Buku: SALAFI EKSTREM di Dunia Internet

Cover buku SALAFI EKSTREM di Internet

Cover buku SALAFI EKSTREM di Internet

PROFIL UMUM

Judul: WAJAH SALAFI EKSTREM DI DUNIA INTERNET (Propaganda Menyebarkan Fitnah & Permusuhan).

Penulis: Abu Muhammad Waskito.

Penerbit: Ad Difaa’ Press, Sarijadi Bandung.

Cetakan: I, Februari 2009.

Ukuran: 14,5 cm x 20,5 cm.

Jumlah Halaman: Viii + 163.

Harga Eceran: Rp. 30.000,-

KALAM ILAHI

“Dan janganlah kalian berkeliaran di muka bumi dengan membuat kerusakan.” (Surat Al Ankabut: 36).

MISSI

“Buku ini diterbitkan dalam rangka menjawab fitnah-fitnah berbahaya yang tersebar di tengah dakwah Islam.”

BACK COVER

“Dakwah Islam di jaman modern telah memanfaatkan berbagai media. Salah satunya yang sangat populer ialah INTERNET. Banyak situs-situs Islam bermunculan meramaikan kerja dakwah, baik yang berbahasa Indonesia, Arab, Inggris, Melayu, dan sebagainya.

Namun sayangnya, kemajuan pesat teknologi internet ini justru dimanfaatkan oleh segelintir orang untuk menyebarkan kerusakan di muka bumi. Sekelompok orang, sebutlah mereka Salafi Ekstrem, sengaja memakai fasilitas internet untuk mencela, memvonis, membuka aib-aib, melancarkan penghinaan, kedustaan publik, melemparkan fitnah, bahkan mengadu domba. Semua itu ditujukan kepada kaum Muslimin, baik lembaga, yayasan, pesantren, tokoh, ustadz, penulism hingga individu-individu Muslim.

Buku ini berusaha memotret gerakan propaganda destruktif itu, membantah kekeliruan-kekeliruannya, membuktikan sikap khianat dan kedustaannya, serta memberi nasehat-nasehat kepada UMMAT. Semoga Allah meridhai upaya ini. Dan selamat membaca!”

DAFTAR ISI

Mukaddimah — Sekedar Catatan Refleksi — Siapakah Salafi? — Sifat Salafi Ekstrem — Mengapa Membahas Masalah Ini? — Manhaj Pemahaman — Dakwah Islam Bukan Menyebarkan Fitnah — Beragam Propaganda Fitnah dan Kesesatan — Mengkritisi Propaganda Sesat (Sebuah Bantahan Ringkas) — Metode Rusak dalam Menggali Berita — Corak Perilaku Manusia Binasa — Pentingnya Memahami Realitas — Kelengkapan Konsep Ilmu — Salah Paham tentang ‘Manajemen’ — Nasehat Ulama — Daftar Pustaka.

Iklan

50 Responses to Buku: SALAFI EKSTREM di Dunia Internet

  1. Yusuf KS berkata:

    Assalamu ‘alaikum warahmatullahi wabarakaatuh,

    Alhamdulillah buku baru karya AMW mengenai salafy telah terbit, sepertinya ini buku ke-3 antum tentang salafy (setelah DSDB1 dan DSDB2). Insya Allah buku ini akan sangat bermanfaat untuk banyak orang, terutama umat Islam. Dan semoga “salafy ekstrim” (dan salafy lain secara umum) juga membaca buku ini dan dapat mengambil hikmah dan pelajaran sehingga mereka bertobat dari “penyampaian informasi dengan cara yang salah (bahasa yang kasar, mencela, memvonis sesuatu tanpa bukti yang jelas, ghibah, adu domba, salah sumber, tahdzir dengan alasan yang dibuat-buat, dsb)” di dunia nyata dan juga di dunia maya (Internet).

    Saya salut dengan antum yang dapat meluangkan waktu membuat buku tentang salafy ekstrim di dunia Internet, yang kebanyakan orang sudah kesal browsing website mereka. Semoga usaha antum ini dibalas dengan pahala dari Allah Subhanahu Wa Ta’ala.

    p.s.
    – Saya punya saran, bagaimana kalau antum membuat daftar semua buku yang sudah antum tulis, lalu daftar itu ditampilkan di weblog ini?
    – Buku 21RBBS (Pustaka Al-Kautsar) itu apakah karangan antum juga? Sy punya buku 21RBBS tapi segel plastiknya belum dibuka (otomatis belum dibaca), rencananya buku tsb akan dihadiahkan buat seseorang (entah siapa yang akan mendapatkannya hehehe ^^).
    – Buku baru antum ini belum saya beli, tapi akan saya beli secepatnya (bulan Mei atau Juni) Insya Allah.
    – Ada rencana untuk menerbitkan buku tentang Pemikiran Politik Salafi yang sudah antum tulis dan publish di weblog ini?

    Syukran Katsiran,

    Wassalamu ‘alaikum,

    YKS.

  2. fery berkata:

    Assalamu ‘alaykum, Ustadz Waskito kami tunggu kehadiran antum untuk melatih kami menulis.

  3. Elang berkata:

    Assalamu’alaikum

    Salam kenal saudara Waskito. Saya suka membaca artikel-artikel yang anda tulis. Artikel anda isinya berbobot dan cukup berimbang. Jarang-jarang ada orang yang bisa menulis demikian.

    Untuk buku yang anda tulis ini saya memang belum membacanya. Saya hanya ingin memberi komentar dari satu sisi saja (lho, belum baca kok sudah beri komentar…).

    Tunggu dulu saya hanya ingin masukan tentang cover buku anda. Cover buku anda kurang elegan kesannya terlalu kekanak-kanakan, layoutnya acak-acakan tidak menceriminkan dengan judul, terlebih lagi dengan isi tulisan anda yang berbobot, terlalu jauh perbedaannya.

    Selain itu ada gambar muka yang mencerminkan makhluk hidup (lambang YM, Yahoo Messenger). Tentu hal adalah terlarang dalam agama kita. Hal ini bisa diganti dengan lambang atau simbol lain yang lebih baik tentunya.

    Yah memang di kolong langit tak ada yang sempurna, Ini adalah masukan dari seorang pengunjung dan pembaca tulisan anda.

    Wassalamu’alaikum.

  4. @ndie berkata:

    assalamu’alaikum
    Ana bs dapat bukunya dimana,abi?
    di toko buku terdekat sdh ada belum yaa…

  5. abisyakir berkata:

    @ Elang.

    Wa’alaikumsalam warahmatullah wabarakaatuh.

    Terimakasih terimakasih atas masukannya. Syukran jazakallah khair wal barakah. Apapun substansinya, masukan dan kritik sangat layak dihargai. Sekali lagi syukran jazakallah khair.

    Wassalamu’alaikum.

    AMW.

  6. abisyakir berkata:

    @ Yusuf KS.

    Syukran jazakumullah khair Akhi atas respon dan komentarnya. Amin Allahumma amin atas doanya, semoga bermanfaat bagi Ummat.

    Usul mencantumkan buku yang sudah ana tulis, insya Allah akan saya coba penuhi. Tapi ini sifatnya wacana ya, jadi tidak ada unsur paksaan untuk menerimanya. Jazakallah khair.

    Ya benar, 21 Resiko Buruk Busana Seksi itu saya tulis juga. Waktu itu memakai nama Abu Abdurrahman Nusantari. Nama Abdurrahman sama dengan nama Muhammad, sebab keduanya memang nama anak saya. Nusantari maksudnya dari Nusantara, dari Indonesia.

    Kalau “pemikiran politik Salafi”, saya belum ada niat kesana. Ada beberapa agenda lain yang sangat penting didahulukan. Lagi pula saat ini menjadi penerbit yang agak idealis lumayan sulit juga. Rata-rata masih “pragmatis” kayak partai-partai politik itu…he he he.

    Untuk tanggapan dan masukan Antum, syukran jazakallah khair. Semoga Allah Ta’ala memelihara Anda, saya, para pembaca, dan keluarga kita semua. Amin Allahumma amin.

    AMW.

  7. @ndie berkata:

    Assalamualaikum
    Alhamdulillah,akhirnya terbit jg bukunya…
    sudah bisakah diperoleh di toko buku terdekat??
    ditunggu untuk buku2 berikutnya ya abi..
    wassalamualaikum

  8. abu shidqi berkata:

    wah.. wahh.. wah.. akhirnya datang juga. 😛 ini dia yg ana tunggu2. Terima kasih akhi, utang antum udah lunas. 😉 Insya Allah hari ahad ana mau beli bukunya.

  9. adasemuanya berkata:

    siapa salafy ekstreem? penebar permusuhan? yang ini juga penyebar permusuhan. masalahnya siapa yang dimusuhi? yang benar ato yang salah? salafy yang sejati adalah yang sesuai nabi dan sahabat, mereka memusuhi musyrikin, yahudi, nasrani, ahl maksiat, ahl bid’ah, yg berlebihan dlm agama. permusuhan sesuai kadar dan bentuk yg tepat dalam sikap.
    sebagian orang sok baik pada semua, tujuannya dapat dunia, jual partai, jual usaha, jual diri. sebagian bersikap memusuhi pada tempat dan cara yg salah. cela pemarintah, provokasi memusuhi pemerintah.
    apakah benar seperti itu islam? sok damai hanya untuk dunia.
    jadi salafy ekstreem itu siapa? suruh beli bukunya? jualan buku?
    keep the word!!! dosanya multilevel sop!!!
    apakah muslim.or.id? salafy.or.id? majalah-elfata.com?
    bertaqwalah, jangan terbuai dengan kata perdamaian, ukhuwah, jika itu dalam ikatan syaithoniyyah.
    kata keras, pedas,itu memang penyesuaian tempat. mudah kok untuk lembut.
    marilah saudaraku, belajar. kenalilah, bahwa islam itu mengenal istilah bid’ah=mengada ada dalam agama. dan itu dibenci. dan bid’ah itu dibuat dengan tujuan yg baik. sedang tak semua yg bertujuan baik itu diterima. maka ketahuilah, sehingga engkau akan paham, mengapa sesuatu yang nampak baik, tapi islam dan muslim yang berilmu membencinya dan memusuhinya.
    inilah nasehat yang keras, sedang, dan lembut. semoga membuka hati kalian.
    ikhlas menuntut kesabaran dalam kebenaran dan tidak tergesa gesa. termasuk sabar dengan sedikitnya teman dan banyaknya lawan.
    dialog dengan kami di ym: onmy_ymline

  10. adasemuanya berkata:

    pemilik blog, ada pesan: ittaqillah haitsuma kunta. bertaqwalah kepada Alloh apapun keadaanmu. islam melarang cela penguasa, meski ia dzholim. tegakkan juga islam dalam diri sebelum membabi buta menyerukan penegakkan islam pada orang lain. tegakkan islam dengan cara islam.
    siksa ringan di neraka dengan dipakaikan sandal panas yg buat otak meleleh. minumnya panas, darah, nanah, menjijikkan. makannya duri, pahit.
    jngnlah membebani umat dan ulama dengan semakin menyesatkan mereka dengan kata ringan. dosa, dosa, dosa.
    Alloh Maha Tahu dan akan membalas.
    tak ada manusia yg sempurna. tak semua kebaikan ditunjukkan pada umum. salafy yang baikpun peduli pada umat. peduli secara nabi dan semampunya.
    letakkannlah semuanya sesuai islam meletakkannya. itulah keadilan.
    demi Alloh banyak yg keliru dari anda. sebaiknya takutlah dengan dosa yang berlipat karena tulisan2.
    sehingga tidak merepotkan seperti ini.
    harus meluangkan waktu untuk muslim, sedang yg kafir terus menyerang.
    ya inilah, apakah ini tebar permusuhan? sekiranya ini tak lebih besar drpd mencela yg bukan penguasa yg masih muslim. semua ada tempat dan caranya, seandinya manusia tidak cupet.

  11. abisyakir berkata:

    @ Ada Semuanya.

    Syukran atas nasehat Antum. Semoga kita selalu berada di jalan taqwa sampai saat ajal tiba. Allahumma amin.

    Antum mengatakan:

    “Islam larang cela penguasa, sekalipun ia dzolim”.

    Catatan: Yang dilarang itu menghina penguasa yang menegakkan kepemimpinan Islam di depan umum. Ini dilarang. Tetapi kalau mengingatkan penguasa agar bertakwa kepada Allah, agar tidak berbuat zhalim, agar memenuhi hak-hak rakyat, itu tidak ada larangan. Hal tersebut termasuk nasehat kepada penguasa. Contoh Khalifah Umar saat pengangkatan dirinya, ada shahabat yang akan meluruskan beliau dengan pedang, kalau beliau keluar dari jalan yang lurus. Para ulama banyak yang mengingatkan penguasa secara terbuka.

    Lalu penguasa zhalim. Zhalimnya dalam hal apa dulu? Kalau zhalim dalam memenuhi hak-hak rakyat, kita masih bisa sabar. Tapi kalau zhalim dalam soal kesesatan, kekafiran, permusuhan kepada Islam dan kaum Muslimin. Itu lain lagi. Kalau kita mendiamkan bisa tersebar kesesatan yang luas.

    “Tegakkan juga islam dalam diri sebelum membabi buta menyerukan penegakkan islam pada orang lain. Tegakkan Islam dengan cara islam.”

    Catatan: Ukurannya sampai bagaimana menegakkan Islam dalam diri sendiri? Coba katakan, ukurannya sampai sejauh mana? Apa seseorang harus hafal dulu Al Qur’an 30 juz, harus hafal matan 1000 hadits, harus lulus doktor Universitas Islam Madinah, harus 20 kali melaksanakan Haji, harus telah ceramah 1000 jam di depan masyarakat mengupas ilmu-ilmu, harus bersih dari dosa selama 20 tahun, dan seterusnya? Apa ukurannya, tunjukkan…

    Dalam riwayat, seseorang yang baru syahadat, belum pernah sujud sekali pun, dia boleh ikut Jihad Fi Sabilillah. Nabi mengatakan, “Sampaikan dariku walau satu ayat saja.” (HR. Bukhari). Apa harus nunggu sempurna dulu, baru menegakkan risalah Islam? Inilah salah satu TALBIS SYAITAN yang diklaim sebagai kebenaran oleh kalangan tertentu. Mereka tidak mau memperjuangkan Islam, meskipun banyak sekali jalan yang bisa mereka tempuh untuk itu.

    Antum katakan: “Tegakkan Islam dengan cara Islam.”

    Baik, sekarang tunjukkan kepada kita disini, bagaimana itu CARA ISLAM yang Antum maksud? Tolong jabarkan dengan jelas CARA ISLAM itu. Agar kami mengetahuinya. Hal-hal seperti ini kebanyakan hanya TALBIS SYAITAN yang dipandang benar oleh orang-orang yang meyakininya.

    Antum mengatakan: “Siksa ringan di neraka dengan dipakaikan sandal panas yg buat otak meleleh. minumnya panas, darah, nanah, menjijikkan. makannya duri, pahit. Janganlah membebani umat dan ulama dengan semakin menyesatkan mereka dengan kata ringan. dosa, dosa, dosa. Alloh Maha Tahu dan akan membalas.”

    Catatan: Oh ya, kita insya Allah membaca sebagian sifat-sifat neraka itu. Kita takut kepada neraka karena ia dijadikan oleh Allah sebagai wahana untuk membalas perbuatan orang-orang berdosa. Rabbana inna nas’alukal jannah wa na’udzu bika minan naar.

    Tunjukkan kepada saya bagian-bagian mana yang menyesatkan ummat! Kalau ada, dan itu benar, insya Allah saya akan perbaiki secepatnya, bi idznillah. Apakah dengan membantah kesesatan Salafi Ekstrem lalu hal itu Antum sebut sebagai kesesatan? Kalau begitu Antum baca dulu bukunya, baru komentar.

    Orang-orang seperti Antum itu adalah contoh manusia yang rela menenggelamkan diri dalam perkara-perkara yang tidak dimengerti oleh dirinya sendiri. Cobalah sedikit membuka wawasan agar tidak muncul komentar-komentar seperti itu. Coba bantah hal-hal yang menurut Antum tidak benar dari tulisan-tulisan itu. Kalau memang pada Antum ada kebenaran, insya Allah kita tidak akan malu untuk menerimanya.

    Antum mengatakan:

    “Tak ada manusia yg sempurna. tak semua kebaikan ditunjukkan pada umum. salafy yang baikpun peduli pada umat. peduli secara nabi dan semampunya. letakkannlah semuanya sesuai islam meletakkannya. itulah keadilan. demi Alloh banyak yg keliru dari anda. sebaiknya takutlah dengan dosa yang berlipat karena tulisan2.”

    Catatan: Kalau memang belum membaca bukunya, jangan bicara terlalu banyak. Anda ini orang suka mengadili orang lain, tetapi tidak adil dalam memberi penilaian. Belum membaca bukunya sudah berkomentar macam-macam. Disana saya tunjukkan banyak bukti kesesatan pemikiran para Salafi ekstrem itu. Saya tidak mengatakan, semua Salafi seperti itu. Hanya “segelintir” saja yang berbuat ekstrem.

    Sudahlah, kalau Anda mengetahui kesalahan saya, silakan tunjukkan. Jika argumentasinya benar, insya Allah akan diterima dengan lapang dada. Hayo, jangan banyak bermain-main retorika. Tunjukkan hal-hal yang tidak sesuai Syariat, insya Allah kita akan rujuk padanya!

    Antum mengatakan:

    “Harus meluangkan waktu untuk muslim, sedang yg kafir terus menyerang. ya inilah, apakah ini tebar permusuhan? sekiranya ini tak lebih besar drpd mencela yg bukan penguasa yg masih muslim. semua ada tempat dan caranya, seandinya manusia tidak cupet.”

    Catatan: Hah, saya semakin tidak mengerti. Kemana arah perkataan ini. Ya, intinya, kita ini kan hanya berpendapat saja. Pendapat selain Kitabullah dan Sunnah tidak ada yang sempurna. Kalau dari antara pendapat-pendapat ini ada kesalahan sesuai Syariat, insya Allah kita akan rujuk kepada kebenaran. Tidak peduli siapapun yang mengatakannya, termasuk kalangan Salafi sekalipun.

    AMW.

  12. abu yusuf berkata:

    assalamu’alaykum,

    antum penulis yg produktif juga ya. Oya bagaimana dengan informasi yang menyebutkan bahwa antum pernah meminta dana dari suatu komunitas kristen (gereja) di sulawesi? Apakah benar informasi tersebut?
    Terima kasih atas penjelasannya.

    wassalam

  13. abisyakir berkata:

    SOAL FITNAH KERJASAMA DENGAN NASHRANI

    @ Abu Yusuf.

    Wa’alaikumsalam warahmatullah wabarakaatuh.

    Masalah itu sudah berkali-kali saya jawab, di MyQuran, disini, juga dalam buku “Wajah Salafi Ekstrem”. Bahkan lewat e-mail pun saya jawab. Tetapi ya yang namanya fitnah sudah tersebar, ya mau apa lagi? Dari sisi menjaga nama baik diri sendiri, alhamdulillah saya sudah berusaha. Namun dari sisi tersebarnya fitnah yang membabi-buta, ya itu urusan Abu Ibrahim Cs dengan Allah Ta’ala. Semula saya prihatin dengan masalah itu, tetapi lama-lama saya anggap hal itu sebagai KAFARAT penggugur dosa-dosa dan kesalahan saya, alhamdulillah.

    Disini saya jawab lagi ya, dengan tidak yakin bahwa ini adalah jawaban terakhir, sebab namanya manusia, mereka mendapatkan berita/isu waktunya berbeda-beda. Sebagian sudah tahu lebih dulu, sebagian menyusul kemudian. Ketika sebagian sudah tahu, yang lain belum. Begitu seterusnya. Maka saya berterimakasih kepada Abu Abdillah Ibrahim Cs atas buah kesungguhannya dalam mengurangi dosa-dosa kami. Syukran syukran syukran, Aba Ibrahim. Fitnah itu kadang bisa merugikan, tetapi kadang juga menguatkan. Tergantung Kemurahan Allah pada hamba-hamba-Nya.

    Berikut jawaban saya:

    [o] Keluarga kami pernah mengalami kesulitan keuangan. Lalu saya berpikir untuk menawarkan jasa pengerjaan teks/naskah, seperti surat, proposal, konsep MoU, dan sebagainya. Alhamdulillah, kami diberi kemampuan disini. Saya pernah menawarkan jasa seperti ini melalui promo di darat (tidak melalui internet), alhamdulillah tanggapannya sedikit. Saya lalu coba manfaatkan jalur internet, siapa tahu disini banyak pasar. ==> Jadi awalnya, ini muamalah murni. Dan itu halal, semacam jasa text writer yang dikenal luas di Barat.

    [o] Karena melalui internet, saya memilih sarana e-mail. Saya mengajukan penawaran ke ratusan alamat e-mail resmi. Data e-mail saya peroleh dari Yellow Pages wilayah Jakarta yang diberi oleh seorang keluarga. Jadi alamat-alamat e-mail itu resmi, bukan main ambil dari millis. Alhamdulillah, ada beberapa tanggapan yang masuk, tetapi hanya berupa ungkapan simpati saja, tidak sampai ke deal bisnis tertentu. Melalui cara ini pun saya nilai kurang berhasil, sehingga saya tidak meneruskan melakukan pemasaran jasa penulis via e-mail.

    [o] Entah siapa yang melakukannya, ada seseorang tiba-tiba mengkopi isi surat e-mail saya, lalu dia masukkan dalam forum jemaah Nashrani Tana Toraja, Sulawesi Selatan. Isi e-mail itu dia masukkan dalam forum tersebut, tanpa sepengetahuan saya, dan tanpa seijin saya. Tetapi saya menyangka, dia sengaja memasukkan sebagai bentuk simpati dia kepada penawaran yang saya tulis dalam e-mail. Entah kalau ada tujuan lain. Jelas, yang memasukkan isi e-mail itu ke forum diskusi bukan saya. Bahkan saya akan malu kalau memasukkan isi email seperti itu ke forum terbuka. Mengapa saya pilih via email, sebab memang ada unsur privasi yang tidak tepat dibuka di umum. Dan disini pemilik blog Fakta melalukan kebohongan luar biasa. Dia sengaja menutup nama pengirim pesan dalam forum diskusi itu, sehingga yang terlihat hanya isi pesan, tanpa diketahui pengirim pesannya. Kalau ditampakkan pengirimnya, nanti akan ketahuan bahwa bukan saya yang menampilkan pesan itu di forum diskusi tersebut.

    [o] Saya tidak mungkin melakukan perbuatan seperti itu, sebab isi email itu cukup privasi. Sebegitu bodohkah saya untuk membuka masalah privasi di forum umum? Alhamdulillah, segala puji bagi Allah yang telah melimpahkan ilmu dan kecerdasan. Lagi pula, kalau ingin menampilkan pesan di forum, mengapa saya tidak memakai forum MyQuran saja? Perlu Anda ketahui, tadinya saya aktif ikut diskusi-diskusi di MyQuran. Begitu pula, kalau misal harus kerjasama dengan Nashrani, mengapa harus mencari yang dari Tana Toraja sana? Mengapa tidak mencari Nashrani di Bandung atau Jakarta saja. Orang yang ngerti bisnis, pasti paham posisi “Tana Toraja” dalam konstelasi bisnis di Indonesia. Dibandingkan Tangerang saja, daerah itu tidak ada apa-apanya. Bahkan andai saya ajukan kerjasama dengan orang-orang Nashrani Tana Toraja sana, itu sifatnya baru PENAWARAN JASA. Dalam bisnis, penawaran jasa itu belum apa-apa. Ia harus dilanjutkan dengan kontak, konfirmasi, tawar-menawar harga, kesepakatan, eksekusi, sampai pasca produksi. Jadi tahapannya masih panjang, kalau benar-benar mau kerjasama bisnis. Sedangkan orang-orang buruk muka seperti Abu Abdillah Ibrahim Cs. itu, mereka sudah mengklaim saya mengajukan kerjasama dengan Nashrani Tana Toraja, malah saya meminta dana ke mereka. Maklum sih, orang-orang seperti itu sehari-hari makan dosa, minum dosa, tidur di atas dosa, berjalan dengan dosa, duduk dengan dosa, dan sebagainya. Sebagai akibatnya, mereka menjadi manusia DUNGU (sangat bodoh).

    Jadi, isu kerjasama dengan Nashrani Tana Toraja, itu semata-mata fitnah yang disebarkan Abu Ibrahim Cs. Mereka tidak memiliki kejujuran sedikit pun, sebab mereka beragama berlandaskan kebencian. Sama seperti Syiah yang membenci para Shahabat Ra. Nah, itu jawaban saya. Semoga bermanfaat. Tapi bagaimana ya nanti kalau ada yang bertanya serupa? Apa perlu saya buat konferensi pers seperti Antasari Azhar kemarin? He he he…becanda.

    Ya sudahlah, dinikmati saja. Mudah-mudahan semua ini bermanfaat menjadi penggugur dosa saya, dan orang-orang di sekitar saya. Allahumma amin.

    AMW.

  14. sidqi berkata:

    assalaamualaikum warohmatullahi wabarokatuh.

    ana alhamdulillah sudah membaca bukunya beberapa hari sesudah terbit. Alhamdulillah buku ini meningkatkan kewaspadaan saya terhadap mereka.

    afwan saya sudah mengirim email ke “birulangit1000@gmail.com”
    kok gak bisa? (mailer daimo0n)

  15. abisyakir berkata:

    @ Mas Sidqi

    Wa’alaikumsalam warahmatullah wabarakaatuh.

    Syukran atas respon Antum. Lha, gimana Antum akan bisa mengirim email, wong alamat email saya: langitbiru1000@gmail.com. Anda tahu kan bedanya? Terus nanti kalau kirim jangan terbalik lagi, misal 1000langitbiru@gmail.com atau langit1000biru@gmail.com. He he he…bercanda Akhi. Ya, mohon jangan terbalik lagi ya!

    AMW.

  16. abu sundawy berkata:

    Alhamdulillah, ini buku adalah salah satu buku yang dinanti2 kan bagi para pendakwah sunnah di indonesia.betul ya akhi, dakwah salafy di internet kian memprihatinkan. seperti tidak mengenal adab dan etika Rasulullah. hantam kromo, kasar dan tidak beradab.

  17. abisyakir berkata:

    @ Abu Sundawy.

    Syukran jazakallah khair Akhi. Moga bermanfaat. Amin.

    AMW.

  18. emdi berkata:

    mengapa diberi julukan ‘salafi ekstrem’? tentu antum sudah faham makna dan hakikat salafi sebenarnya. kasar, suka memfitnah, dsb adalah bukan bagian dari salafi. akan lebih bijak jika antum beri julukan lain kepada kelompok ekstrem tsb.

  19. abisyakir berkata:

    @ Emdi

    Kalau Anda membaca bukunya, nanti akan tergambar pandangan bahwa Salafiyah = Islam itu sendiri. Jadi Salafi = Muslim. Hanya saja, tidak semua orang mau memakai nama Salafi sebagai sebutan dirinya. Ada yang mencukupkan pada sebutan Muslim saja.

    Bisa dikatakan, Salafi Ekstrem = Muslim Ekstrem. Mereka masih Muslim, setahu saya, tetapi bersikap melampaui batas (ghuluw). Toh, para ulama di masa lalu tidak memastikan bahwa Khawarij itu kafir. Rata-rata masih mengakui keislamannya, hanya sudah ghuluw.

    Syukran atas masukannya.

    AMW.

  20. Tri berkata:

    Maaf pak. Covernya kok jelek?

  21. abisyakir berkata:

    @ Tri.

    Iya sih, katanya covernya jelek. Nanti kalau dicetak lagi, moga diganti. Jazakallah masukannya. /AMW.

  22. abu naura berkata:

    @ Mas , kenapa ya orang – orang seperti salafi extrem itu tak pernah mau ruju’ ilal haq , sedangkan setahu ana para salaf itu begitu hati – hati sekali dalam berucap , karena mereka paham betul akan sabda nabi SAW…. ” bukankah ini ( sambil memegangi mulut beliau ) yang menyebabkan kalian masuk neraka “.
    apakah mereka tak pernah mendengar berita dari rasul tentang orang – orang yang kemana – mana selalu makan daging saudaranya sendiri ( hiii…. sungguh ngeriii !!! )
    Lalu buat mas “adasemuanya” : menyebut nama aja antum gak berani , itulah gambaran antum sesungguhnya , kalau memang mau memberi nasehat lakukan dengan tulus , ikhlas, jujur dan JANGAN PENGECUT , dan hanya kepada ALLAH lah sepatutnya kita takut akan siksanya yang teramat pedih .

    Buat mas waskito ; ditunggu selalu , kalimat – kalimat indah yang selalu muncul dalam tulisan di kedua buku sebelumnya yang bikin orang penasaran ( dengan nama abdurrahman al thalibi-nya ).

    Saran ana : jangan lupa selalu terima kesalahan dengan justru berterimakasihlah pada sang penunjuk kelemahan , tentu berdasarkan Qur’an dan Sunnah sebagai hudallinas, karena dengan begitu kita lalu cepat bertaubat , dan istighfar , bukankah para salaf dulu saling mengingatkan diantara mereka dan lebih senang ditunjukkan aibnya hingga ia sadar akan kesalahannya.

    jazakallah khairan katsiir

  23. mahardika berkata:

    Assalamu’alaykom warahmatullahi wabarakatuh…
    ikhwan wa akhwati yang di muliakan oleh Allah Azza wa jalla insya Allah hu ta’ala… 🙂

    Alhamdulillah saya panjatkan puji kepada Allah Subhana Wata’ala yang telah memberikan kepada kita Iman Islam..

    pertama yang sangat saya ingin beritahukan tanpa ada rasa Ujub, Ta’ashub
    Salafy itu merupakan suatu penisbatan kepada Salafus Shalih… yang dalam bidang keimanan dan ketaqwaan nya sudah tidak diragukan lagi,,, karena merekalah para generasi terbaik dari umat ini…
    Rasulullah Salllallahu ‘alayhi wasallam bersabda “Khairu Ummati qarni tsumma ladzina yalunahum, tsumma ladzina yalunahum” (Sebaik- baik ummat adalah kamu(tentunya para sahabat) kemudian yang selanjutnya(para tabi’in) kemudian yang selanjutnya(tabi’ut tabi’in) menurut saya ini tidak syak lagi bagi para penuntut i’lmu yang gemar menelaah hadist2 yang sahih yang tanpa mencapur adukkan yang hadist dhaif dan maudhu tentunya,,,kecuali mereka telah menerangkan ke dhaifan dan ke maudhuan’nya

    disini saya ingin memberitahukan,jika kita melihat afrad per afrad nya(orang perorangan) tentu saja kita akan melihat sangat banyak sekali kekeliruan seperti yang di sampaikan akh Abu Muhammad Waskito yang dimuliakan oleh Allah Azza Wa jalla insya Allahu ta’ala… tapi yang perlu kita lihat apa yang telah mereka pahami,memurnikan ajaran Tauhid, hanya beribadah kepada Allah semata, menjauhi perbuatan yang tidak ada contohnya dari Nabi kita Sallallahu ‘layhi wasallam… karna ya ihkwan wa akhwati fillah, agama islam ini telah sempurna tanpa harus menambah2 tata cara ibadah hanya karena menggunakan akal semata(“Kan ini baik, kan itu bagus”) bagaimana mungkin kita mengatakan hal seperti itu… sedangkan Allah telah berfirman dalam surat Al- Maidah ayat 3 ” Pada hari ini telah aku sempurnakan bagimu agamamu” apa kita akan memberi catatan kaki pada Al-Qur’an bahwa menurut kita agama ini belum sempurna, dengan menambah nambah tata cara yang baru yang tidak pernah sama sekali diperintahkan oleh Allah dan Rasulnya(perkataan dan perbuatannya) ditambah lagi dengan adanya hadist dari Ummu ‘Abdillah ‘Aisyah Radhiallahu ‘anha ia berkata, Rasullullah bersabda, barang siapa yang mengada adakan dalam urusan agama kami,yang bukan berasal darinya maka amalnya tertolak(HR Bukhari, HR Muslim)

    dan saya melihat tidak ada ustad yang menyarankan kepada mereka untuk berbuat ekstrem seperti itu, melainkan untuk bersikap lemah lembut dalam berdakwah bil hikmah. perbuatan seperti itu dikarenakan banyak dari ikhwan dan akhwat kurang mengkaji dan belum memahami hakikat dari apa yang telah di diberitahukan, sehingga meraka melakukan perbuatan yang terlampau jauh… melebihi dari apa yang seharusnya dilakukan… Wallahu ‘Alam

    saya meminta ampun kepada Allah karena ana hanya seorang hambanya yang Dhoif, tidak mempunyai daya upaya kecuali hanya dengan pertolongan Allah Semata..

    Wassalamu’alaykum warahmatulolahi Wabarakatuh…. 🙂

  24. ade berkata:

    Assalamualiakum ustad, ana tertarik ingin mengetahui wahdah islamiyah di bandung..
    alamat nya apa ya

  25. abisyakir berkata:

    @ Ade.

    Wa’alaikumsalam warahmatullah wabarakaatuh.

    Kalau tidak salah, di internet itu bisa dicari. Coba tulis saja “Wahdah Islamiyyah Bandung” di google. Atau masuk ke situs belajarislam.com, coba cari linknya disana. Alamat sekarang itu di Tubagus Ismail, Sedang Serang dekat Masjid Al Muhajirin. Tapi tepatnya/detail alamat, saya tidak tahu persis. Afwan sebelumnya.

    Wassalamu’alaikum.

    AMW.

  26. abu khaleed berkata:

    assalamualaikum
    ana sarankan antum lebih banyak lagi membaca buku2 ulama tentang sikap syar’i dalam bermuamalah dengan pemimpin. pernah baca buku “mu’amalatul hukkam fii dhaul kitab was sunnah” karya syaikh Abdussalam barjas -rahimahullah? ana melihat, problem ini adalah mahal niza’ yang sekarang ini melahirkan perselisihan tajam antara kaum muslimin.

  27. abisyakir berkata:

    @ Abu Khaleed.

    Wa’alaikumsalam warahmatullah wabarakaatuh.

    Syukran sudah berkunjung. Oh ya, saya belum baca dan tidak punya buku itu. Ada akses yang mudah diperoleh? Tetapi kalau Madarikun Nazhar Fis Siyasah miliknya Al Jazairi saya sudah baca. Yang jelas, sejak jaman Hasan al Basri rahimahullah sampai jaman ulama-ulama muta-akhirin, sikap ulama itu selalu kritis dan menjaga jarak dengan umara. Contoh paling mudah, Imam Bukhari rahimahullah, beliau rela mendapat fitnah dan hijrah dari kampung halamannya, hanya karena tidak mau “menjual murah ilmu” ke hadapan ulama.

    Tentang menghormati kepemimpinan Islami seperti yang disebut dalam hadits-hadits adab kepada para Khalifah Islam, insya Allah saya setuju itu. Ya setiap Muslim sudah seharusnya bersikap demikian. Tetapi kalau “membeo” kepada segala macam kekuasaan, tanpa tafshili apakah ia kepemimpinan Islami atau sekuler, saya tidak bisa menerima. Nabi mengatakan, “Taraktukum al baidha’, lailuha kanahariha, laa yanzi’uhu illa haalik” (aku tinggalkan kepada kalian cahaya yang terang benderang, malamnya seperti siangnya, tidak meninggalkan cahaya itu melainkan akan binasa). Jadi beda antara jahiliyah dan islam itu sangat jelas. Hitam putih. Jadi, jangan dibuat buram lagi. Kalau dibuat buram, berarti kita telah memfitnah Allah dan Rasul-Nya. Kita menyangka, Allah dan Rasul-Nya meninggalkan Syariat yang membingungkan. Laa haula wa laa quwwata illa billah.

    Lalu apa hubungannya sama buku “Salafi Ekstreem” itu ya? Terimakasih.

    AMW.

  28. abu khaleed berkata:

    lho, buku salafy ekstreem milik antum itu kan sebetulnya respons atas perseteruan sengit yang tengah berkobar dalam dunia Islam saat ini. fenomena yang sedang giat antum tanggapi ini tidak muncul begitu saja. jika antum telisik, semua itu salah satunya bermuara pada perselisihan soal sikap terhadap pemimpin yang juga sangat dipengaruhi oleh taqrir sejumlah isu akidah.

    nah, kemunculan salafy yang antum anggap ekstreem itu juga respons atas persoalan yang melibatkan masalah akidah ini. mereka cenderung menganggap bahwa sikap orang-orang yang tidak sejalan dengan mereka dalam sikap terhadap pemimpin tadi tengah mengalami problem akidah.kemudian, mereka bersikap dengan merujuk sikap yang pernah diterapkan oleh salafus shaleh yang memang cenderung “ekstreem” dalam mengahadapi orang-orang yang bermasalah dalam akidah atau yang disebut dengan ahlul bida’ wal ahwa itu.itulah yang terjadi pada mereka.

    oleh karena itu, membahas substansi sikap syar’i terhadap pemimpin kita saat ini menjadi penting. apa keyakinan kita tentang pemimpin kita? berstatus apakah? kafir kah? sudah tidak layak dita’atikah? sudah bolehkah kita khuruj ‘alal hukkam kita? baik khuruj bilqaul (provokasi dan kritik secara terbuka) atau bil fi’l (demontrasi dan revolusi)? intinya, apa vonis secara ta’yin kita terhadap pemimpin kita? pertanyaan-pertanyaan ini harus dijawab dulu (tentu dengan ilmiah dan dhawabith syar’iyyah yang juga mempertimbangkan mulabasat, mashaleh dan mafasidnya).

    wassalam
    abu Khaleed

  29. abisyakir berkata:

    @ Abu Khaaleed.

    Afwan Akhi, saya baru “ngeh” dengan yang Antum maksud. Ooh, kesana maksudnya. Ya, bisa dikoneksikan kesana. Jujur saja, risalah dakwah Salafiyyah sudah lama masuk Indonesia. Seperti Al Irsyad misalnya, sudah lama menyebarkan ajaran-ajaran seputar Tauhid dan Sunnah. Sudah lama ini. Hanya seiring munculnya pengaruh dari Saudi, perselisihan di internal masyarakat Indonesia (bahkan di kalangan Salafiyyah sendiri) semakin marak. Ada yang sebatas selisih pendapat, ada yang benar-benar bara’ dan menerapkan hajr. Wallahu Akbar, laa haula wa laa quwwata illa billah.

    Antum katakan: “nah, kemunculan salafy yang antum anggap ekstreem itu juga respons atas persoalan yang melibatkan masalah akidah ini. mereka cenderung menganggap bahwa sikap orang-orang yang tidak sejalan dengan mereka dalam sikap terhadap pemimpin tadi tengah mengalami problem akidah.kemudian, mereka bersikap dengan merujuk sikap yang pernah diterapkan oleh salafus shaleh yang memang cenderung “ekstreem” dalam mengahadapi orang-orang yang bermasalah dalam akidah atau yang disebut dengan ahlul bida’ wal ahwa itu.itulah yang terjadi pada mereka.”

    Dari saya: Ya, tepat sekali Akhi. Itulah yang setidaknya kita lihat.

    Antum katakan lagi: “oleh karena itu, membahas substansi sikap syar’i terhadap pemimpin kita saat ini menjadi penting. apa keyakinan kita tentang pemimpin kita? berstatus apakah? kafir kah? sudah tidak layak dita’atikah? sudah bolehkah kita khuruj ‘alal hukkam kita? baik khuruj bilqaul (provokasi dan kritik secara terbuka) atau bil fi’l (demontrasi dan revolusi)? intinya, apa vonis secara ta’yin kita terhadap pemimpin kita? pertanyaan-pertanyaan ini harus dijawab dulu (tentu dengan ilmiah dan dhawabith syar’iyyah yang juga mempertimbangkan mulabasat, mashaleh dan mafasidnya).”

    Dari saya: Sejujurnya, Ummat Islam saat ini, termasuk pada Ahlus Salafiyyah, mereka dalam ikhtilaf besar ketika menentukan sikap kepada para penguasa di dunia Islam yang umumnya tidak menegakkan Syariat Islam, tetapi berdasarkan qanun insani, nasionalisme, serta ideologi-ideologi ghairul Islam. Persis seperti yang Antum sampaikan, ada yang cair, moderat, sampai paling ekstrem.

    Dan hal ini merupakan akibat yang nyata ketika: (1) Di masa kejayaan Islam dulu, kaum Muslimin nyaris sangat sedikit menghadapi kasus-kasus seperti ini. Yang saya dengar, katanya di jaman Ibnu Taimiyyah, sultan yang berkuasa menerapkan hukum Ilyasiq dari nenek-moyang Jengis Khan. Dan hal itu diingkari secara total oleh para ulama di jaman itu. (2) Ummat Islam di dunia tidak memiliki naungan Khilafah Islamiyyah yang mendaulatkan hukum Allah Ta’ala. Kalaupun ada negara seperti Mamlakah Arabiyyah Su’udiyyah, tetap saja ia berbasis nasionalisme ke-Su’udiyyah-an. Betapa sulitnya orang luar Saudi menjadi warga negara Saudi, termasuk betapa sulitnya laki-laki dari luar Saudi mau menikahi wanita dari Saudi. Serta aturan-aturan keimigrasian yang ketat. Razia KTP, surat domisili, paspor, dll. sering sekali dilakukan.

    Ala kulli haal, menerapkan prinsip-prinsip Syar’i terhadap penguasa-penguasa seperti itu mengundang banyak perbedaan. Kalau saya sendiri; saya tidak menghukumi seorang pemimpin dan aparat pemerintahan yang ada di dalamnya kafir, sebab hal itu membutuhkan perincian. Tapi saya jelas menghukumi SISTEM PEMERINTAHAN yang tidak mendaulatkan Kitabullah dan Sunnah, bahkan bertentangan dengannya, adalah NIZHAMUL KUFR. Jadi lebih ke sistemnya dulu, bukan orang-orangnya. Adapun status orangnya, itu dihukumi secara tafshiliyyah.

    Ada baiknya, Antum membaca tulisan ini Menyikapi Kepemimpinan Sekuler. Syukran jazakumullah atas komentar Antum.

    AMW.

  30. Joko Iswanto berkata:

    Bismillah. Afwan ana belum baca buku ini, dan ana dikasih tahu temen kerja adanya buku ini. Ana masih baru dalam tollabul ilmi manhaj salaf. Jadi bagi ana lebih baik belajar ilmu syar’i dulu dan amalkan semampu kita daripada membahas bantah-bantahan dan masalah tahdzir. Ana cuma berdo’a kepada Alloh ta’ala jika antum menulis buku ini ikhlas karena Alloh untuk memperbaiki dakwah salaf mudah-mudahan Alloh ta’ala membaguskan amalan-amalan antum, memberi pahala pada antum. Tapi jika niat untuk mengkaburkan dan menjauhkan kaum muslimin dari manhaj salaf dan dakwah salaf, semoga Alloh mengampuni antum dan memberi hidayah agar kembali ke jalan yang benar. Karena tidak akan membahayakan hinaan, celaan kepada mereka sampai hari kiamat sedikitpum, insyaALLOH. Barokallohu fiikum.

  31. abisyakir berkata:

    @ Joko Iswanto:

    Anda: “Ana cuma berdo’a kepada Alloh ta’ala jika antum menulis buku ini ikhlas karena Alloh untuk memperbaiki dakwah salaf mudah-mudahan Alloh ta’ala membaguskan amalan-amalan antum, memberi pahala pada antum.”

    Jawab: Ikhlas ini di hati kita masing-masing, hanya Allah yang Tahu. Kalau saya bilang, “Saya ikhlas,” belum tentu di mata Allah itu dianggap ikhlas. Tapi tujuan saya jelas: Jangan sampai sebagian orang memfitnah Salafus Shalih dengan cara menyebarkan fitnah dan permusuhan di kalangan kaum Muslimin. Itu sangat membahayakan Islam dan kaum Muslimin. Masak mengklaim ikut Salaf, tapi kelakuan seperti Yahudi.

    Syukran jazakumullah khair atas doanya. Semoga kebaikan yang sama juga diberikan kepada Antum, keluarga, dan kaum Muslimin. Amin.

    Anda: “Tapi jika niat untuk mengkaburkan dan menjauhkan kaum muslimin dari manhaj salaf dan dakwah salaf, semoga Alloh mengampuni antum dan memberi hidayah agar kembali ke jalan yang benar.”

    Jawab: Dalam salah satu bab buku itu saya menulis tentang “Siapakah Salafi?” Ada baiknya Anda membaca bagian ini. Disana saya jelaskan tentang karakter kaum yang disebut Salafi itu. Sungguh, saya mempersilakan siapapun yang keberatan dengan buku itu untuk mendiskusikan karakter “Salafi” tersebut. Jangan seperti selama ini, Salafi diklaim sebagai pengikut pengajian tertentu, atau pengikut syaikh tertentu.

    Bisa juga Anda baca disini: SIAPAKAH SALAFI?

    Terimakasih atas responnya.

    AMW.

  32. Abu Ali berkata:

    Assalaamu alaikum,….
    Bismillah, niat antum ingin menasihati yang mengaku dirinya ‘salafi’ baik sih, tapi penamaan salafi ekstrim ana tidak setuju…karena salafi tidak ada yang ekstrim, yang ekstrim bukan salafi….dimanapun dia berada jika dia mengamalkan qur’an dan sunnah sesuai pemahaman assalafusholih,…maka dia salafi,…dan ada beberapa tulisan antum yang mencela salafi secara umum…saya kira antum harus banyak belajar lagi dari para ulama…,bukan menyimpulkan sendiri bahkan berani mengomentari ulama…yang antum sembunyikan namanya diawal tulisan antum, dan saya kira itu perkataan /tulisan syaikh alalbani…yang pada akhirnya antum pun mengutip ilmu dari beliau tentang berlemah lembut dalam berdakwah.afwan akhi…sekedar masukan.sebelum menasihati para ‘salafi’yang menyimpang itu..ahsan antum pelajari lebih dalam tentang ilmu yang hak dari para salafi yang ‘tdk ekstreem’ bahkan kalau bisa dari para ulamanya.baarokallohu fiikum

  33. abisyakir berkata:

    @ Abu Ali…

    Justru itu, saya menghormati beliau, maka tidak disebut namanya. Hanya kalian saja yang menyebut nama beliau. Lho, tidak semua dari Syaikh Al Albani ditolak, banyak yang bisa diterima. Nah, kita mengambil yang bisa diterima itu. Adapun penamaan Salafi, “kufrun duna kufrin”, dan yang semisal itu, ia tidak perlu diterima. Itu pun kita menolaknya dengan dalil Akhi, bukan dengan hawa nafsu. Jadi kita hidup mengikuti dalil, bukan fanatisme tokoh.

    ‘Ala kulli haal, semoga Allah merahmaati Syaikh Al Albani, dan memaafkan kesalahan-kesalahan beliau, sebab tidak ada manusia yang sempurna. Allahumma amin.

    = AMW =

  34. Abu Hanif berkata:

    Assalamu’alaikum,
    afwan,kalo boleh ane menarik kesimpulan sementara,sepertinya perselisihan ini timbul karena perebutan istilah salafi,jika salafi=muslim,kenapa gak pakai nama muslim/islam saja kan jelas.
    Bahkan waktu ada penjelasan dari ust.Yazid tentang salafi,ternyata penamaan salafi itu untuk membedakan orang2 yg rusak islamnya dan yg tidak,jadi butuh penyebutan salafi.Kalo ada orang ngaku islam kan gak jelas,islam mana?Nu,Persis,ldii,hti,pks,dll..?Makanya perlu diperjelas,
    Nah jika umat islam sudah benar,maka tidak masalah kita memakai nama islam.Itu kaidah ustadz Yazid yg dijelaskan beliau.
    Tapi jika seperti itu kaidahnya,maka menurut ane sekarangpun kita jgn memakai istilah salafi,karena jika ngaku salafi akan timbul pertanyaan,salafi mana? yamani,haraki,sururi,dst ,karena istilah salafi sudah banyak sekarang,jadi untuk memperjelas.

    nah lho,makin jauh aja istilahnya,
    so saksikanlah bahwa ane seorang muslim.Syukran.

  35. abu ahmad ghayyas berkata:

    Assalamualaikum. Ana setuju dgn buku2 antum ttg salafi. Mmg semakin banyak antum bantah, semakin byk pula bantahan mereka. semoga amal antum diterima oleh ALLAH. amin

  36. Ittaqillah yaa Akhi…
    Pahami dulu apa “Salaf” dari sisi bahasa, istilah dan syar’i.
    Janganlah menulis kata-kata sebelum pena-pena lurus berjalan di atas ilmu, ana khawatir akan mencaci maki agama sendiri.
    Sibukkanlah dengan kitab-kitab para ‘ulama Islam dahulu, pahami pola beragama mereka kemudian berbicaralah di atas ucapan mereka.
    Kita tidaklah lebih berilmu daripada mereka.

  37. abisyakir berkata:

    @ Abdullah Al Atsary…

    Apa maksud ucapanmu? Kamu sudah membaca buku “SALAFI EKSTREM”? Kamu sudah paham isinya? Lalu bagian mana dari buku itu yang tidak lurus? Tolong kamu tulis disini, sampaikan, agar menjadi koreksi buat saya dan kita semua! Tolong sebutkan bagian mana ketika kamu menyebut saya “mencaci-maki” agama sendiri? Na’udzubillah min dzalik.

    Orang-orang seperti ini banyak dan modelnya tidak berbeda jauh. Mungkin hanya lokasi dan jasadnya yang berbeda-beda. Wallahu A’lam bisshawaab. Bisanya sok menasehati dengan ungkapan-ungkapan yang indah. Padahal tidak tahu apa isi nasehatnya itu.

    Afwan jika saya sedikit emosi. Sebab sudah sering ada sikap-sikap seperti ini. Ini seperti “fotokopian” saja.

    AMW.

  38. Hadzami berkata:

    Assalamualaikum wrb,
    Mas untuk mendapatkan/membeli buku ini di Jakarta di toko buku mana yah? Syukron

  39. assalamu’alaikum
    ustadz….
    alhamdulillah ketemu juga website nya 😉
    ana uda baca buku DSDB 1 & 2. buku yang ini apa uda dijual bebas (sampai saat ini belum dapat) apa bisa pesan lewat sini? 😉
    no rekening?
    oh yaa ustadz…. setelah lihat fakta lapangan memang “teman2” yang menyebut salafi ini apa kerjaan nya “menghina” ya?
    ana pernah ikut kajianya selama 3 tahun, entah kenapa “jiwa” ana kering diliputi dendam kebencian sesama muslim. saat itu setiap ketemu person jamaah tabligh dihati ana langsung berkata “ini orang sesat, ahli neraka” astaghfirullah….
    ana tanya , apa ini disebut “efek psikis” doktrin kajian?
    karena dikajian teman2 sering mengunakan kata2 “sesat, quthubiyin(pengikut syaikh IM), khawarij, anjing2 neraka” dst.
    alhamdulillah dengan berjalan nya waktu ana bisa mengendalikan dan belajar untuk memahami Islam ini dengan berbagai sudut, dan berusaha mendengar kan banyak orang (he3x jadinya curhat)
    jazakallah
    Hikmat

  40. abisyakir berkata:

    @ Hadzami…

    Wa’alaikumsalam warahmatullah wabarakaatuh.

    Akhi, kalau tidak salah cetakan buku itu sudah habis ya. Hanya dicetak sekali cetak saja. Kalau mau, saya fotokopikan dari buku yang ada di rumah. Kalau setuju, silakan kirim alamat ke langitbiru1000@gmail.com. Kita nanti bisa komunikasi disana, insya Allah. Jazakumullah khair.

    AMW.

  41. abisyakir berkata:

    @ Akhi Hikmat….

    Wa’alaikumsalam warahmatullah wabarakaatuh.

    Iya, buku itu dijual bebas, tapi dicetak terbatas. Setelah cetakan 1, kalau tidak salah tidak dicetak lagi. Kalau mau, paling saya fotokopikan buka di rumah. Kalau mau silakan saja, kontak ke langitbiru1000@gmail.com, untuk mencatatkan alamat.

    Saya ingin berkomentar tentang “curhat” Antum. Tapi dalam buku itu saya jelaskan juga sebab-sebab munculnya sikap ekstrim itu. Mudah-mudahan, penjelasannya bisa lewat buku saja, biar lebih luas. Tidak instan dan pendek. Jazakumullah khair.

    Salam kanggo sederek-sederek ndik Suroboyo yo. Sopo wae lah, sing penting saudara Muslim. Wassalamu’alaikum warahmatullah wabarakatuh.

    AMW.

  42. hikmat berkata:

    wa’alaikum salam ustadz…
    ana pesan
    1. buku “SALAFI EKSTRIM ” DI FOTO COPIKAN 2 krena satu
    buat ustadz ana di lumajang.
    2. klo ada sekalian pesan DSDB2
    3. no rekening uystadz mohon di email ke saya ya,
    email ana belum dibalas ya 🙂
    atau salah email saya 🙂
    barakallah
    hikmat

  43. en Si berkata:

    Assalamu’alaikum
    ana telah beberapa ikut pengajian,7an ana mencari ilmu syar’i.setelah ikut beberapa organisasi,ana mendapat yang ana cari di kajian dgn metode salaf.ana merasa tenang,apa lagi dgn mangenakan busana syar,i.Ajarannya bagus,kalo ada orang2 yang kurang bagus akhlaknya setelah ikut kajian salaf,itu bukan karena ajarannya,tapi watak pribadi mereka.semoga Alloh memberi hidayah kepada mereka.ana mengatakan ini,karena banyak orang2 dari organisasi/partai islam tertentu diwilayh ana,menggolongkan salafi sbgi gol tertentu,padahl mereka bukan suatu gol tertentu/organisasi tertentu.tp mereka mengusir orang2 yang mendakwahkan manhaj salaf dimesjid2 umat islam.padahal didaerah ana,tidak ada salafi extreem,mereka berdakwah dgn lembut.menyampaikan sesuatu dgn hujjah.dan ingin menyatukan umt islam diatas al qur’an&as sunnah.sehingga banyak pengikutnya.termasuk orang2 berpengaruh di salh satu perusahaan besar di daerah ana.tp mengapa mereka(yang dari salah satu partai islam) cemas dan mengusir mereka dari rumah Alloh?apa karna telah banyak orang mngikuti kajian manhaj salaf di daerah ana?semoga mereka sadar atas perbuatannnya.afwan,ana hanya curhat,dan merasa prihatin atas pandangan picik teman2 ana kader partai islam terhadap orang2 yang ikut kajian metode salaf.syukron.wassalamu’alaikum

  44. en si berkata:

    maksud ana bukan ghibah ya,ana hanya menjelaskan kronologis perjalanan ana mencari kebenaran dalam islam,karena ana telah berpindah2 pengajian. semuanya mempunyai 7an sendiri2..mungkin ada jg orang2 yang ikut kajian salaf extreem banget,ga mau gabung dengan yang lain, ana tdk tau persis itu, tp saya hanya menghimbau, banyak koq yang benar2 mengikuti rosul,berdakwah secara lembut, mendirikan sekolah dengan 7an membentuk generasi islam yang tangguh & beribadah sesuai al -qur’an & as-sunah.dan yg sekolah boleh siapa aja,dari firqoh manapun. itulah,sebelum ana mengenal mereka & ana mendapat info dari teman gol partai islam tertentu ttg mereka, ana ja merasa ngeri,tapi setelah kenal mereka,biasa aja tu..mereka jg tdk punya mesjid tertentu,boleh sholat dimana aja,so..temen2 semuslim..jangan ngeri ya dengar kata salafi,cari tau aja..dekati&kenali..baru tau,seperti ana macam2 firqoh saya kenali,tp akhirnya Alloh membimbing ana ke jalan salafus sholih..dan ana pun masih tetap bersilaturahmi dengan teman2 di firqah2 yang ana kenali dulu.jadi banyak teman kan…ya dah ya..ada kejayaan diatas sunnah..percayalah.barakallohufiikum.Wassalamu’alaikum

  45. Alianoor berkata:

    Assalamu’alaikum. Wr.Wb.
    Saya berminat sekali ingin memiliki buku salafy ekstrim, mohon dikirim dimana alamat untuk membelinya ?
    Wassalam, Alianoor

  46. hardiono berkata:

    Assalamu’alaikum.

    Sudah lebih dari dua tahun saya aktif berdiskusi di internet dengan saudara-saudara kita kaum Muslimin dan Muslimat dari berbagai penjuru dunia. Tentu saja saya pernah berdiskusi dengan sejumlah Muslim yang menyebut diri mereka sebagai salafy.

    Dan sebenarnya tidak semua salafy sama. Ada yang santun, yang meskipun selalu mencela perbuatan yang dianggap bid’ah tapi tak pernah mencela para pelakunya. Dan ada juga yang ekstrim yang gemar mencela para ulama dari ‘golongan lain’ termasuk para imam mazhab.

    Yang membuat saya prihatin adalah, ada sejumlah anak muda di kalangan salafy ekstrim. Mereka tinggal di beberapa negara non-Muslim seperti di Eropa atau Amerika. Mereka bukan berasal dari keluarga yang religius, dan belajar Islam hanya dari internet karena mereka sulit menemukan ustadz di sekitar tempat tinggal mereka. Sayangnya mereka belajar dari situs-situs yang dikelola oleh para salafy ekstrim.

    Mengenai buku Salafy Ekstrim, terus terang saya belum membacanya. Tapi kalau isi buku ini tentang tulisan para salafy ekstrim Indonesia di internet, maka saya katakan, se-ekstrim-ekstrimnya salafy ekstrim di indonesia, lebih ekstrim yang di luar negeri, yang mana mereka terang-terangan mengkafirkan Imam Abu Hanifa dan Imam Syafi’i. Sementara saya belum menemukan mereka mengkafirkan Imam Malik dan Imam Ahmad bin Hanbal, tapi mungkin saja mereka juga mengkafirkannya.

    Sekedar masukan saja dari saya.

    Wasalamualaikum.

  47. y berkata:

    assalamualaikum, saya patut ucapkan innalillah wainna ilaihi rojiun atas buku W S E DI DUNIA INTERNET yg nampaknya sgt antum banggakan! begitu byk kesalahan 2 besar dlm tulisan antum itu yg justru menjadi kerjaan tambahan bg pejuang2 pembela da’wah sunnah yg anda sebut mereka sebagai orang orang yg ekstrem ,untuk meluruskan kembali org 2 yg tlh terfitnah dg kesempitan cara anda memahami sikap 2 dalam da’wah terkait penyimpangan2 yg di lakukan mereka2 yg telah sampai al khaq pd mereka tetapi mereka lbh memilih apa yg sesuai dg hawa nafsu mereka(md mdhan anda tdk termasuk di dalam nya) baik dlm masalah aqidah atau manhaj secara umum. untuk mereka inilah sikap keras diperlukan sebagai mana yg sdh dilakukan(jg dilakukan oleh salafuna syolekh terhadap org 2 yg menyimpang pd era mereka ,cb baca kitab sallussuyuf….) terlalu panjang rasanya ana ingin bicara ttg kerusakan cara berpikir antum dlm memahami agama dan dakwah dlm islam!!!!!intinya selamatkan diri dan kel antm dan byk 2 lah ber isfadah dihadapan para duat salafiyyah dan taudiri untuk diam itu jauh lbh mulia bagi antum!!! jgn hanya modal smgt nahi mungkar dgn sempit nya perbekalan ilmu akan menjerumuskan antum dlm kesalahan demi kesalahan yg lbh besar lagi ,seperti saat ini antum telah berdiri di barisan pembela ahlul batil sementara antm merasa sebagai pembela madzlumin.terlbh lg dlm bentuk buku ,ollohu yahdina waiyyak.md mdhan ada manfaat nya

  48. abisyakir berkata:

    @ Y….

    Orang ini mengkritik buku “Wajah Salafi Ekstrem”, tetapi belum apa-apa dia sudah menampakkan dirinya. Dia menyebut dirinya “Y”. Siapakah Y itu… Betapa mahalnya menyebut sebuah nama bagi orang seperti ini.

    assalamualaikum,

    Respon: Wa’alaikumsalam warahmatullah.

    saya patut ucapkan innalillah wainna ilaihi rojiun atas buku W S E DI DUNIA INTERNET yg nampaknya sgt antum banggakan!

    Respon: Saya ucapkan “innalillahi wa inna ilaihi ra’jiun” atas komentar Antum yang sangat sombong ini.

    begitu byk kesalahan 2 besar dlm tulisan antum itu yg justru menjadi kerjaan tambahan bg pejuang2 pembela da’wah sunnah yg anda sebut mereka sebagai orang orang yg ekstrem ,untuk meluruskan kembali org 2 yg tlh terfitnah dg kesempitan

    Respon: Anda ini termasuk tipikal laki-laki sombong dan banyak omong. Langsung saja sebutkan mana-mana bagian yang menurut Anda sebagai “kesalahan2 besar” itu. Sampaikan saja. Toh, kami tidak seperti Anda yang sudah FANATIK BUTA, dan tertutup matanya untuk melihat kebenaran dari arah lain. Nas’alullah al ‘afiyah.

    cara anda memahami sikap2 dalam da’wah terkait penyimpangan2 yg di lakukan mereka2 yg telah sampai al khaq pd mereka tetapi mereka lbh memilih apa yg sesuai dg hawa nafsu mereka(md mdhan anda tdk termasuk di dalam nya) baik dlm masalah aqidah atau manhaj secara umum.

    Respons: Maka itu, saya membatasi sasaran buku itu hanya bagi mereka yang “bersikap ekstrem” dalam dakwah. Apabila mereka bersikap tidak seperti itu, maka ia tak termasuk yang dikritik dalam buku itu. Anda tidak membaca, siapa saja yang saya tuju dengan buku itu?

    untuk mereka inilah sikap keras diperlukan sebagai mana yg sdh dilakukan(jg dilakukan oleh salafuna syolekh terhadap org 2 yg menyimpang pd era mereka ,cb baca kitab sallussuyuf….)

    Respons: Saya tidak bersikap keras wahai manusia. Coba anda baca buku itu, sisi mana yang menunjukkan saya bersikap keras? Saya hanya ingin meluruskan sikap ekstrem dari orang-orang yang mengklaim “salafi” tersebut.

    terlalu panjang rasanya ana ingin bicara ttg kerusakan cara berpikir antum dlm memahami agama dan dakwah dlm islam!!!!!intinya selamatkan diri dan kel antm dan byk 2 lah ber isfadah dihadapan para duat salafiyyah dan taudiri untuk diam itu jauh lbh mulia bagi antum!!!

    Respons: Oke, saya katakan apa adanya kepada kamu ya… Aku berani dan mau duduk mendengarkan ulama-ulama kalian. Bahkan di sisi saya ini ada kitab karangan Syaikh Muqbil Al Wadi’i tentang Asbabun Nuzul yang shahih dalam Musnad Imam Ahmad. Saya tak mengharamkan kitab itu, dan akan mengambil manfaat darinya, insya Allah.

    Lalu, sekarang saya mau tanya, kapan kalian ini mau mendengar ustadz-ustadz yang lain, dai-dai yang lain, syaik-syaikh yang lain? Kapan itu akan terjadi? Ini adalah fakta dan nyata, bahwa kalian berada di atas KESESATAN YANG NYATA. Kalian merasa diri sudah benar, tidak membutuhkan muslim yang lain, selalu negatif memandang muslim yang lain, apalagi pengecut untuk diajak debat terbuka. Itu adalah tanda-tanda kesesatan, kalau kalian paham…

    jgn hanya modal smgt nahi mungkar dgn sempit nya perbekalan ilmu akan menjerumuskan antum dlm kesalahan demi kesalahan yg lbh besar lagi ,seperti saat ini antum telah berdiri di barisan pembela ahlul batil sementara antm merasa sebagai pembela madzlumin.terlbh lg dlm bentuk buku ,ollohu yahdina waiyyak.md mdhan ada manfaat nya

    Respon: Terus, apakah kami percaya bahwa yang disebut ahlul haq itu adalah orang-orang seperti kalian? Apakah kami akan percaya? Masya Allah…kalian adalah manusia-manusia sombong yang merasa berhak menjadi qadhi atas keislaman muslim2 yang lain, tetapi kalian sendiri tidak mencerminkan sifat-sifat Ahlus Sunnah yang mulia.

    Imam As Syafi’i, Imam Ahmad, Ibnu Taimiyyah, Ibnul Qayyim, bahkan Syaikh Ibnu Abdul Wahhab; mereka semua berani berdebat terbuka dengan lawan-lawannya, demi menjelaskan kebenaran, dan menyirnakan paham kebathilan. Tetapi di tangan kalian, cukuplah menyerang orang lain dari jauh, tanpa mau berdebat dengannya untuk mencapai kebenaran. Itukah yang dinamakan “salafi”?

    AMW.

  49. y berkata:

    melihat congkak nya antum dlm menerima nasihat,rasanya semakin jelas tergambar dibenak ana karakter seperti apa manusia yg sdg ana hadapi ini.

  50. abisyakir berkata:

    @ Y…

    Wah, saya merasa menyesal memberi Anda kesempatan “nyampah” di media ini. Orang seperti Anda harusnya tidak diberi tempat meskipun sedikit, sebab sudah jelas-jelas ciri-ciri KESESATAN dalam diri dan pemahaman Anda.

    Sekarang begini sajalah…

    Kalau Anda gentle dan mampu membuktikan kesalahan-kesalahan dalam buku “Wajah Salafi Ekstrem” itu…silakan Anda tulis buku semisal itu. Tulis bantahannya… Lakukan perbantahan secara obyektif dan jujur… Jangan menuruti KESESATAN diri sendiri dan kelompok.

    Bukti KESESATAN TERBESAR Anda dan kelompok Anda adalah:

    “Anda merasa sangat mudah memvonis muslim lain yang tidak ikut pengajian Anda sebagai salah, sesat, hizbi, ahli bid’ah, dan sebagainya. Tetapi Anda sendiri tak pernah mau mendengarkan, mau peduli, mau shilaturahmi, atau mau bergaul dengan muslim-muslim lain dari kelompok lain. Jangankan diri kami yang lemah ini…tokoh-tokoh ulama besar Saudi pun, kalau tak sesuai dengan pemahaman Anda, akan Anda tolak mentah-mentah.”

    Ya begitulah, ciri kaum SESAT, yang berpura-pura mengikuti Salafus Shalih… Nas’alullah al ‘afiyah lana wa lakum.

    Andaikan Allah Ta’ala ijinkan, ingin rasanya saya bertemu orang seperti Anda ini. Mari kita berbicara sebagai layaknya kaum laki-laki.

    Semoga Allah memberikan taufik untuk menempuh apa-apa yang diridhai-Nya. Allahumma amin.

    AMW.

%d blogger menyukai ini: