Kejahatan Para Pengamat Ekonomi

Saudaraku…

Disini saya akan mengungkap luka lama yang tersimpan di hati selama lebih 10 tahun. Perlu Anda ketahui, alhamdulillah saya mengikuti perkembangan politik-ekonomi nasional sejak awal Reformasi. Sejak bulan Juli 1997, saat waktu itu mulai terjadi Krisis Moneter di Indonesia. Sedikit banyak saya memahami kondisi makro ekonomi negeri ini. (Semua terjadi hanya dengan nikmat dan pertolongan Allah belaka).

Di hati saya masih tersimpan luka parah yang sulit disembuhkan…

Luka itu terjadi karena kejahatan para pengamat ekonomi yang berlagak sok pintar. Padahal mereka seperti bandit-bandit yang dengan kejam ikut menghancurkan perekonomian masyarakat Indonesia. Mereka serupa dengan orang-orang yang terlibat dalam “The Economic Hit Man”. Mereka berpura-pura memberikan pandangan ekonomi, memberikan analisis, mengungkap fakta dan data. Padahal ujungnya, mereka hanyalah bandit-bandit bayaran yang diupah untuk menghancurkan ekonomi Indonesia.

Semula saya menganggap, dan banyak sekali masyarakat yang berpandangan sama dengan saya, bahwa para pengamat itu orang jujur, pakar murni, berbicara dengan hati nuraninya. Selama bertahun-tahun saya berprasangka baik kepada para pakar itu. Ternyata tidak. Mereka hanyalah bandit-bandit penipu yang telah menjerumuskan masyarakat Indonesia ke dalam nestapa penderitaan yang amat sangat seperti saat ini. Mereka hanyalah penipu, pedagang analisis, hanyalah centeng-centeng upahan.

Semua itu kita pahami sangat terlambat, setelah perekonomian Indonesia terperosok dalam ke sistem LIBERALIS, dan susah dikembalikan ke keadaan semula.

Saudaraku… harus Anda pahami dengan baik. Ekonomi Indonesia rusak bukan karena kita miskin, atau masyarakat kita malas, atau para pebisnis sektor riil tidak memiliki etos bisnis. Tidak sama sekali. Ekonomi kita hancur, karena dihancurkan secara sistematik.

Konseptor kehancuran ekonomi kita adalah IMF. Inilah biangnya kehancuran ekonomi Indonesia. Kemudian operator kehancuran itu adalah pejabat-pejabat Bank Indonesia, pejabat Departemen Keuangan, pejabat Departemen Ekuin (Ekonomi Keuangan Industri). Orang-orang ini sering disebut sebagai “Tim Ekonomi”. Konseptor dan operator bekerjasama, lalu ditunjang para pengamat ekonomi dan media massa. Empat elemen inilah yang sejak tahun 1997 bekerja keras menghancurkan ekonomi nasional. IMF, pejabat BI dan Tim Ekonomi, para pengamat ekonomi, dan media-media massa. Inilah “4 sekawan” monster ekonomi Indonesia.

Saya ingin membuka sebagian fakta, antara lain:

[1] Krisis Ekonomi 1997 menjadi berkah tersendiri bagi Dr. Sri Mulyani, pakar ekonomi, sekaligus dosen Fak Ekonomi UI. Krisis Ekonomi 1997 menjadi momentum dikenalnya Sri Mulyani dalam tataran perekonomian nasional. Kalau tanpa Krisis Ekonomi, mungkin dia akan ambles sampai sekarang. Waktu tahun 1997 dulu, Sri Mulyani sangat kritis komentar-komentarnya. Saya masih ingat, salah satu komentar dia. Untuk menyelamatkan perekonomian Indonesia, harus ditempuh cara-cara radikal, tidak bisa memakai resep biasa. Kurang lebih begitu.  Perlu diingat juga, Sri Mulyani tadinya juga mengkritik IMF secara tajam. Setelah masuk era Reformasi 1998, saya merasa heran, kemana Dr. Sri Mulyani. Suaranya jarang terdengar di media-media. Kemana dia? Setelah bertahun-tahun kita baru tahu, kalau Sri Mulyani bekerja sebagai supervisor IMF untuk wilayah Asia Pasifik. Ketika dia keluar dari IMF, dia menjadi orang yang direkomendasikan untuk posisi-posisi penting di bidang ekonomi. Setelah dia “lulus sebagai alumni IMF”, dia direkomendasikan menjadi pejabat ekonomi.

[2] Anda tahu Christianto Wibisono? Ya, dia baru muncul kembali ke tengah-tengah publik Indonesia. Dia muncul membela kebijakan bailout Century. Bertahun-tahun lamanya dia hilang dari peredaran. Saya dulu sangat kenal Christianto Wibisono, sebab dia adalah pengamat ekonomi yang sering menulis kolom di Jawa Pos, Surabaya. Saya sering membaca tulisan dia di Jawa Pos. Anda tahu kejahatan Christianto Wibisono? Perlu Anda ketahui, Christianto Wibisono, Hasnan Habib, Soedradjat Djiwandono (Gubernur BI ketika), mereka adalah sebagian orang yang sangat kencang menyerukan kepada Pemerintah Soeharto agar segera meminta tolong kepada IMF. Ingat saudaraku, konseptor kehancuran ekonomi kita adalah IMF. Maka para penyeru kebijakan IMF adalah orang-orang yang tangannya berdarah-darah menghancurkan ekonomi rakyat Indonesia. Lebih keji lagi, setelah di Indonesia terjadi kemelut Mei 1998, Christianto Wibisono dan keluarganya seketika kabur ke Amerika, untuk menyelamatkan diri. Tidak lupa dia memfitnah rakyat Indonesia, pemuda-pemuda di Jakarta, sebagai pelaku pemerkosaan dan segala kekejian terhedap etnis China, saat Kerusuhan Mei 1998 itu. Dia mengklaim, karena sangat takutnya ancaman yang menimpa etnis China, dia harus kabur ke Amerika menyelamatkan diri. PERHATIKAN Saudaraku: Satu, Christianto Wibisono -manusia terkutuk ini- telah menjerumuskan bangsa Indonesia ke dalam skenario IMF. Dua, Si terkutuk ini juga memfitnah para pemuda Jakarta sebagai pelaku pemerkosaan etnis saat Kerusuhan Mei 1998. Padahal sampai saat ini pemerkosaan etnis itu sangat tidak jelas bukti-buktinya. (Bahkan isu “pemerkosaan etnis China” sebenarnya hanyalah pengalihan dari kejahatan besar penguasa-pengusaha China yang menguras harta BLBI ke luar negeri. Itu hanya isu pengalihan saja).

[3] IMF lah biang kerok segala kehancuran ekonomi kita ini. IMF merekomendasikan kepada Soeharto untuk melakukan Likuidasi 16 Bank Nasional. Akibatnya terjadi rush, penarikan uang besar-besaran dari bank-bank. Bagaimana tidak, masyarakat takut uangnya di bank hilang seperti pada 16 bank itu. Akibat rush, industri bank Indonesia hancur-lebur. Hancur bagai debu. Urusan bisnis dalam negeri, ekspor-impor, transaksi perbankan, dll. hancur berkeping-keping. Untuk menahan kehancuran itu, Soeharto mengeluarkan kebijakan BLBI (Bantuan Likuiditas Bank Indonesia). Itu terjadi ketika BI dipimpin Soedradjat Djiwandono. Nilai BLBI amat sangat besar, sekitar 500 triliun rupiah. Ada yang menyebut sampai 600 triliun. BLBI inilah yang menimpakan luka berat kemiskinan ekonomi di Indonesia yang susah sembuh, sampai saat ini. Dampak lain, kurs rupiah yang tadinya turun ke level Rp. 4.500,- per dollar, ambles ke angka Rp. 12.000,-. Bahkan pernah menyentuh angka sekitar Rp. 17.000,- per dollar. Jadi, IMF telah melakukan 3 kejahatan besar: Pertama, menghancurkan industri perbankan nasional melalui rekomendasi Likuidasi 16 Bank Nasional; Kedua, menghancurkan kurs rupiah jauh di bawah Rp. 4.500,- sebelum Pemerintah RI menjalin kerjasama dengan IMF. Bahkan saat ini pun masih sekitar Rp. 10.000,- jauh di bawah level Rp. 4.500, ketika Soeharto belum menanda-tangai letter of intend dengan IMF; Ketiga, IMF menyebabkan terjadinya ultra mega skandal BLBI dimana uang negara sekitar 500 triliun dibawa kabur penguasa-pengusaha keturunan China ke luar negeri. Kasus bank Century tidak ada apa-apanya dibandingkan mega skandal BLBI.

[4] Kita harus ingat juga kejahatan yang dilakukan Gubernur BI, Soedradjat Djiwandono. Waktu itu, ketika Krisis Moneter di Indonesia kurs rupiah mencapai level Rp. 4.500,- per dollar, Pak Harto ingin cepat menyelamatkan ekonomi nasional dengan cara menerapkan Sistem CBS. Melalui sistem ini, kurs rupiah nilainya ditentukan oleh sebuah dewan khusus (Currency Board). Jadi tidak dibiarkan mengambang mengikuti pasar seperti saat ini, seperti yang disyaratkan oleh IMF itu. Bahkan dengan sistem dipatok (Fixed Rate) Arab Saudi tetap stabil mata uangnya, sampai saat ini. Tetapi Soedradjat Djiwandono menolak keras usulan itu. Dia tetap merekomendasikan agar Indonesia manut dengan agenda yang dibawa IMF. Alasan Djiwandono ketika itu, “Cadangan devisa Indonesia tidak cukup untuk memback up sistem CBS.” Padahal menurut pakar ekonomi Amerika, Steve Henke, “Kondisi ekonomi Indonesia jauh lebih baik daripada Argentina atau Hungaria ketika mereka menerapkan sistem CBS.” Kurang lebih seperti itu kata Henke. Saya masih ingat, Kwik Kian Gie sendiri waktu itu sangat setuju dengan sistem Fixed Rate, yang lebih ekstrem daripada CBS. Akhirnya, sistem CBS disingkirkan, Indonesia memakai resep IMF. Akibatnya kita hancur lebur sampai saat ini. Dan suatu kekejian yang tak terkira kejinya, setelah kemudian muncul ultra mega skandal BLBI. Kata Djiwandono, “Cadangan devisa nasional tidak cukup untuk memback up sistem CBS.” Tetapi setelah terjadi rush, Bank Indonesia setuju mengeluarkan kebijakan BLBI yang membuat uang rakyat Indonesia, 500 triliunan, hilang tak berbekas. Semua hilang dirampok setan-setan berdasi ke luar negeri. Katanya, cadangan devisa tidak cukup, mengapa BI bisa mengeluarkan suntikan BLBI yang memiskinkan rakyat sampai saat ini tersebut?

Demi Allah, hati saya masih terluka, terluka sekali….

Ekonomi Indonesia hancur bukan karena kemiskinan alamnya, kemalasan pekerja dan pedagangnya, tetapi karena DIHANCURKAN SECARA SISTEMATIK oleh setan-setan ekonomi. Mereka adalah IMF, pejabat-pejabat BI, pejabat-pejabat “Tim Ekonomi”, para pengamat politik, dan media-media massa. Merekalah manusia paling terkutuk, paling hancur, paling keji di muka bumi ini. Semoga Allah melaknati mereka, melaknati keluarganya, melaknati rumah, kekayaan, dan simpanan mereka. Amin Allahumma amin. (Wa shallallah ‘ala Rasulillah Muhammad wa ‘ala alihi wa ashabihi ajma’in).

Betapa tidak kita akan terluka wahai saudaraku…

Kehancuran ekonomi itu telah menghancurkan kehidupan ratusan juta kaum Muslimin di Indonesia, ia telah merampas hak-hak anak-anak kita, ia telah menyebabkan puluhan ribu wanita-waniata kita menjadi babu di negeri orang, ia telah merengut masa depan bangsa ini, ia telah membuat Indonesia semakin rusak, moralnya bobrok, pejabat-pejabatnya korup, dan sebagainya. Ia telah menyebabkan kemiskinan, kebodohan, kejahilan, rusaknya iman, rusaknya rumah-tangga, rusaknya kesehatan fisik, telah menyebabkan banyak manusia tersesat dalam penderitaan. Luar biasa, luar biasa, luar biasa pedihnya.

Hanya orang bodoh, manusia sesat, dan setan saja, yang dimaklumi kalau hatinya tidak bersedih. Bayangkan, sebuah media di Hongkong, Asian Wall Street Journal (AWSJ) pernah menyayangkan ketika Indonesia tidak mau menerapkan sistem CBS, sehingga ekonominya kacau-balau. Dan lebih keji lagi, Si Dradjat Djiwandono dengan “gagah berani” menyanggah tulisan di Asian Wall Street Journal Hongkong itu. Rupanya, manusia terkutuk satu itu tidak sadar-sadar akan kejahatan yang telah dia lakukan. Padahal tulisan di AWSJ Hongkong itu berlalu sekian lama dari masa Krisis Moneter. Orang non Muslim pun menyayangkan kehancuran ekonomi Indonesia karena mengikuti resep IMF.

Saat ini, kalau mendengar omongan para pengamat seperti Christianto Wibisono, Aviliani, Ichsan Fauzi, Khatib Bisri, Hasan Basri, dan lain-lain yang mendukung Bailout Century. Saya hanya mengelus dada. Orang-orang semacam ini sama seperti centeng-centeng IMF di masa lalu.

Perlu diingat juga peran media-media massa. Mereka juga berdaarah-darah ikut menghancurkan ekonomi Indonesia. Media massa sebenarnya sangat tahu kondisi yang sebenarnya. Mereka tahu hakikat kebenaran itu. Mereka tahu, niat Soeharto dengan sistem CBS adalah baik, mereka tahu betapa buruknya kebijakan Likuidasi 16 Bank, mereka tahu betapa jahatnya kebijakan BLBI yang disetuji BI, dan banyak lagi. Tetapi media-media selalu mendiamkan saja, terutama media-media TV. Mereka tidak tergerak untuk menolong masyarakat. Bahkan untuk media seperti Kompas, mereka hanya omong doang. Mereka bisanya kritik sana kritik sini, tanpa ada kemauan untuk menolong masyarakat. Nanti kalau masyarakat sudah menjerit-jerit, baru mereka peduli. “Ini kasihan mereka. Ini salah Pemerintah,” begitu omongan mereka yang selalu diulang-ulang.

Saudaraku… tidak ada yang bisa menentukan masa depan ekonomi Anda semua, selain hanya tekad Anda sendiri. Apapun masa depan Anda nanti, hal itu akan sangat dipengaruhi kondisi ekonomi nasional. Suram-tidaknya masa depan Anda, sangat dipengaruhi kondisi perekonomian nanti. Maka itu, selamatkanlah masa depan Anda dengan menyelamatkan aset perekonomian sisa-sisa yang kita miliki. Jangan biarkan lagi antek-antek IMF menghancurkan ekonomi bangsa ini!

Kini terbuka pintu untuk menuntut kedaulatan ekonomi kita dari tangan kapitalis penindas, melalui kasus Bank Century. Kalau kasus ini bisa diselesaikan secara tuntas, ada kesempatan kita menggugat Ultra Mega Skandal BLBI. Lebih jauh dari itu, kita harus “thalaq tiga” dengan sistem ekonomi Liberalis, sebab ia amat sangat menyengsarakan rakyat. Dengan cara demikian, masa depan kita diharapkan menjadi lebih baik.

Semoga Allah Ta’ala menuntun Ummat Islam, menolong, dan menyelamatkannya dari segala kejahatan dajjal-dajjal ekonomi. Allahumma amin.

WeAre.

12 Balasan ke Kejahatan Para Pengamat Ekonomi

  1. Rahmat mengatakan:

    insha allah, mari berjihad secara ekonomi

  2. Rahmat mengatakan:

    mesti anda kirimkan artikel anda ke republika atau swaramuslim, karena sekarang jelas ini bukan hanya economic hitmen, orang-orang ini kemungkinan besar adalah anggota freemason indonesia yang tugasnya berbhakti pada illuminati untuk New World Order

  3. Kiem mengatakan:

    bagaimana pendapat anda ttg pengamat ekonomi berikut :

    1. Kwik kian gie
    2. Drajat Wibowo
    3. Hendri Saparini
    4. Imam Sugema

  4. abisyakir mengatakan:

    @ Kiem…

    Kalau bicara pribadi-pribadi, ya agak sulit. Maksudnya, saya tidak selalu sepaham dengan pemikiran para ekonom sebagai pribadi-pribadi. Maka yang lebih bagus itu, bicara tentang konsep ekonomi-nya.

    Sebagai seorang Muslim, saya sepakat dengan sistem ekonomi Islam. Inilah konsep yang menurut saya, dilihat dari sisi ideologi Islam dan maslahatnya bagi manusia, lebih tepat dipilih. Banyak sudah diskusi tentang keunggulan sistem ekonomi Islam.

    Perlu diketahui: “Sistem ekonomi dunia saat ini dikuasai madzhab Liberal-Kapitalis. Ini pula yang dibilang oleh Francis Fukuyama. Dan yang merintis ekonomi Liberal-Kapitalis ini adalah Yahudi. Hanya saja, pendekatannya sangat modern, bukan gaya rentenir klasik Yahudi jaman dulu. Tapi intinya sama, yaitu berbasis TRANSAKSI RIBAWI. Padahal dulu di Madinah, di jaman Nabi Saw, yang berhasil menaklukkan sistem ribawi Yahudi ini adalah ajaran ekonomi Islam. Maka itu, wajar kalau jaman modern sistem Yahudi sangat takut dengan konsep ekonomi Syariat.”

    Tapi karena dalam konteks Indonesia, sistem ekonomi Islam hanya bersifat komplemen dan opsional; maka cara pandang aktualnya berubah. Kita tak bisa secara implementatif memaksakan ekonomi Islam. Maka alternatifnya ialah: “Menjaga dan mengembangkan kekayaan ekonomi nasional untuk sebesar-besarnya kemaslahatan hidup masyarakat Indonesia.” Itu bukan cuma slogan kosong, tapi harus dikerjakan secara militan.

    Nah, dalam konteks terakhir itu, saya melihat banyak sisi persamaannya dengan idealisme para ekonom seperti Drajad Wibowo, Hendri Saparini, Ichsanuddin Noorsy, dll. Juga ada koneksinya dengan gerakan ekonomi Kerakyatan yang diprakarsai Adi Sasono, ICMI, Gerindra, dll.

    Intinya: “Jangan sampai harta kekayaan negara dimakan oleh orang asing, konglomerat, dan koruptor, sementara bagian terbesar rakyat negeri ini hidup menjadi gelandangan di muka bumi.” Itu kezhaliman besar, kezhaliman besar.

    AMW.

  5. abu budi tanoh anoe mengatakan:

    Indonesia sudah menuju sistem gagal negara.kita cuma punya 2 pilihan.selamatkan bangsa dgn resiko bubarnya Republik,atau selamatkan Republik/Negara dng resiko rakyat menderita.kalau selamat dua2nya sudah terlambat BROO.

  6. agakareba mengatakan:

    Last not but least, implementasi-kan-lah dinar emas dan dirham perak , insya Allah aman dan barokah.

  7. serang-banten mengatakan:

    trimakasih informasi nya pak’sy sempat geram bc di porum ini.semoga terkutuk lah org2 seperti christianto wibisono terkutuk dunia ahkirat!!

  8. Polan mengatakan:

    maaf, tapi isi artikel anda lebih dari sekedar sebuah provokasi terhadap orang-orang yang buta ilmu ekonomi (kalo tidak mau dibilang bego ekonomi)

  9. abisyakir mengatakan:

    @ Polan…

    Ya tunjukkan saja mana yang Anda sebut “bego” itu. Jangan cuma komen pendek, lalu kabur gak karuan. Itu kan cermin “manusia sakit”. Omongan besar, argumen gak ada. Kalau memang “sakit” sebaiknya ke klinik.

    Admin.

  10. John Doe mengatakan:

    hebat.. tolong lebih banyka ulasan ttg ekonomi, politik.

  11. edi mengatakan:

    Subhanallah … ulasan ini menggugah pikiran saya ttg betapa bobroknya dan busuknya sistem ekonomi liberal yang mempunyai peran yang sangaat besar dalam menghancurkan perekonomian Indonesia … semoga Allah SWT melindungi kita ..amiin

  12. abisyakir mengatakan:

    @ edi…

    Amin amin ya Allah.

    Admin.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: