Saiful Mujani dan Mesin Politik

Tadi malam, dalam acara “Suara Anda” di MetroTV, muncul kejadian yang unik. Seorang pimpinan PKS tampak adu mulut sengit dengan Saiful Mujani dari LSI. Begitu sengitnya sampai Desi Alwi sebagai presenter terpaksa memotong adu mulut itu dan mempersilakan mereka meneruskan diskusi secara off air.

Dalam acara di atas tokoh PKS menampakkan sikap sandiwara dengan pura-pura “marah besar” dengan sikap SBY yang mencalonkan Boediono sebagai Cawapres. Menurut tokoh itu, dengan dilpomasi berbelit-belit, sosok Boediono susah diterima karena banyak pihak resisten kepadanya.

Namun Saiful Mujani menolak pandangan itu. Dia mengatakan, bahwa yang menolak Boediono hanya tokoh PKS itu saja. Buktinya, pimpinan PPP, PKB, dan PAN merasa oke-oke saja dengan Boediono. Tetapi ingat Saudara Mujani, yang namanya Ummat Islam itu bukan hanya elit-elit politik Muslim yang bobrok moral itu, tetapi juga masih banyak yang lain. Apalagi yang berada di luar partai politik dan Parlemen. Kalau Anda tanya kalangan Islamis selain PKS, mereka sudah mual-mual sejak dulu melihat sosok Boediono Cs.

Kita hanya merasa heran dengan Saiful Mujani. Dia diundang MetroTV sebagai pengamat dari lembaga surve netral, Lembaga Surve Indonesia (LSI). LSI ini berbeda dengan Lingkaran Surve Indonesia yang singkatannya juga LSI yang dipimpin doktor Yanuar, Phd. Sebagai pengamat, seharusnya dia bersikap netral, tidak berpihak. Kalau berpihak, ya tunjukkanlah sikap yang cantik, agar tidak terlalu menyolok. Ini lain, Saiful Mujani sampai beradu mulut. Saiful Mujani itu mewakili siapa? Apakah dia mewakili “partai LSI”? Sangat tidak etis, direktur lembaga surve bersikap seperti elit partai. Berarti, LSI selama ini telah menipu masyarakat, dong? Dia mengaku lembaga netral, tetapi nyatanya partisam juga.

Bahkan sangat menarik, Saiful Mujani sampai tahu bahwa orang PKS itu mencalonkan Hatta Rajasa sebagai pendamping SBY, jika usulan sosok Hidayat Nur Wahid tidak diterima. Lho, darimana Saiful Mujani tahu? Informasi itu tidak disebar secara terbuka, tetapi Saiful tahu juga. Berarti, ada yang memberitahunya, yaitu kalangan internal elit Demokrat. Jika demikian, berarti Saiful dan LSI bukan orang luar bagi Demokrat, tetapi bagian dari mesin politiknya.

Hal ini menjawab sebuah misteri selama ini. Pada mulanya citra SBY buruk di mata masyarakat melalui banyak faktor, khususnya kenaikan BBM. Tetapi kemudian citranya membaik dengan munculnya surve-surve yang dibuat oleh LSI Saiful Mujani ini. Orang pun bertanya, who is man behind LSI? Dengan adu mulut yang keras di forum MetroTV itu, terjawab sudah siapa penopang LSI selama ini.

LSI tidak layak disebut sebagai lembaga surve, tetapi lebih tepat disebut sebagai: Lembaga Support Image. Satu prinsip besar hilang dari lembaga itu, yaitu independensi atau netralitas. Ke depan, kalau ada hasil surve dari LSI Saiful Mujani, kita harus berpikir seribu kali untuk mempercayainya.

Bandung, 14 Mei 2009.

AMW.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: