Bedah Buku: “Cukup 1 Gus Dur Saja”

Alhamdulillah, kemarin 14 Maret 2010, diadakan bedah buku bertema, “Membendung Pemikiran Kyai Liberal”, di Ruang Anggrek Senayan Jakarta, dalam momen Islamic Book Fair (IBF) 2010. Sebagai pemateri, saya sendiri dan Ustadz Hartono Ahmad Jaiz. Masing-masing membahas buku tulisannya sendiri. Saya membahas “Cukup 1 Gus Dur Saja“, sedangkan Ustadz Hartono membahas “Mengungkap Kebatilan Kyai Liberal Cs“.

Acara dimulai sekitar pukul 16.00, berakhir sekitar pukul 18.00. Alhamdulillah respon pengunjung/hadirin sangat baik. Kursi-kursi yang disediakan penuh, malah ada yang berdiri dan duduk di lantai. Ini untuk pertama kalinya saya menyampaikan bedah buku di forum IBF. Biasanya di forum-forum umum, di luar agenda pameran.

Cover Buku "Cukup 1 Gus Dur Saja"

Secara umum bedah buku berjalan lancar, para pengunjung antusias. Apalagi dengan gaya “apa adanya” Ustadz Hartono Ahmad Jaiz. Beliau sempat menjelaskan hal-hal yang membutuhkan detail, misalnya soal Anand Khrisna, Darmo Gandul Gatoloco, pemikiran orang musyrik seputar bangkai, dan lain-lain. Adapun saya sendiri mengungkap sebagian sisi dari buku “Cukup 1 Gus Dur Saja“.

Ada hal menarik dalam bedah buku. Dalam sesi tanya-jawab, ada seorang Muslimah, sepertinya masih berusia sekitar 20-an tahun. Dia menanyakan suatu pertanyaan yang cukup membelalakkan mata. Betapa tidak, dia dengan segala penampilannya yang feminim, sempat bertanya, kurang-lebih, “Bagaimana kalau tokoh-tokoh penyesat Ummat ini diberi sanksi dibunuh saja? Bagaimana pandangan ustadz?” Itu muslimah sangat feminim, tapi pertanyaannya “sangat jantan”. (Jadi teringat iklan sebuah kopi, “dikira lemah padahal kuat”. He he he…). Para pengunjung juga geleng-geleng kepala mendengar pertanyaan seperti itu.

Ustadz Hartono merujuk buku “Bahaya JIL dan FLA”, menjelaskan bahwa hukuman bagi penghujat agama, memang hukuman mati. Adapun saya mengomentari pendek pertanyaan Muslimah itu. Kira-kira, “Tentang perlu apa tidak tokoh seperti Gus Dur dibunuh, saya rasa tidak perlu, sebab…” Belum juga dijawab para hadirin sudah pada menjawab, “Sebab dia sudah meninggal.” Akhirnya, geeerrr…

Terus terang, saya tercenung juga dengan momen bedah buku di IBF pada 14 Maret 2010 kemarin itu. Pasalnya, tanggal 14 adalah hari terakhir pameran. Wah, ada ribuan orang hadir di Senayan. Sampai untuk berjalan dari satu stan ke stan lain kadang harus sabar, sebab pengunjung berjubel di berbagai sisi. Ada niat untuk melihat-lihat, tetapi akhirnya tidak kesampaian. Praktis saya datang ke Senayan, langsung dari Bandung, hanya benar-benar untuk bedah buku saja. Tak sempat melihat-lihat stan pameran. Jangankan ke stan buku lain, ke stan Pustaka Al Kautsar saja, hanya menengok sebentar, tidak bisa leluasa.

Berangkat dari Bandung jam 10.30 pagi, tiba di Jakarta sekitar pukul 14.00. Lalu naik kendaraan (Busway) dari Jatiwaringin ke Senayan, tiba disana sekitar jam 15.10. Tiba di lokasi pameran langsung ke toilet, sekalian untuk berwudhu, karena belum shalat Zhuhur dan Ashar. Setelah itu menuju stan Al Kautsar, kemudian ke mushalla. Setelah dari mushalla langsung ke ruang Anggrek, lokasi bedah buku. Pasca bedah buku, ramah-tamah dulu dengan panitia dari Al Kautsar sampai saat Isya’. Setelah itu langsung pulang ke Bandung lagi. Benar-benar perjalanan “kilat”, just for bedah buku only.

Oh ya, harga pasaran buku ini Rp. 28.000,- per eksemplar. Kalau di pameran IBF kemarin ada discount sampai 30 %, sehingga jatuhnya menjadi sekitar Rp. 21.000,-.

Dalam buku ini banyak yang saya ungkap, antara lain: Riwayat hidup Gus Dur; berbagai pujian publik kepadanya; rekam jejak pelanggaran Gus Dur terhadap Syariat Islam; bantahan klaim Gus Dur sebagai “Bapak Demokrasi”, “Bapak Pluralisme”,  “Bapak Humanisme, “Pembela Kaum Tertindas”, “Tokoh Ulama dan Wali”, “Bapak Bangsa”, dan sebagainya; mengungkap penipuan media dalam membuat kebohongan seputar Gus Dur; mengungkap kaitan antara paham Liberal dan missi penjajahan ekonomi; dan lain-lain. Termasuk, membantah tuduhan kaum sekuler selama ini, bahwa seolah kalangan Islam berniat menghancurkan NKRI. Padahal dalam kajian ini disebutkan, justru kaum Liberal itulah penghancur kehidupan bangsa sesungguhnya.

Ya, ini informasi permulaan tentang buku “Cukup 1 Gus Dur Saja“. Nanti akan diberikan versi “thriller”-nya di blog ini. (Kayak film bioskop saja…). Semoga bermanfaat bagi kita semua. Allahumma amin.

AMW.

Iklan

143 Responses to Bedah Buku: “Cukup 1 Gus Dur Saja”

  1. Ahmad Mansur berkata:

    Kalau ingin berbisnis, jangan menghujat orang !!!
    sebaiknya anda sadar diri siapa anda, kiyai-kiyai anda seperti kang amin rais, kang syafii maarif, kang din yang jelas-jelas lebih alim dari anda pun tidak pernah melakukan seperti anda. anda kan menggunakan logika counter attack ? memang anda pinter tapi maaf tidak bermoral, camkan !!!

  2. abisyakir berkata:

    @ Ahmad Manshur….

    Ini perkataan Anda: “Sebaiknya anda sadar diri siapa anda, kiyai-kiyai anda seperti kang amin rais, kang syafii maarif, kang din yang jelas-jelas lebih alim dari anda pun tidak pernah melakukan seperti anda. anda kan menggunakan logika counter attack ? memang anda pinter tapi maaf tidak bermoral, camkan !!!”

    Komentar dari saya:

    => Masya Allah, saya tidak pernah mengklaim Amien Rais, Syafi’i Ma’arif, Din Syamsuddin, sebagai kyai panutan saya. Ini dari mana Anda mempunyai kesimpulan seperti itu? Saya banyak sekali berbeda dengan tokoh-tokoh itu, terutama Amien Rais dan Syafi’i Maarif yang berpaham Liberal itu. Ini sangat jauh dari kenyataan.

    => Kalau mereka tidak pernah bersikap tegas kepada Gus Dur, apa tokoh-tokoh lain tidak ada yang bersikap tegas kepada Gus Dur? Habib Rieziq itu pernah menantang Gus Dur mubahalah, tetapi yang ditantang terlalu pengecut dengan kekafiran yang dipeluknya. Dia tidak berani menghadapi tantangan Habib Rieziq. Ini hanya satu contoh, tidak semua tokoh berlunak-lunak kata dengan Si Buta Durrahman itu.

    => Bagaimana Anda menyebut saya tidak bermoral? Apa parameter moral bagi Anda? Apakah parameternya Kitabullah dan Sunnah, serta manhaj ilmu Islam? Jika demikian, mungkinkah kita disebut BERMORAL kalau tidak berani menghujat Gus Dur karena dia telah mengatakan, “Sebaliknya, menurut saya, kitab suci yang paling porno di dunia adalah Al Qur’an.” Dimana moral kita kalau tidak berani menentang si dajjal si mata buta, Abdurrahman Wahid, dalam kedurhakaannya itu?

    => Saudara Ahmad Manshur, saya memaafkan Anda karena Anda telah menyebut saya tidak bermoral. Kali ini saya maafkan. Saya anggap, Anda marah karena ditulisnya buku itu. Ya, saya maklumi kemarahan Anda. Tetapi di kesempatan lain, kalau Anda menuduh dengan tuduhan besar, lalu tidak bisa membuktikan kebenaran tuduhan Anda, saya bisa mengadukan Anda kepada Sang Penjaga Al Qur’an, yaitu Allah Ta’ala. Dia-lah sebaik-baik penolong bagi orang beriman. Alhamdulillah.

    AMW.

  3. Abu Hanif berkata:

    Intelectual gap!

    @Ahmad Mansur: Cari ilmu dulu sebelum beramal dan berucap

  4. Arief W. berkata:

    Seorang bapak paruh baya, baru saja memberi tahu kepada saya buku berjudul “Cukup 1 Gus Dur Saja”. Saya lalu browsing,dan menemukan blog ini. BTW, bukunya masih ada di toko buku khan ? Saya tertarik untuk membelinya.
    Teruslah berjuang Abu Muhammad Waskito, anda berani menulis buku yang tidak “setiap” orang berani melakukannya….Salam kenal

  5. abduljabar berkata:

    saya pengen kenal lebih jauh sama yuang namanya Abu Muhammad Waskito, ayo kita diskusi panel….

    anda nampak begitu tampak cela dan seolah-olah anda sudah menhkavling tempat di surga, ketika menulis buku ini.

  6. abisyakir berkata:

    @ Abdul Jabar….

    Ahlan wa sahlan, Mas. Kalau Anda baca buku “Cukup 1 Gus Dur Saja” itu, disana sangat banyak data-data yang bisa disebutkan. Masalah Gus Dur itu sudah “finished”, jadi tidak ada khilaf lagi di kalangan orang-orang beriman.

    Salah satu contoh, tahun 1999 anggota-anggota DPR dari Partai Keadilan/PK ingin memberikan dukungan kepada Gus Dur untuk mengangkat Gus Dur sebagai RI 1. Sekitar seminggu sebelum SU MPR dilakukan, datang bayan dari Dr. Yusuf Al Qaradhawi di Qatar. Kata beliau, kurang lebih, Gus Dur tidak boleh didukung, karena dia terindikasi membela Zionisme, bahkan merupakan bagian dari jaringan mereka. Akhirnya anggota DPR mendukung Habibie, meskipun suara mereka kecil dan sudah telat sekali.

    Yang tahu tentang Gus Dur itu sudah sangat banyak. Ini perkara yang masyhur. Adapun soal “mengkavling surga”, tunjukkan buktinya dari buku itu bahwa saya melakukan “pengkavlingan syurga”! Tunjukkan buktinya, wahai Saudara!

    Anda mau diskusi panel?

    OK, sebutkan dulu jati diri Anda. Boleh lewat blog ini, atau via e-mail. Ini alamat emailnya: langitbiru1000@gmail.com. Lalu bagaimana teknis dari diskusi panel tersebut? Saya tunggu informasi dari Anda.

    Tiada IZZAH, selain di sisi ALLAH TA’ALA belaka.

    AMW.

  7. abdul jabar berkata:

    saya memang masih terlalu kerdil dalam teori dan praktek pemikiran islam, tapi saya belum pernah menemukan ada kaul yang menyebutkan bahwa kita boleh menghina orang… apalagi orang itu sudah tiada.
    ya itu terlepas dari segi apa anda berpikir, tapi yang jelas islam itu agama yang toleran… anda mungkin hapal ketika nabi di lempari kotoran ketika di thaoif….

    jangan terlalu membenci orang, mas. inget kaul sayidina ali RA:

    nanti saya cari dulu timingnya, biar lebih enak….

    dimata saya Gus dur adalah Guru!!!

    apakah anda yakin, bila mati nanti, akan ada orang yang berdo’a “sholat” untuk anda?

    perbedaan itu bukan jurang pemisah mas tapi pewarna, agar kita melihat keindahan hidup. itu moto negara kita!!!! itu pun bila anda masih betah tingaal di Indonesia.

  8. abisyakir berkata:

    @ Abdul Jabar…

    Dari Anda: “Saya memang masih terlalu kerdil dalam teori dan praktek pemikiran islam, tapi saya belum pernah menemukan ada kaul yang menyebutkan bahwa kita boleh menghina orang… apalagi orang itu sudah tiada.”

    Lho, bagaimana dengan kisah Fir’aun, Qarun, Haman, Abrahah, Abu Jahal, Abu Lahab, dll yang disebut dalam Al Qur’an? Apa tidak cukup itu sebagai bukti, bahwa orang mati kalau berada dalam jahiliyah, tidak apa-apa dicela, sebagai peringatan agar manusia yang hidup tidak melakukan perbuatan itu.

    Apa yang saya lakukan terhadap Gus Dur adalah semata-mata menjelaskan kesalahannya menurut Syariat Islam. Dan mengajak masyarakat agar tidak silau oleh pemberitaan media-media massa yang berlebihan memujinya.

    Dari Anda: “Ya itu terlepas dari segi apa anda berpikir, tapi yang jelas islam itu agama yang toleran… anda mungkin hapal ketika nabi di lempari kotoran ketika di thaoif….

    Anda jangan salah saudaraku… Kisah Nabi dilempari kotoran onta itu terjadi saat di Makkah. Ketika itu Nabi Saw tidak melawan perlakuan apapun oleh orang kafir, karena belum diijinkan melawan. Tetapi ketika di Madinah, tidak satu pun manusia berani menghina Nabi. Apalagi sampai melempari beliau dengan kotoran. Toleransi kadang dibutuhkan, ketika perjuangan Islam baru tahap perintisan.

    Dari Anda: “dimata saya Gus dur adalah Guru!!! apakah anda yakin, bila mati nanti, akan ada orang yang berdo’a “sholat” untuk anda?”

    Ya, semoga nanti kaum Muslimin bersedia dengan lapang hati ikut menshalatkan jenazah saya. Allahumma amin. Saya tidak tahu apa yang nanti akan terjadi, tetapi Nabi Saw pernah mengatakan, “Kalau seseorang meninggal, lalu dishalatkan oleh 40 orang ahli tauhid, maka dia akan masuk syurga.” Nah, harapan itu yang kita harapkan bagi saya, keluarga kami, Anda (wahai saudara @ Abdul Jabar), dan pembaca Muslim sekalian disini. Allahumma amin.

    Dari Anda: “perbedaan itu bukan jurang pemisah mas tapi pewarna, agar kita melihat keindahan hidup. itu moto negara kita!!!! itu pun bila anda masih betah tingaal di Indonesia.

    Saudaraku, andai kesalahan Gus Dur hanya masalah ijtihad atau pemikiran-pemikiran minor, mungkin masih ditoleransi. Dia itu mendapat Medhal of Valor dari lembaga internasional Yahudi. Padahal Indonesia tidak ada hubungan diplomatik dengan israel, dan bahkan Pembukaan UUD 1945 menjelaskan sangat gamblang, bahwa kita “anti penjajahan di muka bumi”.

    Jadi, sebenarnya yang lebih sesuai semangat UUD 1945 itu siapa ya?

    AMW.

  9. abduljabar addakhil berkata:

    anda berpendapat seperti itu, berarti anda secara tidak langsung mempersamakan guru kami dengan fir’aun dll. sungguh anda adalah orang hebat dan suci yang pernah saya tahu…. saya inigin tanya, kenapa Allah menciptakan 2 mata, 2 telinga tapi hanya 1 mulut dan 1 hati?

    terus apa makna islam sebagai rahmatan lilalamin dimata anda? apakah hanya sebagai selogan saja atau anda pura-pura tutup telinga dan nutup mata, bila kita ingin menjadi wasit “pertandingan” dalam hal ini perdamaian, jadilah wasit yang adil, saya yakin di israil pun tidak semua penduduk dan parlemennya membenci islam… saya pernah mendengar dan menbaca bahwa ketika terjadi pembantaian, ada hampir separo parlemen israil melakukan “demo” yang merupakan kecaman terhadap pemerintahnya.

    ada satu pertanyaan lagi, saya yakin anda orang islam yang taat, tapi apakah anda pernah berpikir, bila orang tua anda bukan beragama islam, apakah saat ini anda muslim?

    wasslamu’alaikum

  10. Ahlussunah Wal jama'ah berkata:

    mas,, klu pgn laku jualan jgn kya gitu strategi marketing’a.. ampe menghujat orang..

    “barang siapa yg menuduh seseorang kafir maka sebenernya dy sendiri (orang yg mengatakan) yg Kafir”..

  11. Eri Fauzi R berkata:

    Tidak habis fikir…mengapa masih ada orang seperti Abu yang berani mencela Kyai…mudah2an menjadi amal baik buat gusdur…

  12. 'abd_el Cholik berkata:

    Saya bingung orang yang berdalih mengedepankan ukhuwah Islamiyah…ko membuat tulisan yang memecah belah ukhuwah islamiyah…..anda tau gusdur itu banyak pengikut fanatiknya…(muslim) ada juga yang non muslim….ketika anda menulis buku ini banyak fanatiknya yang tersinggung terutama yang muslim….secara tidak langsung anda membuat perpecahan di tubuh umat islam…saya tanya tujuan anda menulis buku ini untuk apa??????……adakah manfaatnya….?????apakah keuntungannya untuk anda???saya yakin yg ada hanyalah perpecahan………
    kenapa anda gak menulis buku tentang teroris(jihad katanya), yang banyak d salah artikan……..saya rasa itu lebih bermanfaat…keedpankan tabayun dulu selaku umat islam..cari informasi yang benar dari orang terdekat tenang penafsiran pemikiran gusdur jangan mengartikan seenak wudele dewek……

  13. Nurun Najib berkata:

    Singkat saja mas….aku tertarik dengan apa yang anda tulis ini. Lebih tertarik lagi kalau ternyata anda mau untuk panel tentang buku ini di Malang, dan kami siap untuk memfasilitasi.

    O ya, mau tanya…metode riset yang digunakan dalam penyusunan buku ini menggunakan apa ya mas?
    jangan jangan hanya metode sampah saja, yang dipungut dari selokan semata? agak menyangsikan juga dengan apa yang anda tulis ini.

    Akan lebih berarti jikalau anda mampu memberikan argumen yang memadai tentang apa yang anda tulis, terutama dalam kerangka ilmiah dan bukan hanya nafsu dan kepentingan semata.

    Regards,

    Nurun Najib.

  14. Dwi berkata:

    Gitu aja kok repot, bisa ngomong juga gak dari dulu waktu beliau masih hidup

  15. abisyakir berkata:

    @ Abdul Jabar….

    anda berpendapat seperti itu, berarti anda secara tidak langsung mempersamakan guru kami dengan fir’aun dll. sungguh anda adalah orang hebat dan suci yang pernah saya tahu…. saya inigin tanya, kenapa Allah menciptakan 2 mata, 2 telinga tapi hanya 1 mulut dan 1 hati?

    ==> Wah, payah nih orang2. Mereka diskusi, tapi tidak ingat apa-apa yang baru didiskusikan. Kan Anda sendiri bilang, bahwa membicarakan cela orang yang sudah mati tidak baik, atau tidak boleh. Nah, saya berikan bukti, bahwa Al Qur’an menulis sejarah kelam orang-orang yang sudah mati. Orang mati, kalau dia shalih, mukmin, meskipun mengalami kesalahan, memang tidak boleh diungkit-ungkit. Tapi kalau agen Yahudi, musuh Islam, pembela JIL, pembela pornografi, pemuja diri sendiri,… ya sah-sah saja diungkap kebatilannya.

    terus apa makna islam sebagai rahmatan lilalamin dimata anda? apakah hanya sebagai selogan saja atau anda pura-pura tutup telinga dan nutup mata, bila kita ingin menjadi wasit “pertandingan” dalam hal ini perdamaian, jadilah wasit yang adil, saya yakin di israil pun tidak semua penduduk dan parlemennya membenci islam… saya pernah mendengar dan menbaca bahwa ketika terjadi pembantaian, ada hampir separo parlemen israil melakukan “demo” yang merupakan kecaman terhadap pemerintahnya.

    Tafsir terbaik, terhadap pengamalan “rahmatan lil ‘alamiin” itu adalah Rasulullah Saw. Iya kan? Kita sepakat kan, bahwa Rasul Saw adalah tafsir terbaik pengamalan “rahmatan lil ‘alamiin”. Tahukah Anda, apa yang dilakukan oleh Rasul kepada para penghina beliau, sesaat setelah kaum Muslimin menaklukkan Makkah? Tahukah apa yang beliau lakukan?

    Rasul Saw mengeksekusi mati para penghina beliau itu. Dari sini diturunkan kaidah fiqih, bahwa penghina Islam harus dihukum mati. Lalu bagaimana dengan orang yang mengatakan, “Setahu saya kitab suci yang paling porno adalah Al Qur’an. Ha ha ha…

    Anda dan kawan2 Anda selama ini kan membuat tafsiran “rahmatan lil ‘alamiin” sak enake dhewe, sak senenge udhele. Anda mengatakan “rahmatan lil ‘alamiin” terhadap segala pembangkan terhadap Syariat Islam. Na’udzubillah min dzalik.

    ada satu pertanyaan lagi, saya yakin anda orang islam yang taat, tapi apakah anda pernah berpikir, bila orang tua anda bukan beragama islam, apakah saat ini anda muslim?

    => Oh ya, tentu orangtua kita, termasuk orangtua saya, sangat besar jasanya dalam mengenalkan Din ini kepada kita. Alhamdulillahi Rabbil ‘alamiin. Rabbighfirli wa li walidaiya warhamhuma kamaa rabbaya shaghira. Amin.

    Alhamdulillah, orangtuaku hanya PNS golongan kecil, ibuku juga seorang pedagang kecil. Tapi alhamdulillah, mereka telah mendorong anak-anaknya berbangga menjadi seorang Muslim. Kalau pun ada orangtua yang tidak seperti itu, ya jangan disalahkan takdirnya, tetapi harus diperbaiki sekuat kesanggupan.

    AMW.

  16. abisyakir berkata:

    @ Abdul Cholik….

    Mana yang Anda sebut memecah belah?

    Dalam wawancara dengan Radio Utankayu, Gus Dur pernah mengatakan, “Menurut saya, kitab suci yang paling porno adalah Al Qur’an. Ha ha ha…”

    Nah, lalu saya mengkritisi sangat tajam pernyataan seperti itu. Lalu siapa yang sebenarnya memecah belah?

    Kita menjaga kesucian Al Qur’an disebut memecah-belah, sementara orang yang menghinanya, malah terus dibela-bela. Mengapa Anda tidak membela saya, dalam rangka membela Al Qur’an? Apakah Anda mau menjadi kaum yang dimurkai oleh Allah Ta’ala?

    AMW.

  17. abisyakir berkata:

    @ Nurun Najib dan siapapun juga…

    Saya peringatkan Anda semua: “Saya siap membela Al Qur’an dan amanah Syariat Islam, dimanapun, entah di Malang, di Surabaya, atau dimanapun. Semua hamparan bumi adalah milik-Nya. Saya siap membela kesucian Al Qur’an dan Islam di atas buminya. Kematian adalah sesuatu yang pasti. Ia tidak bisa diundur atau dimajukan. Alhamdulillah, jika seseorang mati dalam keadaan membela Al Qur’an dan Syariat Islam.”

    Jika Anda sungguh-sungguh ingin mengetahui kebenaran, saya bersedia berdiskusi terbuka tentang buku tersebut. Maka saya meminta Anda kesungguhan tersebut. Jangan bermain-main dalam hal Syariat Islam. Kalau Anda serius, sampaikan data diri Anda ke langitbiru1000@gmail.com. Semoga Allah memudahkan kita semua untuk berkhidmah menegakkan Syariat-Nya. Allahumma amin.

    Joko Waskito ibn Boeang.

  18. Anak Buah Gus dur berkata:

    saya akan membuat anda beristigfar dengan izin Allah SWT karena anda telah menghina seorang kiyai.. “al ulama warosatul anbiya”….

    lihat saja!!!!!

    bila anda diskusi panel tentang buku ini di daerah botabek, saya insyaAllah akan berusaha datang guna menyampaikan dan membela agama saya…

    kita hidup di Indonesia dengan keheterogenannya, bukan Mesir, mas!!!!!!
    klo bapak atau kakek moyang anda dulu yang merumuskan dasar negara, bolehlah hari ini anda tertwa-tawa…

    semoga Allah SWT cepat memberikan rahmatNya bagi kita semua.

  19. Daden Sukendar berkata:

    Wahai saudaraku yang masih ngaku beriman,,,,mari kita renungkan ayat Al-Quran berikut ,,,,

    11. Hai orang-orang yang beriman, janganlah sekumpulan orang laki-laki merendahkan kumpulan yang lain, boleh Jadi yang ditertawakan itu lebih baik dari mereka. dan jangan pula sekumpulan perempuan merendahkan kumpulan lainnya, boleh Jadi yang direndahkan itu lebih baik. dan janganlah suka mencela dirimu sendiri dan jangan memanggil dengan gelaran yang mengandung ejekan. seburuk-buruk panggilan adalah (panggilan) yang buruk sesudah iman dan Barangsiapa yang tidak bertobat, Maka mereka Itulah orang-orang yang zalim. (Al-hujurat :11).

  20. anes item berkata:

    wahai orang-orang yang merasa sok suci, terserah kalian mau menghina Gus Dur seperti apa, itu hak kalian. Tapi ingat meskipun dimata kalian Gus dur hina tapi saya yakin dimata Allah Gus Dur mulia. kalian adalah manusia yang diberi akal dan anatomi yang lengkap. tapi apakah kalian dapat memfungsikan akal, mnggunakan anatomi tubuh dengan baik serta memberikan kemanfaatan untuk semua manusia dan alam sekitarnya? Gus Dur meskipun kekurangan secara fisik, tapi kemanfaatanya dapat dirasakan besar oleh orang banyak melebih kalian yang fisiknya sempurna. ingat nabi tak pernah mengajarkan untuk mencela sesama manusia, apalagi muslim sendri! pahala bukan kalian yang beri, syurga bukan kalian yang punya, apa yang dilakukan Gus Dur di dunia ini, biarlah Allah yang balas. kalian tak punya hak untuk itu.

  21. 'abd_el Cholik berkata:

    Dengan tidak terimanya fantik gusdur dengan tulisan anda ini apakah bukan memecah belah(menimbulkan permusuhan) namanya???
    Setelah anda mendengar pernyataan gusdur di radio utankayu(data validnya ada gk tgl brp gusdur menyatakan statmen itu)…pernahkah anda bertanya pada gusdur apa maksud gusdur mengatakan statmen itu???????..atau anda cuman memakai nalar sendiri….?????mana sikap tabayun anda sebagai umat islam yg konon memegang alqur’an dan hadist,nalar sendiri….alqur’an itu luas mas tafsirnya…….

  22. Nurun Najib berkata:

    Ok mas…kayaknya anda bernafsu sekali ya….
    Mantap!!!!
    Ataukah mungkin Ini bagian dari konspirasi untuk “menjual” nama anda ya??Sekedar mencari sensasi tanpa ada isi….byoh-byoh mas-mas…

    Ayo wes, kita diskusi di publik saja…jangan asal tulis trus lari tunggang langgang tanpa berani untuk mempertanggungjawabkan isinya. Isin mas!!!

  23. Nurun Najib berkata:

    @ Abd el choliek

    Mungkin saja orang ini mencari sensasi saja mas….atau mungkin juga strategi marketing dia untuk menaikkan pamornya. Itu sih dugaan saya…
    Tulisannya sangat provokatif dan kesan ilmiahnya bener-bener ndak ada!!!

  24. abduljabar addakhil berkata:

    lho mas…. saya khan tadi tanya, knp gak di jawab? apa anda sudah kehabisan jawaban, apa nada sudah cukup sadar?

    inget mas, anda bukan tuhan, malaikat atau nabi. jadi jangan seeanaknya menghukumi kafir kpd orang.

    trus konsep rahmatanlilalaminnya seperti apa? apa anda mengerti dari pertanyaan saya… klo maslah tentang pernyataan itu, anda harus menklarifaikasi dulu dunk… janagn dulu menjudge seperti… anda harus objektif, bos.

    ttus bagaimana dengan konsep keadilan meurut anda? bukankah kita harus jadi wasit yang adil..?
    trus pertanyyaan saya yang berupa penyandaian ketika orang tua anda tidak islam, bagaimana? knp tidak di jawab?

  25. anti aban 2 berkata:

    Kesalahan Fatal GusDur :
    1)Kerusuhan ambon, yang mana ketika itu dia menjadi presiden ri menyatakan bahwa tidak ada pembantaian muslim di ambon, yang mana dia menyatakan bahwa korban dari pihak islam hanyalah 3 – 5 orang dan pihak dari kristen adalah lebih dari 3000 orang, yang mana secara tidak langsung justru menyatakan bahwa islamlah yang membantai kristen di ambon padahal kejadian yg sesungguhnya adalah kebalikannya.
    2)Gus dur hendak merubah hadist yang menyuruh umat islam untuk saling memberi salam dengan ucapan assalamu’alaikum dengan disuruh gus dur dirubah menjadi selamat siang, selamat malam, selamat pagi, dst.
    3)Ketika di indonesia ribut ribut soal kandungan babi di dalam bumbu penyedap masakan merek ajinomoto, yang memang diakui oleh produsen ajinomoto mempergunakan enzim hati babi dalam pembuatan produknya. gus dur menyatakan bahwa produk tersebut adalah halal.
    4)Ketika gus dur menjadi presiden indonesia, gus dur hendak membuka hubungan diplomatik dengan israel, yang mana di seluruh dunia islam, tidak ada negara islam yang mau membuka hubungan diplomatik dengan israel.
    5)Gus dur berhasil membuka hubungan dagang langsung indonesia dengan israel pada masa pemerintahannya.
    6)Ketika semua ulama di seluruh indonesia mengecam goyang inul – goyang ngebor, sebagai goyang yang porno, gus dur justru membela inul.
    7)Gus dur menyatakan bahwa Al – Qur’an adalah kitab suci yang PORNO, hanya dengan dalil bahwa ada ayat Qur’an yang berbunyi kira-kira: “sempurnakanlah kamu menyusui bayimu hingga 2 tahun”, yang mana di tafsir oleh Gus dur itu berarti memamerkan payudara perempuan, dan itu berarti Al ~ Qur’an adalah kitab suci yang porno.
    8)Kini MUI dan semua ulama se indonesia sepakat bahwa Ahmadiyah adalah sesat, justru Gus dur membela Ahmadiyah.
    9)Ketika semua umat islam mendukung RUU Anti Porno Grafi dan Porno Aksi agar segera di sahkan, Gus dur justru bahu membahu dengan pendukung gereja yang mendukung pembatalan RUU Anti Porno Grafi dan Porno Aksi.
    10)Gus dur hadir di dalam sebuah Misa di stadion Utama Senayan dan terlibat langsung di dalam kegiatan ritual yang dilakukan oleh umat kristen pada waktu itu, yang mana pada waktu itu di podium Gus Dur menyatakan mendukung tuntutan gereja tentang penolakan:
    1. Penerapan Undang-undang Sisdiknas yang mewajibkan bagi semua siswa mendapatkan pelajaran agama sesuai dengan agamanya, yang mana gereja menentang pemberian pelaranan agama islam di sekolah kristen.
    2. Penerapan Piagam Jakarta, yang pada intinya menerapkan syariah islam di indonesia.
    3. Gus dur menolak campur tangan negera dalam kegiatan keagamaan di indonesia yang mana gereja sejak dahulu menentang campur tangan negara dalam mengatur kegiatan keagamaan

  26. addy berkata:

    Januari 4, 2008

    Ketua Dewan Pimpinan Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH Ma’ruf Amin menilai pandangan Mantan Presiden RI, KH Abdurrahman Wahid yang populer dengan panggilan Gus Dur terhadap MUI tidak berdasarkan logika yang sehat.

    “Logika Gus Dur itu logika kacau, ” katanya menanggapi adanya desakan dari Gus Dur yang menghendaki MUI dibubarkan.

    Sebelumnya, Abdurrahman Wahid menyorot kritis kiprah Majelis Ulama Indonesia yang menurutnya antara lain suka membuat fatwa sesat, sehingga ia mengusulkan pembubaran atas lembaga itu.

    “Jadi bubarkan saja Majelis Ulama Islam (MUI), karena dia bukan satu-satunya lembaga kok. Masih banyak lembaga lain seperti Nahdlatul Ulama (NU), Muhammadiyah. Jadi jangan gegabah keluarkan pendapat, “ ujar Gus Dur ketika itu.

    Ketua Dewan Syuro Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini, ini merujuk contoh pada kasus Ahmadiyah. Sebaiknya, menurut Gus Dur, MUI tidak menggunakan kata sesat, karena Undang Undang Dasar (UUD) telah mengatur kebebasan berbicara dan kemerdekaan berpendapat. “Kita bukan negara Islam tapi nasionalis, ” tandanya.

    Secara tegas Ma’ruf Amin membantah tudingan Gus Dur, khususnya terkait dengan pandangan sesat terhadap Ahmadiyah, dan tudingan yang mengatakan MUI memicu timbulnya radikalisme dan fundamentalisme.

    Menurut Ma’ruf Amin, Gus Dur itu salah baca terhadap peran MUI. Di mana, MUI selama ini memang merupakan sebuah forum berhimpun yang di dalamnya berkumpul sejumlah ormas Islam, kalangan ulama, zuama, cendekiawan Islam, dan keberadaannya untuk memagari agama Islam dari radikalisme, sekularisme, dan fundamentalisme. “Karena itu logika Gus Dur, jelas-jelas kacau dalam memandang MUI, ” tegasnya.

    Ma’ruf Amin juga melihat Gus Dur tidak memahami eksistensi Ahmadiyah. Di seluruh dunia Ahmadiyah sudah dianggap sesat. Bahkan forum Organisasi Konferensi Islam (OKI) pun sudah menempatkan Ahmadiyah bukan bagian dari Islam. Begitu juga di negara asalnya, Pakistan, Ahmadiyah jelas-jelas bukan Islam.

    Karena itu kalau MUI memfatwakan Ahmadiyah sesat itu bukan mengada-ada. Justru akan mengada-ada kalau MUI membolehkan Ahmadiyah.

    Ma’ruf Amin mengatakan selama ini MUI selalu menempatkan diri berada di tengah. Artinya, MUI betul-betul menjadi organisasi moderat, tetapi seringkali disalah artikan. Di mata sekularis dan liberalis, MUI dicap fundamentalis. Sementara di kalangan fundamentalis, MUI dicap sebagai liberalis. “Tugas MUI utamanya adalah mengawal agar umat Islam tidak terjerumus ke ajaran yang sesat, dan konsekuensi itu harus diterima,” katanya.

    Sumber: http://www.eramuslim.com

  27. anti aban 2 berkata:

    Tabloid SUARA ISLAM EDISI 44,
    Tanggal 16 – 29 Mei 2008 M/10 – 23 Jumadil Awal 1429 H

    Tokoh Nahdliyin Gus Dur hari Minggu 4 Mei lalu berangkat ke Amerika untuk menerima peng-hargaan dari Yayasan Simon Wiesenthal Center (SWC) – sebuah LSM di Amerika yang bergerak melindungi kepentingan bangsa Yahudi. Ditemani isterinya, Siti Nuriyah, selama seminggu di Amerika, Gus Dur dijadwalkan akan mengunjungi Universitas George Washington, bertemu dengan mantan koleganya Paul Wol-fowitz serta sejumlah senator Amerika dan juga calon kandidat Presiden Barack Obama.

    Menurut situs gusdur.net, di Negeri Paman Sam itu Gus Dur akan menerima penghargaan internasional dari dua lembaga berbeda dan menjadi narasumber di sejumlah forum. Penghargaan pertama didapat dari Simon Wieshenthal Center, sebuah yayasan yang bergerak dalam bidang penegakan HAM dan toleransi antar umat beragama. Yayasan tersebut telah memberikan piagam penghargaan kepada 12 aktivis. Dan enam orang di antaranya kemudian menerima Nobel perdamaian. Lembaga yang berkantor di New York ini menilai Gus Dur merupakan salah satu tokoh yang peduli terhadap persoalan HAM. Oleh sebab itu, Gus Dur dianugerahi Medals of Valor, sebuah penghargaan terhadap person yang dengan gigih memperjuangkan pluralisme dan multikulturalisme.

    SWC sebenarnya adalah sebuah LSM terkenal di Amerika Serikat yang melindungi kepentingan kaum Yahudi inter-nasional. Lembaga yang didirikan pada 1977 oleh Simon Wiesenthal (1908-2005), pemburu penjahat perang Nazi dan pembuat dokumen kekejaman Nazi atas kaum Yahudi, yang dikenal Holocaust. Salah satu slogan mereka adalah “Berdiri bersama Israel, membela keselamatan umat Yahudi di dunia dan mengajarkan hikmah Holocaust kepada generasi mendatang. Saat ini bersama dengan Museum Of Tolerance di Los Angeles dan New York Tolerance Center, adalah lembaga-lem-baga internasional untuk mengenang Holocaust,” sebagaimana tertulis di situs-nya http://www.wiesenthal.com

    Lembaga ini juga memiliki kedekatan yang erat dengan Israel untuk membela kaum Yahudi. Lembaga yang mengklaim memiliki 400.000 kader di AS ini memiliki program yang mengajarkan toleransi dan anti terhadap kekerasan SARA. Diam-diam SCW ternyata telah banyak melakukan kiprahnya di Indo-nesia.

    Kiprah Simon Wiesenthal Center (SWC) di Indonesia ternyata tidak hanya sebatas rencana pemberian penghargaan pada Gus Dur. LSM pembela Yahudi ini sudah mensponsori sejumlah kegiatan di Indonesia yang sepertinya menempati posisi khusus bagi Simon Wiesenthal Center. Tiap kegiatan yang diadakannya selalu terekam di catatan situs resmi mereka. Dari situs resmi mereka yang dirunut detikcom, bisa diusut sekurang-nya ada 3 kegiatan yang melibatkan orang Indonesia.

    Pertama, penampilan perdana tokoh Yahudi-Amerika dalam suatu acara talkshow di salah satu televisi Tanah Air. Rabbi Abraham Cooper yang sekaligus kolega SWC berperan sebagai pembicara bersama Rektor UIN Komaruddin Hidayat, budayawan Muji Sutrisno, dan Soegeng Sarjadi. Tema acara tersebut adalah Toleransi Antar Umat Beragama: Wujud Rahmatan lil Alamin

    Kedua, mensponsori konferensi antar agama yang digelar di Bali pertengahan 2007. SWC bersama Wahid Institute dan LibForAll Foundation menggelar acara yang bermuara pada sikap mengutuk keras segala bentuk aksi terorisme..Ke Bali, Israel mengirim beberapa ‘dutanya’. Mereka berkisah bagaimana lolos dari kekejaman holocaust dan bom bunuh diri di Yerusalem.

    Ketiga, adalah kunjungan 5 orang yang berasal dari ormas-ormas Islam di Indonesia, seperti Muhammadiyah dan NU, ke Israel. SWC bertindak sebagai tuan rumah, sementara kedatangan mereka disponsori oleh LibForAll Foun-dation. Dalam situs resmi SWC yang mengutip Jerusalem Post, wakil Muham-madiyah adalah Syafiq Mugni, sedangkan Abdul A’la mewakili NU. Kedatangan mereka disambut positif oleh SWC. Bahkan kedatangan 5 orang tersebut digambar-kan sebagai perwakilan 70 juta orang Indonesia.”Sebuah misi penting pemimpin muslim dari Indonesia yang datang ke Israel sebagai tamu Simon Wiesenthal Center. Kelompok ini, mewa-kili lebih dari 70 juta orang konstituen yang dikoordinasi LibForAll Foundation,” klaim SWC dalam situsnya.

    Penghargaan kedua didapat Gus Dur dari Temple University, Philadelphia. Nama Abdurrahman Wahid didedikasikan perguruan tinggi itu untuk jabatan profesor ahli studi agama-agama (pro-essor chair of Islam in Dialogue). Temple University itu menilai Gus Dur sebagai salah satu tokoh di dunia Islam yang berjuang untuk dialog antaragama.

    Selain menerima penghargaan, Gus Dur direncanakan akan berbicara mengenai hubungan antar agama di George Washington University di Washington DC. Di Ibukota AS itu, pendiri the WAHID Institute ini juga akan bertemu sejumlah senator AS dan staf Gedung Putih. Mantan Ketua Umum PBNU ini juga akan mengadakan pertemuan dengan tokoh dan LSM perdamaian di kota New York. Di kota itu dia akan menyampaikan pandangannya tentang agama dan perda-maian dunia dalam Konferensi Internasional untuk Agama dan Perdamaian. Konferensi itu diimpin oleh Taj Hamad, seorang muslim AS berdarah Sudan yang menjadi Sekretaris Jenderal World Association of Non-Governmental Organizations. Gus Dur juga pernah menjadi pemimpin Konferensi itu saat menjabat menjadi Presiden. Setelah dari Amerika disebut-sebut Gus Dur juga akan menghadiri ulang tahun ke 60 negara Israel, undangan dilayangkan oleh mantan Perdana Menteri Israel Shimon Peres.
    Rencana kunjungannya ke Israel ini tentu saja memunculkan reaksi keras. Sebutlah Amien Rais yang sangat menyayangkan Gus Dur nekat ke Israel.

    *****
    Kecaman atas kunjungannya menghadiri ultah 60 tahun negara Israel juga disampaikan Wakil Kepala Biro Politik Hamas Dr. Musa Abu Marzuk sebagai-mana dimuat dalam situs hidayatullah.com. Daripada merayakan penjajahan Israel terhadap Palestina, lebih baik menjenguk dan membantu 1,5 juta rakyat Palestina di Gaza yang sedang kelaparan dan krisis bahan bakar, karena diblokade Israel. Demikian pendapat Dr Musa Abu Marzuk. “Kunjungan ke Israel itu sungguh memalukan“, ujarnya.
    Menurut Abu Marzuq, merayakan 60 tahun berdirinya Zionis Israel sama halnya merayakan pembantaian, pengusiran, perusakan kebun-kebun dan penjajahan atas rakyat Palestina dan Masjidil Aqsa. “Bagaimana mungkin seorang Muslim seperti Abdurrahman Wahid tega ikut serta merayakan keza-liman atas saudara-saudara Muslimnya sendiri?” ujanya lagi. Dr Musa menyarankan kepada tokoh-tokoh Indonesia untuk datang sendiri melihat keadaan saudara-saudaranya di Gaza: “Sudah berbulan-bulan, 1,5 juta saudara-saudara Anda, terutama anak-anak, saat ini hidup tanpa bahan bakar, tanpa obat-obatan dan makanan yang sangat terbatas karena diblokade oleh Zionis Israel,” terangnya.
    *****

    Ada yang mencurigai kunjungan Gus Dur kali ini ada hubungannya dengan pencalonannya sebagai Presiden pada Pemilu 2009 nanti. Apakah ada kaitannya dengan konsep trilateral Indonesia-Amerika-Israel?
    [msa/dbs/www.suara-islam.com]

  28. anti aban 2 berkata:

    Sdh sngat jlas skarang,siapa yg mperjuangkan Islam dan siapa yg memilih brsekutu dgn musuh-musuh Allah SWT……

    ALLAHU AKBAR…
    ALLAHU AKBAR…..
    ALLAHU AKBAR…….

  29. anti aban 2 berkata:

    Sdh sngat jlas skarang,siapa yg mperjuangkan Islam dan siapa yg memilih brsekutu dgn musuh-musuh Allah SWT……

    ALLAHU AKBAR..
    ALLAHU AKBAR….
    ALLAHU AKBAR……

  30. abisyakir berkata:

    @ Abdul Jabar Ad Dakhil….

    Dari Anda: lho mas…. saya khan tadi tanya, knp gak di jawab? apa anda sudah kehabisan jawaban, apa nada sudah cukup sadar?

    Lho, saya sudah jawab pertanyaan Anda. Anda kan bertanya, bagaimana konsep ‘rahmatan lil ‘alamiin’ itu? Ini sudah saya jawab, bahwa: “Sebaik-baik tafsiran terhadap konsep rahmatan lil ‘alamiin adalah perilaku Rasulullah Saw. Beliau itu sebaik-baik penjabaran makna rahmatan lil ‘alamiin. Nabi Saw mengeksekusi mati orang-orang musyrik yang menghina dirinya. Itu terjadi setelah Fathul Makkah. Artinya, dalam menjalankan Islam, kita mengikuti tuntunan Nabi Saw. Dimana beliau lembut, kita lembut. Dimana beliau keras, kita keras. Kepada kaum Muslimin yang lemah, kita kasih sayang. Kepada bangsa Muslim Palestina, kita kasih sayang. Kepada Yahudi terlaknat kita membenci dan menentang mereka. Kepada pembela Islam, kita ikut membela. Kepada penghina Al Qur’an, kita menantang mereka.”

    Ya inilah rahmatan lil ‘alamin, yaitu menempatkan segala sesuatu sesuai porsinya. Bukan seperti akidah orang-orang sesat yang menjadikan ayat ‘rahmatan lil ‘alamiin’ sebagai dalih untuk menghalalkan segala pembangkangan, pelanggaran, dan pemberontakan terhadap nilai-nilai Islam. Na’udzubillah wa na’udzubillah min dzalik.

    Dari Anda: inget mas, anda bukan tuhan, malaikat atau nabi. jadi jangan seeanaknya menghukumi kafir kpd orang.

    Saya balik mengingatkan Anda: Jangan sembarangan mengklaim Islam, terhadap hal-hal yang tidak boleh dikaitkan dengan Islam. Gus Dur itu bukan Muslim, dengan segala perilaku dan jejak permusuhannya kepada Islam selama ini, di Indonesia.

    Dari Anda: “terus bagaimana dengan konsep keadilan menurut anda? bukankah kita harus jadi wasit yang adil..?

    Ya tentu. Tapi apa Anda telah membaca buku Gus Dur tersebut? Disana saya sebutkan sangat banyak bukti, bahwa orang ini penuh permusuhan terhadap dakwah Islam di Indonesia. Apa bukti-bukti itu tidak cukup sebagai bayan bahwa kami telah berlaku adil? Kecuali, kalau saya menuduh Gus Dur tanpa bukti. Barulah Anda boleh menuduh saya tidak adil. Wong buktinya sangat banyak, banyak sekali.

    Dari Anda: “Terus pertanyyaan saya yang berupa penyandaian ketika orang tua anda tidak islam, bagaimana? knp tidak di jawab?

    Oh ya, saya baru paham maksud Anda. Anda ingin mengatakan, bahwa semua Muslim di Indonesia berhutang budi kepada Wali Songo yang telah menyebarkan Islam di Indonesia. Sedangkan, katanya Gus Dur itu masih satu keturunan dengan perintis kerajaan-kerajaan Islam di masa lalu. Jadi, seolah kalau saya mengkritisi Gus Dur secara tajam, saya seperti tidak tahu terimakasih kepada para wali dan perintis kerajaan-kerajaan Islam di masa lalu.

    Wah, kalau Anda sampai pada kesimpulan seperti itu, berarti cara berpikir Anda salah. Disini saya coba tunjukkan:

    => Para perintis kerajaan Islam di masa lalu, mereka meninggalkan apa? Mereka meninggalkan Islam sebagai ajaran agama, dan meninggalkan silsilah keturunan. Inilah yang kerap diklaim sebagai “darah biru” itu.

    => Menurut para perintis kerajaan Islam tersebut, mana yang lebih mulia di mata mereka, ajaran Islam atau silsilah kebangsawanan? Cara menjawabnya mudah, apakah para perintis kerajaan Islam itu lebih ridha anak-keturunan mereka lestari di bumi, meskipun Islam lenyap? Atau mereka lebih ridha Islam tetap lestari, meskipun silsilah keturunannya tidak dikenal di tengah manusia? Saya berprasangka baik, mereka mendahulukan Islam daripada silsilah keturunannya sendiri.

    => Sebenarnya ketika kita menghujat omongan Si Gus Dur, “Menurut saya kitab suci yang paling porno adalah Al Qur’an.” Hujatan ini adalah semata untuk memelihara eksistensi Islam di bumi Indonesia. Disini, meskipun kita bukan “berdarah biru”, tetapi kita lebih dekat kepada garis perjuangan para wali dan perintis Islam. Sebaliknya, meskipun seseorang berlabel “darah biru” kalau omongannya NAJIS terhadap Al Qur’an, maka orang seperti itu seharusnya sudah dijatuhi hukuman seberat-beratnya oleh negara.

    Jadi, sungguh picik memaknai sifat “darah biru” semata dari pandangan darah, bukan ide, gagasan, atau ajaran yang selaras dengan cita-cita para wali dan perintis Islam, di bumi Nusantara ini.

    Terakhir, siapa yang lebih berjasa mengislamkan kita? Apakah para wali dan perintis Islam, ataukah Allah Ta’ala? Kalau seseorang beriman, maka dia akan menjawab: ALLAH Ta’ala. Mengapa? Ada bukti-buktinya.

    Dulu India diperintah oleh Kerajaan Islam Moghul, namun saat ini mayoritas orang India adalah Hindu. Dulu Filipina adalah mayoritas Muslim, satu rumpun Melayu dengan kita. Tetapi kemudian setelah Spanyol berkuasa disana, Filipina menjadi mayoritas Katholik, lalu kaum Muslim tersingkir ke Mindanao. Begitu pula, Spanyol dulu ada Andalusia yang sangat mengagumkan, tetapi kemudian Andalusia dihapuskan secara kejam, lalu Spanyol menjadi mayoritas Katholik. Termasuk di Bosnia Herzegovina. Dulu mayoritas Muslim. Tapi setelah ada genosida pasukan Serbia terlaknat, kaum Muslim Bosnis terpecah-pecah dan terbelenggu oleh dominasi non Muslim.

    Jadi sebenarnya, yang membuat kita Islam hari ini adalah ALLAH Ta’ala, bukan para wali dan perintis Islam. Mereka berjasa merintis Islam masuk ke Indonesia. Namun bukan di tangan mereka nasib keislaman kita. Para wali dan perintis Islam terus dipuji karena jasa besarnya dalam menyebarkan Islam. Alhamdulillah. Namun hakikat hidayah, tidak ada di tangan mereka. Hakikat hidayah ada di Tangan Allah Ta’ala.

    AMW.

  31. abisyakir berkata:

    @ Nurun Najib…

    Ok mas…kayaknya anda bernafsu sekali ya…. Mantap!!!! Ataukah mungkin Ini bagian dari konspirasi untuk “menjual” nama anda ya??Sekedar mencari sensasi tanpa ada isi….byoh-byoh mas-mas… Ayo wes, kita diskusi di publik saja…jangan asal tulis trus lari tunggang langgang tanpa berani untuk mempertanggungjawabkan isinya. Isin mas!!!

    Seperti mana di dunia ini ada manusia macam Anda yang rela susah-payah membela kebathilan. Sungguh, saya akan membela agama ini dengan segenap kekuatan yang Allah karuniakan kepada saya. Saya akan menghadapi para pemuja Gus Dur dengan argumen-argumen yang Allah karuniakan, alhamdulillah. Puluhan tahun Gus Dur menghujat Islam dan memusuhi dakwah Islam, tidak akan saya biarkan hal itu terus berlangsung, setelah dia mati. Saya menanti kesungguhan Anda dalam diskusi tersebut.

    Demi Allah, pemikiran seperti Gus Dur inilah yang sangat disukai oleh para penjajah dan Zionis. Maka sebagai bagian dari upaya membela kaum Muslimin dari penjajahan, akan saya hadapi tantangan mereka. Hanya kepada Allah kita berlindung dan memohon pertolongan-Nya. …dulu bangsa ini penuh dengan sifat kepahlawanan Islam. Kini banyak pengecut dan pengkhianat berkeliaran. Sudah waktunya, kita gairahkan lagi spirit kepahlawanan dari para pahlawan-pahlawan Islam di masa lalu. Sudah waktunya saudaraku… sebelum agamu-mu bangkrut! Na’udzubillah wa na’udzubillah min dzalik.

    Mungkin saja orang ini mencari sensasi saja mas….atau mungkin juga strategi marketing dia untuk menaikkan pamornya. Itu sih dugaan saya… Tulisannya sangat provokatif dan kesan ilmiahnya bener-bener ndak ada!!!

    Ya silakan Anda berkomentar. Itu hak Anda. Seperti itu Anda menghargai jerih-payah kami, lalu bagaimana ceritanya kami akan menghargai pemikiran-pemikiran Gus Dur?

    AMW.

  32. abisyakir berkata:

    @ anes item…

    Dari Anda: “Ingat Nabi tak pernah mengajarkan untuk mencela sesama manusia, apalagi muslim sendri! Pahala bukan kalian yang beri, syurga bukan kalian yang punya, apa yang dilakukan Gus Dur di dunia ini, biarlah Allah yang balas. kalian tak punya hak untuk itu.”

    Anda darimana bisa berkesimpulan seperti itu? Darimana Anda belajar Islam, sampai mendapati kesimpulan seperti itu? Ini adalah salah, ini tidak benar.

    Saya berikan satu buktinya, “Muhammadur Rasulullah walladzina ma’ahu asyid-dai ‘alal kuffari wa ruhama’u bainahum” (Muhammad Rasulullah dan orang-orang yang bersamanya, mereka sangat tegas kepada orang kafir, dan sangat lembut kepada sesama orang beriman. Surat Al Fath). Ini adalah dalil qath’i dari Kitabullah. Tidak ada keraguan lagi.

    Nabi itu lembut ke sesama kaum Mukminin/Muslimin, sampai ke anak-anak kecil. Tetapi beliau bersikap tegas kepada orang kafir dan kekafiran. Tidak seperti Gus Dur. Dia malah kebalikannya. Dia itu, asyid-dau ‘alal mukmin wa ruhama’u bainal kafir.

    Anda tahu, apa madzhab fiqih yang dianut bangsa Indonesia dan umumnya warga NU? Ya, madzhab Imam Syafi’i. Anda tahu, siapa di antara imam-imam kaum Muslimin yang sangat anti kepada kekafiran, dan menetapkan kokohnya hukuman mati bagi orang murtad? Itu adalah Imam Syafi’i rahimahullah.

    Inilah susahnya kalau manusia belajar Islam dari orang-orang Liberal. Jadi cara berpikirnya kacau-balau. Wallahul Musta’an wa ilaihi mustaka.

    AMW.

  33. abisyakir berkata:

    @ Daden Sukendar…

    Iya, ayat itu kan untuk sesama Muslim, sesama orang beriman. Ayat itu tidak berlaku terhadap orang kafir, orang munafik, atau orang zhalim. Ayat tersebut adalah untuk orang-orang beriman.

    Anda ini kan begitu, memakai ayat apa saja untuk membela kebatilan. Saya mau tanya, Anda beriman tidak kepada ayat-ayat Al Qur’an? Termasuk ayat yang Anda kutip itu? Anda beriman tidak, sih?

    Kalau Anda beriman kepada Al Qur’an, saya beritahu ya, Gus Dur itu pernah menghujat Al Qur’an yang Anda kutip itu, dengan perkataan: “Menurut saya kitab suci yang paling porno ialah Al Qur’an. Ha ha ha…

    Maaf ya, saya bertanya ke semua pemuja Gus Dur: “Nabi Anda itu siapa? Gus Dur atau Nabi Muhammad Saw? Kitab Anda itu apa? Al Qur’an atau pemikiran-pemikiran Gus Dur? Agama Anda itu apa? Islam atau Gusdurisme?”

    Tolong, semua pemuja Gus Dur, menjawab dulu pertanyaan tersebut di atas. Tolong dijawab dulu pertanyaan di atas. Kalau tidak Anda jawab, saya tidak akan melayani semua diskusi Anda yang seperti ini. Mohon, siapa saja, yang merasa sebagai pemuja Gus Dur, jawab pertanyaan-pertanyaan itu!

    AMW.

  34. abisyakir berkata:

    @ Anak Buah Gus Dur…

    Terimakasih atas semangat Anda. Semoga Allah membimbing hati Anda, agar ditunjukkan As Shirat Al Mustaqim, sehingga Anda nanti akan membela Al Haq dengan semangat lebih kuat dari hasrat Anda untuk membela kebathilan itu. Allahumma amin. (Ya Allah ya Hadi, tuntun pemuda ini untuk menemukan Al Haq, sehingga dia menjadi pembelanya yang kuat. Ya Allah adakan gelisah dan keraguan di hatinya terhadap kebathilan-kebathilan yang selama ini dia yakini. Allahumma amin ya Karim ya Rabbul ‘alamiin).

    Saudaraku, jawab pertanyaan ini: “Nabi Anda itu siapa? Nabi Muhammad Saw atau Gus Dur? Kitab Anda itu apa? Al Qur’an atau pemikiran-pemikiran Gus Dur? Agama Anda itu apa? Islam atau Gusdurisme?

    Ya Allah ya Karim, kelak perjumpakan hamba dengan pemuda yang penuh semangat ini, dalam keadaan dia telah menjadi pembela yang kuat terhadap kesucian Din-Mu. Allahumma amin ya Rabbul ‘alamiin.

    AMW.

  35. Hanya orang2 yang iri melihat kebesaran Seseorang,melihat betapa kian banyak pengagum dan pengikutnya,sayang Seseorang itu bukan dari golongannya,maka ia akan mencari-cari sisi negatif menurut pendapatnya sendiri.
    tapi pada intinya,KEBESARAN GUS DUR tidak akan pernah terkikis oleh hina’an dan cela’an apapun,dari siapapun! KARENA YANG MENCELA GUS DUR ADALAH DARI KELOMPOK “ITU-ITU SAJA,SEDANGKAN PENGAGUMNYA KIAN HARI KIAN BERTAMBAH DARI KALANGAN MANAPUN,LATAR BELAKANG APAPUN,NEGARA MANAPUN DAN BAHKAN AGAMA MANAPUN.maka jangankan blog ini, juta’an blogpun tak kan bisa menghalangi kebesaran SEORANG GUS DUR!

  36. Nurun Najib berkata:

    @ AMW:
    “Ya silakan Anda berkomentar. Itu hak Anda. Seperti itu Anda menghargai jerih-payah kami, lalu bagaimana ceritanya kami akan menghargai pemikiran-pemikiran Gus Dur?”

    –> Dan anda seperti nya memang MENGEMIS balas budi. Yah…katakanlah jika dia baik, aku akan berbuat baik. Tapi….kalau dia kurang ajar, ya kenapa aku harus berbuat baik???
    Bukan begitu kang mas AMW.
    Dan lagi….aku juga menyangsikan kalau anda itu pernah dididik dalam kultur nahdliyin. atau kalau memang iya, mungkin saja anda itu mengalami “cultural shock,” ini yang parah kang!!!
    Banyak terjadi di sekitar kita. Dan mungkin saja salah satu korbannya adalah ANDA..

  37. Nurun Najib berkata:

    @ Anti aban

    “Gus dur menolak campur tangan negera dalam kegiatan keagamaan di indonesia yang mana gereja sejak dahulu menentang campur tangan negara dalam mengatur kegiatan keagamaan”

    –> He mas…..pernah baca tentang sejarah kelam ketika agama masuk dalam kenegaraan gak sih???
    Tolong dong baca sejarah bagaimana berdirinya khilafah umayyah, utsmaniyah, abassiyah dll. Kesejarahannya selalu saja diliputi dengan kesejarahan yang berdarah-darah. kekuasaan yang seharusnya menjadi pengayom justru menjadi kekuatan yang despotik. Sungguh naif…..

    @ AMW:
    Kmrin katanya saya di minta untuk kirim email…lha sampek sekarang kok belum ada balasannya ya mas??
    Lagi konsolidasi ya mas??
    Ok lah, kalau anda memang masih butuh waktu banyak untuk mengkonsolidasikan seluruh kemampuan anda. Kami tunggu saja kapan anda siap….

  38. Nurun Najib berkata:

    @AMW
    Jawabanmu ruwet banget mas, jawaban yang absurd!!! Logikanya mbulet.

  39. Nurun Najib berkata:

    Mas….sudahlah….ndak usah kebanyakan omong. Aku minta no hpmu? Nanti kita kontak anda lewat hp atau telp rumah.

    NB: Aku email ke langitbiru1000@gmail.com ndak berbalas.

  40. Dwi berkata:

    Oalah mas, ngertine cuma “Menurut saya kitab suci yang paling porno ialah Al’Quran. Ha ha ha…” dan sampean potong bagian itu saja untuk menunjukkan yang buruk2 saja, mirip yahudi sampean mas, sampean pancen “pinter” tapi senengane menghasut, kasian sampean mas…

  41. anti aban 2 berkata:

    hai jga..saudaraku nurun najib,apa kbar??disana ada 10 point,dan 3 sub point(sling brkaitan),dan anda hnya menyinggung slah satu sub point sja.dan msih ada 9 point yg msih tersisa.
    “Gus dur menolak campur tangan negera dalam kegiatan keagamaan di indonesia yang mana gereja sejak dahulu menentang campur tangan negara dalam mengatur kegiatan keagamaan”
    ▬▬►”Penerapan Undang-undang Sisdiknas yang mewajibkan bagi semua siswa mendapatkan pelajaran agama sesuai dengan agamanya, yang mana gereja menentang pemberian pelajaran agama islam di sekolah kristen.”◀▬▬
    ▬▬►”Penerapan Piagam Jakarta, yang pada intinya menerapkan syariah islam di indonesia.”◀▬▬

    kita ambil contoh yg plng sederhana sja ya boss,ingat lho boss,=”pling sderhana sja” skali lgi =”PLING SDERHANA SAJA”.

    Alkisah di negeri najib yg makmur,tanah subur,gemah ripah loh jinawi..tnam jagung tmbuh jagung..tongkat pun jdi tanaman..
    Perlahan tpi psti gerak laju mobil dan motor yg merayap2,tdak sperti hari2 biasanya.ada apa ini pak??si anak brtnya pda bpaknya.ya bgini dek,namanya cri skolah,tiap thun kyak gini.apalgi adek kan NEM nya mepet ,jdi kita hrus pandai2 mncari celah dek..(si anak msih bingung,mklum abis lulus dri SD)
    Dngan hasil NEM yg kbetulan mepet skali,si anak tdak dtrima di SMPN..pusing 7 kliling,si bpak mncoba kberuntungany dgn mndaftar di SMP swasta yg berlatar blakang islam wlaupun lebih mhal.namanya jg ujian dri Allah,si anak tdak dtrima jga krena hnya brmodalkan NEM yg rendah..sudah khabisan akal,si bpak dgan amat sangat sekali trpaksa memasukkan si anak di skolah non muslim,walau mreka dri kluarga muslim..ckckckckc…krna tdak ingin anaknya putus skolah.namanya jg ortu,apa sja dilakukan bwt si anak.
    Dgn senang walau hati kcewa,akhirnya si anak trsebut brsekolah di SMP non trsebut..
    D hari prtama msuk skolah,dgn sgla konsekuensinya..si anak tdk dperbolehkan mnggunakan jilbab,hrus ikut smbayangan,ikut misa,brnyanyi2 dgn histeris..si anak lalu brcerita kpda ortunya sepulang skolah..dgn perasaan pnuh emosi,gundah,bingung,sontak.(pokoknya cmpur) si bpak lngsung mnghadap ke kepsek SMP non trsebut..APA2AN INI PAK,bla..bla..bla..??dgn entengnya si kepsek mjawab “sapa suruh skolah disini”.gak ada undang2 yg mngatur kok,pmerintah jga gak ikut cmpur,apalgi PdanP,gitu aja kok repott..sewot lgi coy…dan jg kta kyai anda sndri kan=“Gus dur menolak campur tangan negara dalam kegiatan keagamaan di indonesia yang mana gereja sejak dahulu menentang campur tangan negara dalam mengatur kegiatan keagamaan”

    Dgn pnuh pnyesalan,si bpak mnangis trsedu2,smbil mratapi nasib kluarganya,.
    Ya Allah,hnya kpadaMU kmi brharap,hnya kpdaMu kmi mminta prtolongan,dan hnya kpadaMUlah kmi mminta ampunan….
    Bgaimana nasib anakku ya Allah,bgaimna nasib msa depan mreka ya Allah,bgaimna mreka mnjadi muslim yg taat ya Allah( “Sesungguhnya agama (yang diridhai) di sisi Allah adalah Al Islam.” (Ali Imran: 19).)

    Itulah alkisah di negeri ajib yg makmur,tanam jagung tmbuh jagung,tongkat pun jadi tnaman..

    The End

    hai saudaraku nurun najib,msih mnyimak??halllooo….:)
    itu hnya mslah jilbab lo saudaraku..klo negara gak boleh ikut campur,seharusnya gusdur yg hrus ikut campur dong..dlam mlindungi pemuda2 muslim di indonesia,agar tdak tersesat dlam akidah..dia kan kyai,sharusnya mnjadi garda pling dpan dlam menegakkan agama Allah ini..
    24:31. Dan katakanlah kepada perempuan-perempuan mukmin, supaya mereka menundukkan pandangan mereka, dan menjaga kemaluan mereka, dan tidak menampakkan perhiasan mereka kecuali apa yang nampak daripadanya; dan hendaklah mereka meletakkan penudung mereka pada dada mereka, dan tidak menampakkan perhiasan mereka kecuali kepada suami mereka, atau bapa mereka, atau bapa suami mereka, atau anak lelaki mereka, atau anak lelaki suami mereka, atau saudara lelaki mereka, atau anak lelaki saudara lelaki mereka, atau anak lelaki saudara perempuan mereka, atau perempuan mereka, atau apa yang tangan kanan mereka memiliki, atau lelaki yang melayan mereka yang tanpa mempunyai keinginan seks, atau kanak-kanak kecil yang belum mengerti aurat (bahagian-bahagian sulit) perempuan; dan janganlah juga mereka menghentakkan kaki mereka supaya perhiasan mereka yang tersembunyi diketahui. Dan bertaubatlah semua bersama kepada Allah, wahai orang-orang mukmin, agar kamu beruntung.

    Sdh sngat jlas skarang,siapa yg mperjuangkan Islam dan siapa yg memilih brsekutu dgn musuh-musuh Allah SWT……
    ALLAHU AKBAR..
    ALLAHU AKBAR….
    ALLAHU AKBAR……

  42. anti aban 2 berkata:

    la emang bagian2 yg lain kyak apa mas??yg mnurut anda yg baik2 saja???saya kan jga perlu tahu dong..kan adil..coba mas/mbak dwi tunjukkan dri A-z,biar saya jga bisa ikut menilai..anda jg mirip yahudi lho..klo cma “pinter” ikut2tan tpi gak tahu pokok permasalahan..
    nun sewu…gusti Allah paringono sabar..

  43. abisyakir berkata:

    @ Nurun Najib…

    Maaf, email Anda telat saya baca. Baru Jumat siang ini. Insya Allah sudah saya balas. Silakan dibuka. Terimakasih.

    AMW.

  44. Dwi berkata:

    Sampean cari tahulah sendiri, la wong sampean sudah “pinter” banget kq…menghasut…
    Urip nafas jantung Alloh kang kuoso

  45. 'abd_el Cholik berkata:

    @abi syakir…..
    Mas sampean baca qur’an nya selesai gk sih….coba dch baca lgi..di dalam al-qur’an kan jelas di situ ada ayat yg menerangkan tentang menyusui anak,menggauli istri,bahkan ada kata2 dzakar..sampean tau itu kata2..apa.bukan kah kt2 itu kata2 porno…..coba dch pikirkan…saya rasa klo pun iya GUSDUR (ALLAHUMMA YARKHAM) mengatakan qur’an itu porno ada benernya juga….gmn????? masih ngeyel juga…sakarepmu mas….pokoknya lw jual gw beli…

  46. anti aban 2 berkata:

    ^_^
    haduuhhh..amit2 mas mnghasut org,untungnya bwt saya apa??pahala aja gak dapet..apalgi gula yg mau naik…
    ^_^
    sya kan hnya mngungkapkan sebuah realita yg ada di lapangan saja..klo situ pnya fakta dan realita untuk membantah fakta di atas,slahkan di ungkapkan saja,gak papa kok..
    ^_^
    matur nuwun,monggo…
    ^_^
    NB=klo nulis Allah jgn pakai O dechh..

  47. erfan berkata:

    saya mau masuk neraka atau surga sudah nda penting….
    Gusdur tetap Sy Anggap Guru….

  48. anshori berkata:

    Gus Dur itu kan selera humornya tinggi, bila anda berani menyela dan mencercanya harusnya anda berani lebih dulu memasuki kawah humornya dan beradaptasi dengan “kultur”-nya yang super khas itu.
    jangan hanya di depan gerbang lalu tingak-tinguk mencari-cari apa yang buruk yang bisa disampaikan.
    seperti itu bukan orang macam peneliti sejati, dan buku anda ini pastilah kurang ilmiah, tidak empiris dan obyektif.
    jangan kaku begini donk jadi orang.
    bukankah mendekati Tuhan dengan selera humor lebih menyenangkan dan indah daripada mendekati Tuhan dengan cara kaku seperti anda ini? seolah-olah Tuhan adalah algojo yang mengerikan yang membatasi kebabasan ibadah para hamba-Nya di dunia ini.
    Sempit sekali cara berpikir anda….sangat disayangkan.

  49. Daden Sukendar berkata:

    @AMW

    Alhamdulilah, syukur kalau saudara sadar kalo tuh Ayat untuk orang yang beriman, tapi sy bingung kenapa anda begitu semangat mengatakan kalo gusdur bukan orang muslim (artinya kafir toh?), sudah sehebat itukah saudara sehingga melebihi kuasa Allah menghukumi orang lain Kafir. Astagfirullah,,,,,

    Saudara AMW, insyaAllah sampai detik ini sy beriman kepada Alqur’an makanya saya kutif, sebaliknya apakah saudara tidak beriman kpd ayat yang sy kutif tadi, Astagfirullah,,,,,

    Saudara AMW, sampai detik ini dan insyaAllah sampai titik darah penghabisan saya Islam, Muhammad SAW Nabi saya, Al-Qur’an kitab Suci saya, tapi ingat Gusdur pun Kiyai kami, pernah menjadi Presiden Bangsa Indonesia, dan beliau manusia biasa yang tak kan luput dari salah, bijak kah orang yang menghina dan mengkafirkannya??? (dalam keterangan: Barangsiapa yang mengkafirkan sesama muslim maka sesungguhnya dialah yang Kafir),,,,
    Astagfirullah,,,,,

  50. Anak Buah Gus dur berkata:

    sesungguhnya al-qur’an dan nabi itu “liberal”, mas… alasannya karena al-qur’an adalah penyempurna… sebelum al-qur’an di turunkan secara mutawatir, ada kitab suci lainnya… ingetkah anda kepeda umat siapa saja kitab-kitab suci itu diturunkan? makannya di dalam al-qur’an, gusti Allah tegas menyatakan bahwa yang menjamin mereka masuk surga (nasrani, yahudi, majusi, ataupun musrik)itu dengan rahmat Nya, bukan karena ke-PD-an mereka dengan simbol “keislamannya” atau kesuciannya…. (nantilah saya cari dulu ayatnya, kebetulan saya lupa).
    nabi,kenapa saya katakan liberal… karena dakwah nabi tidak memaksa (paruh pertama, nabi dakwah secara sembunyi2) dan setelah itu, klo pun ada peperangan, beliau tidak memulainya lebih dahulu… jelas nabi sangat toleran…. oia, dari tadi anda berbicara tentang rosul, apakah anda pernah bertemu beliau? dari penjelasan di atas nampaknya anda seolaholah pernah hidup di zamannya… betulkah itu?

    oia, apakah anda pernah baca atau setidaknya mendengar tentang orang mati apabila dia di do’akan oleh lebih dari 40 oranmga, maka jaminannya surga… (amin) trus Gus dur di do’akan oleh berapa orang, seluruh indonesia, mas. kecuali anda! nyata-nyata bendera setengah tiang selama 1 minggu berkibar.

    bila menilai sesuatu itu, belajar objektif!!!! meski anda yakin itu bukan di pihak anda….

    oia, strategi marketing anda tentang buku ini tidak berjalan mulus, nampak jelas di toko-toko buku, yang masih diburu dan di pajang adalah sang guru bangsa (KH. Abdurahman Wahid) Allahuma yarhan…..!

  51. agus berkata:

    saya teringat perkataan Ustadz Adian Husaini yang kuranglebihnya “orang-orang liberal itu tidak usah dikafirkan sudah kafir sendiri”.

  52. Anak Buah Gus dur berkata:

    betul, betul, betul

    kata ipin dan upin…..!

    sangat amat ruwet

  53. abisyakir berkata:

    @ ‘abd_el Cholik…

    Ya Allah ya Kariim ya Rahmaan ya Rahiim… Allahu Akbar, laa haula wa laa quwwata illa billah.

    Masak soal menyusui anak, menggauli isteri, kata dzakar, dianggap porno? Lho, jika begitu berarti semua manusia TUKANG PORNO dong? Kalau begitu suami-isteri, pernikahan, membesarkan anak, dll porno dong? Berarti kamu ini dilahirkan oleh manusia porno dan dari perbuatan kepornoan? Allahu Akbar ya Karim ya Rahmaan.

    Kalau begitu, sudah saja ilmu kedokteran dihapus, ilmu biologi fisik manusia dihapus, ilmu farmasi dihapus, ilmu olah-raga dihapus, dan seterusnya. Sebab disana ada pusat-pusat “kepornoan”. Allahu Akbar ya Allah ya Rabbi.

    Mohon bertaubat deh, sebelum segalanya menjadi hitam kelam bagi hidupmu dan orang-orang semisalmu.

    AMW.

  54. abisyakir berkata:

    @ erfan…

    Mohon kamu cabut ucapanmu. Itu ucapan kotor. Manusia tidak boleh menantang Allah, sebab kalau sedikit saja saluran nafas ditahan oleh Allah, kamu bisa menderita seumur hidup.

    AMW.

  55. abisyakir berkata:

    @ Daden Sukendar…

    Pak, saya hargai kutipan ayat Anda. Tetapi Anda sudah membaca buku “Cukup 1 Gus Dur Saja” itu? Sudah membaca belum? Kalau sudah, coba Anda bantah buku itu, khususnya di bagian “Keimanan Abdurrahman Wahid”. Coba Anda bantah, jangan membuat diskusi2 sampingan seperti ini. Ini menyita energi dan waktu.

    AMW.

  56. abu anas berkata:

    erfan….erfan….tobat lu fannnn
    na’udzubillahi mindzalik, ini ucapan yg sangat bahaya, istighfar lu fan………..seorang muslim yg benar pasti minta surga, kok masalah ini dianggap gak penting…..ini pengaruh liberalll atau sufi yaa….?

  57. anshori berkata:

    lalu gimana dg Rabiyah el Adawiyah yg berkata dg kalimat yg kurang lebih sama dg kalimatnya mas Erfan?

  58. Solahudin berkata:

    Ya Allah saya bingung melihat komen2 diatas..
    Ko masih ada orang Muslim yang mbela-mbelain Gusdur,begitu semangatnya Lagi.. Padahal dia antek2 Yahudi (musuh islam) di Indonesia

    Bwt Mas Abu Muhammad Waskito, Terus Berjuang mengungkap kebenaran

  59. menot berkata:

    abu…. kau dulu ngajinya di mana? berapa sich sekarang pengikut loe…. loe mang dah kacau…..

  60. frone berkata:

    tolong belajar dulu baru nulis buku…. dan hanya bisa menilai orang yang ga sepaham tuh buruk terus… yaa kalo masih ada dengki di hati kita jangan sok ngaku2 jadi islam yang bener….

  61. abisyakir berkata:

    @ Anshori….

    Dari Anda: “Lalu gimana dg Rabiyah el Adawiyah yg berkata dg kalimat yg kurang lebih sama dg kalimatnya mas Erfan?

    Komentar: Rabi’ah itu hanyalah seorang shufi wanita. Artinya, beliau bukan seorang Nabi. Bukan seorang Shahabat, bukan Imam Hadits, bukan Fuqaha’, bukan imam Tilawah, dll. Apa yang dikatakan Rabi’ah itu enak dalam perasaan kita, perasaan manusia yang kadang suka hal-hal melankolik (mendayu-dayu).

    Tetapi perkataan Rabi’ah, jika benar demikian, itu tidak benar menurut Kitabullah dan Sunnah. Salah satu bukti, Nabi Saw pernah mengatakan, “Lau ta’lamuna kama a’lamu, la dha-hiktum qalilan, wa bakaitum katsiran.” (Kalau kalian -wahai Shahabat Nabi-, tahu seperti apa yang kutahu, tentu kalian akan sedikit tertawa dan banyak menangis). Lalu para Shahabat menangis sesegukan setelah mendengar ucapan Nabi itu.

    Nabi mengatakan “lau ta’lamuna kama a’lamu” (kalau kalian tahu seperti apa yang kutahu), maksudnya Nabi Saw sudah pernah melihat siksa neraka, yang ditunjukkan oleh Jibril As, ketika beliau diajak Mi’raj ke langit tertinggi. Disana Nabi Saw melihat kedahsyatan siksa neraka. Karena itu, Nabi mengingatkan para Shahabatnya dengan ucapan, “Ittaqun naara wa lau bi syiqqi tamrah” (takutlah kalian kepada neraka, meskipun dengan amalan sedekah setengah butir korma).

    Inilah ajaran Islam, ajaran Nabi kita, ajaran Nabi yang sangat diinginkan SYAFA’AT-nya oleh masyarakat NU. Seharusnya, ajaran Nabi itu yang diikuti, bukan ajaran selainnya, meskipun dari seorang Rabi’ah al Adawiyah.

    Saya pernah membaca buku, katanya syair-syair itu bukan asli dari Rabi’ah, tetapi dari orang lain yang dikaitkan-kaitkan dengan nama Rabi’ah. Mungkin, semacam ucapan Ja’far Shadiq rahimahullah yang banyak dijadikan rujukan oleh kaum Syi’ah, padahal belum tentu itu ucapan Ja’far Shadiq sendiri.

    AMW.

  62. firman hamid berkata:

    muslim yang baik tentu akan menjaga tanggannya dan lidahnya untuk tidak mengolok-olok dan menjelek -jelekkan muslim yang lain.muslim yang baik akan menahan diri untuk menghakimi si A kufur,si B antek yahudi dengan mengatas – namakan penggalan ayat alQur”an…
    ingat ndak sabda nabi ;Al muslimu man salimal muslimuuna min lisaanihi wa yadihi.. atau dalam alQur”an juga sudah jelas.”Janganlah satu kaum mengolok -olok kaum yang lain,bisa jadi kaum yang diolok – olok lebih baik dari yang mengolok – olok”.coba kalau menguitarakan satu ayat cari tafsiran yang benar,asbabunnuzulnya juga,hingga kita tahu konteks diturunkannya ayat tersebut….saya jadi ragu apakah anda sudah memahami itu.atau anda berpedoman pada imam siapa?jangan – jangan imam samudra.
    lebih baik introspeksi diri dulu sebelum menjelekkan orang lain….
    buku yang anda buat itu sebenarnya adalah ungkapan kebencian anda kepada seseorang ( Gus Dur ) sehingga anda tidak bisa berbuat adil kepada diri sendiri dan orang lain…
    apakah anda lupa ayat Alqur’an yang terjemahnya : ” janganlah kebencianmu terhadap satu kaum menghalangimu untuk ber buat adil kepada mereka,berbuat adillah, karena ( adil ) itu lebih dekat kepada taqwa “.
    terakhir : ” dadi wong sing biso rumongso.ojo rumongso biso “.semoga anda mau belajar!

  63. Ari di Malang berkata:

    nulis Alloh saja dipermasalahkan.. penugcapannya justru jelas, Tuhan umat Islam. Bener2 kaku nie orang, gk nerima perbedaan.. Ya, hidup sendiri ajha di kamar

  64. anti aban 2 berkata:

    -dlm EYD adanya Allah..
    -Dlm ejaan Arab,tdk ada hruf vokal “o”…adanya bunyi “a” ato fat-hah….dan trtulis “Allah”,wlaupun kta mbacanya Alloh.

    “Maka apakah mereka tidak berjalan di muka bumi, lalu mereka mempunyai hati yang dengan itu mereka dapat memahami atau mempunyai telinga yang dengan itu mereka dapat mendengar? Karena sesungguhnya bukanlah mata itu yang buta, tetapi yang buta, ialah hati yang di dalam dada.”(Al Hajj : 46).

  65. Pangeran Diponegoro berkata:

    “bukankah mendekati Tuhan dengan selera humor lebih menyenangkan dan indah daripada mendekati Tuhan dengan cara kaku”

    “seolah-olah Tuhan adalah algojo yang mengerikan yang membatasi kebabasan ibadah para hamba-Nya di dunia ini.”

    Fnatik dlm Islam aplagi fundamental sngat dwajibkan dlm islam.agama kami,ISLAM,pastinya memiliki aturan,jka kita ingin dselamatkan oleh Allah,kta dwajibkan untuk tunduk dlam aturannya,jka kluar dri hukumnya mka tntunya pngadilan Allahlah yg Maha Adil..(Itulah pokok fundamental yang artinya kmbali ke syariah yg diajarkan oleh nabi kta yaitu Muhammad Saw dan wahyu AlQuran dari ALLAH SWT)..

    JELAS TIDAK hai mas anshori???????????
    ato cuma “TINGAK-TINGUK”???????????
    Sempit sekali cara berpikir anda TENTANG ISLAM..sangat disayangkan…
    jgan2 anda AGEN JIL?mossad?Ahmadiyah?wahh..brbahaya sekali ini,ckckckkck..

  66. kotaro minami berkata:

    hahhhhhaaaaaaaaah
    lucu saya mbaca komentar mas pangeran diponogoro, sebenarnya sapa sih yang sempit pikirannya… kami atau kalian? apakah kalian tahu dan islam itu apa? apakah kalian yakin dengan ibadah kalian selama ini seolah-olah mengesampingkan sesamanya? lalu dimana ibadah ghoir mahdoh yang lain?

    islam itugak sesempit dan gak serumit yang kalian bayangankan…. dan inget setiap mansia sama kedudukannya, yang mbedakan hnya ibadahnya, dan kualitas ibadah pun bukan kalian yang dapat menilai sendiri…

  67. kotaro minami berkata:

    biasa mas….
    mereka kayak baru sepotong mabac qur’annya… dan udah yakin bgt udah kavling surga…….

    @solahuddin…. saya juga termat bingung dengan anda!!!!!!!!!

  68. kingdom of heaven berkata:

    Rasulullah SAW bersabda, “Orang Mukmin yang bergaul dengan orang lain dan mampu bersabar atas gangguan mereka lebih utama daripada orang Mukmin yang tidak mau bergaul dengan orang lain dan tidak bersabar atas gangguan mereka.” (HR Imam Bukhari).

    Ali bin Abu Thalib berkata, “Jamaah, demi Allah, adalah kumpulan penyokong kebenaran meskipun sedikit. Sementara firqah adalah komplotan ahli batil meskipun banyak.”

    terus berjuang pak abu, walaupun engkau hanya seorang diri. Semua yang dihadapi di dunia ini menjadi ringan, luas, lega, mempesona. Tak ada rasa sempit menyesak dada tanpa obat pereda. Tak ada beban yang menelikung badan tanpa penyangga. Tak akan mundur menebar kebenaran walau orang mencela. Tarian seorang Muslim tetap dalam koridor Allah dan Rasul-Nya, adalah langkah kemenangan, kebahagiaan, keberuntungan. Bukan hanya keberuntungan duniawi, tapi Allah SWT menambahnya dengan keberuntungan di akherat kelak. Subhanallah.

    menurut saya, saudara menot ini termasuk pemuja kekuasaan. yang di omongin hanya pengikut saja. sungguh-sungguh memalukan, ya beginilah pemuja gusdur cara berpikirnya.

  69. Amar Ma'ruf berkata:

    Manusia pembela kafir gusdur yg memberikan coment di laman ini sungguh telah ikut terjerumus dalam kekafirannya, semoga segera dapat bertobat menjadi Islam kaffah.

    Itu makanya semasa gusdur masih hidup dan dengan tingkah yg sangat menyakitkan menusuk martabat Islam seharusnya hukuman telah di timpakan kepadanya dengan hukuman pancung jika tetap membangkang setelah di dakwahi, karena banyak Ummat Islam yang menjadi tersesat karenanya.
    Sama ketika Siti Jenar di hukum mati oleh para Wali.
    Tambah 1 kekurang ajaran pemikiran gusdur terhadap Islam, yaitu ketika si dur ini mengatakan sebaiknya dlm setahun di adakan 2x naik Haji. Apa si dur ini sudah mengkavling surga sehingga rukun dan syarat Haji di gugat oleh dur ini. Betapa tertutup dan butanya mata hati pemuja gusdur trutama dr kalangan yg masih ngaku beragama Islam dan mengatakan kepada pengelola blog ini telah sok suci. Pertanyaan yg sama dgn AMW saya ulangi utk di jawab oleh pemuja dur, apa anda ttp membela mati2an ‘kiyai’ dur yg mengatakan Qur’an porno? Apa anda tetap bela mati2an ‘kiyai’ dur yg mjdikan Haji 2x? Apa anda tetap membela ‘kiyai’ dur yg menginjak2 dua wasiat Rasulullah yaitu Qur’an dan Sunnah?
    Kalo jwban ia, Islam anda patut di pertanyakan. Atw anda benar2 dr kal. non Islam yg hanya hobi memancing di air keruh.

    Itu makanya juga aliran, sekte, pemikiran sesat spt ahmadiyah, jil, harus di bubarkan dan pengikutnya di dakwahi hingga ikhlas kembali kepada Islam kaffah dan yg membangkang di beri hukuman menurut syariat Islam. Sebelum umat Islam semakin banyak yg tersesat.

    Ada yg mengatakan (antek jil, akkbb) Negara RI bukan negara Islam, jadi jangan bawa agama dlm permasalahan negara, dan mengatakan org Islam fundamental yg menginginkan Khilafah Islamiyah di tegakkan adalah musuh UUD ’45 & pancasila. Justru karena menjalani amanah UUD ’45 dan pancasila lah hal itu (Khilafah Islamiyah) hrs di tegakkan, justru karna UUD ’45 lah ahmadiyah, jil, smw sekte2, aliran2 yg mengatas namakan Islam hrs di musnahkan, karena UUD ’45 dan pancasila menjamin agar ibadah di tegakkan secara sempurna tanpa menodai agama lain.

    Sepertinya “org” yg memberi coment di sini sbg pemuja gusdur adalah org yg suka mengadu domba yg tak lain mereka yg sering di site indonesia.faithfreedom, karna tampak sekali gaya khas isi coment mereka di sini atau kalangan laknatullah jil dan ahmadiyah? Sudah di jawab secara jelas dan lugas 1 per 1 oleh sdr AMW, mereka (org spt abg=anak buah gusdur) katakan berbelit2, ribet, absurd, logika mbulet. Tampak ketololan, kedunguan manusia tipe mereka ini.

    Mereka antek2 gusdur, pembela gusdur, pemuja gusdur hanya berani koar di jagad maya tapi ketika di ajak dialog, berdebat, muhabalah secara terbuka langsung di siarkan tv mereka terkaing2 spt saksang. Jangankan kroco2 di sini, dedengkotnya skalipun spt cak nur, gusdur, ulir absar abdala, dawam raharjo keok terkaing kaing. Dasar pengecut lebih banci dari pada banci itu sendiri.

    Banyak para Mualaf dari kalangan non Islam yg benar2 mencari kebenaran hakiki terhadap pegangan hidup dgn membandingkan, mempelajari setiap hal yg berhubungan dgn tujuannya, setelah teruji mereka langsung berkeputusan kembali kepada Islam. Tapi lain cerita dgn comen dari pemuja dur dimana berada (khusus mengaku Islam), mereka tetap kepada pujaanya dur meski fakta dan data telah di sodorkan kepadanya, tapi mereka tetap mendustainya hal yg mana juga persis dgn watak kaum kafir yahudi dan nasrani.

    Lanjutkan pencerahanmu wahai Pembela Islam, kalo ada salah kata, baik dari saya atau Anda dan yg lain, mari kita perbaiki utk tujuan kebenaran. Karna sbg pemeluk Islam, kita wajib menambah pengetahuan antara sdr/i se Iman dan merembet utk semua alam.
    Wassalam.

  70. Pangeran Diponegoro berkata:

    “sebenarnya sapa sih yang sempit pikirannya… kami atau kalian?”
    -para pemuja gusdur dan gusdur itu sendiri.
    ”Sesungguhnya mereka (orang-orang kafir) apabila diucapkan kepada mereka “laa ilaha illallah (Tiada sesembahan yang berhak disembah melainkan Allah) maka merekapun menyombongkan diri(35). Dan mereka berkata,“Apakah kita akan meninggalkan sesembahan-sesembahan kita karena penyair yang gila”.(QS. Ash-Shaffat:35-36).
    “apakah kalian tahu dan islam itu apa?”
    -Asyhadu An-Laa Ilâha Illallâh wa Asyhadu Anna Muhammadar Rasulullâh.
    “apakah kalian yakin dengan ibadah kalian selama ini seolah-olah mengesampingkan sesamanya?”
    -kami tidak mengesampingkan umat muslim yang lain, justru gusdur dan para pemujanya yang telah melecehkan kaum muslim dan agama islam.”Dan diantara manusia ada yang menjadikan selain Allah sebagai tandingan yang mereka mencintainya seperti mencintai Allah. Sedangkan orang-orang yang beriman sangat cinta kepada Allah.”(QS. Al-Baqarah:165).
    “lalu dimana ibadah ghoir mahdoh yang lain?”
    -Prosedur Ibadah yang benar menurut Allah dan Rosul-Nya Baik Ibadah Mahdoh maupun Ibadah Ghoir Mahdoh harus dilaksanakan dibawah Naungan Dinul Islam (Sistem Pemerintahan Islam / Daulah Islam / Khilafah Islam) seperti yang telah dicontohkan oleh Rosululloh SAW dan para sahabat serta umat Islam dizaman tersebut.
    dan kita tahu sendiri, GUSDUR MENOLAK adanya DAULAH ISLAM.

  71. Amar Ma'ruf berkata:

    Pembela n pemuja gusdur khususnya dari kalangan yg mengaku Islam, kalian sangat bangga dengan di dukungnya gusdur dari kalangan non Islam alias kafir. Padahal yg kuat permusuhanya di antara manusia di bumi ini yg masih hidup terhadap Islam, Rasulullah adalah kafir nasrani, yahudi. Sehingga tidak di pungkiri di balik dukunganya terhadap gusdur adalah menghancurkan Islam dari segala lini. Bukanya kita su’udzon tapi itu sudah termaktup dalam 2 Wasiat Rasulullah Salallahu Alaihi Wassalam. Kalian (pemuja si dur-pen) juga bangga setinggi langit ketika banyak yg menyanjung pujaan kalian berasal dari negara barat, padahal kalian tahu penjajah dunia, pembunuh masyarakat dunia adalah bangsa bar-bar barat. Punya kepentingan dengan taktik barat untuk menjajah secara sembunyi dari segala lini kehidupan.

    Negara2 barat yg pernah menjajah meski telah tdk menjajah lagi tapi mereka tdk ridho dengan jajahanya yg telah merdeka, secara logika dalam kehidupan sehari2 antara pemilik tanah yg satu dgn yg pemilik tanah lain di sebelahnya terkadang terjadi kasus penyerobotan tanah yg bisa di katakan menjajah milik org lain tanpa hak. Apa lagi antara negara 1 dgn negara lain yg juga terkadang saling klaim.
    Jadi pemerintah bar2 barat sangat punya kepentingan atas bekas negara jajahanya apa lagi SDA negara incaranya melimpah.
    Minimal barat berusaha ingin menempatkan bonekanya di negara incaran spt NKRI, Mesir, Iraq, Pakistan, Afganistan, setelah bonekanya berhasil di tempatkan di negara incaranya untuk semua tempat yg strategis dalam pelaksana penyelenggara pemerintahan dan semua lini, mereka tdk tanggung2 utk memberi penghargaan, apresiasi, nobel, dll kepada boneka2nya. Ya spt gusdur, sby, sri mulyani, ulil, cak nur, baswedan, dll.

    Tapi dasar kalian (pendukung gusdur) memang tidak berniat mencari kebenaran sesuai fakta, data dan kenyataan yg ada bahkan kalian tdk peduli dengan itu semua.

    Ada juga yg mengatakan org yg telah mati spt ‘kiyai’ gusdur meskipun salah atw benar d wktu hidup, tdk perlu mengungkit aibnya. AMW sudah menjawab dgn lugas di atas, tapi saya menambahkan. Kekafiran dan kesesatan si dur ini telah banyak memakan korban dr kalangan Islam sendiri spt kalian kalo benar mengaku Islam dan mengakui tdk ada Nabi/Rasul stelah Muhammad Salallahu Alaihi Wassalam. Sbg sesama kita wajib saling mengingatkan agar langkah si dur jgn di ikuti.
    Tentunya tdk mungkin kita ajak kalian kepada kebenaran tanpa alasan dan bukti yang jelas, nah disini pada laman site ini dan pada buku yg di susun secara gamblang oleh AMW, itulah kalian baca dan pelajari, bukan sekedar pandangan dari penulis tsb, tetapi memang kenyataan!

    Jgn kalian ngekor langkah syetan spt kaum syi’ah yg meng elu2kan pemimpin religius di sana shgga mereka (kaum syi’ah) membuat spt Ka’bah pada tempat kuburanya shgga mereka berhaji dan berkiblat dlm sembayank akan syah bila menghadap ke kuburanya.

    Jgn kalian (penyembah gusdur) mengikuti tipu daya syaitan, ketika kalian menjadikan keramat dan berkah pada kuburan ‘kiyai’ dur, dan menjadikan obat semua penyakit apabila mengambil sesuatu dari kuburan ‘kiyai’ gusdur, karna kalian akan terperangah ketika penyakit yg kalian derita selama ini tiba2 sembuh karna saat itu syaitan akan memanfaatkan kebutaan kalian, dan syaitan rela dan ridho menyembuhkan pnyakit kalian dgn di tukar dosa besar kesyirikan kalian. Bila hal itu kalian lakukan.
    Wassalam.

  72. ajidwi berkata:

    in gus dur we trust…

  73. abisyakir berkata:

    @ ajidwi…

    In gus dur we trust…

    Komentar: Nabi Saw pernah mengatakan, “Al mar’u ma’a man ahab-ba” (seseorang itu kelak di Akhirat akan bersama orang yang dia cintai).

    Sebagian warga NU mengklaim sangat mendambakan mendapat Syafa’at dari Nabi Saw. Tetapi sayang, mereka tidak menghargai Nabi, tidak pernah mau belajar Sunnah-nya, tidak mengimani sabda-sabdanya. Bila Nabi dilecehkan, mereka tidak membela. Bila ajaran Nabi direndahkan, mereka tidak mau tahu.

    Lalu apa yang mereka ikuti? Ya itu tadi, ajaran Gusdur. Paham Gusdur, agama Gusdur, ideologi Gusdur, metode Gusdur, jalan hidup Gusdur.

    Sayang sekali, mengaku cinta Nabi, tetapi berdusta, berbohong, membohongi Allah Ta’ala, ummat manusia, dan alam semesta. Pernahkah ada orang yang mengaku cinta Nabi, tetapi membenci Sunnah-nya, dan lebih cinta “sunnah” Gusdur? Ini sangat tidak mungkin.

    Sangat mengerikan nasib para pemuda Gusdur itu. Mereka hidup seperti sepotong plastik tas kresek yang diterbangkan oleh angin di angkasa. Mereka diterbangkan angin kesana kemari, tidak daya sama sekali. Mereka tak memiliki pijakan selain kebingungan belaka. Mereka mengaku menjadi pewaris Islam, pewaris ulama, pelanjut jalan KH. Hasyim Asyari. Tetapi nyatanya, mereka meniti jalan Gusdur, dalam mengingkari dan menentang Islam, serta berbohong kepada ummat manusia.

    Kasihan sekali memang…

    Adapun bagi non Muslim yang menyuka Gusdur, memujanya, mengatakan “in Gusdur we trust”, ya silakan saja. Jika selama ini mereka beragama non Muslim, bagaimana kita akan mencegah mereka untuk memuja Gusdur?

    AMW.

  74. Hari berkata:

    Assalamu’alaikum Wr Wb

    Dulu, sewaktu kuliah di Malang tahun 90-an, saya termasuk pengagum. Namun, sejak 5 bulan lalu, kekaguman itu hancur berkeping-keping. Tatkala saya mencari makna aspartam dan floride. Dan, mengetahui tentang apa itu freemasonry, JIL, dan lain sebagainya. Walaupun cuma secuil…

    Sejak itu, semua buku karangan orang-orang yang terlibat di dalam jaringan freemasonry, JIL, dan lain sebagainya, saya kumpulkan bersama anak saya. Sebelum membakar anak saya bertanya, “Mengapa?”

    Dulu, Bapak termasuk orang sesat. Mengagumi pemikiran mereka…. Mereka seakan menawarkan surga padahal nereka… Sekarang Allah menganugerahi ilmu kepada Bapak, sehingga Bapak mengetahui mana yang benar. Kalau tidak dibakar, Bapak khawatir pikiran anak-anak Bapak tercemar seperti Bapak dulu

    Sambil menggandengan tangan anak saya, “Mari kita bersama berdo’a. Do’a Nabi Ibrahim waktu memperbaiki Ka’bah bersama dengan Nabi Ismail… ‘Ya Allah, terimalah Amal kami. Sesungguhnya Engkau Maha Mendengar dan Maha Mengetahui'”

    Allahu Akbar. Sampeyan sudah diberi kemampuan untuk itu. Sementara saya masih menerapkan di lingkungan paling kecil. Belum memiliki keberanian seperti Sampeyan…. Saya tidak memiliki ilmu selain yang diberikan Allah kepada saya..

    Semoga Allah selalu melimpahkan rahmat kepada kita semua. Amin.. Amin.. Amin…

    Wasalamu’alaikum Wr Wb.

  75. abisyakir berkata:

    @ Hari…

    Terimakasih Pak atas dukungan Njenengan. Semoga dukungan ini, akan menjadi kebaikan di sisi Allah, dan menjadi berkah di muka bumi. Amin ya Karim. Matur nuwun. Salam kangge keluarga Njenengan!

    AMW.

  76. Amar Ma'ruf berkata:

    Sungguh Anda telah mendapat curahan Ni’mat, Rahmat, Karuni dan Hidayah-Nya wahai sdr Hari.

    Karna Anda d tuntun-Nya utk trus dlm proses pencarian kebenaran hngga sampai pd suatu yg haq, dan Anda trmasuk org2 yg berfikir.

    Semoga hal yg sama menular dan terjadi pd sdr/i kita yg cukup banyak msh keras kepala dlm menyembah agama sepilis, agama jil, agama ahmadiyah, agama syi’ah, sekte2 agama atw aliran agama atw agama yg meng-atas namakan dan menggunakan Simbol2 Islam yg Suci.

    Btw, sebelumnya maaf kalo saya mengungkit2 Anda (sdr Hari) tentang masa ‘jahiliah’ (5-6 bulan yg lalu kebelakang) Anda saat itu, bisa d ceritakan di sini yaitu bagaimana keras dan fanatiknya Anda pada jil, sepilis, dll saat itu. Karna mungkin hal itu bisa menjadi pelajaran buat kita bagaimana pemikiran rata2 penganut sesat itu.
    Spt Ibu Ustadzah Irene Handono yg kita tahu darinya dan membuktikan 2 Wasiat Rasullullah benar tentang kaum yg berat permusuhannya terhadap Islam adalah kristen plus yahudi.

    Ref dr saya buat sdr Hari, koleksi jg buku2nya Jerry D.
    Warsalam,

  77. seno berkata:

    Buat para pembela Gusdur, mestinya kalian itu bersyukur telah diingatkan oleh orang-orang seperti Abu Waskito ini.
    Tugas kita adalah saling mengingatkan, kalau kalian para gusdurmania tidak mau mendengar dan tetap berpegang pada kesesatan pemikiran Gus Dur, ya resiko dari jalan yang kalian tempuh sekarang, akan ada di tangan kalian sendiri.

  78. Hari berkata:

    Terimakasih..,

    Saya sih tidak terlalu fanatik pada JIL. Sewaktu pikiran melalang buana pada 90-an, JIL tidak ada.

    Waktu itu saya sedang mencari dan memilih jalan. Diantara jalan-jalan lain yang bertebaran. Ketika ketemu jalan yang mengabdi pada manusia melalui cabang-cabang HAM. Sekulerisme. dlsb.., saya merasa kok cocok. Lebih-lebih dikatakan bahwa itu bagian dari perjuangan Nabi Muhammad SAW.

    Saya bertambah makin yakin, tatkala pemikiran-pemikiran mereka ternyata banyak menyebar di media yang waktu itu dinilai sebagai barometer intelektual Indonesia (Prisma, CSIS, Kompas, dlsb). CIDES yang berusaha menandingi, ternyata tidak mampu bertahan lama…

    Sehingga saya larut dan benar-benar meyakini bahwa pemikiran mereka yang paling benar dan mampu mengangkat harkat dan martabat manusia.

    Walau sudah sekitar 3 tahun saya tidak langganan media apapun (dulu sempat langganan sampai 3 media sekaligus) juga hanya sesekali nonton TV, pemikiran saya masih sama dengan mereka.

    Saya berpendapat, inilah kekuatan mereka kalau sudah merasuk ke pikiran orang. Tanpa disuruhpun akan bergerak atau menolak terhadap sesuatu. Mirip intelejen, mungkin….

    Waktu mendapat pemahaman bahwa untuk melawan pikiran yang sudah kadung mendekam di pikiran dengan cara melawan ketenggeng-en, sayapun melakukannya.

    Contoh kongkrenya, waktu terjadi kecelakaan, mayoritas orang akan ketenggeng-en untuk beberapa saat. Saya tidak boleh. Begitu mendengar “brak…”, saya harus langsung bergerak. Dan, alhamdulillah itu berhasil saya lakukan.

    Karena Rahmat Allah-lah, alhamdulillah saya masih diberi kemampuan mengubah sikap atau pemikiran yang keliru…

    Oh… iya, maaf saya lupa, sejak 1,5 tahun lalu istri saya langganan Qiblati dan Kinan (untuk anak saya). Saya salah tadi mengatakan tidak langganan media apapun.

    Sejak 1,5 tahun lalu pula saya beli buku Kisah Para Nabi (Ibnu Katsir) dan Sirah Nabawi (2 jilid). Ketiga buku ini seakan menjadi pelita baru pemikiran dan gerak langkah saya.

    Tapi, ya itu… karena pemikiran mereka sudah menceram di otak saya, saya tetap meyakini bahwa ide-ide yang dibawa oleh mereka saya anggap benar dan harus diperjuangkan. Jadi, saya tidak merasa di persimpangan jalan.

    Tahunya kekeliruan mereka bermula saat istri mendapat SMS tentang bahaya Floride dan Aspartam. Itupun tidak langsung saya respon. Saya mulai browsing ke internet sekitar 2 bulan setelah itu.

    Saat itulah saya diberi pemahaman oleh Allah tentang freemasonry sampai ke akar-akar gerakannya. Sayapun mulai mengoreksi diri….

    Ya Allah…, ampunilah hambamu yang banyak berbuat salah….

    Dulu, barat sempat saya jadikan panutan. Terus waktu ke tanah haram 2008, saya merasa Indonesia salah. Saya tidak bisa berkomunikasi dengan jamaah lain yang bahasa keduanya adalah Perancis atau Arab. Sementara kita Inggris. Saat itu saya merasa kita salah meletakkan sandaran. Saya merasa kita seperti orang Amerika.

    Terus, saya menilai bahwa Arablah yang benar. Lama kelamaan, itu terbukti tidak benar. Yang benar hanya satu: Al Qur’an dan hadist Nabi Muhammad SAW.

    Kalau Qiblati, sepanjang menulis tentang syari’at, saya senang sekali dan saya ikuti. Tapi kalau sudah menulis yang kontroversi (seperti dimana Allah, arah qiblat dan fajar shodiq), saya meninggalkannya.

    Sekarang saya lebih ayem kalau membaca media atau buku yang berkaitan dengan syariat. Saya berusaha menghindari silang pendapat dan berbantah-bantahan. Saya ingin mendapat rahmat Allah sehingga Allah memasukkan saya ke dalam 70 ribu orang yang masuk ke surga tanpa dihisap (seperti yang saya baca di Kisah para nabi).

    Terimakasih atas saran sampeyan untuk membaca buku Jerry D. Cuma saya belum tahu siapa itu Jerry D, apa bukunya dan dimana saya bisa memperoleh..

    Setelah membaca hadist Bukhary, saya berpendapat seharusnya setiap orang Islam memiliki buku itu. Dan, menjadikan pedoman hidup. Kalau untuk pengambilan keputusan, lebih tepat kalau membaca dan memahami Kisah Para Nabi dan Sirah Nabawi. Tentu, Al Qur’an masih menjadi barometer paling utama…

    Salah seorang yang saya segani memberi nasehat: “Ingatlah guru tolang Sampeyan”. Itu saya ikuti. Saya membuat pengakuan kepada Allah. Dan alhamdulillah, Allah membuka banyak pintu kemudahan…

    Semoga Allah selalu melimpahi rahmat kepada kita semua… Amin… Amin… Amin…

  79. dudung berkata:

    maaf yah… yang menghujat gusdur. gak usah menjadi orang paling benar.

  80. aries berkata:

    yach, yang pro gusdur, sebaiknya sang idola didoakan saja. Eitst!! Siapa tahu masuk Surga… :)siapa tahu lho ya??

  81. ismatul izzah berkata:

    stlh komen2di baca smua, lucu juga,satu sisi menganggap bela alquran,satu sisi bela gusdur,udahlah mas,bpk,mbak dan konco2kabeh, ayo akur…ojo saling anggep benar dewe2,blm karuan kita yang anggap bela alquran menjalankan seluruh ajaran syariat secara utuh,dari kecil smp mati?….blm jaminan… masuk syurga, kalo kita melakukannya dgn ingin dipuji orang/sombong coba saya mau tanya bagi orang yang betul2bela alquran, apakah bpk/mas/mbak dan konco senantiasa menjalankan syariat secara utuh tanpa cacat satupun? atau senantiasa tdk mencela orang lain sedikitpun?senantiasa tdk lupa berdoa setiap prilaku sebagaimana yang diajarkan rasul muhammad? kadang kita banyak lupanya daripada ingatnya… silahkan aja anda berpegang teguh pd prinsip anda? juga aku mau tanya kpd bela gusdur?mengapa anda bela gusdur?anda suka humornya?suka ilmunya atau lainnya…seluruh perbuatan manusia pasti…pasti… dimintai pertanggung jawaban…comen2 diatas sangat …sangat tidak patut terjadi…ayo akur dalam menjaga keselamatan,kedamaian, dan stalibilitas …ojo karepe dewe… habis baca comen dari saya tolong jgn dikomentari… entar syetan ngajak kita bertengkar…syetan ada dimana2, ketika kita merasa baik maupun salah, ok…

  82. abisyakir berkata:

    @ Ismatul Izzah…

    Matur nuwun atas komentarnya. Semoga bermanfaat dan mengingatkan semua pihak, termasuk diri saya sendiri. Amin.

    Begini Mbak, untuk menjalankan amal Islam, kita tidak harus menunggu sampai mengamalkan semua ajaran Islam. Tidak begitu kaidahnya. Misalnya, ada orang mengatakan, “Al Qur’an itu kitab yang banyak pornografi.” Ini adalah perkataan munkar, bahkan bisa mengarah ke kufur. Kita tak harus menjalankan Islam semuanya dulu, baru mengingkari perkataan itu. Tidak demikian. Cara berpikir seperti itu salah.

    Dalam Islam itu, kita beramal sesuai ilmu yang dimiliki, beramal sesuai prestasi amal shalih yang ada, sesuai niat baik di hati, sesuai kesempatan dan kemampuan yang kita miliki. Maka itu dalam hadits Rasul Saw sering sekali mengatakan, “Man amana billahi wal yaumil akhir…” (siapa yang beriman kepada Allah dan Hari Kiamat). Hadits dengan kata-kata seperti ini sering kita baca. Apa pengertiannya? Jadi, untuk beramal shalih, Allah dan Rasul-Nya tidak mempersyaratkan hal-hal yang sulit, misalnya: “Barangsiapa sudah mengamalkan Al Qur’an dan As Sunnah secara konsisten, 100 %, lahir batin, dunia Akhirat…hendaklah dia berbuat begini begini.” Kalau ada syarat seperti itu, pasti tidak akan ada orang yang bisa beramal shalih.

    Mbak Isma… saya paham keadaan Anda. Mungkin sekian lama Anda dididik dengan pemikiran kaku tertentu, misalnya ikut saja apa kata ustadz, atau ikut saja apa kata guru ngaji, atau ikut saja ajaran dari pesantren, atau ikut saja apa kata orangtua, dll. Saya paham kondisi Anda. Oleh itu, ketika disodori sesuatu yang jelas-jelas sangat nyata, dan bukti-buktinya banyak, Anda keberatan untuk menerima. Sebab dalam mindset Anda, kebenaran itu harus mendapat persetujuan orang-orang yang Anda hormati terlebih dulu. Saya paham kondisi seperti ini.

    Saudariku…kalau Anda jujur, dan benar-benar jujur…Anda akan mendapati bahwa aktivis Islam (misalnya saya sendiri) dalam urusan dengan Gusdur dkk. kami hanyalah BEREAKSI. Kami tidak memprovokasi masalah. Kami hanyalah bereaksi atas tantangan2 yang terus diberikan oleh Gusdur. Posisi kami persis seperti posisi para pembela Gusdur ketika mengomentari tulisan2 disini. Mereka juga bereaksi atas tulisan2 disini.

    Semoga Allah membukakan pintu2 hidayah seluas-luasnya, untuk Anda, kami, dan para pembaca budiman blog ini. Amin ya Hadi.

    AMW.

  83. ar rayyan berkata:

    sikap seorang yg taklid buta,Allahu musta’an

  84. bowo berkata:

    alhamdulillah,
    akhirnya ada orang yang pintar dan berani mengemukakan kebenaran, di tengah tokoh2 di tengah masyarakat yang banyak mengandung kebatilan yang berselimut kabaikan…
    subahanallah…

  85. firdaus berkata:

    Alhamdulillah … masih ada yang berani menyampaikan kebenaran untuk menjaga aqidah umat dari paham sesat liberal, sekuler, pluralisme dll, meski para begundal pendukung yahudi itu menjadi emosi taklid kepada yang katanya kyai padahal cuma jongos yahudi laknatullah alaih.
    Terus berjuang akhi abisyakir banyak dari kami umat yang mukhlis insya Alloh, yang mendukung antum untuk berjuang menegakkan syariah Alloh, barakAllahu fikum

  86. Abdurahaman berkata:

    Buku ko ga mutu mutu… kembali lagi ke surat Al kafirun, katanya penulis ahli meresapi al qur’an.

  87. adrian paul berkata:

    saudara abisyakir : mengutarakan kebenaran dari dloe sampai akhir zaman memang bagai menggenggam bara yang amat panas. terima kasih sudah ada orang seperti anda ,pak hartono ahmad jaiz juga . semoga apa yang anda sampaikan menjadi pahala bagi anda di akherat. amin

  88. adrian paul berkata:

    bagi para pengagum gus dur kelaut aja deh,jangan ikutan forum kayak gini ,ntar nggk mudeng lagi .kebanyakan pendukungnya bersikap taklid buta ama “wali” yang satu ini. dasar alay

  89. abisyakir berkata:

    @ Adrian Paul…

    Amin Allahumma amin. Semoga pahalanya juga untuk Anda, pembaca Muslim budiman, dan Ummat kita. Amin ya Mujib.

    = Me =

  90. muslim berkata:

    Allaahumma innaa nas-aluka salaamatan fiddiini, wa’aafiyatan fil jasadi, wa ziyaadatan fil ‘ilmi, wa barakatan fir-rizqi, wa taubatan qablal mauti, wa rahmatan ‘indal mauti, wa maghfiratan ba’dal mauti.

    -sugeng tindak, Gus…

  91. santi berkata:

    Netral sj deh. Yg bikin sdkt snewen, yg pro gusdur yg comen2 tu sdh bc bukunya blm ya? Kl blm n hy menduga2 sj sj ya g berkualitas comennya. Btw, kta d bri akal tuk brpikir sharusnya kta membuka pikiran pd smua info yg br lalu kta telaah dg matang & bijak lg kbenarannya. Krn d dunia ni tiada kbenaran yg mutlak slain Alquran, Hadist. Jd apa yg d anggap bnr blm tentu bnar demikian jg sbaliknya

  92. santi berkata:

    I bkn pro/kontra GD. I blm bc bk ni. I prnh bc vivanews ttg anugrah medali tu, yg jd pemikiranq tanda tanyaq knp dia kok mau trima ya? Pdhl sbg kyai bsr & brilmu pengetauan byk mestinya tau siapa sbnrnya, sepak trjang & ltr blakang sang pembri tu. I g mau rasis, g mslh kl yg membri tu lembaga yahudi brpaham taurat, pdhl nyatanya yg membri tu trnyata yahudi talmudian (brpaham talmud)

  93. santi berkata:

    tambahan lg. Yahudi talmudian tu beridiologi zionist yg brsifat rasis. Bhkn d brita tu jg mengatakn smp mencium medalinya sgala & meneteskn airmata(kl tindakan yg trakir ni lupa2 ingat). Ada kok fotonya, mgk skrg d youtube jg dah da. Jd, ada apa & knp dg GD ya?

  94. irres ponorogo berkata:

    Jangan Lupa mampir blog ane http://www.pono-ragan.blogspot.com,,, HANCURKAN JIL DAN ANTEK ANTEKNYA, Jangan menyerah Ustadz jangan takut, smoga para ABG (Anak Buah Gusdur) Pada Tobat,,Amiin

  95. irres ponorogo berkata:

    Jangan Lupa mampir blog ane http://www.pono-ragan.blogspot.com

    HANCURKAN JIL DAN ANTEK ANTEKNYA, Jangan menyerah Ustadz jangan takut, smoga para ABG (Anak Buah Gusdur) Pada Tobat,,Amiin

  96. Taufik Bilfagih berkata:

    Sukses buat diskusinya…
    Semoga menjadi media utk kedewasaan bersama… Saya udah baca bukunya… salut…

    Namun Sayang, kacamata yg digunakan penulis bukan bagian dari komunitas Gusdur, sehingga penilaiannya(benar/tidak/objektiv/subjektiv) tetap saja tidak berimbang…

    Kalau tadinya penulis adalah komunitas NU, mungkin jadi asyik.
    Sama halnya yg bicara matematika ahli filsafat, jadi nda conect… pasti nda berimbang… meskipun itu sebuah kebenaran…

    salam hormat selalu…
    jangan berhenti berkarya kawan…

    semoga Gus dur istirahat dengan tenang
    semoga penghujatnya di ampuni Allah yg Kuasa…
    semoga para pecintanya diberi obat kerinduan…

    salam…
    Taufik Bilfagih
    pengagum gagasan gusdur

  97. Taufik Bilfagih berkata:

    oia hampir Lupa…

    “Lho, bagaimana dengan kisah Fir’aun, Qarun, Haman, Abrahah, Abu Jahal, Abu Lahab, dll yang disebut dalam Al Qur’an? Apa tidak cukup itu sebagai bukti, bahwa orang mati kalau berada dalam jahiliyah, tidak apa-apa dicela, sebagai peringatan agar manusia yang hidup tidak melakukan perbuatan itu.

    Apa yang saya lakukan terhadap Gus Dur adalah semata-mata menjelaskan kesalahannya menurut Syariat Islam. Dan mengajak masyarakat agar tidak silau oleh pemberitaan media-media massa yang berlebihan memujinya. ”

    bagi saya, Hujatan Qur’an nda bisa disamakan dengan hujatan yg Mas lakukan…

    Qur’an jelas author-nya, Tuhan… jadi Ia berkuasa…
    Saya takut, malah ketika jenengan ikut menghujat manusia, sampean dah Jadi “TUhan”///

    afwan…

  98. abisyakir berkata:

    @ Taufik Bilfaqih….

    Bagi saya, Hujatan Qur’an nda bisa disamakan dengan hujatan yg Mas lakukan… Qur’an jelas author-nya, Tuhan… jadi Ia berkuasa…Saya takut, malah ketika jenengan ikut menghujat manusia, sampean dah Jadi “TUhan”. afwan…

    Komentar:

    Matur nuwun Pak, sudah mampir kesini. Matur nuwun juga atas komentarnya.

    Sekarang begini, Pak Bilfaqih, nuwun sewu, saya akan ingatkan Anda dengan pelajaran anak-anak kecil.

    Apakah pernah ayah Anda dulu memberi pelajaran tentang moral? PASTI lah, ayah Anda mengajari itu.
    Mungkin, disana ayah Anda pernah mengatakan, “Jangan nyolong Le. Nyolong itu haram, merugikan orang lain.”
    Mungkin juga ada pelajaran, “Nak, kamu jangan berzina. Berzina itu dimurkai Tuhan.”
    Mungkin juga ada pelajaran, “Nak, kamu kalau jadi pejabat, jangan korupsi. Korupsi itu mematikan rakyat banyakj.”

    Sekarang begini, darimana Bapak yakin bahwa mencuri, berzina, korupsi itu jahat, merusak, merugikan orang lain? Dari mana, Pak.

    Pasti Anda akan mengatakan, “Ya, agama kami mengajarkan, bahwa perbuatan-perbuatan itu salah.” Ya, begitulah sikap seorang Muslim.

    Jika demikian, apakah Anda bisa menerima, ketika ada pencuri yang mengatakan, “Jangan sok sucilah, Bilfaqih. Kamu bukan Tuhan. Kamu tidak boleh memvonis kami. Kamu jangan jadi Tuhan, wahai Bilfaqih. Biarkan Tuhan sendiri yang menilai kami!”

    Anda bisa menerima pandangan seperti itu, Pak Bilfaqih?

    Atau, ada pezina yang mengatakan, “Jangan sok munafik kamu. Kamu mau mengadili kami, kamu menuduh kami pezina. Padahal kamu bukan Tuhan. Biarkan Tuhan saja yang mengadili kami dari langit sana. Kamu jangan ikut-ikutan.”

    Nah, begitulah sebagian pemikiran nyeleneh yang laku keras di kalangan Nahdhiyin, sejak Gusdur merajalela disana. Komitmen manusia kepada agama, disebut mau mengambil wewenang Tuhan. Tetapi pada saat yang sama, orang-orang aneh ini, tidak henti-hentinya menyerang Muslim lain dengan sebutan: radikal, ekstrem, garis keras, Wahhabi, Thaliban, utopis, tekstualis, puritan, ortodoks, dll.

    Kita tidak boleh membantah mereka. Tetapi mereka terus teriak-teriak menuduh orang lain dengan aneka tuduhan jahat. Fa aina bil ‘adalah? Mafhum, wal ‘adalah laisa fihim syai’an.

    AMW.

  99. Taufik Bilfagih berkata:

    “Sekarang begini, darimana Bapak yakin bahwa mencuri, berzina, korupsi itu jahat, merusak, merugikan orang lain? Dari mana, Pak.

    Pasti Anda akan mengatakan, “Ya, agama kami mengajarkan, bahwa perbuatan-perbuatan itu salah.” Ya, begitulah sikap seorang Muslim. ”

    Tanpa ajaran agama pun, tindakan demikian tidak dibenarkan. itu bukan hanya sikap seorang Muslim. Tpi sikap semua manusia yang membutuhkan ketengan, kesejahteraan dan keadilan.

    “Jika demikian, apakah Anda bisa menerima, ketika ada pencuri yang mengatakan, “Jangan sok sucilah, Bilfaqih. Kamu bukan Tuhan. Kamu tidak boleh memvonis kami. Kamu jangan jadi Tuhan, wahai Bilfaqih. Biarkan Tuhan sendiri yang menilai kami!”

    Anda bisa menerima pandangan seperti itu, Pak Bilfaqih? ”

    Pandangan demikian perlu dikritik (tanpa perlu di hujat yang jauh dari adab seorang Muslim), Namun pelakunya punya hak jawab, hak individu sesuai dengan batas ekspresi pengetahuan ia dalam beragama. Dan saya pun menerima jawaban tersebut. Karena saya bukan hakim!

    “Nah, begitulah sebagian pemikiran nyeleneh yang laku keras di kalangan Nahdhiyin, sejak Gusdur merajalela disana. Komitmen manusia kepada agama, disebut mau mengambil wewenang Tuhan. Tetapi pada saat yang sama, orang-orang aneh ini, tidak henti-hentinya menyerang Muslim lain dengan sebutan: radikal, ekstrem, garis keras, Wahhabi, Thaliban, utopis, tekstualis, puritan, ortodoks, dll. ”

    Tuduhan tersebut bukan hujatan, seperti yg menjadi gaya Mas menghujat Muslim yang lain (Gusdr Cs). Tuduhan tersebut bagian dari sebuah realitas yg terjadi di sebagian Muslim Indonesia. Yang tak mau menerima eksistensi ke-Indonesia-an. Dan tuduhan tersebut bukan hanya di tujukan kepada mereka yg diluar dari barisan Nahdliyain, melainkan kepada siapa saja yg benar2 berprilaku demikian. Jenengan tak perlu tersinggung jika tidak masuk pada datar tuduhan tersebut.

    Tuduhan di atas merupakan kritik bagi kita yang tak kuasa ber Islam sesuai dengan konteks kebangsaan kita. Bagi saya lagi, Kita ini orang Indonesia yg secara kebetulan beragama Islam, Kristen, Budha, Konghucu, Hindu dll… Bukan orang yg beragama Islam cs yang secara kebetulan tinggal di Indonesia.

    Kembali kepersoalan tulisan sampean di buku tersebut lagi-lagi bagi saya “bias”. Krena anda membaca Gusdur dari kaca mata kebencian terhadapnya… bukan dari semangat kecintaan sesama Muslim, sesama warga negara Indonesia bahkan bukan sebagai Manusia Cipataan Sang Khalik.

    Terimkasih atas pelajaran anak-anak kecil yang disodorkan kepada saya. setidaknya saya belajar ulang bagaimana menjadi arif…

  100. abisyakir berkata:

    @ Taufiq Bilfaqih…

    Matur nuwun sampun purun diskusi, alhamdulillah.

    Tuduhan tersebut bukan hujatan, seperti yg menjadi gaya Mas menghujat Muslim yang lain (Gusdr Cs). Tuduhan tersebut bagian dari sebuah realitas yg terjadi di sebagian Muslim Indonesia. Yang tak mau menerima eksistensi ke-Indonesia-an. Dan tuduhan tersebut bukan hanya di tujukan kepada mereka yg diluar dari barisan Nahdliyain, melainkan kepada siapa saja yg benar2 berprilaku demikian. Jenengan tak perlu tersinggung jika tidak masuk pada datar tuduhan tersebut.

    Komentar: Saya bisa lho Pak menjawab dengan gaya Bapak, bahwa kalimat Bapak berikut “seperti yg menjadi gaya Mas menghujat Muslim yang lain (Gusdr Cs)“, ini bisa masuk kategori tuduhan juga kan? Saya itu Pak kalau ke sesama Muslim, asalkan tidak parah-parah amat, tidak akan “menghujat” mereka. Ya, Bapak bisa baca-baca lah dalam track diskusi disini.

    Gusdur itu gimana ya…sudah kelewatan sih. Sudah sulit diterima akal sehat. Ya, mungkin bagi para pengagum Gusdur, dirinya memiliki sekian banyak kebaikan. Karena para pengagum Gusdur itu dijanjikan 2 hal oleh Gusdur, yaitu: a. Boleh berbuat dosa yang melanggar Syariat Islam, karena tafsiran Gusdur atas Syariat sangat permissif. b. Mereka dijanjikan syurga, meskipun dirinya jauh dari Syariat Islam. Jangankan orang Muslim, yang non Muslim saja dijanjikan syurga oleh Gusdur. Nah, dua “janji” ini yang membuat para pengagum Gusdur merasa mendapat payung yang melegakan hati. Kata mereka, “Kalau tanya ustadz-ustadz garis keras, isinya neraka melulu. Mending nanya Gusdur saja. Banyak yang lucu-lucu. Nanti masuk syurga lagi.”

    Alhamdulillah, dengan ijin Allah, saya paham “ilmu-nya” para pengagum Gusdur ini. Mereka sebenarnya hatinya merasa dosa; tetapi tidak kuasa menatap dosa itu. Lalu mereka mencari cermin dalam hidup Gusdur, karena dalam “cermin” bermerk Gusdur ini tidak ada ancaman neraka, siksa, tetapi ada janji syurga, ampunan, dan seterusnya. Sama seperti kaum Kristiani, sejahat apapun seorang Kristen tetap dijanjikan akan mendapat syurga. Hanya Islam saja agama yang “ketat” menjanjikan syurga.

    Tuduhan di atas merupakan kritik bagi kita yang tak kuasa ber Islam sesuai dengan konteks kebangsaan kita. Bagi saya lagi, Kita ini orang Indonesia yg secara kebetulan beragama Islam, Kristen, Budha, Konghucu, Hindu dll… Bukan orang yg beragama Islam cs yang secara kebetulan tinggal di Indonesia.

    Komentar: Sekitar tahun 2002-an, saya pernah mengatakan ke seorang kawan kerja. “Saya ini orang Indonesia, tetapi saya Muslim.” Jadi kaidah umumnya Indonesia, tetapi kaidah khususnya adalah Islam. Artinya, keislaman menjadi penegas dan pembatas. Lalu teman itu mengatakan, “Mengapa tidak dibalik? Saya ini orang Muslim, tapi saya orang Indonesia?” Waktu itu saya tidak sampai diskusi secara serius, hanya tertawa-tawa saja. Di kemudian hari saya mendengar perkataan Shalahuddin Wahid, “Saya ini Muslim, tetapi hidup dalam bingkai keindonesiaan.”

    Dalam pelajaran-pelajaran dakwah Islam, ada satu ungkapan, “Al Islamu qabla kulli syai’in” (keislaman mendahului apapun yang lain). Karena saya Muslim, saya meyakini hal itu, sebagai konsekuensi makna Muslim. Muslim kan artinya, berserah diri mengikuti tuntunan Allah dan Rasul-Nya. Atau dalam bahasa Qur’ani dikatakan, “athi’ullaha wa ‘athiur rasul.” Seseorang mengaku Muslim, tetapi memberikan syarat-syarat dalam keislamannya, maka hal ini tidak benar. Misalnya ada yang mengatakan, “Saya mau Islam, asal saya boleh begini dan begitu.” Kalau syarat itu tak dipenuhi, mungkin dia tak mau masuk Islam.

    Orang yang berpandangan melebihkan nation dari The Religion, mereka akan memeluk agama apa saja, sesuai mayoritas agama di negara tempat dia berada. Kalau di China, mereka akan tidak beragama; kalau di Amerika, Italia, India, dll. akan lain lagi. Ini namanya sikap TIDAK TEGUH PILIHAN. Mungkin karena merasa ilmunya sudah seluas Samudra Atlantik, akhirnya merasa ringan ketika “bercanda” dengan batasan-batasan agama. Nas’alullah al ‘afiyah.

    Kembali kepersoalan tulisan sampean di buku tersebut lagi-lagi bagi saya “bias”. Krena anda membaca Gusdur dari kaca mata kebencian terhadapnya… bukan dari semangat kecintaan sesama Muslim, sesama warga negara Indonesia bahkan bukan sebagai Manusia Cipataan Sang Khalik.

    Komentar: Kan ada hadits Pak yang bunyinya, “Man laa yarham laa yurham” (siapa yang tidak mengasihi, tidak akan dikasihi). Bagaimana mungkin saya pribadi akan sayang, hormat, atau santun ke Gusdur, wong dia sendiri sangat KERAS wataknya kepada para aktivis Islam. Di mata Gusdur, para aktivis Islam ini tak ada benernya sama sekali. Salah terus, salah, salah, salah saja. Selama puluhan tahun Gusdur begitu peduli dengan perasaan kaum Nashrani-Yahudi, sementara dia tega terus-menerus menyakiti perasaan para aktivis Islam di Indonesia. Dendam kesumat Gusdur kepada aktivis Islam ini tak terbantahkan lagi. Tahun 90-an dia pernah menghasut Soeharto agar memberangus aktivis Islam, karena dikhawatirkan akan menjadi seperti FIS di Aljazair.

    Anda dan orang semisal Anda kan pintar berkelit-kelit dengan bahasa “bias”, “perspektif berbeda”, “rasa keindonesiaan”, “spirit humanis”, dan sebagainya. Tetapi intinya ya sulit menerima kebenaran orang lain, meskipun sudah sangat jelas di depan mata.

    Terimkasih atas pelajaran anak-anak kecil yang disodorkan kepada saya. setidaknya saya belajar ulang bagaimana menjadi arif…

    Komentar: Sungguh Pak, saya tahu kalimat seperti itu tidak santun, alias kurang ajar. Tetapi hati saya jengkel dengan retorika semacam itu. Satu sisi, kalau mereka dikoreksi, bertameng dengan kalimat, “Jangan menghakimi. Hanya Tuhan yang boleh menghakimi.” Tetapi giliran mereka mencela kami, mereka tidak ingat sama sekali dengan teori, “Hanya Tuhan yang boleh mencela.” Ini kan sikap lacur.

    Jadi, lebih karena jengkel saja, lalu keluar pernyataan begitu. Meskipun pada akhirnya…kawula nyuwun agunge pangapunten dateng Njenengan, mugi Gusti Allah purun paring pangapura dumateng kula. Allahumma amin. Sepindah maleh, nyuwun pangapuntenipun.

    AMW.

  101. Taufik Bilfagih berkata:

    Heheh… Mantap Mas…
    Sepengetahuan saya, yg dilakukan Gusdur adlah “berteriak” menghambat lajunya tafsir2 keagamaan yg “kaku” hingga mnyebabkan terjadinya berbagai radikalisasi gerakan (artinya, kalau kaku tp damai dan sejahtera ya nda problem. inikan kebnyakan efeknya sangat negatif, apalagi trkait harmonisasi dalam pergaulan hidup)… jadi kalau sampean aktivis islam yg berdakwah nahi mungkar namun tak mmbawa kekerasan (meski terkadang tafsir keagamaannya konservatif) ya monggo-monggo saja…

    “Orang yang berpandangan melebihkan nation dari The Religion, mereka akan memeluk agama apa saja, sesuai mayoritas agama di negara tempat dia berada. Kalau di China, mereka akan tidak beragama; kalau di Amerika, Italia, India, dll. akan lain lagi. Ini namanya sikap TIDAK TEGUH PILIHAN. Mungkin karena merasa ilmunya sudah seluas Samudra Atlantik, akhirnya merasa ringan ketika “bercanda” dengan batasan-batasan agama. Nas’alullah al ‘afiyah.”

    Siapa Mas yg melebihkan Nation dari Religion???Setahu saya yg ada hnya “mengadaptasikan” (shalih li kulli zaman wa makaan) konteks lokalitas dengan nilai2 agama, tanpa mengurangi kadar keimanan apalagi berpindah2 agama… (lagi2 ini tuduhan).

    Pembelaan Gusdur terhadap kaum minoritas semata2 untuk memberikan kesempatan ketenangan hidup yg dijamin oleh UU. Kesempatan terhindar dari ancaman2 dari penguasa dan kelompok2 yg mengkerdilkan kebebasan diri.

    Tapi sudahlah,,, namanya tafsir tak pernah berujung dan bertepi. Gusdur bukan manusia sempurna yg bebas dari kelemahan… pengikut pikiran dan tindakannya banyak yg perlu dipreteli juga termasuk saya… tapi mas yakin saja, semua berniat untuk kebaikan kok. mungkin dalam pandangan mas mereka keliru, dan mreka pun mnganggap Mas perlu dibersihkan lagi pikirannya.

    Sy uda baca Semua alur diskusi ini… Mungkin tidak terlihat bahasa2 mas yg “radikal” (bhsa pasarnya caci maki), namun, sangat disayangkan Mas “hampir” menyamakan Gusdur dengan Fir’aun, Ab Jahal, Lahab dan figur2 yg dihujat Qur’an…. saya kira itu tamsil yg kurang tepat.

    “tetapi hati saya jengkel dengan retorika semacam itu. Satu sisi, kalau mereka dikoreksi, bertameng dengan kalimat, “Jangan menghakimi. Hanya Tuhan yang boleh menghakimi.” Tetapi giliran mereka mencela kami, mereka tidak ingat sama sekali dengan teori, “Hanya Tuhan yang boleh mencela.” Ini kan sikap lacur. ”

    insya Allah itu bukan tipe saya… Boro2 bicara demokrasi namun memberangus kepercayaan dan prinsip orang lain sama halnya dengan “pelacur”, dan di kelompok2 pengagum gusdur seperti ini, biasanya mereka yg tidur hari2 bersama buku2 Charles Kurzman cs.

    Islam ala Barat tertolak… Islam la Arab tidak akan berhasil di Indonesia…
    Karna Islam ala Indonesia punya karakter tersendiri… biarkan ia mengalir…

    Jika Islam datang ke Indonesia pada mulanya dengan gaya teks kedua idiologi impor di atas, niscaya kedatangannya akan terhambat… bersyukur muballgh kita pandai membca situasi,,,, dan ini bukan berkelit mas…

    Silahkan lanjut mas,,, saya banyak belajar dari jenengan. setidaknya belajar agar terhindar tafsir keagamaan seperti Mas… heheheh… afwan. saya tunggu karya selanjutnya… salut.

  102. abisyakir berkata:

    @ Taufik Bilfagih….

    Sepengetahuan saya, yg dilakukan Gusdur adlah “berteriak” menghambat lajunya tafsir2 keagamaan yg “kaku” hingga mnyebabkan terjadinya berbagai radikalisasi gerakan (artinya, kalau kaku tp damai dan sejahtera ya nda problem. inikan kebnyakan efeknya sangat negatif, apalagi trkait harmonisasi dalam pergaulan hidup)… jadi kalau sampean aktivis islam yg berdakwah nahi mungkar namun tak mmbawa kekerasan (meski terkadang tafsir keagamaannya konservatif) ya monggo-monggo saja…

    Fakta: Gusdur juga menyerang ICMI, bank Syariah, Adi Sasono, PPP (waktu itu di bawah Ismail Hasan Metareum), menyerang kalimat “assalamu’alaikum”, menyerang gerakan anti pornografi; malah menyerang Matori Abdul Jalil, PKB, Muhaimin Iskandar. Padahal semua ini tak ada yang disebut kaum radikal. Masak orang PKB radikal sih…

    Siapa Mas yg melebihkan Nation dari Religion???Setahu saya yg ada hnya “mengadaptasikan” (shalih li kulli zaman wa makaan) konteks lokalitas dengan nilai2 agama, tanpa mengurangi kadar keimanan apalagi berpindah2 agama… (lagi2 ini tuduhan).

    Fakta: Gusdur merestui nama PKB (Partai Kebangkitan Bangsa), bukan PKU (Partai Kebangkitan Ulama) seperti nama NU sendiri. Maybe Anda tidak termasuk yang begitu, alhamdulillah. Maaf kalau saya sudah “menuduh”, meskipun kalimatnya dibuat umum.

    Pembelaan Gusdur terhadap kaum minoritas semata2 untuk memberikan kesempatan ketenangan hidup yg dijamin oleh UU. Kesempatan terhindar dari ancaman2 dari penguasa dan kelompok2 yg mengkerdilkan kebebasan diri.

    Fakta: Kalau non Muslim jadi korban, Gusdur semangat membela. Kalau Muslim jadi korban di NTT, Maluku Utara, Ambon, Poso, Sampit, Sambas, Aceh, Tanjung Priok, dll; Gusdur malah menggoblok-goblokkan kaum Muslim. Lawan disakiti marah, kawan disakiti diam.

    Tapi sudahlah,,, namanya tafsir tak pernah berujung dan bertepi. Gusdur bukan manusia sempurna yg bebas dari kelemahan… pengikut pikiran dan tindakannya banyak yg perlu dipreteli juga termasuk saya… tapi mas yakin saja, semua berniat untuk kebaikan kok. mungkin dalam pandangan mas mereka keliru, dan mreka pun mnganggap Mas perlu dibersihkan lagi pikirannya.

    Fakta: Gusdur ketua Fordem, semua orang tahu. Gusdur saat jadi presiden, berkali-kali tak mau datang saat diundang DPR. Orang pro demokrasi ya harusnya “gemana getoh”?

    insya Allah itu bukan tipe saya… Boro2 bicara demokrasi namun memberangus kepercayaan dan prinsip orang lain sama halnya dengan “pelacur”, dan di kelompok2 pengagum gusdur seperti ini, biasanya mereka yg tidur hari2 bersama buku2 Charles Kurzman cs.

    Fakta: alhamdulillah, matur nuwun sangat informasi pun.

    Islam ala Barat tertolak… Islam la Arab tidak akan berhasil di Indonesia… Karna Islam ala Indonesia punya karakter tersendiri… biarkan ia mengalir… Jika Islam datang ke Indonesia pada mulanya dengan gaya teks kedua idiologi impor di atas, niscaya kedatangannya akan terhambat… bersyukur muballgh kita pandai membca situasi,,,, dan ini bukan berkelit mas…

    Fakta: “Celakanya” menurut sejarawan Prof. Mansyur Suryanegara, para dai yang dakwah ke Indonesia dari Arab, bukan dari Gujarat India. Teori Gujarat katanya buatan Belanda. “Celakanya seri 2” bangsa Indonesia sudah 350 tahun dijajah bangsa Barat. Bangsa Barat itu pasti sudah menanamkan banyak “nilai2 dakwah” versi mereka. “Celakanya seri ke-3” -maaf bagi yang mulai bosan dengan isu “kecelakaan”-, kalau bicara dakwah Islam jaman dulu, kita hanya fokus ke “gamelan Sunan Kalijogo”. Lha, fakta kaum Arab dan Barat itu sering dilupakan.

    Dan “tidak celakanya” -alhamdulillah-, kalau kita terus mencari cara dakwah terbaik. Mencari dakwah yang paling hikmah. Meskipun saya sendiri terus meraba-raba, yang hikmah itu yang bagaimana? Waktu terus berlalu, manusia terus belajar, mengejar kebenaran; sampai di titik tertentu, dimana ilmunya dicukupkan seiring dicukupkan pula nikmat & kehidupan (baca: ajal telah sampai).

    “Manusia bijak adalah manusia yang selalu ingat, dimanapun dan kapanpun, bahwa dirinya pasti akan mati; lalu melakukan sesuatu yang bermanfaat untuk mencapai status kematian yang terbaik.”

    Matur Nuwun.

  103. mantan pengikut gusdur berkata:

    @para pembela gusdur:
    Semua orang bisa dibantah ucapan/ajarannya, kecuali ucapan/ajaran Rasulullah. Apalagi seorang gusdur, ia bukan nabi.
    Yang kita ikuti itu kebenaran, bukan orang. Kalo orang bisa salah, bisa benar.
    Saya tanya pada yang getol membela gusdur: panutan kalian itu sebenarnya Nabi Muhammad atau gusdur? Saya nggak bisa mbayangkan gimana kelak kalian kalo bertemu dengan Rasulullah di akhirat?

    @Abu Muhammad Waskito:
    Semoga Allah merahmatimu, memudahkan setiap langkah perjuanganmu membela dien ini. Amiin

  104. Hamba Allah Anti Gusdur berkata:

    Memang beginilah adanya….yg taklid buta plus tukang kultus dah g perlu mikir, salah/benar gus dur lah panutan mereka….. Mungkin inilah salah satu fakta dalam ayat Al-Qur’an yg kurang lebih maksudnya, diseru ato g diseru sama saja, mereka punya mata tapi buta, punya telinga, tapi tuli, punya otak, tp g mikir, punya hati cm sebagai pelengkap organ tubuh.

    @AMW: Sudah lama sy nantikan buku2 seperti ini. Saya juga punya buku yang senada Judulnya “Ketika Kyai Diper-Tuhan-kan.” Lanjut trus mas…aku dan Insya Allah yang masih mengidolakan Nabi Muhammad mendukungmu.

  105. abisyakir berkata:

    @ Mantan Pengikut Gusdur…

    Amin Allahumma amin ya Akhi. Semoga kebaikan serupa juga dilimpahkan kepadamu, keluargamu, serta kaum Muslimin. Allahumma amin.

    AMW.

  106. abisyakir berkata:

    @ Hamba Allah…

    Syukran jazakumullah khair Akhi atas apresiasinya. Semoga Allah Ta’ala selalu merahmati kita semua. Allahumma amin.

    AMW.

  107. ahmad berkata:

    subhanalLah, diskusi ini sampai setahun lebih!
    pak AMW ini umurnya berapa sih?

    semoga masih diberi umur yang panjang, diberi keberkahan dalam umurnya, dimudahkan sebagian besar urusannya, diluaskan rizkinya dengan keberkahan yang banyak, ditambahi ilmunya, disehatkan jiwa raganya, diselamatkan dari pikiran2 sesat, dan terus diberi kekuatan serta semangat mengawal islam di indonesia dari cengkeraman pikiran2 jahat,

    terus menulis ya pak!
    salam dari saya dan keluarga.

  108. Haykal berkata:

    Komen2 negatif diatas persis seperti yg terjadi pd saya. Setelah sy baca buku tersebut dan sy tunjukkan pd temen saya yg abg (anak buah gusdur). Menurut saya rata2 abg2 tsb blm membaca sama sekali isi buku tsb. Baru melihat sampul, kata pengantar, ataupun ringkasan yg ada disampul belakang, Langsung bereaksi keras. Waduh junjungan saya dihina nih!
    Saya terlahir di lingkungan NU, didikan Nu, keluarga besar saya fanatik NU, bahkan kedua paman dan uwak saya menjadi petinggi NU di kota kami. Tapi alhamdulillah keluarga saya bersifat objektif utk menilai siapa yg baik dan tidak. Siapa yg membela islam siapa yg tdk.

    @AMW: semoga Allah senantiasa memberikan rahmat kepadamu, dan tetaplah dijalan yg diridhoi Allah. Amin.

  109. Hamba Allah Anti Gusdur berkata:

    @Haykal : Salut ma ente…memang sebagai umat Islam kita harus punya akidah yg jelas. Unzhur maa qaala wa laa tanzhur man qaala…biar kita g nelen mentah2 apa yg orang lain katakan…apalagi hanya manusia biasa yg tidak mempunyai ke-ma’shum-an. Makanya kadang sy g abiz pikir, roh (baca: setan) mana yang merasuki pikiran mereka (kalau malaikat kn g mungkin).

  110. abisyakir berkata:

    @ Mas Haykal…

    Alhamdulillah. Terimakasih sekali Mas, barakallah fikum wa fi ahlikum jami’an. Amin Allahumma amin, semoga rahmat yang melimpah juga dilimpahkan kepada Anda dan keluarga. Amin.

    AMW.

  111. abisyakir berkata:

    @ Ahmad…

    Amin Allahumma amin. Terimakasih, jazakumullah khair Pak. Semoga kebaikan yang sama juga diberikan kepada Anda, keluarga, dan orang-orang yang Anda cintai. Allahumma amin. Trimakasih atas segala apresiasinya. Salam juga dari kami untuk keluarga Anda semua. Wassalamu’alaikum warahmatullah wabarakatuh.

    AMW.

  112. zahra berkata:

    ustad…diskusi antum membuka pikiran saya….syukron ustad,baraka Allah fiekum

  113. singo berkata:

    Penulis Sombong …..

  114. Anas Zaend berkata:

    Abu Muhammad Waskito / Abisyakir… pertanyaan saya kpd anda cm 1, Apa hukumnya seorang Muslim apabila menuduh “Kafir” thdp sesama saudara Muslim, itu yg perlu anda pelajari Haditsnya guna bukan sekedar utk mnjawab pertanyaan saya melainkan agar anda khusnul khotimah,Amin….

  115. abisyakir berkata:

    @ Anas Zaend…

    Abu Muhammad Waskito / Abisyakir… pertanyaan saya kpd anda cm 1, Apa hukumnya seorang Muslim apabila menuduh “Kafir” thdp sesama saudara Muslim, itu yg perlu anda pelajari Haditsnya guna bukan sekedar utk mnjawab pertanyaan saya melainkan agar anda khusnul khotimah. Amin….

    Jawab:

    Dalam masalah takfir (menuduh seorang Muslim kufur) ada 3 pendapat:

    Pertama, yang bermudah-mudah menyebut Muslim kufur, tanpa alasan yang benar. Nah, ini perbuatan kaum Khawarij yang sesat.

    Kedua, mengingkari kekufuran seseorang meskipun sudah banyak bukti2 bahwa orang tertentu sudah kufur. Nah, ini perbuatan kaum Murji’ah yang sesat. Banyak kaum NU berada di titik ini. Mereka membiarkan seseorang disebut Muslim meskipun dia sudah mengatakan, “Menurut saya, kitab suci paling porno di dunia adalah Al Qur’an. Ha ha ha…” Di mata mereka, ucapan seperti ini TIDAK KUFUR, karena diucapkan seorang cucu hadratus syaikh. Tapi kalau orang biasa mengucapkan itu, akan mereka bantai sampai menjadi debu. Begitulah, hati-hati sebagian orang NU itu seperti sudah dibutakan dari melihat kebenaran. Nas’alullah al afiyah fid dunya wal akhirah.

    Ketiga, kalangan yang adil dalam melakukan takfir; tidak bermudah mengkafirkan, tetapi juga tidak segan segan mengkafirkan, kalau didukung atas bukti-bukti, fakta, atau kesaksian yang nyata. Nah, inilah paham Ahlus Sunnah yang lurus.

    Intinya: Saya berani mengkafirkan Abdurrahman Wahid, karena memang ada bukti-bukti kekafiran disana. Selain ucapan soal Al Quran di atas, Abdurrahman Wahid juga punya reputasi kekufuran yang lain, yaitu: Berpihak kepada Zionis Israel, dan menentang Hamas; mencabut PP tentang larangan organisasi Freemasonry di Indonesia; hendak mencabut Tap MPRS no. 25/tahun 1965 tentang larangan paham komunis/Marxis; sangat menentang Syariat Islam dan mendukung sekularisme (sangat anti Piagam Jakarta); mau diberkati oleh para pendeta dan ribuan jamaah protestan (ada videonya); menjadi anggota Laskar Kristus; mendapat medal of valor dari organisasi Yahudi Amerika; melakukan acara ruwatan di pantai selatan demi meminta tolong Nyi Roro Kidul; dll.

    Apa semua itu tak cukup untuk disebut sebagai bukti2 kekufuran? Semoga Allah memberi petunjuk kepadamu, kepadaku, dan kaum Muslimin semuanya. Amin ya karim.

    AMW.

  116. Diyya dina berkata:

    Anda islam tapi islam yang keras.menghadapi kebatilan dg jalan kaku tidak dengan kelembutan.anda menyamakan gus dur dengan ABU lahab,ABU jahal..tapi anda yang itba’/mengikuti nama nya ABU waskito jangan2 anda keturunan ilmunya…. para ABU-ABU itu.memang.. di indonesia ini islam dirusak dengan orang islam sendiri termasuk anda..afwan aku tidak rela anda menghina Gus dur..karna sampai saat ini aku selalu mendatangi maqomnya yang setiap hari diziarahi jutaan pengikutnya..pernahkah anda berfikir siapa yang akan menziarahi makam anda jika anda mati nanti?puluhanpun belum pasti atau hanya anak dan istri..tapi anda terlalu sombong dengan mengkafirkan temannya..kafire dewe gak di gatekke…mergo ketutup ati akale…penganut wahabi..sekarang beredar dan mencari teman di indonesia..dan orang2 yg tidak faham Al qur’an yang terjerumus ikut alirannya.aku harap anda bukan salah satunya..

  117. zero.... berkata:

    penulis buku ini lucu…..???? jd korban ambisi politik jg t’nyata….

  118. SUDAHLAH…. Pada ga usah berdebat…

    Sang penulis rupanya penggemar INDOMIE & BUBUR

    maklum tak biasa MENGUNYAH…

    tiap makan LANGSUNG DITELAN…

    dia adalah WAKIL TUHAN….

  119. abisyakir berkata:

    @ Halo…

    Manusia bukan “wakil Tuhan”, tapi “khalifah di muka bumi”. Sebagai khalifah, manusia harus menurut ajaran Tuhan (Allah). Kalau Anda menurut ajaran siapa ya?

    AMW.

  120. Anonim berkata:

    buku sampah

  121. Ibnu Ahmad berkata:

    @ abi syakir : Alhamdulillah bisa membaca artikel yang bagus ini. Terimakasih atas ilmunya. Semoga njenengan selalu dalam lindungan Allah Tabaraka wa ta`ala. dan diberi kekuatan untuk memperdalam lagi agama Islam yang sempurna ini.
    Saya yakin kebenaran akan gamblang dan kesubhatan akan perlahan lenyap.
    Semoga kita diberikan oleh Allah Ta`ala kemudahan untuk berdakwah dengan bijak, ikhlash dan sesuai anjuran nabi Muhammad shallallahu`alaihi wa sallam.
    @ bagi saudara-saudara ku penggemar selain penggemar manusia yang ma`sum (orang ma`sum yakni kanjeng Nabi Muhammad shallallahu`alaihi wa sallam) : Mari kita mencoba tidak dalam satu pemikiran, kita coba membuka/ menerima pendapat dari yang lain. Manakala kita benar, maka kita pertahankan (sambil berusaha belajar terus). Tapi, manakala kita salah, mari kita perbaiki.

    Tetaplah jaga kerukunan Islam, jangan mudah diprovokasi oleh musuh-musuh Islam, dan jangan lupa tersenyum (bermuka ceria, red). Rasulullah shallallahu `alaihi wa sallam bersabda : “Tiap-tiap amalan makruf (kebajikan) adalah sodaqoh. Sesungguhnya di antara amalan makruf ialah berjumpa kawan dengan wajah ceria (senyum) dan mengurangi isi embermu untuk diisikan ke mangkuk kawanmu. (HR. Ahmad)

    Mas abu syakir tetap semangat!!!
    Barakallahufikum…

  122. abisyakir berkata:

    @ Ibnu Ahmad…

    Amin Allahumma amin, semoga Allah juga menjaga Njenengan, kaluwargo, lan rerencang kaum Muslimin lintunipun. Amin ya Sallam ya Hafizh. Matur suwun sanget atas kunjungan dan apresiasinya. Wa iyyakum barakah wa fadhilah wasi’ah, amin.

    Admin.

  123. Abu Nawas... berkata:

    Abu nawas mengatakan kurang lebih seperti ini “Saya lebih kaya daripada Tuhan”……
    apa menurut anda makna yang tersirat dalam perkataan abu nawas tersebut ????…… (sebagai contoh saja)….

  124. abisyakir berkata:

    @ Abu Nawas…

    Abu nawas mengatakan kurang lebih seperti ini “Saya lebih kaya daripada Tuhan”……
    apa menurut anda makna yang tersirat dalam perkataan abu nawas tersebut ????……

    Respon: Iya maksudnya, Abu Nawas punya anak, sedangkan Allah tidak punya anak. Begitulah yang dia maksudkan. Tetapi hal-hal demikian harus dihindari, ini “setengah bercanda” dalam urusan agama. Sudahlah, silakan bercanda sekreatif mungkin, secerdas mungkin; tapi hindari bercanda dengan agama, bercanda soal seks (di forum terbuka, selain antar suami-isteri), bercanda yang menghina manusia, dll. Hindari bercanda soal agama…nanti Allah menjadi tidak suka.

    Andaikan Abu Nawas punya anak 1000 laki-laki di dunia ini; hal itu tidak akan membuat dia lebih kaya dari Allah. Toh, yang memberi Abu Nawas anak adalah Allah juga. Semua kekayaan yang dimiliki Abu Nawas, datang dari sisi Allah. Di atas segalanya, Allah Ghaniyun Hamid…Maha Kaya lagi Maha Terpuji…alhamdulillahi Rabbil ‘alamiin.

    Admin.

  125. leo berkata:

    Saya rasa inilah bukti dari mengidolakan seseorang secara berlebihan dan hanya berdasarkan garis keturunannya. Dan ini yang laku dijual, sperti menjamurnya habib dusta. Ini baru gus dur, bagaimana nanti kalo jaman dajal ?, Bisa-bisa jihad membela dajal.

  126. undzur berkata:

    Sbgai ayah yg bijak, ktika mlihat anaknya berantem dgn org lain, ia akan membela org lain…
    Di karenakan si anak ini belum smpai pemikirannya mka ia berburuk sangka, marah pda ayahnya n tdk terima dgn sikap ayahnya yg membela org lain…
    Si ayah ini tdk perduli dgn hal ihwal anaknya, ayahnya lbh memihak pd org lain di karenakan ingin mencari simpati dan mengambil hati org lain itu agar diwaktu akan dtang tdk ada lagi pertengkaran… Org lain itu akan simpati dan segan kpda ayahnya.
    Berbeda kalau ayahnya membela anaknya, mka org lain itu akan mengadu pda ayahnya (yah,,, aku di pukul si pulan dan ayahnya), mka ayahnya org lain itupun gk terima , mka akhirnya anak yg berantem ayahnya yg adu otot…
    Begitulah sifat seorang pemimpin bijak yg mendambakan kedamaian di negerinya…
    Dgn cerita Abu Nawas kita akn bisa menjadi bijak, ia brkta aku lbh kaya drpd Allah, aku benci kebenaran n cinta fitnah.
    Dgn pernyataannya itu raja pun marah dan geram smpai2 memutuskan hukum pancung pdanya, stlh mendengar penjelasan Abu Nawas barulah raja mengerti maksud perkataannya itu…
    Pndai2lah memilah dan memahami perkataan org lain agar tdk trjerumus kpd brburuk sangka…
    Bukankah perdamaian yg di idam-idamkan stiap org???
    Kalau kejadiannya seperti ini bukankah sesama islam berantem? Mka yg bersenang-senang adalah musuh-musuh islam yaitu iblis dan sekutunya…
    Mari kita jalin ukhuwah islamiyah, kita tegakkan persatuan sesama islam,,,

  127. ababil berkata:

    buku ente bagus deh cuman sayang baru dari sudut yang sempit (bib riziq mungkin) coba deh sebelum tulis ini baiknya diskusi sama ustad abu bakar ba’asyir yg pernah diskusi panjang 4 mata dengan yang kata anda “buta durahman itu”. riziq itu blm sekuku itemnya ustadz ba’asyir. kenapa? karena buku ente tendensius seperti cara orang yahudi israel mencari kelemahan umat… merangkul sambil menusuk

  128. awam berkata:

    tobato bu!!!

  129. Fulano berkata:

    bagus surga buat anda dengan menjual dan mendapatkan harta dari penjualan buku_
    anda hebat, anda tidak bisa hidup di dunia kalau tidak seperti itu_

  130. abisyakir berkata:

    @ Fulano…

    bagus surga buat anda dengan menjual dan mendapatkan harta dari penjualan buku_
    anda hebat, anda tidak bisa hidup di dunia kalau tidak seperti itu_

    Komentar: Memang Anda tahu berapa harta yang saya dapat dari buku itu? Apa Anda yakin, hasil buku itu bisa mencukupi kehidupan seseorang?

    Admin.

  131. Ja'far Shodiq berkata:

    Seandainya Anda mendengar kalimat yang diucapkan oleh seseorang, dimana perkataan itu 99% diantaranya menunjukkan bahwa yang bersangkutan Kafir, masih ada 1 % yang dimungkinkan ia dinilai Beriman..MAKA JANGAN KAFIRKAN DIA…Karena membiarkan hidup Seribu orang yang Kafir itu kesalahannya lebih ringan daripada membunuh karir seorang Muslim..,,(Imam Al Ghazali)

  132. Ja'far Shodiq berkata:

    Dia Berkata” Saya berani mengkafirkan Abdurrahman Wahid, karena memang ada bukti-bukti kekafiran disana. Selain ucapan soal Al Quran di atas, Abdurrahman Wahid juga punya reputasi kekufuran yang lain, yaitu: Berpihak kepada Zionis Israel, dan menentang Hamas; mencabut PP tentang larangan organisasi Freemasonry di Indonesia; hendak mencabut Tap MPRS no. 25/tahun 1965 tentang larangan paham komunis/Marxis; sangat menentang Syariat Islam dan mendukung sekularisme (sangat anti Piagam Jakarta); mau diberkati oleh para pendeta dan ribuan jamaah protestan (ada videonya); menjadi anggota Laskar Kristus; mendapat medal of valor dari organisasi Yahudi Amerika; melakukan acara ruwatan di pantai selatan demi meminta tolong Nyi Roro Kidul; dll. “…..Masya Allah..cuman alasan diatas langsung berani mengkafirkan Orang…ya Allah aq menangis orang ini ngaku2 ahlus sunah….alasan diatas pun dia hanya baca di media..belum pernah langsung ketemu, wawancara dan mengkonfirmasi ttg hal yang di atas sama GusDur……bisa2 dia juga mengkafirkan yang lain seperti Amien Rais, Syafi’i ma’arif, Nurcholis Madjid, Cak Nun, KH. Said Aqil Sirodj, Prof Quraisy Syihab, Dr, Alwi Syihab…kalau dia baca karya2 mereka terus gak cocok menurut dia langsung mengkafirkan…bahkan ulama salaf pun mungkin dengan mudahnya ia kafirkan klo dia baca kitab2 tasawuf dan filsafat…..
    maz..mbok kamu itu baca sejarah firoq islam dan ilmu tasawuf dengan betul2….baca dan cari ilmu yang banyak dulu.
    kalau

  133. abisyakir berkata:

    @ Ja’far Shodiq…

    Masya Allah..cuman alasan diatas langsung berani mengkafirkan Orang…ya Allah aq menangis orang ini ngaku2 ahlus sunah….alasan diatas pun dia hanya baca di media..belum pernah langsung ketemu, wawancara dan mengkonfirmasi ttg hal yang di atas sama GusDur……

    Respon: Mestinya kamu jangan memakai kata “masya Allah”. Kata itu salah kamu letakkan di belakang rasa keherananmu. Justru saya bertanya-tanya, urusan KEIMANAN sebesar itu kok kamu bilang “cuman alasan di atas”. Inna lillahi wa inna ilaihi ra’jiun. Kalau yang begitu kamu anggap ringan, berarti kamu bagian dari kekufuran itu sendiri. Laa haula wa laa quwwata illa billah.

    Kalau dia baca karya2 mereka terus gak cocok menurut dia langsung mengkafirkan…

    Lho mengkafirkan itu kan ada kaidahnya. Misal, harus dibedakan antara kafir umum dan kafir personal. Harus ada bukti-bukti berupa perkataan atau perbuatan. Ada kalanya kafir lisan, jika dilakukan karena terpaksa (terancam), sedangkan hatinya beriman, ia tidak jatuh hukum kekafiran. Dan lain-lain kaidah.

    Tapi kayaknya, di mata kamu, tidak ada ya hukum kekafiran itu. Mungkin bagi kamu, semua manusia beriman semuanya, tidak ada yang kafir. Karena simbol2 kekafiran di atas pun kamu anggap sepi.

    bahkan ulama salaf pun mungkin dengan mudahnya ia kafirkan klo dia baca kitab2 tasawuf dan filsafat….. maz..mbok kamu itu baca sejarah firoq islam dan ilmu tasawuf dengan betul2….baca dan cari ilmu yang banyak dulu.

    Coba kamu sebutkan, siapa ulama Salaf (Sahabat, Tabi’in, Tabiut Tabi’in) yang mengajarkan tasawuf dan filsafat. Mohon informasinya. Terimakasih.

    Admin.

  134. Anonim berkata:

    iya

  135. Anonim berkata:

    Maaf jujursaja saya orang NU.tulen tapi sangat kecewa mendengar orang yang ngaku pimpinan NU.yang namanya Durahman wahid bagaimana tidak bayangkan apa yang dapat kita ambil fatwanya sedangkan bicaranya saja selalu menghujat ummat islam bahkan menentang Alloh dan rosulnya hal seperti ini sudah tidak perlu kita cantumkan dalam tulisan ini kita semua pada tahu

  136. Mualaf Karena Gus Dur berkata:

    Gus Dur mengajarkan kita untuk berhenti mengeksklusifkan Islam, menahan keangkuhan dan mulai berdiri sama tinggi dan duduk sama rendah entah itu dengan Nasrani atau Yahudi.

    Anda menentang perilaku Gus Dur yang pluralis seperti itu? Anda ngotot orang kafir itu harus dikerasi? Anda ngotot cuma Islam yang masuk surga?

    Coba bayangkan kalau anda lahir dari keluarga Nasrani atau Yahudi, apakah anda mau diteriakki “Woi Kafir!” ?? Apakah anda mau dicap “Ahli Neraka”. Apa salah anda tau-tau dicap seperti itu?

    Asal anda tahu, agama manapun mengatakan agamanya paling benar, Nasrani dan Yahudi pun menganggap kaum muslim lah yang Kafir. Muslim menganggap Nasrani dan Yahudi lah yang Kafir.

    Jadi saling menghormatilah.
    Ga usah ngotot “agama saya paling benar, agama lu sesat.”

    Dasar muslim sombong,

    Saya dan masih banyak orang lain mengucap kalimat syahadat untuk masuk Islam karena melihat keindahan Islam lewat perilaku Gus Dur yang humanis dan pluralis.

    Tapi ga akan ada yang masuk islam kalau melihat Habib Rizieq atau anda yang bisanya merasa paling benar. Cuih! Saya tahu kenapa orang-orang di luar Islam mencap Islam sebagai agama teroris.

  137. abisyakir berkata:

    @ Muallaf…

    Ya gak gitu juga… saya kan hanya berusaha membela hak-hak kaum Muslimin yang diinjak-injak oleh Gusdur. Masak membela hak Umat tidak boleh?

    Admin.

  138. Kebingungan Kami berkata:

    Aku Harus Bagaimana?
    oleh Gus Mus

    Aku Pergi Tahlil, Kau bilang itu amalan jahil
    Aku Baca Shalawat Burdah, Kau bilang itu bid’ah
    Lalu aku harus bagaimana…?
    Aku bertawasul dengan baik, kau bilang aku musyrik
    Aku ikut majlis dzikir, kau bilang aku kafir
    Lalu aku harus bagaimana..?
    Aku shalat pakai lafadz niat, kau bilang aku sesat
    Aku mengadakan maulid, kau bilang tak ada dalil yang valid
    Lalu aku harus bagaimana..?

    Aku gemar berziarah, kau bilang aku alap-alap berkah
    Aku mengadakan selametan, kau bilang aku pemuja setan
    Lalu aku harus bagaimana..?
    Aku pergi ke Yasinan, kau bilang itu tak membawa kebaikan
    Aku ikut tasawuf sufi, malah kau suruh menjauhi

    Ya Sudahlah… Aku ikut kalian

    Kan kupakai celana cingkrang, agar kau senang
    kan kpanjangkan jenggot, agar dikira berbobot
    kan kuuhitamkan jidat, agar dikira ahli ijtihad
    aku kan sering menghujat, biar dikira hebat
    aku kan sering mencela,biar dikira mulia

    Ya sudahlah.. Aku pasrah pada Tuhan
    Yang kusembah…

  139. abisyakir berkata:

    @ Kebingungan Kami…

    Aku Harus Bagaimana?
    oleh Gus Mus

    JAWAB: Ya begitu saja. Jangan terlalu ke pinggir. Nanti jatuh.

    Aku Pergi Tahlil, Kau bilang itu amalan jahil
    Aku Baca Shalawat Burdah, Kau bilang itu bid’ah
    Lalu aku harus bagaimana…?

    JAWAB: Boleh baca Tahlil (Laa ilaha illa Allah) sebanyak-banyaknya, boleh. Boleh baca shalawat Nabi sebanyak-banyaknya. Ya baca “Laa ilaha illa Allah” dan Shalawat sebanyak-banyaknya. Bacaan Tahlil dan Shalawat sudah benar.

    Aku bertawasul dengan baik, kau bilang aku musyrik
    Aku ikut majlis dzikir, kau bilang aku kafir
    Lalu aku harus bagaimana..?

    JAWAB: Gak segitunya juga kale…

    Aku shalat pakai lafadz niat, kau bilang aku sesat
    Aku mengadakan maulid, kau bilang tak ada dalil yang valid
    Lalu aku harus bagaimana..?

    JAWAB: Gak ada orang jadi sesat gara-gara soal bacaan niat. Mana ada aliran sesat karena soal bacaan niat? Maulid memang tidak dilaksanakan Nabi SAW dan para Shahabat RA. Tapi ulama2 Syafi’iyah menyandarkan pada dalil-dalil tertentu dari Kitabullah dan Sunnah.

    Aku gemar berziarah, kau bilang aku alap-alap berkah
    Aku mengadakan selametan, kau bilang aku pemuja setan
    Lalu aku harus bagaimana..?

    JAWAB: Ini terlalu lebay dan berbau provokasi…

    Aku pergi ke Yasinan, kau bilang itu tak membawa kebaikan
    Aku ikut tasawuf sufi, malah kau suruh menjauhi

    JAWAB: Membaca Surat Yaasin sangat baik, mencintai Al Qur’an. Mensucikan hati dengan ilmu, amal, akhlak, sangat diutamakan, meskipun tak selalu disebut TASAWUF.

    Ya Sudahlah… Aku ikut kalian
    Kan kupakai celana cingkrang, agar kau senang
    kan kpanjangkan jenggot, agar dikira berbobot
    kan kuuhitamkan jidat, agar dikira ahli ijtihad
    aku kan sering menghujat, biar dikira hebat
    aku kan sering mencela,biar dikira mulia

    JAWAB: Jangan begitu, ikutilah agama karena niat LILLAHI TA’ALA dan IKUT NABI SAW. Jangan ikut karena taqlid, atau sekedar ikut2an.

    Ya sudahlah.. Aku pasrah pada Tuhan
    Yang kusembah…

    JAWAB: Ya benar, kita harus tawakkal kepada Allah Rabbul A’la.

    Terimakasih.

    Admin.

  140. ismud berkata:

    Hahahaha…kok pada repot sih…GusDur ga perlu dibela…biarin aja…mungkin halal bagi Islam mereka menghina,menghujat,mendiskriminasikan,atau bahkan membunuh. yg waras jgn ikutan melakukan hal yg sama thd mereka. ISLAM KITA ISLAM RAMAH,BUKAN ISLAM MARAH….ISLAM KITA PAKAI HATI BUKAN NAFSU….

  141. abisyakir berkata:

    @ Ismud…

    Anda ini aneh, kita mengkoreksi kan bukan orangnya, tapi ucapan, tindakan, dan perbuatannya. Masak mengkoreksi orang salah, gak boleh? Anda sendiri mengkoreksi kami. Aneh.

    Admin.

  142. Quran Itu Kitab Porno berkata:

    Benarkah Gus Dur Mengatakan Al-Qur’an Kitab Porno?

    Kontroversi agaknya tak bisa lepas dari sosok seorang KH. Abdurahman Wahid (Gus Dur). Bahkan hingga beliau wafat-pun berbagai kontroversi masih menyertai mendiang mantan Ketua Umum PBNU selama dua periode tersebut.

    Satu yang menarik perhatian saya dan merupakan salah satu yang dianggap sebagai “dosa besar” Gusdur adalah pernyataan Gus Dur bahwa al-Quran adalah kitab suci porno. Benarkah Gus Dur pernah menyatakan demikian? Atau itu hanya sekedar fitnah belaka?

    Saya tak mendapatkan kapan kepastian Gus Dur menyatakan demikian. Informasi kabar angin yang berhasil dikumpulkan bahwa pernyataan Gus Dur itu pertama kali diucapkan pada saat acara radio “Kongkow Bareng Gus Dur” di Kantor Berita 68H, Jakarta, yang mengudara saban Sabtu. Melalui ucapan di radio itu-lah, perkataan Gus Dur kemudian tersebar, banyak dikutip oleh media dan segera menimbulkan kehebohan.

    Menurut Muhammad Guntur Romli, salah satu pengisi acara di Kabar Berita tersebut, Gus Dur sama sekali tak pernah melontarkan pernyataan bahwa al-Quran adalah kitab suci porno. Pernyataan Gus Dur yang lengkap ialah: “Porno itu letaknya ada dalam persepsi seseorang. Kalau orang kepalanya ngeres, dia akan curiga bahwa al-Quran itu kitab suci porno, karena ada ayat-ayat tentang menyusui. Bagi yang ngeres, menyusui berarti mengeluarkan dan men-tetek, dan ada juga roman-romanan antara Zulaikha dan Yusuf.” (Lihat “Ustad, Saya Sudah Di Surga”, M. Guntur Romli).

    Jika kita membaca secara lengkap dan memahami konteks pernyataan Gus Dur, maka diketahui bahwa tidak benar Gus Dur mengatakan “al-Quran adalah kitab suci porno”. Satu-satunya yang mendukung adanya pernyataan itu adalah ucapan Gus Dur yang dipenggal secara licik dan dipelintir sedemikian rupa. Sehingga beredarlah kabar angin bahwa Gus Dur mengatakan hal demikian.

    Ini persis dengan Anda memenggal ayat “Fa Wail lil Mushalliin” (celaka-lah untuk orang yang shalat), tapi tidak melanjutkan bacaan ayat-nya secara utuh. Pemenggalan ayat itu akan menimbulkan persepsi yang salah dan tidak mendapatkan gambaran yang seutuhnya tentang substansi yang ingin disampaikan oleh Tuhan.

    Demikian pula dengan kasus Gus Dur. Ucapan yang dipenggal tentu akan menimbulkan persepsi yang salah dan tidak memahami substansi menyeluruh pernyataan Gus Dur. Akhirnya publik-pun hanya menilai apa yang dibawa oleh media tanpa menyeledikinya lebih jauh mengenai konteks ucapan dan isi ucapan yang menyeluruh.

    Uniknya, nasib Gus Dur ini bak tokoh idolanya, Abunawas. Selain sama-sama digambarkan sebagai sosok kontroversial, ucapannya-pun kerap mendapatkan pelintiran. Saya harap artikel ini setidaknya menjelaskan versi lain perihal ucapan kontroversi Gus Dur mengenai al-Quran. Selanjutnya saya serahkan kepada “sidang” pembaca.

    Namun, pada akhirnya, seperti ucapan almarhum KH. Abdurahman Wahid, “Gitu Aja Koq Repot!”.

  143. paket haji 2016 berkata:

    paket haji 2016

    Bedah Buku: “Cukup 1 Gus Dur Saja” | POJOK LANGIT BIRU

%d blogger menyukai ini: