JIHAD dan Terorisme

Secara bahasa, JIHAD berasal dari ja-ha-da. Suatu usaha maksimal yang sanggup dikerahkan untuk menunaikan suatu urusan. JIHAD adalah perlambang puncak usaha manusia untuk mencapai sesuatu. Dalam jihad ini, pengorbanan apapun akan disanggupi, termasuk pengorbanan nyawa. Pasukan Jepang yang melakukan aksi Kamikaze pada Perang Dunia II, dengan menabrakkan pesawat ke kapal-kapal Amerika. Mereka bisa dianggap telah berjihad. Hanya saja, jihadnya untuk membela berhala (Kaisar Hirohito). Sedangkan Jihad Fi Sabilillah, diartikan sebagai perjuangan maksimal untuk menegakkan Kalimah Allah di muka bumi. Para ulama, mengidentikkan Jihad Fi Sabilillah dalam Al Qur’an sebagai perang melawan orang-orang kafir dalam membela agama Allah.

JIHAD adalah perkara yang suci. Ia adalah bagian dari risalah langit untuk menjaga, memelihara, dan menegakkan agama Allah di muka bumi. Jihad adalah instumen yang Allah turunkan untuk memelihara agama-Nya, melalui tangan-tangan hamba-Nya. Jihad bukan perkara baru dalam ajaran Nabi Muhammad Saw. Ia telah dikenalkan sejak Nabi dan Rasul, sebelum beliau. Musa, Harun, Danial, Dawud, Sulaiman ‘alaihimus salam, dan lain-lain adalah Nabi-nabi yang pernah terjun berjihad di medan laga.

Dalam Al Qur’an, “Berapa banyaknya Nabi yang berperang bersamanya kaum Rabbani yang banyak. Mereka tidak menjadi gentar karena berbagai cobaan yang menimpanya di jalan Allah; dan tidak pula mereka menjadi lemah dan menyerah. Dan Allah menyukai orang-orang yang bersabar.” (Ali Imran: 146).

Dalam riwayat diceritakan. Ada seorang Nabi yang berperang memimpin Ummatnya menghadapi orang-orang kafir. Sebelum musuh dikalahkan, ternyata matahari hampir terbenam. Padahal dalam aturan perang waktu itu, kalau matahari sudah terbenam, seluruh peperangan harus dihentikan. Maka Nabi itu segera memerintahkan matahari berhenti berputar. Dia meminta matahari tidak terbenam dulu, sampai dia dan pasukannya berhasil mengalahkan musuh.

Kedudukan JIHAD bersifat suci, luhur, mulia. Keberadaannya dibatasi oleh adab-adab Syariat. Misalnya, dalam peperangan melawan orang-orang kafir, pasukan Islam tidak boleh menghancurkan rumah-rumah ibadah, tidak boleh menghancurkan ternak, tanam-tanaman, tidak boleh menganiaya orangtua, anak-anak, dan kaum wanita. Tidak boleh mengejar musuh yang melarikan diri, tidak boleh membunuh tentara yang menyerah, berperang sesuai kesepakatan dengan musuh, dll. Hal ini menjadi bukti nyata, bahwa JIHAD bukan urusan “kacangan” yang bisa dilakukan sesuka hati. Ia benar-benar dibingkai dengan adab yang luhur.

SEKILAS HUKUM JIHAD

Disini kita perlu memahami secara ringkas hukum-hukum seputar JIHAD. Antara lain sebagai berikut:

[1] Secara umum jihad dibagi dua: jihad thalabi (jihad menyerang) dan jihad difa’i (jihad mempertahankan diri). Perang Badr. Uhud, dan Ahzab adalah masuk kategori jihad bertahan. Sedangkan perang Hunain, Fathu Makkah, perang Mu’tah, perang Yarmuk, perang Qadisiyyah, dan lain-lain adalah jihad menyerang (offensive).

[2] JIHAD menyerang tidak boleh dilakukan, melainkan di bawah komando seorang Imam kaum Muslimin di suatu negara Islam. Pengumuman jihad harus disampaikan secara terbuka, kepada masyarakat negara itu dan kepada dunia luar. Alasan jihad menyerang tidak menjadi penentu, bahkan kaum Muslimin boleh menyebarkan Islam melalui JIHAD ini. Hal itu sudah dilakukan oleh para Salafus Shalih. Khalifah Umar Ra. termasuk pemimpin Islam yang dicatat sejarah memiliki prestasi gemilang dalam menunaikan JIHAD perluasan wilayah Islam. Hanya saja, perhitungan kekuatan yang sangat cermat dibutuhkan, untuk memastikan apakah suatu negara Islam sanggup menggelar JIHAD offensive atau tidak.

[3] JIHAD untuk mempertahankan diri (defensive). Ia dibutuhkan oleh kaum Muslimin ketika menghadapi musuh-musuh yang melakukan agresi atau invasi. Baik ada atau tidak ada Imam kaum Muslimin, wajib hukumnya kaum Muslimin mempertahankan diri, agama, harta benda, kehormatan, dan kehidupannya. Dalam perang Badr, Uhud, dan Ahzab, Nabi Saw telah menunjukkan cara terbaik dalam mempertahankan diri. Begitu juga JIHAD bangsa Indonesia menghadapi kolonial Belanda dan Jepang, adalah fakta JIHAD defensive yang tidak diragukan lagi. Termasuk JIHAD bangsa Palestina, Afghanistan, Irak, Chechnya, dan lainnya. Dalam konteks pembelaan diri, hukum internasional pun mengakuinya. Salam konteks pertahanan, kita mengenal istilah “Hak Bela Negara”. Pada negara-negara tertentu, mereka malah menerapkan hukum “Wajib Militer” untuk mengantisipasi kebutuhan negara terhadap tenaga-tenaga pertahanan. Jadi mempertahankan diri itu sudah merupakan sesuatu yang lumrah, jika diserang.

[4] Ummat Islam juga mengenal istilah jihad di luar konteks perang. Ia adalah jihad berupa kesungguhan beramal di bidang apapun, dalam rangka menegakkan agama Allah di muka bumi. Seorang ustadz yang berdakwah ke pedalaman untuk mengislamkan orang pedalaman, dianggap berjihad; para aktivis yang berjuang mempertahankan nasib Ummat dari gerakan pemurtadan, juga dianggap berjihad; para ilmuwan Muslim yang sungguh-sungguh menggali ilmu, menyebarkan ilmu, menyebarkan penerangan Islami, juga dianggap berjihad; para pendidik dan kaum wanita yang sungguh-sungguh mendidik generasi Muslim, juga berjihad; para saudagar Muslim yang sungguh-sungguh berjuang memperkuat kepemilikan aset harta Ummat, juga berjihad; dan lain-lain. Hingga seorang wanita Muslimah yang melahirkan putra-putri Muslim, wanita yang menunaikan Haji dan Umrah, mereka juga dianggap berjihad. Ini adalah jihad dalam rangka pelayanan Islam, meskipun bentuknya bukan perang di medan laga.

Dalam hadits Nabi Saw. disebutkan, “Siapa yang berperang dalam rangka meninggikan Kalimah Allah (di atas kalimat-kalimat lainnya), maka dia berada Fi Sabilillah.” (HR. Bukhari-Muslim dari Abu Musa Al Asy’ari Ra).

Jika demikian, maka jelaslah bahwa JIHAD itu hanya berurusan dengan perkara-perkara yang benar, lurus, dan mulia. JIHAD tidak berhubungan dengan aksi-aksi terorisme sebagaimana yang kerap kita saksikan.

MEMAHAMI TERORISME

Menurut kamus Oxford, terror memiliki arti: A person, situation or thing that makes you very afraid (seseorang, situasi, atau sesuatu yang membuatmu sangat takut); Violent action or the threat of violent action that is intended to cause fear, usually for political purposes (aksi kekerasan atau ancaman kekerasan yang dimaksudkan untuk menimbulkan ketakutan, biasanya untuk tujuan-tujuan politik). Sedang terrorism diartikan sebagai: the use of violent action in order to achieve political aims or to force a government to act (penggunaan aksi kekerasan untuk mencapai tujuan-tujuan politik atau untuk menekan pemerintah agar berbuat sesuatu).

Dari definisi di atas dapat disimpulkan tentang karakter teror atau terorisme, yaitu: Menggunakan cara kekerasan; menimbulkan rasa takut di hati sasaran terror; dan memiliki tujuan politik tertentu.

Kalau diteliti lebih dalam, akan ditemukan perbedaan-perbedaan significant antara JIHAD dengan TERORISME, antara lain:

+ JIHAD: Untuk menegakkan Kalimah Allah di muka bumi.

+ TERORISME: Mencoreng citra Islam di mata ummat manusia.

+ JIHAD: Dilakukan dengan alasan-alasan yang jelas. Misalnya, dalam rangka membela diri atau memperluas wilayah Islam.

+ TERORISME: Dilakukan dengan tanpa alasan yang jelas, selain penafsiran-penafsiran sepihak atas masalah-masalah politik tertentu.

+ JIHAD: Diikat oleh adab-adab yang ketat. Misalnya, jihad tidak mengarahkan sasaran ke kalangan sipil atau orang-orang lemah.

+ TERORISME: Tidak diikat oleh adab apapun, selain tujuan menghancurkan sasaran dengan cara apapun.

+ JIHAD: Diawali dengan kepastian suatu konflik antar negara. Konflik itu harus pasti dulu, baik melalui pengumuman perang, maupun melalui tindakan penyerangan yang dilakukan suatu negara agresor.

+ TERORISME: Tidak jelas kapan konflik itu resmi dimulai, dan kapan pula ia akan berakhir.

+ JIHAD: Rata-rata berhubungan dengan posisi suatu negara dalam kancah konflik politik dengan negara-negara lain.

+ TERORISME: Bisa dilakukan oleh siapapun, baik pribadi, kelompok, atau milisi-milisi tertentu.

Secara metode terorisme itu dilakukan dengan menciptakan rasa takut di hati masyarakat sipil yang tidak tahu apa-apa. Sementara JIHAD dilakukan di atas konflik yang sudah sama-sama dipahami dan tidak memiliki tujuan menciptakan rasa takut ke masyarakat sipil, namun mengalahkan musuh tertentu.

JIHAD GLOBAL USAMAH

Sebuah contoh yang bagus adalah Fatwa Jihad Global yang diserukan oleh Usamah bin Ladin sejak tahun 1996 lalu. Fatwa ini menjadi pemicu munculnya banyak aksi-aksi terorisme di dunia, termasuk di Indonesia.

Kalau dicermati, fatwa Usamah bin Ladin itu memiliki sejumlah kesalahan-kesalahan sesuai Syariat Islam, antara lain:

(a)    Fatwa itu dikeluarkan oleh pribadi, yaitu Usamah sendiri. Seharusnya, fatwa itu dikeluarkan oleh suatu negara yang didukung ulama-ulamanya. Kalau setiap orang yang punya uang boleh menyebarkan fatwa jihad sesuka hati, jelas akibatnya adalah fasad fil ardhi (kerusakan di muka bumi).

(b)   Fatwa jihad itu seharusnya bersifat spesifik dengan sasaran yang jelas, bukan bersifat global. Ia harus jelas sasarannya, berikut alasan-alasan untuk melakukannya. Seruan jihad global tidak pernah dilakukan sejak jaman Salafus Shalih. Ia adalah bid’ah besar yang dilakukan oleh Usamah.

(c)    Fatwa jihad Usamah merupakan jihad yang bersifat offensive (menyerang). Jihad menyerang lebih rumit lagi prosedurnya. Selain harus didukung institusi negara, ia harus benar-benar memperhatikan siapa lawan yang dihadapi dan sejauhmana kekuatan yang kita miliki.

(d)   Fatwa itu dimaksudkan untuk menyerang kepentingan-kepentingan Amerika di seluruh dunia. Sekumpulan milisi Al Qa’idah hendak menghadapi negara adidaya, Amerika. Secara perimbangan kekuatan jelas sangat tidak sebanding.

[[Kita tidak boleh beralasan, “Kan Allah Maha Kuat. Dia mampu mengalahkan siapapun di dunia ini, termasuk Amerika dan Yahudi.” Benar memang keyakinan ini, tetapi itu cukup di hati kita. Sedangkan saat kita berjuang dalam kenyataan, kita wajib memperhitungkan kekuatan fisik yang kita miliki. Lihatlah, Nabi Saw saja pernah mengalami kekalahan dalam Perang Uhud. Padahal beliau seorang Nabi yang tentu lebih layak ditolong oleh Allah daripada Usamah. Maka itu dalam Surat Al Anfaal dikatakan “wa a’iddu masta-tha’tum” (persiapkan apa saja yang kamu sanggupi). Memahami Tauhid itu tidak boleh fatalis seperti kaum Jabbariyyah, tetapi harus tetap dengan usaha manusiawi]].

(e)    Dampak fatwa jihad global itu membuat kaum Muslimin sedunia mengalami fitnah/cobaan luar biasa. Lembaga dakwah, lembaga sosial, lembaga pendidikan, usaha-usaha bisnis, bahkan pribadi-pribadi Muslim banyak dirugikan oleh fatwa Usamah itu. Bahkan seruan Kebangkitan Islam nyaris mati gara-gara seruan jihad global Usamah itu.

Dalam hal ini Fatwa Jihad Global Usamah bin Ladin menjadi musibah berat bagi kaum Muslimin sedunia. Terbukti kemudian, kekuatan Al Qa’idah yang dibangga-banggaka Usamah tidaklah terlalu significant. Al Qa’idah malah terkenal di dunia “terorisme” daripada misinya mengalahkan Amerika.

Tetapi juga tidak lantas, karena kita menolak Fatwa Jihad Global Usamah, lalu kita mengingkari perjuangan kaum Muslimin melalui Jihad Fi Sabilillah. Jauh-jauh hari sebelum Usamah muncul di dunia ini, jihad telah diserukan kaum Muslimin sejak lama. Para mujahidin sudah berjuang di Afghanistan, Palestina, Kashmir, Moro, dan sebagainya jauh sebelum Usamah terjun mengotori citra JIHAD itu sendiri. Bahkan di Indonesia, Mesir, Aljazair, Pakistan, dan sebagainya jihad sudah berkumandang ketika Usamah belum lahir.

Satu sisi kita menolak Fatwa Jihad Global Usamah, tetapi di sisi lain jangan sekali-kali kaum Muslimin malah hendak memerangi JIHAD Fi Sabilillah itu sendiri. Tanpa JIHAD, yakinlah bangsa-bangsa Muslim di Asia-Afrika, tidak akan pernah merdeka dari penjajahan. JIHAD dalam pengertian yang benar adalah instrumen langit untuk memelihara agama di muka bumi.

MAKSUD TERSEMBUNYI

Ummat Islam harus sangat hati-hati dengan siapapun yang mengatasnamakan Al Qa’idah ini. Mereka ini bukanlah orang yang pertama kali, atau paling tahu soal JIHAD di negeri-negeri Muslim. Jihad itu sudah berkumandang sejak era Sayyidul Mursalin, Muhammad Saw. Bahkan sebagian ulama berpendapat, sejak jatuhnya Andalusia ke tangan Spanyol, pintu JIHAD selalu terbuka sampai ia kembali ke tangan kaum Muslimin.

Kalau ingat Usamah bin Ladin, kita seperti melihat karun Tom and Jerry. Dalam kartun itu setiap episodenya berisi kucing Tom mengejar tikus Jerry, tetapi gagal maning gagal maning. Malah tikus Jerry selalu bisa mempermainkan kucing Tom. Seumur-umur tikus Jerry tidak pernah tertangkap, karena memang pembuat kartunnya tidak pernah memutuskan tikus itu kalah oleh kucing Tom. Bagi pecinta kucing siap-siap saja kecewa dengan kartun itu.

Nah masalahnya, kejar-kejaran antara Tom dan Jerry itu sangat merepotkan orang di sekitarnya. Bukan hanya merepotkan, tetapi berkali-kali membuat seisi rumah berantakan. Itu yang mudah dilihat dari kartun aneh itu.

(Saya curiga, kartun Tom and Jerry itu merupakan perlambang: Amerika yang besar tetapi selalu dijadikan bulan-bulanan oleh Yahudi. Yahudi itu dikenal sebagai Jewish atau Jew (ingat Jerry). Sementara Tom itu mewakili Thomas Jefferson, salah satu bapak sejarah Amerika. Tapi ini hanya duga-dugaan saja, lho).

Dalam kaitan dengan Usamah bin Ladin (atau Nordin M. Top), kita melihat sepertinya tidak ada kesungguhan untuk benar-benar menangkap tokoh itu. Padahal kalau Amerika dan Saudi mau melakukannya, hal itu sangat mungkin dilakukan. Misalnya dengan cara menekan keluarga besar Bin Laden yang memiliki konsorsium perusahaan besar di Saudi. Kalau tidak menangkap Usamah, setidaknya keluarga Bin Laden bisa menekan Usamah agar berhenti dari aksi-aksinya atau menghentikan fatwa global-nya.

Dan lebih anehnya, untuk aksi-aksi Al Qa’idah kan harus ada sumber dananya. Lalu darimana sumber dana itu? Tidak mungkin Usamah akan bertahan di dunia konflik dengan publik dunia, jika tidak memiliki akses dana.

Keberadaan Usamah bin Ladin selama ini jadi seperti Tom and Jerry. Usamah dikejar-kejar terus, tetapi tidak serius mengejar. Jadi sepertinya ada pihak-pihak tertentu yang ingin agar Usamah lebih lama beraksi, agar acara kejar-kejaran terus berjalan. (Hal yang sama sangat mungkin berlaku dalam kasus Nordin M. Top). Nah, akibat dari kejar-kejaran ini, kaum Muslimin sedunia dibuat repot.

Bayangkan, betapa buruknya moralitas seorang Usamah bin Ladin. Dia telah melakukan hal-hal yang tidak mungkin dilakukan para mujahidin:

Pertama, dia mengklaim bertanggung-jawab atas serangan ke WTC, 11 September 2001. Hal itu pula yang diyakini oleh para pengikutnya selama ini. Tetapi Usamah tidak pernah mampu menerangkan cara melakukan serangan ke WTC itu. Bahkan dia tidak pernah bisa mengulang kehebatan yang sama dengan sasaran-sasaran lain.

Kedua, Usamah bin Ladin tidak mau menyerahkan diri ketika Pemerintah Islam Thaliban diancam serangan oleh Amerika dan sekutunya. Lihatlah, Usamah lebih mencintai dirinya ketimbang keselamatan Pemerintah Islam Thaliban di Afghanistan. Jelas, ini bukan karakter mujahidin.

Ketiga, Usamah seperti tidak peduli dengan nasib Shahwah Islamiyyah yang meluas di dunia Islam sejak 80-an sampai 90-an. Nasib seruan kebangkitan Islam nyaris hancur lebur karena ditorpedo oleh kampanye perang anti teror yang dilancarkan oleh Amerika Cs. Kalau seorang mujahidin sejati pasti tidak akan melakukan hal itu.

Akhirnya, dapat disimpulkan bahwa JIHAD itu selalu suci, sebab ia ada untuk misi suci, yaitu: mempertahankan dan mengembangkan agama Allah di muka bumi. JIHAD sangat jauh dari karakter TERORISME yang selama ini berkembang di dunia. Termasuk yang baru saja terjadi di Indonesia, di hotel JW Marriott dan Ritz Carlton.

JIHAD tidak akan mati, meskipun manusia telah berkumpul dan bersepakat untuk mematikannya. Namun TERORISME bisa padam jika kita sungguh-sungguh memberantasnya, serta keadilan di muka bumi di tegakkan. Selama ini, pemberantasan terorisme lebih tampak sebagai upaya untuk menjelek-jeleknya citra Islam. Di sisi lain, terorisme ingin diberantas, tetapi alasan-alasan bagi munculnya terorisme itu tidak pernah diberantas. Kezhaliman terjadi merajalela dimana-mana. “Tegakkan keadilan di tengah-tengah masyarakat dunia, maka terorisme tidak akan muncul dalam segala bentuknya!!!

Wallahu A’lam bisshawaab.

Bandung, 23 Juli 2009.

AMW.

Iklan

9 Responses to JIHAD dan Terorisme

  1. mutia mumtaza berkata:

    kalo bicara masalah jihad, maka akan lebih baik bila antum bertanya kepada orang yang berjihad dan mengikuti fatwa mereka, dan bukannya malah bertanya dan mengikuti fatwa orang yang tidak berjihad.

    ini sama saja ketika antum sakit gigi, antum malah bertanya kepada dokter kandungan, dokter yang ga pernah ngurusi gigi. ga nyambung kan ?

    jadi tempatkanlah dokter / ulama itu sesuai dengan kemampuan / kecakapan mereka, jangan biarkan dokter berpraktek tidak sesuai dengan bidang mereka.

  2. Ana Jiddan berkata:

    Bismillahirrahmaanirrahiim…
    Saya berusaha seobjektif mungkin dalam mengomentari bom JW Marriot dan Ritz Carlton. Menurut analisis saya keterkaitannya dg Al-Qaidah itu sendiri sangat kecil, pasalnya Jihad Global yang diserukan Al-Qaidah sasaran2nya biasanya instansi2 pemerintah seperti militer dan kepolisisan, bukan warga sipil seperti di JW Marriot dan Ritz Carlton. Mengapa? karena bagi kelompok Al-Qaidah ini menganggap bahwa semua penguasa sekarang itu kafir, termasuk aparat2nya (kepolisian&militer), jadi sasaran utamanya ya instansi2 pemerintah itu bukan sipil.

    Saya pernah baca buku rambu2 jihadnya Usamah dan juga buku2nya Ayman Azhzhawahiri ttg fatwa jihad mereka, jadi intinya tidak mengapa (halal) jika dalam aksi2 bomnya menimbulkan korban muslim yang sipil.Nah, walaupun mereka punya fatwa halalnya korban sipil tsb, tapi menurut saya JW Marriot dan Ritz Carlton itu bukan sasaran yang efektif untuk menghantam penguasa, karena kebanyakan korbannya sipil.

    Wallahua’lam…

  3. abu naura berkata:

    Assalamu’alaikum wr wb
    Kalau saya mencoba berikhtiar secermat mungkin untuk tidak terlalu cepat menyimpulkan pelaku bom JW Marriot dan Ritz carlton adalah bikinan atau produk “Noordin M Top” ( orang yang sangat misterius keberadaanya) , sebelum sesuatu yang terang terurai secara jelas . Apalagi informasi dari pihak aparat keamanan sendiripun , terasa masih simpang siur, setidaknya sampai saat ini.

    Baik Nur Said atau Nur Sahid atau Nuri Hasidi ( sesuai KTP ) sampai Ibrahim ( flrosist di JW Marriotpun ) ternyata setelah di crosscheck DNA- nya juga tidak identik.

    Jadi kepada semua pihak tolong jangan keburu menuduh bahwa ini semua adalah perbuatan penganut faham “JIHAD YANG SUNGGUH MULIA” dalam agama ISLAM, karena hal ini jelas lain selali dengan TERORISME…..

  4. tegoeh berkata:

    sebelumnya afwan, ana ingin meluruskan syubhat “BURUKNYA MORALITAS USAMAH BIN LADIN” yg ustadz sebutkan diatas,,

    pertama: sudah banyak produk (video dan buku) yg menjelaskan bagaimana syaikh usamah bin ladin –hafidzohullah– mempersiapkan dan melakukan penyerangan terhadap menara kembar wtc,,
    sebagai bukti, tafadhol antum mengunjungi http://s3nn4.multiply.com/reviews/item/3

    kedua: syaikh usamah bin ladin –hafidzohullah– bukanlah tidak mau menyerahkan diri beliau, tapi mana ada perang yg dengan mudah menyerahkan komandannya,,?? syaikh usamah bin ladin –hafidzohullah– bukanlah tidak mau menyerahkan diri beliau, tapi imaroh Islam afghonistan lah yg TIDAK MAU memberikan syaikh usamah bin ladin kpd amerika laknatullah,,

    ketiga: ini adalah fitnah, tuduhan yg bathil bahkan munkar,, bagaimana antum mengatakan syaikh usamah –hafidzohullah– tdk peduli kpd kebangkitan Islam, sedang beliau sendiri sangat berharap dapat segera membebaskan Al Aqsho dari jeratan yahudi iarael laknatullah dgn menawarkan proposal langkah nyata,, silahkan antum baca di http://tegoeh.multiply.com/market/item/4

    semoga Allah melindungi dan menolong mujahidin, semoga mujahidin tetap istiqomah, tidak gentar dg celaan orang yg suka mencela,,

    afwan minkum, Wallahu a’lam bish showab,,

  5. abisyakir berkata:

    @ Tegoeh.

    Syukran jazakumullah atas respon Antum. Mohon maaf jika tulisan yang saya tulis itu nadanya sangat keras. Perlu Antum pahami: “Sebagaimana ada sebagian ikhwan yang sangat keras dalam membela Usamah bin Ladin. Maka Antum harus menerima juga kenyataan, bahwa ada ikhwan lain yang juga sangat keras dalam mengingkarinya.” Mungkin saya termasuk bagian yang terakhir itu.

    Akhi Fillah, saya ingin memberikan sedikit jawaban:

    Pertama, peledakan double tower WTC itu tidak mungkin dilakukan oleh Usamah Cs. Ini sangat tidak mungkin. Antum harus paham, pesawat yang menabrak menara WTC itu TIDAK AKAN MUNGKIN bisa meruntuhkannya. Kalau menyebabkan kerusakan tertentu, atau terbakar, itu bisa. Tetapi kalau meruntuhkannya dalam hitungan menit. Itu tidak mungkin. Hanya mungkin hancurnya WTC akibat penghancuran bom terkendali yang dilakukan secara sengaja. maaf beribu maaf, kita jangan tertipu oleh hantaman pesawat itu. Bahkan andai yang menabraknya pesawat Air Bus berbadan besar pun, menara WTC belum tentu akan runtuh.

    Dan tidak mungkin orang-orang Usamah akan menanam ratusan atau ribuan bom di “titik sambung” gedung WTC. Selain jelas mereka akan ketahuan, juga mereka tidak tahu letak “titik sambung” itu sendiri. Apa yang diklaim Usamah itu hanya omong kosong belaka. Kalau peledakan WTC benar-benar dilakukan oleh Al Qa’idah, mereka pasti akan mengulanginya berkali-kali di sasaran lain.

    Maaf ya, kemampuan Al Qa’idah itu cukup tangguh di bidang pengeboman, dengan bom manusia, bom mobil, termasuk bom ranjau. Tetapi untuk memakai pesawat, apalagi pesawat sipil, apalagi untuk menabrak gedung di sebuah kota yang banyak gedung-gedung tingginya. Itu sangat jauh, jauuuuh sekali. Kalau tidak percaya tanyakan ke pilot pesawat sipil. Bisakah mereka melakukan hal yang sama, meskipun jam terbang sudah di atas 10.000 jam terbang.

    Dan andai benar Usamah Cs yang melakukannya, mengapa dalam peledakan WTC itu tidak ada tim mujahidin yang merekam peledakan tersebut, lalu membuat video sendiri disertai teriakan “Allahu Akbar”. Video yang beredar selama ini hanya dari CNN. Tidak mungkin, anggota Usamah akan melupakan rekaman video atas aksi-aksinya, apalagi sehebat peledakan WTC.

    Kedua, Antum katakan: “Mana ada perang yang dengan mudah menyerahkan komandannya?” Saya balik bertanya, Usamah berperang mewakili siapa? Mewakili negara mana? Mewakili Darul Islam yang mana? Apakah Ummat Islam sedunia menitipkan amanah perang kepadanya? Paling disini, Usamah berperang membela fatwa jihad globalnya sendiri. Itu tandanya, bahwa Usamah berperang tidak mengerti hukum jihad itu sendiri. Saya tegaskan sekali lagi: Kalau jihad ofensif, harus ada negara yang menyerukan hal itu; kalau jihad menghancurkan sistem kuffar, jangan warga sipil jadi sasaran; kalau jihad membela diri, lakukan dimana Ummat butuh pembelaan disana.

    Antum katakan: “Syaikh usamah bin ladin bukanlah tidak mau menyerahkan diri beliau, tapi imaroh Islam afghonistan lah yg TIDAK MAU memberikan syaikh usamah bin ladin kpd amerika laknatullah.”

    Ini juga alasan keliru. Bantahannya: (1) Kalau memang Usamah Cs mengaku melakukan peledakan WTC, ya dia harus tanggung-jawab. Jadi jangan lari, atau terus sembunyi, atau menyusahkan suatu negara; (2) Mengapa setelah Imarah Thaliban tidak ada lagi, Usamah tidak kunjung menyerahkan diri? Toh, imarah tersebut sudah tidak memegang kendali atas Afghanistan; (3) Mengapa setelah Thaliban diruntuhkan, Usamah tetap mengklaim Al Qa’idah sebagai pelaku peledakan WTC, bahkan membanggakan hal itu? Bukankah tebusan dari aksi WTC itu adalah hilangnya pemerintahan Islam Thaliban? Mengapa kita membanggakan sesuatu yang berakibat lenyapnya pemerintahan Islam?

    Lagi pula, kita tidak pernah tahu fakta sebenarnya, apakah Usamah sudah bertekad menyerahkan diri, atau alasan itu hanya dibuat-buat saja untuk membenarkan hal-hal yang sebenarnya tidak benar.

    Ketiga, ukuran kebangkitan Islam itu kan menyeluruh, di semua negeri-negeri Islam, termasuk Indonesia di dalamnya. Al Aqsha adalah salah satu bagian yang menjadi perhatian Shahwah Islamiyyah. Kalau peduli dengan Al Aqsha, tentu pejuang-pejuang Islam di Palestina, mereka sejak lahir sudah peduli dengan pembebasan Al Aqsha. Masalahnya, kebangkitan Islam yang pernah dipuji oleh para ulama, sampai ada yang mengatakan, “Abad 15 hijriyyah adalah abad kebangkitan Islam.” Semua ini kini pudar, rusak citranya, bahkan dikhawatirkan menuai banyak fitnah. Penyebabnya, ialah karena Ummat Islam memberi kesempatan kepada George Bush Cs untuk mengacak-acak dunia Islam lewat “perang anti teror”-nya. Dan bagaimana perang itu akan mendapat tempat leluasa di bumi-bumi Islam, kalau bukan karena aksi-aksi Usamah dan Al Qa’idahnya?

    Dan terakhir…mohon renungkan…

    Saya mau bertanya, apakah Jihad membela Islam itu baru dikenal di masa Usamah bin Ladin? Mohon jawab pertanyaan ini baik-baik dan jujur. Tentu, kita semua telah tahu bahwa jihad telah dimulai sejak lama, termasuk di Indonesia sendiri.

    Kemudian, apakah yang namanya mujahidin hanya seseorang atau sekelompok orang yang mendapat dukungan/restu dari Usamah bin Ladin? Mohon dijawab baik-baik dan jujur. Tentu, ukuran jihad bukanlah penilaian seseorang, tetapi berdasar parameter Kitabullah dan Sunnah.

    Lalu, adakah para mujahidin di masa lalu yang melakukan gerakan/aksi/tindakan seperti Usamah dan Al Qa’idahnya itu? Coba carilah dalam khazanah jihad kaum Muslimin sejak dulu, adakah yang mirip atau serupa dengan gerakan Usamah tersebut? Adakah para alim mujahid di masa lalu yang menyerukan fatwa jihad global, yang mendukung aksi-aksi penyerangan sasaran sipil, yang merusuhi wilayah-wilayah damai, yang melakukan ofensif secara mandiri, tanpa legalitas negara?

    Saya yakin, kita akan mengetahui, bahwa tindakan Usamah Cs itu adalah perkara baru dalam perjuangan kaum Muslimin di dunia. Jamaah Islamiyyah pun yang dikenal sangat concern dengan jihad kaum Muslimin di berbagai negara, mereka tidak bersikap seperti itu. Mereka bisa memahami, saat kapan jihad itu bertahan dan saat kapan ia menyerang.

    Usamah bin Ladin ini dari keluarga kaya Bin Ladin di Saudi. Mereka bergerak di bidang minyak dan konstruksi. Jerry D. Grey, penulis buku WTC 911: Hard Evident Expossed. Dia menyebut bahwa orang-orang Amerika itu tahu kalau keluara Bush pernah menjadi mitra setia bisnis keluarga Bin Ladin. Juga perlu ditelisik lagi, masuknya Usamah bin Ladin dalam kancah jihad di Afghanistan, bersamaan dengan masuknya bantuan-bantuan CIA kepada mujahidin. Waktu itu targetnya untuk bersama mengalahkan Uni Soviet.

    Terakhir, saya juga mohon maaf Akhi kalau tulisan yang ditulis tersebut tidak berkenan di hati Antum. Ini hanya pendapat, bisa benar, bisa salah. Wallahu A’lam bisshawaab.

    AMW.

  6. abu umar arief berkata:

    assalaamu’alaikum
    ustadz, ana mau tanya (lagi), apakah ustadz sudah melihat video2 yang dirilis oleh Arrahmah Media ttg aksi2 al Qaidah termasuk 9-11?

  7. abisyakir berkata:

    @ abu umar arif…

    Wa’alaikumsalam warahmatullah wabarakaatuh. Saya belum lihat video “Manhattan Raid” itu. Belum. Kalau sebagian video2 Ar Rahmah sudah lihat. Salah satunya tentang pengalaman beberapa Mujahidin yang keluar dari penjara Beghram.

    Pokoknya, saya tidak percaya Al Qa’idah sebagai pelaku peledakan WTC. Sama sekali tidak percaya. Kalau benar itu Al Qa’idah, tentu mereka sudah produktif menghancurkan bangunan2 monumental lain di negara2 seperti Inggris, Perancis, Kanada, Australia, Israel, dll. Buktinya, sudah 10 tahun tidak ada lagi aksi semisal WTC 11 September 2001. Bahkan sebelum aksi 11 September itu, prestasi serangan Al Qa’idah tergolong biasa-biasa saja. Tidak istimewa. Namanya, prestasi operasi militer, tidak bisa mengalami “longjumping”. Pasti naik secara bertahap, berproses, sesuai keahlian dan skill yang dicapai.

    Kejujuran Al Qa’idah terhadap aksi WTC 11 September 2001 itu akan membuktikan apakah gerakan mereka BENAR, atau BATHIL. Mohon hal itu dicatat dengan sangat jelas. Kalau soal membuat video, kelompok George Bush juga bisa membuat puluhan video atas nama “ancaman dari Al Qa’idah”. Asal ada orang bisa bahasa Arab, bisa nulis arab, bisa akses internet; video pura2 itu bisa dibuat dimanapun juga. Jangan terlalu polos menanggapi soal publikasi video. Jazakumullah khair.

    AMW.

  8. irfan berkata:

    postingannya lumayan menarik,mas.
    Tapi saya hampir sepakat dengan komentarnya Mutia.

  9. Howdy, I do think your web site might be having browser
    compatibility issues. Whenever I take a look at your blog in Safari, it looks
    fine but when opening in IE, it has some overlapping issues.

    I merely wanted to provide you with a quick heads up! Apart from that, wonderful blog!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: