Pencatutan Nama SBY

Tentu kita masih ingat dengan rekaman percakapan Anggoda dengan berbagai pihak yang beberapa waktu lalu diperdengarkan di gedung MK itu. Rekaman itu memicu sebuah momentum yang sangat MENDEBARKAN. Mengapa mendebarkan? Sebab, ia bisa mengarah kepada pembersihan institusi-institusi hukum di Indonesia dari para Mafioso hukum. Jika itu terjadi, woow luar biasa! Bukankah itu yang diingkan oleh gerakan Reformasi 1998 lalu?

Namun mirisnya, kalau masyarakat kehilangan momentum karena kelamaan menunggu penuntasan masalah ini.  Seperti kita ketahui, ibarat permainan bola, aparat hukum di Indonesia sangat senang memainkan strategi “mengulur-ulur waktu”. Mereka sangat tahu tabiat masyarakat kita ini (maaf), “hangat-hangat tahi ayam”. Panas sebentar, kemudian dingin lagi. Aparat di Indonesia sangat paham hal ini, maka mereka selalu  “mengulur-ulur waktu” agar suatu kasus tertentu cepat dilupakan. Rekaman di MK itu mengandung harapan besar, tetapi juga bisa kempes lagi seperti momentum-momentum kesadaran sosial lainnya.

Ada satu hal yang unik dari kasus “Rekaman Anggodo” di MK itu. Dalam rekaman itu nama SBY beberapa kali disebut oleh seorang wanita (Ong Yuliana) dan Anggoro yang sedang di Singapura. Hanya saja, Anggoro hanya menyebut istilah RI-1. Kalau ucapan Ong Yuliana bolehlah dianggap sepi saja. Maklum, dia hanya pemain “figuran” saja. Tetapi kalau ucapan Anggoro tentu lain. Anggoro pemilik dana sekitar 700 miliar rupiah, yang 1 % saja (7 miliar rupiah) cukup untuk membiayai operasional “utak-atik hukum” oleh Anggodo. Tentu sangat bego seorang Anggoro kalau menyebut nama RI-1 tanpa makna sama sekali.

Singkat kata, SBY maupun pihak Kepresidenan menolak keras namanya dicatut dalam rekaman itu. Dino Patti Djalal mewakili SBY meminta supaya pencatutan nama SBY itu diusut tuntas. “Presiden minta diusut dengan tuntas karena ini masalah serius,” kata Dino Patti Djalal, di kantor Presiden. (Suara Merdeka, 28 oktober 2009).

Seharusnya, ketika SBY meminta agar pencatutan namanya diusut tuntas, maka orang-orang yang menyebut namanya dalam rekaman itu harus ditangkap dan diperiksa. Mereka adalah Anggodo, Ong Yuliana, atau Anggoro sendiri. Ya, siapa lagi? Wong mereka kok yang menyebut-nyebut nama SBY. Namun sampai saat ini mereka masih bebas, belum ada pengusutan tuntas seperti yang disebut oleh Dino Patti Djalal.

Apakah ini berarti Kepolisian dan Kejaksaan mengabaikan instruksi SBY untuk mengusut tuntas kasus pencatutan nama SBY tersebut? Apakah Kepolisian dan Kejaksaan tidak memahami instruksi SBY?

Mungkin aparat Kepolisian akan berdalih, “Rekaman itu tidak bisa menjadi alat bukti yang kuat.” Kalau begitu logikanya, mengapa SBY meminta supaya kasus pencatutan namanya itu diusut tuntas? Apa artinya perintah SBY itu? Apakah sekedar untuk cari popularitas, atau itu menunjukkan SBY tidak mengerti hukum sehingga membuat instruksi seenaknya sendiri?

Paling tidak, pencatutan nama SBY sudah menjadi fakta. Terlepas apakah rekaman itu bisa menjadi bukti yang kuat atau tidak. Disana sudah jelas-jelas ada perkataan, “SBY mendukung kita!” Ini kan jelas-jelas penyebutan nama yang tidak bisa diingkari lagi. Disini sudah merupakan kasus hukum tersendiri, terlepas apakah ia berkaitan dengan isu Chandra-Bibit atau tidak. Yang jelas, pencatutan nama itu ada dan fakta.

Namun sampai saat ini Anggodo, Ong Yuliana, atau Anggoro tidak pernah diperiksa soal kasus “pencatutan nama” itu. Pihak Kepolisian atau Kejaksaan seperti mengingkari kenyataan, bahwa rekaman itu ada dan nyata. Mereka seperti mengingkari pendengarannya sendiri. Sangat ironis! (Padahal katanya, kalau mau menjadi pejabat publik itu harus sehat lahir-bathin, tidak buta atau tuli).

Justru ketika Anggodo dan Ong Yuliana tidak diproses oleh aparat hukum, hal ini semakin menguatkan dugaan, bahwa isi percakapan yang membawa nama SBY itu bukan suatu omong kosong. Ya, bagaimana lagi kita akan memahaminya? Hanya itu kemungkinannya. Dan disana juga menjadi bukti kesekian kalinya, bahwa uang mengendalikan hukum di negeri ini.

Selamat berpikir dan berubah lebih baik!!!

 

 

AMW.

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: