Bangkitnya Kekuatan NASIONALIS

Saudaraku…

Mungkin selama ini kita merasa bahwa hanya para aktivis Islam saja yang tidak menyukai LIBERALISASI (secara ideologi maupun ekonomi). Ternyata, ada kekuatan lain yang selama ini tidak kita perkirakan. Ia adalah gerakan NASIONALIS baru. Gerakan ini ternyata juga sangat ANTI LIBERALISME, khususnya liebralisme ekonomi.

Gerakan Nasionalis baru ini juga concern dengan kondisi masyarakat, kehidupan wong cilik, juga penderitaan rakyat sekian lama di bawah regim ekonomi Neolib. Mereka tidak kalah dalam semangat perlawanannya terhadap Neoliberalisme. Setidaknya, di media internet kita bisa melihat, mereka mulai bersuara keras.

Pangkal masalahnya sederhana. Di jaman modern seperti ini WAR OF ENERGY berlangsung sangat keras. Perang, terorisme, atau kekerasan siap dilewati demi tujuan mendapatkan sumber-sumber energi. Atau sekedar untuk mengamankan pasokan energi. Kita sebagai manusia yang berakal pasti sangat berkepentingan terhadap energi itu. “Hidupmu berjalan di atas pasokan energi untukmu.” Apalagi jika kita memikirkan masa depan anak-cucu kita nanti di negeri ini.

Hanya masalahnya, setelah Reformasi, kita merasakan kehidupan yang semakin LIBERAL. Dari sisi ekonomi realitasnya: Mencari uang susah, harga-harga kebutuhan hidup tinggi! Hal ini terjadi karena negara kita menganut sistem ekonomi Neo Liberal. Dengan sistem ini, sebagian besar sumber-sumber kemakmuran rakyat diangkuti ke luar negeri. Ya, fenomena penjajahan baru terjadi lagi. Tidak ada bedanya dengan Gold, Gospel, Glory di masa lalu. Hanya modusnya lebih keren, atas nama regim pemerintahan demokratis.

Nah, saudara-saudara kita dari kalangan Nasionalis itu, mereka juga sangat peduli dengan masa depan bangsa ini. Mereka juga merasa memiliki tanggung-jawab atas kehidupan rakyat, masa depan bangsa, dan kenyataan hidup yang mereka jalani sendiri. Apalagi sehari-hari mereka menyaksikan perihnya kehidupan rakyat kecil.

Jika kita memandang, bahwa yang kita perjuangkan adalah: nasib Ummat Islam. Maka mereka menyebutnya: nasib rakyat kecil. Disini ada titik singgung yang jelas. Ummat Islam juga banyak yang menjadi rakyat kecil; rakyat kecil juga banyak yang beragama Islam. Maklumlah, Islam adalah agama mayoritas rakyat Indonesia.

Dengan demikian, kita bisa berkoalisi untuk memperjuangkan kepentingan yang sama: nasib rakyat Indonesia. Soal niat di hati masing-masing silakan saja. Yang jelas, bagi setiap aktivis Islam atau para dai, mereka berjuang dengan niat mencari ridha Allah.

Dalam Pilpres Juli 2009 lalu sudah tampak adanya kesamaan tanggung-jawab dan kepedulian, untuk sama-sama menghadang gerakan LIBERALISASI Indonesia. Disini sudah tampak saling kepedulian untuk memperjuangkan misi yang sama, meskipun ada perbedaan-perbedaan pada detail tertentu. Tinggal ke depan, kita coba saling kerjasama dalam hal-hal yang disepakati, dan bersikap lapang dada terhadap perbedaan-perbedaan yang ada.

Masa depan Indonesia, masa depan isteri dan anak-anakmu, orangtuamu, kakak-adikmu, cucu-cicitmu, masa depan negeri tumpah darahmu, menjadi amanah yang harus diperjuangkan. Jangan mau menyerahkan masa depan itu ke tangan kaum LIBERALIS yang ujung-ujungnya ingin membangun IMPERIUM New World Order itu. Di tangan kaum LIBERALIS, kehidupanmu dan keluargamu hanya dihargai sebagai SAMPAH belaka.

Bisa dikatakan, saat ini muncul 3 kekuatan utama di Indonesia: Kekuatan Islam, kekuatan Nasionalis, dan kekuatan pro Amerika. Kemudian ada satu lagi kekuatan oportunis. Mereka akan ikut saja kekuatan apapun yang berkuasa. Tapi kekuatan terakhir ini tidak dihitung, sebab dianggap “tidak berkelamin”. Itu setara dengan performa “banci kaleng”.

Alhamdulillah kekuatan Islam bisa bersinergi dengan kekuatan Nasionalis, untuk agenda yang jelas ke depan: Menyelamatkan kehidupan rakyat Indonesia dari sistem penjajahan baru. Perjuangan memang masih panjang. Tetapi kejelasan peta kekuatan politik sangat membantu, untuk mengenali siapa kawan dan siapa lawan.

Hasbunallah wa Ni’mal Wakiil, Ni’mal Maula Wa Ni’man Nashir.

AMW.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: