Melihat Sisi Kebaikan Hizbut Tahrir (HT)

Dari sekian perbedaan pandangan dengan Hizbut Tahrir, saya melihat ada sisi-sisi tertentu yang layak diakui disana, dipuji, dan antar sesama Muslim layak saling bekerjasama di dalamnya.

Ada tiga poin dari Hizbut Tahrir yang sangat Islami, yaitu:

[1] Mendukung penegakan Syariat Islam.

[2] Mendukung tegaknya Khilafah Islamiyyah.

[3] Menentang kapitalisme global.

Ketiga hal tersebut merupakan kebaikan mereka. Hal itu harus diakui dan dipuji. Bahkan kalau mau jujur, ketiga perkara tersebut adalah Sunnah Nabi Saw.

Satu, penegakan Syariat Islam, jelas merupakan Sunnah Nabi. Beliau menegakkan Islam, membangun peradaban, berdasarkan Syariat Islam. Tidak diragukan lagi, tidak ada khilaf di dalamnya. Sebelum Nabi masuk Madinah, beliau melakukan Bai’ah Aqabah dengan duta-duta dari Madinah, hingga dua kali Bai’ah. Itu artinya, warga Madinah telah meletakkan tanggannya di bawah kepemimpinan Syariat. Padahal semula yang dominan di Madinah adalah Kabilah Auz dan Khajraj. Jika mau, mereka akan menghalangi kepemimpinan Nabi.

Dua, penegakan Khilafah Islamiyyah. Ini juga sangat jelas. Hingga Nabi pernah berkata, “Alaikum bi sunnatiy wa sunnah khulafaur Rasyidina mim ba’di, adh-dhu ‘alaikum bin nawajid”. (Bagi kalian ikutilah Sunnah-ku dan sunnah Khulafur Rasyidin sesudahku, gigitlah sunnah itu dengan geraham-mu).

Sunnah Khilafah Islamiyyah kemudian diteruskan oleh dinasti-dinasti, sampai Khilafah Utsmaniyyah di Turki. Hanya sistem otoritasnya menjadi monarkhi, bukan berdasarkan keshalihan pribadi. Tapi ummat sepakat akan bentuk Khilafah Islamiyyah itu.

Tiga, anti kapitalisme.

Di antara sekian banyak gerakan Islam di dunia saat ini, yang paling peduli dan maju pemahamannya tentang praktik kapitalisme global adalah HT. Jujur saja akui apa adanya. HT paling bagus dalam memahami praktik kapitalisme tersebut. Buku Taqiyuddin An Nabhani tentang sistem ekonomi Islam banyak dipuji oleh para ahli Islam.

Di jaman Nabi kapitalisme belum sedahsyat saat ini, tetapi sudah ada. Bahkan rahim kapitalisme itu sama, yaitu: Yahudi! Anda tentu masih ingat dengan kabilah-kabilah Yahudi di Madinah.

Apa jadinya jika Rasulullah Saw. dan Shahabat tidak mengusir mereka dari Madinah? Nabi mengusir kaum Yahudi Bani Qainuqa, Bani Nadhir, Bani Quraizhah, bahkan merebut Benteng Khaibar. Jika Yahudi tetap bercokol di Madinah, peradaban Islam pasti akan selalu dirongrong mereka. Buktinya, Perang Ahzab sebenarnya adalah hasil kebusukan hati Yahudi di Madinah.

Jadi perang terhadap kapitalisme itu sudah dilakukan sejak era Nubuwwah. Hanya namanya berbeda, dan sarananya juga banyak berubah.

Disini saya setuju dan memuji perjuangan Hizbut Tahrir dalam 3 Sunnah yang telah ditinggalkan Ummat Islam tersebut. Semoga Allah menolong kita berbuat yang diridhai-Nya. Amin.

=== A.M.W. ===

Sumber: Seputar Harokah Islam, MyQuran.org, 26 Mei 2008.

28 Responses to Melihat Sisi Kebaikan Hizbut Tahrir (HT)

  1. orang awam berkata:

    Antum kenal Muhammad Yusron Anshor, Lc di Mks?
    Beliau ini paling ngerti ttg manhaj di WI Mks. Beliau pernah debat terbuka dgn HT di UNHAS Mks tentang salah satu kesesatan HT, yaitu menolak hadits2 ahad.
    Apakah menolak hadits ahad adlh slh satu upaya menegakkan syari’at Islam atau menghancurkannya!? Daulah Islamiyah model gmn nantinya!?
    Maka sy saran Antum bertanyalah kpd Beliau ttg ini.
    Juga ttg sikap Antum terhadap Ulama seperti Syaikh Muqbil dan Syaikh Rabi’ -betapapun Ulama2 tsb memiliki kesalahan- dgn kata2 yang kurang beradab, cobalah Antum tanya kpd Pak Yusron apakah pantas sikap ini dimiliki oleh seorang tholib(y)!? Dan bgmn seharusnya sikap tholibul ilmi thd Syaikh Muqbil dan Syaikh Robi’ dlm hal yg tdk disepakatinya, tanyakanlah!
    (Semoga Pak Yusron hadaahullah mendapatkan taufiq dlm membimbing org2 WI utk kembali kepada manhaj Salaf yang hakiki).

  2. abisyakir berkata:

    @ Orang Awam.

    Syukran jazakallah atas kunjungan Antum. Semoga ada manfaat yang diperoleh. Amin.

    (=) Tentang HT.

    Saya disana sudah menulis, “Sisi Kebaikan HT”. Dengan judul seperti kan sudah jelas, bahwa yang dilihat sisi kebaikannya. Kalau tentang hadits ahad, ya kita sama-sama menerima hal itu, selama shahih. Sejak saya masih kuliah, alhamdulillah kami menolak pandangan HT dalam soal hadits ahad yang terkait dengan aqidah. Malah saya sendiri pernah didebat salah seorang Ketua DKM dari teman-teman HT tentang masalah itu. Soal hadits ahad itu kita sama-sama menerima, selama shahih. Paling jauh, hadits dhaif bisa dipakai sebagai ibrah, selama bukan dalam urusan halal-haram. Sekedar sebagai ibrah saja, bukan untuk menghukumi.

    HT itu punya kebaikan lho. Seperti yang saya kemukakan, dia komitmen menegakkan Syariat Islam, komitmen menegakkan Khilafah Islam, komitmen melawan kapitalisme. Menurut Antum, dalam 3 hal itu benar apa tidak sih? [Coba dijawab dulu pertanyaan ini]. Sementara banyak Ummat Islam tidak sungguh2 memperjuangkan hal itu, di samping tentu ada juga yang sangat komitmen padanya. Alhamdulillah.

    (=) Tentang Syaikh Muqbil dan Syaikh Rabi’.

    Saya tanyakan kepada Antum, siapakah beliau? Apakah beliau Tuhan atau seorang Nabi? Jelas bukan kan. Beliau adalah ulama, begitu kan. Lalu bagaimana sikap kita kepada ulama? Apakah akan menyembah mereka, atau menyerahkan hati kita untuk mengibadahi mereka? Na’udzubillah min dzalik. Ulama itu mursyid (pemandu), bukan ilah yang diibadahi. Kalau mereka benar, diikuti, kalau salah, tinggalkan saja. Kata Ibnu Baz, “Kebenaran lebih utama dari apapun.”

    Secara umum saya menghargai para ulama. Jangankan ulama hadits, ulama tafsir, atau ulama-ulama fiqih yang telah dikenal luas ilmunya. Para ustadz yang alim seperti di Indonesia ini, saya menghargainya. Walhamdulillah. Contoh, Ustadz A. Hasan, Buya M. Natsir, Dr. Anwar Haryono, Prof. Rasyidi, Prof. Hasbi As Shidiqi, Dr. Daud Rasyid, Ustadz Mashadi, Ustadz Abu Ridho, dll. Ya, tentu menghargai secara manusiawi.

    Bukan hanya ulama dari Saudi, bahkan ulama dari Paskistan atau India, sejauh mereka memang faqih dan mujahadah di jalan Islam. Insya Allah kita menghargainya. Syaikh Albani rahimahullah, meskipun tidak semua pandangan beliau saya terima, saya tetap menghargainya.

    Adapun dalam soal Syaikh Muqbil dan Syaikh Rabi’. Ini lain masalahnya. Seandainya mereka semata-mata mengkaji ilmu dan menyebarkan ilmu secara hikmah. Tentu tidak layak mengabaikan kebaikan-kebaikannya. Tetapi yang tampak dari dua syaikh ini dan semisalnya ialah permusuhan membabi-buta terhadap gerakan-gerakan Islam yang komitmen ingin menegakkan Syariat Islam. Apa buktinya? Ya banyak tulisan-tulisan “jarah” yang mereka tulis atau sebarkan yang mencela para dai, para tokoh Islam, dan jamaah-jamaah dakwah Islam. Hal itu sudash masyhur. Bahkan bukti itu sangat terlihat dari perilaku murid-muridnya, atau para pengagum dakwahnya di Indonesia ini.

    Apa Antum akan membisu begitu saja ketika melihat kenyataan ini? Antum hanya memuji-memujinya, tanpa berani melihat kesalahannya. Khawatir, Antum telah menempatkan keduanya di maqam “uluhiyyah”. Na’udzubillah min dzalik.

    Antum mengatakan: “Semoga Pak Yusron hadaahullah mendapatkan taufiq dalam membimbing orang2 WI unt kembali kepada manhaj Salaf yang hakiki”.

    – Pertama-tama, nanti saya akan bicara dengan sebagian ustadz WI, apakah blog seperti ini masih bisa diterima atau tidak. Kalau tidak, saya akan meminta supaya saya jangan disebut di WI. Saya khawatir WI akan dirugikan oleh upaya-upaya independen seperti ini. Biarlah saya mendukung sebagai pribadi saja, tanpa harus dikaitkan dengan WI. Saya khawatir, nanti hal ini akan ganggu program mereka.

    – Antum tahu tentang manhaj Salaf hakiki? Silakan tunjukkan kepada saya. Ini email saya: langitbiru1000@gmail.com. Antum itu dan semisalnya hanya pandai mencatut nama Salaf, tetapi tidak mengerti kedudukannya.

    – Semoga Allah Ta’ala memberi hidayah dan taufiq kepada kita semua untuk mengikuti jejak Salafus Shalih dengan istiqamah. Allahumma amin.

    Terimakasih atas komentarnya.

    [AMW].

  3. khalis berkata:

    Mas kok dihilangkan komentar balasannya orang awam? Maksud ane komentar yang ke 3 di sini, kemarin ane lihat msh ada kok skarang hilang?
    Klu saran ane ya Mas, akuin aja klu salah, berterima kasih ama yg nasehatin, trus paling penting ya, tobat kpd Alloh.

  4. abisyakir berkata:

    @ khalis.

    Oh ya, “orang awam” itu aneh sekali, maka disingkirkan dari board ini. Saya sudah bilang, kalau mau diskusi banyak-banyak via e-mail. Malah dia menggeber tulisannya disini. Dan alhamdulillah, saya sudah kopi tulisan dia yang panjang itu, lalu saya jawab via e-mail ke awam@telkom.net milik dia. Biar diskusi dilanjutkan disana saja.

    Termasuk kamu juga, kalau mau diskusi banyak silakan kirim ke langitbiru1000@gmail.com. Saya tunggu disana. Jangan coba ngurusuhi, kalau kalian berlebihan, nanti ada treatmen yang akan saya lakukan, insya Allah.

    [AMW].

  5. orang awam berkata:

    Kadzabta, ana tantang Antum untuk beradu argumen di sini, agar publik bisa menilai langsung di mana sesungguhnya kebenaran berpihak. Ana tdk bersedia via email, sebab publik perlu tahu di mana penyimpangan Antum, tapi itupun kalau Antum berani mempertanggung jawabankan setiap qoul Antum. (Dan ana belum terima email Antum, mungkin error).
    Klu gini cara Antum apa bedanya Antum dengan tuduhan Antum thd blog fakta, “14. Blog FAKTA adalah cerminan manusia-manusia pengecut luar biasa. Mereka menyerang sesuka hati (sak enake udele), tetapi tidak mau berdialog, tak mau debat terbuka, bahkan sekedar memberi tempat komentar untuk menjawab tuduhan-tuduhan mereka saja, tidak sama sekali”.
    Sekarang ketika Antum tidak berani menampilkan bantahan ana kepada publik dan menjawab bantahan ana dengan jujur? Siapakah sesungguhnya “manusia-manusia pengecut luar biasa” itu?
    Sekali lagi, ana tantang Antum utk membuktikan kebenaran Aqwaal Antum selama ini.
    Hanya masalah waktu saja, insya Alloh ana akan membantah banyak perkataan Antum dgn pijakan manhaj sunnah, sungguh banyak sekali kerancuan Antum, inilah saatnya “debat terbuka” yang Antum inginkan dari blog fakta, atau minimal “sekedar memberi tempat komentar untuk menjawab tuduhan-tuduhan”, dan yang paling ana harapkan sesungguhnya adalah tobat Antum pada perkara yang Antum telah banyak salah di situ, demikian pula ana. Wallohul Muwaffiq.

  6. orang awam berkata:

    Ini bantahan ana yang Antum singkirkan, biarkan publik menilai dan buktikan kepada publik mana yang “aneh sekali” dari panjangnya bantahan ini? Apa ana potong aja lalu kirim sebagian-sebagian agar tidak kepanjangan? Gak perlu kan. Ingat Akhi, kalau Antum tidak muat bantahan ini, maka akan semakin jelas siapa sesungguhnya yang licik.
    “Inna lillahi wa inna ilaiahi roji’un, ternyata Antum lebih jahil dari yang ana sangka. Sungguh aneh bin ajaib manhaj Antum. Setelah Antum tahu HT menolak hadits ahad dlm mslh aqidah Antum masih mengatakan HT komitman menegakkan Syari’ah Islam!?
    Bahkan menolak hadits adlh kekufuran, ana msh ingat dengan jelas ketika perdebatan HT dgn M. Yusron Anshor di UNHAS Mks, Beliau membacakan firman Allah Ta’ala kpd org2 HT penolak hadits ahad: “Hendaklah takut org yg menyelisihi perintah Rosul akan ditimpa fitnah dan adzab yg pedih” kemudian Beliau menjelaskan bahwa fitnah tsb adalah kesyirikan.
    Bagaimana jalan seseorang dlm beragama akan terbimbing ketika dia berani menolak hdits Rosul shallallahu’alaihi wa sallam. Maka pastikanlah jalan mereka adalah jalan yang sesat.
    Secara mudah sj bisa Antum lihat bgmn penampilan mereka yg menyelisihi syari’ah Islam; pakaian isbal, memendekkan jenggot, alat-alat musik dlm nasyid mereka, dan mereka tdklah mengharamkan musik, jilbab tdk syar’i, dll.
    Dalam tulisan2 mereka Antum akan dapati fatwa bolehnya berpegang tangan lelaki dan wanita non mahrom, melecehkan Ulama Sunnah (Syaikh Al-Albani), menolak hadits2 ahaad yg di dalamnya meliputi banyak skali keimanan terhadap perkara2 ghoib,dll.
    Inikah syari’ah Islam yang mereka tegakkan!?
    Dakwah mereka tdk memperhatikan tauhid, pemberantasan kesyirikan, penegakkan sunnah, mempelajari sunnah, yaitu tdk memperhatikan dgn porsi yg semestinya.
    Klu Antum belajar dari kitab2 aqidah para Ulama Salaf maka Antum akan tahu bahwa tauhid dan sunnah adalah sebesar-besarnya syari’ah Islam yg hrs ditegakkan.
    Pemurnian tauhid dari noda2 kesyirikan, pembersihan sunnah dari kebid’ahan inilah tujuan dakwah Islam, bukan khilafah, baca buku Syaikh Al-Albani dalam masalah ini. Intinya khilafah itu bukan ghooyah tapi buah dan hadiah dari Allah jika kita telah menegakkan Syari’at dgn benar. Ingat, dengan benar, bukan semodel penegakkan Syari’ahnya HT,IM,JT,MMI, wa akhawaatuha.
    Sampai Ulama Sunnah seperti Syaikh Albani, murid-murid Beliau dan para Ulama lainnya telah memvonis mereka sebagai Ahlul Bid’ah, yaitu Mu’tazilah modern. Oleh krn itu engkau dapati tulisan-tulisan para Ulama yang mentahdzir mereka, agar ummat tidak tertipu dgn mereka utk kemudian bergabung dgn mereka. Lalu dgn tulisan Antum sekarang kok malah membeberkan kebaikan mereka, yang sejatinya tidak ada kebaikan tsb sbgmn ulasan di atas.
    Lalu kenapa hanya kebaikan yg Antum tampilkan!? Bahkan tanpa Antum tampilkanpun sudah jelas seorang Muslim pastilah memiliki kebaikan. Ya, seorang Muslim pasti memiliki kebaikan meski dia seorg Ahli bid’ah, tapi mengapa dalam masalah tahdzir tidak diperbolehkan kita menyebutkan kebaikan mereka (seperti dlm fatwa Syaikh Albani dan Syaikh Shalih Al-Fauzan dalam al-Ajwibah al-Mufiidah). Jawabnya karena jangan sampai ummat tertipu sehingga bergabung dgn mereka.
    Mudah-mudahan di lubuk hati Antum yang paling dalam menerima kebenaran ini.

    Kutipan dari Antum:
    Adapun dalam soal Syaikh Muqbil dan Syaikh Rabi’. Ini lain masalahnya. Seandainya mereka semata-mata mengkaji ilmu dan menyebarkan ilmu secara hikmah. Tentu tidak layak mengabaikan kebaikan-kebaikannya. Tetapi yang tampak dari dua syaikh ini dan semisalnya ialah permusuhan membabi-buta terhadap gerakan-gerakan Islam yang komitmen ingin menegakkan Syariat Islam.
    Selesai kutipan.

    Laa haula wala quwwata illa billah. Komentar yg sangat lancang dan berbahaya sekali. Selama sy bergaul dgn Ustadz2 WI tidak ada yang berani berkata seperti Antum. Karena memang tidak ada satupun Ulama Sunnah di zaman ini yang berani berkata ttg Syaikh Muqbil dan Syaikh Robi’ seperti perkataan Antum.
    Coba Antum cari apa komentar, pandangan serta fatwa Syaikh Ibnu Baz, Syaikh ‘Utsaimin, Syaikh Al-Albani, Syaikh Abdul Muhsin Al-’Abbad tentang Syaikh Muqbil dan Syaikh Robi’, adkah diantara Ulama Sunnah di zaman ini yg mengatakan bahwa kedua Syaikh tsb tdk hikmah dalam mengkaji dan menyebarkan ilmu?! Adakah yang berfatwa untuk mengabaikan kebaikan-kebaikan kedua Syaikh?! Adakah yang mengatakan kedua Syaikh secara membabi buta memusuhi harookaat islamiyah yg ada saat ini?!
    Mungkin ini yang bisa meluruskan syubhat dlm pikiran Antum:
    1. Hikmah dalam dakwah. Akhi, hikmah bukan semata-mata bersikap lemah lembut dlm dakwah, tetapi hikmah adalah mencontoh dakwahnya Salaf, yaitu terkadang kita harus keras terhadap kelompok-kelompok yang menyimpang, tidakkah Antum membaca sikap-sikap keras generasi Salaf terhadap Ahlul Bid’ah, ana ingat betul bagaimana kata2 keras M. Yusron Anshor, terhadap Qoshim Matahar tokoh IAIN Mks ketika dialog di Mks.
    Adapun tentang lemah lembut dalam dakwah juga terkadang ini yang dituntut, seperti terhadap orang2 awam yang mereka tersesat karena kebodohan mereka, tidakkah Antum membaca kisah perjalanan dakwah Syaikh Robi’ di Sudan yang diterima masyarakat luas karena kelemah lembutan Beliau?! Tidakkah Antum membaca bagaimana Syaikh Muqbil berdakwah kepada kabilah besar Wadhi’ah sehingga sampai hari ini ma’had Beliau didukung penuh oleh kabilahnya?! Itu semua karena Allah Ta’ala kemudian karena hikmah dalam berdakwah. Kalau Antum berprasangka baik kepada Ulama Sunnah, mestinya Antum katakan: “barangkali para Ulama tsb mengetahui ttg hikmah yang tdk aku ketahui, sehingga mereka bersikap keras kepada ahlul bid’ah”
    2. Tidak layak seorang tholibul ilmi mengambil sikap yang jelek seperti ini kepada Ulama seperti Syaikh Muqbil dan Syaikh Robi’, betapapun para Ulama memiliki kesalahan, ini sudah dua kali ana katakan, klu Antum tdk percaya sama ana silahkan tanya kpd Ustadz2 WI, ana kembali ingat seorang teman yang meminjam buku2 ttg Sunnah kepada Pak Yusron, diatara buku tersebut adalah “Makaanatu Ahlil Hadits” karya Syaikh Robi’. Tidakkah Antum tahu bahwa para Ulama adlh pewaris para Nabi ‘alaihimussalam?!
    3. Kedua Syaikh tidaklah memusuhi secara membabi buta yaa Akhi, hati2 lidah Antum melecehkan pewaris para Nabi, tak takutkah Engkau dengan adzab Allah Ta’ala?! Coba Antum perhatikan buku2 jarah Syaikh Robi’ terhadap Sayyid Quthub, semuanya didukung bukti dari kitab-kitab Sayyid, kemudian bantahan dari Kitab dan Sunnah serta penjelasan para Ulama Salaf, saya ingat kembali seorang Ustadz WI mengambil kitab Fi zhilalil Qur’an Sayyid Quthub dan menunjukkan kepada ana ttg penyimpangannya dalam kitab tsb
    4. Yang engkau sangka sbg gerakan2 Islam dan tokoh2 Islam yang komitmen ingin megakkan syari’ah Islam yang dijarah oleh Asy-Syaikhaani sesungguhnya adalah gerakan2 dan tokoh2 bid’ah, seperti HT di atas, silahkan baca juga buku Syaikh Al-Albani dlm menjarah HT. Juga fatwa Syaikh Ibnu Baz dalam menjarah IM, JANGAN SEMBARANG mengatakan para Masyaikh membabi buta sebelum engkau baca bukti2 ilmiahnya, point empat ini akan datang rinciannya insyaAllah Ta’ala
    Akhirnya ana katakan: Belajar Akhi, di Mks ada ma’had STIBA namanya, kurikulum Madinah dan LIPIA, ana saran ke situ krn Antum pasti tdk mau klu ana saran belajar ke markaz Syaikh Muqbil di Yaman.
    Allaahu yahdiik”.

  7. khalis berkata:

    Nah gitu dong Mas, tampilin semua yang berseberangan dengan Mas, biar fair dan tidak dituduh licik Mas.

  8. khalis berkata:

    Satu lagi Mas, kalau ane lihat gak panjang-panjang amat kok tulisannya orang awam, udah dijawab aja Mas, tapi ingat ya Mas, kalau sdh terbukti salah ya mbok tobatlah Mas. Makasih ya dimuat.

  9. pencari kebenaran berkata:

    Alhamdulillah sekarang semakin ngerti kesesatan HT, sebelumnya jadi bingung juga dengan syubhat Pak Waskito, sebab banyak Ulama-ulama seperti syaikh Albani, syaikh Ali Hasan, dll yang mengingatkan ummat agar menjauh dari HT (MENTAHDZIR HT), tapi Pak Waskito koq malah menyebutkn kebaikan-kebaikan HT. Wah, ummat bisa tertipu Pak, bahkan ternyata, sejatinya itu bukan kebaikan alias tdk ada kebaikan itu dalam HT, jadi saran saya judul di atas diralat menjadi, “MELIHAT SISI KEBURUKAN HT YANG DISANGKA KEBAIKAN”.
    Nasehat saya kepada Bpk Waskito agar bertobat dan menuntut ilmu Salaf.
    Makasih ya Pak sdh muat komen saya meski isinya kritik buat Bpk.

  10. Anti Bid'ah berkata:

    (=) Tentang Syaikh Muqbil dan Syaikh Rabi’.

    Saya tanyakan kepada Antum, siapakah beliau? Apakah beliau Tuhan atau seorang Nabi? Jelas bukan kan. Beliau adalah ulama, begitu kan. Lalu bagaimana sikap kita kepada ulama? Apakah akan menyembah mereka, atau menyerahkan hati kita untuk mengibadahi mereka? Na’udzubillah min dzalik. Ulama itu mursyid (pemandu), bukan ilah yang diibadahi. Kalau mereka benar, diikuti, kalau salah, tinggalkan saja. Kata Ibnu Baz, “Kebenaran lebih utama dari apapun.”

    Betul, tapi mbok ya harus dihormati jugalah para Ulama, jangan diremehkan dan dikasari, para Ulama jugakan manusia biasa yang mungkin salah, tapi salahnya seorang mujtahid kan tetap berpahala lho. Semua Ulama Ahlus Sunnah maksudnya, baik zaman dulu maupun sekarang. Semoga sampeyan meralat kata-kata kasar sampeyan kepada Ulama. Amin.

  11. abisyakir berkata:

    Orang awam:

    “Kadzabta, ana tantang Antum untuk beradu argumen di sini, agar publik bisa menilai langsung di mana sesungguhnya kebenaran berpihak. Ana tdk bersedia via email, sebab publik perlu tahu di mana penyimpangan Antum, tapi itupun kalau Antum berani mempertanggung jawabankan setiap qoul Antum. (Dan ana belum terima email Antum, mungkin error).”

    Jawab:

    Saya tidak suka kalian ngusuhi blog ini. Itu alasannya.

    Kalau mau, dimana blog Antum, saya masuk ke saya. Bagaimana? Setuju tidak?

    Ini blog saya, saya bisa menerapkan kebijakan yang baik, biar orang lain yang datang kesini merasa nyaman.

    Kamu bilang e-mail itu error, padahal jelas dalam gmail disebutkan sudah terkirim. Yang salah google atau niat baik kamu ya?

    “Klu gini cara Antum apa bedanya Antum dengan tuduhan Antum thd blog fakta, “14. Blog FAKTA adalah cerminan manusia-manusia pengecut luar biasa. Mereka menyerang sesuka hati (sak enake udele), tetapi tidak mau berdialog, tak mau debat terbuka, bahkan sekedar memberi tempat komentar untuk menjawab tuduhan-tuduhan mereka saja, tidak sama sekali”.

    Sekarang ketika Antum tidak berani menampilkan bantahan ana kepada publik dan menjawab bantahan ana dengan jujur? Siapakah sesungguhnya “manusia-manusia pengecut luar biasa” itu?”

    Jawab: Alasannya jelas, saya ingin blog ini tidak dirusuhi debat bertele-tele ala kalian. Kalian itu manusia yang tak mau menerima kebenaran. Lihat di forum MyQuran. Berapa banyak dalil2 dihadapkan kepada kalian, tapi apakah itu bisa mengubah sikap hizbiyyah kalian kepada kelompok kalian sendiri? Tidak. Yang hizbiyyah semakin menyala-nyala hizbiyyahnya.

    Orang awam:

    “Sekali lagi, ana tantang Antum utk membuktikan kebenaran Aqwaal Antum selama ini. Hanya masalah waktu saja, insya Alloh ana akan membantah banyak perkataan Antum dgn pijakan manhaj sunnah, sungguh banyak sekali kerancuan Antum, inilah saatnya “debat terbuka” yang Antum inginkan dari blog fakta, atau minimal “sekedar memberi tempat komentar untuk menjawab tuduhan-tuduhan”, dan yang paling ana harapkan sesungguhnya adalah tobat Antum pada perkara yang Antum telah banyak salah di situ, demikian pula ana. Wallohul Muwaffiq.”

    Jawab:

    Soal blog Fakta, saya sudah menulis bukunya. Insya Allah saat ini lagi proses penerbitan. Mudah-mudahan ke depan bisa segera terbit. Kalau sudah, nanti saya posting cover bukunya di blog ini. Bagaimana?

    Hei, tolong sebutkan dimana blog Antum, saya akan kesana. Lebih baik debat terbuka disanaa saja, insya Allah. Jangan disini. Saya tidak suka kalian ngusuhi blog ini dengan fanatisme yang tak habis-habisnya itu.

  12. abisyakir berkata:

    Orang awam:

    “Ini bantahan ana yang Antum singkirkan, biarkan publik menilai dan buktikan kepada publik mana yang “aneh sekali” dari panjangnya bantahan ini? Apa ana potong aja lalu kirim sebagian-sebagian agar tidak kepanjangan? Gak perlu kan. Ingat Akhi, kalau Antum tidak muat bantahan ini, maka akan semakin jelas siapa sesungguhnya yang licik.”

    Jawab:

    Hai manusia, kamu kan paham aturan sebuah blog. Setiap pengelola bebas menentukan kebijakan. Saya sudah kenyang debat dengan orang2 seperti kalian. Dan hasilnya sejak dulu ya begitu-begitu saja. Kalian tetap fanatik dan membabi buta. Apa gunanya debat dengan manusia yang sudah tak mau menerima kebenaran dari arah lain?

    Trus, hanya soal pesan kamu tidak dijawab disini, lalu menuduh saya licik, padahal saya ada kebijakan, biar blog ini tidak dirusuhi oleh debat-debat kasar ala kalian itu.

    Tapi lihat blog Fakta !!!!! Lihat disana dengan 10 biji mata kamu !!!! Adakah secuil saja komentar yang dimuat oleh blog itu ????? Apa hal ini tidak cukup jadi isyarat bahwa mereka adalah “mbah-nya” kelicikan ???

    Orang awam:
    “Inna lillahi wa inna ilaiahi roji’un, ternyata Antum lebih jahil dari yang ana sangka. Sungguh aneh bin ajaib manhaj Antum. Setelah Antum tahu HT menolak hadits ahad dlm mslh aqidah Antum masih mengatakan HT komitman menegakkan Syari’ah Islam!?”

    Jawab:

    Komitmen HT itu ada parameternya, yaitu: Mereka bercita-cita mengubah hukum sekuler dengan hukum Syariat Islam. Itu yang saya lihat dan dilihat oleh orang banyak.

    Pertanyaannya, mengapa bukan Salafi seperti kamu ini yang berusaha keras mengubah hukum sekuler dengan hukum Syariat Islam?

    Jangan-jangan kamu tidak merasa bahwa hukum yang berlaku di Indonesia adalah sekuler? Atau jangan2 kamu tidak tahu beda antara ISLAMI dan SEKULER?

    Dalam bidang mengunggulkan hukum Syariat Islam di atas hukum sekuler, hukum manusia, hukum Belanda, jelas saya sangat setuju dengan HT.

    Orang awam:

    “Bahkan menolak hadits adlh kekufuran, ana msh ingat dengan jelas ketika perdebatan HT dgn M. Yusron Anshor di UNHAS Mks, Beliau membacakan firman Allah Ta’ala kpd org2 HT penolak hadits ahad: “Hendaklah takut org yg menyelisihi perintah Rosul akan ditimpa fitnah dan adzab yg pedih” kemudian Beliau menjelaskan bahwa fitnah tsb adalah kesyirikan.”

    Jawab:

    Hei, menolak hadits ahad itu bisa karena 3 kemungkinan: (1) Menolak dzat hadits Nabi; (2) Menolak hadits karena berbeda metode penerimaannya (tahqiq-nya); (3) Menolak karena belum tahu ilmunya, atau kurang ilmunya.

    Menolak cara pertama jelas kafir, karena mengingkari hukum syar’i dari Nabi. Menolak karena metodologi, hal itu sering terjadi dalam dunia ilmiah hadits. Sejak dulu para imam hadits berselisih tentang penetapan hukum riwayat-riwayat, apakah shahih, hasan, dhaif, maudhu, dan sebagainya. Adapun menolak karena kurang ilmu, itu dimaafkan, dengan catatan tetap disampaikan dakwah kepadanya. Contoh, sampai saat ini masih banyak beredar hadits-hadits palsu/dhaif seputar Ramadhan.

    HT berpandangan bahwa untuk masalah aqidah, mereka butuh dalil qath’i, bukan zhanni. Sementara hadits ahad menurut mereka masih zhanni.

    Tetapi secara pribadi, saya tidak setuju dengan HT dalam soal hadits ahad tersebut. Apa yang disebut disini sekedar menunjukkan, bahwa mereka menolak bukan karena ingkar kepada hadits Nabi, tetapi karena berbeda metodologi tahqiq-nya dibandingkan umumnya Ahlul Hadits.

    Trus, soal makna “fitnah” dalam Al Qur’an. Fitnah itu banyak maknanya. Bisa syirik, kekafiran, prahara, bisa juga ujian/cobaan. Dalam At Taghabun disebutkan, “Bahwasanya harta dan anak-anakmu itu adalah fitnah bagi kalian.”

    Coba kamu pikir baik-baik, apa mungkin fitnah dalam ayat di atas artinya = kesyirikan ? Anak dan harta Antum itu sama dengan kesyirikan ya ?

    Jangan terlalu lugu dalam masalah seperti ini.

    Orang awam:

    “Bagaimana jalan seseorang dlm beragama akan terbimbing ketika dia berani menolak hdits Rosul shallallahu’alaihi wa sallam. Maka pastikanlah jalan mereka adalah jalan yang sesat.”

    Jawab:

    Hei, tolong kamu sebutkan bukti valid dari kamu ya. Tolong buktikan satu saja: “Benarkah HT menolak hadits Nabi?” Maksud saya, benarkah mereka menolak secara mutlak kehujjahan hadits Nabi dalam Syariat Islam? Artinya, mereka menolak karena dzat haditsnya, bukan karena metodologinya.

    Jika mereka menolak hadits secara mutlak, jelas mereka kufur, sebab ingkar Sunnah Nabi. Tidak ada tafsiran lagi di dalamnya (menurutku, wallahu a’lam).

    Tolong kamu bawakan buktinya mereka tidak lagi mengimani hadits Nabi! Kalau ada buktinya, nanti saya muat disini, biar orang sedunia tahu.

    Orang awam:

    “Secara mudah sj bisa Antum lihat bgmn penampilan mereka yg menyelisihi syari’ah Islam; pakaian isbal, memendekkan jenggot, alat-alat musik dlm nasyid mereka, dan mereka tdklah mengharamkan musik, jilbab tdk syar’i, dll.”

    Jawab:

    Apakah di dunia ini hanya HT yang berbuat seperti itu? Apakah di Indonesia tidak ada orang seperti itu?

    Bahkan, saya mau tanya, apa di Saudi tidak ada orang yang melakukan hal-hal seperti di atas? Atau di Yaman, di Yordan, apa tidak ada yang melakukan hal-hal di atas?

    Nah, kalau ada, apakah mereka akan dihukumi sesat, menolak hadits Nabi?

    Hayo bersikap jujurlah. Lihat di Saudi itu banyak juga yang memotong jenggot, banyak yang musbil, di rumah-rumah mereka ada TV, radio, video, parabola, dst.

    Apa mereka juga bisa disesatkan juga, seperti kamu menyesatkan HT dan menuduh mereka jatuh dalam kemusyrikan?

    Orang awam:

    “Dalam tulisan2 mereka Antum akan dapati fatwa bolehnya berpegang tangan lelaki dan wanita non mahrom, melecehkan Ulama Sunnah (Syaikh Al-Albani), menolak hadits2 ahaad yg di dalamnya meliputi banyak skali keimanan terhadap perkara2 ghoib,dll. Inikah syari’ah Islam yang mereka tegakkan!?”

    Jawab:

    Saya tidak dalam kapasitas membela HT. Saya bukan orang HT. Tetapi dalam tulisan itu saya sebutkan kalimat berikut: “Disini saya setuju dan memuji perjuangan Hizbut Tahrir dalam 3 Sunnah yang telah ditinggalkan Ummat Islam tersebut. Semoga Allah menolong kita berbuat yang diridhai-Nya. Amin.”

    Jadi parameter saya memuji HT itu memuji bagian-bagian mana yang sesuai Sunnah Nabi, yang kebetulan banyak ditinggalkan Ummat Islam. Jelas-jelas disana sudah disebut, mengapa seperti tidak terbaca ya?

    Bahkan seharusnya para Salafi “beginian” nih yang lebih hebat memangku tugas tersebut. Mengapa bukan Salafi yang “paling firqatun najiyyah” ini yang membela ketiga hal tersebut? Aneh kan.

    Dalam hal-hal yang menyimpang jelas SAYA TIDAK SETUJU. Ya kita sepakat dengan kebenaran, walau seorang diri.

    Kalau soal penegakan Syariat Islam, takarannya: Ingin mengganti hukum sekuler (manusia) dengan hukum Allah. Itu paramaternya. Soal perincian hal-hal cabang itu, tentu akan banyak intepretasi.

    Orang awam:

    “Dakwah mereka tdk memperhatikan tauhid, pemberantasan kesyirikan, penegakkan sunnah, mempelajari sunnah, yaitu tdk memperhatikan dgn porsi yg semestinya.”

    Jawab:

    Lalu kamu dan kelompokmu bagaimana? Apa sudah menunaikan semua itu dengan sempurna? Lihat orang-orang yang berbuat syirik di sekitarmu, apa sudah kamu cegah, sudah kamu atasi semua itu?

    Coba kamu berani tidak mengingatkan manusia tentang kemusyrikan yang mereka lakukan, baik yang kecil, apalagi yang besar?

    Kamu kan dari Makassar, kalau tidak salah. Disana ada masyarakat Tana Toraja, berani tidak kamu mengingatkan mereka tentang kemusyrikan?

    Orang awam:

    “Klu Antum belajar dari kitab2 aqidah para Ulama Salaf maka Antum akan tahu bahwa tauhid dan sunnah adalah sebesar-besarnya syari’ah Islam yg hrs ditegakkan.
    Pemurnian tauhid dari noda2 kesyirikan, pembersihan sunnah dari kebid’ahan inilah tujuan dakwah Islam, bukan khilafah, baca buku Syaikh Al-Albani dalam masalah ini. Intinya khilafah itu bukan ghooyah tapi buah dan hadiah dari Allah jika kita telah menegakkan Syari’at dgn benar. Ingat, dengan benar, bukan semodel penegakkan Syari’ahnya HT,IM,JT,MMI, wa akhawaatuha.”

    Jawab:

    Kamu nih sok alim, sok benar sendiri. Begitu mudah kamu cela gerakan-gerakan Islam yang bertujuan menegakkan Syariat Islam.

    Hai manusia sok alim, saya katakan pada kamu ya: KHILAFAH ITU PELINDUNG KEHIDUPAN KAUM MUSLIMIN.

    Khilafah itu melindungi akidah Ummat, melindungi jiwa mereka, melindungi harta, akal, keturunan, dan kehidupan mereka. KHILAFAH ITU PELINDUNG UMMAT DARI KEHANCURAN LAHIR BATIN.

    Kamu tidak peduli dengan Khilafah karena merasa ingin bener sendiri, tidak peduli dengan nasib ratusan juta kaum Muslimin yang setiap hari dicoba dengan kesyirikan, kekafiran, kezhaliman, kriminalitas, zina, khamar, joged-joged, pornografi, dst.

    Kamu tidak peduli dengan semua itu, dan merasa sudah cukup duduk-duduk dengan majlis taklim antum, dan sudah yakin dapat “tiket syurga”. Padahal kalian nanti akan dipersulit masuk syurga karena membiarkan kaum Muslimin hidupnya terombang-ambing di bawah sistem kekafiran. Na’udzubillah wa na’udzubillah min dzalik.

    Orang awam:

    “Sampai Ulama Sunnah seperti Syaikh Albani, murid-murid Beliau dan para Ulama lainnya telah memvonis mereka sebagai Ahlul Bid’ah, yaitu Mu’tazilah modern. Oleh krn itu engkau dapati tulisan-tulisan para Ulama yang mentahdzir mereka, agar ummat tidak tertipu dgn mereka utk kemudian bergabung dgn mereka. Lalu dgn tulisan Antum sekarang kok malah membeberkan kebaikan mereka, yang sejatinya tidak ada kebaikan tsb sbgmn ulasan di atas.”

    Jawab:

    Oke, kalau itu maumu. Sekarang sederhana saja: Menurut kamu HT sudah kafir atau masih Muslim? Kalau masih Muslim, tidak bolehkah kita mengakui kebaikan-kebaikannya? Selagi kebaikan itu memang ada dan terpuji jika Ummat Islam juga memilikinya.

    Trus, golongan orang-orang ANTI PENEGAKAN SYARIAT ISLAM seperti kamu dan kawan-kawan ini, apa ini bukan termasuk golongan SESAT? Apa sesat itu hanya di mereka, tidak berlaku bagi kamu dan lain-lain?

    Saya berjanji akan menjelaskan sekian banyak kesesatan kalian, sehingga kalian tidak layak disebut Salafiyah atau Ahlus Sunnah. Insya Allah wa bi idznihi.

    === maaf untuk sementara saya komentari sampai disini dulu. Saya harus buru-buru ada satu keperluan. Oh ya, akhir-akhir ini saya agak kurang sehat. Jadi agak sulit berkunjung ke internet. Mohon dimaafkan sebelumnya. Syukran jazakumullah khair kepada semua pengunjung LBM. Wassalamu’alaikum warahmatullah wabarakaatuh ===

    Orang awam, tulisanmu masih akan saya jawab. Tapi sementara dipending dulu. Mohon maklum. Jangan lupa, sebutkan nama blog-mu, biar nanti saya kesana. Insya Allah Ta’ala.

    Wallahu a’lam bisshawaab.

    [AMW].

  13. abisyakir berkata:

    @ anti bid’ah.

    (=) Tentang Syaikh Muqbil dan Syaikh Rabi’.

    Saya tanyakan kepada Antum, siapakah beliau? Apakah beliau Tuhan atau seorang Nabi? Jelas bukan kan. Beliau adalah ulama, begitu kan. Lalu bagaimana sikap kita kepada ulama? Apakah akan menyembah mereka, atau menyerahkan hati kita untuk mengibadahi mereka? Na’udzubillah min dzalik. Ulama itu mursyid (pemandu), bukan ilah yang diibadahi. Kalau mereka benar, diikuti, kalau salah, tinggalkan saja. Kata Ibnu Baz, “Kebenaran lebih utama dari apapun.”

    Betul, tapi mbok ya harus dihormati jugalah para Ulama, jangan diremehkan dan dikasari, para Ulama jugakan manusia biasa yang mungkin salah, tapi salahnya seorang mujtahid kan tetap berpahala lho. Semua Ulama Ahlus Sunnah maksudnya, baik zaman dulu maupun sekarang. Semoga sampeyan meralat kata-kata kasar sampeyan kepada Ulama. Amin.

    Komentar:

    Syukran atas masukan dari Antum. Ya, saya ingin menegaskan kita harus memuliakan ulama, sebab mereka memang dipuji oleh Allah sebagai hamba yang paling takut kepada-Nya. Hanya kadang, dalam sikap memuliakan itu kita sering terjebak dalam menjadikan ulama sebagai standar kebenaran. Dalam Al Qur’an disebut, menjadikan orang alim dan rahib sebagai Tuhan selain Allah. (Surat At Taubah).

    Apa yang dikatakan halal oleh mereka, kita halalkan; apa yang dikatakan haram oleh mereka, kita haramkan. Ini penyimpangan TAUHID yang sangat serius.

    Mohon dimaafkan kalau ada kata-kata yang kasar dan zhalim terhadap hak-hak hamba Allah. Astaghfirullah min kulli dznbiy. Amin.

    AMW.

  14. abisyakir berkata:

    @ Pencari Kebenaran:

    “Alhamdulillah sekarang semakin ngerti kesesatan HT, sebelumnya jadi bingung juga dengan syubhat Pak Waskito, sebab banyak Ulama-ulama seperti syaikh Albani, syaikh Ali Hasan, dll yang mengingatkan ummat agar menjauh dari HT (MENTAHDZIR HT), tapi Pak Waskito koq malah menyebutkn kebaikan-kebaikan HT.”

    Jawab:

    Saya ada referensi, Syaikhul Islam pernah memuji Khawarij dan tokoh Mu’tazilah. Tentu maksudnya bukan biar kita ikut mereka, tapi mengakui keislamannya. Dan Islam itu bermanfaat bagi pemeluknya.

    @ Pencari Kebenaran”

    “Wah, ummat bisa tertipu Pak, bahkan ternyata, sejatinya itu bukan kebaikan alias tdk ada kebaikan itu dalam HT, jadi saran saya judul di atas diralat menjadi, “MELIHAT SISI KEBURUKAN HT YANG DISANGKA KEBAIKAN”.
    Nasehat saya kepada Bpk Waskito agar bertobat dan menuntut ilmu Salaf.”

    Jawab:

    Ya sama seperti Anda. Menyangka diri sudah benar, padahal banyak kesesatan. Nah, Ummat juga perlu diingatkan dari kesesatan orang seperti Anda. Iya kan… Maaf, kalau terlalu bloko suto.

    @ Pencari Kebenaran:

    “Makasih ya Pak sdh muat komen saya meski isinya kritik buat Bpk.”

    Jawab: He he he, sama-sama. Tidak apa kok mengkritik. Namanya juga manusia, tidak lepas dari khilaf dan dosa. Kalau kritiknya benar insya Allah diterima.

    AMW.

  15. Dewanto berkata:

    Assalamu ‘alaikum. Wr. Wb,

    Pak Ustdaz, mohon dijelaskan lebih jauh mengenai hal-hal yang tidak berkenan mengenai HT. Apakah hanya mengenai masalah perbedaan metodologi untuk kategorisasi hasits nabi, yang oleh sebagian orang dianggap menolak hadits ahad? Selama ini saya memandang HT adalah suatu harakah muslim yang tujuannya jelas dan mulia, yaitu menuju persatuan seluruh muslim dibawah payung khilafah Islamiyah. Mempunyai komitmen yang jelas dan sikap yang tegas terhadap hal-hal yang sesuai atau tidak sesuai dengan syari’ah. Sampai sekarang ini, saya melihat HT-lah yang paling mirip sifat pergerakannya dengan pergerakan Ikhwanul Muslimin. Kalaupun ada hal-hal yang menyimpang dari manhaj HT, apakah itu akan mempengaruhi keimanan para jama’ahnya?

    Jaazakumullah

    Wassalamu ‘alaikum. Wr. Wb.

  16. abisyakir berkata:

    @ Akhi Dewanto.

    Wa’alaikumsalam Warahmatullah Wabarakaatuh.

    Akhi, syukran atas tanggapan Antum. Sebenarnya saya tidak ingin masuk ke pembahasan itu, sebab ia berbeda dengan tujuan awal dari artikel tentang HT tersebut. Tujuan awalnya, ingin agar Ummat Islam bersungguh-sungguh dalam 3 isu yang sudah dibahas. Kalau perlu, lihatlah kesungguhan HT. Nah, itu awalnya. Hanya karena kelakuan keblinger anak-anak Salafi ekstrem itu yang membuat masalah menjadi melebar. Padahal niatnya tidak kesana.

    Tentang HT, sebagian pemerhati memberi catatan, antara lain:

    – Tidak menerima hadits ahad dalam soal akidah. Padahal hadits ahad itu sangat banyak, bahkan mayoritas hadits Nabi yang kita dapatkan saat ini, Ahad. Yaitu diriwayatkan dari satu, dua, atau sejumlah kecil Shahabat Nabi.

    – HT memberi titik tekan yang terlalu besar dalam masalah aqliyah dan siyasah. Ya, kedua hal itu dibutuhkan Ummat, tetapi keduanya dibingkai oleh Syariat Islam. Siyasah sendiri hanya wasilah/alat saja.

    – HT berpikiran sistemik, berorientasi ke sistem, dengan kurang melakukan pemberdayaan/Islamisasi yang sifatnya bottom up (dari bawah).

    Nah, kurang lebih seperti itu. Setidaknya yang saya ketahui, wallahu a’lam bisshawaab.

    Tapi saya tidak berani berkomentar tentang status keimanan HT. Wah, itu di luar kemampuan saya, bahkan ulama manapun berat untuk menjawabnya. Yang jelas, mereka Muslim, saudara kita, dan memiliki tujuan mulia ingin menegakkan Syariat dan Khilafah.

    Saya pernah berdialog sebentar dengan seorang kawan, dari HTI Sumatera Selatan. Beliau ini teman sekampus dulu. Katanya, HTI juga merespon upaya-upaya perbaikan. Salah satu pemikirannya, yaitu mencari titik-temu antara warisan Salaf dengan realitas Khalaf. Mereka mencoba ingin menggabungkan dua sisi tersebut. Mudah-mudahan Allah memudahkan mereka terhadap apa yang diridhai-Nya. Amin. Jadi, perbaikan itu tetap ada, hanya kadang tidak tampak di luar.

    Wallahu a’lam bisshawaab.

    AMW.

  17. petualangharakah berkata:

    Sepakat dengan pak abisyakir, HT insyaAllah ada kebaikannya, tetapi ada kemungkinan mereka salah (salah satu pendapat imam syafi’i). Pun HT sesat dalam beberapa hal, namun yang baik2x juga harus diterima dong.

  18. Musaddad Muwaffaq berkata:

    Kebaikan HT yang disebutkan pak AbiSyakir terdapat juga pada kelompok-kelompok sesat seperti Khawarij dan Syiah bahkan mungkin lebih dan kami mendekatkan diri kepada Allah untuk membenci dan mentahdzir mereka itu…Kebaikan apa yang tersisa dari para penegak syariat jika pondasi Aqidahnya rapuh?Begitulah yang dimiliki oleh HT dan semacamnya,Wallohul Muwaffiq

  19. pecinta sunnah perindu syariah dan khilafah berkata:

    khilafah up date…..
    kalo ada yang curiga, yang nulis ini orang hate? terserah…

    tapi saya membaca cukup banyak buku sejarah….
    “salafi’ yang sekarang ini adalah jelmaan kaum Wahabi yang ekstrim yang di danai kerajaan Saudi.
    dlm sejarahnya, Kerajaaan Saudi Arabia tidak akan ada, keculai dgn pertolongan Inggris.
    Orang-orang wahabilah ynag melancarkan bughat alias pemeberontakan kepada Khalifah Turki Utsmani.

    di tengah gerombolan pemberontak Wahabi ini, ada tokoh bernama Lawrence of Arabia, spy Inggris yang mengobarkan bughat….

    Itulah mengapa hingga kini dakwah ala wahabi berlabel “salaf’ berputar-putar pada masalah aqidah, kesyirikan, bid’ah dst. Bahwa itu penting, benar…
    tapi ada kesan “mengaburkan” mendiskreditkan…..semua gerakan2(harakah politik Islam yang menginginkan segera berdirinya khilafah islamiyah ala minhaj nubuwwah…
    padahal kita tahu, khilfah adalah kehormatan kaum muslimin, yang bukan milik HT saja,
    ia milik semua umat.
    kecuali, penguasa-penguasa tengik plus ulama suu’ yang menjual ayat Allah untuk melegalkan pendudukan tanah suci dibawah ketiak
    Amerika dan Zionis laknatullah…

    Khilafah akan menguncang tahta-tahta emir-emir teluk yang lebih memilih tunduk pada Amerika
    yang mengitung-hitung dinar dan dolar mereka…
    yang berpangku tangan terhadap pembantaian saudaranya di Palestina, di Gaza…

    semuanya para penguasa di negeri muslim adalah Penghianat…
    dengan ketundukan mereka pad Amerika
    dan diammnya mereka dalam pembantaian saudar-adsaudara mereka
    mana seruan albani tentang perkara buta tulinya penguasa kaum muslimin?
    tidak terkecuali Husni mubarak…
    yang mengunci perbatasan Gaza.. dan
    tega membiarkan pembantaian di depan mata…

    hai hata hai hata…?????????????
    bagaimana mereka bisa dipalingkan seperti itu….
    ????????

    Sabda nabi inilah potret wahn,
    hubuddunya wa karohiyal maut….
    Naudzubullah…..

  20. abu shidqi berkata:

    hayooo koq jadi pada ribut dan saling menyalahkan?! istighfar mas 3x. udah pada minta maaf belum? saling memaafkan gih.. tunjukin dong adab islam kalian. beda pendapat boleh asal jangan beda pendapatan. hehe.. tau deeh sapa…

  21. Seina berkata:

    Semoga Allah Memaafkan Kita Semua, Menyadarkan Yang Salah Untuk Tidak Menyalahkan Sesuatu yang Bukan Kapasitasnya Untuk Menyalahkan… 🙂
    Semoga Cita-cita Tegaknya Syariat Islam dan Khilafah Cepat Terwujud Amin…

  22. Abu Jaisy berkata:

    Assalamualaikum

    Yah, kalau baik kita katakan baik. Kalau salah yah kita salahkan. Pada intinya setiap gerakan tidak mempunyai kebenaran 100% dan begitu pula kesalahannya tidak akan 100%. Dikedua itu ada sisi kebaikannya.

    Btw. Memang biasanya yang senang debat-debat di blog orang, yang senang ngerusuhin blog orang itu para pengecut yang sukanya sembunyi dalam ketiak IP address dan Nickname nggak jelas. Ibarat rumah, gublog adalah tempat tinggal kita. Terserah kita mau apain gublog kita, yang terpenting kalau ada yang membuat eneg, langsung “TENDANG AJA” dari gublog kita.

    Salam kenal. Wassalam 🙂

  23. miftah berkata:

    pendapatku benar, tapi kemungkinan ada kesalahan. pendapatmu salah, tapi kemungkinan ada kebenaran. (Imam Syafi’i)

  24. uta888 berkata:

    Subhanallah,

    banyak yang saya belum tau menjadi tau dengan membaca blog ini. Membantu sekali dalam memahami realita yg ada.

    Semoga terus memberikan manfaat ilmu.
    Semoga Kita semua terus istiqomah.

    Amin ya Rabbal Alamien…

  25. Anonim berkata:

    Ada beladiri islam yang katanya warisan ulama salaf, dilarang diajarkan kepada teman2 hizbut tahrir karena kata praktisi beladiri tsb, hizbut tahrir adalah penegak khilafah palsu, tidak mengakui hadist ahad 100% & berkoalisi dgn syiah, jika HT berhasil mendirikan khilafa maka kami akan menghancurkannya.?? mohon pendapat antum sekalian.
    jazakumulloh khoir

  26. abisyakir berkata:

    @ Anonymous…

    Ada beladiri islam yang katanya warisan ulama salaf, dilarang diajarkan kepada teman2 hizbut tahrir karena kata praktisi beladiri tsb, hizbut tahrir adalah penegak khilafah palsu, tidak mengakui hadist ahad 100% & berkoalisi dgn syiah, jika HT berhasil mendirikan khilafa maka kami akan menghancurkannya.?? mohon pendapat antum sekalian. jazakumulloh khoir.

    Respon:

    = Bela diri apa ya? Apakah Thifan? Kalau Thifan, setahu saya, dari era Khilafah Turki Utsmani. Katanya, beladiri itu semacam “gulat Mongol”.
    = Oh tak boleh ya diajarkan ke Hizbut Tahrir? Kalau ia ilmu bermanfaat, berarti ilmu-ilmu bermanfaat lain juga tak boleh diajarkan ke HT? Saya tidak tahu apakah sejauh itu larangannya?
    = HT disebut penegak Khilafah palsu? Saya juga tidak tahu, apakah sudah seperti itu.
    = HT tidak menerima hadits ahad tentang akidah. Ya, memang itu disaksikan oleh banyak pihak. Tetapi uniknya, mereka mau menerima hadits tentang “pergiliran kekuasaan” dari Khilafah ala minhaji nubuwwah, mulkan adhal, mulkan jabbarin, dan seterusnya. Padahal itu juga hadits ahad, dan berkaitan dengan akidah.
    = HT koalisi dengan Syiah? Wah, saya belum tahu beritanya. Mungkin ada yang mau share?

    = Jika HT berhasil mendirikan Khilafah, maka kami akan menghancurkannya? Nah, untuk yang terakhir ini saya baru bisa komentar agak tenang sebagai berikut:

    “Janganlah seperti itu Akhil karim. Tegaknya Khilafah pasti karena perjuangan semua lapisan Ummat, bukan HT saja; sehingga tak mungkin HT sendiri akan mengklaim sebagai penentu penegakan Khilafah itu. Sikap HT yang buruk kepada Wahhabi, ya itu memang kenyataan. Tapi tak harus kita menyikapinya sama emosinya. Kalau sama-sama emosi, jadi tak ada bedanya antara pihak yang satu dengan lainnya. Jika memang Syariat Islam bisa ditegakkan di bawah naungan Khilafah, ya mari sama-sama kita dukung, mari sama-sama kita jaga. Yakinlah, Khilafah itu akan tegak dengan perjuangan seluruh Ummat, bukan HT saja.”

    = Sebenarnya dalam artikel itu jelas. Ada 3 sisi kebaikan yang semestinya dilihat dari HT, menurut kacamata Ahlus Sunnah. Pertama, penegakan Syariat Islam. Kedua, seruan Khilafah Islamiyyah. Dan ketiga, anti Kapitalisme Yahudi. Hal-hal ini positif dan layak kita saling bahu-membahu dalam hal itu.

    Jazakumullah khairan katsira.

    AMW.

  27. Anonim berkata:

    memang benar akhi thifan dilarang diajarkan ke HT, itu informasi ana dpt langsung dari pelatihnya

    Sikap HT yang buruk kepada Wahhabi,???? boleh tau apa itu akh?

  28. Anonim berkata:

    Akhi klo bleh tau kontak person antum dong

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: