List Artikel Penting Seputar Fitnah “Idahram & Said Aqil Siradj”

Desember 12, 2011

Lihatlah Si Pinokio Terus Menari...

Bismillahirrahmaanirrahiim.

Sejak Idahram dan Said Aqil merilis buku-buku propaganda anti Salafi Wahabi, merebak aneka rupa tanggapan. Dari kalangan NU, Syiah, Shufi, mereka merasa terbela dengan buku-buku itu, sehingga semakin memuncak kebencian mereka kepada kalangan Salafi Wahabi. Dari kalangan Muslim perkotaan, gerakan Islam, dan majlis-majlis dakwah Salafi, mereka merasa dihujat, dizhalimi, dan disuguhi pertunjukan fitnah “tanpa ampun”.

Alhamdulillah, dengan seijin Allah dan pertolongan-Nya, mulai terkuat satu per satu bukti-bukti kesesatan dan kedustaan dari gerakan fitnah yang dilancarkan oleh Idahram dan Said Aqil Siradj itu. Bahkan, semakin tampak jelas, bahwa muara dari gerakan fitnah ini ialah: Agresi Pemikiran Syi’ah Rafidhah (Syiah Imamiyyah Itsna Asyari).

Berikut ini adalah sebagian artikel atau tulisan-tulisan yang menelanjangi kebohongan dua ahli fitnah di atas, Idahram dan Said Aqil Siradj:

Said Aqil Siradj Tak Mau Bertemu Dubes Saudi.

Ketua DPP Hidayatullah Meminta Said Aqil Agar Tidak Menjadi Provokator.

Ustadz Ba’asyir Menyebut Said Aqil Sebagai Ulama Su’ (Ulama Jahat).

Munarman: “Pemfitnah Berada dalam Barisan Kufar.

Ustadz Arifin Ilham Meminta Buku-buku Idahram Ditarik dari Edaran.

Kebohongan Syaikh Idahram Atas Nama Ustadz Arifin Ilham.

Bantahan Buya Hamka Terhadap Stigma Wahabi.

Soekarno, A. Hassan, dan Kekaguman kepada Wahabi.

Kaum Sarungan, Sinis ke Muslim, Manis ke Non Muslim.

Singkat kata, Indonesia saat ini sedang dilanda “Demam Fitnah”. Pemain utama lakon drama fitnah ini yaitu “dua sejoli”: Idahram dan Said Aqil Siradj. Keduanya saling bahu-membahu, tolong-menolong, cinta-mencintai, serta “memadu kasih” di pelataran kobaran api fitnah. Nas’alullah al ‘afiyah lana wa lakum, wa lil Muslimin.

Catatan khusus untuk Said Aqil Siradj: “Abdurrahman Wahid di masanya juga terkenal sebagai pembenci Wahabi. Tapi dia masih ‘mending‘, sebab tidak pernah menerima beasiswa dari Pemerintah Saudi. Tetapi untuk Said Aqil ini, saat menerima beasiswa Saudi selama 14 tahunan, dia tak pernah bertingkah macam-macam. Begitu lulus sebagai doktor, dia mulai banyak bertingkah. Puncaknya saat ini, dia menjadi promotor besar terbitnya buku-buku fitnah. Apa yang dilakukan Said Aqil ini sama dengan ‘membinasakan dirinya sendiri‘. Mengapa? Sebab jasa-jasa Pemerintah Saudi sudah melekat dengan daging dan darahnya, bahkan keempat putranya lahir di Saudi, di bawah kemurahan fasilitas kaum Wahabi. Maka kita tinggal menanti saja, saat kapan datangnya siksa Allah kepada sosok orang zhalim ini.”

Semoga artikel-artikel di atas bermanfaat, bisa menjadi inspirasi dan wawasan, serta berkenan di sisi Allah Ar Rabbul Jalil. Amin Allahumma amin.

AMW.


Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 145 pengikut lainnya.