Bantu Saudaramu Menunaikan Haji

Mei 11, 2015

Assalamu’alaikum warahmatullah wabarakaatuh.

Pembaca Budiman, mohon perhatian sejenak. Ada saudara kita sedang dalam kesulitan untuk pembiayaan Ibadah Haji. Mungkin di antara Anda ada yang berkenan membantunya.

"Ya Maula Ibrahim, tolonglah hamba-Mu ini mewujudkan niat baiknya. Engkaulah sebaik-baik penolong."

“Ya Maula Ibrahim, tolonglah hamba-Mu ini mewujudkan niat baiknya. Engkaulah sebaik-baik penolong.”

KISAHNYA: Beliau mengikuti program pembiayaan Haji untuk pembimbing Haji di Bank Syariah Mandiri. Mulanya ada salah paham, dikiranya semacam bantuan modal untuk usaha, lalu hasilnya digunakan untuk biaya Haji. Ternyata itu pinjaman biasa (talangan). Beliau mau mundur, tapi disarankan oleh donatur untuk tetap jalan. Donatur siap membantu. Seiring waktu, dari donatur ada gangguan pembiayaan. Akibatnya, sudah 3 kali masuk daftar jamaah berangkat, tapi tidak jadi terus. Kini datang kesempatan terakhir. Kalau tidak jadi, ya sudah hilang kesempatan berangkat Haji ke Tanah Suci.

Kali ini pihak Bank Syariah Mandiri memberi batas toleransi, paling akhir sampai tanggal 20 Mei 2015. Tinggal beberapa hari ke depan. Jika sampai batas itu belum juga melunasi dana talangan dari bank, otomatis kesempatan berangkat ini dibatalkan/dihapus.

Bila Ada di antara Anda berkenan membantu menyumbang, berapapun nilainya, silakan kirim langsung ke rekening berikut ini: Bank Syariah Mandiri no. rek. 701 866 9228. Rekening ini langsung terhubung ke bank, karena mereka sudah mengambil buku tabungannya sebagai “persiapan penutupan” akun.

Sebagai konfirmasi, bisa menghubungi kami dengan no. ponsel 0823 2029 1325. Atau bisa hubungi Bu Ulma dari BSM Cab. Bandung dengan no. ponsel 0838 2035 7507.

Silakan bagi yang bersedia membantu, bila ada kelapangan rezeki dan kesiapan hati. Sebelumnya kami sampaikan ucapan terimakasih yang setulus hati. Semoga Allah Subhanahu Wa Ta’ala memberikan pertolongan, kemudahan, serta keberkahan dalam hidup kita semua. Amin Allahumma amin.

(Admin).

 


Masalah Terbesar Ummat Islam Sedunia

Mei 11, 2015

>> Mau tahu masalah terbesar Ummat kita?

>> POIN 1: SEMUA Muslim meyakini bahwa Islam adalah SATU-SATUNYA JALAN PENUNTUN KE SURGA. Semua sepakat dengan ini.

>> POIN 2: BANYAK Muslim tidak RIDHA jika saudara-saudaranya, sesama Muslim, akan sama-sama masuk surga. Mereka ingin masuk surga dengan kawan-kawannya sendiri.

>> POIN 3: DUA hal di atas memicu SENGKETA ABADI di kalangan Muslimin. Itu jadi penyebab kekalahan kita menghadapi tekanan orang-orang di luar Islam.

>> PADAHAL Rasulullah SAW lebih senang jika Ummat Islam menjadi “bagian terbesar” penghuni surga. Beliau akan bangga dengan hal itu.

>> Hayuh ikuti JEJAK NABI, merasa suka dengan sebanyak-banyak Muslim MASUK SURGA. Surga sangat luas, banyak tempat buat saudara-saudaramu yang lain.

>> Bagaimana kalau nanti di surga ketemu SETERU selama di dunia? Mudah saja. Tinggal TERTAWAKAN DIRI SENDIRI. Ternyata orang yang dimusuhi di dunia, menjadi teman baik selama di surga.

>> Bolehkah meneruskan permusuhan di surga? TIDAK BOLEH. Di surga hanya ada “salaman salaman” (keselamatan keselamatan). Tidak ada permusuhan. Siapa yang mau bermusuhan di sana, silakan meluncur ke neraka. Na’udzubillah wa na’udzubillah min dzalik.

(WeAre).


Imam Al Albani dan Jihad

Mei 11, 2015

>> Beliau sering dikritik tentang Jihad. Tapi tak ada salahnya kita lebih BIJAK memahami pendapatnya.

>> Smula saya ikut mengkritik juga, tapi kemudian merasa LEBIH BAIK bersikap BIJAK. Tentu posisi saya sekedar pengamat, bukan ulama.

