Mengkritik Kandidat Selain SBY

Saudara-saudara sekalian, sebangsa dan setanah air…

Daripada menuruti permintaan daripada pengunjung blog soal kritikan-kritikan ke kandidat Capres selain SBY, yakni yang mana Saudara Mega Pro dan JK-Win, maka daripada yang mana itu, saya selaku pihak KPU pengelola blog mencoba menurutken permintaan daripada itu.

Tapi, perbolehken saya “curhat” dulu sebelum mengkritik Mega Pro (not GL Pro) dan JK-Wiranto. Begini saudara, saya ini kan punya hak politik, jadi harusnya boleh-boleh aja mengambil daripada sikap politik tertentu. Apalagi sikap politik itu dijelasken memakai fasilitas blog pribadi yang mana daripada itu, dibolehken sama hukum yang berlaku. Keluaci, eh maksudnya kecuali, kalau saya memake fasilitas BUMN, nah itu jelas dilarang.

Pihak-pihak daripada yang pro sama SBY sebenarnya diperbolehkan membuat tulisan yang sama, seperti yang mana ada di blog ini. Wong namanya kerja politik, ya boleh-boleh aja, tho. Mereka boleh mengkritik Mega Pro atau JK-Win memakai blog-blognya. Jadi tidak usah risau soal blog tertentu.

Oh ya, soal kritik ke Mega Pro dan JK-Wiranto. Ini karena soalan request saja. Atau bisa ditambahken, supaya blog ini dipandang lebih obyektif. Begitulah mimpinya. Meskipun dari pengalaman selama ini, selaku pihak KPU pengelola blog, sulit juga kalau harus memuaskan semua pihak. Begitu tho…

Oke, mari kita mulai soal kritik kandidat non SBY. Kita munali mulai dari kandidat daripada Mega Pro. Ini ada kritikan-kritikan buat mereka:

[o] Kenapa sih memakai icon Mega Pro? Ini kan membuat orang suka ingat GL Pro. Coba kek cari istilah yang agak enak gitu, tidak bau-bau motor. Misale opo? Ya, kenapa tidak Mega Pra. Bisa kan, Mega Pra. Setahu saya, tidak ada nama motor yang mirip-mirip itu.

[o] Kenapa Bu Mega tidak memakai jilbab? Ibu Mega kan Muslimah, sudah baligh tho. Ya, namanya Muslimah, di luar rumah seharusnya memakai jilbab. Gitu kan Bu?

[o] Kenapa Pak Prabowo tidak konsisten memakai peci warna hitam? Coba contoh Pak SBY. Dia saja sering pakai peci warna hitam. Tapi memang di iklan-iklan SBY tampak “lebih muda”, saat tanpa peci hitam. Apa resepnya ya biar kelihatan awet muda?

[o] Konsep ekonomi Pak Prabowo sudah bagus, analisisnya sudah mantap. Sekarang tinggal action-nya saja. Gimana Pak Prabowo? Siap action atau cuma retorika doang seperti para politisi selama ini? Kalau ada action yang bagus-bagus, moga Bapak nanti bener-bener jadi RI-1. Amin.

Sementara ini dulu kritik daripada saya buat Mega Pro. Kritik lain, sudah banyak beredar, tinggal cari aja di internet. Tulis saja, misalnya: Mengkritik Kandidat Selain SBY. Ntar dijamin, pasti akan sampe kesini lagi. He he he…

Lalu daripada kritik buat pasangan JK-Wiranto. Saudara sebangsa dan setanah air… (wis wis, ojo kesuwen! Langsung ae tidak pake saudara-saudaraan!). Daripada yang mana kritik buat pasangan JK-Wiranto ini, saya agak sulit mengkritiknya. Kenapa? Sebab inisialnya hampir sama dengan nama saya sendiri: JK-W. Jadi malu mau ngritik si doi gitu… Saya bilang ke anak-anak, “Saya pilih JK-W sebab namanya mirip saya Abi.” Tapi ya anak-anak, sulit diajak percaya sama “retorika” bapaknye. Anak jaman sekarang memang lebih kritis.

Oke, dalam rangka memenuhi permintaan keobyektifan blog, saya coba penuhi:

[o] Pak JK, kalau bicara di depan publik, suaranya terdengar kurang jelas. Kata orang Jawa, seperti “nggremeng” gitu. Coba deh, kalau bicara di depan publik, pakai sound system yang bagus gitu, lho. Kasihan rakyat, harus menengar dengan lebih jeli.

[o] Kata isteri, Pak JK jangan terlalu mengklaim soal BLT. Takutnya masyarakat malah berbalik antipati. Itu kata isteri lho. Masyarakat kita kan kebanyakan kaum wanita, para penonton TV. Kalau mengklaim jangan “terlalu keras”, ntar malah disangka sombong. Gitu loh.

[o] Pak Wiranto, saat debat Capres menyanyikan dua lagu, Indonesia Raya dan “Ibu Pertiwi”. Rizal Malarangeng bilang, suara Pak Wiranto sudah bagus, melankolik. (Nih Rizal, selain memuji, nembak juga). Mungkin ada baiknya, kalau Cawapres mau nyanyi, latihan vokal dulu. Siapa tahu nanti bisa masuk dapur rekaman, menyanyikan lagu “Pelangi di Matamu”.

[o] Untuk tim sukses JK-Wiranto, spesial buat Pak Fuad Bawazir. Kalau lagi diskusi di TV, jangan langsung nimpali jawaban lawan politik. Biarin dulu mereka bicara sampai tuntas, baru dijawab dengan jelas. Kalau ditimpali, jawaban lawan politik dan jawaban Pak Fuad jadi sama-sama tidak terdengar. Lagi pula, nanti akan sering terkena omelan,  “Mohon, biarkan saya selesai bicara dulu!” Daripada sering-sering kena begitu, mending ditahan dulu. Amunisi dicatat di kertas dulu, begitu diberi kesempatan: silaken disemprot!

Ini saja kritikan-kritikan buat pasangan Mega Pro dan JK-Wiranto. Nanti kalau banyak-banyak, akhirnya tidak ada kandidat yang harus dipilih. Jadi golput lagi deh. Sebagian kandidat itu masih ada yang lebih baik, sebagian atas sebagian yang lainnya.

Moge-moge, tulisan daripada ini berkenan bisa menjawab keluhan pembaca blog ini yang menuduh saya tidak berani mengkritik Mega Pro dan JK-Wiranto. Saya berani kok. Buktinya ini. Tapi memang tidak sedalem kritik buat SBY, sebab seacara politik saya tidak setuju garis politik SBY. Ya, namanya orang berbeda pendirian politik, boleh-boleh saja kan. Kecuali kalau semua orang diwajibkan garis politiknya harus seperti Rizal Malarangeng semua, ya tidak bisa begitu tho. Itu bukan hak politik, tapi pemaksaan namanya.

Mohon saudara sebangsa-setanah air memaklumi… (lagi-lagi memakai “saudara sebangsa setanah air”, memang berminat jadi Capres? Waduh, kagak man!). Terimakasih.

aa-em-we.

Iklan

11 Responses to Mengkritik Kandidat Selain SBY

  1. abu naura berkata:

    heem ..emm…saya sebagei rakyat biasa sekarang begitu paham dengen apa yang disampeken bapak presiden Blog langit biru corner ini..mudeng aku..mudeng aku..

  2. cuma berani mengkritik seputaran interface aja, tho? bagaimana sebuah sistem beroperasi di dalamnya tidak disinggung sama sekali. beda sekali dengan kritikan anda buat sby, ya? 😆

  3. musafir berkata:

    wes-wes saudaraku setanah dan seair mari kita saling mengargai dan menghormati perbedaan pendapat diantara kita, jangan sampai kita sesama saudara jadi gonto-gontoan (bertengkar)tu musuh2 diluar sana pada tertawa dan sneng lihat kita gonto-gontoan terus.

  4. Musafir Laut berkata:

    Barakallaahu fiik.
    Terima kasih, akhirnya Antum menerima masukan dari ana dan rekan-rekan pembaca lainnya.

    Meskipun kritik Antum terhadap JK-Win & Mega-Pro tidak setajam terhadap SBY, ana bisa memaklumi pilihan politik Antum, Ustadz.

    Saya amat menghargai Antum, tapi ana harap Antum pun demikian. Tidak perlulah, kita saling Lu-Lu Gue-gue seperti tanggapan Antum terakhir kepada ana.

  5. abisyakir berkata:

    @ Musafir Laut.

    Wa iyyakum Akhi wa ahlikum jami’an. Amin.

    Oh ya, soal “Lu Lu Gue Gue” itu, ya ana minta maaf. Insya Allah nanti ana perbaiki lagi. Afwan sekali. Tadinya sih untuk humor saja, biar tidak terlalu tegang. Afwan jiddan untuk itu. Jazakumullah khair.

    AMW.

  6. Musafir Laut berkata:

    Sama-sama …

    Ustadz, bila Antum tidak keberatan. Antum bisa bedah buku “ILUSI NEGARA ISLAM” gak? Terserah Antum juga mau bedah PKS, HT dan Wahabi (Salafi, red) sekalian yang diangkat jadi topik pad buku itu. Sepertinya, Antum sudah cukup banyak bedah PKS di blog ini.

    Banyak hal yang perlu diluruskan dalam buku itu. Apalagi latarbelakang penerbit dan penyusunnya. Ana kira pena Antum cukup tajam untuk membedahnya. Terima kasih …

  7. Musafir Laut berkata:

    Oh ya, ini link buku-nya : http://bhinnekatunggalika.org/downloads/ilusi-negara-islam.pdf. Ana kira Antum sudah pernah mengetahui polemik buku itu dan sudah pernah membaca bukunya, bukan?

  8. abisyakir berkata:

    @ joesatch:

    Saya sudah berkali-kali coba jawab komentar Anda. Tetapi gagal terus. Gagalnya karena salah ketik/copy. Ini terjadi paling tidak 3-4 kali.

    Secara umum, saya tidak tahu mengapa demikian? Apakah salah di keyboard/mouse-nya? Apakah salah di sistem wordpress-nya. Terus terang baru kali ini ia terjadi. Atau jangan-jangan ada “penyusup” yang masuk sistem blog ini? Saya tidak tahu.

    Tapi yang jelas, tulisan-tulisan Anda sudah coba saya jawab semampunya.

    Semoga Allah mengampuni saya jika salah atau keliru. Semoga Allah memaafkan saya atas sikap-sikap berlebihan yang ada. Semoga Allah mengumpulkan kita semua dalam golongan hamba-Nya yang bersegera bertaubat kepada-Nya. Allahumma amin.

    AMW.

  9. andrey berkata:

    @musafir laut : baru baca cover depan web terlihat jawa banget, emang negara ini hanya untuk orang2 jawa ?

  10. bramantya berkata:

    soal “ilusi”, mungkin bisa dibaca dulu tulisan Sapto Waluyo yg dikutip disini: http://irfansb.blogdetik.com/2009/05/28/kritik-untuk-buku-ilusi-negara-islam/

    Silakan dilanjut ustadz… pilpres makin dekat.

  11. Musafir Laut berkata:

    @ Bramantya :
    Terima kasih atas informasi link-nya. Saya kira artikelnya Pak Sapto Waluyo cukup tajam dan berimbang.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: