SOLUSI PERSELISIHAN Penentuan Awal Ramadhan dan Syawal

Juni 21, 2015

Bismillahir rahmaanir rahiim.
* FAKTA… Sejak zaman reformasi, kaum Muslimin di negara kita sering berselisih tentang awal Ramadhan & Idul Fithri; juga momen Idul Adha.
* Mengapa terjadi hal ini? Ia merupakan dampak langsung fenomena “kebebasan ekspresi”. Termasuk dalam amaliah keagamaan. Mau tak mau, suka tak suka, itu terjadi.
* Kita tak bisa hanya cela sana-sini, karena perbedaan ini. Yg paling memungkinkan kita brsikap BIJAK, mengeliminir dampak buruk perselisihan.


* Berikut SOLUSI yang bisa ditempuh…


[1]. Mengikuti pengumuman yang disampaikan Departemen Agama RI. Dengan alasan:
>> a. Ia mewakili bagian terbesar Ummat Islam di negara kita;
>> b. Ia didukung penuh oleh MUI;
>> c. Bahwa Nabi Saw mengutamakan jumlah komunitas Muslim yang lebih besar.


>> Nabi Saw bersabda tentang adab salam: “Yusallimu ar rakibu ‘alal masyi, wal masyi ‘alal qaid, wal qalil ‘alal katsir” (hendaklah memberi salam pengendara kepada pejalan kaki; pejalan kaki kepada yang duduk; jumlah sedikit kepada yang banyak). HR. Bukhari-Muslim, dari Abu Hurairah RA. Dalam hadits ini, jumlah Muslim sedikit harus lebih menghormati jumlah yang banyak.
>> Maka ikut arahan Depag RI punya keutamaan kebersamaan dg jumlah Muslim yg lebih besar.


[2]. Namun karena negara kita bukan berdasar SYARIAT, sangat sulit menyatukan semua pendapat. Selalu terbuka peluang perbedaan pendapat. Ada ungkapan terkenal ulama: “Sesuatu yang tak bisa diluruskan dengan pena ulama, bisa diluruskan dengan pedang penguasa.” Artinya, negara punya instrumen untuk menyatukan, kalau mau. Di negara non SYARIAT, fatwa ulama tidak punya kekuatan memaksa. MAKA lahirnya pendapat berbeda-beda tak bisa dihindari.


[3]. BOLEH saja mengambil pendapat berbeda dari ketetapan Depag RI, selagi masih berdasar metode ilmiah Ahlus Sunnah. TAPI sebaiknya pendapat itu dilaksanakan secara individu, terbatas, atau tidak DEMONSTRATIF. Ini untuk menghindari Perpecahan Ummat.


[4]. Jangan jadikan perpecahan yang terjadi -seperti poin 3- sebagai sumber obrolan, bahan ejek-mengejek, apalagi kebanggaan. Justru kita harus malu, mengapa kita tak bisa bersatu?


* Muslim Ahlus Sunnah tidak dilarang menganut satu pendapat (berdasar dalil); tapi yang bersangkutan harus komitmen dg PERSATUAN UMMAT.
* Demikian, semoga yang sedikit ini bermanfaat. Salam persatuan Ummat. Marhaban Ramadhan. Selamat berpuasa!

(AM. Waskito).


Apakah Adzan Satu Kali Ciri Wahabi…

Juli 1, 2015

* Faktanya, Jum’atan di Masjidil Haram dengan adzan dua kali.
* Fakta juga, Shalat Tarawih di Masjidil Haram 23 rakaat, dilaksanakan dua-dua.
* Jadi ibadah Wahabi mirip NU. Itu juga yang disampaikan Prof. Dr. Ali Mustofa Ya’qub.
* Sebagai orang alim ilmu dan realitas, Profesor Ali menafikan pendapat pribadinya, dengan mengutamakan PERSATUAN UMMAT. Padahal beliau juga punya kritik kepada pendapat Salafi.

Syaikh Pendukung Persatuan Ummat

Syaikh Pendukung Persatuan Ummat


* Sama seperti Imam Syafi’i yang suatu ketika tidak QUNUT SHUBUH, karena menghormati pandangan gurunya, Imam Malik. Bagi Sang Imam, ilmu tidak cukup, bila tanpa adab.
* Tahun 1999, dilaksanakan Pemilu demokrasi pertama setelah Reformasi. Saat itu Hadratus Syaikh Sayyid Muhammad Alawi Al Maliki rahimahullah sengaja datang ke Tanah Air. Beliau dukung gerakan politik mantan Ketua Muhammadiyah, Prof. Amien Rais dengan Partai PAN. Sampai dibuatkan poster dengan foto beliau, Bung Amien, dan logo PAN. Jarang sekali Syaikh Alawi Al Maliki sampai “turun gunung” seperti itu.
* Seolah, sebelum wafatnya, beliau ingin meninggalkan WARISAN UKHUWWAH ISLAMIYAH di tengah Ummat. Tapi sayang, murid-murid beliau di Nusantara, lebih suka mengikuti irama adu domba kaum Syiah. Astaghfirullah.
* Apa yang dilakukan Sayyid Alawi Al Maliki rahimahullah, serupa dengan WARISAN UKHUWWAH dari Hadratus Syaikh KH. Hasyim Asyari rahimahullah. Beliau dukung kesatuan wadah politik Islam, dalam Partai Masyumi.
* Hanya di zaman sekarang banyak penggiat Aswaja yang mengingkari teladan guru-gurunya. Sayang, gurunya sendiri dibelakangi.
* SEMAKIN manusia berilmu, semakin bijak sikapnya.
* Shalahuddin Al Ayyubi rahimahullah, sebagai pengikut Asy’ariyah; beliau tak akan sukses merebut Baitul Maqdis dan memenangi Perang Salib; sebelum MENYATUKAN FRONT ISLAM di Mesir, Al Jazirah, dan Syam.
* Seharusnya kita paham, mana HAK PRIBADI untuk memilih suatu pendapat; dan mana HAK UMMAT yang secara mutlak butuh persatuan.
* Nabi Saw mensyariatkan SHALAT JAMAAH. Bahkan Shalat Tarawih Ramadhan. Esensinya adalah IBADAH UKHUWWAH antar sesama Muslim.
* Apa Anda berniat mengingkari Syariat Sayyidul Mursalin Saw juga? Jangan ya.
* Semoga kita dapat mengambil hikmah. Amin ya Rabbana.

(OnFire).


Kyai Aswaja Ridha dengan Persaudaraan

Juli 1, 2015

* Mantan Kasad, sekarang jadi Menteri Pertahanan, Jendral Ryamizard Ryacudu, pernah mengingatkan, ada sekitar 50.000 agen asing berkeliaran di Indonesia. Belum lama lalu beliau mengecam Iran yang selalu jadi biang onar dimana-mana.
* Ketika ditanya CIRI OPERASI INTELIJEN, kata beliau pro perpecahan, pro konflik, anti persatuan.
* Masih ingat, penjajah Belanda mencengkeramkan kuku imperialisme dengan strategi DEVIDE ET IMPERA.
* Masih ingat, strategi “belah bambu” yang dijalankan Ali Murtopo & LB. Moerdani di era Orde Baru? Mereka menyanjung sebagian Muslim dan menginjak Muslim yang lain.
* Ingat pula, KH. Hasyim Asyari di zaman Jepang prakarsai terbentuknya MIAI (Majelis Islam A’la Indonesia); nanti jadi cikal bakal Masyumi. Orientasinya jelas: MENYATUKAN BARISAN KAUM MUSLIMIN, BAIK ANGGOTA MIAI ATAU BUKAN.
* Ingat juga, KH. Abdur Rasyid Syafi’i, putra KH. Abdullah Syafi’i, keduanya ulama Aswaja Betawi. Tapi mereka LEGOWO dengan persatuan Ummat. KH. Abdur Rasyid sebagai sesepuh di FUI (Forum Ummat Islam).
* Janganlah kaum Muslimin Nusantara terjerumus konflik Aswaja Vs Wahabi. Pastilah Syiah yang akan mengambil kebahagiaan dari konflik ini. Nanti, kalau Aswaja dan Wahabi, sudah sama-sama hancur; Syiah akan ambil kekuasaan (agama) di negara kita.
* Apa Anda tidak melihat prahara di Suriah, Irak, Yaman, Afghan, Libanon? Di negara-negara itu MAYORITAS ASWAJA, bukan Wahabi.
* Anda ingin kehancuran negeri-negeri itu terjadi di Nusantara?

(Mine).


Apakah Syiah Saudara Kita ?

Juli 1, 2015

++ Pak, ada yang bilang, Syiah itu saudara kita, sesama Muslim.
>> Esensi persaudaraan adalah saling mencintai, menghormati, tolong-menolong, saling menjaga. Tanpa ini semua persaudaraan jadi tanpa makna.
++ Seperti apa konsep persaudaraan dalam Islam? Mohon penjelasannya?
>> Saudara yang dikenal dalam agama kita ada 4 bentuk, yaitu:
(a). Saudara NASAB, karena faktor keturunan, seperti Yusuf dan saudara-saudaranya. Termasuk di dalamnya kekerabatan dengan kakek, nenek, paman, bibi, keponakan, sepupu, dll.;
(b). Saudara karena pernikahan. Suami-istri, ipar, mertua, semula orang lain jadi saudara;
(c). Saudara SEBANGSA, seperti Nabi-nabi dan kaumnya, meskipun nantinya mereka berpisah jalan;
(d). Saudara dalam AGAMA, saudara seiman sekeyakinan, seperti dikatakan: “Innamal mu’minuna ikhwah” (org-org Mukmin itu bersaudara).
++ Katanya, orang Syiah itu masih shalat menghadap Ka’bah, jadi masih saudara.
>> Orang Ahmadiyah juga shalat hadap Ka’bah. Orang JIL juga hadap Ka’bah. Snouck Hurgronje juga dulu shalat hadap Ka’bah. Orang Jahmiyah hadap Ka’bah. Orang Qaramithah dulu juga hadap Ka’bah. Itu tidak menjamin.
++ Dalam Surat At Taubah 11, di sana ada kata IKHWANUKUM FID DIN, saudaramu seagama.
>> Bagaimana sifatnya?
++ Bertaubat, menegakkan shalat, membayar zakat. Hanya itu.
>> Tapi kamu tidak perhatikan ayat sebelum dan sesudahnya. Ayat itu bicara tentang orang-orang musyrik.
++ Maksudnya?
>> Mereka membuat kerusakan, melanggar janji, tidak memberi rasa aman, tidak memelihara kekerabatan, melecehkan agama, merusak sumpah, berdusta dalam ucapan, dll. Jika mereka BERTAUBAT dari semua itu, lalu mengerjakan shalat dan zakat, barulah jadi TEMAN SEAGAMA kita.
++ Apa kaitannya dengan orang Syiah?
>> Lha, kelakuan musyrikin itu kan IDENTIK dengan kelakuan orang Syiah. Perbuatan mereka serupa orang musyrik.
++ Bisa disebutkan?
>> Kalau mereka saudara kita, pasti akan MEMBERI RASA AMAN, MEMENUHI JANJI, TIDAK MENGGANGGU, TIDAK MENGKAFIRKAN KITA, TIDAK BERDUSTA, TIDAK MELECEHKAN AGAMA KITA, dan lain-lain. Kenyataannya, kaum Syiah selalu melakukan itu semua. Di mana ada Sunni, selalu mereka berusaha memurtadkan dari ke-sunni-annya.
++ Bukankah Sunni-Syiah masih saudara?
>> Ya itu tadi, apa bukti persaudaraan itu? Cuma omong kosong kan? Kata Al Qur’an: “Yurdhunakum bi afwahihim, wa ta’ba qulubuhum” (mereka menyenangkan kamu dg mulut-mulut mereka, padahal hati-hati mereka menolak). At Taubah 8.
++ Adakah suatu hakikat kuat yang bisa menyingkap kesamaran ini?
>> Ada. Rasulullah Saw bersabda: “Al muslimu akhu al muslimi. Laa yazhlimuhu, wa laa yahqiruhu, wa laa yakh-dzuluh. Kullul muslim alal muslimi haramun damuhu, wa maaluhu, wa ‘irdhuh” (seorang Muslim Saudara Muslim lain. Tidak boleh menzhalimi, merendahkan, membiarkan. Setiap Muslim atas Muslim lain diharamkan darah, harta, kehormatannya). HR. Muslim. Sedang kaum Syiah terkenal segala kezhalimannya atas Sunni; baik di Iran, Irak, Libanon, Suriah, Yaman, Afghanistan, dll. Pastinya mereka bukan saudara kita.
++ Kalau kita di Iran, apa boleh makan sembelihan mereka?
>> Misalnya di Teheran, tak ada satu pun masjid Sunni di sana. Tapi sinagog Yahudi dan gereja, banyak. Maka itu seperti kondisi di wilayah minoritas Muslim. Jangan makan sembelihannya, sampai ada kepastian bahwa si penyembelihnya benar-benar Sunni. Menyembelih dengan menyebut nama Ali, Hasan, atau Husein, pokoknya yang selain Allah, TIDAK DITERIMA sembelihannya.
++ Tapi ada ustadz atau ahli agama yang mendakwahkan bahwa Syiah adalah saudara kita.
>> Ya jangan diikuti pendapatnya. Masih banyak pendapat ulama-ulama yang memperingatkan Syiah. Lagi pula bahaya Syiah ini sudah diperingatkan sejak RIBUAN tahun lalu oleh para ulama.
++ Jadi mestinya bagaimana? Syiah bukan saudara kita?
>> Kalau saudara, pasti akan jelas sifat-sifatnya. Wong, mereka umumnya hanya menawarkan permusuhan terhadap kaum Sunni. Di mana ada Syiah, selalu berusaha men-syiah-kan kaum Sunni. Mereka ingin mengubah RUKUN ISLAM dan RUKUN IMAN kita, diubah ke versi agama mereka.
++ Oke, baik kalau begitu. Terimakasih.
>> Sama-sama. Barakallah fikum wa lil qaari’in.

(Mine).


Kiat Jadi SAKTI…

Juli 1, 2015

Tip hebat yang hanya bisa dilakukan di bulan RAMADHAN…

* Caranya mudah. Setelah Shalat Shubuh, sehabis Sahur, jangan TIDUR. Tapi olah raga.
* Olah raga sampai badan panas, kantuk hilang. Super kalau sampai keringatan.
* Lawan dorongan kantuk dg olah raga.
* Ini kan Ramadhan bulan BERKAH. Insya Allah usaha kita itu akan sukses. Allah akan beri “kesaktian”.
* Tapi saya sendiri belum sukses melawan “tidur pagi” saat Bulan Shaum. Smoga kali ini Allah beri taufiq. Amin.
* SAKTI: Sehat Afiyat KuaT Indah.

Semoga bermanfaat. Amin.

(WeAre).


Guyonan Ayahku…

Juli 1, 2015

* Ayahku hanya PNS biasa. Malah golongan grassroot. Tapi beliau punya latar belakang seniman juga.
* Kalau kakek, ayah ayahku, orang pesantrenan. Dari kecil masuk pesantren sampai dewasa. Kerjanya hebat: cari rumput, lalu dijual untuk para peternak. Tukang ngarit, istilah Jawanya. Kerja dari tangan sendiri.
* Sense of humor menurun dari ayah. Kalau ibuku, serius, kritis, sering mengkritik ketidak-adilan. Sejak kecil, beliau “mentor politik” saya.
* Salah satu humor khas yang pernah ayah tinggalkan. Dia pernah bilang: “Kamu itu jangan terlalu MERESAPI!”
* Ketika kata-kata itu diucapkan sambil tersenyum, aku tahu pasti maksudnya bercanda.
* “Iya, kamu jangan MERES SAPI. Nanti kasihan sapinya.”
* Jujur, saya masih suka geli kalau ingat candaan-candaan beliau.
* Semoga Allah merahmati, memaafkan, dan memuliakan beliau; dan kita semua di sini. Amin ya Mujibas sa’ilin.

==> Bulan April 2004 ayahku wafat. Beberapa hari lalu, 22 Juni 2015, Ibuku wafat. Inna lillahi wa inna ilaihi ra’jiun. Allahummaghfir lahuma warhamhuma wa ‘afihima wa’fu ‘anhuma. Amin.

(Abah Syakir).


Mengenal Dunia Medsos…

Juli 1, 2015

* Medsos adalah: “media sosial” (…halah wagu, sudah pada tahu).
* Maksudku…ini agak serius. Biasanya kan “media” itu dimaknai “sumber informasi”. Nah, gimana kalo stiap orang jadi sumber informasi? Smua org jadi “media”? Itulah dia medsos.
* Medsos lebih dahsyat dari DEMOKRASI. Kalo demokrasi kan 5 thn skali, seputar politik, tidak interaktif. Medsos saban detik aktif, smua bidang kehidupan, interaktif pula.
* Peluang ada masalah di medsos lebih besar ketimbang demokrasi. Katanya di Indonesia ada skitar 70 jutaan pengguna aktif internet.
* Di dunia medsos ini berlaku hukum: “Sekali Anda salah melempar (status), secepat itu masalah tersebar.” Maka harus hati-hati selalu.
* STAY saja pada jati diri dan kemampuan Anda! Nanti juga akan populer. Ha ha ha. Nyari populer ya…
* Jangan aneh-aneh, apalagi sampai membuat blunder. Diulang-ulang lagi. Jangan ya…
* Jangan selalu menuntut orang lain “akan baik & bijak”. Kita di dunia “info viral” kawan. Ini dunia dengan speed tinggi.
* Ibaratnya, main di arena MotoGP. Gak bisa banyak basa basi, kulo nuwun, permisi dulu… Yah ketinggalan nanti.
* OKE… Berhati-hati ya. Di sana ada yang mengawasimu (termasuk siap melempar sihir pengecut, kalau mereka marah).
* Nas’alullah al ‘afiyah fid dini wad dunya wal akhirah.

(NowSir).


Warisan Agung KH. Hasyim Asyari

Juli 1, 2015

Bismillahir rahmaanir rahiim.

* Beliau wafat pada 7 September 1947. Dalam usia sekitar 72 tahun. Dimakamkan di Jombang.
* Beliau wafat kurang dari 2 tahun sejak berdiri MASYUMI pada 7 November 1945. Kalau wafat beliau mundur 2 bulan, berarti pas 2 tahun usia Masyumi.
* Beliau adalah KETUA DEWAN SYURO Masyumi. Dewan Syuro gitu lho… Pasti jabatan hebat kan. Coba lihat betapa kuatnya posisi Ketua Dewan Syuro PKS, PPP, atau PBB.

Wasiat Persatuan Ummat

Wasiat Persatuan Ummat


* Beliau wafat dalam keadaan wadah politik Ummat Islam MASIH SATU.
* KH. Hasyim Asyari wafat meninggalkan Jum’iyah besar. NU tentunya.
* Beliau dijuluki Hadratus Syaikh, karena mengarang kitab-kitab ilmiyah dan fatwa-fatwa, dalam bahasa Arab Fusha yang baik & kokoh.
* Beliau juga MEWARISKAN teladan hebat bagi Ummat, antara lain:

[1]. Sikap lapang dada kepada yang berbeda pendapat.
[2]. Membina persaudaraan dan persatuan Ummat.
[3]. Menghormati hasil musyawarah dengan sesama elemen Ummat.
[4]. Peduli kepentingan politik Ummat.
[5]. Sikap Zuhud dunya, terutama terhadap jabatan birokrasi.

* TERNYATA, kualitas ilmu, adab, pengalaman hidup sangat berarti dalam membentuk sikap HIKMAH.
* Dalam perbedaan pandang, Sang Hadratus Syaikh telah menempatkan perkara UKHUWAH UMMAT pada porsi yang elegan.
* Setelah itu… Nggih terserah Njenengan sedoyo. Terserah Anda semua.
* Mari kita isi bulan Ramadhan kali ini dengan sebaik-baik amal.

Alhamdulillahi Rabbil ‘alamiin.

 


Ikuti

Kirimkan setiap pos baru ke Kotak Masuk Anda.

Bergabunglah dengan 222 pengikut lainnya.