Membantah SURAT PALSU Nurdin M. Top

Anda tentu sudah tahu tentang beredarnya surat pengakuan bertanggung-jawab dari Tanzhim Al Qa’idah Indonesia, yang disusun oleh Nurdin M. Top yang beredar di internet. Surat ini muncul dari situs blog: mediaislam-bushro.blogspot.com. Layaknya situs-situs blog lain, tidak jelas siapa pengirim dan dimana domisilinya. Ya, semacam “surat kaleng”, tetapi dalam bentuk blog.

Surat itu mengklaim, Al Qa’idah Indonesia mengaku bertanggung-jawab atas serangan bom bunuh diri ke hotel JW. Marriott dan Ritz Carlton, 17 Juli 2009 lalu. Surat ditanda-tangani oleh “master DPO”, siapa lagi kalau bukan: Si Nordin M. Top. Tapi saya meyakini, bahwa itu adalah SURAT PALSU yang sengaja disebarkan, untuk mengesankan kepada masyarakat Indonesia, bahwa pelakunya adalah Al Qa’idah, Islam garis keras, link Jamaah Islamiyyah, dan lainnya.

Disini ada beberapa bantahan terhadap surat seperti ini, yaitu:

[1] Surat itu dimuat di situs blog liar, yang tidak jelas siapa pemilik blognya, dan dimana domisilinya. Untuk membuat surat seperti itu sangat mudah. Siapapun bisa membuatnya. Perlu diingat, di Indonesia sendiri sering ada telepon ancaman bom yang disampaikan orang-orang biasa, baik karena usil, atau ingin memeras. Maka munculnya situs klaim seperti itu biasa saja. Banyak orang bisa membuat surat klaim seperti itu.

[2] Dalam surat itu disebutkan data-data khusus, seperti KADIN Amerika, tim Manchester United menginap, dll. yang tidak bisa diketahui oleh orang banyak. Informasi seperti ini sangat terbatas. Sulit dibayangkan, Nordin Cs bisa mengakses informasi seperti itu. Contoh mudah, dalam Bom Bali I. Suryadarma Salim mengklaim, pelakunya sudah melakukan “keep watching” (pengamatan) sebulanan. Tetapi tetap saja Imam Samudra Cs tidak tahu secara detail siapa saja orang-orang yang ada di Paddy’s Club.

[3] Kejadian bom di JW Marriott dan Ritz Carlton hampir bersamaan. Hanya selisih beberapa menit saja. Secara letak, kedua hotel juga berdekatan. Maka media-media massa menyebutnya “Teror Bom Mega Kuningan”. Dua kejadian itu disatukan penyebutannya. Nah, mengapa dalam surat dari Si Nordin itu, dibuat dua surat? Satu surat untuk JW Marriott dan satu lagi untuk Ritz Carlton? Mengapa tidak disatukan saja? Apa para pelakunya selama ini bekerja sangat detail, sehingga membedakan satu target dengan target lainnya? Secara psikologis, para teroris tidak akan sempat membuat publikasi yang bertele-tele. Mereka akan to the point saja.

[4] Mengapa di akhir surat itu, setelah tertera nama Nordin M. Top ada kata: Hafidzohullah. Kata ini kan merupakan doa, agar seseorang (Nordin M. Top) dijaga oleh Allah. Jelas doa itu dibacakan orang lain, bukan oleh Nordin sendiri. Masak Nordin mendoakan untuk dirinya sendiri? Kalau kalimatnya dibaca secara utuh: “Amir Tandzim Al Qo’idah Indonesia, Abu Muawwidz Nur Din bin Muhammad Top, Hafidzohullah” (Dari Amir Al Qo’idash Indonesia, Abu Muawwidz Nurdin bin Muhammad Top, semoga Allah menjaganya).

Lihatlah, Nordin yang menulis surat itu, lalu dia juga yang mendoakan dirinya sendiri: “Semoga Allah menjaga dirinya/Nordin.” Ini hanyalah dagelan saja. Ini ditulis orang yang sok pintar memalsu surat para teroris.

[5] Metode yang dipakai oleh si pembuat surat adalah copy paste. Dia copy paste beberapa bagian dari surat satu ke surat kedua. Ini menggelikan, masak para teroris begitu tidak kreatif? Untuk membuat bom hebat, dan menembus keamanan JW Marriott saja mereka bisa, kok membuat surat sangat tidak kreatif begitu? Ini aneh besar.

[6] Coba perhatiakan kalimat bahasa Arab yang ditulis mengakhiri surat. Disana tertera kalimat: “Allahu Akbar, wa lillahi al ‘izzahu, wa li Rasulihi, wal mu’minun” (Allah Maha Besar, bagi-Nya kehormatan-Nya, dan bagi Rasul-Nya, dan bagi orang-orang Mukmin). Kalimat seperti ini salah, bahkan mengandung unsur kemusyrikan. Yang disebut Al ‘izzahu dalam kalimat itu tentu: kehormatan Allah. Kehormatan Allah itu hanya untuk diri-Nya, tidak boleh untuk selain-Nya, meskipun itu Rasul dan orang-orang beriman. Kehormatan di sisi Allah tentu berbeda dengan kehormatan di sisi makhluk-Nya. Harusnya, kalimat itu ditulis: Wal ‘izzatu lillahi, wa li Rasulihi, wal Mukminin. Dan ingat, ditulisnya “wal Mukminin” bukan “wal Mukminun“.

Singkat kata, surat yang diklaim dari Tanzhim Al Qo’idah Indonesia itu adalah surat palsu, bikin-bikinan. Ummat Islam jangan terperdaya oleh surat-surat yang tujuannya ingin memastikan, bahwa: Indonesia terus dirusuhi oleh aksi-aksi teror bom kelompok-kelompok Islam radikal. Tujuannya kesana, biar nanti penguasa memiliki dalil untuk memberlakukan lagi UU Subversif seperti masa-masa lalu. Laa haula wa laa quwwata illa billah.

Lihatlah para kapitalis itu! Saat Ummat Islam di atas angin, mereka memaksakan prinsip DEMOKRASI. Namun saat demokrasi sudah berjalan, ternyata Ummat Islam mampu mengikuti sistem demokrasi ini. Maka cara pun diubah, yaitu main fitnah dan tuduh atas nama kelompok Islam garis keras. Mereka tidak henti-henti mengerusuhi hidup kaum Muslimin ini, sebab memang disanalah mereka mendapatkan EKSISTENSI. Na’udzubillah wa na’udzubillah min dzalik.

Demikian yang bisa disampaikan. Semoga menjadi manfaat bagi Ummat Islam. Semoga Anda sekalian cepat sadar dan mengerti bahwa makar para konspirator sangat luar biasa akhir-akhir ini menimpa Ummat ini. Tidak ada tempat bergantung yang tangguh bagi kita, selain Allah Al Aziz Al Hakim.

Ya Allah lindungilah kami dari segala kejahatan dan kezhaliman orang-orang kafir. Hanya Engkau Pelindung dan Penolong kami, sebaik-baik pelindung dan penolong. Amin Allahumma amin.

AMW.

Iklan

Satu Balasan ke Membantah SURAT PALSU Nurdin M. Top

  1. kopral cepot berkata:

    wah ternyata Imam Samudra Cs masih ngeBlog … padahal dah meninggal ..

    http://serbasejarah.wordpress.com/2009/07/31/ternyata-imam-samudra-cs-masih-ngeblog/

    aya2 wae 😆

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: