Dominasi Yahudi dan Takdir Allah

Ada sebuah komentar dari Darma dalam tulisan, Akar Konflik Palestina-Israel. Komentarnya cukup panjang dan isinya patut dijelaskan lebih jauh. Disini perlu saya jelaskan dalam tulisan tersendiri. Tujuannya biar tidak menimbulkan salah paham terhadap Takdir Allah Ta’ala.

Berikut ini komentar Darma, setelah diedit seperlunya. Oh ya, tulisan tebal dari saya sendiri. Komentar asli dapat dilihat di komentar tulisan “Akar Konflik Palestina-Israel”.


Caranya memang sulit….. Yahudi kan hebat ga bakalan kalah.  Yang mampu mengalahkan Yahudi ya ALLAH. Tapi  saat ini ALLAH hanya diam seribu bahasa. Wajarlah namanya komitmen sama ucapan-Nya…  Semua manusia yg diciptakan adalah milik-Nya tanpa terkecuali…. Jadi untuk mengalahkan Yahudi, saya rasa bukan hanya dengan doa melainkan bergabung antara Muslim, Kristen, Hindu, Budha…. Kalo ga gabung, yaa jangan harap…. nol besar.

Untuk saat ini saya mengatakan bahwa seluruh negara Muslim dan negara2 lain yang non Muslim, Kristen, Hindu, Budha yg sejati hanya sedikit. Akan tetapi yg paling terbanyak adalah mereka2 yg takut. Takut akan susah, takut akan miskin, takut akan kehilangan hal2 dunia yg glamour. Untuk ini saya memvonis untuk keseluruhan umat beragama, mereka hidup semua di bawah sorga-nya Yahudi dan mereka tidak mencari sorga ALLAH yg sebenarnya.

Insa Allah jika ALLAH adil, ALLAH akan menciptakan satria2 sejati dari berbagai golongan agama Kristen, Hindu, Budha, dan Islam. Dan mereka menjadi Imam Mahdi kecil di muka bumi ini. Kenapa saya berkata demikian?

Sesungguhnya apa yg terjadi semua sudah diatur Sang Pencipta.  Sekeras apa pun kita berjuang untuk melawan, tak kan mampu melawan kodrat-nya… Bukankah Yahudi pernah meminta kepada ALLAH dan nabinya untuk berperang melawan bangsa (Jabbarin di) palestina. Dan mereka enak2 saja berdiam diri tanpa berbuat apa saja, itulah jawaban ya.. Keberhasilan bagi bangsa Yahudi.. ALLAH telah membantu Yahudi dengan menjadikan seluruh ciptaan-Nya, prajurit2 bagi bangsa Yahudi. Dengan kata lain menggempur kekuatan Yahudi sama dengan menggempur keridoan ALLAH, tak kan mampu kita untuk melawan-Nya.. Bukankah kita mengetahui sebelum ALLAH menjadikan manusia yg kesembilan kalinya di muka bumi ini sebagai kalifah para Malaikat protes, iblis protes semua. Makhluk ALLLAH protes tampa terkecuali, namun apa jawaban ALLAH? Sesungguhnya Aku lebih tau dari apa yg kamu perbuat.. Namun janganlah kita berkecil hati… Suatu saat jika ALLAH sudah bosan terhadap keterkutukan mahluk-Nya Yahudi maka Allah akan membinasakan mereka, dgn mengirim imam mahdi yg di janjikan.
Ketahuilah wahai saudaraku sekalian,  kita bagaikan bidak catur sedangkan pemainnya ALLAH. Atau dgn kata lain, kita hidup bagaikan wayang2, sedangkan dalangnya adalah ALLAH. Mengandung pengertian manusia hidup sudah diatur oleh ALLAH. Ketahuilah wahai saudaraku, apa yg ALLAH ciptakan dan apa yg Allah perlihatkan kepada kita, tidak lain hanyalah memperlihatkan kebesara Dzat-Nya. Ya ga papa-lah mereka mati, lah wong mereka cuman pindah kok dari tempat yg jelek ke tempat yg bagus ya itu sorga…  Seharusnya kita yakin akan hal itu…  Sesungguhnya jalan ke sorga Allah penuh dengan ujian dan cobaan, ketahuilah hal itu haiiii orang2 yg briman.
YA ALLAH RAJAKU SEMBAHKU PENCIPTA DIRIKU DAN YANG MAHA MEMILIKIKU AMPUNILAH SEMUA PERKATAANKU. SEMUA INI KUUCAPKAN BUKAN KARNA KUBENCI PADAMU NAMUN JADIKANLAH UCAPANKU SEBAGAI POLITIK UNTUK SAUDARA2 KU, AGAR MEREKA MASUK SORGAMU TANPA HISAP DAN ADZAB. AMIN….

Sekilas pandangan dari saya:

Allah Ta’ala itu tidak pernah tidur, tidak pernah diam, tidak pernah letih dalam mengurus makhluk-Nya. “Laa ta’khudzuhu sinatun walaa naum” (Dia tidak letih dan tidak tertidur). Jadi, segala perbuatan makhluk-Nya selalu dalam pengawasan-Nya.

Merajalelanya Yahudi di muka bumi bukan dibiarkan oleh Allah. Seperti dalam Al Qur’an dikatakan, “Innallah laa yuhibbul mufisidin” (sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berbuat kerusakan). Kalau Yahudi berbuat kerusakan, maka Allah tidak menyukainya. Malah ada ayat yang mengatakan, “Wa makaru wa makarallah, innallah khairul makirin” (mereka berbuat makar, Allah pun membalas makar mereka, sesungguhnya Allah sebaik-baik pembuat makar). Jadi kezhaliman Yahudi tidak akan dibiarkan oleh Allah.

Maka itu kita saksikan selama ini, makar-makar Yahudi selalu terbongkar, meskipun mereka sudah bekerja sangat teliti, sangat mati-matian, dengan mengerahkan energi luar biasa. Contoh, Tragedi WTC 11 September 2001. Tragedi itu disusun dengan rencana luar biasa. Tetap saja, manusia saat ini banyak yang tidak percaya dengan klaim Pemerintah Amerika terhadap tragedi tersebut. Ini sebuah bukti yang mudah disebut.

Lagi pula, Yahudi itu memang pintar. Untuk merusak di muka bumi, mereka tidak memakai tangannya sendiri. Tetapi mereka memakai tangan organisasi-organisasi bentukannya, seperti Freemasonry dan kawan-kawan (Bang Rizki Ridyasmara menyebutnya sebagai Lucieferian). Nah, kelompok orang-orang itulah yang membuat kerusakan, sementara Yahudi lebih banyak terima laporan saja. Tetapi untuk kasus di Palestina, memang benar-benar tangan Yahudi yang bermain disana.

Kemudian ide bersatunya Islam dengan Kristen, Hindu, Budha, dll. Maka ini adalah ide yang salah. Kaum Muslimin memiliki kepentingan sendiri dalam perang mereka melawan Yahudi. Tetapi kaum Muslimin juga punya kepentingan terhadap pemeluk agama-agama lain, yaitu mengajak mereka masuk Islam dan melakukan perbaikan. Jadi tidak benar kalau kita mengajak orang-orang itu berkoalisi. Kalaupun bisa, paling berkoalisi dengan kaum Nashrani, sebab mereka Ahli Kitab. Mereka bukan kaum musyrikin seperti Hindu, Budha, dan lainnya.

Malah, kita berwala’ (memberikan loyalitas) sekalipun kepada Yahudi dan Nashrani, hal itu sangat dilarang. Dalam Surat Al Maa’idah disebutkan, kalau kita berwala’ kepada mereka, sama saja kita dengan menjadi bagian dari golongan mereka. Ini larangan besar. Apalagi berwala’ kepada kaum musyrikin.

Benar adanya, bahwa saat ini Ummat manusia, termasuk kaum Muslimin banyak yang tertimpa WAHN. Wahn itu: cinta dunia dan takut mati. Tapi Yahudi pintar, mereka tidak membuat program “Wahanisasi” secara terang-terangan. Mereka menyebarkan budaya Barat seluas-luasnya. Hal itu diungkap dalam slogan, F3 (food, fashion, and fun). Sebenarnya, baik itu tradisi makan, tradisi penampilan, serta game-game yang kita mainkan selama ini, semua ini muarasanya ialah “Wahanisasi” jiwa manusia. Agar hati mereka terjangkiti Wahn. Ternyata hasilnya, Yahudi sukses besar. Bukan hanya Muslim yang Wahn, orang musyrik Hindu, Budha, juga Nashrani, ternyata Wahn semua. Bahkan sesama Yahudi pun banyak yang ketularan penyakit F3 itu.

Allah Maha Adil. “Innallah laa yazhlimu mitsqala dzarratin” (Sesungguhnya Allah tidak berbuat zhalim meskipun hanya seberat debu). Dalam Al Qur’an juga disebutkan, “Innallah yuhibbul muqshithin” (sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang berbuat adil). Begitu pula, “Innallah laa yahdil qaumaz zhalimin” (sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang zhalim).

Jadi, kita tidak boleh meragukan Shifat ADIL Allah Ta’ala. Dia Maha Adil secara hakiki, meskipun tidak semua manusia bisa memahami keadilan-Nya. Jangan sekali-kali meragukan keadilan Allah, itu adalah kesalahan yang nyata.

Kalau saat ini Yahudi diberi kesempatan untuk merajalela di muka bumi, bukan berarti Allah ridha kepada mereka. Bagaimana Allah akan ridha kepada kaum “al maghdhub ‘alaihim” (yang mereka dimurkai)? Sama sekali tidak. Allah tidak ridha dengan kerusakan di muka bumi. “Wa laa ta’tsau fil ardhi mufsidin” (janganlah kamu berkeliaran di muka bumi berbuat kerusakan). Ini ayat yang jelas.

Mohon dibedakan, antara Allah mengijinkan suatu peristiwa terjadi, dengan Allah meridhai peristiwa itu. Ini sangat berbeda. Allah mengijinkan Yahudi merajalela di muka bumi, sebab hal itu sudah sesuai janji-Nya dalam Surat Al Israa’. Tetapi Allah tidak ridha dengan Yahudi dan perbutan rusaknya di muka bumi.

Sama seperti Allah mengijinkan Fir’aun merajalela, tetapi Allah memurkai Fir’aun itu sendiri dan mengutus Musa As untuk memperingatkan kezhalimannya. Begitu juga, Allah memberi rizki dan kekuatan kepada koruptor, mafia, pengedar narkoba, produsen pornografi, misionaris, pengikut aliran sesat, penghujat Islam dan Nabi, dan lain-lain. Allah memberi mereka kekuatan, rizki, dana, listrik, pulsa, dan lain-lain. Tetapi Allah tidak ridha dengan semua perbuataan rusak, kafir, dan durjana itu.

Allah hanya meridhai perbuatan yang sesuai tuntunan agama-Nya. “Innad dina ‘indallahil Islam” (agama yang diridhai di sisi Allah hanyalah Islam). Kalau perbuatan kafir, mungkar, zhalim, durhaka, dll. semua itu Allah tidak meridhainya.

Kalau kita berjuang melawan Yahudi, bukan berarti kita berjuang melawan keridhaan Allah. Salah, salah sekali. Justru berjihad melawan Yahudi itu akan membawa kepada keridhaan Allah, meskipun misalnya dalam Jihad itu kita kalah melawan Yahudi. Tidak masalah. Allah Maha Kaya, Dia tidak melihat hasil, tetapi melihat amal-amal yang kita lakukan.Terus lakukan Jihad melawan Yahudi sekuat kesanggupan. Sampai suatu saat, Allah akan mendatangkan Shalahuddin Al Ayyubi dalam wujud yang lain yang akan datang membawa kemenangan. Bisa jadi, ia adalah Imam Mahdi. Namun bisa juga tokoh lain sebelum Imam Mahdi.

Kita juga jangan berprasangka bahwa Allah itu akan bosan. Maha Suci Allah. Dia tidak memiliki shifat bosan. Ia bukan sifat yang layak bagi-Nya. Allah tidak letih dan bosan dalam mengurus makhluk-Nya.

Saat kita berpandangan bahwa diri kita ini wayang, sementara Allah itu dalangnya. Kita harus hati-hati, jangan sampai terjerumus terlalu jauh. Allah sebagai Rabb yang mengatur alam semesta ini, termasuk mengatur kehidupan kita, adalah kenyataan yang benar. Seperti itu memang adanya. Namun Allah mengambil alih kendali kehidupan dari setiap orang, sehingga dia tidak bisa memilih apapun, selain sudah ditentukan dari-Nya, maka ini adalah pemahaman yang salah. Ini paham Jabbariyyah. Manusia diberi kebebasan memilih (ikhtiar). Dan itu benar-benar kita rasakan dalam kehidupan ini.

Soal hasil, memang sepenuhnya dalam Takdir Allah, namun proses sebelum hasil itu tercapai, disana ada peranan ikhtiar (choice) kita. Justru pilihan kita itulah yang nanti akan dipertanggung-jawabkan di hadapan Allah. Kalau ada kesempatan, ingin hal ini dijelaskan lebih jauh.

Satu hal yang harus diingat. Manusia itu diberi hati nurani (qalbu). Bisa saja, kita mengatakan apa saja tentang takdir Allah. Tetapi kelak Allah akan menanyakan hati nurani kita itu. Pikiran kita bisa membuat apologi-apologi sehebat apapun, tapi hati kita tidak bisa dipungkiri.

Demikian sekilas pandangan atas komentar Pak Darma. Semoga bermanfaat. Amin. Wallahu A’lam bisshawaab.

AMW.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: