Ayo Istirahat Politik…

Kekalahan Capres-Cawapres dukungan ormas-ormas Islam menurut versi quick count berbagai lembaga surve, membekaskan kesedihan tersendiri dalam hati. Seolah antara percaya dan tidak. Apalagi suara kandidat itu sangat kecil, jauh dari perkiraan semula. Bahkan jauh dibandingkan berbagai surve atau pooling menjelang Pilpres.

Secara pribadi, hal ini membekaskan kekecewaan besar dalam hati saya. Padahal pasangan Capres dan Cawapres itu sangat diharapkan akan bekerja maksimal membangun martabat masyarakat Indonesia. Terlalu jauh mengharapkan beliau akan mendirikan negara Islam, terlalu jauh itu. Ya kita sama-sama tahulah. Harapan bagi beliau, bagaimana agar Indonesia ini menjadi bangsa yang mandiri, “Dengan bekal otot dan akal bangsa sendiri!” Hanya itu belaka!

Dengan kekalahan ini, tampaknya saya akan mulai mundur teratur dari tema-tema politik praktis. Saatnya kita istirahat dari masalah politik, dan menekuni kesibukan dakwah Islam kembali. Menerangi Ummat dengan ilmu-ilmu yang bersumber dari Kitabullah dan Sunnah, serta melakukan pelatihan-pelatihan pemberdayaan SDM. Ibaratnya, back to basic kembali. Nantilah, kalau misal ada kesempatan politik yang baik dari kalangan Ummat ini, kita akan ikut melakukan penerangan lagi. Ya, bantu-bantu semampunya. Tapi praktis dalam 5 tahun ke depan ini kayaknya kami akan lebih banyak istighfar dan bertaubat kepada Allah. (Allahumma amin).

Insya Allah, menjelang Ramadhan blog abisyakir.wordpress.com akan “terminal” dari updating, seperti yang telah saya sampaikan sebelumnya. Jujur saja, kekalahan kandidat di atas membuat saya lebih ingin cepat-cepat menarik diri dari isu-isu publik seperti ini. Semoga Allah memaafkan, kalau kami salah dan keliru. Ya Allah janganlah Engkau bebankan kepada kami beban yang kami tak sanggup memikulnya. Sesungguhnya Engkau Maha Santun dan Maha Penyayang. Allahumma amin.

Ayo istirahat politik… Mau?

AMW.

Iklan

3 Responses to Ayo Istirahat Politik…

  1. Musafir Laut berkata:

    Assalaamu’alaikum wr. wb.

    Ustadz, tampaknya Antum terlalu berharap banyak terhadap perubahan politik saat ini. Akhirnya berujung pada kekecewaan. Seperti yang pernah ana kemukakan terdahulu supaya sebaiknya Antum juga mengupas topik-topik keislaman kontemporer lainnya, dan tidak melulu berbicara tentang politik.

    Ana berharap Antum tetap aktif menulis di blog ini meskipun tidak seaktif sekarang. Cukup sedikit ustadz-ustadz yang mau meluangkan waktunya untuk menulis blog apalagi buku. Meskipun ana tidak mempunyai kapasitas ilmu untuk menulis, ana paksaan tetap menulis sekecil apapun. Ana ingin seperti kepiawaian Antum dalam menulis.

    Wassalaamu’alaikum wr.wb.
    ~ML~

    NB :
    Tidak lama lagi Antum pun akan mengetahui profil ana.

  2. abu naura berkata:

    …..memberi pencerahan, penerangan pada ummat tidak harus lewat pidato, tabligh akbar di masjid – masjid.
    Justru lewat media ini, sungguh banyak men-describe secara elegant sisi lain tausiyah ,dauroh atau apapun namamya ustaaaadz, please don’t let us go, …keep spirit for fighting : kebathilan, penyimpangan, kemungkaran, ketimpangan sosial,… etc.

  3. abisyakir berkata:

    @ Abu Naura.

    Njenengan ini tinggal di Solo ya? Solo gang berapa ya…

    Akhi rahimakallah wa ahlakum ajma’in. Mohon maaf, ana tidak bisa terus stay in dalam media seperti ini. Ya, sesekali menengok tidak apa-apa. Tetapi untuk concern 100 % agak sulit. Afwan bikum katsira. Mending kita shilaturahim di darat saja. Gimana kalau komunikasi via e-mail? Kalau Allah ijinkan, moga kita bisa bersua di “alam nyata”. He he he… Maksudnya, bukan via online ini. Amin.

    Sekali lagi afwan. Ini sudah direncanakan berbulan-bulan lamanya sebelum saat ini.

    Akhukum fi rahmatil Islam

    AMW.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: