Membantah Pengamat TERORISME

[1] Dalam dialog dengan SCTV, Al Chaidar ngoceh banyak tentang data-data pelaku terorisme di Indonesia. Dia mengatakan, pada tahun 2006 dia melakukan penelitian tentang pengikut Nurdin M. Top. Kata Al Chaidar, saat itu terungkap bahwa Nurdin sudah berhasil merekrut sebanyak 19.000 kader rekrutan. Termasuk di dalamnya kader-kader wanita.

Bantahan:

Al Chaidar menyebut data, ada 19.000 pengikut Nurdin M. Top yang berhasil dia rekrut. Tetapi mengapa, ketika menjelaskan anggota kelompok Cilacap, Banten, Palembang, Wonosobo, dll. jumlah masing-masing kelompok sangat sedikit? Dari setiap kelompok itu Al Chaidar menyebut kurang dari 10 nama orang. Lho, katanya ada 19.000 kader rekrutan, kok dalam penjelasan anggota kelompok-kelompok itu sangat sedikit? Lalu sisanya yang mungkin masih 18.950 lagi kemana?

[2] Pengamat intelijen, Wawan Purwanto, dalam dialog dengan sebuah TV (kalau tidak salah MetroTV atau IMTV). Dia ditanya tentang pelaku peledakan di JW Marriott yang masih anak remaja, usia sekitar 17 tahun. Dia menduga, dalam diri remaja itu ada unsur gen dari nenek-nenek moyangnya dulu yang mungkin pernah terlibat aksi pengeboman. Perlu diingat, dalam rangka menumpas terorisme, Wawan Purwanto ini setuju jika dihidupkan kembali UU subversif seperti dulu.

Bantahan:

Katanya, remaja pelaku peledakan di JW Marriott kemungkinan nenek-nenek moyangnya pelaku peledakan bom juga. Sekarang kita mau tanya, siapa nenek-moyang remaja itu? Nenek moyang tentu hidup di masa yang lampau, melebihi usia kakek-nenek anak itu sendiri. Apa di jaman dahulu sudah ada kasus-kasus peledakan dengan modus bom manusia seperti itu? Maaf, kalau berkomentar jangan asal njeplak. Tapi dipikir-pikir dulu. Kalau tidak logis, Anda sendiri yang akan ditertawakan!

[3] Mantan Komandan Densus 88, Suryadarma Salim Nasution. Dalam dialog dengan TVOne, dia mengatakan bahwa tujuan aksi-aksi terorisme itu adalah untuk menegakkan Daulah Islamiyyah (sistem negara Islam).

Bantahan:

Mohon datangkan bukti-bukti dalam ajaran Islam, adakah ayat-ayat dalam Al Qur’an, atau adakah hadits Nabi Muhammad Saw yang memerintahkan Ummat Islam mendirikan negara Islam dengan cara teror? Mohon datangkan bukti-buktinya, kalau Anda adalah orang yang benar! Kalau sekedar klaim ini itu dari sekelompok orang, itu mudah melakukannya. Semua orang bisa mengklaim. Misalnya, gerombolan teroris bayaran mengklaim hendak membebaskan manusia dari penindasan. Klaim seperti ini sangat mudah dibuat. Hanya masalahnya, apakah klaim seperti itu diakui oleh ajaran Islam, atau oleh pandangan ulama-ulama Muslim?

[4] Pandangan tendensius mantan Kepala BIN, Hendropriyono. Dia menyebut, pelaku terorisme itu adalah kelompok Wahhabi atau Ikhwanul Muslimin. Dalam dialog di TVOne dengan Karni Ilyas, Hendro mempertegas pendapatnya, dengan menyebut kalangan Wahhabi atau Ikhwanul Muslimin garis keras.

Bantahan:

Ucapan Hendropriyono ini bisa sangat memojokkan banyak pihak. Di mata masyarakat, terutama warga NU, akan makin besar kebencian mereka kepada kalangan yang disebut Wahhabi dan Ikhwanul Muslimin. Perlu diketahui, satu-satunya negara di dunia saat ini yang resmi mengklaim sebagai penganut madzhab Wahhabi, adalah Arab Saudi. Sedangkan ulama-ulama Saudi sendiri sangat keras dalam mengingkari aksi-aksi terorisme itu. Saya memiliki referensi berupa fatwa-fatwa ulama Wahhabi yang mengingkari aksi terorisme. Malah ada fatwa khusus yang ditujukan untuk mengingatkan Usamah bin Ladin. Jadi aneh, aksi terorisme diingkari oleh ulama-ulama Wahhabi, tetapi madzhab Wahhabi malah dituding.

Jika Wahhabi demikian berbahaya, mengapa tidak sekalian saja Ummat Islam Indonesia DILARANG menunaikan Haji dan Umrah ke Saudi? Ya, khawatir mereka akan terpengaruh Wahhabi disana, lalu membuat bom-bom terorisme di Indonesia. Padahal sudah ada jutaan jamaah Haji dan Umrah, tetapi tidak satu pun yang kemudian melakukan aksi terorisme. Singkat kata, terorisme adalah kesesatan paham. Ia adalah faktor deviasi yang selalu muncul di paham apapun. Terorisme tidak bisa dikaitkan dengan madzhab-madzhab tertentu yang tidak bersalah.

[5] Pandangan lain dari mantan anggota Jamaah Islamiyyah, Nasir Abbas. Tokoh ini asal Malaysia, iparnya Saudara Mukhlas yang meninggal dieksekusi akibat Bom Bali I. Secara umum, pandangan Nasir Abbas, Al Chaidar, Abu Rusdan, dll. kerap kali saling bertabrakan. Masing-masing merasa benar sendiri, seolah paling mengerti masalah yang dihadapi. Ada satu ungkapan sangat kasar dari Nasir Abbas, saat dia ikut berpendapat dalam dialog TVOne dengan Hendro Priyono. Disana Nasir Abbas, bahwa kaum Thaliban itu tukang membunuhi Ummat Islam. Mereka berperang melawan Mujahidin, sementara Nasir ada di pihak Mujahidin. Dia mengklaim tidak suka dengan Thaliban.

Bantahan:

Dalam konflik Thaliban versus Mujahidin Afghanistan, harus dirunut masalahnya. Tadinya, Thaliban itu kaum santri agama di daerah perbatasan Afghan-Pakistan. Mereka tidak terlalu aktif dalam jihad, namun banyak belajar agama. Saat terjadi pertikaian antara kubu Burhanudin-Mas’ud dengan kubu Hikmaktyar yang beraliansi dengan Koalisi Utara, situasi Afghan semakin tidak menentu. Hal itu terus terjadi karena pimpinan-pimpinan Mujahidin berebut kekuasaan. Masyarakat Afghan, termasuk santri-santri Thaliban tidak suka dengan situasi tersebut. Dengan didukung Pakistan, Thaliban bangkit menundukkan semua Mujahidin, lalu membentuk pemerintahan sendiri. Hanya saja, setelah Pemerintahan Thaliban berdiri, banyak pihak yang tidak menyukai, sebab berhaluan Islam. Jadi, Thaliban itu akhirnya menunaikan tujuan awal para Mujahidin Afghan. Jika kemudian terjadi pertempuran, jangan ditafsirkan membunuhi Ummat Islam. Kalau begitu caranya, berarti konflik antara Ali bin Abi Thalib Ra. dengan Muawiyah Ra, juga bisa disebut saling membunuhi Ummat Islam. Dan pengakuan Nasir Abbas, bahwa dia tidak menyukai Thaliban. Hal ini sama dengan sikap Amerika selama ini.

[6] Pandangan lain yang sudah tidak kalah popular, dari Sidney Jones, seorang pengamat asal Australia. Pandangan Si Mbok Sidney itu seringkali mewarnai media-media Indonesia. Seolah dia adalah nabi-nya teori terorisme. Dalam diskusi dengan TVOne, Sidney membantah bahwa kasus terorisme di JW Marriott dan Ritz Carlton berhubungan dengan Pilpres. Dia tetap sepakat dengan gaya lamanya, menuduh Jamaah Islamiyyah (JI) ada di balik aksi terorisme itu.

Bantahan:

Sepanjang sepak terjangnya mengamati kasus-kasus terorisme di Indonesia, pandangan Sidney Jones sangat mudah dikenali. Tuduhan dia tidak akan keluar dari 3 nama: Jamaah Islamiyyah, Pesantren Al Mukmin Ngruki, dan DI/TII Kartosoewiryo. Tiga nama ini dia ulang-ulang di berbagai kesempatan, tentu dengan penuh kebanggaan, karena dia diangap sebagai peneliti/pengamat terorisme yang mumpuni. Tapi anehnya, di semua tempat, Sidney tidak pernah bergeser dari 3 nama tersebut. Kalau tidak JI, pasti Ngruki, kalau tidak DI/TII.

Saya khawatir, di kepala Sidney itu hanya ada 3 nama tersebut. Bisa jadi suatu saat Anda akan bertanya: “Mbak dari mana? Mbak suka makanan apa? Mbak pernah kecebur sumur?” Saya khawatir, jawaban yang keluar adalah: Jamaah Islamiyyah, Pesantren Ngruki, dan DI/TII. Kok ada manusia yang sedemikian fanatik dengan ketiga nama ini. Jangan-jangan Sidney sudah menjadi “penggemar berat” ketiga nama tersebut? Wallahu A’lam.

Pandangan membabi buta seperti Sidney Jones itu jelas sangat menyesatkan. Segala bentuk tindak kekerasan, pengeboman, bom bunuh diri, dll. kelak dengan serampangan bisa dikaitkan dengan Jamaah Islamiyyah, Pesantren Ngruki, dan DI/TII Kartosoewiryo yang sudah tidak eksis lagi. Tentu ini adalah kezhaliman yang nyata. Itu pun kalau orang-orang kafir mengerti istilah kezhaliman. Wong di mata mereka, zhalim atau adil itu sama saja.

Tentang Jamaah Islamiyyah misalnya. Organisasi ini sangat misterius. Wujud kekuatannya tidak tampak. Tidak ada pimpinan, pengurus, simbol, anggota, cabang-cabang, dll. layaknya jamaah dakwah selama ini. Saya menduga, pengaruh pemikiran tokoh-tokoh Jamaah Islamiyyah itu ada di Indonesia. Tetapi dalam batas pengaruh pemikiran saja. Namun kalau eksistensi organisasi, saya sangat tidak yakin. Begitu juga dengan pengagum Sayyid Quthb. Di Indoneia banyak orang menjadi pengagum Sayyid Quthb. Kitab tafsirnya, Fi Zhilalil Qur’an sudah terkenal. Tetapi apakah para pengagum Sayyid Quthb itu merupakan anggota Ikhwanul Muslimin Mesir? Belum tentu. Bahkan Ikhwanul Muslimin Indonesia yang diklaim oleh Habib Husein Al Habsyi, belum tentu mendapat lisence dari Ikhwanul Muslimin Mesir.

Singkat kata, kalau ngomong itu jangan asal nyeplos. Dipikir-pikir dulu secara cermat, biar tidak menjadi fitnah di kalangan Ummat Islam. Andai kemudian menjadi fitnah, yaa kita maklumlah. Apa sih kerjaan orang kafir, kalau tidak menyusahkan Ummat Islam? Justru rasanya aneh, kalau tiba-tiba mereka menjadi baik hati. Hua ha ha ha…(dengan nada tawa seperti Mbah Surip).

TADZKIRAH UMMAT

Ummat Islam saat ini seperti buih lautan. Banyak jumlahnya, tidak berharga nilainya. Ummat menjadi bulan-bulanan opini media massa. Mereka dalam kebingungan besar mencari-cari cahaya penerang. Banyak sudah nasehat, peringatan, ajakan, himbauan, dan sebagainya disampaikan. Tetapi Ummat ini seperti sangat sulit lepas dari penjara kelumpuhan lahir-bathin. Berbagai macam obat sudah didatangkan untuk memperbaiki Ummat ini, tetapi penyakit yang bersarang tidak kunjung sembuh-sembuh. Siapa yang salah? Obatnya, dokternya, atau pasiennya?

Mungkin inilah masanya JAMAN FITNAH. Jaman penuh cobaan, godaan, dan rongrongan iman. Memegang nilai-nilai Islam di hari ini seperti memegang bara api. Kalau dilepaskan, ia akan padam; kalau terus dipegang tangan menjadi hangus.

Namun bagaimanapun, di hati kita harus selalu ada OPTIMISME. Okelah cobaan ini memang berat, amat sangat berat. Musuh-musuh yang dihadapi Ummat memerangi dari segala penjuru. Termasuk musuh-musuh yang memakai baju Islam, memakai kopiah, sarung, gamis, fasih dengan istilah-istilah Islam, dll. Sebesar apapun problem itu, ALLAHU AKBAR. Allah lebih besar dari semua itu. Allah berjanji akan menolong orang-orang beriman dan mengalahkan musuh-musuh-Nya. Hanya janji Allah semata yang layak kita pegang!!!

Dalam Al Qur’an: “Dan siapa yang mengingkari sesembahan selain Allah, dan bertauhid kepada Allah, maka dia telah berpegang kepada simpul tali yang sangat kuat, yang tidak akan pernah putus. Dan Allah itu Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.” (Al Baqarah: 256).

Wallahu A’lam bisshawaab.

(Comeon).

21 Balasan ke Membantah Pengamat TERORISME

  1. Abdillah Syafei mengatakan:

    Setuju dengan pernyataan (bantahan) dari Usatdz Joko Waskito di atas. Pasca dialog-dialog para pengamat terorisme (yang ternyata mereka sendiri telah menjadi teroris bagi umat ini). Saya termasuk orang yang banyak ditanya tentang permasalahan tersebut.
    Tetangga, teman wartawan, rekan mengajar di sekolah dan beberapa aktivis Islam.
    Sungguh beberapa tokoh yang antum sebut di atas memang “asal Njeplak”. Mereka berkata bukan berdasar kajian sebagaimana yang mereka klaim, tetapi berdasar mimpi dan halusinasi serta kebutaan tentang sejarah gerakan Islam dan peta politik Islam di dunia.
    Soal Wahabi misalkan. Justeru negeri Wahabi, Saudi Arabia, merupakan negara yang selama ini banyak dituduh sebagai ANTERK AMERIKA, bagaimana mungkin orang-orang Wahabi bisa digeneralisir sebagai Teroris?
    Kalo saya yang bukan orang Jawa kemudian mengatakan bahwa Teroris tersebut ADALAH ORANG JAWA, misalkan hanya lantaran yang ketangkap itu rata-rata orang jawa, apa juga bisa dibenarkan?
    Kembali ke masalah Wahabi… kenapa nggak sekalin aja mereka bilang kalo Teroris Itu adalah Islam? Pake mutar-mutar ke Wahabi segala? Bukankah dalil dan dalih yang sering dijadikan alasan tindakan teror itu selalu menggunakan ayat Qur’an dan Hadits Nabi? (Walau[un sebenarnya ayat dan hadits itu ditafsirkan secara tidak tepat oleh para teris).
    Kalo saya berpendapat, sebenarnya ini adalah upaya kaum anti Islam yang ingin memadamkan perjuangan menegakkan syari’ah dan daulah dengan mengambil momentum MARAKNYA AKSI TEROR.
    Allahu A’lam

  2. djoyo mengatakan:

    Tepat ulasan Ustadz, mereka selain asal njeplak juga tidak berani adil. Contoh ketika hendropriyono ditanya bagaimana atau apa standar sesuatu itu dikatakan teroris kok kalau ada bom di Indonesia pengebom di sebut teroris, tapi kalau amerika ngebom dimana-mana kok tidak disebut teroris? jawabanya ngglambyar kemana-mana. Tidak berani tegas.

  3. Merdeka mengatakan:

    Teroris adalah orang yang memberi rasa takut dan meneror pada orang lain terhadap keselamatan jiwa. Kenapa hak hidup dan ketenangan orang tak bersalah di rampas..Oleh AS,israel dan para Mujahid..Apa yang mereka perjuangkan?Mengapa Tuhan mengijinkan semua ini terjadi? Kehidupan untuk apa?

  4. abisyakir mengatakan:

    @ Merdeka.

    Kenapa hak hidup dan ketenangan orang tak bersalah di rampas…para Mujahid? Apa yang mereka perjuangkan? Mengapa Tuhan mengijinkan semua ini terjadi? Kehidupan untuk apa?

    Mana ada “orang tak bersalah”… Apa definisi orang tak bersalah? Semua manusia jelas punya kesalahan. Rakyat kecil, orang sipil, warga asing, atau siapa saja punya kesalahan. Seperti kaum wanita yang lemah yang ada di mall-mall. Sekilas pandangan mereka tidak bersalah. Tetapi mereka juga melakukan hal-hal yang tidak benar, misalnya: kemana-mana berpakaian seksi, menggoda kaum laki-laki; sangat gila belanja; menjadi pembeli produk-produk para kapitalis; tidak mau berpikir kritis, selalu mengekor budaya Barat, enggan menuntut ilmu, senang dengan romantisme, dan lain-lain. Semua itu juga merupakan kesalahan yang membuat masyarakat luas semakin letih dan lemah.

    Kalau ada yang tidak dianggap bersalah, mereka adalah anak-anak, atau kaum lanjut usia. Tetapi kaum wanita dewasa yang miskin moral, mereka menyumbang kesalahan besar dalam kehidupan masyarakat. Adapun kaum wanita dewasa yang bersikap sopan, bermoral, shalihat, mereka tidak dianggap ikut menanam kesalahan, meskipun sebagai manusia mereka tetap memiliki kesalahan juga. Nah, anak-anak, orang lanjut usia, serta wanita-wanita yang baik ini, mereka dikenal sebagai mustadh’afin (orang-orang lemah) yang dilindungi secara Syar’i. Mereka tidak boleh diperlakukan dengan kekerasan, meskipun dalam konteks perang sekalipun.

    Memang, ketika meledak bom di mall-mall, yang korbannya orang-orang sipil, termasuk kaum wanita. Memang aksi ledakan seperti itu dianggap zhalim, sebab mengarah ke sasaran orang-orang yang tidak mampu secara fisik untuk mempertahankan diri, atau membalas serangan. Bahkan mereka tidak tahu-menahu dengan alasan serangan yang dilakukan orang lain. Nah, hal demikian memang dianggap kezhaliman. Tetapi kaum wanita atau anak-anak di Israel misalnya, mereka tidak bisa dianggap “tidak berdosa”. Bayangkan, sejak anak-anak mereka sudah dilatih kemampuan menembak, dengan sasaran gambar warga Arab. Sejak kecil mereka didoktrin, bahwa darah Yahudi itu suci, bahwa darah orang Arab seperti anjing. Dan lain-lain. Dalam situasi demikian, meskipun anak-anak, atau wanita, mereka tidak bisa disamakan dengan warga sipil biasa.

    Dalam pikiran kita perlu direvisi lagi tentang definisi “orang tidak bersalah” itu. Mungkin anda pernah mendengar, seorang politisi nasional pernah menuduh orang-orang yang suka belanja di mall-mall itu sebagai para pengkhianat. Sebab mereka ikut membesarkan mall-mall milik kaum kapitalis. Dan ternyata yang “doyan keluyuran” di mall-mall kebanyakan kaum wanita. Hal ini perlu ditegaskan lagi, sebab orang Indonesia itu akhirnya jadi cengeng-cengeng.

    Kemudian, para Mujahid yang lurus dalam perjuangannya, mereka tidak akan menjadikan orang-orang lemah sebagai sasaran. Coba lihat kaidah-kaidah Syariat Islam. Dalam perang pun, anak-anak, wanita, orang lansia, musuh yang melarikan diri, orang kafir dalam perlindungan, dll. mereka dilarang untuk diserang. Sementara TERORISME jelas-jelas telah mengacaukan kaidah perang Islami itu. Maka teror tetap teror, ia tidak bisa menjadi jihad.

    Mengapa harus ada konflik di muka bumi?

    Jawabnya sederhana saja: “Lihatlah dunia binatang! Mengapa harus ada makan-memakan di dunia binatang? Mengapa mereka tidak damai saja, tanpa konflik sedikit pun?” Di dunia binatang saja, yang notabene makhluk tidak berakal, konflik terjadi, apalagi di dunia manusia? Manusia jelas memiliki akal, memiliki pikiran, memiliki pemahaman, kepentingan, dll. Sementara manusia yang satu berbeda kepentingan dengan manusia yang lain. Coba Anda bertanya ke diri sendiri, adakah manusia di dunia ini yang sama persis kemauannya dengan Anda? Pasti tidak ada. Pasti selalu ada perbedaan, meskipun terdapat kesamaan dalam berbagai hal. Nah, perbedaan itu ada yang bisa diselesaikan dengan baik-baik, dan ada yang harus diselesaikan dengan konflik.

    Jadi pangkal awalnya adalah: perbedaan kepentingan manusia itu sendiri. Inilah akar munculnya berbagai macam konflik. Kalau mau dihilangkan konflik itu, manusia harus dibuat seragam, kehidupan harus seragam, tidak ada perbedaan, tidak ada variasi, semuanya sama, semuanya sebentuk, semuanya persis, seperti sebutir kelereng sama dengan butir-butir kelereng lainnya. Jika harus sama seperti itu, berarti tidak ada keragaman, hingga akhirnya tidak ada kehidupan. Iya tho? Anda mau kehidupan ini seragam semua? Manusia wajahnya sama, umurnya sama, bahasanya sama, ukuran tubuhnya sama, gendernya sama, kebutuhannya sama, sifat-sifatnya sama, dan sebagainya.

    Mengapa Tuhan mengijinkan semua konflik ini terjadi?

    Konflik itu merupakan konsekuensi keragaman dalam kehidupan manusia. Karena beragam, ada perbedaan kepentingan, lalu terjadi konflik. Meskipun perbedaan kepentingan tidak selalu diselesaikan dengan konflik. Kalau mau konflik lenyap, manusia harus sama dan sebentuk semuanya. Dan itu tidak mungkin terjadi. Bahkan nurani kita akan meronta-ronta jika semua keadaan manusia harus sama. Manusia butuh kepada dinamika, bukan kehidupan homogen. Maka jangan bersikap CENGENG, hendak menyalahkan konflik. Anda salah! Kalau mau menyalahkan, salahkan diri sendiri yang cupet pikiran, tidak dewasa memahami realitas kehidupan. Demi Allah, andai tidak ada konflik dalam hidup manusia, kehidupan ini akan sangat sepi, tanpa dinamika, lalu manusia cepat mati karena merasa bosan dengan kehidupan yang dijalaninya.

    Para mujahid Islam sekali lagi tidak berperang/menyerang tanpa adab-adab. Dalam jihad fi sabilillah pun ada adabnya. Jangan disamakan kaum Mukmin dengan Amerika dan Israel. Itu sesuatu yang sangat berbeda. Ingat, dalam Islam itu tidak ada PENJAJAHAN. Islam ini mengajarkan hidup MERDEKA dari segala penindasan dan penjajahan. Caranya, manusia mengibadahi Allah semata, tidak membuat sekutu dalam bentuk apapun, maka saat itu dia akan mendapat hakikat kemerdekaan.

    Pertarungan antara pemikul panji kebenaran dan pemikul panji kekafiran, akan selalu ada di dunia ini. Maka konsekuensinya konflik akan selalu terjadi. Hanya masalahnya. Saat konflik, Anda ada dimana? Ada di pihak Allah atau ada di pihak musuh-Nya? Selagi kita berada di pihak Allah, konflik mau sedahsyat apapun, tidak masalah. Hanya selama ini yang terjadi, sebagian orang berada di pihak musuh Allah, tetapi mereka mengklaim dirinya ada di pihak Allah. Nah, itulah yang membuat fitnah dimana-mana. Orang mengira dia mujahid, tetapi hakikatnya dia musuh Islam. Nah, konflik aneh seperti ini yang selama ini membuat masyarakat dunia salah paham.

    Padahal andai konflik itu benar-benar ditimbang dengan Syariat Islam, dampaknya akan selalu baik. Sebab Islam adalah RAHMATAN LIL ‘ALAMIIN. Dalam urusan konflik pun, dampaknya membawa kasih-sayang bagi sekalian alam. Wallahu A’lam bisshawaab.

    AMW.

  5. Merdeka mengatakan:

    Perang hanya menimbulkan dendam…Akan muncul pejuang2 sejati dari kedua belah pihak..Mereka bertempur akan keyakinan kebenaran masing2…Dan percikan pertempuran mereka mengenai anak2, Alangkah sengsaranya anak2 di daerah konflik ia jadi korban nafsu kebenaran dan janji surga yang di yakini dari pejuang sejati dari kedua belah pihak dan keadaan itu dimulai dari jaman nabi hingga sekarang dan tak kan berhenti, tetapi manusia tak pernah belajar. Dunia Manusia bukan dunia binatang…Manusia harus punya cara yang lebih bijak mengatasi konflik. Aku berharap lebih banyak orang didunia yang setuju untuk berhenti berperang,Jika Tuhan Sang Penguasa Jagat Raya mengijinkan. SOLUSI Jika ingin menang melawan dunia barat, ajaklah umat untuk menguasai ilmu pengetahuan dan Teknologi…Barat maju karna ilmu pengetahuan..Merekapun pernah mengalami dark age dan Menjadi umat yang bodoh, Tp mereka bangkit setelah belajar dari Teknologi Islam… nah Ayo dengan ilmu pengetahuan, KUASAI TEKNOLOGI dan Buat mereka takluk…

  6. Ana Jiddan mengatakan:

    @ Merdeka
    Selain teknologi, pemahaman tentang aqidah dan syari’ah itu juga penting agar Islam bisa menang. Jadi jangan terfokus pada teknologi saja, atau teknologi tok. Ketika menguasai teknologi pun kita tetap harus memilih ada di pihak mana,pihak Allah atau musuh-Nya?
    Wallahua’lam

  7. neis mengatakan:

    Emang situ tau pasti siapa pelaku teror itu??
    Protes2 pendapat orang,,tapi anda sendiri ga tau.

  8. Merdeka mengatakan:

    Aku benci para teroris, baik AS, israel dan para mujahid sejati. Bom bunuh diri yang dilakukan para mujahid di indonesia, hanya memberi kesan buruk pada citra Islam di mata masyarakat umum…Dan masyarakat umum cenderung memusuhi mereka…Ayo Kuasai teknologi dan tentunya di landasi Iman..Agar islam berjaya kembali..

  9. Ana Jiddan mengatakan:

    @ Merdeka
    tolong bedakan antara mujahid sejati dengan orang yang melakukan bom bunuh diri secara serampangan yang mengatsnamakan jihad. Saudara2 kita yang di palestin dan iraq yang membela tanah airnya apa tidak bisa dikatakan mjahid sejati?lalu apa kita pantas membenci mujahid2 yang insyaAllah mulia tersebut?

  10. Merdeka mengatakan:

    Aku benci mereka karena mereka menempuh jihad dengan cara perang yang NGAWUR dan membabi buta melukai anak2 di palestine dan indonesia dan mujahid ikut bertanggung jawab didalamnya karena menempuh jihad dengan perang…Anak2 jadi korban dengan cara Perang yang sudah beribu2 tahun itu…Kuasai Teknologi dan dilandasi dengan Iman itulah solusi..Agar Islam jaya kembali..

  11. Ana Jiddan mengatakan:

    @ Merdeka
    Nampaknya Anda belum bisa membedakan. Apa ada data yg menyebutkan bahwa HAMAS sengaja melukai anak2 di palestine? kalaupun ada ya itu karena ulah israel sendiri

  12. Ana Jiddan mengatakan:

    @ Merdeka
    lalu maksud Anda ngawur yang seperti apa? Apa mereka (mujahidin) berperang dengan tidak memperdulikan aturan syar’iy?

  13. fadel mengatakan:

    @ merdeka sebenarnya andalah yg ngawur dan tak mau berpikir !

  14. Merdeka mengatakan:

    Mari saya bantu anda untuk berPIKIR…Senjata api selundupan yang terbatas dan Batu kerikil tak kan menang dari persenjataan yang lengkap dan modern. Bom bunuh diri hanya membuat jumlah muslim berkurang, habis dong umat Islam kalau diterusin…PIKIRkan hal itu….Kuasai teknologi, Kalau Islam ingin Jaya..

  15. Ana Jiddan mengatakan:

    @ Merdeka
    Pernyataan Anda ini ga relevan dg diskusi yang kita bahas, lebih baik tak usah ikut bicara

  16. laskarCJ mengatakan:

    Akhir-akhir ini masyarakat Indonesia kembali marak membahas masalah terorisme. Beberapa hari yang lalu tampak seorang ustadz diwawancarai salah satu TV Swasta di Indonesia, beliau ditanya kira-kira apa yang bisa meredam atau menghilangkan terorisme yang kian marak saja di Indonesia. Dijawablah oleh ustadz tersebut, hanya fatwa dari para ulama saja lah yang bisa meredamnya. Yakni manakala para ulama berfatwa untuk menghentikan aksi terorisme tersebut.

    Sejak saat itu, TV swasta ini begitu gencarnya dalam usaha mendatangkan ulama baik dari dalam maupun luar negeri yang memberikan fatwa mengenai terorisme. Sampai pada puncaknya muncul Fatwa Ulama bahwa “Terorisme” = “Kufur”. Hal ini bahkan menyebabkan banyak dari kaum muslimin yang kemudian menyeletuk dan mengatakan bahwa tidak pernah Al Qur’an membahas masalah terorisme ini.

    Terorisme sendiri merupakan kata serapan yang berasal dari bahasa Inggris. Berasal dari kata dasar teror (terror), kata kerjanya meneror atau menggentarkan (terrorize) dan pelakunya dikenal sebagai teroris (terrorist).

    Dalam kamus Bahasa Indonesia Kontemporer, Terorisme dapat diartikan sebagai penggunaan kekerasan atau ancaman untuk menurunkan semangat, menakut-nakuti, dan menakutkan, terutama untuk tujuan politik. Sedangkan Hafid Abbas, Dirjen Perlindungan HAM Depkeh dan HAM RI. Terorisme adalah pemakaian kekuatan atau kekerasan tidak sah melawan orang atau property untuk mengintimidasi atau menekan pemerintah, masyarakat sipil, atau bagian-bagiannya, untuk memaksa tujuan sosial, dan politik.

    Menurut Webster’s New World College Dictionary (1996), terorisme adalah “the use of force or threats to demoralize, intimidate, and subjugate.” Terorisme dibagi kedalam dua macam definisi, yaitu definisi tindakan teroris (terrorism act) dan pelaku terorisme (terrorism actor). Disepakati oleh kebanyakan ahli bahwa tindakan yang tergolong kedalam tindakan Terorisme adalah tindakan-tindakan yang memiliki elemen: kekerasan, tujuan politik, teror/intended audience.

    Muh. Kurniawan BW,S.Ag.,SH.,MH. menuliskan dalam sebuah artikel bahwa terorisme adalah puncak aksi kekerasan, terrorism is the apex of violence. Bisa saja kekerasan terjadi tanpa teror, tetapi tidak ada teror tanpa kekerasan. Terorisme tidak sama dengan intimidasi atau sabotase. Sasaran intimidasi dan sabotase umumnya langsung, sedangkan terorisme tidak.

    Dr. Thahir Qadri berpendapat, “Terorisme adalah terorisme dan kekerasan adalah kekerasan. Tindakan ini tidak memiliki tempat di dalam ajaran Islam dan tidak ada pembenaran yang disediakan untuk itu semua.”

    Mengenai fatwa mengenai terorisme itu sendiri, kebanyakan pembuat fatwa bukanlah para ulama yang tengah berada di medan jihad dan bukanlah ulama yang pernah berjihad ketika negaranya diserang oleh kaum kafir. Sementara Syaikh Utsaimin sendiri menulis dalam Fatwa beliau di Majmuatu Durus wa Fatawa al-Haram al-Makki juz 3 hal 354-355, ”Para salaf (shabat, tabiin, tabiit tabiin) seringkali menolak memberi fatwa karena besarnya masalah ini dan beratnya tanggung-jawab serta rasa takut berbicara atas nama Allah tanpa ilmu. Karena seorang pemberi fatwa (mufti) menyampaikan kabar dari Allah dan menjelaskan syariat-syariatNya. Jika berbicara atas nama Allah tanpa ilmu, maka telah terjerumus ke dalam sesuatu yang mengarah kepada syirik. Simaklah firman Allah SWT: “Katakanlah: “Rabbku hanya mengharamkan perbuatan yang keji, baik yang nampak maupun yang tersembunyi, dan perbuatan dosa, melanggar hak manusia tanpa alasan yang benar, (mengharamkan) mempersekutukan Allah dengan sesuatu yang Allah tidak menurunkan hujjah untuk itu dan (mengharamkan) mengada-adakan terhadap Allah apa saja yang tidak kamu ketahui”. (QS. al-A’raf: 33)

    Lalu bagaimana bisa para ulama tersebut membuat fatwa bahwa para pelaku terorisme dipukul rata telah menyandang gelar KUFUR, suatu gelar yang meliputi para mujahidin yang tengah memperjuangkan hak kaum Muslimin di negara mereka saat hak umat Islam diserang? Sementara ulama-ulama pembuat fatwa itu sendiri belum pernah mencicipi manisnya iman dengan berjihad dan berada di tengah medan jihad.

    Dan bagaimana bisa fatwa-fatwa yang semacam itu bisa meredam aksi para teroris dari perbuatannya meneror; menggentarkan musuh Allah dan musuh Rasulullah sementara hak Umat Islam berupa kekhilafahan ‘ala manhaj Nubuwwah masih belum dikembalikan?
    Benarkah Tidak Ada Satu Ayatpun Dalam Al Qur’an Membahasnya?

    Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman dalam QS Al Anfal ayat 60

    وَأَعِدُّوا لَهُمْ مَا اسْتَطَعْتُمْ مِنْ قُوَّةٍ وَمِنْ رِبَاطِ الْخَيْلِ تُرْهِبُونَ بِهِ عَدُوَّ اللَّهِ وَعَدُوَّكُمْ وَآخَرِينَ مِنْ دُونِهِمْ لا تَعْلَمُونَهُمُ اللَّهُ يَعْلَمُهُمْ وَمَا تُنْفِقُوا مِنْ شَيْءٍ فِي سَبِيلِ اللَّهِ يُوَفَّ إِلَيْكُمْ وَأَنْتُمْ لا تُظْلَمُونَ (٦٠)

    “Dan siapkanlah untuk menghadapi mereka kekuatan apa saja yang kamu sanggupi dan dari kuda-kuda yang ditambat untuk berperang (yang dengan persiapan itu) kamu menggentarkan musuh Allah dan musuhmu dan orang orang selain mereka yang kamu tidak mengetahuinya; sedang Allah mengetahuinya. apa saja yang kamu nafkahkan pada jalan Allah niscaya akan dibalasi dengan cukup kepadamu dan kamu tidak akan dianiaya (dirugikan).”

    Yusuf Ali menerjemahkan ayat ini dalam bahasa Inggris sebagai berikut:

    “Against them make ready your strength to the utmost of your power, including steeds of war, to strike terror into (the hearts of) theenemies, of Allah and your enemies, and others besides, whom ye may not know,but whom Allah doth know. Whatever ye shall spend in the cause of Allah, shallbe repaid unto you, and ye shall not be treated unjustly.”

    Ayat tersebut dengan jelas merupakan perintah Allah; seruan Allah pada seluruh kaum Muslimin yang masih memiliki iman di hatinya. Dan seruan khusus ini mengalahkan seluruh definisi yang telah dibuat oleh para ahli dalam berbagai kamus tersebut di atas. Kata kerja yang disebut dalam QS Al Anfal 60 ini “turhibuun” (menggentarkan; to strike terror), maka apabila ada kaum Muslimin yang mengamalkan ayat ini mereka akan menyandang gelar “irhabiyyun” (peneror –terhadap objek spesifik yakni para musuh Allah dan mereka yang disebut dalam ayat ini; terrorists).

    Perintah ini jelas-jelas berasal dari Allah, lalu apa kemudian seluruh pelaku tindakan meneror objek spesifik yakni musuh Allah dan mereka yang tersebut dalam ayat itu, pada saat yang tepat, dengan cara yang tepat dan sesuai dengan syari’at, kemudian begitu saja dijuluki sebagai para teroris dan bergelar “KUFUR” juga?

    Sungguh benar firman Allah dalam QS Az Zumar: 9

    “قُلْ هَلْ يَسْتَوِي الَّذِينَ يَعْلَمُونَ وَالَّذِينَ لا يَعْلَمُونَ إِنَّمَا يَتَذَكَّرُ أُولُو الألْبَاب”

    Katakanlah: “Adakah sama orang-orang yang mengetahui dengan orang-orang yang tidak mengetahui?” Sesungguhnya orang yang berakallah yang dapat menerima pelajaran. (QS 39:9)

    muslimdaily

  17. fina mengatakan:

    AL-CHAEDAR IS TERORIS
    AL-CHAEDAR PENJILAT
    AL-CHAEDAR PENGECUT

  18. Koli mengatakan:

    Nasir abbas ini memang sangat amat sotoy,demi uang hadir 1 juta di tvone,dia asal ngoceh macam kakaktua,tadi waktu pas kejadian sarinah,wah,dia langsung tau siapa pelakunya,dan langsung ngoceh ngalor ngidul mengenai masalah yg tidak dia ketahui dan dia karang2 sendiri,tanpa memberikan dalil sepotongpun,padahal dia cuma dikasih 1 juta rupiah saja + mukanya nongol di tipi….

  19. abisyakir mengatakan:

    @ Koli…

    Sejuta rupiah untuk integritas diri. Woow, mahal ‘kali yak. He he he.

    Admin.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: