Amerika, Israel, dan Wahhabi

Januari 16, 2009

Baru saja saya ikut Shalat Jum’at di sebuah masjid NU, yang sering disinggahi. Lama tidak pernah Shalat Jum’at disini, saya coba sempatkan. Alhamdulillah sampai di masjid sebelum adzan dikumandangkan.

Pertama masuk pelataran masjid, terdengar pengurus masjid meminta doa para jamaah bagi saudara-saudaranya di Palestina. Alhamdulillah, ini adalah simpati yang layak diperbuat oleh kaum Muslim dalam situasi seperti sekarang. Bapak pengurus itu serius meminta kesungguhan jamaah untuk mendoakan kaum Muslimin di Filistin. Seperti biasa, beliau memimpin membacakan Al Fatihah beberapa kali. Ala hadiniah wa niyatin sholihah….ya begitulah.

Khutbah Jum’at disampaikan seorang khatib, kelihatannya setingkat ustadz. Dia membahas perilaku Bani Israil di Surat Al Baqarah. Khutbahnya ringkas, sehingga cepat selesai. Memang dalam khutbah itu seharusnya ringkas, dalam, dan berkesan. Jangan bertele-tele, lalu membiarkan pra jamaah pada -maaf- ngiler karena tertidur.

Sebelum khutbah ditutup, beliau membaca doa. Di dalamnya dimasukkan doa seperti Qunut Nazilah, meminta pertolongan bagi Muslim, dan meminta kehancuran bagi kafir zhalim. Saya sangat apresiatif dengan doa seperti itu, alhamdulillah.

Sampai dalam doa itu dimintakan kehancuran bagi: AMERIKA, ISRAEL, dan…ini sungguh tidak disangka, WAHHABI. Amerika, Israel, dan Wahhabi dibaca satu baris, berurutan, hanya dijeda oleh koma saja.

Saya kaget bukan main. Yang tadinya membaca “amin”, seketika saya berhenti. Saya khawatir ikut mendoakan sesuatu yang salah. Sampai saat menulis artikel ini, rasa kelu di hati saya masih terasa.

Bagaimana mungkin, Wahhabi disejajarkan dengan Amerika dan Israel? Apa hubungannya Wahhabi dengan Krisis Ghaza saat ini? Apakah memang Wahhabi itu sudah sampai ke tingkat kufur? Zhalim? Seperti Yahudi Israel laknatullah ‘alaihim?

Saya tidak mengerti, dan harus bagaimana menjawabnya? Entahlah.

Sebagai seseorang yang dilahirkan dan dibesarkan di Jawa Timur, di Kota Nahdhiyin Malang. Sejak remaja saya sudah tahu tentang kebencian kaum Nahdhiyin kepada Wahhabi. KH. Sirodjuddin Abbas adalah magnum opus-nya kalangan Nahdhiyin dalam kebenciannya kepada Wahhabi dan Ibnu Taimiyyah. Banyak fakta yang tidak perlu dibahas disini. Begitu takutnya dengan isu Wahhabi ini sampai DPP PKS pernah membuat klaririfikasi bahwa mereka “bersih” dari unsur Wahhabi.

Sungguh, saya sangat sedih melihat kebencian yang amat sangat itu. Bertahun-tahun saya masuk masjid NU, ikut shalat bersama mereka. Ikut makmum di belakang mereka. Saya tidak pernah menyebut mereka kafir, murtad, atau setara dengan Israel yang zhalim. Saya hargai keadaan diri mereka, meskipun saya tidak terjun dalam amal-amal mereka.

Namun, adilkah menyebut Wahhabi sebagai musuh Islam, setara dengan Amerika dan Israel yang zhalim?

Ya…silakan jawab dengan nurani Anda sendiri.

Wahhabi, jika boleh disebut demikian, padahal ini masih sangat debatable, tidak semuanya buruk, beringas, main hakim sendiri, menjilat penguasa, dan lain-lain. Saya memahami, Wahhabi itu hanyalah cara untuk mengembalikan kita kepada KOMITMEN terhadap DUA KALIMAT SYAHADAT. Setiap Muslim jelas membutuhkan komitmen kepada Syahadatnya.

Wallahu a’lam bisshawaab.

Bandung, 15 Januari 2009.

AM. Waskito.

Iklan

Antara Ja’far Umar dan Gus Dur

Januari 16, 2009

Oleh Tohir Bawazir

(Pemerhati gerakan dakwah Islam di Indonesia).

Sebetulnya agak malas juga fudhul (ingin tahu) terus mencermati sepak terjang Ja’far Umar Thalib (kadang disingkat JAMARTO), sang mantan Panglima Laskar Jihad yang kini tambah hari tambah aneh saja sikapnya.Terus terang ada rasa khawatir dituduh sebagai sikap ghibah, hasad dan dengki terhadap seseorang.

Namun saya pikir tidak apa jika yang dibicarakan memang orang yang senang memamerkan sikap dan tindak-tanduknya secara terbuka di masyarakat baik melalui ceramah, pidato dsb. apalagi sampai masuk di televisi segala, maka bukan mengungkap aib lagi namanya karena yang bersangkutan sudah terang-terangan tampil terbuka. Lebih-lebih yang bersangkutan sudah menjadi panutan bagi sebagian orang, jadi kalau sikapnya perlu dikritisi adalah pilihan yang wajar. Tidak ada yang boleh kebal kritik.

Masalahnya saya sejak dahulu sudah dikenal suka fudhul terhadap segala tingkah polah baik ucapan maupun tindakan Gus Dur yang dikenal sebagai raja nyleneh di Indonesia. Namun walaupun umat Islam begitu gerahnya dengan segala ulah Gus Dur, toh dia tetap survive bahkan kayaknya happy terus dengan sikapnya, bahkan malah tambah terkenal saja sehingga setiap ada momen besar pasti Gus Dur akan berbicara walau yang dibicarakan selalu akan berseberangan dengan pendapat mayoritas ummat Islam, padahal dia mengaku sebagai kyai, bahkan cucu pendiri organisasi NU.

Kalau ummat Islam bilang kanan, Gus Dur akan bilang kiri, ummat ingin A Gus Dur akan bilang B, begitu seterusnya. Tinggal kita saja, kuat atau tidak menghadapi orang model begini. Nampaknya penyakit ‘asal beda’ yang selama ini hanya diidap oleh Gus Dur sekarang mulai diidap oleh Ja’far Umar Thalib. Ketika kelompoknya bikin Laskar jihad, ummat Islam mayoritas pada simpati terhadapnya, sehingga banyak dukungan dan dana yang mengalir kepadanya, apalagi kelompok salafi model ini menyerukan fatwa “fardhu ‘ain jihad di Ambon” bagi ummat Islam di Indonesia. Walaupun fatwanya banyak ditolak oleh komunitas salafi lainnya, namun pamornya Ja’far Thalib naik daun dengan membikin Laskar Jihad. Sehingga yang dulunya dia hanya dikenal di kalangan warga Al-Irsyad dan Salafi, mendadak dia jadi tokoh nasional bahkan mulai dikenal di dunia internasional.

Namun anehnya begitu ada pergolakan berbau SARA di Poso, dimana ummat Islam disana dibantai Nasrani, keberadaan Laskar Jihad waktu itu nampaknya tidak diterima oleh ummat Islam disana, karena Laskar Jihad tidak mau bergabung dengan Forum Komunikasi Ummat Islam di Poso, yang merupakan satu-satunya wadah persatuan dan perjuangan ummat Islam di Poso untuk menghadapi kekerasan yang dipicu oleh orang-orang Kristen. Anehnya sikap Ja’far Thalib terhadap penderitaan ummat Islam di Poso dan tokoh-tokohnya sudah berbalik total dengan sikapnya dia waktu di Ambon, yang dulu dia bersikap bagai pahlawan ummat, giliran di Poso sikapnya malah menyudutkan ummat Islam, apalagi ketika mantan muridnya , Luqman Ba’abduh menulis buku “Mereka Adalah Teroris” maka kondisi pejuang Islam di Poso jadi semakin disudutkan oleh militer. Yang dulunya ummat Islam adalah korban keganasan Nasrani, berubah menjadi pelaku teroris disana. Sedangkan kejahatan ummat Kristen yang membantai ummat Islam cukup diwakili oleh tiga orang pelaku yang dihukum mati yaitu Tibo cs. Selebihnya ‘penjahat dan teroris’ sudah berpindah menjadi milik ummat Islam.

Buku tulisan Luqman Ba’abduh disebarkan disana untuk menyudutkan ummat Islam, masyarakat Muslim Poso tidak akan melupakan ‘jasa’ Ja’far dan Luqman Baabduh dalam menyudutkan ummat Islam. Semangat ‘asal beda’ terus saja setiap harinya dijaga dan dipupuk oleh Ja’far dan salafi kelompoknya terhadap keberadaan organisasi dan kelompok ummat Islam lainnya, entah itu terhadap kelompok salafi lainnya apalagi terhadap organisasi-organisasi Islam lain baik yang sudah lebih dahulu ada seperti Al-Irsyad Al-Islamiyyah, NU, Muhammadiyah maupun untuk organisasi yang dikategorikan baru seperti MMI, FPI, HTI, PKS dsb.

Semangat kebencian dan permusuhan kelompok ini sangat terlihat jelas karena semua kelompok dan organisasi Islam di luar kelompoknya dituduhnya sebagai sururi, ahlul bid’ah, haroki, hizbiyyah dsb. Namun anehnya sikap garang justru tidak diperlihatkan ketika menghadapi kelompok-kelompok yang sudah jelas menyimpang seperti Ahmadiyah, kelompok Liberal bahkan terhadap Yahudi sekalipun. Ini sangat aneh, walau bisa dipahami, semua sikapnya dalam rangka menjaga perbedaan dan permusuhan dengan ummat Islam lainnya.

Logika ‘asal beda’ terus saja dijaga, sehingga di Metro TV di awal Ramadhon lalu dia malah mengusulkan agar gerakan-gerakan Islam yang dianggap radikal agar diberantas saja sampai ke akar-akarnya, dengan sasaran utama adalah FPI dan MMI. Tempo hari ketika kasus Bom Bali meledak, mereka mengusulkan kepada Wapres Jusuf Kalla agar buku-buku yang ditulis oleh ulama-ulama Ikhwanul Muslimin, seperti Hasan Albanna dan Sayyid Quthub agar dilarang beredar karena isinya dapat menyuburkan terorisme. Lagi-lagi salafi telah melemparkan pelurunya ke sesama ummat Islam.

Anehnya, ketika ummat Islam Palestina dibombardir dan dibantai oleh Yahudi Israel laknatullah, lagi-lagi Ja’far bikin statemen di Global TV beberapa hari lalu yang menyatakan perang yang terjadi di Palestina bukan jihad, dan orang-orang yang terlalu getol menyuarakan jihad di Palestina lagi numpang kesohor. Sehingga berita pernyataan Ja’far ramai beredar di sms. Banyak yang marah dan geram dengan statemen Ja’far ini. Bagi saya, Ja’far sedang ingin tetap ‘konsisten’ untuk menjaga prinsip ‘asal beda’. Kalau Ja’far bikin statemen pro jihad Palestina (padahal dulunya bikin pasukan jihad) nanti dia bisa sama dan ketemu dengan komunitas Islam lainnya, dan itu pasti akan dia hindari. Masak Ja’far akan seia sekata dengan Ikhwani, Sururi, FPI, MMI dan ratusan juta ummat Islam lainnya yang sama-sama marah dan menyerukan jihad di Palestina. Maka biar konsisten bikinlah statemen yang berbeda. Soal dalil agama, itu urusan mudah. Tinggal dipilih ayat al-Qur’an dan Hadits yang cocok buat seleranya, lalu bikinlah pernyataan, statemen ataupun fatwa atau apalah, yang penting beda dengan yang lain. Ini sama persis dengan gaya Gus Dur, asal beda. Biar beda yang penting kesohor.

Dan saya yakin Ja’far akan semakin sering tampil di TV, maupun media lainnya sebagai narasumber, karena media memang butuh orang-orang yang berbeda dan nyleneh, apalagi penggede nyleneh sudah mulai tua dan sakit-sakitan, pasti dibutuhkan tokoh baru. Kebetulan dia bersorban dan berjanggut. Cocok.

[Dipublikasikan atas persetujuan penulis. Terimakasih. AMW].


Kebenaran Pun Terkuak Sudah…

Januari 13, 2009

Lebih dari 50 tahun kita menanti. Sejak Israel mendirikan negara di Palestina tahun 1948, bahkan sebelum itu. Kita menanti Allah tunjukkan KEBENARAN atas berbagai petaka yang menimpa kaum Muslimin di Palestina. Atas terpenjara dan dianiaya Al Quds oleh tangan-tangan durhaka, berlumuran dosa, dari anak keturunan Bani Israil. Lama benar kita menanti agar Allah tunjukkan KEBENARAN, sehingga hati ini terterangi, sehingga akal ini bisa memahami, mengapa kebiadaban Yahudi Israel tidak bisa dicegah sampai saat ini?

Kini dunia telah memahami dengan baik, baik kalangan Muslim maupun non Muslim, baik bangsa Timur maupun Barat. Semua telah memahami KEBENARAN ini, memahami alasan senyatanya di balik penderitaan kaum Muslimin Palestina. Alhamdulillah, puji syukur dan sanjungan yang tinggi hanya kepada-Mu ya Rabbal ‘alamiin. Kami mensyukuri petunjuk-Mu ya Rabbi.

Tahulah kita kini, KEBEBARAN yang sekian lama tertimbun di balik kebohongan, dusta, dan pengkhiatan tidak terperikan. Hampir-hampir KEBENARAN itu tidak nampak, andai tidak terjadi kebrutalan Israel di Gaza saat ini. Sebenarnya, dari petaka-petaka sebelumnya, ia sudah tampak. Namun tidak segemilang saat ini, tidak seterang benderang kenyataan di Gaza hari ini. Alhamdulillah Rabbi.

Kebenaran apakah itu?

Apakah kebenaran bahwa Israel itu brutal…

Apakah Yahudi itu terkutuk dan terlaknat akibat segala kezhaliman mereka…

Apakah karena anak-anak kecil yang menjadi korban kebiadaban Israel…

Apakah karena kaum wanita Palestina yang ditodong bayonet Yahudi…

Apakah karena rumah-rumah warga sipil yang rata dengan tanah…

Apakah karena rumah-rumah sakit yang digempur roket, hingga peralatan-peralatan medis hancur berantakan…

Apakah karena petugas medis, wartawan, sekolah PBB, pasukan penjaga perdamaian, dan lain-lain yang juga diserbu peluru-peluru Zionis…

Apakah karena Yahudi melakukan blokade total, untuk membunuh jutaan warga Gaza secara pelan-pelan…

Apakah karena Resolusi PBB yang seabreg dan tidak pernah dipedulikan Israel…

Apakah karena semua agama di dunia, bahwa orang tidak beragama pun, semua ikut mengutuk kebrutalan Yahudi…

Apakah karena ini, itu, dan segala cerita horor tentang kebengisan Yahudi Israel laknatullah ‘alaihim dan tangis derita warga Muslim Palestina?

Bukan, bukan, bukan karena itu.

Kalau soal kebrutalan Yahudi Israel, sejak dulu kita menyaksikannya, sejak dulu kita melihatnya, sejak dulu kita mengutuknya, sejak dulu kita memurkainya, sejak dulu kita mendoakan kehancuran baginya. Sejak dulu manusia di dunia menjadi saksi kebiadaban Yahudi Israel. Bahkan dalam Al Qur’an telah dijelaskan sangat banyak tentang kebrutalan dan kebejatan sifat-sifat mereka. Semua itu sudah kita ketahui sebagai fakta tak terbantah lagi.

Malah sejujurnya, masyarakat Israel sendiri merasa stress berat atas kebrutalan-kebrutalan yang dibuat tangannya sendiri. Luar biasa kan…Bukan hanya kita yang merasa hancur hati, mereka juga dilanda pilu luar biasa. Toh, sebiadab-biadab Yahudi Israel, mereka masih manusia juga kan? Hanya semua bentuk kepedihan nuraniah itu tidak pernah ditampakkan keluar, bahkan ia dilarang keras diekspose keluar. Israel adalah dengan sistem teroris, tidak memperkenankan ungkap simpati rakyatnya muncul ke permukaan. It’s very-very hard forbidden!

Jangan terlalu polos saudaraku…

Jangan Anda menyangka bahwa Yahudi Israel itu modelnya seperti Ariel Sharon semua. Tidak, tidak. Mereka juga manusia, mereka bukan bangsa Ya’juj dan Ma’juj yang jasadnya manusia, tetapi sifatnya monster. Yahudi brutal, mereka kejam, mereka biadab…jawabnya: Ya! Right! Tetapi mereka juga manusia yang memiliki kepekaan nurani. Meskipun suara nurani mereka nyaris tidak terdengar, karena ditelan oleh keangkara-murkaan diri.

Bukan hanya kita yang menjadi saksi kebiadaban Yahudi Israel. Mereka pun menjadi saksi atas kedurhakaan diri mereka sendiri. Bahkan kitab Talmud yang diagung-agungkan Yahudi itu adalah saksi bisu semua kebiadaban mereka. Dalam kitab itu rahib-rahib Yahudi klasik mengekspresikan segala sifat-sifat satanic-nya dalam bentuk kalimat-kalimat penuh kejahatan. Hati-hati manusia normal pasti akan mengingkari “kesucian” Talmud. Hanya saja, di negara seperti Israel, atau di jajaran pemerintahan Yahudi internasional, letupan nurani itu dengan amat sangat dipadamkan secara bengis. Jangankan berharap ia akan menyala, lalu meletup; ketika baru sewujud asap saja, seketika dibanjur kucuran air dari 10 mobil PMK.

Israel adalah negara yang ditegakkan di atas TERROR PRINCIPLES. Apa yang kita kenal sebagai Protocols Zionism itu adalah sebentuk Konstitusi teror, panduan prinsipil untuk membangun Israel Raya di Timur Tengah. Adapun musuh utama agenda ini adalah: NURANI bangsa Yahudi! Kalau Yahudi sudah memakai nuraninya, jelas peradaban terror itu akan gatot, alias gagal total.

Lalu KEBENARAN yang mana?

Iya, KEBENARAN itu harus diungkapkan apa adanya. Tidak perlu lagi ditutup-tutupi. Ia adalah KEBENARAN yang tidak pernah kita bayangkan selama ini. Ia adalah sesuatu yang di luar perkiraan banyak orang.

Sejujurnya, yang menzhalimi kaum Muslim Palestina selama ini adalah “Dua Yahudi Bersaudara”. Mereka seperti saudara kembar. Tampak di permukaan, mereka bermusuhan, padahal sejatinya bekerjasama. Mereka memainkan peran tokoh “si baik” dan “si jahat”, padahal keduanya sama jahatnya.

Saudaraku, adalah salah kalau Anda memahami bahwa konfik Palestina-Israel hanya melibatkan dua negara itu saja. Ini adalah pemikiran keliru dan tidak sesuai dengan sejarah konflik sejak dulu. Dua bangsa berkonflik secara mandiri, tanpa melibatkan negara lain adalah suatu kemustahilan. Ia hanyalah omong kosong yang tidak ada dalihnya, secara teori dan praktik.

Harus disadari, Israel tidak akan bisa menerjang bangsa Palestina, lalu mengobrak-abrik rumah-rumah mereka, menghancurkan masjid-masjid mereka, menodai wanita, lalu menumpahkan darah anak-anak. Israel tidak akan mampu melakukan itu semua, jika negara-negara Arab di sekitar Palestina bangkit melawan. Israel tidak akan bisa melukai seorang Palestina, jika negara-negara Arab di sekitarnya, seperti Mesir, Yordania, Syria, Libanon, dan Arab Saudi, menentang serangan itu dan mendukung Palestina untuk membalasnya.

Hal ini terbukti dalam fakta sejarah. Dulu pernah terjadi Perang Arab, dimana pasukan koalisi Arab menyerang Israel untuk membebaskan Palestina dari penjajahan. Mesir juga pernah menyerang Israel sehingga mampu merebut kembali Sinai. Begitu pula Syria mampu menyerang Israel sehingga mampu menahan Israel di dataran tinggi Golan. Libanon pun pernah berseteru dengan Israel, sehingga Israel tertahan memperluas wilayahnya ke Libanon. Begitu pula Raja Faishal dari Saudi, beliau pernah mengembargo Amerika sebagai bentuk protes atas dukungan Amerika terhadap Zionis Israel itu. Begitu pula dengan Irak. Dalam Perang Teluk 1990-1991, mereka bisa puluhan kali melepaskan rudal Scud ke wilayah Israel. Jadi faktanya, negara-negara Arab di sekitar Palestina sebenarnya memiliki kekuatan untuk melawan Yahudi Israel. Malah dalam Perang Irak saat ini, negara-negara Arab mampu mendukung pejuang-pejuang Irak untuk menghancurkan Amerika disana. Bohong besar kalau mereka tidak mampu. Andai tidak mampu secara militer, mereka memiliki kekuatan finansial raksasa untuk membentuk pasukan terkuat sekalipun.

Ketika kita menyaksikan kekejaman Yahudi laknatullah, sebenarnya yang menanggung kesalahan bukan hanya mereka, tetapi juga negara-negara Arab di sekitarnya. Kalau Israel bersalah secara aktif karena menyerang Palestina, maka negara-negara Arab itu bersalah secara pasif, karena membiarkan kebiadaban Yahudi dan membiarkan ketertindasan bangsa Palestina.

Sebenarnya, rakyat-rakyat Arab rata-rata patriotis. Tetapi tidak dengan pemimpin-pemimpin politik mereka. Banyak yang HAUS KEKUASAAN dan amat sangat HUBBUD DUNYA. Mereka lebih takut kehilangan kekuasaan daripada menolong Muslim Palestina, seperti Shalahuddin Al Ayyubi di masanya dulu. Mereka lebih takut dominiasi politiknya terganggu, daripada melihat Masjid Aqsha diruntuhkan oleh Yahudi. Mereka tidak takut lagi kepada Allah, meskipun Risalah Islam diturunkan disana. Mereka lebih takut kepada Yahudi Israel yang sewaktu-waktu bisa mendongkel kekuasaan mereka. Tragedia Gaza saat ini sebagai bukti besar, setelah berpuluh-puluh tragedi terjadi sebelumnya.

Sikap lebih mencintai kekuasaan politik, mengabaikan hak-hak kaum Muslimin, mengabaikan amanah Allah dan Rasul-Nya, mengabaikan Al Quds (Tanah Suci ke-3 Ummat Islam), membiarkan Israel terus menindas kaum Muslimin dan membiarkan Palestina menjadi “penjara besar” yang membunuh warganya pelan-pelan. Semua ini adalah kebiadaban dan kekafiran yang nyata. Sikap pemimpin-pemimpin Arab saat ini sangat jauh dari teladan Umar bin Khattab Ra. atau Shalahuddin Al Ayubi. Mereka lebih ridha kepada urusan dunianya (kekuasaan) daripada menunaikan hak-hak Allah dan Rasul-Nya.

Sungguh, kelak yang akan dituntut oleh Allah atas kezhaliman di bumi Palestina, bukan hanya bangsa Yahudi Israel laknatullah, tetapi juga pemimpin-pemimpin Arab itu. Mereka adalah “Yahudi” dalam wujud lain, sangat tamak kepada dunia, dan rela menyambut murka Allah karena sangat mencintai dunia. Lho, karakter Yahudi al maghdhubi ‘alaihim kan seperti itu juga.

Inilah KEBENARAN yang ditampakkan kepada kita. Bukan hanya Yahudi musuh Muslimin Palestina, tetapi juga para PEMIMPIN POLITIK ARAB. Mereka adalah “saudara kembar” Yahudi itu.

Ke depan, bangsa Palestina harus menyadari ini semua. (Atau jangan-jangan saya saja yang telat, sedangkan mereka sudah tahu sejak lama?). Mereka tidak bisa mengandalkan pemimpin-pemimpin Arab itu. Kecuali kalau dari kalangan mereka muncul sosok seperti Shalahuddin Al Ayyubi di masa lalu. Nah, itu lain ceritanya. Selama “Shalahuddin” belum muncul, sudahlah berharap kepada Allah dan orang-orang Mukmin saja. Jangan kepada elit-elit politik durhaka itu. Mereka lebih biadab dari Yahudi asli, sebab identitas agama, bahasa, dan namanya sama dengan kita. Kata Khalifah Umar, “Aku lebih takut menghadapi orang munafik daripada orang kafir!” Ya betul Anda wahai Khalifah yang mulia, keridhaan Allah bagimu.

Wallahu A’lam bisshawaab.

Bandung, 13 Januari 2009.

AM. Waskito.


Memahami Posisi HAMAS

Januari 7, 2009

Agresi Israel ke Jalur Gaza sejak 27 Desember 2008 lalu bukan hanya menindas rakyat Palestina. Khabar terbaru, sekitar 660 warga Palestina meninggal akibat serangan brutal Zionis Israel laknatullah ‘alaihim. Sekitar 3000 lainnya luka-luka, bahkan anak-anak yang lahir premature terancam, karena pasokan energi listrik ke RS Gaza diputus oleh Si Laknatullah.

Dalam keadaan seperti ini, Hamas menjadi sorotan dunia. Bukan karena keberanian mereka melawan Yahudi Israel, tetapi Hamas disalahkan dalam tragedi kemanusiaan mengerikan ini. Hamas dituding sebagai pihak yang paling bertanggung-jawab atas penderitaan masyarakat Palestina saat ini.

Menyalahkah Hamas

Menlu Amerika Condoleezza Rice dalam pernyataannya mengecam Hamas: “AS mengecam keras berulangnya serangan-serangan roket dan mortir terhadap Israel dan menuding Hamas bertanggungjawab atas putusnya gencatan senjata, serta bangkitnya kembali aksi kekerasan di Gaza.” (antara.co.id, 28 Desember 2008).
Presiden Perancis lebih brutal lagi dalam menyerang Hamas. Seperti yang diberitakan oleh detiknews.com, Nicolas Sarkozy mengecam keras Hamas. Setelah sebelumnya mengutuk serangan offensive Israel, Sarkozy mengatakan: “Saya ingin kembali mengatakan di sini bahwa kami mengutuk dengan sama kerasnya serangan roket yang terus dilancarkan Hamas, yang merupakan provokasi yang tak bisa diterima.” Lebih keras lagi Sarkozy mengatakan, “Hamas, yang memutuskan untuk melanggar gencatan dan melanjutkan kembali serangan roket ke Israel, memikul tanggung jawab berat atas penderitaan rakyat Palestina di Gaza.” (detiknews.com, 5 Januari 2009).
Dalam berita di TV, setelah bertemu dengan Presiden Israel Shimon Perez, Sarkozy kembali melancarkan serangannya kepada Hamas. Dia mengatakan, Hamas bertanggung-jawab karena memprovokasi Israel sehingga melakukan serangan balik.
Dari Indonesia juga keluar pernyataan nyeleneh dari Mbahnya kaum Liberaliyun, siapa lagi kalau bukan Si Mbah Dur. Seperti disebut oleh swaramuslim.com, Mbah Dur ikut-ikutan menyalahkan Hamas, “Menuntut agar pihak Hamas meninggalkan cara-cara kekerasan dalam menyikapi konflik Palestina-Israel, agar kaum konservatif Israel tidak menjadikannya sebagai dalih untuk melakukan pembalasan. Hamas perlu kembali pada perjuangan diplomatik dan perundingan bukan dengan jalur kekerasan yang akan menjadikan rakyat Palestina sebagai korban.” (swaramuslim.com, 30 Desember 2008).

Hamas Jadi “Kambing Hitam”

Seluruh dunia sudah tahu, bahwa aggressor dalam masalah ini adalah Israel. Mereka mengklaim menyerang posisi-posisi Hamas, padahal sebagian besar korban adalah warga sipil. Bahkan rumah-rumah sakit juga hancur, termasuk anak-anak dan pasien yang dirawat di RS. Saksi mata para relawan mengatakan, kondisi Gaza saat ini benar-benar sangat mengerikan.

[Sungguh, laknat Allah akan memasuki rumah-rumah pemukim Yahudi di Israel, lalu mengambil anak-anak mereka sebagai jasad-jasad tanpa nyawa. Amin Allahumma amin].
Begitu biadab Israel, sampai sekolah PBB yang sebenarnya merupakan daerah aman dan tempat perlindungan masyarakat, disikat juga oleh roket-roket mereka. Setidaknya 40 jiwa langsung melayang dari sekolah tersebut. Hingga Ban Ki Moon menyebut serangan itu tidak bisa diterima. Sementara Venezuela dengan tegas mengusir Dubes Israel untuk Venezuela, sebagai langkah protes atas kejahatan perang Yahudi terkutuk itu.
Kejahatan Yahudi saat ini tidak bisa diterima oleh akal dan nurani manusia sejagad. Sampai orang-orang Hindu di daerah Jawa Timur ada yang melakukan ritual untuk mendoakan korban serangan Israel. Orang Hindu pun terketuk hatinya melihat penderitaan warga Muslim Palestina.

Jadi, tidak ada satu pun alasan yang benar untuk menyalahkan Hamas. Sebab, sudah jelas-jelas Israel agressornya. Tidak terbantah lagi. Andai Israel beralasan dengan serangan roket-roket dari Hamas, mengapa mereka tidak melakukan serangan yang sepadan dengan itu? Mengapa Israel tidak cukup saja melepas roket-roket mereka ke posisi Hamas?

Apa yang terjadi saat ini, Hamas ibarat seseorang yang melempar Yahudi dengan batu kerikil. Lalu Israel membalas dengan melemparkan satu truk batu ke arah pelempar. Kalau memang mereka adil [tapi kapan saatnya bangsa terkutuk itu akan adil] seharusnya beri balasan yang setimpal. Atau taruhlah lebih keras sedikit tidak mengapa. Tetapi agressi seperti saat ini benar-benar kejahatan perang.

Sangat mengerikan, Nicolas Sarkozy ingin menghapus dosa-dosa Israel, lalu dilimpahkan ke pundak Hamas. Betapa bejat pernyataan diplomatik Presiden Perancis ini.

Semua Lupa Blokade Israel

Serangan roket Hamas sebenarnya bukan tanpa alasan. Mereka adalah manusia normal yang bisa bersikap lembut, bisa juga bersikap keras. Sejak Hamas menang Pemilu pada Januari 2006 lalu, mereka menang secara demokratis, tidak ada kecurangan. Mantan Presiden Amerika, Jimmy Carter yang meninjau Pemilu di Palestina memuji kemenangan Hamas secara demokratis.
Hamas menang karena dia komitmen ingin membebaskan Palestina dari penjajahan Israel. Tetapi sejak kemenangan Hamas, negara-negara Kapitalis Barat tidak menyukainya, terutama Amerika dan Uni Eropa. Hamas dianggap radikal, ekstremis, dan anti Israel. Tapi ada daya, mereka menang Pemilu secara fair kok? Apa yang salah? Toh, syarat-syarat lomba sudah mereka penuhi.
Hamas sendiri tidak memiliki tujuan langsung ingin menyerang Israel, sebab prioritas pertama mereka bukan itu, tapi membenahi kehidupan rakyat Palestina, sambil berdiplomasi mengusahakan kemerdekaan Palestina. Tetapi, sejak mereka menguasai Palestina, Israel seketika melakukan BLOKADE terhadap kepemimpinan PM Ismail Haniya. Israel melakukan cara, sejak paling lembut sampai paling keji untuk melumpuhkan Hamas. Mereka memotong suplai pajak yang seharusnya diterima Pemerintah Palestina. Mereka menyerang pimpinan-pimpinan Hamas, sehingga Syaikh Yasin dan Syaikh Abdul Aziz Rantisi wafat syahid –insya Allah. Mereka juga melakukan BLOKADE TOTAL yang membuat rakyat Palestina menjerit-jerit dalam penderitaan.
Blokade total inilah yang ingin dipatahkan oleh Hamas melalui serangan-serangan roket. Tujuannya, agar Israel mengendurkan blokadenya, atau melepaskannya sama sekali. Jadi, tidak benar sama sekali anggapan bahwa Hamas memprovokasi Tragedi Gaza saat ini. Hamas hanya ingin mematahkan blokade. Jika Israel menghentikan blokadenya, pasti serangan roket Hamas akan berhenti.
Dunia tidak boleh menyalahkan Hamas, sebab mereka adalah representasi keinginan warga Palestina sendiri. Jika Hamas diblokade oleh Israel, itu artinya Israel melanggar hak masyarakat Palestina yang telah mempercayakan suaranya ke Hamas.
Sebelum muncul Tragedi Gaza saat ini, sebenarnya sudah muncul TRAGEDI BLOKADE oleh Israel. Namun setelah dievaluasi, blockade itu dianggap gagal menekan Hamas, Israel melakukan agressi dalam bentuk serangan brutal dan sangat biadab.
Seharusnya manusia seperti Sarkozy atau Abdurrahman Wahid, melek mata mereka. Setidaknya, coba berakal sedikit lah. Lihat persoalan ini dari runut-runutannya sejak awal. Israel terbukti telah melancarkan dua agressi sekaligus: AGRESSI BLOKADE dan AGRESSI MILITER.
Apa yang dilakukan Hamas, hanyalah sekedar menolong rakyat Palestina, semampu kekuatan mereka. Adapun pemilik kekuatan sejati adalah ALLAH SUBHANAHU WA TA’ALA. Dia tempat kita bergantung dan memohonkan pertolongan atas segala kesulitan. Hasbunallah wa nikmal Wakiil nikmal Maula wa nikman Nashir.

Bandung, 7 Januari 2009.
AM. Waskito.


Komite Fatwa Saudi Menyeru Kaum Muslimin Untuk Membantu Saudara-saudara Mereka di Gaza.

Januari 4, 2009

Kamis, 01 Januari 09

Kamis, 04 Muharram 1430 H/ 01 Januari 2009 M.
Komite tetap Kajian Ilmiyah dan Pemberian Fatwa Kerajaaan Arab Saudi menyeru kaum muslimin untuk berjuang dan bekerjasama dengan saudara-saudara mereka umat Islam Palestina, membantu mereka dan berjihad demi memberantas dan menghentikan kezhaliman terhadap mereka dalam bentuk apapun yang memungkinkan sebagai bentuk realisasi persaudaraan Islam dan ikatan iman.

Komite menerangkan, “Sesungguhnya Kami turut berduka cita atas kejadian yang menimpa saudara-saudara kami di Palestina khususnya di Jalur Gaza dari kezaliman itu, yang menyebabkan terbunuhnya anak-anak kecil, para wanita, dan orang-orang tua, merusak kehormatan, melululantahkan rumah-rumah dan bangunan-bangunan, serta mengancam dan meneror stabilitas keamanan rakyat Palestina. Dan tidak diragukan lagi bahwa hal itu adalah tindakan biadab dan kezaliman terhadap hak bangsa Palestina.

Komite menambahkan, “Peristiwa tragis ini mewajibkan kaum muslimin untuk turut berjuang dan bekerjasa sama dengan saudara-saudara mereka rakyat Palestina, serta membantu mereka dan berjihad demi memberantas dan menghentikan kezhaliman terhadap mereka dalam bentuk apapun yang memungkinkan sebagai bentuk realisasi persaudaraan Islam dan ikatan iman.

Pernyataan Komite Saudi ini menegaskan bahwa bantuan tersebut adalah Bantuan yang mencakup semua perkara semaksimal mungkin dan dengan tetap melihat situasi dan kondisi, baik dalam bentuk materi maupun immateri, baik bantuan itu datang dari kaum muslimin secara umum berupa uang, makanan, obat-obatan, pakaian dan lain-lain ataupun bantuan dari Negara-negara Islam Arab dengan melancarkan/ memudahkan sampainya bantuan-bantuan tersebut kepada mereka, serta turut mendukung dan membenarkan sikap-sikap yang berpihak kepada mereka dan membantu urusan-urusan mereka dalam rapat-rapat, perkumpulan-perkumpulan organisasi, dan konferensi-konferensi Negara dan bangsa, dan demikian itu merupakan bentuk/ sikap saling tolong-menolong atau bekerjasama dalam kebaikan dan ketakwaan.

Lebih lanjut, Komite ini menerangkan, “Kami juga menyeru untuk memberikan nasihat kepada mereka dan menunjukki mereka kepada hal yang mendatangkan kebaikan dan kemaslahatan mereka. Dan yang lebih utama dari itu adalah mendoakan untuk mereka dalam setiap waktu agar diangkat musibah yang menimpa mereka dan untuk kemaslahatan kondisi mereka, kebenaran perbuatan dan ucapan mereka.”

Komite Saudi juga mewasiatkan, “kepada saudara-saudara kami kaum muslimin di Palestina, hendaklah bertakwa kepada Allah Ta’ala dan kembali kepadaNya, sebagaimana kami mewasiatkan mereka untuk bersatu di atas al-Haq (kebenaran) dan meninggalkan perpecahan dan perselihan, serta tidak memberikan kesempatan kepada musuh untuk menambah kezaliman dan penindasan mereka.

Komite Tetap Saudi ini juga menyeru kepada Para Ulama dan masyarakat dunia secara umum untuk memikirkan dan melihat peristiwa ini dengan pikiran yang jernih dan tetap bersikap adil untuk memberikan hak-hak bangsa Palestina, dan demi memberantas/ menghilangkan kezhaliman terhadapnya sampai mereka dapat hidup dengan kemuliaan. Dan pada waktu yang sama, kami berterima kasih kepada semua yang turut berpartisipasi dalam mengulurkan bantuan kepada mereka, baik negara maupun individu.”

ISI TEKS ASLI:

الحمد لله رب العالمين ، والصلاة والسلام على أشرف الأنبياء والمرسلين نبينا محمد وعلى آله وصحبه ، ومن تبعهم بإحسان إلى يوم الدين. وبعد:

Komite tetap Kajian Ilmiyah dan Pemberian Fatwa Kerajaaan Arab Saudi turut berduka cita yang sedalam-dalamnya atas peristiwa yang menimpa saudara-saudara kami di Palestina khususnya di Jalur Gaza dari kezoliman itu, yang menyebabkan terbunuhnya anak-anak kecil, para wanita, dan orang-orang tua, merusak kehormatan, melululantakan rumah-rumah dan bangunan-bangunan, serta mengancam dan meneror stabilitas keamanan. Dan tidak diragukan lagi bahwa hal itu adalah tindakan biadab dan kezaliman terhadap hak bangsa Palestina.

Peristiwa tragis ini mewajibkan kaum muslimin untuk turut berjuang dan bekerjasa sama dengan saudara-saudara mereka rakyat Palestina, membantu mereka dan berjihad demi memberantas dan menghentikan kezhaliman terhadap mereka dalam bentuk apapun yang memungkinkan sebagai bentuk realisasi persaudaraan Islam dan ikatan iman.

Allah Ta’ala berfirman, “Sesungguhnya orang-orang beriman itu bersaudara.” (Al-Hujurat: 10). Dan Juga FirmanNya, “Dan orang-orang yang beriman baik laki-laki maupun perempuan sebagian mereka adalah pemimpin atas sebagian lainnya.” (At-Taubah: 71).

Dan Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam juga bersabda, “Orang yang beriman terhadap orang beriman lainnya bagaikan sebuah bangunan yang sebagiannya saling mengokohkan sebagian yang lain, dan beliau shallallahu ‘alaihi wasallam (mengisyaratkan dengan) merapatkan jari jemari beliau.” (Muttafaq ‘alaih).

Dan beliau shallallah ‘alaihi wasallam juga bersabda, “Perumpamaan orang mukmin di dalam saling mencintai, saling menyayangi, dan saling mengasihi adalah bagaikan satu tubuh, apabila salah satu anggota tubuh tersebut merasa sakit, maka seluruh tubuh pun ikut merasakannya dengan demam dan tidak bisa tidur.” (Muttafaq ‘alaih).

Juga Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Seorang muslim adalah saudara bagi muslim lainnya, maka janganlah dia menzhaliminya, melecehkannya, dan tidak menyerahkannya (kepada musuh), serta tidak menghinanya.” (HR. Muslim).

Dan bantuan tersebut adalah Bantuan yang mencakup semua urusan dengan semaksimal mungkin dan dengan tetap melihat situasi dan kondisi, baik dalam bentuk materi maupun immateri, baik bantuan yang datang dari kaum muslimin secara umum berupa uang, makanan, obat-obatan, pakaian dan lain-lain ataupun bantuan dari Negara-negara Islam Arab dengan melancarkan/ memudahkan sampainya bantuan-bantuan tersebut kepada mereka, serta turut mendukung dan membenarkan sikap-sikap yang berpihak kepada mereka dan membantu urusan-urusan mereka dalam rapat-rapat, perkumpulan-perkumpulan (organisasi), dan konferensi-konferensi Negara dan bangsa, dan demikian itu merupakan bentuk/ sikap saling tolong-menolong atau bekerjasama dalam kebaikan dan ketakwaan sebagaimana yang diperintahkan dalam firman Allah Ta’ala, “Dan tolong menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebaikan dan takwa.” (Al-Maidah:2).

Dan diantaranya juga (menyeru) untuk memberikan nasihat kepada mereka dan menunjuki mereka kepada hal yang mendatangkan kebaikan dan kemaslahatan mereka. Dan yang lebih utama dari itu adalah mendoakan untuk mereka dalam setiap waktu agar diangkat musibah yang menimpa mereka dan untuk kemaslahatan kondisi mereka, kebaikan perbuatan dan ucapan mereka.

Demikian, kami juga mewasiatkan, “kepada saudara-saudara kami kaum muslimin di Palestina, hendaklah bertakwa kepada Allah swt dan kembali kepadaNya, sebagaimana kami mewasiatkan mereka untuk bersatu di atas al-Haq (kebenaran) dan meninggalkan perpecahan dan perselihan, serta tidak memberikan kesempatan kepada musuh untuk menambah kezaliman dan penindasan mereka.

Dan kami juga menghimbau saudara-saudara kami untuk melakukan usaha-usaha yang dapat membasmi kezaliman di negeri mereka dengan mengikhlaskan amal hanya untuk Allah Ta’ala dan mencari ridhaNya semata, dan memohon pertolongan dengan sabar dan shalat, serta bermusyarawah dengan para ulama, para cendikiawan, dan orang-orang yang bijak dalam semua urusan mereka, maka demikian itulah yang dapat mendatangkan taufik dan kebaikan.

Sebagaimana kita juga menyeru kepada Para Ulama dan masyarakat dunia secara umum untuk memikirkan dan melihat peristiwa ini dengan pikiran yang jernih dan tetap bersikap adil untuk memberikan hak-hak bangsa Palestina, dan demi memberantas/menghilangkan kezhaliman terhadapnya sampai mereka dapat hidup dengan kemuliaan. Dan pada waktu yang sama, kami berterima kasih kepada semua yang turut berpartisipasi dalam mengulurkan bantuan kepada mereka, baik negara maupun individu.”

نسأل الله بأسمائه الحسنى وصفاته العلا أن يكشف الغمة عن هذه الأمة ، وأن يعز دينه ، ويعلي كلمته وأن ينصر أولياءه ، وأن يخذل أعداءه ، وأن يجعل كيدهم في نحورهم ، وأن يكفي المسلمين شرهم ، إنه ولي ذلك والقادر عليه.

Kami memohon kepada Allah Ta’ala dengan nama-nama Allah yang Maha Mulia (baik) dan sifat-sifatNya yang Maha Agung agar menghilangkan kesulitan/ kesengsaraan umat ini, memuliakan agamaNya, meninggikan kalimatNya, menolong wali-waliNya, dan menghinakan musuh-musuhNya, serta menolak dan mengembalikan tipu muslihat mereka kepada mereka, dan menjaga kaum muslimin dari kejahatan mereka, sesungguhnya Dia Maha Penolong akan hal itu dan lagi Maha Kuasa atasnya.

وصلى الله وسلم على نبيا محمد وعلى آله وصحبه ومن تبعهم بإحسان إلى يوم الدين

Yang Mulia Mufti Umum Kerajaan Arab Saudi
Ketua Perkumpulan Ulama-Ulama Besar Terkemuka
(Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah bin Muhammad Alu Syaikh)
Anggota Komite tetap Kajian Ilmiyah dan Pemberian Fatwa Kerajaaan Arab Saudi.

[[Artikel ini dikutip dari alsofwah.or.id, tertanggal 1 Januari 2009. Semoga bermanfaat !!! Amin]].


Sikap Melecehkan JIHAD Palestina

Januari 4, 2009

Sore kemarin (2 Januari 2008), beberapa saat sebelum adzan Maghrib saya mendapat SMS dari seorang sahabat. Isi SMS itu begitu mengejutkan. Rasanya seperti petir menyambar di depan mata. (Nas’alullah al ‘afiyah). Dalam SMS itu disebutkan ucapan Ja’far Umar Thalib baru-baru di GlobalTV tentang situasi terkini di Palestina. Ja’far Umar mengatakan, bahwa: Perlawanan rakyat Gaza bukan jihad. Dan semangat relawan Indonesia yang akan berjihad hanya numpang sohor. Itu yang tertulis dalam SMS.

Sejak membaca SMS itu saya rasanya seperti munek-munek. Waktu saya klarifikasi isi SMS itu, pihak pengirim menjawab, antara lain: “Tapi kalau Ja’far memang modelnya begitu. Dia kan Gus Dur-nya Arab.” Saat membaca “Gus Dur-nya Arab”, saya jadi mau tertawa. Entahlah, apakah dia mirip Gusdur atau tidak. Jangan-jangan nanti istilah “Gusdur” menjadi semacam “gelar kehormatan” bagi orang-orang yang terkenal norak dan nyeleneh. Wallahu a’lam.

Saya tidak tahu persis isi perkataan Ja’far Umar, sehingga tidak bisa terus-menerus mengaitkannya dengan nama dia. Tetapi anggaplah ucapan itu ada, terserah siapapun yang mengatakannya. Kita perlu memberikan penjelasan seputar jihad di Palestina untuk menepiskan berbagai fitnah seputar masalah ini. Apalagi di saat-saat seperti sekarang ketika kaum Muslimin di Gaza Palestina mendapatkan tekanan luar biasa. Jangankan Ummat Islam, orang-orang non Muslim di Eropa saja banyak yang bersimpati dengan penderitaan masyarakat Gaza. Logisnya, seorang Muslim, apalagi yang bergelar ustadz, harusnya lebih simpati lagi.

Kapasitas Seseorang

Ketika Ummat Islam di Gaza mendapat teror sangat berat, 400-an orang meninggal, ribuan terluka, banyak fasilitas masyarakat rusak parah akibat pengeboman roket-roket Israel yang katanya lebih dari 100 ton roket. Ketika itu tiba-tiba ada ucapan sangat nyeleneh: “Perlawanan rakyat Gaza bukan jihad. Dan semangat relawan Indonesia yang akan berjihad hanya numpang sohor.” Konon itu diucapkan seorang “ustadz” yang dulu memimpin Laskar Jihad (???).

Pertanyaanya, Anda itu siapa sehingga mengucapkan ucapan sekasar itu? Apakah Anda Ketua MUI? Apakah Anda seorang ahli fiqih yang dirujuk ilmunya oleh Timur dan Barat? Apakah Anda representasi dewan fatwa Saudi, dewan fatwa Al Azhar, Majma’ Fiqih Islami? Apakah Anda Mufti Palestina? Apakah Anda mewakili lembaga Bahtsul Masa’il, lembaga Tarjih, atau dewan hisbah sebuah ormas Islam? Atau apakah Anda mewakili pandangan fiqih Departemen Agama RI? Atau taruhlah, apakah Anda mewakili pandangan fiqih komunitas Salafiyun di Indonesia?

Apa kapasitas Anda sehingga berani mengucapkan kata-kata bak petir di siang bolong itu? Apakah Anda mengerti nilai ucapan seorang manusia? Bukankah Nabi pernah mengatakan, bahwa banyak manusia kelak diseret mukanya di neraka gara-gara ketajaman lidahnya. Manusia itu masih bebas ketika belum mengucapkan sesuatu; tetapi dia bisa terpenjara setelah mengucapkan sesuatu. Jagalah lidahmu, sebelum ia kelak akan menjadi sesalan bagimu!

Baca entri selengkapnya »


Akar Konflik Palestina-Israel

Januari 2, 2009

Pengantar: Sebagai hadiah menyambut Tahun Baru Hijriyyah 1 Muharram 1430 H. Sebagai bentuk rasa solidaritas kepada saudara-saudara seiman di Gaza Palestina. Sebagai ungkap rasa cinta kepada sesama Muslim, dimanapun mereka berada.

swaramuslim.com

Jenazah Muslim Palestina bergelimpangan. Korban arogansi Bani Israil. Sumber foto: swaramuslim.com


Bismillahirrahmaanirrahiim.

Duta Besar Palestina untuk Indonesia, Fariz Mehdawi, dalam wawancara dengan TVOne mengatakan, bahwa serangan Israel ke Jalur Gaza sejak 27 Desember lalu, adalah serangan ilegal yang telah terjadi selama puluhan tahun. Dalam ulasan berita di MetroTV disebutkan, serangan Israel kali ini merupakan kejadian paling buruk sejak 60 tahun terakhir (sejak Israel berdiri tahun 1948). Para mahasiswa Arab mempertanyakan posisi Liga Arab yang tidak bisa berbuat apa-apa. Dunia internasional, termasuk negara-negara Eropa mengutuk keras serangan Israel ke Gaza, tetapi pihak yang dikutuk terus melancarkan serangan. Bahkan Israel telah menyiapkan tank-tank dan pasukan cadangan sekitar 6500 orang. Targetnya jelas, seperti kata Ehud Barak, yaitu menggulingkan Hamas.

Masalah konflik Palestina-Israel bukanlah konflik satu bangsa dengan bangsa lain. Ia adalah konflik peradaban yang usianya sangat tua. Disana terbentang benang merah panjang, sejak konflik antara Nabi Muhammad shallallah ‘alaihi wa sallam dengan kaum Yahudi di Madinah, konflik antara Yahudi dan Romawi, konflik antara Yahudi dengan negara-negara Eropa, konflik antara Musa dengan Fir’aun, bahkan konflik antara Yusuf ‘alaihissalam dengan saudara-saudaranya. Ujung-ujungnya adalah konflik abadi antara Allah Ta’ala dengan iblis laknatullah ‘alaih.

Kalau memahami konflik ini hanya secara lokal dan temporer, yakinlah Anda akan tersesat dalam frustasi. Kondisi Ummat Islam di jaman modern yang penuh kesulitan dan derita, merupakan bagian dari konflik ini. Yahudi sendiri adalah bangsa “terkuat di dunia”, dalam arti: merekalah satu-satunya ras manusia yang berani konfrontatif melawan kehendak Allah Ta’ala.

Sejarah Kebangkitan Yahudi

Ketika melihat konflik Palestina-Israel, kita perlu merunut kembali catatan-catatan perjalanan sejarah di masa lalu. Disana kita akan menemukan bahan-bahan untuk memahami peta konflik ini secara utuh. Jika tidak demikian, maka kita hanya akan “konsumen terbaik” berita-berita media massa seputar konflik ini. Bayangkan semua ini sudah dimulai sejak era Perang Arab, pembakaran Masjid Aqsha, tragedi Sabra Satila, Intifadhah akhir 80-an, tragedi Al Khalil Hebron, penembakan Muhammad Ad Durrah, pembunuhan Syaikh Ahmad Yasin dan Abdul Aziz Rantisi, dll. sampai serangan Israel saat ini. Dan rata-rata model peristiwanya serupa, hanya berbeda waktu dan para pelakunya saja.

Mari kita runut latar-belakang historis fitnah Yahudi di dunia, dengan memohon petunjuk dan pertolongan Allah Ta’ala:

[1] Bani Israil pada dasarnya masih keturunan Ibrahim ‘alaihissalam. Ibrahim memiliki dua anak, Ismail dan Ishaq ‘alaihimassalam. Ismail nanti menurunkan keturunan bangsa Arab Adnani, lalu Ishaq mempunyai anak Ya’qub ‘alaihissalam. Nah, Ya’qub inilah yang kemudian disebut Israil, sehingga anak-anak Ya’qub di kemudian hari disebut Bani Israil.

[2] Saat berbicara tentang Bani Israil, perhatian kita segera tertuju kepada anak-anak Ya’qub. Mereka adalah Yusuf ‘alaihissalam, Benyamin, dan 11 saudara Yusuf. Semuanya berjumlah 13 orang; sama jumlahnya dengan matahari, bulan, dan 11 bintang yang terlihat dalam mimpi Yusuf sedang bersujud kepadanya. Karena itu angka 13 merupakan “angka keramat” bagi Yahudi sampai saat ini. Banyak logo-logo perusahaan top dunia dibuat dari karakter 13 ini.

[3] Secara umum, Bani Israil itu mewarisi dua sifat besar, yaitu: sifat keshalihan dan sifat durjana. Sifat keshalihan diturunkan dari garis Yusuf ‘alaihissalam. Sedangkan sifat durhaka diturunkan dari sifat saudara-saudara Yusuf (seayah berbeda ibu). Disana sudah tampak bakat-bakat kelicikan, dengki, kebohongan, dan sebagainya. Tetapi itu sebatas potensi, bukan kemutlakan takdir. Apalagi, di akhir hayat Ya’qub, seluruh anak-anaknya tunduk dalam agama tauhid. (Al Baqarah: 133). Saat berbicara tentang Bani Israil, sebagian orang sangat shalih dan sebagian sangat durhaka. Namun setelah kedatangan Islam, Bani Israil tidak diperkenankan lagi mengikuti agama selain Islam. Jika mereka tidak masuk Islam, dianggap durhaka seluruhnya, tidak ada toleransi sedikit pun. (Ali Imran: 85).

Baca entri selengkapnya »