Ruh Gerakan Freemasonry

Freemasonry dikenal juga sebagai Theosofi. Ia merupakan gerakan rahasia, gerakan bawah tanah, bersifat fundamentalis. Gerakan ini diciptakan oleh tokoh-tokoh ideolog Yahudi. Freemasonry muncul dari Perancis Selatan, sebuah kawasan yang dikenal menganut aliran gereja Magdalena. Mereka pernah masuk ke Jerusalem sebagai Kesatria Templar, ketika kota itu dikuasai pasukan Salib. Mereka mengklaim sebagai bagian dari pasukan Salib, tetapi sebenarnya memiliki agenda sendiri.

Dalam buku berjudul, Gerakan Theosofi di Indonesia, karya Artawijaya, mantan wartawan Sabili, dijelaskan bahwa Theosofi atau Freemasonry adalah aliran kebatinan Yahudi. Para pembangun aliran ini memang tokoh-tokoh Yahudi di abad pertengahan, di Eropa. Tetapi akidahnya, bukanlah akidah Yudaisme seperti yang diajarkan oleh Musa, Harun, Dawud, Sulaiman, dan lainnya. Bukan juga akidah gereja Magdalena yang mengakui kedudukan Maria Magdalena dalam doktrin Kristiani. Tetapi orang-orang Freemasonry memuja Lucifer, Dewa Matahari (Sun God), dan mengamalkan ajaran-ajaran okultisme (sihir). Mereka benar-benar orang musyrik, yang menganut ajaran paganisme seperti Fir’aun di era Mesir dulu.

Jadi Freemasonry itu membawa keyakinan tersendiri. Mereka bukan penganut Yahudi seperti para pengikut ajaran Musa, sebab mereka tidak pernah patuh dengan Taurat. Tetapi juga bukan penganut ajaran paganisme Fir’aun secara murni. Mereka campuran dari keduanya. Secara ideologi mengambil ajaran-ajaran pagan di Mesir, secara politik sangat mengabdi kepentingan Yahudi.

Dimanapun ada komunitas Yahudi, dapat dipastikan disana ada orang-orang Freemasonry. Di negeri Belanda banyak Yahudi-nya, maka disana banyak penganut gerakan Freemasonry. Ketika VOC dan Belanda menjajah Indonesia, para penjajah itu juga membawa ajaran Freemasonry ke Indonesia. Mereka tidak membawa ajaran Yahudi, tetapi membawa paham Freemasonry.

Salah satu ciri khas Freemasonry, mereka selalu mendekat ke pusat kekuasaan, melalui lobi-lobi tingkat tinggi. Mereka tidak mau susah-susah membangun gerakan dari bawah, tetapi langsung ke pusat kekuasaan, mendekati elit-elit penguasa, lalu mempengaruhinya. Hal itu terjadi sangat nyata di Indonesia. Dulu kaum Freemason sangat deras menyusup ke lingkaran elit-elit Jawa di Jawa Tengah dan Yogyakarta. Semarang dan Solo disebut-sebut sebagai pusat gerakan Freemasonry.

Dalam buku Gerakan Theosofi di Indonesia karya Artawijaya dijelaskan, banyak tokoh-tokoh nasional Indonesia dulu yang menjadi anggota aktif Freemasonry, atau terpengaruh pemikiran Freemasonry. Di halaman 96 disebutkan, setidaknya ada 23 loge (atau loji, semacam kuil pemujaan Freemasonry) milik Freemasonry berdiri di 19 kota di Indonesia, termasuk di Kutaraja Aceh.

Pelukis terkenal Raden Saleh (1810-1880) dikenal sebagai generasi pertama Freemasonry di Indonesia. Raden Soekanto Tjokrodiatmojo, pendiri kepolisian Indonesia, juga dikenal sebagai anggota Freemasonry. Prof. Soepomo, Prof. M. Yamin, Prof. Soekanto, Djamaludin Adinegoro, Ki Sarmidi Mangoensarkoro, Siti Soemandari, M. Tabrani, Mohammad Hatta, mereka pernah mendapat beasiswa lembaga beasiswa Freemasonry, Midden Java. Ki Mangonsarkoro, ikut mendirikan perguruan Taman Siswa, yang bercorak Theosofi (Freemasonry). Tabrani, pemimpin gerakan Pemuda Freemasonry. Siti Soemandari, pimpinan majalah Bangoen, sering menghujat isteri-isteri Nabi melalui majalahnya.

Elit-elit bangsawan Jawa banyak terlibat Freemasonry. Keluarga Paku Alam (bangsawan Kraton Solo) mendirikan lembaga beasiswa Paku Alam Studie Fond dengan sokongan penuh Freemasonry. Nanti, alumni lembaga beasiswa ini ketika pulang ke Indonesia mendirikan BO (Boedi Oetomo). Paku Alam V, VI, dan VII sangat kental dengan pengaruh Freemasonry. Paku Alam VII menulis buku, “Apa yang Kutemukan Sebagai Orang Jawa untuk Roh dan Jiwa dalam Tarekat Masin Bebas.” Buku ini ditulis oleh Porbo Hadiningrat, Bupati Semarang-Salatiga, disebarkan di kalangan elit Jawa agar menjadi pendukung Freemasonry.

Raden Adipati Surjo, menulis buku, “Tarekat Mason Bebas dan Dunia Pribumi.” Lagi-lagi tujuannya untuk menyebarkan paham Freemasonry di kalangan masyarakat Jawa. Adipati Surjo ini mengklaim, ajaran Freemasonry cocok dengan kultur orang Jawa yang suka klenik dan kebatinan. Bahkan RA. Kartini pun disebut-sebut sangat terpengaruh paham Freemasonry.

Banyak tokoh-tokoh pergerakan nasional, khususnya dari kalangan elit Jawa, yang menjadi anggota Freemasonry atau terpengaruh pahamnya. Misalnya, Radjiman Widiodiningrat, Dr, Seotomo, Ki Hadjar Dewantoro, Wahidin Soediro Hoesodo, Tjipto Mangoenkoesoemo, Goenawan Mangoenkoesoemo, Soewarni Pringgodigdo, dan lain-lain. Bahkan ayah Soekarno sendiri, Raden Soekemi Sosrodihardjo, adalah seorang penganut Theosofi tulen.

Jadi sangat wajar kalau Indonesia kemudian sekuler, dan seringkali bersikap anti Islam, sebab para tokoh-tokoh pergerakannya, banyak yang menganut agama Theosofi atau menjadi anggota Freemasonry. Jelas tidak mungkin Islam akan bersatu dengan Freemasonry, sebagaimana Musa As tidak akan bersatu dengan Fir’aun, dan Nabi Muhammad Saw tidak akan bersatu dengan Abu Jahal.

Nah, inilah yang membuat bangsa Indonesia selalu terlunta-lunta di bawah cengkeraman penjajah. Sebab banyak elit politiknya, secara diam-diam menjadi anggota Freemasonry yang tentu amat sangat memusuhi Islam. Ya, sampai kapan kita akan menjadi bangsa yang beradab dan maju, kalau otak-otak manusia Indonesia selalu dikendalikan agar mengabdi kepentingan asing? Anda tidak akan pernah menjumpai Freemasonry membenci penjajah. Tidak sama sekali. Freemasonry dan penjajah, seperti dua sisi mata uang.

Gerakan Freemasonry memiliki ciri-ciri sebagai berikut:

[1] Freemasonry selalu bergerak ke pusat kekuasaan, demi mempengaruhi, mengontrol, serta mengambil manfaat seluas-luasnya. Itu mereka lakukan sejak dulu sampai saat ini. Ingat, sasaran pertama Freemasonry di Indonesia adalah elit-elit keluarga bangsawan Jawa. (Mungkin kenyataan seperti inilah yang membuat banyak masyarakat etnis non Jawa kesal dengan pemimpin-pemimpin asal Jawa).

[2] Freemasonry tidak pernah memiliki obsesi untuk mensejahterakan kehidupan rakyat. Mereka bersikap elitis dan suka dengan struktur politik elitis. Boedi Oetomo dulu adalah organisasi para priyayi Jawa yang arogan dan elitik. Hanya dengan kultur elitik itulah anggota Freemasonry bisa bebas menindas manusia-manusia lainnya. (Ingat, dalam struktur gerakan Freemasonry berlaku sistem kasta-kasta yang amat sangat ekstrem, sampai 33 tingkatan. Padahal dalam Hindu paling hanya ada 4 atau 5 kasta saja).

[3] Freemasonry mengamalkan ilmu-ilmu sihir, upacara memanggil roh, ritual pengorbanan, mendalami ilmu-ilmu kebatinan, dan sejenisnya. Mereka ini orang-orang musyrik secara murni. Hanya saja, biasanya mereka terpelajar, intelek, berwawasan. Tetapi tetap saja musyrik. (Kita tidak heran kalau banyak pejabat-pejabat birokrasi dari etnis Jawa, banyak yang menganut Kejawen, penggemar mistik, pengamal ilmu-ilmu kebatinan).

[4] Freemasonry bergerak dengan cover gerakan kasih-sayang, toleransi, cinta-kasih, humanisme, peduli kemanusiaan, dan seterusnya. Tapi yakinlah, semua itu hanya kedok belaka. Bayangkan, para penganut sihir, ilmu-ilmu kebatinan, dan sejenisnya, darimana mereka akan berkasih sayang?

[5] Freemasonry katanya sangat membenci fanatisme agama, lebih suka sikap toleransi, menghargai keragaman. Tetapi dalam kenyataan, mereka sangat keras, fundamentalis, agressor yang bengis. Mereka amat sangat membenci Islam, dan mencintai apapun yang bersifat paganisme. Mereka berpura-pura mencintai adat-istiadat, budaya bangsa, warisan leluhur. Padahal intinya, membela paganisme, dan menyerang ajaran Tauhid Islam.

[6] Freemasonry sangat sering beralasan dengan isu-isu kebangsaan. Seolah mereka paling nasionalis, paling patriotik. Padahal tujuan mereka, hanyalah ingin membenturkan aparat negara dengan kalangan Islam. Mereka ingin mengadu-domba negara dengan kalangan Islam. Biar para aktivis, dai, pemuda-pemuda Islam disikat habis oleh alat-alat negara. Mereka amat sangat senang dengan merebaknya isu terorisme, sebab mereka memiliki alasan untuk menghabisi kekuatan gerakan-gerakan Islam, jika mereka mampu melakukannya.

Jadi kini di mata kita sudah telanjang semuanya. Sudah jelas, tegas, dan tidak samar lagi. Segala gerakan, atas nama apapun, yang menjadikan Islam sebagai sasaran untuk dihujat, dilecehkan, dilemahkan, dipecah-belah, yakinlah semua itu adalah konspirasi dari tangan-tangan Freemasonry. Bisa jadi, itu gerakan murni mereka, atau berkolaborasi dengan musuh-musuh Islam lainnya.

Mungkin inilah yang kerap disebut sebagai The New World Order, tatanan dunia baru. Agen-agen dajjal bergerak sistematik dalam rangka membangun The Dark Kingdom. Mereka tidak peduli dengan penderitaan ratusan juta rakyat Indonesia. Di mata mereka, rakyat adalah sampah yang boleh diinjak-injak sesuka hati. Indonesia dengan segala kekayaan di dalamnya, mereka korbankan untuk melayani kepentingan asing. Tentu saja, mereka mendapat imbalan yang pantas untuk itu.

Tidak ada manusia paling terkutuk selain agen-agen Freemasonry itu, dan semoga Allah Al ‘Aziz mengutuk mereka sehina-hinanya, sehancur-hancurnya, seperih-perihnya. Sungguh, Allah Maha Kuasa melaksanakan rencana-Nya. Amin Allahumma amin.

Ya Allah ya Rahiim, tolonglah kami dan para pejuang Islam dimanapun mereka berada. Teguhkan hati kami di atas akidah agama-Mu, kuatkan kebencian kami kepada musuh-musuh-Mu, jadikan diri dan kehidupan kami bermanfaat bagi agama-Mu dan Ummat Muhammad Saw. Lindungi kami dari segala makar musuh-musuh-Mu. Ya Allah ya Razzaq, anugerahkan kekuatan kepada kaum Muslimin untuk memuliakan agama-Mu dengan ilmu, kekuatan ruhiyah, kekuatan harta, kekuatan amal, serta kekuatan Ukhuwwah.

Amin Allahumma amin. Wa shallallah ‘ala Rasulillah Muhammad wa ‘ala alihi wa ashabihi ajma’in.

AMW.

Iklan

21 Responses to Ruh Gerakan Freemasonry

  1. tugimin berkata:

    bagus dan memadai untuk membuka ‘mata’ orang2 yang silau oleh faham2 materialistik.

  2. Shadowlight berkata:

    Gerakan freemason banyak berdasarkan pada paham luciferian (pemuja iblis), satanis (penyembah setan), zionisme (gerakan yahudi) dan kabbalah (aliran ritual mistis/magis yahudi kuno. dan jelas semua bersumber dari kesesatan-kesesatan kaum paganis.

  3. sarjono berkata:

    Menarik sekali. Saya ingin tahu sumber Anda (artikel, makalah, majalah jaman tsb, atau dokumen lainnya) yang mengatakan bahwa Soewarni Pringgodigdo adalah seorang penganut Theosofi.

    Kebetulan saya salah satu cucunya.

  4. abisyakir berkata:

    @ Sarjono…

    Itu Mas, baca buku Sejarah Gerakan Theosofi di Indonesia. Buku baru karya Artawijaya, mantan wartawan Sabili. Baru terbit oleh Pustaka Al Kautsar. Silakan rujuk disana. Terimakasih.

    AMW.

  5. wahyu nurudin berkata:

    gimana melacak meeka ya?

  6. Fuckmason berkata:

    wahh nais Inpoh gann…saya sependapat mengenai paparan sejarah dan keberadaannya. nahh sebetulnya ada yang menjadi tanda tanya. pernah di catat dalam sejarah, bahwa Presiden Soekarno pernah mamanggil tokoh penting fremason di Indonesia pada tahun 1950. terkait bahwa banyak loji2 di Indonesia sering mengadakan ritual kesetanan. nah yang menjadi pertanyaan saya, mengapa Presiden Soekarno baru membuat surat Keppres pelarangan kelompok2 tsb beredar di Indo pada Tahun 1961, yakni 11 tahun kemudian ? saya kehilangan catatan sejarah antara 1950-1961 tersebut. yang saya tahu, Presiden Soekarno sangat anti Negara Barat bukan ? kenapa tidak langsung saja di tutup saat itu juga.

  7. abisyakir berkata:

    @ Fuckmason….

    Pak Karno anak dari Pak Sukemi. Pak Sukemi ini anggota Freemason juga. Soekarno di usia remaja sangat sering membaca buku-buku Teosofi milik ayahnya. Bakat kleniknya terbawa sampai ketika menjadi Presiden RI.

    Soekarno anti Barat-Kapitalis, tapi tidak anti Timur Komunis. Sejak masih tahun 20-an, Soekarno sudah sangat gandrung dengan Das Capital dari Karl Marx. Konsep NASAKOM itu kan diilhami dari ajaran Marxis yang diramu gado-gado dengan realitas Indonesia. Jadi sejak awal Soekarno tidak mandiri dalam soal ideologi ini.

    Mengapa baru membubarkan Freemason 11 tahun kemudian? Saya tidak paham ya, mengapa itu. Mungkin Freemason termasuk penyakit2 sosial yang dianggap bertentangan dengan ide “masyarakat tanpa kelas” seperti yang diperjuangkan PKI. Tahun 1961 kan lagi seru-serunya konsolidasi dan manuver PKI.

    AMW.

  8. Shera Pringgodigdo berkata:

    Permisi.. Saya ingin menanyakan bagaimana anda bisa membuktikan bahwa mereka, termasuk eyang uyut saya adalah seorang penganut theosofi atau freemason?! Apa anda punya bukti-buktinya?! Lalu, ritual kesetanan itu apa yah?

    Saya juga mau menanggapi tulisan anda, tulisan yang cerdas untuk mendoktrin penganut agama islam agar membenci manusia lain diluar kelompoknya. Sayangnya, masih kurang cerdas, karena banyak kebencian ditulisan anda. Setahu saya, Islam adalah agama yang penuh dengan kedamaian.

    Baiklah, kalau anda beranggapan bahwa adanya orang-orang yang ingin memecahbelah penganut agama islam, maka berarti FPI dan sebangsanya adalah termasuk antek-antek freemason seperti yang anda sebutkan donk?!

    Tolong yah, kalau anda beranggapan mereka hanyalah kelompok elit yang tidak memikirkan rakyatnya, maka anda salah besar! Eyang saya memperjuangkan hak-hak pembantu rumah tangga dan buruh!! Segala harta dan tenaganya dia kerahkan untuk bisa mensejahterakan mereka! Ia pasang muka tebal untuk melawan orang-orang yang tidak setuju. Ini namanya pencemaran nama baik, tahu gak?!

    Lebih baik anda belajar lagi deh sejarah-sejarah yang ada. Tentunya dengan akal sehat dan pikiran terbuka, bukan dengan kebencian, asumsi buruk dan tuduhan-tuduhan tanpa bukti.

    Salam!

  9. sirrulkhikmah berkata:

    Assalamualaikum…. Islam itu seperti Air yang suci dan mensucikan.. kita tidak boleh mengambil kesimpulan langsung dari sumbernya dari sesuatupun tanpa di kaji dan di saring terlebih dahulu baru dapat sarinya… seperti halnya air anda tidak akan mungkin meminumnya langsung dari sumbernya… begitu pula hadist dan Al-quran kita tidak bisa melihat langsung dari sumbernya/terjemahan secara bahasa, karena Alquran adalah Kalamullah yang memiliki bahasa yang sangat indah yang terdapat hikmah dalam setiap bacaan hurufnya, untuk itu kita harus mempunyai pengetahuan yang tinggi pula untuk memahami sgala maksud yang terkandung dalam Alquran, menurut saya artikel anda bisa membuat orang awam salah paham dan dapat merugikan orang lain terutama kerabat-kerabat orang yang anda sebutkan! kalo ingin menulis artikel tolong di kaji terlebih dahulu dan disaring lalu di ambilsarinya! gak mungkinkah anda meminum air langsung dari sumbernya yang tidak terpercaya!! wassalam… By CAh Buntet Pesantren, Cirebon..

  10. Freemas... berkata:

    saat zionisme berkembang, saat itu pula dominasi pola pikir dan gerak pun semakin tajam dan frontal dan itu semua sangat dimungkinkan terjadi karna efek peka, kepedulian dan hak asasi tertimbun pola hidup serta sudut pandang yg cenderung selfis, apatis dan oportunisme, jd dpt disimpulkan bahwa tindakan zionisme sangat dihalalkan ketika masyarakat pada umumnya sudah tdk mampu lg merespon segala hal di sekitarnya yg sekiranya dpt memperhambat bahkan membunuh bibit2 terciptanya tatanan masyarakat yg di naungi orang2 terpilih untuk mewariskan bumi di saat krisis semakin merata dlm setiap kelas masyarakat

  11. ii berkata:

    Kalo ada anggota klg yg di duga msk anggota tsb kmn bgmn mengatasinya tks

  12. abisyakir berkata:

    @ Shera Pringgodigdo…

    Permisi.. Saya ingin menanyakan bagaimana anda bisa membuktikan bahwa mereka, termasuk eyang uyut saya adalah seorang penganut theosofi atau freemason?! Apa anda punya bukti-buktinya?! Lalu, ritual kesetanan itu apa yah?

    Komentar: Ini bisa dibaca pada buku karya Artawijaya di atas dan semisalnya. Buku 1, “Sejarah Gerakan Theosofi di Indonesia”. Buku 2, “Jaringan Yahudi di Nusantara”. Keduanya karya Artawijaya. Boleh ditambah buku-buku lain. Disana banyak bukti-buktinya karena berasal dari dokumen sejarah, arsip-arsip poengikut theosofi, dll.

    Ritual setan, ya semacam ritual pemujaan simbol2 setan, memanggil “roh” (sebenarnya bukan roh, tapi memanggil jin kafir), ritual pengorbanan untuk setan (seperti para tukang sihir, sebelum mendapat kekuatan setan), dll. Itu diajarkan dalam kelompok theosofi, freemason, iluminati, dll.

    Saya juga mau menanggapi tulisan anda, tulisan yang cerdas untuk mendoktrin penganut agama islam agar membenci manusia lain diluar kelompoknya. Sayangnya, masih kurang cerdas, karena banyak kebencian ditulisan anda. Setahu saya, Islam adalah agama yang penuh dengan kedamaian.

    Komentar: Ya, Anda tahu sendirilah. Dalam blog begini kan kita tidak bisa terlalu leluasa dengan aspek-aspek “cerdas” yang Anda syaratkan itu. Lagi pula, tulisan itu kan singkat; sekedar untuk memberi arahan praktis saja.

    Oh ya, Anda pernah tidak membaca tulisan orang-orang/tokoh teosofi saat mereka menghujat Islam, Allah, Nabi Muhammad, dan syiar-syiar Islam? Pernah tidak Anda bertanya kepada setan-setan itu, “Mengapa harus menghujat Islam? Apa salah Islam bagi Anda semuanya?” Seharusnya, tanya ke para penghujat itu, sebelum Anda mengkritik tulisan saya di atas.

    Baiklah, kalau anda beranggapan bahwa adanya orang-orang yang ingin memecahbelah penganut agama islam, maka berarti FPI dan sebangsanya adalah termasuk antek-antek freemason seperti yang anda sebutkan donk?!

    Komentar: Ya berbeba Mbak Shera… FPI itu kan sebenarnya gerakan amar makruf nahi munkar. Mereka bersikap begitu, karena negara tak mau menjalankan amar makruf nahi munkar. Negara dalam banyak kasus malah melakukan amal: “amar munkar nahyul makruf.” Sementara tujuan besar Freemasonry kan membangun kerajaan kegelapan yang anti kepada Allah. Simbol mereka ialah bangunan-bangunan monumen tinggi yang dibangun di tengah-tengah kota dan lainnya. Mereka mencontoh semnagat Fir’aun yang meminta dibangunkan bangunan tinggi, agar dia bisa melihat Tuhannya Musa As.

    Tolong yah, kalau anda beranggapan mereka hanyalah kelompok elit yang tidak memikirkan rakyatnya, maka anda salah besar! Eyang saya memperjuangkan hak-hak pembantu rumah tangga dan buruh!! Segala harta dan tenaganya dia kerahkan untuk bisa mensejahterakan mereka! Ia pasang muka tebal untuk melawan orang-orang yang tidak setuju. Ini namanya pencemaran nama baik, tahu gak?!

    Komentar: Sifat dasarnya organisasi semacam itu memang elitik, ada kelas-kelas, semacam kasta. Dari tampak permukaan, mereka ada yang dilibatkan dalam amal-amal sosial, pendidikan, santunan, peduli orang miskin, dll. Tetapi semua itu adalah strategi agar mereka dekat ke penguasa, diterima oleh masyarakat, dan memiliki pengaruh sosial. Jadi ibaratnya, “Kalau mau mancing ikan, harus memakai umpan.” Begitulah. Jadi tidak ada yang tulus dari urusan-urusan itu.

    Lebih baik anda belajar lagi deh sejarah-sejarah yang ada. Tentunya dengan akal sehat dan pikiran terbuka, bukan dengan kebencian, asumsi buruk dan tuduhan-tuduhan tanpa bukti. Salam!

    Komentar: Sejarah apa lagi yang mesti dipelajari? Kita sudah belajar kok sejarah pertarungan antara Nabi/Rasul dengan kaumk paganisme. Kita belajar sejarah Musa dan Fir’aun dengan baik. Kita belajar perilaku Bani Israil dan makar-makar mereka terhadap pengikut Nabi/Rasul As. Lalu maukah Anda belajar sejarah pertarungan antara Tauhid dan paganisme ini? Paling-paling, Anda akan menyuruh kami untuk menghirup sumber sejarah yang ditulis orang-orang tidak beriman, yang hatinya kosong dan lalai dari mengingati Allah. Apakah kepada jiwa-jiwa seperti itu, Anda menyuruh kami belajar sejarah?

    AMW.

  13. abisyakir berkata:

    @ Ii…

    Kalo ada anggota klg yg di duga msk anggota tsb kmn bgmn mengatasinya tks.

    Komentar: Ya, mula-mula harus dipastikan dulu, sejauhmana keikutsertaannya? Kalau masih pemula, sangat mungkin untuk ditarik lagi ke jalan yang lurus. Kalau sudah baiat, bahkan menganggap kelompoknya lebih utama dari ayah-ibu, isteri, dan anaknya; tentu tidak mudah. Meskipun jalan keluar pasti ada, dengan ijin Allah.

    Kaum freemason/teosofi, harus dihadapi secara bertahap, tidak bisa sekaligus. Mula-mula kita ajak mereka untuk tidak fanatik dengan organisasi rahasia; kemudian, kita ajak mereka untuk menjadi orang netral saja, tidak perlu fanatik agama, tapi juga tidak memusuhi agama; kemudian kita tumbuhkan sifat-sifat pengasih, seperti sayang ke keluarga, sayang ke orangtua, sayang ke manusia, sayang ke orang lemah, sayang ke lingkungan hidup, dll. Sebab secara hakiki, orang-orang itu cenderung membuat kerusakan di muka bumi.

    Lalu kita ajak dia untuk mencintai ibadah, mencintai amal-amal spiritual yang baik (bukan dengan memuja setan dan sihir). Disini kita bangkitkan rasa suka ibadah ke masjid, rasa suka membaca Al Qur’an, rasa suka berdzikir, dll. Lalu kita beri kesibukan, dukungan, rasa percaya diri, kalau bisa diberi kesibukan juga. Mereka jangan diberi tuntutan ekonomi berat-berat. Pangkal masuk grup seperti itu, biasanya karena tekanan ekonomi ini.

    Dan tentu, selalu berdoa memohon pertolongan Allah. Berdoalah agar keluarga kita diselamatkan dari bencana akidah, perilaku, dan kehidupan ini. Bayangkan diri Anda, seperti: “Pengikut Musa yang sedang berusaha keras membimbing prajurit Fir’aun.”

    Semoga bermanfaat dan mendapat taufiq dari Allah Ta’ala. Amin ya Rahiim.

    AMW.

  14. Heri Des berkata:

    Saya bingung dengan tulisan anda. pertama freemasonry di bawa oleh penjajahan belanda, dan orang2 yang anda sebutkan adalah orang2 yang membawa indonesia merdeka meawan belanda.

    kedua kejawen lebih dulu ada dibanding penjajahan belanda, bahkan masuknya islam ke Indonesia. lalu apa hubungan kejawen dengan freemasonry?

    ketiga, jadi freemasonry itu permasalahan agama apa politik?

    setuju dengan Shera Pringgodigdo, sepertinya anda harus belajar sejarah Indonesia dulu. Inilah masalah ketika kita memasukkan unsur luar (atau negara lain) untuk memandang permasalahan di Indonesia. g akan pernah bisa nyambung.

    CMIW

  15. abisyakir berkata:

    @ Heri Des…

    Pertama freemasonry di bawa oleh penjajahan belanda, dan orang2 yang anda sebutkan adalah orang2 yang membawa indonesia merdeka meawan belanda.

    Komentar: Ya itu kan klaim sejarah versi orang-orang sekuler, yang sudah dirusuhi oleh anasir-anasir freemason. Mereka sebenarnya lebih tepat disebut “antek penjajah”, maka itu namanya diabadikan sebagai “pahlawan”. Soal klaim2 begini, kaum “antek” sangat paham cara-caranya.

    Kedua kejawen lebih dulu ada dibanding penjajahan belanda, bahkan masuknya islam ke Indonesia. lalu apa hubungan kejawen dengan freemasonry?

    Komentar: Ada sisi kesamaannya, yaitu suka dengan hal-hal mistik (sihir). Dalam freemasonry, ritual-ritual mistik menjadi ibadah mereka.

    Ketiga, jadi freemasonry itu permasalahan agama apa politik?

    Komentar: Di dalamnya ada unsur ritual sihir, keyakinan paganisme, sikap politik pro Yahudi, ideologi anti agama-agama (khususnya Islam), sistem kasta-kasta dan perbudakan satu sama lain, dan seterusnya. Jadi disebut agama ritual murni tidak, disebut politik murni juga tidak, campur2.

    AMW.

  16. HyunianPradana berkata:

    Asslm. Wr.Wb.

    bissmillah…
    Keimanan (kepercayaan) yang ada pada diri kita masing-masing adalah suatu inti kesucian hakiki yang melekat pada batin kita yang terdalam jika tetap dilindungi dan terlindungi. Islam adalah agama yang penuh-penuh-penuh sekali bahkan berlebih dengan kemulyaan pada semua aspek tanpa terkecuali..(termasuk politik dan kehidupan berbangsa-bernegara).

    Kepada semua saudara-saudaraku bangsa indonesia pengamat intelektual dan agamis, janganlah postingan pendapat yang diusahakan oleh penulis ini, yang saya mengerti betul bahwa niatnya sangat tulus sekali untuk keselamatan kita dan saudara-saudara muslim kita semua ini, menjadi pemicu pertikaian antar sesama umat Rasulullah Muhammad SAW.

    Belajarlah (perdalamlah) islam dari Al-Qur’an yang sebenarnya yang telah terbuat dari sastra terbaik sepanjang masa itu. jika diantara saudara-saudara kita ada yang belum menguasai ttg pengartian dari setiap kata dari tulisan arab yang terdapat dalam Al Qur’an, mungkin saudara-saudara bisa belajar memahami sastra amanah dan petunjuk yang terkandung didalamnya dengan membaca dan memahami Al-Qur’an dalam cetakan yang disertai terjemaahannya. Belajarlah dengan orang-orang yang mengerti akan hal yang ingin engkau ketahui, serta berserah dirilah sesudahnya. Jika saudara-saudara berkemampuan dalam berdakwah atau semacamnya, dakwahkanlah ilmu yang sudah saudara dapat… , InsyaAllah jika masing2 dari kita semua dapat menjalankan hal itu, perdebatan akan masalah yang ada di dunia ini bisa dihindarkan oleh pengetahuan-pengetahuan yang saudara swemua miliki.. 🙂 salam persaudaraan muslim indonesia

    Asslm. Wr. Wb

  17. Polan... berkata:

    Tolong anda sertakan reference dari tulisan yg telah anda buat ini. Selama 23 tahun saya meneliti tentang kasus ini, belum ada bukti bahwa freemason menyembah lucifer.

  18. abisyakir berkata:

    @ Polan…

    Rata-rata saya merujuk referensi seperti tulisan Rizki Ridyasmara, Artawijaya, Zaynur Ridwan. Terutama dari Rizki. Ya…penyembahan Lucifer itu bisa dilihat dari simbol2 pentagram yang mereka pakai dan adanya ritual-ritual menyembah setan di loji-loji Freemason. Hal itu juga bisa dilihat dari catatan sejarah kaum Yahudi dalam upacara “pengorbanan” manusia Goyim ke sesembahan mereka (Lucifer). Upacara semacam itu yang membuat Yahudi diusir dari Spanyol, dimusuhi di Inggris dan lainnya.

    Admin.

  19. Victory of Freemason berkata:

    FREEMASON . . awsome . .
    actually i think, “The New World Order” it must be happend . .

    thx for your article . .
    that’s make us strong . .
    for add the new moves into “The New World Order” . . ! ! !

  20. muslim man berkata:

    Asalamualaikum…
    Salam soudaraku penulis,
    Sungguh kajian tulisan yg luar biasa..
    Terima kasih… Saya sepenuhnya adalah pemerhati freemason. Dan saya sangat tidak mendukungnya.. Teruskan soudaraku.. Kami orang jawa muslim akan selalu merapatkan diri melawan semua bentuk Ketidak tuhanan,
    ALLOH HU AKBAR…ALLOH maha BESAR..
    Asalamualaikum…

  21. […] Ya Allah ya Rahiim, tolonglah kami dan para pejuang Islam dimanapun mereka berada. Teguhkan hati kami di atas akidah agama-Mu, kuatkan kebencian kami kepada musuh-musuh-Mu, jadikan diri dan kehidupan kami bermanfaat bagi agama-Mu dan Ummat Muhammad Saw. Lindungi kami dari segala makar musuh-musuh-Mu. Ya Allah ya Razzaq, anugerahkan kekuatan kepada kaum Muslimin untuk memuliakan agama-Mu dengan ilmu, kekuatan ruhiyah, kekuatan harta, kekuatan amal, serta kekuatan Ukhuwah.(Sumber) […]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: