Rizal Malarangeng dan Fox Indonesia

Rizal Malarangeng saat ini menjadi Ketua Tim Sukses SBY-Boediono. Di antara orang-orang politik dalam katalog SBY saat ini, Rizal termasuk yang loyalis sejati.  Maksudnya, dukungannya kepada SBY sudah tidak perlu diragukan lagi. Malah tak jarang Rizal menyerang lawan-lawan politik SBY (Partai Demokrat) dengan bahasa yang kasar. Seperti dia menyebut orang-orang yang meneriakkan isu Neolib sebenarnya hanya pusing saja, sehingga membutuhkan obat Neozep.

Dalam dialog di MetroTV kontra Fadli Zon, tampak benar bahwa Rizal sangat ingin menjatuhkan citra Fadli dengan bahasa-bahasa stigmatif, bukan argumen cerdas. Begitu pula serangan Rizal tentang figur Capres dari kalangan “pengusaha” yang diarahkan ke JK atau Prabowo. Belum soal “kuda 2 miliar” koleksi Prabowo yang sering dipermasalahkan Rizal Malarangeng. Melihat sikap Rizal yang demikian militan ke SBY, rasanya orang ini kembaran sempurna dari saudaranya Andi Malarangeng, jubir kepresidenan.

Seperti sudah diketahui umum, Lembaga Surve Indonesia (LSI) baru-baru ini mengakui bahwa mereka dibiayai Fox Indonesia, sebuah perusahaan media yang menjadi think tank pemenangan Pemilu SBY. Fox Indonesia membuat iklan besar di koran-koran dan TV, pasca kemenangan Partai Demokrat dalam Pemilu Legislatif April 2009. Mereka mengklaim, kemenangan Partai Demokrat dalam Pemilu April tidak lepas dari strategi kampanye, baik soft campaign maupun hard campaign, yang mereka bangun. Dan perlu diingat, Rizal Malarangeng adalah pimpinan perusahaan Fox Indonesia ini.

Memang, sekilas tampak lucu ya. Nama Fox Indonesia. Fox artinya srigala. Di Amerika ada nama perusahaan raksasa media, FOX. Tentu saja, ia milik Yahudi. Dari sisi bahasa, nama Fox Indonesia itu sangat aneh. Dari sisi pencitraan media, ia mencerminkan selera Amerika banget. Why Rizal and friends choice this name? Entahlah…

Tapi ada dua kenyataan yang telah banyak kita lupakan, seputar kiprah Fox Indonesia dan Rizal Malarangeng ini. Kenyataan itu muncul sekitar semester kedua tahun 2008 lalu. Keduanya muncul hampir berbarengan, sehingga sangat unik untuk disimak.

Pertama, jor-joran iklan Pak Soetrisno Bachir Ketua Umum PAN di media-media, maupun di jalan-jalan raya di seluruh Indonesia. Anda tentu masih ingat jargon besar Soetrisno Bachir, “Hidup adalah perbuatan!” Baik spanduk, baliho, iklan di koran, sampai iklan-iklan di TV, foto Pak Soetrisno Bachir seperti mengguyur media-media nasional. Begitu intensifnya, sampai banyak pihak mengkritik iklan-iklan itu dan menyebutnya tidak empati dengan kondisi sosial masyarakat yang sedang kesusahan.

Konon tersiar kabar, Soetrisno Bachir mengeluarkan dana sekitar 300 miliar untuk iklan jor-joran itu. Dan dia sengaja menghandle Fox Indonesia untuk mengurusi pencitraan dirinya. Banyak yang menilai, iklan-iklan itu merupakan persiapan Soetrisno bachir untuk maju menjadi Capres dalam Pemilu Presiden 2009. Namun secara umum, iklan Pak Soetrisno ini gagal total. Indikasinya, dia tidak bisa menjadi Capres sama sekali; dan perolehan suara PAN sendiri dalam Pemilu April 2009 malah turun. Singkat kata, strategi Fox Indonesia gatot, alias gagal total.

Sebelum Soetrisno kehilangan segalanya, kalau tidak salah, dia segera melimpahkan misi pencitraannya ke perusahaan media milik Irfan Wahid. Namun sayang, semua sudah terlambat. Irfan Wahid tidak sempat melakukan penataan strategi untuk mengganti konsep Fox Indonesia. Tetapi kerugian material besar jelas menimpa Pak Soetrisno Bachir. Sungguh kasihan sekali. Dana sedemikian besar tidak menghasilkan maslahat pencitraan yang kuat. Apalagi saat ini nasib Pak Soetrisno di panggung politik, seperti “digunting di tengah jalan” oleh Amien Rais.

Kedua, pada saat Soetrisno Bachir sedang jor-joran mengkampanyekan dirinya, sebelum jadwal kampanye politik berlaku, saat itu ternyata Rizal Malarangeng juga mengkampanyekan dirinya melalui iklan-iklan TV. Rizal menampilkan diri sebagai sosok pemimpin muda yang penuh harapan bagi masa depan Indonesia.

Banyak orang bertanya-tanya, “Apa tujuan iklan Rizal Malarangeng itu?” Apakah dia ingin menjadi Capres juga? Jelas aneh, dalam politik nasional, Rizal ini tidak dihitung sama sekali. Dia tidak memiliki kekuatan politik dalam bentuk dukungan sosial seperti partai-partai politik pada umumnya. Namun, ada juga yang menganalisa, iklan-iklan Rizal itu hanya seperti “mengetes dalamnya air”. Tujuannya bukan pencalonan Rizal, tetapi untuk mengetahui bagaimana respon publik terhadap sosok dia. Nah, data respon publik itu sebenarnya yang dibutuhkan.

Hanya sangat tidak etis saja, Fox Indonesia sedang menangani job dengan Soetrisno Bachir, tetapi pada saat yang sama Rizal Malarangeng mengkampanyekan diri dengan pola kampanye yang tidak jauh berbeda dengan Soetrisno Bachir. Jadi terkesan, Fox Indonesia tidak sungguh-sungguh membela kepentingan Soetrisno Bachir. Malah bos Fox Indonesia, Rizal Malarangeng menjadi “pesaing” bagi Soetrsino Bachir sendiri. Sungguh amat sangat tidak elok pemandangan seperti itu.

Dengan dua kenyataan di atas, kita bisa membaca sejauhmana kredibilitas Fox Indonesia. Selain agenda politik Soetrisno Bachir gagal total; bahkan tidak mampu meningkatkan perolehan suara PAN sendiri. Lalu iklan-iklan Rizal Malarangeng yang menggambarkan sosok “pemimpin Indonesia masa depan” itu sudah tidak karuan rimbanya. Kemana iklan-iklan itu. Apakah ia telah menguap ke udara? Atau seperti kata orang, iklan-iklan itu hanya sekedar untuk “mengetes dalamnya air” saja?

Kalau melihat iklan Fox Indonesia di koran pasca kemenangan Demokrat di Pemilu April 2009. Betapa arogan lembaga ini. Dia menunjukkan image fluktuasi suara partai-partai politik, lalu suara partai-partai itu saling bertabrakan, hancur diserang oleh garis biru (Partai Demokrat). Padahal mereka seharusnya malu karena telah gagal total dalam menggarap order pencitraan dari Soetrisno Bachir.

Kalau mau jujur, kemenangan Demokrat tidak hanya karena strategi pencitraan Fox Indonesia, tetapi juga melalui “operasi senyap” yang terkenal itu dan melalui kasus DPT yang saat ini sedang diangkat oleh DPR ke mekanisme Angket. Dengan angka golput sekitar 40 juta pemilih, jelas mudah bagi Demokrat untuk menang. Dan peranan lembaga surve seperti LSI yang terbukti dibiayai Fox Indonesia, semakin menampakkan wajah asli lembaga ini.

Rizal Malarangeng sebagai pribadi, dengan segala tingkah-polah dan statement yang keluar dari lisannya, telah menunjukkan jati dirinya. Kita tidak usah berkomentar, dia sendiri sudah menceritakan dengan sangat baik siapa dirinya. Lalu Fox Indonesia, lembaga ini tidak jauh kualitas moralnya dari pimpinannya, Rizal Malarangeng. Fox sebenarnya tidak bisa lepas begiu saja dari “mimpi buruk” kegagalan besar membuat pencitraan Soetrisno Bachir yang membuang-buang dana hingga ratusan miliar itu.

Fox, jangan girang dulu dengan sukses Demokrat!!! Tapi ingat selalu Soetrisno Bachir, “Hidup adalah perbuatan!”

AMW.

Iklan

3 Responses to Rizal Malarangeng dan Fox Indonesia

  1. abu naura berkata:

    yah, memang sungguh ironis sebuah lembaga survei yang sudah merasa menang sebelum bertanding , sungguh ini adalah cerminan jiwa sombong milik fir’aun ketika mengatakan bahwa Akulah Tuhan mu, ATAU KEANGKUHAN TENTARA ROMAWI DI BAWAH RAJA HERAKLIUS DI ANTHOKIA MEREKA MERASA BERADA DALAM JUMLAH YANG BESAR KETIKA MENGHADAPI PASUKAN KAUM muslimin yang berjumlah sedikit. Namun dari sekian makar yang akan di laksanakan , ternyata Allahlah pemilik makar yang sempurna hingga sebuah makar SEJAHAT APAPAPUN DI MUKA BUMI INI PASTI AKAN DIKALALAHKAN OLEH SANG PENGGENGGAM JIWA KETIKA MAKHLUKNYA SEDANG TERTIDUR LELAP !!!
    sekaligus inilah sebuah potret bagi kita kaum muslimin untuk tak boleh sekali sekali saja merasa minder, apalagi rendah diri dihadapan mereka, karena kita adalah umat yang mulia martabatnya di hadapan allah daripada orang- orang kafir . Buat rizal malarangeng sudahkah anda berkaca pada kondisi riil anda sendiri sebelum bertindak,kaarena setiap ucapan ,tindalan dan hati semua akan dipertanggung jawabkan karena hidup adalah berbuatan…

  2. abu naura berkata:

    ASSALAMU’ALAIKUM WR.WB
    KEPADA RIZAL MALARANGENG TOLONG LIHAT DULU REALITAS DIRIMU SEBELUM BERUCAP, DAN BERASUMSI KARENA LIDAH, PERBUATAN DAN HATI SEMUA AKAN DI MINTAI PERTANGGUNG JAWABAN OLEH SANG PEMILIK ARSY YANG MULIA!!

  3. dan di berkata:

    mallarangeng bersaudara adalah orang yang ideologinya uang, ke manapun uang mengalir, ke sanalah dukungan ditujukan.

    Andi Mallarangeng mengajak Ryaas Rasyid mendirikan partai, karena Ryas tidak punya modal, Andi kemudian menjadi anjing gugukan paling setia dari SBY yang lebih berduit setelah sukses jadi presiden.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: