<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>LANGIT BIRU Corner....</title>
	<atom:link href="http://abisyakir.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://abisyakir.wordpress.com</link>
	<description>Wahana Berbagi Wawasan Muslim Indonesia. Leca Leca...Holi Holi.</description>
	<lastBuildDate>Tue, 03 Nov 2009 01:59:58 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<cloud domain='abisyakir.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://www.gravatar.com/blavatar/3ed5eef17f25b61eb1811ddd745f131c?s=96&#038;d=http://s.wordpress.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>LANGIT BIRU Corner....</title>
		<link>http://abisyakir.wordpress.com</link>
	</image>
			<item>
		<title>Kasus KPK dan Kekalutan Regim NEOLIB</title>
		<link>http://abisyakir.wordpress.com/2009/11/03/kasus-kpk-dan-kekalutan-regim-neolib/</link>
		<comments>http://abisyakir.wordpress.com/2009/11/03/kasus-kpk-dan-kekalutan-regim-neolib/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 03 Nov 2009 01:58:10 +0000</pubDate>
		<dc:creator>abisyakir</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pemikiran]]></category>
		<category><![CDATA[Anti Korupsi]]></category>
		<category><![CDATA[Fenomena Korupsi]]></category>
		<category><![CDATA[Kasus KPK]]></category>
		<category><![CDATA[Lautan Nyamuk Korupsi]]></category>
		<category><![CDATA[Regim Neolib]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://abisyakir.wordpress.com/?p=1557</guid>
		<description><![CDATA[Saat ini masyarakat lagi ramai-ramainya membicarakan perseteruan antara KPK dan Polri yang kerap digambarkan sebagai pertarungan &#8220;Cicak Vs Buaya&#8221;. Isu sangat kuat ketika beredar transkrip rekaman pembicaraan telepon yang disinyalir sebagai upaya KRIMINALISASI pejabat-pejabat non aktif KPK. Lebih kuat lagi, ketika Chandra Hamzah dan Bibit Samad Irianto ditahan pihak Kepolisian dengan alasan-alasan yang (kata para [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=abisyakir.wordpress.com&blog=3844184&post=1557&subd=abisyakir&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Saat ini masyarakat lagi ramai-ramainya membicarakan perseteruan antara KPK dan Polri yang kerap digambarkan sebagai pertarungan &#8220;Cicak Vs Buaya&#8221;. Isu sangat kuat ketika beredar transkrip rekaman pembicaraan telepon yang disinyalir sebagai upaya KRIMINALISASI pejabat-pejabat non aktif KPK. Lebih kuat lagi, ketika Chandra Hamzah dan Bibit Samad Irianto ditahan pihak Kepolisian dengan alasan-alasan yang (kata para praktisi hukum) lemah. Begitu kuatnya isu ini sampai Presiden RI turun tangan, memanggilkan tokoh-tokoh tertentu, lalu mendorong dibentuknya TPF dalam kasus penahanan Bibit-Chandra. Banyak tokoh nasional, cendekiawan, mahasiswa, santri, dan masyarakat luas mendukung KPK dan pembebasan Bibit-Chandra. Dari komunitas facebookers, saat ini sudah terkumpul dukungan bagi Bibit-Chandra sekitar 500 ribu pengguna.</p>
<p>Kalau mau jujur, sebenarnya ini masalah apa sih? Apa itu kasus KPK? Kriminalisasi pejabat KPK? Apa itu &#8220;Cicak Vs Buaya&#8221;? Apa itu &#8220;Lautan Nyamuk Korupsi&#8221; di Indonesia? Mengapa ada dukungan bagi gerakan anti korupsi? Mengapa pihak Kepolisian terkesan membela pejabatnya (Susno Duadji)? Dan lain-lain pertanyaan.</p>
<p><strong>BUKAN MASALAH SEPELE</strong></p>
<p>Sepintas lalu, masalah yang timbul di atas adalah kasus perseteruan antara Bibit-Chandra dan pejabat-pejabat Polri. Atau lebih meluas, perseteruan wewenang antara KPK dan Polri. Tetapi sejatinya, masalah ini tidak sesepele itu. Di balik masalah ini ada PERSETERUAN POLITIK yang amat sangat kuat. Hanya masalahnya, apakah kita bisa membaca ke arah sana atau tidak? Semoga Allah memberi pengetahuan yang bermanfaat. Amin.</p>
<p>Singkat kata, kasus KPK ini kuat kaitannya dengan regim NEOLIB yang berkuasa saat ini. Berkaitan dengan fenomena korupsi yang sudah berurat-berakar di Tanah Air. Berkaitan dengan kepentingan negara-negara asing yang ingin mempertahankan kuku KOLONIALISME-nya di Indonesia. Berkaitan dengan nasib kehidupan bangsa Indonesia ke depan. Bahkan berkaitan dengan eksistensi Indonesia itu sendiri.</p>
<p>Lho, kok sebegitu jauh ya? Ya memang, sedemikian jauh. Oleh karena itu bersabarlah untuk memahaminya.</p>
<p><strong>Fakta Regim NEOLIB </strong></p>
<p>Kita sudah sama-sama tahu bahwa Pemerintah KIB II ini tidak jauh beda dengan KIB I lalu. Haluan Pemerintahannya NEOLIB. Indikasinya adalah tim ekonominya tidak berubah dari sebelumnya. Bahkan disana seorang mantan pejabat elit IMF, Boediono, diangkat sebagai Wapres sekaligus mengepalai tim ekonomi. Boediono-lah yang selama menjabat menjadi Menkeu menjadi operator penerapan butir-butir Letter of Intents IMF yang akibatnya melumpuhkan ekonomi nasional. Boediono, Sri Mulyani, Marie Elka Pangestu, Purnomo Yusgiantoro (waktu itu Menteri ESDM) sudah sangat dikenal sebagai tim Neolib Indonesia.</p>
<p>Jadi fakta ini sudah tidak terbantahkan lagi. Jadi tidak ada alasan untuk tidak menyebut KIB II sebagai Regim Neolib. Banyak pakar dan cendekiawan yang bisa memberikan data-data lebih luas lagi.</p>
<p><strong>BARAT Benci Korupsi???</strong></p>
<p>Di mata negara Barat, Indonesia sudah terkenal sebagai negara terkorup. Sejak jaman Soeharto &#8220;gelar terkorup&#8221; itu sudah nangkring di pundak Indonesia. Begitu pula ketika di jaman Reformasi, korupsinya semakin gila-gilaan. Bayangkan, seorang Kabareskrim Polri sampai ketahuan meminta jatah &#8220;uang jasa&#8221; karena berhasil mencairkan uang pengusaha dari Bank Century sekian-sekian. Itu contoh terbaru yang masih &#8220;panas&#8221;. Bank Century sendiri merupakan Mega Skandal yang sedang diproses di DPR untuk tujuan penerapan Hak Angket. Intinya, Indonesia sudah lama terkenal sebagai negara terkorup.</p>
<p>Pertanyaannya, apakah Barat benci dengan fenomena korupsi di Indonesia?</p>
<p>Jawabnya:</p>
<p><strong>[1]</strong> Di atas permukaan, Barat sangat membenci fenomena korupsi itu, sebab selama ini mereka mengklaim sebagai negara-negara yang bersih dari korupsi. Wajar, jika mereka mengklaim anti korupsi. Bahkan Barat membiayai LSM-LSM &#8220;nyamuk&#8221; sekedar untuk membuktikan ke publik Indonesia bahwa mereka benci korupsi.</p>
<p><strong>[2]</strong> Di bawah permukaan, Barat sangat senang dengan segala bentuk kebejatan korupsi, penyelewengan wewenang, kolusi, suap, mark up, dan segala bentuk praktik korupsi. Demi Allah, sebenarnya Barat amat sangat senang dengan segala kebejatan korupsi ini. Demi Allah, suburnya korupsi di Indonesia itulah yang Barat inginkan.</p>
<p>Lho, kok bisa bangsa-bangsa Barat suka dengan korupsi di Indonesia?</p>
<p>Jelas, dan sangat jelas itu. Hanya jika di Indonesia subur korupsi, maka mereka akan mampu menguasai negara ini dengan jaring-jaring Kapitalisme-nya. <strong>Kalau Indonesia bersih korupsi, bersih penyimpangan, bersih kolusi, dll. maka ekonomi Kapitalis-Liberalis Barat tidak akan hidup di Indonesia</strong>. Dalam keadaan Indonesia bersih korupsi, bersih lahir-bathin, dari Pusat sampai Daerah, maka tidak mungkin Barat akan mampu menguasai sumber-sumber ekonomi di Indonesia. Itu mustahil dan sangat mustahil.</p>
<p>Kalau Indonesia bersih korupsi, maka para pejabat akan hidup jujur, tidak menerima suap, sangat nasionalis, peduli dengan pekerjaan, taat dengan tugas, komitmen mensejahteraan rakyat. Tetapi kalau Indonesia subur korupsi, maka Barat akan sangat mudah membeli pejabat-pejabat Indonesia, membeli Presiden, Wakil Presiden, Menteri-menteri, Gubernur, Walikota, dll. Dengan sedikit trik korupsi, suap, dan kolusi, pejabat-pejabat itu tak berdaya dengan iming-iming harta berlimpah. Akhirnya, mereka menggadaikan negara demi melayani Barat. Regim NEOLIB tidak akan mampu bangkit di Indonesia, kalau negeri ini bersih korupsi.</p>
<p>Perlu diingat, strategi <em>debt trap</em> (jebakan hutang) yang diterapkan di Indonesia sejak jaman Soeharto, hal itu bisa berhasil karena suburnya iklim korupsi di negeri ini. Sebaliknya, ketika China menghukum mati ratusan koruptor-koruptornya, negara itu semakin peduli dengan nasib rakyatnya sendiri. <strong>Jadi korupsi itu berbanding terbalik dengan nasib baik sebuah bangsa</strong>.</p>
<p><strong>AKAR KORUPSI</strong></p>
<p>Korupsi di Indonesia sudah mendarah daging. Hampir setiap orang yang memiliki kuasa dan kesempatan, cenderung melakukan korupsi. Apalagi hukum di Indonesia mudah dibeli oleh para koruptor. Contoh sederhana, beberapa waktu lalu kita semua melihat betapa populernya kasus &#8220;Rekaman percakapan Artalita Suryani&#8221; dengan pejabat-pejabat Kejaksaan Agung. Coba lihat, apa kasus itu tidak penting? Apa sikap arogan Artalita yang begitu mudah menginjak-injak institusi Kejaksaan Agung sesuatu yang sifatnya remeh? Tetapi saat ini, masalah Artalita ini sudah seperti &#8220;peti mati&#8221; yang tidak diungkit-ungkit lagi. Begitu cepat kasus terkenal, begitu cepat dilupakan.</p>
<p>Korupsi di Indonesia sudah begitu mengerikan. Hampir setiap meja birokrasi, semua &#8220;berbau&#8221; korupsi, termasuk birokrasi di Departemen Agama yang seharusnya lebih mengerti tentang moral. Korupsi aparat penegak hukum bukan barang baru lagi. Sampai ada ungkapan &#8220;Mafia Peradilan&#8221;. Itu bukan pepesan kosong.</p>
<p><strong>Kekalutan NEOLIB</strong></p>
<p>Lalu dimana letak kekalutan regim Neolib?</p>
<p>Regim ini ingin membuat citra dirinya sebagai Pemerintahan yang anti korupsi, bebas korupsi, dan sangat menentang praktik korupsi. Tetapi di sisi lain, kalangan Barat yang pro Neolib, mereka sangat senang dengan kondisi rakyat Indonesia yang dipenjara oleh merebaknya kasus-kasus korupsi. Bahkan kalau perlu, mereka akan mempertahankan fenomena korupsi itu, lalu meneguhkannya sebagai &#8220;Kebudayaan Resmi Indonesia&#8221;. Kalau Indonesia bersih dari korupsi, dijamin 100 % kepentingan bisnis kotor negara-negara Kapitalis-Liberalis akan hengkang dari negeri ini. Mereka tidak akan tahan lama-lama menjarah kekayaan Indonesia, sebab aparat Indonesia semua anti korupsi, sejak dari tingkat Pusat sampai Daerah.</p>
<p>Kemudian, Regim Neolib ini juga tidak bisa memungkiri kenyataan, bahwa akar korupsi di Indonesia sudah terlalu amat sangat dalam. Sulit dan sulit memberantasnya. Toh, di antara pejabat-pejabat itu sebenarnya banyak yang &#8220;bekerja untuk orang lain&#8221;. Contoh, Boediono dan Sri Mulyani, sekian lama menjadi pejabat IMF.</p>
<p>Satu sisi, Regim Neolib sedang dipelototi oleh seluruh masyarakat Indonesia karena merebaknya kasus-kasus korupsi, misalnya dalam kasus KPK (Bibit-Chandra). Tetapi di sisi lain, regim ini tidak sanggup menghadapi kemauan Barat (asing) yang ingin tetap menyuburkan korupsi di Indonesia. Juga ketika struktur korupsi di tubuh birokrasi negeri ini telah menjadi kanker yang bisa merusak kekuasaan regim itu.</p>
<p>Disinilah kekalutan Regim Neolib. Maunya selalu &#8220;jaga image&#8221;, agar dipuji-puji sebagai Pemerintahan yang bersih korupsi, pembela terdepan gerakan anti korupsi. Namun realitasnya, Neolib itu sendiri subur karena merebaknya korupsi dimana-mana. Juga birokrasi di Indonesia telah hancur-lebur digerogoti oleh kanker korupsi. Persis seperti ungkapan Susno Duadji &#8220;Seperti Cicak Vs Buaya dalam lautan nyamuk korupsi di Indonesia&#8221;.</p>
<p>Maka itu Neolib, janganlah kalian sombong atas kekuatan kalian&#8230;</p>
<p><strong>AMW</strong>.</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/abisyakir.wordpress.com/1557/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/abisyakir.wordpress.com/1557/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/abisyakir.wordpress.com/1557/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/abisyakir.wordpress.com/1557/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/abisyakir.wordpress.com/1557/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/abisyakir.wordpress.com/1557/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/abisyakir.wordpress.com/1557/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/abisyakir.wordpress.com/1557/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/abisyakir.wordpress.com/1557/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/abisyakir.wordpress.com/1557/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=abisyakir.wordpress.com&blog=3844184&post=1557&subd=abisyakir&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://abisyakir.wordpress.com/2009/11/03/kasus-kpk-dan-kekalutan-regim-neolib/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/7826ab36c782bfc34e415ab8f78f37ea?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">abisyakir</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>PUISI: &#8220;Negeri Para Bedebah&#8221;</title>
		<link>http://abisyakir.wordpress.com/2009/11/03/puisi-negeri-para-bedebah/</link>
		<comments>http://abisyakir.wordpress.com/2009/11/03/puisi-negeri-para-bedebah/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 03 Nov 2009 01:03:56 +0000</pubDate>
		<dc:creator>abisyakir</dc:creator>
				<category><![CDATA[Inspirasi]]></category>
		<category><![CDATA[Adhie Massardi]]></category>
		<category><![CDATA[Bedebah = Bandit]]></category>
		<category><![CDATA[Dukung KPK]]></category>
		<category><![CDATA[Iman Perjuangan]]></category>
		<category><![CDATA[Negeri Bedebah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://abisyakir.wordpress.com/?p=1554</guid>
		<description><![CDATA[Sebuah puisi dari Adhie Massardi, &#8220;Negeri Para Bedebah&#8221;. Dibacakan di depan kantor KPK sebagai bentuk dukungan moral terhadap pejabat-pejabat non aktif KPK yang sedang ditahan oleh Kepolisian.
&#160;
NEGERI PARA BEDEBAH 
Oleh Adhie Massardi
&#160;
Ada satu negeri yang dihuni para bedebah
Lautnya pernah dibelah tongkat Musa
Nuh meninggalkan daratannya karena direndam bah
Dari langit burung-burung kondor jatuhkan bebatuan menyala-nyala
Tahukah kamu ciri-ciri [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=abisyakir.wordpress.com&blog=3844184&post=1554&subd=abisyakir&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Sebuah puisi dari Adhie Massardi, &#8220;Negeri Para Bedebah&#8221;. Dibacakan di depan kantor KPK sebagai bentuk dukungan moral terhadap pejabat-pejabat non aktif KPK yang sedang ditahan oleh Kepolisian.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>NEGERI PARA BEDEBAH </strong></p>
<p>Oleh Adhie Massardi</p>
<p>&nbsp;</p>
<blockquote><p><em>Ada satu negeri yang dihuni para bedebah<br />
Lautnya pernah dibelah tongkat Musa<br />
Nuh meninggalkan daratannya karena direndam bah<br />
Dari langit burung-burung kondor jatuhkan bebatuan menyala-nyala</p>
<p>Tahukah kamu ciri-ciri negeri para bedebah?<br />
Itulah negeri yang para pemimpinnya hidup mewah<br />
Tapi rakyatnya makan dari mengais sampah<br />
Atau jadi kuli di negeri orang yang upahnya serapah dan bogem mentah</p>
<p>Di negeri para bedebah<br />
Orang baik dan bersih dianggap salah<br />
Dipenjarakan hanya karena sering ketemu wartawan<br />
Menipu rakyat dengan pemilu menjadi lumrah<br />
Karena hanya penguasa yang boleh marah<br />
Sedang rakyatnya hanya bisa pasrah</p>
<p>Maka bila negerimu dikuasai para bedebah<br />
Jangan tergesa-gesa mengadu kepada Allah<br />
Karena Tuhan tak akan mengubah suatu kaum<br />
Kecuali kaum itu sendiri mengubahnya</p>
<p>Maka bila negerimu dikuasai para bedebah<br />
Usirlah mereka dengan revolusi<br />
Bila tak mampu dengan revolusi,<br />
Dengan demonstrasi<br />
Bila tak mampu dengan demonstrasi, dengan diskusi<br />
Tapi itulah selemah-lemahnya iman perjuangan</em> .</p>
<p>&nbsp;</p>
</blockquote>
<p>Semoga menjadi inspirasi untuk membangun kehidupan yang lebih baik, mencegah kemungkaran sistematik, menyerukan masyarakat kepada kebajikan-kebajikan, sekuan kesanggupan. [AMW].</p>
<p>&nbsp;</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/abisyakir.wordpress.com/1554/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/abisyakir.wordpress.com/1554/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/abisyakir.wordpress.com/1554/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/abisyakir.wordpress.com/1554/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/abisyakir.wordpress.com/1554/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/abisyakir.wordpress.com/1554/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/abisyakir.wordpress.com/1554/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/abisyakir.wordpress.com/1554/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/abisyakir.wordpress.com/1554/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/abisyakir.wordpress.com/1554/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=abisyakir.wordpress.com&blog=3844184&post=1554&subd=abisyakir&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://abisyakir.wordpress.com/2009/11/03/puisi-negeri-para-bedebah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/7826ab36c782bfc34e415ab8f78f37ea?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">abisyakir</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Sebuah Foto Kenangan</title>
		<link>http://abisyakir.wordpress.com/2009/11/02/sebuah-foto-kenangan/</link>
		<comments>http://abisyakir.wordpress.com/2009/11/02/sebuah-foto-kenangan/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 02 Nov 2009 01:31:19 +0000</pubDate>
		<dc:creator>abisyakir</dc:creator>
				<category><![CDATA[Inspirasi]]></category>
		<category><![CDATA[Foto Kenangan]]></category>
		<category><![CDATA[JERAPAH]]></category>
		<category><![CDATA[KBB]]></category>
		<category><![CDATA[Kebun Binatang Bandung]]></category>
		<category><![CDATA[Koleksi Favorit]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://abisyakir.wordpress.com/?p=1547</guid>
		<description><![CDATA[Akhi dan Ukhti rahimakumullah&#8230;
Ini ada sebuah foto menarik yang saya dapatkan ketika melihat-lihat album foto milik sebuah TK Islam. Foto ini kalau dilihat secara sekilas, tidak memiliki makna istimewa. Tetapi ia menjadi sangat bermakna kalau dikaitkan dengan pengalaman kami selama ini. Sebelumnya, silakan Anda cermati foto di bawah ini!
&#160;
Foto yang tampak di atas adalah foto [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=abisyakir.wordpress.com&blog=3844184&post=1547&subd=abisyakir&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Akhi dan Ukhti rahimakumullah&#8230;</p>
<p>Ini ada sebuah foto menarik yang saya dapatkan ketika melihat-lihat album foto milik sebuah TK Islam. Foto ini kalau dilihat secara sekilas, tidak memiliki makna istimewa. Tetapi ia menjadi sangat bermakna kalau dikaitkan dengan pengalaman kami selama ini. Sebelumnya, silakan Anda cermati foto di bawah ini!</p>
<div id="attachment_1551" class="wp-caption alignnone" style="width: 310px"><img class="size-medium wp-image-1551" title="Foto Jerapah" src="http://abisyakir.files.wordpress.com/2009/11/foto-jerapah.jpg?w=300&#038;h=196" alt="Foto Jerapah" width="300" height="196" /><p class="wp-caption-text">Anak TK Terpana Melihat &quot;Si Leher Panjang&quot;</p></div>
<p>&nbsp;</p>
<p>Foto yang tampak di atas adalah foto seekor jerapah di Kebun Binatang Bandung (KBB). Dalam foto ini terlihat beberapa anak TK sedang berkunjung ke KBB dan terpana melihat jerapah. Sekali lagi saya ulangi, ia adalah foto JERAPAH di Kebun Binatang Bandung. Tidak ada penafsiran lain. (Tidak dibutuhkan analisis Roy Suryo untuk memastikan kebenaran informasi yang saya sampaikan).</p>
<p>Lalu dimana sisi keistimewaan foto ini?</p>
<p>Jujur saja, saat melihat foto di atas, saya mendadak merasa ngilu, merasa sesak di dada. Ini bukan berkaitan dengan apapun, tetapi menyadari pengalaman kami selama ini bersama anak-anak. Biar Anda tidak semakin bingung, silakan dibaca secara runut poin-poin di bawah ini!</p>
<p><strong>[o]</strong> Saya dan isteri sudah belasan tahun tinggal di Bandung. Alhamdulillah kami dikarunia sekian anak-anak. Selama di Bandung kami menyadari bahwa kota ini tidak terlalu banyak tempat-tempat wisatanya. Memang ada tempat wisata mall-mall, factory outlet, belanja HP, komputer, dll. Tapi jujur saja, kami tidak terlalu suka dengan wisata semacam itu, terlalu &#8220;mekanikal dan konsumtif&#8221;. Kebanyakan obyek wisata natural terletak di Kabupaten Bandung atau luar kota.</p>
<p><strong>[o]</strong> Tapi Bandung memiliki satu obyek wisata yang mengagumkan kami selama ini. Ia terletak di &#8220;hutan kota&#8221; dekat Kampus ITB, yaitu: <strong>Kebun Binatang Bandung</strong>. Bagi kami, KBB itu seperti sebuah anugerah besar yang masih tersisa di tengah Kota Bandung. Kami dan anak-anak senang datang ke KBB untuk melihat binatang-binatang langka. Meskipun hal itu sudah dilakukan berulang-ulang kali. Kami senang membawa bekal dari rumah, menggelar tikar, lalu makan bersama di bawah pepohonan pinus di KBB itu. Hampir dipastikan, anak-anak selalu gembira dan puas, setelah berwisata ke KBB. Maklum, daripada sumpek melihat tingkah aneh manusia di berita-berita TV, lebih baik melihat binatang-binatang di KBB.</p>
<p><strong>[o]</strong> Kebun Binatang Bandung memiliki beberapa kelebihan. Koleksi hewan-hewannya cukup lengkap, penataan tempatnya berdekatan satu hewan dengan lainnya. Sementara kalau di Ragunan Jakarta, karena terlalu luasnya area, jarak satu lokasi hewan ke lokasi lain berjauhan. [Udah keburu capek duluan jalan kesana kemari]. Selain itu, KBB itu bersih dan rapi. Pihak pengelola KBB tampak komitmen menjaga kebersihan tempat itu. Dan satu lagi, disana ada mushalla yang cukup lebar dan bersih. Anak-anak biasanya menjalankan Shalat Zhuhur atau Ashar disana. Hanya untuk fasilitas WC masih agak sulit, harus antre.</p>
<p><strong>[o]</strong> Berkali-kali kami datang ke KBB, kami seperti hafal tempat-tempat binatang itu. Dimana burung-burung, dimana beruang madu, dimana monyet (and his friends), dimana akuarium, dimana gajah, dimana buaya, ular, onta, dan termasuk jerapah. Pendek kata, kami tahu tempat-tempatnya. Seperti contoh, anak-anak setiap ke KBB selalu penasaran ingin melihat ular-ular. Tetapi anehnya, ketika sudah dekat lokasi ular, mereka sering &#8220;kabur&#8221; ketakutan. Itulah situasi &#8220;aneh&#8221; yang sering terjadi. Penasaran, tapi ketakutan.</p>
<p><strong>[o]</strong> Di antara koleksi KBB yang sangat menarik bagi kami adalah JERAPAH. Letak jerapah lebih ke dalam, dekat dengan tunggangan gajah, atau pohon-pohon pinus. Kalau datang ke KBB, hampir dipastikan kami akan selalu datang untuk melihat jerapah. Seolah jerapah itu seperti &#8220;hidangan menjelang penutup&#8221; sebelum kami sudahi jalan-jalan melihat berbagai koleksi binatang di KBB. Jerapahnya sendiri tinggi, dewasa, dan jinak. Kadang orang memberikan kacang atau makanan lain ke jerapah itu. Kepala jerapah itu bisa mendekat ke tempat kami berdiri di jalanan. Tetapi ia jinak, tidak menyerang pengunjung.</p>
<p><strong>[o]</strong> Beberapa tahun lalu, kami berkunjung ke KBB, dan kami kecewa. Saya termasuk yang cukup kecewa. Mengapa? Sebab saat kami kesana, kami tidak lagi mendapati jerapah disana. Entah kemana jerapah waktu itu, tidak ada di kandangnya. Saya sendiri hanya berprasangka, jerapah itu mungkin sedang dibawa oleh petugas KBB untuk suatu urusan perawatan. Sebab tidak mungkin ia akan dilibatkan dalam sirkus. Setahu kami, KBB tidak memiliki akses pertunjukan sirkus. Murni sifatnya koleksi binatang dan wisata fauna langka.</p>
<p><strong>[o]</strong> Kerisauan kami dengan melihat hilangnya jerapah dari kandang terbawa sampai ke rumah. Dalam obrolan sering saya sampaikan kepada isteri atau anak-anak, bahwa saya kecewa jerapah tidak ada di kandangnya. Suatu hari kami dengar berita, <strong>katanya jerapah KBB itu sudah mati</strong>. Dia mati karena memakan plastik, lalu tersumbat saluran pencernaannya karena plastik yang termakan. Nah, disini kekecewaan kami semakin menggumpal. &#8220;Oh, sayang sekali. Siapa pula yang memberi hewan itu bungkus plastik? Oh sayang sekali.&#8221;</p>
<p><strong>[o]</strong> Secara anatomis, jerapah lehernya panjang. Makanan masuk ke perutnya setelah melewati kerongkongan yang cukup panjang. Kalau ada plastik yang masuk ke saluran pencernaannya, jelas akan membuat binatang itu sangat kesulitan, sehingga akibatnya bisa mati. Plastik bisa dari pengunjung yang memberi kacang dan lupa membuka bungkusnya. Atau dari jerapah itu sendiri yang memakan sampah plastik di sekitarnya. Yang jelas, kami kecewa dengan hilangnya koleksi jerapah dari KBB.</p>
<p><strong>[o]</strong> Sejak KBB kehilangan koleksi jerapah, kami seperti hilang semangat. Meskipun pada dasarnya masih banyak koleksi hewan lain disana. Entahlah, apakah kami terlalu fanatik dengan jerapah? Mungkin saja.</p>
<p>Kalau melihat foto di atas, rasanya ada NGILU di hati. Ya Allah, itu kan hewan favorit kami di KBB. Itu adalah foto jerapah saat dia masih hidup. Tapi itulah dunia. Kadang di dunia ini kita diberi aneka hiburan oleh Allah yang Maha Pemurah. Namun ia bersifat tidak abadi. Hiburan di dunia tidak ada yang abadi, apapun bentuknya. Yang abadi, murni, dan sempurna, hanya ada di sisi-Nya, di dalam Jannah-Nya. Alhamdulillah.</p>
<p>Benarlah yang dikatakan oleh Allah kepada Adam As dan isterinya dalam Surat Al Baqarah, tentang dunia ini: &#8220;<strong>Qulnahbithu, ba&#8217;dhukum li ba&#8217;dhin &#8216;aduwwu, wa lakum fil ardhi mustaqarrun wa mata&#8217;un ila khiin</strong>&#8221; (keluarlah kalian dari syurga, sebagian kalian akan menjadi musuh bagi sebagian yang lain. Dan di bumi itu ada tempat berdiam bagi kalian dan ada kesenangan yang sampai batas waktu tertentu).</p>
<p>Maha Benar Allah dengan segala firman-Nya. Walhamdulillahi Rabbil &#8216;alamiiin.</p>
<p><strong>AMW.</strong></p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/abisyakir.wordpress.com/1547/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/abisyakir.wordpress.com/1547/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/abisyakir.wordpress.com/1547/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/abisyakir.wordpress.com/1547/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/abisyakir.wordpress.com/1547/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/abisyakir.wordpress.com/1547/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/abisyakir.wordpress.com/1547/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/abisyakir.wordpress.com/1547/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/abisyakir.wordpress.com/1547/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/abisyakir.wordpress.com/1547/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=abisyakir.wordpress.com&blog=3844184&post=1547&subd=abisyakir&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://abisyakir.wordpress.com/2009/11/02/sebuah-foto-kenangan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/7826ab36c782bfc34e415ab8f78f37ea?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">abisyakir</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://abisyakir.files.wordpress.com/2009/11/foto-jerapah.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">Foto Jerapah</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Dialektika Syariat Islam</title>
		<link>http://abisyakir.wordpress.com/2009/11/02/dialektika-syariat-islam/</link>
		<comments>http://abisyakir.wordpress.com/2009/11/02/dialektika-syariat-islam/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 02 Nov 2009 00:35:19 +0000</pubDate>
		<dc:creator>abisyakir</dc:creator>
				<category><![CDATA[Makalah]]></category>
		<category><![CDATA[Dialektika Syariat Islam]]></category>
		<category><![CDATA[Hukumnya WAJIB]]></category>
		<category><![CDATA[Konsekuensi Keimanan]]></category>
		<category><![CDATA[Penegakan Syariat]]></category>
		<category><![CDATA[Syariat dan NKRI]]></category>
		<category><![CDATA[Tafsir Ibnu Abbas]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://abisyakir.wordpress.com/?p=1543</guid>
		<description><![CDATA[Alhamdulillahi Rabbil ‘alamiin, was shalatu was salamu ‘ala Rasulillah Muhammad wa ‘ala alihi wa ashabihi ajma’in. Amma ba’du.
Tema Syariat Islam adalah perkara yang sangat penting diketahui oleh kaum Muslimin, khususnya mereka yang telah menjalankan nilai-nilai Islam dan telah sampai ilmu kepadanya. Pemahaman yang jelas dan istiqamah dalam hal ini akan membawa maslahat besar bagi kehidupan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=abisyakir.wordpress.com&blog=3844184&post=1543&subd=abisyakir&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Alhamdulillahi Rabbil ‘alamiin, was shalatu was salamu ‘ala Rasulillah Muhammad wa ‘ala alihi wa ashabihi ajma’in. Amma ba’du.</p>
<p>Tema Syariat Islam adalah perkara yang sangat penting diketahui oleh kaum Muslimin, khususnya mereka yang telah menjalankan nilai-nilai Islam dan telah sampai ilmu kepadanya. Pemahaman yang jelas dan istiqamah dalam hal ini akan membawa maslahat besar bagi kehidupan Ummat Islam di negeri ini.</p>
<p>Disini saya akan menulis sejumlah poin-poin penting seputar tema Syariat Islam. Termasuk di dalamnya materi-materi perdebatan yang selama ini sering diangkat. Poin-poin itu disusun sepraktis mungkin dan runut sehingga mudah dipahami. Tujuan intinya, ingin menegaskan kembali betapa pentingnya penegakan Syariat Islam dalam kehidupan masyarakat. Semoga yang sederhana ini bermanfaat bagi Ummat dan bernilai di hadapan Allah Ta’ala. Amin Allahumma amin.</p>
<p><strong>[01] Apa urusannya bicara Syariat Islam di masa sekarang? Apakah kita tidak dikatakan <em>set back</em> ke belakang, bernostalgia dengan masa lalu? </strong></p>
<p>Hakikat Syariat Islam adalah ajaran Islam itu sendiri. Bicara tentang Syariat Islam sama dengan bicara tentang agama Allah. Sebaik-baik pembicaraan adalah tentang agama-Nya. Dalam Al Qur’an: “<em>Dan siapakah yang lebih baik perkataannya, selain orang yang menyeru kepada Allah, beramal shalih, dan berkata: ‘Sesungguhnya aku ini adalah orang Muslim.’</em>” (Fushshilat: 33). Tidak ada istilah <em>set back</em> untuk berbicara tentang perkara-perkara yang diridhai Allah (tentang agama-Nya). Semakin banyak kita bicara tentang agama-Nya, semakin dekat kita dengan kemuliaan. Semakin kikir kita bicara tentang agama-Nya, semakin dekat kita dengan kehinaan. Tidak mengherankan jika Allah hendak memuliakan manusia, Dia mengutus Nabi atau Rasul untuk menegakkan agama-Nya di tengah-tengah manusia. Setelah Rasulullah Saw wafat tidak ada lagi Nabi yang diturunkan, maka Allah memperbaiki kehidupan manusia dengan mendatangkan ulama-ulama <em>Waratsatul Anbiya’</em> (Pewaris Nabi). Mereka mengambil peranan, melanjutkan missi Kenabian, meskipun sifatnya bukan manusia yang ma’shum dari kesalahan.</p>
<p><strong>[02] Tidak semua orang menginginkan Syariat Islam. Di tengah kita ada orang-orang yang beragama selain Islam. Apakah kita akan memaksakan Syariat Islam kepada mereka? Bukankah itu suatu pemaksaan, padahal dalam Islam tidak ada paksaan? </strong></p>
<p>Pada dasarnya, siapapun boleh bicara tentang Syariat Islam. Hal itu tidak terbatas bagi kaum Muslimin saja. Syariat Islam adalah agama yang diserukan secara universal kepada seluruh manusia. Dalam Al Qur’an, “<em>Dan tidaklah Kami mengutusmu (Muhammad) melainkan kepada seluruh manusia, sebagai pemberi khabar gembira dan peringatan, akan tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahuinya</em>.” (Saba’: 28). Orang non Muslim boleh bicara Syariat Islam, selama niatnya baik. Pembicaraan itu akan menjadi dakwah bagi mereka. Namun mereka tidak dipaksa untuk menerima Syariat Islam, sebab mereka adalah non Muslim. Kecuali dalam suatu negara yang telah ditegakkan Sistem Islam, mereka harus mematuhi Syariat Islam dalam batas-batas tertentu (khususnya terkait hukum-hukum sosial). Tetapi bagi orang Muslim, wajib hukumnya membicarakan Syariat Islam, baik sedikit atau banyak. Bahkan kita akan merugi kalau tidak membicarakan tentang Syariat Islam. Dalilnya, “<em>Demi masa. Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian, kecuali orang-orang beriman, yang beramal shalih, dan saling nasehat-menasehati dalam kebenaran dan kesabaran</em>.” (Al ‘Ashr). Amanah Syariat Islam secara khusus ditujukan kepada orang-orang Muslim. Namun kalau kalangan di luar Islam tertarik mempelajari Syariat Islam dengan hati yang tulus, ya alhamdulillah.</p>
<p><strong>[03] Bukankah kita di Indonesia sudah sepakat, bahwa Pancasila dan UUD 1945 adalah final? Tidak ada konsep hukum lain, selain itu</strong>.</p>
<p>Siapa mengatakan Pancasila dan UUD 1945 sudah final? Adakah orang-orang beriman yang mengklaim seperti itu? Tidak ada yang FINAL dalam kehidupan ini, selain WAHYU Allah. Hanya Wahyu Allah dan sabda Rasulullah yang bersifat final dan mutlak. Selain keduanya, bersifat <em>optional</em> (pilihan). Hingga para filosof sering mengatakan, “Tidak ada kebenaran mutlak dalam ilmu pengetahuan, selain kebenaran Wahyu.” Kalau Pancasila dan UUD 1945 dianggap final, berarti kita telah menempatkannya seperti Wahyu Allah. Keyakinan seperti itu justru sangat kontradiksi dengan Pancasila sendiri. Pada Sila pertama dikatakan: “Ketuhanan Yang Maha Esa.” Kalau bangsa kita mengaku bertuhan, pasti tidak akan mengatakan bahwa Pancasila dan UUD 1945 yang dirumuskan oleh manusia itu sebagai kebenaran mutlak yang bersifat final. Tidak ada yang final dalam kehidupan ini, selain Kitabullah dan As Sunnah. Mengatakan Pancasila dan UUD 1945 bersifat final, sementara Al Qur’an dan As Sunnah dianggap relatif, berarti kita telah menjadikan Pancasila dan UUD 1945 lebih tinggi dari Al Qur’an dan As Sunnah. Ini adalah kesesatan besar yang bisa membatalkan keimanan manusia.</p>
<p><strong>[04] Kalau kita memaksakan penegakan Syariat Islam, maka akibatnya NKRI akan terpecah-belah. Wilayah Indonesia Timur akan memerdekakan diri. Alasan itu pula yang dulu membuat Hatta menolak Piagam Djakarta. Daripada NKRI terpecah-belah, lebih baik kita jangan memaksakan berlakunya Syariat Islam di bumi Indonesia. </strong></p>
<p>Disini ada KESALAH-PAHAMAN besar yang sejak dulu telah mengacaukan akal-akal manusia. Kesalah-pahaman itu terus dilestarikan, diperindah, dihias-hias, diberi dalil-dalil, dipatenkan, bahkan dimuseumkan. Lho, sisi mana kesalah-pahamannya? Jelas sekali masalahnya. Allah tidak pernah memaksakan bangsa ini agar menjadi bangsa ini dan itu. Kita mau menjadi bangsa apapun, silakan saja. Mau menjadi bangsa tempe, bangsa jengkol, bangsa batu, bangsa berlian, atau bangsa apapun, itu terserah kita. Jangan “GR” dengan menyangka bahwa Allah membutuhkan bangsa ini. Tidak sama sekali. Allah Maha Kaya, tidak butuh apapun dari makhluk-Nya. Allah tidak pernah memaksa bangsa Indonesia menjadi Negara Islam. Allah hanya mengingatkan dalam Al Qur’an, kalau kita mau beriman dan bertakwa kepada-Nya, kita akan dicurahi barakah-barakah dari langit dan bumi. Kalau kita mendustakan agama-Nya, kita akan mendapat siksaan (Al A’raaf: 96). Dia juga mengingatkan, kalau kita bersyukur, akan ditambah nikmat-Nya. Kalau kita kufur nikmat, pasti akan terkena siksa-Nya yang pedih (Ibrahim: 7). Jadi, bangsa Indonesia mau jadi bangsa apapun, silakan saja. Tetapi kalau kita ingin hidup berkah, dimudahkan oleh Allah, dicurahi pertolongan dan kemuliaan, dibela atas musuh-musuh, maka tegakkan agama-Nya dalam kehidupan kita. Sekuat-kuatnya bangsa ini ingin menjaga NKRI, kalau hati-hati rakyat Indonesia jauh dari iman dan takwa, lambat atau cepat NKRI itu pasti akan tercerai-berai. Ingatlah saudaraku, tidak ada yang lebih kuat untuk menyatukan suatu bangsa, selain iman dan takwa. Begitu pula, tidak ada faktor yang paling berbahaya bagi hancurnya suatu bangsa, selain merosotnya iman dan takwa. Seharusnya, kalau kita komitmen dengan NKRI, kita harus komitmen dengan Syariat Islam. Segala masalah yang ditakutkan bangsa ini, misalnya ancaman disintegrasi, itu semua ada solusinya dalam Islam.</p>
<p><strong>[05] Sebagian orang begitu meyakini kehebatan Syariat Islam. Apa sih manfaat fundamental dari penegakan Syariat Islam? </strong></p>
<p><strong>Pertama</strong>, menegakkan Syariat Islam sama dengan menghidupkan Wahyu Allah di muka bumi. Hal ini jika dilakukan dengan baik dan konsisten, akan mendatangkan Keridhaan Allah. Jika Allah ridha, maka Dia akan mencurahkan berbagai anugerah besar dalam kehidupan kita, dan sekaligus melindungi kehidupan itu sendiri dari segala petaka dan bencana. Dalilnya, “<em>Dan sekiranya penduduk suatu negeri beriman dan bertakwa (kepada Allah), pasti akan Kami bukakan atas mereka barakah-barakah dari labgit dan bumi</em>.” (Al A’raaf: 96). <strong>Kedua</strong>, Syariat Islam itu akan menyelesaikan sebagian besar perselisihan di antara manusia. Dalam Syariat ini tidak ada pihak-pihak yang diagungkan, selain Allah saja. Tidak ada kepentingan raja, bangsawan, pengusaha, kapitalis, politisi, jendral, ustadz, syaikh, dll. yang diistimewakan. Semuanya dicurahkan untuk Allah. Hingga dalam hadits, Nabi Saw bersabda: “Seandainya Fathimah binti Muhammad mencuri, aku sendiri yang akan memotong tangannya.” Lihatlah, Syariat Islam tidak memberi keistimewaan kepada siapapun, bahkan kepada keluarga Nabi sekalipun. <strong>Ketiga</strong>, Syariat Islam akan melindungi orang-orang lemah dari penindasan orang-orang kuat. Sistem apapun selain Islam, pasti akan melahirkan penindasan. Itu pasti! Nah, Syariat Islam menghapuskan penindasan orang-orang kuat terhadap orang-orang lemah. <strong>Keempat</strong>, Syariat Islam lebih menjamin tercapainya keadilan. Sejak manusia mengenal sistem sekuler, sejak itu impian tercapainya keadilan hanya omong kosong belaka. Dalam Syariat Islam, jangankan seorang Muslim, orang Yahudi-Nashrani pun tidak boleh dizhalimi (Al Maa’idah: 8). <strong>Kelima</strong>, Syariat Islam adalah satu-satunya sistem/tatanan yang akan membuat manusia mencapai tujuan <em>Fid Dunya Hasanah, Wa Fil Akhirati Hasanah</em> (mendapat kebaikan di dunia Akhirat). Jika ada manusia yang memaksakan diri ingin mencari yang lebih hebat dari kebaikan-kebaikan di atas, pada dasarnya mereka hanya menganiaya diri sendiri.</p>
<p><strong><span id="more-1543"></span>[06] Apa jaminannya bahwa penegakan Syariat Islam akan membawa kebaikan besar? Siapa tahu, kalau dilaksanakan justu akan berakibat sebaliknya? </strong></p>
<p>Kita yakin karena Allah telah menjamin hal itu (An Nuur: 55). Allah memiliki Shifat, <em>Laa yukhliful mi’aad</em> (tidak mengingkari janji-Nya). Sebagai seorang Muslim, kita meyakini kebenaran Kitabullah dan As Sunnah. Selain itu, secara praktik keadilan Syariat Islam sudah terbukti dalam sejarah. Sejarah keemasan Rasulullah Saw, Khulafaur Rasyidin Ra, Umar bin Abdul Aziz, Harun Al Rasyid, Andalusia, Shalahuddin Al Ayyubi, Muhammad Al Fatih, dll. telah membuktikan kebesaran Syariat Islam. Secara keyakinan dan konteks sejarah, kita telah membaca catatan-cacatan emas seputar keadilan peradaban Islam.</p>
<p><strong>[07] Kalau ukurannya kesejahteraan ekonomi, toh negara-negara Barat yang sekuler, mereka bisa hidup makmur tanpa Syariat Islam?</strong></p>
<p>Bangsa Barat hidup makmur setidaknya karena 3 alasan. <strong>Satu</strong>, mereka telah menindas bangsa-bangsa yang lemah, lalu mengeruk kekayaannya untuk membiayai kehidupan mereka yang mewah. <strong>Dua</strong>, mereka telah bekerja sangat keras untuk mencapai impian-impian dunianya. Kualitas kerja keras mereka mencapai level “bertaruh nyawa” dalam segala urusan. <strong>Tiga</strong>, mereka tidak memberi tempat sedikit pun bagi munculnya praktik korupsi. Di mata mereka, korupsi dianggap seperti membunuh kehidupan banyak manusia, maka sanksinya sangat berat. Kalau bangsa Barat dianggap hidupnya makmur, mereka hanya makmur dari sisi materi saja. Adapun secara kehidupan ruhani, mereka hancur-lebur. Dalam Al Qur’an: “<em>Janganlah kalian terperdaya oleh kebebasan orang kafir bergerak di dalam negeri. Semua itu hanyalah kenikmatan kecil. Kemudian tempat tinggal mereka adalah Jahannam, dan itu adalah seburuk-buruk tempat kembali.</em>” (Ali Imran: 196-197). Kalau kita mau mencontoh sukses bangsa sekuler Barat tanpa peranan Syariat Islam, maka kita harus ikut-ikutan menindas bangsa lain dengan sewenang-wenang. Atau kita harus kerja keras “bertaruh nyawa” di segala urusan, atau kita memusuhi korupsi dengan permusuhan mutlak, tanpa toleransi sedikit pun. Jika tidak mampu seperti itu, ya jangan bermimpi akan hidup sejahtera, adil, dan beradab. Sedangkan Islam mengajak manusia hidup berkah, jiwanya tentram, keadilan ditegakkan tanpa pandang bulu, memiliki harga diri, merdeka dari segala penindasan manusia.</p>
<p><strong>[08] Kalau menurut kami, yang paling penting dalam kehidupan ini adalah menegakkan demokrasi? Kalau demokrasi sudah tegak, otomatis masyarakat akan hidup sejahtera, adil, dan bermartabat. Jadi, kuncinya demokrasi, bukan Syariat Islam. You know? </strong></p>
<p>Hampir semua orang sekuler memuja-muja demokrasi. Mereka menempatkan demokrasi lebih tinggi dari agama. Tidak segan mereka mengkritik ajaran Allah dan Rasulullah Saw. Tetapi saat yang sama, mereka marah kalau ada yang melecehkan prinsip-prinsip demokrasi. Demokrasi telah masuk ke hati mereka, mengkristal menjadi keyakinan yang membatu di dasar hati. Kalau diingatkan, mereka kerap beralasan: “Kami disini juga memperjuangkan Islam. Perjuangan Islam harus pelan-pelan, tidak bisa tergesa. Kami ini terus bergerak setahap-setahap. Nanti kalau saatnya tiba, kami akan menegakkan Islam secara kaaffah. Sementara waktu kami terpaksa ikut permainan politik yang ada dulu. Tapi hati kami 100 % bersama Syariat Islam. Tolonglah hargai usaha kami! Cobalah bertindak nyata, jangan hanya mengkritik melulu!” Mereka mengklaim memperjuangkan Islam, tetapi kondisi Ummat Islam sendiri semakin lama semakin terpuruk. Kalau kerja mereka benar, pasti Ummat ini akan merasakan dampak kerjanya. Tidak ada satu pun dalil Syar’i yang menjelaskan, bahwa demokrasi merupakan pilihan terbaik bagi manusia. Demokrasi itu merupakan konsep politik yang menghalalkan pembangkangan kepada Allah. [Kalau di blog ini saya banyak menyinggung masalah politik praktis, bukan karena ingin mendukung demokrasi. Tetapi ingin mempengaruhi opini, agar praktik demokrasi yang ada, tidak terlalu merugikan Ummat]. Di Indonesia sendiri, demokrasi semakin hidup sejak Reformasi. Nyatanya, kehidupan masyarakat semakin berantakan. Kemajuan demokrasi tidak sebanding dengan kemajuan kehidupan rakyat. <strong>Kalau mau jujur, sebenarnya demokrasi sejati itu tidak pernah ada dalam kehidupan manusia. Tidak pernah ada ‘kedaulatan di tangan rakyat’. Secara riil, kedaulatan itu tetap dimonopoli oleh elit-elit politik tertentu</strong>. Seperti di Amerika, meskipun rakyatnya menentang invasi ke Iraq, George Bush tidak pernah mau menarik pasukannya dari Iraq. Itu negara Amerika yang diklaim sebagai “Mbahnya Demokrasi”. Dapat disimpulkan, demokrasi hanyalah retorika para elit-elit politik untuk menipu rakyatnya.</p>
<p><strong>[09] Kalau bukan sistem demokrasi, kita akan memakai sistem apa? Hari gini bicara soal Sistem Islam? Tidak realistik, Bung. Lagi pula dalam Islam kan tidak ada konsep negara. Buktinya, dalam Al Qur’an tidak ada istilah Daulah Islamiyyah (Negara Islam). </strong></p>
<p>Kalau ada yang berpendapat bahwa demokrasi adalah satu-satunya sistem yang bisa diambil manusia, berarti dia termasuk orang bodoh. Harus dicatat, sampai detik ini masih banyak negara yang menggunakan sistem kerajaan. Bahkan masih ada yang menerapkan sistem kerajaan absolut, seperti Saudi, Brunei, Kuwait, UEA, Yordania, Maroko, dll. Malah negara-negara maju di dunia masih banyak yang memakai sistem kerajaan, seperti Inggris, Belanda, Belgia, Denmark, Spanyol, Monaco, Finlandia, Jepang, dan lain-lain. Di ASEAN sendiri Malaysia, Brunei, Thailand, Kambodja, juga menerapkan sistem kerajaan. Terbukti kehidupan rakyat mereka baik-baik saja. Negara bersistem kerajaan, rata-rata rakyatnya tidak bergejolak seperti negara penganut demokrasi. Begitu pula, negara kerajaan yang menerima UU Islam, rata-rata hidupnya baik, meskipun belum melaksanakan Sistem Islam secara penuh. Sistem Islam bisa diterapkan dalam konteks Negara Islam, kerajaan absolut, atau semi kerajaan. Hanya saja, kalau dipadukan dengan sistem demokrasi, biasanya tidak efektif. Sudan dan Pakistan pernah menerapkan UU Islam di negerinya, tetapi diganggu terus oleh orang-orang sekuler. Kondisinya tidak jauh berbeda dengan Indonesia, perjuangan politik Islam selalu dirusuhi tangan-tangan zhalim kaum sekuler. Dalam dunia modern, pemerintahan yang mendekati Sistem Islam secara penuh adalah Thaliban di Afghanistan. Sayangnya, pemerintah itu hanya bertahan beberapa tahun karena dihabisi oleh invasi Amerika Cs. Amerika dan Yahudi sangat ketakutan jika masyarakat dunia akhirnya mengetahui buah keberkahan Sistem Islam dan kebatilan sistem imperialis-kapitalis. Sistem Islam tidak mengenal istilah <em>late of date</em> (ketinggalan jaman). Sebagai contoh, sistem perbankan non ribawi saat ini banyak dikaji di Eropa sebagai alternatif pengganti sistem bank ribawi. Begitu juga gerakan Dinar dan Dirham, sebagai upaya mengganti uang kertas, sangat berpotensi mematikan sistem ekonomi kapitalis. Islam jelas mengenal sistem negara sejak era Nabi Saw. Tidak mungkin Nabi menetapkan UU Islam, kalau tidak memiliki negara. Juga tidak mungkin Nabi dan Shahabat bersusah-payah mempertahankan Madinah dari serangan kaum musyrikin Makkah, dan mengusir orang-orang Yahudi di Madinah, kalau mereka tidak memiliki negara. Tidak mungkin juga Nabi Saw melayangkan surat ajakan dakwah kepada Najasyi, Romawi, Kisra Persia, Muqauqis, Ghassan, Raja Oman, dll. kalau beliau tidak memiliki negara. Orang-orang yang menyebut Islam tidak memiliki sistem negara, pada dasarnya mereka hanyalah para penipu yang tidak tahu malu.</p>
<p><strong>[10] Andaikan Syariat Islam diterima oleh masyarakat, bagaimana cara merealisasikan Syariat Islam itu sendiri dalam sistem kenegaraan? Apakah harus menempuh cara kudeta, revolusi, atau pemberontakan militer? Bukankah cara revolusi itu sangat besar korban yang akan dipertaruhkan?</strong></p>
<p>Sebenarnya, tanpa harus membentuk Sistem Islam pun, di Indonesia sudah berkali-kali terjadi revolusi. Korbannya besar, lahir-batin, materi, jiwa, dan kehidupan. Kemerdekaan RI pada tanggal 17 Agustus 1945 adalah revolusi, Perang 10 November di Surabaya adalah revolusi, pembantaian Westerling di Sulawesi Selatan adalah konsekuensi revolusi, penumpasan pengikut PKI pasca peristiwa 30 September 1965 (versi lain, 1 Oktober 1965) adalah revolusi. Bahkan Kerusuhan Mei 1998 di Jakarta juga bisa disebut revolusi. Jadi di Indonesia ini, meskipun terjadi 1000 kali tragedi pembantaian manusia, tidak dianggap penting, selama tidak berhubungan dengan isu Negara Islam. Tetapi kalau terkait isu Negara Islam, meskipun peristiwa yang terjadi hanya kumpul-kumpul anak muda untuk pengajian, maka ia akan segera dicurigai sebagai teroris. Kalau perlu, <em>Gedung Putih</em> akan dilapori kejadian sepele seperti itu. Disini bukan hanya tampak ketidak-adilan yang nyata, tetapi juga ada kebencian mendarah daging terhadap berlakunya Sistem Islami. [Kalau ada seseorang mengaku Muslim, tapi secara sadar sangat membenci Sistem Islam, orang seperti itu bisa MURTAD tanpa disadarinya. Meskipun dia memiliki 10 pesantren dan berhaji ke Tanah Suci setiap tahun sekali]. Dalam pandangan saya, pelaksanaan Syariat Islam di Indonesia mestilah berjalan bertahap, tidak bisa sekaligus. Sebab mayoritas masyarakat Indonesia otaknya sudah diracuni pemikiran-pemikiran anti Syariat Islam secara sitematik, selama puluhan tahun. Mungkin, mula-mula diperlukan kepemimpinan kuat yang sangat komitmen dengan moral; lalu regulasi media massa agar tidak merusak pemikiran dan selera masyarakat; lalu mendidik rakyat dengan baik, memberikan hak-hak kesejahteraan, serta menerapkan keadilan; merintis penerapan sistem Islami di berbagai bidang; hingga akhirnya rakyat secara sadar mendukung penerapan Syariat Islam. Jalan yang bisa ditempuh ialah perjuangan politik, namun bukan demokrasi. [Demokrasi adalah “mahkota” sistem sekuler. Menempuh demokrasi, ujungnya pasti akan bermuara ke dalam pelukan sekularisme kembali]. Para aktivis Islam bisa memanfaatkan cara-cara di luar demokrasi untuk mewujudkan harapan tegaknya Syariat Islam.</p>
<p><strong>[11] Bagaimana dengan pandangan sebagian aparat negara (atau mantan aparat) yang mengatakan, bahwa tujuan besar kaum teroris adalah mendirikan negara Islam seperti di jaman Nabi dan Khalifah Rasyidin? </strong></p>
<p>Ya, para aparat itu harus menjelaskan maksud perkataan mereka. Maksudnya, apakah mereka menuduh Nabi dan para Shahabat sebagai teroris? Harus dijelaskan dengan sejelas-jelasnya, apakah Nabi dan Shahabat itu teroris? Kalau iya, maka mereka harus menyebut masjid-masjid sebagai sarang teroris; Al Qur’an dan Sunnah sebagai pedoman kaum teroris; jilbab sebagai pakaian wanita teroris; madrasah-madrasah sebagai tempat kaderisasi teroris. Dan sekalian, mereka umumkan perang kepada Islam dan kaum Muslimin. Jika demikian yang terjadi, maka akan lebih memudahkan bagi Ummat Islam untuk bersikap. Menurut Umar bin Khattab Ra, menghadapi orang kafir tulen lebih mudah daripada menghadapi orang munafik. Orang munafik penampilan sama dengan kita, tetapi hatinya kafir. Kalau setiap Muslim yang memiliki cita-cita tegaknya Syariat Islam disebut teroris, maka orang-orang sekuler yang memaksakan sistem sekuler dan anti dengan sistem lainnya, mereka jauh lebih layak disebut MASTER TERORIS.</p>
<p><strong>[12] Mana yang lebih penting, akidah Islam atau Syariat Islam? Coba jawab secara tegas, tidak usah berbelit-belit! </strong></p>
<p>Yang lebih penting adalah: Syariat Islam! Mengapa? Sebab Syariat Islam itu meliputi segala sisi ajaran Islam, akidah termasuk di dalamnya. Kalau bicara Syariat Islam berarti pula bicara tentang akidah; kalau bicara akidah Islam, belum tentu menyinggung ajaran-ajaran Islam lainnya. Dalam Al Qur’an disebutkan: “<em>Dia (Allah) telah mensyariatkan bagi kalian tentang agama ini, sebagaimana Dia mewasiatkan hal itu kepada Nuh dan apa yang Dia wahyukan kepadamu, dan apa yang Kami wasiatkan dengannya kepada Ibrahim, Musa, dan Islam, yaitu: ‘Tegakkanlah agama ini dan janganlah kalian berpecah-belah di dalamnya</em>.’” (Asy Syuraa: 13). Apa yang disebut Syariat Islam adalah agama Islam itu sendiri.</p>
<p><strong>[13] Selama ini banyak orang takut dengan Syariat Islam, karena ia dianggap kejam. Disana ada hukum rajam, potong tangan, dera (pukulan), qishash, pengusiran, hukuman mati, dll. Bagaimana menjelaskannya? </strong></p>
<p>Ini adalah prasangka buruk yang selalu menjadi fitnah sejak dulu. Benar adanya bahwa sanksi-sanksi yang disebutkan itu adalah Syariat Islam. Ia termasuk hukum <em>Hudud</em> (pidana Islam). Namun Hudud bukan satu-satunya aspek Syariat Islam. Bahkan ia salah satu aspek saja. Ajaran Islam itu sangat sempurna. Dalilnya, “<em>Di hari ini telah Aku lengkapkan bagi kalian agama kalian, telah Aku cukupkan bagi kalian nikmat-Ku, dan telah Aku ridhai Islam sebagai agama kalian</em>.” (Al Maa’idah: 3). Tidak mungkin agama yang lengkap, sempurna, dan diridhai Allah isinya hanya “daftar sanksi pidana” saja. Ini adalah <strong>fitnah syaitan</strong> yang sangat keji. Ajaran Islam meliputi berbagai urusan manusia; sejak adab masuk WC sampai pengangkatan Khalifah; dari urusan larangan ghibah sampai Jihad di medan perang; dari urusan pembagian waris sampai polemik ijtihad; dari urusan doa bersenggama sampai mensucikan jiwa, dan sebagainya. Ajaran Islam itu sangat agung, luas, dan memuaskan batin. Tidak mungkin jika semua keagungan itu dilipat, dibungkus, lalu hanya ditinggalkan sebuah “daftar sanksi pidana” saja. Semua ini adalah hasil kampanye hebat orang-orang kafir untuk menipu akal manusia, sehingga mereka menyangka bahwa Syariat Islam itu hanya berisi “darah” dan kekerasan. Bahkan kalau mau jujur, hukum Hudud itu merupakan aspek <em>punishment</em> (hukuman) dari ajaran Islam. Sementara aspek <em>reward</em> (penghargaan) dalam agama ini sangat luas. Sekedar sebagai catatan, kalau di sebuah masyarakat Islam ada satu orang miskin atau terlantar atau kelaparan. Maka pemimpin di masyarakat itu akan dimintai tanggung-jawabnya di dunia dan Akhirat. Dia akan dituntut karena melalaikan hak seorang warganya. Jangankan manusia, hewan-hewan ternak pun memiliki hak yang harus dipikul oleh pemimpin-pemimpin Islam. Sementara, dalam sistem sekuler, nasib manusia hanya dianggap seperti SAMPAH busuk.</p>
<p><strong>[14] Kalau bicara tentang Islam, bicara saja tentang agama, jangan melebar ke urusan politik! Jadilah dai Islam yang jujur, jangan menjadi politisi yang berkedok dai! Jangan melakukan politisasi agama! </strong></p>
<p>Orang-orang yang berpandangan seperti ini banyak, baik mereka dari kalangan liberal, sekuler, maupun santri. Mereka selalu mengkaitkan pembicaraan Syariat Islam dengan perebutan kekuasaan (politik praktis). Harus mereka catat dengan baik, peradaban apapun di dunia ini tidak akan tegak, tanpa didukung oleh kekuasaan. Begitu pula dengan ajaran Islam. Tidak pernah ada peradaban Islam, tanpa kekuasaan yang melindunginya. Sebagai perbandingan, ideologi Komunis saja ditegakkan dengan pengorbanan jutaan nyawa para pendukungnya. Nabi Saw menjadi sebaik-baik qudwah (teladan). Beliau melindungi Islam dengan membangun Sistem Islami di Madinah Munawwarah. Beliau menjadi Imam kaum Muslimin. Beliau berdarah-darah dalam mempertahankan Sistem Islam. Warisan ajaran beliau lalu dilanjutkan para Khulafaur Rasyidin Ra. dan imam-imam kaum Muslimin selanjutnya. Kalau kita bicara Syariat Islam, lalu dituduh sebagai politisi atau dituduh mempolitisasi agama, berarti para penuduh itu tidak mengerti ajaran Islam. Atau dengan kata lain, mereka hendak menuduh Rasulullah Saw dan para Shahabat Ra. sebagai politisi atau tukang mempolitisasi agama. Na’udzubillah min dzalik.</p>
<p><strong>[15] Bukankah misi dakwah para Nabi dan Rasul adalah menegakkan TAUHID? Para Nabi dan Rasul bukan politisi, tidak berambisi merebut kekuasaan. Mereka tokoh agama murni, tidak ada embel-embel politiknya. </strong></p>
<p>Penganut pemikiran seperti ini juga banyak, khususnya dari kalangan yang mengaku ‘alim ilmu keislaman. Di mata mereka, urusan akidah tauhid itu hanya urusan hati, tidak ada sangkut-pautnya dengan urusan lain. Seseorang dianggap bertauhid kalau bebas dari menyembah kubur, tidak mendatangi dukun, tidak takut hantu, tidak melakukan sihir, tidak mempercayai ramalan, tidak melakukan tawasul dengan orang mati, dll. Memang, hal-hal ini termasuk aplikasi prinsip Tauhid, tetapi bukan satu-satunya aplikasi tauhid. Kalau mereka jujur dalam membaca sejarah para Nabi dan Rasul As, akan terlihat letak kesalahan pemikiran mereka. Sejak jaman Nabi Nuh, Hud, Shalih, Ibrahim, Luth, Syuaib, Musa, Harun, Dawud, Sulaiman, Zakariya, Yahya, Isa, dan Nabi Muhammad Saw; <strong>mereka semua mengalami benturan dengan sistem kekuasaan di masanya</strong>. Kekuasaan itu ada kalanya berupa raja, para pembesar yang berkuasa, tradisi nenek-moyang, kepentingan bisnis, dll. Al Qur’an menyebut para penguasa yang memusuhi Nabi dan Rasul itu dengan istilah Al Mala’u, Sadat, Kubara’, Thaghut, Syayathin, dll. Mereka rata-rata orang berkuasa di masanya. Mengingkari pelaku ibadah kubur, sihir, tawasul dengan orang mati, para dukun, dll. adalah perkara yang benar. Ia termasuk nahyul munkar. <strong>Tetapi mengingkari penguasa yang membiarkan atau mendukung merajalelanya praktik kemusyrikan adalah lebih utama</strong>. Kalau mengingkari seorang penyembah kubur, mungkin dia akan sadar, tetapi penyembah kubur yang lain akan muncul. Tetapi kalau seorang penguasa turun tangan melarang praktik ibadah kubur, insya Allah banyak manusia yang bisa diselamatkan akidahnya. Kalau melihat dakwah Nabi dan Rasul As, justru mereka sangat sering berbenturan dengan kekuasaan dalam rangka menyelamatkan tauhid Ummat. Hanya masalahnya, para dai di jaman modern banyak yang tertipu oleh pemikiran-pemikiran menyimpang. Mereka benci melihat penyembah kubur, tetapi rela (bahkan memuji-muji) penguasa yang membiarkan praktik ibadah kubur merajalela.</p>
<p><strong>[16] Apakah Anda meremahkan dakwah Tauhid dan tidak percaya bahwa Tauhid adalah urusan teragung dalam agama ini?</strong></p>
<p>Seseorang disebut Muslim karena akidahnya Tauhid. Kalau dia tidak bertauhid, berarti keimanannya rusak, bahkan bisa amblas tanpa bekas. Dakwah Tauhid atau pembinaan Tauhid sangat mendasar. Ia seharusnya diajarkan sebelum seseorang belajar cabang-cabang ilmu Islam yang lain. Al Ghazali menyebut belajar Tauhid itu sebagai fardhu ‘ain. Tidak mungkin agama seorang Muslim akan tegak, tanpa dilandasi Tauhid. Dalil sederhananya, sebelum seseorang masuk Islam, dia harus bersyahadat dulu. Apa isi Syahadat? <strong>Laa ilaha illa Allah</strong> adalah jelas-jelas Syahadat Tauhid, tanpa keraguan lagi. Itulah pintu masuk menuju Islam. Hanya masalahnya, urusan Tauhid itu bukan hanya urusan keyakinan di hati saja. Ia juga meliputi urusan perlindungan terhadap segala yang membahayakan, merusak, atau melemahkan Tauhid itu sendiri. Nah, untuk melindungi Tauhid Ummat, kita harus bicara tentang kekuasaan. Tidak bisa tidak. Bisakah dengan hanya mengkaji kitab, menyebarkan buku, majalah, dan membangun madrasah, Tauhid Ummat bisa dijaga? Mungkin bisa sebagiannya, tetapi tidak secara menyeluruh. Hanya kekuasaan yang bisa melindungi Tauhid Ummat dengan sempurna. Ibnu Taimiyyah menyebutkan, tiga pilar perlindungan Ummat, yaitu: Jihad, harta, dan sultan! Seorang Muslim sejati tidak mungkin meremehkan Tauhid. Namun Tauhid itu jangan hanya sebatas soal “ibadah kubur, dukun, dan sihir” saja. Menolong kaum Muslimin dengan memberi pekerjaan kepada mereka, sehingga mereka tidak menggadaikan iman karena alasan ekonomi, itu juga aplikasi Tauhid. Banyak contoh lainnya.</p>
<p><strong>[17] Coba jawab secara tegas, apa hukumnya menegakkan Syariat Islam dalam kehidupan suatu bangsa? </strong></p>
<p>Bagi semua bangsa di dunia pilihannya hanya dua: Pertama, kalau mereka adalah bangsa non Muslim, wajib hukumnya mereka masuk Islam, menjadi orang beriman dan taat kepada Allah dan Rasul-Nya. Kalau mau masuk Islam, hidup mereka akan selamat dunia-Akhirat. Kalau mereka tetap bertahan dalam kekafiran, maka tidak ada paksaan dalam memeluk agama Islam (Al Baqarah: 256). Kedua, kalau mereka adalah bangsa Muslim (atau mayoritas Muslim), wajib hukumnya menegakkan Syariat Islam dalam kehidupannya. Jika mereka menegakkan Syariat Islam, hidupnya akan diliputi barakah, kedamaian, keadilan, serta kemuliaan; dan di Akhirat, mereka akan dimuliakan dengan syurga. Kalau menolak Syariat Islam, membencinya, memusuhinya, atau enggan melaksanakannya, maka hidup mereka akan diliputi dengan segala bencana, derita, dan kehinaan. Dalam Al Qur’an, “<em>Maka hukumilah urusan di antara mereka dengan apa yang Allah turunkan, dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu mereka, dengan meninggalkan kebenaran yang telah datang kepadamu.</em>” (Al Maa’idah: 48). Ayat ini menegaskan wajibnya berhukum dengan hukum Allah dan meninggalkan hawa nafsu manusia. Singkat kata, bagi sebuah bangsa Muslim WAJIB hukumnya menegakkan Syariat Islam. Dalam suatu hadits Nabi Saw pernah mengatakan, “Jika kalian telah berjual-beli dengan cara ‘inah (ribawi), kalian sibuk dengan ekor-ekor sapi, dan kalian lebih ridha dengan tanam-menanam, lalu kalian tinggalkan al jihad, maka Allah akan menimpakan kepada kalian kehinaan yang tidak akan terangkat (kehinaan itu) sampai kalian kembali kepada urusan agama kalian.” (HR. Abu Dawud). Kaum Muslimin tidak akan mulia sampai mereka menjadikan urusan agama sebagai kepentingan terbesar mereka, melebihi urusan-urusan keduniaan. Dan hal itu tidak akan pernah terwujud, selain dengan menegakkan Syariat Islam secara kaaffah.</p>
<p><strong>[18] Adakah kaitan antara penegakan Syariat Islam dengan keimanan suatu masyarakat? </strong></p>
<p>Hukum menegakkan Syariat Islam adalah WAJIB. Jika suatu masyarakat secara sadar tidak mau menegakkan Syariat Islam, mereka bukan hanya berdosa besar, bahkan bisa batal keimanannya (alias menjadi kafir). Banyak ayat-ayat dalam Al Qur’an yang menjelaskan, bahwa menegakkan hukum Allah merupakan konsekuensi keimanan, bukan hanya amal shalih belaka. Di antaranya sebagai berikut: “<em>Apakah <strong>hukum jahiliyyah</strong> yang mereka kehendaki? Dan siapakah yang lebih baik hukumnya dari Allah, yaitu bagi <strong>orang-orang yang yakin</strong>?</em>” (Al Maa’idah: 50). “<em>Maka demi Rabb-mu, <strong>pada dasarnya mereka tidak beriman</strong> sampai menjadikan engkau (Muhammad Saw) sebagai hakim dalam perselisihan di antara mereka, kemudian kalian tidak mendapati dalam diri mereka rasa berat atas keputusanmu, lalu mereka menerima dengan sepenuhnya (keputusanmu).</em>” (An Nisaa’: 65). “<em>Katakanlah: ‘Taatlah kalian kepada Allah dan Rasul-Nya. Maka jika kalian berpaling (dari Allah dan Rasul-Nya), maka sesungguhnya <strong>Allah tidak menyukai orang-orang kafir</strong>.’</em>” (Ali Imran: 32). “<em>Maka jika kalian berselisih pendapat dalam suatu perkara, kembalikanlah (keptusannya) kepada Allah dan Rasul-Nya, <strong>jika kalian benar-benar beriman kepada Allah dan Hari Akhirat</strong>. Yang demikian itu lebih utama dan lebih baik akibatnya.</em>” (An Nisaa’: 59). “<strong><em>Urusan menetapkan hukum itu hanyalah milik Allah. Dia memerintahkan agar kalian tidak menyembah, selain hanya kepada-Nya</em></strong><em>. Yang demikian ini adalah agama yang lurus, akan tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahuinya.</em>” (Yusuf: 40). “<em>Dan janganlah kalian memakan binatang yang tidak disebut nama Allah ketika menyembelihnya. Sesungguhnya perbuatan seperti itu adalah kefasikan, dan sesungguhnya syaitan membisikkan kepada teman-temannya agar membantah dirimu. <strong>Kalau kalian mentaati mereka (dalam penetapan hukum) aka kalian benar-benar menjadi orang-orang musyrik</strong>.</em>” (Al An’aam: 121). Dan sebuah dalil yang sudah terkenal, “<em>Dan siapa yang tidak menghukumi dengan apa yang Allah turunkan, <strong>mereka itu adalah orang-orang kafir</strong>.</em>” (Al Maa’idah: 44). Dalam ayat-ayat ini sangat jelas bahwa kepatuhan kepada Syariat Islam itu sangat erat hubungannya dengan keimanan. Para ulama menjelaskan, bahwa penolakan terhadap Syariat Islam adalah salah satu pintu pembatal keimanan.</p>
<p><strong>[19] Namun ada yang berpendapat, bahwa penetapan hukum selain Syariat Islam tidak sampai membatalkan iman. Dalilnya, ialah tafsir Ibnu Abbas Ra tentang “kufrun duna kufrin” terhadap Surat Al Maa’idah ayat 44</strong>.</p>
<p>Andaikan Tafsir Ibnu Abbas itu dianggap shahih, benar-benar datang darinya, maka ia tidak bisa menyingkirkan sekian banyak ayat-ayat Al Qur’an (yang bersifat <em>muhkam</em>) yang sangat tegas  menjelaskan bahwa penetapan hukum Allah itu merupakan konsekuensi keimanan. Ibnu Taimiyyah menjelaskan, bahwa penafsiran yang paling baik adalah ayat Al Qur’an ditafsirkan dengan ayat-ayat Al Qur’an lainnya, karena satu sama lain saling menjelaskan; setelah itu ayat Al Qur’an ditafsirkan dengan hadits-hadits Nabi Saw yang shahih; setelah itu ayat Al Qur’an ditafsirkan dengan perkataan para Shahabat Ra. Kaidah demikian sudah terkenal dalam ilmu tafsir. Contoh terbaik penerapan kaidah ini adalah Tafsir Ibnu Katsir. Disana sangat jelas beliau menerapkan kaidah Ibnu Taimiyyah tersebut. Andai perkataan Ibnu Abbas tersebut dianggap shahih, maka derajat penafsiran beliau ada di tingkat ketiga. Ibnu Abbas Ra. sendiri pernah ditanya seseorang tentang haji Tamattu’. Kata orang itu (penanya), Abu Bakar dan Umar lebih mengutamakan haji Ifrad daripada Tammatu’. Maka Ibnu Abbas menjawab, “Hampir kalian ditimpa hujan batu dari langit. Aku mengatakan, ‘Telah bersabda Rasulullah Saw’, namun kalian malah berkata, ‘Telah berkata Abu Bakar dan Umar.’” Riwayat ini sudah terkenal di kalangan ahli ilmu. Lihatlah, Ibnu Abbas sendiri marah ketika sabda Nabi Saw hendak disaingi dengan perkataan Abu Bakar dan Umar Ra. Padahal keduanya adalah Shahabat Nabi yang paling utama. Di kesempatan lain, Ibnu Mas’ud Ra. yang juga terkenal sebagai ahli tafsir. Beliau pernah masuk suatu masjid dan mendapati orang-orang di masjid itu berdzikir dengan memakai kerikil untuk menghitung jumlah dzikirnya. Beliau murka, lalu mengatakan, “Betapa cepatnya kalian terjerumus dalam kebinasaan, padahal di tengah-tengah kalian masih ada para Shahabat Nabi Saw.” Lihatlah, hanya perkara berdzikir dengan alat kerikil, namun pengingkaran Ibnu Mas’ud demikian hebatnya. Begitu pula, lihat bagaimana sikap Aisyah Ra. ketika menuntut agar para pembunuh Khalifah Utsman bin ‘Affan ditangkap dan diadili seadil-adilnya. Demi menuntut ditegakkannya hukum Islam, beliau dengan sebagian Shahabat dan kaum Muslimin mengangkat senjata, melawan Khalifah Ali Ra. Begitu pula dengan Abdullah bin Zubair Ra. Beliau mengangkat senjata melawan Yazid bin Muawiyyah ketika mereka menyimpang dari kebenaran, yaitu menyerahkan kepemimpinan Ummat kepada anaknya sendiri (tradisi kerajaan). Para ulama tidak selalu sepakat dengan cara yang ditempuh oleh Aisyah Ra. atau Abdullah bin Zubair Ra. Tetapi di balik perbuatan mereka tercermin komitmen para Shahabat Ra yang sangat kuat untuk menjaga hukum Allah dan Rasul-Nya. Hal demikian ini sebenarnya tidak samar lagi, kecuali di mata orang-orang yang “selalu ingin mencari selamat”, sambil mengklaim ini dan itu, sesuka hatinya.</p>
<p><strong>[20] Berhati-hatilah agar Anda tidak terperangkap pemahamahan kaum takfiri yang suka mengkafirkan kaum Muslimin!!! </strong></p>
<p>Urusan apapun, apakah takfiri, tafsiqi, taslimi, taslifi, atau apapun, selagi hal itu merupakan urusan Islam, maka kaidahnya ialah: Kembalikan kepada Kitabullah dan As Sunnah. Apa-apa yang benar menurut keduanya, adalah benar; dan yang disalahkan oleh keduanya, adalah salah. Dalam soal takfir, kita mengkafirkan apa yang dikafirkan oleh Al Qur’an dan Sunnah, dan mengakui keislaman siapa yang diakui oleh Al Qur’an dan Sunnah. Jadi dalam mengkafirkan itu hendaknya jangan karena hawa nafsu, sebab memiliki saudara Muslim yang banyak itu lebih baik daripada saudara kita berkurang karena ada yang tertimpa kekafiran. Tetapi memakai istilah-istilah seperti TAKFIRI dengan tujuan untuk mengacaukan pemahaman manusia, atau membodoh-bodohi akal manusia, adalah perbuatan rusak. Sebagian orang, ketika sudah disingkap kesalahan-kesalahannya, mereka mencari-cari pembelaan dengan metode kaum shufi. Apapun yang bisa dipakai membela diri, mereka pakai. Seperti disebut dalam ungkapan Arab, “Ibarat mengumpulkan kayu di malam hari.” Ketika itu seseorang tidak tahu apa yang dipegangnya. Bisa jadi dia memegang ular yang akan menggigit dirinya sendiri. Memang, ada kalanya sebagian pembela Syariat Islam bersikap ghuluw, sehingga mengkafirkan siapa saja yang tidak disukai oleh kelompoknya. Namun ada juga yang tetap bersikap Syar’i dan adil. Mereka bersikap karena tuntunan Syar’i, tetapi adil dalam mengimplementasikan pemahaman yang diyakininya. Dalam masalah takfir, mereka tidak ekstrem mengkafirkan seperti Khawarij, tetapi juga tidak ekstrem mendiamkan seperti Murji’ah. Mereka Ahlus Sunnah Wal Jamaah, mereka Salafiyyah, mengkafirkan atau mengislamkan, selaras dengan petunjuk Kitabullah dan Sunnah. Semoga kita termasuk di dalamnya. Amin Allahumma amin.</p>
<p><strong>[21] Jika seorang Muslim telah memahami penjelasan-penjelasan ini, apa yang seharusnya dia lakukan untuk menunaikan hak-hak Syariat Islam? </strong></p>
<p>Mula-mula kita harus bersyukur kepada Allah karena telah diberi karunia pemahaman yang insya Allah lurus. Banyak orang menginginkan kebenaran, tetapi tidak pernah sampai kepadanya. Ada yang terlanjur wafat sebelum menemukan kebenaran; ada yang terkungkung fanatisme, sehingga tertutup mata hatinya untuk melihat kebenaran; bahkan tidak sedikit yang tersesat dalam pemahaman-pemahaman yang salah. Alhamdulillah, Allah menolong kita memahami sebagian kebenaran agama-Nya. Kemudian, harus dipahami dengan baik, bahwa kembalinya pemahaman yang kuat terhadap Syariat Islam adalah tanda-tanda kemenangan perjuangan Islam. Kalau Anda ingin mengetahui, sejauhmana kesiapan kaum Muslimin untuk memikul peradaban Islam, maka lihatlah kesadaran mereka terhadap pentingnya penegakan Syariat Islam. Semakin lemah kesadaran itu, semakin jauh cita-cita kita terhadap momentum Kebangkitan Islam. Jadi perkara ini sungguh sangat fundamental. Selanjutnya, Anda perlu terlibat dalam usaha-usaha mendukung tegaknya Syariat Islam. Hingga keterlibatan sebatas menyediakan air minum, memfotokopi kertas, atau menyapu halaman masjid, semua itu bernilai, selama diniatkan demi tegaknya agama Allah Ta’ala. Kemudian, hendaknya kita saling kerjasama dengan sesama Muslim dalam memikul amanah yang berat ini. Demi Allah, sebagaimana agama ini adalah Al Jamaah, maka kita tidak akan diberi anugerah kejayaan Islam, selama enggan bekerjasama dengan sesama saudara Muslim. Dan terakhir, berhati-hatilah dalam memahami, bersikap, maupun beramal. Jangan sampai Anda memasuki “wilayah merah”, yaitu batas-batas kezhaliman terhadap Syariat Islam. Menyingkirkan dari segala jalan yang langsung atau tidak langsung memusuhi tegaknya agama Allah di muka bumi. Konsekuensi jalan seperti itu sangat berat, kalau mereka mengetahuinya.</p>
<p>Demikian risalah cukup panjang tentang “Dialektika Syariat Islam”. Semoga bermanfaat, memberi wawasan baru, dan meneguhkan keyakinan yang telah ada. Amin Allahumma amin. Mohon dimaafkan atas segala salah dan kekurangan. Yang benar datangnya dari Allah, yang salah dari diri saya sendiri.</p>
<p>Turut berduka atas wafatnya Ketua PP Persis, KH. Shiddiq Amin, yang wafat pada 31 Oktober 2009 di RS Al Islam Soekarno Hatta Bandung. Semoga Allah Ta’ala mengampuni beliau, meluaskan rahmat kepadanya, membalasi amal-amalnya dengan syurga, memberkahi ilmu yang ditinggalkannya, meneguhkan anak-keturunannya di atas jalan Islam dan istiqamah, serta memberikan ketabahan kepada siapa saja yang kehilangan dirinya. Allahummaghfirlahu warhamhu wa ‘afihi wa’fu anhu. Amin Allahumma amin. Walhamdulillah Rabbil ‘alamiin.</p>
<p>Wallahu A’lam bisshawaab.</p>
<p>Bandung, 1 November 2009.</p>
<p><strong>Abu Muhammad Waskito</strong>.</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/abisyakir.wordpress.com/1543/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/abisyakir.wordpress.com/1543/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/abisyakir.wordpress.com/1543/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/abisyakir.wordpress.com/1543/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/abisyakir.wordpress.com/1543/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/abisyakir.wordpress.com/1543/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/abisyakir.wordpress.com/1543/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/abisyakir.wordpress.com/1543/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/abisyakir.wordpress.com/1543/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/abisyakir.wordpress.com/1543/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=abisyakir.wordpress.com&blog=3844184&post=1543&subd=abisyakir&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://abisyakir.wordpress.com/2009/11/02/dialektika-syariat-islam/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/7826ab36c782bfc34e415ab8f78f37ea?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">abisyakir</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Teori Politik Aneh</title>
		<link>http://abisyakir.wordpress.com/2009/10/21/teori-politik-aneh/</link>
		<comments>http://abisyakir.wordpress.com/2009/10/21/teori-politik-aneh/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 21 Oct 2009 01:44:55 +0000</pubDate>
		<dc:creator>abisyakir</dc:creator>
				<category><![CDATA[Politik Aktual]]></category>
		<category><![CDATA[Politik Akomodasi]]></category>
		<category><![CDATA[Teori Aneh]]></category>
		<category><![CDATA[Tidak Ada Integritas]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://abisyakir.wordpress.com/?p=1527</guid>
		<description><![CDATA[Kalau melihat situasi politik saat ini, rasanya aneh sekali. Kafilah politik SBY dan Demokrat ingin merangkul semua elemen-elemen politik lainnya. Fakta paling mutakhir ialah dukungan SBY agar Taufik Kiemas menjadi Ketua MPR, dan dorongan SBY agar Golkar masuk barisan koalisi. Ini aneh sekali, sebab saat Pilpres kemarin semua orang tahu betapa kerasnya konflik politik antara [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=abisyakir.wordpress.com&blog=3844184&post=1527&subd=abisyakir&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Kalau melihat situasi politik saat ini, rasanya aneh sekali. Kafilah politik SBY dan Demokrat ingin merangkul semua elemen-elemen politik lainnya. Fakta paling mutakhir ialah dukungan SBY agar Taufik Kiemas menjadi Ketua MPR, dan dorongan SBY agar Golkar masuk barisan koalisi. Ini aneh sekali, sebab saat Pilpres kemarin semua orang tahu betapa kerasnya konflik politik antara kubu SBY dengan PDIP dan Golkar. Anda masih ingat kerasnya kritik Megawati kepada SBY, lalu dibalas SBY dengan pidato yang tidak kalah &#8220;marah-marahnya&#8221;.</p>
<p>Dalam teori politik kubu SBY, semua eleman politik kalau bisa dirangkul, sehingga tidak ada yang memusuhi atau kontra politik dengan tujuan-tujuannya. <strong>Ini namanya politik akomodasi</strong>. Argumentasinya: &#8220;Sistem politik kita presidensial, tidak ada istilah partai oposisi.&#8221; (Bisa-bisa saja, para pengamat/politisi menipu rakyat dengan argumentasi yang dibuat-buat).</p>
<p>Singkat cerita, kalau semua partai bisa dirangkul, maka posisi SBY akan aman. Dia bisa bebas mencapai tujuan-tujuan politiknya, tanpa halangan siapapun. Toh, semua partai sudah mendukung dirinya. Dengan cara yang sama, mereka seperti ingin mengulang sukses Golkar di jaman Orde Baru dulu sebagai <em>single majority</em>. Golkar setiap Pemilu rata-rata menguasai 70 % potensi suara rakyat, sama seperti koalisi SBY saat ini.</p>
<p>Kelemahan teori seperti ini:</p>
<p><strong>[1]</strong> SBY kelihatan sebagai pemimpin politik yang gampang jerih, takut konflik, tidak memiliki pendirian teguh. Semua elemen dia rangkul, untuk menghindari konflik kepentingan. Kalau pemimpin sejati harusnya memiliki INTEGRITAS kuat, bukan takut menghadapi konflik.</p>
<p><strong>[2]</strong> Realitas politik saat ini berbeda dengan jaman Orde Baru. Orde Baru pilihannya hanya 3: Golkar, PPP, PDI. Sementara saat ini setidaknya ada 10 pilihan kanal politik. <strong>Merangkul sebanyak itu elemen politik, justru akan membenturkan elemen-elemen itu satu sama lain dalam konflik kepentingan, sehingga akhirnya mereka lemah semua</strong>. Mereka pasti akan &#8220;berebut kuasa&#8221;, lalu tidak efektif menjalankan tugasnya.</p>
<p>Jadi, teori &#8220;merangkul semua partai&#8221; itu pada dasaranya hanya utopia belaka. Inilah teori yang idak mencerminkan sifat kepemimpinan yang tangguh. Tapi ya sudahlah, wong rakyat Indonesia sendiri memang jauh dari ketangguhan.</p>
<p>Hanya kepada Allah Al Hafizh kita berlindung dari fitnah dan bencana. Amin ya Hafizh.</p>
<p><strong>AMW</strong>.</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/abisyakir.wordpress.com/1527/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/abisyakir.wordpress.com/1527/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/abisyakir.wordpress.com/1527/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/abisyakir.wordpress.com/1527/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/abisyakir.wordpress.com/1527/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/abisyakir.wordpress.com/1527/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/abisyakir.wordpress.com/1527/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/abisyakir.wordpress.com/1527/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/abisyakir.wordpress.com/1527/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/abisyakir.wordpress.com/1527/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=abisyakir.wordpress.com&blog=3844184&post=1527&subd=abisyakir&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://abisyakir.wordpress.com/2009/10/21/teori-politik-aneh/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/7826ab36c782bfc34e415ab8f78f37ea?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">abisyakir</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Arogansi ELIT POLITIK Indonesia&#8230; Luar Biasa</title>
		<link>http://abisyakir.wordpress.com/2009/10/19/arogansi-elit-politik-indonesia-luar-biasa/</link>
		<comments>http://abisyakir.wordpress.com/2009/10/19/arogansi-elit-politik-indonesia-luar-biasa/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 19 Oct 2009 02:57:21 +0000</pubDate>
		<dc:creator>abisyakir</dc:creator>
				<category><![CDATA[Inspirasi]]></category>
		<category><![CDATA[Arogansi Elit]]></category>
		<category><![CDATA[Jabatan Itu Amanah]]></category>
		<category><![CDATA[Miskin Moral]]></category>
		<category><![CDATA[Paceklik Pahlawan]]></category>
		<category><![CDATA[Takabbur Luar Biasa]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://abisyakir.wordpress.com/?p=1525</guid>
		<description><![CDATA[Luar biasa, luar biasa&#8230;. Masya Allah, laa haula wa laa quwwata illa billah. Di hari ini kita disuguhi tontonan kehidupan yang amat sangat memilukan. Orang-orang berakal pada memegangi kepalanya, karena khawatir mereka telah salah dalam berpikir, analisis, atau merasa. Jika ternyata mereka tidak salah berpikir, akhirnya &#8220;mengurut dada&#8221; menjadi amal shalih yang paling banyak dilakukan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=abisyakir.wordpress.com&blog=3844184&post=1525&subd=abisyakir&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Luar biasa, luar biasa&#8230;. Masya Allah, laa haula wa laa quwwata illa billah. Di hari ini kita disuguhi tontonan kehidupan yang amat sangat memilukan. Orang-orang berakal pada memegangi kepalanya, karena khawatir mereka telah salah dalam berpikir, analisis, atau merasa. Jika ternyata mereka tidak salah berpikir, akhirnya &#8220;mengurut dada&#8221; menjadi amal shalih yang paling banyak dilakukan saat ini.</p>
<p>Lihatlah 3 hal berikut ini:</p>
<blockquote><p>[ 1 ] Fenomena perang anti terorisme yang terus-menerus berjalan, serialnya sangat panjang, meskipun korban demi korban terus berjatuhan. Polisi selalu mengatakan, &#8220;Tidak berarti masalah terorisme sudah berakhir, sebab masih ada Si Anu dan Anu yang masih berkeliaran. Mereka memiliki kemampuan yang tak kalah hebatnya dengan Nordin M. Top dan Dr. Azahari.&#8221; Ini pertanda drama perang anti terorisme masih &#8220;panjang umur&#8221;.</p>
<p>[ 2 ] Bencana demi bencana alam yang terus terjadi. Sejak Pilpres pada bulan Juli lalu sampai saat ini telah terjadi berkali-kali bencana, baik gempa bumi, longsor, atau banjir. Bencana paling parah terjadi di Sumatra Barat yang menghancurkan Kota Padang dan Padang Pariaman. Menurut data, korban meninggal sekitar 1120 jiwa orang (bisa bertambah kalau ada data update terbaru).</p>
<p>[ 3 ] Suasana pemilihan pejabat negara dan menteri-menteri. Pemilihan pejabat ini telah menempatkan SBY sebagai pemegang kartu kunci. Semua orang, termasuk Taufik Kiemas dri PDIP, harus mendapat restu SBY, jika ingin lolos sebagai pejabat negara. Belum pernah dalam sejarah Indonesia, proses pemilihan menteri-menteri berjalan begitu birokratis, panjang proses, berbelit-belit, dan penuh sensasi media, kecuali saat ini. Tokoh-tokoh elit di Indonesia seperti sedang berebut mendapatkan &#8220;durian&#8221; dari tangan SBY. Sampai diceritakan, di antara mereka ada yang sering melakukan shalat malam, sambil menunggu &#8220;ditelepon&#8221;. Padahal seharusnya, kalau mereka beriman, mereka harus takut memikul jabatan dan benci menjadi pejabat.</p></blockquote>
<p>Elit-elit politik di Indonesia saat ini seperti orang-orang tidak berakal. Rasa malunya, integritasnya, posisinya sebagai politisi, ustadz, pakar, praktisi, profesional, akademisi, dll. seperti mereka acuhkan begitu saja. Apapun kondisi tidak menjadi halangan, selama &#8220;durian SBY&#8221; bisa didapat. Laa ilaha illa Allah, Muhammad Rasulullah. Apa mereka tidak malu, punya anak-isteri, teman-teman, kerabat, kolega, dll. Diri mereka dihambakan hanya untuk meraih jabatan. Kalau perlu, manuver paling konyol pun akan dilakukan, asal &#8220;sukses ditelepon&#8221;.</p>
<p>Kalau ternyata mereka tidak jadi ditelepon, tidak dipanggil SBY, tidak menjadi pejabat, mereka secepat kilat berubah haluan. Mereka menjadi orang-orang paling kritis kepada SBY. Mereka mulai bicara, &#8220;Politik sekarang aneh. Presiden terlalu kuat, DPR/MPR tidak berdaya. Bagaimana bisa demokrasi berjalan baik, kalau tidak ada keseimbangan kekuasaaan? Tidak ada check and balance. Ini berbahaya, ini tidak demokratis, menyalahi amanah Reformasi.&#8221; Mendadak mereka menjadi oposisi, hanya karena tidak sukses menjadi pejabat.</p>
<p>Tetapi ketika suatu saat nanti orang seperti itu mendadak ditelepon SBY, tiba-tiba suara mereka melunak. &#8220;Oh ya, Pak. Baik, Pak. Kami ada di belakang Bapak. Tenang saja, kami akan bekerja all out untuk sukses Bapak. Kita semua senang, gembira, dan ridha dengan kepemimpinan Bapak. Kami siap, hidup mati membela misi pembangunan Bapak yang mulia. Kami semua sudah tahu, Bapak adalah Presiden paling berhasil sepanjang sejarah Persatuan Bangsa Bangsa (PBB).&#8221; Malu dan sangat memalukan. Tapi apa daya, kita hanya orang biasa?</p>
<p>Jadi yang memimpin urusan masyarakat saat ini adalah <strong>syahwat </strong>belaka. Hanya syahwat inilah tujuan tertinggi keberadaan pejabat-pejabat dan departemen yang dia pimpin. Maka masyarakat harus mempersiapkan kesaabarannya yang panjang, untuk menghadapi semua ini. Jangan berharap ada pahlawan di jaman seperti ini; yang ada hanyalah orang-orang oportunis yang menghamba syahwat.</p>
<p><strong>Jabatan itu adalah amanah</strong>. Demikianlah Islam mengajarkan. Namun dalam suasana &#8220;dagang syahwat&#8221; (bukan &#8220;dagang sapi&#8221;) seperti ini, apa artinya amanah? Semua dianggap sepi. Semua dianggap retorika moral yang tidak ada artinya. &#8220;Makan tuh khotbah-khotbat lo,&#8221; serang orang-orang penghamba syahwat itu ketika dinasehati. Arogansi sudah sedemikian rupa meliputi seluruh sendi kepemimpinan negara.</p>
<p>Dulu, kalau saya melihat wajah Hatta Radjasa, saat masih menjadi anggota DPR dari PAN di jaman Gus Dur, jujur saja, ada nuansa optimisme, harapan, dan sikap integritas. Namun saat ini, kalau melihat Hatta Radjasa, bawaannya mau muntah saja. Orang ini seperti dagelan paling tidak lucu. Dia mengalami metamorfosis hebat, dari semula paling anti Gus Dur; maka sekarang, paling melayani SBY.</p>
<p>Begitu juga orang-orang PKS. Dulu mereka selalu membanggakan diri. &#8220;Kami partai moral. Kami tidak meminta-minta jabatan. Justru kader-kader kami sangat takut kalau diberi jabatan. Belum pernah ada di Indonesia, ada partai politik yang kader-kadernya saling dorong-dorongan karena takut ditunjuk jadi pejabat. Hanya di kami fenomena seperti itu ada. Kami partai dakwah, partai moral, harapan baru Indonesia.&#8221; Tapi dalam konteks saat ini, semua orang tahu bagaimana komitmen moral elit-elit PKS itu. Bukan hanya ambisi jabatan, PKS sering &#8220;mengancam&#8221; orang lain, karena ingin mengamankan posisi yang dibidiknya.</p>
<p>Padahal bencana-bencana sudah mengingatkan bangsa ini. Istana negara itu lho pernah bergunjang, sehingga SBY buru-buru ngacir ke Cikeas. Sri Mulyani itu lho saat menggelar jumpa press di gedung Departemen Keuangan, merasakan goncangan gempa yang kuat. Bahkan hebatnya, Sri Mulyani masih berlaagak seperti insinyur sipil yang paham konstruksi bangunan gedung Departemen Keuangan. Dia beralasan, katanya fondasi gedung Departemen Keuangan tidak terlalu kokoh. Wih, wih, wih, hebat. Masih sempat-sempatnya Sri Mulyani mengukur kekokohan fondasi bangunan gedung di departemennya.</p>
<p>Perhatikan ayat ini:</p>
<p>&#8220;<strong>Dan jika Kami hendak membinasakan suatu negeri, maka Kami perintahkan kepada orang-orang yang hidup mewah di negeri itu (supaya mentaati Allah) tetapi mereka melakukan kedurhakaan dalam negeri itu, maka sudah sepantasnya berlaku terhadapnya perkataan (ketentuan Kami), kemudian Kami hancurkan negeri itu sehancur-hancurnya.</strong>&#8221; (<em>Al Israa&#8217;</em>: 16).</p>
<p>Syarat-syarat arogansi itu sudah terpenuhi di Indonesia. Para elit politik merasa dirinya berkuasa, merasa dirinya bisa mencengkramkan kuku kekuasaan seperti yang mereka inginkan. Agama Allah tidak dihiraukan, tanda-tanda bencana diacuhkan, malah kaum Muslimin difitnah terus-menerus dengan isu TERORISME. Ini semua adalah praktik arogansi yang terang-benderang.</p>
<p>Ya, bersiaplah bangsa Indonesia, persiapkan kesabaranmu yang panjang. Saat ini sedang tiba musim &#8220;panen raya&#8221; bagi orang-orang munafik untuk mengurus urusan negerimu; sementara ia menjadi masa &#8220;paceklik&#8221; bagi orang-orang bermoral untuk membimbing Ummat menuju Keridhaan Allah Ta&#8217;ala.</p>
<p>Bersiaplah kawan&#8230;siapkan kesabaranmu. Allah tidak mengingkari janji-Nya. Gempa yang di Padang kemarin, bukan akhir dari semua episode nestapa ini. Ya Ilahi ya Rabbi, kami titipkan diri dan kehidupan kami, serta orang-orang beriman ke Tangan-Mu. Hanya Engkau yang kuasa merahmati kami, menyelamatkan kami, serta menjaga kehidupan Islam. Amin Allahumma amin.</p>
<p>== AMW ==</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/abisyakir.wordpress.com/1525/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/abisyakir.wordpress.com/1525/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/abisyakir.wordpress.com/1525/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/abisyakir.wordpress.com/1525/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/abisyakir.wordpress.com/1525/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/abisyakir.wordpress.com/1525/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/abisyakir.wordpress.com/1525/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/abisyakir.wordpress.com/1525/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/abisyakir.wordpress.com/1525/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/abisyakir.wordpress.com/1525/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=abisyakir.wordpress.com&blog=3844184&post=1525&subd=abisyakir&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://abisyakir.wordpress.com/2009/10/19/arogansi-elit-politik-indonesia-luar-biasa/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/7826ab36c782bfc34e415ab8f78f37ea?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">abisyakir</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Ketika Pemimpin Jadi SELEBRITIS</title>
		<link>http://abisyakir.wordpress.com/2009/10/15/ketika-pemimpin-jadi-selebritis/</link>
		<comments>http://abisyakir.wordpress.com/2009/10/15/ketika-pemimpin-jadi-selebritis/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 15 Oct 2009 01:18:35 +0000</pubDate>
		<dc:creator>abisyakir</dc:creator>
				<category><![CDATA[Politik Aktual]]></category>
		<category><![CDATA[Gosip Selebritis]]></category>
		<category><![CDATA[Politik => Panggung Selebritis]]></category>
		<category><![CDATA[Selebrasi Politik]]></category>
		<category><![CDATA[Suka Curhat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://abisyakir.wordpress.com/?p=1518</guid>
		<description><![CDATA[Di sebuah negara, sebutlah namanya Keblingersia (baca dengan bahasa Sunda).  Di negeri ini rakyatnya sangat memuja-muja TV. TV menjadi &#8220;ibadah ritual&#8221; harian mengalahkan ibadah-ibadah lainnya. Salah satu acara TV yang sangat disukai adalah GOSIP SELEBRITIS. Rakyat negeri itu begitu memuja-muja para selebritis, melebihi kecintaan mereka kepada Nabi Saw. Kalau ditanya nama, judul lagu, judul sinetron, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=abisyakir.wordpress.com&blog=3844184&post=1518&subd=abisyakir&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Di sebuah negara, sebutlah namanya <strong>Keblingersia</strong> (baca dengan bahasa Sunda).  Di negeri ini rakyatnya sangat memuja-muja TV. TV menjadi &#8220;ibadah ritual&#8221; harian mengalahkan ibadah-ibadah lainnya. Salah satu acara TV yang sangat disukai adalah GOSIP SELEBRITIS. Rakyat negeri itu begitu memuja-muja para selebritis, melebihi kecintaan mereka kepada Nabi Saw. Kalau ditanya nama, judul lagu, judul sinetron, suami-isteri, dll dari seorang selebritris; warga Keblingersia tahu di luar kepala. Tapi kalau ditanya nama-nama keluarga Nabi Saw, mereka pada bengong.</p>
<p>Rupanya, sebagian pemimpin politik mengerti tentang selera &#8220;selebritis minded&#8221; rakyat negeri itu. Maka untuk memenangkan pertarungan politik, pemimpin itu tampil &#8220;sekinclong&#8221; mungkin, seperti para selebritis. Foto dia dipilih yang sebagus mungkin, dari ribuan pose wajah. Dicari yang tampak &#8220;awet muda&#8221;, segar, selalu mengulum senyum, dan seterusnya. Foto itu pun ditransfer dalam bentuk poster, pamflet, spanduk, kaos, sticker, cetakan buku, iklan TV, dan macam-macam media (istilahnya <em>mix media</em>).</p>
<p>Teorinya sederhana saja: &#8220;Sebagian besar pemilih di negeri itu kaum wanita dan gadis-gadis (yang merasa masih gadis, lho). Mereka doyan dengan dandanan selebritis. Maka kalau mau menang pemilihan, bikin promo sehebat para selebritis. Kalau perlu 10 kali lipat lebih hebat. Dijamin, akan menang pemilihan.&#8221; Ternyata, teori ini manjur bukan main. Rakyat negeri Keblingersia lupa dengan segala duka-lara hidupnya. Mereka merasa takjub, terharu, terpesona, kagum, cinta, rindu, kepada seorang &#8220;selebritis politik&#8221; tertentu.</p>
<p>Adapun kandidat-kandidat lain yang menampilkan keberanian, inovasi baru, gebrakan, visi pembangunan, agenda kemandirian, dan sebagainya, semuanya tidak laku. Karena warga Keblingersia sudah kadung mabuk dengan segala macam dunia GOSIP SELEBRITIS. Mereka sudah kadung <strong>cinta wajah tampan</strong>, maka pikirannya pun tidak berjalan normal. Kuat diduga, banyak warga Keblingersia yang sehari-hari tidak shalat. Kalaupun shalat, mereka hanya shalat fisiknya saja, sementara hatinya lalai. (Na&#8217;udzubillah min dzalik).</p>
<p>Hebatnya&#8230; Pemimpin negeri itu benar-benar paham selera GOSIP SELEBRITIS rakyatnya. Bukan hanya penampilan yang dibuat &#8220;klimis&#8221; bak selebritis. Sampai <strong>karakter politik</strong> pun dibuat semeriah dunia Gosip Selebritis.</p>
<p>Coba perhatikan beberapa kenyataan seperti di bawah ini:</p>
<p>&lt;=&gt; Setiap masuk suatu ruangan terbuka, pemimpin itu dielu-elukan dengan tepuk tangan, diiringi &#8220;dayang-dayang&#8221; yang panjang.</p>
<p>&lt;=&gt; Dalam pencalonan pejabat tertentu, dia sangat memegang &#8220;hak prerogatif&#8221;. Istilah yang kerap dipakai, setiap kandidat pejabat yang akan dipilih &#8220;sudah ada di kantong&#8221;.</p>
<p>&lt;=&gt; Pemimpin itu sangat sering berkeluh-kesah di depan umum. Tidak ragu untuk &#8220;curhat&#8221; di depan rakyat. Seakan, semua pihak dituntut memahami perasaannya.</p>
<p>&lt;=&gt; Dalam pengumuman nama-nama kandidat pejabat, dia sangat suka melama-lamakan urusan. Sangat suka kalau media-media massa meliput setiap gerak-gerik urusannya. Seolah penentuan calon anu dan anu, semua itu &#8220;komoditas gosip politik&#8221; yang bermanfaat bagi masyarakat. Semakin lama urusan berjalan, dia semakin girang, sebab media-media massa akan menjadikan urusannya sebagai gosip menarik.</p>
<p>&lt;=&gt; Kalau pemimpin itu seharusnya memiliki lapang dada, maka dia justru &#8220;gampang tersinggung&#8221;. Ada orang mengatakan &#8220;lebih cepat lebih baik&#8221;, dia tersinggung, marah, lalu &#8220;curhat&#8221;. Selebritis banget pokoknya.</p>
<p>Informasi terakhir yang cukup menyita perhatian media-media massa adalah soal rancangan kabinet. Sekitar 10 tahun lalu ada seorang pemimpin politik yang membuat prestasi dahsyat. <strong>Hari ini dia dilantik jadi pemimpin, besok kabinetnya sudah terbentuk</strong>. Luar biasa. Itu satu-satunya dalam sejarah Indonesia. Hebatnya, kabinet itu berjalan efektif dan membuat banyak prestasi, padahal hanya disusun dalam masa 1 hari.</p>
<p>Nah, di negara Keblingersia saat ini lain. Justru kalau terlalu cepat disusun tidak bagus, tidak jadi gosip media-media massa. Maka urusan penentuan kabinet pun diulur-ulur bukan main lambatnya. Segala macam momen akan dimanfaatkan untuk SELEBRASI agar rakyat semakin jatuh cinta dengan wajah tampan pemimpin itu. Laa haula wa laa quwwata illa billah. Herannya, banyak politisi yang senang dengan keadaan itu, sebab mereka jadi ikut terkenal.</p>
<p>Inilah kenyataan yang memang ada demikian. Hal-hal yang tidak terpuji justru laku di pasaran. Bisa dibayangkan ketika dunia politik berubah menjadi panggung selebritis, kira-kira akan jadi apa wajah negeri itu?</p>
<p>Kata Nabi Saw, kalau amanah disia-siakan, tunggulah saat kehancuran. Bagaimana amanah disia-siakan? Yaitu ketika amanah diserahkan kepada yang bukan ahlinya. (HR. Bukhari). Orang bakat jadi selebritis, kok didaulat menjadi pemimpin&#8230;Ya begitulah.</p>
<p><strong>AMW. </strong></p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/abisyakir.wordpress.com/1518/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/abisyakir.wordpress.com/1518/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/abisyakir.wordpress.com/1518/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/abisyakir.wordpress.com/1518/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/abisyakir.wordpress.com/1518/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/abisyakir.wordpress.com/1518/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/abisyakir.wordpress.com/1518/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/abisyakir.wordpress.com/1518/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/abisyakir.wordpress.com/1518/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/abisyakir.wordpress.com/1518/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=abisyakir.wordpress.com&blog=3844184&post=1518&subd=abisyakir&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://abisyakir.wordpress.com/2009/10/15/ketika-pemimpin-jadi-selebritis/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/7826ab36c782bfc34e415ab8f78f37ea?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">abisyakir</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>1 Gambar 1000 Makna</title>
		<link>http://abisyakir.wordpress.com/2009/10/13/1-gambar-1000-makna/</link>
		<comments>http://abisyakir.wordpress.com/2009/10/13/1-gambar-1000-makna/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 13 Oct 2009 01:54:30 +0000</pubDate>
		<dc:creator>abisyakir</dc:creator>
				<category><![CDATA[Inspirasi]]></category>
		<category><![CDATA["Aktivis Kekuasaan"]]></category>
		<category><![CDATA[1 Gambar 1000 Makna]]></category>
		<category><![CDATA[Kue Kekuasaan]]></category>
		<category><![CDATA[Miris Aku...]]></category>
		<category><![CDATA[Sumber Inilah.com]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://abisyakir.wordpress.com/?p=1514</guid>
		<description><![CDATA[Kata orang, &#8220;Satu gambar bisa bercerita lebih banyak dari seribu kata-kata.&#8221; Disini ada sebuah gambar karikatur menarik. Sumbernya dari inilah.com. Kartun ini bertema politik. Saya dapatkan saat &#8220;browsing&#8221; di folder komputer milik warnet. (He he he&#8230;).
Silakan dinikmati dan dihayati !!!
Urusan memimpin negara, memimpin rakyat, mengatur bangsa, tidak lagi dianggap sebagai tanggung-jawab moral, keterpanggilan hati, atau [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=abisyakir.wordpress.com&blog=3844184&post=1514&subd=abisyakir&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Kata orang, &#8220;Satu gambar bisa bercerita lebih banyak dari seribu kata-kata.&#8221; Disini ada sebuah gambar karikatur menarik. Sumbernya dari <strong>inilah.com</strong>. Kartun ini bertema politik. Saya dapatkan saat &#8220;browsing&#8221; di folder komputer milik warnet. (He he he&#8230;).</p>
<p>Silakan dinikmati dan dihayati !!!</p>
<div id="attachment_1515" class="wp-caption alignnone" style="width: 325px"><img class="size-full wp-image-1515" title="kartun-koalisi" src="http://abisyakir.files.wordpress.com/2009/10/kartun-koalisi.jpg?w=315&#038;h=233" alt="Apa saja maknanya ya... " width="315" height="233" /><p class="wp-caption-text">Apa saja maknanya ya... </p></div>
<p>Urusan memimpin negara, memimpin rakyat, mengatur bangsa, tidak lagi dianggap sebagai tanggung-jawab moral, keterpanggilan hati, atau komitmen idealisme. Tetapi sekedar &#8220;bagi-bagi kue&#8221;. Miris aku&#8230;</p>
<p>Pihak yang &#8220;nafsu kuasa&#8221; bukan hanya orang-orang sekuler, tetapi juga orang-orang yang dulu &#8220;kerjanya ngaji&#8221;. Dulu aktivis dakwah, sekarang &#8220;aktivis kekuasaan&#8221;. Dulu mencari ridha Allah, sekarang mencari ridha pihak-pihak yang berkuasa. Miris aku&#8230;</p>
<p>Lihatlah, dulu para aktivis Islam, para ustadz, para kyai dihormati masyarakat. Sekarang mereka menjadi obyek olok-olokan. Orang tak lagi menghargai mereka, tak lagi segan, tapi mereka dijadikan sebagai bahan humor dan bercanda.</p>
<p>Duh miris aku&#8230; Kalau kamu?</p>
<p><strong>AMW.</strong></p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/abisyakir.wordpress.com/1514/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/abisyakir.wordpress.com/1514/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/abisyakir.wordpress.com/1514/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/abisyakir.wordpress.com/1514/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/abisyakir.wordpress.com/1514/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/abisyakir.wordpress.com/1514/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/abisyakir.wordpress.com/1514/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/abisyakir.wordpress.com/1514/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/abisyakir.wordpress.com/1514/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/abisyakir.wordpress.com/1514/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=abisyakir.wordpress.com&blog=3844184&post=1514&subd=abisyakir&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://abisyakir.wordpress.com/2009/10/13/1-gambar-1000-makna/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/7826ab36c782bfc34e415ab8f78f37ea?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">abisyakir</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://abisyakir.files.wordpress.com/2009/10/kartun-koalisi.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">kartun-koalisi</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>TRAGEDI POLITIK di Indonesia</title>
		<link>http://abisyakir.wordpress.com/2009/10/09/tragedi-politik-di-indonesia/</link>
		<comments>http://abisyakir.wordpress.com/2009/10/09/tragedi-politik-di-indonesia/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 09 Oct 2009 03:18:40 +0000</pubDate>
		<dc:creator>abisyakir</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pemikiran]]></category>
		<category><![CDATA[Bukan Reformasi Tapi Dekonstruksi]]></category>
		<category><![CDATA[Demi LIBERALISASI]]></category>
		<category><![CDATA[Demokrasi Palsu]]></category>
		<category><![CDATA[Orde Baru dan Orde SBY]]></category>
		<category><![CDATA[Pro Asing]]></category>
		<category><![CDATA[Reformasi Palsu]]></category>
		<category><![CDATA[Sikap Otoriter]]></category>
		<category><![CDATA[Tragedi Politik]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://abisyakir.wordpress.com/?p=1509</guid>
		<description><![CDATA[Saudara-saudaraku seiman dan seaqidah&#8230;
Disini saya akan berbagi dengan Anda tentang sebuah HAKIKAT POLITIK yang sangat penting kita ketahui bersama. Hal ini merupakan refleksi dinamika politik Indonesia sejak tahun 90-an sampai saat ini (2009). Hanya saja, saya menulisnya secara singkat saja agar lebih praktis untuk dipahami. Adapun untuk penjelasan yang lebih terperinci, silakan Anda sendiri mencari [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=abisyakir.wordpress.com&blog=3844184&post=1509&subd=abisyakir&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Saudara-saudaraku seiman dan seaqidah&#8230;</p>
<p>Disini saya akan berbagi dengan Anda tentang sebuah HAKIKAT POLITIK yang sangat penting kita ketahui bersama. Hal ini merupakan refleksi dinamika politik Indonesia sejak tahun 90-an sampai saat ini (2009). Hanya saja, saya menulisnya secara singkat saja agar lebih praktis untuk dipahami. Adapun untuk penjelasan yang lebih terperinci, silakan Anda sendiri mencari dalam sumber-sumber lain. Di blog ini sendiri ada bahan-bahan yang bisa dipakai sebagai pembanding. Silakan dicari secara mandiri.</p>
<p><strong>LATAR BELAKANG</strong></p>
<p>Beberapa catatan dinamika politik di Indonesia yang terjadi dalam waktu-waktu terakhir ini menjadi titik-tolak tulisan ini. Misalnya catatan-catatan sebagai berikut:</p>
<p>==&gt; Berbagai kasus, pelanggaran, dan kecurangan dalam Pemilu Legislatif 2009 dan Pilpres 2009.</p>
<p>==&gt; Gencarnya opini &#8220;perang melawan terorisme&#8221;, padahal isu terorisme itu sendiri sudah mulai dilupakan masyarakat sejak tahun 2005 lalu.</p>
<p>==&gt; Sikap pemerintah yang sangat arogan dalam kasus Bank Century. Khususnya terkait sikap Departemen Keuangan, BI, Polri, dsb.</p>
<p>==&gt; Sikap pemerintah yang katanya &#8220;pro pemberantasan korupsi&#8221;, tetapi mereka diam saja ketika lembaga KPK hendak diamputasi kekuatannya. Mereka juga diam ketika berkembang opini tentang &#8220;Cicak Vs Buaya&#8221;. Padahal itu adalah ungkapan menjijikkan dalam kehidupan berpemerintahan.</p>
<p>==&gt; Dukungan SBY agar Taufik Kiemas menjadi Ketua MPR, padahal semua orang tahu dalam Pilpres kemarin, bahkan dalam periode Pemerintahan 2004-2009, PDIP menjadi oposisi Pemerintah. Bahkan penentuan pejabat Ketua MPR itu sendiri tergantung pilihan politik SBY sendiri.</p>
<p>==&gt; Sikap SBY kepada Partai-partai Islam/Muslim yang mendukungnya saat Pilpres 2009, seperti ungkapan: &#8220;Habis manis, sepah dibuang.&#8221;</p>
<p>==&gt; Pernyataan keberatan SBY atas pernyataan Jusuf Kalla dalam Munas Golkar di Riau yang mengajak Partai Golkar agar menjadi partai oposisi terhadap Pemerintah.</p>
<p>==&gt; Dukungan Pemerintah, agar Aburizal Bakrie menjadi Ketua Umum Golkar, menggantikan Jusuf Kalla. Tujuannya, tentu agar Golkar tidak beroposisi, melainkan mau bermitra dengan Pemerintahan SBY. Harus dicatat dengan tinta tebal, dalam susunan Pengurus Inti DPP Golkar hasil Munas di Riau, Rizal Malarangeng menjadi salah satu pengurus elit DPP Golkar. Kita tahu maksudnya, agar politik Golkar selalu sejalan dengan politik SBY.</p>
<p>Dari semua kenyataan di atas, dapat disimpulkan: <strong>Bahwa SBY sedang membangun kekuatan Pemerintahan yang sangat kuat, <em>under one hand</em>, dimana segala macam faktor-faktor politik akhirnya memusat ke dirinya</strong>. Sebagian pengamat menyebut kenyataan ini sebagai &#8220;model Orde Baru dengan baju demokrasi&#8221;. Serupa esensinya, tetapi lain namanya.</p>
<p>Saat ini, secara realistik, semua unsur-unsur politik sedang berlomba menengadahkan tangan ke hadirat SBY, mengharap kemurahan, kasih-sayang, dan keridhaan-nya. Apapun agenda politik SBY tidak masalah, selama bisa ikut dalam &#8220;rombongan Bapak&#8221;. Tidak terkecuali elit-elit partai Islam. Mereka tidak peduli masyarakat akan berkomentar apapun, selama mereka bisa &#8220;ikut nampang&#8221; dalam rombongan Kabinet 2009-2014. Politik hari ini benar-benar mengabdi untuk: <strong>kesejahteraan diri</strong>!</p>
<p><strong>ANTI ORDE BARU </strong></p>
<p>Kita masih ingat saat tahun 90-an dulu. Waktu itu Pak Harto mendekat kepada Ummat Islam (apapun tujuan politiknya). Beliau memutuskan kemitraan politik dengan Beny Murdani, setelah mantan jendral itu diindikasikan telah merancang skenario kudeta menggulingkan Soeharto. Hanya saja, media-media massa &#8220;membisu&#8221; dari agenda Beny tersebut.</p>
<p>Waktu itu Soeharto dikecam habis-habisan dalam isu: Korupsi, keluarganya memperkaya diri, militeristik, pelanggaran HAM, masalah Timor Timur, juga sikap otoriter anti demokrasi.</p>
<p>Media-media massa, para pakar akademis, para pengamat politik, cendekiawan, politisi, media-media asing, dan lain-lain, waktu itu mereka serentak menghujani Pemerintah Soeharto dengan serangan-serangan seputar isu-isu di atas. Soeharto tidak diberi waktu istirahat, melainkan dia harus menelan segala macam tuduhan-tuduhan itu. Pendek kata, Soeharto digambarkan sebagai pemimpin: <strong>Tangan besi, militeristik, korup, anti demokrasi, pelanggar HAM, dan sebagainya</strong>.</p>
<p>Prestasi-prestasi Soeharto tidak diungkap sama sekali. Tetapi segala borok-borok politiknya diungkap secara obralan. Icon perlawanan anti Soeharto waktu itu ada di tangan Amien Rais yang berlindung di balik struktur Muhammadiyyah, ICMI, dan penulis ahli Republika. Tujuan politik Amien Rais menghentikan sikap otoriter Soeharto, sementara saat yang sama Soeharto sedang dekat dengan Ummat Islam. Maka Amien pun menggunakan &#8220;amunisi Ummat&#8221; untuk mencapai target politiknya. [Perlu diingat, seidealis-idealisnya seorang Amien Rais, dia tetap doktor lulusan Amerika dan sangat <em>American minded</em>. Sehingga Adian Husaini pernah mengkrisi Amien dengan bukunya "Amien Rais dan Amerika" (?)].</p>
<p>Media-media massa, seperti RCTI, SCTV, Indosiar, dll. mereka juga sangat aktif dalam menggalang opini tentang arus gerakan politik anti Orde Baru. Terlebih ketika mulai bangkit gerakan mahasiswa tahun 2008, TV-TV itu sangat kuat dalam mengarahkan opini ratusan juta rakyat Indonesia.</p>
<p><strong>IRONI ERA REFORMASI </strong></p>
<p>Sejujurnya, kita bersyukur ketika ada gerakan sosial-politik untuk memperbaiki kondisi kehidupan bangsa Indonesia. Demi Allah, kita bersyukur atas semangat masyarakat (khususnya aktivis) untuk mengadakan perbaikan kondisi Orde Baru. Orde Baru jelas jauh dari ideal, banyak kekurangan-kekurangannya. Ketika hal itu ingin diperbaiki, ya alhamdulillah. Itulah yang diinginkan semua pihak. Pendek kata, agenda-agenda politik untuk memperbaiki kondisi kehidupan masyarakat Indonesia adalah sangat mulia.</p>
<p>Namun anehnya, setelah Reformasi berjalan lebih dari 10 tahun (1998-2009) kenyataan baik yang kita harapkan sangat jauh dari harapan. Ya, masyarakat semua telah menyaksikan bahwa kondisi kehidupan saat ini jauh lebih sulit ketimbang era Orde Baru dulu. Secara sederhana saya katakan: &#8220;<strong>Apa sih artinya Reformasi itu? Apa sih arti Reformasi secara bahasa?</strong>&#8221; Reformasi kan artinya perbaikan, atau rekonstruksi. Lho, kok setelah Reformasi bergulir kehidupan masyarakat menjadi semakin buruk, sengsara, penuh penderitaan lahir-batin? <strong>Berarti selama ini yang terjadi bukan Reformasi, tetapi DEKONSTRUKSI (penghancuran) kehidupan</strong>.</p>
<p>Alih-alih mau menyamai prestasi Orde Baru dalam kebaikan, menyamakan harga beras saja agar sama seperti era Orde Baru dulu dengan standar Rp. 1000,- per kilogram, susahnya bukan main. Bahkan sangat musrtahil tercapai saat ini. Meskipun Indonesia diklaim telah &#8220;swasembada beras&#8221;.</p>
<p>Dan lebih aneh lagi ketika kita menyaksikan sikap-sikap politik regim SBY dalam 5 tahun terakhir, khususnya sejak 2008 sampai 2009. Hal-hal yang dulu dikecamkan ke Soeharto, sepertinya satu demi satu dilakukan oleh penguasa masa kini. <strong>Sikap otoriter, pemusatan kekuasaan, memakai mesin birokrasi untuk tujuan politik, bersikap repressif kepada Ummat Islam (dalam isu terorisme), dan sebagainya, kini dilakukan lagi</strong>.</p>
<p>Dan untuk semua kenyataan ini: <strong>Media massa, pakar politik, pakar akademisi, para cendekiawan, media-media Barat, politisi, para birokrat, dan sebagainya, mereka memilih diam, membiarkan, mendukung, men-support, melindungi, mengiyakan, memproteksi, dan seterusnya</strong>. Ketika Soeharto melakukan hal-hal yang zhalim dalam politiknya, mereka semua sepakat MENGEROYOK Soeharto sampai terjatuh. Tetapi saat sikap-sikap otoriter itu dilakukan oleh penguasa saat ini, mereka diam seribu bahasa.</p>
<p>Inilah kenyataan yang sangat aneh bin ajaib. Ketika Soeharto bersikap otoriter, semua pihak menghabisinya dengan hujatan-hujatan luar biasa. Namun saat penguasa saat ini (SBY) bersikap otoriter dan memusatkan kekuasaan ke dirinya, mereka semua diam saja, seolah seperti &#8220;gak tahu apa-apa&#8221;. Dari sekian banyak media-media TV, hanya MetroTV saja yang berani bersikap independen. Meskipun dalam banyak kasus yang lain, MetroTV juga sama-sama membeo kekuasaan.</p>
<p><strong>INTINYA DIMANA?</strong></p>
<p>Kita menjumpai perkara yang sama, yaitu sikap OTORITER penguasa, baik di masa Orde Baru, maupun di jaman sekarang. Sama-sama otoriternya. Hanya saja, Soeharto lebih panjang waktu berkuasanya, sehingga lebih banyak catatan kezhalimannya yang ditulis para pemerhati. Sementara SBY baru 5 tahun, dan akan memimpin 10 tahun, dengan ijin Allah. Baik kepemimpinan Soeharto atau SBY, sama-sama mengadung sikap politik otoriter. Hanya bedanya, Soeharto mudah tersenyum, sedang yang satu lagi mahal senyum.</p>
<p>Mengapa sikap media massa, pengamat, akademisi, politisi lain kepada dua pemimpin itu (Soeharto dan SBY)?</p>
<p>Ternyata yang membuat berbeda itu adalah keberpihakan masing-masing pemimpin. Seoharto berpihak ke petani, nelayan, penguasaha kecil, pengrajin, pedagang. Dia juga berpihak ke pembangunan desa, KUD, koperasi, BMT, transmigrasi, dan lain-lain. Sementara SBY secara umum berpihak ke <strong>AGENDA LIBERALISASI</strong> dan <strong>WESTERNISASI</strong>. Nah, inilah beda utamanya. Soeharto berpihak &#8220;ke dalam&#8221;, sementara SBY berpihak &#8220;ke luar&#8221;.</p>
<p>Bagi media massa, para pakar, pengamat, politisi, pengusaha, dll. tidak masalah dengan sikap OTORITER, ZHALIM, DEMOKRASI CURANG, dll. selama tetap mendukung agenda liberalisasi. Dengan liberalisasi, mereka diberi kebebasan untuk membabat rakyat kecil yang lemah (mustadh-afin) sesuka hatinya. Sementara kalau sistem PROTEKSI ala Soeharto, mereka merasa sangat terbelenggu, terpenjara, untuk menghabisi kehidupan rakyat kecil.</p>
<p>Bagi para pendukung liberalisasi itu, &#8220;Bullshit dengan demokrasi.&#8221; Mereka sama sekali muntah dengan prinsip-prinsip demokrasi, atau apalah yang selama ini didengung-dengungkan. <strong>Bagi mereka target utamanya bukan menjadi &#8220;penyelamat demokrasi atau HAM&#8221;, tetapi mendapat kesempatan bebas untuk menindas masyarakat kecil sesuka hati, seenak perutnya sendiri, dimanapun dan kapanpun mereka menginginkannya</strong>. Nah, inilah intinya target mereka.</p>
