Shalat Ghaib untuk Gus Dur

Baru-baru ini saya mendapat SMS dari teman di Jakarta. Katanya, hari Jum’at lalu dirinya ikut Shalat Jum’at di Masjid Istiqlal Jakarta. Niatnya, mau Shalat Jum’at sekaligus mendengar khutbah Syaikh Abdurrahman As Sudais, Imam Masjidil Haram yang terkenal itu. Seperti diberitakan sebagian media Islam, Syaikh As Sudais memang akan datang ke Indonesia. Setelah Shalat Jum’at selesai, eee…ternyata dilakukan Shalat Ghaib mendoakan Gus Dur yang baru meninggal. Syaikh As Sudais sendiri yang mengimami shalat.

Teman saya itu jelas tidak mau ikut Shalat Ghaib. Hanya dia merasa kasihan saja, masak orang seperti Gus Dur dishalatkan ghaib? Malah katanya, di halaman masjid banyak orang berbincang-bincang, katanya Syaikh Sudais datang untuk ta’ziyah atas kematian Gus Dur. Wah, kok bisa begitu ya? Padahal Syaikh Sudais kedatangannya sudah direncanakan sebelumnya.

Sangat prihatin dengan sikap MUI, termasuk pengelola Masjid Istiqlal. Bagaimana bisa mereka menyuruh Syaikh Sudais menyalatkan ghaib Gus Dur itu? Apa alasannya? Hal ini kan bisa menimbulkan fitnah di kalangan orang-orang yang tidak tahu.

Nabi Saw pernah hendak menyalatkan Abdullah bin Ubay ketika dia mati. Kata Nabi, andaikan beliau bisa berdoa 70 kali untuk memintakan ampunan bagi Abdullah bin Ubay, hal itu akan beliau lakukan. Berbeda dengan Umar bin Khattab Ra, beliau tetap tidak sudi mendoakan Abdullah bin Ubay. Ternyata, kemudian turun ayat yang melarang Ummat Islam secara mutlak untuk menyalatkan orang-orang munafik.

Orang munafik yang kekafirannya samar-samar saja, tidak boleh dishalatkan. Lalu bagaimana dengan Gus Dur yang: Ikut mendirikan Shimon Perez Institut, pernah datang ke Israel, mendapat “medali keberanian” dari lembaga Yahudi, pernah mau menghapuskan Tap MPR No. 25 tentang gerakan Komunisme, pernah mau membuka hubungan dagang dengan Israel, dan sebagainya. Bagaimana dengan kata-kata Gus Dur, “Al Qur’an itu kitab suci paling porno“? Bagaimana dengan kiprahnya yang terus-menerus menyerang Syariat Islam, membela sekularisme, pluralisme, berkali-kali menghina lembaga fatwa (MUI), membeli para penentang RUU APP, dan seterusnya?

Apa perbuatan-perbuatan kufur seperti itu tidak tampak ya di mata orang Islam Indonesia? Apa Ummat Islam Indonesia akan mengecam keras Harmoko ketika salah membaca Al Fatihah, atau mengecam keras Arswendo Atmowiloto ketika membuat pooling yang melecehkan Nabi Saw? Tetapi mereka tidak berani mengecam Gus Dur karena dia adalah “putra darah biru”, cucu KH. Hasyim Asyari, pendiri NU?

Apakah dalam kita beragama ini, ada keistimewaan bagi orang-orang tertentu, dari silsilah keturunan tertentu? Sejak kapan kita mengadopsi prinsip Hindu yang mengagung-agungkan kaum Brahmana?

Rasanya sangat berat, nyesek di hati… Ya Rabbi ya Rahman ampuni hamba-hamba-Mu ini! Hampir saja mereka akan ditenggelamkan seperti kaum Nabi Nuh As, kalau tidak segera bertaubat dari KEBANGKRUTAN cara beragama mereka. Sangat menjijikkan melihat sikap elit-elit Muslim yang tidak memberi contoh yang benar! Mereka oportunis, ikut memuja-muja Gus Dur demi mengundang KEMURKAAN Allah Ta’ala.

Nabi Saw pernah mengatakan, “Lau saraqat Fathimah binti Muhammad, la qatha’tu yadaha” (kalau seandainya Fathimah mencuri, aku sendiri yang akan memotong tangannya).

Hadits ini merupakan bukti, bahwa ajaran Islam bersifat UNIVERSAL. Ajaran Islam berlaku bagi siapapun, tak memandang bulu, siapapun dirinya. Bahkan, anak seorang Nabi pun kalau melanggar, tetap akan dihukum. Malah Nabi Saw sendiri yang akan melakukan hukuman atas anaknya.

Demi Allah, Fathimah binti Rasulillah Ra sepanjang hidupnya, sejak kecil tidak pernah mencuri. Kita tahu, mencuri itu perbuatan hina. Mengapa Nabi Saw mengaitkan nama Fathimah yang mulia dengan kejahatan mencuri yang hina? Mengapa Nabi tidak memakai nama lain saja, selain nama anaknya sendiri?

Itu menunjukkan, bahwa Nabi Saw amat sangat serius dengan ajaran Islam ini. Tidak peduli, beliau harus mengorbankan nama anaknya, Fathimah, didekatkan dengan tindak pencurian. Dan seumur hidupnya, Fathimah benar-benar tidak pernah mencuri, wahai manusia! Ingat itu!!!

Adapun sekarang, hanya karena soal “darah biru”, “darah coklat”, “darah abang ijo”, seseorang diberi keistimewaan untuk menghujat agama Allah, membela kekafiran dan kaum kafir, serta melecehkan Syariat Islam.

Ya Rabbi ya Karim, maafkan kami, maafkan kami. Ampuni ya Allah, ampuni kami…

Beginilah keadaan kami, Ya Allah. Kami terlalu lemah, terlalu lemah. Kami membutuhkan agama hanya agar menjadi kendaraan untuk melampiaskan nafsu-nafsu kami. Tidak ada keberanian di hati kami untuk membela agama-Mu. Yahudi lebih kami takuti daripada murka-Mu. Omong kosong ya Allah, kami teriak-teriak “Bela Palestina…Bela Palestina…Bebaskan Al Quds…Tolong Masjidil Aqsha…” Ya Allah, semua itu omong kosong kok. Itu cara kreatif kami untuk dapat nikmat-nikmat dunia, agar nafsu-nafsu kami tambah bergembira ria. Itu saja kok, Ya Allah. Jangankan membela Palestina, wong membela kesucian Al Qur’an di negeri ini, kami sangat takut. Kami takut kehilangan jabatan, kehilangan gaji 30 juta rupiah per bulan, takut kehilangan investor, takut tidak diundang oleh TV, kami takut diawasi Densus 88, kami takut suara partai kami jeblok, kami takut menentang kaum facebookers, ya Allah terlalu banyak yang kami takuti dalam hidup ini. Kami takut diancam oleh agen-agen Yahudi. Ya Allah, saksikanlah, kami lebih takut kepada Yahudi, Gus Dur, PBNU, dan sebagainya, daripada kepada-Mu. Ya Allah, moral kami sudah ambruk, agama kami hancur berkeping-keping, akidah kami rusak serusak-rusaknya. Kami tak tahu harus berbuat apa lagi…

Kasihan, sungguh kasihan Ummat ini. Mereka tidak diberi teladan yang benar.

Ya Allah ya Karim, ampuni kami, ampuni diriku kalau berlebih-lebihan. Ya Allah, selamatkan kami dari musibah, fitnah, dan semua kesesatan yang memilukan itu. Selamatkan kami dari tipu daya syaitan dan bala tentaranya. Selamatkan kami dari makar orang-orang kafir, munafik, zhalim. Ya Allah, kami takut kepada-Mu, meskipun seluruh manusia harus memurkai diri kami. Kami tidak peduli dengan mereka semua, selama Engkau tetap meridhai kami. Amin Allahumma amin. Wa shallallah ‘ala Rasulillah Muhammad wa ‘ala alihi wa ashabihi ajmain.

Kami menghimbau kepada gerakan Islam, aktivis dakwah, organisasi Islam, dan siapa saja yang peduli dengan AKIDAH UMMAT. Mohon Anda angkat bicara!!! Belalah akidah Islamiyyah, dan jelaskan kebathilan-kebathilan Gus Dur, agar Ummat Islam tahu. Mari kita tolak REKAYASA MEDIA dan orang-orang Liberal –laknatullah ‘alaihim– dalam upaya mereka untuk memuja-muja Gus Dur, dan mengangkatnya sebagai “pahlawan nasional”.

AMW.

Iklan

21 Responses to Shalat Ghaib untuk Gus Dur

  1. Oglex berkata:

    Biasa,klo sebutir debu mau mencoba memandang & menilai planet bumi yg sgt jauh lbh bsr dr bebu,maka yg trlihat d mata debu cm sbagian kecil sj.tdk mgkn si debu bs mlihat ksluruhn besarny bumi.nah yg nulis artikel diatas itu mirip debu yg coba2 melihat,menilai gus dur yg diibaratkn bumi dlm hal ilmu,baik agama,sosial,kbangsaan dsb.

  2. abisyakir berkata:

    @ Oglex…

    Apa yang Anda tulis itu sudah terlalu sering saya dengar, intinya memuja Gus Dur dalam posisi “setengah tuhan”, lalu menakut-nakuti manusia agar patuh, taat, takut ke Gus Dur. Cara-cara seperti ini sudah sering dilakukan. Buktinya, ketika Gus Dur dijatuhkan dari RI-1, terbukti tidak ada bencana apapun yang terjadi, seperti ditakutkan.

    Gus Dur oleh para pemujanya diangkat-angkat setinggi langit, retorikanya bisa macam-macam. Tapi intinya, memberi Gus Dur sifat “setengah tuhan”. Di mata para pemujanya, semua yang membenci Gus Dur adalah SALAH. Sementara Gus Dur sendiri selalu suci, benar, mulia, bijaksana, berilmu luas, penuh barakah, penuh ilham, penuh humor, dan seterusnya. Pendek kata, mereka memandang Gus Dur, melebihi posisi seorang Nabi.

    Semua orang selain Gus Dur boleh salah, berdosa, atau durhaka. Tetapi Gus Dur tidak boleh salah, dia selalu benar. Meskipun dia pernah menghina Al Qur’an serendah-rendahnya. Jadi, semua ini merupakan kemusyrikan model baru yang tidak disadari oleh banyak orang.

    AMW.

  3. luthfil berkata:

    pada akhirnya hanya ALLAH SWT saja yang menetahui sebab perkara suatu hal….
    almuslimu na akhul muslim…
    jika saudara menulis seperti itu, bukankah anda jiga seperti kafirin, musyrikin dan munafikin …………..
    yang menghujat saudara sendiri…
    coba anda renungkan kembali….

  4. amelia berkata:

    tulisannya bagus2..mau ijin copas boleh ga?

  5. abisyakir berkata:

    @ Mbak Amel…

    Boleh Mbak, silakan saja. Selama bermanfaat.
    Jangan lupa kirim-kirim saya bolu, kue, atau apalah…
    He he he…becanda lagi.

    Silakan saja Mbak, selagi bermanfaat. Amin.

    AMW.

  6. saiful busan berkata:

    saya setuju saudaraku luthfil, yang tampak dari tulisan penulis blog ini malah justru kesombongan menganggap org atau organisasi atau golongan yg ngga sepaham dengan anda adalah salah.Kesombongan itu menyebabkan hati anda terhijab dari mendapatkan haqqul yaqien.Banyaklah mencari ilmu , dan berdzikir supaya diberi rahmat Allah dan ditunjukkan kebenaran. Kebenaran islam akan tampak dengan kelembutan bukan kesombongan

  7. Hasbullah berkata:

    Benar Saudaraku!!! hidupkan terus semangat untuk mengatakan yang benar itu benar walaupun itu terasa pahit…dan saya pribadi setuju dengan apa yang saudara ungkapkan ini ..kenapa sich harus mengagungkan seorang Gusdur ? jasa apa yang telah beliau buat bagi ummat Islam Indonesia ini?

  8. abisyakir berkata:

    @ Saiful Busan…

    Saya setuju saudaraku luthfil, yang tampak dari tulisan penulis blog ini malah justru kesombongan menganggap org atau organisasi atau golongan yg ngga sepaham dengan anda adalah salah.Kesombongan itu menyebabkan hati anda terhijab dari mendapatkan haqqul yaqien.Banyaklah mencari ilmu , dan berdzikir supaya diberi rahmat Allah dan ditunjukkan kebenaran. Kebenaran islam akan tampak dengan kelembutan bukan kesombongan.

    Perhatikan jawaban ini:

    => Menurut Anda, bekerjasama dengan Yahudi itu baik apa tidak? Sudah berapa banyak Muslim Palestina binasa di tangan Yahudi. Dalam Tragedi Ghaza 27 Desember 2008 lalu saja ada ratusan orang tewas karena serangan Yahudi. Gus Dur ini, dengan segala tingkah-polahnya, telah menyakiti Muslim sedunia dengan pembelaan-pembelaan dia kepada Yahudi. Lalu Anda percaya tidak bahwa Gus Dur telah mendapat “medal of valor” dari lembaga Yahudi, dberikan di Israel sana? Anda percaya tidak dengan data itu? Atau Anda berjalan dengan “angan-angan dan ilusi” sendiri, tidak mau membaca bukti-bukti?

    => Saya tidak beranggapan bahwa organisasi yang tidak sepaham dengan saya adalah = SALAH ! Tidak sama sekali. Maksud saya, dalam soal Gus Dur, itu bukan masalah kecil. Itu tidak main-main. Di Kab. Malang ada ulama anggota MUI, namanya KH. Alwi Bashari dari Singosari. Beliau ini salah satu rujukan masyarakat Nahdhiyin disana. Dalam wawancara dengan majalah Sabili, beliau mengatakan, berdasarkan kitab Sulami Taufik, perkataan menghina Al Qur’an itu menyebabkan pelakunya MURTAD. Lagi-lagi saya tanya Anda, yang merasa intelek, bijaksana, tidak sombong, apakah Anda tahu data seperti itu? Atau Anda hanya ngomong berdasarkan ilusi saja?

    => Lho, siapa sih yang disebut sombong? Nabi Saw mengatakan, “Al kibru batharul haq wa ghamtun naas” (sombong itu menolak kebenaran dan merendahkan manusia yang lain). Apa saya menjelek-jelekkan fisik Gus Dur, mengungkap masalah-masalah pribadi dia, menghina silsilah kekerabatannya? Saya hanya mengecam kemungkaran-kemungkaran berpikir dan perilaku dia. Mengecam kemungkaran, memenangkan kebenaran, tidak boleh ya?

    => Kebenaran Islam akan tampak dengan kelembutan, bukan kesombongan. Itu kata Anda. Lho, kalau semua orang mendiamkan gerakan pemujaan Gus Dur, lalu Gus Dur diagung-agungkan, padahal dirinya sangat mungkar, apa salah kalau ada yang mengingatkan? Bagaimana cara mengingatkan orang Indonesia, dengan puji-pujian, kata-kata puitis, bahasa yang samar, walah…mana bisa masyarakat kita sadar dengan cara seperti itu? Harus ada yang terang-terangan mengatakan apa adanya, disertai bukti dan dalil-dalil.

    Terimakasih atas komentar dan sarannya. Semoga Allah menunjuki hati-hati kita ke jalan yang diridhai-Nya. Allahumma amin.

    AMW.

  9. aaf berkata:

    Anda Ini Emang Panitia Surga Ya…Hebat Sekali…….!!!!!

  10. seno berkata:

    ada satu jasa Gus Dur yang selalu saya ingat: menambah tanggalan merah di kalender dengan menjadikan imlek menjadi libur nasional.

  11. rissa berkata:

    Sudah kasian Mr Dur di omongongin mulu..sesama muslim kita doa kan saja dia yg baik2 saja..masalah hati manusia hanya Allah SWT yang tau..saya setuju tdk ada pengkultusan..yang pasti kita semua akan menyusul Mr Dur ke liang lahat juga nantinya dan berharap orang mendoakan kita..Semoga kita semua di ridhoi Allah masuk surganya Amien

  12. mashuda berkata:

    @aaf
    sdr. aaf, meski anda cuma meninggalkan komentar singkat, tapi sangat sinis. kalo saya boleh nebak, itu salah satu jurus pamungkas orang2 liberal, penganut pluralisme, dan jelas pro gus dur. bisanya hanya justivikasi tanpa bukti.

  13. TUAQSAMKU berkata:

    GUS DUR MEMANG LEBIH BANYAK MEMBELA YAHUDI/NASRANI DARIPADA UMMAT ISLAM, SUDAH TERLALU BANYAK BUKTI
    UMMAT ISLAM DIKECEWAKAN GUS DUR SEPERTI PEMBELAANNYA
    TERHADAP SALMAN RUSDI,MENGGANTI ASSALAMU ALAIKUM DENGAN SELAMAT PAGI,SIANG ATAU MALAM MENYEBUT ALQURAN KITAB PORNO DLL, ULAMA KOK SEPERTI INI OPO YA…
    DI JATIM GUS DUR DIKULTUSKAN BAK ORANG SUCI TANPA DOSA
    MALAH MAU DIJADIKAN PAHLAWAN NASIONAL, PAHLAWAN BUAT SIAPA..? DIJADIKAN SEBAGAI IKON DEMOKRASI PADAHAL DIA SUKA MAIN PECAT TERHADAP KETUA UMUM PKB HASIL MUKTAMAR, APA PENDUKUNG GUS DUR SUDAH GILA YA.. MIKIR DIKIT KENAPE, ASTAGFIRULLAH…

  14. wid berkata:

    gak usah musingin orang lain deh..mending ngurus sendiri kita aj dulu sebelum ngurusin orang lain, sholatnya gmn ? udah bisa nahan nafsu blm ?..gitu aja kok repot !!

  15. tiyang berkata:

    Nah kalau Anda???

  16. tholibatul 'ilm berkata:

    Bismillahi. Ana sepakat dengan Antum, kasian sekali Mr Dur diomongin mulu… namun apakah tidak lebih baik jika kita membicarakannya di dunia ini (guna tashfiyah-tarbiyyah atau pemurnian-pendidikan aQidah, dan akhlaQ tentunya) daripada kelak di akhirat nama Beliau menjadi ikatan dalam jaringan penyebab yang panjang bagi insan-insan yang belum berilmu? Artinya, jika memang Beliau telah membawa virus kemungkaran, maka penyakit tersebut akan menular ke pihak lain dan secara turun temurun virus dosa tersebut akan melekat. Maka lebih baik bagi kita untuk memurnikan aQidah diri kita dan insan-insan lain kemudian memperbaikinya dengan pola pendidikan dengan aQidah yang benar. Diharapkan, nama Beliau kelak tidak akan menjadi “omongan” di Akhirat oleh para Malaikat dan insan yang disiksa lantaran virus tersebut. Mungkin dan mungkin demikian “Ampun,,, saya salah aQidah lantaran Mr XXX” Na’udzubillahi min dzalik
    Akhy/Ukhty… (sepertinya akhwat, afwan jika salah)
    “masalah hati manusia hanya Allah Subhanahu WaTa’ala yang tau..” _afwan, akan lebih baik jika tidak disingkat_
    Yaa Ukhty Rissa dan pembaca rohimakumulloh, iman itu terdiri dari 3 unsur, yaitu keyakinan dengan hati, pengucapan dengan lisan, dan implementasi dengan amal perbuatan. Ya memang, masalah hati hanya Alloh Ta’ala yang Maha Mengetahuinya, namun dari 2 sisi yang lain, yaitu lisan dan perbuatannya, bagaimana? Mohon konfirmasi atas hal tersebut.

    Hanya itu yang ingin ana sampaikan dan tanyakan.
    Mohon maaf jika kurang berkenan, semata-mata karena keterbatasan ilmu ana.
    Jazakumullohu khoyron…

  17. Akhmad Sodiq berkata:

    jangan lah menilai orang d luarnya saja,…gus dur seorang tokoh kyai besar di NU yang menghabiskan sebagian waktunya di pondok pesantren yang notabenya ahli di bidang ilmu Islam. anda yang merendahkan Gus Dur. belajar paling lewat buku terjemah atau bahkan diskusi antar sesama yang rujukannya tidak kuat…

  18. Difan berkata:

    @Akhmad Sodiq, kenapa sih orang-orang seperti anda ini getol sekali membela si Gusdur itu? Emang Gusdur itu siapa..??? Malaikat..??? Nabi..??? Sampai2 ga boleh dikritik kesalahannya?

    gus dur seorang tokoh kyai besar di NU yang menghabiskan sebagian waktunya di pondok pesantren yang notabenya ahli di bidang ilmu Islam.

    Ilmu Islam apa? Ilmu kejawen iya!
    Gusdur itu manusia biasa bung! Banyak kekeliruan2 yang ia lakukan bahkan fatal! Dia ga layak digelari kyai! Sangat-sangat ga layak! Kyai kok menentang ajaran Islam? Kyai macam apa kayak gitu?

    Kritis dong, jangan fanatik buta!

  19. Yaya5 berkata:

    Shimon perez adalah orang yahudi yg sangat ingin mendamaikan konflik antara israel dan palestina, mendirikan shimon perez institute agar bisa mengumpulkan semua orang2 yg ingin mewujudkan perdamaian tersebut. Gusdur dan Yasser arafat pun menjadi anggota nya

  20. gembol berkata:

    buat ADMIN…. bkannya menjelek2an ato mengungkit2 ksalahan org yg udah meninggal itu ga baik ya?… jgn sperti dajjal yg cuma gunain sbelah mata…. cobalah brfikir lbih rasional, lihat dari dua sudut pndang,,, ap lg perkataan anda klihatan bnget menghakimi dan seolah2 anda paling benar,,,

  21. abisyakir berkata:

    @ Gembol…

    Orang yang baik harus didukung, disupport, didoakan. Orang yang tidak baik, jangan terus dipuji-puji, nanti bisa memperpanjang jalan kesesatan di hati manusia. Mohon maklum.

    Admin.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: