Perginya Seorang Akhi Badrun

Setelah beberapa mahasiswa di Mesir mendapat perlakuan sangat keras, karena diduga menjadi anggota gerakan Al Ikhwan Al Muslimun, kemudian datang lagi khabar duka. Seorang mahasiswa Al Azhar Mesir asal Indonesia, bernama Badrun Syamsu Ranga Dyka (usia 22 tahun) meninggal setelah tenggelam di pantai Sharm El Sheikh. Dia meninggal ketika mengikuti tradisi tahunan Ikatan Pelajar Mahasiswa Gontor (IKPM) pada pertengahan Juli lalu.

Pantai Sharam El Sheikh (dari detiknews.com).

Pantai Sharam El Sheikh (dari detiknews.com).

Wafatnya Al Akh Badrun bisa dianggap sebagai khabar duka, terutama bagi siapapun yang merasa kehilangan dirinya. Tetapi ia juga bisa dipahami sebagai khabar baik dari Allah Ta’ala. Semoga beliau termasuk salah satu hamba Allah yang meninggal dalam keadaan syahid. Allahumma amin.

Al Akh Badrun tinggal di Mlarak Ponorogo, tidak jauh dari “kampus legendaris” Pesantren Gontor I Ponorogo. Dia sendiri memang alumni Gontor yang bisa meneruskan kuliah di Mesir.

Sebagian catatan perjalanan pemuda ini sungguh layak untuk kita simak. Antara lain sebagai berikut:

[o] Beliau meninggal tenggelam. Padahal dalam hadits disebutkan, bahwa seorang Muslim yang meninggal tenggelam, dia meninggal syahid.

[o] Beliau meninggal ketika mengikuti kegiatan “Napak Tilas Jejak Nabi” yang rutin diselenggarakan IKPM Gontor di Mesir. Kalau di tempat kita, ini semacam kegiatan RIHLAH, RIYADHAH, dan TADABBUR sekaligus. Rihlah karena sifatnya santai, untuk refreshing. Riyadhah karena disana jelas dibutuhkan kekuatan fisik untuk menempuh perjalanan yang berat. Dan tadabbur, merenungi alam sekitar serta warisan sejarah Nabi di masa lalu.

Saya tidak mengerti, apakah “Napak Tilas” itu dikaitkan dengan perjalanan hijrah Nabi Saw dari Makkah ke Madinah, melewati tepian Laut Merah? Ataukah perjalanan para Shahabat Ra. di bawah pimpinan Ja’far bin Abdul Muthalib Ra. ketika hijrah ke Habasyah (Ethiopia)? Atau perjalanan para Nabi di masa lalu, sebelum Sayyidul Mursalin Saw.?

Namun siapapun yang di hatinya tumbuh kecinta kepada Sayyidul Mursalin, Nabi Saw., Allah pasti akan menyampaikan cintanya itu kepada yang dituju. Nabi Saw. pernah mengatakan kepada seseorang Shahabat yang mengaku mencintai Allah dan Rasul-nya, “Innaka ma’an ahbabta” (engkau itu kelak akan bersama yang engkau cintai).

[o] Al Akh Badrun ini juga termasuk pemuda yang sangat peduli dengan orangtua dan keluarganya. Dia selalu menasehati keluarganya agar menjalankan shalat tepat waktu. Dia sering mengirim SMS hanya untuk mengingatkan keluarganya agar shalat tepat waktu. Masya Allah.

[o] Beliau juga seorang pemuda yang pengasih kepada orangtuanya. Hal itu sangat tampak dari ketegaran ibunya ketika menerima jenazahnya di Ponorogo. Ibunya melarang semua keluarganya menangis. Bahkan beliau ikhlas melepas kepergian putranya dan meyakini bahwa putranya mati syahid.

[o] Sebelum meninggal, Al Akh Badrun sempat menulis surat kepada keluarganya. Isi surat itu dengan bahasa Jawa yang halus terutama berisi permohonan maaf dia kepada keluarganya, atas kesalahan-kesalahan dia selama ini. Begitu dalamnya permohonan maaf itu, hingga untuk membacakannya saja terasa berat sekali.

Itulah sekelumit kehidupan Al Akh Badrun Syamsu Ranga Dyka…

Semoga Anda dimasukkan oleh Allah Al Karim ke dalam barisan para kafilah syuhada’. Semoga Allah memperkenankan Anda menolong 70 orang dari keluarga Anda. Semoga kematian Anda menjadi kebaikan bagi kehidupan kaum Muslimin, dan tidak menjadi musibah yang memberatkan Ummat ini.

Ya Allah ya Rahmaan, wafatkanlah kami dalam keadaan syahid, kumpulkanlah kami bersama para syuhada’, istiqamahkan kami menapati jalan khidmah Islami sampai ajal menjumput kami.

Allahumma amin. Wa shallallah ‘ala Rasulillah Muhammad wa ‘ala alihi wa ashabihi ajma’in.

Selamat jalan Al Akh Badrun… Semoga kelak kita bisa bertemu di bawah naungan rahman, ampunan, dan keridhaan-Nya. Allahumma amin.

== Abi Syakir Najih ==

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: