Memahami Posisi HAMAS

Agresi Israel ke Jalur Gaza sejak 27 Desember 2008 lalu bukan hanya menindas rakyat Palestina. Khabar terbaru, sekitar 660 warga Palestina meninggal akibat serangan brutal Zionis Israel laknatullah ‘alaihim. Sekitar 3000 lainnya luka-luka, bahkan anak-anak yang lahir premature terancam, karena pasokan energi listrik ke RS Gaza diputus oleh Si Laknatullah.

Dalam keadaan seperti ini, Hamas menjadi sorotan dunia. Bukan karena keberanian mereka melawan Yahudi Israel, tetapi Hamas disalahkan dalam tragedi kemanusiaan mengerikan ini. Hamas dituding sebagai pihak yang paling bertanggung-jawab atas penderitaan masyarakat Palestina saat ini.

Menyalahkah Hamas

Menlu Amerika Condoleezza Rice dalam pernyataannya mengecam Hamas: “AS mengecam keras berulangnya serangan-serangan roket dan mortir terhadap Israel dan menuding Hamas bertanggungjawab atas putusnya gencatan senjata, serta bangkitnya kembali aksi kekerasan di Gaza.” (antara.co.id, 28 Desember 2008).
Presiden Perancis lebih brutal lagi dalam menyerang Hamas. Seperti yang diberitakan oleh detiknews.com, Nicolas Sarkozy mengecam keras Hamas. Setelah sebelumnya mengutuk serangan offensive Israel, Sarkozy mengatakan: “Saya ingin kembali mengatakan di sini bahwa kami mengutuk dengan sama kerasnya serangan roket yang terus dilancarkan Hamas, yang merupakan provokasi yang tak bisa diterima.” Lebih keras lagi Sarkozy mengatakan, “Hamas, yang memutuskan untuk melanggar gencatan dan melanjutkan kembali serangan roket ke Israel, memikul tanggung jawab berat atas penderitaan rakyat Palestina di Gaza.” (detiknews.com, 5 Januari 2009).
Dalam berita di TV, setelah bertemu dengan Presiden Israel Shimon Perez, Sarkozy kembali melancarkan serangannya kepada Hamas. Dia mengatakan, Hamas bertanggung-jawab karena memprovokasi Israel sehingga melakukan serangan balik.
Dari Indonesia juga keluar pernyataan nyeleneh dari Mbahnya kaum Liberaliyun, siapa lagi kalau bukan Si Mbah Dur. Seperti disebut oleh swaramuslim.com, Mbah Dur ikut-ikutan menyalahkan Hamas, “Menuntut agar pihak Hamas meninggalkan cara-cara kekerasan dalam menyikapi konflik Palestina-Israel, agar kaum konservatif Israel tidak menjadikannya sebagai dalih untuk melakukan pembalasan. Hamas perlu kembali pada perjuangan diplomatik dan perundingan bukan dengan jalur kekerasan yang akan menjadikan rakyat Palestina sebagai korban.” (swaramuslim.com, 30 Desember 2008).

Hamas Jadi “Kambing Hitam”

Seluruh dunia sudah tahu, bahwa aggressor dalam masalah ini adalah Israel. Mereka mengklaim menyerang posisi-posisi Hamas, padahal sebagian besar korban adalah warga sipil. Bahkan rumah-rumah sakit juga hancur, termasuk anak-anak dan pasien yang dirawat di RS. Saksi mata para relawan mengatakan, kondisi Gaza saat ini benar-benar sangat mengerikan.

[Sungguh, laknat Allah akan memasuki rumah-rumah pemukim Yahudi di Israel, lalu mengambil anak-anak mereka sebagai jasad-jasad tanpa nyawa. Amin Allahumma amin].
Begitu biadab Israel, sampai sekolah PBB yang sebenarnya merupakan daerah aman dan tempat perlindungan masyarakat, disikat juga oleh roket-roket mereka. Setidaknya 40 jiwa langsung melayang dari sekolah tersebut. Hingga Ban Ki Moon menyebut serangan itu tidak bisa diterima. Sementara Venezuela dengan tegas mengusir Dubes Israel untuk Venezuela, sebagai langkah protes atas kejahatan perang Yahudi terkutuk itu.
Kejahatan Yahudi saat ini tidak bisa diterima oleh akal dan nurani manusia sejagad. Sampai orang-orang Hindu di daerah Jawa Timur ada yang melakukan ritual untuk mendoakan korban serangan Israel. Orang Hindu pun terketuk hatinya melihat penderitaan warga Muslim Palestina.

Jadi, tidak ada satu pun alasan yang benar untuk menyalahkan Hamas. Sebab, sudah jelas-jelas Israel agressornya. Tidak terbantah lagi. Andai Israel beralasan dengan serangan roket-roket dari Hamas, mengapa mereka tidak melakukan serangan yang sepadan dengan itu? Mengapa Israel tidak cukup saja melepas roket-roket mereka ke posisi Hamas?

Apa yang terjadi saat ini, Hamas ibarat seseorang yang melempar Yahudi dengan batu kerikil. Lalu Israel membalas dengan melemparkan satu truk batu ke arah pelempar. Kalau memang mereka adil [tapi kapan saatnya bangsa terkutuk itu akan adil] seharusnya beri balasan yang setimpal. Atau taruhlah lebih keras sedikit tidak mengapa. Tetapi agressi seperti saat ini benar-benar kejahatan perang.

Sangat mengerikan, Nicolas Sarkozy ingin menghapus dosa-dosa Israel, lalu dilimpahkan ke pundak Hamas. Betapa bejat pernyataan diplomatik Presiden Perancis ini.

Semua Lupa Blokade Israel

Serangan roket Hamas sebenarnya bukan tanpa alasan. Mereka adalah manusia normal yang bisa bersikap lembut, bisa juga bersikap keras. Sejak Hamas menang Pemilu pada Januari 2006 lalu, mereka menang secara demokratis, tidak ada kecurangan. Mantan Presiden Amerika, Jimmy Carter yang meninjau Pemilu di Palestina memuji kemenangan Hamas secara demokratis.
Hamas menang karena dia komitmen ingin membebaskan Palestina dari penjajahan Israel. Tetapi sejak kemenangan Hamas, negara-negara Kapitalis Barat tidak menyukainya, terutama Amerika dan Uni Eropa. Hamas dianggap radikal, ekstremis, dan anti Israel. Tapi ada daya, mereka menang Pemilu secara fair kok? Apa yang salah? Toh, syarat-syarat lomba sudah mereka penuhi.
Hamas sendiri tidak memiliki tujuan langsung ingin menyerang Israel, sebab prioritas pertama mereka bukan itu, tapi membenahi kehidupan rakyat Palestina, sambil berdiplomasi mengusahakan kemerdekaan Palestina. Tetapi, sejak mereka menguasai Palestina, Israel seketika melakukan BLOKADE terhadap kepemimpinan PM Ismail Haniya. Israel melakukan cara, sejak paling lembut sampai paling keji untuk melumpuhkan Hamas. Mereka memotong suplai pajak yang seharusnya diterima Pemerintah Palestina. Mereka menyerang pimpinan-pimpinan Hamas, sehingga Syaikh Yasin dan Syaikh Abdul Aziz Rantisi wafat syahid –insya Allah. Mereka juga melakukan BLOKADE TOTAL yang membuat rakyat Palestina menjerit-jerit dalam penderitaan.
Blokade total inilah yang ingin dipatahkan oleh Hamas melalui serangan-serangan roket. Tujuannya, agar Israel mengendurkan blokadenya, atau melepaskannya sama sekali. Jadi, tidak benar sama sekali anggapan bahwa Hamas memprovokasi Tragedi Gaza saat ini. Hamas hanya ingin mematahkan blokade. Jika Israel menghentikan blokadenya, pasti serangan roket Hamas akan berhenti.
Dunia tidak boleh menyalahkan Hamas, sebab mereka adalah representasi keinginan warga Palestina sendiri. Jika Hamas diblokade oleh Israel, itu artinya Israel melanggar hak masyarakat Palestina yang telah mempercayakan suaranya ke Hamas.
Sebelum muncul Tragedi Gaza saat ini, sebenarnya sudah muncul TRAGEDI BLOKADE oleh Israel. Namun setelah dievaluasi, blockade itu dianggap gagal menekan Hamas, Israel melakukan agressi dalam bentuk serangan brutal dan sangat biadab.
Seharusnya manusia seperti Sarkozy atau Abdurrahman Wahid, melek mata mereka. Setidaknya, coba berakal sedikit lah. Lihat persoalan ini dari runut-runutannya sejak awal. Israel terbukti telah melancarkan dua agressi sekaligus: AGRESSI BLOKADE dan AGRESSI MILITER.
Apa yang dilakukan Hamas, hanyalah sekedar menolong rakyat Palestina, semampu kekuatan mereka. Adapun pemilik kekuatan sejati adalah ALLAH SUBHANAHU WA TA’ALA. Dia tempat kita bergantung dan memohonkan pertolongan atas segala kesulitan. Hasbunallah wa nikmal Wakiil nikmal Maula wa nikman Nashir.

Bandung, 7 Januari 2009.
AM. Waskito.

Iklan

5 Responses to Memahami Posisi HAMAS

  1. myrazano berkata:

    Assalamualaikum Warhmullahi Wabarakatuh

    Salam kenal dari saya Muzfikri di http://myrazano.com ( akhir Okt 08 )

    Sampai sekarang blog yang baru saya buat Januari 09 ( http://oyok.com ) berisi kumpulan artikel Martias Oyonk yang sudah diterbitkan di berbagai media masa belum teridex di mesin-mesin pencari. Melaui blog ini saya sangat berharap bisa mendapatkan link untuk memudahkan proses peng-index-an blog tersebut

    Selain itu, saya juga sangat berharap melalui blog ini bisa mendapatkan sedikit limpahan pengunjung yang tertairk dengan artikel-artikel islam yang ditulis oleh seorang pengamat sosial keagamaan Sumatera Barat ( Martias Oyonk )

    Ditunggu kunjungan dan dukungannya

    Demikian. Saya Sampaikan

    Terimakasih

    Wassalam

  2. redaksi berkata:

    Perdamaian tak pernah diungkapkan dengan senapan, karena yang diungkapkan dengan senapan hanyalah teroris dan Zeonisme.

    Sudah beberapa kali kilatan mentari dan redupan malam Israel menghujankan agresinya di wilayah Gaza. Tergambar jelas dalam layar syaraf ingatanku, betapa jelas dan terang 345 saudara-saudaraku tewas dan 1000 lainnya luka-luka.

    Krisis kemanusiaan terpampang di sudut negeri Palestina.

    Wahai saudara seimanku!!

    Demi karena ini, mari serentak, kita acungkan jari tengah kita, dengan meneriakkan: “Fuck Israel!! Fuck Amerika!!” Sebagai simbol perlawanan kita. Kita buat maju langkah kita. Laksana prajurit yang harus taat pada titah hati, kita maju!! maju terus berjuang sampai memperoleh kemenangan.

    “Fuck Israel!! Fuck Amerika!!”

    madah perlawanan kami kepadamu, Bagi kami tidak mengenal pendirian lain, kecuali menang atau hancur.

    sumber: http://www.asyiknyaduniakita.blogspot.com

  3. abdullah berkata:

    Wahai saudaraku,mangatasi masalah dengan kekerasan (Hamas mau memutus blokade) akan menimbulkan kekerasan baru,hadapilah api dengan air,jauhlah dari hasutan syaitan,kesabaran adalah kunci kemenangan,Allah berpihak pada orang yang lemah lembut penuh kesabaran,sebaliknya iblis berpihak pada orang yang suka mengumbar nafsu angkara murka.hati2lah sekarang banyak setan yang “nebeng” ama niat baik seseorang.waspadalah wapadalah waspadalah…

  4. abisyakir berkata:

    @ Abdullah.

    Ya, kalau kepada sesama Muslim, memang hadapi api dengan air. Tetapi kalau ke non Muslim tidak begitu.

    Kalau ke non Muslim, misalnya mereka zhalim, ini dapat dirinci:

    Pertama, apa kekuatan kita lebih dari mereka? Kalau lebih kuat, kita tegakkan keadilan, yang zhalim dihukum setimpal kesalahannya.

    Kedua, kalau kita seimbang kekuatannya, kita menuntut keadilan atas kezhaliman non Muslim itu. Kalau mereka tidak menegakkan keadilan, ya ditawarkan solusi damai, win win solution. Kalau masih belum mau juga, kita bisa memerangi mereka dengan kekuatan yang ada.

    Ketiga, kalau kita lemah sedangkan non Muslim kuat. Mula-mula kita harus shabar atas kezhaliman non Muslim; lalu kita membangun kekuatan sehingga sederajat atau lebih kuat dari mereka; atau kita meminta pertolongan pihak lain yang bisa diandalkan kekuatannya (meskipun ada min plus-nya); paling buruknya, kita tidak mampu sama sekali hadapi kezhaliman non Muslim itu, ya akhirnya kita berdoa kepada Allah meminta pertolongan-Nya. Ingat doa orang tertindas akan dikabulkan.

    Jadi, logika lawan api dengan air itu hanya dalam situasi tertentu. Misalnya meredakan kemarahan atau memaafkan kesalahan sesama Muslim. Kalau dengan non Muslim lain lagi urusannya.

    Lho, apa buktinya…

    Lihat saja, berapa kali Nabi-mu Saw berperang melawan orang-orang non Muslim? Apakah beliau selalu mengatakan, “Hadapi api dengan air?” Orang zhalim sering berdalil dengan logika seperti itu. Tentu untuk membentengi kezhalimannya.

    AMW.

  5. dir88gun berkata:

    Masalah persengketaan tanah antara warga Muslim & Yahudi di Pelestin bermula pada saat Daulah Khilafah Usmaniyah di Turki mengalami kehancuran akibat propaganda kafir Barat.
    Hal tersebut kemudian dimanfaatkan oleh Teodhore Hertz dkk yang menghasut warga Yahudi agar menguasai tanah Palestin.
    Cara paling efektif untuk menyelesaikan permasalahan tersebut adalah mengembalikan hak pengelolaan tanah tersebut kepada pemilik terakhir yang sah, yaitu Daulah Khilafah.
    Tanah Palestin adalah tanah wakaf yang diserahkan secara ikhlas dari pemilik sebelumnya kepada Khalifah Umar ra. & kemudian dibebaskan kembali dari tangan penjajah oleh Khalifah Muhammad al Fatih.
    Bisa saja saudara Muslim kita di Pelestin lari & mengungsi ke negara lain agar selamat, namun hal itu tidak mereka lakukan, karena mereka telah bersumpah untuk merelakan jiwa mereka guna melindungi tanah wakaf milik Daulah Khilafah, hingga Daulah Khilafah bangkit kembali.
    Wahai Saudara Muslim di manapun juga, relakah kalian berlama-lama membiarkan penderitaan saudara muslim kita di Palestin terus berlarut-larut?
    Wahai Saudara Muslim di manapun juga, marilah kita tegakkan Khilafah sekarang juga!
    Agar Saudara kita, baik umat Muslim maupun Yahudi, dapat kembali berdamai seperti sedia kala!
    Agar berbagai masalah yang melanda kita saat ini dapat teratasi!
    Dan yang terpenting, agar hukum Allah dapat ditegakkan kembali di muka bumi ini!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: