Himpunan Kebathilan Situs FAKTA Blogsome

Juli 31, 2008

Bismillahirrahmaanirrahim. Alhamdulillahi Rabbil ‘alamin. Was shalatu was salamu ‘ala Rasulillah Muhammad wa ‘ala alihi wa ashabih ajma’in. Amma ba’du.

Saya termasuk orang yang kurang mengikuti perkembangan informasi dengan cepat. Baru-baru saya buka blog FAKTA yang diasuh Abu Abdillah Ibrahim, Abdul Hadi, dan entah siapa lagi lainnya. Coba saya buka tulisan yang judulnya BAUS Buas. Saya heran disana ada tulisan itu sampai 6 seri. Wih, hebat banget. Saya mengira ini masih ada kelanjutan dengan buku Ustadz Abduh (Belajar dari Akhlak Ustadz Salafi). Ternyata disana saya mendapat porsi perhatian yang lumayan besar. Wah, jadi “selebritis blog FAKTA” nih… Terimakasih terimakasih.

Tadinya risau juga melihat perilaku orang-orang ini. Tapi alhamdulillah, saya merasa tenang, bi nikmatillah. Saya tidak merasa risau, bahkan merasa gembira diekspose banyak oleh orang-orang itu. Secara hakiki, blog itu adalah permusuhan besar terhadap Dakwah Islam di Indonesia. Ini sama seperti situs islamlib atau faithfreedom dan sejenisnya. Hanya bentuknya saja beda.
Baca entri selengkapnya »


Ummat Islam Dikepung FITNAH

Juli 29, 2008

Luar biasa, pasca peledakan bom teroris di JW Marriott dan Ritz Carlton, berkembang sikap ofensif luar biasa terhadap Ummat Islam. Setidaknya, ofensif dari sisi opini, psikologi, dan image. Kalau Anda perhatikan isu-isu yang berkembang di media akhir-akhir ini, betapa banyak tangan yang ingin menjerumuskan Ummat Islam ke dalam lembah dakwaan terorisme.

[1] Belum juga polisi melakukan olah TKP, penyelidikan, pengembangan kasus, tiba-tiba SBY membuat pidato paling buruk sepanjang karier politiknya. Pidato yang bertema “ada sejumlah intelijen” itu jelas-jelas menyerang lawan-lawan politiknya dalam Pilpres 8 Juli 2009 lalu. Tidak kurang SBY memperlihatkan foto-foto “bukti terorisme”. Ternyata, foto-foto itu kemudian diklaim sebagai dokumentasi tahun 2004 di Poso. Jadi tidak ada hubungan sama sekali dengan bom di JW Marriott. Mengaitkan aksi terorisme dengan Pilpres akan membuat eskalasi konflik di kalangan masyarakat menjadi sangat meluas. Bukan hanya antara Densus 88 dengan para pelaku terorisme, tetapi juga membenturkan massa pendukung tokoh politik tertentu dengan massa pendukung tokoh lainnya.

[2] Mendadak muncul para pengamat dan ahli terorisme, yang kesimpulan pandangan mereka SAMA, yaitu meyakinkan publik bahwa pelaku terorisme itu adalah kelompok Islam garis keras, baik Al Qa’idah, Jamaah Islamiyyah, atau Mujahidin eks Afghanistan. Para pengamat itu antara lain: Nasir Abbas, Al Chaidar, Suryadarma Salim, Hendropriyono, Wawan Purwanto, Abu Rusdan, dll. Hal ini mengingatkan kita ke kondisi saat masa kampanye Pilpres kemarin. Waktu itu muncul banyak sekali pengamat, peneliti, surveyor, politisi, yang semua mengarah kepada satu kesimpulan: Lanjutkan kepemimpinan SBY!

[3] Beredar surat pengakuan bertanggung-jawab dari seseorang yang mewakili Tanzhim Al Qa’idah Indonesia, di situs internet: mediaislam-bushro.blogspot.com. Dalam surat itu diterangkan, bahwa Al Qa’idah Indonesia bertanggung-jawab atas aksi istisyhad di JW Marriott dan Ritz Carlton. Isi surat itu lagi-lagi ingin meyakinkan bahwa Al Qa’idah ada di balik aksi terorisme tersebut. Padahal dengan pengamatan sederhana saja, surat itu sudah kelihatan SURAT PALSU. Buktinya apa? Lihat pada bagian akhir surat, disana tertera nama penyusun surat yaitu Nurdin M Top. Tetapi di bawah nama Nurdin M Top itu ada kata: Hafidzohullah (semoga Allah menjaganya). Kata seperti ini biasanya ditulis bukan oleh yang bersangkutan (Nurdin sendiri), tetapi orang lain yang mendoakan semoga dia dijaga oleh Allah. Ini adalah bukti telanjang, bahwa surat seperti itu PALSU. (Para konspirator pembuatnya kayaknya perlu belajar memalsu surat Ummat Islam lebih teliti lagi).

[4] Pada saat yang sama, banyak santri-santri pesantren diserang dengan isu Flu Babi. Pesantren Gontor, Tebu Ireng, di Purwakarta, Lampung, Surabaya, dan lainnya terkena isu Flu Babi. Padahal mereka santri-santri yang JELAS SEKALI sangat jauh dari urusan babi. Selain virus seperti itu sengaja disebarkan di pesantren-pesantren, agar banyak santri-santri yang mampus. Hal itu juga untuk mencemarkan nama baik pesantren dan membuat masyarakat takut menyekolahkan anaknya ke pesantren.

[5] Dan alhamdulillah, satu makar para konspirator ini gagal, yaitu saat ingin mencemarkan nama baik Islam di mata para penggemar sepakbola, setelah MU gagal datang ke Indonesia. Atas ijin Allah juga, para suporter bola tidak marah-marah kepada organisasi-organisasi Islam dan Ummat.

Dan sangat disayangkan, partai Islam/Muslim yang membawa-bawa simbol Islam, dan tidak mau disebut partai sekuler, mereka sama sekali tidak terdengar suara pembelaannya. Tapi memang itu sudah sepadan dengan kenyataan, bahwa dunia politik praktis = dunia ketenagakerjaan! Jadi jangan heran deh!

Lihatlah saudaraku dengan mata hatimu, belum juga SBY resmi menjadi Presiden RI untuk kedua kalinya, Ummat Islam telah dikepung fitnah dari berbagai penjuru. Laa haula wa laa quwwata illa billah. Hanya kepada Allah kita bergantung dan berserah diri. Serahkan nasib dan kehidupan kepada-Nya, berbuatlah terbaik yang sanggup kamu lakukan, tetap istiqamah dalam ibadah kepada-Nya; insya Allah, hal ini akan menjadi pegangan yang teguh untuk menghadapi beribu-ribu fitnah.

Allahumma a’izzil Islama wal Muslimin, wa allif baina qulubihim, wa ashlih dzata bainihim, wanshurhum ‘ala aduwwika wa ‘aduwwihim. Allahumma amin, wa shallallah ‘ala Rasulillah Muhammad wa ‘ala alihi wa ashabihi ajma’in.

AMW.


Apakah Lebah Haram Dimakan?

Juli 8, 2008

Sungguh menarik mengikuti acara “Halal” di TransTV, edisi 22 Juni 2008, sekitar pukul 06.30 sampai 07.00 WIB. Tema yang diangkat ketika itu adalah tentang “lebah”. Disana menghadirkan seorang narasumber pakar hadits Indonesia, Prof. Dr. Ali Mustafa Ya’qub, MA. Beliau guru besar hadits dan sekaligus pimpinan perguruan hadits Daarus Sunnah Jakarta.

Kalau lebah menghasilkan madu, kita sudah sama-sama tahu. Kalau madu lebah halal dikonsumsi, jelas kita sudah memahaminya. Allah Subhanahu Wa Ta’ala sendiri yang meyakinkan akan kehalalan dan kebaikan madu lebah. Bahkan ketika Nabi shallallah ‘alaihi wa sallam pernah akan mengharamkan madu, turun ayat dalam Surat At Tahrim yang melarang Nabi mengharamkan sesuatu karena hawa nafsu. At Tahrim sendiri artinya pengharaman. Jelas ya, madu lebah tidak ada khilaf lagi.

Tapi, bagaimana hukumnya makan lebah? Maksudnya, makan tubuh lebah, makan badan fisiknya. Atau diperluas lagi, makan larva lebah. (Larva = anak-anak lebah yang masih kecil, tubuhnya berwarna putih, bentuknya seperti belatung, tinggal dalam lokus-lokus rumah lebah). Nah, bagaimana hukumnya makan lebah itu?

Baca entri selengkapnya »