>> Dua pendapat Imam Al Albani yang sering dikritik: a. Jihad harus ada imam terlebih dulu; b. Para pejuang Palestina hendaknya hijrah dulu keluar dari Palestina, lalu susun kekuatan untuk melawan Zionis Israel.

Sikapi Ulama dengan BIJAKSANA

Sikapi Ulama dengan BIJAKSANA

[1]. Dari dua pendapat di atas sebenarnya ada BUKTI bahwa beliau setuju dg Jihad tanpa imam. Buktinya beliau dukung perlawanan kontra Zionis, tanpa mensyaratkan ada imam dulu.

[2]. Kalau mau jujur, bicara dalam level Syariat Islam, namanya JIHAD FI SABILILLAH, memang harus ada imam. Jihad Nabi Saw, Khulafaur Rasyidin Ra, imam-imam kaum Muslimin, MAYORITAS bersama imam. Mungkin Imam Albani berpijak di sini.

[3]. Tapi BUKAN BERARTI Jihad membela diri, meski tanpa imam, dianggap tidak boleh. Tentu bukan begitu. Sebab riwayat-riwayat banyak berbicara, keutamaan membela harta, jiwa, agama, kehormatan. Pastilah Imam Albani tahu riwayat-riwayat itu.

[4]. Terkait Jihad di Palestina, hal ini membuktikan bahwa beliau dukung Jihad membela diri. Dalam satu fatwa tentang bom ISYTIHAD, beliau juga dukung, dengan syarat atas perintah imam/komando Jihad. Bagaimana tidak mendukung, beliau dan keluarga keluar dari Albania karena agresi kaum komunis -laknatullah ‘alaihim-.

[5]. Saat beliau fatwakan Muslim Palestina hijrah, tentu bukan agar mengosongkan negeri agar Zionis leluasa menguasainya. Tapi mengeluarkan sebagian pejuang agar bisa MEMPERKUAT DIRI di wilayah aman. Setelah kuat, balik lagi ke Palestina untuk melawan Zionis. FAKTANYA, dengan atau tanpa fatwa itu, para pejuang Palestina membangun kekuatan di luar wilayah Palestina Israel. Itu sudah dilakukan dan banyak.

>> BILA ada kekurangan-kekurangan pada fatwa JIHAD Syaikh Al Albani, mungkin karena beliau “kurang mahir” dengan dunia Jihad di lapangan. Tak ada salahnya memaklumi.

>> UNTUK ulama sekaliber beliau, kalau kita tidak mau memberi ‘udzur, lalu siapa lagi yang akan selamat? Wallahi, kita perlu bersikap bijak kepada pelayan-pelayan Sunnah Nabawiyah.

Wallahu a’lam bisshawab.

(WaterFlow).


Tanah Suci di Hati Ummat

Mei 11, 2015

Bismillahirrahmaanirrahiim.

>> Bila kau dengar ada saudaramu akan melaksanakan Haji/Umrah ke Tanah Suci…gembirakan hatimu, jangan merasa iri atau sesak dada.

>> Doakan barakah baginya. Doakan mendapat rahmat & ampunan Allah.

>> Jangan berprasangka buruk. Jangan meremehkan. Jangan mencela.

Tanah Suci Menguji Setiap Muslim Sesuai Keadaannya

Tanah Suci Menguji Setiap Muslim Sesuai Keadaannya

>> TAPI jangan juga merasa minder, merasa kecil, merasa lebih buruk iman Islam, merasa “tak layak jadi tamu Allah”. Jangan berkecil hati.

>> FAKTA, ada yang sehari-hari mukim di Tanah Suci, tapi tak lepas dari makriyat dan khianat. Tak ada beda baginya Tanah Suci atau negeri lain. Iman tidak memperbaiki amal-amalnya.

>> FAKTA LAIN…ada yang hidupnya habis untuk membela agama dan Ummat; tapi seumur hidup tidak pernah menginjakkan kaki di Tanah Suci. Contoh, Sultan Shalahuddin Al Ayyubi. Belum pernah Haji/Umrah sampai wafatnya.

>> Sering atau jarangnya manusia bisa ziarah ke Tanah Suci. Tidak membuktikan dia LEBIH BAIK di sisi Allah Ta’ala. Ada yang ke sana untuk mengejar dunia; ada yang tulus lillahi Ta’ala.

>> Sering ziarah ke sana tidak menjadi bukti ketakwaan, sebagaimana jarang ke sana juga bukan bukti kelemahan iman.

>> Allah SWT berkata: “manistatha’a ilaihi sabilan” (bagi yang mampu menempuh jalan ke sana). Artinya, Allah saja memaklumi ketidakmampuan insan; selama bukan berpura-pura tidak mampu.

>> Berkunjung ke Tanah Suci seperti BERTAMU ke rumah Ibrahim ‘alaihissalam. Beliau adalah BAPAK TAUHID dan simbol LOYALITAS Syariat. Berkunjung ke Tanah Suci tanpa membawa keduanya (tauhid & loyalitas), ya hanya seperti rekreasi belaka.

>> Tidak ada PARAMETER PASTI tentang kualitas ketakwaan seseorang terkait ibadah Haji/Umrah. Manusia satu berbeda dengan lainnya. Masing-masing punya warna, takaran, martabat di sisi Allah Al ‘Azhim.

>> Maksudnya, ada orang yang setiap tahun bolak-balik ke sana, lalu merasai kebosanan, kemudian mengeras hatinya, lalu memburuk akhlaknya. Ada pula, yang mati-matian untuk sampai ke sana; setelah sampai, dia lakukan IBADAH TERBAIK sekali seumur hidupnya. Hanya sekali. Namun setelah itu tak henti-hentinya dia memuji Ar Rahmaan atas nikmat ibadah itu.

>> Mana yang TERBAIK bagimu: sekali namun sangat berkesan, lalu dibawa mati dalam keadaan BERSYUKUR; atau berulang kali, tapi semata hanya mengejar dunia, sampai hati mengeras laksana batu granit? Mana yang kau pilih?

>> TANAH SUCI adalah syiar Allah Ta’ala di muka bumi. Sebagai TANAH BARAKAH dan NEGERI NAN AMAN. Setiap Muslim DIUJI dengannya sesuai keadaan dirinya masing-masing.

>> Jangan meremehkan yang tertinggal. Sebagaimana jangan silau dengan yang selalu menziarahi. Setiap orang diuji sesuai keadaan, tempat, dan peluangnya.

>> “Wasykuruu lillahi in kuntum iyyahu ta’buduun” (dan bersyukurlah kepada Allah, jika kalian benar-benar hanya beribadah kepada-Nya).

>> KUNCI mencintai Tanah Suci adalah dengan BERSYUKUR kepada Allah Al Ghafuur.

Walhamdulillahi Rabbil ‘alamiin.

(Mine).


Wanita Cantiq Tapi Lost…

Mei 10, 2015

>> Kata Nabi Saw: “Wa maa taraktu ba’di asyadda fitnatan lir rijaali minan nisaa’i” (tidaklah aku tinggalkan sesudahku, seberat-berat cobaan bagi laki-laki, selain dari perkara wanita).

>> ERA MODERN wanita pada cantik-cantik, narsis, dan berani pula. Allahu Akbar. Sudah begitu TEKNOLOGI sangat dahsyat.

>> Di zaman dulu, wanita “penjual cinta” rata-rata emak-emak, dandan menor, cari pelanggan di kolong-kolong jembatan. LHA sekarang, kayak artis-artis. 200 ribuan mau. Dandanan, pakaian, aksesoris…kereeen. Nas’alullah al ‘afiyah.

>> Mereka CANTIQ, kenapa kok murahan begitu? Harusnya modal kecantikan bisa jadi SATU BEKAL menuju sukses, bahagia, hidup mulia.

>> Inilah wanita yang MODAL CANTIQ, tapi kurang DZIKIR & DOA. Mereka kira, dengan CANTIQ, telah bisa menaklukkan kehidupan.

>> Saat mereka CANTIQ TAPI TANPA DZIKIR/DOA… segera saja kumpulan laki-laki penjahat menghampirinya. Mau apa lagi kalau bukan “mereguk madu” sang bunga yang CANTIQ.

>> Setelah dirayu-rayu, dipuji-puji, digombali sejuta jurus oleh BAJINGAN TENGIK, akhirnya sang wanita CANTIQ kehilangan kehormatannya. Setelah itu, dia ditinggalkan oleh si Bajingan.

 >> Setelah benteng moral runtuh, si wanita CANTIQ tak mau menyerah. Dia bertekad “balas dendam” ke semua lelaki, terutama ke laki-laki yang “sok suci & munafik”. Padahal bukan mereka pelakunya, tapi jadi sasaran juga. Si wanita itu sudah ternoda, lalu ingin “berbagi” noda duka lara. 

>> KARENA cuma mengandalkan CANTIQ, tidak menjaga pergaulan, dan minim DZIKIR/DOA, terjadilah kondisi seperti itu. Dan mereka itu lalu jadi “sumber godaan universal” bagi kaum laki-laki “munafik”.  

>> Andai mereka tahu, bahwa dengan BERDZIKIR (salah satunya menjaga Shalat), hal itu merupakan perlindungan universal bagi kehidupan seorang insan. “Fadzkuruni adzkurkum wasykuru liy wa laa takfurun” (ingat-ingatilah Aku, maka Aku akan mengingatimu; bersyukurlah kepada-Ku, jangan ingkar nikmat). Surat Al Baqarah. 

>> Hidup tidak sekedar modal cantiq atau ganteng, tapi juga DZIKRULLAH. Itulah perlindungan asasi yang dibutuhkan setiap insan. Demikian, semoga bermanfaat. Amin. 

 (Admin). 


Bantu Media Islam dengan MEMBELINYA

Mei 10, 2015

* Sebuah media Islam, hampir mati. Beberapa tahun beredar, kini dalam situasi “death or live”. 
* Empat bulan gaji karyawan belum terbayar. Tanggal cetak mundur terus, karena biaya cetak krisis.
* Donatur mulai berguguran, karena tidak kuat terus memberi support.
* Media ini terbit dua minggu sekali, harga per eksemplar 9.000. Kalau langganan sebulan cuma 20 ribu. Sama dengan dua kali makan pas-pasan di warteg.
* Meski begitu kok sulit berharap dukungan Ummat ya? Padahal murah sekali.
* Kalau kita tidak membeli media Islam; mereka tidak dapat pemasukan; tanpa pemasukan, biaya produksi dan lain-lain tidak ada; lama-lama ya matilah media itu.
* Mau tidak kita bantu media Islam dengan cara: MEMBELINYA? Jangan minta atau berharap gratisan terus. 
* Kalau berharap gratisan atau dikasih, sama dengan membiarkan media itu “mati pelan-pelan”. Tegakah engkau… 

* Jangan juga bersikap TIDAK PEDULI. Untuk sekedar beli rokok saja, seseorang bisa habis hingga dua bungkus sehari. Minimal 20 ribu. Lha itu sama dengan langganan media tersebut sebulan. Apakah terasa berat?
* Media cetak dekat dengan masyarakat grassroot. Kalau online rata-rata di akses kalangan perkotaan saja.
 
* Hayu bantu kawan… Media Islam apa saja. Dengan cara: MEMBELINYA. Jangan berharap dikasih. Murah kok.
* Bantu nafas media Islam, dengan membelinya. Jazakumullah khair.

(Admin).

Foto Maz Jokow.

 


JASMERAH dan JASHIJAU

Mei 10, 2015

>> Di masa lalu, Ir. Soekarno kemukakan sbuah slogan hebat JASMERAH. Artinya: “JAngan Sekali-kali MElupakan sejaRAH.” Ini lalu jadi slogan umum.

>> Filosof mengatakan: “Sebuah bangsa yang tidak peduli dengan sejarah, dia tak punya masa depan.”

>> Al Qur’an dan As Sunnah banyak skali bicara tentang SEJARAH kaum terdahulu, agar kita mereguk hikmah & renungan.

>> Tapi kenapa mesti JASMERAH? Mengapa bukan jas kuning, coklat, hitam, atau ungu? Ya karena “jas merah” identik warna PNI (partai Soekarno). Lihat PDIP merah juga. Partai komunis juga pakai warna merah.

>> Perlu juga kiranya kita kemukakan slogan JASHIJAU. Dalam kultur Nusantara, warna hijau menandakan warna Islam. Identik dengan warna DAUN dan ALAM NATURAL.

>> JASHIJAU…JAngan Sekali-kali HIlangkan JAsa Ummat (Islam).

>> Tiada Indonesia tanpa Islam. Kalau agama mayoritas bukan Islam, bangsa ini sudah TERPECAH BELAH sejak dulu. Karena kita ini MULTI KULTUR & ETNIS.

>> Saat Indonesia berbentuk RIS, pemimpin Masyumi, M. Natsir, galang dukungan agar kita kembali ke format NKRI. Itu dikenal sebagai MOSI INTEGRAL NATSIR.

>> Dalam perjuangan kontra kolonial dan kemerdekaan; Ummat Islam tak henti-henti mempersembahkan patriot, pahlawan, dan syuhada. Atas fakta itu lalu Ummat Islam “diberi hadiah” dengan adanya DEPARTEMEN AGAMA.

>> Tiada Indonesia tanpa Islam. Tiada NKRI tanpa jasa Ummat Islam.

>> Bila kini ada gerakan MASSIF & SISTEMIK untuk menyingkirkan Islam dari kehidupan bangsa dan negara. Maka kami katakan: “JASHIJAU… Jangan Sekali-kali Hilangkan Jasa Ummat!”

>> Dalam pertarungan politik masa kini, jangan ragu kemukakan: J.A.S.H.I.J.A.U.

>> Kata Nabi SAW: “Tidak bersyukur kepada Allah, siapa yang tidak berterimakasih kepada manusia.”

Bumi Allah, 3 Mei 2015.
AM. Waskito.


Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 213 pengikut lainnya.