<p><strong>Demokrasi dimanapun akan mereka bela mati-matian, kalau dengan jalan itu mereka bisa menindas orang-orang lemah sesuka hatinya. Sebaliknya, demokrasi akan mereka kencingi, mereka ludahi, mereka injak-injak, kalau demokrasi ditujukan untuk melindungi kepentingan rakyat kecil, masyarakat lemah, seperti rakyat Indonesia selama ini</strong>.</p>
<p>Jadi tujuan utama mereka adalah: ketamakan harta-benda, penindasan masyarakat untuk memperkaya diri, memuaskan hawa nafsu hewani mereka.</p>
<p><strong>REKOMENDASI</strong></p>
<p>Saya menasehatkan kepada saudara-saudara budiman:  jangan pernah lagi percaya dengan media massa, para pakar politik, pengamat, akademisi, &#8220;Bapak Reformasi&#8221;, politisi, pejabat politik, dan lain-lain. Jangan mempercayai mereka semua, sebab mereka hanyalah &#8220;senjatanya kaum kapitalis&#8221;. Mereka tidak jujur dalam ucapan, tindakan, dan pemikiran-pemikirannya. Mereka hanyalah &#8220;centeng-centeng&#8221; kapitalisme, jangan dipercaya sama sekali. <strong>Mempercayai mereka, sama saja dengan ridha terhadap penindasan masyarakat</strong>.</p>
<p>Hanya memang sulitnya, masyarakat Indonesia sebagian besar kurang terpelajar, sangat lugu, dan mudah diapusi (ditipu). Inilah masalah besar kita selama. Alhamdulillah, Allah mengajarkan kita pengertian-pengertian tentang &#8220;benang merah&#8221; berbagai persoalan. Namun sayang, rakyat sendiri awam, polos, gampang sekali dikendalikan dengan iming-iming materi. Itulah dilemanya hidup di negeri Indonesia ini.</p>
<p>Tapi apapun juga, jangan berputus-asa. Lakukan perbaikan sekuat kemampuan. Hidup kita tak lebih dari sebuah ungkapan, &#8220;<strong>In uridu illal ishlaha mastatha&#8217;tu</strong>&#8221; (aku ini tak lain hanyalah menginginkan perbaikan, sekuat kemampuanku). Ya terus lakukan perbaikan, sampai Allah memberi satu dari dua kenyataan: <strong>Hidup mulia dalam Islam, atau wafat sebagai bagian dari para syuhada&#8217;</strong>.</p>
<p>Alhamdulillah Rabbil &#8216;alamin. Wallahu A&#8217;lam bisshawaab.</p>
<p>== AMW ==</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/abisyakir.wordpress.com/1509/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/abisyakir.wordpress.com/1509/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/abisyakir.wordpress.com/1509/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/abisyakir.wordpress.com/1509/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/abisyakir.wordpress.com/1509/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/abisyakir.wordpress.com/1509/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/abisyakir.wordpress.com/1509/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/abisyakir.wordpress.com/1509/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/abisyakir.wordpress.com/1509/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/abisyakir.wordpress.com/1509/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=abisyakir.wordpress.com&blog=3844184&post=1509&subd=abisyakir&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://abisyakir.wordpress.com/2009/10/09/tragedi-politik-di-indonesia/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/7826ab36c782bfc34e415ab8f78f37ea?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">abisyakir</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Pergilah Ke Minang Saudaraku! Saat Ini Juga!!!</title>
		<link>http://abisyakir.wordpress.com/2009/10/03/pergilah-ke-minang-saudaraku-saat-ini-juga/</link>
		<comments>http://abisyakir.wordpress.com/2009/10/03/pergilah-ke-minang-saudaraku-saat-ini-juga/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 03 Oct 2009 05:25:15 +0000</pubDate>
		<dc:creator>abisyakir</dc:creator>
				<category><![CDATA[Isu Sosial]]></category>
		<category><![CDATA[Umum]]></category>
		<category><![CDATA[Gempa Dahsyat]]></category>
		<category><![CDATA[Ibadahmu Vs Popok Bayi]]></category>
		<category><![CDATA[Imanmu Vs Indomie]]></category>
		<category><![CDATA[Pergilah Akhi]]></category>
		<category><![CDATA[Ranah Minang]]></category>
		<category><![CDATA[Shalihmu Vs Tabung Infus]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://abisyakir.wordpress.com/?p=1502</guid>
		<description><![CDATA[Bismillahirrahmaanirrahiim. Alhamdulillah, laa haula wa laa quwwata illa billah. Allahumma shalliy wa sallim wa baarik &#8216;alan Nabi Muhammad wa &#8216;ala alihi wa ashabih ajma&#8217;in. Amma ba&#8217;du.
Bencana gempa bumi di Ranah Minang yang baru lalu sangatlah dahsyat. Bencana itu telah merusak infrastruktur jalan, jembatan, listrik, telepon, air, dll. Bencana itu telah menghancurkan gedung-gedung, menimbun ribuan manusia, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=abisyakir.wordpress.com&blog=3844184&post=1502&subd=abisyakir&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p style="text-align:left;">Bismillahirrahmaanirrahiim. Alhamdulillah, laa haula wa laa quwwata illa billah. Allahumma shalliy wa sallim wa baarik &#8216;alan Nabi Muhammad wa &#8216;ala alihi wa ashabih ajma&#8217;in. Amma ba&#8217;du.</p>
<p style="text-align:left;">Bencana gempa bumi di Ranah Minang yang baru lalu sangatlah dahsyat. Bencana itu telah merusak infrastruktur jalan, jembatan, listrik, telepon, air, dll. Bencana itu telah menghancurkan gedung-gedung, menimbun ribuan manusia, meruntuhkan masjid, RS, rumah-rumah penduduk, instalasi umum, dan sebagainya. Bila di Yogya rumah-rumah yang hancur rata-rata terbuat dari bambu, kayu, dan semi permanen, maka di Minang semua gedung-gedung berfondasi kokoh telah berserakan. Fondasi terangkat, tulang-tulang besi putus, dinding roboh, hingga kampung-kampung tenggelam ditimbun tanah longsor.</p>
<p style="text-align:left;">Laa haula wa laa quwwata illa billah. Hanya dalam hitungan 1 atau 2 menit, Kota Padang yang telah berusia ratusan tahun, telah dibangun selama berabad-abad, runtuh bak kota mati. Laa ilaha illa Allah. Padahal disana adalah wilayah yang terkenal dengan semboyan, &#8220;Adat basandi Syara&#8217;. Syara&#8217; basandi Kitabullah.&#8221; Kalau daerah yang religius saja sedemikian hebat guncangan bencananya, apalagi dengan Jakarta, sebuah kota bermandi maksiyat dan durhaka? Laa haula wa laa quwwata illa billah.</p>
<p style="text-align:left;">Saudaraku&#8230;</p>
<p style="text-align:left;">Kini saudara-saudara kita di Ranah Minang sedang membutuhkan kita semua. Masih ratusan orang atau ribuan yang tertimbun reruntuhan bangunan. Ada mayat-mayat yang harus dievakuasi. Ada nyawa-nyawa yang sedang berjuang bertahan di tengah himpitan dinding dan batu-batu. Ada ribuan Muslimin yang kebingungan, trauma, ketakutan, sangat kekurangan. Bau mayat telah menyebar dimana-mana, korban luka-luka butuh pertolongan. Anak-anak Muslim, termasuk balita, mereka dalam situasi mengkhawatirkan. Saat-saat seperti ini, biasanya srigala-srigala Kristenisasi akan datang untuk mengulurkan bantuan, dengan imbalan MURTAD dari Islam. Na&#8217;udzubillah wa na&#8217;udzubillahbi &#8216; Izzatillah  minal kufri wal kuffar.</p>
<p style="text-align:left;">
<div id="attachment_1505" class="wp-caption alignleft" style="width: 298px"><img class="size-full wp-image-1505  " title="Gempa Minang" src="http://abisyakir.files.wordpress.com/2009/10/gempa-minang.jpg?w=288&#038;h=216" alt="Gedung Kokoh Hancur Berantakan. Afalaa tadzakkaruun? " width="288" height="216" /><p class="wp-caption-text">Gedung kokoh hancur berantakan. Afalaa tadzakkaruun? </p></div>
<p style="text-align:left;">Kalau Anda memiliki harta, sampaikan bantuannya. Kalau ada makanan, obat-obatan, popok bayi, susu bayi, pembalut wanita, pakaian dalam, dll. sampaikan juga. Kalau ada barang bekas, layak pakai, masih bermanfaat, sampaikan juga. Atau berdoalah, mohonkan rahmat Allah, ampunan-Nya, dan petunjuk-Nya agar memperbaiki jiwa-jiwa kaum Muslimin, baik di Minang atau di Indonesia pada umumnya. Setidaknya lakukan shalat ghaib, sebab banyak saudaramu yang meninggal tanpa dikafani, dimandikan, dishalati. Di antara mereka langsung tertimbun tanah, dengan kecil peluang akan diangkat ke atas.</p>
<p style="text-align:left;">Saudaraku&#8230;</p>
<p style="text-align:left;">Cobalah hayati beberapa petunjuk Allah Ta&#8217;ala. &#8220;<strong>Bahwasanya orang-orang beriman itu bersaudara</strong>.&#8221; Begitu pula, &#8220;<strong>Bahwasanya orang-orang Mukmin laki-laki dan wanita, sebagian mereka adalah pelindung sebagian lainnya</strong>.&#8221;</p>
<p style="text-align:left;">Nabi Saw juga mengatakan, &#8220;<strong>Tidaklah seseorang di antara kalian beriman, sampai dia mencintai untuk saudaranya apa yang dia cintai untuk dirinya sendiri</strong>.&#8221; Begitu pula beliau mengatakan, &#8220;<strong>Orang-orang Mukmin itu saling menguatkan satu sama lain</strong>.&#8221;</p>
<p style="text-align:left;">Marilah kita bantu saudara-saudara kita, sekuat kemampuan dan kesmpatan yang kita miliki. Kalau diminta berdoa, berdoalah sungguh-sungguh, jangan selalu mengatakan &#8220;Insya Allah, insya Allah&#8221; lalu engkau acuhkan permintaan saudaramu. Kalau ada kelebihan harta, tunaikan hak-hak saudaramu. Harta yang engkau berikan secara ikhlas itu semoga menjadi &#8220;tolak bala&#8221; bagi diri, keluarga, dan masyarakatmu. Amin Allahumma amin.</p>
<p style="text-align:left;">Kemudian, engkau jangan selalu menjadikan urusan PEKERJAAN, BISNIS, TUGAS KANTOR, TUGAS KULIAH, NAFKAH ANAK-ISTERI, &#8220;TIDAK PUNYA UANG&#8221;, dan lainnya sebagai alasan. Sudah ribuan atau jutaan kali alasan seperti itu disampaikan manusia, sejak bencana-bencana alam dulu, seperti Tsunami di Aceh. Justru alasan-alasan seperti itu bisa mematikan hati, membuat kita menjadi munafik, membuat iman semakin rusak, dan seterusnya. Aku menduga, wallahu A&#8217;lam bisshawaab, bencana-bencana alam ini selalu menimpa orang-orang yang sering menjadikan semua alasan di atas sebagai TAMENG. Mungkin suatu saat, bencana itu akan mengubur manusia-manusia yang selalu punya &#8220;1001 alasan&#8221; tersebut. Na&#8217;udzubillah wa na&#8217;udzubillah min dzalik.</p>
<p style="text-align:left;">Ya, secara Syar&#8217;i, ada alasan-alasan yang bisa diterima. Ada alasan-alasan haq yang bisa menggugurkan tanggung-jawab seorang Muslim. Tetapi yang dimaksud disini adalah alasan dibuat-buat, hanya karena kefasikan diri. Na&#8217;udzubillah min dzalik. <strong>Kalau bicara soal REPOT, BANYAK URUSAN, NAFKAH ANAK-ISTERI, PEKERJAAN, dll. mana ada di dunia ini manusia yang tidak repot?</strong> <em>Wong,</em> kambing dan kucing saja setiap hari repot mencari makan, masak manusia ada yang tidak repot?</p>
<p style="text-align:left;">Ayolah saudaraku&#8230;berangkatlah saat ini ke Bumi Minang. Mintalah restu ayah-ibumu. Kalau diijinkan, berangkatlah dengan niat baik. Bawahlah IMAN di dadamu, bawalah UKHUWWAH di dadamu, bawalahTAAT-mu kepada Allah, bawalah semua itu kesana. <strong>Imanmu lebih utama daripada sekardus Indomie; Amal shalihmu lebih utama daripada botol-botol infus; Ibadahmu lebih utama daripada gelontoran dana miliaran rupiah</strong>. Akhi, dimanapun dirimu berada, berdiri kokoh dengan iman di dadamu, dengan amal shalihmu, maka disana Allah akan menaungi tempatmu berpijak. Allah akan meridhai langkah-langkahmu dan lingkungan di atas mana kakimu berpijak dalam ikhlas, kesabaran, dan istiqamah.</p>
<p style="text-align:left;">Singkirkan OMONG KOSONG orang-orang yang katanya korban bencana hanya membutuhkan Indomie, obat-obatan, popok bayi, atau pakaian dalam wanita. Bukan karena semua barang-barang itu tak berguna, tapi kaum Muslimin LEBIH BUTUH hati-hati saudaranya yang ikhlas, istiqamah, dan shalih. Hati-hati itulah yang akan menghibur mereka, meringankan beban mereka, mengasihi mereka, mendengarkan keluh-kesah mereka, dan sebagainya. Adapun popok bayi dan Indomie, apa yang bisa dilakukan keduanya?</p>
<p style="text-align:left;">Ingatlah pelajaran besar saat bencana Tsunami di Aceh lalu. Ketika itu ratusan atau ribuan pemuda Islam, dengan ikhlas, semata mengharap ridha Allah, dengan tekun dan mujahadah mereka megevakuasi satu demi satu mayat kaum Muslimin. Hal itu merupakan keberkahan besar yang akan selalu diingat oleh manusia-manusia yang adil. Para pemuda Islam yang kerap dituduh &#8220;garis keras&#8221; atau &#8220;ekstrem&#8221; itu, mereka tidak butuh ekspose media-media massa untuk mengabadikan amal-amal mereka. Walhamdulillah, mereka ikhlas semata karena Allah, karena panggilan iman, karena Ukhuwwah Islamiyyah.</p>
<p style="text-align:left;">Saudaraku&#8230;pergilah kini ke Ranah Minang. Disana ribuan saudaramu sedang memanggilmu, menanti kehadiranmu. &#8220;Ya Akhi, dimanakah engkau? Ya Akhi, tolonglah kami! Ya Akhi, tolonglah anak-anak kami! Ya Akhi, lindungi wanita-wanita kami! Ya Akhi, tegakkan surau-surau kami yang runtuh! Ya Akhi, kumandangkan adzan di Ranah Minang! Ya Akhi, selamatkan Islam di Tanah ini!&#8221;</p>
<p style="text-align:left;">Ya Akhi, pergilah kini ke Minang. Bawalah apa yang layak dibawa. Mintalah restu ayah-ibumu, jangan membantahnya jika engkau tidak diijinkan. Carilah rombongan untuk serta di dalamnya, jangan berangkat munfarid (sendiri-sendiri). Inilah khuruj Syar&#8217;i yang telah dibuka di depan mata kita. Tinggallah di Minang barang satu bulan, atau lebih jika engkau menginginkan. Tampakkan RAHMAT ISLAM ke hadapan saudara-saudaramu yang menderita. Yakinkan ke mereka, bahwa ISLAM MASIH TEGAK DI BUMI NUSANTARA INI !!!</p>
<p style="text-align:left;">Pergilah Akhi, Ranah Minang menantimu.</p>
<p style="text-align:left;">Malang, 3 Oktober 2009.</p>
<p style="text-align:left;">== AM. Waskito ==</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/abisyakir.wordpress.com/1502/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/abisyakir.wordpress.com/1502/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/abisyakir.wordpress.com/1502/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/abisyakir.wordpress.com/1502/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/abisyakir.wordpress.com/1502/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/abisyakir.wordpress.com/1502/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/abisyakir.wordpress.com/1502/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/abisyakir.wordpress.com/1502/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/abisyakir.wordpress.com/1502/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/abisyakir.wordpress.com/1502/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=abisyakir.wordpress.com&blog=3844184&post=1502&subd=abisyakir&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://abisyakir.wordpress.com/2009/10/03/pergilah-ke-minang-saudaraku-saat-ini-juga/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/7826ab36c782bfc34e415ab8f78f37ea?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">abisyakir</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://abisyakir.files.wordpress.com/2009/10/gempa-minang.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Gempa Minang</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>