Publikasi Media dan Wahhabi

Akhir-akhir ini eramuslim.com aktif mempublikasikan artikel-artikel yang nadanya menyerang Wahhabi (disebut begini saja, biar jelas, tidak ewuh pakewuh lagi). Artikel yang paling populer adalah soal “Indonesia jadi wisata seks orang Saudi”. Artikel itu menjadi bahan pembicaraan meluas, sebab isinya antara lain mendiskreditkan ulama tertentu di Saudi. Termasuk artikel soal Imam Masjid Haram yang menyebut ulama Syi’ah kafir seperti yang menjadi perbincangan di MyQuran ini.

Saya sendiri bukan orang yang apriori terhadap koreksi yang dialamatkan kepada Saudi atau penganut paham Wahhabi (jika boleh dikatakan demikian). Toh, ketika Kerajaan Saudi menolak boikot kepada Israel pasca tragedi Ghaza, saya menulis artikel keras yang mengecam sikap Kerajaan itu. Sampai konsekuensinya saya dikritik keras oleh sebagian pembela Kerajaan itu. Jadi, tidak ada unsur apriori dalam memilih dan menetapi kebenaran, insya Allah. Jika memang benar adanya, mengapa harus ditolak?

Namun, adalah tidak adil menyebut Wahhabi dengan sekali pukul rata. “Pokoke sing berbau Wahhabi disikat ae,” begitu kredonya. Ya jelas, ini bukan lagi diskusi ilmiah, apalagi dialog menuju kesatuan Ummat yang sering didengung-dengungkan oleh eramuslim.com sendiri. Dan sungguh tidak berbudi kita mengingkari jasa-jasa dakwah Salafiyah (Wahhabi menurut sebagian yang lain). Cukuplah sikap hormat dan kerjasama yang pernah ditunjukkan oleh M. Natsir rahimahullah kepada Kerajaan Saudi di masa Malik Faishal dulu sebagai bukti, bahwa orangtua-orangtua kita bersikap bijaksana kepada mereka. Meskipun tidak lantas menelan mentah-mentah segala yang “made in” Saudi.

Eramuslim.com kan aktif menulis data-data seputar kemuliaan Buya M. Natsir rahimahullah, mengapa tidak bisa bersikap bijak seperti beliau? Sikap permusuhan yang “no compromise” kepada sesama Muslim adalah sikap yang sangat serius. Anda kelak akan berhadapan dengan Allah karena sikap seperti itu. Sikap bara’ muthlaq hanya berlaku bagi kaum kafir harbi yang jelas-jelas kafir dan memusuhi Islam. Termasuk di dalamnya pelaku bid’ah mukaffirah yang mengeluarkan pelakunya dari Islam, kemudian mereka memerangi Ahlus Sunnah dengan segala daya yang mereka miliki. (Contohnya, regim Syi’ah Itsna Asyari yang saat ini berkuasa di Iran. Fakta-fakta kekejaman regim Revolusi Syiah Iran sudah tidak bisa ditutup-tutupi lagi. Bayangkan, komunitas Ahlus Sunnah di Iran di masa Reza Pahlevi cukup kuat di Iran, tetapi saat ini terbabat habis, tokoh-tokoh Muslim Sunni disana dibunuhi sampai punah).

Disini setidaknya saya ingin mengemukakan beberapa fakta dan pandangan, sebagai berikut:

  • Wahhabi bukanlah paham baru. Ia sifatnya merevitalisasi konsep pemahaman yang pernah dibangun Ibnu Taimiyyah dan murid-muridnya. Intinya sederhana saja: Kembali kepada nilai murni dua kalimat Syahadat. Pemahaman tauhid anti syirik adalah aplikasi dari “Laa ilaha illa Allah”; sedangkan menetapi Sunnah anti bid’ah adalah realisasi kalimat “Muhammad Rasulullah”. Apa yang aneh dari konsep Syahadat ini? Apakah Syahadat sesuatu yang asing bagi seorang Muslim? Kalau kemudian di jajaran ulama Wahhabi dan pengikutnya ditemukan berbagai sikap-sikap yang tidak proporsional, maka ia tidak boleh mementahkan fundamental ajaran Wahhabi sendiri, yaitu: kembali ke Dua Kalimat Syahadat.
  • Sebenarnya yang mewanti-wanti tentang penyebaran ajaran Syi’ah di akhir-akhir ini bukan hanya Imam Masjid Haram. Syaikh Yusuf Al Qaradhawi sendiri, beliau belum lama lalu mengingatkan bahaya penyebaran paham Syi’ah tersebut. Termasuk realitas yang tidak dipungkiri, adalah nasib warga Sunni pengungsi Palestina di Iran yang menjadi bulan-bulanan orang Syi’ah.
  • Posisi paham Syi’ah sendiri sangat mudah memahaminya, dengan ijin Allah. Parameternya sederhana. Lihatlah pemahaman, amal, atau sikap kaum Syi’ah itu sendiri kepada PARA SHAHABT NABI Saw. Bagaimana sikap mereka kepada Shahabat, maka disanalah kita bisa menentukan sikap terhadap mereka? Siapapun dari kalangan Syi’ah (kecuali yang jahil, tidak tahu ilmu), kalau mereka mencaci maki Shahabat, menghina Shahabat, menjelek-jelekkan Shahabat, melaknat, bahkan memusuhi Shahabat Nabi Saw., tidak ada keraguan lagi, MEREKA ADALAH KAFIR sekafir-kafirnya. Bukan hanya orang Syi’ah, kalau Anda (wahai pembaca MyQuran) melakukan perbuatan yang sama, maka jatuhlah vonis KAFIR kepada pelakunya. Hal ini tidak ada keraguan lagi. Dalilnya apa? Dalilnya adalah Surat At Taubat ayat 100.Disana dikatakan, “Orang-orang yang mula pertama masuk Islam, dari kalangan Muhajirin dan Anshar, dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan ihsan, Allah telah meridhai mereka, dan mereka pun ridha kepada Allah.” (At Taubah: 100). Dalam ayat lain: “Orang-orang beriman dan yang beramal shalih, mereka itulah sebaik-baik makhluk ciptaan Allah. Balasan bagi mereka di sisi Rabb mereka adalah jannah ‘Adn yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Allah ridha kepada mereka dan mereka pun ridha kepada Allah. Yang demikian itu adalah bagi mereka yang takut kepada Rabb-nya.” (Surat Al Baiyinah).

    Letak kekafiran orang-orang Syi’ah (meskipun tidak semuanya otomatis kafir) adalah: Mereka berani mencaci, menyerang, bahkan melaknat para Shahabat Ra., sedangkan Allah Ta’ala telah ridha kepada para Shahabat. Sekarang tinggal memilih, sebagai Muslim Anda akan mengikuti Allah atau mengikuti selera orang-orang Syi’ah? Jika Anda takut kepada orang Syi’ah dengan rela melawan KERIDHAAN ALLAH kepada para Shahabat, ya itu artinya Anda bukan Abdullah, tetapi Abdus Syi’ah.

  • Tentang pandangan ulama Al Azhar yang bersikap moderat kepada Syi’ah, kita ingin bertanya: Sikap moderat itu maksudnya bagaimana? Rela melihat kaum Syi’ah beramal shalih setiap hari dengan mencaci, menyerang, dan melaknat para Shahabat Nabi Saw.? Apakah seperti itu yang didefinisikan sebagai moderat? Jika para ulama Al Azhar bersikap demikian, laa haula wa laa quwwata illa billah. Anda semua harus ingat, kita bertanggung-jawab kepada Allah, bukan kepada ulama-ulama Al Azhar. Dan satu lagi, hukum Islam itu mengenai siapapun secara rata dan adil, tidak ada pilih kasih. Jangan karena faktor ulama Saudi atau ulama Al Azhar, mereka bisa lepas dari hukum Allah.
  • Ada sebuah perbandingan menarik, yaitu Syaikh Ali Ahmad As Salus. Beliau seorang alim di Kuwait, ahli dalam masalah Syi’ah. Buku beliau tentang ensiklopedi perbandingan paham Sunnah dan Syi’ah diterjemahkan oleh Pustaka Al Kautsar dengan judul: Ensiklopedi Sunni-Syi’ah. Beliau dulunya kuliah di Al Azhar, di bawah bimbingan sebagian ulama yang disebut dalam artikel eramuslim.com itu. Beliau sangat terpengaruh dengan ide TAQRIB (pendekatan) Sunnah-Syi’ah yang dilontarkan dosen-dosennya di Al Azhar. Selama 30 tahun beliau mendalami paham Syi’ah lewat buku-buku aslinya, langsung dari sumbernya. Setelah 30 tahun meneliti, didapat kesimpulan: Mustahil paham Sunni dan Syi’ah akan bisa didekatkan, sebab keduanya saling menjauhi. Saya sarankan Anda semua membaca buku Ensiklopedi Sunnah-Syi’ah dari Pustaka Al Kautsar, yang dikata-pengantari Dr. Hidayat Nur Wahid itu. Nanti Anda akan saksikan, bahwa tulisan yang ditulis eramuslim.com sungguh provokatif. Mereka hanya mengambil hal-hal yang dianggap menguntungkan posisinya saja.
  • Fakta lain yang harus Anda ketahui. Kalau benar-benar Anda adalah pro pembebasan tanah Palestina dari tangan kafirin, maka Anda pasti tahu siapakah dia Shalahuddin Al Ayyubi rahimahullah. Dialah pahlawan Islam yang ditakdirkan Allah mampu mengalahkan pasukan Eropa dan merebut Jerusallem, lalu mengakhiri perang Salib dengan kemenangan Ummat Islam. Kalau mau tahu biografi Shalahuddin Al Ayyubi, tanyakan ke redaksi eramuslim.coin, mereka sangat pakar dalam hal ini! Saya tahu, mereka ahli dalam catatan-catatan sejarah Islam masa lalu. Dan tahukah Anda, bagaimana sikap Shalahuddin kepada kaum Syi’ah? Berkali-kali gerakan militer beliau gagal, sehingga beliau berusaha keras mencari sumber kebocorannya. Akhirnya diketahui bahwa penyebabnya adalah keberadaan kaum Syi’ah di tubuh pasukannya. Maka sejak itu, seluruh kaum Syi’ah dibersihkan dari barisannya, lalu Allah meridhai kemenangan baginya. Ingat ya, Shalahuddin bukan Wahhabi, bukan Salafiyah Saudi, tidak dibayar oleh Kerajaan Saudi, tidak pernah menerima manisnya kucuran real dari konglomerat Saudi. Shalahuddin adalah Muslim Sunni, tanpa embel-embel apapun.
  • Andai kemudian kita bicara tentang Saudi. Tidak dipungkiri, banyak sekali kritikan-kritikan dialamatkan kepada Kerajaan Saudi. Bukan hanya orang luar atau orang Syi’ah yang pintar mengkritik Saudi. Hingga warga Saudi sendiri, seperti Usamah bin Ladin, dia dan kelompoknya tidak ragu-ragu untuk mengkafirkan Kerajaan Saudi. Sekritis-kritisnya para pengeritik Saudi di internet, mereka belum tentu berani mengkafirkan Kerajaan Saudi dan menyebut fasiq ulama-ulamanya. Tetapi sebagian warga Saudi sendiri berani melakukan hal itu.

Namun kita juga harus adil melihat situasinya. Kita juga harus ingat kebaikan-kebaikan Saudi sendiri. Kita harus ingat, bahwa Saudi memberi beasiswa penuh dengan segala tunjangannya kepada ribuan ustadz-ustadz dan pelajar asal Indonesia. Mereka membagi buku-buku, mencetak jutaan Mushaf Al Qur’an, memberi santunan sosial, memberi santunan bencana alam, membangunkan ribuan masjid, membantu ormas-ormas Islam, kemudahan mekanisme Haji, menanamkan investasi, membeli produk Indonesia, mempekerjakan ratusan ribu pekerja asal Indonesia, dan sebagainya. Oke, kita boleh bersikap kritis kepada Saudi, tetapi jangan lupa pula jasa-jasa mereka. Bukan sikap ksatria, hanya mau menerima untungnya, lalu melupakan jasa-jasanya.

Untuk memahami kebaikan Saudi bagi bangsa Indonesia, parameternya sederhana saja: “Adakah negara lain selain Saudi, misalnya Malaysia, Mesir, Libya, Iran, Syria, Maroko, dan lainnya, lebih baik sikapnya kepada bangsa Indonesia daripada Saudi selama ini?” Itu saja parameternya. Jangan sampai, hati Anda muntah dengan paham Wahhabi, tetapi tangan Anda mau menerima bantuan-bantuannya. Itu tidak elok sungguh! (Saya sarankan, eramuslim.com melakukan komparasi jasa-jasa negara-negara asing kepada bangsa Indonesia, lalu dibandingkan dengan jasa-jasa Saudi selama ini kepada kita! Nanti sama-sama kita lihat hasilnya).

Akhirnya, ingin dikatakan disini, bahwa Saudi atau kaum Wahhabi bukan manusia sempurna. Mereka sama seperti kita memiliki banyak kekurangan-kekurangan. Terus-terang kalau mendengar perlakuan warga Saudi kepada Muslim Indonesia, baik di Saudi sendiri maupun di Indonesia ini, rasanya saya ingin menjerit menggugat mereka sekeras-kerasnya. Tetapi harus pula disadari, bahwa hidup kita dikelilingi dengan etika Islami, hal itu membedakan kita dengan kaum kafir atau jahil. Allah berfirman, “Berbuat adillah, maka sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang adil.” (Surat Al Hujuraat). Kita harus berbuat adil kepada siapapun (termasuk kepada Saudi). Bukan karena mereka, tetapi karena sikap adil itu adalah bentuk ibadah kita kepada Allah Ar Rahmaan.

Dengan tulisan ini tidak otomatis saya juga mengingkari kebaikan-kebaikan yang ada dalam eramuslim.com. Insya Allah disana masih banyak kebaikan yang bisa diambil. Sebagaimana kita harus berbuat adil, maka kepada semua pihak harus adil. Hanya saja, kalau disuruh bersikap lembut kepada kaum yang melazimkan mencaci-maki dan melaknati Shahabat, sorry saja ya. Saya alhamdulillah masih menyayangi keimanan di dada, dan tidak akan menukar keimanan dengan imbalan apapun.

Alhamdulillahi Rabbil ‘alamiin, wallahu A’lam bisshawaab.

Bandung, 14 Mei 2009.

Waskito.

https://abisyakir.wordpress.com/

Dikutip dari forum Obrolan Ummat, MyQuran.

Iklan

12 Responses to Publikasi Media dan Wahhabi

  1. Bim Bim berkata:

    Kalo gak salah ada buku Khutut Al ‘Aridah yang di tulis tentang kesesatan Syi’ah oleh Sheikh Muhibuddin Khatib Rahimahullah

    Dan beliau sendiri salah satu Ulama Al Azhar!!

  2. abu saida berkata:

    Afwan, setau saya tulisan di eramuslim cukup objective dan tidak menyudutkan sebagaimana yang antum maksudkan.

    atau saya yang bodoh sehingga tidak bisa mengambil ibroh dari tulisan tersebut ya ?

    afwan ustad bila kurang berkenan

  3. abisyakir berkata:

    @ Abu Saida

    Ya, sebagai fakta sebenarnya tidak masalah. Misal tentang praktik “kawin kontrak” di Puncak. Tapi menyebut bahwa hal itu didukung fatwa ulama Salafi Wahhabi, nah ini yang perlu didudukkan masalahnya. Tidak semua lho setuju. Saya sudah lama mendengar orang menyinggung masalah itu (kawin kontrak). Termasuk soal ulama Syiah disebut kafir. Nah, itu perlu diberi penjelasan lebih luas, biar tidak menimbulkan masalah. Nanti kesannya, ulama Wahhabi suka mengkafirkan orang lain.

    Dan perlu dipahami juga, tulisan eramuslim itu cukup menjadi bahan diskusi tidak sehat di internet. Saya lihat sendiri di MyQuran. Malah ada penulis Salafi yang lebih keras dalam menanggapi tulisan itu. Lagi pula, dalam tulisan saya, tidak ada unsur menghujatnya. Hanya memberikan perspektif lain dan membuka beberapa fakta.

    Namun jika tetap dianggap mengandung kekurangan-kekurangan, saya memohon maaf. Kalau ditunjukkan sisi kekurangannya, dan itu logis. Insya Allah nanti diperbaiki.

    AMW.

  4. Tabriani berkata:

    Ya Allah Tunjuki Kami Ke Jalan yang lurus

  5. nisambol berkata:

    Kok lucu ya ente kritik syi’ah bukankah pemikiran ukhwahmu dari hasan al banna, yang sebelum sindikatnya bernama IM(bukan Iblis Mesir)itu adalah bernama Lembaga Pendekatan Sunni dan Syi’ah.
    Ana mau tanya kaum muslimin mana yang sudah bisa disatukan IM.Justru dari awal keberadaanya membuat bencana di Mesir,Al Jazair,Afgahanistan,jadi jagal di Sudan.Qardhawi mengkritik syi’ah dasar ulama palsu serigala berbulu domba.

  6. abisyakir berkata:

    @ Nisambol

    Pertama, satu komentar kamu sudah saya hapus karena sangat kasar. Ini sengaja saya biarkan, biar diketahui orang lain bahwa kamu memang tipe manusia kasar yang miskin budi. Nas’alullah al ‘afiyah.

    Kedua, sebagian kalimat-kalimat yang kamu tulis itu sangat beracun, sebab kamu melakukan tuduhan dan vonis ke sesama Muslim dengan cara-cara seperti orang kafir. Na’udzubillah min dzalik. Contoh, kalimat (bukan Iblis Mesir). Apa maksudnya ini? Sebegitu rendahkah kamu memandang sesama Muslim (Ikhwanul Muslimin)? Terus, pemikiran “Ukhuwwah-mu dari Hasan al Banna”. Pemikiran ukhuwwah yang mana? Dan kemudian tuduhan kamu, IM sebagai sumber bencana di Mesir, Aljazair, Afghanistan, jadi jagal di Sudan. Kalau kamu manusia ya, tolong beri bukti-bukti yang nyata. Kalau perlu kamu boleh impor bukti-bukti yang dibuat oleh Abdul Malik Ramadhani dengan Madarikun Nazhar-nya. Saya sudah gemas ingin mencacati buku yang penuh dendam, kebencian, dan fitnah itu. Hayo silakan kamu mulai, nanti akan direspon disini, bi idznillah.

    Ketiga, lho memang yang boleh mengkritik Syiah hanya kamu saja? Memang kebenaran agama ini milik kamu saja ya? Memang yang bisa membaca Al Qur’an dan Sunnah hanya kaum kamu saja? Itulah tandanya, kalau kalian ini manusia-manusia taqlid yang parah dan payah.

    Keempat, kamu ini banci ya. Kalau melihat tulisanmu, kamu ini laki-laki. Tapi kalau melihat nama yang kamu pakai, kamu seperti cewek. Malah dikomentar yang saya hapus nama kamu “nisa”. Ini mengerikan.

    AMW.

  7. abisyakir berkata:

    @ Nisambol

    Pertama, satu komentar kamu sudah saya hapus karena sangat kasar. Ini sengaja saya biarkan, biar diketahui orang lain bahwa kamu memang tipe manusia kasar yang miskin budi. Nas’alullah al ‘afiyah.

    Kedua, sebagian kalimat-kalimat yang kamu tulis itu sangat beracun, sebab kamu melakukan tuduhan dan vonis ke sesama Muslim dengan cara-cara seperti orang kafir. Na’udzubillah min dzalik. Contoh, kalimat (bukan Iblis Mesir). Apa maksudnya ini? Sebegitu rendahkah kamu memandang sesama Muslim (Ikhwanul Muslimin)? Terus, pemikiran “Ukhuwwah-mu dari Hasan al Banna”. Pemikiran ukhuwwah yang mana? Dan kemudian tuduhan kamu, IM sebagai sumber bencana di Mesir, Aljazair, Afghanistan, jadi jagal di Sudan. Kalau kamu manusia ya, tolong beri bukti-bukti yang nyata. Kalau perlu kamu boleh impor bukti-bukti yang dibuat oleh Abdul Malik Ramadhani dengan Madarikun Nazhar-nya. Saya sudah gemas ingin mencacati buku yang penuh dendam, kebencian, dan fitnah itu. Hayo silakan kamu mulai, nanti akan direspon disini, bi idznillah.

    Ketiga, lho memang yang boleh mengkritik Syiah hanya kamu saja? Memang kebenaran agama ini milik kamu saja ya? Memang yang bisa membaca Al Qur’an dan Sunnah hanya kaum kamu saja? Itulah tandanya, kalau kalian ini manusia-manusia taqlid yang parah dan payah.

    Keempat, kamu ini banci ya. Kalau melihat tulisanmu, kamu ini laki-laki. Tapi kalau melihat nama yang kamu pakai, kamu seperti cewek. Malah dikomentar yang saya hapus nama kamu “nisa”. Ini mengerikan.

    AMW.

  8. jaka berkata:

    jangan tertipu oleh propaganda musuh islam….nama wahabi adalah sebuah nama yang sengaja dipakai oleh orang-orang yang ga ingin ajaran islan kembali murni menurut Sunnah Rosul & Sahabat…kalo kita perhatikan & pelajari apa yang dibawa oleh Muhammad bin abdul wahhab maka yang dibawanya adalah faham/manhaj ahlussunnah wal jama’ah…kalo ada orang-orang di arab saudi (pejabat) atau orang2 salaf (mengikuti pengajian salaf) itu lebih banyak karena karakter pribadi….bukan karena ajaran yang salah dan sesat…semoga Allah menunjuki kita kepada jalan yang lurus…aamiiin

  9. jaka berkata:

    marilah kita terbuka untuk menerima kebenaran dan ilmu dari orang lain…pelajari al-qur’an & alhadits dengan baik….jangan lupa pelajarilah buku-buku para ulama dan carilah guru yang benar..tapi ingat jangan fanatik & taqlid..semua harus berdasarkan dalil…mengkritik boleh tapi harus jelas ..bedakan antara orang dan ajarannya…umat islam tidak sedikit yang salah tapi ajarannya benar….belajar..belajar dan jangan taqlid….

  10. joko berkata:

    kenapa tidak boleh mengkritik syiah..kalo ente melihat ajaran syiah jelas banget kalo mereka sesat..coba ente baca & lihat buku & kitab pegangan mereka jangan fanatik dan buta….IM berbeda dengan syiah…tapi kalo memang ada yang salah dari IM kenapa tidak boleh dikritik….jangan fanatik….

  11. abdullah berkata:

    saya bukan Syi’ah saya bukan Wahabi, tapi saya bisa baca ini proses penghancuran situs2 dan makam2 oleh Kerajaan Arab Saudi:

    http://en.wikipedia.org/wiki/Destruction_of_early_Islamic_heritage_sites

    Silahkan telusuri sejarah pendirian Kerajaan Arab Saudi. Anda akan temukan hal-hal mengejutkan bagaimana caranya mereka memberangus Mazhab2 besar dan menggantinya dengan Wahabi.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: