Orde Lama dan Sistem Islam

Ada sebuah tulisan bagus di eramuslim.com, ditulis oleh Bang Rizki Ridyasmara. Judulnya, “Ayat-ayat Allah SWT dalam Gempa di Sumatra“. Secara umum, tulisan ini bagus, mengajak kita secara dalam merenung kembali tentang nestapa hidup di negeri ini. Intinya, bencana-bencana alam itu muncul karena kedurhakaan manusia (Indonesia) belaka. Juga karena kesalahan rakyat dalam memilih pemimpin yang benar dan lurus. Menurut Bang Rizki, pemimpin saat ini masih satu paket dengan gerakan New World Order yang dikendalikan orang-orang Luciferian.

Kalau mau membaca artikel lengkapnya, silakan di:

http://www.eramuslim.com/berita/tahukah-anda/ayat-ayat-allah-swt-dalam-gempa-di-sumatera.htm

Tapi ada satu bagian tulisan itu yang ingin dikomentari. Sebenarnya ini sudah lama, tapi ingin disampaikan saat ini, karena berbagai alasan teknis. Ada beberapa penggal kalimat dalam tulisan itu (di luar tema inti) yang sebenarnya perlu diluruskan. Isinya sebagai berikut:

Kedua, 44 tahun lalu, tanggal 30 September dan 1 Oktober 1965 merupakan tonggak bersejarah bagi perjalanan bangsa dan negara ini. Pada tanggal itulah awal dari kejatuhan Soekarno dan berkuasanya Jenderal Suharto. Pergantian kekuasaan yang di Barat dikenal dengan sebutan Coup de’ Etat Jenderal Suharto ini, telah membunuh Indonesia yang mandiri dan revolusioner di zaman Soekarno, anti kepada neo kolonialisme dan neo imperialisme (Nekolim), menjadi Indonesia yang terjajah kembali. Suharto telah membawa kembali bangsa ini ke mulut para pelayan Dajjal, agen-agen Yahudi Internasional, yang berkumpul di Washington.

Nah, pada bagian di atas, kita perlu memberi catatan-catatan. Secara umum, baik Soekarno atau Soeharto itu sama-sama sekuler. Kalau Soekarno sekulernya bledag-bledug (blak-blakan), sementara Soeharto sekulernya diselimuti kesantunan tata-krama Jawa. Tapi hakikatnya, sama-sama sekuler. Dan di akhir Pemerintahannya Soeharto dekat dengan kalangan Islam. Meskipun hal itu tidak serta-merta bisa mengubur semua dosa-dosa politiknya.

Adapun catatan yang ingin disampaikan terhadap paragraf di atas adalah sebagai berikut:

[1] Ketika kita memposisikan Soeharto sebagai agen Kapitalisme, solusinya tidak harus Soekarno. Ini catatan besar yang harus selalu diingat. Solusinya seharusnya adalah Islam itu sendiri. Seperti kata ungkapan, “Al Islamu huwal hal” (Islam itulah solusinya).

[2] Kalau kita mencela Soeharto, tidak harus lalu memuji Soekarno. Soekarno tidak kalah brutalnya dari Soeharto. Di antara dosa-dosa Soekarno antara lain: Menolok Piagam Djakarta, menulis teks Proklamasi sendiri (sangat singkat dan ada coretan-coretan), menyetujui perjanjian Linggardjati, Renville, KMB. Dalam salah satu klausul KMB, Indonesia harus menanggung hutang Belanda yang nilainya miliaran gulden. Soekarno juga membabat habis gerakan DI/TII, mengeksekusi mati SM Kartosoewiryo rahimahullah, dia membubarkan Masyumi, mentoleransi pemberontakan PKI Madiun, memaksakan ideologi NASAKOM, hingga akhirnya terlibat dalam gerakan PKI tahun 1965. Banyak sekali dosa-dosa Seokarno, termasuk sebutan-sebutan “berbau syirik” baginya seperti “Yang terhormat paduka yang mulia, pemimpin besar Revolusi..” dll. Sebutan-sebutan itu adalah “cuci otak” yang membuat rakyat Indonesia sampai saat ini masih terus menyimpan kekaguman spiritual kepadanya.

[3] Andaikan Soekarno tidak terlibat New Word Order, bukan berarti dia bisa bebas dari segala beban dosa. Bukankah waktu itu istilah New World Order sendiri belum populer? Bahkan ketika itu masih ada blok Timur Uni Soviet yang anti kapitalisme Amerika. Soekarno bukanlah manusia yang mandiri, dia tetap membebek juga kepada ideologi materialisme. Dalam banyak tulisannya, Soekarno itu mengakui sangat kagum dengan pemikiran Karl Marx. Apa manusia macam begini yang hendak kita bela? Na’udzubillah min dzalik.

Perlu diingat juga, tidak ada tokoh-tokoh Islam jaman Orde Lama yang memberi rekomendasi kepada Soekarno. Kalau ada adalah Hamka rahimahullah yang berbesar hati tetap menyalati Seokarno, meskipun beliau pernah dipenjara oleh Soekarno.

Intinya, sejak jaman Kemerdekaan RI, negara kita tidak pernah dipimpin secara benar. Baik Soekarno, Soeharto, maupun era Reformasi, semuanya dilandasi nilai-nilai sekularisme-materialisme. Tidak ada yang mau memimpin negara ini dengan ideologi Islam, dengan tata nilai Islam, dengan panduan manhaj Rabbaniyyah. .

Disini saya terkesan oleh sikap Ki Bagoes Hadikoesoemo rahimahullah. Ketika menyikapi satu kalimat dalam Piagam Djakarta, “Ketuhanan dengan kewajiban melaksanakan Syariat Islam bagi pemeluk-pemeluknya.” Ketika banyak orang berselisih tentang redaksi yang tepat untuk kalimat itu, Ki Bagoes menawarkan konsepnya yang jenius. Beliau mengusulkan agar kalimat itu ditetapkan “Ketuhanan dengan kewajiban melaksanakan Syariat Islam, tanpa embel-embel bagi pemeluk-pemeluknya”.

Sungguh mengagumkan usulan Ki Bagoes rahimahullah itu. Saya acungi dua jempol untuk beliau. Andai dalam jari-jari tangan ini ada 10 jempol, insya Allah akan saya acungkan semuanya.

Wallahu A’lam bisshawaab.

AMW.


Iklan

15 Responses to Orde Lama dan Sistem Islam

  1. agus berkata:

    ini artikelnya kok keras ya? saya Islam, tapi ga suka membaca artikel yang satu ini. terlalu subjektif, tidak objektif, pandangan anda yang sempit, tidak menyeluruh memandang Indonesia dengan satu kesatuan melainkan memandangnya dengan kacamata diri anda sendiri tanpa memikirkan aspek yang lain.

  2. Hasri berkata:

    Apapun itu,saya sebagai anak bangsa tetap menghargai apa yang telah disumbangkan untuk kebaikan bangsa, toh setiap manusia tak ada yang sempurna, tinggal sekarang bagaimana menjadikan indonesia menjadi lebih baik dengan belajar dari kesalahan, bukankah islam mengajarkan untuk berubah dengan cara santun tanpa selalu menghujat

  3. sandy berkata:

    Bener Gus, terlalu skeptis.Soal dosanya Soekarno dan Soeharto baik kepada dirinya sendiri maupun kepada bangsa Indonesia itu sangatlah urusan Illahiyah ( Alloh Azza Wazalla ).
    Kemudian masalah konsepsi dasar negara yang mengarah kepada Syariat Islam, itupun tidak benar karena negara kita negara demokrasi yang memiliki beragam agama.
    AKAN DIJAMINKAH JIKA SEBAGIAN PENDUDUK INDONESIA BERAGAMA ISLAM MENJALANKAN RODA PEMERINTAHAN BERDASARKAN SYARIAT ISLAM TIDAK AKAN TERJADI BERBAGAI MASALAH SEPERTI SEKARANG INI ( 1997, 2004, 2009 DAN 2010 )?
    Mulai dari kasus Korupsi, Mavia Peradilan dilakukan oleh oknum diluar Islam?
    Artinya skala prioritas perbaikan neagara bukan hanya sekedar merubah tatanan negara, tapi harus dilandasi dengan pesan/perbaikan MORAL!
    Krisis yang terjadi sejak tahun 1997pun bukan krisis moneter atau krisis ekonomi tapi lebih spesifik krisis Moralita.
    BIlly Graham salah seorang pendeta terkenal pernah berucap: The Greatest threath our democracy is morral decadence.
    Jadi di indonesia ini bukan telah terjadi bencana alam secara kasat mata saja , seperti banjir, tanah longsor, kebakaran hutan,kecelakaan udara, darat, laut dan gempa bumi, tetapi hati nurani para pemegang kuasa pemerintahanpun masih menjadi bencana.
    Oleh karenanya, marilah kita sadari dan kita mencoba berbenah diri kedepan untuk mulai merintis kejujuran. Jujur dalam berkata, bertindak, mengemban amanah, dan beragama sebab kejujuran adalah embrio dari keimanan yang akan menuju kepada ketaqwaan yang Insya Alloh akan terhindar dari ajakan Syetan yang terkutuk!
    http://sowisuryadi.wordpress.com/2009/10/01/musibah-dan-bencana-alam/
    Semoga

  4. jujur berkata:

    artikel yg tidak bermutu. cenderung menuruti hawa nafsu.
    belajar dulu ya mas… bersihkan dirimu lahir batin dulu…

  5. DIPA LODRA berkata:

    bangsa ini,bangsa yg tak luput dari penderitaan dari dulu kala karena kecantikannya,kekayaannya,dan kebodohan penduduknya,mestinya kita penghuninya pandai bersyukur,tidak mencari benarnya sendiri,kaya untuk sendiri,enak untuk sendiri.kita tercipta memang berbeda, negara mana sih yang demokratis manakala kepentingannya terganggu, pasti ingin di utamakan kepentingannya.terlepas salah dan benar dunia ini perlu dibangun dengan ilmu pengetahuan,dari mana pun datangnya tidak selalu dari barat itu benar,sisi lain barat ada dengan demokrasi itu terbaik,dengan tehnologi itu terbaik,sementara barat mulai miskin sumber daya alam yang sangat dibutuhkan kelangsungan hidupnya,sementara timur puya sumber daya alam,sedikit tehnologi,punya budaya tempatan,musyawarah mufakat perwakilan ,kurang ilmu pengetahuan ,punya sopan santun,lemah persenjataan karena hidup bertetangga saling berdampingan murni karena iman,bukan karena kepentingan materi,soeharto,ingin rakyatnya tak miskin dengan keyakiannya sepi ing pamrih rame ing gawe,ia sanggup berhutang DENGAN IGGI DAN IMF yang notabene sepi ing gawe rame ing pamrih(reten)sebuah hubungan saling bertentangan.akhirnya seoharto menempuh jalan ini karena tak ada pilihan bukankah begitu saudaraku,hasil ada dan secara empirik bisa anda cari..,,kecerdasan generasi berikutnya ada,pendapatan membaik,contoh proyek transmigrasi Batumarta unit 1 sampai unit 16 ogan komering ulu sum-sel ,yang di biayai dari IGGI DAN IMF ,anda survay berapa generasi terdidik dari multiefek,sebenarnya kita tak perlu utang ke semacam IGGI DAN IMF MANA KALA ZAKAT KITA DIKELOLA,LAGI-LAGI SDM DAN KEMISKINAN ,PERANG KEPENTINGAN,INFORMASI,KEBENARAN YANG DITUTUP=TUTUPI TAK PERLU PENGAKUAN BARAT .BAGAIMANA TIDAK BARAT LAGI KEHILANGAN JALAN LURUS,TAKUT MISKIN,DEMOKRASI DI BIBIR SAJA,BUDAYA MATERIALISTIK,DENGAN MENGUTAMAKAN NAFSU,AGAMA YANG DI ANUT MUNGKIN SAMA HANYA DI KTPNYA SAJA……….

  6. alif berkata:

    .. siapa waktu itu yang berani memproklamasikan kemerdekaan indonesia selain bung karno n bung hatta?.. bung karno itu dipilih secara aklamasi oleh para pendiri negri ini… perkara mudah bagi proklamator klu hanya sekedar pingin hidup enak2an… bung karno itu insinyur, bung haata ekonom lulusan belanda… coba baca indonesia menggugat, pledoi bung karno th 1927… waktu itu anda dimana??

  7. sukarno penghianat bangsa aceh berkata:

    Saya sangat setuju dengan tulisan ini,, tegas, jelas dan yg di jelaskan juga satu pokok permasalahan,, namun untuk permasalahan yg lain mgkin bersambung,,

  8. Anonim berkata:

    Sebelum islam berperan kepada pemeluk agama lain, sudahkah islam berperan kepada pemeluk islam sendiri?
    Kalau mas hanya sibuk menghujat dan memecah belah umat gimana islam bisa berperan bagi pemeluknya.
    Ingat dalam islam diajarkan berbeda pendapat itu boleh yang dilarang adalah berpecah-belah.
    Wallahu alam bishsawab

  9. sukirno berkata:

    kita bangsa manusia harus sgr sadar bahwa kita wajib mengikuti aturan Tuhan Alloh yang telah menurunkan Alqur’an sbg petunjuk dan aturan shg manusia hidupnya mendapat ridho dari Alloh

  10. sukirno berkata:

    kita bangsa indonesia kapan kita menyadari bahwa Alloh telah menurunkan aturan hidup yang sempurna (dinul Islam). mengapa kita mencari aturan hidup lain yang belum tentu benar. kenyataannya bangsa indonesia sampai saat ini semakin hancur. karena tdk mau taqwa kpd aturan Alloh (dinul Islam)

  11. BRUGE berkata:

    TINGGALKAN SEMUA ,IKUTI JALAN:1,SHOLAT :CEGAH KEKEJIAN DAN KEMUNGKARAN(YANG DIWUDUI ITU PERHATIKAN)
    2.PUASA=TAQWA
    3’AL QURAN DAN HADIST=ILMU TERTINGGI
    4,ZAKAT=KASIH SAYANG SESAMA
    5.HAJI=SEMPURNA 99 SIFAT ALLAH

  12. zola edy almerin berkata:

    Islam adalah solusi.Para pendewa demokrasi seharusnya belajar demokrasi itu sendiri.Dan jangan komentar masalah islam kalau tidak faham islam.Demokrasi yang sejak kelahirannya membawa cacat bawaan hingga kini terus menimbulkan kerusakan -kerusakan;sosial,moral dan ekonomi bahkan politik .Hal itu tidak lain karena demokrasi -kapitalis menafikan hukum-hukum Allah dan menjadikan hukum-hukum buatan manusia lebih tinggi dari hukum Allah.ISLAM tidak akan mendunia jika islam hanya mengurusi masalah mu’amalah tapi juga masalah sosial ,politik,ekonomi ,pendidikan dan kesehatan.Sejarah islam mencatat dengan tinta emas ,kemajuan sains dan teknologi justru ketika hukum-hukum Allah ditegakkan.jadi apa yang mau dibantah??? ISLAM adalah SOLUSI.

  13. rinacaemardis berkata:

    wow…hebat2 komentarnya!!!!
    aku acungi jempol buat mas2 yang pro demokrasi dengan tidak melupakan setiap jerih payah pendahulu kita, baik mereka yang satu keyakinan dengan kita atau yang lain kepercayaan….
    harusnya kita mesti bersyukur bahwa kita bisa merdeka sekarang ini berkat mereka, terlepas dari kebijakan mereka yang kadang menimbulkan kontroversi…..
    gak kebayang bila kita gak tau trus kita masih dijajah jepang, kemudian dijajah belanda dengan sekutunya (ngeri POOOL) mungkin yang mosting artikel neh pulang2 udah jadi romusa kali(hehehehehehe)…….
    mungkin kita perlu berpikir ulang kali ya????dari pada mengubah ideologi kita yang udah 66 tahun menjadi dasar negara…..mending kita renungkan kenapa banyak TKI kita yang dipancung di negara orang lantaran mempertahankan diri. atau saudara kita di nusa tenggara yang dilanda kelaparan…..
    kadang segelintir orang cuma mengandalkan wawasan dan keimanan yang terbatas, sering terkecoh dengan kebenaran yang hakiki…..
    INGET PESAN MBAHKONGQ” DADI WONG OJO RUMONGSO PINTER,TAPI PINTERO RUMONGSO”
    (jadi orang jangan merasa pintar tetapi pintarlah merasa)

  14. LORO ATI berkata:

    loro ati, segala sesuatu itu dari niat ………,tapi berbuat sesuatu mestinya didasari dengan ilmu(iptek,dan ahlaq dan benar-benar untuk kebenaran bukan untuk kepentingan……….maksudnya kebenaran DARI ALLAH ………..OKE TIAP GENERASI ADA SEJARAHNYA, BAIK NNNNN BURUK JADIKAN C ERMIN….BUKAN DICERCA…………….BERBUAT BAIK LAH SEKECIL APAPUN,,,,

  15. Andi berkata:

    Kritisi smua yg ada secara obyektif biar g ad yg d bodohi

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: