Musdah dan Si Bento

Senyum Musdah untuk orang kafir & kekafiran.

Di kampung, kami mengenal sebuah istilah unik, bento. Bento ini merupakan ungkapan yang dipakai untuk menyebut seseorang yang bodoh parah, tetapi juga ngeyel. Tidak sadar dirinya bodoh, dan ingin memaksakan kebodohannya kepada orang-orang di sekitarnya. Dalam banyak hal, saya melihat “sindrom bento” ini telah menimpa Musdah Mulia, seorang mufti agama Liberal sekaligus guru besar UIN Jakarta.

Dalam diskusi bersama Dr. Adian Husaini di MetroTV tadi malam (18 Februari 2010), dengan presenter Indra Maulana, sangat tampak ciri-ciri kebentoan wanita satu ini. Dalam diskusi seputar “Kontroversi Nikah Sirri”, banyak pandangan-pandangan Musdah yang dibantah Ustadz Adian. Tetapi ya itu tadi, karena memang bento, maka dia tetap ngeyel dengan segala kesesatan pikirnya.

Disini kita akan bahas tentang beberapa bentuk KECURANGAN pemikiran yang dilontarkan oleh Musdah. Sepertinya, di mata Musdah dan kawan-kawan, menjadi “pelacur pemikiran” adalah sah-sah saja, sebagaimana mereka tidak keberatan ada manusia menjadi pelacur (WTS).

[A] Logika yang selalu diulang-ulang oleh Musdah adalah, pelarangan nikah Sirri (nikah agama) semata demi menjaga hak-hak kaum isteri dan anak-anak. Tetapi yakinlah, semua ini hanya omong kosong Musdah dan para sekutunya dalam kesesatan (dan keterkutukan). Mereka it omong kosong, berlagak menjadi pembela kaum isteri dan anak-anak. Padahal tujuan sejati mereka, adalah merusak moralitas masyarakat. Apa buktinya kalau mereka hanya omong kosong? Mudah sekali. Sekarang lihatlah apa yang dilakukan oleh Musdah dan kawan-kawan terhadap para ibu dan anak-anak di Indonesia. Jangan yang nikah Sirri, yang nikah baik-baik saja, yang nikah di KUA, dengan memperoleh buku akta nikah. Coba apa yang sudah dilakukan Musdah terhadap penderitaan kaum isteri dan anak-anak, dari pernikahan legal di KUA! Apa yang sudah dia lakukan? Nothing. Demi Allah, alasan membela kaum isteri dan anak-anak itu, hanyalah omong kosong belaka.

[B] Berkali-kali Musdah ditanya oleh Ustadz Adian tentang orang yang zina, kumpul kebo, melacur, tetapi tidak dipenjara, mengapa yang menikah baik-baik hendak dipenjara? Dan Musdah tidak bisa berkata apa-apa, selain memalingkan pembicaraan ke masalah-masalah lain. Saya menyarankan, kalau nanti benar-benar ada pelaku nikah agama yang dipenjarakan oleh negara, silakan para keluarganya menggugat Musdah dan kawan-kawan itu. Kalau tidak mampu menggugat, doakan Musdah Cs dan keluarga mereka, agar mereka dikutuk oleh Allah Ta’ala, karena telah melakukan sesuatu yang menyengsarakan kehidupan kaum Muslimin.

[C] Adalah sebuah kebohongan besar yang dilontarkan oleh Musdah -semoga Allah merusak kehidupannya dan menerlantarkan keluarganya- ketika dia mengatakan, bahwa UU yang melarang nikah Sirri (nikah agama) sangat dibutuhkan untuk melindungi hak-hak kaum isteri dan anak-anak. Dia beralasan, bahwa di seluruh dunia Islam ada pencatatan pernikahan. Ya memang, pencatatan nikah itu perlu untk tertib administrasi. Hal ini tidak dibantah. Tetapi memidanakan pelaku nikah agama adalah KEZHALIMAN besar terhadap kaum Muslimin. Mana di Dunia Islam yang memidanakan pelaku pernikahan agama? (Musdah hanya menyebutkan satu negara, Yordania). Sungguh, perlindungan terhadap nasib para isteri dan anak-anak itu tidak bisa hanya dengan buku nikah atau sertifikat KUA. Fakta sosial selama ini bicara, bahwa ada ratusan ribu atau jutaan kasus pelanggaran hak-hak isteri dan anak, terjadi pada rumah-tangga yang menikah baik-baik di KUA. Kartu nikah itu tak bisa mencegah manusia berbuat zhalim, jika memang moralitas pemegang kartu nikah itu buruk.

[D] Dampak terbesar dari dari UU yang memidanakan nikah Sirri adalah kehancuran moral masyarakat. Analisisnya sebagai berikut: (1) Tidak semua generasi muda dimudahkan untuk menikah di KUA, dengan segala piranti administrasi dan biayanya. Kalau mereka tak sanggup menikah secara resmi, kemungkinan mereka akan memilih seks bebas atau melacur. Ini sama saja dengan merusak moral mereka; (2) Kalau menikah secara sah sulit, kemungkinan banyak orang akan memilih kumpul kebo. Mereka berpikir, “Daripada menikah tetapi dipidanakan, sekalian saja tidak usah menikah, tapi kumpul kebo. Lebih enak, tidak dipidanakan;” (3) Dengan larangan nikah Sirri, pasti orang kesulitan melakukan poligami. Akibatnya, akan banyak perzinahan, selingkuh, isteri simpanan, dan lain-lain; (4) Bahaya yang sangat mengerikan, ketika masyarakat saling mengadukan pelaku nikah Sirri ke polisi. Ini bisa menyebabkan kekacauan kehidupan sosial yang besar. Dendam, permusuhan, konflik, pasti akan marak dimana-mana; (5) Jika nikah Sirri dilarang, maka yang akan bersorak-sorak gembira adalah industri seks, industri pelacuran, industri pornografi, industri homoseks, dan seterusnya. (Saya khawatir, Musdah memiliki salah satu industri itu, sebab dia pernah mengeluarkan fatwa yang membolehkan homoseks dan lesbian. Perlu dilakukan penyelidikan, untuk mengetahui apakah Musdah memiliki bisnis esek-esek).

[E] Sebuah pertanyaan besar perlu diajukan kepada siapa saja yang berniat memidanakan pelaku nikah Sirri (nikah agama) dan mendukung ide tersebut. Pertanyaan ini juga diajukan kepada Mahfudh MD, seorang mantan Ketua MK, Menteri Pemberdayaan Perempuan, Ana Muawanah dari Fraksi PKB, dan semua orang sejenis. Pertanyaannya: “Apakah adanya buku nikah menjamin terpeliharanya hak-hak sosial isteri dan anak-anak?” Coba mereka jawab pertanyaan ini sejujur-jujurnya, tidak usah banyak omong. Atau dengan kalimat lain, “Apakah setiap rumah-tangga yang telah memiliki buku nikah KUA, hak-hak isteri dan anak-anak di dalamnya terjamin dengan baik, sebagaimana yang diinginkan oleh UU?” Coba Mahfudh MD, Ketua MK saat ini, ikut menjawab pertanyaan ini! Begitu pula, apakah keluarga yang tidak memiliki buku nikah terbukti secara mutlak zhalim kepada isteri dan anak-anaknya?

[F] Sungguh, ini adalah penghujatan besar kepada Syariat Islam. Orang-orang dungu seperti Musdah mulia dan kawan-kawan hendak memidanakan pelaku nikah agama. Padahal dalam Islam, hukum asal pernikahan itu tanpa pencatatan. Nabi Saw, para Shahabat Ra, para imam kaum Muslimin, dan seterusnya, mereka menikah secara Syariat dan tidak dilakukan pencatatan di KUA. Apakah dengan demikian, Musdah dan kawan-kawan, akan mengatakan, bahwa Nabi Saw dan para Shahabat Ra, layak dipidanakan? Allahu Akbar!

Dan terakhir, saya sangat terkesan ketika Musdah mengatakan, “Saya, sebagai seorang Muslim.” Ya Allah ya Rabbi, Musdah mengaku dirinya Muslim. Masya Allah, laa haula wa laa quwwata illa billah. Mungkin KTP dia tertulis Islam, tetapi iman itu telah keluar dari hatinya. Dia memakai kerudung untuk menunjukkan dirinya Muslim, padahal segala perbuatan dan pemikirannya, telah mengingkari status keislamannya. Musdah Mulia, Nurcholis Madjid, Abdurrahman Wahid, Ulil Abshar, Dawam Rahardjo, dan kawan-kawan; mereka semua ini bukan Muslim, sama sekali bukan Muslim. Mereka ini para penghujat Islam, sehingga statusnya bukan Muslim lagi.

Sebagai Muslim, kita dilarang untuk mengucapkan salam, menikahi atau menikahkan, mempercayai, menyalati mereka ketika mati. Sama sekali dilarang. Wong, orang-orang itu bukan Muslim kok. Hati-hati dari menyebut mereka sebagai Muslim, sebagai ulama, sebagai cendekiawan Muslim. Tidak, tidak sama sekali!

Semoga Allah memuliakan Islam dan kaum Muslimin, serta menjaga agama ini dari penodaan orang-orang kafir yang memakai pakaian Islam. Semoga Allah menimpakan balasan yang 1000 kali lebih pedih kepada para penghujat Islam, setiap mereka melakukan hujatan. Allahumma amin ya Karim ya Aziz. Wa shallallah ‘ala Rasulillah Muhammad wa ‘ala alihi wa ashabihi ajma’in.

AMW.

Iklan

9 Responses to Musdah dan Si Bento

  1. iben berkata:

    kelihatannya musdah ingin sekali mengganti syariat Allah dengan hawa nafsunya satu persatu hingga tegaklah ideolodi liberal yang ia bangga- banggakan itu mencakup seluruh kehidupan bangsa indonesia, maklum dia adalah pentolan liberal tulen negara ini…ia adalah racun yang menggerogoti, merasuki untuk merusak sistem syaraf di tubuh umat islam , wahai ummat sadarlah akan bahaya racun ini dan racun tetaplah racun…

  2. sani berkata:

    semoga Allah melaknat para penghujat Syariat Islam

  3. Shadowlight berkata:

    “Yaa Alloh, nampakkanlah kekuasaanmu pada mereka. sungguh, mereka telah menghujat dan menghina islam, pembawa islam dan kaum muslimin. ”
    dan sungguh, mereka adalah orang-orang dungu dan sangat gemar membuat kerusakan disiang dan malam hari,… SEMOGA ALLOH MEMBALAS PERBUATAN MEREKA SETIMPAL DENGAN YANG MEREKA KERJAKAN, DI DUNIA DAN AKHIRAT

  4. abu ghazy berkata:

    salam,
    mohon maaf … sekadar masukan ringan sambil lalu, apakah tidak sebaiknya judulnya itu “MUSDAH, SI BENTO” … alih-alih di atas sekarang ini karena jujur saya awalnya menduga akan ada sosok lain yang disebut ‘bento’ itu … dan tadinya saya kira dialamatkan ke ust Adian (naudzubillah!). Tapi bila ada pertimbangan lain yang sejauh ini tidak saya tangkap, saya mohon maaf.
    salam
    RSA

  5. abisyakir berkata:

    @ Abu Ghazy…

    Tentu, tentu tidak. Si Bento itu karakter orang dungu, bebal, tapi ngeyel. Jadi tidak mungkin sebutan ini kita alamatkan kepada ustadz-ustadz Ummat yang telah diaklui keistiqamahannya dalam membela Islam. Tidak, tidak mungkin itu.

    Iya, sengaja ditulis seperti itu biar “agak aman”. Meskipun sebenarnya kesannya, kasar juga. Ini sama seperti judul, “Si Kabayan dan Pemuda Kampung”. Antara pihak 1 dan pihak 2 saling berkaitan, tetapi pihak dua tidak otomatis menjadi satu-satunya tafsir bagi pihak 1. Bisa saja “pemuda kampung” itu juga berkaitan dengan orang-orang lain.

    Istilah “Si Bento” itu tentu ada kaitannya dengan Musdah. Tetapi bisa juga berkaitan dengan orang-orang yang semisal dia. Nah, kurang lebih seperti itu. Syukran atas masukan Antum.

    AMW.

  6. ummisadiq berkata:

    Satu lagi yg mo saya tambahin, ketika si bento musdah mengatakan bahwa nikah sirri itu MELANGGAR HAM! Dalam hati saya yg nonton bilang: WHATTT???! Gak sale lo ngomong?!? Saya yakin hati pak Adian jg mengatakan hal yg sama, cuman sayang waktu debatnya sangat singkat n harus diakhiri sampe disitu walo kalo gak salah pak Adian sempet sedikit membantah n bertanya2 dgn statement terakhirnya si bento tsb. Coba kalo beliau di kasih waktu 5 menit lg utk mengcounter perkataan bodohnya si idiot musdah tsb pasti dah mati kutu dy.

    Cuihh! jijik gw. Agama si musdah emang agama “LIBERALISME HAM”, bukan Islam. Titik.

  7. yanyo berkata:

    Istighfar mas…..

  8. Al Capone berkata:

    Assalamu’alaikum,w.w.

    Andai negara ini membutuhkan AlGojo untuk melenyapkan orang2 kaya Musdah,Ulil dll.
    InsyaALLAH sy akan mendaftar nomer 1,dan saya rela tanpa dibayar untuk tugas seperti itu.
    Tapi lihatlah Kang Abisyakir,InsyaAllah bila ALLAH lebih memanjangkan umur kita atas mereka (Musdah,Ulil&para penghujat Syariat), insyaAllah kita pasti akan melihat azab yg mereka terima diakhir hidupnya (lihat akhir hidup GusDur&Nurkholis Majid) sebagai peringatan bagi teman2 mereka yg sejenis.
    Akan tetapi sy masih berharap mereka masih mau kembali kejalan yg benar,dan mereka mau belajar dari kisah tragis Akhir hidup GusDur dan Nurkholis Majid.
    Salam buat Kang Abi, maju terus,.jangan takut sama rombongan Musdah&Ulil, mereka cuma anjing2 kecil yg suka menyalak, majikan mereka (Herder dan Bulldog)di Washington dan Tel Afiv, lg ngasah taring. Akan ttp di sekitar Kang Abi, Banyak Usamah (singa) yg siap menyembelih mereka baik dengan pena ataupun pedang (sesuai permintaan mereka tentunya) buat santapan ikan lele di kolam.
    Sekian dulu Celoteh sy yg gak bermutu,. Maaf kang Abi kalo ada Salah.
    Wassalam,w.w.

  9. iwan berkata:

    sy belum pernah tahu ada binatang yang lesbi maupun homo. kalo manusia nelakukan, menyuruh, menyetujui, maupun menganjurkan perbuatan tsb, maka moralnya bisa jd lebih rendah dr pada binatang

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: