Antara Ja’far Umar dan Gus Dur

Oleh Tohir Bawazir

(Pemerhati gerakan dakwah Islam di Indonesia).

Sebetulnya agak malas juga fudhul (ingin tahu) terus mencermati sepak terjang Ja’far Umar Thalib (kadang disingkat JAMARTO), sang mantan Panglima Laskar Jihad yang kini tambah hari tambah aneh saja sikapnya.Terus terang ada rasa khawatir dituduh sebagai sikap ghibah, hasad dan dengki terhadap seseorang.

Namun saya pikir tidak apa jika yang dibicarakan memang orang yang senang memamerkan sikap dan tindak-tanduknya secara terbuka di masyarakat baik melalui ceramah, pidato dsb. apalagi sampai masuk di televisi segala, maka bukan mengungkap aib lagi namanya karena yang bersangkutan sudah terang-terangan tampil terbuka. Lebih-lebih yang bersangkutan sudah menjadi panutan bagi sebagian orang, jadi kalau sikapnya perlu dikritisi adalah pilihan yang wajar. Tidak ada yang boleh kebal kritik.

Masalahnya saya sejak dahulu sudah dikenal suka fudhul terhadap segala tingkah polah baik ucapan maupun tindakan Gus Dur yang dikenal sebagai raja nyleneh di Indonesia. Namun walaupun umat Islam begitu gerahnya dengan segala ulah Gus Dur, toh dia tetap survive bahkan kayaknya happy terus dengan sikapnya, bahkan malah tambah terkenal saja sehingga setiap ada momen besar pasti Gus Dur akan berbicara walau yang dibicarakan selalu akan berseberangan dengan pendapat mayoritas ummat Islam, padahal dia mengaku sebagai kyai, bahkan cucu pendiri organisasi NU.

Kalau ummat Islam bilang kanan, Gus Dur akan bilang kiri, ummat ingin A Gus Dur akan bilang B, begitu seterusnya. Tinggal kita saja, kuat atau tidak menghadapi orang model begini. Nampaknya penyakit ‘asal beda’ yang selama ini hanya diidap oleh Gus Dur sekarang mulai diidap oleh Ja’far Umar Thalib. Ketika kelompoknya bikin Laskar jihad, ummat Islam mayoritas pada simpati terhadapnya, sehingga banyak dukungan dan dana yang mengalir kepadanya, apalagi kelompok salafi model ini menyerukan fatwa “fardhu ‘ain jihad di Ambon” bagi ummat Islam di Indonesia. Walaupun fatwanya banyak ditolak oleh komunitas salafi lainnya, namun pamornya Ja’far Thalib naik daun dengan membikin Laskar Jihad. Sehingga yang dulunya dia hanya dikenal di kalangan warga Al-Irsyad dan Salafi, mendadak dia jadi tokoh nasional bahkan mulai dikenal di dunia internasional.

Namun anehnya begitu ada pergolakan berbau SARA di Poso, dimana ummat Islam disana dibantai Nasrani, keberadaan Laskar Jihad waktu itu nampaknya tidak diterima oleh ummat Islam disana, karena Laskar Jihad tidak mau bergabung dengan Forum Komunikasi Ummat Islam di Poso, yang merupakan satu-satunya wadah persatuan dan perjuangan ummat Islam di Poso untuk menghadapi kekerasan yang dipicu oleh orang-orang Kristen. Anehnya sikap Ja’far Thalib terhadap penderitaan ummat Islam di Poso dan tokoh-tokohnya sudah berbalik total dengan sikapnya dia waktu di Ambon, yang dulu dia bersikap bagai pahlawan ummat, giliran di Poso sikapnya malah menyudutkan ummat Islam, apalagi ketika mantan muridnya , Luqman Ba’abduh menulis buku “Mereka Adalah Teroris” maka kondisi pejuang Islam di Poso jadi semakin disudutkan oleh militer. Yang dulunya ummat Islam adalah korban keganasan Nasrani, berubah menjadi pelaku teroris disana. Sedangkan kejahatan ummat Kristen yang membantai ummat Islam cukup diwakili oleh tiga orang pelaku yang dihukum mati yaitu Tibo cs. Selebihnya ‘penjahat dan teroris’ sudah berpindah menjadi milik ummat Islam.

Buku tulisan Luqman Ba’abduh disebarkan disana untuk menyudutkan ummat Islam, masyarakat Muslim Poso tidak akan melupakan ‘jasa’ Ja’far dan Luqman Baabduh dalam menyudutkan ummat Islam. Semangat ‘asal beda’ terus saja setiap harinya dijaga dan dipupuk oleh Ja’far dan salafi kelompoknya terhadap keberadaan organisasi dan kelompok ummat Islam lainnya, entah itu terhadap kelompok salafi lainnya apalagi terhadap organisasi-organisasi Islam lain baik yang sudah lebih dahulu ada seperti Al-Irsyad Al-Islamiyyah, NU, Muhammadiyah maupun untuk organisasi yang dikategorikan baru seperti MMI, FPI, HTI, PKS dsb.

Semangat kebencian dan permusuhan kelompok ini sangat terlihat jelas karena semua kelompok dan organisasi Islam di luar kelompoknya dituduhnya sebagai sururi, ahlul bid’ah, haroki, hizbiyyah dsb. Namun anehnya sikap garang justru tidak diperlihatkan ketika menghadapi kelompok-kelompok yang sudah jelas menyimpang seperti Ahmadiyah, kelompok Liberal bahkan terhadap Yahudi sekalipun. Ini sangat aneh, walau bisa dipahami, semua sikapnya dalam rangka menjaga perbedaan dan permusuhan dengan ummat Islam lainnya.

Logika ‘asal beda’ terus saja dijaga, sehingga di Metro TV di awal Ramadhon lalu dia malah mengusulkan agar gerakan-gerakan Islam yang dianggap radikal agar diberantas saja sampai ke akar-akarnya, dengan sasaran utama adalah FPI dan MMI. Tempo hari ketika kasus Bom Bali meledak, mereka mengusulkan kepada Wapres Jusuf Kalla agar buku-buku yang ditulis oleh ulama-ulama Ikhwanul Muslimin, seperti Hasan Albanna dan Sayyid Quthub agar dilarang beredar karena isinya dapat menyuburkan terorisme. Lagi-lagi salafi telah melemparkan pelurunya ke sesama ummat Islam.

Anehnya, ketika ummat Islam Palestina dibombardir dan dibantai oleh Yahudi Israel laknatullah, lagi-lagi Ja’far bikin statemen di Global TV beberapa hari lalu yang menyatakan perang yang terjadi di Palestina bukan jihad, dan orang-orang yang terlalu getol menyuarakan jihad di Palestina lagi numpang kesohor. Sehingga berita pernyataan Ja’far ramai beredar di sms. Banyak yang marah dan geram dengan statemen Ja’far ini. Bagi saya, Ja’far sedang ingin tetap ‘konsisten’ untuk menjaga prinsip ‘asal beda’. Kalau Ja’far bikin statemen pro jihad Palestina (padahal dulunya bikin pasukan jihad) nanti dia bisa sama dan ketemu dengan komunitas Islam lainnya, dan itu pasti akan dia hindari. Masak Ja’far akan seia sekata dengan Ikhwani, Sururi, FPI, MMI dan ratusan juta ummat Islam lainnya yang sama-sama marah dan menyerukan jihad di Palestina. Maka biar konsisten bikinlah statemen yang berbeda. Soal dalil agama, itu urusan mudah. Tinggal dipilih ayat al-Qur’an dan Hadits yang cocok buat seleranya, lalu bikinlah pernyataan, statemen ataupun fatwa atau apalah, yang penting beda dengan yang lain. Ini sama persis dengan gaya Gus Dur, asal beda. Biar beda yang penting kesohor.

Dan saya yakin Ja’far akan semakin sering tampil di TV, maupun media lainnya sebagai narasumber, karena media memang butuh orang-orang yang berbeda dan nyleneh, apalagi penggede nyleneh sudah mulai tua dan sakit-sakitan, pasti dibutuhkan tokoh baru. Kebetulan dia bersorban dan berjanggut. Cocok.

[Dipublikasikan atas persetujuan penulis. Terimakasih. AMW].

Iklan

31 Responses to Antara Ja’far Umar dan Gus Dur

  1. Salafy kesohor berkata:

    gue setuju!

  2. pajjamapa wanua berkata:

    assalamu ‘alaikum, yaa akhi, sebaiknya antum lebih banyak membaca atau berinteraksi dengan salafiyyin agar tahu permasalahan sebenarnya

  3. abisyakir berkata:

    @ Pajjamapa

    Wa’alaikumsalam warahmatulah.

    Lho, yang menulis topik itu kan bukan saya, jadi silakeun aje kontakeun ke orengnye…okeh. Soal gaul ama Salafi, kan sudah banyak yang gaul. Lagian apa itu jaminan? Nanti gara-gara gaul ama orang yang salah, ntar ikut salah juga. Tidak mau kan?

    AMW.

  4. salafi_parah berkata:

    Begitulah salafi …musang berbulu ayam …

  5. sirbram berkata:

    Saya sering belajar langsung kpd beliau setidaknya saya lebih tahu tentang beliau daripada anda. Saya peringatkan fattaqullah fi lisaanik? takutlah kpd Allah atas kelancangan lisan anda yg telah menyerang harga diri sesama muslim (apalagi belaiu sbg guru agama/ustadz) yang anda sendiri tidak tahu apa2 ttg beliau kecuali hanya memungut informasi dari tv ini tv itu, media ini media itu. namun ditengak keadaan anda yang serba terbatas itu anda tetap berbicara atau menukilkan tulisan yang anda sendiri tidak memiliki sumber yg akurat.
    ustadz Ja`far kl dikatakan nyeleneh, memang bisa, yakni berbeda dari giringan informasi yang dibentuk oleh media massa yang dalam pemberitaannya sering kali jauh dari sifat adil dan ilmiyah. berita2 yang dimuat tergantung dari bombastis atau tidak isi dan yg terpenting keuntungan materi yg bisa diraup oleh pengelola media tsb. Tapi kalau anda mau sedikit saja serius belajar ttg Islam, maka anda akan dapati bahwa ternyata beliau memang punya dasar2 yang kuat dalam setiap statemen ia dikeluarkan. tentu ini jauh sekali bedanya dengan Gusdur yang sama2 nyeleneh tp nyelenehnya gusdur itu ngawur. Mak saya lihat anda adalah salah satu contoh orang yang menjadi korban arus penggiringan opini yg tidak adil dan tidak ilmiyah oleh media masa tersebut.
    Kalau anda berani menghujat seseorang, maka mestinya anda terlebuh dahulu beranui utk tabayyun dan tatsabbut kpd org tsb trlebih dahulu. kalau tidak mampu/berani, maka jangan sok pintar, sebaiknya diam saja agar tidak memunculkan komentar2 sampah seperti ini.

  6. abisyakir berkata:

    @ Sirbram.

    Sekedar informasi. Mungkin ini untuk tambahan saja. Setelah kasus Bom Bali II, waktu itu ditemukan VCD yang berisi testimoni para pelaku peledakan Bom Bali II. Waktu itu Jusuf Kalla bereaksi sangat keras. Salah satunya, hendak melarang buku-buku yang berhubungan dengan Hasan Al Banna dan Sayyid Quthb. Darimana JK bisa menyimpulkan bahwa gerakan teroris dalam Bom Bali II itu berhubungan dengan buku karangan dua tokoh Islam Mesir tersebut? Jawabnya jelas: Dibisiki oleh Ustadz Ja’far Umar Thalib.

    Saya dengar informasi yang bersumber dari karyawan keuangan, saat masih ramai-ramainya kerusuhan Ambon lalu. Katanya, saat itu Ja’far Umar sempat menantang Dan Lanal yang bertugas di pantai. Maka Dan Lanal tersebut, datang sendirian, tanpa dikawal siapapun ke markas Ja’far Umar. Dia mencari ustadz yang menantangnya itu. Ternyata, Ja’far tidak berani keluar. Meskipun sudah didatangi dan dicari, dia tidak keluar.

    Terakhir, saya dengar informasi dari TV. SBY selama 5 tahun terakhir sering memberangkatkan anggota majlis dzikirnya untuk berangkat Umrah. Sekali berangkat bisa 50 orang sekaligus. Dan salah satu tokoh yang pernah ikut dalam rombongan itu adalah al ustadz al mukarram al ‘alim al fadhil: Ja’far Umar Thalib.

    Ada sebuah hikmah Salaf yang mengatakan: “Kalau ada ulama yang mendatangi pintu-pintu penguasa. Ketahuilah bahwa dia adalah pencuri!”

    Terimakasih.

    AMW.

  7. bejo kalashnikoV berkata:

    SALAFY KE LAUT AJE LOOO!

  8. Neo Laskar Jihad berkata:

    @ Sirbram.

    Sekedar informasi. Mungkin ini untuk tambahan saja. Setelah kasus Bom Bali II, waktu itu ditemukan VCD yang berisi testimoni para pelaku peledakan Bom Bali II. Waktu itu Jusuf Kalla bereaksi sangat keras. Salah satunya, hendak melarang buku-buku yang berhubungan dengan Hasan Al Banna dan Sayyid Quthb. Darimana JK bisa menyimpulkan bahwa gerakan teroris dalam Bom Bali II itu berhubungan dengan buku karangan dua tokoh Islam Mesir tersebut? Jawabnya jelas: Dibisiki oleh Ustadz Ja’far Umar Thalib.

    Saya dengar informasi yang bersumber dari karyawan keuangan, saat masih ramai-ramainya kerusuhan Ambon lalu. Katanya, saat itu Ja’far Umar sempat menantang Dan Lanal yang bertugas di pantai. Maka Dan Lanal tersebut, datang sendirian, tanpa dikawal siapapun ke markas Ja’far Umar. Dia mencari ustadz yang menantangnya itu. Ternyata, Ja’far tidak berani keluar. Meskipun sudah didatangi dan dicari, dia tidak keluar.

    Terakhir, saya dengar informasi dari TV. SBY selama 5 tahun terakhir sering memberangkatkan anggota majlis dzikirnya untuk berangkat Umrah. Sekali berangkat bisa 50 orang sekaligus. Dan salah satu tokoh yang pernah ikut dalam rombongan itu adalah al ustadz al mukarram al ‘alim al fadhil: Ja’far Umar Thalib.

    Ada sebuah hikmah Salaf yang mengatakan: “Kalau ada ulama yang mendatangi pintu-pintu penguasa. Ketahuilah bahwa dia adalah pencuri!”

    Terimakasih.

    AMW.

    BOLEH TAU WAKTU JIHAD AMBON ANDA ADA DIMANA???….
    Soal terorisme
    SKRG..siapa yang tidak sependapat dengan arah pikiran Ust Ja`far
    Ust ABB Abu Rusdan Abu Wildan dan Anshorut Ttauhid juga sudah sama pandangan soal BOM
    Bahkan TALIBAN(bukan Alqaeda) di AFGHAN pun juga sudah memberi aturan yang sangat sangat sangat ketat dengan apa yang menyangkut BOM Ini.
    Gak tau kalo dengan ALQEDA dan yang simapti kpd mereka..

  9. abisyakir berkata:

    @ Neo Laskar Jihad:

    Anda mengatakan: “BOLEH TAU WAKTU JIHAD AMBON ANDA ADA DIMANA???”

    Jawab: Saya tidak ada disana. Saya masih di Bandung. Memang kenapa kalau tidak datang ke Ambon? Apakah Jihad di Ambon itu sudah statusnya FARDHU ‘AIN bagi setiap Muslim di Indonesia? Apakah MUI telah berfatwa demikian?

    Anda mengatakan: “Soal terorisme. SKRG..siapa yang tidak sependapat dengan arah pikiran Ust Ja`far
    Ust ABB Abu Rusdan Abu Wildan dan Anshorut Ttauhid juga sudah sama pandangan soal BOM
    Bahkan TALIBAN(bukan Alqaeda) di AFGHAN pun juga sudah memberi aturan yang sangat sangat sangat ketat dengan apa yang menyangkut BOM Ini.
    Gak tau kalo dengan ALQEDA dan yang simapti kpd mereka..”

    Jawab: Lho, apa Anda menjumpai dalam tulisan-tulisan saya, bahwa kami setuju dengan serangan2 bom seperti itu? Coba sebutkan buktinya! Dalam soal kematian Imam Samudra, Mukhlas, dan Amrozi misalnya. Saya terus terang mendoakan supaya mereka mendapat bagian dari kematian mati syahid. Tapi tidak berarti saya setuju dengan aksi bom mereka di Bali. Kami sudah sering mendiskusikan Bom Bali I. Sampai ada ustadz di Bandung, kenalan baik, yang tegas2 mengatakan bahwa Bom Bali I itu merupakan aksi yang SANGAT BODOH. Tapi kesungguhan mereka dalam kebaikan atau membela kebenaran, terlepas dari caranya yang salah, kami hargai.

    Jangan GR mengatakan bahwa yang menolak aksi bom2-an itu hanya Ja’far Umar saja. Trus jangan lupa, informasi2 yang saya sampaikan tolong dijawab juga. Apa benar akhlak seorang ustadz itu seperti itu? Ketika JK jaya, dia mendekat ke JK; ketika SBY jaya, dia mendekat ke SBY. Ustadz apaan tuh?

    AMW.

  10. fadly berkata:

    Asslkm….
    Baiknya anda bertanya langsung kepada ustad, agar anda tahu segala tindakan ustad selama ini..
    menjadi orang islam yang baik salah satunya adalah mengetahui permasalahan secara mendetail, agar tidak menimbulkan prasangka buruk diantara umat islam…
    anda bisa bertanya secara langsung kepada ustad lewat website http://www.alghuroba.org
    semoga Allah selalu memberi petunjuk kepada hambaNya yang beriman..Amin..

    Wasslkm…

  11. yanu hakim berkata:

    assalamua’laikum…..
    sebaiknya bukan asal “gua setuju” atau “tidak setuju”…
    ingat….ilmu agama adalah sebelum kita berucap agama…
    “al-ilmu…qoblal qouli wal amal…”

    hati nurani tidak bs dibohongi…..hanya halaqoh2 yang dpenuhi tertawaan dan dunia kontemporer…yng akan semakin tidak berkualitas…..meskipun banyak jumlahnya…..hampa….

    bla dibandingkan dengan majelis2 taklim yang dipenuhi hati keseriusan…..

    maka dari itu…bandingkan orang2 salafy ketika mereka memuntut ilmu…..sholat berjamaah…qyamul lail…..makan bersama…..berjualan…..kualitas ustad2 mereka….hafalan2 mereka

    dibandingkan dengan murobbi2 anda…..atau bahkan kumpulan halaqoh anda….

    manusia tidak ada ang sempurna….tapi jiwa ang sempurna adalah jiwa2 yang berusaha menghidupkan sunnah da memurnikan agama ini…

    wassalam

  12. abisyakir berkata:

    @ Yahu Hakim…

    Wa’alaikumsalam warahmatullah wabarakaatuh.

    1. Kalau serius diskusi, jangan “lempar batu, lalu lari”. Ini kebiasaan jelek orang-orang yang menamakan dirinya “Salafi”. Mereka sering melempar sesuatu “fitnah”, lalu kabur tidak karuan rimbanya.

    2. Ya betul, “al ilmu qablal qaula wal ‘amal”. Sekarang aku tanya sama kamu, “Dalam soal Ja’far Umar kira-kira ilmu riwayat dan dirayat apa yang bisa dijadikan patokan? Atau dalil naql dan ‘aql apa yang bisa dijadikan rujukan?” Urusan Ja’far ini kan mansia biasa, tentang personal (pribadi seseorang). Urusan Ja’far jelas tidak akan ditemukan dalil naqli yang qath’i tentang dirinya dalam Al Qur’an dan As Sunnah. Apa ada ayat Al Qur’an atau hadits shahih yang bicara soal Ja’far Umat Thalib? Apa ada yang seperti itu? Namun karena urusan orang ini penting untuk dibahas, karena fitnah-fitnah yang banyak disebarkannya di tengah-tengah kaum Muslimin. Maka kita perlu membahasnya. Sama seperti Ulil Abshar, Luthfi Syaukani, Dawam Rahardjo, dll. mereka itu sama sekali tidak dibahas dalam Al Qur’an dan As Sunnah. Tetapi karena fitnah mereka sangat berbahaya bagi Ummat, maka kita harus membahasnya dengan dasar informasi dan bukti-bukti yang ada.

    ==> Hal-hal seperti ini yang sering ngeselin dari orang-orang yang menamakan dirinya “Salafi” itu. Mereka tidak bisa menempatkan penggunaan kaidah ilmu sebagaimana proporsinya. Satu-satunya kaidah yang sangat kuat mereka pegang adalah: TAQLID buta! Wal ‘iyadzubillah.

    3. Halaqah yang banyak ketawaan ya. Lha, kamu melihatnya yang itu melulu. Kamu melihatnya pada pengajian-pengajian yang isinya banyak hiburan. Ya pasti dong, kalah serius dibandingkan halaqah-halaqah kamu yang isinya “cemberut melulu” sejak masuk majlis sampai bubar majlis. Coba deh sedikit aku beri kamu tantangan! Coba kamu sekali-kali ikut dalam acara “ta’lim wa ta’lum-nya” orang Jamaah Tabligh. Terutama kalau mereka sedang melakukan Ijtima’, pertemuan besar. Sono kamu lihat, apa disana banyak ketawa-ketiwi? Tidak, disana juga serius. Orang Tabligh kalau mendengar hadits tentang syurga, mereka sering bertasbih; kalau mendengar hadits tentang neraka, kadang mereka ada yang menangis.

    ==> Kelihatan banget, si “Salafi” satu ini gaulnya hanya di sekitar dia saja. Maka dia simpulkan, seakan yang bisa serius hanya majlis pengajian dia. Kasihan deh. (Tetapi bukan berarti saya merekomendasikan kaum Muslimin agar bermajlis dengan Jamaah Tabligh. Tidak. Ini hanya “tantangan” saja).

    4. Lalu perkataanmu: “Maka dari itu…bandingkan orang2 salafy ketika mereka memuntut ilmu…..sholat berjamaah…qyamul lail…..makan bersama…..berjualan…..kualitas ustad2 mereka….hafalan2 mereka.” Satu sisi, kita syukuri kebaikan-kebaikan itu. Alhamdulillah ada kaum Muslimin yang komitmen dengan ilmu dan amal shalih. Di sisi lain, apa yang seperti itu hanya majlis taklim Salafi saja? Lho, kalau Anda lihat bagaimana tradisi majlis taklim, shalat berjamaah, dakwah, ibadah, dan bisnisnya orang LDII, mereka hebat juga di bidang itu. LDII itu punya yang namanya UB (Usaha Bersama), sejenis bisnis di lingkaran mereka sendiri. Bisnis barang-barang konsumsi sehari-hari. Mereka konsisten dengan itu.

    ==> Memang di kalangan orang-orang lugu, mereka sangat terpukau dengan tampilan-tampilan zhahir itu. Padahal urusan manhaj akidah sangat penting. Misalnya, ada sekumpulan Salafi, setiap hari sejak Shubuh sampai Isya’ mereka mengkaji ilmu, menghafal Al Qur’an, shalat nawafil sebanyak-banyaknya, mereka mendengar Tarhib wa Targhib, mereka bertijarah secara jujur, mereka konsisten shalat jamaah, dsb. Tetapi ada satu penyakit di hati orang-orang itu, mereka merasa dirinya paling benar, merasa dirinya paling berhak menyandang gelar Salafi, mereka menuduh orang di luar kelompoknya sebagai ahli bid’ah yang boleh ditahdzir, dihajr, dicela, dan sebagainya. Maka ilmu dan amal shalih orang-orang ini tidak lantas dianggap benar. Mereka adalah orang sesat, sebab ilmu dan pemahamannya membuat mereka menjadi ahli fitnah di tengah-tengah kaum Muslimin. Persis seperti orang Khawarij dulu, ibadahnya sangat mengagumkan, tetapi mereka dianggap keluar dari islam seperti “melesatnya anak panah dari busurnya”.

    5. Perkataan kamu: “dibandingkan dengan murobbi2 anda…..atau bahkan kumpulan halaqoh anda….” Iya sih, kamu melihat manusia hanya zhahirnya saja. Padahal Nabi Saw sudah memberi kaidah, “Innallah Ta’ala la yanzhuru li suwarikum wa ajsamikum, walakin yanzhuru li qulubikum” (Allah Ta’ala itu tidak melihat rupa dan jasad kalian, tetapi melihat hati-hati kalian). Tolong, jangan meremehkan seorang Muslim dari melihat penampilan zhahirnya; juga jangan merasa sombong setelah Anda bisa tampil dengan dandanan orang shalih. Ini tidak benar sama sekali. Saya sering menjumpai, orang-orang yang secara zhahir tampak diabaikan, tetapi dirinya shalih dan konsisten.

    ==> Seperti contoh @ Yahu Hakim ini. Bagaimana dia bisa meremehkan orang hanya dengan melihat zhahir yang tampak di matanya? Masya Allah, itu tanda-tanda penyelewengan lain yang harus diwaspadai.

    6. Perkataan kamu: “manusia tidak ada ang sempurna….tapi jiwa yang sempurna adalah jiwa2 yang berusaha menghidupkan sunnah dan memurnikan agama ini… Buktinya, kamu sendiri tidak bisa membuktikan ucapanmu ini. Dalam komentar yang pendek ini kamu telah menampakkan dirimu sebagai orang yang sombong dan meremehkan orang lain. Padahal kalau benar kamu ingin menghidupkan Sunnah, Nabi Saw pernah mengatakan, “Al kibru batharal haq wa ghamtun naas” (sombong itu menolak kebenaran dan meremehkan manusia). Satu sisi, kamu sudah menyombongkan kelompokmu dengan segala klaim yang kamu miliki. Malah kamu mengatakan, “Hati nurani tidak bisa dibohongi”. Tapi kamu lupa, kalau pandangan dan akal manusia bisa ditipu oleh penampilan dan perkataan orang munafik. Ini saja sudah menunjukkan, kalau kamu tidak menghiraukan Sunnah Nabi. Dan aku yakin, dari pengalaman selama ini, jawaban-jawaban seperti ini akan kalian campakkan, sebab kalian sudah “batharal haq” (menolak kebenaran). Sudah dibutakan oleh TAQLID, lalu menolak kebenaran yang sampai kepadanya. Wal ‘iyadzubillah min kulli dzalik.

    Syukran atas perhatiannya. Wassalamu’alaikum warahmatullah.

    AMW.

  13. rochima berkata:

    kalau ada ulamak ngomongnya meclamencle jangan dipercaya

  14. rochima berkata:

    saya pernah melihat di salah satu station tv dialog jak’far dgn pengamat teroriis kalau gak salah namanya nor huda ismail pengamat mengatakan … bukankah ustad jak’far pernah kutbah jum’ah dimasjid al fatah bahwa tni polri kalau menghalangi jihad kita maka halal daranya merasa jak’far terpojak lalu di potang sama iklan dan dan tdk berlanjut acaranya pokonya salafi itu ahlinya menghujatsesama muslim dan paling maher kalau mengatakan bid’ah khowarid murjiah takfiri

  15. Heri berkata:

    Tidak ada manusia yang sempurna. Setiap perkataan akan dimintai pertanggungan jawab. Perbaikilah dahulu akhlak kita, do’akan sesama muslim agar diberi petunjuk jalan yang di ridhoiNYA..

  16. Hardiono berkata:

    Ada peristiwa penting dalam perjalanan Laskar Jihad yang sering luput dari perhatian, wafatnya Shaykh Muqbil dan diangkatnya Shaykh Rabee Al Madkhali sebagai ‘sesepuh’ mereka. Inilah yang membuat banyak (mantan) anggota Laskar Jihad berubah, dari mujahidin menjadi orang yang sering mencela jihad. Ini karena mereka adalah orang-orang yang ber-taqlid buta kepada Shaykh mereka. Tunduk dan menurut 100%.

    Laskar Jihad dibentuk berdasarkan restu Shaykh Muqbil, dan dibubarkan oleh Shaykh Rabee dengan alasan jihadnya mirip Ikhwanul Muslimin. Sesuatu yang tidak pernah dipermasalahkan oleh Shaykh Muqbil sewaktu beliau masih hidup. Seperti yang sudah diketahui, Shaykh Rabee memiliki kebencian teramat sangat pada Ikhwanul Muslimin.

    Sebenarnya di masa awal pembubaran Laskar Jihad, ust Ja’far adalah orang yang berani untuk tidak tunduk 100% kepada Shaykh Rabee, berani menentang kawan-kawannya, dan berani berbuat sesuatu yang mengejutkan bagi kalangan salafi Yamani, menjadi penasehat di majelis zikir ust Arifin Ilham.

    Konflik yang terjadi antara ust Ja’far dan kawan-kawannya membangkitkan kemarahan Shaykh Rabee, terlebih setelah ust Ja’far menyebut kawan-kawannya sebagai “ahlul fitnah wal khianat”. Kemarahan Shaykh Rabee membuat ust Ja’far takut, lalu dia berangkat ke Saudi dan menemui Shaykh Rabee di rumahnya untuk minta ma’af dan berjanji untuk patuh. Inilah awal dari perubahan total sikap ust Ja’far.

    Jika kemudian ust Ja’far berubah, itu karena dia bukan ust Ja’far yang dulu, yang berkata dengan perkataannya sendiri, melainkan sudah jadi seseorang yang dikendalikan oleh pemikiran Shaykh Rabee. Jadi sebenarnya bukan seseorang yang nyeleneh seperti Gus Dur.

  17. abisyakir berkata:

    @ Mas Hardiono…

    Waduh, Anda ternyata tahu banyak ya tentang episode “peperangan” disana. He he he…becanda. Terimakasih atas komentar dan tambahan infonya. Jazakallah khair.

    Admin.

  18. Emprit Gepeng berkata:

    @ Yanu Hakim… apa ente ini termasuk Salafi ma’zum ?

  19. Hardiono berkata:

    @ Preman Pasar

    Kebetulan saya sudah pernah membaca pernyataan tersebut. Tapi, terimakasih atas link-nya.

  20. @..hardiono..

    sama-sama mas hardiono..^_^..

    mas hardiono, mohon maaf sbelumnya.. dalam pernyataan mashardiono terdapat kalimat sbb ::

    “lalu dia berangkat ke Saudi dan menemui Shaykh Rabee di rumahnya untuk minta ma’af dan BERJANJI UNTUK PATUH.” -{paragraf k’dua dari bawah}-

    d’situ ada kata “BERJANJI UNTUK PATUH”. apakah mksudnya bai’at.? atau apa.?

  21. Hardiono berkata:

    @ Zaenal Abidin S’ardjuna Thea

    Terimakasih kembali.

    Saya tidak mendengar adanya bai’at dengan ucapan dan tatacara tertentu. “berjanji untuk patuh” dalam tulisan saya lebih condong pada yang tersirat, yaitu sikap yang ditunjukkan oleh ust Ja’far pada Shaykh Rabee bahwa dirinya tidak akan lagi melakukan hal-hal yang tidak disukai oleh Shaykh Rabee dan selanjutnya akan menuruti apa yang diperintahkan oleh Shaykh Rabee.

  22. Zaenal Abidin Si'Ardjuna Thea berkata:

    @..hardiono..

    sama-sama kembali.

    na’am.. aku kira maksudnya bai’at.. hhee.hhee.. sehingga sa’at itu serentak aku berpikir, bhwa spengetahuanku dari mereka (yg sering d’sbut salafi) untuk SAAT INI dlm masalah baiat ada yg berkeyakinan bhwa baiat itu adalah hanya boleh d’berikan kpd amirul mu’minin / kholifah sekalipun dia (kholifah) berlaku dzalim. (yg brpendapat dmikian contohnya sperti halnya syaikh ali hasan dan juga ustadz Hakim bin Amir abdat). juga ada yg brkeyainan bhwa presiden RI (bpk SBY yg smoga Allah melimpahkan hidayah dan taufik kpdNya) itu wajib d’berikan bai’at. sedangkan syaikh rabee, beliau bukan amirul mu’minin / kholifah, juga bukan presiden / kpala negara.

  23. devit berkata:

    Sudahsudah makan dulu sanah ada mie ayam special tu

  24. dede orng sunda berkata:

    kita umat islam dari berbagai golongan harus bersatu.

  25. nusantara77 berkata:

    salafi memang selalu beda dengan suara mayoritas karna salafi adalah ghuraba . contoh :
    -salafi mengharamkan demokrasi kalian menghalalkanya
    -salafi menolak penggulingan suharto kalian mendukungnya
    -salafi mengharamkan demontrasi kalian menghalalkannya
    -dll
    jadi tidak asal beda seperty gusdur

  26. abisyakir berkata:

    @ Nusantara77…

    Salafi mengharamkan demokrasi; tapi menghalalkan kepemimpinan produk demokrasi.
    Salafi menolak penggulingan Soeharto; tapi mendukung penggulingan Presiden Mursi yang lebih Islami.
    Salafi mengharamkan demonstrasi; tapi mendukung aksi-aksi untuk menggulingkan Mursi di Mesir. Katanya “taat ulil amri”?

    Admin.

  27. Umar Al Muhktar berkata:

    Jadi wajar saja kalau Gusdur dibenci salafi , tapi kalau SBY malah diagung2kan salafi, bahkan dijadikan ulil amrinya. Padahal Gusdur dan SBY tak ada bedanya, sama2 dipilih lewat demokrasi/kotak suara, sama2 anti terhadap penerapan syariat islam. tapi Gusdur dicela, dikatakan murtad, sedang SBY dikaakan muslim.

  28. Salafiyyin berkata:

    Bismillah, kalo mau mengenal ustadz Ja’far Umar Thalib -hafidhohullah- lebih jauh silahkan kunjungi blog kami : http://downloaddakwahsalafy.wordpress.com … , silahkan download dan dengar kajian-kajiannya, sehingga anda akan tau kesalafiyahan Al Ustadz Ja’far Umar Thalib.

  29. abisyakir berkata:

    @ Salafiyyin…

    Mungkin maksudnya, kesembronoan yang bersangkutan dalam memvonis sesama Muslim sebagai khawarij, teroris, anjing2 neraka.

    Admin.

  30. nano.stm berkata:

    TS nya gak tau ya…. Laskar Jihad kan sudah bubar, para mantan petinggi (beserta jajarannya) dan anggota-anggotanya sudah bertaubat karena mereka sadar dengan Laskar Jihadnya lambat laun ternyata justru menggelincirkan mereka ke penyimpangan-penyimpangan yang tentu saja tak sejalan dengan manhaj ‘salaf’ dan pernah diduga sebelumnya.
    Untuk itulah guna menebus kesalahan mereka dahulu, sekarang para ‘asatidzah’ ex-Laskar Jihad gencar mengingatkan pada kaum muslimin, mengadakan kajian-kajian, menulis buku, dan lain-lain, agar kaum muslimin tidak tergelincir sebagaimana Laskar Jihad dahulu.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: