Blunder “Jilbab” Ani Yudhoyono

Masalah ini muncul ketika deklarasi pasangan JK-Win (baca: JK menang) di Tugu Proklamator. Waktu itu isteri kedua Capres dan Cawapres itu mengenakan jilbab. Bu JK sudah lama dikenal memakai jilbab. Bahkan sejak deklarasi pencalonan pasangan SBY-JK pada tahun 2004 lalu. Namun Bu Wiranto, baru tampak expossed dalam deklarasi kemarin itu. (Mungkin saya saja yang kurang tahu penampilan Bu Wiranto. Maybe…).

Penampilan isteri kedua tokoh tersebut segera mendapat tanggapan dari elit-elit PKS. Di antaranya Mahfuzh Siddiq dan Mabruri. Kedua tokoh ini memuji penampilan Bu JK dan Bu Wiranto itu. Misalnya Mabruri mengatakan, kalau isteri Capres-Cawapres berjilbab, lebih mudah mengkomunikasikannya ke para pendukung PKS di bawah. Mereka menyarankan agar Bu Ani Yudhoyono memakai jilbab.

Nah, masalah jilbab ini akhirnya menjadi blunder bagi Ummat Islam. Mengapa demikian? Karena akibat isu jilbab tersebut, banyak orang menuduh isu jilbab sengaja dipolitisasi. Malah sebagian orang tidak segan-segan mencela isu agama dalam ranah politik. Di MetroTV isu jilbab itu sempat menjadi bahan diskusi, termasuk dialog yang dibawakan Wimar Witoelar yang mewawancarai sosok ibu tertentu.

Satu pernyataan paling menyakitkan muncul dari lidah Burhanuddin Muhtadi. Dia disebut-sebut sebagai “pengamat politik”, sekaligus peneliti di LSI (Lembaga Survei Indonesia). Ingat, LSI itu lembaga survei yang selama ini cenderung berpihak ke kepentingan SBY. Hasil-hasil surveinya tidak kredibel, hanya mengagung-agungkan citra SBY. Bahkan sosok direktur LSI, Saiful Mujani, dia lebih layak disebut sebagai politisi Demokrat, daripada sebagai seorang ketua lembaga surve yang kredibel.

Burhanuddin Muhtadi mengklaim, bahwa politik agama, isu agama, atau simbol-simbol agama tidak laku lagi dalam kompetisi politik nasional dewasa ini. Dia lalu membuka data berupa kekalahan partai-partai Islam dalam pemilu 1999, 2004, termasuk dalam pemilu 2009. Kata dia, isu agama tidak laku lagi. Saya khawatir, orang seperti ini adalah manusia-manusia liberal yang berkedok pengamat politik.

Klaim buruk Burhanuddin Muhtadi (oh betapa bagusnya nama ini) di atas bisa dijawab sebagai berikut:

[Satu], dalam Pemilu 1999 perolehan suara partai Islam atau partai basis massa Islam, mencapai 34 % dari seluruh pemilih nasional. Tahun 2004 naik menjadi 38 %, namun tahun 2009 turun menjadi 28 %. Kalau dirata-rata, masih ada 30 % potensi pemilih di Indonesia yang berbasiskan faktor keislaman. Jadi, sangat bodoh kalau Burhanuddin Muhtadi mengatakan isu agama tidak laku lagi.

[Dua], pendukung terbesar koalisi SBY saat ini adalah partai-partai Islam atau basis massa Muslim. Semua orang sudah tahu betapa butuhnya SBY kepada partai-partai Islam itu. Tanpa keberadaan mereka, posisi Demokrat akan hancur dihajar partai-partai nasionalis lain. Ini berarti, dalam konstelasi politik, posisi perolehan suara partai Islam/basis Muslim itu masih sangat diperhitungkan. (Rasanya terlalu bodoh menyebut Burhanuddin Muhtadi sebagai pengamat politik. Orang ini sih lebih tepat disebut: pegawai biro statistik).

[Tiga], jika partai-partai label Islam dianggap merosot, bisa jadi. Tetapi posisi politik kalangan Islamis di Indonesia masihlah kuat, terutama yang ada di luar sistem Demokrasi. Mereka bahkan selama ini sengaja tidak ikut proses politik karena menolak demokrasi, atau kecewa dengan reputasi partai-partai label Islam. Kata siapa isu agama tidak laku lagi? Bahkan di masyarakat itu banyak sekali dinamika sosial-politik yang berangkat dari isu agama. Contoh, masalah UU Pornografi, aliran Ahmadiyyah, bunga bank, isu terorisme, fatwa golput, moralitas anggota dewan, dan sebagainya.

(Saya yakin betul manusia macam Burhanuddin Muhtadi itu termasuk kaum Liberalis, sebab cara-cara berpikirnya mirip dengan “the god father” kaum Liberaliyun, Ulil Absar Abdala. Mereka sama-sama sekulernya dan antipati dengan misi politik Islam).

Kembali ke isu jilbab…

Saya yakin, saat Bu JK atau Bu Wiranto memakai jilbab, hal itu bukan untuk promo, tetapi memang mereka demikian adanya. Wong, sejak lama Bu JK sendiri dikenal konsisten dengan jilbab yang selalu dia pakai. Mungkin, kalau ada promo-promo politik, ya itu sekalian jalan lah. Kata orang, “Sambil menyelam minum air.”

Maksudnya, hal seperti itu jangan ditanggapi berlebihan, sehingga saol jilbab akhirnya menjadi isu nasional. Bukan masalah apa, tetapi agama kita akhirnya dimaki-maki orang gara-gara isu jilbab itu. Akhirnya, Islam yang tercoreng, yaitu risalah tentang jilbab.

Soal misal Bu Ani atau isteri elit politik lain tidak memakai jilbab, ya biar saja. Kan itu pilihan masing-masing orang. Daripada sebagian orang dipaksa-paksa mengenakan jilbab, sedang hatinya menolak. Jangan sampai kita menyangka sedang memperjuangan syiar Islam, namun pada saat yang sama, peranan Islam malah dilecehkan. Seperti komentar-komentar bodoh yang keluar dari Burhanuddin “pengamat politik” Muhtadi itu.

Terimakasih. Semoga menjadi inspirasi! Amin.

AMW.

Iklan

13 Responses to Blunder “Jilbab” Ani Yudhoyono

  1. heri berkata:

    semoga istri capres dn cawapres memakai jilbab krena kesadarn mereka. jilbab mmag wajib bg wanita tp mengapa partai2 islam kok g merapat k kandidat yg sudah mnjlankan syariat islam. ya itulah partai islam d indonesia, tujuannya mreka apa sih sbnrya?

  2. punx goes riot!!! berkata:

    itu lah yg namax politik
    mencari posisi aman supaya kedudukan mereka d’parlement bisa kuat dan eksis.
    tapi sama saja tak ada artinya
    karena ttp saja trus didikte
    YA ALLAH.
    mau kemana harapan kita bersandar
    kalau sudah tidak ada lagi yg bisa d’andalkan

  3. dir88gun2 berkata:

    assalamu alaikum wr. wb.

    alhamdulilah…
    Selamat akhirnya golput berhasil memenangkan jumlah suara terbanyak!
    Saya mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung Partai Golput,
    baik yang dengan penuh kesadaran dan keikhlasan maupun yang tidak.
    Lho, maksudnya? Gak Jelas? 😐

    Sudah saatnya kita ganti sistem!
    Sistem yang lebih “pro rakyat” dan lebih “berbudi”…
    Ayo kita ganti secepatnya, “lebih cepat lebih baik”…
    Mari kita “lanjutkan” perjuangan dakwah untuk menegakkannya!
    Sistem Islam, petunjuk dari Sang Maha Pencipta!

    Lihatlah dengan hati dan fikiran yang jernih!
    Aturan Sang Maha Pencipta diinjak-injak
    dan diganti dengan aturan yang dibuat seenak udelnya!
    Dan lihat akibatnya saat ini, telah nampak kerusakan
    yang ditimbulkan oleh sistem sekulerisme dan turunannya
    (seperti: kapitalisme, sosialisme, demokrasi, dsb) di depan mata kita!

    Banyak anak terlantar gara2 putus sekolah.
    Banyak warga sekarat gara2 sulit berobat.
    Banyak orang lupa gara2 ngejar2 dunia.
    Dan banyak lagi masalah yang terjadi gara2 manusia nurutin hawa nafsunya.

    Lihat saja buktinya di
    http://hizbut-tahrir.or.id/2009/05/12/kemungkaran-marak-akibat-syariah-tidak-tegak/
    http://hizbut-tahrir.or.id/category/alwaie/
    http://hizbut-tahrir.or.id/category/alislam/
    dan banyak lagi bukti nyata yang ada di sekitar kita!

    Untuk itu, sekali lagi saya mohon kepada semua pihak
    agar segera sadar akan kondisi yang sekarang ini…
    dan berkenan untuk membantu perjuangan kami
    dalam membentuk masyarakat dan negeri yang lebih baik,
    untuk menghancurkan semua bentuk penjajahan dan perbudakan
    yang dilakukan oleh manusia (makhluk),
    dan membebaskan rakyat untuk mengabdi hanya kepada Sang Maha Pencipta.

    Mari kita bangkit untuk menerapkan Islam!
    mulai dari diri sendiri.
    mulai dari yang sederhana.
    dan mulai dari sekarang.

    Islam akan tetap berlaku hingga akhir masa!
    Dan Islam akan menerangi dunia dengan cahaya kemenangan!
    Mohon maaf apabila ada perkataan yang kurang berkenan (-_-)
    terima kasih atas perhatian dan kerja samanya.

    wassalamu alaikum wr. wb.

  4. Yogi berkata:

    Ibu Wiranto (dan keluarga) sudah diketahui publik berjilbab saat Wiranto mencalonkan diri sebagai presiden dari Golkar tahun 2004. Di mulainya entah kapan (mungkin setelah Pak Wir tidak aktif lagi di militer, karena di kalangan perwira tinggi militer, isu ini sangat sensitif saat itu), tapi hal ini sempat memecah PKS saat itu karena Kel. Wiranto dikenal dekat dengan pengajian2 PKS. Saya kira wajar jika publik beranggapan Ibu Wir baru berjilbab sekarang karena sebelum2nya Ibu Wir tidak terekspos media.

  5. Runcing Sadewa berkata:

    yah, kita berdoa semoga para elit dan pemimpin negara beserta semua keluaraga dan kerabatnya, termasuk para sahabatnya juga dapat hidayah (kesadaran dan kesabaran) agar sanggup menjalankan hukum syariat dengan sebaik-baiknya. dan buat kaum hawa semua agar berjilbab yang rapi dan sesuai syariat.

  6. ummbariroh berkata:

    Dalam pilpres mendatang sebaiknya jangan golput, memang tidak ada yang benar-benar bisa mengaspirasikan kepentingan umat islam. Namun jika ada hal yang sama-sama buruknya maka kita harus memilih yang terbaik diantara yang buruk.
    Annaasu ‘ala diini muluukihim. Manusia itu tergantung agama pemimpinnya. Ketika masa pemerintahan Umar bin Abdul Azis kedamaian meliputi segala hal, sampai-sampai kucing dan tikus pun rukun. Suatu ketika seorang badui di pelosok dusun melihattikus dan kucing bertengkar, dia berkata :”Barangkali hari ini umar bin Abdul Azis meninggal.” Terkait dengan masalah jilbab, kita jangan asal komentar. Meski hanya selembar kain itu adalah akidah kita umat islam.Jangan remehkan!!! Masalah hati hanya Alloh yang tahu. Yang jelas secara syariat , secara dhohiriyah memakai jilbab adalah salah satu bukti ketaatan terhadap hukum Alloh.Saat ini negara kita ditata atas dasar Fujuur, keluar dari ketaatan pada Alloh, jauh dari keridloan Alloh.Kalimat Alloh tidak dijunjung tinggi.Salah satu cara merubahnya adalah memilih pemimpion yang tepat.Makanya dalam Pilpres mendatang jika tidak dikatakan wajib maka jangan sampai kita tidak memilih. Jika secara dhohir kita bisa melihat calon pemimpin mana yang lebih bagus komitmen keislamannya kenapa kita tidak memilihnya.Dijunjung tinggi atau tidaknya kalimat thoyyibah di negeri ini tergantung siapa yang memimpin negari ini…

  7. abisyakir berkata:

    @ Ummbariroh.

    Nah, ini komentar jempolan. Syukran jazakumullah Ukhti (benar Ukhti). Ya, seharusnya Ummat bersikap seperti yang Anti sampaikan. Sekali lagi syukran jazakillah khair.

    AMW.

  8. ummbariroh berkata:

    Dalam pilpres mendatang sebaiknya jangan golput, memang tidak ada yang benar-benar bisa mengaspirasikan kepentingan umat islam. Namun jika ada hal yang sama-sama buruknya maka kita harus memilih yang terbaik diantara yang buruk.
    Annaasu ‘ala diini muluukihim. Manusia itu tergantung agama pemimpinnya. Ketika masa pemerintahan Umar bin Abdul Azis kedamaian meliputi segala hal, sampai-sampai kucing dan tikus pun rukun. Suatu ketika seorang badui di pelosok dusun melihattikus dan kucing bertengkar, dia berkata :”Barangkali hari ini umar bin Abdul Azis meninggal.” Terkait dengan masalah jilbab, kita jangan asal komentar. Meski hanya selembar kain itu adalah akidah kita umat islam.Jangan remehkan!!! Masalah hati hanya Alloh yang tahu. Yang jelas secara syariat , secara dhohiriyah memakai jilbab adalah salah satu bukti ketaatan terhadap hukum Alloh.Saat ini negara kita ditata atas dasar Fujuur, keluar dari ketaatan pada Alloh, jauh dari keridloan Alloh.Kalimat Alloh tidak dijunjung tinggi.Salah satu cara merubahnya adalah memilih pemimpion yang tepat.Makanya dalam Pilpres mendatang jika tidak dikatakan wajib maka jangan sampai kita tidak memilih. Jika secara dhohir kita bisa melihat calon pemimpin mana yang lebih bagus komitmen keislamannya kenapa kita tidak memilihnya.Dijunjung tinggi atau tidaknya kalimat thoyyibah di negeri ini tergantung siapa yang memimpin negari ini…Jika kita tidak memilih, bagaimana jika akhirnya kita dipimpin oleh orang yang membolehkan semua aliran agama bercokol di negeri ini (termasuk ahmadiyah)…???

  9. ummbariroh berkata:

    Dalam pilpres mendatang sebaiknya jangan golput, memang tidak ada yang benar-benar bisa mengaspirasikan kepentingan umat islam. Namun jika ada hal yang sama-sama buruknya maka kita harus memilih yang terbaik diantara yang buruk.
    Annaasu ‘ala diini muluukihim. Manusia itu tergantung agama pemimpinnya. Ketika masa pemerintahan Umar bin Abdul Azis kedamaian meliputi segala hal, sampai-sampai kucing dan tikus pun rukun. Suatu ketika seorang badui di pelosok dusun melihattikus dan kucing bertengkar, dia berkata :”Barangkali hari ini umar bin Abdul Azis meninggal.” Terkait dengan masalah jilbab, kita jangan asal komentar. Meski hanya selembar kain itu adalah akidah kita umat islam.Jangan remehkan!!! Masalah hati hanya Alloh yang tahu. Yang jelas secara syariat , secara dhohiriyah memakai jilbab adalah salah satu bukti ketaatan terhadap hukum Alloh.Saat ini negara kita ditata atas dasar Fujuur, keluar dari ketaatan pada Alloh, jauh dari keridloan Alloh.Kalimat Alloh tidak dijunjung tinggi.Salah satu cara merubahnya adalah memilih pemimpion yang tepat.Makanya dalam Pilpres mendatang jika tidak dikatakan wajib maka jangan sampai kita tidak memilih. Jika secara dhohir kita bisa melihat calon pemimpin mana yang lebih bagus komitmen keislamannya kenapa kita tidak memilihnya.Dijunjung tinggi atau tidaknya kalimat thoyyibah di negeri ini tergantung siapa yang memimpin negari ini…Jika kita tidak memilih, bagaimana jika akhirnya kita dipimpin oleh orang yang membolehkan semua aliran agama bercokol di negeri ini (termasuk ahmadiyah)…?

  10. politik makin diikuti makin pusing …para pencari beritanya tambah asik…hmm ikutan mantau aja

  11. teguh berkata:

    who bcr politik ! kami rasa gak da pemimpin kt berkwalitas ? wong Reformasi ini ! yg dibangun politik ? Tp yg dirusak alam ? smtr alam yang jadi logestik makluk hidup , Dimana2 keb karet sama sawit !! percaya gak smp kera 2 krn hutan mrk di ganti kebun sawit sampai mau makan klp sawit sm buah karet

  12. teguh berkata:

    jangan pilih jendral yg kalah sama mayor itas ! krn kebiasaan penjabat maling uang rakyat ! jadi benar kalo yg ksh kebijakan sampai uang rakyat dirampok ” Century ” .maka jendralnya ksh gelar Pahlawan , krn santunnya jadi pahlawan maling

  13. jilbab berkata:

    After I initially left a comment I seem to have clicked on the -Notify me when new comments are
    added- checkbox and now each time a comment is added I
    get 4 emails with the exact same comment. Is there an easy
    method you are able to remove me from that service?
    Many thanks!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: