Teori Evolusi di Mata Harry Sufehmi

Polite Edition & Sweety… Peace ahhh! Peace ahhh! Peace ahhh!

Pandangan Mas Harry Sufehmi tentang Harun Yahya:

Setahu saya Harun Yahya memang bermasalah buku-bukunya. Ini kita belum melihat masalah hukum ybs alami di negaranya karena berbagai tindakan kriminal ybs / grupnya ya.

Kalau masalahnya mengutip data-data seperti film, gambar, statistik, dll. itu sih soal tradisi kutip-mengutip saja. Di dunia ilmiah biasa. Dalam presentasi-presentasi ESQ Ary Ginanjar juga banyak yang mengutip karya orang lain. Mungkin bisa dijelaskan sisi “bermasalahnya”.

Buku “Athlas Penciptaan” bisa mengguncang Eropa Amerika. Itu sebuah bukti kongkret bahwa karya mereka diapresiasi oleh dunia.

Sejak pertama kali buku Harun Yahya terbit, saya perhatikan bahwa ada kecenderungan pseudoscience disitu. Pseudoscience itu seperti sains, tapi sebetulnya bukan. Biasanya penafsiran yang dipaksa-paksakan agar seperti sains yang ilmiah.

Contoh buku pseudoscience yang mungkin lebih masyhur adalah soal Matahari Mengelilingi Bumi :
http://harry.sufehmi.com/archives/2006-06-22-1188/

Istilah pseudoscience itu serius. Tetapi sudahlah, tak apa.

Sampai saat ini teori atom, teori relatifitas, teori geosentris, dst. sampai sekarang masih sebatas teori. Ia seperti kerangka berpikir, padahal bukti materialnya belum ada. Bahkan teori Big Bang pun masih sebatas teori! Belum ada buktinya, selain hanya dugaan-dugaan saja.

Karya Harun Yahya telah diterima di jurnal-jurnal ilmiah dunia. Bahkan pemikiran beliau tentang “creation facts” selaras dengan pemikiran para pendukung “intelligence design” yang marak di dunia internasional saat ini. Harun Yahya juga diapresiasi oleh sebagian publikasi National Geographic, meskipun mereka media pro evolusi.

Soal buku “Matahari Mengelilingi Bumi” itu beda. Ia lebih dekat ke arah buku ilmiah dinniyyah. Bukan sains murni.

Yang lebih terkenal lagi adalah ketika Injil dipaksa menjadi Book of Sains. Akibatnya cukup konyol dan fatal; seperti dogma bahwa bumi diciptakan dalam waktu 6 hari, umur bumi baru 4000 tahun, matahari mengelilingi bumi, dst. Dan yang berani menyampaikan hal yang berlawanan musti siap kehilangan nyawanya.

Apa yang terjadi ketika kemudian ditemukan bukti-bukti bahwa bumi tercipta dalam waktu yang sangat lama, umur bumi sudah berjuta-juta tahun, dan sebenarnya bumi yang mengelilingi matahari ? Injil menjadi bahan tertawaan di seluruh dunia.

Anda bilang, TELAH DITEMUKAN BUKTI-BUKTI BAHWA BUMI TERCIPTA SELAMA JUTAAN TAHUN.

Apa yang disebut BUKTI disana? Sulit diperoleh buktinya?

Katanya bumi diciptakan selama jutaan tahun, lalu siapa yang bisa membuktikan, kalau bukan manusia yang usianya jutaan tahun juga? Iya kan.

Artinya, data-data sains itu masih mentah, cuma kira-kira saja, bukan fakta sesungguhnya. Sebagai kira-kira, bisa salah, bisa benar. Tapi tak ada yang tahu pasti, selain Allah Yang Maha Hidup.

Dalam Al Qur’an juga dikatakan alam-semesta diciptakan selama 6 hari (sittati aiyam). Tapi tentu 6 harinya bukan 6 hari seperti kita, tetapi 6 hari dalam hitungan Allah. Atau bisa dipahami, dalam 6 proses/tahapan.

Jadi terus terang saya prihatin sekali melihat Harun Yahya memulai trend ini di Islam. Al Quran adalah petunjuk & pencerahan untuk hidup kita. Bukan buku ilmu pengetahuan.

Memang Al Qur’an adalah Kitab Suci untuk menjalani hidup. Tapi harus ingat, Al Qur’an banyak sekali memberi dorongan agar manusia memikirkan alam semesta ciptaan Allah. Di antara ayat-ayat Al Qur’an ada yang kemudian terbukti melalui sains modern. Al Qur’an memberikan semangat kepada manusia untuk menggali sains material, meskipun Al Qur’an tidak lantas berubah menjadi “the science book”.

Tapi oleh Harun Yahya malah dipaksakan agar Quran menjadi book of science, walaupun dengan berbagai argumen yang cukup konyol.

Jangan bilang konyol, itu saru sekali. Masalahnya mereka sudah mengorbankan hidupnya untuk membela Fakta Penciptaan dalam alam pikiran materialis manusia modern.

Saya pernah dialog dengan seorang dokter doktor, ahli di bidang neurologi. Dia juga sangat apresiatif dengan karya-karya Harun Yahya, sedangkan studi dia tentang perilaku sel-sel tubuh manusia.

Contohnya adalah perlawanannya terhadap evolusi. Harun Yahya (HY) ngotot bahwa teori evolusi keliru. Padahal, masih bisa ada kemungkinan lainnya. Seperti, bisa saja evolusi & penciptaan terjadi bersama-sama; menilik berbagai fakta saat ini seperti masih tetap tidak ditemukannya “missing link” antara monyet & manusia. Namun, HY tetap ngotot dengan penafsiran Quran versinya sendiri.

Dalam satu wilayah/ekosistem tidak mungkin terjadi dua fakta sekaligus, satu berjalan sesuai evolusi, lainnya berjalan sesuai penciptaan. Kalau begitu hasilnya akan disharmoni. Apa Anda lihat alam semesta ini dalam instable condition? Hukum yang berlaku bagi sains itu ya satu.

Memang ada evolusi fisik, tetapi sifatnya sangat terbatas, misalnya berubah warna kulit, berubah bentuk hidung, berubah ketinggian, dan semacam itu. Bukan evolusi binatang jadi manusia ala Darwin itu.

Evolusi tak ada kemungkinan ia benar. Ia salah total. Argumennya sederhana? Bisakah evolusi dipraktekkan secara empirik di laboratorium-laboratorium biologi? Itu saja, kalau dia “ilmiah”.

Bagaimana kalau nanti kemudian terbukti bahwa teori evolusi ternyata benar ? (dan data-datanya sampai saat ini sudah kuat sekali). Berbahaya sekali, karena jadi terkesan bahwa Al-Quran keliru !

Disini ini intinya akidah evolusi. Pertanyaannya, bagaimana membuktikan evolusi itu benar? Bagaimana caranya? Menunggu kita bisa hidup selama ribuan atau jutaan tahun?

Evolusi adalah ilmu syaitan, sebab disana manusia tidak ada satu pun yang bisa secara meyakinkan membuktikan hal itu. Tidak ada manusia yang mampu hidup panjang, ribuan, jutaan tahun. Di titik kelemahan itulah, syaitan mengambil kesempatan untuk menyesatkan manusia.

Untuk mematahkan evolusi sebenarnya mudah saja. Di dunia sains dikenal prinsip “kekekalan massa”. Massa tidak bisa diciptakan (oleh selain Allah) dan tidak bisa dimusnahkan.

Implementasinya, dalam kehidupan alam ini terdapat sangat banyak variasi materi/unsur-unsur/komponen-komponen. Menariknya, semua unsur-unsur itu independen dan dapat berbaur dengan lainnya melalui mekanisme biologis, fisik, atau kimiawi.

Selanjutnya, setiap unsur itu tidak bisa menjadi unsur lainnya, ia berdiri sendiri, independen. Bercampur bisa, berinteraksi bisa, aksi-reaksi bisa, tetapi berubah wujud dari satu unsur menjadi unsur lain yang sama sekali lain, itu tidak pernah terjadi. Jika terjadi, tentu akan kacaulah alam semesta ini.

Sementara doktrin Darwin dengan evolusinya adalah: perubahan spesies dari satu bentuk ke bentuk spesies lain. Ini tidak pernah terjadi selama-lamanya. Kalau terjadi seperti itu, pasti alam semesta akan kacau. Tidak harmoni seperti yang kita lihat saat ini.

Padahal sebenarnya yang keliru adalah ***penafsiran*** Quran versi HY. Karena itu sebaiknya kita hindari memaksakan Quran menjadi book of science. Takutnya belakangan malah menjadi fitnah.

Al Qur’an berisi sains, meskipun kebanyakan berupa isyarat-isyarat yang mendorong manusia melakukan pencarian. Contoh, tentang “dua air laut yang tidak bercampur”. Juga bisa berupa analogi yang bisa diterjemahkan lebih detail sesuai perkembangan wawasan manusia. Contoh, perkembangan manusia dalam rahim. Oleh Dr. Maurice Buchaile, al alaq itu diterjemahkan sebagai = yang menggantung. Dari kacamata bahasa ‘Arab, hal itu bisa dimaklumi.

Makin disayangkan lagi karena kelakuan HY di negara asalnya adalah bergaya charlatan :
http://kun.co.ro/2008/04/03/mr-charlatan/

Di Turki sudah masyhur mengenai masalah sekte ybs. Namun informasi dalam bahasa Inggris sulit ditemukan. Salah satunya misalnya adalah ini :
http://timpanogos.wordpress.com/2008/05/15/adnan-oktar-creationist-crash-much-ra\
cier-in-spanish/

WordPress.com berhasil diblokir total di Turki oleh pengacara HY : http://en.blog.wordpress.com/2007/08/19/why-were-blocked-in-turkey/

Yang menarik di komentar-komentar pada posting tsb cukup banyak informasi lebih lanjut mengenai HY. Tapi hati-hati & tetap kritis, jangan telah semuanya mentah-mentah, karena ada juga yang sudah terjerumus pada kebencian buta pada HY / tidak rasional lagi.

HY juga sudah terbukti mencuri bahan-bahan untuk bukunya :
http://forbiddenmusic.wordpress.com/2008/01/09/atlas-of-creation-by-harun-yahya/

Bahan bacaan tambahan:
http://kun.co.ro/2008/02/02/harun-yahya/

Mudah-mudahan cukup memberikan gambaran tambahan mengenai Harun Yahya dan kelompoknya. Salam, Harry.

Sebagai wacana kritis tak apa, lebih beragam pandangan lebih baik, untuk mematangkan diri, meningkatkan kedewasaan. Tetapi juga jangan “terbawa arus” oleg suara sayup-sayup. Sebab akan selalu ada kontra pandangan, sampai kapanpun.

For @ All yang tidak berkenan, maapin ya…every good things must go on…special for Mas Harry, maap suraap deh. Salam kenal dan persaudaraan Islam.

=== AMW ===

Iklan

11 Responses to Teori Evolusi di Mata Harry Sufehmi

  1. sufehmi berkata:

    Assalamu’alaikum wr. wb,

    Terimakasih untuk tanggapannya. Kelihatannya ada banyak miskomunikasi, saya akan coba klarifikasi satu persatu :

    Masalahnya apa, mengutip data-data seperti film, gambar, statistik, dll. ? Apa itu masalahnya? Itu sih soal tradisi kutip-mengutip saja. … Jangan paranoid lah, Mas Harry!

    Masalahnya bisa dibaca di penjelasan saya di paragraf2 berikutnya.

    Jangan langsung emosional dulu 🙂

    Anda juga sok saintis! Memakai istilah pseudoscience segala.

    Bukan sok saintis, tapi saya tidak tahu padanannya yang tepat dalam b.Indonesia apa.

    Kalau Anda tahu, silahkan kabarkan saja.

    Jangan malah langsung berburuk sangka / su’udzhon.

    Anda bilang, TELAH DITEMUKAN BUKTI-BUKTI BAHWA BUMI TERCIPTA SELAMA JUTAAN TAHUN.

    Ya Allah, hai Herry, apa yang Anda sebut BUKTI itu? Bukti apa ya?

    Katanya bumi diciptakan selama jutaan tahun, lalu siapa yang bisa membuktikan, kalau bukan manusia yang usianya jutaan tahun juga? Iya kan.

    Makanya Rasulullah saw menyuruh kita untuk menyerahkan suatu urusan kepada ahlinya 🙂

    Ahli nuklir (termasuk ada kawan-kawan saya, dan MUSLIM) sudah lama tahu cara untuk mengukur umur suatu benda dengan mengukur tingkat radioaktivitas karbon nya.

    Apakah Anda akan menyerahkan urusan kesehatan Anda kepada ahli komputer? Tentu tidak.

    Sekali lagi, serahkan urusan kepada ahlinya masing-masing; kecuali kalau kita lebih suka membangkang kepada Rasulullah saw.

    Anda menyerang keras Injil, padahal saat yang sama Al Qur’an juga mengatakan informasi yang mirip itu.

    Wah ini salah paham besar.

    Saya TIDAK menyerang Injil maupun Al-Quran.

    Yang saya kritik adalah PENAFSIRAN injil / Quran yang ngawur.

    Saya lebih prihatin lagi dengan kebodohan Anda, dengan subyektifitas Anda, dan rasa hasad kepada sesama Muslim.

    alhamdulillah, mudah-mudahan semua tuduhan & prasangka buruk antum ini menjadi tabungan hasanah saya di akhirat kelak

    Kalau Si Herry ini malah kesannya sekuler. Ingin memisahkan antara sains dan Al Qur’an.

    Salah paham lagi; saya cuma berusaha untuk mengembalikan penafsiran Quran ke cara yang benar.

    Bukan dengan seenaknya seperti yang dilakukan oleh beberapa pihak yang tidak paham, sehingga penafsirannya keliru secara sains.

    Padahal ada penafsiran lainnya yang tetap benar dari teks / ayatnya (tidak bertentangan), dan juga tidak bertentangan dengan fakta sains (sunnatullah) sejauh ini.

    Susah kalau bukan ahlinya tapi sok tahu menafsirkan Quran. Akhirnya Quran jadi ditafsirkan bertentangan dengan Sunnatullah.
    Na’udzubillah min dzalik.

    Anda itu sudah dibakar rasa hasad, mata otaknya buntu. Tidak mau melihat kebaikan orang lain, sakit kalau melihat ada prestasi gemilang di kalangan Islam.

    Alhamdulillah, tabungan hasanah saya bertambah lagi insyaAllah 🙂

    Justru jalan pikiranmu yang konyol. Masak dalam satu wilayah/ekosistem bisa terjadi dua fakta sekaligus, satu berjalan sesuai evolusi, lainnya berjalan sesuai penciptaan. Kalau begitu kacau dong. Apa Anda lihat alam semesta ini kacau? Hukum yang berlaku bagi sains itu ya satu.

    Jadi Anda katakan bahwa Allah TIDAK mampu melakukan ini ?

    Apakah Anda mengingkari bahwa Allah adalah yang Maha Kuasa untuk melakukan apa saja ?

    Hati-hati akhi, jangan sampai emosi kita jadi menutupi hati & akal yang telah dianugerahi oleh Allah swt; dan malah jadi mengingkari kekuasaan Allah swt.

    Selanjutnya, setiap unsur itu tidak bisa menjadi unsur lainnya, ia berdiri sendiri, independen. Bercampur bisa, berinteraksi bisa, aksi-reaksi bisa, tetapi berubah wujud dari satu unsur menjadi unsur lain yang sama sekali lain, itu tidak pernah terjadi. Jika terjadi, tentu akan kacaulah alam semesta ini.

    Sementara doktrin Darwin dengan evolusinya adalah: perubahan spesies dari satu bentuk ke bentuk spesies lain. Ini tidak pernah terjadi selama-lamanya. Kalau terjadi seperti itu, pasti alam semesta akan kacau. Tidak harmoni seperti yang kita lihat saat ini.

    Pemahaman Anda tentang fisika & biologi dasar sepertinya cukup kacau balau.

    Secara ringkas; coba Anda pelajari tentang DNA dulu. Dari situ bisa dilacak berbagai tahap evolusi.

    Kalau Anda tidak percaya dengan ilmuwan KAFIR, ada banyak ilmuwan MUSLIM yang bisa membantu Anda dalam hal ini.

    Kalau jiwa sudah memusuhi, akan ketemu 1001 jalan untuk menolak.

    Betul sekali !

    Semoga Allah swt akan selalu menunjukkan antum ke jalan yang lurus, amin.

    Wassalamu’alaikum wr. wb,
    Harry Sufehmi

  2. nurhadihusna berkata:

    assalammu alaikum. salam kenal

  3. abisyakir berkata:

    Wa’alaikumsalam warahmatullah wabarakaatuh.

    Oh ya, terima kasih. Salam kenal kembali. Terimakasih sudah berkunjung. Kalau ada akses, insya Allah nanti ada “kunjungan balasan”.

  4. *Masih ketawa – ketawa setalah baca selama 30 menit* 😆

  5. abisyakir berkata:

    Ketawa kenapa ya…
    Soal “polite edition”?
    Kalau iya, terimakasih…
    Anda masih sehat…he he he.
    Becanda, jangan dianggap serius.

    Emang, tadinya, ini diskusi dengan kata-kata
    keras. Tapi ya sudahlah, kalem-kalem aja.

    Tapi kalo soal “teori evolusi”…
    Bolehlah, kita diskusi dikit-dikit disini.

    Nama Anda “londo” banget ya…
    Tapi saya lihat, Anda orang Bandung ya?

    Salam kenal, saya di Cimahi.

  6. Dana berkata:

    Assalamu’alaikum,

    Salam kenal, mungkin agak terlambat karena kebetulan saya membaca tulisan antum di swaramuslim.

    Saya sempat mengikuti debat di blog saudara hery mengenai matahari mengelilingi bumi dan untuk topik ini saya lebih memilih kontra dengan buku tersebut karena bersifat doktrin dan menganggap tulisan dalam buku tersebut sudah pasti, ketika kita meragukannya maka kita langsung dibenturkan dengan Al-Qur’an walaupun sebenarnya adalah masalah penafsiran yang bisa jadi ada perbedaan (tergantung luas tidaknya ilmu seseorang – saya termasuk yang sempit ilmunya 🙂 ). Okelah kita tinggalkan masalah ini dan biarkan waktu yang membuktikan dan hanyalah Allah SWT sebagai Zat yang maha mengetahui akan segala sesuatu. Sedangkan untuk masalah Evolusi, disini saya harus kontra denga mas Hery dan sekata dengan antum, karena semakin banyak ilmuan barat yang pro dengan teori kreasionisme atau penciptaan, dan fakta bahwa teori darwin merupakan doktrin yang hanya didasarkan pada hipotesa belaka, sejak SMP saya sudah mempertanyakan teori yang sangat tidak masuk akal ini, sebagai contoh sederhana ada komunitas dayak yang memberi beban pada telinga perempuan2 mereka sehingga memanjang, apakah berarti para keturunannya akan mempunyai telinga panjang? disini teori evolusi berkelit dengan menambahkan jangka waktu tertentu agar evolusi bisa terjadi, permasalahannya perlu berapa waktu? Mengenai harun yahya, saya berpendapat bahwa beliau hanya mencoba mencari buki atas rahasia kalam Allah SWT yang tertulis di dalam Al-Qur’an, bukan berarti beliu mencoba membuat Al-Qur’an sebagai book of science, bukankah Al-Qur’an adalah kitab panduan hidup mahluk-Nya untuk menjalani hidup di dunia tidak terkecuali science? kalaupun ada kontra harun yahya di turki itu sesuatu yang wajar karena turki adalah negara sekuler yang sangat konservatif melebihi “mbahnya” sekuler, yaitu negara2 barat, maka wajar ada penolakan2.

    Wallahu’alam, wassalamu’alaikum.

  7. abisyakir berkata:

    @ Dana

    Ahlan wa sahlan. Terimakasih sudah berkunjung.

    Wah, Anda termasuk akhwat (maybe) yang serius juga ya, alhamdulillah. Ya memang harus ada yang serius, jangan hanya pintar dandan…he he he. Maaf, tidak bermaksud mengusik “kefeminiman”, hanya dorongan agar lebih giat belajar. Just it!

    Soal evolusi, saya sebenarnya memiliki kajian yang cukup terpernci disini, cukup original, meskipun kesimpulan akhir seperti Harun Yahya juga. Tapi masya Allah, waktu telaah dan publikasinya yang terbatas. Maklum, kita saat ini sedang deras-derasnya menghadapi “opinion war”, jadi kadang sesuatu yang penting tidak selalu disebut prioritas. Tetapi saya setuju dengan ide “telinga Dayak” itu. Malah sebenarnya, evolusi tidak pernah terbukti sekali pun dalam eksperimen biologi di laboratorium. Ia cuma angan-angan belaka. Sebuah praduga (hipotesa) yang telah menjadi ilusi, lalu di-ideologi-sasi.

    Sayang sekali masih banyak yang curiga dengan niat baik sesama Muslim (Harun Yahya).

    Salam hormat dan persaudaraan.

    – AMW –

  8. shinka berkata:

    alam semesta adalah kitab illahi, mari baca kitab illahi alam semesta. cara para ilmuwan membaca alam semesta dg metode ilmiah, jadi gak bisa menyimpulkan bahwa sangkuriang menendang perahu lantas terbalik dan menjadi gunung tangkupan perahu..:)

  9. […] Ketika Harry Sufehmi Membela Evolusi « Abisyakir’s Weblog May 29th, 2008 11:00[…] Contoh buku pseudoscience yang mungkin lebih masyhur adalah soal Matahari Mengelilingi Bumi : http://harry.sufehmi.com/archives/2006-06-22-1188/[…] […]

  10. […] May 29th, 2008 11:52Saya sudah reply di blog ybs disini. . […]

  11. ashappe berkata:

    haha,,evolusi,,monyet ke manusia,,,,,saya tdk
    percaya, manusai adalah manusia ,dan awal
    manusia adalah manusia,bukan monyet,,,,,tapi itu
    pendapat saya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: