“Hujan Duit” ala Tung Desem Waringin (Potret Menyedihkan Ummat Islam)

“Hujan duit”….

Anda pasti ingat buku Laskar Pelangi, Andrea Hirata. Ternyata, Andrea cukup mengidolakan Rhoma Irama. Alasannya, karena ada poster Rhoma di kelasnya. Dalam poster itu tertulis judul lagu dia, “Hujan duit.”

“Hujan duit” adalah termasuk impian anak-anak Indonesia. Dulu sewaktu kecil, masih anak-anak, saya juga membayangkan, “Kapan ya ada hujan duit?” Waktu itu yang terbayang adalah “Hujan duit coin,” maka orang-orang pun ada yang berkata, “Kalau ada hujan duit, nanti kepala kita benjol-benjol kena duit-duit logam itu.” Ya, begitulah “hujan duit” hanya mimpi saja. It’s not real!

Tapi di jaman modern ini ternyata ada manusia yang berusaha mewujudkan impian itu, meski dengan segala keterbatasan yang ada. Dia adalah Tung Desem Waringin, seorang motivator yang terkenal dengan slogan, “Salam dahsyat!” Saya diberi rekaman MP3 oleh teman, isinya ceramah-ceramah Tung Desem yang mempromokan pikiran-pikiran Robert T. Kyosaki, soal kekayaan…yang begitu-begitu lah. Anda tahu sendiri. Bagi “T. Kyosaki fans club”, pasti tahu siapa Tung Desem.

Trans7, 12 juni 2008, sore hari sekitar pukul 16.30 memberitakan peristiwa langka di Indonesia (bahkan di dunia), yaitu bagi-bagi duit ala Tung Desem. Kegiatan itu diadakan di Serang Banten. Dengan memakai pesawat capung. Tung Desem cs. menaburkan uang-uang kertas pecahan Rp. 1000, Rp. 5000, Rp. 10.000 di udara Serang Banten. Total uang yang disebar Rp. 100.000.000 (seratus juta rupiah). Menurut yang punya gawe, kegiatan itu sebagai media promo untuk buku “The Marketing Revolution” karya Tung Desem sendiri yang segera dilaunching.

Oh ya, kegiatan “hujan duit” itu menurut Tung Desem telah menjadi berita internasional. Kata dia, The Straights Times Singapura juga memberitakan acara itu, sehari sebelum acara digelar. Mereka tahu dari promo kegiatan itu yang disebar sebelumnya.

Apa saya mau jadi PR-nya Tung Desem? Apa saya dapat fee iklan dari launching buku Marketing Revolution? Apa saya dapat “sesuatu bingkisan” dari timnya Tung Desem?

Bukan, bukan, bukan karena itu. Saya angkat masalah ini bukan karena alasan itu. Ada sisi lain yang sangat menyakitkan hati seorang Muslim dari acara tersebut. Saya kebetulan melihat berita tersebut. Termasuk mendengar “kegagahan” Tung Desem (seorang Chinese), yang kata presenter beritanya, termasuk motivator dengan tarip sangat mahal. Untuk ikut seminar dia, setiap peserta harus merogoh kocek jutaan rupiah. (Padahal tuh…kalau saya dengar MP3 ceramah-ceramah motivasi dia, tidak ada yang istimewa. Biasa-biasa saja).

Dalam acara itu, saya lihat di TV, uang-uang kertas benar-benar beterbangan di udara, banyak sekali. Ada ribuan masyarakat, tua-muda, anak-anak, ibu-ibu, laki-laki wanita, sendirian, bawa keluarga, sampai yang gendong anak pun ada. Ribuan orang berlarian, mengikuti arah angin, memburu uang-uang yang beterbangan. Seperti anak-anak kecil yang lari membabi-buta, ketika mengejar layang-layang putus. Mereka berlarian berebut uang-uang kertas yang terhampur dari pesawat capung di udara.

Saya hanya tertegun…

Itulah Ummat Islam, itulah kaum Muslimin, itulah saudara-saudara kita. Mereka itu bagian dari kita, orangtua kita, kakak-adik, anak-anak, saudara, kerabat, dsb. Itulah Ummat Rasulullah Saw, itulah Ummat yang dulu dibangga-banggakan sebagai “Khairu Ummah”.

Saya pilu melihat ribuan orang, campur-baur, membabi buta, berebut uang seribu, lima ribu, sepuluh ribu yang beterbangan di udara. Ya Allah ya Karim, ini fenomena apa ini?

Lihatlah, betapa hinanya Ummat Islam. Mereka seperti sekumpulan manusia yang tak berdaya, tak memiliki harga diri. Kok, mau-maunya berebut uang, berlarian memburu kertas-kertas bernilai nominal itu? Lebih sedih lagi, yang membagikan uang itu Tung Desem. Dibagi di kawasan Serang, Banten.

Ummat ini rasanya sudah sedemikian hina. Mereka menjadi tertawaan, tontonan, dan olok-olok manusia sejagad. Ya Rabbi ya Karim, sedemikian hinakah Ummat Muhammad saw di negeri ini?

Sedih, sedih sekali. Ribuan orang, campur-baur, ketawa-tawa, berebutan uang lembaran kertas. Apa jadinya, kalau anak-anakku ikut dalam acara seperti itu. Mereka ikut berlarian kesana kemari, memburu uang lembaran, mereka berlari mengikuti arah angin.

…betapa rendahnya nilai manusia di hadapan lembaran uang. Mungkin, hidup mereka sudah sedemikian susah, maka uang akan dicari, bagaimanapun caranya. Meskipun harus menghiba-hiba di telapak kaki orang kafir. Na’udzubillah min dzalik.

Uang di hari ini telah sedemikian rupa disembah-sembah. Masyarakat tidak tahu bagaimana cara membangun kehidupan yang baik. Di mata mereka, hidup didefinisikan sebagai: Makan-minum, main-main, tidur, hubungan seks, cari duit, dan nonton TV. Ya Allah ya Rabbi, dengan hidup model seperti itu, kehormatan apa yang bisa didapat? Dan syurga mana yang akan bisa menerima diri mereka? Sedih, sedih, sangat sedih…

Saya teringat ketika gubernur Yogyakarta kemarin menolak pemberian BLT (bantuan langsung tunai), dengan alasan “Tidak mendidik rakyat”. Wah, bagus sekali alasan itu. Bagi-bagi duit sangat tidak mendidik, terkesan memanjakan masyarakat dengan budaya konsumtif. Seperti kata pepatah, “Jangan beri ikannya, tapi beri kailnya.” Jangan beri hasil matang, tapi didik mereka untuk bekerja mendapatkan hasil matang. Kalau “hujan duit” versi Tung Desem itu, lebih menyedihkan lagi. Dia bener-bener tidak menghargai harkat warga Serang Banten. Kalau mau serius, cobalah berikan uang itu lebih beradab, jangan dibagi-bagi seperti “hujan duit”.

Beberapa renungan:

(1) Itulah kehidupan Ummat Islam. Agama mereka Islam, KTP juga Islam, tetapi dua kalimat syahadat tidak hidup dalam diri mereka. Syahadat hafal di luar kepala, tapi nilai-nilainya tidak dipahami dan diamalkan. Itulah harga untuk ajaran agama yang diabaikan.

(2) Saya sangat heran dengan wakil-wakil rakyat dari kalangan partai-partai Islam. Mereka adalah politisi Muslim yang diharapkan akan menolong Ummat menghadapi masalah-masalah seperti ini. Tetapi mana suara mereka? Akan diam saja? Atau selalu mencari-cari isu yang bisa memberi keuntung politik di mata masyarakat? Kalau begitu, apa gunanya Anda dipilih jika tidak peka dengan permasalahan-permasalahan Ummat?

Ya Rabbi, maafkan aku, saudara, dan kaum Muslimin semuanya. Astaghfirullaha li wa lakum ajma’in. Walhamdulillah Rabbil ‘alamiin.

–==o A.M.W o==–

Iklan

44 Responses to “Hujan Duit” ala Tung Desem Waringin (Potret Menyedihkan Ummat Islam)

  1. dodo berkata:

    Ah lo mah cuman provokator doang, pikiran lo negatif melulu lo bilang lo Muslim? Muslim apaan lo ? jangan suka negatif thinking bung bahaya buat kehidupan lo makanya belajar yang banyak dari segala bidang baru nulis blog bukan asbun kaya gini bisa apa lo? dibanding Tung ? paling lu juga muslim kere makanya negatif melulu

  2. abisyakir berkata:

    Anda sendiri agama apa? Islam atau bukan?

    Kalau Islam, Anda tega tidak melihat ribuan Muslim berebut uang yang dijatuhkan dari pesawat oleh timnya Tung Desem? Anda tega mereka berebut uang seperti itu dalam keadaan miskin dan melarat?

    Kalau bukan Muslim, coba Anda usulkan Tung Desem membuat acara yang sama terhadap jamaah agama Anda! Coba buat acara yang sama dihadiri ribuan penganut agama Anda!

    Ya setelah itu, silakan Anda berkomentar seperti apapun.

    Kalau soal “hujan duit” itu dijatuhkan di tengah ribuan pemuda-pemuda konser musik, saya kira silakan saja. Tetapi kalau di hadapan ribuan orang miskin dari kaum Muslimin, ya Allah nelangsa sekali. Kok sebegitu ngenesnya hidup Ummat Islam sampai berebut uang seperti itu?

    Soal cacian Anda ke saya, ya tidak apa-apa. Saya terima itu, toh dalam hidup ini ada keadilan kan? Silakan saja.

  3. Dara berkata:

    Pro kontra pasti ada. Kita ambil sisi positifnya saja. Kapan kita bisa bagi-bagi duit buat orang yang membutuhkan? Apakah kita bisa bikin peternakan uang kayak Tung Desem? Apakah kita bisa bikin uang yang mengejar kita kayak Tung Desem? Kerja keras dan belajar aja strateginya..dengan keyakinan kita pasti bisa juga.

  4. widjaja berkata:

    Jadilah orang yang bijak, apakah anda sudah lihat sendiri presentasi Tung ?
    Jika anda Muslim dan Kaya kenapa anda tidak bagi-bagi uang seperti dia biar ikutan ngetop kmd anda bisa jadi lebih kaya lagi karena ngetop tadi.
    Tapi jika Anda Muslim tapi tidak kaya… ya udahlah biar aja mereka mau apa yang penting tidak semata merusak akidah orang-orang muslim.
    Cobalah koreksi diri kita dulu… sudahkah kita melakukan untuk umat banyak ?
    Jika belum ya… udah jangan KKO katanya orang surabaya Kakean Omong (Banyak Bicara) tidak banyak berbuat.
    Jika anda sudah berbuat banyak dan anda sembunyikan tangan kiri anda… bersyukurlah anda karena anda termasuk orang yang ikhlas. tapi saran saya jangan ngurus hal-hal yang tidak penting… tersebut : seperti “Hujan Duit yang dilakukan TUNG D.W”.
    Pikir saja keluarga dan sekitar anda dulu… syukur-2 orang banyak/masyarakat Indonesia.
    Jangan Kuatir saya juga orang Muslim… dan saran saya ” Jadikan diri kita ini menjadi orang yang sangat bijak dan tidak berprasangka buruk pada orang lain – siapapun saja ? ” Pancarkan Energi Positif disekitar anda. Insya’Allah anda bermanfaat Dunia Akhirat. Amien

    Ayo … Kita dukung gerakan Positif Thinking…

  5. samuel berkata:

    widjaya, anda org yg bijak man. saya gak pro tung. tapi seringkali org kuat agama, tapi selalu mencungkil2 nila setitik dari sesama, padahal mungkin nila sendiri sebelanga. Pengadilan terbaik adalah adili diri sendiri, sebelum diadili Allah. pengadilan org lain bukan urusan kite!

  6. Tabriani berkata:

    Assw. Ustz. Semoga Allah Merahmatimu
    Adillah dalam menimbang kerena keadilan itu mendekatkan kepada taqwa, dan takutlah kepada Allah. semoga saya bisa melihat sisi baik orang sebelum saya menilai sisi buruk orang lain.

  7. abisyakir berkata:

    @ Tabriani.

    Akhi al karim. Sungguh, kalau Tung Desem memberikan uang dibagi-bagikan langsung, hand to hand. Tidak apalah. Toh, yang melakukan hal itu sudah banyak. Termasuk yang membagikan zakat uang kemarin di Jawa Timur. Tapi, mbok ya jangan diguyur melalui pesawat seperti itu.

    Terus-terang, hati saya merasa miris melihat ratusan sampai ribuan saudara-saudara saya, tua-muda, ibu-ibu, bapak-bapak, dan seterusnya, mereka berlari-larian mengejar uang yang terbang di udara. Masak untuk dapat uang selembar atau dua lembar saja, harus seperti itu? Miris betul melihatnya.

    Coba kalau Anda sendiri, misalnya melihat anak, isteri, ibu-bapak, keponakan-keponakan Anda berlarian mengejar uang-uang itu, kira-kira bagaimana perasaan Anda? Suka atau sedih? Ya, kalau saya, saya jelas merasa sedih. Apa sudah sedemikian sengsaranya kaum Muslimin, sampai harus berlarian, bertubrukan, berjatuhan, berebut, mengambil uang-uang itu.

    Tapi bagaimanapun, artikel itu sudah lama. Setahun yang lalu. Anggap saja ini sudah tidak aktual lagi. Moga Tung Desem ke depan bisa menawarkan program kreatif yang mendidik dan membuat masyarakat kita tampak bermartabat. Tolonglah, masyarakat jangan menjadi alasan untuk mengatakan, bahwa mereka bodoh, miskin, tidak bermartabat.

    Terimakasih.

    AMW.

  8. abu naura berkata:

    KEPADA DODO:” SIAPA YANG PROVOKATOR ?” ATI ATI AJA LU PUNYA MULUT !UNTUK ORANG SEPERTI ANDA ,DUEL JAWABANYA ,AYO KITA DUEL!!!!

    Note: Mas Abu Naura, jangan duel-duelan gitu. Nanti blog ini jadi “ring tinju” deh.

  9. nono berkata:

    buat abu naura, kalo mau duel ama chris jhon aja.
    Hari gini pake kekerasan, ga jaman euy….

  10. reiSHA berkata:

    Gini mas, jadi hujan duit itu tujuan utamanya bukan sedekah, tapi buat promosi.

    Coba mas berfikir positif jangan cari – cari kesalahan orang, kalau misalnya itu buat sedekah, nanti gak bakal ada unsur “promosi” buku nya, soalnya kalau sedekah ga bakal di ekspos media.

    Orang ya ngambil duit dari langit, itu optional lah, terserah mereka, gak haram ini kan?

    Miris? Ah, itu kan pilihan mereka, mereka mau kayak gitu juga pilihan mereka.

    Prihatin? Coba mas jangan ngomong doang dong, kalau memang benar – benar prihatin, coba sumbang uang ke mereka seperti yang mas katakan, bisa?

    Kalau gak bisa? Ya jangan ngomong! OMDO ah…

  11. abisyakir berkata:

    @ reisha…

    Terimakasih atas komentar Anda. Tulisan yang Anda maksudkan itu sebenarnya sudah lama, tetapi tidak mengapa juga ada yang komentar saat ini. Beberapa sudut pandang Anda bisa dimaklumi, meskipun belum otomatis diterima.

    Begini lho, saya lihat langsung di TV saat acara itu ditayangkan. Saya lihat bagaimana masyarakat berlarian kesana kemari, mengejar lembaran-lembaran uang itu. Sampai ibu-ibu, anak-anak, orang tua, semua mengejari uang, seperti anak kecil mengejar layang-layang. Kalau Anda melihat tayangan itu, akan terasa trenyuh melihat betapa “melaratnya” rakyat kita, yang mayoritas Muslim itu. Kalau sudah tahu melarat, mbok ya disayangi, dilindungi, dibimbing, jangan dijadikan obyek mainan. Itu maksudnya.

    Maka itu saya bertanya balik kepada Tung Desem followers, “Bagaimana kalau adik, kakak, ibu, bapak, dan anak Anda masuk dalam barisan orang-orang yang berebut uang itu? Mau?” Ya terserah sih.

    Tapi usaha Tung Desem membuat acara “Hujan Duit” itu, andaikan dia dianggap sebagai AKSI. Masak tidak boleh ada REAKSI seperti dalam tulisan saya itu? Apa semua orang harus sama pikirannya seperti Tung Desem followers? Tirani dong berarti. Toh, tulisan saya di blog ini gak ada apa-apanya dibandingkan publikasi Tung Desem memakai aneka jenis media.

    Mau jadi tirani ya… Atau mau memasung kebebasan manusia berpendapat…

    == AMW ==

  12. Nurdin berkata:

    (Padahal tuh…kalau saya dengar MP3 ceramah-ceramah motivasi dia, tidak ada yang istimewa. Biasa-biasa saja).

    <– jangan gitu mas, ini tandanya mas itu seperti orang yang sirik sama Pak Tung.

    Contohnya saya mas, berkat petuah Pak Tung (perantaranya pak Tung, semua karena Allah)
    Sekarang, saya mempunyai penghasilan 10juta/hari.
    Berkat mendengarkan mp3 Pak Tung life revolution.
    Coba mas selalu berfikir positif, jujur, sebelum kenal Pak Tung meskipun saya rajin ke masjid, tapi saya selalu berfikiran negatif.
    Selalu mencari – cari kesalahan orang lain, ya seperti itu lah.

    Maka itu saya bertanya balik kepada Tung Desem followers, “Bagaimana kalau adik, kakak, ibu, bapak, dan anak Anda masuk dalam barisan orang-orang yang berebut uang itu? Mau?” Ya terserah sih.

    <– Seperti yang dikatakan pak TUng, orang miskin tetap miskin dan orang kaya makin kaya, orang miskin bukanlah orang yang tidak punya uang, orang kaya bukanlah orang yang punya banyak uang.
    Orang miskin adalah orang yang pemikirannya sempit, makanya yang miskin makin miskin
    Orang kaya adalah orang yang pemikirannya luas, kreatif, meskipun waktu itu dia belum punya uang

    contohnya Donald Trump, pada tahun 90an dia bangkrut, punya hutang sama Bank sekitar 10milyar (dan tidak ada harta sama sekali) sampai dia ngomong gini:
    "saya dan gembel yang ada di jalan masih kaya gembel, saya punya hutang 10milyar, paling tidak gembel itu punya uang di sakunya meskipun hanya beberapa sen"

    Tapi sekarang? Donald trump menjadi orang kaya lagi. Kenapa? Meskipun waktu itu hartanya habis (bahkan punya utang) tapi dia berfikiran sebagai orang kaya.

    yang ikut2an mengambil uang bisa saya pastikan orang miskin (bukan miskin harta, tapi miskin menurut definisi yang lain seperti di atas)

    Coba kalau misalnya orang yang ngga punya duit, tapi berfikir seperti orang kaya, dan bertindak seperti orang kaya (seperti donald trump) apakah dia akan ikut2an? menurut saya tidak.

    Semoga mas mengerti maksud komen saya di atas 🙂

  13. Asnawi berkata:

    Kalau saya baca semua komentar intinya tidak membela Tung dan tidak pula membela anda, kebanyakan intinya kita berpikir positif saja, ya seperti itulah orang jaman sekarang mulai berpikir positif. Ibarat air di bak kamar mandi sdh mulai kosong, terus ada hujan, ya tidak ada salahnya kita tadahin dan menampung air, walaupun kita sendiri sdh berlangganan air PAM. Nah kalau orang lain berebut saat menampung air mungkin saja dia ga berlangganan PAM, mungkin saja dia ga ada air sama sekali karena kita ga mau kasih sebagain air PAM kita ke mereka saat tdk hujan. Jadi intinya Mari kita masing2 tingkatkan bayaran zakat sehingga terjadi pemerataan.

  14. oen berkata:

    saya termasuk yang senang ma TDW bang, intinya bagaimana kita menimba ilmu ke siapa aja khan ya, oyia??

  15. nizar berkata:

    iya ya, ana jg tdak berfikiran negatif ama tung desem, beliau kan pakar marketing, dan biasanya pakar marketing itu suka melakukan hal yang unik yang mengundang banyak media luar negri….mungkin ini alasan agar buku marketing revolutionnya booming tanpa harus iklan !!!juga mungkin agar semangat revolusionernya terlihat ketika meluncurkan buku tersebut

  16. dion berkata:

    salah satu ciri orang miskin dan tidak banyak teman adalah tidak open mind.
    tidak mau menerima masukan dr orang lain dan menganggap pemikiranyalah yg paling benar.

  17. abisyakir berkata:

    @ Dion…

    Anda juga tidak open minded. Masak semua orang harus selalu memuji, setuju, mendukung, atau apresiatif dengan karya orang lain? Masak sih suatu karya itu harus sepi dari kritik. Dikritik sedikit saja sudah seperti itu. Padahal kita tak banyak kok mengupas soal ide-ide/gagasan Tung Desem Waringan. Hanya soal “hujan duit” itu saja. Jadi sebenarnya, siapa yang tidak open minded?

    AMW.

  18. jagalah hati berkata:

    haduh mas abisyakir ini gimana toh?
    Strategi marketing pak tung memang sensasional.melakukan sesuatu yg tidak biasa.jgn selalu dikaitkan oleh Agama. Seharusnya anda lebih baik mengkritik kinerja pemerintah agar lebih baik mensejahterakan rakyatnya.”pikiran sempit”tidak menghasilkan solusi malah menunjukkan kedengkian hati

  19. joecy berkata:

    om, menurut saya nih yah, justru karena ada pak tung Anda harusnya bersyukur, karena bisa melihat langsung kondisi saudara seagama Anda itu sekarang seperti itu, dan jadi tugas buat berbenah diri.

  20. sulinting berkata:

    stuju sama yang memiliki pikiran positif aja…..jadi tidak BEJ ……Blame: menyalahkan orang lain Excuse: beralasan Justify: menghakimi/ membenarkan.

  21. abisyakir berkata:

    @ Sulinting…

    Ya terimakasih atas masukan dan komentarnya.

    Admin.

  22. priyo ducati berkata:

    Wah. Makin seru aja nich perdebatannya… Gmn kalo qita ganti topik aja tentang motor gede? Setuju mas ΒƦ☺ooº… ? ƗƗɐƗƗɐƗƗɐ “̮ ƗƗɐƗƗɐƗƗɐ “̮

  23. rara berkata:

    setuju……
    jaga pikiran n tetap jaga hati….
    selalu berpikir positif ……….
    untuk om abisyakir bagus untuk roomnya saya suka
    salam dahsyat untuk semua

  24. sherlock holmes berkata:

    Haha,, maaf mungkin udh basi ya,,,
    Cuma mau sharing2 aj,,,
    Sy jg ingin berpendapat,,
    Konteks yg di pakai oleh tung desem di sini lepas dr SARA,, dy hnya berusaha sensasional untuk promo bukunya,, jk di lihat dr etika dlm memberi uang kpd fakir miskin ya sangat SALAH ,, jd tergantung sudut pandangnya,, jk membahas tehnis dy hnya promosi buku dngn cara ITU meski nyeleneh,, jd cara dy aman aj tdk ada masalah,, yg masalah itu knp qt tidk kaya dan berebut yg Dy bagikan??!! jk kita miris melihat sosok umat muslim yg berebut duit di sana, hal itu bisa kita jadikan pacuan bagi diri qt untuk menjadi sosok tokoh yg lebih hebat dr tung desem dan lalu qt berikan contoh yg lebih baik dan lebih beretika kpd semua org dan tung desem khususnya bagaimana cr promosi yg benar,, untuk sosok tung desem sy yakin sngat di buthkan umat muslim dijaman skrg karena trik dlm usaha yg Dy berikan sangat inspiratif,, dan berarti allah memberikan berkah pada ucapannya,, semoga beliau mendapatkan hidayah untuk berkalimat syahadat,, amiinn,,,

  25. among berkata:

    seru nih…walau telat…..

    Jangan salahkan “setan” yang menggoda kita tapi salahkan “diri kita” yang mudah tergoda.

    Hanya Allah lah pemilik segala kebenaran.

    Salam kagum sama penulisnya….

  26. abisyakir berkata:

    @ among…

    He he he…bahasa Anda terlalu “tinggi”. He he he… Terimakasih atas apresiasinya.

    Admin.

  27. andre berkata:

    sebenarnya manusia yg baik adalah yang berguna bagi saudaranya, pula memberikan pelayanan yang baik pula..
    memberikan sedekah kepada orang lain akan lebih bijak jika dengan cara yang baik sopan,dan santun..
    bukan malah membuat image orang2 yang diberi menjadi miris memalukan dll,,
    ingat..mari hargai org lain yg membutuhkan uluran sesekah dari kita..

    siapa manusia paling baik di dunia? pastilah dia …
    dia yang kaya namun tetap rendah hati juga menghargai orang lain walaupun bukan termasuk agamanya sendiri..
    contohlah akhlaknya..
    dialah Nabi Muhammad shollalloohu’allaihiwasallam..

  28. Taufik isa berkata:

    belajar bijak sana dan sini. melihat menilai dri berbagai sisi, tanpa membedakan “SARA” berkata yang baik2 lebih mulia daripada membuat hujan duit yg mubazir dan tidak memiliki makna di mata ALLAH.
    dengan mencontoh RASULULLAH MUHAMMAD tiada yg lebih baik dan benar dari beliau

  29. Trian berkata:

    Saya ingat ada ungkapan : kalau itu telor ayam halal dimakan , walaupun keluar dari ” dubur ” nya

  30. ricko berkata:

    Dasar artikel aneh pemikir sempit!
    islam itu lebih butuh mana, orang sholeh yang kaya raya dan suka berbagi apa orang sholeh yang miskin dan tidak bisa berbagi karena memang gak mampu berbagi?
    mana yang lebih dibutuhin?
    jadilah lw yang itu..
    lw tau yang mana?
    yang bermanfaat untuk orang banyak!
    makanya jadi orang muslim itu wajib kaya, lw tau kgak nabi muhammad itu kaya dan bermanfaat bagi umatnya?
    lw tau kagak para sahabat nabi saw macam khulafaur rasyidin itu kaya raya termasuk abdurahman bin auf, mereka juga bermanfaat besar bagi umat islam!
    artikel lw payah bisanya cuma kritik negatif doank tung desem waringin jelas lebih kaya dan lebih menginspirasi orang banyak untuk lebih maju dan jaya dibandingkan dengan lw, apa manfaat lw wat umat islam ini?

  31. ricko berkata:

    Sebelum nyalahin orang lebih baik anda pahami baik baik!
    apa niatan / tujuan TDW melakukan hujan duit itu?

    anda pikir untuk menghina umat islam?
    pikiran anda berarti sempit!

    anda pikir untuk sedekah?
    100% anda tetep salah boss!

    anda pikir untuk cari sensasional promosi buku nya agar media tau dan bukunya jadi laku?
    itu baru bener ente boss

    apa salah cara dia?
    melanggar hukum?
    menghina atau menyinggung SARA?
    tentu saja tidak boss!
    terserah dia mau bagaimana kasih duitnya yg penting gak melanggar hukum dan tidak menyinggung SARA!
    apa anda tau siapa yang salah?
    yang salah itu bukanlah TDW atau pun orang orang yang berebutan uang karena mereka memang serba kekurangan dan butuh uang!
    YANG SALAH ITU ADALAH ORANG YANG MENYALAHKAN,SEDANG IA TIDAK BISA BERBUAT APA APA BAGI ORANG BANYAK!

  32. abisyakir berkata:

    @ Ricko dkk…

    Artikel itu sebenarnya sudah lama, pasti sudah tidak up to date lagi. Bisa jadi konteks artikel itu sdh tidak pas untuk saat ini. Tetapi selalu muncul komentator seperti Anda yang masuk untuk memberi tafsiran “panas”. Ya sudahlah, mungkin ini kelemahan media blog; sesuatu yang sudah lama, terbaca seperti masih baru. Terimakasih atas masukan dan koreksinya.

    Admin.

  33. abisyakir berkata:

    @ Ricko…

    YANG SALAH ITU ADALAH ORANG YANG MENYALAHKAN,SEDANG IA TIDAK BISA BERBUAT APA APA BAGI ORANG BANYAK!

    Respon: Menurut Anda, membangun media blog seperti ini bukan karya ya? Bukan apa-apa ya? Kasihan sekali.

    Admin.

  34. Reny berkata:

    Wah wah…, seru juga membacanya walau postingannya sudah lama… Tapi kalau saya mah mau nawarin pakaian aja disini…, nggak ikut-ikutan ngritik, hehehe…
    Baju…, bajuuu…, ayo yang mau beli bajuuu… 🙂

  35. innaka.jameela berkata:

    lucu ya…hehehehe

  36. Fulan-6 berkata:

    Harusnya yang disebar uang receh…..

  37. Fulan-1 berkata:

    pak tung orang jozzz,,lulusan uns je,,yg notabene almamater saya hahahaha

  38. Agus herwanto berkata:

    Memang orang islam miskin2. Bisanya ngomong doank, hadis2 dan cerita masa lalu.

  39. abisyakir berkata:

    @ Agus…

    Yang lemah itu “Muslim identitas”, bukan Muslim ilmu, iman, dan istiqamah. You know!

    Admin.

  40. Pole5 berkata:

    jadilah orang kaya dan banyak uang lakukan yg menurut anda benar dan baik..beri contoh

  41. Anonim berkata:

    Bagi saya, bukan melihat objeknya siap yg berbicara (maksudnya mr TDW.) tapi apa yg bisa saya ambil dan anggap baik ya gak ada salahnya kita ambil dan preaktekkan, karena manusia diciptakan untuk saling berbagi bukan saling mencurigai dan memfitnah. mungkin sang penulis blog melihat dari sisi idielogi bukan ilmu pengetahuan umum. setahu saya melalui video TDW. bahwa tindakan semata-mata untk promo lainnya tidak (ingat TDW adalah motivator marketing, dia psti tau cara market yg blm pernah ada di manapun. dan di beberapa video TDW. tak membahas masalah agama dan keyakinan kita.

  42. asep berkata:

    semua orang boleh berpendapat, menilai, suka atau tidak suka boleh2 sajah asal jangan merugikan orang lain yach…

  43. Polan2 berkata:

    berfikir positif aja bro…gk usah mikir yg jauh2, perbaiki sholat dulu yg bener, tanya pada ustad apa yg dilakukan sehari2 sdh benar,klo diri sudah bener perbaiki keluarga, dan lingkungan sekitar, gk usah menjelekkan orang chinese, kita sebagai muslim harus punya sifat yg baik gk perlu menjelek-jelekkan, jadilah orang islam sesuai dengan tingkah laku nabi

  44. abisyakir berkata:

    @ All

    Terimakasih untuk semua komen, kritik, masukan, share, dan sebagainya. Semoga bermanfaat.

    Admin.

%d blogger menyukai ini: