Boediono = Anggota Dewan Gubernur IMF ???

Sebuah berita amat sangat mengejutkan mencuat dari sebuah editorial di eramuslim.com.  Judulnya: “Amin: Boediono Harus Keluar dari IMF”. (Eramuslim.com, 27 Mei 2009). Merujuk kepada informasi yang disampaikan Amien Rais di Republika, disebutkan bahwa Boediono yang saat ini menjadi Cawapres SBY ternyata berstatus: Anggota Dewan Gubernur  IMF.

Benarkah ini kawan? Apakah ini nyata atau mimpi? Apakah ini dusta atau black campaign? Apa ini fitnah, ghibah, mengadu domba, atau iri dengki? Atau mungkin semacam igauan gitu?

Lebih jelasnya, berikut kutipan dari eramuslim.com:

Namun, ada masalah yang dikemukakan oleh Amin, yang patut menjadi pertimbangan seluruh bangsa Indonesia, yang menentukan pilihan di pilpres nanti, ternyata menurut Prof.Dr.Amin Rais, ternyata Boediono, tak lain adalah anggota Dewan Gubernur IMF, per tanggal 21 Mei 2009, sebuah badan tertinggi pengambil keputusan di IMF. Amin mengatakan, ‘Bodeiono harus bisa memberikan bukti dengan cara menarik diri dari IMF, WTO dan lembaga-lembaga asing lainnya. Saya tidak ingin SBY-Boediono menerapkan paham Neolib’, ujar Amin, ketika menyampaikannya di sela-sela Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) di Hotel Sultan, kemarin. (Republika, 27/5/2009).

Bahkan menurut suatu sumber, ketika Boediono terpilih sebagai Cawapres SBY, seorang pejabat Bank Dunia (World Bank) seketika memberikan ucapan selamat. Kutipannya sebagai berikut:

Pantas, menurut seorang tokoh yang belum lama ini, menyampaikan kepada redaksi Eramuslim, (Boediono) mantan Gubernur BI yang terpilih menjadi cawapres oleh SBY ini, mendapatkan ucapan selamat dari Robert Zullick, Direktur World Bank (Bank Dunia), dan ini hanya menggambarkan betapa posisi Boediono, sangat penting.

Wah, kalau benar Boediono sebagai anggota Dewan Gubernur IMF, berarti bangsa Indonesia bukan lagi menghadapi “isu NEOLIB”, tetapi langsung berhadapan muka dengan Mbah-nya ekonomi Liberal. Ini bukan isu NEOLIB lagi Pak SBY, tetapi jantungnya sistem Liberal, permata hatinya jiwa Kapitalisme. Wah, bangsa Indonesia, khususnya kaum Muslimin jangan mau diam menghadapi kenyataan ini.

Jika benar info yang disampaikan Amien Rais, konsekuensinya sangat berat:

[1] Berarti SBY-Boediono selama ini melakukan kebohongan publik luar biasa. Deklarasi di Sabuga ITB itu berarti isinya kebohongan semua. Semua dalih, celoteh, dan kampanye Pilpres dari SBY, berarti isinya bohong juga.

[2] Berarti Pemerintah SBY membohongi masyarakat dua kali. Sudah mengatakan, mereka bukan NEOLIB, juga mereka selama ini mengklaim sudah keluar dari IMF. Sudah keluar apa? Wong, Cawapres SBY disebut anggota Dewan Gubernur IMF. Keluar kerjasamanya, tetapi tidak keluar garis kebijakannya.

[3] Dalam salah satu syarat pencalonan sebagai Presiden menurut versi KPU, kandidat Presiden bukanlah seorang pengkhianat bangsa. Kalau Boediono terbukti anggota Dewan Gubernur IMF dan dia tidak menceritakan diri secara jujur kepada masyarakat luas, berarti dia seorang pengkhianat. Batal pencalonannya sebagai Cawapres.

[4] Karena SBY-Boediono didukung oleh partai-partai berlabel Islam, maka hukumnya HARAM mendukung partai-partai itu, sebab mereka selama ini membela liberalisasi ekonomi melalui SBY-Boediono. Setiap Muslim berdosa mendukung partai-partai berlabel Islam itu dan akan mendapatkan sanksi dari Allah atas perbuatannya mendukung liberalisasi ekonomi melalui pasangan SBY-Boediono.

[5] Kalau nanti SBY-Boediono jadi terpilih sebagai Presiden dan Wakil Presiden RI, maka Indonesia akan masuk dalam suasana kelam krisis ekonomi seperti tahun 1997 lalu. Ketika itu, titik awal kehancuran ekonomi kita ketika Soeharto menanda-tangani Letter of Intends dengan IMF (Michael Camdessus). Berarti alamat kehancuran ekonomi akan terjadi lagi untuk kesekian kalinya.

Maka sekarang Ummat Islam harus memastikan kebenaran informasi yang disampaikan Amien Rais itu. Benarkah Boediono menjadi anggota aktif Dewan Gubernur IMF per 21 Mei 2009? Kalau benar, berarti dia adalah seorang PENGKHIANAT BANGSA dan harus dibatalkan pencalonannya sebagai Cawapres, sesuai UU Pemilu yang menjadi acuan KPU selama ini.

Berkorban menyelamatkan harta Ummat, sekalipun taruhannya adalah kematian, maka status kematian itu adalah Syahid di jalan Allah. Saudaraku, pelihara harta-benda Ummat-mu, untuk masa depan anak-cucu kaum Muslimin nanti. Cukup sekali saja kita diobrak-abrik oleh IMF yaitu saat krisis ekonomi 1997 itu. Selebihnya mari kita selamatkan masa depan Islam dan kaum Muslimin dengan segala usaha yang kita mampu!

Wallahu A’lam bisshawaab.

== Joko Waskito bin Buang ==

Iklan

7 Responses to Boediono = Anggota Dewan Gubernur IMF ???

  1. dir88gun2 berkata:

    assalamu alaikum wr. wb.

    alhamdulilah…
    Selamat akhirnya golput berhasil memenangkan jumlah suara terbanyak!
    Saya mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung Partai Golput,
    baik yang dengan penuh kesadaran dan keikhlasan maupun yang tidak.
    Lho, maksudnya? Ga Nyambung & Ga Jelas? :-\

    Sudah saatnya kita ganti sistem!
    Sistem yang lebih “pro rakyat” dan lebih “berbudi”…
    Ayo kita ganti secepatnya, “lebih cepat lebih baik”…
    Mari kita “lanjutkan” perjuangan dakwah untuk menegakkannya!
    Sistem Islam, petunjuk dari Sang Maha Pencipta!

    Lihatlah dengan hati dan fikiran yang jernih!
    Aturan Sang Maha Pencipta diinjak-injak
    dan diganti dengan aturan yang dibuat seenak udelnya!
    Dan lihat akibatnya saat ini, telah nampak kerusakan
    yang ditimbulkan oleh sistem sekulerisme dan turunannya
    (seperti: kapitalisme, sosialisme, demokrasi, dsb) di depan mata kita!

    Banyak anak terlantar gara2 putus sekolah.
    Banyak warga sekarat gara2 sulit berobat.
    Banyak orang lupa gara2 ngejar2 dunia.
    Dan banyak lagi masalah yang terjadi gara2 manusia nurutin hawa nafsunya.

    Lihat saja buktinya di
    http://hizbut-tahrir.or.id/2009/05/12/kemungkaran-marak-akibat-syariah-tidak-tegak/
    http://hizbut-tahrir.or.id/category/alwaie/
    http://hizbut-tahrir.or.id/category/alislam/
    dan banyak lagi bukti nyata yang ada di sekitar kita!

    Untuk itu, sekali lagi saya mohon kepada semua pihak
    agar segera sadar akan kondisi yang sekarang ini…
    dan berkenan untuk membantu perjuangan kami
    dalam membentuk masyarakat dan negeri yang lebih baik,
    untuk menghancurkan semua bentuk penjajahan dan perbudakan
    yang dilakukan oleh manusia (makhluk),
    dan membebaskan rakyat untuk mengabdi hanya kepada Sang Maha Pencipta.

    Mari kita bangkit untuk menerapkan Islam!
    secara sempurna dan menyeluruh.
    mulai dari diri sendiri.
    mulai dari yang sederhana.
    dan mulai dari sekarang.

    Islam akan tetap berlaku hingga akhir masa!
    Dan Islam akan menerangi dunia dengan cahaya kemenangan!
    Mohon maaf apabila ada perkataan yang kurang berkenan (-_-)
    terima kasih atas perhatian dan kerja samanya.

    wassalamu alaikum wr. wb.

  2. abisyakir berkata:

    @ Mas dir88gun

    Wa’alaikumsalam warahmatullah wabarakaatuh.

    Akhi, syukran atas komentar dan respon Antum. Semoga kita diberi pahala atas amal-amal kebaikan yang kita lakukan. Amin.

    Satu masukan dari saya:

    Untuk membangun Daulah Islam, Khilafah Islam, Sistem Islam, dan apapun yang serupa itu, tidak bisa dengan cara: “Sekali tembak, langsung jadi.”

    Tabiat perjuangan Islam itu sifatnya tadarruj (gradual), berproses setapak demi setapak.

    Hal ini bukan omong kosong, tetapi dibuktikan sendiri oleh Nabi Saw dalam perjuangan dakwah beliau. Hingga ketika turun Surat An Nasr (yang bunyinya: Idza jaa’a nashrullah wal fath…) maka Nabi telah melalui proses perjuangan sangat panjang, sejak dakwah fardhiyyah di Makkah, sampai membangun perdaban Islam di Madinah.

    Maaf, saran saya untuk teman-teman Hizbut Tahrir: Janganlah mengangkat metode yang “sekali jadi” itu. Misal, kalau diterapkan Syariat Islam, nanti semua masalah akan selesai dengan cepat, tepat, dan tuntas.

    Ya, padahal kita ini kan hidup di dunia. Mana ada kehidupan dunia yang “langsung beres” seperti itu? Nabi Saw dan para Shahabat sendiri dalam hidupnya menghadapi aneka macam masalah. Padahal mereka adalah orang terbaik dalam pelaksanaan Syariat Islam.

    Hal ini perlu saya katakan, tujuannya:

    [1] Biar nanti Ummat tidak akan menghujat dakwah Islam, jika ternyata setelah penegakan Syariat Islam masih banyak masalah yang kita hadapi.

    [2] Agar Antum dan kawan-kawan lebih menghargai perjuangan kaum Muslimin yang berproses dalam tahapan-tahapan tersebut.

    Tidak karena demokrasi itu haram, lalu kita harus meninggalkannya sama sekali. Sebab, hasil-hasil demokrasi itu jelas akan berpengaruh bagi keselamatan jiwa, agama, harta, akal, keturunan kaum Muslimin. Nah, kita perlu berpikir dan berjuang, bagaimana caranya mempengaruhi hasil demokrasi agar tidak merugikan kepentingan kaum Muslimin.

    Mohon jangan selalu menyuarakan konsep “sekali tembak, langsung jadi”. Prinsip perjuangan Islam sifatnya tadarruj, bertahap.

    Syukran jazakumullah khair. Mohon maaf atas salah dan kekurangan. Wallahu A’lam bisshawaab.

    AMW.

  3. okrisnaldi putra berkata:

    untuk memastikan siapa gubernur imf di indonesia sekarang bisa dilihat langsung di webnya imf, di sini :

    http://www.imf.org/external/np/sec/memdir/members.htm

    jelas, di situ tertulis BOEDIONO dan Rahmat Waluyanto

  4. rthamrinr berkata:

    Assalamu’alaykum

    hanya info bang
    http://www.imf.org/external/np/sec/memdir/members.htm#i

    itu saya kasih link-nya gubernur imf per wilayah.
    boediono agen neolib, memang benar adanya.
    kita saja yang masih hidup di era dimana informasi masih sering ditutup2i.

  5. Runcing Sadewa berkata:

    mengapa ya? elit2 negara kita tak pernah Bosan, bahkan tak pernah merasa dikhianati? padahal nafas rakyat macam kita sudah ‘menggeh-menggeh (kembang kempis, terengah-engah), mangslup metu (keluar masuk kelelahan. ah, sahabat Q, sekarang selain kepada Alloh, kepada siapa lagi kita bisa percaya? = curahan rasa yang semoga bukan putus asa

  6. rakyat berkata:

    Saya bukan pendukung Boediono. Tapi, mohon berhati-hatilah dalam menulis sesuatu yg menghakimi seseorang. Pahami lebih dalam konteksnya, gali informasi dari orang2 yang bisa dipercaya, kuasai ilmunya dengan baik sebelum berkomentar. Jangan sampai terjetrumus ke fitnah.
    Terkait link yang diberikan, nama yang masuk di dalam website IMF itu adalah siapapun yang menjadi Gubernur BI (termasuk Plt, sebagai penentu kebijakan moneter) dan Kepala Debt Management Office (Dirjen Pengelolaan Hutang, Depkeu sebagai pengelola hutang suatu negara). Jadi bukan karena Boediono secara personal (kalo skrg dicek,namanya jadi Miranda Goeltom).
    Debat kusir yang terjadi saat ini tentang neolib vs kerakyatan adalah omong kosong selama kebijakan yang diambil tidak berpihak kepada rakyat. Dan janganlah kita terjebak ke dalamnya. Telitilah jejak rekam figur2 yang menjadi think-tank di belakangnya. Jangan sampai kita menyesal 5 tahun ke depan.
    Yang pasti, memang lebih mudah berkomentar dan menghakimi orang dibandingkan menyodorkan solusi dan argumen yang bisa diterima banyak orang baik akademisi maupun praktisi.

    Terima kasih & Wassalam,
    -seorang rakyat Indonesia-

  7. abisyakir berkata:

    @ rakyat.

    Komentar Anda:

    “Debat kusir yang terjadi saat ini tentang neolib vs kerakyatan adalah omong kosong selama kebijakan yang diambil tidak berpihak kepada rakyat. Dan janganlah kita terjebak ke dalamnya. Telitilah jejak rekam figur2 yang menjadi think-tank di belakangnya. Jangan sampai kita menyesal 5 tahun ke depan.
    Yang pasti, memang lebih mudah berkomentar dan menghakimi orang dibandingkan menyodorkan solusi dan argumen yang bisa diterima banyak orang baik akademisi maupun praktisi.”

    Jawaban saya:

    [o] Salah besar kalau Anda katakan debat neolib Vs ekonomi kerakyatan omong kosong. Justru saya melihat Anda seperti orang bodoh, text book oriented yang tidak belajar sejarah. Secara konstitusi, yang benar memang ekonomi kerakyatan. Ini kalau Anda percaya konstitusi Indonesia. Bung Hatta dikenal sebagai bapak koperasi Indonesia. Itu sebuah bukti sejarah. Ekonomi Indonesia baru rusak saat Soeharto mengambil para Mafia Berkeley sebagai perumus kebijakan ekonomi nasional. Mereka yang menjerumuskan bangsa Indonesia ke dalam debt trap seperti saat ini. Pada akhir 80-an samppai awal 90-an, Soeharto mendukung konsep ekonomi kerakyatan. Sebelum itu Soeharto sudah dikenal pro pertanian, KUD, pembangunan desa, transmigrasi, dll. Dan ekonomi Indonesia baru kocar-kaciur saat IMF masuk dengan butir-butir LoI-nya yang mematikan itu. Sampai saat ini dampak dari LoI IMF itu masih sangat kuat. Malah mantan pejabat IMF masih jadi menteri Indonesia.

    [o] Anda sebut nama Boediono saat ini sudah diganti Miranda Goeltom. Sekalian saja Anda sebut, regim SBY sudah keluar dari IMF, membubarkan CGI. Tetapi ingat, semua itu hanya masalah prosedural organisasi saja. Tetapi secara kebijakan, konsep, dan keberpihakan kepada ekonomi pasar (global), regim SBY masih bernaung di bawah jalur ekonomi model IMF.

    [o] Memang saat ini tidak ada yang ideal dari Capres-Cawapres. Tapi ada yang masih bisa diharapkan, yaitu keberpihakan yang nyata dan tegas kepada kepentingan nasional. Jangan seperti SBY, sangat pemurah ke orang asing, lupa dengan rakyat sendiri.

    [o] Satu contoh kebohongan regim SBY yang tidak diingkari oleh para pemerhati. Masih ingat kenaikan harga BBM tahun 2005 dan 2005? Waktu itu regim SBY mengklaim bahwa kenaikan itu berdasarkan harga patokan minyak dunia. Mereka sebut harga keekonomian. Tetapi ketika tahun 2008 harga minyak dunia turun drastis sampai ke angka US$ 40 per barrel, regim SBY hanya menurunkan harga bensin ke angka Rp. 4.500,- per liter. Seharusnya, dia kembalikan harga itu ke angka Rp. 2.000,- atau Rp. 2.500,- per liter, sebagaimana sebelum kenaikan harga BBM pada tahun 2005. Sebab, kalau patokannya “harga keekonomian” (harga minyak dunia), maka kita bisa kembali ke angka harga bensin sebelum SBY menaikkannya pada November 2005. Disini jelas kebohongan mereka. Sekali waktu bilang “ikut standar minyak dunia”, di lain waktu ketika minyak dunia turun sangat drastis (sampai 40 dollar per barrel), mereka tidak menyesuaikan dengan penurunan itu.

    [o] Bukan berarti masyarakat tidak memiliki solusi. Hanya saja, solusi itu selalu dihalang-halangi oleh orang-orang pro asing. Bayangkan, sejak dulu ada BPPT, Lapan, Batan, Pindad, IPTN, PAL, dsb. Ini semua lembaga dan industri strategis negara. Tetapi para maniak kepentingan asing itu terus-menerus melemahkannya, dan memberi tempat seluas-luasnya kepada industri/produk asing. Seorang doktor ahli SDM pernah mengatakan, “Masak sih, BPPT tidak bisa membuat hanya oli mesin saja?” Kata beliau, banyak produk lokal kreatif di BBPT hanya menjadi arsip percuma, sebab dihalang-halangi untuk berkembang. Kalau asing punya, selalu dikedepankan. Aneh bin ajaib!

    AMW.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: