Gempa Dahsyat dan Shaum Ummat

Sore hari, 2 September 2009, sekitar jam 14.50 WIB, terjadi guncangan gempa dahsyat di Tasikmalaya, Jawa Barat, dan Jakarta. Kami merasakan benar kuatnya guncangan gempa ini. Antara panik, takut, dan bertakbir menyebut Asma Allah campur aduk jadi satu. Orang-orang satu gang langsung keluar rumah, menyelamatkan diri. Mereka juga bertakbir, istighfar, dan bertasbih menyebut Asma Allah.

Kuat sekali guncangannya. Saat saya sedang mengetik di komputer, guncangan gempa sangat kuat. Seketika saya berdiri dan bertakbir dalam keadaan panik. Selama tinggal di Bandung, inilah gempa paling besar dan lama yang kami rasakan. Ketika gempa pertama mereda, beberapa lama situasi tenang kembali, tapi kemudian gempa kembali. Dengan bergegas saya gendong Syakir dan membawanya keluar rumah. Masya Allah, saya terlupa kalau Fathimah, anak kami yang masih SD, sedang tertidur lelap di kamar tidur. Ada sesalan di hati, mengapa saya lupa dengan Fathimah? Baru setelah masuk rumah kembali, saya lihat dia sedang terlelap dalam tidurnya. Mungkin hal ini terjadi karena begitu paniknya. Alhamdulillah, Allah tidak merobohkan rumah kami dengan gempa ini. Alhamdulillah, alhamdulillah wa syukru lillah bi kulli ni’matih.

Gempa Tasikmalaya ini mengandung hikmah yang sangat dalam, antara lain:

[o] Guncangan gempa dirasakan dalam radius ratusan kilometer, sampai Jakarta, Cirebon, Tegal, Yogya, bahkan katanya dirasakan sampai Bali. Semua orang di kawasan Jawa Barat dan Jakarta merasakan efek guncangan yang sama. Sama-sama kuat dan paniknya.

[o] Saat gempa itu terjadi, rasanya semua makar manusia-manusia keji tidak ada artinya. Hanya dengan digoyang sedikit saja, semuanya ketakutan dan panik. Inilah salah satu tanda ketika Allah menampakkan sedikit saja dari Kekuatan-Nya. Agen-agen NEOLIB, Freemasonry, para penjual negara, agen westernisasi, dll. mereka bisa membuat makar apa saja untuk menghancurkan kehidupan rakyat Indonesia. Tetapi dengan “sentilan” bencana sedikit saja, semua orang ketakutan, gelisah, menyelamatkan diri.

[o] Gempa terjadi dalam jarak sekitar 140 km dari pantai, barat daya Tasikmalaya. Kekuatan lebih besar dari gempa Yogya, 7,3 skala richter. Andai pusat gempa terjadi di pantai, atau di daratan, tidak terbayangkan sampai seberapa besar kehancurannya? Jakarta bisa hancur total, sehingga Indonesia bangkrut, terus NKRI pun hancur berantakan, karena pusat kekuatan Indonesia ada di Jakarta.

[o] Jutaan manusia di Jawa Barat dan Jakarta telah “diberi rasa” oleh Allah, berupa rasa takut, gelisah, dan panik. Tetapi mereka sendiri belum menjadi korban gempa, kecuali sedikit sekali. Ya lumayanlah, biar masyarakat sedikit ingat, bahwa mereka tidak boleh menyembah hedonisme di TV, atau menganggap TV sebagai jalan hidup dan agama. Tetapi mereka setiap hari harus beribadah kepada-Nya.

[o] Andaikan gempa terjadi di luar Ramadhan, saat manusia Indonesia sedang ramai bermandi maksiyat, bermandi kedurhakaan, mengabdi kekafiran, dan membela para pengkhianat pendosa, tentulah Jawa Barat dan Jakarta akan habis disikat gempa ini. Alhamdulillah, gempa terjadi di bulan Ramadhan. Puasa orang-orang Muslim, meskipun puasanya hanya ikut-ikutan atau sekedar ikut tradisi, alhamdulillah puasa kita semua telah menahan gempuran mengerikan dari gempa ini. Alhamdulillahil Karim.

Ketika gempa terjadi di kawasan Jawa Barat dan DKI Jakarta (mungkin termasuk juga Banten), hal ini adalah ancaman besar bagi eksistensi Indonesia. Sebab pusat kekuatan negeri ini memang Jakarta. 70 % bisnis ada di Jakarta. Sementara Jawa Barat adalah penyangga Jakarta. Jika kedua daerah ini hancur, alamat Indonesia hancur juga.

Kok Allah begitu “kejam” ingin menghancurkan Indonesia?

Ya, bagaimana tidak akan dihancurkan. Coba perhatikan dua hal di bawah ini:

SATU: Terjadi teror bom di JW Marriott dan Ritz Carlton, lalu tuduhan dialamatkan ke Ummat Islam. Pesantren, Ngruki, mantan Mujahidin Afghan, Jamaah Islamiyyah (yang tidak ada wujudnya), pendukung Negara Islam, paham Wahhabi, orang bersorban, orang berjanggut, orang celana cingkrang, wanita bercadar, dll. Ini semua kan serangan dahsyat ke Ummat Islam. Malah, seorang perwira polisi hampir saja memaklumlah “perang” melawan dakwah Islam dengan siap menangkapi para dai. Ya Ilahi ya Rahman. Siapa yang berbuat, siapa yang harus menanggung akibat? Ini fitnah sangat dahsyat. Bahkan seorang kepala negara telah memberi contoh cara memfitnah lawan-lawan politik, yang mengatakan aksi teror bom itu terkait dengan hasil Pilpres.

DUA: Lihat kasus Bank Century. DPR setuju bank itu disuntik dana 1,3 triliun, tetapi Menteri Keuangan Sri Mulyani didukung oleh Bank Indonesia, malah mencairkan dana suntikan 6,7 triliun rupiah. Ya Allah, dagelan apa ini? Apa Menteri Keuangan dan pejabat BI tidak bisa menghitung uang ya? Masak tidak bisa membedakan antara jumlah 1,3 triliun dengan 6,7 triliun? Mungkin karena SBY sudah menang secara total, mereka yakin banget rakyat Indonesia bisa dibodoh-bodohi. Mereka yakin bahwa rakyat Indonesia tidak bisa membedakan uang 1,3 triliun dengan 6,7 triliun. Bisa jadi mereka sesumbar, “Hayo siapa yang mau melawan kami? Kalau macem-macem, kami akan panggil Densus 88 agar mengejar orang itu sebagai pelaku terorisme.”

Dalam dua kasus ini sudah sangat telanjang BETAPA DURHAKA elit-elit pemimpin di negeri ini. Rasa keimanan sudah tidak tampak lagi. Yang ada hanyalah permusuhan total kepada elemen-elemen Islam, dan memporak-porandakan ekonomi nasional sesuka hatinya.

Atas semua itu, ya wajar kalau Jawa Barat dan Jakarta akan dihancurkan. Mungkin suatu saat, kalau semua kedurhakaan ini tidak segera diperbaiki dan ditaubati, bukan mustahil episentrum gempa suatu saat akan muncul di Cikeas, Bogor. Laa haula wa laa quwwata illa billah.

Lalu bagaimana sikap rakyat Indonesia kemudian?

Kalau melihat yang sudah-sudah, biasanya masyarakat akan sadar sebentar, istighfar sebentar, taubat sebentar. Setelah seminggu dua minggu, mereka juga akan HEDONIS lagi. Mereka akan lagi menyembah TV, menyembah vokalis band, menyembah konser-konser, menyembah selebritis, menyembah tontonan bola, menyembah media pornografi, penipuan bisnis, menipu timbangan, korupsi lagi, berzina lagi, melacur lagi, berjudi lagi, narkoba lagi, dll. Tidak lupa, mereka juga akan menjelek-jelekkan Islam, menuduh teroris sesuka hati, membenci aktivitas masjid, membenci kaum santri, membenci dakwah Islam, dan seterusnya.

Bukan aku berharap kenyataan buruk itu akan terus terulang. Tapi betapa miskinnya masyarakat ini dengan sikap kritis, dan betapa mereka telah mengagung-agungkan hiburan TV. Nah, semua itu membuat mereka tumpul, tidak peka, mudah dibodoh-bodohi. Kenyataan seperti ini bukan sekali dua kali terjadi.

Bahkan, sejujurnya yang saya takutkan, gempa Tasikmalaya ini hanya merupakan “DP” sebelum “paket sebenarnya” datang untuk meremukkan kehidupan seremuk-remuknya. Na’udzubillah min dzalik.

‘Ala kulli haal, janganlah kita lemah dan berputus-asa. Allah Ta’ala tidak akan mengecewakan orang-orang beriman. Allah akan menyelamatkan hamba-hamba-Nya yang tetap istiqamah membela agama dan menerangi Ummat Muhammad Saw dengan kebaikan. Alhamdulillah Rabbil ‘alamin.

Ya Allah, aku takut, aku panik saat gempa itu…sampai aku lupa bahwa anakku masih tertidur lelap di tempat tidur. Dia tidur untuk melawan rasa lapar karena memenuhi perintah-Mu melaksanakan shaum di bulan Ramadhan.  Ya Allah ampuni diriku dan ampuni saudara-saudaraku kaum Muslimin di negeri ini. Perbaikilah hidup kami, perbaikilah zhahir bathin kami, agar Engkau tidak memurkai kami. Amin Allahumma amin.

Wallahu A’lam bisshawaab.

== AMW ==

Iklan

3 Responses to Gempa Dahsyat dan Shaum Ummat

  1. @ndie berkata:

    Pulau jawa bergoncang…angkuhnya manusia tak ada apa2nya di hadapan Allah yang maha segala-Nya…masihkah hati nurani para pemimpin2 di indonesia ini akan tetap sama seperti sebelumnya?masihkah umat Islam akan terus dihujani fitnah2 yg ditebar oleh orang2 yg notabene se-umat? bencana merupakan sebuah peringatan…janganlah mengaitkan islam dngn terorisme…alhamdulillah,akhrny bs bc tulisan terbaru abisyakir lg..jazakumullah..

  2. abu syaamil berkata:

    terus berkarya kang!!!selamat…allahu akbar

  3. arena berkata:

    banyak bencana yang melanda indonesia akhir2x ini dan bertubi2x..

    mudah2xan semuanya bisa kita lewati..
    HIDUP INDONESIA

    regards.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: