Cadangan Devisa China 2,12 Triliun Dolar

Bismillahirrahmaanirrahiim.

Ini berita unik sekaligus menarik (bagi yang berminat). Dalam running text MetroTV beberapa waktu lalu, disebutkan cadangan devisa China (RRC) sekitar 2,12 triliun dolar dan itu yang terbesar di dunia. Kalau cadangan devisa Indonesia saat ini, menurut informasi yang sama, tetapi berbeda waktunya, sekitar 57 miliar dolar.

Bagi umumnya pemuda Islam, termasuk santri-santri, mungkin rasanya “kelu” mau membahas soal cadangan devisa. Mungkin mereka akan mengatakan: “Buat apa sih membahas cadangan devisa? Apa artinya? Untuk apa maksudnya? Itu kan urusan dunia? Jauhi masalah dunia, urusi masalah Akhirat saja. Jangan disibukkan hatimu dengan masalah dunia. Semua itu fitnah yang menggelincirkan.”

Justru karena KESALAHAN BERPIKIR ini yang membuat Ummat Islam sengsara. Coba perhatikan beberapa pandangan di bawah ini:

[1] Banyak sekali manusia sesat karena masalah ekonomi. Ada yang murtad karena “supermie”, ada yang musyrik karena tidak tahan dengan kemiskinan, ada yang menjadi pelacur untuk biaya hidup anak-anak, ada yang menjadi kriminal untuk nafkah keluarga, ada yang menjadi jongos asing (musuh negara dan agama) karena dibuai oleh tawaran penghasilan tinggi, ada ustadz-ustadz yang gemar membuat permusuhan di kalangan Ummat gara-gara sponsornya menyuruh begitu, dan lain-lain. Gara-gara urusan “asap dapur”, masalah akidah digadaikan.

[2] Manusia itu sifatnya zhahir bathin, materi dan immateri. Agama mendidik unsur ruhani, sementara materi mendidik unsur jasmani. Kedua perkara itu tidak boleh diabaikan. Keduanya harus dipenuhi secara ihsan, secara proporsional. Mengabaikan salah satunya, akibatnya hancur. Jasmani saja diurus, ruhani rusak; ruhani saja diurus, jasmani lumpuh.

[3] Masalah harta bukan masalah tunggal, tetapi masalah komplek. Tidak bisa didekati dengan satu pendekatan saja, tetapi harus dengan beberapa pendekatan sekaligus. Salah satu bukti, Syariat Islam menekankan prinsip hifzhul maal (menjaga harta). Itu adalah satu dari 5 prinsip tujuan Syariat Islam. Menyia-nyiakan harta, akan membawa seseorang tersesat dari jalan yang lurus. Bahkan dalam hadits disebutkan, seseorang kalau mati mempertahankan harta, dia mati syahid.

[4] Perjuangan Nabi Saw sejak di Makkah sudah menampakkan kebutuhan besar terhadap harta. Buktinya, dengan harta yang dimiliki Abu Bakar Ra. membebaskan budak-budak, dengan hartanya Khadijah Ra. membela dakwah Nabi, dan kaum Muslimin pernah diboikot penuh (termasuk boikot ekonomi) selama 3 tahun di Makkah. Ini membuktikan bahwa Islam tidak bisa dipisahkan dari urusan idarah maaliyyah (pengaturan harta benda). Padahal banyak orang mengklaim, bahwa perjuangan Nabi Saw di Makkah hanya “melulu” soal akidah saja. Terbukti, para Salafus Shalih telah menampakkan kepedulian besar kepada urusan harta benda ini.

[5] Sifat harta itu netral, tergantung yang memegangnya (man behind the gun). Harta di tangan orang beriman akan dipakai untuk tujuan-tujuan kebajikan. Adapun harta di tangan Yahudi, Freemasonry, kafirin, musyrikin, munafikin, fasiqin, ahli dugem, ahli konspirasi, dll. akan dipakai oleh mereka untuk merusak alam semesta. Harta ibarat pisau, bisa bermanfaat, bisa juga berbahaya. Tergantung siapa yang memegangnya.

[6] Ummat Islam dilarang mengangkat pemimpin dari orang-orang kafir. Termasuk di dalamnya, larangan mengangkat pemimpin kafir dalam urusan ekonomi, bisnis, pendidikan, media massa, teknologi, dan lain-lain. Kalau masih mengangkat orang kafir dalam masalah-masalah itu, ya silakan dihadapi akibatnya.

Oh ya, mari kita kembali ke soal cadangan devisa. Cadangan devisa itu sejumlah uang yang saat ini ada di tangan suatu Pemerintahan. Uang itu bisa berasal dari pajak/retribusi/cukai, bisa juga dari royalti pertambangan, dari pinjaman luar negeri, dari hasil penjualan Surat Utang Negara (SUN), dari hibah, investasi sektor negara, dan lain-lain. Pokoknya, itulah uang potensial yang saat ini ada di tangan Pemerintah.

Cadangan devisa selain untuk keperluan operasional pemerintahan, seperti gaji PNS, untuk pembangunan infrastruktur, untuk operasi pasar, untuk kebijakan-kebijakan monetaris praktis, dan lain-lain. Kalau ibarat sebuah lembaga, cadangan devisa itu bisa diibaratkan uang kas yang sedang dipegang oleh bendahara. Posisi cadangan devisa tentu sangat penting bagi sebuah bangsa. Ia sangat berarti untuk membiayai operasional negara itu dan untuk merancang skema pembangunan ke depan.

Mari kita lakukan hitung-hitungan terhadap cadangan devisa yang dimiliki Pemerintah China saat ini:

== Disebutkan nilai cadangan devisa China senilai 2,12 triliun dolar Amerika.

== Kalau dihitung dengan kurs rupiah 10.000,- per dolar, nilainya menjadi = Rp. 21.200 triliun. (Sebagai catatan, hutang Pemerintah RI saat ini sekitar Rp. 1700 triliun).

== Dalam pecahan uang rupiah, yang paling besar pecahan Rp. 100.000,-. Nah, kalau seluruh uang China itu diwujudkan dalam bentuk pecahan 100.000 rupiah, kira-kira seberapa banyak ya?

== Misalnya, kita buat mudah saja. Ukuran kertas untuk satu helai uang pecahan 100.000 rupiah. Ukuran panjang 20 cm, lebar 5 cm, dan tebal 0,01 cm (atau 0,1 mm). Dengan ketebalan itu, maka 100 helai uang kertas akan mencapai ketinggian 1 cm.

== Uang kertas pecahan 100.000 rupiah sejumlah 100 helai, ukurannya jadi = panjang 20 cm, lebar 5 cm, dan ketebalan 1 cm. Nah, ukuran ini bisa jadi satuan untuk mengukur nilai uang cadangan devisa China. Secara nominal, 100 helai uang pecahan 100.000 rupiah itu = Rp. 10 juta rupiah.

== Misalnya kita membuat perhitungan atas uang sejumlah 1 meter kubik. Maka disini dibutuhkan: 5 x panjang pecahan 100 ribu (dikalikan) 20 x lebar uang pecahan 100 ribu (dikalikan) 100 x tebal uang 100 ribuan dalam ikatan 100 helai kertas. Hasilnya: 5 x 20 x 100 = 10.000. Jadi, dalam 1 meter kubik diperoleh 10.000 satuan dengan nilai nominal per satuan Rp. 10 juta rupiah.

== Volume 1 meter kubik = 10.000 satuan uang pecahan 100.000 dengan ketebalan 100 helai. Atau nilai nominalnya, 10.000 x 10.000.000 = 100.000.000.000 atau 10 miliar rupiah. Jadi uang pecahan 100 ribuan itu, dalam ukuran 1 meter kubik = 100 miliar rupiah.

== Cadangan devisa China senilai Rp. 21.200 triliun. Kalau uang itu dibagi 100 miliar, akan diperoleh perhitungan,  21.200.000.000.000.000 / 100.000.000.000 = 212.000. Nilai 212.000 ini dalam bentuk meter kubik uang kertas pecahan Rp. 100.000.

== Kalau dijajarkan secara mendatar, uang itu sebanyak 212.000 meter kubik. Kalau misalnya dihamparkan dalam sebuah lapangan seluas 100 m x 100 m (10.000 meter persegi), maka akan lapangan uang seluas 100 m x 100 m dengan ketebalan 21 meter lebih.

== Jadi cadangan devisa China senilai 2,12 triliun dollar Amerika itu, kalau diwujudkan dalam bentuk pecahan uang Rp. 100.000,- akan didapati sebuah lapangan uang seluas 100 m x 100 m, dengan ketebalan 21 meter lebih 20 cm.

Anda bisa bayangkan, berapa banyak uang senilai 2,12 triliun dolar itu. Uang itu lebih besar dari lapangan bola yang kita kenal selama ini, dengan ketebalan yang tinggi.

Kalau uang pecahan 100.000 rupiah diganti uang dollar Amerika pecahan US$ 10, maka jumlah kertas yang ditumpuk itu sama. Namun kalau memakai uang dollar pecahan US$ 100,- nilainya bisa 1/10 dari total uang kertas yang seluas 100 m x 100 m dengan ketinggian 21 meter itu.

Sebagai tambahan, cadangan devisa di tangan Pemerintah RI saat ini sekitar 57 miliar dolar Amerika. Dengan kurs dolar Rp. 10.000,- per dolar, diperoleh perhitungan = Rp. 570 triliun. Uang 570 triliun ini kalau diwujudkan dalam bentuk pecahan uang 100.000 rupiah, perhitungannya: 570.ooo.000.000.000 / 100.000.000.000 = 5700. Atau 5700 meter kubik uang pecahan 100 ribuan. Kalau dibentangkan di sebuah lapangan, diperlukan tempat seluas 57 m x 100 m. Bandingkan, uang China dibutuhkan tempat seluas 100 m x 100 m, dengan ketinggian 21 meter lebih 20 cm. Jadi uang kita, hanya setengah bagian dari uang lapisan paling bawah milik China.

Kalau mau, coba Anda lakukan hitung-hitungan di rumah dengan metode yang saya ajukan di atas. Cobalah dilakukan. Ini akan melatih sikap kreatif dan berani Anda. Ingat lho, cadangan devisa China itu saat ini disebut paling tinggi di dunia. Nah, kalau Anda sudah bisa membayangkan berapa banyaknya uang itu kalau dihitung dengan uang pecahan Rp. 100.000,- setidaknya Anda sudah bisa memahami salah satu fakta kekayaan dunia.

Cobalah lakukan hitung-hitungan sendiri di rumah. Bisa jadi saya salah menghitung. Pendek kata, para pemuda Muslim itu harus berani bersikap dan percaya diri. Ingat sebuah ayat dalam Al Qur’an: “Wa laa tahinu wa laa tahzanu, wa antumul a’launa in kuntum mu’minin” (janganlah kalian merasa hina dan merasa takut, kalian adalah yang paling tinggi, kalau kalian beriman). Surat Ali Imran.

Hayoo, mulai menghitung ya… Kalau tidak mau, apa pingin “tak gendong”? He he he…

AM. Waskito.

“Ya Rabbi, muliakan ayah dan ibuku yang telah mencurahkan segenap pengorbanannya untuk mendidikku. Jadikan kebaikan ilmu yang kami miliki, menjadi saham bagi kebaikan hidup mereka di Akhirat kelak. Maafkan kami, ampuni salah dan dosa kami. Allahumma amin. Wa shallallah ‘ala Rasulillah Muhammad wa ‘ala alihi wa ashabihi ajma’in.”

8 Balasan ke Cadangan Devisa China 2,12 Triliun Dolar

  1. Musafir Laut mengatakan:

    Ustadz,
    Tulisan yang menarik sekali.

    Minta izin copy-paste tulisan Antum ya untuk ana sebarkan via email kepada rekan-rekan dan keluarga ana. Jazaakallaah.

  2. abisyakir mengatakan:

    @ Musafir

    Silakan Akhi, semoga bermanfaat. Salam untuk teman-teman Antum semuanya. Wa jazakumullah aidhan.

    AMW.

  3. Ibnus Salam mengatakan:

    Tulisan di situs anda tidak dapat di kopi, jika anda ingin menyebarkan islam menggapa tulisan itu hanya untuk anda, bukankan meringankan tugas anda jika tulisan anda mudah dikopi.
    bayangkan jika alquran tidak dapat dikopi

  4. abisyakir mengatakan:

    @ Ibnu Salam…

    Maaf, saya juga tidak bisa mengopi. Nanti saya tanyakan kepada teman-teman, apakah memang dibuat setting seperti itu. Sekali lagi mohon maaf. Terimakasih atas masukannya. Jazakumullah khair.

    AMW.

  5. iben mengatakan:

    mau ikut… ah, menjadikan tulisan di atas sebagai referensi dan renungan ringan sekaligus, betapa miskinnya kita sebagai bangsa yang di jaman dulu pernah disegani di kawasan asia tenggara sebagai bangsa yang kaya minyak dan hasil bumi sehingga mampu menarik simpati bangsa portugis berpertualang di negeri ini…oh negeriku…negeriku…kini…

  6. TheoDeed mengatakan:

    Panjangnya dan lebarnya bedah sekitar 30%. Mudah diverifikasi. Tebalnya bagaimana?

  7. abisyakir mengatakan:

    @ TheeDeed

    Tebalnya diasumsikan, satu helai uang 100 ribuan rupiah dianggap 0,01 mm. Kalau 10 helai uang menjadi 1 mm. Kalau 100 helai uang menjadi 1 cm. Ya ini skedar asumsi saja. Terimakasih.

    Admin.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: