Mengapa Muslim Indonesia Menderita?

Bismillahirrahmaanirrahiim. Alhamdulillah Rabbil ‘alamiin. Was shalatu was salamu ‘ala Rasulillah Muhammad wa ‘ala alihi wa ashabihi ajma’in. Amma ba’du.

===>>> Tidak ada yang membuat masyarakat Indonesia menderita, selain dirinya sendiri <<<===

Sejujurnya, saat ini kami merasakan kesedihan besar menyusul hasil Pilpres 8 Juli 2009 yang menurut quick count menangkan pasangan SBY-Boediono. Kami sedih bukan karena marah ke diri SBY, atau karena gagal mendapat keuntungan politik, atau karena kandidat pilihan kami kalah di Pilpres. Kami sedih memikirkan masa depan kaum Muslimin ke depan. Bukan hanya dalam periode 2009-20014, tetapi setelah itu juga. Sebab pengaruh kepemimpinan politik itu sebenarnya tidak hanya sebatas 5 tahunan saja, bisa panjang ke depan.

Tetapi alhamdulillah, melalui Pilpres 8 Juli 2009 ini, kita diberitahu oleh Allah suatu PENGETAHUAN BESAR yang sangat bernilai dan berarti. Jangan sampai pengetahuan ini dilupakan atau diabaikan. Mungkin inilah salah satu hikmah besar di balik kekalahan kandidat Presiden yang didukung kalangan dakwah Islam.

Hikmah apakah itu?

Ternyata, sebagian besar kaum Muslimin di Indonesia ini -maaf beribu maaf- ORANGNYA BODOH-BODOH. Mayoritas kaum Muslimin di Indonesia bisa dikatakan bodoh dan lemah. Hal itu sangat mudah kita pahami dari melihat hasil Pileg 9 april 2009 lalu dan Pilpres 8 Juli 2009 kemarin.

Saya menolak anggapan, bahwa rakyat Indonesia “sudah cerdas-cerdas”. Tidak, saya tidak mengakui klaim itu. Kebanyakan masyarakat kita masih bodoh-bodoh. Daya ingatnya lemah, nalar kritisnya lemah, daya analisisnya kurang, sifat percaya dirinya lemah, rasa keberaniannya lemah.

Sebuah sample yang paling mudah. Di jaman SBY berkali-kali terjadi bencana besar. Rakyat Indonesia menyaksikan dengan mata kepalanya sendiri. Bahkan sebagian mereka menjadi bagian dari korban bencana itu. Tetapi semua bencana ini seperti tidak berarti di mata mereka. Padahal bagi orang beriman, hal itu adalah aib besar yang seharusnya tidak terjadi. Masyarakat seperti lupa segala-galanya, hanya karena memori mereka dipengaruhi secara massif oleh iklan-iklan pencitraan luar biasa di TV-TV. Ini contoh mudah.

Di mata masyarakat, wajah ganteng, penampilan gagah, bahasa kalem, ucapan “alhamdulillah, insya Allah, Allah SWT”, slogan kesantunan, pendidikan gratis, dll. itu lebih menarik ketimbang: kemandirian bangsa, sikap tegas, keberpihakan ke bangsa sendiri, ekonomi kerakyatan, dan sebagainya. Mungkin, sinetron-sinetron telah mendidik bangsa ini menjadi orang-orang manja, melankolik, mendayu-dayu. Karakter tegas, pembelaan, sikap patriotik, lugas, berkata apa-adanya, dll. menjadi tidak menarik lagi.

Tentang fenomena kebodohan mayoritas kaum Muslimin ini ada data-data pendukungnya. Antara lain sebagai berikut:

[o] Para pakar menyebut, memori orang Indonesia itu sangat pendek. Sri Mulyani menyebutnya dengan ungkapan, short memory lost. Saya mendengar penilaian ini dari berbagai sumber.

[o] Dalam salah satu debat tim sukses Capres di TV, Max Sopachua dari tim sukses SBY pernah menyanggah soal isu NEOLIB. Kata dia, masyarakat tidak tahu-menahu soal isu NEOLIB. Yang penting bagi mereka, sekolah gratis, kesehatan gratis, BLT, dan lain-lain.

[o] Banyak tokoh-tokoh nasional yang mengatakan, problem terbesar bangsa Indonesia hanya dua: kemiskinan dan kebodohan. Kemiskinan berarti lemah ekonomi, kebodohan berarti lemah ilmu.

[o] Dalam kata pengantar buku politik karya Durorudin Mashad, Eep Saefullah Fatah menulis sekian banyak sifat-sifat kelemahan Ummat Islam Indonesia. Apa yang disebutkan oleh Eep itu (selain masalah teori konspirasi) cenderung sesuai kenyataan.

[o] Menurut indeks kualitas hidup manusia yang dikeluarkan UNDP. Tingkat kualitas hidup masyarakat Indonesia ada di posisi 112 (atau sekitar itu). Bersaing dengan negara-negara seperti Laos, Vietnam, Kambodja, dll.

[o] Data dari para pengamat perbukuan. Potensi peminat buku di Indonesia itu, untuk semua jenis buku, dari total penduduk sekitar 225 juta, hanya sekitar 1 juta orang saja. Itu artinya, kurang dari 0,5 % dari total para penduduk Indonesia. Ini adalah prosentase yang sangat kecil.

[o] Orang Indonesia mau dibeli pilihan politiknya dengan uang Rp. 50.000,- atau Rp. 100.000,- yang diberikan sebelum pelaksaan Pemilu. Hal itu bukan hanya dalam Pemilu nasional, tetapi dalam Pilkada-pilkada. Kasus money politik sampai saat ini masih ada.

[o] Ketika ada iklan “sekolah gratis”, masyarakat sama sekali tidak kritis. Benarkah semua sekolah sudah gratis? Benarkah semua SD, SMP, SMU, SMK, dari Sabang sampai Merauke sudah gratis? Tidak sama sekali. Untuk SD saja tidak menjangkau semua sekolah SD di seluruh Indonesia, untuk SMP baru gratis tahun 2008. Itu pun hanya untuk SMP Negeri.

[o] Sebagian besar masyarakat Indonesia dihinggapi rasa minder sebagai bangsa Indonesia. Mereka malu sebagai bangsa dengan postur pendek, hidung pendek, kulit coklat, rambut lurus. Mereka sangat mengagumi para selebritis yang berpenampilan kebarat-baratan. Bangsa ini telah dilanda inferiority complex terhadap ras Amerika, Eropa, Arab, China, India, dan lainnya.

[o] Ada ratusan ribu kaum wanita Indonesia tersebar di berbagai negara, sebagai PRT (Pembantu Rumah Tangga). Di Malaysia sendiri, gaji TKW Indonesia dikenal lebih kecil dari TKW asal Filipina, Thailand, dan Vietnam. Kalau mereka cerdas dan berilmu, kok mau menjadi pembantu di luar negeri?

[o] Di Indonesia hampir tidak pernah terlibat gerakan rakyat semesta yang berpengaruh dalam proses-proses perubahan politik. Rata-rata hanya sejumlah kecil masyarakat saja yang terlibat. Dalam perang Kemerdekaan 1945, hanya para pejuang yang terlibat; dalam gerakan anti G30SPKI, rata-rata hanya mahasiswa, santri, dan militer yang terlibat; Reformasi 1998 juga kalangan mahasiswa dan para aktivis yang terlibat. Sebagian besar hanya memposisikan diri sebagai “konsumen”, bukan pionir perubahan.

[o] Rakyat Indonesia sangat suka menjadi PNS yang minim tantangan, dan takut menjadi wirausaha dengan hasil rizki tidak menentu. Anda bisa lihat, setiap ada test CPNS selalu sesak dengan orang-orang yang mau mendaftar. Gaji bulanan dan mendapat pensiun telah menjadi “Indonesian Dream”.

[o] Banyak orang Indonesia mengaku membenci korupsi. Tetapi kalau dia diberi jabatan, dia akan melakukan korupsi yang sama, bahkan lebih besar lagi. Jadi bedanya koruptor dengan bukan koruptor itu, hanya pada soal kesempatan saja. Sangat mengerikan!

[o] Bangsa Indonesia bisa “betah” dijajah selama 350 tahun oleh kolonial, adalah kenyataan yang sangat memilukan. Padahal sebelumnya mereka telah memiliki khazanah sejarah Sriwijaya, Majapahit, Samudra Pasai, Demak, dan lain-lain. Tentu hasil dari penjajahan itu sangat kuat pengaruhnya. Para pakar menyebutkan, hal itu menyebabkan timbulnya mental inlander (merasa sebagai kaum jajahan).

[o] Setelah merdeka dari kolonial Eropa dan Asia, ternyata bangsa Indonesia kemudian tidak benar-benar merdeka. Mereka menghadapi yang disebut New Colianialsm. Inilah kolonialisme ekonomi yang mengeruk kekayaan negara dan menjadikan bangsa ini terperangkan oleh hutang sampai ribuan triliun.

Dan bukti yang tidak terbantahkan, sangat sulit dibantah oleh siapapun yang berakal, yaitu PEMAHAMAN KEISLAMAN dari kaum Muslimin di Indonesia sendiri. Ada yang mengatakan, Islam masuk Indonesia sejak abad 13. Menurut versi Prof. Mansyur Suryanegara, Islam masuk Indonesia pada abad ke-7, ketika Rasulullah masih ada. Singkat kata, usia Islam di negeri ini sudah sangat tua. Setidaknya, 700 tahun lamanya.

Tetapi lihatlah, betapa buruknya PEMAHAMAN KEISLAMAN kaum Muslimin ini! Sampai saat ini, tradisi-tradisi Hindu peninggalan Majapahit dulu masih eksis, masih dipraktikkan dan diyakini. Begitu pula, keberadaan Islam di Indonesia seolah tidak mengubah karakter SDM masyarakat. Padahal dampak pertama, sebelum dampak-dampak lain dari keislaman seseorang, adalah kekuatan SDM.

Masyarakat Arab di era Nabi Saw., hanya membutuhkan waktu 23 tahun untuk membangun fondasi peradaban Islam yang cahayanya masih terang-benderang sampai saat ini. Lha ini, sudah 700 tahun Islam bercokol disini, tetapi pengaruhnya tidak jelas. Bayangkan, Wahyu pertama turun tentang Iqra’ (bacalah). Tetapi minat baca di negeri ini sangat rendah. Padahal mayoritas penduduk Indonesia adalah Muslim.

Dengan kondisi keislaman seperti ini, saya berprasangka: “Andai rakyat Indonesia benar-benar memahami kalimat ‘Laa ilaha illa Allah’ seperti yang dipahami oleh bangsa Quraisy di jaman Nabi waktu itu, mungkin mereka akan memerangi Islam seperti kaum Quraisy memerangi Nabi.”

Singkat kata, hasil Pilpres Juli 2009 -sesuai surve quick count- hanyalah memberi kita tambahan bukti-bukti, bahwa  masyarakat kita ini memang masih bodoh-bodoh. Mereka tidak bisa dengan baik mencermati track record suatu kepemimpinan dalam 5 tahun terakhir. Yang dilihat hanyalah hal-hal yang bersifat fisik, pencitraan, serta slogan-slogan yang bersifat semu.

Masyarakat kita itu ketika ditakut-takuti, “Awas jangan pilih calon anu. Nanti dia akan mendirikan negara Islam.” Atau misalnya, “Calon anu nanti akan mengulang Kerusuhan Mei.” Atau misalnya, “Dia kan pengusaha kaya. Nanti semua bisnis akan dia kuasai semua. Kita tidak mendapat apa-apa.” Dengan kalimat-kalimat seperti ini saja, mereka sudah percaya dan langsung bisa disetir. Jadi benar-benar mengerikan!

Ya inilah kondisi masyarakat Indonesia. Alhamdulillah, Allah Ta’ala memberi kemurahan dengan menjelaskan masalah ini kepada kita. Musuh utama kaum Muslimin di negeri ini adalah JAHILIYAH (kebodohan). Bodoh dari ilmu dunia, dan bodoh dari ilmu Akhirat. Bahkan -maaf- bodoh untuk mengenal dirinya sendiri.

Tampaknya, inilah tantangan terbesar dakwah Islam di Indonesia. Kita menghadapi suatu kaum yang zhahirnya Muslim, tetapi makna keislaman itu belum tumbuh dalam hidupnya. Dalam Al Qur’an disebutkan: “Wa antumul a’launa in kuntum mu’minin” (kalian itu yang paling tinggi, kalau kalian beriman). [Surat Ali Imran]. Ayat ini jauh sekali dari karakter masyarakat Muslim Indonesia.

Seharusnya, saat kita menyadari bangsa kaum Muslimin ini mayoritas lemah dan bodoh, seharusnya mereka itu dijaga, dilindungi, dirawat, diberdayakan oleh negara. Bukan malah dimanfaatkan, dikendalikan, atau diarahkan untuk mendukung kepentingan-kepentingan politik sempit. Para founding fathers negeri ini sudah berbuat benar ketika membuat Mukaddimah Konstitusi:

Kemudian daripada itu untuk membentuk suatu Pemerintahan Negara Indonesia yang (1) melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia dan (2) untuk memajukan kesejahteraan umum, (3) mencerdaskan kehidupan bangsa, dan (4) ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial, maka disusunlah Kemerdekaan Kebangsaan Indonesia itu dalam suatu Undang-undang Dasar Negara Indonesia. (Penomoran kalimat dari saya sendiri, -pen).

Dengan kondisi rakyat seperti ini, maka konsep PASAR BEBAS, EKONOMI LIBERAL, EKONOMI TERBUKA, dll. itu jelas tidak cocok. Terlalu riskan menyerahkan rakyat Indonesia ke dalam kompetisi bebas. Itu salah dan sangat salah sekali. Seharusnya negara secara tegas memproteksi urusan rakyat ini, bukan menjadikan mereka sebagai sasaran empuk praktik perdagangan bebas dunia.

Ya sudahlah, kami hanya bisa mengingatkan. Kaum Muslimin sendiri yang akan memikul buah dari pilihannya. Ke depan, insya Allah saya tidak akan putus asa untuk mendidik masyarakat ini. Ya, inilah amanah yang dititipkan oleh Allah untuk kita hadapi, di negeri ini. Hanya saja, mungkin lebih efektif kalau mendidik masyarakat lewat dunia pendidikan. Mereka harus dibina agar lebih berwawasan dan sejahtera ekonominya.

Astaghfirullaha liy wa lakum, wallahu A’lam bisshawaab.

AMW.

Iklan

10 Responses to Mengapa Muslim Indonesia Menderita?

  1. saya sangat menghargai pendapat anda… Info yang sangat menarik trim’s

  2. Musafir Laut berkata:

    Assalaamu’alaikum wr. wb.

    Ahsantum, ya Ustadz.
    Inilah realitas sosial politik dari rakyat Indonesia saat ini. Inilah PR dakwah yang begitu besar, yang tidak bisa diemban oleh ormas besar Islam sebesar Muhammadiyah dan NU sekalipun. Malah, suara ulama pun sudah lama mereka tinggal. Mereka lebih ‘nurut’ suara media dan suara selebriti.

    Akhirnya sikap para aktifis dakwah pun beragam dalam mensikapi realitas tersebut, dari yang paling encer (moderat) hingga paling pekat (radikal). Kita tidak bisa melulu menyatakan sikap pribadi adalah yang terbaik. Adakalanya sikap aktifis lain yang lebih encer mungkin ada benarnya. Yang pasti, berbicara politik Islam tidak bisa lepas dari cerita kelam.

    Akhirnya, inilah ujian dari Allah SWT untuk menguji keistiqamahan kita. Ketika tangan-tangan aktifis tak berdaya hadapi rekayasa musuh dakwah, kita masih yakin “Tangan Allah” bisa mengubah segala-galanya. Sebagaimana hadits Nubuwat Nabi tentang akhir zaman bahwa akan terjadi pergiliran kekuasaan ke tangan Ummat Islam dan dengan tegaknya Khilafah itu adalah keniscayaan, meskipun realitas rakyat Indonesia itu begitu menyedihkan.

    Wassalaam,
    Musafir Laut

  3. abisyakir berkata:

    @ Al Akh Karim Musafir Laut.

    Wa’alaikumsalam warahmatullah wabarakaatuh.

    Syukran Akhi atas respon Antum dan kesungguhan Antum mampir ke blog ini. Jazakumullah khair. Sekali lagi, terimakasih yang tulus untuk kesungguhan Antum. Dan terimakasih juga atas beberapa tanggapan Antum terkini. Pada dasarnya ana setuju dengan Antum. Memang menjelang Pileg maupun Pilpres, ana concern sekali dengan tema-tema politik. Tujuannya untuk mengarahkan pilihan, sekuat kemampuan. Tapi ya namanya usaha, ada sukses ada gagalnya. Atau orang katakan, “sukses yang tertunda”. Masukan Antum saya perhatikan. Moga-moga blog “abisyakir” ini bisa di-set yang baik, untuk referensi Ummat, meskipun tekanannya lebih ke soal “pemberdayaan wawasan”. Tapi niat untuk “mundur” memang telah kuat.

    Ala kulli haal, syukran jazakumullah khair. Ngomong-ngomong antum siapa ya? Kok misterius sekali. Katanya sebentar lagi mau ketahuan profilnya. Maksudnya, ada “penampakan” gitu? He he he…becanda lagi.

    AMW.

  4. abisyakir berkata:

    @ Pak “Sistem”.

    Sama-sama Pak (Bapak atau Ibu ya?). Silakan direnungkan. Itu hikmah besar bagi kita semua, atas ijin Allah Ta’ala.

    AMW.

  5. Musafir Laut berkata:

    Silakan Antum confirm atas friend request dari ana beberapa hari yang lalu di account Facebook Antum. Antum bisa cek profil ana. Terima kasih.

  6. Betmen berkata:

    Kok kayak kampanye anti SBY ya? Seolah2 yg milih SBY itu pada bego smua dan tanpa pertimbangan? Apa antum (Orang yg merasa pintar) atau kami (Orang yg dianggap bodoh) yg benar disisi Allah? Wallahu’alam dan jgn hakimi. Jzklh.

  7. abisyakir berkata:

    @ Betmen.

    Pendukung SBY ada 2 macam: Pendukung sadar dan pendukung ikut-ikutan.

    Kalau pendukung sadar, kita tak bisa apa-apa. Itu sudah pilihan politik, pemikiran, dan ideologi masing-masing. Jadi hukumnya: Bagimu amalmu, bagiku amalku. Pendukung sadar ini bukan orang “bodoh”, tapi rata-rata pinter, educated, intelek. Hanya keberpihakannya, menyimpang.

    Kalau pendukung ikut-ikutan, itu merupakan pendukung terbesar (mungkin 90 %) di balik kemenangan SBY dan PD. Mereka mendukung karena kegagahan, kegantengan, karena retorika “santun”, “tidak menyerang”, selalu tersenyum, wajah sayu, suara lembut saat bernyanyi, dll. Juga karena mendapat BLT, jatah raskin, jadi PNS, jadi guru, jadi guru honorer, dll. Rata-rata alasannya: fisik atau material. Ini sebagian besar pendukung kemenangan PD maupun SBY.

    Contoh sikap kebodohan:

    Jutaan guru dan PNS dalam Pilpres kemarin mendukung penuh SBY, malah nyuruh semua keluarga dan teman-temannya ikut memilih SBY semua. Alasannya apa? Mereka dapat gaji bagus, gaji 13, insentif untuk guru honorer, dll. Mereka senang dengan materi yang didapat. Pertanyaannya? Darimana sumber dana untuk gaji/honor/insentif itu? Ternyata ia bersumber dari hutang. Selama 5 tahun terakhir, regim SBY nambah hutang sekitar 400 triliun dari penerbitan SUN (Surat Utang Negara). Ini hutang dalam negeri. Jadi pemberian gaji/honor/insentif itu bukan karena ekonomi bertambah maju, sebab sektor riil Indonesia justru ancur-ancuran. Itu dari hutang atau dari pemangkasan subsidi. Masyarakat luas terlalu berat untuk memahami semua ini, yang mereka tahu hanyalah: “Di atas meja ada makanan enak, ayo langsung disikat, man!

    Terimakasih.

    AMW.

  8. dir88gun-Z berkata:

    assalamu alaikum wr. wb.

    Eh, Saudara2ku di penjuru dunia maya, gimana kabar kamu sekeluarga?
    Semuanya baik2, sehat2, & tetep-beriman, aja kan?
    alhamdulillah… akhirnya pilpres 2009 dapat berjalan aman dan lancar.
    /* Lho, mulai nggak nyambung… halah, sambung2in aja deh. */

    Selamat kepada semua pihak yang telah turut berpartisipasi!
    Selamat menanggung amanah rakyat yang telah dibebankan kepada Anda dengan baik.
    Selamat memanfaatkan sisa umur Anda untuk mengabdi kepada Allah & melayani umat.
    Dan masih banyak lagi selamat lainnya yang tidak cukup ditulis di sini.

    Eh, ByTheWay-AnyWay-BusWay… gimana pilihan kamu kemarin?
    alhamdulillah… /* saya nggak tau sih, yang penting kita syukuri aja */
    Eh, tapi ngomong2… kamu tau nggak, kalo kondisi negeri kita sekarang ini udah sangat memprihatinkan bangetz?
    Nggak percaya? Mau bukti? Beneran? Yakin?

    Ya elah, kemana aja, Loe?
    Kelamaan camping ke Planet Saturnus? Masa gitu aja gak tau?
    Lihat tuh, di koran2, di web2, di tv2… atau di jalan2, ada banyak!
    Nih, saya kasih website referensi yang terpercaya, buka di web browser:
    http://hizbut-tahrir.or.id/category/alislam/
    pokoknya banyak deh, di website lainnya, browsing aja sendiri…

    Terus, sekarang gimana… apa yang bakal kamu lakuin?
    Masih gak peduli sama nasib Saudara2 kita yang tersesat & terdzalimi?
    Pindah ke Planet Pluto aja, Loe! Bumi udah sumpek!

    Buat kamu2 yang kemarin ikut golput pemilu 2009,
    apa kamu pikir kalo kita cuma golput, tau2 sim-salabim, negeri kita jadi makmur sejahtera, happily everafter… dll. dsb. dkk.?
    Terus, buat kamu2 yang kemarin ikut nyontreng pemilu 2009,
    apa kamu pikir kalo kita cuma nyontreng, tau2 abra-kadabra, negeri kita bisa selamat dengan sistem seperti sekarang?

    Terus terang aja Saudara2, sekedar golput itu bukan solusi yang tepat!
    Terus terang juga, sekedar nyontreng itu juga bukan solusi yang tepat!
    Lha, terus kalo gitu solusi yang paling tokcer, apaan donk?
    Solusi yang paling ampuh adalah Islam!
    Huahahaha…3x uhuk…2x!!

    Hah, masih gak percaya lagi? Udah pernah belajar Islam di sekolah, belum?
    Udah tahu belum, kalo Islam itu lebih dari ibadah ritual?
    Kalo belum, balik lagi ke SDN Planet 204-Nebula, sana!
    Nih, saya kasih website referensi yang terpercaya, buka di web browser:
    http://hizbut-tahrir.or.id/category/alwaie/
    pokoknya banyak deh, di website lainnya, browsing aja sendiri…

    Buang semua sistem sekuler & anak cicitnya yang selama ini menggerogoti kehidupan kita! (misal: kapitalisme, liberalisme, demokrasi, dll.)
    Sistem sekuler, yang misahin unsur agama dalam kegiatan se-hari2, sudah terbukti bikin manusia lupa sama Allah!
    Aturan Allah di-injak2, /* kayak cucian aja, emang Nabi nyuruh nginjak2 Qur’an */
    diganti sama aturan bikinan manusia yang dibuat dengan seenak udel mereka sendiri,
    /* udel kok enak? emangnya donat? */
    sehingga banyak manusia yang terlena gara2 nuruti hawa nafsunya!
    Mari kita kembali ke jalan yang benar!
    Mari kita bangkit, sebelum kita dibangkitkan!

    Karena sistem yang ada sekarang ini, cuma dijadikan alat oleh para penjajah untuk memenuhi hawa nafsu mereka!
    Sistem yang penuh dengan bug, unhandled data, troubleshooting, bad sector, dll…
    [system error]
    Sudah saatnya kita ganti sistem “bobrok-bin-destructive” buatan manusia ini dengan sistem yang lebih baik, SISTEM ISLAM!!
    Islam, sudah terbukti & teruji untuk mengatasi segala tantangan & mampu menjawab berbagai problematika umat!
    /* Kok jadi kayak iklan di TV? Whatever lah… */

    Q: Ok, lah… masalahnya emang terletak pada sistem yang rusak, sehingga bikin kondisi negeri kita jadi berantakan kayak gini. Terus… hubungannya sama gue, apa?
    A: Ya elah, Coy! Masih belum sadar juga? Pindah ke Planet Uranus aje, Loe!
    Kita sebagai warga negara yang baik, harus mulai menyelamatkan bangsa & negeri ini, dengan Islam!

    Inget Saudaraku sekalian, kita adalah bagian terpenting dari negeri ini!
    Kita semua adalah pemimpin yang udah diserahi amanah sama Allah.
    Wih, enak… gak perlu repot2 ikut pemilu, langsung dijadiin pemimpin!
    Eits, ada tapi-nya… habis kiamat nanti, kita semua harus BERTANGGUNG JAWAB atas setiap amanah yang telah diberikan kepada kita!
    Salah satu hal yang dimintai pertanggungjawaban yaitu, AMANAH KITA SEBAGAI SEORANG WARGA NEGARA, TAU….???
    Maka dari itu, Anda2 sekalian juga harus terlibat!
    Hihihihi… mau kabur, ya? (^A^)

    Terus… masalahnya sekarang, kita mau jadi pemimpin kayak gimana?
    Mau jadi pemimpin yang nurutin hawa nafsu, & berujung pada kehinaan & kerusakan?
    atau jadi pemimpin yang taat sama Islam, & berujung pada kemenangan & kebaikan?
    Cuma kita yang bisa nentuin! Choose your own path! Ciee…!!! Karena…

    Perubahan sejati adalah perubahan menuju arah yang lebih baik,
    yang dimulai dari pemikiran, perasaan, & cara hidup kita,
    berawal dari cinta & niat yang bersih, tulus, setia, & lurus,
    disertai dengan cahaya ilahi yang senantiasa menyinari hati,
    tiada Illah (yang dicintai, dipatuhi, & disegani) selain Allah.
    /* Rada gak nyambung lagi, y? Sambung2in lagi aja deh! */

    Maka dari itu, Saudaraku sebangsa setanah-air…
    Kita bangkit untuk menerapkan Islam, yuk!
    Secara sempurna dan menyeluruh.
    Mulai dari diri sendiri…
    mulai dari yang sederhana…
    dan mulai dari sekarang…

    Si Jacko (King of Pop) aja mau ber-Islam, masa kita nggak mau?
    Yuuk? Yuk, iya, iyuuu….uuk! /* jayus bangetz sich */
    Karena Islam akan tetap berlaku hingga akhir masa…
    dan Islam akan menerangi dunia dengan cahaya kemenangan!
    Semoga kita semua bisa meraih kembali kejayaan umat negeri ini, dengan Islam.

    Udah dulu, cukup Sekian “invitation letter” dari saya.
    InsyaAllah, semoga surat cinta ini bisa sedikit “menggelitik” relung hati Saudara2.
    Terserah, situ mau nganggep saya gila atau sinting,
    mau cuek silahkan… mau ikut silahkan… tanggung sendiri konsekuensinya…
    yang penting sekarang tanggungan saya sudah berkurang, fiuh… (^o^)’

    Oh iya, hampir kelupaan… ma kasih atas perhatian ‘n kerja samanya. (T_T)
    Tolong maafin saya, kalo ada kata2 yang salah atau kurang berkenan,
    soalnya saya memang rada2 emosional pas ngomongin masalah ginian, harap maklum.
    Sekali lagi, ma kasih y, cuma Allah yang bisa mbales… (T_T)

    wassalamu alaikum wr. wb.

    NB: Please Read Me…
    Kalo pesennya kebanyakan, gak usah ditampilin juga gak apa2, kok.
    Kalo ada kesempatan, tolong mampir ke sini ya, Ma kacii… (^_^)
    http://www.almawaddah.or.id
    http://www.eramuslim.com
    http://www.harunyahya.com
    http://www.hidayatullah.com
    http://www.hizbut-tahrir.or.id
    http://www.islamic-center.or.id
    http://www.majalah-elfata.com
    http://www.muslim.or.id
    Mohon maaf buat produsen majalah lain, kalo saya cantumin satu2, g cukup.

  9. perempuan berkata:

    Saya sih dari lahir dengan agama warisan dari keluarga yaitu Islam. Tapi banyak pertanyaan saya tentang agama saya ini dari kecil….kenapa mesjid dibangun terus hampir di tiap kilometer tapi korupsi makin meningkat, kenapa sesama umat saling mengkafirkan, kenapa ada yang mengaku pembela Islam tapi membom orang sipil di bali dengan alasan yang hampir tidak masuk akal. Kenapa orang orang yang notabene dikatakan sekuler sering menampilkan watak yang lebih islami dari pada umat muslim?

    Buat saya siapapun yang menjadi presiden apapun agama dan sukunya bila menjalankan kewajibannya sebagai manusia maka Allah akan meridhoinya. Jika Allah menciptakan manusia berbeda beda sementara ia bisa saja menciptakan satu macam umat muslim di dunia, kenapa kita memaksa harus hanya ada satu Islam di dunia, apa bukan kita sendiri yang akan kena murkaNya.

    Sekian dulu

  10. Mr.Nunusaku berkata:

    Buat apa mendukung elite kita untuk jadi pemimpin bangsa, jika rakyatnya tetap menderita dan tinggal dikolong jembatan, lihat itu nasib TKI yang hidup dikolong jembatan Arab Saudi penderitaan rakyatnya tidak ada perhatian. Ganti peimpin sama saja tetap rakyat bertambah miskin banyak yang jadi TKI diluarnegeri menjadi bangsa budak yang tidak mempunyai harga diri.

    Catatan AMW: Tolong Mr. Nunusaku, Anda yang sopan dalam menulis. Beberapa tulisan Anda sengaja saya hapus. Apa yang Anda tulis adalah FITNAH keji.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: