Duka “Tsunami Kecil” di Situ Gintung

Banjir Situ Gintung (Foto dari Kompas Images).

Banjir Situ Gintung (Foto dari Kompas Images).

Jum’at, 27 Maret 2009. Lagi-lagi kita dikirimi peringatan…

Sebuah danau kecil di Cireundeu Tangerang Banten, Situ Gintung jebol.

Luar biasa, Situ (telaga) ini dalam situasi normal dalamnya sekitar 10 m. Saat setelah air menjebol tanggul, mendadak susut luar biasa. Saat ini Situ Gintung nyaris “kering” karena saking dangkalnya.

Bisa dibayangkan, betapa banyak material air yang ditumpahkan ke arah rumah penduduk di bawah tanggul Situ itu. Ada jutaan kubik air, tumplek blek, menerjang rumah-rumah penduduk. Selama puluhan tahun Situ Gintung menampung air, menjadi lokasi penyimpanan aliran air. Tiba-tiba kini airnya habis tandas untuk “memandikan” rumah-rumah penduduk di bawahnya. Luar biasa, betapa mengerikan. Inilah Tsunami Kecil di pinggiran Provinsi DKI Jakarta.

Menurut pihak berwenang dari Badan Mitigasi Bencana, di kawasan JADEBOTABEK masih ada ratusan Situ seperti itu, dan banyak yang bermasalah seperti Situ Gintung. Contoh di Sawangan Depok juga ada Situ yang tak kalah bahayanya kalau sewaktu-waktu ambrol.

Bencana ini mirip sekali dengan Tsunami di Aceh 5 tahun lalu. Persis sekali, hanya materi airnya tidak sebanyak Tsunami di Aceh. Coba lihat, perumahan yang disapu bersih; pohon-pohon tumbang; rumah-rumah roboh; sampah pating slengkrah; juga mobil-mobil berjumpalitan gak karuan. Ini mirip sekali. Sebutlah “miniatur Tsunami”.

Ia terjadi saat masyarakat lagi lelap tidur. Banyak sekali yang hanyut terbawa air. Menurut data terakhir, ada sekitar 80 orang meninggal, ratusan lainnya dinyatakan masih hilang. Konon, ada jenazah yang ditemukan dalam jarak 4 km dari Situ Gintung. Laa haula wa laa quwwata illa billah.

Hal menarik dari musibah ini. Konon retak-retak di tanggul yang jebol itu sudah diketahui sejak 3 tahun lalu. Warga sudah melaporkan ke aparat setempat untuk meminta penanganan. Tetapi laporan warga tidak digubris. Baru kali ini setelah para “warga” banyak yang meninggal, aparat baru peduli. Aparat berjanji macam-macam, setelah semuanya telah “menjadi bubur”. Ya begitulah mental aparat kita. Mereka lebih takut kepada manusia daripada kepada Allah; membiasakan berkhianat, tidak menepati amanah. Laa haula wa laa quwwata illa billah.

Di Situ Gintung itu ada sebuah masjid, namanya Masjid Jabal Rahmah. Ia tetap berdiri tegar, ketika sebagian besar rumah-rumah di sekitarnya hancur diterjang oleh air bah. Hal ini menjadi pelajaran untuk kesekian kalinya; meskipun menurut mental orang Indonesia, pelajaran itu bersifat “hangat-hangat tahi ayam”. Sesaat mereka sadar, setelah itu lupa lagi. Laa ilaha illa Allah, wallahu Akbar.

Akhirnya, kita memohon kepada Rabbul ‘alamin, semoga kaum Muslimin yang wafat dalam bencana ini:

Diampuni dosa-dosanya, digugurkan kesalahan-kesalahannya, dilapangkan kuburnya, dicurahi rahmat dan kasih sayang Allah, serta dimudahkan jalannya ke syurga-Nya. Allahummaghfir lil Muslimina alladzina yamutuna ‘inda hadzal bala’,  warhamhum, wa ‘afihim wa’fu anhum. Semoga bagi yang mendapat korban sedikit atau banyak, lahir atau bathin, mereka diampuni-diampuni, diberi taubat nashuha, dicurahi rahmat yang luas, diberi anugrah kesabaran, serta diganti kesedihannya dengan kebahagiaan yang tinggi. Allahumma amin. Wa shallallah ‘ala Rasulillah Muhammad wa ‘ala alihi wa ashabih ajma’in.

Ampuni pula kami ya Rahman ya Rahim. Boleh jadi kami lebih zhalim dari mereka, tetapi lebih Engkau sayangi, sehingga kami masih berkesempatan mengambil pelajaran dari mushibah ini. Amin ya Rahiim ya Mujib.

Bandung, 29 Maret 2009.

AM. Waskito.

Iklan

One Response to Duka “Tsunami Kecil” di Situ Gintung

  1. BaNi MusTajaB berkata:

    Semoga dapat diambil hikmah dari musibah Situ Gintung.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: