Kasihan Para BONEK Itu…

Bonek, dari kata bondo nekad, hanya bermodal nekad. Istilah ini semula dipakai masyarakat Jawa Timur untuk menyebut kegigihan usaha seseorang, tidak bermodal apa-apa, hanya kenekadan semata. Ada kerja keras, tetapi sekaligus kekonyolan disana. Ada kalanya usaha dengan bonek berhasil, tetapi ada kalanya gagal juga.

Tetapi akhir-akhir ini istilah BONEK seperti menjadi istilah yang bermakna khusus. Ia menjadi kata pengganti untuk para holigans brutal pendukung Persebaya Surabaya. Mereka disebut sebagai bonek, dengan segala ulah brutal dan vandalistiknya. Padahal semula, istilah bonek itu muncul untuk menyebut keadaan para suporter itu yang sering pergi ke Jakarta dengan tidak bermodal apa-apa, hanya bermodal nekad. Bayangkan, ke Jakarta hanya memakai sendal, celana, kaos oblong, tanpa membawa ongkos apapun. Ini jelas nekad. Tapi lama-lama, istilah BONEK dipakai untuk menyebut suporter Persebaya yang kerap melakukan kerusuhan di stadion maupun sepanjang jalur KA. Ada pergeseran dari makna semula.

Tapi soal terminologis itu tidaklah penting. Mari kita lihat perilaku sosial pemuda-pemuda “bonek” para suporter Persebaya ini. Dari data-data yang disebutkan media antara lain:

Ribuan bonek pergi ke Bandung dengan KA ekonomi, mendukung Persebaya yang akhirnya kalah 4 : 2 melawan Persib. Sepanjang jalan para bonek banyak membuat ulah, termasuk menjarah barang dagangan masyarakat di stasiun-stasiun KA. Mereka juga melempari batu orang-orang di jalan. Mereka mendapat perlawanan dari masyarakat. Dilempari batu sampai puluhan orang terluka terkena batu. Ada yang tewas karena tubuhnya membentur benda keras saat KA melaju. Jok-jok KA hancur, kaca-kaca pecah, berantakan. Konon akibat sikap anarkhis ini, suporter Persebaya mendapat sanksi dari PSSI. Serupa nasibnya dengan suporter Persib yang mendapat sanksi tidak boleh main di Bandung, setelah Bobotoh Persib merusak stadion Siliwangi yang baru direnovasi. Ya begitulah anak-anak muda kita.

Kalau melihat kenyataan seperti itu rasanya mau marah, kesal, ingin rasanya memaki-maki mereka. Tetapi sejujurnya, keadaan yang ada pada diri ribuan pemuda itu sangatlah menyedihkan. Bukan hanya mereka, tetapi juga keadaan jutaan generasi muda Indonesia saat ini, sangat menyedihkan.

Suporter "Bonek" Tiba di Surabaya. (Sumber foto: surabaya.detik.com).

Pernahkah Anda memikirkan, bahwa para pemuda itu sebenarnya ingin hidup normal, baik, ingin menjadfi warga masyarakat yang produktif, memiliki keluarga, memiliki masa depan, memiliki peran sosial, diterima di masjid, di sekolah, di masyarakat, di lingkungan profesi, dan sebagainya. “Para bonek juga manusia yang menginginkan hidup secara harmonis,” begitulah kira-kira ungkapannya.

Sebagian besar generasi muda di Indonesia, mereka menjadi manusia-manusia berandal, bengis, amoral, bukan karena keinginan dirinya sendiri. Mereka lebih sebagai “korban” akibat tatanan sosial yang sangat merusak. Birokrasi rusak, pergaulan rusak, persaahabatan rusak, lembaga keagamaan rusak, dunia bisnis rusak, dunia politik amat sangat rusak, media massa rusak, dunia hiburan rusak, dan sebagainya. Mereka hanyalah korban dari semua kerusakan itu.

Secara sederhana bisa dikatakan, tatanan yang ada selama ini hanya membuat sebagian kecil orang bisa hidup bak raja-raja berkuasa dengan segala kemewahan bagi keluarganya; sementara nasib masyaarakat mayoritas hanya dipandang sebagai “sampah merepotkan”. Inilah intinya. Inilah sistem EKSPLOITASI yang telah sukses menghancurkan moraliatas dan masa depan jutaan generasi muda Indonesia, sejak Sabang sampai Merauke. Mereka tidak sanggup keluar dari status sebagai “korban tatanan”, sebab kekuatan mereka sangat lemah. Tetapi sejujurnya, mereka amat sangat ingin keluar dari belenggu seperti itu.

Pernah, berkali-kali muncul orang-orang yang mengaku “pahlawan”. Katanya, mereka siap berjuang hidup-mati membela nasib mereka, membela aspirasi mereka, membela hidup mereka. Tetapi setelah para “pahlawan” itu mendapat jabatan, ternyata moralnya tidak kalah brutalnya dari pejabat-pejabat sebelumnya. Nah, suara para “pahlawan” ini sering muncul, dan sesering itu pula mereka mengecewakan hati generasi muda yang semula mempercayai kata-kata mereka. Generasi muda pun putus-asa. Mereka merasa tidak ada lagi yang bisa diharapkan dari keadaan ini. Semua seolah sudah mati.

Sikap brutal para pemuda Bonek, para Bobotoh, dan lainnya, semua itu sebenarnya mengekspressikan ketidak-berdayaan mereka menghadapi situasi sosial di sekitarnya. Mereka tidak tahu harus bersimpati kepada siapa. Para politisi banyak bohongnya, para pengusaha bisnis sangat menindas, para agamawan sangat murah dalam menjual ayat-ayat, media-media massa hanya membingungkan akal, dan seterusnya.

Sejujurnya, sedih melihat kerusakan-kerusakan yang timbul karena ulah para Bonek. Tetapi lebih sedih lagi ketika kita melihat kerusakan moralitas yang menimpa hati ribuan para pemuda itu. Mereka tidak ingin mendapati semua itu, tetapi mereka tak berdaya untuk menghindarinya.

Ya Allah ya Rahmaan ya Nashir, tolonglah hamba-hamba-Mu ini. Tolonglah kami, tolonglah para Bonek dan kawan-kawan, tolonglah Ummat ini. Keluarkan kami dari kungkungan fitnah berat ini, kasihanilah kami, ampunilah kami ya Rabbi, innaka Ra’ufur Rahiim. Allahumma amin.

AMW.

Iklan

20 Responses to Kasihan Para BONEK Itu…

  1. krisno berkata:

    KONYOL…. cerita Anda konyol sekali… JANGAN MENULIS SESUATU YANG MASIH SEMU KEBENARANNYA… anda tidak tau tentang keadaan sebenarnya… boleh saya cerita.. kita pergi ke bandung dengan niat damai, tetapi saat perjalanan berangkat tiba-tiba kami dilempari batu oleh masyarakat (paling-paling pasopati dan arema ######), tetapi kami bisa menahan diri dengan hanya menunduk dan menenangkan diri. APA SEBENARNYA MAKSUD MEREKA?? APAKAH ADA YANG MENUNGGANGI MEREKA?? Itu cerita saat kami berangkat ke bandung. klo tidak percaya tanya kepada bapak2 polisi yang ikut mengawal kita berangkat ke Bandung JELAS KAN??

    lalu perjalanan pulang, kami sudah mengira kalau masyarakat akan melakukan hal yang sama seperti saat keberangkatan. alhasil banyak bonek yang juga siap membawa batu untuk membalas ######## SOLO (PASOPATI) dan alhasil, dugaan kami benar, mereka menghadang kami dan sudah mempersiapkan dengan sedemikian rupa barang2 untuk menyerang kami… tetapi kami BONEK…kami TIDAK TAKUT.. kami TAK GENTAR… kami terus membalas… JELAS SIAPA YANG MENYULUT API..

    JANGAN ASAL NGOMONG DAN MENYIMPULKAN APA YANG DIKATAKAN MEDIA, di berita ANTARA sudah jelas dikatakan bahwa bukan BONEK yang memulai, walikota kita pun mendukung kita, dikarenakan kita datang dengan niat baik untuk melancong ke kota SAUDARA TERDEKAT BONEK yaitu VIKING.

    VIKING BONEK BERSAUDARA tetapi di media, bahkan komentator pertandingan ANTV saat pertandingan PERSIB VS PRSBY mengatakan kita adalah lawan klasik sejak jaman perserikatan, emang tuch komentator lahir tahun berapa?? komentar yang menggelikan.. ingat kita ke bandung dengan niat damai mengunjungi saudara kita VIKING.

    KITA DATANG DENGAN DAMAI, BILA ADA YANG MENGHALANGI BONEK UNTUK MELAKUKAN HAL ITU
    TAK KEJAR TAK ENTEKNO SAK CINDIL-CINDILMU

    BONEK VIKING BERSAUDARA…
    BONEK CINTA PERSEBAYA…
    BONEK CINTA INDONESIA…
    TERIMA KASIH PAK POLISI…

    GBU

  2. Andi firmansyah berkata:

    Saya setuju dengan artikel anda,banyak berita yang menyudutkan ” bonek ” tetapi kenapa tidak ada berita yg menyalahkan warga solo yg melempari kereta dgn batu & benda2 keras lainnya bahkan molotov pun mereka lemparkan.

  3. Hana berkata:

    Tulisan yg sangat menggugah.

  4. abisyakir berkata:

    @ Krisno…

    Lho, masalah bonek Persebaya ini sejak kapan sih muncul? Apa baru seminggu dua minggu lalu? Bukankah sudah bertahun-tahun kita mengenal mereka. Hanya dalam 5 tahun terakhir, Persebaya tidak ikut Liga Indonesia, sehingga masalah bonek tidak mencuat. Setelah ikut Liga lagi, berulah lagi, seperti dulu-dulu.

    Ya, kami hargai komentar Anda, sebagai bagian dari pembelaan kalangan Anda. Tapi mohon kalau menulis jangan seperti manusia sampah. Saya tidak suka itu. Apalagi seperti ucapan ini: “BILA ADA YANG MENGHALANGI BONEK UNTUK MELAKUKAN HAL ITU, TAK KEJAR TAK ENTEKNO SAK CINDIL-CINDILMU.” Apa maksudnya ucapan ini? Anda merasa paling berani? Anda merasa satu-satunya laki-laki di muka bumi ini? Sungguh, kalau bukan karena rasa malu, saya ingin berhadap-hadapan dengan Anda sebagai laki-laki, bukan sebagai banci yang bisanya keroyokan.

    Tiada kehromatan, selain hanya di sisi Allah Ta’ala.

    AMW.

  5. arifunasiin berkata:

    menyentuh..

  6. krisno berkata:

    KEPADA YANG TERHORMAT ABISYAKIR…
    buka telinga anda..
    BOOONNEEKKK SUUDAHH BBEERRUUBAAAHHH,
    bonek itu ingin menjadi baik… jangan di silangkan dengan kejadian 5 tahun atau 10 tahun silam… jika Anda tetap menyilangkan kejadian yang lalu, berarti Anda tidak ingin menerima sebuah perubahan, bila memang kemaren kami yang membuat onar bisa dibilang kami belum dewasa.. sekarang BONEK telah BERUBAH… berubah dalam artian lebih mempunyai MORAL tanpa mengurangi sedikitpun RASA TAKUT dan GENTAR..
    MENURUT ANDA BONEK BERANINYA KEROYOKAN?? ITU SALAH… di stadiun kmai pun, kami tidak akan membela oknum bonek yang dikeroyok karena telah melakukan kegiatan salah.. tetapi bila BENAR DISALAHKAN bonek akan menjadi satu darah membela yang BENAR. kegigihan dan keberanian kami akan kami gunakan bila ANDA-ANDA terus menorehkan cap BURUK pada bonek.. BONEK sudah berubah, sekarang saya tanya kepada Anda… jika BONEK menjadi baik apakah Anda akan memaafkan BOnek??? jelas Anda akan berberat hati, karena Anda sudah terdoktrin oleh berita yang SALAH.. jika Anda masuk ke gelora 10 nov kesayangan Bonek.. Anda akan merasa hangat dengan sebuah keluarga besar BONEK yang terus bersatu dan menginginkan PERSEBAYA dan Bonek menjadi lebih baik…

    RUBAH image buruk BONEK sekarang juga dari otak ANDA

    VIKING BONEK BERSAUDARA

  7. G Sasmita berkata:

    Saya sungguh merasa heran, ada apa dengan bangsa ini ?!! seharusnya kita sbagai bangsa yg sangat majemuk ini seharusnya persaudaraan kita akan lebih erat lagi dengan adanya perhelatan ISL ini..tp kenyataanya justru sbaliknya..menyedihkan..
    “cap” BONEK anarkis , pembuat onar , selalu rusuh dengan suporter lain tidak selamanya benar ! kasihan BONEK slalu di jadikan “kambing hitam”, yg slalu di beritakan kebrutalan bonek saja…bahkan ada suatu berita yg bikin sy pengen ketawa..headlinenya bertuliskan ” ULAH KEBRUTALAN BONEK DI SOLO DALAM PERJALAN PULANG DARI BANDUNG ” tapi ketika membaca isinya, jelas2 diuraikan klo ribuan masyarat solo skitar rel KA yg akan dilewati para Bonek telah mempersiapkan diri untuk membalas dengan membekali dengan batu2, benda keras dan bom molotof sejak pagi! dan ketika kereta yg membawa BONEK melintas, dengan serta merta masyarakat membombardil kereta dengan lemparan batu, benda2 keras dan bahkan bom molotof ! bahkan KAPOLDA JATENG sendiri yg berusaha melerai/meredam aksi masa dgn menggunakan microphone ikut dalam kereta tersebut menjadi korban pelemparan masyarakat spanjang rel KA, Astagfitullah ! Apakah BONEK anarkis, penjarah dan selalu ribut dengan stiap sporter lain ? tidak selamanya benar ! terbukti pada pertandingan tandang ke Bandung pd hr sabtu malam 23 jan, walaupun ribuan BONEK telah berdatangan sehari sebelumnya yaitu hari jum’at siang di bandung sampai minggu dinihari, Alhamdulillah berjalan aman2 saja dan tidak terjadi hal2 yg fatal yg tidak diinginkan baik itu pengrusakan, penjarahan, dan keributan dengan para BOBOTOH/VIKING (kita tahu sama2 fanatik dan keras sama seperti bonek) dan masyarakat bandung (terutama saya yg tinggal di seberang komplek LANUD SULAIMAN / para BONEK ditampung )yg pd mulanya merasa was was krn melihat pemberitaan spanjang perjalan BONEK di daerah JATENG menuju bandung banyak diwarnai bentrokan/kerusuhan ( aneh..ya pdahal sama2 ” WONG JOWO ” sendiri ) akhirnya dapat tersenyum krn tidak terjadi apa2……KOK BISA BEGINI YA…??? setelah saya telusuri ada beberapa poin yg didapat :
    *) kami masarakat bandung tidak antipati kpd BONEK apalagi memprovokasi BONEK dg hujatan/celaan.
    *) PEMKOT BANDUNG khususnya PEMDA KAB BANDUNG telah mengambil tindakan antisipasi dengan menyediakan tempat peristirahatan + dapur umum buat para BONEK
    *) telah terjadi kesepakatan persaudaraan antara BONEK dan BOBOTOH/VIKING, sungguh terharu saya melihat para BONEK yg datang memakai kostum/aksesoris PERSEBAYA ketika pulang memakai kostum/aksesoris PERSIB.
    VIKING BONEK BERSAUDARA !! kenapa yang lain tdk bisa bersaudara dengan BONEK ??? karena jelas persaudaraan itu begitu indah..

  8. Ikhlas berkata:

    Sungguh kecintaan terhadap dunia yg berlebih-lebihan akan membuat matinya hati, melalaikan dari apa yang diperintahkan dan apa yg dilarang Allah SWT, dan menganiaya diri sendiri. Ikatan yg dibentuk atas dasar golongan, suku, bangsa (nasionalisme), apalagi ikatan yg dibentuk atas persamaan kecintaan pada dunia adalah ikatan yg rusak, karena membawa pada kerusakan dan kerugian. Sesungguhnya ikatan yg benar adalah ikatan AQIDAH, yaitu umat yg satu, ISLAM, tanpa ada embel2 lain, ikatan yg melampaui batas2 wilayah dan kepentingan.

    Siapa yg menamam, dia akan menuai hasilnya, itulah sunatullah..

    Wallahu a’lam bishshawab…

  9. abisyakir berkata:

    @ Krisno…

    Ya, ya saya buka telinga saya. Ya, saya baca dan dengar komentar Anda. Semoga yang Anda katakan itu benar-benar terjadi, bahwa bonek Persebaya sudah berubah. Semoga. Amin. Dan ini sekaligus sebagai klarifikasi dari salah seorang bonek Persebaya.

    Kalau memang sudah berubah, tolong dong kalau menulis yang sopan sedikit. Saya terus terang emosi dengan komentar Anda yang sok jagoan. Jangan begitulah…kita ini kan sama-sama manusia beradab, jangan memaki dengan kata-kata kotor, atau sok menantang. Itu tidak benar.

    Baik, pernyataan Anda saya anggap sebagai salah satu KLARIFIKASI dari seorang bonek Surabaya. Sejujurnya, saya dan kita semua tentu sangat senang dengan kebaikan seperti yang Anda katakan itu. Jika ada kerusuhan-kerusuhan, mungkin masyarakat bersikap karena “memori” yang belum hilang selama bertahun-tahun yang lalu. Butuh waktu untuk meyakinkan masyarakat, bahwa BONEK SUDAH BERUBAH. Ya itu konsekuensi dari kekeliruan-kekeliruan masa lalu.

    Ini ada hikmah yang dalam. Ternyata kesalahan-kesalahan masa lalu, masih ada rentetan akibatnya, meskipun pelaku kesalahan itu sudah melupakan perbuatannya. Ini sekaligus pelajaran agar kita hati-hati dari perbuatan zhalim.

    Mohon nanti kalau berkomentar lebih sopan lagi ya. Terimakasih.

    AMW.

  10. krisno berkata:

    maaf abisyakir, bukannya saya sok jagoan… saya hanya manusia biasa, bia Anda tersenyum dengan saya, saya akan membalas senyuman 10x lebih ramah dari yang Anda berikan, jika saya disakiti (cos saya adalah salah satu korban KAMBING HITAM) saya akan teriak dan tidak mustahil saya akan menggerakkan anggota tubuh saya untuk melawan.
    komentar saya yang pertama memang penuh dengan kata kasar, kata kasar tersebut spontan keluar dari hati saya yang terus menjerit dengan berita-berita yang begitu menyayat hati saya (kita sudah dilempari, di bom dan lain-lain, tetapi kok tega-teganya (bonek) tetep dijadikan kambing hitam)
    beri;ah kami kesempatan untuk bisa berubah, BONEK dan BOBOTOH VIKING yang dikenal sebagai suporter berani mati dan fanatik aja bisa bersatu, mengapa yang lain tidak ??
    di tahun-tahun ini, koordinasi setiap korlap BONEK daerah semakin diketatkan dan diberi bimbingan yang positif.di waktu lebaran kemaren BONEK membagi-bagikan takjil kepada masyarakat SURABAYA dan kegiata2 sosial lainnya
    kita telah baca komentar mas G Sasmita yang bisa disimpulkan bahwa BONEK datang ke bandung dengan niatan baik dan damai karena mengunjungi saudara BONEK yaitu BOBOTOH VIKING.
    para suporter sleman yang dulu juga pernah disakiti BONEK saja mau berbesar hati memaafkan kita dengan cara iklas saat kita tiba di stasion mereka.
    dengan cara tersebut kita BONEK bisa berharap teman-teman BONEK kita yang belum menyadari arti persahabatan bisa terbuka mata dan hatinya.

    VIKING BONEK bersaudara
    VIKING BONEK satu hati

    peace Abisyakir
    peace wong SOLO jangan biarkan masa lalu buruk hubungan kita menjadi batu sandungan yang bisa menjatuhkan ANDA dan KITA. jangan ANDA – ANDA terprovokasi dengan provokator tidak bertanggung jawab, bahkan dengan SUPORTER SEPAKBOLA KOTA LAIN (cos teman-teman saya banyak yang mendapati gambar beberapa oknum AREMA turut melempari kereta). karena hal tersebut bisa menjatuhkan Anda dan image kota ANda sebagai kota yang mudah terprovokasi oleh masa lalu.

    peace
    GBU

  11. abisyakir berkata:

    @ Mas Krisno…

    Iyo mas, saya memaklumi. Ya alhamdulillah kalau memang sudah baik. Moga-moga terus menjadi baik. Ya, butuh waktu untuk mengubah image dengan tindak nyata. Kalau Sampeyan mau, silakan buat klarifikasi, atau semacam tulisan pernyataan, bahwa BONEK sudah berubah. Silakan kirim ke langitbiru1000@gmail.com. Nanti insya Allah dimuat. Tapi itu lho ya, itu sekedar sebagai tulisan pengimbang. Artinya, untuk mengubah citra, tetap butuh waktu, tidak bisa tuntas hanya dengan satu dua tulisan. “Buktikan dengan perbuatan!” begitulah motto-nya.

    Lagi pula, untuk masalah bola ini kan soal hiburan, olah-raga. Ya, kita harus proporsional. Jangan habiskan energi ke masalah-masalah seperti itu. Ya boleh mendukung, tapi sewajarnya saja. Jangan karena soal bola, kita lupa shalat, lupa pula kalau suporter bola yang lain adalah saudara kita sesama Muslim. Jangan sampai bola diletakkan lebih tinggi dari agama. Toh, kalau klub Anda menang, Anda tidak akan mendapat apa-apa, selain perasaan senang, bangga, dan gengsi tertentu. Yang untung tetap saja para pemain, ofisial, manajemen, PSSI, para wasit, TV, penjual kaos, dan sebagainya.

    Yo, monggo dilanjutkan gerakan perbaikannya. Moga berkenan di hati masyarakat. Maaf kalau ada tulisan-tulisan yang tidak berkenan. Nah, begitu dulur. Salam buat Bonek Mania lainnya. Wassalamu’alaikum warahmatullah wabarakaatuh.

    Abi Syakir.

  12. mia berkata:

    asik neeh jadi forumnya mas krisno dengan abisyakir…hihihi…cerita bonek memang cerita hot tiada ujung… tapi lumayan kan dengan memuat artikel bonek bisa naikin rating blog…

  13. andi egy dirgantara berkata:

    BONEK VIKING SATU HATI…..
    TAK BISA DI GANGGU GUGAT…..
    SUPORTER LAIN HATI2…..
    BETUL…BETUL…BETUL…

  14. romeo berkata:

    bang….,, saya sejatinya adalah suporter The Jack “musuh” juga dari viking n bonek tapi disini saya hanya ingin berkomentar sejujurnya dng apa yg telah saya lihat dng mata kepala saya sendiri yg kebetulan waktu itu saya ada di stasiun Solo ….
    memang bener kok masyarakat sekitar stasiun yg mendengar akan kedatangan Bonek dan memulai melakukan pelemparan lbh dahulu…,,
    Maaf bkn say cinta bonek tetapi saya cuma mengungkapkan yg sebenernya….

    The Jack forever…

  15. abisyakir berkata:

    @ Romeo…

    Ya, saya juga melihat itu. Di TV ditayangkan, masyarakat Solo sekitar stasiun sudah siap-siap dengan batu, begitu mendengar rombongan Bonek akan lewat Solo. Ketika mereka melempari batu, juga terlihat dalam tayangan itu.

    Pertanyaan, mengapa masyarakat Solo sudah sedia melempari dengan batu?

    Apakah karena orang Solo gak ada kerjaan? Apakah setiap suporter bola yang lewat Solo dilempari? Apakah orang Solo anti rakyat Surabaya? Apakah bau badan anak-anak bonek tidak sedap, sehingga mereka harus dilempari batu?

    Nah, tentu itu ada alasannya. Tidak mungkin orang Solo menyerang tanpa alasan. Setahu saya, alasan seperti ini karena DENDAM LAMA. Bonek dulu sangat urakan kalau memakai jasa KA. Banyak lah cerita sedih seputar pedagang-pedagang di stasiun yang “disergap” oleh Bonek Mania.

    Itu dulu. Katanya sekarang mereka sudah berubah. Katanya sih. Tapi soal “membajingankan” suporter lawan, seperti Aremania, sepertinya masih tetap. Sama seperti anak-anak Viking yang biasa mengatakan, “Masukkan The Jack ke tong sampah!” Ya, kata-kata provokasi untuk memicu konflik anak muda. Padahal intinya, ini soal bisnis, jualan kaos, jualan stiker, slayer, topi, aksesoris, iklan, jualan rokok, jualan tiket, dan sebagainya. Ini bisnis murni. Bisnis tidak berkembang marak, kalau situasi adem adem saja. Harus ramai, banyak konflik, biar bisnis laku. Gituh…

    “Selamat” bagi para suporter yang telah merelakan dirinya menjadi obyekan bisnis orang-orang cerdik. “Silakan” terus bermusuhan! Semakin bermusuhan, dompetmu makin tipis, sementara dompet mereka makin tebal.

    AMW.

  16. Bonek Waru berkata:

    hal ini makin lama,,,kok gak selesai..selesai bang …
    aku jujur ya bang sebagai bonek.. aku ingin banget kemana-mana gak di cari orang ( gak ada yg musuhin ).
    Contohnya saya akan pergi ke malang pakai kaos BONek,tentu saya akan merasa tidak aman disana
    Kebetulan waktu itu saya tidak ikut ke solo,tapi banyak yg bilang bahwa solo siap-siap untuk melempari bonek hanya karena solo balas dendam dengan para bonek!!
    jadi, yg salah itu siapa bang?

    NB: TOLONG DIBALAS BANG!!

    FROM: ADI

  17. abisyakir berkata:

    @ Mas Bonek Waru…

    Matur suwun yo, sudah memberi komentar.

    Siapa yang salah ya?

    Ya, kalau Bonek Mania sekarang ya tidak mau disalahkan. Sebab mereka berusaha menjadi sosok kelompok suporter baru dengan spirit baru. Bonek mania sekarang ingin membuat citraan baru sebagai suporter yang tertib, sportif, dan simpatik. Tetapi ya itu tadi, “citraan lama” yang sudah tergambar selama bertahun-tahun sulit dihapuskan begitu saja. Itulah makanya, kita disuruh berhati-hati dalam setiap tindakan, agar tidak ada “buntutnya” di belakang hari nanti. Segala sesuatu itu ada dampaknya, lambat atau cepat, sedangkan kita umumnya tidak mencermati dampak tersebut. Entah karena lalai, tidak mau pusing, atau maunya enak aja.

    Para Bonekers…(meminjam istilah facebookers) ingin segalanya berubah cepat. Tetapi kemarin mereka melakukan kesalahan juga. Ketika diserang habis-habisan dengan batu di Solo, mereka balik membalas, atau setidaknya memakai apa saja yang ada di KA sebagai “tameng”. Akhirnya PT KAI menuntut mereka juga akibat kerusakan gerbong KA yang parah. Kalau mereka bersikap pasif, meskipun resikonya korban yang berjatuhan akan semakin banyak, mungkin masyarakat akan melihat NIAT BAIK mereka untuk berubah menjadi simpatik. Nah, dalam kasus Solo kemarin, teman-teman Bonekers tidak tepat sikap antisipasinya. Meskipun dimakluminya juga, manusiawilah, wong memang mereka diserang dari kanan-kiri oleh ratusan “pasukan batu”.

    Ada baiknya, para Bonekers menganggap kejadian kemarin sebagai insiden terakhir. Jangan terulang lagi. Caranya, mintalah pihak PSSI untuk menjadi mediator pertemuan dengan koordinator2 suporter lain, misalnya dengan Aremania, Pasopati, dan lainnya. Adakan kesepakatan damai, lalu ekspose di media, bahwa para koordinator suporter telah sepakat berdamai. Lalu maklumkan ke segenap warga Bonekers untuk berdamai dengan siapapun. Ya, langkah demikian berat, tetapi itulah yang bisa ditempuh, biar Anda nyaman menjadi Bonekers.

    Tetapi, mohon dicatat, kalau dalam konteks bisnis persepak-bolaan, terlalu banyak “perdamaian” dianggap tidak menarik, menjadikan permusuhan antar klub menjadi “kurang greget”. Media-media massa juga pasti lebih senang jika selalu ada “pertarungan sengit” antar suporter, agar mereka terus mendapat bahan berita. Maklum, ini bisnis.

    Sementara ini dulu Mas. Matur suwun atas perhatian Sampeyan. Moga ke depan lebih baik lagi situasinya. Wong, fitrah manusia itu lebih suka perdamaian, ketimpang permusuhan.

    AMW.

  18. rombeng berkata:

    maaf sebelumnya, tapi tulisan anda ini memang sedikit mengganjal. anda menulis seolah-olah bonek sudah seburuk-buruknya nasib manusia…analisis anda terlalu dangkal.
    “Pernahkah Anda memikirkan, bahwa para pemuda itu sebenarnya ingin hidup normal, baik, ingin menjadfi warga masyarakat yang produktif, memiliki keluarga, memiliki masa depan, memiliki peran sosial, diterima di masjid, di sekolah, di masyarakat, di lingkungan profesi, dan sebagainya. “Para bonek juga manusia yang menginginkan hidup secara harmonis,” begitulah kira-kira ungkapannya,”.
    tulisan anda di atas terasa sedikit menggelitik. memang bonek sudah sebejat itu?? saya yakin anda sendiri tidak dapat membedakan antara bonek sebagai ‘semangat’ dengan bonek sebagai ‘individu/ kelompok (Subjek)’.
    menelaah bonek tidak fair hanya sebatas persoalan etis dan moral: baik-buruk, jahat-tidak jahat, dll.
    tapi terlepas dari itu semua, saya banyak setuju dengan tulisan anda pada bagian yang lain.
    Thanks.

  19. Anonim berkata:

    betul Bonex Tidak Akan Membuat Onar Kecuali,,Mereka Di Serang Oleh musuh”Nya Yaitu Posopati,L.A Mania,,The Jack Anjing,,Aremania Asu…# BONEK Cak Arekk Suroboyo, ,Salam Satoe Nyali Wani..Gawe Dulur” Ku Seng Ono’ Suroboyo…Cakkk

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: