Kebenaran Pun Terkuak Sudah…

Lebih dari 50 tahun kita menanti. Sejak Israel mendirikan negara di Palestina tahun 1948, bahkan sebelum itu. Kita menanti Allah tunjukkan KEBENARAN atas berbagai petaka yang menimpa kaum Muslimin di Palestina. Atas terpenjara dan dianiaya Al Quds oleh tangan-tangan durhaka, berlumuran dosa, dari anak keturunan Bani Israil. Lama benar kita menanti agar Allah tunjukkan KEBENARAN, sehingga hati ini terterangi, sehingga akal ini bisa memahami, mengapa kebiadaban Yahudi Israel tidak bisa dicegah sampai saat ini?

Kini dunia telah memahami dengan baik, baik kalangan Muslim maupun non Muslim, baik bangsa Timur maupun Barat. Semua telah memahami KEBENARAN ini, memahami alasan senyatanya di balik penderitaan kaum Muslimin Palestina. Alhamdulillah, puji syukur dan sanjungan yang tinggi hanya kepada-Mu ya Rabbal ‘alamiin. Kami mensyukuri petunjuk-Mu ya Rabbi.

Tahulah kita kini, KEBEBARAN yang sekian lama tertimbun di balik kebohongan, dusta, dan pengkhiatan tidak terperikan. Hampir-hampir KEBENARAN itu tidak nampak, andai tidak terjadi kebrutalan Israel di Gaza saat ini. Sebenarnya, dari petaka-petaka sebelumnya, ia sudah tampak. Namun tidak segemilang saat ini, tidak seterang benderang kenyataan di Gaza hari ini. Alhamdulillah Rabbi.

Kebenaran apakah itu?

Apakah kebenaran bahwa Israel itu brutal…

Apakah Yahudi itu terkutuk dan terlaknat akibat segala kezhaliman mereka…

Apakah karena anak-anak kecil yang menjadi korban kebiadaban Israel…

Apakah karena kaum wanita Palestina yang ditodong bayonet Yahudi…

Apakah karena rumah-rumah warga sipil yang rata dengan tanah…

Apakah karena rumah-rumah sakit yang digempur roket, hingga peralatan-peralatan medis hancur berantakan…

Apakah karena petugas medis, wartawan, sekolah PBB, pasukan penjaga perdamaian, dan lain-lain yang juga diserbu peluru-peluru Zionis…

Apakah karena Yahudi melakukan blokade total, untuk membunuh jutaan warga Gaza secara pelan-pelan…

Apakah karena Resolusi PBB yang seabreg dan tidak pernah dipedulikan Israel…

Apakah karena semua agama di dunia, bahwa orang tidak beragama pun, semua ikut mengutuk kebrutalan Yahudi…

Apakah karena ini, itu, dan segala cerita horor tentang kebengisan Yahudi Israel laknatullah ‘alaihim dan tangis derita warga Muslim Palestina?

Bukan, bukan, bukan karena itu.

Kalau soal kebrutalan Yahudi Israel, sejak dulu kita menyaksikannya, sejak dulu kita melihatnya, sejak dulu kita mengutuknya, sejak dulu kita memurkainya, sejak dulu kita mendoakan kehancuran baginya. Sejak dulu manusia di dunia menjadi saksi kebiadaban Yahudi Israel. Bahkan dalam Al Qur’an telah dijelaskan sangat banyak tentang kebrutalan dan kebejatan sifat-sifat mereka. Semua itu sudah kita ketahui sebagai fakta tak terbantah lagi.

Malah sejujurnya, masyarakat Israel sendiri merasa stress berat atas kebrutalan-kebrutalan yang dibuat tangannya sendiri. Luar biasa kan…Bukan hanya kita yang merasa hancur hati, mereka juga dilanda pilu luar biasa. Toh, sebiadab-biadab Yahudi Israel, mereka masih manusia juga kan? Hanya semua bentuk kepedihan nuraniah itu tidak pernah ditampakkan keluar, bahkan ia dilarang keras diekspose keluar. Israel adalah dengan sistem teroris, tidak memperkenankan ungkap simpati rakyatnya muncul ke permukaan. It’s very-very hard forbidden!

Jangan terlalu polos saudaraku…

Jangan Anda menyangka bahwa Yahudi Israel itu modelnya seperti Ariel Sharon semua. Tidak, tidak. Mereka juga manusia, mereka bukan bangsa Ya’juj dan Ma’juj yang jasadnya manusia, tetapi sifatnya monster. Yahudi brutal, mereka kejam, mereka biadab…jawabnya: Ya! Right! Tetapi mereka juga manusia yang memiliki kepekaan nurani. Meskipun suara nurani mereka nyaris tidak terdengar, karena ditelan oleh keangkara-murkaan diri.

Bukan hanya kita yang menjadi saksi kebiadaban Yahudi Israel. Mereka pun menjadi saksi atas kedurhakaan diri mereka sendiri. Bahkan kitab Talmud yang diagung-agungkan Yahudi itu adalah saksi bisu semua kebiadaban mereka. Dalam kitab itu rahib-rahib Yahudi klasik mengekspresikan segala sifat-sifat satanic-nya dalam bentuk kalimat-kalimat penuh kejahatan. Hati-hati manusia normal pasti akan mengingkari “kesucian” Talmud. Hanya saja, di negara seperti Israel, atau di jajaran pemerintahan Yahudi internasional, letupan nurani itu dengan amat sangat dipadamkan secara bengis. Jangankan berharap ia akan menyala, lalu meletup; ketika baru sewujud asap saja, seketika dibanjur kucuran air dari 10 mobil PMK.

Israel adalah negara yang ditegakkan di atas TERROR PRINCIPLES. Apa yang kita kenal sebagai Protocols Zionism itu adalah sebentuk Konstitusi teror, panduan prinsipil untuk membangun Israel Raya di Timur Tengah. Adapun musuh utama agenda ini adalah: NURANI bangsa Yahudi! Kalau Yahudi sudah memakai nuraninya, jelas peradaban terror itu akan gatot, alias gagal total.

Lalu KEBENARAN yang mana?

Iya, KEBENARAN itu harus diungkapkan apa adanya. Tidak perlu lagi ditutup-tutupi. Ia adalah KEBENARAN yang tidak pernah kita bayangkan selama ini. Ia adalah sesuatu yang di luar perkiraan banyak orang.

Sejujurnya, yang menzhalimi kaum Muslim Palestina selama ini adalah “Dua Yahudi Bersaudara”. Mereka seperti saudara kembar. Tampak di permukaan, mereka bermusuhan, padahal sejatinya bekerjasama. Mereka memainkan peran tokoh “si baik” dan “si jahat”, padahal keduanya sama jahatnya.

Saudaraku, adalah salah kalau Anda memahami bahwa konfik Palestina-Israel hanya melibatkan dua negara itu saja. Ini adalah pemikiran keliru dan tidak sesuai dengan sejarah konflik sejak dulu. Dua bangsa berkonflik secara mandiri, tanpa melibatkan negara lain adalah suatu kemustahilan. Ia hanyalah omong kosong yang tidak ada dalihnya, secara teori dan praktik.

Harus disadari, Israel tidak akan bisa menerjang bangsa Palestina, lalu mengobrak-abrik rumah-rumah mereka, menghancurkan masjid-masjid mereka, menodai wanita, lalu menumpahkan darah anak-anak. Israel tidak akan mampu melakukan itu semua, jika negara-negara Arab di sekitar Palestina bangkit melawan. Israel tidak akan bisa melukai seorang Palestina, jika negara-negara Arab di sekitarnya, seperti Mesir, Yordania, Syria, Libanon, dan Arab Saudi, menentang serangan itu dan mendukung Palestina untuk membalasnya.

Hal ini terbukti dalam fakta sejarah. Dulu pernah terjadi Perang Arab, dimana pasukan koalisi Arab menyerang Israel untuk membebaskan Palestina dari penjajahan. Mesir juga pernah menyerang Israel sehingga mampu merebut kembali Sinai. Begitu pula Syria mampu menyerang Israel sehingga mampu menahan Israel di dataran tinggi Golan. Libanon pun pernah berseteru dengan Israel, sehingga Israel tertahan memperluas wilayahnya ke Libanon. Begitu pula Raja Faishal dari Saudi, beliau pernah mengembargo Amerika sebagai bentuk protes atas dukungan Amerika terhadap Zionis Israel itu. Begitu pula dengan Irak. Dalam Perang Teluk 1990-1991, mereka bisa puluhan kali melepaskan rudal Scud ke wilayah Israel. Jadi faktanya, negara-negara Arab di sekitar Palestina sebenarnya memiliki kekuatan untuk melawan Yahudi Israel. Malah dalam Perang Irak saat ini, negara-negara Arab mampu mendukung pejuang-pejuang Irak untuk menghancurkan Amerika disana. Bohong besar kalau mereka tidak mampu. Andai tidak mampu secara militer, mereka memiliki kekuatan finansial raksasa untuk membentuk pasukan terkuat sekalipun.

Ketika kita menyaksikan kekejaman Yahudi laknatullah, sebenarnya yang menanggung kesalahan bukan hanya mereka, tetapi juga negara-negara Arab di sekitarnya. Kalau Israel bersalah secara aktif karena menyerang Palestina, maka negara-negara Arab itu bersalah secara pasif, karena membiarkan kebiadaban Yahudi dan membiarkan ketertindasan bangsa Palestina.

Sebenarnya, rakyat-rakyat Arab rata-rata patriotis. Tetapi tidak dengan pemimpin-pemimpin politik mereka. Banyak yang HAUS KEKUASAAN dan amat sangat HUBBUD DUNYA. Mereka lebih takut kehilangan kekuasaan daripada menolong Muslim Palestina, seperti Shalahuddin Al Ayyubi di masanya dulu. Mereka lebih takut dominiasi politiknya terganggu, daripada melihat Masjid Aqsha diruntuhkan oleh Yahudi. Mereka tidak takut lagi kepada Allah, meskipun Risalah Islam diturunkan disana. Mereka lebih takut kepada Yahudi Israel yang sewaktu-waktu bisa mendongkel kekuasaan mereka. Tragedia Gaza saat ini sebagai bukti besar, setelah berpuluh-puluh tragedi terjadi sebelumnya.

Sikap lebih mencintai kekuasaan politik, mengabaikan hak-hak kaum Muslimin, mengabaikan amanah Allah dan Rasul-Nya, mengabaikan Al Quds (Tanah Suci ke-3 Ummat Islam), membiarkan Israel terus menindas kaum Muslimin dan membiarkan Palestina menjadi “penjara besar” yang membunuh warganya pelan-pelan. Semua ini adalah kebiadaban dan kekafiran yang nyata. Sikap pemimpin-pemimpin Arab saat ini sangat jauh dari teladan Umar bin Khattab Ra. atau Shalahuddin Al Ayubi. Mereka lebih ridha kepada urusan dunianya (kekuasaan) daripada menunaikan hak-hak Allah dan Rasul-Nya.

Sungguh, kelak yang akan dituntut oleh Allah atas kezhaliman di bumi Palestina, bukan hanya bangsa Yahudi Israel laknatullah, tetapi juga pemimpin-pemimpin Arab itu. Mereka adalah “Yahudi” dalam wujud lain, sangat tamak kepada dunia, dan rela menyambut murka Allah karena sangat mencintai dunia. Lho, karakter Yahudi al maghdhubi ‘alaihim kan seperti itu juga.

Inilah KEBENARAN yang ditampakkan kepada kita. Bukan hanya Yahudi musuh Muslimin Palestina, tetapi juga para PEMIMPIN POLITIK ARAB. Mereka adalah “saudara kembar” Yahudi itu.

Ke depan, bangsa Palestina harus menyadari ini semua. (Atau jangan-jangan saya saja yang telat, sedangkan mereka sudah tahu sejak lama?). Mereka tidak bisa mengandalkan pemimpin-pemimpin Arab itu. Kecuali kalau dari kalangan mereka muncul sosok seperti Shalahuddin Al Ayyubi di masa lalu. Nah, itu lain ceritanya. Selama “Shalahuddin” belum muncul, sudahlah berharap kepada Allah dan orang-orang Mukmin saja. Jangan kepada elit-elit politik durhaka itu. Mereka lebih biadab dari Yahudi asli, sebab identitas agama, bahasa, dan namanya sama dengan kita. Kata Khalifah Umar, “Aku lebih takut menghadapi orang munafik daripada orang kafir!” Ya betul Anda wahai Khalifah yang mulia, keridhaan Allah bagimu.

Wallahu A’lam bisshawaab.

Bandung, 13 Januari 2009.

AM. Waskito.

Iklan

7 Responses to Kebenaran Pun Terkuak Sudah…

  1. dir88gun berkata:

    Masalah persengketaan tanah antara warga Muslim & Yahudi di Pelestin bermula pada saat Daulah Khilafah Usmaniyah di Turki mengalami kehancuran akibat propaganda kafir Barat.
    Hal tersebut kemudian dimanfaatkan oleh Teodhore Hertz dkk yang menghasut warga Yahudi agar menguasai tanah Palestin.
    Cara paling efektif untuk menyelesaikan permasalahan tersebut adalah mengembalikan hak pengelolaan tanah tersebut kepada pemilik terakhir yang sah, yaitu Daulah Khilafah.
    Tanah Palestin adalah tanah wakaf yang diserahkan secara ikhlas dari pemilik sebelumnya kepada Khalifah Umar ra. & kemudian dibebaskan kembali dari tangan penjajah oleh Khalifah Muhammad al Fatih.
    Bisa saja saudara Muslim kita di Pelestin lari & mengungsi ke negara lain agar selamat, namun hal itu tidak mereka lakukan, karena mereka telah bersumpah untuk merelakan jiwa mereka guna melindungi tanah wakaf milik Daulah Khilafah, hingga Daulah Khilafah bangkit kembali.
    Wahai Saudara Muslim di manapun juga, relakah kalian berlama-lama membiarkan penderitaan saudara muslim kita di Palestin terus berlarut-larut?
    Wahai Saudara Muslim di manapun juga, marilah kita tegakkan Khilafah sekarang juga!
    Agar Saudara kita, baik umat Muslim maupun Yahudi, dapat kembali berdamai seperti sedia kala!
    Agar berbagai masalah yang melanda kita saat ini dapat teratasi!
    Dan yang terpenting, agar hukum Allah dapat ditegakkan kembali di muka bumi ini!

  2. abisyakir berkata:

    @ dir88gun

    Antum kebetulan membuat 4 komentar yang sama. Tapi karena diletakkan di board yang berbeda-beda, jadi tidak mengapa. Jazakumullah khair atas kesungguhannya.

    AMW.

  3. Taufik berkata:

    Assalamu’alaikum…

    mau berikan sedikit komentar…

    Memang akhir2 ini (setelah banyak protes keras terhadap agresi militer negara israel thd Palestine), muncul berbagai komentar yang sifatnya cenderung “menghujat” pemimpin2 arab yang nota bene mereka adalah kaum muslimin.

    Jujur, Ana juga merasakan kepedihan yg dilanda rakyat palestine, sering kali Ana berlinangan air mata krn tdk sanggup melihat penderitaan mereka.
    Namun apa daya, Ana hanya bisa berdoa untuk keselamatan saudara2 kaum muslimin disana dan bbrp kali melakukan doa Qunut Nazilah ketika sholat fardhu berjamaah.

    Awalnya Ana memang berfikir sm dgn ustadz dan teman2 yg lain, namun setelah Ana kembali berfikir.. apa jadinya seandainya bangsa2 Arab membela rakyat Palestine secara militer? Ana rasa akan semakin memperkeruh keadaan bahkan mgkn perang dunia akan sulit untuk dihindari,
    krn sebagaimana kita tahu bahwa Amerika Serikat (khususnya) juga memainkan peranan penting atas Agresi Militer yang dilakukan oleh negara israel thd Palestine.
    Dengan demikian, akan semakin menambah kerusakan dimuka bumi ini.

    Memang Ana kurang mengerti dalam masalah peperangan ataupun politik yang terjadi di Timur Tengah, namun apakah sebaiknya kita berdoa untuk kebaikan kaum muslimin dari pada menghujat sesama muslim?

    Maaf klo Ana terlalu polos dalam hal ini, krn Ana smakin sedih dengan kondisi kaum muslimin di negeri Ana sendiri (Indonesia) yang justru saling memperdebatkan sikap dan menghujat sesama muslim.

    Masalah ini akan menjadi perhatian penting juga sekaligus “warning” bagi kaum muslimin di seluruh dunia untuk bersatu merapatkan barisan tanpa melihat perbedaan manhaj/aliran, selama berdiri dalam aqidah Asyhaduallaa ilaaha illalloh wa asyhaduanna Muhammadan abduhu wa rosuluh, mereka adalah saudara muslim yang sama2 kita harus jaga harkat dan martabatnya, bukan saling menghina atau menghujatnya.

    Jangan kita menilai seseorang (terutama saudara muslim) hanya dari apa yg kita dengar dan lihat semata, Hanya ALLOH SWT yang Maha Mengetahui isi hati seorang hambanya, apakah dia itu seorang yg munafikin atau bukan.

    Dengan demikian, bersatulah wahai saudaraku muslimin wa muslimat di seluruh dunia (Indonesia khususnya) mari kita rapatkan barisan, dirikanlah sholat fardhu secara berjamaah, kita hidupkan dan makmurkan mesjid2 dengan ibadah sesuai tuntunan Rosululloh SAW, berbaik sangka-lah kepada ALLOH, berbaik sangka-lah kpd setiap kaum muslimin, mari kita berdoa (hanya kepada ALLOH SWT) saling mendoakan kebaikan kepada sesama muslim.. karena sesungguhnya yang demikian itu lebih baik.

    Wallahu A’lam

    Ana memang bukan siapa2, Ana hanyalah hamba ALLOH yg saat ini sangat sedih melihat kondisi kaum muslimin di dunia pd umumnya dan Indonesia khususnya.
    Lebih kurangnya mohon maaf, semoga ALLOH senantiasa memberikat taufik dan hidayah kepada kita semua, amiin..

    wassalamu’alaikum warohmatulloh..

  4. Adi berkata:

    Mas Waskito, sejauh mana antum melakukan penyelidikan sehingga bisa mengatakan bahwa mesir dan saudi mencintai yahudi dan ikut memusuhi palestina ? Ketika musibah gaza kemarin justru mesir dan yahudi yg paling banyak memberikan bantuan donasi dan perawatan bagi korban. Ratusan milyar dolar terkumpul dan raja saudi sendiri yg langsung terjun menggalang dana utk donasi palestina. Rumah sakit-rumah sakit di mesir dan saudi disediakan khusus buat menampung dan mengobati korban rudal yahudi. Sementara antum sendiri ada di mana ketika itu ?

  5. Abu "Abu" berkata:

    Assalamu “Alaikum Wr Wb. akhi .., senang bisa kunjung ke situs antum ..

    afwan ya .. mau koreksi dikit tentang tulisan antum berjudul AKAR KONFLIK PALESTINA-ISRAEL .. saya baca di SWARAMUSLIM ..

    cuma ngoreksi dikit koq .. yaitu tentang jumlah anak2 nabi YA’qub .. yang antum sebut ada 13 …

    sebenarnya ada 12 saja akhi ..

    Apa yang antum bilang ada 13 itu …

    1. bertentangan dengan Al Quran dan tafsir para ulama yang menyebutkan anak2 Nabi Ya’qub adalah 12 .. sesuai jumlah mata air yang terpancar yang dimukjizatkan Allah Ta’ala kepada Nabi Musa (Al Baqarah: 60) ….(lihat dalam kitab Al Jami’ Al Bayan -nya Imam Ibnu Jarir, atau Ma’alimut Tanzil karya Imam Al Baghawi .. Fathul Qadir-nya Asy Syaukani ..dll)

    Baiklah … perhatikan ya ..

    Dan (ingatlah) ketika Musa memohon air untuk kaumnya, lalu Kami berfirman: “Pukullah batu itu dengan tongkatmu”. [i]Lalu memancarlah daripadanya dua belas mata air. Sungguh tiap-tiap suku telah mengetahui tempat minumnya (masing-masing) [/i].. (QS. Al Baqarah: 60)

    Dan mereka Kami bagi menjadi dua belas suku yang masing-masingnya berjumlah besar dan Kami wahyukan kepada Musa ketika kaumnya meminta air kepadanya: “Pukullah batu itu dengan tongkatmu!.”Maka memancarlah dari padanya duabelas mata air. Sesungguhnya tiap-tiap suku mengetahui tempat minum masing-masing. (QS. Al A’raf: 160)

    Perhatikan ayat ini baik-baik .. tiap suku mendapatkan masing-masing satu mata air, dan mata air itu berjumlah dua belas …

    Imam Ibnu Jarir berkata … tentang makna Sesungguhnya tiap-tiap suku mengetahui tempat minum masing-masing. ..

    وقوم موسى هم بنو إسرائيل، الذين قص الله عز وجل قصصهم في هذه الآيات

    “Kaumnya Musa, mereka adalah anak-anak Israel (Nabi Ya’qub) yang telah Allah kisahkan dalam ayat ini ..(Al Jami’ AL Bayan, 2/120)

    Nah anak-anak Israel ada 12 .. sesuai jumlah mata air yang memancar .., kalo kurang .. saya tambahkan…

    فإذا نزلوا ضربه موسى بعصاه فانفجرت منه اثنتا عشرة عينا ، [u]لكل سبط[/u] عين معلومة مستفيض ماؤها لهم .

    “Ketika mereka turun, maka musa memukul tongkatnya, maka memancarlah 12 mata air, maka setiap anak mendapatkan mata airnya yang sudah diketahui yang airnya mengucur untuk mereka … (Ibid, 2/120)

    Lihat yang saya garis bawahi … setiap anak …! Bisthun jamaknya Asbaath maknanya bisa anak, cucu, keturunan, atau suku … (silahkan cek di kamus ..)

    Imam Asy Syaukani menjelaskan makna Bisthun dalam konteks ayat tersebut:

    والأسباط : ذرية الاثني عشر من أولاد يعقوب

    Al Asbaath adalah keturunan nabi Ya’qub yang berjumlah 12.” (Fathul Qadir, 1/109)

    2. Mereka adalah; Rubin, Simeon, Lewi, Yahuda, Zebulon, Isakhar, Dann, Gad, Asyer, Naftali, Yusuf, dan Benyamin. (A.d. Marzdedeq, Parasit Aqidah[/i], Hal. 248)

    Walau sebagian nama-nama ini belum bisa dipastikan kebenarannya, namun tentang jumlah 12 itu sudah ditegaskan langsung oleh Al Quran …

    maaf ya cuma meluruskan sejarah ..

  6. AMW berkata:

    @ Abu “Abu”

    Syukran atas tanggapan Antum. Sekali lagi syukran jazakumullah khair.

    Jumlah mereka memang 13, 11 dari satu isteri Ya’qub As, dan 2 dari isteri satunya lagi (ibunda Yusuf As). Hanya saja, menurut sebagian referensi disebutkan, 1 orang itu hilang atau meninggal.

    Tidak salah kalau misalnya disebutkan ada 12 suku, lalu masing-masing diberi mata air sendiri.

    Sebagai perbandingan, coba cek lagi tamsil yang disebut Al Qur’an di awal Surat Yusuf. Dia dalam mimpinya melihat ada 11 bintang, lalu matahari dan bulan (2 benda langit). Semua berjumlah 13.

    Karena itu pula, Yahudi seperti mengkeramatkan angka 13. Simbol angka 13 bisa dilihat di berbagai tempat.

    Itu tidak bertentangan dengan keterangan Antum, bahwa ada 12 suku Bani Israil, masing-masing diberi mata air sendiri-sendiri. Bisa dikompromikan: “Bani Israil yang tetap hidup dan berkembang sampai beranak-cucu ada 12, satu lagi tidak ketahuan. Apakah dia hilang atau meninggal?”

    Di jaman Ya’qub As, seseorang meninggal akibat diterkam hewan buas itu biasa. Maka tidak aneh jika saudara-saudara Yusuf memakai sandiwara “Yusuf dimakan srigala”.

    Bagaimanapun, syukran jazakumullah khair atas masukannya. Wassallamu ‘alaikum.

    AMW.

  7. Jasa Akikah berkata:

    Why users still use to read news papers when in this technological
    world the whole thing is accessible on net?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: