnah. Kasihan umat ini dah terlalu penat dengan masalah konflik verbal dan fisik. Berbicaralah untuk mencerdaskan umat bukan membingungkan umat

  18. abisyakir mengatakan:

    @ Tini…

    Ya Mbak, kalau tidak mau “memecah-belah”, ya jangan menuduh orang lain (Wahabi) sebagai “pemecah-belah” Ummat. Itu saja masalahnya.

    Admin.

  19. wahabi mengatakan:

    Masyaallah tulisan admin.klo menjalankan kemurnian tauhid dianggap wahabi maka…panggilah sy wahabi :)

  20. wahabi mengatakan:

    @offshore banking,
    perasaan admin tdk ajak angkat senjata:) jd knp anda begitu panik ya?.nabi ketika di mekkah tdk angkat senjata krn tdk ada kekuatan tp nabi jg tdk menjual akidahnya,nabi konsisten thd yg haq dan batil tdk spt partai yg bunglon spt saat ini yg pada dasarnya krg percaya pertolongan allah swt jd ber strategi2 yg pd dasarnya menjual akidahnya hanya utk mengejar kuantitas demi kekuasaan.

  21. slamet mengatakan:

    aneh neh abi syakir… ditanya mana yg melanggar syariat tp jawaban hanya umum… secara detail mana yg melanggar… koalisi dgn non muslim melanggar? berarti rasulullah juga melanggar krn saat hijrah yg memiliki nilai dwah … beliau juga berkoalisi dgn org kafir sbg penunjuk jalan ke madinah…pernyataan Bukan Wahabi dianggap memfitnah …aneh apa salahnya” …justru tulisan anda gibah dan mengarah ke fitnah…

  22. abisyakir mengatakan:

    @ Slamet…

    Menjalin koalisi dengan orang kafir, berbeda dengan mengikat perjanjian damai dengan mereka. Itu berbeda. Kalau koalisi, dilihat dulu persoalannya.

    [1]. Pada dasarnya koalisi itu hanya dengan sesama Mukmin, bukan dengan orang kafir. Dalilnya, “Innamal mukminuna ikhwah” atau “Al mukminuna wal mukminati ba’dhuhum auliya’u ba’dhin”. Jadi koalisi itu pada awalnya hanya dengan sesama Mukmin, bukan dengan orang kafir.

    [2]. Nabi Saw dan Khulafaur Rasyidin, pada dasarnya TIDAK PERNAH koalisi dengan orang kafir. Tetapi kalau mengikat perjanjian damai dengan orang kafir, Nabi Saw melakukannya, misalnya melalui Piagam Madinah dan perjanjian Hudaibiyah. Tetapi itu bukan koalisi, melainkan mengikat perjanjian damai, berjanji tidak saling menyerang satu sama lain.

    [3]. Kalau koalisi itu kan persekutuan. Koalisi dengan orang kafir, berarti bersekutu dengan mereka. Justru, orang kafir itu yang bersekutu dalam menghadapi kaum Muslimin. Contohnya, saat perang Ahzab. Mereka bersekutu membentuk koalisi Al Ahzab, terdiri dari musyrikin Quraisy, kabilah-kabilah Arab Badui, dan Yahudi Bani Quraidhah. Atas persekutuan seperti ini Nabi Saw dalam salah satu doanya mendoakan mereka: “Allahumma ihzim al ahzab wa zalzilhum” (ya Allah, hancurkan pasukan ahzab dan guncangkan mereka). Kaidah yang dipakai disini bahwa: “Al kufru millahu wahidah” (kekafiran itu adalah millah yang satu); maka persekutuan dengan orang kafir serupa dengan bersekutu dengan kekufuran itu sendiri.

    [4]. Namun dalam kondisi tertentu, Islam membolehkan bersekutu dengan orang kafir, dalam rangka menghadapi orang kafir lainnya. Kaidahnya, “Lawan musuhmu, adalah kawanmu juga.” Dalam perjanjian Hudaibiyah, Nabi Saw pernah bersekutu dengan kabilah Arab tertentu, untuk menghadapi musyrikin Makkah yang juga berkoalisi dengan kabilah Arab tertentu. Kabilah yang menjadi sekutu Muslim itu belum masuk Islam, tetapi mereka terkenal permusuhannya terhadap musyrikin Makkah.

    Singkat kata, secara umum hubungan antar Muslim dengan kafir, bukan hubungan koalisi, tetapi hubungan dakwah; kita mendakwahi mereka agar masuk Islam. Namun dalam kondisi tertentu, jika sangat dibutuhkan, boleh berkoalisi dengan orang kafir, dalam rangka menghadapi kafir lainnya.

    Dalam konteks Pilkada Jakarta 2012 (misalnya), kaum Wahabi tidak ikut-ikutan sama sekali dengan even pilkada itu; tapi oleh PKS Wahabi dianggap sebagai “faktor pemecah-belah” ummat. Dalam banyak even pemilu, PKS mau koalisi dengan orang kafir; tetapi terhadap saudaranya sendiri, mereka bersikap sinis. Ini justru sikap “koalisi” yang aneh.

    Admin.

  23. ferdiansyah mengatakan:

    Yg d perlukan skarng adlah jgn terlalu mudah mengucapkan bid’ah kpd ormas lain, dgn alasan dalil qur ‘an & hadist menurut pemahaman sndiri, ibadahlah dgn benar krn setiap ucapan itu doa,

  24. asep mengatakan:

    saya mengagumi sayid muhammad bin alwi almaliky…alfateha..

  25. Hardiono mengatakan:

    Suatu siang tahun 1999. Saya terlambat datang ke masjid untuk sholat duhur. Tapi ternyata saya tidak sendirian. Ada empat orang lain yang terlambat juga. Saya dan mereka belum pernah berkenalan, tapi kami saling mengetahui siapa dan bagaimananya.

    Mereka membuat saf, dan saya berdiri di samping mereka. Tapi di luar dugaan, mereka malah memandang saya, dan salah seorang dari mereka berkata pada saya dengan tersenyum “anda yang menjadi Imam”.

    Sulit untuk percaya hal ini. Mereka dari gerakan Tarbiyah, aktivis Muslim, sedangkan saya hanya Muslim awam yang pengetahuan Islamnya … ya begitulah. Mereka berempat, saya hanya sendiri. Tapi hal itu tidak membuat mereka merasa berkuasa atau lebih baik dari saya. Dan untuk pertama kalinya dalam hidup, saya yang sholat dengan tangan di perut memimpin jamaah yang semuanya sholat dengan tangan di dada, sesuatu yang menjadi ciri khas kalangan yang dikenal anti “TBC”.

    Peristiwa itulah yang membuat saya ingin mengenal mereka lebih dekat. lalu saya mulai mengamati kegiatan mereka, mulai berkenalan dengan mereka, kemudian berkampanye untuk mereka, dan memilih mereka dalam pemilu.

    Hal apa dari mereka yang membuat saya terkesan? …. ukhuwah !. Saya merasakan sebuah persaudaraan antar Muslim yang mana perbedaan bukanlah alasan untuk berpecah belah. Yang saya rasakan, mereka memegang prinsip bekerjasama dalam hal-hal yang disepakati, dan saling memaklumi untuk hal-hal yang tidak disepakati.

    Lalu di tahun 2004 saat mereka berganti nama, saya tetap memilih mereka. Begitupun tahun 2009, meskipun sebenarnya saya bisa merasakan bahwa mereka telah banyak berubah.

    Ya, mereka adalah Partai keadilan yang kemudian menjadi Partai Keadilan Sejahtera.

    Apakah PKS Wahabi?. Saya tak bisa menjawab. Tapi kalau ada yang menuduh bahwa PKS berniat menghilangkan kegiatan seperti tahlilan, yasinan, maulid di masyarakat, saya rasa ini adalah tuduhan yang terlalu berlebihan.

  26. polos mengatakan:

    Apakah nanti di akherat akan di tanya oleh malaikat Apakah kamu Syiah? Apakah kamu Wahabi? Apakah kamu NU? Apakah kamu Muhammadyah? Apakah kamu Ahlul Sunnah? Apakah kamu ber mazab Syafii? Apakah kamu bermahzab Hambali? Apakah kamu bermahzab Hanafi?

    Mengapa sangat suka mencela orang lain atau kelompok lain dan sangat suka menyanjung kelompok sendiri atau diri sendiri

  27. abisyakir mengatakan:

    @ Polos…

    Apakah nanti di akherat akan di tanya oleh malaikat Apakah kamu Syiah? Apakah kamu Wahabi? Apakah kamu NU? Apakah kamu Muhammadyah? Apakah kamu Ahlul Sunnah? Apakah kamu ber mazab Syafii? Apakah kamu bermahzab Hambali? Apakah kamu bermahzab Hanafi? Mengapa sangat suka mencela orang lain atau kelompok lain dan sangat suka menyanjung kelompok sendiri atau diri sendiri.

    Jawab:

    Dalam Surat Al Baqarah ada ayat yang bunyinya begini: “Wa kadzalika ja’alnakum ummatan wasathan li takunuu syuhada’a ‘alan naasi wa yakunur rasulu ‘alaikum syahida” (dan demikianlah Kami jadikan kalian -ummat Islam- sebagai ummat yang adil dan pertengahan, agar kalian menjadi saksi atas ummat-ummat yang lain, dan agar Rasul itu -Nabi Muhammad Saw- menjadi saksi atas kalian).

    Dari ayat ini jelas bahwa nanti kaum Muslimin di Akhirat akan menjadi SAKSI atas sekalian ummat beragama dan non beragama yang ada di dunia ini, sejak awal sampai akhir. Benar-tidaknya, lurus-bengkoknya, adil-zhalimnya ummat-ummat lain akan diperbandingkan dengan amalan kaum Muslimin. Begitu juga Rasulullah Saw akan menjadi SAKSI atas kaum Muslimin seluruhnya, apapun organisasi, jamaah, madzhab, maupun sektenya. Semuanya akan dipersaksikan oleh Nabi Saw, apakah sesuai ajaran beliau atau tidak.

    Kalau Anda tanya, apakah nanti manusia akan ditanya tentang ormas, madzhab, atau sektenya; ya tentunya tidak. Tetapi mereka akan ditanya KESESUAIAN ajaran hidupnya dengan STANDAR NABI Saw. Untuk mengetahui apakah kita sesuai standar itu atau tidak; ya melalui ilmu Syariat (kajian Al Qur’an, As Sunnah, dan manhaj beragama para Salafus Shalih).

    Mengapa standarnya Ilmu Syariat?

    Pertama, karena dalam An Nisaa’ 59 kita diperintahkan merujuk kepada Allah (Al Qur`an) dan Rasul-Nya (Hadits Nabi), bila terjadi suatu perselisihan dalam masalah apa saja.
    Kedua, karena Nabi Saw telah meninggalkan dua perkara yang manusia tidak akan tersesat selama berpegang kepada keduanya, yaitu Kitabullah dan Sunnah-nya.
    Ketiga, karena Nabi Saw telah menjamin, bahwa ummat Islam tidak akan bersepakat di atas kesesatan. Bahkan beliau menjamin bahwa pemahaman yang lurus itu akan senantiasa terpelihara. Itulah yang disebut para ulama sebagai madzhab Ahlus Sunnah Wal Jamaah.

    Bila Anda menemui organisasi apapun yang sesuai madzhab Ahlus Sunnah Wal Jamaah, apapun namanya, insya Allah kelak akan lebih memudahkan ketika Nabi Saw bersaksi atas sikap keagamaan kita selama di dunia.

    Demikian, alhamdulillah dan terimakasih.

    Admin.

  28. Hasni mengatakan:

    LDII hampir sm dgn wahabi???
    Di ldii diajarkan untuk berpegang teguh pd Al quran dn Sunnah,,anti bid’ah,tahayul,khurafat,dn Syirik
    Pengajianx pun cm Al quran dan hadis(bukhori,muslim,ibnu majah,ahmad,abi dawud,tirmidzi dll)
    Tp knp orng wahabi salafi masih ada yg menyesatkan mereka???

  29. abisyakir mengatakan:

    @ Hasni…

    Kesesatan LDII, antara lain:

    * Mengkafirkan Muslim lain non anggota LDII.
    * Menolak sumber ilmu lain, selain ilmu yang berasal dari ustadz2 LDII (ilmu dengan cara manqul ke ustadz LDII).
    * Mereka menetapkan syarat BAI’AT, IMAMAH, JAMAAH. Orang-orang yang tidak memenuhi syarat ini dianggap amal-amalnya tidak sah.
    * Menganggap jasad, tubuh, kulit orang non LDII sebagai najis, sehingga harus dicuci kalau bersentuhan, harus dibasuh kalau mengenai barang-barang orang LDII. Ini sangat ghuluw.
    * Tidak mau muamalah, atau menghindari muamalah dengan Muslim non LDII.

    Rujukan ilmunya hampir sama, kalau tidak dikatakan sejalan; tetapi pemikiran2 seperti itu yang membuat mereka sesat-menyesatkan.

    Admin.

  30. tammy mengatakan:

    sebenarnya kalo ditanya pendapat itu ,, jawabannya tidak ada yg salah dan benar ,
    untuk masalah yasinan dan muludan nampaknya perlu tinjauan lebih terhadap pengertian dan dasar-dasarnya. karena belum tentu anda tahu dan mengerti bukan ?. wallahu’alam bissowab.

  31. iroq mengatakan:

    Bagaimana dengan NII

  32. Hasni mengatakan:

    Apakh anda sdh bertanya langsung ke ustad di LDII????
    Apakh anda berani bertanggung jawab atas nama Alloh bahwa apa yg anda katakan bukan Fitnah???

  33. abisyakir mengatakan:

    @ Hasni…

    Ya untuk tahu tidak mesti bertanya ke ustadz2 LDII, tapi bisa melalui pengalaman interaksi dan melihat sikap hidup mereka. Hal-hal seperti itu sudah sering disampaikan di berbagai kesempatan, termasuk lewat buku-buku. Ya, kita berani bertanggung-jawab kepada Allah, untuk mengingatkan kesesatan ini. Bukti kecil, LDII itu punya masjid sendiri, dimana saja, khusus untuk jamaah mereka. Mereka tidak bermakmum kepada orang2 di luar LDII. Kita saja sulit mau memakai masjid mereka, karena khawatir setiap masuk kesana, nanti akan di-pel lagi lantainya.

    Admin.

  34. hariy mengatakan:

    pangeran diponegoro dan pengikutnya wahabi? yg bener aja bro.., sebab perang diponegoro meletus itu belanda mau bikin jalan yg harus meratakan makam leluhur p.diponegoro sehingga beliau menentang keras upaya belanda tsb. (apakah itu ciri2 wahabi ??? sama sekali tidak…) lihat beliau memakai keris..(pusaka jawa) apa wahabi percaya mistik ?? tidak lah…,,,, mknya kalau nulis jgn asal copy paste. ya jdnya ngawur gitu.

  35. abisyakir mengatakan:

    @ Hariy…

    Lho, yang menulis kaitan antara Diponegoro dengan Wahabi itu Prof. Buya Hamka rahimahullah, sosok ulama Nusantara dan muarrikh (sejarawan) juga. Malah kata beliau, pengaruh dakwah Wahabi sudah muncul lebih dulu ke internal Kraton Mataram, sebelum ke Diponegoro.

    Adapun soal makam leluhur, ada beberapa asumsi: a. Menurut sebagian sejarawan Islam, tidak mungkin perang itu semata-mata hanya soal makam; tetapi lebih karena benturan akidah. Teori perang Diponegoro karena soal makam, itu dikembangkan sejarawan Belanda. b. Andaikan teori itu diterima, tidak ada salahnya kita pertahankan kehormatan makam kaum Muslimin dari tindak kezhaliman atasnya. Bukankah makam-makam kaum Muslimin juga termasuk kehormatan Ummat, sehingga Nabi selalu mengajarkan agar kita mengucapkan salam kepada ahli kubur ketika menemukan makam kaum Muslimin? Itu berbeda dengan memuja makam, menyembah, atau ngalab berkah padanya.

    Adapun soal keris…memang apa salahnya suatu kaum punya senjata tradisional dengan bentuk tertentu? Apakah WAJIB semua manusia punya bentuk senjata berupa pedang yang lurus-lurus? Wajibkah, wahai manusia…? Aceh punya rencong, orang Sunda punya kujang, orang Jawa punya keris (keris ada yang lurus dan ada yang belok-belok), Banten punya golok, Dayak punya mandau, dll. Hal demikian tidak harus dipahami sebagai MISTIK. Kecuali, kalau alat-alat senjata itu lalu diikat dengan kekuatan sihir (jin), itu baru masalah.

    Kita tidak copy paste lho, juga tidak ngawur seperti tuduhan Anda. Malah kawan kami pernah dialog dengan sebagian keturunan Diponegoro di Yogya. Dalam dialog itu dia mengaku sangat kecewa dengan klaim bahwa perang Diponegoro hanya dilandasi masalah sentimen kekeluargaan, seperti teori yang ditulis oleh sejarawan Belanda itu. Apa Anda seringan itu menuduh kami bersikap ngawur…? Berhati-hatilah kawan, setiap kedengkian dan amarahmu, ada yang mengawasinya. Yaitu, Malaikat pencatat amal manusia. Kalau dirimu tidak lebih mulia dari kami, berhati-hatilah…jaga lisan dan tulisanmu baik-baik…

    Admin.

  36. Hasni mengatakan:

    Kan ada dalilx mas bahwa Islam akan trbagi mnjadi 73 golongan dan hanya 1 yg benar,,,klo LDII yakin mereka adlh golongn yg benar trus yg lain salah apa itu sesat????? Insya Alloh anda tau kan dalil…
    klo wahabi blum yakin ya,,bahwa mereka adalh golongn yg benar itu????

  37. abisyakir mengatakan:

    @ Hasni…

    Nah, itu masalahnya…ada hadits 73 golongan, lalu golongan yang selamat adalah satu (firqatun najiyyah)… Tidak boleh kita mengklaim bahwa golongan kita yang selamat, lalu yang selebihnya sesat (di neraka). Nah, paham demikian yang bisa menyesatkan. Hadits 73 golongan itu kan menerangkan Manhaj/Metode kalau tidak mau sesat yaitu, komitmen dengan Sunnah dan Jamaah; bukan ngaku-ngaku dirinya paling selamat, sedang yang lain sesat.

    Admin.

  38. Tedy Hadian mengatakan:

    ana lebih pilih PKS dari pada PDS…aaaaaaaneh kalo dari saudara kita sendiri yang sedikit berbuat kesalahan sesama kita senang sekali membuka aibnya, tapi kalo orng di luar meski bejibun berbuat salah tetap aja kita pilih, afwan naudzubillah mudah2an bukan indikasi bahwa kita lagi “sakit nurani”.

  39. abisyakir mengatakan:

    @ Tedy Hadian…

    Menjadikan kaum Wahabi sebagai sasaran tembak, disudutkan, itu bukan kesalahan kecil Pak. Itu kesalahan berat, karena telah memecah-belah barisan Ahlus Sunnah di negeri ini. Jabatan gubernur yang diraih, kalau bisa diraih, tak ada artinya dibandingkan “pemecah-belahan” barisan ummat itu. Bukan “sakit nurani”, tapi meluruskan yang tidak bener. Kecuali kalau Anda menoleransi segala ketidak-benaran, atas nama fanatisme kelompok. Itu beda.

    Admin.

  40. IWAN mengatakan:

    KITA HARUS DUKUNG PARTAI ISLAM DI NEGERI INI…SEBAB MAYORITAS KITA ADALAH ISLAM.. JANGAN TERPECAH2…PARTAI ISLAM YANG PALING AMANAH MENURUT SAYA ADALAH PKS…YANG LAEN BELUM…….

  41. Khoirul mengatakan:

    wahabi adalah islam, pks adalah islam, suni adalah islam, XXXX adalah islam, alusunah adalah islam jadi partainya harus PKS..

    Note: edited by admin.

  42. PREMANDEPOK mengatakan:

    GUA SIH JELAS AJA DAH PKS AMA PAN ITU JELAS WAHABI. MRK ITU ANTEK2 KERAJAAN ARAB — MRK PENGUSUNG KILAFAH ATAU SYARIAT ISLAM — ITU FAKTA DILAPANGAN KAYA GITU

  43. husnul muttaqim mengatakan:

    Jangan saling memojokkan kita Ĩήΐ sesama muslim tuhan kita satu اللّهُ SWT nabi kita Muhammad SAW kitab kitapun satu Al Quran.

  44. يوداس اسك mengatakan:

    jadi teringat sejarah PKI yang katanya di tunggangi oleh rusia dan china, akhirnya amerika ikut campur untuk menggempur indonesia dari dalam, dengan menggerakkan tentara untuk kudeta, dengan berbagai fitnah terhadap sukarno dan komunis, bahkan sampai sekarang sukarno masih di anggap komunis karena dukungan ke PKI,

    apakah PKS dan wahabi ada kepentingan luar,,,,,,,,???
    lihatlah sejarah iraq dan iran, pakistan dan afganistan dll,,,,apakah itu ada campur tangan bangsa barat???

  45. abisyakir mengatakan:

    @ Yudas…

    Apa ada kepentingan pihak luar?

    Ya, sejak lama bangsa Indonesia memang tidak mandiri. Bangsa kita banyak dipengaruhi kepentingan luar. KH. Hasyim Muzadi pernah memperingatkan bahaya gerakan Islam transnasional; lalu pernyataan itu didukung tokoh2 liberalis seperti Azyumardi Azra dan lain-lain. Padahal NU sendiri asalnya adalah “produk pengajian” di Makkah; begitu pun orang2 liberal juga produk Barat. Soekarno itu pengikut sejati Karl Marx, konsep ideologi PKI juga produk asing, dan seterusnya. Intinya, orang Nusantara tidak memiliki ideologi asli. Bahkan Hindu Budha, juga dari India dan China.

    Kalo bicara ideologi asing, nyaris tidak ada local genuine di negeri kita. Bahasa Indonesia sendiri sangat dipengaruhi oleh kosa kata bahasa Arab, bahasa Melayu, bahasa inggris, bahasa belanda, juga bahasa-bahasa daerah. Itu adalah contoh mudah di depan mata.

    Admin.

  46. Fulan 2 mengatakan:

    assalamualaikum tad…
    berdiskusi dan bermusyawarah itu baik..ana dukung itu…kalo ana melihat dari perjalanan berdirinya PKS bahwa memang benar mereka berbasiskan akar rumput dari kaum wahabi…kalo mereka mengingkari berarti mereka ingkar akan rahim ibu dari mana mereka dilahirkan…
    setiap parpol yg ada di indonesia dari dahulu sampai skarang pembentukannya berdasarkan basis masa yang mereka punya…contoh :
    1. PKB berdasarka basis masa kaum nahdliyin
    2. PAN berdasarkan basis masa kaum muhammadiyah
    3. PDS berdasarkan basis masa kaum nasrani
    4. PDIP berdasarkan basis masa kaum sosialis / nasionalis
    5. GOLKAR berdasarkan basis masa kaum fungsionalis / kaum
    karya murni
    6. PKS berdasarkan basis masa kaum wahabi

    dan banyak lagi parpol yang berdasarkan akar rumput masing2…jadi kalo sudah sdh demikian kenapa harus malu dan dan terkesan bersembunyi….ana sendiri warga nahdliyin tad,bagi ana kalo masalah khilafiyah tak akan habis kalo selalu dipertentangkan…antum punya pandangan sendiri dan ana juga punya prinsip sendiri…ana tidak membenci antum punya pendapat dan antum juga seharusnya tidak menyalahkan ana punya pendapat…yang ana takutkan kalo antum seperti itu terus malah tambah akan menjadikan ukhwah diantara islam jadi bertambah rusak….
    Rasulullah صلى الله عليه وسلم bersabda:
    لاَ تَحَاسَدُوا وَلاَ تَنَاجَشُوا وَلاَ تَبَاغَضُوا وَلاَ تَدَابَرُوا وَلاَ يَبِعْ بَعْضُكُمْ عَلَى بَيْعِ بَعْضٍ وَكُونُوا عِبَادَ اللَّهِ إِخْوَانًا الْمُسْلِمُ أَخُو الْمُسْلِمِ لاَ يَظْلِمُهُ وَلاَ يَخْذُلُهُ وَلاَ يَحْقِرُهُ التَّقْوَى هَاهُنَا وَيُشِيرُ إِلَى صَدْرِهِ ثَلاَثَ مَرَّاتٍ بِحَسْبِ امْرِئٍ مِنَ الشَّرِّ أَنْ يَحْقِرَ أَخَاهُ الْمُسْلِمَ كُلُّ الْمُسْلِمِ عَلَى الْمُسْلِمِ حَرَامٌ دَمُهُ وَمَالُهُ وَعِرْضُهُ. (رواه مسلم)
    Janganlah kalian saling mendengki, janganlah saling mencurangi, janganlah saling membenci, janganlah saling membelakangi dan janganlah sebagian kalian menjual atas penjualan sebagian yang lainnya. Jadilah kalian hamba-hamba Allah yang bersaudara! Seorang muslim adalah bersaudara, janganlah mendhaliminya, merendahkannya dan janganlah mengejeknya! Takwa ada di sini -beliau menunjuk ke dadanya tiga kali-. Cukup dikatakan jelek seorang muslim, jika ia menghinakan saudaranya muslim. Setiap muslim atas muslim lainnya haram darahnya, harta dan kehormatannya. (HR. Muslim)

    mohon maaf bila ada kesalahan…
    wassalamualaikum

  47. Hardiono mengatakan:

    @ Anonymous

    Apakah akhwat PKS bercadar?. Tidak kan?. Sedangkan para wanita Wahabi wajib bercadar. Maka jangan bilang PKS berbasis Wahabi.

    Kita tidak bisa mengatakan seseorang adalah Wahabi hanya karena dia anti ritual ritual seperti tahlilan, yasinan, muludan, karena yang bisa disebut Wahabi adalah mereka yang benar-benar ‘sejalan’ dengan Shaykh Muhammad bin Abdul Wahab, bukan hanya ‘sejalan’ dalam beberapa hal saja. Jika anda ingin tahu siapa yang disebut kaum Wahabi masa kini, maka anda bisa melihat kaum Salafi Saudi dan para pengikutnya di Indonesia.

    PK (kemudian PKS) didirikan oleh gerakan Tarbiyah di kampus-kampus. Dan apakah gerakan Tarbiyah adalah Wahabi?.

    Wahabi sangat anti dengan bidah, dan mereka sangat terobsesi untuk membersihkan Islam dari hal-hal yang tidak ada dalam Sunnah. Gerakan Tarbiyah?. Mereka kurang atau bahkan (hampir) tidak tertarik dengan ini, karena mereka lebih tertarik dengan wacana membangun umat, termasuk melalui jalur politik.

    Wahabi terobsesi dengan zaman Salafus-Salih. Sedangkan orang-orang di gerakan Tarbiyah lebih memilih zaman keemasan Andalusia sebagai contoh kemajuan umat.

    Dan masih banyak lagi perbedaan antara wahabi dengan gerakan Tarbiyah di Indonesia.

    —-

    Dalam komentar sebelumnya saya memilih untuk tidak mengatakan apakah PKS Wahabi atau bukan. Tapi sekarang saya pikir lebih baik jika saya mengatakan yang sebenarnya bahwa PKS bukan Wahabi. Meskipun saya menyayangkan sikap PKS yang menyudutkan Wahabi.

  48. adi mengatakan:

    sudahlah gak usah ribut2..kita bangun negeri ini bersama sama,kalau salafy fokus di dakwah tauhid ya oke,kalau pks mau mbenahi negara ya silahkan…saya ngaji di salafy dan aktif di pks,keduanya bisa bersinergi…contohlah mesir,salafy yang awalnya alergi dengan politik toh akhirnya terjun juga karena tau banyak kemaslahatannya disana,im dan salafy jg bersatu padu dengan mesra menegakkan islam disana,jangan hanya ribut dengan perbedaan toh kesamaannya lebih banyak..di pks awal awal ngaji yang ditekankan juga tauhid,menjauhi syirik,tauhid uluhiyah,rububiyah dan asma wa sifat sama saja dengan salafy,mempercayai bahwa Alloh berada di atas arsy,menjauh dari bid’ah2…cuma dalam prakteknya karena kita ini hidup dlm masyarakat yang majemuk jadi juga harus toleran dan moderat karena ini juga sebagai strategi dakwah,

  49. abisyakir mengatakan:

    @ Fulan 2…

    Wa’alaikumsalam warahmatullah wabarakaatuh. Terimakasih atas komentar dan masukannya.

    Admin.

  50. hadi mengatakan:

    Enak saja mengklam sentot ali basyah dan pangeran diponegoro wahabi… anda bicara tanpa fakta, hanya main klaim saja..

  51. hadi mengatakan:

    Jaman Diponegoro belum ada wahabi, yang ada adalah guru2 nya kyai NU. ini ada cerita tentang anak salah satu pemimpin perlawanan Diponegoro terhadap Belanda.

    Setiap tanggal 10 Syawal makam Kyai
    Saleh Darat banyak dikunjungi peziarah
    dari berbagai kota pesisir pantai utara
    Jawa Tengah , seperti Tegal, Solo,
    Pekalongan, Kendal, Kabupaten
    Semarang, Demak, Pati, dan Grobogan.
    Pengunjung kebanyakan datang pagi-
    pagi, namun sebagian sudah menginap
    di tempat itu beberapa hari
    sebelumnya. KH. Saleh Darat
    merupakan sosok ulama yang memilki
    andil besar dalam penyebaran Islam di
    Pantai Utara jawa Khususnnya di
    Semarang. Lahir di Desa Kedung
    Jumbleng, Kecamatan Mayong, Jepara,
    sekitar tahun 1820. Dalam kitab-kitab
    yang ditulisnya, dia menggunakan
    nama Syeikh Haji Muhammad Shalih
    bin Umar Al-Samarani. Sebutan kata
    ”Darat” di belakang namanya adalah
    sebutan masyarakat untuk
    menunjukkan tempat dia tinggal, yakni
    di Kampung Darat, Kelurahan
    Dadapsari, Semarang Utara. Ayahnya,
    KH Umar, adalah ulama terkemuka
    yang dipercaya Pangeran Diponegoro
    dalam perang melawan Belanda di
    wilayah pesisir utara.
    Makam Kiai Saleh Darat di TPU Bergota
    Semarang
    Sosok Pendidik
    Banyak satri yang belajar kepada beliau
    untuk memperdalam ilmu dan menjadi
    ulama besar yang menyebarkan ajaran
    Islam, bahkan dua orang murid menjadi
    ulama terkenal yaitu KH Hasyim Asy’ari
    yang kemudian mendirikan Nahdlatul
    Ulama (NU) dan KH Ahmad Dahlan
    (pendiri Muhammadiyah) selain itu ada
    juga KH Mahfudz (pendiri Pondok
    Pesantren Termas, Pacitan), KH Idris
    (pendiri Pondok Pesantren Jamsaren,
    Solo), KH Sya’ban (ulama ahli falaq dari
    Semarang), Penghulu Tafsir Anom dari
    Keraton Surakarta, KH Dalhar (pendiri
    Ponpes Watucongol, Muntilan), dan Kiai
    Moenawir (Krapyak, Yogyakarta).Selain
    itu beliau juga merupakan guru
    spiritualitas RA. Kartini. Dengan
    demikian dapat dikatakan, Kiai Saleh
    Darat merupakan guru bagi ulama-
    ulama besar di Tanah Jawa. Bahkan
    Nusantara.
    Kiai Saleh Darat memperingatkan
    kepada orang yang tidak memiliki ilmu
    pengetahuan dalam keimanannya,
    bahwa ia akan jatuh pada pemahaman
    atau keyakinan yang sesat. Dalam Kitab
    Tarjamah Sabil al-‘Abid ‘Ala Jauharah al-
    Tauhid, KH Sholeh Darat memberikan
    nasehat bahwa, orang yang tidak
    mempunyai ilmu pengetahuan sama
    sekali dalam keimanannya, akan jatuh
    pada paham dan pemahaman yang
    sesat. Sebagai misal, paham kebatinan
    menegaskan bahwa amal yang diterima
    oleh Allah Ta ’Ala adalah amaliyah hati
    yang dipararelkan dengan paham
    manunggaling kawulo Gusti-nya Syaikh
    Siti Jenar dan berakhir tragis pada
    perilaku taklid buta. Iman orang taklid
    tidak sah menurut ulama muhaqqiqin,
    demikian tegasnya. Lebih jauh
    diperingatkan juga, agar masyarakat
    awam tak terpesona oleh kelakuan
    orang yang mengaku memiliki ilmu
    hakekat tapi meninggalkan amalan-
    amalan syariat lainnya, seperti sholat
    dan amalan fardhu lainnya.
    Kemaksiatan berbungkus kebaikan
    tetap saja namanya kebatilan, demikian
    inti petuah religius beliau.
    Sebagai ulama yang berpikiran maju, ia
    senantiasa menekankan perlunya
    ikhtiar dan kerja keras, setelah itu baru
    bertawakal, menyerahkan semuanya
    pada Allah. Ia sangat mencela orang
    yang tidak mau bekerja keras karena
    memandang segala nasibnya telah
    ditakdirkan oleh Allah SWT. Ia juga tidak
    setuju dengan teori kebebasan manusia
    yang menempatkan manusia sebagai
    pencipta hakiki atas segala perbuatan.
    Tradisi berpikir kritis dan mengajarkan
    ilmu agama ini terus dikembangkan
    hingga akhir hayatnya.
    Tulisan Kyai Saleh Darat
    KH Saleh darat banyak menulis kitab-
    kitab dengan menggunakan bahasa
    PEGON ( hurup Arab dengan
    menggunakan Bahasa Jawa) Bahkan
    Dialah pelopor penulisan buku-buku
    agama dalam bahasa Jawa. Beliau pula
    yg menterjemahkan Alquran yakni Kitab
    Faid ar-Rahman yang merupakan Tafsir
    pertama di Nusantara yang ditulis
    dengan Hurup Pegon, Terjemahan
    Alquran dalam aneka versi bahasa,
    bukan hal asing lagi sekarang. Pada
    Jaman itu pemerintah Hindia Belanda
    membuat larangan penterjemahan
    kitab suci Al-Qur’an akan tetapi beliau
    mampu mensiasati situasi demikian
    dengan menulisnya karyanya
    menggunakan arab jawa atau Pegon
    maka dengan demikian tidak diketahui
    oleh Belanda. Karya karya beliau
    lainnya adalah Kitab Majmu’ah asy-
    Syariah, Al Kafiyah li al-’Awwam (Buku
    Kumpulan Syariat yang Pantas bagi
    Orang Awam), dan kitab Munjiyat (Buku
    tentang Penyelamat) yang merupakan
    saduran dari buku Ihya’ ‘Ulum ad-Din
    karya Imam Al Ghazali, Kitab Al Hikam
    (Buku tentang Hikmah), Kitab Lata’if at-
    Taharah (Buku tentang Rahasia
    Bersuci), Kitab Manasik al-Hajj, Kitab
    Pasalatan, Tarjamah Sabil Al-’Abid ‘ala
    Jauharah at-Tauhid, Mursyid al Wajiz,
    Minhaj al-Atqiya’, Kitab hadis al-Mi’raj,
    dan Kitab Asrar as-Salah.Hingga kini
    Karya-karya beliau masih di baca di
    pondok-pondok pesantren Di jawa.
    Mempengaruhi Pemikiran RA. Kartini
    KH Saleh Darat sangat mempengaruhi
    pemikiran pejuang wanita Indonesia
    yaitu RA Kartini, hadiah paling berharga
    dalam pernikahannya adalah kitab-kitab
    yang diterjemahkan dengan huruf
    pegon dengan demikian RA Kartini
    mampu mempelajari ayat-ayat Al-
    Qur’an. Judul tulisannya “Habis Gelap
    Terbitlah Terang” terinspirasi dari
    penggalan ayat : “mina dzulumati ila
    nur”. Kartini sungguh girang menerima
    hadiah itu, dalam kesempatan
    mengikuti pengajian Kyai Saleh Darat di
    Pendopo Kasultanan Demak
    mengungkapkan: ”Selama ini surat Al
    Fatihah gelap bagi saya, saya tidak
    mengerti sedikit pun akan maknanya,
    tetapi sejak hari ini ia menjadi terang
    benderang sampai kepada makna yang
    tersirat sekali pun, karena Romo Kiai
    menjelaskannya dalam bahasa Jawa
    yang saya pahami”.

  52. Hardiono mengatakan:

    Hadi menulis
    (Jaman Diponegoro belum ada wahabi, yang ada adalah guru2 nya kyai NU.)

    Hardiono: Mas Hadi, Wahabi sudah ada di Nusantara pada jaman Diponegoro, meskipun baru di Sumatra barat, belum sampai ke Jawa. Dan juga di jaman Diponegoro, NU belum berdiri.

  53. abisyakir mengatakan:

    @ Hadi…

    Sumbernya, dari tulisan Buya Hamka untuk Dipongoro dan kerjasamanya Sentot dengan pejuang Islam Paderi. Terimakasih.

    Admin.

  54. Hendra mengatakan:

    saya mengamatinya seperti kebencian yang berlebihan. hati2 ah…
    Janganlah kalian saling mendengki, janganlah saling mencurangi, janganlah saling membenci, janganlah saling membelakangi dan janganlah sebagian kalian menjual atas penjualan sebagian yang lainnya. Jadilah kalian hamba-hamba Allah yang bersaudara! Seorang muslim adalah bersaudara, janganlah mendhaliminya, merendahkannya dan janganlah mengejeknya! Takwa ada di sini -beliau menunjuk ke dadanya tiga kali-. Cukup dikatakan jelek seorang muslim, jika ia menghinakan saudaranya muslim. Setiap muslim atas muslim lainnya haram darahnya, harta dan kehormatannya. (HR. Muslim)

  55. hamba mengatakan:

    Ah… Wahabi cuma cocok di kerajaan arab, di indonesia NO……..!

  56. abisyakir mengatakan:

    @ hamba…

    Seolah yang punya Indonesia, bumi, dan kehidupan ini kamu ya! Kasihan sekali. Kamu tidak punya apa-apa. Bangsa Indonesia tak punya apa-apa. Semua yang di langit dan bumi, adalah milik Allah Ta’ala.

    Admin.

  57. Adil mengatakan:

    @Hardiono menulis:
    “Wahabi terobsesi dengan zaman Salafus-Salih. Sedangkan orang-orang di gerakan Tarbiyah lebih memilih zaman keemasan Andalusia sebagai contoh kemajuan umat.”

    Zaman keemasan Islam adalah zaman salafus-salih mas, nabi saw sendiri kok yang menyatakan merekalah generasi terbaik.

  58. Huda mengatakan:

    Berhati-hatilah terhadap segelintir muslim yang merasa kaum muslim lainnya telah berhukum dengan hukum thagut karena mereka dapat termasuk orang-orang seperti Dzul Khuwaisarah dari Bani Tamim an Najdi

    Rasulullah shallallahu alaihi wasallam telah bersabda bahwa akan terus bermunculan orang-orang seperti Dzul Khuwaisarah dari Bani Tamim an Najdi yakni mereka yang m…enyempal keluar (kharaja) dari mayoritas kaum muslim (as-sawad al a’zham ) sehingga disebut kaum khawarij. Khawarij adalah bentuk jamak (plural) dari kharij (bentuk isim fail) artinya yang keluar.

    Orang-orang seperti Dzul Khuwaisarah dari Bani Tamim an Najdi menjalankan sunnah Rasulullah namun tidak melampaui kerongkongan mereka atau tidak mempengaruhi hati mereka alias mereka tidak berakhlak baik yakni keras kepada kaum muslim bahkan membunuhnya dan membiarkan penyembah berhala (kaum non muslim).

    Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: Dari kelompok orang ini, akan muncul nanti orang-orang yang pandai membaca Al Qur`an tetapi tidak sampai melewati kerongkongan mereka, bahkan mereka membunuh orang-orang Islam, dan membiarkan para penyembah berhala. Mereka keluar dari Islam seperti panah yang meluncur dari busurnya. Seandainya aku masih mendapati mereka, akan kumusnahkan mereka seperti musnahnya kaum ‘Ad. (HR Muslim 1762)

    Mereka membiarkan penyembah berhala (kaum non muslim) maksudnya berdasarkan pemahaman mereka terhadap Al Qur’an dan Hadits bahwa kaum muslim yang tidak sepemahaman dengan mereka dianggap telah kafir sehingga boleh membunuh mereka sedangkan penyembah berhala (kaum non muslim) yang sudah jelas kekafiranya mereka biarkan.

    Orang-orang seperti Dzul Khuwaisarah dari Bani Tamim an Najdi pandai membaca Al Qur`an. Mereka merasa bacaan kaum muslim pada umumnya tidak ada apa-apanya dibandingkan dengan bacaan mereka. Demikian pula shalat kaum muslim pada umumnya daripada shalat mereka. Juga puasa mereka dibandingkan dengan puasa kaum muslim pada umumnya. Mereka membaca Al Qur`an dan mereka menyangka bahwa Al Qur`an itu adalah (hujjah) bagi mereka, namun ternyata Al Qur`an itu adalah (bencana) atas mereka.

    Orang-orang seperti Dzul Khuwaishirah dari Bani Tamim An Najdi atau kaum khawarij suka menggunakan ayat-ayat yang diturunkan bagi orang-orang kafir untuk menyerang kaum muslim

    Abdullah bin Umar ra dalam mensifati Orang-orang seperti Dzul Khuwaishirah dari Bani Tamim An Najdi atau kelompok khawarij mengatakan: “Mereka menggunakan ayat-ayat yang diturunkan bagi orang-orang kafir lantas mereka terapkan untuk menyerang orang-orang beriman”.[Lihat: kitab Sahih Bukhari jilid:4 halaman:197]

    Contoh akibat orang-orang seperti Dzul Khuwaishirah dari Bani Tamim An Najdi atau kaum khawarij salah memahami firmanNya seperti yang artinya “Karena itu janganlah kamu takut kepada manusia, (tetapi) takutlah kepada-Ku. Dan janganlah kamu menukar ayat-ayat-Ku dengan harga yang sedikit. Barangsiapa yang tidak memutuskan menurut apa yang diturunkan Allah, maka mereka itu adalah orang-orang yang kafir” (QS Al Maidah [5]:44) sehingga berani menghardik Sayyidina Ali bin Abi Thalib telah berhukum dengan thagut, berhukum dengan selain hukum Allah.

    Semboyan kaum khawarij pada waktu itu adalah “La hukma illah lillah”, tidak ada hukum melainkan hanya dari Allah. Sayyidina Ali ra menanggapi semboyan tersebut berkata , “kalimatu haqin urida bihil batil” (perkataan yang benar dengan tujuan yang salah).

    Kesalahpahaman orang-orang seperti Dzul Khuwaishirah At Tamim An Najdi atau kaum khawarij sehingga berkeyakinan bahwa Imam Sayyidina Ali ra telah kafir dan berakibat mereka membunuh Sayyidina Ali ra

    Abdurrahman ibn Muljam adalah seorang yang sangat rajin beribadah. Shalat dan shaum, baik yang wajib maupun sunnah, melebihi kebiasaan rata-rata orang di zaman itu. Bacaan Al-Qurannya sangat baik. Karena bacaannya yang baik itu, pada masa Sayyidina Umar ibn Khattab ra, ia diutus untuk mengajar Al-Quran ke Mesir atas permintaan gubernur Mesir, Amr ibn Al-’Ash. Namun, karena ilmunya yang dangkal (pemahamannya tidak melampaui tenggorokannya) , sesampai di Mesir ia malah terpangaruh oleh hasutan (ghazwul fikri) orang-orang Khawarij yang selalu berbicara mengatasnamakan Islam, tapi sesungguhnya hawa nafsu yang mereka turuti. Ia pun terpengaruh. Ia tinggalkan tugasnya mengajar dan memilih bergabung dengan orang-orang Khawarij sampai akhirnya, dialah yang ditugasi menjadi eksekutor pembunuhan Imam Sayyidina Ali ra.

    Asbabun Nuzul dari [QS. Al-Maidah : 44]

    Al-Imam Ahmad dan Ath-Thabrani dalam Al-Mu’jam Al-Kabir meriwayatkan dari Abdullah bin ‘Abbas radhiallahu ‘anhuma dan beliau menyebutkan sebab turunnya ayat ini:

    “Allah Ta’ala menurunkan ayat ini berkenaan tentang dua kelompok di kalangan Yahudi di masa jahiliyyah, di mana salah satu kelompok telah menguasai yang lainnya sehingga mereka ridha…”

    Imam Abu Abdillah Al-Qurthubi rahimahullah (wafat 671 H) berkata : “Adapun seorang muslim dia tidak dikafirkan walaupun melakukan dosa besar. Di sini ada yang tersembunyi, yaitu siapa yang tidak berhukum dengan apa yang Allah subhanahu wata’ala turunkan yakni menolak Al-Quran dan menentang ucapan Rasul shalallahu ‘alaihi wasallam maka dia kafir. Demikian yang dikatakan oleh Ibnu Abbas dan Mujahid. Maka ayat ini umum dalam hal ini.

    Jadi yang dimaksud tidak berhukum dengan apa yang Allah subhanahu wa ta’ala turunkan adalah bagi orang yang menolak Al-Quran dan menentang ucapan Rasululullah shalallahu ‘alaihi wasallam yakni kaum non muslim.

    Kaum muslim yang tinggal di negeri kaum non muslim mereka tidaklah berhukum dengan hukum thaghut selama mereka menjalankan syariat yakni menjalankan kewajibanNya dan menjauhi laranganNya

    Begitupula mayoritas kaum muslim di negara kita tidaklah mereka berhukum dengan hukum thaghut walaupun penguasa negeri belum juga menjalankan sistem pemerintahannya sesuai dengan syariat Islam dan belum pula menegakkan hukum pidana Islam (jinayah) selama kaum muslim di negara kita dapat menjalankan syariat yakni menjalankan kewajibanNya dan menjauhi laranganNya.

    Apa yang disabdakan oleh Rasulullah shallallahu alaihi wasallam tentang akan bermunculan orang-orang seperti Dzul Khuwaisarah dari Bani Tamim an Najdi telah dapat kita lihat pula pada masa kini.

    Contohnya di negara Suriah di mana segelintir kaum muslim yang merasa sebagai mujahid (pejuang Islam) namun mereka melakukan pemberontakan untuk menggulingkan pemerintahan yang berkuasa sehingga menjadikan mereka orang-orang yang fasik yakni orang-orang yang secara sadar melanggar larangan atau hukum agama.

    Orang yang fasik sebagaimana yang disampaikan dalam firman Allah ta’ala yang artinya, “(yaitu) orang-orang yang melanggar perjanjian Allah sesudah perjanjian itu teguh, dan memutuskan apa yang diperintahkan Allah (kepada mereka) untuk menghubungkannya dan membuat kerusakan di muka bumi. Mereka itulah orang-orang yang rugi.” (QS Al Baqarah [2]:27)

    Bagi orang-orang yang fasik, tempat mereka adalah neraka jahannam

    Firman Allah ta’ala yang artinya, “Dan adapun orang-orang yang fasik maka tempat mereka adalah jahannam” (QS Sajdah [32]:20)

    Mereka pada hakikatnya telah melanggar hukum agama yakni melanggar larangan Rasulullah shallallahu alaihi wasallam

    Dari Ummu Salamah radliallahu ‘anha berkata, telah bersabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, “akan terjadi sesudahku para penguasa yang kalian mengenalinya dan kalian mengingkarinya. Barangsiapa yang mengingkarinya maka sungguh ia telah berlepas diri. Akan tetapi siapa saja yang ridha dan terus mengikutinya (dialah yang berdosa, pent.).” Maka para sahabat berkata : “Apakah tidak kita perangi saja mereka dengan pedang?” Beliau menjawab : “Jangan, selama mereka menegakkan shalat bersama kalian.” (HR. Muslim dalam Shahih-nya).

    Mereka yang merasa sebagai mujahid (pejuang Islam) tidaklah mati syahid namun sangit karena mereka termasuk orang-orang fasik karena secara sadar melanggar larangan Rasulullah shallallahu alaihi wasallam

    Bahkan pemberontakan di Suriah didukung oleh kerajaan dinasti Saudi yang bersekutu dengan Zionis Amerika. Kerjaaan yang mengaku kerajaan Islam namun melanggar hukum agama yakni melanggar larangan Allah Azza wa Jalla menjadikan Zionis Yahudi, orang-orang yang dimurkai oleh Allah Azza wa Jalla sebagai teman kepercayaan, penasehat, pelindung

    Firman Allah Azza wa Jalla, yang artinya

    “Tidakkah kamu perhatikan orang-orang yang menjadikan suatu kaum yang dimurkai Allah sebagai teman? Orang-orang itu bukan dari golongan kamu dan bukan (pula) dari golongan mereka. Dan mereka bersumpah untuk menguatkan kebohongan, sedang mereka mengetahui“. (QS Al Mujaadilah [58]:14 )

    “Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu ambil menjadi teman kepercayaanmu orang-orang yang, di luar kalanganmu (karena) mereka tidak henti-hentinya (menimbulkan) kemudharatan bagimu. Mereka menyukai apa yang menyusahkan kamu. Telah nyata kebencian dari mulut mereka, dan apa yang disembunyikan oleh hati mereka adalah lebih besar lagi. Sungguh telah Kami terangkan kepadamu ayat-ayat (Kami), jika kamu memahaminya” , (QS Ali Imran, 118)

    “Beginilah kamu, kamu menyukai mereka, padahal mereka tidak menyukai kamu, dan kamu beriman kepada kitab-kitab semuanya. Apabila mereka menjumpai kamu, mereka berkata “Kami beriman”, dan apabila mereka menyendiri, mereka menggigit ujung jari antaran marah bercampur benci terhadap kamu. Katakanlah (kepada mereka): “Matilah kamu karena kemarahanmu itu”. Sesungguhnya Allah mengetahui segala isi hati“. (QS Ali Imran, 119).

    Begitupula di Somalia, mereka yang merasa ahli ilmu (ulama) namun membiarkan rakyat muslim Somalia menderita berkepanjangan dikarenakan perbedaan pemahaman di antara mereka.

    Habib Umar bin Muhammad bin Hafidz Tarim-Hadhramaut mengatakan

    ***** awal kutipan *****
    Di negara Somalia, sampai kini, masih terjadi pertumpahan darah gara-gara ada sekte yang suka mengkafir-kafirkan (Jama’ah Takfir), ini yang saya takutkan kalau sampai terjadi di Indonesia . Oleh sebab itu ada baiknya kita juga mengaplikasikan apa yang pernah diucapkan oleh Habib Abu Bakar Al Adny, da’i sekaligus pemikir Islam asal kota Aden, dalam satu lawatannya di Univ. Al Ahgaff, beliau berkata bahwa da’wah, itu yang bermanfaat bagi umat bukan malah memecah belah umat. Menuduh kafir, pertikaian, perdebatan yang berlandaskan hawa nafsu itu adalah dakwah yang memicu perpecahan dan itu yang mesti kita tanggalkan kini.
    ***** akhir kutipan *****

    Firman Allah ta’ala yang artinya

    “Hai orang-orang yang beriman, janganlah sekumpulan orang laki-laki merendahkan kumpulan yang lain, boleh jadi yang ditertawakan itu lebih baik dari mereka. Dan jangan pula sekumpulan perempuan merendahkan kumpulan lainnya, boleh jadi yang direndahkan itu lebih baik. Dan janganlah suka mencela dirimu sendiri *1) dan jangan memanggil dengan gelaran yang mengandung ejekan. Seburuk-buruk panggilan adalah (panggilan) yang buruk sesudah iman *2) dan barangsiapa yang tidak bertobat, maka mereka itulah orang-orang yang zalim. (QS Al Hujuraat [49]:11)

    *1) “Jangan mencela dirimu sendiri” maksudnya ialah mencela antara sesama mu’min karana orang-orang mu’min seperti satu tubuh.

    *2) Panggilan yang buruk ialah gelar yang tidak disukai oleh orang yang digelari, seperti panggilan kepada orang yang sudah beriman, dengan panggilan seperti: hai fasik, hai kafir, hai penyembah kuburan dan sebagainya.

    Begitupula yang terjadi di Palestina, Libya, Pakistan, Irak, Afghanistan, Mesir dan di negeri kaum muslim lainnya di mana manusia yang bersyahadat saling bunuh membunuh sehingga mereka termasuk orang-orang yang fasik karena secara sadar melanggar hukum agama yakni melanggar larangan Rasulullah shallallahu alaihi wasallam

    Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda, “mencela seorang muslim adalah kefasikan, dan membunuhnya adalah kekufuran”. (HR Muslim)

    Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bertanya lagi: ‘Apakah kamu yang telah membunuhnya? ‘ Dia menjawabnya, ‘Ya.’ Beliau bertanya lagi: ‘Lalu apa yang hendak kamu perbuat dengan kalimat, ‘Tidak ada tuhan (yang berhak disembah) kecuali Allah’, jika di hari kiamat kelak ia datang (untuk minta pertanggung jawaban) pada hari kiamat nanti? ‘ (HR Muslim 142)

    Jika dua orang muslim saling bertemu (untuk berkelahi) dengan menghunus pedang masing-masing, maka yang terbunuh dan membunuh masuk neraka. aku pun bertanya: Wahai Rasulullah, ini bagi yang membunuh, tapi bagaimana dengan yang terbunuh? Maka Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam menjawab: Dia juga sebelumnya sangat ingin untuk membunuh temannya.(HR Bukhari 30)

    Pepatah orang tua kita dahulu menyatakan: “Menang jadi arang, kalah jadi abu”. artinya mereka sama-sama dalam kerugian.

    Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda “Aku mendahului kalian ke telaga. Lebar telaga itu sejauh antara Ailah ke Juhfah. Aku tidak khawatir bahwa kalian akan kembali musyrik sepeninggalku. Tetapi yang aku takutkan ialah kamu terpengaruh oleh dunia. Kalian berlomba-lomba untuk mendapatkannya kemudian berbunuh-bunuhan, dan akhirnya kalian musnah seperti kemusnahan umat sebelum kalian”. (HR Muslim 4249)

    Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda, “Sungguh demi Allah, bukanlah kefakiran yang aku khawatirkan dari kalian. Akan tetapi yang aku khawatirkan atas kalian adalah bila kalian telah dibukakan (harta) dunia sebagaimana telah dibukakan kepada orang-orang sebelum kalian lalu kalian berlomba-loba untuk memperebutkannya sebagaimana mereka berlomba-lomba memperebutkannya sehingga harta dunia itu membinasakan kalian sebagaimana telah membinasakan mereka.” (HR Bukhari 2924)

    Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam berkata kepada kaum Anshar, “sepeninggalku nanti, akan kalian jumpai sikap atsarah (sikap egoism, individualisme, orang yang mementingkan dirinya sendiri dan kelompok). Maka bersabarlah kalian hingga kalian berjumpa denganku dan tempat yang dijanjikan untuk kalian adalah telaga al-Haudl (di surga)” . (HR Bukhari 350)

    Hal yang perlu kita ingat selalu bahwa semua manusia adalah haram untuk dibunuh kecuali yang dibenarkan secara syariat.

    Firman Allah ta’ala yang artinya

    “dan janganlah kamu membunuh jiwa yang diharamkan Allah (membunuhnya) melainkan dengan sesuatu (sebab) yang benar. Demikian itu yang diperintahkan kepadamu supaya kamu memahami(nya)“ (QS Al An’aam [6]:151)

    Begitupula yang disabdakan oleh Rasulullah shallallahu alaihi wasallam

    “Telah menceritakan kepada kami Abu Bakar bin Abu Syaibah telah menceritakan kepada kami Hafsh bin Ghiyats dan Abu Mu’awiyah dan Waki’ dari Al A’masy dari Abdullah bin Murrah dari Masruq dari Abdullah dia berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Tidak halal darah seorang muslim yang telah bersaksi bahwa tiada tuhan yang berhak untuk disembah selain Allah dan aku adalah utusan Allah, kecuali satu dari tiga orang berikut ini; seorang janda yang berzina, seseorang yang membunuh orang lain dan orang yang keluar dari agamanya dan meninggalkan jama’ah” (HR Muslim 3175)

    Kita harus pahami penegasan bahwa murtad yang ”meninggalkan jamaah” atau mereka yang berbalik menjadi lawan kaum muslim. Pada zaman Rasulullah, ketika peperangan kaum muslim menghadapi kaum kafir, ketika seseorang keluar dari agama Islam, umumnya langsung bergabung dengan kaum kafir dan memerangi kaum muslim.

    Firman Allah ta’ala yang artinya “Mereka tidak henti-hentinya memerangi kamu sampai mereka (dapat) mengembalikan kamu dari agamamu (kepada kekafiran), seandainya mereka sanggup. Barangsiapa yang murtad di antara kamu dari agamanya, lalu dia mati dalam kekafiran, maka mereka itulah yang sia-sia amalannya di dunia dan di akhirat, dan mereka itulah penghuni neraka, mereka kekal di dalamnya“. (QS Al Baqarah [2]:217)

    Kitab Imam Bukhari terdapat dua bab yang membahas masalah murtad; yang satu berbunyi: Kitabul-muharibin min ahlil-kufri wariddah, artinya Kitab tentang orang yang berperang (melawan kaum Muslim) dari golongan kaum kafir dan kaum murtad. Adapun yang satu lagi berbunyi: Kitab istita-bal-mu’anidin wal-murtadin wa qitalihim,artinya Kitab tentang seruan bertobat bagi musuh dan kaum murtad dan berperang melawan mereka. Dua judul itu sudah menjelaskan sendiri. Judul yang pertama, menerangkan seterang-terangnya bahwa yang dibicarakan hanyalah kaum murtad yang berperang melawan kaum Muslimin.

    Sedangkan orang yang murtad pada keadaan tidak memerangi kita, hanya status jiwanya saja yang berubah dari ”haram darahnya” menjadi ”halal darahnya”.

    Status “halal darahnya” kaum non muslim atau orang-orang murtad, maknanya adalah ketika terpaksa membunuh mereka ketika perang atau tidak ada jalan lain selain membunuh mereka ketika mereka akan membunuh kita maka pembunuhan itu tidaklah berdosa.

    Rasulullah shallallahu alaihi wasallam tidak membunuh orang yang murtad sebagaimana contohnya riwayat berikut

    Telah menceritakan kepada kami ‘Amru bin ‘Abbas telah menceritakan kepada kami ‘Abdurrahman telah menceritakan kepada kami Sufyan dari Muhammad bin Al Munkadir dari Jabir radliallahu ‘anhu: Ada seorang ‘Arab Badwi menemui Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam lalu berbai’at untuk masuk Islam. Keesokan harinya dia datang lagi dalam keadaan menderita sakit demam lalu berkata: Bebaskan aku (Batalkan baiatku) . (Dia minta keluar dari Islam). Namun Beliau tidak mengabulkannya. Permintaannya itu dilakukan hingga tiga kali. Maka Beliau shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: Madinah ini seperti alat penempa besi, yang membersihkan orang-orang jelek darinya dan akan menyeleksi orang-orang yang baik saja (untuk tinggal didalamnya) . (HR Bukhari 1750)

    Hadits tersebut menerangkan bahwa mula-mula seorang ‘Arab Badwi itu memeluk Islam. Pada hari berikutnya, karena ia diserang penyakit demam, ia mengira bahwa penyakit itu disebabkan karena ia memeluk Islam, maka dari itu ia menghadap Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam untuk menarik kembali bai’atnya. Ini adalah terang-terangan perbuatan murtad, namun dalam Hadits itu tak diterangkan bahwa orang ‘Arab Badwi itu dibunuh.

    Ada salah satu riwayat orang yang murtad dibunuh bukan karena murtadnya namun karena dia membunuh pengembala unta.

    Telah menceritakan kepadaku Abdul A’la bin Hammad telah menceritakan kepada kami Yazid bin Zurai’ telah menceritakan kepada kami Sa’id dari Qatadah bahwa Anas radliallahu ‘anhu bercerita kepada mereka, bahwa serombongan dari suku ‘Ukail dan ‘Urainah mengunjungi Madinah untuk bertemu Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam untuk menyatakan keIslamannya. Mereka berkata; Wahai Nabiyullah, sesungguhnya kami adalah orang-orang yang pandai memerah susu (beternak) dan bukan pandai bercocok tanam. Ternyata mereka tidak suka tinggal di Madinah karena suhunya (hingga menyebabkan sakit). Akhirnya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam menunjuki mereka untuk menemui pengembala dan beberapa ekor untanya supaya dapat minum susu dan air seni unta-unta tersebut. Sesampainya mereka di distrik Harrat, mereka kembali kufur setelah keIslamannya, membunuh pengembala Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam dan merampas unta-unta beliau. Ketika peristiwa ini sampai kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, beliau langsung mengutus seseorang untuk mengejar mereka melalui jejak perjalanan mereka. (Setelah berhasil ditangkap), beliau memerintahkan agar mencungkil mata mereka dengan besi panas, memotong tangan-tangan mereka dan membiarkan mereka di bawah sengatan matahari sampai mati dalam kondisi seperti itu. (HR Bukhari 3871)

    Oleh karenanya marilah kita tegakkan sunnah Rasulullah bahwa ketika berselisih karena perbedaan pemahaman terhadap Al Qur’an dan Hadits maka angkatlah Ahlul Yaman sebagai hakim penengah yang memang ditakdirkan lebih faqih dibandingkan kaum muslim pada umumnya

    Rasulullah shallallahu alaihi wasallam telah menyampaikan bahwa ahlul Yaman adalah orang-orang yang mudah menerima kebenaran, mudah terbuka mata hatinya (ain bashiroh) dann banyak dikaruniakan hikmah (pemahaman yang dalam terhadap Al Qur’an dan Hadits) sebagaimana Ulil Albab

    حَدَّثَنَا أَبُو الْيَمَانِ أَخْبَرَنَا شُعَيْبٌ حَدَّثَنَا أَبُو الزِّنَادِ عَنْ الْأَعْرَجِ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ أَتَاكُمْ أَهْلُ الْيَمَنِ أَضْعَفُ قُلُوبًا وَأَرَقُّ أَفْئِدَةً الْفِقْهُ يَمَانٍ وَالْحِكْمَةُ يَمَانِيَةٌ

    Telah menceritakan kepada kami Abul Yaman Telah mengabarkan kepada kami Syu’aib Telah menceritakan kepada kami Abu Zinad dari Al A’raj dari Abu Hurairah radliallahu ‘anhu dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam beliau bersabda: “Telah datang penduduk Yaman, mereka adalah orang-orang yang berperasaan dan hatinya paling lembut, kefaqihan dari Yaman, hikmah ada pada orang Yaman.” (HR Bukhari 4039)

    و حَدَّثَنِي عَمْرٌو النَّاقِدُ وَحَسَنٌ الْحُلْوَانِيُّ قَالَا حَدَّثَنَا يَعْقُوبُ وَهُوَ ابْنُ إِبْرَاهِيمَ بْنِ سَعْدٍ حَدَّثَنَا أَبِي عَنْ صَالِحٍ عَنْ الْأَعْرَجِ قَالَ قَالَ أَبُو هُرَيْرَةَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَتَاكُمْ أَهْلُ الْيَمَنِ هُمْ أَضْعَفُ قُلُوبًا وَأَرَقُّ أَفْئِدَةً الْفِقْهُ يَمَانٍ وَالْحِكْمَةُ يَمَانِيَةٌ

    Dan telah menceritakan kepada kami Amru an-Naqid dan Hasan al-Hulwani keduanya berkata, telah menceritakan kepada kami Ya’qub -yaitu Ibnu Ibrahim bin Sa’d- telah menceritakan kepada kami bapakku dari Shalih dari al-A’raj dia berkata, Abu Hurairah berkata; “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Telah datang penduduk Yaman, mereka adalah kaum yang paling lembut hatinya. Fiqh ada pada orang Yaman. Hikmah juga ada pada orang Yaman. (HR Muslim 74)

    Rasulullah telah bersabda bahwa jika telah bermunculan fitnah atau perselisihan karena perbedaan pendapat maka hijrahlah ke Yaman, bumi para Wali Allah.

    Diriwayatkan dari Ibnu Abi al-Shoif dalam kitab Fadhoil al-Yaman, dari Abu Dzar al-Ghifari, Nabi shallallahu alaihi wasallam bersabda, ‘Kalau terjadi fitnah pergilah kamu ke negeri Yaman karena disana banyak terdapat keberkahan’

    Diriwayatkan oleh Jabir bin Abdillah al-Anshari, Nabi shallallahu alaihi wasallam bersabda, ‘Dua pertiga keberkahan dunia akan tertumpah ke negeri Yaman. Barang siapa yang akan lari dari fitnah, pergilah ke negeri Yaman, Sesungguhnya di sana tempat beribadah’

    Abu Said al-Khudri ra meriwayatkan hadits dari Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda, ‘Pergilah kalian ke Yaman jika terjadi fitnah, karena kaumnya mempunyai sifat kasih sayang dan buminya mempunyai keberkahan dan beribadat di dalamnya mendatangkan pahala yang banyak’

    Abu Musa al-Asy’ari meriwayatkan dari Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda , ‘Allah akan mendatangkan suatu kaum yang dicintai-Nya dan mereka mencintai Allah”. Bersabda Nabi shallallahu alaihi wasallam : mereka adalah kaummu Ya Abu Musa, orang-orang Yaman’.

    Firman Allah ta’ala yang artinya, “Hai orang-orang yang beriman, barang siapa di antara kamu yang murtad dari agamanya maka kelak Allah akan mendatangkan suatu kaum yang Allah mencintai mereka dan merekapun mencintaiNya, yang bersikap lemah lembut terhadap orang yang mu’min, yang bersikap keras terhadap orang-orang kafir, yang berjihad dijalan Allah, dan yang tidak takut kepada celaan orang yang suka mencela. Itulah karunia Allah, diberikan-Nya kepada siapa yang dikehendaki-Nya, dan Allah Maha Luas (pemberian-Nya), lagi Maha Mengetahui.” (QS Al Ma’iadah [5]:54)

    Dari Jabir, Rasulullah shallallahu alaihi wasallam ditanya mengenai ayat tersebut, maka Rasul menjawab, ‘Mereka adalah ahlu Yaman dari suku Kindah, Sukun dan Tajib’.

    Ibnu Jarir meriwayatkan, ketika dibacakan tentang ayat tersebut di depan Rasulullah shallallahu alaihi wasallam, beliau berkata, ‘Kaummu wahai Abu Musa, orang-orang Yaman’.

    Dalam kitab Fath al-Qadir, Ibnu Jarir meriwayat dari Suraikh bin Ubaid, ketika turun ayat 54 surat al-Maidah, Umar berkata, ‘Saya dan kaum saya wahai Rasulullah’. Rasul menjawab, ‘Bukan, tetapi ini untuk dia dan kaumnya, yakni Abu Musa al-Asy’ari’.

    Al-Hafidz Ibnu Hajar al-Asqalani telah meriwayatkan suatu hadits dalam kitabnya berjudul Fath al-Bari, dari Jabir bin Math’am dari Rasulullah shallallahu alaihi wasallam berkata, ‘Wahai ahlu Yaman kamu mempunyai derajat yang tinggi. Mereka seperti awan dan merekalah sebaik-baiknya manusia di muka bumi’

    Dalam Jami’ al-Kabir, Imam al-Suyuthi meriwayatkan hadits dari Salmah bin Nufail, ‘Sesungguhnya aku menemukan nafas al-Rahman dari sini’. Dengan isyarat yang menunjuk ke negeri Yaman”. Masih dalam Jami’ al-Kabir, Imam al-Sayuthi meriwayatkan hadits marfu’ dari Amru ibnu Usbah , berkata Rasulullah shallallahu alaihi wasallam, ‘Sebaik-baiknya lelaki, lelaki ahlu Yaman‘.

    Dari Ali bin Abi Thalib, Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda, ‘Siapa yang mencintai orang-orang Yaman berarti telah mencintaiku, siapa yang membenci mereka berarti telah membenciku”

    Hadramaut, Yaman adalah bumi para Wali Allah (kekasih Allah) yang dirindukan para Nabi dan para Syuhada

    Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda: “Sesungguhnya ada di antara hamba Allah (manusia) yang mereka itu bukanlah para Nabi dan bukan pula para Syuhada’. Mereka dirindukan oleh para Nabi dan Syuhada’ pada hari kiamat karena kedudukan (maqom) mereka di sisi Allah Subahanahu wa ta’ala seorang dari Sahabatnya berkata, “siapa gerangan mereka itu wahai Rasulullah, semoga kita dapat mencintai mereka. Nabi shallallahu alaihi wasallam menjawab dengan sabdanya: mereka adalah suatu kaum yang saling berkasih sayang dengan anugerah Allah bukan karena ada hubungan kekeluargaan dan bukan karena harta benda, wajah-wajah mereka memancarkan cahaya dan mereka berdiri di atas mimbar-mimbar dari cahaya. Tiada mereka merasa takut seperti manusia merasakannya dan tiada mereka berduka cita apabila para manusia berduka cita. (HR. an Nasai dan Ibnu Hibban dalam kitab shahihnya)

    Hadits senada, dari ‘Umar bin Khathab ra bahwa Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam bersabda “Sesungguhnya diantara hamba-hambaku itu ada manusia manusia yang bukan termasuk golongan para Nabi, bukan pula syuhada tetapi pada hari kiamat Allah ‘Azza wa Jalla menempatkan maqam mereka itu adalah maqam para Nabi dan syuhada.”Seorang laki-laki bertanya : “siapa mereka itu dan apa amalan mereka?”mudah-mudahan kami menyukainya. Nabi bersabda: “yaitu Kaum yang saling menyayangi karena Allah ‘Azza wa Jalla walaupun mereka tidak bertalian darah, dan mereka itu saling menyayangi bukan karena hartanya, dan demi Allah sungguh wajah mereka itu bercahaya, dan sungguh tempat mereka itu dari cahaya, dan mereka itu tidak takut seperti yang ditakuti manusia, dan tidak susah seperti yang disusahkan manusia,” kemudian Beliau membaca ayat : ” Ingatlah, sesungguhnya wali-wali Allah itu, tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati.”(QS Yunus [10]:62 )

    Wassalam

  59. abisyakir mengatakan:

    @ Huda…

    Matur suwun atas co-pas nya yang ckp panjang ini.

    Admin.

  60. Blog Bandaro mengatakan:

    Bagus tulisan nya mas.. saya orang yang baru belajar, punya teman yang hidup disekitar lingkungan PKS, bahkan yang fanatik. Memang benar apa yang dikatakan oleh para ahli ilmu, jika kekuasaan dan ridha manusia yang di dahulukan diabanding ilmu yang haq dan ridha Allah, maka tunggulah kerusakan dimuka bumi ini.

    Saya heran PKS yang mengaku berilmu kok bisa ya merangkul Syiah, bahkan orang kafir sekalipun untuk mendapatkan kekuasaan dunia, alih alih untuk mendapatkan kejayaan Islam..

    Wallahualam

  61. Muhamad Imam Kuncoro mengatakan:

    Kapan Islam bersatu…

  62. Amru Abu Nazifa mengatakan:

    Islam akan bersatu dan akan kembali ke manhaj Nubuwah (manhaj salafussholih) maka jadilah kita dalam barisan manhaj salaf.

  63. Abul mubarok. S.Ud mengatakan:

    saya wahaby tulen……………yang mau diskusi sini hub no ane: 085814650595

  64. kebenaranituindah mengatakan:

    Mau tahu dong kapan PKS merangkul syiah? ada yang tahu ngga?

  65. hamba allah mengatakan:

    Pada pembahasan yang lalu sudah dijelaskan pendapat kaum Salafi dalam masalah ketuhanan dan sifat-sifat jasmani yang mereka nisbatkan kepada Allah Swt. Pandangan itu bertentangan dengan ayat-ayat suci al-Quran, hadis-hadis Nabi Saw dan logika. Karena itu bisa dikatakan bahwa pandangan kaum Salafi tentang sifat-sifat Jasmani yang mereka nisbatkan kepada Allah adalah hasil khayalan dan bayangan pemikiran Ibnu Taimiyyah dan para pengikutnya yang dangkal. Penyimpangan pemikiran dan akidah inilah yang membangkitkan penentangan dari para ulama di zaman itu yang berujung pada penahanan Ibnu Taimiyyah. Dia tetap berpegangan pada pandangan-pandangannya yang menyimpang. Ibnu Taimiyyah meninggal dunia di dalam penjara.
     
    Dalam kitab Minhaj al-Sunnah dan al-Aqidah al-Himawiyyah, Ibnu Taimiyyah menjelaskan pandangan-pandangannya dalam masalah tauhid. Salah satu pandangannya yang kontroversial adalah apa yang dikatakannya bahwa Allah berlari. Dia meyakini bahwa Allah berlari ke arah hamba-hamba-Nya yang Mukmin untuk semakin dekat dengan mereka. Dalil yang digunakannya adalah hadis bahwa Nabi Saw bersabda, “Allah Swt berfirman, jika seorang hamba melangkah satu jengkal ke arah-Ku, Aku akan melangkah satu hasta ke arahnya. Jika seorang hamba mendekat ke arah-Ku satu hasta, maka Aku akan mendekat ke arahnya satu depa. Dan jika dia berjalan ke arah-Ku niscaya Aku akan berlari ke arahnya.”
     
    Ibnu Taimiyyah mengartikan kata berlari dalam hadis tadi dengan makna jasmaninya tanpa mengindahkan makna yang ingin disampaikan oleh hadis ini. Dalam hadis ini Nabi ingin menjelaskan kedekatan hati, spiritual dan maknawiyah seorang hamba dengan Tuhannya. Artinya, jika seorang hamba bersungguh-sungguh mendekatkan diri kepada Allah dengan taat menjalankan kewajiban agamanya Allah akan menurunkan rahmat dan taufik kepadanya lebih dari apa yang ia lakukan. Jika seseorang melangkah di jalan spiritual, maka Allah akan menurunkan inayah-Nya lebih besar.
     
    Ibnu Taimiyyah memahami hadis ini dengan pemahaman dangkal dan mengatakan bahwa Allah berlari-lari ke arah hamba-Nya, seperti manusia yang berlari dengan kaki dan organ fisiknya. Dewan Fatwa Arab Saudi dalam keputusannya membenarkan pandangan ini. Abdul Aziz bin Baz saat ditanya masalah ini mengatakan, “Kata wajah, tangan, mata, betis, dan jari yang dinisbatkan kepada Allah terdapat dalam al-Quran dan Sunnah Nabi. Dan pandangan Ahlussunnah didasarkan pada konteks sifat-sifat itu… Nabi Saw telah menetapkan sifat-sifat ini dengan bentuknya yang terbaik bagi Allah!” Kata-kata Bin Baz yang menisbatkan pandangannya kepada Nabi seperti ini memang sudah menjadi kebiasaan kaum Salafi, padahal tidak ada ayat al-Quran maupun hadis yang mendukung pemikiran mereka yang menyimpang.
     
    Allah Swt menurunkan kitab suci-Nya sebagai panduan bagi umat manusia dalam mengarungi kehidupan dunia supaya terhindari dari kesesatan dan kesengsaraan. Di ayat69 surat al-Ankabut Allah Swt berfirman, “… Dan orang-orang yang berjihad untuk (mencari keridhaan) Kami, benar-benar akan Kami tunjukkan kepada mereka jalan-jalan Kami. Dan sesungguhnya Allah benar-benar beserta orang-orang yang berbuat baik.” Inilah yang dimaksudkan dalam hadis Nabi bahwa Allah berlari kepada hamba yang berjalan ke arah-Nya. Ayat-ayat seperti ini banyak dijumpai dalam al-Quran, dan untuk menurunkan rahmat dan mendekat kepada hambaNya, Allah sama sekali tidak perlu berlari dalam bentuk gerakan fisik seperti yang dikatakan kaum Salafi.
     
    Ibnu Taimiyyah berpendapat bahwa Allah Swt bisa dilihat dengan mata. Dalam hal ini dia berkata, “Semua yang wujudnya lebih sempurna lebih layak dilihat. Karena Allah adalah wujud yang paling sempurna maka Dia lebih berhak untuk dilihat dibanding yang lain, dan kesimpulannya adalah Allah bisa dilihat.” (Minhaj al-Sunnah juz: 1 hal: 217)
     
    Kaum Wahhabi bersikap sangat ekstrim dalam masalah melihat Allah yang mengundang rasa heran semua orang yang berakal sehat. Ibnu Taimiyyah berpendapat bahwa di Hari Kiamat nanti, Allah akan menyamar dan muncul di tengah hamba-hamba-Nya lalu berfirman, “Aku adalah Tuhan kalian.”  Orang-orang menjawab, “Kami tidak mengenalmu dan kami berlindung kepada Allah darimu. Jika Tuhan kami datang kami pasti akan mengenalNya.” Allah lalu mengganti penampilan dan muncul dengan wajah asli-Nya lalu mengenalkan diri. Semua orang mengatakan,  “Benar Engkau adalah Tuhan kami.” Mereka lalu mengikuti langkah Tuhan menuju surga.” (Majmu’ al-Fatawa juz: 6 hal: 492)
     
    Apakah dengan pandangan seperti ini kaum Wahhabi tidak sedang menuduh Allah Yang Maha Bijaksana melakukan perbuatan ganjil yang tidak mungkin dilakukan oleh manusia yang normal? Pertanyaan lainnya adalah, apakah manusia sudah pernah melihat Allah sehingga menolak penampilan Allah yang pertama dan menerimanya pada kali kedua? Pernahkah Anda mendengar ada orang yang pernah melihat Allah?
     
    Mungkin ayat al-Quran yang paling jelas menafikan kemungkinan melihat  Allah adalah ayat 103 surat al-An’am. Allah swt berfirman, “Dia tidak dapat dicapai oleh penglihatan mata, sedang Dia dapat melihat segala yang kelihatan; dan Dialah Yang Maha Halus lagi Maha Mengetahui.” Ayat lain yang menafikan kemungkinan melihat Allah adalah surat al-A’raf ayat 143,  “Dan tatkala Musa datang untuk (munajat dengan Kami) pada waktu yang telah Kami tentukan dan Tuhan telah berfirman (langsung) kepadanya, berkatalah Musa: “Ya Tuhanku, nampakkanlah (diri Engkau) kepadaku agar aku dapat melihat kepada Engkau”. Tuhan berfirman: “Kamu sekali-kali tidak sanggup melihat-Ku, …” Dua ayat suci tadi menegaskan ketidakbenaran pandangan kaum Salafi dan Wahhabi.
     
    Ibnu Taimiyyah dan kaum Salafi juga menisbatkan hal-hal lain kepada Allah Swt dan kita akan singgung secara singkat. Misalnya, mereka mengatakan bahwa Allah bisa berdiri di atas tubuh seekor nyamuk dan bergerak bersamanya. Atau Allah mereka katakan berparas seperti anak remaja dengan rambutnya yang keriting. Mereka membawakan cerita bahwa Allah pernah terkena sakit mata dan para malaikat datang membesuk-Nya. Allah juga dikatakan berjabat tangan dengan Nabi, kaki Allah memakai sepatu dari emas, dan Allah mempunyai pundak, pinggang dan jari. Allah, kata mereka, bisa terkejut, terkagum-kagum, tertawa dan sebagainya.
     
    Sudah kita jelaskan ketidakbenaran pemikiran yang menyimpang tentang Allah ini. Allah tidak bisa disamakan dengan manusia dan tidak pula berjisim. Kita lihat kembali apa yang dikatakan al-Quran dalam hal ini. Ayat 68 surat al-Ankabut menyebutkan, “Dan siapakah yang lebih zalim daripada orang-orang yang mengada-adakan kedustaan terhadap Allah atau mendustakan yang hak  tatkala yang hak itu datang kepadanya? Bukankah dalam neraka Jahannam itu ada tempat bagi orang-orang yang kafir?”
     
    Dalam kitab Nahjul Balaghah Imam Ali as menjelaskan tentang ayat ini dan berkata, “Siapa saja yang menyebutkan adanya padanan bagi Allah berarti telah salah jalan. Jika orang menyifati-Nya yang meniscayakan penyamaan terhadapNya berarti telah menyifati makhluk-Nya, bukan Allah. Sebab Allah tidak menyerupai apapun. Barang siapa menyamakan Allah dengan sesuatu berarti tidak melangkah di jalan makrifat Allah dan telah tersesat. Barang siapa menunjuk arah tertentu bagi Allah atau hendak membayangkan-Nya dalam pikiran berarti tidak mengenal-Nya.”
     
    Imam Ghazali mengatakan, “Jika seseorang membayangkan dalam pikirannya bahwa Allah berjisim dengan organ fisik yang bermacam-macam berarti dia sama seperti penyembah berhala. Sebab setiap jisim adalah ciptaan-Nya dan para ulama sepanjang zaman sepakat menghukumi kafir siapa saja yang menyembah makhluk.” (Lijam al-‘Awam ‘am ‘Ilm al-Kalam hal: 209) 
     
    Qurthubi ulama Sunni yang wafat tahun 671 hijriyah mengenai kelompok yang menisbatkan jisim kepada Allah mengatakan, “Pendapat yang benar adalah bahwa mereka yang meyakini jisim bagi Allah adalah kafir. Sebab, tak ada perbedaan antara mereka dengan penyembah berhala dan penyembah wajah.”
     
    Banyak ulama yang meyakini bahwa keyakinan fisikal dan jasmani yang dinisbatkan kepada Allah adalah bagian dari kepercayaan umat Yahudi yang masuk ke dalam lingkungan umat Islam dan memengaruhi pemikiran orang-orang seperti Ibnu Taimiyyah. Shahrestani dalam al-Milal wa al-Nihal menulis, banyak orang Yahudi yang memeluk Islam membuat hadis-hadis yang menisbatkan sifat jasmani kepada Allah lalu memasukkannya dalam agama Islam. Semua hadis jasmani bersumber dari ajaran Taurat.”
     
    Ibnu Khaldun, sejawaran Muslim terkenal menulis, “Bangsa Arab di awal Islam tidak mengenal baca tulis. Mereka lebih suka menanyakan masalah penciptaan dan rahasia alam kepada ulama Yahudi yang mengenal Taurat atau ulama Nasrani.” Ibnu Khaldun menambahkan bahwa riwayat-riwayat yang bersumber dari umat Yahudi dan Taurat yang sudah diubah banyak ditemukan di kitab-kitab hadis standar umat Islam.

  66. abisyakir mengatakan:

    @ Hamba Allah…

    Pada pembahasan yang lalu sudah dijelaskan pendapat kaum Salafi dalam masalah ketuhanan dan sifat-sifat jasmani yang mereka nisbatkan kepada Allah Swt. Pandangan itu bertentangan dengan ayat-ayat suci al-Quran, hadis-hadis Nabi Saw dan logika. Karena itu bisa dikatakan bahwa pandangan kaum Salafi tentang sifat-sifat Jasmani yang mereka nisbatkan kepada Allah adalah hasil khayalan dan bayangan pemikiran Ibnu Taimiyyah dan para pengikutnya yang dangkal. Penyimpangan pemikiran dan akidah inilah yang membangkitkan penentangan dari para ulama di zaman itu yang berujung pada penahanan Ibnu Taimiyyah. Dia tetap berpegangan pada pandangan-pandangannya yang menyimpang. Ibnu Taimiyyah meninggal dunia di dalam penjara.

    Komentar: Masya Allah, Anda begitu mudah memfitnah Ibnu Taimiyyah, karena beliau telah menulis kitab Minhajus Sunnah, yang meruntuhkan ideologi kaum Syiah Rafidhah. Sifat-sifat Khabariyah seperti Tangan, Wajah, Mata, Jari, dst. itu jelas-jelas terdapat dalam hadits shahih dan Al Qur’an. Seperti ayat: “Yadahu mabshuthatani” (kedua tangan Allah luas terbuka). Ayat-ayat atau hadits itu jelas, mengapa kok dituduhkan Ibnu Taimiyah yang membuat semua itu? Bahkan Rabi’ah, Al Auza’i, Ats Tsauri menjelaskan prinsip: Amirruha kamaa jaa’at (perlakukan ayat-ayat itu sebagaimana datangnya). Orang Syiah terkenal fitnah-fitnahnya kepada Ibnu Taimiyyah rahimahullah.

    Dalam kitab Minhaj al-Sunnah dan al-Aqidah al-Himawiyyah, Ibnu Taimiyyah menjelaskan pandangan-pandangannya dalam masalah tauhid. Salah satu pandangannya yang kontroversial adalah apa yang dikatakannya bahwa Allah berlari. Dia meyakini bahwa Allah berlari ke arah hamba-hamba-Nya yang Mukmin untuk semakin dekat dengan mereka. Dalil yang digunakannya adalah hadis bahwa Nabi Saw bersabda, “Allah Swt berfirman, jika seorang hamba melangkah satu jengkal ke arah-Ku, Aku akan melangkah satu hasta ke arahnya. Jika seorang hamba mendekat ke arah-Ku satu hasta, maka Aku akan mendekat ke arahnya satu depa. Dan jika dia berjalan ke arah-Ku niscaya Aku akan berlari ke arahnya.”

    Ibnu Taimiyyah mengartikan kata berlari dalam hadis tadi dengan makna jasmaninya tanpa mengindahkan makna yang ingin disampaikan oleh hadis ini. Dalam hadis ini Nabi ingin menjelaskan kedekatan hati, spiritual dan maknawiyah seorang hamba dengan Tuhannya. Artinya, jika seorang hamba bersungguh-sungguh mendekatkan diri kepada Allah dengan taat menjalankan kewajiban agamanya Allah akan menurunkan rahmat dan taufik kepadanya lebih dari apa yang ia lakukan. Jika seseorang melangkah di jalan spiritual, maka Allah akan menurunkan inayah-Nya lebih besar.

    Komentar: Ibnu Taimiyah membenarkan sifat “berlari” karena beliau membenarkan Allah memiliki Sifat Fi’liyah (sifat yang disandarkan kepada perbuatan). Tetapi dalam “berlari” itu bukan dalam pengertian jasmani seperti yang Anda katakan; sebab jika begitu, berarti Ibnu Taimiyah sudah menyamakan antara “berlari-Nya” Allah dengan berlarinya makhluk. Padahal beliau berulang-ulang menegaskan, “laisa ka mitslihi syai’un wa huwas sami’ul bashir”. Jadi pensifatan tidak seperti yang Anda sebutkan itu.

    Ibnu Taimiyyah memahami hadis ini dengan pemahaman dangkal dan mengatakan bahwa Allah berlari-lari ke arah hamba-Nya, seperti manusia yang berlari dengan kaki dan organ fisiknya. Dewan Fatwa Arab Saudi dalam keputusannya membenarkan pandangan ini. Abdul Aziz bin Baz saat ditanya masalah ini mengatakan, “Kata wajah, tangan, mata, betis, dan jari yang dinisbatkan kepada Allah terdapat dalam al-Quran dan Sunnah Nabi. Dan pandangan Ahlussunnah didasarkan pada konteks sifat-sifat itu… Nabi Saw telah menetapkan sifat-sifat ini dengan bentuknya yang terbaik bagi Allah!” Kata-kata Bin Baz yang menisbatkan pandangannya kepada Nabi seperti ini memang sudah menjadi kebiasaan kaum Salafi, padahal tidak ada ayat al-Quran maupun hadis yang mendukung pemikiran mereka yang menyimpang.

    Komentar: Laa haula wa laa quwwata illa billah. Satu sisi, Anda sudah memfitnah Ibnu Taimiyyah dan lainnya. Padahal ketika menjelaskan makna Istiwa’ berulang-ulang Ibnu Taimiyah dan lainnya merujuk perkataan Imam Malik, “wal kaifu majhul” (cara Istiwa’ itu tidak diketahui). Begitu juga dengan berlari, turun, dan seterusnya. Itu sama sekali tidak diketahui caranya. Lagi pula tidak ada urusan kita membahas deskripsi Sifat Allah, sebab itu “ghairu ma’qul” (tidak terjangkau akal manusia).

    Allah Swt menurunkan kitab suci-Nya sebagai panduan bagi umat manusia dalam mengarungi kehidupan dunia supaya terhindari dari kesesatan dan kesengsaraan. Di ayat69 surat al-Ankabut Allah Swt berfirman, “… Dan orang-orang yang berjihad untuk (mencari keridhaan) Kami, benar-benar akan Kami tunjukkan kepada mereka jalan-jalan Kami. Dan sesungguhnya Allah benar-benar beserta orang-orang yang berbuat baik.” Inilah yang dimaksudkan dalam hadis Nabi bahwa Allah berlari kepada hamba yang berjalan ke arah-Nya. Ayat-ayat seperti ini banyak dijumpai dalam al-Quran, dan untuk menurunkan rahmat dan mendekat kepada hambaNya, Allah sama sekali tidak perlu berlari dalam bentuk gerakan fisik seperti yang dikatakan kaum Salafi.

    Komentar: Ini pendapat kaum Ahlut Takwil, sementara Ibnu Taimiyyah bukan termasuk kesana. Beliau Ahlul Itsbat. Ahlut Takwil (selain Syiah rafidhah), masih diakui sebagai bagian Ahlus Sunnah.

    Ibnu Taimiyyah berpendapat bahwa Allah Swt bisa dilihat dengan mata. Dalam hal ini dia berkata, “Semua yang wujudnya lebih sempurna lebih layak dilihat. Karena Allah adalah wujud yang paling sempurna maka Dia lebih berhak untuk dilihat dibanding yang lain, dan kesimpulannya adalah Allah bisa dilihat.” (Minhaj al-Sunnah juz: 1 hal: 217). Kaum Wahhabi bersikap sangat ekstrim dalam masalah melihat Allah yang mengundang rasa heran semua orang yang berakal sehat. Ibnu Taimiyyah berpendapat bahwa di Hari Kiamat nanti, Allah akan menyamar dan muncul di tengah hamba-hamba-Nya lalu berfirman, “Aku adalah Tuhan kalian.” Orang-orang menjawab, “Kami tidak mengenalmu dan kami berlindung kepada Allah darimu. Jika Tuhan kami datang kami pasti akan mengenalNya.” Allah lalu mengganti penampilan dan muncul dengan wajah asli-Nya lalu mengenalkan diri. Semua orang mengatakan, “Benar Engkau adalah Tuhan kami.” Mereka lalu mengikuti langkah Tuhan menuju surga.” (Majmu’ al-Fatawa juz: 6 hal: 492). Apakah dengan pandangan seperti ini kaum Wahhabi tidak sedang menuduh Allah Yang Maha Bijaksana melakukan perbuatan ganjil yang tidak mungkin dilakukan oleh manusia yang normal? Pertanyaan lainnya adalah, apakah manusia sudah pernah melihat Allah sehingga menolak penampilan Allah yang pertama dan menerimanya pada kali kedua? Pernahkah Anda mendengar ada orang yang pernah melihat Allah?

    Komentar: Hakikat kaum Wahabi/Ibnu Taimiyah ialah konsisten dengan nash2 Kitabullah dan hadits. Seperti ru’yatullah, melihat Allah di Akhirat; itu jelas dalam hadits ada. Kata Nabi, “Apakah sulit bagi kalian melihat bulan saat purnama?” Jadi ini semata karena konsisten dengan nash. Bukan seperti yang dituduhkan kaum Syiah dengan membuat fitnah-fitnah palsu. Kaum Syiah ibaratnya membangun agamanya di atas fitnah dan kebohongan. Kasihan sekali. Semoga Allah memberi mereka jalan pulang.

    Tentang Allah mengganti “penampilan”, maksudnya ya sebatas sifat-sifat yang Dia jelaskan dalam Kitab-Nya dan Sunnah Nabi-Nya. Tidak keluar dari itu. Apa sulitnya bagi Allah menunjukkan sifat-sifat yang berbeda dengan apa yang Dia jelaskan sendiri. Tidak ada seorang pun Wahabi/Ahlus Sunnah yang tahu detail Sifat Allah, karena mereka bertahan dengan prinsip: “Wal kaifu majhul” (deskripsi Allah Ta’ala, dalam perbuatan dan Dzat-Nya, tidak diketahui). Tentang hadits itu, serupa seperti penjelasan Nabi Saw soal dajjal: “Dajjal itu buta sebelah mata kanannya, seperti anggur busuk.” Dengan deskripsi ini kita sudah tahu “secara garis besar”, tentang sosok dajjal.

    [Bersambung....].

    Admin.

  67. abisyakir mengatakan:

    @ Hamba Allah…

    Apakah dengan pandangan seperti ini kaum Wahhabi tidak sedang menuduh Allah Yang Maha Bijaksana melakukan perbuatan ganjil yang tidak mungkin dilakukan oleh manusia yang normal? Pertanyaan lainnya adalah, apakah manusia sudah pernah melihat Allah sehingga menolak penampilan Allah yang pertama dan menerimanya pada kali kedua? Pernahkah Anda mendengar ada orang yang pernah melihat Allah?

    Komentar: Apa sih sesuatu yang tidak mungkin dilakukan oleh Allah, kalau Dia berkehandak? Kan ayat nya: “Idza arada syai’an an yaqulu lahu kun fayakun.” Bukankah Allah juga tidak merasa malu untuk menyampaikan kebenaran, meskipun membuat perumpamaan dengan nyamuk?

    Tidak ada salahnya Allah menguji manusia, untuk mengetahui keimanan mereka akan Sifat-sifat-Nya. Sama seperti Allah memerintahkan para wali yang membawahi harta anak yatim, untuk menguji kedewasaan mereka untuk mengelola harta sendiri. Tidak ada salahnya Allah menguji manusia terkait Sifat-sifat yang Dia jelaskan lewat Kitab dan Sunnah Nabi-Nya.

    Mungkin ayat al-Quran yang paling jelas menafikan kemungkinan melihat Allah adalah ayat 103 surat al-An’am. Allah swt berfirman, “Dia tidak dapat dicapai oleh penglihatan mata, sedang Dia dapat melihat segala yang kelihatan; dan Dialah Yang Maha Halus lagi Maha Mengetahui.” Ayat lain yang menafikan kemungkinan melihat Allah adalah surat al-A’raf ayat 143, ”Dan tatkala Musa datang untuk (munajat dengan Kami) pada waktu yang telah Kami tentukan dan Tuhan telah berfirman (langsung) kepadanya, berkatalah Musa: “Ya Tuhanku, nampakkanlah (diri Engkau) kepadaku agar aku dapat melihat kepada Engkau”. Tuhan berfirman: “Kamu sekali-kali tidak sanggup melihat-Ku, …” Dua ayat suci tadi menegaskan ketidakbenaran pandangan kaum Salafi dan Wahhabi.

    Komentar: Ya, itu untuk kondisi di dunia. Tetapi di akhirat, manusia bisa melihat Allah dengan sangat jelas; terang jelasnya seperti mereka bisa melihat bulan saat purnama. Ini dikenal sebagai istilah Ru’yatullah (melihat Allah) di Hari Kiamat. Ahlus Sunnah berpegang kepada prinsip ini.

    Ibnu Taimiyyah dan kaum Salafi juga menisbatkan hal-hal lain kepada Allah Swt dan kita akan singgung secara singkat. Misalnya, mereka mengatakan bahwa Allah bisa berdiri di atas tubuh seekor nyamuk dan bergerak bersamanya. Atau Allah mereka katakan berparas seperti anak remaja dengan rambutnya yang keriting. Mereka membawakan cerita bahwa Allah pernah terkena sakit mata dan para malaikat datang membesuk-Nya. Allah juga dikatakan berjabat tangan dengan Nabi, kaki Allah memakai sepatu dari emas, dan Allah mempunyai pundak, pinggang dan jari. Allah, kata mereka, bisa terkejut, terkagum-kagum, tertawa dan sebagainya.

    Komentar: Ya kami tahu serangan-serangan dari kaum anti Wahabi dalam tema ini. Ini hanya semacam tuduhan bohong yang terus diulang-ulang. Yang jelas, kaidah yang dipegangi Ibnu Taimiyyah dan Salafiyah, seperti perkataan soal Istiwa': Istiwa’ maklum, wa kaifuhu majhul, al imanu bihi wajib, su’alun ‘anhu bid’ah. Ibnu Taimiyyah tidak seperti yang Anda tuduhkan itu. Bacalah kitabnya, Aqidah Al Wasithiyah, maka engkau akan menemukan bukti kejujuran Ibnu Taimiyah disana.

    Sudah kita jelaskan ketidakbenaran pemikiran yang menyimpang tentang Allah ini. Allah tidak bisa disamakan dengan manusia dan tidak pula berjisim. Kita lihat kembali apa yang dikatakan al-Quran dalam hal ini. Ayat 68 surat al-Ankabut menyebutkan, “Dan siapakah yang lebih zalim daripada orang-orang yang mengada-adakan kedustaan terhadap Allah atau mendustakan yang hak tatkala yang hak itu datang kepadanya? Bukankah dalam neraka Jahannam itu ada tempat bagi orang-orang yang kafir?”

    Komentar: Ibnul Qayyim, salah satu murid Ibnu Taimiyyah, menyebutkan satu pandangan yang sangat bagus, untuk menolak pandangan Mujassimah dan Mu’athilah. Kata beliau: “Orang Mujassimah itu seperti menyembah berhala, sedangkan orang Mu’athilah tidak menyembah apapun (kosong).” Dari sini saja sudah dapat dijelaskan, bahwa akidah Ibnu Taimiyyah bukanlah Mujassimah.

    Dalam kitab Nahjul Balaghah Imam Ali as menjelaskan tentang ayat ini dan berkata, “Siapa saja yang menyebutkan adanya padanan bagi Allah berarti telah salah jalan. Jika orang menyifati-Nya yang meniscayakan penyamaan terhadapNya berarti telah menyifati makhluk-Nya, bukan Allah. Sebab Allah tidak menyerupai apapun. Barang siapa menyamakan Allah dengan sesuatu berarti tidak melangkah di jalan makrifat Allah dan telah tersesat. Barang siapa menunjuk arah tertentu bagi Allah atau hendak membayangkan-Nya dalam pikiran berarti tidak mengenal-Nya.”

    Imam Ghazali mengatakan, “Jika seseorang membayangkan dalam pikirannya bahwa Allah berjisim dengan organ fisik yang bermacam-macam berarti dia sama seperti penyembah berhala. Sebab setiap jisim adalah ciptaan-Nya dan para ulama sepanjang zaman sepakat menghukumi kafir siapa saja yang menyembah makhluk.” (Lijam al-‘Awam ‘am ‘Ilm al-Kalam hal: 209)

    Qurthubi ulama Sunni yang wafat tahun 671 hijriyah mengenai kelompok yang menisbatkan jisim kepada Allah mengatakan, “Pendapat yang benar adalah bahwa mereka yang meyakini jisim bagi Allah adalah kafir. Sebab, tak ada perbedaan antara mereka dengan penyembah berhala dan penyembah wajah.”

    Komentar: Ya kita setuju bahwa paham Mujassimah adalah sesat dan salah. Karena Allah tidak menjelaskan diri-Nya sebagai jasad/jism. Adapun Sifat seperti Tangan, Wajah, Jari, Mata, dll. tidak mengharuskan kita memahami Allah sebagai suatu jasad/jism. Kecuali, kalau Allah menjelaskan Diri-Nya sebagai jasad/jism dalam Kitabullah dan Sunnah.

    Banyak ulama yang meyakini bahwa keyakinan fisikal dan jasmani yang dinisbatkan kepada Allah adalah bagian dari kepercayaan umat Yahudi yang masuk ke dalam lingkungan umat Islam dan memengaruhi pemikiran orang-orang seperti Ibnu Taimiyyah. Shahrestani dalam al-Milal wa al-Nihal menulis, banyak orang Yahudi yang memeluk Islam membuat hadis-hadis yang menisbatkan sifat jasmani kepada Allah lalu memasukkannya dalam agama Islam. Semua hadis jasmani bersumber dari ajaran Taurat.”

    Komentar: Ya itu kan karena Anda dan orang-orang semisal terlalu jauh terbawa ke ilusi dendam kepada Ibnu Taimiyyah, padahal beliau hanya mengikuti apa yang Allah sifati diri-Nya dalam Kitab dan hadits shahih. Tak lebih dari itu. Kalau ada hadits2 aneh, musykil, dll. ya itu akan ditolak melalui ilmu hadits.

    Ibnu Khaldun, sejawaran Muslim terkenal menulis, “Bangsa Arab di awal Islam tidak mengenal baca tulis. Mereka lebih suka menanyakan masalah penciptaan dan rahasia alam kepada ulama Yahudi yang mengenal Taurat atau ulama Nasrani.” Ibnu Khaldun menambahkan bahwa riwayat-riwayat yang bersumber dari umat Yahudi dan Taurat yang sudah diubah banyak ditemukan di kitab-kitab hadis standar umat Islam.

    Komentar: Sudah dikatakan berulang-ulang, kita meyakini karena ada NASH Syar’i, tak lebih dari itu. Manhaj Ibnu Taimiyah sederhana: mengimani nash shahih! Sudah begitu saja. Tidak usah dibawa kesana-kemari.

    Terimakasih.

    Admin.

  68. kenshin mengatakan:

    Sebaiknya Semua pihak membaca Bayanat PKS yg dimaksud sebagai berikut.

    Dan selanjutny silahkan menilai scra jujur & obyektif siapakah sbnrnya yg melakukan penghujatan, fitnah, menebar kebencian & memecah belah ummat. Apakh PKS atokah admin berikut tulisan2nya.

    Silahkan……

    Pandangan resmi Dewan syari’ah Pusat PKS tentang beberapa masalah keagamaan:

    1. PKS dan Ahlussunah Wal Jama’ah
    Sebagai partai da’wah PKS berpegang teguh pada aqidah Ahlussunah Wal Jama’ah dengan sumber rujukan utama sebagaimana termaktub dalam Ittijah Fiqih PKS, berupa Mashdir Asasiyah ( Sumber hukum Primer ) yang disepakati oleh Jumhur Ahlussunah Wal Jama’ah, yaitu Al-Qur’an yang suci, ijma’ dan qiyas.

    2. PKS dan ’Wahabisme’
    Tidak ada hubungan antara PKS dengan ’Wahabisme’, yaitu gerakan yang dipimpin oleh Syekh Muhammad bin Abdul Wahab di negeri Hijaz yang bertujuan untuk memurnikan ’aqidah dari Takhayul, Bid’ah dan Khurafat (TBC), bekerja sama dengan Malik Abdul Azis yang menggunakan berbagai cara yang sifatnya halus sampai yang radikal. Jelas tidak ada hubungan historis karena PKS lahir pasca reformasi 1998. Tidak ada hubungan struktural organisatoris antara PKS dengan organisasi keagamaan di Saudi Arabia. Bahwa di antara pimpinan PKS pernah studi di Saudi Arabia, hal yang sama berlaku juga pada ormas Islam yang lain. Bahkan ada yang pendirinya pernah mukim di sana. Tapi tidak lantas ormas-ormas tersebut boleh dituduh sebagai ’Wahabiyah’.

    3. Kolektivitas dan Keberagaman PKS
    Sebagai partai da’wah yang berprinsip kejama’ahan, maka sifat kolektifitas menjadi ciri PKS yang mewadahi keberagaman, baik dalam rekruting kader maupun pandangan keagamaan dan politiknya.

    – Ketua Majelis Syura PKS, KH. Hilmi Amminuddin alumni Universitas Islam Madinah, dekat dengan kalangan Persis.

    – Duta Besar RI di Saudi Arabia, DR. Habib Salim Segaf Al Jufri adalah seorang habib cucu pendiri Al Khairat dan salah satu seorang pendiri Partai Keadilan. Beberapa Habib yang lain fungsionaris PKS seperti Habib Abu Bakar Al Habsy, Habib Nabil Al Musawwa, dan Habib Fahmi Alaydrus.

    – Presiden Pertama Partai Keadilan, DR. H. Ir. Nurmahmudi Ismail, MSc. Lulusan Amerika berlatang belakang Pesantren di Kediri yang kental ke NU-annya.

    – Presiden kedua Partai Keadilan PKS yang kini ketua MPR RI, DR. H. M. Hidayat Nurwahid, MA lulusan Universitas Islam Madinah, berlatar belakang Muhammadiyah.

    – Presiden PKS yang sekarang, Ir. H. Tiffatul Sembiring Alumni Sekolah Tinggi Teknik di Indonesia dan kursus Manajemen Politik di Pakistan yang punya latar belakang organisasi di PII.

    – Ketua MPP-nya, Drs. H. Suharna Surapranata, MT lulusan UI dan Jepang berlatar belakang aktivis masjid kampus.

    – Ketua Dewan Syari’ah PKS, H. DR. Surahman Hidayat, MA tamatan Universitas Al-Azhar Mesir yang bermahzhab Syafi’i, latar belakangnya NU dan PUI, sebelumnya PII dan HMI.

    – Beberapa anggota Dewan Syari’ah Pusat juga berlatar belakang NU seperti, KH. DR. Muslih Abdul Karim, MA murid kesayangan KH. Abdullah Faqih, Langitan. H. Bukhari Yusuf, MA, sekretaris DSP, murid kesayangan KH. Noer Ahmad S ahli ilmu falak NU. H. Bakrun Syafi’i, MA Alumni Pesantren Al Munawwir, Krapyak Yogyakarta adalah murid kesayangan KH. Ali Ma’shum. H. Amang Syarifuddin, Lc,M.Si Alumnus Pesantren NU Cipasung, Tasikmalaya yang sering dipuji sebagai murid nomor 1.

    – Beberapa Ulama seperti Prof. DR. KH.Didin Hafidhuddi, MS (Ketua BAZNAZ), DR. Ahzami Samiun, MA (putera Tokoh NU, KH.Samiun Jazuli), Prof.DR.Ahmad Syathori (Alumni Pesantren babakan Ciwaringin dan Buntet), adalah tempat bertanya dan rujukan kader PKS.

    4. Furu’iyah di PKS
    Da’wah PKS menekankan pada tema-tema besar yang bersifat prinsip (qadhya ushuliyah). Ini supaya da’wah PKS bersifat mempertemukan mempersatukan (jami’ah-tajmi’ah) dan tidak menimbulkan perselisihan/perpecahan (tafriqiyah). Ittijah Fiqh (Orientasi Fiqih) Dewan Syari’ah PKS mendahulukan fiqh persatuan (i-tilaf) daripada fiqh perbedaan (ikhtilaf). Menggali dan mengambil faidah dari khazanah fiqhiyah yang ada dengan prinsip ”Almuhafazhatu’alal qadimish shalih wal akhdzu bil jadidil ashlah’ mengambil pendapat klasik yang masih cocok dan pendapat baru yang lebih maskahat. Tapi dalam praktik keseharian memperhatikan harmoni dengan mazhab yang banyak dipraktikan yaitu mazhab Syafi’i. Mengedepankan cara kompromi (thariqatul jam’i) atas tarjih, dan menggunakan prinsip keluar dari khilafah (khuruj’anil khilaf) sejauh dimungkinkan. Kemudian terhadap perbedaan dalam masalah cabang (furu’) mengedepankan sikap toleran (tasamuh). Prinsip yang dipegang ”NATA’AWANU FIMA ITTAFAQNA’ALAIHI WA YA’DZURU BA’DHAN FIMA IKHTALAFNA FIHI” bekerja sama dalam hal-hal yang disepakati dan saling menghormati dalam hal-hal yang diperselisihkan.

    5. Sikap PKS dalam masalah Khilafiyah
    Berikut ini beberapa masalah khilafiyah/furu’iyah yang sering dijadikan alat untuk menfitnah PKS dan pandangan resmi Dewan Syari’ah Pusat PKS tentang itu.

    a. Do’a Qunut
    Bagaimanapun do’a qunut status hukumnya adalah sunat. Yang disepakati adalah do’a qunut dalam shalat witir, qunut nazilah dalam shalat fardhu yaitu memohon tolak bala dari kaum muslimin dan mendo’akan bencana bagi musuh Islam. Adapun qunut subuh tetap saja merupakan masalah khilafiyah. Masalah pilihan, paling tinggi porsinya antara rajih dan marjuh, bukan antara sunnah dan bid’ah. Jadi tidak ada bid’ah dalam qunut shalat fajar. Dan mengamalkan yang marjuh bisa menjadi pilihan jika membawa kemaslahatan dalam mu’amalah. Jadi bukan sikap pilihan plin plan, tapi cerminan sikap bijak dan cerdas. Secerdas Imam Muhammad bin Al Hasan Al Syaibani murid Imam Abu Hanifah yang melakukan qunut ketika ziarah ke mesir dan menjadi Imam shlat shubuh. Ini karena beliau menghormati Imam Syafi’i imam madzab yang dominan di Mesir. Dan sebijak Imam Syafi’i yang tidak qunut shubuh ketika beliau ziarah ke Imam Muhammad di Baghdad. Dalam pengamalan di acara-acara PKS kadang qunut shubuh kadang juga tidak, tergantung imamnya. Dan itu tidak pernah ada masalah.

    b. Membaca Do’a dan Tahlil untuk yang meninggal
    Pada dasarnya membaca do’a untuk mayit dianjurkan (sunat). Berkat ikatan ’aqidah tauhid tidak terputus hubungan sesama muslim dengan yang sudah mati sekalipun. Dalam Al-Qur’an ada do’a ”Rabbanagfirlana wa li-ikhwanina alldzina sabaquna bil imani, wala taj’al fi qulibina ghilan lilladzina amanu…rabbana innaka raufurrahim” (QS 59:10). Menghadiahkan bacaan surah al fatikhah atau lainnya untuk mayit, atau mewaqafkan/menshadaqahkan sesuatu atas nama atau menujukan pahalanya untuk mayit merupakan amal shalih yang diterima, sesuai pendapat jumhur ulama. Istighfar, tasbih, tahmid dan tahlil merupakan bagian dari keseluruhan do’a yang dibaca. Waktu berdo’a untuk mayit tidak harus dibatasi pada waktu atau hari-hari tertentu, dan tidak boleh disyaratkan, sehingga pilihan waktunya lebih luang dan leluasa sesuai kesempatan atau kemampuan..

    c. Perayaan Maulid Nabi SAW
    Perayaan memperingati maulid Nabi Muhammad Saw menurut sebagian riwayat, digagas oleh Sultan Salahuddin al Ayyubi di Mesir dalam rangka meningkatkan ruhul jihad umat Islam. Sampai hari ini Universitas Al Azhar sendiri mensyi’arkan peringatan maulid Nabi Saw. Bagi kepala pemerintahan seperti Sultan Salahudin, hal itu merupakan kebijakan yang sesuai syari’ah (siyasah syari’ah), yang didefinisikan Imam Ibnu Uqail sebagai perbuatan yang dilakukan karena lebih maslahat bagi masyarakat dan lebih menghindarkan mereka dari mafsadat, meskipun tidak pernah disabdakan atau dicontohkan oleh Nabi Saw. Adapun bagi masyarakat muslim, peringatan maulid Nabi Saw dipertimbangkannya adalah semata-mata kemaslahatan (mashalah mursalah). Dasar pertimbangan maslahat ini juga yang menyeleksi ragam acara yang dipandang membawa maslahat. Tentu saja dalam konteks ini ada ruang bagi tradisi dan kreasi yang baik, sehingga ada variasi dari tempat ke tempat lain dan dari waktu ke waktu yang lain. Jika dibarengi niat yang lillah, untuk meninggikan Dinullah dan tidak ada sesuatu yang melanggar syari’ah dalam mata acaranya, insyaAllah bernilai ibadah. Di lingkungan PKS, biasa diadakan peringatan maulid Nabi Saw oleh DPP maupun struktur di bawah. Bahkan dianjurkan agar pelaksanaannya bekerja sama dengan masjid, lembaga keagamaan atau masyarakat sekitar. Para Kepala pemerintahan kader PKS biasa memprakarsai atau mensponsori para Da’i atau asatidz kader PKS biasa menjadi penceramah dalam peringatan ini.

    d. Yasinan
    Disebutkan dalam sebuah riwayat Imam Ahmad bahwa Surah Yasin merupakan qalbunya al-Qur’an. Membacanya merupakan ibadah. Disepakati aturan membacanya di samping orang yang sakit parah. Boleh dibaca untuk pengobatan dengan ruqyah syar’iyah. Boleh membacanya untuk yang sudah meninggal, menurut jumhur ulama. Sejauh ada pendapat yang membuka peluang amal adalah tidak bijak menutupnya bagi siapa yang ingin melakukannya. Waktu membacanya luas, boleh siang apalagi malam dan pada waktu-waktu yang khidmat. Tidak perlu dibatasi waktu tertentu. Pertimbangannnya adalah kesempatan dan kekhidmatan. Membiasakan acara membaca al-Qur’an atau memilih surat-surat tertentu, insya Allah merupakan ’adah shalihah atau tradisi yang baik. Memilih surat tertentu untuk dilazimkan dibaca, bukan karena mensyaratkan atau membatasi, tapi karena lebih menyukainya atau lebih familiar, insya Allah merupakan kabajikan, semoga Allah mempertemukan pembacanya dengan surat yang dicintainya.

    Secara umum, merupakan kebijaksanaan dalam da’wah PKS untuk menghidupkan sunnah yang telah ditinggalkan (ihyaul sunnah al mahjurah) dan tradisi Islami yang menyemarakkan syiar Islam sebagai cerminan ketaqwaan.

    Melalui Bayan ini kami serukan kepada segenap pecinta kebenaran dengan semangat iman dan keadaban, agar tidak termakan oleh fitnah dan hasutan baik lisan maupun melalui selebaran gelap yang menuduh PKS adalah Wahabi dan Bukan Ahlusunnah Al Jama’ah. ”Berbuat dusta dan menyebarkannya adalah dosa besar” (HR Bukhori)

    Hasbunallah wani’mal wakil, wahuwal muwaffiq ila aqwamith thoriq

    Jakarta, 21 Syawal 1529/21 Oktober 2008

    Dewan Syari’ah Pusat
    Partai Keadilan Sejahtera

    KH. DR. Surahman Hidayat, MA
    Ketua

    (Dikutip Dari Koran Republika dan Pikiran Rakyat, Tgl 23 Oktober 2008)

  69. agussahid mengatakan:

    pks itu maling juga sama dg para pejabat skrng kerjanya korupsi makan duit rakyat kaya ketua umum pks dan kroni2nya maling,rampok semua maling maling maling…

  70. Mas Her mengatakan:

    semua orang memang bebas menilai, tetapi perlu dingat bahwa penilaian kita terhadap sebuah masalah itu bukanlah kebenaran mutlak sehingga sangatlah tidak bijak jika kita selalu mengklaim bahwa penilaian kita benar dan yang lain salah. Setiap orang tidak mungkin sama dalam mensikapi segala hal. Karena itu sangat terkait dengan tingkat pemahaman terhadap masalah, latar belakang, keilmuan dan masih banyak hal yang bisa mempengaruhi seseorang dalam mensikapi sesuatu. Membuat manusia sama dalam mensikapi semua hal itu juga sesuatu yang mustahil. Karena perbedaan itu merupakan sunnatullah “ Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertakwa di antara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal.” 49:13. Menurut DR. Yusuf Al qordhowy dalam bukunya Fiqhul Ikhtilaf ,” Perbedaan adalah sebuah keniscayaan disebabkan oleh :
    1.Tabi’at agama, adanya ayat-ayat mutasyabihat yang memang menuntut kita untuk berijtihad.
    2.Tabi’at bahasa, adanya pemahaman yang berbeda dari makna yang terkandung.
    3.Tabi’at manusia, yang diciptakan berbeda-beda dan memiliki kepribadian, tabi’at, pemikiran sendiri-sendiri. Hal ini merupakan perbedaan macam/variasi, bukan merupakan perbedaan yang mengarah ke pertentangan.
    4.Tabi’at alam dan kehidupan; alam diciptakan bervariasi dan berbeda-beda.
    Perselisihan yang ditolerir: ketika seseorang melakukan amal perbuatan yang didasarkan pada hujjah atau pengetahuan orang sebagai dasar untuk melakukannya tanpa disertai permusuhan dan celaan kepada orang yang berbeda dengannya. Perbedaan yang tercela: yang bermotif pembangkangan, kedengkian, dan mengikuti hawa nafsu, yang mengakibatkan perpecahan dan permusuhan ummat.
    Oleh karena itu ikhwah fillah, jangan warnai diskusi kita ini akhlaq yang kurang terpuji diantaranya membanggakan diri dan kagum pendapat sendiri, buruk sangka dan mudah menuduh orang tanpa bukti, egoisme dan mengikuti hawa nafsu, fanatik kepada pendapat orang, mazhab atau golongan, fanatik kepada negeri, daerah, partai, jama’ah atau pemimpin, caci maki dan sumpah serapah.
    Buat admin, anda boleh menilai langkah-langkah PKS atau jamaah apapun (dalam konteks ahlus sunnah wal jamaah) dalam upayanya membangun umat. Tetapi alangkah tidak bijak antum memvonis PKS sudah salah akidah dan manhajnya hanya karena koalisi dengan partai sekuler. IM dimesir -yang menjadi inspirasi bagi hampir semua gerakan da’wah di dunia termasuk PKS- juga koalisi dengan kaum kristen koptik, bahkan IM memberi jatah jabatan dipartai maupun dipemerintahan (bisa baca di al ikhwan.net). Apakah berarti IM sudah salah akidah dan manhajnya? Dalam berita surat kabar yang pernah saya baca disitu menuliskan bahwa kaum oposisi suriah yang didominasi mujahidin meminta bantuan senjata kepada negara asing termasuk amerika. http://www.suara-islam.com/read/index/6622/Amerika-Akan-Tingkatkan-Bantuan-Senjata-bagi-Oposisi-Suriah, http://www.jurnaliswarga.com/home/top-news/111-top-news-4/2157-oposisi-suriah-minta-bantuan-senjata-asing.html. Apakah oposisi suriah yang mayoritas mujahidin itu sudah salah akidah dan manhajnya karena meminta bantuan senjata kepada negara asing yang notabene bukan muslim dan sekuler?
    Mohon maaf, buat admin dan siapa saja. Silahkan menilai dengan penilaian apa saja, tetapi perlu diingat bahwa penilaian admin dan siapa saja termasuk saya bukanlah sebuah kebenaran mutlak. Jadi tidak perlu mengklaim bahwa pendapatnya adalah sebuah kebenaran mutlak, apalagi disertai perasaan tinggi hati, sombong, takabbur, ujub terhadap pendapat sendiri, disertai prasangka dan hawa nafsu. Belajar untuk memahami alasan orang lain yang berbeda dengan kita itu penting untuk menumbuhkan sikap toleran, dan sikap toleran terhadap hal-hal yang berbeda inilah yang akan menumbuhkan kecintaan dan ukhuwah kepada saudara sesama muslim. So Keep Ukhuwah, hindarkan caci maki, cela mencela karena sungguh itu tidak ada gunanya. Mari kita bekerja untuk kemuliaan islam.
    Allahu Akbar

  71. Mas Her mengatakan:

    Buat saudaraku semua : Untuk memperjelas tentang persoalan hukum koalisi dengan partai sekuler bisa dibaca disini
    http://www.myquran.org/forum/index.php?topic=73223.0
    Topik: manhaj juang politik ikhwan al muslimun

    Mari kita adil dalam menilai orang lain, tidak hanya berharap orang lain adil menilai kita. Dan saya kira ini juga cara untuk mendamaikan ahlu sunnah wal jamaah dinusantara dan supaya orang bisa adil menilai wahabi seperti buku karangan admin

    Kita boleh memiliki interprestasi, tetapi bukan berarti diluar interprestasi kita pada sebuah masalah adalah sebuah kesalahan.

  72. abisyakir mengatakan:

    @ Mas Her…

    Buat admin, anda boleh menilai langkah-langkah PKS atau jamaah apapun (dalam konteks ahlus sunnah wal jamaah) dalam upayanya membangun umat. Tetapi alangkah tidak bijak antum memvonis PKS sudah salah akidah dan manhajnya hanya karena koalisi dengan partai sekuler. IM dimesir -yang menjadi inspirasi bagi hampir semua gerakan da’wah di dunia termasuk PKS- juga koalisi dengan kaum kristen koptik, bahkan IM memberi jatah jabatan dipartai maupun dipemerintahan (bisa baca di al ikhwan.net). Apakah berarti IM sudah salah akidah dan manhajnya? Dalam berita surat kabar yang pernah saya baca disitu menuliskan bahwa kaum oposisi suriah yang didominasi mujahidin meminta bantuan senjata kepada negara asing termasuk amerika. http://www.suara-islam.com/read/index/6622/Amerika-Akan-Tingkatkan-Bantuan-Senjata-bagi-Oposisi-Suriah, http://www.jurnaliswarga.com/home/top-news/111-top-news-4/2157-oposisi-suriah-minta-bantuan-senjata-asing.html. Apakah oposisi suriah yang mayoritas mujahidin itu sudah salah akidah dan manhajnya karena meminta bantuan senjata kepada negara asing yang notabene bukan muslim dan sekuler?

    Respon: Maaf, mohon sebutkan sebelah mana saya menilai manhaj dan akidah PKS lantaran soal koalisi? Mohon disebutkan, siapa tahu saya keliru. Dalam soal koalisi ini, kalau ada kawan-kawan sendiri sesama partai Islam yang menghendaki koalisi dan punya ide ke arah itu; mestinya itu disambut, disyukuri, dan didukung. jangan cari aman sendiri dengan “berdagang kursi menteri” (dengan demokrat), sembari meninggalkan peluang koalisi dengan sesama Muslim/partai Islam. Itu akan menjadi DOSA BESAR yang mereka pikul sampai di Akhirat nanti. Wong diberi jalan persaudaraan dengan sesama Muslim, kok ditolak, malah mencari yang sekuler?

    Kecuali kalau kondisi darurat, partai terjepit dari sana-sini; tidak ada peluang lain, selain koalisi dengan sekuler; maka dalam posisi begitu boleh koalisi, untuk menyelamatkan posisi partai dan perjuangan politik. Partai Refah di Turki pernah begitu.

    Mohon maaf, buat admin dan siapa saja. Silahkan menilai dengan penilaian apa saja, tetapi perlu diingat bahwa penilaian admin dan siapa saja termasuk saya bukanlah sebuah kebenaran mutlak. Jadi tidak perlu mengklaim bahwa pendapatnya adalah sebuah kebenaran mutlak, apalagi disertai perasaan tinggi hati, sombong, takabbur, ujub terhadap pendapat sendiri, disertai prasangka dan hawa nafsu. Belajar untuk memahami alasan orang lain yang berbeda dengan kita itu penting untuk menumbuhkan sikap toleran, dan sikap toleran terhadap hal-hal yang berbeda inilah yang akan menumbuhkan kecintaan dan ukhuwah kepada saudara sesama muslim. So Keep Ukhuwah, hindarkan caci maki, cela mencela karena sungguh itu tidak ada gunanya. Mari kita bekerja untuk kemuliaan islam. Allahu Akbar

    Respon: Siapa lagi yang begituwww… Itu kan perasaan Anda saja. Anda tak mau PKS dikritik, lalu masuk ke apologi2 seperti itu. Tetapi kalau pun ada yang demikian, mohon maafkan saya ya. Astaghfirullaha li wa lakum.

    Admin.

  73. abisyakir mengatakan:

    @ Mas Her…

    Hukum koalisi dengan sekuler…

    [1]. Kalau koalisi dimaknai peleburan akidah antara Islam dan sekuler; itu adalah kaum PLURALIS. Ini haram dan sesat.
    [2]. Kalau koalisi dengan sekuler dan meninggalkan koalisi dengan saudara sendiri (sesama Muslim atau Islamis); itu melanggar konsensus Ukhuwwah Islamiyyah. Dalilnya: “Al muslimu akhul muslimi, laa yazhlimuhu wa laa yuslimuhu” (seorang Muslim adalah saudara Muslim yang lain; tidak boleh menzhaliminya atau membiarkannya dizhalimi).
    [3]. Dalam kondisi darurat, bila tidak ada peluang politik yang baik, boleh berkoalisi dengan sekuler, dengan tujuan untuk menyelamatkan bahtera politik Islam dari kehancuran dan ancaman eksternal yang kuat. Dalilnya ialah: kebolehan meminta bantuan orang kafir untuk melindungi diri dari bahaya kafir lain yang lebih besar dan kuat. Seperti sikap Nabi Saw kepada Muth’im bin Ady.
    [4]. Adapun istilah koalisi dengan bahasa diplomatik “kami hanya koalisi di program saja” ini rata-rata hanya retorika verbal yang omong kosong.

    Admin.

  74. Mas Her mengatakan:

    Maaf, mohon sebutkan sebelah mana saya menilai manhaj dan akidah PKS lantaran soal koalisi?

    Maaf Ini tulisan antum di bab ini juga lho. (lupa nggih, ngga pa pa manusiawi):

    Maka kritik kita sebenarnya awalnya bukan bersifat akidah, tetapi lebih ke kebijakan politik. Tetapi kesini-sini, penyimpangan politiknya merembet ke urusan akidah dan manhaj. Misalnya, berkoalisi dengan partai non Muslim; mendahulukan syahwat kekuasaan daripada maslahat Ummat; bersikap sekularis (tidak pro Syariat Islam); tidak memenuhi janji-janji politiknya; menjadikan agama sebagai kendaraan politik; dll.

    Awalnya bukan koreksi akidah; tetapi seiring jalan, ambisi politik merusak akidah dan manhaj mereka.

    Maaf untuk urusan koalisi PKS juga punya rujukan ulama seperti DR. Yusuf Al Qordhowy dll yang disebutkan ditulisan MyQuran. Kecuali antum tidak menganggap mereka sebagai ulama itu persoalan lain yang tidak bakal memiliki titik temu.
    Dalam soal koalisi ini, kalau ada kawan-kawan sendiri sesama partai Islam yang menghendaki koalisi dan punya ide ke arah itu; mestinya itu disambut, disyukuri, dan didukung. jangan cari aman sendiri dengan “berdagang kursi menteri” (dengan demokrat), sembari meninggalkan peluang koalisi dengan sesama Muslim/partai Islam. Itu akan menjadi DOSA BESAR yang mereka pikul sampai di Akhirat nanti. Wong diberi jalan persaudaraan dengan sesama Muslim, kok ditolak, malah mencari yang sekuler?
    Respon : Bisa tunjukkan partai islam yang menghendaki koalisi sendiri? PKB, PPP, PAN semua ikut koalisi dengan SBY lho. Mereka juga punya kursi kementrian di kabinet SBY. PBB juga wakilnya pernah duduk dikementrian SBY. Masak ustadz lupa.

    Penilaian antum yang terkesan berlebih-lebihan :

    Para pemuda Wahabi banyak bergelut dengan ilmu; sementara kader-kader PKS siang-malam bergelut dengan Pemilu, Pilpres, Pilkada, dan semisalnya. Kaum Wahabi jelas pro Syariat Islam; sementara PKS pro sekularisme, demokrasi, liberalisme. Pejuang-pejuang Wahabi banyak berjihad dimana-mana; sementara pejuang PKS banyak melantunkan nasyid dimana-mana. Para ulama Wahabi kreatif dan produktif menulis buku-buku keislaman; sementara para politisi PKS sibuk melayani pertemuan dengan wartawan dan selebritis. Dari sisi ini, tidak tepatlah menyebut PKS sebagai Wahabi; sangat tidak tepat

    Jawaban :
    1. Kader-kader PKS wajib min. 1 sepekan liqo : disitu ada aktivitas Tholabul ilmu, setor hapalan, muhasabah amal yaumian dan membahas agenda-agenda keumatan. ada juga agenda tatsqif, mabit, nadwah, riyadhoh, mukhoyyam dll. kecuali ini antum anggap itu bukan sarana keilmuan itu boleh saja. silahkan.
    2.PKS pro sekularisme (mungkin antum melihat karena PKS Koalisi dengan partai sekuler sehingga antum berkesimpulan PKS pro sekularisme, lebih baik antum baca lagi tulisan http://www.myquran.org/forum/index.php?topic=73223.0. Afwan tulisan itu juga merangkum pemikiran ulama spt yusuf al qordhowy dan orang-orang yang mempunyai kafaah syar’i. kecuali antum tidak menganggap kadar keulamaan DR. yusuf al qorrdhowy, (ketua persatuan ulama) itu masalah lain.Masalah demokrasi……bisa liat buku dan tulisan kader PKS tentang itu. Buku ustadz anis mata juga ada lho. Saya juga membaca tulisan antum tentang demokrasi lho.
    3. Kader2 PKS yang punya potensi berceramah membuat wadah IKADI, yang punya potensi medis membuat wadah MER-C, BSMI (biasa lho ke daerah –daerah konflik, ambon, poso, palestina, gaza, suriah dll.), yang potensi mengajar membuat wadah JSIT (jaringan sekolah islam terpadu) sekolahnya sudah cukup banyak tadz, dari TK sampai Perguruan Tinggi. Yang punya potensi menulis membuat wadah FLP (forum lingkar pena) buku-buku yang dihasilkan sudah cukup banyak lho….bahkan ada yang best seller. Yang punya potensi advokasi membuat wadah PAHAM (pusat advokasi hukum dan HAM), Yang punya potensi bisnis membuat wadah JPMI (Jaringan Pengusaha Muslim Indonesia) usahanya cukup banyak lho tadz. Yang punya potensi sosial bergerak dibawah payung PKPU, LAZIZ yang memberdayakan umat lewat bantuan-bantuan sosial. Yang ngurusin pesantren tahfidz juga ada lho tadz. Jadi bukan hanya nasyid doang tadz. Kalo membandingkan ulama dan politisi bisa nggak ya……setahu saya sesuatu yang bisa dibandingkan itu memiliki karakteristik yang hampir sama. Ulama : ranahnya adalah keilmuan sedangkan politisi : ranahnya adalah politik. Tapi kalo ukurannya buku : tokoh-tokoh PKS banyak juga yang menulis buku lho tadz. Kecuali semua yang dilakukan kader PKS itu tidak antum anggap sebagai upaya membangun umat….boleh saja. Silahkan.
    Jujur….sebenarnya saya agak bingung dengan logika berpikir antum. Antum mengkritik tokoh-tokoh PKS karena seolah-olah tidak berterima kasih dengan wahabi karena mereka tidak mengklaim diri mereka sebagai wahabi hanya karena mereka bekerja dikedutaan arab saudi, sekolah di arab saudi atau lembaga milik arab saudi. Berarti TKI-TKI yang bekerja diarab saudi itu harusnya wahabi semua nggih tadz? Tokoh-tokoh nahdiyin juga banyak yang kuliah di arab saudi lho. Saya juga heran dengan antum kuliahnya di Unpad Bandung, di Fakultas Pertanian, jurusan Agronomi kok mengaku wahabi bukannya harusnya antum seorang nasionalis? Berarti antum ingin mendelete jejak nasionalis nggih…he…he
    Silahkan Kritik PKS sepuasnya…..ga dilarang kok. Bebas dan gratis. Oke. Afwan. Akhukum Fillah.

  75. abisyakir mengatakan:

    @ Mas Her…

    Maka kritik kita sebenarnya awalnya bukan bersifat akidah, tetapi lebih ke kebijakan politik. Tetapi kesini-sini, penyimpangan politiknya merembet ke urusan akidah dan manhaj. Misalnya, berkoalisi dengan partai non Muslim; mendahulukan syahwat kekuasaan daripada maslahat Ummat; bersikap sekularis (tidak pro Syariat Islam); tidak memenuhi janji-janji politiknya; menjadikan agama sebagai kendaraan politik; dll.

    Jawab: Sebenarnya, koalisi dengan partai non Muslim boleh-boleh saja; kalau tidak ada partai Islam lain, kalau itu dilakukan dalam situasi darurat (no choice condition). Tetapi kalau koalisi dengan partai non Muslim (atau partai sekuler) semata-mata untuk mendapat kekuasaan, lalu mengabaikan partai-partai Islam lain; ini jelas kerusakan dalam soal wala’ wal baro’. Lagi pula, yang saya sebut kerusakan akidah dan manhaj itu, kan tidak hanya soal koalisi dengan non Muslim saja; banyak perinciannya. Anda bisa lihat dalam tulisan itu dan yang lainnya. Mungkin maksud Anda disini ingin mengkonfrontir pendapat umum seputar koalisi dengan “kerusakan akidah dan manhaj”.

    Maaf untuk urusan koalisi PKS juga punya rujukan ulama seperti DR. Yusuf Al Qordhowy dll yang disebutkan ditulisan MyQuran. Kecuali antum tidak menganggap mereka sebagai ulama itu persoalan lain yang tidak bakal memiliki titik temu.

    Jawab: Sejujurnya, saya mengambil istilah koalisi dengan partai non Muslim (semacam PDS) itu lebih karena banyaknya kritik dari kalangan aktivis Islam, termasuk mantan2 PKS, yang menyayangkan koalisi semacam itu. Koalisi PKS dengan partai non Muslim dalam pilkada; bahkan mengangkat pengurus atau caleg dari non Muslim; itu banyak mendapat kritik dari kalangan kaum Muslimin.

    Tetapi pendapat saya tetap; koalisi dengan non Muslim boleh kalau tidak ada pilihan lain, kalau partai Islam sedang mendapatkan tekanan politik hebat, dan kondisi-kondisi darurat lainnya.

    Bisa tunjukkan partai islam yang menghendaki koalisi sendiri? PKB, PPP, PAN semua ikut koalisi dengan SBY lho. Mereka juga punya kursi kementrian di kabinet SBY. PBB juga wakilnya pernah duduk dikementrian SBY. Masak ustadz lupa.

    Jawab: Misalnya dalam pembentukan kabinet SBY jilid 2 tahun 2009. Awalnya partai Islam seperti PPP dan PKNU ingin membentuk koalisi dengan sesama partai Islam; tetapi karena PKS, PKB, PAN sudah mendahului berebut jabatan menteri, mereka akhirnya bersikap realistik juga.

    Waktu tahun 2009 itu, kalangan dakwah Islam menyerukan agar PKS, PPP, PAN, dan PKB mencalonkan pasangan Presiden dan Wapres sendiri, yang berlatar-belakang partai Islam/Muslim. Karena kalau ditotal, suara mereka melebihi 20 % (syarat minimal pencalonan). Tetapi karena “rakusnya syahwat politik PKS” mereka tidak melirik ide koalisi Islam/Muslim itu. Mereka bernafsu merapat ke SBY/Demokrat, sehingga mempengaruhi PPP ikut-ikutan merapat kesana juga.

    1. Kader-kader PKS wajib min. 1 sepekan liqo : disitu ada aktivitas Tholabul ilmu, setor hapalan, muhasabah amal yaumian dan membahas agenda-agenda keumatan. ada juga agenda tatsqif, mabit, nadwah, riyadhoh, mukhoyyam dll. kecuali ini antum anggap itu bukan sarana keilmuan itu boleh saja. silahkan.

    Jawab: Iya, buah dari kegiatan itu ialah untuk meraih kekuasaan, jabatan politik, dan kesempatan kerja di dunia parlemen bagi segelintir orang. Sudah amalnya dibuka-buka kesana kemari, hasilnya semata dunia belaka. Hal-hal begini harus diwaspadai sebagai bagian dari amal-amal yang muflis.

    Kalau Anda benar-benar berkerumun di sekitar ilmu-ilmu Syariat, secara ikhlas dan kontinue; pasti buahnya adalah tegaknya Syariat itu dalam kehidupan. Anda mesti melihat sejauhmana manfaat kerja-kerja semacam itu bagi tegaknya nilai-nilai Islam dalam kehidupan bangsa Indonesia.

    PKS pro sekularisme (mungkin antum melihat karena PKS Koalisi dengan partai sekuler sehingga antum berkesimpulan PKS pro sekularisme, lebih baik antum baca lagi tulisan http://www.myquran.org/forum/index.php?topic=73223.0. Afwan tulisan itu juga merangkum pemikiran ulama spt yusuf al qordhowy dan orang-orang yang mempunyai kafaah syar’i. kecuali antum tidak menganggap kadar keulamaan DR. yusuf al qorrdhowy, (ketua persatuan ulama) itu masalah lain.Masalah demokrasi……bisa liat buku dan tulisan kader PKS tentang itu. Buku ustadz anis mata juga ada lho. Saya juga membaca tulisan antum tentang demokrasi lho.

    Jawab: Saya sudah membaca sekilas tulisan seputar manhaj politik Al Ikhwan tersebut, alhamdulillah. Dalam tulisan lain saya juga pernah menyebutkan bahwa Partai Refah di Turki di bawah pimpinan Al Ustadz Necmettin Erbakan, pernah koalisi dengan Tansu Ciller (partai sekuler Turki); karena kemenangan Refah yang sekitar 30 % tidak mencukupi untuk memimpin Turki sendiri. Secara umum, boleh koalisi itu, kalau tidak ada “pilihan lain”; misalnya tidak sesama rekan partai Islami; partai dalam kondisi darurat, karena ada indikasi ancaman pressure politik yang hebat (seperti di Turki).

    Kalau kita katakan Nabi Saw pernah koalisi, andai dikatakan demikian; itu selalu dalam kondisi darurat, dalam situasi ancaman, serta terikat dengan syarat-syarat tertentu. Karena seorang Muslim tidak boleh memandang agamanya “setara” dengan ideologi orang lain; kita memandang seperti dalam hadits shahih: “Al Islamu ya’lu wa laa yu’la” (Islam itu tinggi dan tidak ada yang lebih tinggi darinya).

    Jadi koalisi dengan non Muslim (sekuler) itu bukan jalan normal, manhaj tetap, atau pilihan lazim; itu selalu bersifat darurat. Karena pada hakikatnya koalisi Islami adalah dengan sesama Muslim, dengan sesama orang-orang beriman. Dalilnya ialah “Innamal mukminuna ikhwah” (orang-orang beriman itu bersaudara). Juga dalil lain, “Al mukminu lil mukmini kal bunyan, yasyuddu ba’dhuhu ba’dha” (orang mukmin yang satu dengan lainnya seperti sebuah bangunan, satu sama lain saling menguatkan).

    Kalau ada partai “Islam” yang senang koalisi dengan Neolib Demokrat, koalisi dengan Liberalis Abdurrahman Wahid, koalisi dengan Megawati, koalisi dengan siapa saja yang berkuasa; sejak tahun 1999 sampai saat ini (2013) dengan alasan mengejar jabatan menteri, mengejar jabatan wapres, mengejar jabatan gubernur, walikota, bupati; tanpa mengindahkan akidah dan manhaj Islam…ini sangat mengerikan. .

    Tidak ada gunanya Anda berdalil dengan pendapat Al Qaradhawi dll seputar manhaj politik Al Ikhwan; sebab partai tertentu jelas hanya “numpang nama” saja; tidak serius melaksanakan hak-hak politik Islami sebagaimana manhaj yang dibuat Al Ikhwan tersebut.

    3. Kader2 PKS yang punya potensi berceramah membuat wadah IKADI, yang punya potensi medis membuat wadah MER-C, BSMI (biasa lho ke daerah –daerah konflik, ambon, poso, palestina, gaza, suriah dll.), yang potensi mengajar membuat wadah JSIT (jaringan sekolah islam terpadu) sekolahnya sudah cukup banyak tadz, dari TK sampai Perguruan Tinggi. Yang punya potensi menulis membuat wadah FLP (forum lingkar pena) buku-buku yang dihasilkan sudah cukup banyak lho….bahkan ada yang best seller. Yang punya potensi advokasi membuat wadah PAHAM (pusat advokasi hukum dan HAM), Yang punya potensi bisnis membuat wadah JPMI (Jaringan Pengusaha Muslim Indonesia) usahanya cukup banyak lho tadz. Yang punya potensi sosial bergerak dibawah payung PKPU, LAZIZ yang memberdayakan umat lewat bantuan-bantuan sosial. Yang ngurusin pesantren tahfidz juga ada lho tadz.

    Respon: Alhamdulillah, bagus itu. Kami ikut mendukung dan mengapresiasi amal-amal kongkrit yang bermanfaat untuk ummat ini. Alhamdulillah, bagus jika demikian halnya. Tetapi saya perlu tanya, karena minimnya informasi; apakah lembaga-lembaga itu bernaung di bawah PKS? Apakah ia masuk dalam roadmap politik PKS dan kebijakan-kebijakan politiknya? Mohon informasi. Ini sangat penting, untuk disampaikan kepada Ummat bahwa PKS punya IKADI, MER-C, BSM, PKPU, JSTI, JPMI, PAHAM, dan sebagainya. Kalau benar ada informasi valid bahwa lembaga2 itu merupakan underbouw PKS, kita akan berubah dalam sikap.

    Jujur….sebenarnya saya agak bingung dengan logika berpikir antum. Antum mengkritik tokoh-tokoh PKS karena seolah-olah tidak berterima kasih dengan wahabi karena mereka tidak mengklaim diri mereka sebagai wahabi hanya karena mereka bekerja dikedutaan arab saudi, sekolah di arab saudi atau lembaga milik arab saudi. Berarti TKI-TKI yang bekerja diarab saudi itu harusnya wahabi semua nggih tadz? Tokoh-tokoh nahdiyin juga banyak yang kuliah di arab saudi lho. Saya juga heran dengan antum kuliahnya di Unpad Bandung, di Fakultas Pertanian, jurusan Agronomi kok mengaku wahabi bukannya harusnya antum seorang nasionalis? Berarti antum ingin mendelete jejak nasionalis nggih…he…he

    Jawab: Lho masak dengan logika begitu kok gak mudeng ya? Itu kan tidak terlalu rumit… Saya bukan meng-gebyah uyah bahwa orang-orang tersebut adalah kaum Wahabi; bukan begitu. Isi tulisan itu juga bukan begitu. Tetapi saya mempertanyakan RASA KESYUKURAN mereka karena pernah mendapatkan aneka kemudahan, fasilitas, dan dukungan dari kalangan “Wahabi”. Kok bisa-bisanya mereka menjadi doktor dan profesor, menjadi dai dan terkenal, mendapat sekian banyak dana beasiswa, bahkan bantuan politik (seperti pengakuan Yusuf Supendi bahwa awal berdirinya Partai Keadilan dulu lantaran dukungan dana dari Muhsinin di Saudi, yang dikumpulkan via Luthfi Hasan). Kok setelah itu mereka ikut memojokkan Wahabi dan menyebut mereka bukan bagian dari Ahlus Sunnah Wal Jamaah? Apa itu maunya?

    Terus, maaf, saya tidak ngaku-ngaku lho sebagai Wahabi; sebagai Muslim, kita harus mengaku sebagai ISLAMI, bukan yang lain. Kan ada ayatnya: “Wa man ahsanu qaulan mimman da’a ilallahi wa ‘amila shalihan, wa qala innani minal Muslimin…” Matur nuwun.

    Admin.

  76. Mas Her mengatakan:

    he…he….he, aneh memang punya informasi sedikit tetapi sudah memberikan penilaian yang berlebih-lebihan. Tapi ga pa pa, silahkan kritisi PKS semampu antum, cuman saran saya kumpulkan informasi sebanyak-banyaknya dulu nggih. PKS memang bukan kumpulan malaikat yang selalu benar, tetapi PKS juga bukan kumpulan setan yang selalu berbuat salah.

  77. abisyakir mengatakan:

    @ Mas Her…

    Saya tidak paham apa yang Anda katakan. Soal koalisi dengan kekuatan non Islam sudah saya jelaskan; boleh dengan syarat2 tertentu. Tetapi kalau ada mitra koalisi/aliansi Islam, itu harus didahulukan. Masak partai X mau koalisi dengan sekuler, padahal dia berpeluang berkoalisi dengan sesama partai Islam?

    Masak koalisi dengan sekuler berlaku mutlak, sejak awal jadi partai (tahun 1999) sampai sekarang? Koalisi atas apa itu? Akidah atau jabatan politik?

    Anda tidak perlu menyuruh kami “silakan kritisi PKS”… ini sudah tugas universal para dai untuk mengingatkan ummat. Toh yang dikritik tidak melulu PKS. Toh isi media ini tidak melulu kritik ke orang lain.

    PKS itu sudah terlalu jauh melangkah… Ibarat kereta api, ia sudah ada di tengah perjalanan. Kalau masih di dekat stasiun, bisa ditarik kembali masuk stasiun.

    Dan itu juga bukan karena perbuatan kami, karena kami tidak ikut-ikutan kebijakan mereka. Itu hasil perbuatan tangan dan kehendak mereka sendiri. Kata orang, “Berani berbuat, berani tanggung-jawab.” jadi kalo ada masalah2 jangan salahkan para pengeritik; tetapi salahkan diri sendiri; mengapa partai Anda melakukan banyak kemungkaran sehingga dikritik orang.

    Untuk catatan tambahan:

    (1). http://islampos.com/dukung-kontes-miss-world-ahmad-heryawan-dikecam-51727/

    (2). Trus bagaimana dengan lembaga2 sosial itu, apa dia underbouw PKS?

    (3). Bagaimana dengan partai “dua muka”; kalau lakukan manuver politik tidak kompromi dengan umat Islam, tetapi kalau dikritik selalu membela diri: jangan ghibah, jangan fitnah, jangan memecah-belah, jangan merasa benar sendiri? Enak bener, kebijakan politiknya tidak ingat Syariat; giliran kena kritik berlindung di balik Syariat?

    (4). Trus gimana dengan slogan “bersih dan peduli”? Itu kan salah satu tafsirannya, anggota partai tidak tersangkut kasus di KPK?

    (5). Bagaimana dengan sekian banyak perbedaan sikap politik antara Al Ikhwan Al Muslimun dengan partai itu?

    (6). Bagaimana soal Wahabi? Apakah kami menuduh mereka sebagai orang Wahabi?

    Dan lain-lain…

    Admin.

  78. Mas Her mengatakan:

    Akhuna abi syakir :
    1. maafkan kami kalau soal koalisi kami lebih merujuk kepada ulama yang lebih diakui keulamaannya daripada pendapat antum.(kecuali antum merasa lebih hebat dari DR. Yusuf Al qordhowy atau Doktor-doktor lulusan al azhar)
    2. kalo antum merasa lebih paham terhadap realitas politik diindonesia itu sah-sah saja tetapi kami juga tidak buta terhadap realitas politik diindonesia.
    3. Tentang lembaga-lembaga itu, antum tidak akan pernah menemukan itu dimedia akhi, masak sih PKS harus berkoar-koar dimedia ini lho onderbouw kami…….katanya antum paham politik kok lugu sekali akhi he…he…he. sesekali antum datang ke SDIT, SMPIT atau sekolah IT yang tergabung di JSIT liat pengelolanya dimana afiliasi dan kiprah politiknya. hal yang sama bisa antum lakukan dilembaga-lembaga yang ane sebutkan. Afwan ane dulu waktu tugas dimuna, sulawesi tenggara juga merupakan relawan PKPU yang bertugas memberikan advokasi dan bantuan sosial kepada umat. Kami juga membuka majlis-majlis ta’lim diwilayah-wilayah terpencil seperti didesa ronta, kecamatan bonegunu kabupaten buton utara. Mungkin antum belum pernah kesana….sesekali kesanalah biar kenal dengan kader-kader PKS yang gigih membuka majlis-majlis ta’lim. Jangan hanya membaca media saja terus ditelan mentah-mentah.
    3. Tidak kompromi dengan umat islam……..inilah salah satu bahasa dan kesimpulan yang berlebih-lebihan dari antum. Saya menemukan banyak bahasa antum yang berlebih-lebihan dalam menilai PKS dan sebenarnya itu sudah terbantahkan oleh kerja-kerja da’wah PKS. PKS sudah salah akidah lah, pks tidak peduli dengan nasib umat lah, pks tidak peduli dengan dominasi asing, PKS memecah belah PKS egois hanya memburu kekuasaan, karena ga mau bergabung dengan PPP dan PKNU (bisa tunjukkan infonya darimana om?), PKS memfitnah wahabi (masak saya bilang bukan wahabi yang anti tahlil……itu disimpulakan fitnah terhadap wahabi…sungguh kesimpulan yang aneh). Bahasa antum yang berlebih-lebihan justru akan merusak citra wahabi itu sendiri…..kasian wahabi citranya rusak karena orang-orang seperti antum. Antum berharap orang adil menilai wahabi, tetapi antum sendiri tidak adil menilai orang lain.
    4. Soal kasus LHI PKS sudah menyerahkan ke proses hukum, PKS menghormati proses hukum yang berlaku.
    5. Sikap politik yang berbeda dengan IM……manakah itu? Apakah realitas politik diindonesia sama dengan di Mesir? Wah….wah…wah katanya paham politik kok lugu sekali ya. Soal koalisi IM juga menggandeng kristen koptik, bahkan diera husni mubarak IM bergabung dengan partai sekuler untuk melatih kader-kadernya memahami realitas politik. Baca sejarah Ikhwan.
    6. Bukan menuduh wahabi….tetapi memvonis kader pks hanya bisa bernasyid dan berpolitik tidak memiliki karya apa-apa. Bukalah mata antum lebar-lebar akhi. Antum mau cari buku-buku tulisan kader PKS sangat banyak dan beragam akhi, dari mulai masalah agama, parenting, pendidikan, komputer dll sesuai potensi masing-masing kader.

    SEKARANG GILIRAN SAYA BERTANYA KE ANTUM YANG SELALU DUDUK DALAM LINGKARAN MAJLIS SYARIAT? SYARIAT MANA YANG SUDAH ANTUM TERAPKAN DALAM BINGKAI NEGARA REPUBLIK INDONESIA?

  79. Mas Her mengatakan:

    Tim Ilmuwan yang Dipimpin Kader PKS Berhasil Ciptakan Alat Pembasmi Kanker Otak

    Sekelompok ilmuwan CTech Laboratory, sebuah lembaga riset yang berafiliasi dengan Masyarakat Ilmuwan dan Teknolog Indonesia (MITI), berhasil menemukan alat pembasmi kanker otak.

    “Ini sebuah terobosan di dunia kedokteran yang telah berhasil dilakukan ilmuwan Indonesia,” kata pimpinan tim peneliti CTech Laboratory, Dr Warsito P. Taruno, yang juga aktif sebagai anggota Majelis Pertimbangan Pusat (MPP) Partai Keadilan Sejahtera di Komisi Kebijakan Publik yang salah satunya bertanggung jawab langsung dalam merancang dan menyusun Platform Pembangunan PKS Bidang Perekonomian

    Ia mencatat, “Ini pengembangan alat dari riset kami di bidang tomografi, setelah alat pembasmi kanker payudara, kami berhasil mendesain alat pembasmi kanker otak.” Ia menyampaikan hal itu usai memberikan pemaparan dalam Temu Ilmiah Nasional Masyarakat Imuwan dan Teknolog Indonesia (Temilnas MITI) wilayah Sumatera Bagian Utara di Kampus Universitas Sumatera Utara, Medan.

    Selain itu, dia pun mengemukakan, temuan tersebut menggunakan prinsip yang sama pada alat pembasmi kanker payudara, yaitu menerapkan metode radiasi listrik statis, temuan itu, kata dia, telah diujicoba oleh seorang pasien penderita kanker otak kecil. “Alhamdulillah, setelah pemakaian dua bulan pasien dinyatakan sembuh total. Saya baru mendapat salinan hasil CT-Scan otak pasien oleh tim dokter rumah sakit,” kata Ketua Umum MITI itu.

    Kesuksesan tim dari CTech yang didukung oleh perusahaan Edwar Technology ini dipaparkan dalam forum pertemuan yang dihadiri tidak kurang dari 1.500 peserta dari berbagai kampus di Sumut, Sumatera Barat dan Aceh.

    Dalam seminar yang juga menghadirkan mantan Menteri Negara Riset dan Teknologi (Menristek), Suharna Surapranata, dan staf pengajar Universitas Sumatera Utara (USU), Dr Yani Absah, Warsito menceritakan proses terapi dari pasien penderita kanker otak kecil (cerebellum) yang saat pertama datang dalam kondisi yang mengenaskan.

    “Karena otak kecil sebagai pengendali sistem motorik tubuh, maka pasien sudah tak bisa menggerakkan seluruh ototnya. Dia hanya bisa terbaring dan tak mampu bergerak, termasuk menelan makanan atau minuman yang diasupkan ke mulutnya,” katanya.

    Tim peneliti kemudian merancang perangkat yang disesuaikan dengan diagnosis dokter. Dalam terapi ini, Warsito menjelaskan, pihaknya memang bekerjasama dengan tim dokter ahli radiologi dan onkologi dari sebuah rumah sakit besar di Jakarta.

    “Reaksi positif sudah kami peroleh dalam beberapa hari pemakaian. Pasien sudah bisa tersenyum dan sepekan kemudian sudah bisa menerima asupan makanan dan minuman dari mulutnya. Kondisi semakin membaik dalam waktu sebulan karena ia sudah bisa menggerakkan anggota tubuhnya. Dan, puncaknya, dua bulan setelah terapi, pasien dinyatakan sembuh total dari kanker otaknya,” katanya.

    Ia mengatakan, metode radiasi listrik statis berbasis tomografi ini, sepenuhnya hasil karya anak bangsa yang bakal menjadi terobosan dalam dunia kedokteran. Selain akan merevolusi pengobatan kanker secara medis, kata dia, juga akan meminimalisasi biaya yang harus dikeluarkan pasien atau keluarganya.

    “Yang pasti ini akan mengubah metode pengobatan yang selama ini menggunakan radiasi berisiko tinggi dan berbiaya mahal,” katanya.

    Warsito mengakui bila ini masih dalam taraf penelitian yang perlu dielaborasi lebih jauh. “Perlu kajian dan penelitian lebih lanjut. Mungkin ada hal-hal yang kami belum ketahui, khususnya dalam dunia medis,” katanya. Sementara, mantan Menristek Suharna Surapranata menyambut baik temuan dari tim CTech dan MITI ini.

    Menurut dia, perlu kajian lebih lanjut dan partisipasi banyak pihak yang berkepentingan guna mendapatkan hasil yang lebih baik. “Kalau mendengar paparan beliau, saya kira ini satu hal yang luar biasa dan perlu mendapat dukungan dari semua pihak, khususnya pemerintah. Juga para pemangku kebijakan dari bidang kesehatan agar hasil penelitian dan penemuan ini memberi manfaat seluas-luasnya kepada masyarakat Indonesia dan dunia,” demikian Suharna Surapranata.

  80. Mas Her mengatakan:

    Pangeran-pangeran, Para Keturunan Penegak Mazhab Wahabi yang Bergelimang Harta

    Dulu moyang mereka adalah orang-orang Badui yang bahu-membahu dengan Inggris kemudian memberontak dan berusaha menggulingkan pengaruh daulah Usmani di Jazirah Arab dan pemimpin Jazirah Arab saat itu yaitu Syarif Husein. Pemberontakan Wahabi dan Inggris mengalami keberhasilan (herannya saat ini paham wahabi mengharamkan siapapun melakukan pemberontakan terhadap penguasa, padahal moyang mereka dulu memberontak kepada penguasa). Berkat jatuhnya tampuk kekuasaan daerah kaya minyak inipula yang menyebabkan tidak hanya dinasti Saud, tapi juga paham Wahabi yang sebenarnya pada masa sebelum penggulingan Syarif Husein adalah paham yang sudah tidak laku di tengah masyarakat Arab dan hampir punah, tapi akhirnya menjadi dipeluk oleh sebagian besar masyarakat Jazirah berkat tampuk kekuasaan dan kekayaan penguasanya yang berpaham Wahabi.

    Tapi sekarang kehidupan keturunan penegak paham Wahabi jadi seperti ini:

    http://http://indonesian.irib.ir/ind…6045&Itemid=18

    Ada yang begitu menusuk mata menyaksikan fenomena yang terjadi di dunia Islam. Di Somalia, banyak yang mati akibat kelaparan yang begitu akut.

    Begitu juga di negara-negara muslim lainnya. Kemiskinan dan kelaparan menjadi sesuatu yang lumrah, bahkan menjadi keseharian yang menyayat hati.

    Tapi di belahan dunia Islam lainnya, di negara yang menjadi pusat ibadah Umat Islam dunia, Mekah, para raja Arab Saudi menghambur-hamburkan uang berfoya-foya, tanpa tersentuh hukum Islam yang diberlakukan secara keras terhadap para pekerja dari negara lain, seperti tragedi yang menimpa Ruyanti yang dipancung di negara Arab itu. Hadi Suprapto dalam liputannya di rubrik sorot vivanews mengungkapkan profil para pangeran Saudi yang hidup bermewah-mewahan.

    Kingdom Tower, menara pencakar langit ini adalah monumen tak terbantahkan tentang gelimang harta keluarga raja-raja Arab. Dirancang tegak setinggi 1.000 meter di Jeddah, Arab Saudi, gedung ini akan menjadi yang paling tinggi di muka bumi. Ia bakal mengalahkan Burj Khalifa di Dubai, yang saat ini dinobatkan sebagai gedung terjangkung sedunia.

    Bloomberg melaporkan “Menara Kerajaan” yang berisi hotel, apartemen, dan perkantoran ini, sedang dibangun dengan biaya hingga 4,6 miliar real Saudi atau sekitar Rp10,5 triliun.

    Sang pemilik adalah Pangeran Al-Walid bin Talal bin Abdul Aziz al-Saud. Tak lain, dia adalah keponakan Raja Saudi, Abdullah bin Abdul Aziz. Ayahnya, Talal bin Abdul Aziz al-Saud, adalah putra pendiri Kerajaan Saudi. Ibunya, Mona El-Solh, adalah putri perdana menteri pertama Lebanon, Riad El-Sohl.

    Dilahirkan pada 7 Maret 1955–dia baru berumur 46 tahun–Al-Walid memulai karier bisnisnya pada 1979 setelah lepas dari bangku kuliah.

    Associated Press melaporkan, setahun kemudian dia sudah menerima pinjaman senilai US$300 ribu dari Saudi American Bank–sekarang dikenal sebagai Samba, yang dijalankan oleh Citicorp. Jumlah itu terbilang besar pada saat itu.

    Langkahnya sebagai investor mulai jadi pembicaraan ketika ia membeli sebagian besar saham Citicorp. Kala itu, Citicorp oleng gara-gara mengalami kerugian kredit di Amerika Latin dan ambruknya harga properti di Amerika Serikat.
    Pangeran Walid menginvestasikan US$590 juta di Citicorp pada 1991, yang belakangan nilainya menggelembung menjadi sekitar US$6 miliar.

    Sebagai anggota keluarga kerajaan Saudi, tentu saja, dia memanfaatkan kekayaan minyak negaranya. Tetapi, yang lebih dominan adalah berbagai keuntungan besar yang berhasil diraupnya dari sejumlah investasi yang dia tanamkan. Antara lain, di Rupert Murdoch News Corp, Fairmont Raffles Hotels International, Time Warner, Apple, PepsiCo, dan Walt Disney Co. Karena kelihaian dia berinvestasi, Majalah Time pada 2006 menobatkannya sebagai “Warren Buffet dari Arab”.

    Di bisnis hotel, nama Al-Walid juga terkenal. Dia adalah pemilik Savoy Hotel di London, Plaza Hotel di New York, dan jaringan Hotel Four Seasons– termasuk Four Seasons Jakarta yang diakusisi dari Regent pada 2007.

    Semua kekayaan ini, membuat Al-Walid jadi langganan tetap di daftar orang terkaya dunia versi Majalah Forbes. Maret lalu, Forbes menempatkan dia di urutan ke-26, dengan nilai kekayaan US$19.4 miliar atau setara Rp127,3 triliun.

    Semua bisnis Al-Walid dikontrol melalui Kingdom Holding Co, di mana dia memiliki 95 persen saham.

    Orang terkaya di Jazirah Arab ini memiliki istana seluas 85,9 meter di Riyadh, Arab Saudi. Menurut Time, di sinilah Al-Walid tinggal bersama kedua istrinya. Istana ini ditaksir dibangun dengan ongkos US$300 juta atau sekitar Rp2,6 triliun.

    Di halaman depan, terhampar pasir berwarna. Di dalam, ada 317 kamar berlantai 1.500 ton marmer Italia, karpet oriental sutra, keran berlapis emas, dan 250 televisi. Dapurnya ada empat macam: untuk masakan Arab, Barat, Asia, dan satu lagi, dapur khusus untuk makanan penutup. Keempatnya didesain supaya sanggup memasak untuk 2.000 orang sekaligus. Tak cuma itu, istana ini juga dilengkapi laguna dan 5 ruang bioskop bawah tanah yang masing-masing berisi 45 kursi penonton.

    Ditulis Bloomberg, Al-Walid juga memiliki kapal pesiar yang digunakan dalam pembuatan film James Bond “Never Say Never Again”. Kapal tersebut awalnya dimiliki triliuner Amerika Donald Trump, lalu dia beli ketika triliuner Amerika ini lagi kesulitan duit.

    Kapal pesiarnya tentu tak cukup satu. Menurut Majalah Economist, dia juga memiliki kapal pesiar lebih baru yang disebut 5KR– memiliki panjang 173 meter dan dibuat dengan biaya sebesar US$500 juta.

    Itu untuk di laut. Di udara, sebagaimana dilaporkan Discovery Channel, Al-Walid memiliki beberapa pesawat pribadi, antara lain: Boeing 747, Airbus 321, dan Hawker Siddeley 125. Bahkan, menurut Associated Press, dia juga pernah memesan pesawat terbesar dunia, Airbus A380. Ini membukukan nama Al-Walid sebagai pemesan perorangan pertama untuk pesawat seharga US$300 juta ini.

    Bila dipakai maskapai komersial, Airbus A380 bisa memuat 525 penumpang untuk tiga kelas bisnis dan lebih dari 800 lainnya di kelas ekonomi. Pesawat ini dilengkapi bar, kasino, kamar mandi, dan tempat tidur bagi penumpang kelas satu. Luas ruangan pesawat ini setara dengan ballroom Hotel Savoy London miliknya. Pantas saja bila Associated Press menyebut pesawat ini sebagai “istana terbang” Al-Walid.

    Suatu waktu, sang pangeran menyatakan bahwa segala yang spektakuler memang telah menjadi tujuan hidupnya. Dia berkata, “Jika saya melakukan sesuatu, saya akan melakukannya dengan spektakuler, atau saya tidak akan melakukannya sama sekali.”

    mercedes SL600 bertatahkan berlian, termahal di dunia milik pangeran Al-Walid

    Pangeran Arab lainnya punya cara istimewa bagaimana menikmati kekayaan. Sheikh Hamad bin Hamdan Al Nahyan, misalnya. Lelaki 63 tahun itu berasal dari keluarga kerajaan Abu Dhabi. Ia punya koleksi 200 mobil, dengan nilai total US$20 juta (Rp170,9 miliar).

    Itu termasuk tujuh Mercedes 500 SEL bercatkan warna-warna pelangi. Itu sebabnya dia dijuluki Sheikh Pelangi. Untuk menyimpan kendaraannya, ia membangun garasi berbentuk piramida. “Kami tak pernah sekali pun menyimpan uang di bank. Kami selalu menghamburkan uang yang kami dapatkan,” ungkapnya kepada Discovery Channel.

    Dia memang tak pernah berhenti menarik perhatian. Misalnya, dia mengerjakan proyek mengukir namanya sendiri pada sebuah pulau. Di pasir Al Futaisi, demikian nama pulau itu, Hamad mencetak namanya di hamparan sepanjang 3 kilometer. Tinggi hurufnya sekitar 800 meter. Kata itu, yakni sama dengan namanya – Hamad – lantas dialiri air. Konon, ukiran nama itu bisa ditatap dari luar angkasa.

    Itu bukan pertama kali dia punya kegilaan terhadap sesuatu “yang besar”, atau “yang maha”. Misalkan, pada awal 1980an, ia pernah merakit truk terbesar di dunia. Modelnya adalah tiruan Dodge Power Wagon produksi Amerika Serikat. Truk rancangannya punya ukuran delapan kali lebih besar dari ukuran Dodge biasa. Bobotnya 50 ton. Di dalamnya, ada empat kamar tidur. Di bak truk itu, ada landasan helikopter. Yang mengagumkan, kendaraan itu bisa dioperasikan.

    ***

    Walid dan Hamad hanyalah sebagian kecil dari ratusan pangeran kerajaan Arab yang terkenal bergelimang harta. Turut ada di dalam daftar: Muhammad bin Issa al-Jabir, Muhammad al-Amudi, Issam al-Zahid, dan Keluarga Bin Laden, untuk menyebut beberapa nama. Pada 2010 saja, seperti dilansir laman Arabian Business, nilai kekayaan 50 orang terkaya di jazirah Arab mencapai US$245 miliar (sekitar Rp2.000 triliun).

    Tak semua pundi berisi uang dari minyak, komoditas andalan tanah Arab, di mana Saudi sendiri menyumbang 20 persen cadangan minyak dunia. Rezeki para raja itu juga mengalir dari properti, bisnis konstruksi, investasi di perusahaan multinasional, dan sebagainya.

    (IRIB/vivanews)

  81. Mas Her mengatakan:

    Wikileaks Ungkap Perilaku Bejat Pangeran Saudi Manhaj Salaf

    Wikileaks Ungkap Perilaku Bejat Pangeran SaudiWikileaks kembali bikin geger. Kali ini mengungkap bocorannya dari kawat diplomatik para pejabat Amerika Serikat yang menggambarkan perilaku bejad para pangeran Arab Saudi. Siapa sangka, di balik kesalehan para raja minyak yang bergelimang dolar ini, menurut bocoran itu, mereka akrab dengan dunia seks, narkoba, dan rock’n roll.

    Di Saudi, pesta bawah tanah menjadi bagian tak terpisahkan dan terjadi berkat perlindungan dari kerajaan. Namun, pesta semacam itu hanya untuk orang yang sangat kaya dan tersedia di balik pintu tertutup.

    Terdapat sedikitnya 10.000 pangeran di kerajaan itu. Beberapa masih merupakan keturunan langsung Raja Abdul Aziz, sementara yang lain berasal dari cabang keluarga yang tidak langsung.

    Lebih dari 150 pria dan perempuan Saudi, sebagian besar berusia 20an dan 30an tahun, terlibat, lapor para diplomat yang hadir dalam pesta itu. Perlindungan dari kerajaan berarti kecemasan akan disergap polisi agama menjadi tidak mungkin.

    Orang-orang yang masuk dikontrol melalui daftar tamu yang ketat. “Adegannya mirip sebuah klub malam di manapun di luar kerajaan itu: banyak alkohol, pasangan muda yang menari-nari, seorang DJ di turntable, dan semua orang berdandan.”

    Bocoran itu mengatakan, rak di bar tempat pesta itu menampilkan jenis-jenis minuman keras terkenal.

    Mengenai mengapa sang tuan rumah yang begitu lengket dengan pengawal Nigeria, beberapa di antaranya berjaga-jaga di pintu, para diplomat itu juga mencoba menjelaskannya. Sebagian besar pasukan keamanan sang pangeran adalah laki-laki muda Nigeria.

    Merupakan praktek yang umum di kalangan para pangeran Saudi untuk tumbuh bersama para pengawal yang disewa dari Nigeria atau negara-negara Afrika lainnya yang berusia muda (seusia dengan para pangeran itu) dan akan tetap bersama dengan pangeran tersebut hingga dewasa. Waktu bersama yang lama menciptakan ikatan kesetiaan yang intens.

    Pesta besar ini kini menjadi tren. Padahal, beberapa tahun lalu kegiatan akhir pekan hanya berupa ‘kencan’ dalam kelompok-kelompok kecil yang bertemu di dalam rumah orang kaya. Di mana beberapa rumah mewah di Jeddah memiliki basement bar, diskotik, dan klub.

    Para pejabat Konsulat AS di Jeddah menggambarkan sebuah pesta Halloween bawah tanah, yang digelar tahun lalu oleh seorang anggota keluarga kerajaan, yang menabrak semua tabu di negara Islam itu. Minuman keras dan para pelacur hadir dalam jumlah berlimpah, di balik pintu gerbang vila yang dijaga ketat.

    Pesta tersebut digelar oleh seorang pangeran kaya dari keluarga besar Al-Thunayan. Para diplomat itu mengatakan identitasnya harus dirahasiakan.

    “Alkohol, meskipun sangat dilarang oleh hukum dan pabean Saudi, sangat berlimpah di bar pesta itu dengan koleksi yang lengkap. Bartender Filipina yang disewa menyajikan koktail sadiqi, sebuah minuman keras buatan lokal,” kata kawat itu sebagaimana dilasir The Guardian.

    Juga diketahui dari mulut ke mulut bahwa sejumlah tamu (pada pesta itu) pada kenyataan adalah ‘gadis panggilan’, sesuatu yang tidak biasa untuk pesta semacam itu.

    Kiriman informasi dari para diplomat AS itu, ditandatangani oleh konsul AS di Jeddah, Martin Quinn, yang menambahkan, “Meski tidak menyaksikan langsung peristiwa tersebut, kokain dan hashish (ganja) digunakan secara umum dalam lingkungan sosial semacam itu.”

    WikiLeaks: Pesta, Mabuk & Seks Pangeran Arab

    Headline

    Para diplomat AS, dalam kawat diplomatik yang dibocorkan WikiLeaks, menggambarkan dunia seks, narkoba dan rock’n’roll di balik kasalehan formal kerajaan Arab Saudi.

    Para pejabat Konsulat AS di Jeddah menggambarkan sebuah pesta Halloween bawah tanah, yang digelar tahun lalu oleh seorang anggota keluarga kerajaan, yang menabrak semua tabu di negara Islam itu. Minuman keras dan para pelacur hadir dalam jumlah berlimpah, demikian menurut bocoran itu, di balik pintu gerbang vila yang dijaga ketat.

    Pesta tersebut digelar oleh seorang pangeran kaya dari keluarga besar Al-Thunayan. Para diplomat itu mengatakan identitasnya harus dirahasiakan.

    “Alkohol, meskipun sangat dilarang oleh hukum dan pabean Saudi, sangat berlimpah di bar pesta itu dengan koleksi yang lengkap. Bartender Filipina yang disewa menyajikan koktail sadiqi, sebuah minuman keras buatan lokal,” kata kawat itu sebagaimana dilasir The Guardian. “Juga diketahui dari mulut ke mulut bahwa sejumlah tamu (pada pesta itu) pada kenyataan adalah ‘gadis panggilan’, sesuatu yang tidak biasa untuk pesta semacam itu.

    Kiriman informasi dari para diplomat AS itu, ditandatangani oleh konsul AS di Jeddah, Martin Quinn, yang menambahkan, “Meski tidak menyaksikan langsung peristiwa tersebut, kokain dan hashishsh (ganja) digunakan secara umum dalam lingkungan sosial semacam itu.”

    Pesta bawah tanah sedang “berkembang dan berdenyut” di Arab Saudi berkat perlindungan dari kerajaan Saudi, kata kawat itu. Namun pesta semacam itu hanya tersedia di balik pintu tertutup dan untuk orang yang sangat kaya. Terdapat sedikitnya 10.000 pangeran di kerajaan itu. Beberapa masih merupakan keturunan langsung Raja Abdul Aziz, sementara yang lain berasal dari cabang keluarga yang tidak langsung.

    Para diplomat yang hadir dalam pesta itu melaporkan, lebih dari 150 pria dan perempuan Saudi, sebagian besar berusia 20-an dan 30-an tahun, hadir dalam pesta tersebut. Perlindungan dari kerajaan berarti kecemasan akan diserga polisi agama menjadi tidak mungkin. Orang-orang yang masuk dikontrol melalui daftar tamu yang ketat. “Adegannya mirip sebuah klub malam di manapun di luar kerajaan itu: banyak alkohol, pasangan muda yang menari-nari, seorang DJ di turntable dan semua orang berdandan.”

    Bocoran itu mengatakan, rak di bar tempat pesta itu menampilkan jenis-jenis minuman keras terkenal.

    Para diplomat itu juga mencoba menjelaskan mengapa sang tuan rumah begitu lengket dengan pengawal Nigeria, beberapa di antaranya berjaga-jaga di pintu. “Sebagian besar pasukan keamanan sang pangeran adalah laki-laki muda Nigeria. Merupakan praktek yang umum di kalangan para pangeran Saudi untuk tumbuh bersama para pengawal yang disewa dari Nigeria atau negara-negara Afrika lainnya yang berusia muda, (seusia dengan para pangeran itu) dan akan tetap bersama dengan pangeran tersebut hingga dewasa. Waktu bersama yang lama menciptakan ikatan kesetiaan yang intens”

    Seorang pemuda Saudi mengatakan kepada diplomat itu bahwa pesta besar merupakan tren baru. Hingga beberapa tahun lalu, katanya, kegiatan akhir pekan hanya berupa “kencan” dalam kelompok-kelompok kecil yang bertemu di dalam rumah orang kaya. Menurut bocaran itu, beberapa rumah mewah di Jeddah memiliki basement bar, diskotik dan klub.

    nteractive of Jihad Pub

  82. Mas Her mengatakan:

    Gila.. Para Pangeran Negeri Islam Ala Wahhabi-Salafy Suka Pesta Seks, Narkoba dan Rock N Roll Diam-diam di Jeddah

    Posted on Februari 12, 2011 by abusalafy

    Pesta Seks, Narkoba, dan Rock N Roll Diam-diam Hadir di Jeddah

    SUMBER BERITA: Republika

    REPUBLIKA.CO.ID, JEDDAH – Godaan duniawi kini tersedia di Jeddah, Arab Saudi. Alkohol, narkoba, dan seks kini tersedia, tetapi tegas di balik pintu tertutup.

    Demikian bunyi bocoran lain Wikileaks. Informasi ini dikirimkan tahun lalu dari konsulat jenderal Amerika Serikat di Jeddah. Di Arab Saudi, alkohol dilarang dan hubungan lawan jenis diatur secara ketat.

    “Di belakang fasad konservatisme Wahabi, kehidupan malam bawah tanah bagi pemuda elit Jeddah berkembang dan berdenyut,” tulis laporan itu.

    Sebagai bukti, Konsul Jenderal Martin Quinn mengacu pada pesta Halloween tahun lalu. Laporan yang kemudian dihapus berbunyi: “Bersama dengan lebih dari 150 Saudi muda (laki-laki dan perempuan sebagian besar berusia 20-an dan awal 30-an tahun), ConGenOffs menerima undangan ke pesta Halloween bawah tanah di kediaman Pangeran XXXX di Jeddah pada XXXX.”

    “Adegan mirip sebuah klub malam di manapun di luar kerajaan: alkohol berlimpah, pasangan muda menari, seorang DJ ada di balik turntable, dan semua orang mengenakan kostum,” katanya.

    Aparat kepolisian “menjaga” pesta ini agar tak terendus polisi agama. “Ada ribuan pangeran di Arab Saudi hadir di pesta ini.”

    Adapun rincian pesta, kabel Wikileaks melanjutkan: “Mereka menyewa bartender asal Filipina khusus untuk meramu koktail menggunakan sadiqi, sejenis minuman keras buatan lokal …. dari obrolan yang terdengar, sejumlah tamu adalah perempuan pekerja.”

    Kabel melanjutkan dengan membuat garis bewah bahwa ada pasar gelap minuman keras mahal – bahkan untuk pangeran. Se botol vodka Smirnoff dijual setara dengan 400 dolar AS. “Selain itu, meskipun tidak menyaksikan langsung dalam pesta kokain itu, menggunakan ganja adalah umum dalam lingkaran sosial dan telah dilihat pada kesempatan lain,” tambahnya.

    Konsul Jenderal menarik kesimpulan yang menarik pada akhir pengiriman. “Ini fenomena yang relatif baru di Jeddah … Hal ini tidak biasa di Jeddah untuk rumah pribadi mewah basement-nya dimanfaatkan untuk bar, diskotik, pusat hiburan, dan klub.”

    ************************

    ABU SALAFY BERKATA SAMBIL GELENG-GELENG KEPALA:

    Dimana para ulama wahhabi-Salafy dan “Rois Haiah Kibar Ulama” mereka? Mengapa mereka bungkam seribu bahasa atas perbuatan maksiyat para amir?

    Apa mereka cuma sibuk menuduh bid’ah dan syirik terhadap umat Islam yang muwahhid? di mana amar ma’ruf nahi munkar mereka? Apa mereka takut belanja dan jatah makan mereka sehari-hari serta biaya dakwah mereka di stop oleh para amir?

  83. Mas Her mengatakan:

    5 Kelakuan Bejat Para Pangeran Arab

    SHABESTAN — Sudah menjadi rahasia umum para petinggi kerajaan dari jazirah Arab hobi berfoya-foya sebab merasa punya kedudukan dan uang tak berseri. Bukan hanya hobi menghamburkan fulus, mereka juga kerap berlaku tidak tahu sopan santun di tempat umum. Perilaku mereka jauh dari patut untuk ditiru.

    Mulai dari pemborosan, doyan pamer kekayaan, hobi pesta, dan menyewa pelacur, hingga mabuk, itulah sedikit gambaran pangeran-pangeran Arab. Dilansir dari surat kabar the Daily Mail, the Guardian, dan situs desicolour.com, berikut kelakuan buruk para penguasa Timur Tengah itu.

    1. Mabuk minuman keras
    Juli lalu, seorang pangeran asal Bahrain dicokok polisi sektor Bandara Internasional Heathrow, Ibu Kota London, Inggris. Dia digelandang lantaran mengamuk dalam pesawat karena mabuk.

    Pangeran tidak disebut namanya itu mulai bikin onar tidak lama setelah naik ke pesawat Boeing 777 dari London menuju Doha, Qatar. Si pangeran itu, berdasarkan keterangan saksi, bau alkohol. Dia menolak memakai sabuk pengaman sebelum lepas landas.

    Dia disinyalir masih saudara Raja Bahrain Hamid bin Isa Al Khalifa.

    2. Sewa pelacur
    Penampilan mereka yang tertutup nampak bertolak belakang dengan sisi liar para pangeran Arab ini. Mereka hobi menyewa jasa pelacur untuk sekedar menemani pesta, sampai melayani seks.

    Baru-baru ini seorang warga Libanon bernama Elie Nahas, mengaku sebagai pencari dan pemasok model-model cantik untuk menemani orang-orang kaya dari negara Timur Tengah seperti pangeran dan putra presiden, diciduk kepolisian Prancis. Dia diadili atas keterlibatannya dalam jaringan prostitusi.

    Nahas merupakan satu dari delapan tersangka. Tiga orang tersangka hadir dalam pengadilan dan lima lainnya tidak datang. Dia menggunakan jaringan agen modelnya di Ibu Kota Beirut untuk menyamarkan aktivitas bisnisnya mempekerjakan perempuan-perempuan muda dan cantik dari Amerika Selatan, Prancis, dan Eropa Timur.

    Nahas memasok model-model dan ratu kecantikan untuk melayani kalangan kaya Arab di hotel-hotel mewah, villa, dan kapal pesiar selama Festival Film Cannes di Prancis. Kabarnya dia juga pernah meawarkan Carla Bruni, istri mantan Presiden Prancis Nicolas Sarkozy, pada petinggi Arab.

    3. Boros
    Para pangeran Arab gemar menghambur-hamburkan uang untuk membeli semua kesenangan dunia mulai dari mobil berharga miliaran rupiah sampai barang-barang bermerek mahal.

    Jelang Lebaran kemarin misalnya, Ibu Kota London, Inggris, dipadati mobil-mobil mewah bersliweran di jalan raya. Bahkan butik-butik mahal menangguk omset hingga Rp 1,8 triliun seminggu sebelum lebaran.

    4. Doyan pamer kekayaan
    Pangeran Al Walid, salah satu anggota kerajaan Saudi dan termasuk orang terkaya di dunia pernah memamerkan mobilnya bertahta berlian di sebuah pameran kendaraan.

    Mobil bermerek Marcedes itu juga menggunakan dudukan dari bulu asli beruang kutub super lembut. Harga kendaraan itu mencapai Rp 46 miliar dan Anda yang menyentuhnya saat pameran dikenakan biaya Rp 9 juta.

    5. Menggunakan narkoba
    Situs wikileaks pernah membocorkan pesta rahasia selalu digelar di Kota Jeddah, Arab Saudi, oleh para pangeran berpengaruh dari keluarga Al-Thunayan.

    Pada pesta itu digelar ratusan botol minuman keras, ekstasi, dan puluhan pelacur perempuan yang menemani mereka semalaman, ditutup dengan pesta seks beramai-ramai. Sekitar 150 orang teman para pangeran Saudi itu diundang. Untuk satu botol minuman keras, mereka mengeluarkan uang Rp 3,8 juta.

    Sumber: Merdeka

  84. Mas Her mengatakan:

    kumaha iye teh akang syakir? mudah-mudahan gue ngga dianggap mbongkar aib, kan kriminial itu mah, leres akang?

  85. abisyakir mengatakan:

    @ Mas Her…

    1. maafkan kami kalau soal koalisi kami lebih merujuk kepada ulama yang lebih diakui keulamaannya daripada pendapat antum.(kecuali antum merasa lebih hebat dari DR. Yusuf Al qordhowy atau Doktor-doktor lulusan al azhar)

    Jawab: Saya sudah baca konsep koalisi yang Anda sebut dalam forum MyQuran itu. Sudah saya baca. Intinya, pandangan Al Ikhwan membolehkan koalisi dengan kalangan non Islam (sekuler). Tetapi itu kan ada batas-batasnya, tidak diterapkan secara mutlak. Sementara PKS sudah koalisi sejak tahun 1999 (sejak era PK) dan tidak jelas keberpihakan ideologinya; apa seperti itu tafsiran koalisi yang Al Ikhwan inginkan?

    2. kalo antum merasa lebih paham terhadap realitas politik diindonesia itu sah-sah saja tetapi kami juga tidak buta terhadap realitas politik diindonesia.

    Jawab: Oh tidak, tidak. Sikap begitu tidak boleh. Toh saya juga tetap membaca hasil-hasil analisis orang lain. Tulisan Ustadz Mashadi sewaktu di Eramuslim.com atau kini di Voa-islam.com sering saya rujuk. Beliau lebih baik dari kita disini; karena beliau pernah menjadi anggota DPR, dan lulus dari Senayan dalam keadaan selamat; alhamdulillah. Beliau lebih senior dari kita dalam dakwah politik (via PKS).

    3. Tentang lembaga-lembaga itu, antum tidak akan pernah menemukan itu dimedia akhi, masak sih PKS harus berkoar-koar dimedia ini lho onderbouw kami…….katanya antum paham politik kok lugu sekali akhi he…he…he. sesekali antum datang ke SDIT, SMPIT atau sekolah IT yang tergabung di JSIT liat pengelolanya dimana afiliasi dan kiprah politiknya. hal yang sama bisa antum lakukan dilembaga-lembaga yang ane sebutkan. Afwan ane dulu waktu tugas dimuna, sulawesi tenggara juga merupakan relawan PKPU yang bertugas memberikan advokasi dan bantuan sosial kepada umat. Kami juga membuka majlis-majlis ta’lim diwilayah-wilayah terpencil seperti didesa ronta, kecamatan bonegunu kabupaten buton utara. Mungkin antum belum pernah kesana….sesekali kesanalah biar kenal dengan kader-kader PKS yang gigih membuka majlis-majlis ta’lim. Jangan hanya membaca media saja terus ditelan mentah-mentah.

    Jawab: Ya itu artinya lembaga-lembaga tersebut tidak boleh dong diklaim sebagai bagian dari politik PKS. Misalnya, Rumah Zakat di Bandung. Perintis dan pimpinannya salah satunya Abu Syauqi. Ini awalnya juga bagian dari gerakan dakwah PKS. Tetapi setelah partai itu mengalami resistensi-resistensi, mereka mengumumkan diri sebagai lembaga sosial umum, tanpa afiliasi. Mengapa soal afiliasi itu penting ditegaskan, agar nanti dukungan kaum Muslimin umum terhadap lembaga-lembaga itu tidak dimobilisir untuk keuntungan partai tertentu. Kalau masyarakat tahu bahwa lembaga itu underbouw PKS, yakinlah akan banyak yang skeptis. Ini artinya, Anda jangan terburu juga mengklaim sana-sini.

    Misalnya, ada lembaga pendidikan, sebutlah namanya Al Azhar. Disana banyak orang-orang Muhammadiyah berkiprah; bolehkah dikatakan bahwa lembaga Al Azhar itu digerakkan oleh kader-kader PAN?

    3. Tidak kompromi dengan umat islam……..inilah salah satu bahasa dan kesimpulan yang berlebih-lebihan dari antum. Saya menemukan banyak bahasa antum yang berlebih-lebihan dalam menilai PKS dan sebenarnya itu sudah terbantahkan oleh kerja-kerja da’wah PKS. PKS sudah salah akidah lah, pks tidak peduli dengan nasib umat lah, pks tidak peduli dengan dominasi asing, PKS memecah belah PKS egois hanya memburu kekuasaan, karena ga mau bergabung dengan PPP dan PKNU (bisa tunjukkan infonya darimana om?), PKS memfitnah wahabi (masak saya bilang bukan wahabi yang anti tahlil……itu disimpulakan fitnah terhadap wahabi…sungguh kesimpulan yang aneh). Bahasa antum yang berlebih-lebihan justru akan merusak citra wahabi itu sendiri…..kasian wahabi citranya rusak karena orang-orang seperti antum. Antum berharap orang adil menilai wahabi, tetapi antum sendiri tidak adil menilai orang lain.

    Jawab: Misalnya PKS mendukung kabinet SBY sejak tahun 2004 sampai kini; PKS melakukan Munas di Bali dengan memakai simbol-simbol Hindu; PKS melakukan Munas di Ritz Carlton; PKS menetapkan diri sebagai partai terbuka; PKS mengusung musik-musik band sebagai penggembira kegiatannya; PKS melalui Tifatul Sembiring pernah mengatakan soal jilbab “apalah artinya selembar kain”; PKS berdiam diri sejak tahun 2003 tentang isu terorisme yang mengenai ratusan aktivis-aktivis Islam; PKS kurang peka dengan liberalisasi ekonomi (ini setiap hari saya lihat di Jl. Margonda dengan munculnya mall-mall besar, menguasai kawasan itu; padahal Depok dipimpin oleh Nur Mahmudi selama dua periode sampai sekarang); dll. Hal-hal seperti itu, kalau benar PKS mewakili gerakan politik Islam, mestinya dikompromikan dengan umat Islam, ormas2 Islam, atau partai Islam lain; sehingga kebijakan mereka selalu mendapat dukungan kaum Muslimin. Itu yang saya maksud dengan “kompromi”. Kalau tidak mau kompromi, jangan salahkan dong kalau dikritik.

    Kalau misal cara politiknya tidak Islami, jangan memakai Islam sebagai bumper kalau sedang terkena kritik. Biasa saja bersikap, kayak PDIP, Golkar, Demokrat, dll.

    5. Sikap politik yang berbeda dengan IM……manakah itu? Apakah realitas politik diindonesia sama dengan di Mesir? Wah….wah…wah katanya paham politik kok lugu sekali ya. Soal koalisi IM juga menggandeng kristen koptik, bahkan diera husni mubarak IM bergabung dengan partai sekuler untuk melatih kader-kadernya memahami realitas politik. Baca sejarah Ikhwan.

    Jawab: Anda mau bukti? Partai Presiden Mursi mau berkoalisi dengan Partai An Nuur yang background-nya Salafi. Bahkan mereka bahu-membahu untuk memenangkan Referendum, juga untuk menghalau gerakan politik sekuler/liberal. Partai Mursi tidak mendahulukan koalisi dengan El Baradai dkk. Nah, sekarang Anda mau lari kemana lagi?

    Justru saya mau bertanya balik ke Anda: Buktikan mana manuver-manuver politik PKS yang selaras dengan kebijakan politik partai Mursi di Mesir, Hamas di Palestina, atau AKP di Turki! Dari sini saja sudah kelihatan, bahwa tipikal politik PKS berbeda dengan Al Ikhwan.

    6. Bukan menuduh wahabi….tetapi memvonis kader pks hanya bisa bernasyid dan berpolitik tidak memiliki karya apa-apa. Bukalah mata antum lebar-lebar akhi. Antum mau cari buku-buku tulisan kader PKS sangat banyak dan beragam akhi, dari mulai masalah agama, parenting, pendidikan, komputer dll sesuai potensi masing-masing kader.

    Jawab: Jujur Akhi, dalam konteks ini saya TIDAK INGIN MENGERITIK guru-guru Syariat di PKS itu. Tetapi semacam MEMPERTANYAKAN, kemana jejak-jejak karya ilmiah mereka? Kok sekarang kebanyakan hanya bicara politik? Padahal mereka itu ahli Syariat, ahli akidah, ahli tafsir, dll. Bukan karena saya kami senang melihat kemunduran itu, tetapi mengharapkan mereka kembali melahirkan karya-karya Syariat yang bermanfaat. Ini harapan terbesar saya dan insya Allah kaum Muslimin.

    Andai pun mereka terlibat dalam politik, janganlah karya-karya ilmiah itu terhenti, teruslah berusaha dan berkarya; melayani agama ini melalui karya-karya Syariat. Memang disini tidak banyak “komersial”, tetapi berkahnya sangat luas, insya Allah.

    SEKARANG GILIRAN SAYA BERTANYA KE ANTUM YANG SELALU DUDUK DALAM LINGKARAN MAJLIS SYARIAT? SYARIAT MANA YANG SUDAH ANTUM TERAPKAN DALAM BINGKAI NEGARA REPUBLIK INDONESIA?

    Jawab: Secara pribadi sebagai orang Indonesia, kami coba menjalankan Syariat Islam; termasuk dalam kehidupan rumah-tangga; termasuk dalam berkarya dan berprofesi. Juga kami membina media seperti ini dengan menerapkan aturan umum Syariat Islam. Kami memberikan pengajaran dan pemberdayaan kaum Muslimin, semampunya dan sebisanya; itu juga bagian dari amanat Syariat. Kami ikut terlibat dalam kegiatan dakwah, secara pribadi, komunitas, atau jamaah kaum Muslimin; ini juga ekspresi Syariat. Saya beberapa kali menulis tentang pentingnya kerjasama dan kedamaian hubungan, antara Indonesia dan Malaysia. Itu amanat Syariat juga kan.

    Tapi bedanya…kami tidak menjadikan semua itu sebagai “umpan” untuk mendapat jabatan politik, kedudukan menteri, gaji negara, proyek negara, dll.

    Kesalahan terbesar Anda…tidak mau memandang semua itu sebagai hasil karya perjuangan dakwah, termasuk perjuangan politik Islam. Anda memandang politik itu hanya semata-mata dengan parlemen. Itu salah dan terlalu sempit.

    Admin.

  86. Doctor mengatakan:

    @..Mas Her

    kesimpulan bahwa Syaikh Muhammad bin Abdil Wahhab dan pengikutnya memberontak dari khilafah Utsmaniyah (di Turki), adalah kesimpulan yang tidak benar.. begitu juga kesimpulan bahwa Syaikh Muhammad bin Abdil Wahhab dan pengikutnya adalah seorang agen mata-mata Inggris, itu juga merupakan kesimpulan yang tidak benar…

    => http://www.eramuslim.com/konsultasi/konspirasi/assalamualiakum.htm#.UWUK9UpiLWE

    => http://www.voa-islam.com/counter/liberalism/2011/12/21/17116/mengapa-mereka-menyerang-dakwah-syaikh-muhammad-bin-abdul-wahhab/

    mengenai pemberontakan.. kaum muslimin boleh melakukan pemberontakan terhadap penguasa, dengan syarat ::

    1. telah nampak kekafiran yang nyata atas Penguasa tersebut, berdasarkan bukti yang pasti dari dalil Al-Qur’an dan As-Sunnah serta ijma’ umat.
    2. memiliki kekuatan.
    3. memiliki kemampuan untuk mendatangkan pengganti yang shalih yang mampu menegakkan kebenaran / mampu menggantinya dengan yang lebih baik.

    setelah saya melihat anda membawakan link ini http://www.myquran.org/forum/index.php?topic=73223.0 , nampaknya Mas Her yang saya Hormati, anda cukup Pro dengan Al-Ikhwan Al-Muslimin, Walhamdulillah, hal demikian Insya’Allah dapat mengantarkan anda kepada sikap yang benar dalam memposisikan Wahabi.. bila anda betu-betul mengkaji tentang Al-Ikhwan Al-Muslimin dan Tokoh-tokonya dimasa lalu yang kini sudah berpulang, maka anda akan menemukan aroma Wahabiyyah yang cukup kental..

  87. abisyakir mengatakan:

    @ Mas Her…

    Nggak, nggak, saya tidak mengidolakan negara Saudi. Saya mengidolakan negara Islami. Saudi bagaimanapun masih kental nuansa nasionalis “Su’udiyah”-nya. Tetapi kita tidak suka kalau ada perbuatan zhalim kepada komunitas “Wahabi” (dan komunitas Muslim lainnya), sementara yang berbuat zhalim itu sejatinya telah menikmati banyak dukungan/bantuan dari kalangan “Wahabi”. Bagaimana mereka akan bersyukur kepada Allah, kalau kepada manusia saja tidak tahu terimakasih?

    Admin.

  88. abisyakir mengatakan:

    @ Mas Her…

    Oh ya, soal TKI ini. Sebenarnya yang layak disalahkan siapa: orang Saudi disono yang memang wataknya lebih keras dari kita? atau orang kita sendiri yang banyak ngirim manusia kesana untuk mencari income? Kalau ada asap, siapa yang layak disalahkan? Apinya, kayu bakarnya, atau yang menyulut api? Mohon pencerahan dari kader PKS yang penuh inspirasi!

    Admin.

  89. Mas Her mengatakan:

    Oh….abinya syakir :
    1. Jadi tafsiran antum yang benar dan tafsiran pks salah begitu akhi.Saya tegaskan lagi, IM diera husni mubarak jauh sebelum IM boleh membentuk partai sudah menempatkan kader-kadernya dipartai sekuler agar mereka bisa berlatih memahami dan mensikapi realitas politik secara benar. Diera FJP selain berkoalisi dengan partai salafy an-nuur, juga dengan kristen koptik. Bahkan salah satu wapresnya adalah kristen koptik. Kebijakan AKP turki yang akhirnya bergabung ke Uni Eropa tidak ke arab saudi atau negara-negara timur tengah, mungkin dengan kacamata al wala’ wal baro’ antum itu dianggap tidak ada keberpihakan idiologis alias sudah salah akidah ya kang……tetapi antum perlu ingat bahwa tujuan bergabungnya turki ke uni eropa adalah untuk mencegah ancaman militer sebagai penjaga sekularisme terhadap kemenangan islam karena syarat untuk menjadi masuk menjadi negara uni eropa turki harus meratifikasi 14 paket reformasi diantaranya kebebasan berpendapat dan mengurangi campur tangan militer. Langkah politik yang cerdas bukan. PKS pun sama akhi, diera awal kepartaian hingga sekarang pun kader-kader pks terus belajar bagaimana tata kelola pemerintahan secara benar. Agar nanti jika kemenangan itu ditakdirkan ALLAH SWT tidak gagap dan canggung dalam membangun kendali pemerintahan. Antum jangan berpikir bahwa kemenangan AKP turki dan FJP mesir adalah buah kerja yang sebentar, kemenangan mereka adalah buah kerja yang panjang. Jadi kalo harapan antum kepada pks belum terwujud itu bukan berati kami diam saja. Apakah antum pikir mudah mengelola pemerintah dan masyarakat? Makanya dimanapun kita berusaha masuk agar kita lebih paham realitas persoalan masyarakat dan pemerintah yang sebenarnya. Memang beda pengamat dan praktisi…lebih parah kalo penonton dengan praktisi…he…he…he
    2. Ust. Mashadi boleh beda dengan kebijakan PKS, itu hak politik beliau…..PKS ga pernah mempersoalkan beliau-beliau yang tidak sepakat dengan kebijakan pks yang merupakan hasil syuro yang tentu mempertimbangkan segala sesuatunya. Sekali lagi baca fiqhul ikhtilafnya DR. Yusuf al qordhowy. Beda boleh, ukhuwah tetap dijaga….gitu dong akang syakir.
    3. Kemarin antum mengkritik kader-kader pks yang hanya bisa bernasyid dan berpolitik…… saya tunjukkan kalau antum pingin tau aktivitas kader-kader disemua daerah, rata-rata mereka membuat yayasan yang bergerak sosial dan pendidikan, mereka mendirikan sekolah, panti asuhan, pesantren, rumah pintar, rumah baca, klinik peduli. Udah deh…..biar antum percaya sambangi mereka,…..jangan hanya sembunyi dibalik layar ga bakalan ente nemuin bukti.
    4. PKS dikabinet SBY……masalah buat loe….bagimu semua yang berada dikabinet SBY adalah orang yang haus kekuasaan, kejar proyek, uang negara…..hadeh (inilah kesalahan terbesar antum….ini copy paste…he…he…he), Dr. Mursi pada saat menjelang misa gereja koptik datang menyampaikan sambutan digereja. Kira-kira Dr. Mursi berbau kristen ga ya? Apa yang dilakukan PKS hanya upaya menghargai keragaman dan saya pikir itu akhlaq islam to? Datang ke pura untuk bertemu tokohnya……kulonuwun gitu lho mas coro jawane. Kalo ritz carlton dipersoalkan bagaimana ustadz yang pake honda, yamaha, toyota, nissan? Depok, waktu saya kuliah dulu jauh sebelum pks ada sudah banyak mall tuh, terus kerusuhan 98 banyak yang terbakar…..tetapi hak ijinnya kan sudah ada dari pemerintahan sebelumnya.
    5. INI BUKTINYA HE…..HE…..HE , SAYA TIDAK LARI KEMANA-MANA (POINT 1) ATAU ANTUM BACA BUKU TARBIYAH SIYASIYAH KARYA AHMAD DZAKIRIN. Kenapa di libanon kantor hamas bisa berdampingan secara damai dengan hisbullah (syiah rofidhoh) bahkan saling bahu-membahu melawan yahudi israel. Apakah ini bukan salah akidah nih eyang syakir? Hamas berpikir tidak ada gunanya untuk saat ini berseteru dengan hisbullah karena musuh yang harus dihancurkan lebih dahulu adalah israel. Jadi ada prioritas perjuangan gitu lho. Itulah pentingnya memahami fiqh waqi, aulawiyat, muwazanat dan ikhtilaf.
    6. Akhi, yang dilakukan pks adalah menyebar kader ke seluruh segmentasi masyarakat sesuai potensi masing-masing kader. Kader yang punya kafaah politik maka akan didorong untuk lebih meningkatkan kemampuan komunikasi dan manajemen politik, saya dan teman-teman yang bekerja dibirokrasi didorong untuk lebih terampil dalam persoalan birokrasi. Begitu juga yang dipendidikan, dipesantren, di lembaga sosial. Sudah baca Dr. Wasito taruno, anggota MPP PKS yang menemukan alat pembasmi kanker. Ust. Salim fillah, beliau kader PKS tetapi aktif menulis buku, Ust. Muhammad Hatta masih aktif mengisi konseling pernikahan dan mengampu blog : Indonesioptimis.com dan masih banyak lagi yang tak mungkin disebutkan satu persatu. Dan salah besar kalo ente selalu menilai bahwa apa yang dilakukan pks adalah untuk umpan materi. Naudzubillah min dzalik.
    7. Dirumah tangga kader-kader pks juga berusaha menerapkan nilai syariah seperti yang antum lakukan.kami mengajarkan anak kami membaca dan ilmu-ilmu islam. Sehingga tidak sedikit anak-anak kader pks yang hafidz qur’an. Kader-kader akhwat kami juga menutup aurat sebagaimana yang disyariatkan. Banyak dari kader pks yang membuat blog-blog seperti antum untuk pencerahan terhadap umat, banyak kader kami yang khutbah jum’at dan membina majlis-majlis ta’lim. Kader pks juga ikut membantu merumuskan prinsip-prinsip qonun aceh berdasarkan syariat islam (tapi bukan yang duduk ngangkang lho).
    Kesalahan terbesar Anda…tidak mau memandang semua yang dilakukan pks dan kader-kadernya itu sebagai hasil karya perjuangan dakwah, termasuk perjuangan politik Islam. Anda memandang pks hanya berjuang secara politik dan menafikan kiprah kader-kader PKS dibidang-bidang. Itu salah dan terlalu sempit. Kata bang Haji Oma …SUNGGUH T…E…R…L…A…L…U

  90. Mas Her mengatakan:

    masalah antum yang sebenarnya adalah interprestasi yang berlebih-lebihan terhadap semua langkah pks dan kader-kadernya bahkan cenderung menafikan kebaikan amal-amal mereka dan gaya memvonis (inilah yang merusak citra wahabi). kalau antum sedikit mau mencerna bayan resmi pks tentang koalisi strategis (belum-belum antum sudah apriori bilang omong kosong…..susah kan ngomong sama orang yang dipenuhi prasangka buruk terhadap saudaranya) sifatnya tidak mutlak seperti yang antum kira tetapi lebih bersifat pembangunan yang konstruktif, coba liat didaerah tidak selamanya pks koalisi dengan demokrat…..cek dong, tergantung realitas politik dan tentu mempertimbangkan maslahat. Pertanyaan saya apa antum juga tidak sedang mendzolimi pks dengan mengatakan pks sudah salah akidahnya (artinya antum menganggap pks dan kader-kadernya kafir…naudzubillah min dzalik…….tajam sekali lidah antum, apa ini bukan bentuk kedzoliman.) mudah-mudahan Allah SWT memaafkan antum.
    kalo rasa bersyukur itu harus ditunjukkan dengan menjadi wahabi (ingat ya pks tidak pernah fitnah wahabi……. hanya interprestasi antum saja yang menyimpulkan penegasan elit-elit pks bahwa mereka bukan wahabi sebagai bentuk fitnah…..apalagi dengan bahasa tajam (bukan akhlaq seorang muslim….apalagi wahabi) antum mengatakan bayan pks sebagai upaya licik.
    tulisan antum sendiri agak lucu sebenarnya, antum menilai elit pks tidak berterima kasih kepada wahabi karena pernah kerja di atase kedutaan arab saudi (red-Saudi bagaimanapun masih kental nuansa nasionalis “Su’udiyah”-nya, jadi dengan wahabinya dimana?). kuliah di arab saudi, apa diarab saudi hanya ada wahabi yang bisa mempengaruhi cara berpikir orang? apa di saudi itu tidak ada IM, HT, dan gerakan-gerakan da’wah lain? parahnya ada yang beginian juga “Gila.. Para Pangeran Negeri Islam Ala Wahhabi-Salafy Suka Pesta Seks, Narkoba dan Rock N Roll Diam-diam di Jeddah”
    kalo pertanyaan dibalik ke antum, mana rasa kesyukuran antum sudah diberi kesempatan kuliah di ipb oleh rezim nasionalis? mana jiwa nasionalis antum?

    masalah tki, inti sebenarnya begini dinegeri yang antum klaim sebagai wilayah wahabi (sehingga setiap orang atau lembaga apapun yang bersentuhan dengan arab saudi terus tidak menjadi wahabi itu dianggap tidak memiliki rasa kesyukuran) kok perilaku masyarakat yang tentu bersentuhan dengan wahabi (karena tinggal di arab saudi….he…he…he) begitu ya….suka memperkosa.

    SUDAHLAH AKHI, SAYA MENGHARGAI KRITIK ANTUM ( CUMA BAHASA YANG YANG BERLEBIH-LEBIHAN DAN GAYA VONIS ITU YANG SAYA AMAT SAYA SAYANGKAN…….INILAH PENYEBAB KENAPA SALAH SATU ELEMEN UMAT ISLAM DI INDONESIA YAITU KALANGAN NAHDIYIN ITU TIDAK SUKA DENGAN WAHABI. tunjukkan wahabi secara simpatik agar diterima semua elemen umat islam yang berbeda dengan wahabi). TETAPI PKS JUGA BERHAK MENJAWAB DONG BAHWA KAMI TIDAK SEPERTI YANG ANTUM KIRA. KALAU ANTUM KHAWATIR PKS MELENCENG DOAKAN KAMI. KALAU PERLU KEMBALI KE PANGKUAN PKS BERSAMA “BEKERJA UNTUK INDONESIA”.

    KALAU ANTUM TIDAK SEPAKAT TIDAK APA-APA, MUNGKIN KITA TIDAK BISA DALAM HAL INI. KEEP UKHUWAH, JANGAN BIARKAN KATA-KATA SARKASME MERUSAK PERSAUDARAAN KITA. AFWAN, MOHON MAAF ATAS SEGALA KEKURANGAN KAMI.

  91. abisyakir mengatakan:

    @ Mas Her…

    1. Jadi tafsiran antum yang benar dan tafsiran pks salah begitu akhi.Saya tegaskan lagi, IM diera husni mubarak jauh sebelum IM boleh membentuk partai sudah menempatkan kader-kadernya dipartai sekuler agar mereka bisa berlatih memahami dan mensikapi realitas politik secara benar. Diera FJP selain berkoalisi dengan partai salafy an-nuur, juga dengan kristen koptik. Bahkan salah satu wapresnya adalah kristen koptik. Kebijakan AKP turki yang akhirnya bergabung ke Uni Eropa tidak ke arab saudi atau negara-negara timur tengah, mungkin dengan kacamata al wala’ wal baro’ antum itu dianggap tidak ada keberpihakan idiologis alias sudah salah akidah ya kang……tetapi antum perlu ingat bahwa tujuan bergabungnya turki ke uni eropa adalah untuk mencegah ancaman militer sebagai penjaga sekularisme terhadap kemenangan islam karena syarat untuk menjadi masuk menjadi negara uni eropa turki harus meratifikasi 14 paket reformasi diantaranya kebebasan berpendapat dan mengurangi campur tangan militer. Langkah politik yang cerdas bukan.

    Jawab: Saya tidak terlalu mengikuti praktik politik Al Ikhwan di Mesir dan Turki. Kalau misalnya, konsep Wala’ mereka membolehkan koalisi/aliansi dengan partai sekuler/non Islam, tanpa alasan kedaruratan tertentu; wah ini mesti menjadi PERHATIAN semua pihak. Termasuk sikap Hamas di Palestina; kalau mereka menjalin Wala’ dengan Syiah Rafidhah, ya mesti jadi PERHATIAN Ahlus Sunnah kenyataan itu. Terimakasih atas informasinya. Nanti coba saya cari-cari informasi seputar praktik politik Al Ikhwan di luar negeri. Ini penting untuk diketahui.

    PKS pun sama akhi, diera awal kepartaian hingga sekarang pun kader-kader pks terus belajar bagaimana tata kelola pemerintahan secara benar. Agar nanti jika kemenangan itu ditakdirkan ALLAH SWT tidak gagap dan canggung dalam membangun kendali pemerintahan. Antum jangan berpikir bahwa kemenangan AKP turki dan FJP mesir adalah buah kerja yang sebentar, kemenangan mereka adalah buah kerja yang panjang. Jadi kalo harapan antum kepada pks belum terwujud itu bukan berati kami diam saja. Apakah antum pikir mudah mengelola pemerintah dan masyarakat? Makanya dimanapun kita berusaha masuk agar kita lebih paham realitas persoalan masyarakat dan pemerintah yang sebenarnya. Memang beda pengamat dan praktisi…lebih parah kalo penonton dengan praktisi…he…he…he

    Jawab: Mungkin contoh kerja PKS itu, ialah mereka meraih kemenangan terbesar untuk DPRD DKI Jakarta pada tahun 2004, sehingga suara mereka dominan di parlemen DKI Jakarta; lalu pada tahun 2009 dominasi mereka di Jakarta runtuh, bahkan dalam pilkada Gubernur tahun 2012 lalu, calon mereka kalak telak. Ini mungkin yang disebut “buah kerja dakwah yang panjang”.

    Terus darimana Anda menilai kami sebagai “pengamat” atau “penonton” saja, tanpa amal-amal yang kami lakukan? Apakah Anda hendak melenyapkan amal-amal setiap Muslim yang tidak masuk dalam politik praktis? Pernyataan Anda itu merupakan bentuk “meng-agama-kan politik”. Seolah kalau Anda sudah masuk politik, Anda telah mengambil seluruh amalan yang bisa dilakukan manusia. Masya Allah, laa haula wa laa quwwata illa billah.

    3. Kemarin antum mengkritik kader-kader pks yang hanya bisa bernasyid dan berpolitik…… saya tunjukkan kalau antum pingin tau aktivitas kader-kader disemua daerah, rata-rata mereka membuat yayasan yang bergerak sosial dan pendidikan, mereka mendirikan sekolah, panti asuhan, pesantren, rumah pintar, rumah baca, klinik peduli. Udah deh…..biar antum percaya sambangi mereka,…..jangan hanya sembunyi dibalik layar ga bakalan ente nemuin bukti.

    Jawab: Justru yang saya ketahui atau bergaul dengan kawan-kawan itu, ialah amal-amal kebajikan yang dilakukan oleh kader2 non partai. Malahan ada semacam wanti-wanti kalau kita mau mendekat ke amaliyah kader-kader parpol; “Lebih baik yang laen aja deh.” Jadi di kalangan aktivis2 yang saya kenal, mereka seperti “jaga jarak” dengan amal-amal kader tertentu. Maksudnya, dari pengalaman selama ini yang saya rasakan, amal-amal kebajikan itu rata-rata dilakukan oleh kalangan non partai.

    4. PKS dikabinet SBY……masalah buat loe….bagimu semua yang berada dikabinet SBY adalah orang yang haus kekuasaan, kejar proyek, uang negara…..hadeh (inilah kesalahan terbesar antum….ini copy paste…he…he…he)

    Jawab: Ya rata-rata mereka berdosa besar dan zhalim, sebab kabinet SBY dikenal sebagai “kabinet Neolib”. Neolib ini dalam Syariat Islam amat sangat besar dosa dan kemungkarannya. Maka Anda, teman-teman Anda, serta orang PKS semua (dari elit sampai rakyat jelata), itu menanggung DOSA Pemerintahan Neolib itu. SBY bukan cuma Neolib ekonomi dan politiknya; tetapi juga Neolib akidahnya. Dia memasukkan Ulil Abshar, Yenny Wahid ke partainya; juga memuji-muji Abdurrahman Wahid.

    Koalisi dengan Neolib tentu masalah bagi kaum Muslimin. Maka saya menghargai niat baik Suryadarma Ali (PPP) yang sedianya ingin koalisi dengan Gerindra (sebelum pemilu malah); meskipun akhirnya dia masuk juga ke kabinet. Setidaknya dia pernah punya niat koalisi dengan non Neolib. Kalau koalisi dengan Neolib ini anda anggap tidak masalah; ya sudah, kita berbeda jalan dan langkah.

    Kalo ritz carlton dipersoalkan bagaimana ustadz yang pake honda, yamaha, toyota, nissan? Depok, waktu saya kuliah dulu jauh sebelum pks ada sudah banyak mall tuh, terus kerusuhan 98 banyak yang terbakar…..tetapi hak ijinnya kan sudah ada dari pemerintahan sebelumnya.

    Jawab: Lho, yang aktif mendukung kampanye boikot Yahudi itu siapa ya? Kan kawan2 Anda sendiri. Anda tahu fatwa Al Qaradhawi disana? Katanya, “Setiap dolar uangmu untuk Yahudi akan dibelikan peluru untuk membunuh anak-anak Palestina.” Itu pendapat Al Qaradhawi dkk. lho. Itu pendapat ulama yang jadi RUJUKAN TOTAL Anda.

    Kalau Depok…ya Anda harus bertanya ke orang yang tinggal disana; bukan cuma mampir kuliah sebentar, lalu gimana-gimana. Di zaman Nur Mahmudi itu proses LIBERALISASI kawasan Margonda sangatlah pesat. Malah saya lihat sendiri, ratusan pedagang kecil digusur di St. Depok Baru, St. Pondok Cina, St. UI, tetapi Nur Mahmudi tidak tampak pertolongannya kepada pedagang2 itu.

    Kenapa di libanon kantor hamas bisa berdampingan secara damai dengan hisbullah (syiah rofidhoh) bahkan saling bahu-membahu melawan yahudi israel. Apakah ini bukan salah akidah nih eyang syakir? Hamas berpikir tidak ada gunanya untuk saat ini berseteru dengan hisbullah karena musuh yang harus dihancurkan lebih dahulu adalah israel. Jadi ada prioritas perjuangan gitu lho. Itulah pentingnya memahami fiqh waqi, aulawiyat, muwazanat dan ikhtilaf.

    Jawab: Dalam Al Qur’an disebutkan: “Innallaha laa yahdi kaidal kha’inin” (sesungguhnya Allah tidak meridhai tipu-daya para pengkhianat). Syiah Rafidhah sudah terkenal reputasi khianat-nya, mengapa mesti kerjasama dengan mereka? Apakah Syiah Rafidhah lebih baik dari Yahudi? Yahudi tidak mencaci-maki Musa, Harun, dan orang-orang salehnya; tetapi Syiah Rafidhah melaknati isteri-isteri Nabi Radhiyallahu ‘Anhunna serta para Shahabat dan Khulafaur Rasyidin Radhiyallahu ‘Anhum. Apa benar itu strategi Hamas, kerjasama dengan kaum penghujat isteri-isteri Nabi untuk mengalahkan kaum yang memuliakan Musa dan Harun?

    Mohon informasi Antum sebanyak-banyaknya tentang praktik politik Al Ikhwan di luar Indonesia. Ini penting buat kaum Muslimin supaya tahu hakikat politik ala Ikhwan di zaman sekarang. Maafkan, mohon dimaafkan kalau selama ini saya terlalu berprasangka baik kepada mereka. Tolong kirimkan ke e-mail saya ya… langitbiru1000 @ gmail. com Mohon, informasi Anda sangat penting dan layak dikaji.

    6. Akhi, yang dilakukan pks adalah menyebar kader ke seluruh segmentasi masyarakat sesuai potensi masing-masing kader. Kader yang punya kafaah politik maka akan didorong untuk lebih meningkatkan kemampuan komunikasi dan manajemen politik, saya dan teman-teman yang bekerja dibirokrasi didorong untuk lebih terampil dalam persoalan birokrasi. Begitu juga yang dipendidikan, dipesantren, di lembaga sosial. Sudah baca Dr. Wasito taruno, anggota MPP PKS yang menemukan alat pembasmi kanker. Ust. Salim fillah, beliau kader PKS tetapi aktif menulis buku, Ust. Muhammad Hatta masih aktif mengisi konseling pernikahan dan mengampu blog : Indonesioptimis.com dan masih banyak lagi yang tak mungkin disebutkan satu persatu. Dan salah besar kalo ente selalu menilai bahwa apa yang dilakukan pks adalah untuk umpan materi. Naudzubillah min dzalik.

    Jawab: Ya kita menyikapi yang kelihatan saja. Yang tidak tampak bukan kewajiban kita menilai. Maka itu hadits Nabi bunyinya “man ra’a minkum” (siapa saja yang melihat dari kalian). Jadi kaum Muslimin tidak dibebani menyelidiki PKS sampai dalem-dalem kesana; kita cukup menyikapi yang tampak saja.

    Tapi soal ulama-ulama Syariat itu, saya tetap pada pendirian semula; saya sangat berharap beliau-beliau lebih berkhidmah dalam ilmu-ilmu Syariat dan dakwah; bukan dengan politik praktis yang begituan.

    Kesalahan terbesar Anda…tidak mau memandang semua yang dilakukan pks dan kader-kadernya itu sebagai hasil karya perjuangan dakwah, termasuk perjuangan politik Islam. Anda memandang pks hanya berjuang secara politik dan menafikan kiprah kader-kader PKS dibidang-bidang. Itu salah dan terlalu sempit. Kata bang Haji Oma …SUNGGUH T…E…R…L…A…L…U

    Jawab: Ya jangan salahkah kami… Kan Anda dan partai Anda sudah masuk “politik liberal” model begitu. Malah saya baca di Republika, partai Anda tidak setuju kalau pilkada dikembalikan ke parlemen (bukan secara langsung seperti sekarang). Semua penilaian buruk, kecaman, kritikan, bahkan hujatan yang diterima partai Anda; semua itu bukan salah kami. Itu salah “sistem politik” yang partai Anda masuki ini. Kalau sejak awal partai Anda memperjuangkan politik yang berciri Syariah, bukan politik liberal; pastilah partai Anda akan mendapatkan buahnya. Yang begini-begini ini jangan salahkan kami.

    Partai Anda menghalalkan politik liberal, sehingga akibatnya buruk bagi kehidupan kaum Muslimin; maka kami pun akan terus mengoreksi politik macam begini dengan “bahasa yang mereka pakai”, tetapi esensinya untuk menjaga MASLAHAT kehidupan Ummat dan Syariat.

    Matur nuwun.

    Admin.

  92. hamba allah mengatakan:

    abisyakir @
    Kalu ini bukti mutlak ramalan nabi tetang kaum wahabi kalu masih anda bantah juga berarti mata hati anda uda di tutup

    Dari Abu Said al-Khudri r.a berkata saat Rasulullah saw sedang membagikan ghanimah (menurut Ibn Abbas r.a ghanimah perang Hunain) datang seseorang dari Tamim dengan pakaian yang pendek, diantara kedua matanya ada tanda bekas sujud
    lalu berkata: berbuat adil lah wahai Rasulullah !!!
    Rasul saw berkata: celakalah engkau, siapa yang akan berbuat adil jika aku tak berbuat adil..maka engkau akan binasa dan rugi jika saya sendiri tak berlaku adil.
    Lalu Rasul saw berkata: akan datang sebuah kaum kelak seperti dia, baik perkataannya tapi buruk perlakuannya, mereka adalah seburuk-buruknya makhluk mengajak kepada kitabullah tapi mereka sendiri tak mengambil darinya sedikitpun, mereka membaca alquran tetapi tidak melebihi kerongkongannya, kalian akan mendapatkan bacaan Alquran mereka lebih baik dari kalian, dan sholat mereka lebih baik dari kalian, puasa mereka lebih baik dari kalian. Mereka melesat meninggalkan Islam sebagaimana anak panah melesat dari busurnya. Mereka mencukur kepala dan mencukur kumisnya dan pakaian mereka hanya sebatas setengah betis mereka. Setelah itu Rasul saw menjelaskan ciri-ciri mereka, berkata Rasul saw: mereka membunuh para pemeluk Islam dan melindungi penyembah berhala.

    Diriwayatkan dalam kitab:
    Bukhari fi kitab bad’ al-khalq bab ‘alamah an-Nubuwwah
    An-Nisai’ fi khasa-is hal 43, 44
    Muslim fi kitab az-zakah bab at-tahdzir min zinah ad-dunya
    Musnad Imam Ahmad juz awwal hal 78, 88, 91
    Ibn Majah bab zikr al-Khawarij

  93. hamba allah mengatakan:

    Bisa aja ngelesnya ya situ, dengan menjelekan ajaran lain kan uda jelas di kasih halamannya itu semua dr buku anda berarti ada ga melihat lg tentang dia

    Saya kasih lg tp di pelajari jgn cuma bs menuduh ajaran lain y

    Sepanjang hidupnya Ibnu Taimiyyah menulis banyak buku untuk menjelaskan ajaran dan pemikirannya. Banyak pemikiran dan fatwanya yang bertentangan dengan seluruh ulama, khususnya mengenai Allah dan sifat-sifat-Nya. Dia dan para pengikutnya meyakini bahwa Allah bersifat seperti apa yang difirmankan-Nya secara zahir ayat al-Quran. Dia menolak takwil ayat-ayat itu sehingga terjebak dalam pemikiran yang menyamakan Allah dengan jisim dan bersifat terbatas. Dia bahkan mengatakan bahwa Allah bertempat di suatu tempat tertentu.
     
    Ibnu Taimiyyah dan muridnya yang bernama Ibnu Qayyim Jauzi mengatakan, sebelum terciptanya alam semesta Allah berada di antara awan tebal, tanpa ada udara di atas maupun di bawahnya. Sementara saat itu tidak ada satupun makhluk di alam semesta. Menurutnya, ‘Arasy atau singgasana Allah berada di atas air.
     
    Kata-kata itu mengandung kontradiksi yang fatal. Sebab, dari satu sisi dia mengatakan saat itu belum ada satupun makhluk tapi di sisi lain dia mengatakan Allah berada di antara awan yang tebal. Padahal, awan adalah satu makhluk ciptaan Allah. Karena itu sulit untuk memahami bagaimana mungkin awan sudah ada sebelum Allah mencipta? Bagaimana mungkin seorang muslim yang mengerti akan ajaran Islam bisa mempercayai kata-kata yang mengesankan Allah laksana satu makhluk lemah yang terperangkap di antara awan tebal yang menyelimuti-Nya? Islam menyatakan bahwa tidak ada suatu apapun yang meliputi Allah. Dialah yang meliputi segala sesuatu, dan bukan diliputi. Ungkapan pemikiran ini jelas bertentangan dengan ajaran Islam yang hakiki.
     
    Kaum Wahhabi juga meyakini bahwa Allah berada di suatu tempat dan arah tertentu. Selain meyakini Allah sebagai wujud berjisim dengan kriteria perilaku jasmani, mereka juga berbicara tentang tempat Allah di atas langit. Dalam kitabMinhaj al-Sunnah, Ibnu Taimiyyah mengatakan, “Udara ada di atas bumi. Awan berada di atas udara Langit di atas awan dan bumi. ‘Arasyada di atas semua langit, dan Allah ada di atas semua itu.” Ibnu Taimiyyah dengan esktrim menyatakan, “Siapa saja yang mengatakan bahwa Allah bisa dilihat tapi tak memahami arah ketinggian bagi-Nya berarti secara logika kata-katanya tidak benar.”
     
    Coba perhatikan kata-kata itu dengan firman Allah di dalam al-Quran yang dengan tegas dan jelas menyebutkan, “Timur dan Barat adalah milik Allah. kemana saja engkau menghadap maka di sanalah Allah. Allah Maha Kaya lagi Maha Mengetahui.” (Q.S. al-Baqarah: 115).
     
    Di surat as-Sajdah ayat 4 Allah Swt juga berfirman,”Lalu Dia bersemayam atas ‘Arasy.” Ayat 5 surat Thaha menyebutkan,”Ar-Rahman berkuasa atas ‘Arsy”. Sedangkan di ayat 4 surat al-Hadid disebutkan,”Lalu dia berada di atas singgasana dan memerintahkan apa yang turun ke bumi.” Ayat-ayat ini dimaknai oleh Wahhabi dengan makna lahiriyahnya sehingga mereka mengatakan bahwa Allah berada di atas singgasana dengan kebesaran dan kelayakan penguasa yang terkadang penyifatan ini lebih mirip dengan lelucon. Mereka mengatakan pula bahwa Allah punya berat yang sangat besar dan duduk di atas singgasana-Nya. Ibnu Taimiyyah yang pemikirannya merupakan rujukan utama ajaran Salafi dan Wahhabi mengklaim bahwa dari semua arah, Allah lebih besar seukuran empat jari-Nya dari singgasana-Nya. Dia mengatakan, “Allah Swt ada di atas singgasana dan ‘ArasyIlahi berbentuk seperti kubah di atas langit. Karena beratnya Allah, ‘Arasyitu mengeluarkan bunyi.”
     
    Ibnu Qayyim dan para ulama Wahhabi tidak pernah merasa sungkan untuk berbicara tentang Allah dengan gambaran yang mengingatkan kita pada khayalan anak-anak. Mereka mengatakan, ‘ArasyIlahi memiliki ketebalan yang ukurannya sama dengan jarak antara dua langit.. Menurut mereka di langit ketujuh terdapat hamparan lautan yang luas. Semua itu mereka ucapkan tanpa ada dasar atau penjelasan dari ayat al-Quran maupun hadis Nabi maupun riwayat dari para sahabat.
     
    Salah satu sifat Allah adalah Maha Kaya dan tidak memerlukan sesuatu apapun. Hal itu ditegaskan dalam banyak ayat suci al-Quran diantaranyasurat al-Baqarahayat 267,”Allah Maha Kaya lagi Maha Terpuji”. Sifat ini dikenalkan sendiri oleh Allah Swt dalam firman-firmannya dan melalui pendekatan logika, kita bisa memahami makna ketidakbutuhan Allah kepada yang lain. kitab suci al-Quran mengajak kita untuk memnggunakan akal dan nalar. Dalam banyak kesempatan kitab suci ini menyeru mereka yang mengingkari kebenaran untuk membawakan bukti yang bisa mendukung klaim mereka.
     
    Bersemayamnya Allah di atas ‘Arasyseperti disebutkan secara harfiyah oleh sejumlah ayat al-Quran adalah kinayah atau kiasan mengenai kekuasaan Allah yang mengatur alam semesta ini. Dengan kata lain, manajerial alam semesta ada di tangan-Nya. Ayat-ayat tadi menyatakan bahwa alam semesta berjalan dengan kehendak Allah dan Dialah yang mengatur segala sesuatunya baik yang ada di langit maupun yang ada di bumi. Semuanya tunduk pada aturan dan ketentuan Ilahi. Karena itulah Allah mengenalkan diri-Nya dengan nama Rabb yang mengandung arti Tuhan yang mengatur alam.
     
    Sayangnya, meski akal bisa menalar dan mencarikan penyelesaian untuk memahami ayat-ayat seperti ini, kaum Salafi dan Wahhabi justeru melangkah di jalan yang lain. Mereka menyebut ‘Arasytak ubahnya bagai singgasana tempat para penguasa duduk dengan kebesarannya. Pengartian ‘Arasyseperti ini jelas bertentangan dengan prinsip-prinsip ajaran Islam dan aturan logika. Mereka mengatakan bahwa Allah duduk di atas singgasana yang sangat besar yang dipikul oleh delapan makhluk dengan tubuh raksasa di lautan yang terhampar di atas langit ketujuh. Mereka juga mengatakan bahwa singgasana Ilahi disangga oleh beberapa pilar yang jika salah satunya tidak ada maka arasy akan ambruk dan jatuh ke bumi.
     
    Amirul Mukminin Ali bin Abi Thalib as yang oleh Nabi Saw disebut dengan gelar pintu kota ilmu mengatakan, “Allah menciptakan ‘Arasy untuk menunjukkan kekuasaan-Nya bukan untuk duduk di atasnya.

  94. Zaenal Abidin Si'Ardjuna Thea.. mengatakan:

    @..Hamba Allah

    Setelah anda membaca tulisan-tulisan yang anda Kutip/bawakan sendiri di atas, yakni mengenai pendapat Ibnu Taimiyah, Ibnu Qayyim, kaum Salafy & wahabi Khususnya tentang Allah Subhanahu Wata’ala & sifat-sifatnya..,.
    Pernah terpikirkan tidak di Benak anda mengenai sebuah pertanyaan yang inti dari pertanyaan itu berbunyi ::

    => Apakah benar bahwa Ibnu Taimiyah, Ibnu Qayyim, kaum Salafy & Wahabi Berpendapat seperti itu tentang Allah & Sifat-sifatnya.??

    => ataukah hanya Tuduhan-Tuduhan keliru yang dilontarkan oleh mereka Para pengunyah Bangkai.??

    sehingga dengan pertanyaan di atas, paling tidak/Minimal menjadikan anda untuk tidak mudah Percaya terhadap Ucapan-Ucapan orang… dan maksimalnya membuat anda untuk dapat melakukan penelitian terhadap apa saja yang di ucapkan oleh orang-orang tersebut, hal demikian dilakukan agar anda menjadi tau mengenai Benar atau Tidaknya Ucapan mereka itu..

    Menurut anda, Ibnu Taimiyah & Ibnu Qayyim Itu seorang Wahabi atau bukan.?? di’tunggu ya jawabannya..

  95. hamba allah mengatakan:

    @ Zaenal Abidin Si’Ardjuna Thea

    Ibnu taimiyah ulama salaf karna dia hidup sebelum muhamad bim abdul wahab hidup

    Dengan demikian muhamad bin abdul wahab memanfaatkan perkata fatwa2 ibnu taimiyah untuk kepentingannya, dengan cara memerangi orang lain yang tidak sepaham dengan dia contoh sodaranya sendiri yang menentang dia

    Demi Allah! Ini bukan suatu fitnah tetapi suatu pembongkaran ilmiah bertujuan menjaga kesucian Islam dan umatnya daripada ajaran sesat yang mengkafirkan dan menghalalkan darah umat islam untuk dibunuh. 
     
    Awas ! Anda juga mungkin dikafirkan oleh Wahhabi !. 
     
    Ajaran Wahhabi diasaskan oleh Muhammad bin Abdul Wahhab 1206H yang mendorong pengikutnya mengkafirkan umat islam dan menghalalkan darah mereka. 
     
    Sudah pasti manusia yang lebih mengenali perihal Muhammad bin Abdul Wahhab adalah saudara kandungnya dan bapanya sendiri. Saudara kandungnya Syeikh Sulaiman bin Abdul Wahhab sering memberi peringatan kepada umat islam dizamannya agar tidak mengikut ajaran baru Muhammad bin Abdul Wahhab kerana ajaran itu menghina ulama islam serta mengkafirkan umat islam. (Sebagai bukti silakan merujuk 2 kitab karangan Syeikh Sulaiman tersebut: “Fashlul Khitob Fir Roddi ‘Ala Muhammad bin Abdul Wahhab” dan ” Sawaiqul Ilahiyah Fi Roddi ‘Ala Wahhabiyah”). 
     
    Ayahnya juga yaitu Abdul Wahhab turut memarahi anaknya iaitu Muhammad karena enggan mempelajari ilmu islam dan beliau menyatakan kepada para ulama: “Kamu semua akan melihat keburukan yang dibawa oleh Muhammad bin Abdul Wahhab ini”. ( Sebagai bukti silakan merujuk kitab “As-Suhubul Wabilah ‘Ala Dhoroihil Hanabilah” cetakan Maktabah Imam Ahmad hal. 275). 
     
    Demikianlah saudara kandungnya sendiri mengingatkan umat islam agar berwaspada dengan ajaran TAKFIR yang dibawa oleh Muhammad bin Abdul Wahhab. 
     
    Fakta Para Mufti Perihal Wahhabi. 
     
    – Mufti Mazhab Hambali Muhammad bin Abdullah bin Hamid An-Najdy 1225 H menyatakan dalam kitabnya “As-Suhubul Wabilah ‘Ala Dhoroihil Hanabilah”  hal. 276 : “Apabila ulama menjelaskan hujah kepada Muhammad bin Abdullah Wahhab dan dia tidak mampu menjawabnya serta tidak mampu membunuhnya maka dia akan menghantar seseorang untuk membunuh ulama tersebut karena dianggap barangsiapa yang tidak sependapat dengannya adalah kafir dan halal darahnya untuk dibunuh”. 
     
    – Mufti Mazhab Syafi’e Ahmad bin Zaini Dahlan 1304 H yang merupakan tokoh ulama Mekah pada zaman Sultan Abdul Hamid menyatakan dalam kitabnya “Ad-Durarus Saniyyah Fir Roddi ‘Alal Wahhabiyah hal. 42: ” Wahhabiyah merupakan golongan pertama yang mengkafirkan umat islam 600 tahun sebelum mereka dan Muhammad bin Abdul Wahhab berkata: Aku membawa kepada kamu semua agama yang baru dan manusia selain pengikutku adalah kafir musyrik”. 
     
    Sejarah membuktikan Wahhabi telah membunuh keturunan Rasulullah serta menyembelih kanak-kanak kecil di pangkuan ibunya ketika mereka mula-mula memasuki Kota Taif. (Sila rujuk Kitab Umaro’ Al-bilaadul Haram hal. 297 – 298 cetakan Ad-Dar Al-Muttahidah Lin-Nasyr). 
     
    Wahhabi Menghukum Sesat Dan Membid’ahkan Para Ulama’ Islam. 
     
    Wahhabi bukan saja mengkafirkan umat Islam dan menghalalkan darah mereka tetapi Wahhabi turut membid’ahkan dan menghukum akidah ulama’ Islam sebagai terkeluar daripada Ahlus Sunnah Wal Jama’ah. Demikian kenyataan Wahhabi : 
     
    1- Pendapat Wahhabi Akidah Imam Nawawi Dan Ibnu Hajar Al-Asqolany Bukan Ahlus Sunnah Wal Jamaah. 
     
    Tokoh terkemuka ajaran Wahhabi iaitu Muhammad bin Soleh Al-Utsaiimin menyatakan apabila ditanya mengenai Syeikh Imam Nawawi (Pengarang kitab Syarah Sohih Muslim) dan Amirul Mu’minien Fil Hadith Syeikh Imam Ibnu Hajar Al-Asqolany (Pengarang Fathul Bari Syarah Sohih Bukhari) lantas dia menjawab: “Mengenai pegangan Nawawi dan Ibnu Hajar dalam Asma’ Was Sifat (iaitu akidah) mereka berdua bukan dikalangan Ahlus Sunnah Wal Jama’ah”. Rujuk kitabnya Liqa’ Al-Babil Maftuh hal. 42-43 soal-jawab ke 373 cetakan Darul Watan Lin-Nasyr. 
     
    2- Wahhabi Menghukum Al-asy’ariyah Sebagai Sesat Dan Kafir. 
     
    Tokoh Wahhabi Abdur Rahman bin Hasan Aal-As-Syeikh mengkafirkan golongan Al-Asya’iroh yang merupakan pegangan umat islam di Indonesia dan di negara-negara lain. Rujuk kitabnya Fathul Majid Syarh Kitab Al-Tauhid hal. 353 cetakan Maktabah Darus Salam Riyadh. 
     
    Satu lagi tokoh Wahhabi iaitu Soleh bin Fauzan Al-Fauzan turut menghukum golongan Al-Asya’iroh sebagai sesat akidah dan bukan Ahlus Sunnah Wal Jama’ah. Rujuk kitabnya Min Masyahir Al-Mujaddidin Fil Islam hal. 32 cetakan Riasah ‘Ammah Lil Ifta’ Riyadh. 
     
    3- Wahhabi Mengkafirkan Umat Islam Yang Mengikut Madzhab. Dan Mengkafirkan Saidatuna Hawa (Siti Hawa)
     
    Wahhabi bukan saja menghukum sesat terhadap ulama’ Islam bahkan umat islam yang mengikut madzhab pun turut dikafirkan dan dihukum sebagai musyrik dengan kenyataannya :” Taqlid kepada mazhab adalah syirik “. Dan Wahhabi ini berani juga mengkafirkan Ibu bani Adam yaitu Saidatuna Hawa dengan kenyataannya: “Sesungguhnya syirik itu berlaku kepada Hawa “. 
     
    Tokoh Wahhabi tersebut adalah Muhammad Al-Qanuji yang hampir satu zaman dengan Muhammad bin Abdul Wahhab. Lihat faktanya dalam kitabnya Ad-Din Al-Kholis juz 1 hal. 140 dan 160 cetakan Darul Kutub Ilmiah. 
     
    Saudaraku dalam Islam . Waspadalah dengan ajaran TAKFIR ini (mengkafirkan umat islam) yang dipelopori oleh golongan Wahhabi. dan wahai engkau wahabi dan pengikut wahabi, bertaubatlah kepada Allah .. !
     
    Dalam kitab “Ar-Rasa’il as-Syakhsyiah li al-Imam as-Syeikh Muhammad Abdul Wahhab” dalam surat ke 11 halaman 75 disebutkan bahwa; “Fatwaku adalah menyatakan bahwa Syamsaan beserta anak-anak mereka dan siapapun yang menyerupai mereka. Aku menamai mereka dengan Thaghut (sesembahan selain Allah)…”. dan yang lebih dahsyat lagi adalah apa yang dnyatakannya dalam kitab yang sama (Ar-Rasa’il as-Syakhsyiah li al-Imam as-Syeikh Muhammad Abdul Wahhab) dalam surat ke 34 halaman 232 dimana Ibn Wahhab menuliskan: “…kami telah menyatakan kafir terhadap thoghut-thaghut para penghuni al-Kharj dan selainnya”. Dan kita tahu bahwa, al-Kharj adalah nama satu daerah yang berjarak kurang lebih delapan puluh kilo meter dari kota Riyadh. Daerah al-Kharj terdiri dari beberapa desa dengan banyak penduduk. Hal itu sebagaimana yang telah tercantum dalam kitab “al-Mu’jam al-Jughrafi lil Bilad al-Arabiyah as-Saudiyah” jilid 1/392 atau kitab “Mu’jam al-Yamamah” jilid 1/372. Jelas sekali bahwa betapa Muhammad bin Abdul Wahhab tanpa ragu lagi menyatakan kaum Muslimin yang tidak menerima ajaran sektenya dengan vonis “kafir”, 
     
    Bukan hanya pengkafiran yang dilakukan Muhammad bin Abdul Wahhab, cacian, makian dan hinaan pun terlontar dari otak dan hatinya yang kotor yang ditujukan untuk para tokoh dan pembesar Ahlusunah, yang tidak setuju dengan ajarannya. Dalam kitab “Ar-Rasa’il as-Syakhsyiah li al-Imam as-Syeikh Muhammad Abdul Wahhab” surat ke 34 halaman 232 dalam mengata-ngatai seorang tokoh yang bernama Syeikh Sulaiman bin Sahim, ia mengatakan: “Akan tetapi sang hewan ternak (bahim, arab) Sulaiman bin Sahim tidak memahami makna ibadah”. Seakan hanya Muhammad bin Abdul Wahhab saja yang memahamai ajaran tauhid dengan benar dan tidak menganggap benar dan menyatakan sesat pemahaman kelompok lain diluar Wahabismenya. Dan dalam kitab “Majmu’ Mu’allafaat al-Imam as-Syeikh Muhammad Abdul Wahhab” jilid1 halaman 90-91 disebutkan bahwa ia (Muhammad bin Abdul Wahhab) mengata-ngatai Syeikh Sulaiman dan menjulukinya dengan julukan “Sapi”, dengan ungkapannya: “Orang ini seperti Sapi yang tidak dapat membedakan antara tanah dan kurma”. 
     
    Padahal “dosa” Syeikh Sulaiman bin Sahim adalah menolak dakwah Muhammad bin Abdul Wahhab yang dianggap sesat dari ajaran dan ijma’ Ulama Islam, terkhusus Ahlusunah wal Jamaah. Hal ini yang dinyatakan sendiri oleh Bin Abdul Wahhab dalam lanjutan kitab tersebut dengan ungkapan: “Karena mereka telah berusaha…untuk mengingkari dan berlepas tangan dari agama ini” (Kitab ar-Rasa’il as-Syakhsyiah…5/167). Agama mana yang dimaksud oleh Muhamad bin Abdul Wahhab ? Agama baru yang dibawanya, ataukah agama Islam yang dibawa oleh Muhammad Rasulullah SAW yang –dalam masalah tauhid dan syirik- dipahami dan disepakati oleh semua kelompok Islam, termasuk pemahaman kakaknya yang tergolong ulama mazhab Hambali ? 
     
    Apakah orang seperti Syeikh Sulaiman bin Abdul Wahhab al-Hambali (kakaknya) atau Syeikh al-Allamah Sulaiman bin Muhammad bin Ahmad bin Sahim (wafat tahun 1181 H) yang salah seorang ulama dan tokoh besar di zamannya (sebagaimana yang telah disebutkan dan diakui sendiri oleh seorang Wahhaby kontemporer Abdullah bin Abdurrahman Aali Bassam dalam kitabnya “Ulama’ an-Najd Khilala Sittata Quruun” dalam jilid ke 2 halaman 381 pada Tarjamah nomer 191, cetakan Maktabah an-Nahdhatul Haditsah di Makkah al-Mukarramah, cetakan pertama tahun 1398 H), juga tidak memahamai konsep tauhid dan syirik yang dibawa oleh Islam Muhamad bin Abdullah (Rasulullah) ? 
     
    Apakah layak dia mengata-ngatai seorang ulama besar semacam itu dengan ungkapan-ungkapan kotor yang tidak layak diungkapkan oleh seorang muslim awam sekalipun, apalagi ini yang mengaku sebagai mujaddid (pembaharu) agama Islam? Lantas mana akhlak Rasulullah, akhlak Islam dan akhlak mulia agama Allah ? Jika pengolok-olok semacam ini disebut sebagai “Pembaharu Islam“ maka jangan salahkan jika Islam menjadi obyek olok-olokan musuh-musuhnya. Untuk lebih mengetahui kenapa Syeikh Sulaiman bin Sahim mengingkari dakwah Muhammad bin Abdul Wahhab dan apa saja yang diungkapkan Muhammad bin Abdul Wahhab kepadanya dengan bahasa yang kasar dan menunjukkan kebaduian prilaku Muhammad bin Abdul Wahhab, bisa dilihat dalam buku yang dikarya oleh seorang penulis Wahhaby kontemporer Dr Abdullah al-Utsaimin dalam buku karyanya; “Mauqif Sulaiman bin Sahim min Dakwah as-Syeikh Muhammad bin Abdul Wahhab” dari halaman 91 hingga 113 yang dicetak di Riyadh-Saudi tahun 1404 H. 
     
    Belum lagi kalau kita membaca buku “Al-Fitnatul Wahhabiyah” (Fitnah Wahabisme) karya Syeikhul Islam dan Mufti Besar Mazhab Syafi’i yang berdomisili di kota suci Makkah, Syeikh al-Allamah Ahmad bin Zaini Dahlan (wafat tahun 1304 H dan dimakamkan di Madinah) dimana beliau hidup di masa-masa ekspansi pemaksaan ajaran Wahabisme ke segenap jazirah Arab. Syeikhul Islam Zaini Dahlan menjelaskan bagaimana para pengikut setia Bin Abdul Wahhab (meniru pencetusnya) dalam pengkafiran kaum Muslimin yang bukan hanya sekedar melalui ungkapan dan tulisan, bahkan dengan tindakan yang sewenang-wenang, bahkan pembantaian. Dan ternyata, sayangnya, kebiasaan buruk (sunnah sayyi’ah) itu masih terus dilestarikan oleh para pengikut setia dan orang-orang yang taklid buta terhadap Muhammad bin Abdul Wahhab yang mengatasnamakan diri sebagai Salafy, bahkan mengaku sebagai Ahlusunah wal Jamaah. Jikalau sekte sempalan ini tidak mendapat dukungan dana, kekuatan militer dan perlindungan penuh dari negara kaya minyak seperti Saudi niscaya nasibnya akan sama dengan nasib sekte-sekte sempalan lainnya, binasa. 
    Awalnya, sekte ini tidak jauh berbeda dengan sekte seperti al-Qiyadah al-Islamiyah yang baru-baru ini dinyatakan sesat oleh para ulama di Indonesia. Dan ternyata kaum Salafy-pun ikut-ikutan menyesatkan al-Qiyadah al-Islamiyah, padahal mereka mempunyai kendala yang sama, sekte sempalan yang dahulu diangap sesat. “Maling teriak maling”, itulah kata yang layak dinyatakan kepada kaum Wahaby yang mengaku Salafy dan Ahlusunah itu. Wahai kaum Wahaby, sesama sekte sesat dilarang saling mendahului dan saling menyesatkan. 
     
    Sekarang, masihkah pengikut Wahaby (yang berkedok Salafy) menanyakan bahwa Syeikh mereka tidak mengkafirkan kaum Muslimin dan menampik kenyataan yang tidak bisa mereka pungkiri ini ? 
     
    Apa yang kami sebutkan di atas tadi adalah sedikit dari apa yang dapat disebutkan dalam artikel yang sangat terbatas ini. Masih banyak hal yang dapat kita sebutkan untuk membuktikan pengkafiran Wahabisme terhadap kaum muslimin, disamping prilaku mereka yang sebagai bukti konkrit lain dari pengkafiran tersebut. Lihat bagaimana prilaku mereka pada setiap musim haji yang mengobral murah dengan membanting harga kata “Syirik” dan “Bid’ah” bahkan dibagi dengan cuma-cuma pada jamaah haji. Seakan para rohaniawan Wahhaby pada musim haji melakukan “Cuci Gudang” kata bid’ah dan syirik untuk saudara-saudara mereka sesama muslim. 
     
    Jika orang muslim telah dikafirkan dan orang besar (baca: ulama) seperti Syeikh Sulaiman bin Sahim dicaci-maki dan dihina oleh orang seperti Muhammad bin Abdul Wahhab maka jangan heran jika sekarang ini para pengikut setia dan fanatiknya (kaum Wahaby) juga turut mengikuti jejak langkah manusia tak beradab seperti Muhammad bin Abdul Wahhab itu. Ungkapan dan tuduhan jahil (bodoh), munafik, zindik bahkan sebutan anjing atau hewan-hewan lain dari kelompok Wahaby terhadap pengikut Muslim lain merupakan hal biasa yang telah mereka dapati secara turun-temurun
     
    1. Pengkafiran Penduduk Makkah
     
    Dalam hal ini Muhamad bin Abdul Wahhab menyatakan: “Sesungguhnya agama yang dianut penduduk Makkah (di zamannya) sebagaimana halnya agama yang karenanya Rasulullah diutus untuk memberi peringatan” (Lihat: Ad-Durar as-Saniyah jilid 10 halaman 86, dan atau pada jilid 9 halaman 291)
     
    2. Pengkafiran Penduduk Ihsa’
     
    Berkaitan dengan ini, Muhammad bin Abdul Wahhab menyatakan: “Sesungguhnya penduduk Ihsa’ di zaman (nya) adalah para penyembah berhala (baca: Musyrik)” (Lihat: Ad-Durar as-Saniyah jilid 10 halaman 113)
     
    3. Pengkafiran Penduduk ‘Anzah.
     
    Berkaitan dengan ini, Muhammad bin Abdul Wahhab menyatakan: “Mereka telah tidak meyakini hari akhir” (Lihat: Ad-Durar as-Saniyah jilid 10 halaman 113)
     
    4. Pengkafiran Penduduk Dhufair.
     
    Penduduk Dhufair merasakan hal yang sama seperti yang dialami oleh penduduk wilayah ‘Anzah, dituduh sebagai “pengingkar hari akhir (kiamat)”. (Lihat: Ad-Durar as-Saniyah jilid 10 halaman 113) 
     
    5. Pengkafiran Penduduk Uyainah dan Dar’iyah.
     
    Hal ini sebagaimana yang disebut di atas, para ulama wilayah tersebut terkhusus Ibnu Sahim al-Hambali beserta para pengikutnya telah dicela, dicaci dan dikafirkan. Dikarenakan penduduk dua wilayah itu (Uyainah dan Dar’iyah) bukan hanya tidak mau menerima doktrin ajaran sekte Muhammad bin Abdul Wahhab, bahkan ada usaha mengkritisinya dengan keras. Atas dasar ini maka Muhammad bin Abdul Wahhab tidak segan-segan mengkafirkan semua penduduknya, baik ulama’nya hingga kaum awamnya. (Lihat: Ad-Durar as-Saniyah jilid 8 halaman 57)
     
    6. Pengkafiran Penduduk Wasym.
     
    Berkaitan dengan ini, Muhamad bin Abdul Wahhab telah menvonis kafir terhadap semua penduduk Wasym, baik kalangan ulama’nya hingga kaum awamnya. (Lihat: Ad-Durar as-Saniyah jilid 2 halaman 77)
     
    7. Pengkafiran Penduduk Sudair.
     
    Berkaitan dengan ini, Muhammad bin Abdul Wahhab telah melakukan hal yang sama sebagaimana yang dialami oleh penduduk wilayah Wasym. (Lihat: Ad-Durar as-Saniyah jilid 2 halaman 77)
     
    Dari contoh-contoh di atas telah jelas dan tidak mungkin dapat dipungkiri oleh siapapun (baik yang pro maupun yang kontra terhadapa sekte Wahabisme) bahwa Muhammad bin Abdul Wahhab telah mengkafirkan kaum muslimin yang tidak sepaham dengan keyakinan-keyakinanya yang merupakan hasil inovasi (baca: Bid’ah) otaknya. Baik bid’ah tadi berkaitan dengan konsep tauhid sehingga muncul vonis pensyirikan Muhammad bin Abdul Wahhab terhadap kaum muslimin yang tidak sejalan, maupun keyakinan lain (seperti masalah tentang pengutusan Nabi, hari akhir / kiamat dsb) yang menyebabkan munculnya vonis kafir. (Lihat: Ad-Durar as-Saniyah jilid 10 halaman 43).
     
    Sebagai penutup artikel kali ini, marilah kita perhatikan ungkapan Muhammad bin Abdul Wahhab pendiri sekte Wahabisme berkaitan dengan kaum muslimin di zamannya secara umum. Muhammad bin Abdul Wahhab menyatakan: “Banyak dari penghuni zaman sekarang ini yang tidak mengenal Tuhan Yang seharusnya disembah melainkan Hubal, Yaghus, Ya’uq, Nasr, al-Laata, al-Uzza dan Manaat. Jika mereka memiliki pemahaman yang benar niscaya akan mengetahui bahwa kedudukan benda-benda yang mereka sembah sekarang ini seperti manusia, pohon, batu dan sebagainya seperti matahari, rembulan, Idris, Abu Hadidah ibarat menyembah berhala ” (Lihat: Ad-Durar as-Saniyah jilid 1 halaman 117). 
     
    Pada kesempatan lain ia mengatakan: “Derajat kesyirikan kaum kafir Quraisy tidak jauh berbeda dengan mayoritas masyarakat sekarang ini” (Lihat: Ad-Durar as-Saniyah jilid 1 halaman 120). 
     
    Dan pada kesempatan lain dia juga mengatakan: “Sewaktu masalah ini (tauhid dan syrik) telah engkau ketahui niscaya engkau akan mengetahui bahwa mayoritas masyarakat lebih dahsyat kekafiran dan kesyirikannya dari kaum musyrik yang telah diperangi oleh Nabi” (Lihat: Ad-Durar as-Saniyah jilid 1 halaman 160). 
     
    Namun, setelah kita menelaah dengan teliti konsep tauhid versi pendiri sekte tersebut (Muhammad bin Abdul Wahhab dalam kitab Tauhid-nya) ternyata banyak sekali kerancuan dan ketidak-jelasan dalam pendefinisan dan pembagian, apalagi dalam penjabarannya. Bagaimana mungkin konsep tauhid rancu semacam itu akan dapat menjadi tolok ukur keislaman bahkan keimanan seseorang, bahkan dijadikan tolok ukur pengkafiran ?. 
     
    Ya, konsep tauhid rancu tersebut ternyata dijadikan tolok ukur oleh Muhammad bin Abdul Wahhab -yang mengaku paling paham konsep tauhid pasca Nabi- sebagai neraca kebenaran, keislaman dan keimanan seseorang sehingga dapat menvonis kafir bahkan musyrik setiap ulama (apalagi orang awam) yang tidak sejalan dengan pemikirannya. Sebagai dalil dari ungkapan tadi, Muhammad bin Abdul Wahhab pernah menyatakan: “Kami tidak mengkafirkan seorangpun melainkan dakwah kebenaran yang sudah kami lakukan telah sampai kepadanya. Dan ia telah menangkap dalil kami sehingga argumen telah sampai kepadanya. Namun jika ia tetap sombong dan menentangnya dan bersikeras tetap meyakini akidahnya sebagaimana sekarang ini kebanyakan dari mereka telah kita perangi, dimana mereka telah bersikeras dalam kesyirikan dan mencegah dari perbuatan wajib, menampakkan (mendemonstrasikan) perbuatan dosa besar dan hal-hal haram…” (Lihat: Ad-Durar as-Saniyah jilid 1 halaman 234) Di sini jelas sekali bahwa, Muhammad bin Abdul Wahhab telah menjatuhkan vonis kafir dan syirik di atas kepala kaum muslimin dengan neraca kerancuan konsep Tauhid-Syirik versinya maka ia telah ‘memerangi’ mereka. Bid’ah dan kebiasaan buruk Muhammad bin Abdul Wahhab an-Najdi semacam ini yang hingga saat ini ditaklidi dan dilestarikan oleh pengikut Wahabisme, tidak terkecuali di Tanah Air.
     
    Lantas apakah kekafiran dan kesyirikan yang dimaksud oleh Muhammad bin Abdul Wahhab dalam ungkapan tersebut ? Dengan singkat kita nyatakan bahwa yang ia maksud dari kesyirikan dan kekafiran tadi adalah; “pengingkaran terhadap dakwah Wahabisme”. Dan dengan kata yang lebih terperinci; “Meyakini terhadap hal-hal yang dinyatakan syirik dan kafir oleh Wahabisme seperti Tabarruk, Tawassul, Membaca sholawat2 karya sahabat dan Ulama’, Maulid Nabi (dg disamakan Natalan/menyamakan dg kaum Nasrani), Tahlilan (disamakan dg kaum Hindu)…dsb”.
     
    Padahal, hingga sekarang ini, para pemuka Wahaby –baik di Indonesia maupun di negara asalnya sendiri- masih belum mampu menjawab banyak kritikan terhadap ajaran Wahabisme berkaitan dengan hal-hal tadi. 

  96. abisyakir mengatakan:

    @ Hamba Allah…

    Itu riwayat tentang Dzul Khuwaisirah, nenek moyang orang Khawarij. Kalangan Salafi yang “alergi” dengan para Mujahidin, seperti Ja’far Umar, Luqman Ba’abduh, Umar Sewed, Yazid Jawwas dll. juga sering menyampaikan hadits itu. Hadits Dzul Khuwaisirah ini cukup terkenal.

    Sebagai perbandingan, ada hadits2 seputar penduduk Syam dengan segala pujiannya. Salah satu contoh penduduk Syam adalah Hafezh Assad dan Bashar Assad; selama hidupnya dua Fir’aun ini telah membunuhi kehidupan ratusan ribu penduduk Ahlus Sunnah di Suriah (Syam); menghancurkan kehidupan jutaan manusia, sampai sekarang. Lalu apa relevansinya, hadits2 yang menyebut keutamaan negeri Syam dengan kekejaman rezim Assad itu?

    Admin.

  97. abisyakir mengatakan:

    @ Hamba Allah…

    Sepanjang hidupnya Ibnu Taimiyyah menulis banyak buku untuk menjelaskan ajaran dan pemikirannya. Banyak pemikiran dan fatwanya yang bertentangan dengan seluruh ulama, khususnya mengenai Allah dan sifat-sifat-Nya. Dia dan para pengikutnya meyakini bahwa Allah bersifat seperti apa yang difirmankan-Nya secara zahir ayat al-Quran. Dia menolak takwil ayat-ayat itu sehingga terjebak dalam pemikiran yang menyamakan Allah dengan jisim dan bersifat terbatas. Dia bahkan mengatakan bahwa Allah bertempat di suatu tempat tertentu.

    Respon: Sebenarnya capek juga melayani yang begini2, karena sudah sering dijelaskan. Malah dalam buku terakhir “Mendamaikan Ahlus Sunnah di Nusantara” saya sebutkan bukti-bukti bahwa Ibnu Taimiyyah bukanlah mujassimah. Beliau itu konsisten dengan metode Qur’ani: Sami’na wa atha’na. Tetapi tidak juga hal itu menolak takwil secara mutlak; sebab ada kalanya takwil diperlukan, ketika pemahaman yang bersifat literal (apa adanya, bukan “zhahir” seperti kata Anda) memang tidak sejalan dengan nash-nash lain yang lebih qath’i. Misalnya kata “wallahu ma’akum aina maa kuntum” (dan Allah bersama kalian dimanapun kalian berada). Kalau ayat ini dimaknai literal (tanpa takwil), jelas akan bertentangan dengan ayat-ayat yang tegas seputar Istiwa’ di atas Arasy.

    Ibnu Taimiyyah dan muridnya yang bernama Ibnu Qayyim Jauzi mengatakan, sebelum terciptanya alam semesta Allah berada di antara awan tebal, tanpa ada udara di atas maupun di bawahnya. Sementara saat itu tidak ada satupun makhluk di alam semesta. Menurutnya, ‘Arasy atau singgasana Allah berada di atas air.

    Kata-kata itu mengandung kontradiksi yang fatal. Sebab, dari satu sisi dia mengatakan saat itu belum ada satupun makhluk tapi di sisi lain dia mengatakan Allah berada di antara awan yang tebal. Padahal, awan adalah satu makhluk ciptaan Allah. Karena itu sulit untuk memahami bagaimana mungkin awan sudah ada sebelum Allah mencipta? Bagaimana mungkin seorang muslim yang mengerti akan ajaran Islam bisa mempercayai kata-kata yang mengesankan Allah laksana satu makhluk lemah yang terperangkap di antara awan tebal yang menyelimuti-Nya? Islam menyatakan bahwa tidak ada suatu apapun yang meliputi Allah. Dialah yang meliputi segala sesuatu, dan bukan diliputi. Ungkapan pemikiran ini jelas bertentangan dengan ajaran Islam yang hakiki.

    Respon: Begini saja deh, Anda sebutkan kalimat Ibnu Taimiyyah yang seperti itu. Sebutkan atau copy paste kan teks-nya disini… Tolong copy paste-kan teks-nya. Nanti saya lihat apa benar kutipan Anda tentang Ibnu Taimiyyah itu; apa benar konteksnya seperti itu? Sebab Anda ini seperti ngawang2, sudah bicara begini begitu, tetapi belum tentu orang yang Anda tuduh bersikap seperti yang Anda tuduhkan.

    Kalau Arasy terletak di atas air, kemudian di atas Arasy ada Kursi, dan seterusnya…itu memang ada dalam riwayat-riwayat. Pendek kata, tidak mungkin Ibnu Taimiyyah dan Ibnul Qayyim meyakini sesuatu tanpa dalil-dalil dari Kitabullah dan Sunnah. Beliau itu ingin menghormati KEOTENTIKAN (otentisitas) Al Qur’an dan Sunnah; tetapi banyak orang tidak mengerti tujuan ini. Mereka menuduh keduanya membuat-buat sendiri ajaran semaunya. Nas’alullah al ‘afiyah.

    Kaum Wahhabi juga meyakini bahwa Allah berada di suatu tempat dan arah tertentu. Selain meyakini Allah sebagai wujud berjisim dengan kriteria perilaku jasmani, mereka juga berbicara tentang tempat Allah di atas langit. Dalam kitabMinhaj al-Sunnah, Ibnu Taimiyyah mengatakan, “Udara ada di atas bumi. Awan berada di atas udara Langit di atas awan dan bumi. ‘Arasyada di atas semua langit, dan Allah ada di atas semua itu.” Ibnu Taimiyyah dengan esktrim menyatakan, “Siapa saja yang mengatakan bahwa Allah bisa dilihat tapi tak memahami arah ketinggian bagi-Nya berarti secara logika kata-katanya tidak benar.” Coba perhatikan kata-kata itu dengan firman Allah di dalam al-Quran yang dengan tegas dan jelas menyebutkan, “Timur dan Barat adalah milik Allah. kemana saja engkau menghadap maka di sanalah Allah. Allah Maha Kaya lagi Maha Mengetahui.” (Q.S. al-Baqarah: 115).

    Di surat as-Sajdah ayat 4 Allah Swt juga berfirman,”Lalu Dia bersemayam atas ‘Arasy.” Ayat 5 surat Thaha menyebutkan,”Ar-Rahman berkuasa atas ‘Arsy”. Sedangkan di ayat 4 surat al-Hadid disebutkan,”Lalu dia berada di atas singgasana dan memerintahkan apa yang turun ke bumi.” Ayat-ayat ini dimaknai oleh Wahhabi dengan makna lahiriyahnya sehingga mereka mengatakan bahwa Allah berada di atas singgasana dengan kebesaran dan kelayakan penguasa yang terkadang penyifatan ini lebih mirip dengan lelucon. Mereka mengatakan pula bahwa Allah punya berat yang sangat besar dan duduk di atas singgasana-Nya. Ibnu Taimiyyah yang pemikirannya merupakan rujukan utama ajaran Salafi dan Wahhabi mengklaim bahwa dari semua arah, Allah lebih besar seukuran empat jari-Nya dari singgasana-Nya. Dia mengatakan, “Allah Swt ada di atas singgasana dan ‘ArasyIlahi berbentuk seperti kubah di atas langit. Karena beratnya Allah, ‘Arasyitu mengeluarkan bunyi.”

    Respon: Ya Allah itu atas di atas Arasy, Arasy posisinya di atas langit ketujuh, langit posisinya di atas. Ini jelas ada dalam ayat-ayat dan riwayat. Coba kita sedikit diskusi dengan kalangan ahli takwil ini.

    Kalangan ahli takwil mengatakan, bahwa Istiwa’ itu maksudnya al ‘uluw (posisi ketinggian atau sangat tinggi). Saya bertanya: Posisi yang sangat tinggi itu maksudnya apa? Maksudnya makna zhahirnya sebagai suatu tempat yang memang sangat tinggi? Atau makna tinggi secara bathin, seperti kalimat: akhlak orang itu tinggi, ilmu si fulan tinggi, kemarahannya memuncak tinggi, dll.? Maksudnya tinggi menurut ahli takwil, tinggi zhahir atau bathin?

    Kalau tinggi secara zhahir, apa bedanya pemahaman Anda dengan kalangan “Wahabi”? Kalau tinggi secara bathin, apa dasarnya Anda mengatakan Istiwa’ bermakna tinggi secara bathin? Adakah ayat atau riwayat yang bisa menjadi pegangan? Kalau misalnya, Istiwa’ dimaknai tinggi secara bathin, berarti tidak ada sifat ketinggian secara zhahir disana? Berarti boleh dong orang meyakini bahwa Istiwa’ itu rendah saja, lebih rendah dari ketinggian semut; karena memang disana tidak ada pemahaman ketinggian secara zhahir.

    Ibnu Qayyim dan para ulama Wahhabi tidak pernah merasa sungkan untuk berbicara tentang Allah dengan gambaran yang mengingatkan kita pada khayalan anak-anak. Mereka mengatakan, ‘ArasyIlahi memiliki ketebalan yang ukurannya sama dengan jarak antara dua langit.. Menurut mereka di langit ketujuh terdapat hamparan lautan yang luas. Semua itu mereka ucapkan tanpa ada dasar atau penjelasan dari ayat al-Quran maupun hadis Nabi maupun riwayat dari para sahabat.

    Salah satu sifat Allah adalah Maha Kaya dan tidak memerlukan sesuatu apapun. Hal itu ditegaskan dalam banyak ayat suci al-Quran diantaranyasurat al-Baqarahayat 267,”Allah Maha Kaya lagi Maha Terpuji”. Sifat ini dikenalkan sendiri oleh Allah Swt dalam firman-firmannya dan melalui pendekatan logika, kita bisa memahami makna ketidakbutuhan Allah kepada yang lain. kitab suci al-Quran mengajak kita untuk memnggunakan akal dan nalar. Dalam banyak kesempatan kitab suci ini menyeru mereka yang mengingkari kebenaran untuk membawakan bukti yang bisa mendukung klaim mereka.

    Respon: Keyakinan begitu merujuk kepada kitab Al Aqidah At Thahawiyah, yang memiliki sanad ke Imam Abu Hanifah An Nu’man rahimahullah. Itu juga berdasar riwayat-riwayat. Kalau tidak ada riwayatnya, bagaimana mungkin mereka akan ngomong begitu, dul? Kok bisa mereka disebut ulama, kalau berbicara tanpa dasar nash-nash? Masya Allah, sebuah tuduhan sangat keji.

    Anda harus bedakan antara Arasy dan Allah; Arasy itu makhluk dan Allah itu Khaliq; keduanya memiliki sifat berbeda. Jangan dicampur-aduk begitu. Kalau “Wahabi” bicara tentang Arasy, Anda kaitkan dengan Sifat Allah. Ini tidak benar, masing2 punya domain sendiri.

    Allah tidak butuh apa-apa dari makhluk-Nya; benar adanya memamg begitu. Lalu menurut-mu mengapa Allah menciptkan Malaikat dengan aneka tugas masing-masing? Mengapa harus ada Malaikat ini dan itu? Bukankah Malaikat juga makhluk Allah?

    Bersemayamnya Allah di atas ‘Arasyseperti disebutkan secara harfiyah oleh sejumlah ayat al-Quran adalah kinayah atau kiasan mengenai kekuasaan Allah yang mengatur alam semesta ini. Dengan kata lain, manajerial alam semesta ada di tangan-Nya. Ayat-ayat tadi menyatakan bahwa alam semesta berjalan dengan kehendak Allah dan Dialah yang mengatur segala sesuatunya baik yang ada di langit maupun yang ada di bumi. Semuanya tunduk pada aturan dan ketentuan Ilahi. Karena itulah Allah mengenalkan diri-Nya dengan nama Rabb yang mengandung arti Tuhan yang mengatur alam.

    Respon: Taruhlah pendapatmu ini benar; taruhlah kita sepakat dengan pendapatmu; misalnya kita sepakat bahwa Istiwa’ itu artinya manajerial Allah atas alam semesta ini, bukan ketinggian Arasy-nya secara zhahir; taruhlah kita sepakat dengan ahli takwil soal ini.

    Lalu kita balik bertanya ke mereka: Kalo begitu boleh dong dikatakan, Arasy Allah itu lebih rendah dari ketinggian semut? Karena memang Arasy tidak memiliki sifat ketinggian zhahir? Berarti ia bisa saja lebih rendah dari atap rumah kita, lebih rendah dari motor kita, lebih rendah dari ketebalan dompet kita; lebih rendah dari putung rokok orang-orang itu? Dan seterusnya.

    Jika demikian, maka Arasy Allah tidak memiliki suatu sifat yang utama, tetapi sifatnya hina, rendah, dan tercela; sebab ia tidak memiliki makna ketinggian zhahir, bahkan dibandingkan semut saja, ia tidak lebih tinggi. Kalau begini caramu, jelas kamu sudah mulai mengacak-acak sifat Keagungan Allah Ta’ala; Subhanahu amma yashifuun.

    Sayangnya, meski akal bisa menalar dan mencarikan penyelesaian untuk memahami ayat-ayat seperti ini, kaum Salafi dan Wahhabi justeru melangkah di jalan yang lain. Mereka menyebut ‘Arasy tak ubahnya bagai singgasana tempat para penguasa duduk dengan kebesarannya. Pengartian ‘Arasyseperti ini jelas bertentangan dengan prinsip-prinsip ajaran Islam dan aturan logika. Mereka mengatakan bahwa Allah duduk di atas singgasana yang sangat besar yang dipikul oleh delapan makhluk dengan tubuh raksasa di lautan yang terhampar di atas langit ketujuh. Mereka juga mengatakan bahwa singgasana Ilahi disangga oleh beberapa pilar yang jika salah satunya tidak ada maka arasy akan ambruk dan jatuh ke bumi.

    Respon: Semua keyakinan tentang Arasy, Istiwa’ dan seterusnya selalu merujuk kepada dalil-dalil Syariat yang shahih; kalau tidak shahih tidak diterima. Semua ini lalu disalah-pahami oleh orang-orang “Anti Wahhabi”. Sebab mereka meyakini agama dengan dicerna akal terlebih dulu; kalau tidak rasional, no way; kalau rasional, oke ajah. Ya begitulah…mereka membuat syarat-syarat (rasionalitas) atas keyakinan dan agamanya; mereka bukan mengkhlaskan hati untuk “sami’na wa atha’na” atas ayat-ayat Allah dan riwayat-riwayat Rasulullah Saw. Orang-orang itu sudah dibelenggu oleh “syarat rasionalitas” hingga untuk urusan Allah pun mereka cari-cari rasionalisasinya. Masya Allah, laa haula wa laa quwwata illa billah.

    Sudah begitu mereka mendramatisir keyakinan kalangan “Wahabi” terhadap nash-nash Syariat, seperti kebiasaan orang Liberal/orientalis mendramatisir keyakinan kaum Muslimin. Dan mereka tidak malu berkata-kata melebihi batas, berbicara di luar konteks yang dimaksud, menuduh dengan tanpa bukti, serta tidak malu mendustai manusia dengan segala macam fitnah. Di tangan mereka “fitnah adalah agama itu sendiri” layaknya kaum Yahudi menganggap perdagangan sama dengan ribawi. Masya Allah…

    Orang-orang ahli fitnah dan dusta ini terus bergentayangan. Mereka merasa lebih utama dan ‘alim daripada Ibnu Taimiyyah, Ibnul Qayyim, Adz Dzahabi, Ibnu Katsir, Al Mizzi, dan seterusnya. Masya Allah, sangat mengerikan; mereka beragama seperti itu. Nas’alullah al ‘afiyah fid dini wad dunya wal akhirah. amin Allahumma amin.

    Admin.

  98. hamba allah mengatakan:

    Sebagai perbandingan, ada hadits2 seputar penduduk Syam dengan segala pujiannya. Salah satu contoh penduduk Syam adalah Hafezh Assad dan Bashar Assad; selama hidupnya dua Fir’aun ini telah membunuhi kehidupan ratusan ribu penduduk Ahlus Sunnah di Suriah (Syam); menghancurkan kehidupan jutaan manusia, sampai sekarang. Lalu apa relevansinya, hadits2 yang menyebut keutamaan negeri Syam dengan kekejaman rezim Assad itu?

    Saya menilai begini jika ada hadis yang memuji tentang kota syam itu hanya mencakup pada waktu itu saja bukan mencakup utuk selamanya.

    Kalu emang benar tuduhan anda pada yang di lakuan Hafezh Assad dan Bashar Assad tentunya berita itu uda jadi sejarah dunia atas kekejaman dia dong? Tapi ko berita ini cuma keluar dari mulut orng yang ingin memecah belah islam kaya anda, contoh kalu emang berita jutan orng penduduk suriah di bunuh anda menyebut jutaan loh inget y, oleh 2 orng ini masa media diam aja tentunya kalu hal itu ada pasti ada media barat uda menujukan lembaga ham untuk pergi ke suriah tp nyatanya ga ada tuh? Contoh yang nyata ketika jepang mengempur angkatan laut amerika di porharber 3500 tentara amerika habis oleh jepang dan beberapa hari kemudian amerika balas dengan serangan atom yang terjadi di naga sakti dan hurosima berita itu smpe dimana, sedangkan ada menyebut jutaan masa kerbarat yang mati apa ga ngomong dan berita itu ga kan jadi berita bersejarah?

    Contoh kalu emang mujahidin di suriah ini berjuang di jalan allah swt knpa dia ga pada berangkat ke palestina kenapa harus berangkat ke suriah yang mayoritas penduduknya muslim, ini yang di jadikan alasan knpa wahabi menghalalkan darah orng yang ga sepaham dengan dia

    Di saat seluruh dunia arab bungkam seribu bahasa atas penindasan yang terjadi di palestina knpa ko giliran suriah semua berlomba2 perang demi membatu menghacurkan pemerintah padahal suriah lah yang mem bantu hisbullah perang di tahun 2006 kemarin melawan israil krna apa terjadinya perang karna hisbullah membela rakyat palestina ini jelas perang antara muslim dan kafir ini yang di bilang jihat
    Senjata semua di batu suriah dan rakyat yang ingin menyelamatkan diri bs pergi ke suriah

    Contoh ke 2 teroris suriah sapa yang membantu senjata dan dana saudi qatar amerika prancis inggris perang ini pake duit sedangkan kita tau saudi dan qatar cium tangan sm amerika saya rasa seluruh dunia tau negara petro dollar amerika

    Lalu kenapa sampe saat ini pemeritah suriah tidak tumbang???? Karna pemeritah di dukung oleh rakyat sendiri kalu ga di dukung rakyatnya pasti uda kaya mesir dong sedangkan ini berjalan cukup lama 2 tahun ini bukan waktu sebentar??? Atau kaya yaman atau kaya tunisia beda dengan libiya karna NATO turun tangan

    Sedangkan perang di suriah antara rakyat suriah dengan teroris alqaidah dan fron alnusra yang 2 organisasi ini berkeyakinan WAHABI yang menghalalkan darah muslim yang ga mau ikut dengan kemauan dia

    Jangan melihat berita dari al jazirah karna berita itu milik perusahaan QATAR yang jelas cium tangan sm OBAMA, coba liat berita pake para bola gih kalu ga melek mata anda.

    Mau tau ga knpa saya ga seneng sm wahabi karna saya ikut dengan perintah nabi saya mau tau

    Dari Abu Said al-Khudri r.a berkata saat Rasulullah saw sedang membagikan ghanimah (menurut Ibn Abbas r.a ghanimah perang Hunain) datang seseorang dari Tamim dengan pakaian yang pendek, diantara kedua matanya ada tanda bekas sujud
    lalu berkata: berbuat adil lah wahai Rasulullah !!!
    Rasul saw berkata: celakalah engkau, siapa yang akan berbuat adil jika aku tak berbuat adil..maka engkau akan binasa dan rugi jika saya sendiri tak berlaku adil.
    Lalu Rasul saw berkata: akan datang sebuah kaum kelak seperti dia, baik perkataannya tapi buruk perlakuannya, mereka adalah seburuk-buruknya makhluk mengajak kepada kitabullah tapi mereka sendiri tak mengambil darinya sedikitpun, mereka membaca alquran tetapi tidak melebihi kerongkongannya, kalian akan mendapatkan bacaan Alquran mereka lebih baik dari kalian, dan sholat mereka lebih baik dari kalian, puasa mereka lebih baik dari kalian. Mereka melesat meninggalkan Islam sebagaimana anak panah melesat dari busurnya. Mereka mencukur kepala dan mencukur kumisnya dan pakaian mereka hanya sebatas setengah betis mereka. Setelah itu Rasul saw menjelaskan ciri-ciri mereka, berkata Rasul saw: mereka membunuh para pemeluk Islam dan melindungi penyembah berhala.

    Diriwayatkan dalam kitab:
    Bukhari fi kitab bad’ al-khalq bab ‘alamah an-Nubuwwah
    An-Nisai’ fi khasa-is hal 43, 44
    Muslim fi kitab az-zakah bab at-tahdzir min zinah ad-dunya
    Musnad Imam Ahmad juz awwal hal 78, 88, 91
    Ibn Majah bab zikr al-Khawarij

    Kalu di bilang dia melindungi para penyembah berhala saya katakan bener banget karna perang suriah saat ini adalah contoh buat saya

    Sapa yang paling di untungkan dalam teragedi ini ISRAIL karna demi kepentingannya di timur tengah apa lagi suriah dengan israil satu perbatasan

    Kalu dia bilang membunuh orng muslim saya katakan benar banget semua pembaca uda tau ko sapa yang suka bom di jakarta JW MARRIOT trs perles cirebon trs bom bali dll semua teroris yang ke tangkep berkeyakinan wahabi kan????

    Jihat itu bukan membunuh muslim melainkan orang kafir tetep dalam kontekes jihat yang benar seperti perintah nabi kita ga blh membunuh orang kafir dalam keadaan dia tidak siap, kenapa saya bilang gitu nabi sendiri selalu jika ingin berperang memberi pengumuman ayo kita perang dengan pemberitahuan sama2 memegang senjata ini ferdan ini jihat yang sesungguhnya, bukan orang lagi solat jumat di bom kaya di porles cirebon ini bukan jihat tp sangit atau yang lain di indo ini

    Saya rasa pembaca bisa mengerti maksud saya perang yang di katakan jihat itu seperti apa

  99. Zaenal Abidin Si'Ardjuna Thea mengatakan:

    @..Hamba Allah

    Baik, terimakasih atas jawabannya…
    Nampaknya anda bersemangat sekali, sampai-sampai Jawaban anda banyak sekali & melebar kemana-mana..

    Anda :: Ibnu taimiyah ulama salaf karna dia hidup sebelum muhamad bim abdul wahab hidup.

    Jawab :: Perkataan anda bahwa ibnu Taimiyah hidup sebelum Muhammad bin abdul Wahab hidup, maka ini adalah BENAR. atas dasar ini maka Ibnu Taimiyah bukanlah seorang Wahabi. Lagi pula, Muhammad bin Abdul Wahhab dan murid-muridnya tidak pernah menamakan diri dengan Wahabi. Kata Wahabi, adalah kata yang dimunculkan oleh orang-orang yang tidak menyukai dakwah yang diserukan oleh Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab. Mestinya anda dkk menyebutnya Muhammadi/Muhammadiyyah, bukan Wahabi, kerna sang pengemban Dakwahnya bernama Muhammad, bukan Abdul Wahhab (ayahnya).

    Anda :: Dengan demikian muhamad bin abdul wahab memanfaatkan perkata fatwa2 ibnu taimiyah untuk kepentingannya, dengan cara memerangi orang lain yang tidak sepaham dengan dia contoh sodaranya sendiri yang menentang dia

    Jawab :: saya tidak begitu mengerti tentang maksud perkataan anda yang bernada “MEMANFA”ATKAN PERKATA FATWA2 Ibnu Taimiyah untuk kepentingannya”. Apakah yang dimaksudkan disini adalah memanfaatkan Perkata Fatwa2 Ibnu Taimiyah yang anda anggap Sesat itu.??
    Sbelumnya anda mengatakan bahwa Ibnu Taimiyah adalah Ulama Salaf. Nah, Salaf itu kan ada dua macam, Pertama “Salaf yang Sholeh”, Kedua “Salaf yang tidak Sholeh”. Lalu menurut anda, sebenarnya Ibnu Taimiyah ini termasuk pada kategori ulama Salaf yang Sholeh atau Salaf yang tidak Sholeh.??

    Anda :: Demi Allah! Ini bukan suatu fitnah tetapi suatu pembongkaran ilmiah bertujuan menjaga kesucian Islam dan umatnya daripada ajaran sesat yang mengkafirkan dan menghalalkan darah umat islam untuk dibunuh. Awas ! Anda juga mungkin dikafirkan oleh Wahhabi !.
    Ajaran Wahhabi diasaskan oleh Muhammad bin Abdul Wahhab 1206H yang mendorong pengikutnya mengkafirkan umat islam dan menghalalkan darah mereka.
    Sudah pasti manusia yang lebih mengenali perihal Muhammad bin Abdul Wahhab adalah saudara kandungnya dan bapanya sendiri. Saudara kandungnya Syeikh Sulaiman bin Abdul Wahhab sering memberi peringatan kepada umat islam dizamannya agar tidak mengikut ajaran baru Muhammad bin Abdul Wahhab kerana ajaran itu menghina ulama islam serta mengkafirkan umat islam. (Sebagai bukti silakan merujuk 2 kitab karangan Syeikh Sulaiman tersebut: “Fashlul Khitob Fir Roddi ‘Ala Muhammad bin Abdul Wahhab” dan ” Sawaiqul Ilahiyah Fi Roddi ‘Ala Wahhabiyah”).
    Ayahnya juga yaitu Abdul Wahhab turut memarahi anaknya iaitu Muhammad karena enggan mempelajari ilmu islam dan beliau menyatakan kepada para ulama: “Kamu semua akan melihat keburukan yang dibawa oleh Muhammad bin Abdul Wahhab ini”. ( Sebagai bukti silakan merujuk kitab “As-Suhubul Wabilah ‘Ala Dhoroihil Hanabilah” cetakan Maktabah Imam Ahmad hal. 275).
    Demikianlah saudara kandungnya sendiri mengingatkan umat islam agar berwaspada dengan ajaran TAKFIR yang dibawa oleh Muhammad bin Abdul Wahhab.

    Jawab :: benarkah Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab (khususnya) & Wahabi (umumnya) telah mengkafirkan & menghalalkan darah kaum Muslimin.?? Semangat anda semangat SEKTARIAN. saya salut dengan kesungguhan anda, sampai-sampai anda berani ber’Sumpah dengan nama Allah sang Pencipta Alam Semesta. Namun, sungguh IRONIS sekali, anda telah bersumpah dengan nama Allah Subhanahu Wa Ta’ala atas suatu Fitnah besar yang dituduhkan kepada Muhammad bin abdul Wahhab (secara Khusus) & Wahabi (secara umum). Sesungguhnya, Allah Subhanahu Wa Ta’ala Maha Keras Siksanya.
    Berikut ini adalah tanggapan Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab atas tuduhan tersebut :: “Tuduhan bahwa aku telah mengkafirkan kaum muslimin adalah dusta besar yang diada-adakan orang yang memusuhiku; untuk menghalang-halangi orang dari agama ini. Maka aku katakan, “Maha suci Engkau (wahai Rabbku), ini adalah kedustaan yang besar.” (Kitab ad-Durar as-Saniyyah, I/100).
    “Yang aku kafirkan adalah orang yang telah mengerti ajaran Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, lalu dia menghinanya, menghalangi manusia darinya, serta memusuhi penganutnya. Inilah yang aku kafirkan, dan alhamdulillah kebanyakan umat ini tidaklah demikian keadaannya.” (Kitab ad-Durar as-Saniyyah, I/73).

    Anda :: Fakta Para Mufti Perihal Wahhabi.
    – Mufti Mazhab Hambali Muhammad bin Abdullah bin Hamid An-Najdy 1225 H menyatakan dalam kitabnya “As-Suhubul Wabilah ‘Ala Dhoroihil Hanabilah” hal. 276 : “Apabila ulama menjelaskan hujah kepada Muhammad bin Abdullah Wahhab dan dia tidak mampu menjawabnya serta tidak mampu membunuhnya maka dia akan menghantar seseorang untuk membunuh ulama tersebut karena dianggap barangsiapa yang tidak sependapat dengannya adalah kafir dan halal darahnya untuk dibunuh”.
    – Mufti Mazhab Syafi’e Ahmad bin Zaini Dahlan 1304 H yang merupakan tokoh ulama Mekah pada zaman Sultan Abdul Hamid menyatakan dalam kitabnya “Ad-Durarus Saniyyah Fir Roddi ‘Alal Wahhabiyah hal. 42: ” Wahhabiyah merupakan golongan pertama yang mengkafirkan umat islam 600 tahun sebelum mereka dan Muhammad bin Abdul Wahhab berkata: Aku membawa kepada kamu semua agama yang baru dan manusia selain pengikutku adalah kafir musyrik”.
    Sejarah membuktikan Wahhabi telah membunuh keturunan Rasulullah serta menyembelih kanak-kanak kecil di pangkuan ibunya ketika mereka mula-mula memasuki Kota Taif. (Sila rujuk Kitab Umaro’ Al-bilaadul Haram hal. 297 – 298 cetakan Ad-Dar Al-Muttahidah Lin-Nasyr).
    Wahhabi Menghukum Sesat Dan Membid’ahkan Para Ulama’ Islam.

    Wahhabi bukan saja mengkafirkan umat Islam dan menghalalkan darah mereka tetapi Wahhabi turut membid’ahkan dan menghukum akidah ulama’ Islam sebagai terkeluar daripada Ahlus Sunnah Wal Jama’ah. Demikian kenyataan Wahhabi :
    1- Pendapat Wahhabi Akidah Imam Nawawi Dan Ibnu Hajar Al-Asqolany Bukan Ahlus Sunnah Wal Jamaah.
    Tokoh terkemuka ajaran Wahhabi iaitu Muhammad bin Soleh Al-Utsaiimin menyatakan apabila ditanya mengenai Syeikh Imam Nawawi (Pengarang kitab Syarah Sohih Muslim) dan Amirul Mu’minien Fil Hadith Syeikh Imam Ibnu Hajar Al-Asqolany (Pengarang Fathul Bari Syarah Sohih Bukhari) lantas dia menjawab: “Mengenai pegangan Nawawi dan Ibnu Hajar dalam Asma’ Was Sifat (iaitu akidah) mereka berdua bukan dikalangan Ahlus Sunnah Wal Jama’ah”. Rujuk kitabnya Liqa’ Al-Babil Maftuh hal. 42-43 soal-jawab ke 373 cetakan Darul Watan Lin-Nasyr.
    2- Wahhabi Menghukum Al-asy’ariyah Sebagai Sesat Dan Kafir.
    Tokoh Wahhabi Abdur Rahman bin Hasan Aal-As-Syeikh mengkafirkan golongan Al-Asya’iroh yang merupakan pegangan umat islam di Indonesia dan di negara-negara lain. Rujuk kitabnya Fathul Majid Syarh Kitab Al-Tauhid hal. 353 cetakan Maktabah Darus Salam Riyadh.
    Satu lagi tokoh Wahhabi iaitu Soleh bin Fauzan Al-Fauzan turut menghukum golongan Al-Asya’iroh sebagai sesat akidah dan bukan Ahlus Sunnah Wal Jama’ah. Rujuk kitabnya Min Masyahir Al-Mujaddidin Fil Islam hal. 32 cetakan Riasah ‘Ammah Lil Ifta’ Riyadh.
    3- Wahhabi Mengkafirkan Umat Islam Yang Mengikut Madzhab. Dan Mengkafirkan Saidatuna Hawa (Siti Hawa)
    Wahhabi bukan saja menghukum sesat terhadap ulama’ Islam bahkan umat islam yang mengikut madzhab pun turut dikafirkan dan dihukum sebagai musyrik dengan kenyataannya :” Taqlid kepada mazhab adalah syirik “. Dan Wahhabi ini berani juga mengkafirkan Ibu bani Adam yaitu Saidatuna Hawa dengan kenyataannya: “Sesungguhnya syirik itu berlaku kepada Hawa “.
    Tokoh Wahhabi tersebut adalah Muhammad Al-Qanuji yang hampir satu zaman dengan Muhammad bin Abdul Wahhab. Lihat faktanya dalam kitabnya Ad-Din Al-Kholis juz 1 hal. 140 dan 160 cetakan Darul Kutub Ilmiah.
    Saudaraku dalam Islam . Waspadalah dengan ajaran TAKFIR ini (mengkafirkan umat islam) yang dipelopori oleh golongan Wahhabi. dan wahai engkau wahabi dan pengikut wahabi, bertaubatlah kepada Allah .. !
    Dalam kitab “Ar-Rasa’il as-Syakhsyiah li al-Imam as-Syeikh Muhammad Abdul Wahhab” dalam surat ke 11 halaman 75 disebutkan bahwa; “Fatwaku adalah menyatakan bahwa Syamsaan beserta anak-anak mereka dan siapapun yang menyerupai mereka. Aku menamai mereka dengan Thaghut (sesembahan selain Allah)…”. dan yang lebih dahsyat lagi adalah apa yang dnyatakannya dalam kitab yang sama (Ar-Rasa’il as-Syakhsyiah li al-Imam as-Syeikh Muhammad Abdul Wahhab) dalam surat ke 34 halaman 232 dimana Ibn Wahhab menuliskan: “…kami telah menyatakan kafir terhadap thoghut-thaghut para penghuni al-Kharj dan selainnya”. Dan kita tahu bahwa, al-Kharj adalah nama satu daerah yang berjarak kurang lebih delapan puluh kilo meter dari kota Riyadh. Daerah al-Kharj terdiri dari beberapa desa dengan banyak penduduk. Hal itu sebagaimana yang telah tercantum dalam kitab “al-Mu’jam al-Jughrafi lil Bilad al-Arabiyah as-Saudiyah” jilid 1/392 atau kitab “Mu’jam al-Yamamah” jilid 1/372. Jelas sekali bahwa betapa Muhammad bin Abdul Wahhab tanpa ragu lagi menyatakan kaum Muslimin yang tidak menerima ajaran sektenya dengan vonis “kafir”,
    Bukan hanya pengkafiran yang dilakukan Muhammad bin Abdul Wahhab, cacian, makian dan hinaan pun terlontar dari otak dan hatinya yang kotor yang ditujukan untuk para tokoh dan pembesar Ahlusunah, yang tidak setuju dengan ajarannya. Dalam kitab “Ar-Rasa’il as-Syakhsyiah li al-Imam as-Syeikh Muhammad Abdul Wahhab” surat ke 34 halaman 232 dalam mengata-ngatai seorang tokoh yang bernama Syeikh Sulaiman bin Sahim, ia mengatakan: “Akan tetapi sang hewan ternak (bahim, arab) Sulaiman bin Sahim tidak memahami makna ibadah”. Seakan hanya Muhammad bin Abdul Wahhab saja yang memahamai ajaran tauhid dengan benar dan tidak menganggap benar dan menyatakan sesat pemahaman kelompok lain diluar Wahabismenya. Dan dalam kitab “Majmu’ Mu’allafaat al-Imam as-Syeikh Muhammad Abdul Wahhab” jilid1 halaman 90-91 disebutkan bahwa ia (Muhammad bin Abdul Wahhab) mengata-ngatai Syeikh Sulaiman dan menjulukinya dengan julukan “Sapi”, dengan ungkapannya: “Orang ini seperti Sapi yang tidak dapat membedakan antara tanah dan kurma”.
    Padahal “dosa” Syeikh Sulaiman bin Sahim adalah menolak dakwah Muhammad bin Abdul Wahhab yang dianggap sesat dari ajaran dan ijma’ Ulama Islam, terkhusus Ahlusunah wal Jamaah. Hal ini yang dinyatakan sendiri oleh Bin Abdul Wahhab dalam lanjutan kitab tersebut dengan ungkapan: “Karena mereka telah berusaha…untuk mengingkari dan berlepas tangan dari agama ini” (Kitab ar-Rasa’il as-Syakhsyiah…5/167). Agama mana yang dimaksud oleh Muhamad bin Abdul Wahhab ? Agama baru yang dibawanya, ataukah agama Islam yang dibawa oleh Muhammad Rasulullah SAW yang –dalam masalah tauhid dan syirik- dipahami dan disepakati oleh semua kelompok Islam, termasuk pemahaman kakaknya yang tergolong ulama mazhab Hambali ?
    Apakah orang seperti Syeikh Sulaiman bin Abdul Wahhab al-Hambali (kakaknya) atau Syeikh al-Allamah Sulaiman bin Muhammad bin Ahmad bin Sahim (wafat tahun 1181 H) yang salah seorang ulama dan tokoh besar di zamannya (sebagaimana yang telah disebutkan dan diakui sendiri oleh seorang Wahhaby kontemporer Abdullah bin Abdurrahman Aali Bassam dalam kitabnya “Ulama’ an-Najd Khilala Sittata Quruun” dalam jilid ke 2 halaman 381 pada Tarjamah nomer 191, cetakan Maktabah an-Nahdhatul Haditsah di Makkah al-Mukarramah, cetakan pertama tahun 1398 H), juga tidak memahamai konsep tauhid dan syirik yang dibawa oleh Islam Muhamad bin Abdullah (Rasulullah) ?
    Apakah layak dia mengata-ngatai seorang ulama besar semacam itu dengan ungkapan-ungkapan kotor yang tidak layak diungkapkan oleh seorang muslim awam sekalipun, apalagi ini yang mengaku sebagai mujaddid (pembaharu) agama Islam? Lantas mana akhlak Rasulullah, akhlak Islam dan akhlak mulia agama Allah ? Jika pengolok-olok semacam ini disebut sebagai “Pembaharu Islam“ maka jangan salahkan jika Islam menjadi obyek olok-olokan musuh-musuhnya. Untuk lebih mengetahui kenapa Syeikh Sulaiman bin Sahim mengingkari dakwah Muhammad bin Abdul Wahhab dan apa saja yang diungkapkan Muhammad bin Abdul Wahhab kepadanya dengan bahasa yang kasar dan menunjukkan kebaduian prilaku Muhammad bin Abdul Wahhab, bisa dilihat dalam buku yang dikarya oleh seorang penulis Wahhaby kontemporer Dr Abdullah al-Utsaimin dalam buku karyanya; “Mauqif Sulaiman bin Sahim min Dakwah as-Syeikh Muhammad bin Abdul Wahhab” dari halaman 91 hingga 113 yang dicetak di Riyadh-Saudi tahun 1404 H.
    Belum lagi kalau kita membaca buku “Al-Fitnatul Wahhabiyah” (Fitnah Wahabisme) karya Syeikhul Islam dan Mufti Besar Mazhab Syafi’i yang berdomisili di kota suci Makkah, Syeikh al-Allamah Ahmad bin Zaini Dahlan (wafat tahun 1304 H dan dimakamkan di Madinah) dimana beliau hidup di masa-masa ekspansi pemaksaan ajaran Wahabisme ke segenap jazirah Arab. Syeikhul Islam Zaini Dahlan menjelaskan bagaimana para pengikut setia Bin Abdul Wahhab (meniru pencetusnya) dalam pengkafiran kaum Muslimin yang bukan hanya sekedar melalui ungkapan dan tulisan, bahkan dengan tindakan yang sewenang-wenang, bahkan pembantaian. Dan ternyata, sayangnya, kebiasaan buruk (sunnah sayyi’ah) itu masih terus dilestarikan oleh para pengikut setia dan orang-orang yang taklid buta terhadap Muhammad bin Abdul Wahhab yang mengatasnamakan diri sebagai Salafy, bahkan mengaku sebagai Ahlusunah wal Jamaah. Jikalau sekte sempalan ini tidak mendapat dukungan dana, kekuatan militer dan perlindungan penuh dari negara kaya minyak seperti Saudi niscaya nasibnya akan sama dengan nasib sekte-sekte sempalan lainnya, binasa.
    Awalnya, sekte ini tidak jauh berbeda dengan sekte seperti al-Qiyadah al-Islamiyah yang baru-baru ini dinyatakan sesat oleh para ulama di Indonesia. Dan ternyata kaum Salafy-pun ikut-ikutan menyesatkan al-Qiyadah al-Islamiyah, padahal mereka mempunyai kendala yang sama, sekte sempalan yang dahulu diangap sesat. “Maling teriak maling”, itulah kata yang layak dinyatakan kepada kaum Wahaby yang mengaku Salafy dan Ahlusunah itu. Wahai kaum Wahaby, sesama sekte sesat dilarang saling mendahului dan saling menyesatkan.
    Sekarang, masihkah pengikut Wahaby (yang berkedok Salafy) menanyakan bahwa Syeikh mereka tidak mengkafirkan kaum Muslimin dan menampik kenyataan yang tidak bisa mereka pungkiri ini ?
    Apa yang kami sebutkan di atas tadi adalah sedikit dari apa yang dapat disebutkan dalam artikel yang sangat terbatas ini. Masih banyak hal yang dapat kita sebutkan untuk membuktikan pengkafiran Wahabisme terhadap kaum muslimin, disamping prilaku mereka yang sebagai bukti konkrit lain dari pengkafiran tersebut. Lihat bagaimana prilaku mereka pada setiap musim haji yang mengobral murah dengan membanting harga kata “Syirik” dan “Bid’ah” bahkan dibagi dengan cuma-cuma pada jamaah haji. Seakan para rohaniawan Wahhaby pada musim haji melakukan “Cuci Gudang” kata bid’ah dan syirik untuk saudara-saudara mereka sesama muslim.
    Jika orang muslim telah dikafirkan dan orang besar (baca: ulama) seperti Syeikh Sulaiman bin Sahim dicaci-maki dan dihina oleh orang seperti Muhammad bin Abdul Wahhab maka jangan heran jika sekarang ini para pengikut setia dan fanatiknya (kaum Wahaby) juga turut mengikuti jejak langkah manusia tak beradab seperti Muhammad bin Abdul Wahhab itu. Ungkapan dan tuduhan jahil (bodoh), munafik, zindik bahkan sebutan anjing atau hewan-hewan lain dari kelompok Wahaby terhadap pengikut Muslim lain merupakan hal biasa yang telah mereka dapati secara turun-temurun

    1. Pengkafiran Penduduk Makkah
    Dalam hal ini Muhamad bin Abdul Wahhab menyatakan: “Sesungguhnya agama yang dianut penduduk Makkah (di zamannya) sebagaimana halnya agama yang karenanya Rasulullah diutus untuk memberi peringatan” (Lihat: Ad-Durar as-Saniyah jilid 10 halaman 86, dan atau pada jilid 9 halaman 291)
    2. Pengkafiran Penduduk Ihsa’
    Berkaitan dengan ini, Muhammad bin Abdul Wahhab menyatakan: “Sesungguhnya penduduk Ihsa’ di zaman (nya) adalah para penyembah berhala (baca: Musyrik)” (Lihat: Ad-Durar as-Saniyah jilid 10 halaman 113)
    3. Pengkafiran Penduduk ‘Anzah.
    Berkaitan dengan ini, Muhammad bin Abdul Wahhab menyatakan: “Mereka telah tidak meyakini hari akhir” (Lihat: Ad-Durar as-Saniyah jilid 10 halaman 113)
    4. Pengkafiran Penduduk Dhufair.
    Penduduk Dhufair merasakan hal yang sama seperti yang dialami oleh penduduk wilayah ‘Anzah, dituduh sebagai “pengingkar hari akhir (kiamat)”. (Lihat: Ad-Durar as-Saniyah jilid 10 halaman 113)
    5. Pengkafiran Penduduk Uyainah dan Dar’iyah.
    Hal ini sebagaimana yang disebut di atas, para ulama wilayah tersebut terkhusus Ibnu Sahim al-Hambali beserta para pengikutnya telah dicela, dicaci dan dikafirkan. Dikarenakan penduduk dua wilayah itu (Uyainah dan Dar’iyah) bukan hanya tidak mau menerima doktrin ajaran sekte Muhammad bin Abdul Wahhab, bahkan ada usaha mengkritisinya dengan keras. Atas dasar ini maka Muhammad bin Abdul Wahhab tidak segan-segan mengkafirkan semua penduduknya, baik ulama’nya hingga kaum awamnya. (Lihat: Ad-Durar as-Saniyah jilid 8 halaman 57)
    6. Pengkafiran Penduduk Wasym.
    Berkaitan dengan ini, Muhamad bin Abdul Wahhab telah menvonis kafir terhadap semua penduduk Wasym, baik kalangan ulama’nya hingga kaum awamnya. (Lihat: Ad-Durar as-Saniyah jilid 2 halaman 77)
    7. Pengkafiran Penduduk Sudair.
    Berkaitan dengan ini, Muhammad bin Abdul Wahhab telah melakukan hal yang sama sebagaimana yang dialami oleh penduduk wilayah Wasym. (Lihat: Ad-Durar as-Saniyah jilid 2 halaman 77)
    Dari contoh-contoh di atas telah jelas dan tidak mungkin dapat dipungkiri oleh siapapun (baik yang pro maupun yang kontra terhadapa sekte Wahabisme) bahwa Muhammad bin Abdul Wahhab telah mengkafirkan kaum muslimin yang tidak sepaham dengan keyakinan-keyakinanya yang merupakan hasil inovasi (baca: Bid’ah) otaknya. Baik bid’ah tadi berkaitan dengan konsep tauhid sehingga muncul vonis pensyirikan Muhammad bin Abdul Wahhab terhadap kaum muslimin yang tidak sejalan, maupun keyakinan lain (seperti masalah tentang pengutusan Nabi, hari akhir / kiamat dsb) yang menyebabkan munculnya vonis kafir. (Lihat: Ad-Durar as-Saniyah jilid 10 halaman 43).
    Sebagai penutup artikel kali ini, marilah kita perhatikan ungkapan Muhammad bin Abdul Wahhab pendiri sekte Wahabisme berkaitan dengan kaum muslimin di zamannya secara umum. Muhammad bin Abdul Wahhab menyatakan: “Banyak dari penghuni zaman sekarang ini yang tidak mengenal Tuhan Yang seharusnya disembah melainkan Hubal, Yaghus, Ya’uq, Nasr, al-Laata, al-Uzza dan Manaat. Jika mereka memiliki pemahaman yang benar niscaya akan mengetahui bahwa kedudukan benda-benda yang mereka sembah sekarang ini seperti manusia, pohon, batu dan sebagainya seperti matahari, rembulan, Idris, Abu Hadidah ibarat menyembah berhala ” (Lihat: Ad-Durar as-Saniyah jilid 1 halaman 117).
    Pada kesempatan lain ia mengatakan: “Derajat kesyirikan kaum kafir Quraisy tidak jauh berbeda dengan mayoritas masyarakat sekarang ini” (Lihat: Ad-Durar as-Saniyah jilid 1 halaman 120).
    Dan pada kesempatan lain dia juga mengatakan: “Sewaktu masalah ini (tauhid dan syrik) telah engkau ketahui niscaya engkau akan mengetahui bahwa mayoritas masyarakat lebih dahsyat kekafiran dan kesyirikannya dari kaum musyrik yang telah diperangi oleh Nabi” (Lihat: Ad-Durar as-Saniyah jilid 1 halaman 160).
    Namun, setelah kita menelaah dengan teliti konsep tauhid versi pendiri sekte tersebut (Muhammad bin Abdul Wahhab dalam kitab Tauhid-nya) ternyata banyak sekali kerancuan dan ketidak-jelasan dalam pendefinisan dan pembagian, apalagi dalam penjabarannya. Bagaimana mungkin konsep tauhid rancu semacam itu akan dapat menjadi tolok ukur keislaman bahkan keimanan seseorang, bahkan dijadikan tolok ukur pengkafiran ?.
    Ya, konsep tauhid rancu tersebut ternyata dijadikan tolok ukur oleh Muhammad bin Abdul Wahhab -yang mengaku paling paham konsep tauhid pasca Nabi- sebagai neraca kebenaran, keislaman dan keimanan seseorang sehingga dapat menvonis kafir bahkan musyrik setiap ulama (apalagi orang awam) yang tidak sejalan dengan pemikirannya. Sebagai dalil dari ungkapan tadi, Muhammad bin Abdul Wahhab pernah menyatakan: “Kami tidak mengkafirkan seorangpun melainkan dakwah kebenaran yang sudah kami lakukan telah sampai kepadanya. Dan ia telah menangkap dalil kami sehingga argumen telah sampai kepadanya. Namun jika ia tetap sombong dan menentangnya dan bersikeras tetap meyakini akidahnya sebagaimana sekarang ini kebanyakan dari mereka telah kita perangi, dimana mereka telah bersikeras dalam kesyirikan dan mencegah dari perbuatan wajib, menampakkan (mendemonstrasikan) perbuatan dosa besar dan hal-hal haram…” (Lihat: Ad-Durar as-Saniyah jilid 1 halaman 234) Di sini jelas sekali bahwa, Muhammad bin Abdul Wahhab telah menjatuhkan vonis kafir dan syirik di atas kepala kaum muslimin dengan neraca kerancuan konsep Tauhid-Syirik versinya maka ia telah ‘memerangi’ mereka. Bid’ah dan kebiasaan buruk Muhammad bin Abdul Wahhab an-Najdi semacam ini yang hingga saat ini ditaklidi dan dilestarikan oleh pengikut Wahabisme, tidak terkecuali di Tanah Air.
    Lantas apakah kekafiran dan kesyirikan yang dimaksud oleh Muhammad bin Abdul Wahhab dalam ungkapan tersebut ? Dengan singkat kita nyatakan bahwa yang ia maksud dari kesyirikan dan kekafiran tadi adalah; “pengingkaran terhadap dakwah Wahabisme”. Dan dengan kata yang lebih terperinci; “Meyakini terhadap hal-hal yang dinyatakan syirik dan kafir oleh Wahabisme seperti Tabarruk, Tawassul, Membaca sholawat2 karya sahabat dan Ulama’, Maulid Nabi (dg disamakan Natalan/menyamakan dg kaum Nasrani), Tahlilan (disamakan dg kaum Hindu)…dsb”.
    Padahal, hingga sekarang ini, para pemuka Wahaby –baik di Indonesia maupun di negara asalnya sendiri- masih belum mampu menjawab banyak kritikan terhadap ajaran Wahabisme berkaitan dengan hal-hal tadi.

    Jawab :: Pernyataan yang anda tuliskan ini tidak ada Manfaatnya.. yah, tidak ada Manfa’at yang diperoleh dari Pernyataan anda ini selain asupan Gizi Buruk yang membahayakan hati orang yang membacanya. Itu saja sedikit jawaban saya, semoga memberi kejelasan.

  100. abisyakir mengatakan:

    @ Hamba Allah…

    Saya menilai begini jika ada hadis yang memuji tentang kota syam itu hanya mencakup pada waktu itu saja bukan mencakup utuk selamanya.

    Respon: Kalo begitu kamu harus anggap sama hadits2 seputar fitnah Najd itu. Itu juga terjadi saat waktu-waktu tertentu, dan tidak bermakna mengkafirkan penduduknya secara mutlak. Itu kalo kamu bersikap fair.

    Kalu emang benar tuduhan anda pada yang di lakuan Hafezh Assad dan Bashar Assad tentunya berita itu uda jadi sejarah dunia atas kekejaman dia dong? Tapi ko berita ini cuma keluar dari mulut orng yang ingin memecah belah islam kaya anda, contoh kalu emang berita jutan orng penduduk suriah di bunuh anda menyebut jutaan loh inget y, oleh 2 orng ini masa media diam aja tentunya kalu hal itu ada pasti ada media barat uda menujukan lembaga ham untuk pergi ke suriah tp nyatanya ga ada tuh?

    Respon: Kamu bisa tidak sih bedakan antara membunuh puluhan ribu manusia atau ratusan ribu manusia, dengan menghancurkan kehidupan jutaan manusia? Maksudnya, dari ratusan ribu manusia Ahlus Sunnah yang terbunuh itu, sudah pasti dia punya sanak-keluarga, famili, kawan, komunitas, dll. Tentu jumlah mereka lebih besar lagi dari jumlah yang terbunuh. Kamu bisa paham?

    Contoh yang nyata ketika jepang mengempur angkatan laut amerika di porharber 3500 tentara amerika habis oleh jepang dan beberapa hari kemudian amerika balas dengan serangan atom yang terjadi di naga sakti dan hurosima berita itu smpe dimana, sedangkan ada menyebut jutaan masa kerbarat yang mati apa ga ngomong dan berita itu ga kan jadi berita bersejarah?

    Respon: Juga kamu cari dari kalimat kami, apa yang tulisan “jutaan manusia mati”?

    Contoh kalu emang mujahidin di suriah ini berjuang di jalan allah swt knpa dia ga pada berangkat ke palestina kenapa harus berangkat ke suriah yang mayoritas penduduknya muslim, ini yang di jadikan alasan knpa wahabi menghalalkan darah orng yang ga sepaham dengan dia

    Respon: Kamu pernah baca, bagaimana sulitnya berjihad di Palestina? Karena pihak Hamas sendiri tidak mau para mujahidin datang berduyun-duyun kesana. Yang kedua, masuk Palestina diblokir dari mana-mana. Dari Mesir memblokir, dari Suriah, Yordan memblokir, dari arah laut juga diblokir. Maka itu ada missi kemanusiaan Mavi Marmara untuk membuka blokir, terutama ke Ghaza. Justru para Mujahidin itu komitmen, kalau Suriah sudah bisa ditundukkan, mereka akan melanjutkan Jihad ke Palestina. Kamu baca yang begitu gak?

    Di saat seluruh dunia arab bungkam seribu bahasa atas penindasan yang terjadi di palestina knpa ko giliran suriah semua berlomba2 perang demi membatu menghacurkan pemerintah padahal suriah lah yang mem bantu hisbullah perang di tahun 2006 kemarin melawan israil krna apa terjadinya perang karna hisbullah membela rakyat palestina ini jelas perang antara muslim dan kafir ini yang di bilang jihat. Senjata semua di batu suriah dan rakyat yang ingin menyelamatkan diri bs pergi ke suriah

    Respon: Kamu ini penuh omong kosong. Waktu tragedi Ghaza kemarin (akhir 2008-awal 2009), jelas-jelas kaum Muslimin Arab mendukung perjuangan rakyat Palestina. Sejak Intifadhah 1988, mereka juga mendukung. Bahkan setiap ada masalah di Masjidil Aqsha, tragedi2 seperti Sabra Satila, dll. mereka selalu mendukung. Kalau Jihad memang agak sulit, karena Mujahidin Palestina tidak memberi akses bagi Mujahidin luar, di samping negara2 sekitar Palestina, terutama Suriah, tidak memberi akses ke Palestina. Sementara Hisbula dan Hasan Nasrullah itu kan baru kemarin2 saja; itu pun kebanyakan “perjuangan retorika dan opini” bukan Jihad yang gagah berani. Mana ada kaum Syiah punya reputasi Jihad Fi Sabilillah? Jihad memerangi Islam, iya.

    Contoh ke 2 teroris suriah sapa yang membantu senjata dan dana saudi qatar amerika prancis inggris perang ini pake duit sedangkan kita tau saudi dan qatar cium tangan sm amerika saya rasa seluruh dunia tau negara petro dollar amerika. Lalu kenapa sampe saat ini pemeritah suriah tidak tumbang???? Karna pemeritah di dukung oleh rakyat sendiri kalu ga di dukung rakyatnya pasti uda kaya mesir dong sedangkan ini berjalan cukup lama 2 tahun ini bukan waktu sebentar??? Atau kaya yaman atau kaya tunisia beda dengan libiya karna NATO turun tangan

    Respon: Bukan gak tumbang, tapi dalam proses tumbang. Sebab Suriah ini didukung regim Syiah Iran, Hisbula Libanon, dan didukung Rusia dan China. Seiring waktu regim Assad akan tumbang, milissi Hisbula akan hancur, dan pemerintah Syiah Iran akan runtuh juga (seperti hancurnya Uni Soviet dan ekonomi Amerika, akibat Jihad Fi Sabilillah para Mujahidin). Itu hanya menunggu waktu saja.

    Kamu menuduh Mujahidin sebagai antek-antek Barat; tapi kamu nuduh juga mereka sebagai teroris; padahal tuduhan teroris itu kan dari Barat sana asalnya. Kamu ini penuh omong kosong dan kontradiksi.

    Sedangkan perang di suriah antara rakyat suriah dengan teroris alqaidah dan fron alnusra yang 2 organisasi ini berkeyakinan WAHABI yang menghalalkan darah muslim yang ga mau ikut dengan kemauan dia. Jangan melihat berita dari al jazirah karna berita itu milik perusahaan QATAR yang jelas cium tangan sm OBAMA, coba liat berita pake para bola gih kalu ga melek mata anda.

    Respon: omong kosong, mayoritas rakyat Suriah mendukung perjuangan Mujahidin. Banyak tentara Assad membelot ke Mujahidin. Kamu pikir sumber berita kaum Muslimin cuma Aljazera saja, padahal dia juga bukan media milik lembaga-lembaga Islam Ahlus Sunnah.

    Dari Abu Said al-Khudri r.a berkata saat Rasulullah saw sedang membagikan ghanimah (menurut Ibn Abbas r.a ghanimah perang Hunain) datang seseorang dari Tamim dengan pakaian yang pendek, diantara kedua matanya ada tanda bekas sujud
    lalu berkata: berbuat adil lah wahai Rasulullah !!! Rasul saw berkata: celakalah engkau, siapa yang akan berbuat adil jika aku tak berbuat adil..maka engkau akan binasa dan rugi jika saya sendiri tak berlaku adil. Lalu Rasul saw berkata: akan datang sebuah kaum kelak seperti dia, baik perkataannya tapi buruk perlakuannya, mereka adalah seburuk-buruknya makhluk mengajak kepada kitabullah tapi mereka sendiri tak mengambil darinya sedikitpun, mereka membaca alquran tetapi tidak melebihi kerongkongannya, kalian akan mendapatkan bacaan Alquran mereka lebih baik dari kalian, dan sholat mereka lebih baik dari kalian, puasa mereka lebih baik dari kalian. Mereka melesat meninggalkan Islam sebagaimana anak panah melesat dari busurnya. Mereka mencukur kepala dan mencukur kumisnya dan pakaian mereka hanya sebatas setengah betis mereka. Setelah itu Rasul saw menjelaskan ciri-ciri mereka, berkata Rasul saw: mereka membunuh para pemeluk Islam dan melindungi penyembah berhala.

    Diriwayatkan dalam kitab: Bukhari fi kitab bad’ al-khalq bab ‘alamah an-Nubuwwah. An-Nisai’ fi khasa-is hal 43, 44. Muslim fi kitab az-zakah bab at-tahdzir min zinah ad-dunya. Musnad Imam Ahmad juz awwal hal 78, 88, 91. Ibn Majah bab zikr al-Khawarij.

    Respon: Ini hadits tentang Khawarij. Tapi hadits begini juga COCOK untuk Syiah Rafidhah. Karena mereka itu mengkafirkan umat Islam (Ahlus Sunnah), menghancurkan Ahlus Sunnah di Suriah, Libanon, Irak, Iran, dan lainnya. Mereka membunuhi kaum Muslimin dan tidak pernah berperang melawan Israel, Amerika, dan seterusnya. Kalau ada perang, hanya “perang retorika dan opini” saja, bukan perang sesungguhnya.

    Jadi hadits itu cocok untuk Syiah Rafidhah, maka Anda perlu “gak seneng” ke Syiah Rafidhah. Itu perlu sebab mereka itu sesat dan menyesatkan. Buktinya orang seperti Anda sudah banyak disesatkan ajaran Syiah.

    Kalu di bilang dia melindungi para penyembah berhala saya katakan bener banget karna perang suriah saat ini adalah contoh buat saya. Sapa yang paling di untungkan dalam teragedi ini ISRAIL karna demi kepentingannya di timur tengah apa lagi suriah dengan israil satu perbatasan. Kalu dia bilang membunuh orng muslim saya katakan benar banget semua pembaca uda tau ko sapa yang suka bom di jakarta JW MARRIOT trs perles cirebon trs bom bali dll semua teroris yang ke tangkep berkeyakinan wahabi kan???? Jihat itu bukan membunuh muslim melainkan orang kafir tetep dalam kontekes jihat yang benar seperti perintah nabi kita ga blh membunuh orang kafir dalam keadaan dia tidak siap, kenapa saya bilang gitu nabi sendiri selalu jika ingin berperang memberi pengumuman ayo kita perang dengan pemberitahuan sama2 memegang senjata ini ferdan ini jihat yang sesungguhnya, bukan orang lagi solat jumat di bom kaya di porles cirebon ini bukan jihat tp sangit atau yang lain di indo ini. Saya rasa pembaca bisa mengerti maksud saya perang yang di katakan jihat itu seperti apa.

    Respon: Perbuatan terorisme itu salah dan tidak perlu dilakukan, apalagi di masjid. Tapi Jihad di medan perang, seperti Suriah, dalam rangka melenyapkan rezim pembunuh ratusan ribu kaum Muslimin disana, sangat perlu. Kalau gak begitu, bagaimana umat ini akan selamat dari pembantaian, sampai anak-anak kecil, orangtua, dan kaum wanita? Jihad di Suriah perlu dan wajib bagi yang mampu membela kaum Muslimin disana.

    Sedang penafsiran hadits itu juga jangan asal-asalan. Kalo mau jujur, sudah berapa ribu umat Islam dibantai oleh aparat militer/kepolisian pemerintah Indonesia sendiri, sejak era Soekarno, Soeharto, dan Reformasi? Banyak sekali. Apa bisa disimpulkan kalo pemerintah itu khawarij?

    Admin.

  101. abisyakir mengatakan:

    @ Hamba Allah…

    Maaf, kami tidak terlalu menanggapi komentar macam Anda ini, karena sudah terlalu sering dibahas. Anda saja yang kayaknya tak mau baca buku, maunya makan pemahaman dari fitnah2 seperti itu. Coba saya beri tanggapan ringkas…

    Ajaran Wahhabi diasaskan oleh Muhammad bin Abdul Wahhab 1206H yang mendorong pengikutnya mengkafirkan umat islam dan menghalalkan darah mereka. Sudah pasti manusia yang lebih mengenali perihal Muhammad bin Abdul Wahhab adalah saudara kandungnya dan bapanya sendiri. Saudara kandungnya Syeikh Sulaiman bin Abdul Wahhab sering memberi peringatan kepada umat islam dizamannya agar tidak mengikut ajaran baru Muhammad bin Abdul Wahhab kerana ajaran itu menghina ulama islam serta mengkafirkan umat islam. (Sebagai bukti silakan merujuk 2 kitab karangan Syeikh Sulaiman tersebut: “Fashlul Khitob Fir Roddi ‘Ala Muhammad bin Abdul Wahhab” dan ” Sawaiqul Ilahiyah Fi Roddi ‘Ala Wahhabiyah”). Ayahnya juga yaitu Abdul Wahhab turut memarahi anaknya iaitu Muhammad karena enggan mempelajari ilmu islam dan beliau menyatakan kepada para ulama: “Kamu semua akan melihat keburukan yang dibawa oleh Muhammad bin Abdul Wahhab ini”. ( Sebagai bukti silakan merujuk kitab “As-Suhubul Wabilah ‘Ala Dhoroihil Hanabilah” cetakan Maktabah Imam Ahmad hal. 275). Demikianlah saudara kandungnya sendiri mengingatkan umat islam agar berwaspada dengan ajaran TAKFIR yang dibawa oleh Muhammad bin Abdul Wahhab.

    Jawab: Sebagian besar omongan begini merujuk kitab2nya Syaikh Zaini Dahlan. Muhammad Rasyid Ridha mencela ulama itu sebagai orang yang banyak berbohong, mengarang cerita, dan tak mau baca tulisan ulama2 “Wahabi”. Dia sendiri hidup setelah berlalu zaman Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab. Seorang ulama India membuat bantahan khusus untuk tulisan2 Zaini Dahlan itu.

    Fakta Para Mufti Perihal Wahhabi. Mufti Mazhab Hambali Muhammad bin Abdullah bin Hamid An-Najdy 1225 H menyatakan dalam kitabnya “As-Suhubul Wabilah ‘Ala Dhoroihil Hanabilah” hal. 276 : “Apabila ulama menjelaskan hujah kepada Muhammad bin Abdullah Wahhab dan dia tidak mampu menjawabnya serta tidak mampu membunuhnya maka dia akan menghantar seseorang untuk membunuh ulama tersebut karena dianggap barangsiapa yang tidak sependapat dengannya adalah kafir dan halal darahnya untuk dibunuh”. Mufti Mazhab Syafi’e Ahmad bin Zaini Dahlan 1304 H yang merupakan tokoh ulama Mekah pada zaman Sultan Abdul Hamid menyatakan dalam kitabnya “Ad-Durarus Saniyyah Fir Roddi ‘Alal Wahhabiyah hal. 42: ” Wahhabiyah merupakan golongan pertama yang mengkafirkan umat islam 600 tahun sebelum mereka dan Muhammad bin Abdul Wahhab berkata: Aku membawa kepada kamu semua agama yang baru dan manusia selain pengikutku adalah kafir musyrik”. Sejarah membuktikan Wahhabi telah membunuh keturunan Rasulullah serta menyembelih kanak-kanak kecil di pangkuan ibunya ketika mereka mula-mula memasuki Kota Taif. (Sila rujuk Kitab Umaro’ Al-bilaadul Haram hal. 297 – 298 cetakan Ad-Dar Al-Muttahidah Lin-Nasyr).

    Jawab: Orang yang suka makan fitnah dan menyebarkan fitnah, mestinya tidak layak disebut ulama. Mereka itu banyak menyesatkan kaum Muslimin dengan kebohongan-kebohongan yang dibuatnya. Nas’alullah al ‘afiyah. Lagi pula, rata2 yang dikutip itu dari kalangan anti Wahabi, jadi wajar kalo ngomongnya sinis melulu.

    Wahhabi Menghukum Sesat Dan Membid’ahkan Para Ulama’ Islam. Wahhabi bukan saja mengkafirkan umat Islam dan menghalalkan darah mereka tetapi Wahhabi turut membid’ahkan dan menghukum akidah ulama’ Islam sebagai terkeluar daripada Ahlus Sunnah Wal Jama’ah. Demikian kenyataan Wahhabi:
    1- Pendapat Wahhabi Akidah Imam Nawawi Dan Ibnu Hajar Al-Asqolany Bukan Ahlus Sunnah Wal Jamaah. Tokoh terkemuka ajaran Wahhabi iaitu Muhammad bin Soleh Al-Utsaiimin menyatakan apabila ditanya mengenai Syeikh Imam Nawawi (Pengarang kitab Syarah Sohih Muslim) dan Amirul Mu’minien Fil Hadith Syeikh Imam Ibnu Hajar Al-Asqolany (Pengarang Fathul Bari Syarah Sohih Bukhari) lantas dia menjawab: “Mengenai pegangan Nawawi dan Ibnu Hajar dalam Asma’ Was Sifat (iaitu akidah) mereka berdua bukan dikalangan Ahlus Sunnah Wal Jama’ah”. Rujuk kitabnya Liqa’ Al-Babil Maftuh hal. 42-43 soal-jawab ke 373 cetakan Darul Watan Lin-Nasyr. 2- Wahhabi Menghukum Al-asy’ariyah Sebagai Sesat Dan Kafir. Tokoh Wahhabi Abdur Rahman bin Hasan Aal-As-Syeikh mengkafirkan golongan Al-Asya’iroh yang merupakan pegangan umat islam di Indonesia dan di negara-negara lain. Rujuk kitabnya Fathul Majid Syarh Kitab Al-Tauhid hal. 353 cetakan Maktabah Darus Salam Riyadh. Satu lagi tokoh Wahhabi iaitu Soleh bin Fauzan Al-Fauzan turut menghukum golongan Al-Asya’iroh sebagai sesat akidah dan bukan Ahlus Sunnah Wal Jama’ah. Rujuk kitabnya Min Masyahir Al-Mujaddidin Fil Islam hal. 32 cetakan Riasah ‘Ammah Lil Ifta’ Riyadh.

    Jawab: Konsep Ahlus Sunnah yang dipegangi kalangan “Wahabi” berbeda dengan kalangan Asy’ari. Itu kenyataan. Tapi ulama2 Wahabi tidak sampai mengkafirkan Imam Nawawi, Imam Ibnu Hajar, dan semisalnya. Syaikh Al Utsaimin membantah tuduhan “ahli bid’ah” kepada ulama-ulama tersebut. Tapi ada juga kalangan ekstrem yang dikenal dengan sebutan Haddadi (Haddadiyah) yang menyesatkan ulama2 tsb. Kalangan Wahabi tidak setuju dengan paham Asy’ariyah, tapi tidak sampai mengkafirkan mereka. Ya samalah kayak orang Asy’ari menuduh sesat kalangan Wahabi. Maka itu kami menulis buku “Mendamaikan Ahlus Sunnah di Nusantara: Mencari Titik Kesepakatan antara Asy’ariyah dan Wahabiyah”. Baca dong bukunya… jangan cuma baca yang begituan melulu.

    Dalam kitab “Ar-Rasa’il as-Syakhsyiah li al-Imam as-Syeikh Muhammad Abdul Wahhab” dalam surat ke 11 halaman 75 disebutkan bahwa; “Fatwaku adalah menyatakan bahwa Syamsaan beserta anak-anak mereka dan siapapun yang menyerupai mereka. Aku menamai mereka dengan Thaghut (sesembahan selain Allah)…”. dan yang lebih dahsyat lagi adalah apa yang dnyatakannya dalam kitab yang sama (Ar-Rasa’il as-Syakhsyiah li al-Imam as-Syeikh Muhammad Abdul Wahhab) dalam surat ke 34 halaman 232 dimana Ibn Wahhab menuliskan: “…kami telah menyatakan kafir terhadap thoghut-thaghut para penghuni al-Kharj dan selainnya”. Dan kita tahu bahwa, al-Kharj adalah nama satu daerah yang berjarak kurang lebih delapan puluh kilo meter dari kota Riyadh. Daerah al-Kharj terdiri dari beberapa desa dengan banyak penduduk. Hal itu sebagaimana yang telah tercantum dalam kitab “al-Mu’jam al-Jughrafi lil Bilad al-Arabiyah as-Saudiyah” jilid 1/392 atau kitab “Mu’jam al-Yamamah” jilid 1/372. Jelas sekali bahwa betapa Muhammad bin Abdul Wahhab tanpa ragu lagi menyatakan kaum Muslimin yang tidak menerima ajaran sektenya dengan vonis “kafir”, Bukan hanya pengkafiran yang dilakukan Muhammad bin Abdul Wahhab, cacian, makian dan hinaan pun terlontar dari otak dan hatinya yang kotor yang ditujukan untuk para tokoh dan pembesar Ahlusunah, yang tidak setuju dengan ajarannya. Dalam kitab “Ar-Rasa’il as-Syakhsyiah li al-Imam as-Syeikh Muhammad Abdul Wahhab” surat ke 34 halaman 232 dalam mengata-ngatai seorang tokoh yang bernama Syeikh Sulaiman bin Sahim, ia mengatakan: “Akan tetapi sang hewan ternak (bahim, arab) Sulaiman bin Sahim tidak memahami makna ibadah”. Seakan hanya Muhammad bin Abdul Wahhab saja yang memahamai ajaran tauhid dengan benar dan tidak menganggap benar dan menyatakan sesat pemahaman kelompok lain diluar Wahabismenya. Dan dalam kitab “Majmu’ Mu’allafaat al-Imam as-Syeikh Muhammad Abdul Wahhab” jilid1 halaman 90-91 disebutkan bahwa ia (Muhammad bin Abdul Wahhab) mengata-ngatai Syeikh Sulaiman dan menjulukinya dengan julukan “Sapi”, dengan ungkapannya: “Orang ini seperti Sapi yang tidak dapat membedakan antara tanah dan kurma”. Padahal “dosa” Syeikh Sulaiman bin Sahim adalah menolak dakwah Muhammad bin Abdul Wahhab yang dianggap sesat dari ajaran dan ijma’ Ulama Islam, terkhusus Ahlusunah wal Jamaah. Hal ini yang dinyatakan sendiri oleh Bin Abdul Wahhab dalam lanjutan kitab tersebut dengan ungkapan: “Karena mereka telah berusaha…untuk mengingkari dan berlepas tangan dari agama ini” (Kitab ar-Rasa’il as-Syakhsyiah…5/167). Agama mana yang dimaksud oleh Muhamad bin Abdul Wahhab ? Agama baru yang dibawanya, ataukah agama Islam yang dibawa oleh Muhammad Rasulullah SAW yang –dalam masalah tauhid dan syirik- dipahami dan disepakati oleh semua kelompok Islam, termasuk pemahaman kakaknya yang tergolong ulama mazhab Hambali ? Apakah orang seperti Syeikh Sulaiman bin Abdul Wahhab al-Hambali (kakaknya) atau Syeikh al-Allamah Sulaiman bin Muhammad bin Ahmad bin Sahim (wafat tahun 1181 H) yang salah seorang ulama dan tokoh besar di zamannya (sebagaimana yang telah disebutkan dan diakui sendiri oleh seorang Wahhaby kontemporer Abdullah bin Abdurrahman Aali Bassam dalam kitabnya “Ulama’ an-Najd Khilala Sittata Quruun” dalam jilid ke 2 halaman 381 pada Tarjamah nomer 191, cetakan Maktabah an-Nahdhatul Haditsah di Makkah al-Mukarramah, cetakan pertama tahun 1398 H), juga tidak memahamai konsep tauhid dan syirik yang dibawa oleh Islam Muhamad bin Abdullah (Rasulullah) ? Apakah layak dia mengata-ngatai seorang ulama besar semacam itu dengan ungkapan-ungkapan kotor yang tidak layak diungkapkan oleh seorang muslim awam sekalipun, apalagi ini yang mengaku sebagai mujaddid (pembaharu) agama Islam? Lantas mana akhlak Rasulullah, akhlak Islam dan akhlak mulia agama Allah ? Jika pengolok-olok semacam ini disebut sebagai “Pembaharu Islam“ maka jangan salahkan jika Islam menjadi obyek olok-olokan musuh-musuhnya. Untuk lebih mengetahui kenapa Syeikh Sulaiman bin Sahim mengingkari dakwah Muhammad bin Abdul Wahhab dan apa saja yang diungkapkan Muhammad bin Abdul Wahhab kepadanya dengan bahasa yang kasar dan menunjukkan kebaduian prilaku Muhammad bin Abdul Wahhab, bisa dilihat dalam buku yang dikarya oleh seorang penulis Wahhaby kontemporer Dr Abdullah al-Utsaimin dalam buku karyanya; “Mauqif Sulaiman bin Sahim min Dakwah as-Syeikh Muhammad bin Abdul Wahhab” dari halaman 91 hingga 113 yang dicetak di Riyadh-Saudi tahun 1404 H. Belum lagi kalau kita membaca buku “Al-Fitnatul Wahhabiyah” (Fitnah Wahabisme) karya Syeikhul Islam dan Mufti Besar Mazhab Syafi’i yang berdomisili di kota suci Makkah, Syeikh al-Allamah Ahmad bin Zaini Dahlan (wafat tahun 1304 H dan dimakamkan di Madinah) dimana beliau hidup di masa-masa ekspansi pemaksaan ajaran Wahabisme ke segenap jazirah Arab. Syeikhul Islam Zaini Dahlan menjelaskan bagaimana para pengikut setia Bin Abdul Wahhab (meniru pencetusnya) dalam pengkafiran kaum Muslimin yang bukan hanya sekedar melalui ungkapan dan tulisan, bahkan dengan tindakan yang sewenang-wenang, bahkan pembantaian. Dan ternyata, sayangnya, kebiasaan buruk (sunnah sayyi’ah) itu masih terus dilestarikan oleh para pengikut setia dan orang-orang yang taklid buta terhadap Muhammad bin Abdul Wahhab yang mengatasnamakan diri sebagai Salafy, bahkan mengaku sebagai Ahlusunah wal Jamaah. Jikalau sekte sempalan ini tidak mendapat dukungan dana, kekuatan militer dan perlindungan penuh dari negara kaya minyak seperti Saudi niscaya nasibnya akan sama dengan nasib sekte-sekte sempalan lainnya, binasa. Awalnya, sekte ini tidak jauh berbeda dengan sekte seperti al-Qiyadah al-Islamiyah yang baru-baru ini dinyatakan sesat oleh para ulama di Indonesia. Dan ternyata kaum Salafy-pun ikut-ikutan menyesatkan al-Qiyadah al-Islamiyah, padahal mereka mempunyai kendala yang sama, sekte sempalan yang dahulu diangap sesat. “Maling teriak maling”, itulah kata yang layak dinyatakan kepada kaum Wahaby yang mengaku Salafy dan Ahlusunah itu. Wahai kaum Wahaby, sesama sekte sesat dilarang saling mendahului dan saling menyesatkan. Sekarang, masihkah pengikut Wahaby (yang berkedok Salafy) menanyakan bahwa Syeikh mereka tidak mengkafirkan kaum Muslimin dan menampik kenyataan yang tidak bisa mereka pungkiri ini ? Apa yang kami sebutkan di atas tadi adalah sedikit dari apa yang dapat disebutkan dalam artikel yang sangat terbatas ini. Masih banyak hal yang dapat kita sebutkan untuk membuktikan pengkafiran Wahabisme terhadap kaum muslimin, disamping prilaku mereka yang sebagai bukti konkrit lain dari pengkafiran tersebut. Lihat bagaimana prilaku mereka pada setiap musim haji yang mengobral murah dengan membanting harga kata “Syirik” dan “Bid’ah” bahkan dibagi dengan cuma-cuma pada jamaah haji. Seakan para rohaniawan Wahhaby pada musim haji melakukan “Cuci Gudang” kata bid’ah dan syirik untuk saudara-saudara mereka sesama muslim. Jika orang muslim telah dikafirkan dan orang besar (baca: ulama) seperti Syeikh Sulaiman bin Sahim dicaci-maki dan dihina oleh orang seperti Muhammad bin Abdul Wahhab maka jangan heran jika sekarang ini para pengikut setia dan fanatiknya (kaum Wahaby) juga turut mengikuti jejak langkah manusia tak beradab seperti Muhammad bin Abdul Wahhab itu. Ungkapan dan tuduhan jahil (bodoh), munafik, zindik bahkan sebutan anjing atau hewan-hewan lain dari kelompok Wahaby terhadap pengikut Muslim lain merupakan hal biasa yang telah mereka dapati secara turun-temurun

    Jawab: Mayoritas omongan begini dari kalangan anti Wahabi yang suka “beragama di atas fitnah”. Mereka tidak merasa berdosa dengan memfitnah kaum Muslimin (Wahabi) sesuka hati mereka, tanpa dasar yang benar; selain hanya klaim yang mereka buat-buat sendiri. Sumbernya ya Syaikh Ahmad Zaini Dahlan itu. Ia menjadi sumber mata air fitnah ini dengan kebohongan-kebohongan yang dibuatnya. Baca buku Siyanatul Insan An Waswasi Syaikh Dahlan, buku ini karya Syaikh Muhammad Basyir dari India. Disitu dijelaskan kebohongan2 Zaini Dahlan dan lainnya.

    1. Pengkafiran Penduduk Makkah. Dalam hal ini Muhamad bin Abdul Wahhab menyatakan: “Sesungguhnya agama yang dianut penduduk Makkah (di zamannya) sebagaimana halnya agama yang karenanya Rasulullah diutus untuk memberi peringatan” (Lihat: Ad-Durar as-Saniyah jilid 10 halaman 86, dan atau pada jilid 9 halaman 291). 2. Pengkafiran Penduduk Ihsa’. Berkaitan dengan ini, Muhammad bin Abdul Wahhab menyatakan: “Sesungguhnya penduduk Ihsa’ di zaman (nya) adalah para penyembah berhala (baca: Musyrik)” (Lihat: Ad-Durar as-Saniyah jilid 10 halaman 113). 3. Pengkafiran Penduduk ‘Anzah. Berkaitan dengan ini, Muhammad bin Abdul Wahhab menyatakan: “Mereka telah tidak meyakini hari akhir” (Lihat: Ad-Durar as-Saniyah jilid 10 halaman 113). 4. Pengkafiran Penduduk Dhufair. Penduduk Dhufair merasakan hal yang sama seperti yang dialami oleh penduduk wilayah ‘Anzah, dituduh sebagai “pengingkar hari akhir (kiamat)”. (Lihat: Ad-Durar as-Saniyah jilid 10 halaman 113). 5. Pengkafiran Penduduk Uyainah dan Dar’iyah. Hal ini sebagaimana yang disebut di atas, para ulama wilayah tersebut terkhusus Ibnu Sahim al-Hambali beserta para pengikutnya telah dicela, dicaci dan dikafirkan. Dikarenakan penduduk dua wilayah itu (Uyainah dan Dar’iyah) bukan hanya tidak mau menerima doktrin ajaran sekte Muhammad bin Abdul Wahhab, bahkan ada usaha mengkritisinya dengan keras. Atas dasar ini maka Muhammad bin Abdul Wahhab tidak segan-segan mengkafirkan semua penduduknya, baik ulama’nya hingga kaum awamnya. (Lihat: Ad-Durar as-Saniyah jilid 8 halaman 57). 6. Pengkafiran Penduduk Wasym. Berkaitan dengan ini, Muhamad bin Abdul Wahhab telah menvonis kafir terhadap semua penduduk Wasym, baik kalangan ulama’nya hingga kaum awamnya. (Lihat: Ad-Durar as-Saniyah jilid 2 halaman 77). 7. Pengkafiran Penduduk Sudair. Berkaitan dengan ini, Muhammad bin Abdul Wahhab telah melakukan hal yang sama sebagaimana yang dialami oleh penduduk wilayah Wasym. (Lihat: Ad-Durar as-Saniyah jilid 2 halaman 77). Dari contoh-contoh di atas telah jelas dan tidak mungkin dapat dipungkiri oleh siapapun (baik yang pro maupun yang kontra terhadapa sekte Wahabisme) bahwa Muhammad bin Abdul Wahhab telah mengkafirkan kaum muslimin yang tidak sepaham dengan keyakinan-keyakinanya yang merupakan hasil inovasi (baca: Bid’ah) otaknya. Baik bid’ah tadi berkaitan dengan konsep tauhid sehingga muncul vonis pensyirikan Muhammad bin Abdul Wahhab terhadap kaum muslimin yang tidak sejalan, maupun keyakinan lain (seperti masalah tentang pengutusan Nabi, hari akhir / kiamat dsb) yang menyebabkan munculnya vonis kafir. (Lihat: Ad-Durar as-Saniyah jilid 10 halaman 43).

    Jawab: Seorang kawan, alumni Al Azhar Mesir, pernah bilang, tuduhan2 begini ini umumnya main comot saja. Si penuduh seenak perutnya mengutip pendapat, lalu memberi komentar sesuka hati, tanpa melihat konteks masalahnya. Jadi tuduhan begitu itu gak usah dianggap; anggap saja kumpulan fitnah yang akan merusak amalan para pelakunya sendiri. Coba baca tulisan di bawah ini, lumayan buat referensi:

    http://abangdani.wordpress.com/2011/09/25/meluruskan-kedustaan-sejarah-versi-%E2%80%98syaikh%E2%80%99-idahram-bagian-1/

    Sebagai penutup artikel kali ini, marilah kita perhatikan ungkapan Muhammad bin Abdul Wahhab pendiri sekte Wahabisme berkaitan dengan kaum muslimin di zamannya secara umum. Muhammad bin Abdul Wahhab menyatakan: “Banyak dari penghuni zaman sekarang ini yang tidak mengenal Tuhan Yang seharusnya disembah melainkan Hubal, Yaghus, Ya’uq, Nasr, al-Laata, al-Uzza dan Manaat. Jika mereka memiliki pemahaman yang benar niscaya akan mengetahui bahwa kedudukan benda-benda yang mereka sembah sekarang ini seperti manusia, pohon, batu dan sebagainya seperti matahari, rembulan, Idris, Abu Hadidah ibarat menyembah berhala ” (Lihat: Ad-Durar as-Saniyah jilid 1 halaman 117). Pada kesempatan lain ia mengatakan: “Derajat kesyirikan kaum kafir Quraisy tidak jauh berbeda dengan mayoritas masyarakat sekarang ini” (Lihat: Ad-Durar as-Saniyah jilid 1 halaman 120). Dan pada kesempatan lain dia juga mengatakan: “Sewaktu masalah ini (tauhid dan syrik) telah engkau ketahui niscaya engkau akan mengetahui bahwa mayoritas masyarakat lebih dahsyat kekafiran dan kesyirikannya dari kaum musyrik yang telah diperangi oleh Nabi” (Lihat: Ad-Durar as-Saniyah jilid 1 halaman 160). Namun, setelah kita menelaah dengan teliti konsep tauhid versi pendiri sekte tersebut (Muhammad bin Abdul Wahhab dalam kitab Tauhid-nya) ternyata banyak sekali kerancuan dan ketidak-jelasan dalam pendefinisan dan pembagian, apalagi dalam penjabarannya. Bagaimana mungkin konsep tauhid rancu semacam itu akan dapat menjadi tolok ukur keislaman bahkan keimanan seseorang, bahkan dijadikan tolok ukur pengkafiran ? Ya, konsep tauhid rancu tersebut ternyata dijadikan tolok ukur oleh Muhammad bin Abdul Wahhab -yang mengaku paling paham konsep tauhid pasca Nabi- sebagai neraca kebenaran, keislaman dan keimanan seseorang sehingga dapat menvonis kafir bahkan musyrik setiap ulama (apalagi orang awam) yang tidak sejalan dengan pemikirannya. Sebagai dalil dari ungkapan tadi, Muhammad bin Abdul Wahhab pernah menyatakan: “Kami tidak mengkafirkan seorangpun melainkan dakwah kebenaran yang sudah kami lakukan telah sampai kepadanya. Dan ia telah menangkap dalil kami sehingga argumen telah sampai kepadanya. Namun jika ia tetap sombong dan menentangnya dan bersikeras tetap meyakini akidahnya sebagaimana sekarang ini kebanyakan dari mereka telah kita perangi, dimana mereka telah bersikeras dalam kesyirikan dan mencegah dari perbuatan wajib, menampakkan (mendemonstrasikan) perbuatan dosa besar dan hal-hal haram…” (Lihat: Ad-Durar as-Saniyah jilid 1 halaman 234) Di sini jelas sekali bahwa, Muhammad bin Abdul Wahhab telah menjatuhkan vonis kafir dan syirik di atas kepala kaum muslimin dengan neraca kerancuan konsep Tauhid-Syirik versinya maka ia telah ‘memerangi’ mereka. Bid’ah dan kebiasaan buruk Muhammad bin Abdul Wahhab an-Najdi semacam ini yang hingga saat ini ditaklidi dan dilestarikan oleh pengikut Wahabisme, tidak terkecuali di Tanah Air. Lantas apakah kekafiran dan kesyirikan yang dimaksud oleh Muhammad bin Abdul Wahhab dalam ungkapan tersebut ? Dengan singkat kita nyatakan bahwa yang ia maksud dari kesyirikan dan kekafiran tadi adalah; “pengingkaran terhadap dakwah Wahabisme”. Dan dengan kata yang lebih terperinci; “Meyakini terhadap hal-hal yang dinyatakan syirik dan kafir oleh Wahabisme seperti Tabarruk, Tawassul, Membaca sholawat2 karya sahabat dan Ulama’, Maulid Nabi (dg disamakan Natalan/menyamakan dg kaum Nasrani), Tahlilan (disamakan dg kaum Hindu)…dsb”. Padahal, hingga sekarang ini, para pemuka Wahaby –baik di Indonesia maupun di negara asalnya sendiri- masih belum mampu menjawab banyak kritikan terhadap ajaran Wahabisme berkaitan dengan hal-hal tadi.

    Jawab: Kitab Durar As Saniyah itu ditulis oleh ulama2 pengikut dakwah Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab; tujuannya adalah membantah semua fitnah2 yang ditujukan kepada dakwah tersebut. Disana disebutkan bentuk-bentuk tuduhan/fitnah itu, lalu diberi jawaban-jawaban sebagai bantahan. Apa yang dikutip di atas adalah contoh2 fitnah/tuduhan itu, lalu disebar-sebar seenaknya oleh manusia pendengki. Durar As Saniyah jelas isinya bantahan, tapi kok malah dijadikan referensi untuk menyerang dakwah “Wahabi”? Aneh. Gaya khas kaum Syiah dan sejenisnya.

    Admin.

  102. abisyakir mengatakan:

    @ Zaenal…

    Syukran jazakallah Akhi, terus belajar dan diskusi secara santun. Jangan lelah untuk membaca dan mencermati. Terus belajar dan menimpa ilmu; kelak Anda akan memetik buahnya. Yakinlah.

    Admin.

  103. Zaenal Abidin Si'Ardjuna Thea.. mengatakan:

    @..Fulan (yang menamakan dirinya dgn nama “ajaran sesat wahabi”)..

    saudara Fulan, mohon maaf sebelumnya..

    Pertama, apakah anda orang yang sebelumnya menamakan diri dengan nama “Hamba Allah” atau bukan.??

    Kedua, anda Syi’ah bukan.?? kalau anda bukan syi’ah, lalu anda siapa.??

    Mohon pertanyaan saya yang ini anda jawab dgn jujur terlebih dahulu… setelah anda menjawab pertanyaan saya di’atas, Insya Allah saya akan me’Respon pernyataan yang anda tujukan kpd saya…

    Terima kasih..

  104. abisyakir mengatakan:

    @ ajaran sesat…

    Buat saya cuma 1 kalu emang di ajaran wahabi itu ga ada menghalalkan dara orng muslim yang lain kenapa kegiatan teroris di seluruh dunia itu berkeyakinan wahabi hayao alqaidah berkeyakinan wahabi trs fron alnusra trs taliban dia wahabikan jgn ngeles lg deh y. Semua orng jg tau ko, kita ga usah keluar negeri dulu deh dalam negeri aja amrozi umar patek trs nurdin emtop dokter azharai dll semua itu wahabi, kita bisa kenal wahabi itu dr jenggot celana cingkrang kumis ga ada udah ada harus mengkui y

    Respon: Di Saudi itu ulama2nya mengharamkan terorisme (al irhab), banyak fatwa2 soal itu. Musfti Saudi bukan sekali-kali menasehati kalangan pemuda yang melakukan aksi-aksi bom di wilayah non perang. Ajaran jenggot dan celana cingkrang itu sesuai Sunnah; coba lihat orang2 Jamaah Tabligh, pada begitu semua lho. Kalo mikirnya kayak kamu, berarti kamu nuduh Nabi Saw sebagai teroris dong.

    Wahabi ini ajaran iblis yang mau memecah belah islam antara ahlu sunnah dan syiah semua uda tau tingkah dia makanya pada ga ada yang respek sama dia isinya cuma fitnah aja. Bilang basir asad bunuh semua rakyatnya lah. Trs hisbullah di bilang tmn israil lah trs ngapain perang thn 2006 kalu musuhan ini sejarah yang bicara?????? Kapan orang wahabi nyerang israil kapan tolong sebutin 1 kali aja ????? Mana sejaerahnya ????? Kalu ngeledakin diri hoooo banyak sekali sampe bosen saya dengernya.

    Respon: Saudi membantu Hamas, dia juga bantu Mesir dalam Perang Arab-Israel tahun 70-an. Raja Saudi Faishal dibunuh orang susupan CIA, gara-gara beliau boikot Amerika yang mendukung Israel melakukan kekejaman di Palestina. Kamu pernah baca yang begitu2? Waktu tragedi Ghaza 2008-2009 rakyat Saudi kirim bantuan uang besar buat dukung Hamas. Utusan Hamas disambut meriah di Saudi. Usamah bin Laden disebut “terorist” karena membela Muhammad Ad Durah di Palestina kan. Wah pengetahuan kamu minim ya.

    Anda bilang di blokade trs rudal kemarin punya palestina sapa yang kasih sampe hamas bisa rudal smpe tel aviv sapa bos???? IRAN situ liat berita ga sih, di saat negara arab bungkam seribu bahasa, takut di embargo sm amerika ya uda lah saya minta pembaca berfikir perkataan saya yang bnr apa wahabi ini

    Respon: Kata Hamas, mereka buat sendiri roket2 itu. Kan mereka banyak teknisi pintar. Masak atas bantuan Syiah Libanon sih?

    Pimpinan wahabi ini bisa jd besar di kota diyara saudi karna ada raja saudi pertama yang menjamin sebagai gantinya raja minta dia supaya bisa mengkuasai mekah dan madinah dia menyerbu dua kota ini lalu menduduki sejarah mencatat ko, kalu ga gt al saud ga mungkin berkuasa sampe lama gini karna ulama wahabi mendukung dia masih mau bukti muftih agung wahabi di saudi itu jabatannya apa di pemerintahan saudi penasehat ke agamaan di saudi. Sedangkan al saud itu nurut sama iblis amerika sedangkan amerika di pemerintahannya di kuasai yahudi semua orng tau ko hal ini. Semua bantahan kalian ga berguna

    Respon: Keluarga Alu Syaikh itu gak ada yang jadi pejabat negara. Mereka cuma aktif bi bidang keagamaan. Kamu bilang “iblis Amerika” sementara Iran pernah jual-beli senjata dengan dia dalam kasus “Iran Contra”.

    Kapan pimpinan wahabi nyuruh jihat ke israil saya mau tau masuk bisa dari mesir suriah libanon yordania banyak jalan knpa ko ga pada kesana sedangkan jelas perang sm orng kafir tp ko ga ada sejarahnya. Kalu ga ada berarti dia kaki tangan amerika melalui saudi. Heh wahabi ini omongan saya nyata y mau tau ga kalu kamu ke saudi kamu cek omongan saya ini y. Saudi mengalamin kerisi ini. 1 kerisis pekerjaan, banyak pengangguran di sana karna pengusaha di sana lebih suka make tenaga kerja dari luar krna orng saudi males dan seenaknya sendiri. 2 kerisis perkawinan, anak muda disana pada ga kawin karna ga memiliki pekerjaan tetap sehingga anak mudanya banyak yang suka laki2 saya ga fitnah kalu ga percaya kalu kamu haji atau umroh potong jenggot kamu smpe habis trs kamu jalan sendirian di tengah kota liat omongan saya kamu bakal di ketipin sama anak muda disana. 3 kerisis pelanggaran ham, pelanggaran ham terbanya di dunia saudi di urutan no 1 cari tau gi? knpa amerika ko diem kan saya bilang negara petro dolar amerika, raja saudi ini kacong amerika. 4 banyaknya perawan tua krna itu tadi lakinya ga kerja ga ada yang mau kawin ahirnya perempuannya jd gt. Semua yang saya bilang ini ga fitnah tp tolong tolong di buktikan TKW aja abs itu uda bukti tp kalu masih mau buktikan laki jgn pake kumis jenggot trs jalan sendiri di jalan nanti liat gi gimana tikah dia. Seharusnya kalu ibadah dia benar dan tidak salah pasti perilaku dia tidak begini saya minta pembaca ngecek jgn bilang saya fitnah.

    Respon: Intinya gini, semoga Allah mendatangkan sebanyak-banyak Mujahidin Ahlus Sunnah ke bumi Suriah, karena kalau Bashar Assad tumbang, maka Syiah Iran, Libanon, Irak akan kehilangan kekuatan besarnya. Ini berguna untuk memberantas ajaran Syiah yang menyimpang dari akidah Ahlus Sunnah Wal Jamaah. Kalau itu terjadi, maka omongan caci-maki itu insya Allah akan berakhir. Amin ya Rahiim.

    Admin.

  105. mufid mengatakan:

    Capek klo lihat sesama muslim saling berdebat gak ada ujung pangkalnya…kalau sudah mengingatkan dan diingatkan ya terima dulu, masalah mau dipakai masukannya atau tidak ya terserah…

  106. Zaenal Abidin Si'Ardjuna Thea.. mengatakan:

    @..Abisyakir

    Abisyakir :: semoga Allah mendatangkan sebanyak-banyak Mujahidin Ahlus Sunnah ke bumi Suriah, karena kalau Bashar Assad tumbang, maka Syiah Iran, Libanon, Irak akan kehilangan kekuatan besarnya. Ini berguna untuk memberantas ajaran Syiah yang menyimpang dari akidah Ahlus Sunnah Wal Jamaah. Kalau itu terjadi, maka omongan caci-maki itu insya Allah akan berakhir. Amin ya Rahiim.

    Zenal :: Aamiin Ya Allah Ya Robbal Alamiin…

  107. Zaenal Abidin Si'Ardjuna Thea.. mengatakan:

    @..Hamba Allah

    Hmmmm….

    Mas, Anda Syi’ah bukan.??

  108. anti pks (partai khusus s.......... ) mengatakan:

    Kenapa ea klo ada masalah TKI di saudi Pks ga da suaranya giliran rohingya si nhw xxxxx langsung turun. waspadalah NKRI dengan pks

  109. Sofyan mengatakan:

    Assalamu’alaikum,

    @Abisyakir, antum beneran mengaku wahabi? sudah baca tulisan salah satu ustadz wahabi? nih : http://firanda.com/index.php/artikel/7-adab-a-akhlaq/31-bahaya-menggunjing?start=2

    Ana aswaja, pesan ana : Setiap orang yang ingin mendapat ridha Allah hendaklah selalu berprasangka baik (husnuzon).

    Rasulullah SAW mengajarkan kita untuk berbaik sangka kepada siapapun tanpa terkecuali, karena untuk menciptakan keharmonisan rumah tangga, keluarga, maupun keharmonisan kehidupan masyarakat.

    Allah SWT menyerukan kepada orang-orang yang beriman agar menjauhi prasangka, karena prasangka itu termasuk dosa dan kesombongan.

    Banyak terjadi persengketaan dalam bermasyarakat atau bahkan bernegara karena sikap buruk sangka. Kadang-kadang masalah kecil bisa menjadi besar sehingga timbul rasa dengki dan dendam yang berkepanjangan.

    Semoga Allah SWT senantiasa meridhai kita dalam kehidupan berkeluarga, bermasyarakat dan bernegara,InsyaAllah.

  110. abisyakir mengatakan:

    @ Sofyan…

    Anda ini giman, kan tulisan itu sifatnya REAKSI, karena ulah politisi2 PKS sendiri. Mereka tuh yang jadi pemicunya. Kok jadi nyalahkan orang yang BEREAKSI? Aneh nih.

    Admin.

  111. isroq mengatakan:

    Aku heran, kita berdebat disini seperti kerumunan domba, sedangkan srigala sudah siap menerkam diluar sana.

    Kita masih membahas perbedaan-perbedaan pendapat diantara umat islam, sedangkan orang luar sana sudah pulang dr bulan.

    Selagi masih mengucapkan dua kalimah sahadat, aq menaruh hormat angkat topi pada semua golongan(wahabi , PKS, muhammadiah,NU,hizbu tahrir, ikhwanul muslimin, dll payah sebut nama).

    Jadi supaya apa kita membahas topik ini??

  112. Hasan Ismail mengatakan:

    abah syakir sepertinya anda keliru mengaitkan sepenuhnya arab saudi dengan wahabi, dahulu memang ada kaitannya keduanya, tetapi dalam perjalanannya Su’ud mengkhianati beliua hingga keturunnya yang berkuasa sekarang si Abdulllah pelayan amerika. Saya harap abah syahir melek sejarah bagaimana terjadi pengkhianatan oleh Su’ud terhadap Syekh Muhammad Abdul Wahhab rahimahullah

    Sejarah yang abah syakir baca sepertinya hanya dari sisi kelompok salafi yang didedengkoti oleh Makhodly, banyak fakta2 yang diputarbalikkan tetang penguasa saudi yang jahat ditutupi dibalik jadi keliata baik ini lah pengkhianata makhdoly terhadap manhaj salaf.

  113. abisyakir mengatakan:

    @ Hasan Ismail…

    Terima kasih. Matur nuwun. Hatur nuhun. Syukran. Thank U. Kamsia. “Aboh aboh…dek!” (maaf aku gak bisa bahasa Madura, jadi ngarang :)

    Admin.

  114. anna mengatakan:

    istigfar semuanya…

  115. agussahid mengatakan:

    Mana ada maling ngaku, betul aja luarnya bukan wahabi tapi hatinya asli wahabi

  116. Ramadhiyan Semen mengatakan:

    maaf, saudara2 disini mungkin. gak tau apa2. hanya meraba2… yang dilihat dari pemandangan mungkin cuma segitu… teman saya ada yg anti wahabi, tapi PKS. org2 PKS pun menolak hal2 wahabi. Dan PKS itu gak semuanya “tersentuh pengaruh” wahabi. Ada yang NU, ada yg Muhammadiyah, ada yg JT. ada yg habib dll. Ayah saya seorang kader pun menolak akan hal itu kok.
    Referensi PKS adalah Majmu’atur Rasail karangan Hasan Al- Banna, di dalamnya ada bahasan bahwa tawassul itu boleh, bahkan dia mengambil hukum yg boleh, dan menjelaskan 2 pendapat antara yg boleh dan tak boleh. Wahabi mah ngelarang langsung hal itu……

    Bagaimana kita sebagai muslimin bisa mau maju? seandainya hanya ini semua yg dibahas. perpecahan lah. adu pendapat lah. Coba anda telusuri lagi (tabayyun) lebih dalam. Jangan cuma dari kader2nya doang, liat dari falsafah dasar pemikirannya.

    salam untuk persatuan Muslim :)

  117. ALI AKBAR INDONESIA mengatakan:

    Okay…cerita soal wahabi bisa dipahami… Tapi satu hal yang sulit dipahami tentang ideologi WAHABI,yakni IDEOLOGI ANTI SYIAH…. ISLAM RAHMATALLILALAMIIN……… kita setuju semua itu.Tapi ketika menghadapi perbedaan pendapat,wahabi lebih suka memvonis orang lain SESAT…. entah bagaimana WAHABI memahami tentang fakta sejarah yang megakibatkan SYIAH lahir kedunia ini.Dan bagaimana pula WAHABI memahami tentang sejarah pembantaian HUSEIN BIN ALI … sehingga WAHABI begitu ANTI SYIAH…… Hmmmm…… DAn Yang termutakhir,mengapa RAJA ARAB SAUDI lebih memilih ISRAEL dan AMERIKA SERIKAT sebagai sahabat,ketimbang IRAN…. Anehnya lagi…mengapa kelompokj WAHABI begitu KEAKUTAN DENGAN IRAN…. ANEH…. klo tidak punya pikiran buruk,mengapa ketakutan dengan perbedaan PENDAPAT…….

  118. My Name Is Profesor.. mengatakan:

    Wahabi anti Syi’ah..
    Syi’ah anti Wahabi..
    begini nih yang benar.. biar Fair..

  119. abisyakir mengatakan:

    @ Ali Akbar Indonesia…

    Tapi ketika menghadapi perbedaan pendapat,wahabi lebih suka memvonis orang lain SESAT….

    Ya, kadang ada yang begitu, makanya sebagian ulama menasehati mereka agar tak mentang2 dalam beragama. Cobalah dengarkan orang lain, pahami argumen mereka. Kalau memang salah, baru silakan bersikap. Jangan setiap ada yang berbeda langsung di-cap salah. Ini tak fair.

    entah bagaimana WAHABI memahami tentang fakta sejarah yang megakibatkan SYIAH lahir kedunia ini.

    Selama ini yang kami tahu, dan banyak diklarifikasi para ulama, Syiah muncul sebagai gerakan ekstrim yang di-inisiasi oleh Abdullah bin Saba’, orang Yahudi yang nyaru sebagai Muslim. Itu diakui oleh ulama2 Syiah juga dan para sejarawan Islam seperti Ibnu Jarir At Thabari rahimahullah.

    Dan bagaimana pula WAHABI memahami tentang sejarah pembantaian HUSEIN BIN ALI … sehingga WAHABI begitu ANTI SYIAH……

    Lho, kaum Ahli Sunnah (termasuk Wahabi) sangat berduka atas pembantaian itu. Pasti pelakunya nanti di akhirat akan memikul dosa amat sangat besar. Itu pasti, siapapun yang tanggung-jawab disana. Tapi ada dosa yang lebih dahsyat lagi, yaitu dosa pelaku pembunuhan Khalifah Umar, Khalifah Utsman, Khalifah Ali Radhiyallahu ‘Anhum. Dosa pelakunya lebih dahsyat lagi, karena yang dibunuh adalah pemimpin/amir kaum Muslimin.

    Tak ada satu pun Ahlus Sunnah yang gembira dengan pembunuhan atas diri Husein bin Ali Radhiyallahu ‘anhuma, tak ada itu. Kalau ada, berarti dia sesat, ahli bid’ah, atau orang bodoh (tak tahu ilmu). Semua itu menjadi duka besar bagi Ahlus Sunnah Wal Jamaah.

    Tapi bedanya…

    Ahlus Sunnah memandang semua kejadian itu sebagai PERISTIWA SEJARAH, atau TRAEGEDI SEJARAH di masa lalu. Sebagai sejarah, kami berduka dan sangat sedih; tapi kami yakin ALLAH Ta’ala Maha Cepat Hisab-Nya, Dia pasti sudah memberikan perhitungan seadil mungkin atas kezhaliman para pelaku kejahatan itu.

    Sedangkan Syiah, mereka jadikan peristiwa itu sebagai SUMBER AGAMA dengan cara membuang ajaran-ajaran Islam yang bersumber dari Al Qur’an dan As Sunnah. Dari itu Syiah menjadi agama dendam, agama kemarahan, agama tangisan-jeritan, karena mereka jadikan pembunuhan Husein itu sebagai INSPIRASI AGAMA terbesar, mengalahkan Al Qur’an dan As Sunnah; mengalahkan Tauhid. Na’udzubillah wa na’udzubillah.

    DAn Yang termutakhir,mengapa RAJA ARAB SAUDI lebih memilih ISRAEL dan AMERIKA SERIKAT sebagai sahabat, ketimbang IRAN…. Anehnya lagi…mengapa kelompokj WAHABI begitu KEAKUTAN DENGAN IRAN…. ANEH…. klo tidak punya pikiran buruk,mengapa ketakutan dengan perbedaan PENDAPAT…….

    Kalau bersahabat dengan Amerika, negara Indonesia, Malaysia, dll juga bersahabat. Kalau dengan Israel, tak ada hubungan diplomatik Saudi dengan Israel. Malah Saudi “berkawan” dengan Iran di lembaga OKI.

    Kata siapa Wahabi takut sama Iran? Coba sebutkan buktinya…

    Admin.

  120. Kang Ucu mengatakan:

    Apakah dalam pengrusan negara Rosulullah SAW mencontohkan sitem dinasti seperti yg saat ini terjadi di saudi? …

  121. abisyakir mengatakan:

    @ Kang Ucu…

    Ya sistem dinasti itu tak Islami, tak sesuai sistem Khilafah Nubuwwah yang disunnahkan Nabi dan para Khulafaur Rasyidin. Tapi ingat juga, yang memakai sistem dinasti itu bukan Saudi satu-satunya. Sejak Muawiyah Ra, Umar Abdul Aziz rahimahullah, Khilafah Abbasiyyah, Daulah Saljuq, Daulah Ayyubiyyah, Daulah Mamalik, Khilafah Turki Utsmani, dan lainnya; juga sistem dinasti. Sebagian besar sejarah kaum Muslimin, di atas sistem dinasti ini. Bukan bermaksud membela Saudi, tapi Anda bersikap fair juga.

    Admin.

  122. handoko mengatakan:

    maaf saya ga ngerti awalnya mau kemana tulisan ini dan akhirnya kemana juga. tapi terkesan kita ga boleh milih PKS.
    lha terus milih partai apa????
    admin bisa ngasih solusi ga?
    karena golput itu sama dengan membiarkan kemungkaran (kalau memang hari ini dianggap tidak sesuai dengan islam).

  123. abisyakir mengatakan:

    @ Handoko…

    Arahnya itu gini Mas… PKS ini kan banyak mendapat kebaikan dari kalangan “Wahabi” atau pemerintah Saudi. Maka itu mereka harus sadar diri, harus tahu terimakasih. Tidak mesti harus muji-muji Wahabi atau Saudi. Minimal jangan jadikan mereka sebagai sasaran tembak dalam pergulatan politik praktis. Betapa kejam amat, PKS dapat banyak bantuan dari kalangan Wahabi atau Saudi, tapi malah memojokkan mereka. Itu maksudnya.

    Jadi ini bukan soal mau milih ini atau itu? Ini hanya soal etika saja. Partai yang tidak memegang etika/moral, ya buat apa didukung?

    Admin.

  124. Dalbo mengatakan:

    PKI yang beraliran Marxist lebih baik daripada Munafiqun PKS…

  125. ZAKY mengatakan:

    hei…penulissss…mudah2an nt di beri taufiq hidayah dari Allah SWT..nt bangga ngaku diri wahhaby krn merasa paling suci tauhid nt…muhammadiyah anti tahlil tp kaga kurang ajar kaya nt yng brani mengkafirkan mayoritas muslimin dunia yng mngamalkan tahlilan, ziarah kubur, tawassulan….lebih sesat dari fir’aun nt kalo begitu……paul nt….

  126. ZAKY mengatakan:

    woi admin…nt jangan sok pinter bahas masalah khilafah…saudi itu walaupun Allah kasih kesempatan mengurus haromain sekarang…tapi mereka semua zholim…nt ga tau ye sejarah sebenernye tuh keluarga saud n muhammad bin abd wahab dlm konspirasi nye ngrebut haromain???? cari sejarah yang sebenernye…baru tau nt ntar…dan ga bakalan mao nt ngaku wahaby apelagi nganut faham wahaby sesat zholim dholl mudhill…

  127. anas mengatakan:

    woi zaky, ente yg sok pinter, kalo ente ngaku pinter, buat buku bantahan saja buat admin ini (ust. waskito), BERANI GAK LU………nih judul bukunya BERSIKAP ADIL KEPADA WAHABI

  128. asben mengatakan:

    ass. di bilang wahabi tidak mau, dikatakan lebih dekat, dari sekilas tulisan bapak tadi saya sudah faham , para pejuang bisa di bilang wahabi seperti imam bonjol, pangeran di ponegoro, kayaknya bapak kurang membaca sejarah atau tidak faham sama sekali apa itu syiah , wahabi dll, cobalah belajar, banyak banyak kitab yang bertulisan arab, jangan koran saja.

  129. abisyakir mengatakan:

    @ Asben…

    cobalah belajar, banyak banyak kitab yang bertulisan arab, jangan koran saja.

    Saat mengedit buku “Ringkasan Fikih Sunnah”, “Shalahuddin”, “Turki Utsmani”, “Dalam Pangkuan Sunnah”, dll. itu rata-rata buku bahasa Arab, saya harus lihat teks aslinya.

    Admin.

  130. abisyakir mengatakan:

    @ ZAKY…

    tp kaga kurang ajar kaya nt yng brani mengkafirkan mayoritas muslimin dunia yng mngamalkan tahlilan, ziarah kubur, tawassulan….lebih sesat dari fir’aun nt kalo begitu……paul nt….

    Masya Allah, apa aku pernah mengkafirkan orang seperti yang ditulis orang ini ya? Allahu Akbar, laa haula wa laa quwwata illa billah.

    Setiap tahun SAUDI menerima jutaan jamaah Haji/Umrah, padahal jamaah itu ada yang tahlilan, ziarah kubur, tawasulan… apa mereka dikafirkan ya? Kalau dikafirkan pasti tidak boleh masuk Tanah Suci.

    Admin.

  131. PPP mengatakan:

    Astaghfirullah….Astaghfirullah….Astaghfirullah….pada kenapa nie saudara q umat islam, sadarlah semua, jangan saling serang mari qt kembali KE RUMAH BESAR UMAT ISLAM..PPP Rahmatan lil alamin, karena hanya PPP yang sekarang masih konsiten benar benar partai islam dan memperjuangkan islam dalam wadah NKRI, PPP tempat umat islam manyalurkan aspirasi dan perjuangan, PPP tidak memandang golongan, manhaj, ataupun ormas, kami PPP merangkul semua umat islam yang mengakui tiada tuhan selain Allah S.W.T dan Nabi Muhammad S.A.W. sebagi Rosul Allah S.W.T, mari qt bersama sama dalam naungan KA’BAH…Allahuakbar..,Allahuakbar….Allahuakbar

  132. ibnu kosim mengatakan:

    kok malah ribut kayak gini,..? coba kita utk saling memahami sesama muslim itu bersaudara. bkn saling jiddal kayak gini.. capek deh..

  133. Gajahmada mengatakan:

    Mungkin ini terlalu di kaji dalam2, kalau abah sedikit santai mungkin maksud ustadz hidayat tidak sampai yang abah tulis. Omongan abah bisa berbalik ke abah sendiri menzalimi pihak pls yang tidak berpikir berkata beramal seperti yang abah tilis. Coba deh di cek and re check.

  134. mjasmun mengatakan:

    ma af saya mau tanya hukum tahllan apa dan bunyihadis yg melarang tahllilan apa minta dijelaskan makasih

  135. Atex Dan Dina mengatakan:

    Alhamdulillah PKS masih menjadi pembawa aspirasi keluarga kami, terimakasih jga atas kritikan anda thdp PKS. semoga PKS bs lbh baik lg kedepannya. sesungguhnya kita seaqidah jgn saling merasa paling benar. kita sesama saudara muslim marilah berangkulan. Islam yg ber-Ukhuwah itu indah.

  136. abisyakir mengatakan:

    @ Mjasmun…

    Hukum tahlilan yang sring dilakukan masyarakat itu, merupakan bid’ah. Bid’ah ini akibatnya bisa 3 atau lebih. Pertama, amal tahlilan itu tidak ditrima karena tidak ada contohnya. Kedua, bid’ah kalau digemari, dikembangkan, dilestarikan, nanti bisa berakibat kesesatan. Ketiga, bid’ah itu bisa menutupi amal-amal yang jelas-jelas Sunnah. Terimakasih.

    Admin.

  137. Adypa mengatakan:

    saya gak ngerti kenapa anda (abi syakir) mengatakan Imam Bonjol, Pangeran Diponegoro dll layak disebut wahabi ? kenal saja tidak ? kenal lewat buku ? Anda MURNI WAHABI. sebab yang saya tahu tak boleh membid’ahkan sesama orang yang bersyahadat, apalagi mengkafirkan….

  138. abisyakir mengatakan:

    @ Adypa…

    Dalam buku sejarah yang ditulis Buya Hamka, sepperti itu kata beliau. Coba Anda cari buku itu. Soal bid’ah/takfir itu konteksnya lain.

    Admin.

  139. kakbayu mengatakan:

    masih ributin wahabi aja. PKS memang bukan wahabi, bukan pula ikhwanul muslimin. Mereka ya orang-orang Indonesia dengan berbagai latar belakang, namun mereka menggunakan manhaj ikhwanul muslimin saja. Ada yang dari NU, ada yang dari Muhammadiyah, Persis, bahkan non Islam. Yang gak ada cuma JIL dan Syiah doang didalam PKS.

  140. xsan mengatakan:

    pesan habib munzir tentang golongan yang selamat

    Saudaraku kaum muslimin !
    Disamping kewajiban merealisasikan tauhid dan menghindari hal – hal yang bertentangan dengannya atau yang dapat menafikkanya, kita juga mesti berusaha agar tetap berada didalam lingkungan
    metode (manhaj) Ahlussunnah Wal Jama’ah “Alfirqah An Najiyah” (golongan yang selamat) dalam segala aspek, baik akidah maupum mu’amalah (tingkah laku). Yaitu metode generasi pertama (salaf) umat ini, dari kalangan sahabat dan orang-orang
    setelah mereka. Ahlus Sunnah memiliki metode (manhaj) dalam bab (iman) kepada Asma dan sifat (nama-nama dan sifat-sifat Allah) dan masalahmasalah (akidah) lainnya. Demikian juga halnya
    dengan masalah – masalah suluk (kelakuan), akhlak, mu’amalah dan ibadah serta segala aspek kehidupan, mereka memiliki manhaj yang jelas. Oleh sebab itu tatkala nabi menyebutkan bahwa umat ini akan terpecah menjadi tujuh poloh tiga golongan
    Beliau bersabda: “Semua (golongan) itu akan masuk neraka, kecuali satu golongan” Ditanyakan kepadanya “Siapakah mereka?“
    Beliau saw menjawab “Mereka ialah orang orang yang manhaj (agamanya) seperti manhaj (agama)ku dan sahabat – sahabatku sekarang ” Beliau tidak mengatakan “ Mereka ialah orang-orang yang mengatakan ini dan itu atau yang melakukan ini dan itu.. “ saja. Akan tetapi yang mengikuti manhaj Rasulullah saw dan para sahabat dalam segala hal.
    Oleh karena itu, kewajiban anda adalah:
    1. Dalam bab sifat, anda mesti mengimani semua sifat – sifat Allah yang disebutkan-Nya atau yang disebutkan oleh Rasul-Nya saw tanpa merubah (tahriif), membayang – bayangkannya (takyiif),
    menyamakannya dengan (sifat) makhluk (tamtsiil) dan membatalkan atau menolaknya (ta’thiil). Artinya, tidak boleh menafilan kecuali sifat yang dinafikan-Nya dan tidak boleh pula
    menyamakannya (dengan makhluk), berdasarkan firman Allah:“Tidak ada sesuatupun yang serupa dengan Dia, dan Dialah Yang Maha Mendengar lagi Maha Melihat”. QS. Asy Syuura: 11.
    2. Meyakini bahwa sesungguhnya Al Quran adalah Kalamullah (firman Allah) yang diturunkan-Nya, bukan makhluk. Daripada-Nya berawal dan kepada-Nya akan kembali.
    3. Beriman kepada hal-hal yang akan terjadi setelah kematian, keadaan alam kubur (barzakh) dan (hal – hal) ghaib lainnya.
    4. Meyakini bahwa iman itu adalah perkataan dan perbuatan, meningka seiring dengan bertambahnya ketaatan, dan menurun sesuai dengan banyaknya maksiat (dosa).
    5. Tidak mencap seseorang kafir karena dosa yang dilakukan selain dosa syirik, selama dia tidak menganggap halalnya dosa itu.
    Dan meyakini bahwa sesungguhnya pelaku dosa besar apabila bertaubat, Allah akan terima taubatnya, dan apabila ia mati sebelum bertaubat,maka ia berada di bawah masyiah (kehendak)
    Allah.Jika Dia kehendaki diampuni-Nya. Dan kalau Dia kehendaki disiksa-Nya terlebih dahulu.
    Kemudian dimasukkan-Nya kedalam surga. Dan
    sesungguhnya tidak kekal di neraka, kecuali
    orang yang terjerumus ke dalam kekafiran dan
    kemusyrikan. Dan meninggalkan shalat termasuk
    kekafiran.
    6. Ahlus Sunnah mencintai, memuliakan dan
    loyal kepada para sahabat, tanpa membeda-bedakan
    apakah mereka dari kalangan Ahlul Bait (keluarga
    Rasulullah) atau bukan.
    Namun tidak berkeyakinan bahwa ada diantara
    mereka yang ma’shum. Dan sahabat paling utama
    adalah Abu Bakar Ash Shiddiq, kemudian Umar bin
    Khattab, kemudian Usman bin Affan, kemudian Ali
    bin Abi Thalib radhiyallahu ‘anhum. Ahlus Sunnah
    memilih tidak mengungkit-ungkit (mendiamkan)
    perselisihan yang pernah terjadi di kalangan
    sahabat, karena para sahabat itu adalah orang –
    orang yang berijtihad.
    Barangsiapa yang benar ijtihadnya mendapatkan
    dua pahala, dan siapa yang salah, mendapat satu
    pahala.
    7. Ahlus Sunnah meyakini adanya karamah
    (keramat) bagi para wali. Mereka ialah orang –
    orang shaleh dan bertaqwa. Allah Ta’ala berfirman
    “Ingatlah sesungguhnya wali – wali Allah itu.
    Tidak ada ke khawatiran terhadap mereka dan
    ridak (pula) mereka bersedih hati. (yaitu) orangorang
    yang beriman dan mereka selalu bertakwa”.
    QS.Yunus: 62-63
    8. Ahlus Sunnah berprinsip, tidak boleh
    me l akukan pe r l awanan kepada pemimpi n
    (pemeritah), selama ia masih mendirikan shalat
    di kalangan mereka, dan mereka belum melihat
    padanya kekafiran yang nyata yang dapat dibuktikan
    dengan keterangan dari Allah.
    9. Mereka juga berimana kepada qadar
    (ketentuan) baik dan buruk dari Allah dalam semua
    tingkatannya.
    Di samping itu mereka percaya bahwa
    manusia musayyar (diatur dalam berbuat) sekaligus
    mukhayyar (diberi kebebasan memilih). Maka ahlus
    Sunnah tidak menafikan adanya qadar dan tidak
    pula menafikan kebebasan manusia (menentukan
    pilihannya), akan tetapi mereka mempercayai
    keberadaan keduannya.
    10. Ahlus Sunnah mencintai kebaikan bagi
    segenap manusia. Mereka adalah sebaik-baik
    manusia, bahkan merekalah orang yang paling
    adil kepada sesama.
    Semoga shalawat dan salam selalu tercurah
    untuk Nabi kita Muhammad saw.

  141. Polan-x mengatakan:

    Pangeran diponegoro wafat sebelum ada wahabi we..hey..we..we..tukang fitnah yang betul kalo nulis..

  142. abisyakir mengatakan:

    @ Polan-x…

    Pangeran diponegoro wafat sebelum ada wahabi we..hey..we..we..tukang fitnah yang betul kalo nulis..

    Respon: Perang Pangeran Diponegoro tahun 1825-1830 M. Itu tercatat dalam sejarah nasional. Sedangkan dakwah Syaikh Muhammad Abdul Wahhab sekitar tahun 1740 sampai 1790-an M. Jarak perang Diponegoro dengan wafatnya Syaikh Muhammad Abdul Wahhab, hanya sekitar 40 tahunan, setelah Syaikh Muhammad Abdul Wahhab wafat. Kata Buya Hamka rahimahullah, perang Diponegoro dipengaruhi gerakan Wahabi.

    Jadi, siapa yang memfitnah siapa?

    Admin.

  143. abisyakir mengatakan:

    @ Xsan…

    Ini sih bukan pesan Habib Mundzir… tapi pesan “non habib mundzir”. He he he…

    Admin.

  144. Barang siapa yang berhukum selain hokum Alloh maka dia itu jelas kekufurannya….setuju gak dengan Al Quran…..
    Nah…semua partai di Indonesia…ada dibawah naungan pancasila buatan manusia dengan system kafirun(demokrasi) yaitu kekuasaaan ditangan rakyat atau suara terbanyak…
    Sedangkan dlm islam dan hokum islam, Daulah atau kekuasaan sepenuhnya milik Rabb Alloh SWT….
    Tinggal pilih aja ,mudah kan…

  145. amoeba mengatakan:

    hmm… kalo hujat-menghujat, mengejek, mencaci-maci saudaranya yg sama2 muslim, itu hukumnya apa ya?

  146. syam mengatakan:

    saya bukan PKS….. saya sedih melihat tulisan antum diatas seperti ingin memecah persaudaraan sesama muslim, apalagi masalah klasik, ikhtilaf,… INI amerika senang banget apabila kita centang perentang, ribut sana sini, saling menghujat. biarlah semua berjalan dgn sendirinya ambil positifnya.

  147. abisyakir mengatakan:

    @ Syam…

    Tulisan ini kan cuma respon saja Mbak atas kecerobohan tokoh-tokoh PKS yang menjadikan isu Wahabi sebagai sasaran; demi keuntungan politik tertentu. Anda tidak membaca prosesnya dari awal. Kalau tokoh-tokoh itu tidak memojokkan sesama MUSLIM (Wahabi), ya kita juga tak bereaksi. Masak orang yang sudah mendapat banyak jasa kok lupa pada pihak yang memberi kebaikan (dengan izin Allah)?

    Admin.

  148. abisyakir mengatakan:

    @ Amoeba…

    Ya hukumnya saling jelek-menjelekkan ya tidak baik; tapi kan yang memulai “memfitnah” itu tokoh2 PKS sendiri, dengan memojokkan kalangan Wahabi. Banyak sekali teman, sahabat, kenalan, guru, komunitas Wahabi di sekitar kita; kenapa mereka disalahkan? Padahal mereka tak ikut politik praktis.

    Admin.

  149. amoeba mengatakan:

    owh.. begitu ya..
    itu siapa yg bilang?
    kalo satu org yg bilang, iya gak bisa disama ratakan donk kalo PKS begitu, kan orang PKS itu tidak 1, 2 atau 3 orang?
    tentu saja jika pandangan anda begitu, iya gak benar donk. :)

  150. Assalamualaikum wr.wb…
    salam sejahtera untuk kita semua…
    perkenalkan nama saya Hajiruddin, mahasiswa Universitas islam Bandung jurusan matematika sains semester 5.

    saya tidak tau saya pengikut manhaj yang mana, karena dulu selama saya dipesantern Mudir saya (Bpk K.H Bukhori Muslim) mengatakan kepada santri2 nya bahwa “jika suatu saat ada yang menanyakan kepada kalian tentang apa golongan atau bendera kalian maka katakanlah kami pengikut ahlu sunnah waljamaah yang berpegang teguh kepada AlQur’an dan Sunnah Rosul, karena pada saat itu saya masih kecil sehingga saya tidak begitu mengerti dengan apa yang dimaksud oleh Mudir saya, dan akhirnya saya mengerti juga semnjak sya masuk ke jenjang SLTA, mungkin ini yang dimaksud golongan2 yaitu NU, Muhammadiyyah, Persis dll.

    namun yang menjadi pertanyaan untuk saya pribadi adalah apakah NU, Muhammadiyah Persis dll itu merupakan suatu Organisasi atau perkumpulan orang2 atau manhaj… ??

    menurut saya: semua insan di Dunia punya pemahamann dan pola pikir berbeda2….. namun permasalhannya kenapa kita hanya melihat seseorang dari titik perbedaannya, kenapa tidak kita lihat dari persamaan, saya rasa jauh lebih banyak persamaan daripada perbedaan.

    jika kita selalu berprinsip seperti itu maka saya yakin Islam akan Hancur, karena ada Hadis yang mengatakan bahwa (mohon maap saya tidak begitu hapal Hadisnya) namun kurang lebih artinya seperti ini:
    “islam itu tinggi dan tidak ada yang lebih tinggi dariNya”

    “islam tidak bisa di hancurkan kecuali orang2 islam itu sendiri”

    jangan sampai kita sendiri yang merendahkan islam dan menghancurkan islam dengan pemahaman2 kita.

    saya rasa semuanya sudah dijelaskan di dalam Alqur’an dan hadis Nabi Muhammad SAW bahkan tata cara buang hajad, berdagang, pemimpin, dll semuanya sudah dicontohkan. maka dari itu marilah kita menghilangkan ego masing2 yang selalu melihat perbedaan, mari kita ambil persamaan saja.

    ingat loh sebentar lagi pemilu presiden, kita harus memilih presiden yang berlatar belakang muslim.

    yang ingin saya tanyakan kepada kk admin atau kk2 yang ada disini adalah ” jika terdapat dua orang calon pemimpin yang berbeda agama satunya dari muslim dan satunya non muslim. namun calon yang muslim tidak sefahaman daengan kita dan kita tau trek recordnya kurang bagus sedangkan yang non muslim diktehaui trek record nya bagus,
    nah pada posiosi seperti ini kita harus memilih yang mana..??

    Terimakasih sebelumnya…. saya sangat mengharapkan masuan dari kaka kaka semua.

    wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh…….

  151. gue ya gue mengatakan:

    Imam bonjol,jendral sudirman,bung tomo,dipenogoro WAHABI ????

    Hahaha lucu yah ???
    Saya mau ulang sekolah dari TK besok,mau pelajari kalau para pejuang diatas termasuk sosok wahabi.

    Artikel ngaku2 gt aja gue bisa buat,jangankan para pejuang malaikat bisa gue aku2,tp gue g berani karena pekerjaan salah.

    Wahhhhhh bahaya nih.
    Refisi lagi al mukarom ustaz dai kh. penulis tulisannya !

  152. abisyakir mengatakan:

    @ Gue ya gue…

    Imam Bonjol jelas perjuangannya di Sumatera Barat dipengaruhi dakwah Wahabi. Itu sangat jelas. Jendral Soedirman, seorang guru Muhammadiyah. Kan Muhammadiyah sejak lama disebut Wahabi oleh kaum NU. Bung Tomo, beliau menghabiskan masa tua di Makkah sampai wafat. Sedikit banyak, ada pengaruh Wahabi-nya kan? Paling tidak, beliau seorang Mujahid yang melawan Sekutu; seperti para pemuda Wahabi saat ini. Diponegoro terpengaruh Wahabi, ini dijelaskan oleh Buya Hamka dalam buku sejarah beliau.

    Anda harus memenuhi janji, untuk mulai besok sekolah TK lagi. Harus itu! Sesuai janji Anda. Tolong kirimkan foto Anda saat lagi disuapi Bu Guru. Saya butuh foto itu, untuk hiburan di blog ini. Ingat lho ya! Janji adalah hutang! Anda harus lakukan janji Anda!!!

    Admin.

  153. Abu Raihan mengatakan:

    Yg saya tangkap (maaf jika salah) adalah “Saudi” = “Wahabi”. Jika fulan menuntut ilmu atau bekerja di Arab Saudi atau lembaga tertentu maka otomatis si fulan berjasa terjadap Wahabi?

    Itu sedikit pemahaman yg saya tangkap. Lalu;

    1. Bagaimana jika ternyata Saudi membantu AS dalam menyerang negeri2 Muslim lainnya. Apakah wahabi juga membantu AS?
    2. Saudi menerapkan Sistem Kerajaan (Putra Mahkota) yg tentu sangat bertentangan dg sunnah Rasul SAW. apakah wahabi melanggar sunnah?
    3. Banyak kasus bahwa keluarga (sebahagian, tidak semua) kerajaan Saudi, hidup hedonis, poyapoya, perbedaan status dimata hukum, dsb. Apakah Wahabi juga seperti itu?

    Jika seperti itu logikanya, maka akan semakin membingungkan jika membedakan, mana yang Saudi, Wahabi, Salafi?

  154. abisyakir mengatakan:

    @ Abu Raihan…

    Dalam buku “Bersikap Adil Kepada Wahabi” disana saya jelaskan, bahwa gerakan Wahabi itu adalah gerakan dakwah dan keagamaan. Wahabi tidak identik dengan Kerajaan Saudi. Itu dua domain berbeda. Kadang Wahabi seiring sejalan dengan Saudi, kadang berbeda jalan, kadang berbenturan. Contoh, Usamah bin Ladin rahimahullah disebut sebagai Wahabi; tetapi ia adalah musuh nomer satu Kerajaan Saudi. Bagaimana Anda akan membaca hal itu?

    Ustadz-ustadz PKS itu rata-rata dididik di lembaga-lembaga dakwah dan keagamaan; meskipun secara fasilitas disediakan Kerajaan Saudi. Tetapi orientasi, pemikiran, guru-gurunya adalah kalangan dakwah dan keagamaan. Jadi domain lembaga-lembaga pendidikan itu Wahabi; sedang pendukung fasilitasnya Kerajaan Saudi. Kecuali kalau mereka kerja sebagai TKI, dagang ke Saudi, kerja di kantor pemerintah Saudi yang mengurusi masalah non agama/dakwah, domainnya jadi Kerajaan.

    Ya itu dia… diberi jasa oleh ulama-ulama Wahabi, tapi kemudian mengingkari jasa mereka. Sayang sekali.

    Admin.

  155. Dee mengatakan:

    Assalamu’alaikum,…

    Siapapun kita, apapun aliran kita, mari cari lebih dalam mengenai segala sesuatu y kita (coba) yakini.

    Merujuk melalui sejarah suatu bangsa atau aliran, tidak akan selalu benar. Karena tidak semua tertera dalam buku atau informasi. Hanya Al Quran yang kebenarannya selalu sesuai sepanjang masa. Sejarah suatu bangsa misalnya, ambil saja contoh INDONESIA, kita tidak pernah faham kebenaran sepenuhnya. Sejarawan, bisa jadi mereka juga membaca buku yang tidak selalu benar.

    Dengan kata lain, anggap pengetahuan kita sebatas ilmul yaqin. Karena untuk mencapai taraf ainul dan haqqul adalah sangat sulit.

    JIka kemudian timbul salah faham, mari kita berdialog kepada subjek yang dimaksud. Sehingga hal itu tidak berlanjut.

    Lebih baik, mari kita duduk satu meja, bermusyawarah. Alangkah indahnya jika kemudian aliran berbeda mempunyai tujuan yang sama dalam satu aqidah.

    Pihak yang diuntungkan dari perpecahan ISLAM, tertawa terbahak dengan kondisi kita saat ini.

    Wassalam

  156. Anonymous mengatakan:

    begini salah begitu salah…. wahai para kader PKS jangan buang buang waktumu untuk membaca artikel ini. karena tetap kita akan di salahkan…

  157. Den Bei mengatakan:

    Untuk para kader pks lanjutkan kerja antum biar Alloh yg menilai hasil kerja antum tetap jaga ukhuwah cinta kerja& harmony, biarlah yg lain mengonggong………

  158. islam mengatakan:

    bersatulah umat islam kita semua bersaudara

  159. Anonymous mengatakan:

    WAHABI = SALAFI = salah fikir

  160. anonimos mengatakan:

    ASli WArisan JAhiliyah = ASWAJA

  161. Muhamad Nizar Iqbal mengatakan:

    Kalian wahabi, kebanyakan ngomkng bid’ah, bida’h tuh banyak jenisnye. makanye jgn cuma quran dan hadits pake tuh ijtihad,ijma dan qiyas ulama. dedengkot kalian aj muhammad bin abdul wahab ud durhaka ma orang tuanye. yang baca disini semuanye termasuk yg buat blog ini pelajari dulu sejarah wahabi secara mendalam… baru ngomong. jgn ngaku ahlus sunnah ngaco ente. ud banyak dikampung ane model2 lo semua jidat itsm,celana cingkrang, kerjaan nye ngata ngatain habaib mulu.

  162. wishnusetyaadji mengatakan:

    Pangeran Diponegoro wahabi?!?! sinting kali ente yaa. Sudah baca buku babadnya belum? BABAD DIPONEGORO tulisan beliau sendiri terbutan depdikbud 1984. disitu beliau menyakan diri bertemu Imam Mahdi ( kanjeng Ratu Adil ) dan Kanjeng Ratu Adil -lah yang memerintahkan Pangeran Diponegoro untuk berperang melawan Belanda. jadi Pangeran Diponegoro jauh sekali dari wahabi. beliau Kejawen yang man kejawen berasal dari Syiah. Sistem dikenal di seluruh tradisi agama. akan tetapi figur Mesianik dimana Sang Messiah sudah hadir hanya digaibkan ( dipingit ) hanya ada pada teologi Kejawen dan Syiah.

    Pangeran Diponegoro jauh sekali dari paham wahabi yang sangat menjijikkan itu.

  163. wishnusetyaadji mengatakan:

    Pangeran Diponegoro wahabi?!?! sinting kali ente yaa. Sudah baca buku babadnya belum? BABAD DIPONEGORO tulisan beliau sendiri terbutan depdikbud 1984. disitu beliau menyatakan diri bertemu Imam Mahdi ( kanjeng Ratu Adil ) dan Kanjeng Ratu Adil -lah yang memerintahkan Pangeran Diponegoro untuk berperang melawan Belanda. jadi Pangeran Diponegoro jauh sekali dari wahabi. beliau Kejawen yang man kejawen berasal dari Syiah. Sistem Messianistik dikenal di seluruh tradisi agama. akan tetapi figur Mesianik dimana Sang Messiah sudah hadir hanya digaibkan ( dipingit ) hanya ada pada teologi Kejawen dan Syiah.

    Pangeran Diponegoro jauh sekali dari paham wahabi yang sangat menjijikkan itu.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 145 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: