Karakter Munafik Andi Malarangeng

Dulu… orang munafik itu pintar-pintar. Mereka pandai membungkus kemunafikannya, sehingga sulit dilacak siapa saja yang munafik? Umar bin Khattab Ra. sampai tidak mengenali siapa-siapa saja di antara kaum Muslimin di jaman Nabi Saw yang disebut munafik. Mereka pandai menyembunyikan hakikat ideologinya, sehingga sulit dikenali.

Tapi di jaman ini, “seni kemunafikan” itu mengalami kemerosotan sangat hebat. Mudah sekali kita mengenali apakah seseorang munafik atau tidak? Hal ini bukan karena kita makin pintar dalam mengidentifikasi kemunafikan itu, tetapi orang-orang munafik tersebut yang justru “obralan” menampakkan ciri-ciri kemunafikannya.

Nabi Saw menyebut, “Ayatul munafiqina tsa-la-tsah. Idza ahda-tsa kadz-dzaba, wa idza wa’ada akhlafa, wa idza’tumina khana” (ciri orang munafik itu tiga. Kalau bicara, bohong; kalau janji, ingkar; kalau dipercaya, khianat).

*****

Akhir-akhir ini masyarakat sedang ramai membicarakan pernyataan Andi Alfian Malarangeng ketika kampanye di Makassar. Dalam orasinya Andi Malarangeng antara lain mengatakan, bahwa saat ini belum waktunya orang Sulawesi Selatan memimpin Indonesia. Figur yang dianggap paling tepat memimpin Indonesia saat ini –menurut Andi Malarangeng– adalah SBY-Boediono. Ungkapan-ungkapan inilah yang mengundang banyak kecaman, terutama di Sulawesi Selatan sendiri.

Saya tidak akan masuk ke pembahasan soal konflik Andi Malarangeng dan rakyat Sulawesi Selatan itu. Tetapi saya ingin melihat salah satu materi kampanye Andi yang sangat penting. Tepatnya materi filosofi rakyat Bugis/Makassar yang disampaikan oleh Andi dalam bahasa setempat itu. Disini akan kita dapati sebuah pelajaran yang sangat menarik.

Saya tidak mengerti bahasa Bugis/Makassar. Jadi, tidak paham apa yang disampaikan Andi Malarangeng itu. Tetapi saya paham tafsiran kalimat ini, sebagaimana yang dijelaskan oleh Andi Malarangeng sendiri.

Setelah mengungkapkan filosofi dengan bahasa daerah. Andi menjelaskan, kurang lebih pengertiannya: Rakyat Bugis/Makassar itu berpegang kepada prinsip/hukum/nilai, bukan mencari kekuasaan.

Dengan filosofi tersebut, Andi meyakinkan masyarakat daerahnya, agar mereka mau berkorban, tidak mengejar kekuasaan (misalnya dengan menjadi Presiden RI). Cukuplah rakyat Makassar berkorban terus, demi prinsip/hukum/nilai yang diyakininya. Tanpa harus berambisi mengejar jabatan/kekuasaan. Begitulah kira-kiranya maunya Andi Malarangeng.

Coba renungkan kembali pandangan yang dilontarkan Andi Malarangeng di atas! Mohon renungkan lagi, renungkan, dan sekali lagi renungkan! Hal ini penting, sebelum kita masuk ke pembahasan selanjutnya.

Singkat kata, bagi Andi Malarangeng, sudah menjadi kewajiban moral rakyat Bugis/Makassar untuk terus berkorban, demi prinsip/hukum/nilai. Bukan mengejar kekuasaan, tidak perlu ambisi jadi Presiden, persilakan orang lain jadi Presiden RI, jangan putra asal Sulawesi Selatan.

Secara moral, apa yang diungkapkan Andi Malarangeng sangat bagus, high morality class, special, heroic, very-very emphatic. Sungguh, andai para pejabat nasional memegang prinsip seperti pernyataan yang diungkap Andi Malarangeng, negeri ini akan lebih cepat menjadi makmur. Saat itu masyarakat lebih peduli dengan kebaikan bersama, bukan memburu ambisi sempitnya masing-masing.

Namun…lha ada namunnya…

Ya, namun, bagaimana lebih jujur memahami pandangan yang dilontarkan Andi Malarangeng itu?

Cara terbaik memahami ungkapan tersebut adalah: LIHAT PADA PERILAKU ANDI MALARANGENG SENDIRI !!!!!

Berikut ini cara memahami pernyataan Andi Malarangeng tersebut secara lebih jujur:

[o] Andi Malarangeng membuat pernyataan kontroversial di depan kampungnya sendiri, dalam rangka kampanye mendukung pasangan SBY-Boediono. Artinya, posisi Andi disana adalah dalam barisan orang-orang yang sedang berjuang merebut kekuasaan. Padahal, dia mengatakan, orang Bugis/Makassar itu sebaiknya tidak ambisi dengan kekuasaan.

[o] Begitu fanatiknya Andi Malarangeng dalam membela SBY-Boediono, sampai merendahkan martabat kaumnya sendiri. Katanya, orang Sulawesi Selatan belum saatnya memimpin Indonesia.  Begitu sangat ambisiusnya dia pada kekuasaan yang akan diraih SBY-Boediono, sampai melecehkan martabat kaumnya sendiri. Padahal kata dia, seharunya orang Makassar itu lebih pro kepada prinsip/hukum/nilai. Sementara dia sendiri sangat ambisius dalam mendukung pencapaian kekuasaan.

[o] Begitu sangat gelisahnya Andi jika SBY-Boediono gagal merebut kekuasaan, sampai dia secara tidak langsung menyerang kandidat Jusuf Kalla yang berasal dari Sulawesi Selatan. Padahal kalau benar-benar Andi tidak pro kekuasaan, jelas dia akan menyingkir dari salah satu tim kampanye Capres. Ini tidak. Menyuruh warga Bugis/Makassar jangan ambisi jabatan, sementara dia sendiri sangat nafsu dengan hal itu.

[o] Kalau kita flash back ke belakang. Setelah partai Andi Malarangeng keok dalam Pemilu 2004 lalu, dia pun merapat ke pasangan SBY-JK ketika itu. Bahkan kemudian Andi ditunjuk sebagai Jubir Kepresidenan. Itu artinya, selama 5 tahun terakhir, Andi Malarangeng melihat dengan mata kepalanya sendiri, bahwa putra Bugis/Makassar menjadi pemimpin nasional. Meskipun posisinya bukan RI-1, tetapi beliau RI-2. RI-2 itu posisi kepemimpinan nasional, lho. Itu bukan sembarangan. Untuk orang bergelar doktor politik seperti Andi Malarangeng, apa dia tidak bisa melihat selama 5 tahun, selama menjadi Jubir Kepresidenan, bahwa sosok Jusuf Kalla itu sudah qualified sebagai pemimpin negara? Jadi, selama 5 tahun menjadi Jurbir Kepresiden itu, kerja Andi apa ya? Masak tidur melulu sih… Tidak terbayangkan, JK menjadi pemimpin nasional di depan mata Andi sendiri, selama 5 tahun. Kok yang begitu diingkari? Aneh…

[o] Katanya, Andi tidak suka dengan pandangan sebagian masyarakat Bugis/Makassar selama ini, bahwa mereka harus memilih tokoh pemimpin dari asal daerah mereka sendiri. Sampai Andi mengatakan, “Ini bukan pemilihan gubernur Sulsel!” Tapi masalahnya, pilihan rakyat itu, apapun alasannya, ia dibenarkan menurut teori demokrasi. Demokrasi dimanapun menerima alasan pemilihan pemimpin karena faktor kesamaan agama, asal daerah, almamater sekolah, dll. Itu sah-sah saja, selama tidak memaksa yang memilih dan tidak ada teror dalam bentuk apapun. Sebagai sosok “pengamat politik” terlalu naif bagi Andi untuk menolak cara keberpihakan emosional itu. Malah sejujurnya, ada puluhan juta kaum wanita Indonesia, mereka memilih SBY lebih karena “ganteng” dan “gagah” saja. Ini lebih mengerikan, daripada pertimbangan asal daerah.

Nah, itulah seorang Andi Malarangeng. Dalam satu waktu dia ngajari orang bersikap moral. Tetapi pada saat yang sama, dia tampakkan dirinya amat sangat rendah komitmennya terhadap apa yang dia ucapkan sendiri.

Jujur saja, selama 5 tahun terakhir, saya lebih banyak mengeluh kalau mendengar mulut Andi Malarangeng bergerak-gerak. Isinya, sebagian besar hanya berupa pujian kepada SBY. Sedikit pun tidak ada kritik, koreksi, atau klarifikasi. Putih semua, bagus semua, tanpa cacat. Males….dengernya.

Itu dulu dech… Selamat berjuangan secara fair di dunia politik.


Iklan

32 Responses to Karakter Munafik Andi Malarangeng

  1. imi surya putera berkata:

    Saya berpendapat, Andi Mallarangeng itu jujur, dengan mengatakan belum saatnya orang sulawesi selatan memimpin Indonesia.
    Dan lebih jujur lagi pernyataannya Ruhut Sitompul mengenai warga keturunan dari Timur Tengah itu.

    Saya sebagai orang Kalimantan, meski orang2 kami tidak bodoh2 amat, seandainya ada yang mengatakan seperti Andi Mallarangeng, saya tidak sakit hati apalagi sampai demo. Saya pribadi melihat fenomena seperti ini sebagai alat adu domba, sementara yang korban rakyat kecil. Siapapun, dari etnis apapun asal WNI yang akan jadi Presiden, tak masalah asal tetap berpegang dan menjalankan konstitusi.

    Salam dari tenggara kalimantan, http://www.imisuryaputera.co.nr

  2. alfian under attacked.... berkata:

    Orang ini memang patut sekali mendapat “AWARD of SBY MINDED”..
    Kalau di lihat dari berbagai “performance” nya di setiap acara debat politik di televisi saya bilang sih, justu ia lebih “SBY” dari “SBY” itu sendiri.
    Begitulah gaya bicara “seseorang, yang ada dalam otaknya hanyalah apa yang akan memenuhi perutnya saja, maka cara berfikirnyapun tak jauh berbeda dengan apa saja yang keluar dari isi perutnya ….

  3. nusantaraku berkata:

    Belum saatnya orang kulit hitam jadi presiden Amerika 2009. Apakah Anda-anda setuju?
    Tidak saatnya orang Aceh bayar pajak?
    Belum saatnya orang Bugis menjadi pahlawan seperti Hasanuddin?
    Belum saatnya orang Batak menjadi Profesor?
    —-
    Bangkit dan sadar-lah wahai manusia yang berhati nurani, yang berakal budi, yang berjiwa sosial.
    Begitu lancangnya seorang manusia menilai kapabilitas hanya dari suku atau agama.
    Begitu lancangnya seorang manusia mendiskreditkan kodrat Tuhan atas kelahiran manusia sebagai suku ini atau itu?
    Sadarkah kalian wahai manusia?
    Apakah karena mata hati kalian sudah dibutakan karena mendewakan seorang sosok?
    Begitu arogankah manusia Indonesia saat ini? Semoga keadilan, kebenaran, atau Tuhan memberi secercah cahaya…

  4. kopral cepot berkata:

    Ada apa di “otak kepala” AM ini … ?? latar akademisi nya dah ngak ada lagi …

    http://serbasejarah.wordpress.com/2009/07/06/heboh-email-a-mallarangeng-yg-bocor/

    Salam

  5. Luqman berkata:

    Ah….mas. Jangan suka menunjuk orang lain sebagai jelek, munafik dan sebagainya. Sebab, saat anda tengan menunjuk seseorang, 3 jari anda akan menunjuk diri anda sendiri. Dan artinya anda 3 X lipat lebih buruk dari orang yang anda tunjuk. Mengapa kita tidak bisa sabar, saudaraku ? Sudahkan anda melihat rekaman ucapan AM di TV One ?

  6. Abdorrakhman Gintings, Ph.D. berkata:

    Saudara Andi Malarangeng. Sebelum anda terjun ke politik praktis, saya kagum dengan analisis akadmeik anda. Tetapi setelah gagal membangun PDK bersama Ryas Rasyid kelihatan anda mulai ambisius, opportunis dan sekarang malah megalomania. Anada tidak lagi menghargai nilai-nilai akademik dalam ucap dan tindak anda. Hanya satu yang anda tujua, ingin mendapat sesuatu dari SBY. Anda dan adik-adik anda sama dan bekerjasama untuk membangun citra bahwa anda bersaudara yang membesarkan SBY. Kalau anda mampu mengapa di PDK anda gagal? Yang pasti SBY lah yang membesarkan anda. Hati-hati dengan perilaku kalian. Kalian merusak potensi akademik yang unggul hanya untuk jabatan dan popularitas semu. Kasihan!

  7. abisyakir berkata:

    @ Pak Abdorrakhman Ginting.

    Selamat datang ke blog kami yang sederhana ini, Pak doktor. Semoga berkenan. Kalau ada kritik dan masukan, insya Allah akan diterima dengan tulus. Semoga apa yang disampaikan bermanfaat. Amin.

    AMW.

  8. hari berkata:

    saya dulu sangat mengagumi AM sebagai pengamat politik yang analisanya tajam, tetapi setelah menjadi jubir president AM analisanya sangat-sangat tumpul..yang di tanyakan apa ,jawabannya apa.
    saya sangat kasihan banget dengan AM masih muda kok sudah pikun

  9. hari berkata:

    andi malarangeng&ruhut situmpul, muka manis,mulut manis,kumis manis tapi hatinya busuk,pantes aja lo penjilat haram, hutangnya juga ratusan triliun, blum uang negara yg lainnya yg ga jelas kmana,blum juga dari pihak luar yg ngedikte lo, mana kpk? di ompongin ma lo,takut dipriksa gara2 dana alat pemilu, bom marriot itu juga jgn2 kerabat lo yg pro neolib yg mau mau nakut2in &mengalihkan wacana pemilu yg ga jurdil ,pantesan aja berita skrg bom lagi bom lagi,mana berita kecurangan pemilunya yg bermasalah ditps&tempat2 daerah lainnya,,? jgn2 media &wartawan lo suap semua,siapa lg yg mau lo suap? aparat, mk,suap aja semua, gede modal ini ko grup lo, APA KEBERHASILAN LO SAAT INI?HANYA BLT,,ITUPUN MENDADAK AKAN PEMILU DARI HASIL NGUTANG LUARNEGRI,,MANA LAPANGAN KERJA N KESEJAHTERAAN?TIDAK EFISIEN DAN TIDAK PROPESIONAL LO OTAKNYA,MAU DIKTE,ROYAL MEMANFAATKAN UANG,PEMBODOHAN PUBLIK,BIKIN PENDERITAAN RAKYAT,HTANG SMAKIN BESAR,HARGA2SMAKIN MAHAL BERKALI LIPAT PER LIMA TAHUN,banyak rakyat yg mati stres bunuh diri gila,susah makan enak,mahal bayar sekolah,bayar listrik,bayar air,bayar pajak,makan nasi aking gara2 otak lo, kena Azab dari rakyat baru tau lo!

  10. z4yy berkata:

    Saya sependapat bahwa andi malarangeng dan saudara2nya adalah jenis orang2 penjilat di negri ini..

  11. Abdorrakhman Gintings, Ph.D. berkata:

    Terimkaasih editor atas dimuatnya komentar saya. Saya tidak berniat negatif dengan kritik saya tetapi saya berusaha mengingatkan kepada yang saya kritik untuk yang lebih baik. Blog ini sangat bermanfaat sebagai forum saling mengingatkan termasuk kepada Saudara Andi M bersaudara. Diakui atau tidak, politik praktis menyembunyikan kebenaran akademik dibelakang keinginan untuk menang.

  12. hasan el basry bonaress berkata:

    semua politisi rata2 banyak melakukan kebohongan2 demi kepentingan dan ambisi partainya, jadi tak perlu heranlah jika ada orang baik2, alim, pinter katanya perduli ama rakyat tiba2 menjadi bajingan paling tengik, penjual nama bangsa, tanah air dan sebagainya semua itu dilakukan demi kekuasaan dan selelmbar rupiah yang ingin di dapat salam. ketua forum penyelamat bangsa

  13. Abdorrakhman Gintings, Ph.D. berkata:

    Sekarng Andi Malarangeng telah memperoleh upahnya dalam mendukung SBY ke tampuk kepmimpinan RI. Dia udah jadi menteri. Dia bertiga dengan saudaranya telah melakukan apa saj untuk memenangkan pak SBY. Mengenai orang Sulsel belum mampu, mingkin yang mampu adalah Rizal Malarangeng pada Pemilu 2014 setelah tidak dapat penggemar Lewat save the Nation nya tahun kemarin. Untuk itu mereka 3 bersaudara telah menitipkan Rizal ke Partai Golkar. Mungkin ini ilmu yang diperoleh ketika menuntut ilmu politik di USA.

  14. abisyakir berkata:

    @ Pak Abdurrahman Gintings:

    Pak, makasih masih concern dengan topik Andi Malarangeng. Kemarin saya lihat dialog di TVOne, Andi Malarangeng dan Fajroel Rahman. Ya Allah, disitu Andi Malarangeng benar-benar muter-muter gak karuan. Gasing saja mungkin kalah mumet-nya dengan dia.

    Dia dibilang jangan main tuduh terhadap aksi 9 Desember, yang kata dia kemungkinan diboncengi kekuatan politik tertentu. Tetapi berkali-kali dia bilang, “Saya hanya mengingatkan anak-anak muda.” Tetapi kemudian diulang-ulang, “Hati-hati ada penumpang gelap dalam aksi 9 desember.” Mungkin ada 10 kali dia bilang kalimat seperti itu.

    Satu sisi, katanya tidak menuduh. Di sisi lain, terus mengulang-ulang, “Hati-hati ada penumpang gelap.” Orang ini kayak senewen sekali, dia tak bisa tunjukkan bukti, tidak mau disuruh hadir dalam aksi biar melihat sendiri. Tetapi terus mengulang-ulang, “Hati-hati penumpang gelap.” Saking kesalnya, sampai Fajroel Rahman mengatakan, “Barangkali Bang Andi sendiri ini penumpang gelapnya.”

    Itulah manusia ya, kalau hidupnya sudah dijual dengan uang. Dia tidak bisa menampakkan dirinya sebagai manusia sejati, manusia bermoral, berhati nurani. Na’udzubillah min dzalik.

  15. Abdorrakhman Gintings, Ph.D. berkata:

    Dalam bahasa Inggerisnya dia itu megalomania, seperti katak merasa jadi lembu. Membesar-besarkan diri lebih dari dirinya. Dia bilang untuk kali ini belum ada orang sulsel pantas jadi presiden, tapi secara diam-diam dia seperti Alex Ferguson, yang selalu merekrut pemain lawan yang bagus dan menyimpannya agar tidak menyluitkan MU. Dia benamkan JK agar salah satu dari Mallarangeng bersaudara muncul di 2014 sebagai orang sulsel yang layak. Benar-benar gak tau diri mereka.Ingat, jauh sebelum kampanye Pemilu dimulai Rizal sudanh memunculkan diri lewat Save The Nation di TV malah memasang gabarnya di depan Jembatan Semanggi. Mereka merasa dengan cara itu sudah bisa meyakinkan mereka pantas jadi presiden? Sayang sekali, itulah katak ingin jadi lembu. Celakanya, SBY terpesona pula atas jilatan 3 bersaudara tersebut. Jadi runyam sekarang kan? Padahal SBY-JK masih yang terbaik.

  16. Abdorrakhman Gintings, Ph.D. berkata:

    Teebukti tidak terbukti ada penumpang gelap kecuali di Makasar yang mungkin penumpang gelapnya konco bung Andi M.Numpangnya justru bukan untuk merusak buat kepentingan anti SBY tetapi justru merusak mungkin untuk kepentingan tim sby agar ada alasan mendiskeredit gerakan murni anti korupsi.

  17. Abdorrakhman Gintings, Ph.D. berkata:

    AM menjadi Menpora. Cocoklah, dia mewakili Ikatan Pencak Silat Indonesia, spesialisasi Silat Lidah dan Atletik spesialisasi Kutu Loncat!

  18. abisyakir berkata:

    @ Pak Abdorrakhman Ginting…

    Bapak bisa-bisa aja. He he he…. lucu.
    Semoga sabar mengamati terus gerak-gerik Malarangeng. He he he…

    AMW.

  19. Abdorrakhman Gintings, Ph.D. berkata:

    Lumayan juga nonton badut politik seperti AM sehingga kita terus mawas diri. Sekarang dia lagi mau imbangi Schumy bersaudara yang dua orang kakak beradik berkiprah di F1. Mallarangeng bersaudara memecah rekor dengan 3 bersaudara berkiprah di Formula 3 atau F3; 1; Loncat, 2; Jilat dan 3; Jadi

  20. Abdorrakhman Gintings berkata:

    Kemarin malam Andi berdialog di salah atu statsion TV terkait dengan Gerakan 28 Januari dan progra 100 hari SBY. Dalam satu kesempatan dia tanpa malu menyampaikan bahwa keberhasilan RI di Sea Games menduduki posisi 3 pengumpulan Medali di SEA Games Laos merupakan salah satu eberhasilannya dalam program 100 hari. Kasian Menpora sebelumnya, selama 5 tahun bekerja hasilnya di claim oleh AM sebagai karya 100 harinya. Ketika di tanya tentang perhatiannya ke Bonek tidak seserius dengan perhatinnya ke demo 28 Januari, dia hanya mesem mesem dan men jawab berputar seperti gasing lagi.

  21. abisyakir berkata:

    @ Pak Abdorrakhman Ginting…

    Pak terima kasih, karena masih concern dengan “orang itu”. Saya hanya bisa senyum-senyum, membaca “kisah gasing” itu. Yah, begitulah memang manusia. Kalau Bapak memiliki artikel yang cukup lumayang tentang “itu orang”, silakan kirim saja. Siapa tahu bisa dimuat disini. Salam hormat dan tetap istiqamah dalam kebaikan. Amin. Wassalamu’alaikum.

    AMW.

  22. Abdorrakhman Gintings berkata:

    Nah, sekarang kamu ketauan tidak ada apa-apanya.Mau jadi Ketim PD aja enggak kepilih banget, apalagi meu jadi Presiden RI tahun 2014? Padahal udah menjilat SBY melalui Ibas, dan menjelekan suku sendiri di Pilpres 2009 yang lalu. Tadinya berharap pemilihan pake ICT supaya bisa menang seperti ketika memenangkan PD di Pemilu 2014. tapi enggak disetujui ya pakai manual jadi ketauan AM menjadi Aku Malu enggak kepilih!

  23. Sutris mojokerto jatim. berkata:

    Jgan suudhon lo smua..jgan2 u sndiri yg bjingan.munafik,..ngomong diator.buat bp.andi maju teruz pak.

  24. Knpa saudara2 smua sirik ma bp.andi..?pantez gk u ngmong2 sprti itu..liat ja ntar.q ykin u dpt blzan…yg lbh jelas dri itu.buat bp andi.mju teruz pak.remaja jawatimur mendukungmu…

  25. Knpa saudara2 smua sirik ma bp.andi..?pantez gk u ngmong2 sprti itu..liat ja ntar.q ykin u dpt blzan…yg lbh jelas dri itu.buat bp andi.mju teruz pak.remaja jawatimur mendukungmu…merdeka

  26. Yoei berkata:

    Preatmi Nurastuti, mengatakan :
    Politik Praktis memang sarang dekadensi moral.

  27. Dan akhirnya terbukti siapa Andi Malarangeng bersaudara. Kita orang luar Jawa harus yakin bahwa palawan nasional itu bukan hanya P. Diponegoro tetapi jugaHasanuddin, Pa.Hidayatullah, Tjut Nyak Dien, dll. AM bilang JK belum pantas jadi presiden karena dia mau bilang ntar yang jadi Presiden RI adalah AM alias dirinya sendiri. Dia udah berhasil menjad calon Presiden Lapas.

  28. Maaf teman dari Kalimantan yang frendah diri. Ko sebodoh itu anda, merasa orang jawa lebih maju. kalau dulu Belanda tidak membangun pusat VOC di Batavia tetpai di Banjarmasin, maka ibukota RI sekarang mungkin saja di situ mas. Kerajaan Mulawarman tidak lebih kecil dari Mataram.

    Buat saudaraku dari Luar Jawa, penjajahan merupakan salah satau pengantar lahirnya NKRI. Oleh sebab itu penjajahan Belanda sngat mewarnai kondisi sosial politik bangsa ini. Sebagai contoh, kemajuan infrastruktur di Jawa lebih maju dari luar Jawa karena penjajahan selama 350 tahun lebih lama di jawa dan luar jawa baru mulai dijamah Belanda pada awal abad 19 karena perkembangan teknologi terutama otomotif yang memerlukan minyak utk BBM dan Karet untuk ban mobil. Bisa dibayangkan kalau kebutuhan itu muncul bersamaan dengan rempah-rempah, maka Kalimantan salah satau primadona Belanda. dapat dibayangkan betapa majunya sekarang Kalimantan termasuk cara berfikir yang tidak minder seperti saudara yang kasih komentar jawa lebih maju. Belajarlah sejarah kawan.

    Coba amati, patung-patung pahlawan yang dibesarkan dan dipajang di ibukota Jakarta hanya Pahlawan Jawa yaitu Diponegoro, sedangkan Tuanku Imam Bonjol tidk padahal Jalan Diponegoro bersebelahan dengan Jalan T. Imam Bonjol. Kalau kita obyektif secara saintifik bukan semata-,ata memperjuangkan kemerdekaan ketika melawan Belanda tetapi untuk menjadi raja mataram. Dia dianggap tidak berhak karena anak selir. Makanya tidak pernah Keraton Yogyakarta memperingati atau membesarkan P. Diponegoro. Tidak adil kan?

    Kapan ada patung pahlawan dari luar jawa di jakarta? Kita tunggu sebagai bukti Sumpah Pemuda dan Bhineka Tunggal Ika.serta perwujudan NKRI.Ingat NKRO bukan hanya daerah manut ke Jawa, tetapi Jawa juga memberikan hak ke luar Jawa.

    (Disatukan komentar oleh Admin).

  29. abisyakir berkata:

    @ Abdurrahman Ginting…

    Ya Pak setuju dengan inti idenya, bahwa siapapun, di pulau manapun, kalau lebih unggul; dia lebih layak memimpin. Hal itu seperti sabda Nabi Saw: “Khiyarukum fil jahiliyah khiyarukum fil islam idza faqahuu” (sebaik-baik kalian di zaman jahiliyah, menjadi yang terbaik di zaman Islam, jika dia memahami ilmu agama).

    Admin.

  30. Terimaksih Pak Syakir atas editingnya. Kalau Indonesia mau maju dan bertahan sebagai sebuah negara bersatu, kesempatan diberikan kepada yang mampu bukan kelompok. Habibie pernah mengingatkan, kalau Jerman tidak melihat kemampuan, maka saya tidak pernah menjadi wakil presiden perusahaan besar di Jerman. Jerman sadar, keunggulan harus dibangun oleh keunggulan, bukan kelompok.

  31. Yang jelas telah terbukti sekarang apa ambisi Mallarangeng bersaudara. Allah telah membukakan kedoknya. Maka,dia telah membunuh karakternya seendiri dan engga mungkin lagi jadi orang bugis pertama yang jadi presiden RI. Malah mungkin masuk bui. Kasihan! kata orang Makasar AM itu bassung ke JK agtau bahasa Bugis AM itu mabusung ke JK. Alias kualat!

  32. abisyakir berkata:

    @ Abdorrakhman Gintings…

    Keunggulan harus dibangun oleh keunggulan, bukan kelompok.”

    ==> Benar Pak, setuju 100 %.
    Kata Rasulullah Saw: “Khiyarukum fil jahiliyah, khiyarukum fil Islam, idza faqahuu” (yang terbaik dari kalian di zaman jahiliyah, akan jadi terbaik di zaman Islam, kalau dia paham agama).

    Admin.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: