Sepak Bola dan Kekuatan Ummat

Pada mulanya, sepak bola (football atau soccer) hanyalah olah-raga permainan. Berolah laga kita boleh, bermain-main untuk hiburan juga boleh. Tentu selama, dalam olah-raga atau permainan itu, tetap mematuhi batas-batas aturan Islam. Contoh, seperti orang-raga renang. Nabi Saw menganjurkan Ummatnya belajar berenang. Tetapi ketika para perenang memakai pakaian minim, di depan umum, bahkan dilombakan, sehingga tubuh manusia menjadi tontonan manusia sejagad, maka cara seperti itu HARAM. Tetapi renangnya sendiri tetap halal.

Ketika BOLA Telah Menjadi JALAN HIDUP

Kalau Anda bertanya ke seorang ulama, bagaimana hukum olah-raga sepak bola? Rata-rata akan menganggap hal itu sebagai urusan mubah saja. Kalau pun ada koreksi, biasanya soal pakaian pemain yang harus menutup aurat, tidak boleh bermain curang, tidak boleh bermain kekerasan, dll. Di blog ini saya pernah membahas, bahwa menyundul bola (heading) termasuk aksi yang tidak boleh dilakukan. Alasannya, pertama kepala kita untuk bersujud, sedangkan bola itu sebuah benda yang ditendang-tendang, diinjak-injak, dihimpit, dll. Selain itu, heading menyebabkan benturan keras di kepala. Itu membahayakan kepala kita sendiri.[Tetapi soal heading ini baru pendapat pribadi, lho].

Sepak bola umumnya dilihat hanya sekedar olah-raga saja. Tetapi dalam perkembangan modern, sepak bola telah menjadi KEKUATAN BESAR yang mampu menyihir kesadaran miliaran manusia di dunia, termasuk ratusan juga penduduk Indonesia. Artinya, olah-raga ini tidak bisa dilihat sport only. Ada masalah besar yang harus dilihat kaum Muslimin di balik olah-raga satu ini. Jangan-jangan ia telah menjadi IDEOLOGI tersendiri.

Mari kita hitung-hitung pengaruh dahsyat sepak bola dalam kehidupan kaum Muslimin, antara lain:

[1] Banyak Muslim pelit mengeluarkan uang/hartanya untuk infak, sedekah, zakat, atau berbagai pembiayaan  di jalan-jalan kebajikan Islam. Tetapi mereka sangat royal dalam membelanjakan uangnya di dunia bola, dengan membeli kaos, aksesoris, sticker, tiket stadion, dll.

[2] Banyak Muslim pelit menyumbangkan tenaga, pikiran, kreasinya untuk memajukan Islam di bidang pendidikan, dakwah, amar makruf nahi munkar, ilmiah, publikasi, sosial, budaya, dll. Tetapi mereka sangat boros energi untuk mendukung tim-tim sepak bola kesayangan.

[3] Setiap hari masjid-masjid sepi jamaah. Yang shalat jamaah bisa dicirikan orang-orangnya. Tetapi stadion bola tidak pernah sepi penonton. Bahkan sampai membludak, luber ke dekat lapangan, malah ada ribuan penonton lain yang tidak kebagian tempat di stadion.

[4] Betapa malasnya kaum Muslimin kalau disuruh hadir di pengajian, majlis taklim, bahkan sekedar mengikuti acara pengajian pagi di TV saja, mereka malas. Apalagi disuruh shalat malam, ampun deh malasnya. Tetapi untuk nonton bola, rintangan sesulit apapun akan dilalui. Sampai begadang, sampai nonton dini hari jam 1-3 pagi, mereka sanggup. Biasanya, setelah nonton bola pagi, mereka segera tidur. Baru bangun jam 9 pagi. Boro-boro shalat malam, Shalat Shubuh saja tidak.

[5] Banyak pemuda Muslim tidak kenal sejarah para pendahulunya. Tidak tahu sejarah Nabi, tidak tahu sejarah Shahabat, tidak tahu sejarah Islam. Nama-nama tokoh Islam pun tidak tahu. Tapi kalau soal nama-nama pemain bola, klub bola, sejarah bola, mereka sangat antusias.

[6] Banyak masyarakat Muslim tidak peduli hatinya kalau melihat ada kasus kezhaliman, invasi, penganiayaan, pembantaian, bencana alam, dll. yang terjadi di negeri-negeri Muslim, termasuk di Indonesia. Hati mereka seperti tidak nyambung sama sekali dengan kehidupan kaum Muslimin. Tetapi mereka baru marah, kesal, beringas, bahkan anarkhis, kalau tim bola kesayangannya kalah atau dirugikan. Jadi, jihad mereka “Fi Sabili Bola”.

[7] Ada ribuan Muslim yang selalu melupakan Shalat Lima waktu setiap mereka menyaksikan pertandingan bola. Bagi mereka, pertandingan bola lebih penting daripada Shalat. [Na’udzubillah wa na’udzubillah min dzalik].

[8] Akibat sangat Bola Maniak, sering terjadi kerusuhan antar supporter. Mereka tidak tahu lagi, untuk apa kerusuhan itu harus terjadi? Bahkan kemudian antar sesama Muslim sangat bermusuhan, misalnya antara Surabaya dengan Malang, antara Bandung dan Jakarta. Padahal yang bermusuhan itu masih sama-sama Muslim. Apa otak mereka tidak dipakai ya, bahwa antar sesama Muslim itu saling bersaudara?

[9] Sepanjang hari ada jutaan, ratusan juta penggemar bola Muslim, kepedulian mereka bukan lagi beramal shalih untuk Akhirat nanti. Tetapi mereka selalu melakukan “Amal Bola”, yaitu menunjukkan pengabdian, bhakti, pengorbanan “Fi Sabili Bola”. Masya Allah.

[10] Banyak sudah martir, orang-orang yang mati karena sepak bola ini. Ada di kalangan suporter, ada juga di kalangan pemain, juga petugas keamanan. Tetapi sangat sedikit yang berani mati untuk membela agamanya.

Coba Anda perhatikan dengan baik, apa yang telah terjadi selama ini? Apa yang telah terjadi, kawan? Sepak bola dianggap lebih penting, lebih berharga, lebih layak dibela, daripada agama (Islam). Ini artinya, selama kita telah menjaidkan bola itu sebagai agama. Agama kita sendiri telah lama disingkirkan, lalu diambillah agama baru yang namanya: Football dan FIFA!

Dalam agama bola ini ada HUKUM-nya, yaitu aturan main bola. Ada HAKIM-nya, yaitu para wasit. Ada MASJID-nya, yaitu stadion sepak bola. Ada ULAMA-nya, yaitu pemain top dunia seperti Christiano Ronaldo, Lionel Messi, Wayne Rooney, dll. Ada RITUAL-nya, yaitu pertandingan 2 babak, total 90 menit itu. Ada para JAMAAH-nya, yaitu para suporter bola yang ribuan, jutaan, ratusan juta, bahkan miliaran itu. Bahkan ada juga MAAL-nya, yaitu harta benda manusia yang habis karena membela bola. Lebih hebat lagi, ada SYAHID-nya, yaitu orang-orang yang mau mati konyol karena membela bola.

Luar biasa!!! Olah-raga ini telah menjadi AGAMA baru, pesaing berat ajaran ISLAM. Masya Allah, justru agama BOLA ini masuk ke hati kita tidak disadari, tidak dicurigai, sebab ia masuk sebagai olah-raga, bukan sebuah way of life. Ya, sebagai olah-raga ia dianggap mubah saja (boleh). Padahal sejatinya, ia adalah sebuah jalan hidup, sebuah agama, sama seperti Islam ini. Bahkan di Eropa dan Amerika Latin, agama Bola lebih diagung-agungkan ketimbang ajaran Kristen. Itu fakta dan benar adanya!

Kalau Yahudi membuat agama baru, besar kemungkinan akan segera ditolak oleh manusia. Tetapi ketika Yahudi membuat agama melalui olah-raga dan hiburan, orang tidak akan curiga. Sebab dianggap urusan netral saja. Tetapi kemudian, setelah FANATIK bola itu sangat kuat, barulah kita sadar, bahwa semua ini ternyata agama juga. Kalau tak peracaya, coba tanya pada para bola maniak itu, “Relakan Anda mengorbankan urusan bola demi membela Islam?” Dijamin mereka tak akan mau, sebab mereka lebih mencintai bola, dan bola telah menjadi “agama” sehari-hari. Laa haula wa laa quwwata illa billah.

Dalam Al Qur’an dikatakan, “Wa laa tamutunna illa wa antum Muslimun!” (Janganlah kalian mati, melainkan sebagai seorang Muslim). Maka kita harus berusaha serta memohon kepada Allah Ta’ala agar kelak mati di atas ajaran Islam, bukan “Fi Sabili Bola”. Amin Allahumma amin.

Ayo deh kita sama-sama tobat dari Bola! Selagi masih ada kesempatan, Bro! Semoga tulisan ini menjadi peringatan bagi semua pihak. Khususnya bagi diri dan keluargaku sendiri! Amin.

AMW.

19 Responses to Sepak Bola dan Kekuatan Ummat

  1. wahyu berkata:

    assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
    Luar biasa akhi penjabaranya, sya dulu hobi sekali bola tapi sekarang seiring dengan kesibukan lambat laun mulai terlupakan. saya setuju dengan pendapat akhi bahwa bola itu merupakan perangkap bagi kesestan untuk saat ini.
    Tapi ada satu hal lagi yang sangat membuat hati miris dan marah, barusan saya bereslancar di sebuah web menemukan, sebuah blog yang sangat embuat marah umat muslim siapa pun, namanya faithfreedom, dan beritamuslim.wordpress.com. yang isinya sangat memuakan dan menghina ALLAH SWT, RASULALLAH SAW. bagi saya ayang awam IT, bagaimana caranya itu blog di Hack. atau mengcounter orang-orang musrik tersbut khi…mohon perhatianya. terimakasih wassalam.

  2. Semendo berkata:

    Udah lama memang orang menyamakan bola dengan agama, bahkan ada dewanya yaitu maradona si-‘gol tangan tuhan’. Tapi apapun itu bagi saya nönton bola tetap asyik meski gak se-ekstrimis dulu. Saya fans inter milan dan liverpool…

  3. udi berkata:

    Menindak lanjuti masalah kritik ovj, .
    Skarang gini aj kir, setelah km nulis artikel itu apa kamu merasa puas???? Merasa bangga???
    Kl sudah puas,sudah bangga, y sudah….
    Saya mendoakan semoga amalanmu d balas sesuai dgn perbuatanmu.
    Yg saya kuatirkan kl setelah itu hati kamu merasa tiddak tenang, takut akan sesuatu,merasa terbebani, merasa seperti d kejar2 sesuatu….

    Sebab berdasarkan pengalaman saya selama ini, kl saya baru saja mengerjakan sesuatu yg mengandung pAhala hati saya merasa tenang, tentram,damai, pokoknya indah semua…
    Sebaliknya kl saya baru saja mengerjakan sesuatu yg mengandung dosa,sesuatu yg merugikan atau menyakiti orang lain, hati saya merasa tidak tenang,susah, gelisah ,dsb….

    Nah sekarang coba km rasakan bagaimana perasaanmu selama ini? Bagaimana keadaan hatimu selama ini?

    Mengenai saran panjenengan yg menyuruh untuk belajar islam secara keseluruan saya akan berusaha sampai nyawa saya terlepas dari jasad saya.
    N sekedar pemberitahuan saya belajar islam tidak ikut ikut an, saya sudah belajr islam dari kecil, dr ortu saya (yg notabene ayah saya adalah seorang mubalight sekaligus imam d daerah saya). Sampai sekarang saya sudah nikah, saya masih belajar islam setiap hari.
    N alhamdulillah d sini pengajiannya tidak melulu mendengarkan nasehat agama, melainkan d ajari langsung dalil2 nya, seperti cara membaca al qur an dengan sebenar2 nya (tajwid n mahrojnya),mengaji al qur an makna beserta keterangannya, mengaji khadist kutubussittah(bukhori,tirmidzi,dawud,nasa I,ibnu majah) beseta maknaya, mengaji 21 cara / jenis bacaan al qur an (qiroatus sab ah). N itu semua di sertai dengan praktik langsung, tidak teori saja.

    Sebelume minta maaf komennya nyasar , soale d tempat kritik ovj keliatane g ada tempate lagi….. Hehheheheh…. Mungkin panjenengan sudah mulai resah ya 🙂

    O iya jangAn lupa surga itu di wariskan/ d berikan kepada orang2 y mau beramal (watilkaljannati uristumuha bima kuntum tagmalun) tidak di berikan kepada orang yg pintar ( bima kuntum taglamun),oleh sebab itu walaupun mungkin ilmu islam saya msih sedikit saya berdoa n selalu berusa mengamalkan apa yg sudah saya peroleh. Kalaupun ternyata memang ada yg kliru saya akan berusaha menerima masukan dengan lapang dada, saya berdoa n berusaha untuk tidak membantah n terkesan tidak mau menerima masukan dr orang lain, meskipun yg memberi masukan itu adalah anak kecil. Karena jangan sekali kali kmu memandang siapa yg menyampaikan ,akan tetapi lihatlah apa yg d sampaikan.
    Sekedar pemberitahuan lg 🙂 , d tempat kmi sdh biasa d ajar oleh anak yg baru lulus sd, lulus smp( memang pengajar/ guru ngajinya d gilir).
    Padahal peserta pengajiannya banyak orang tua yg sudak mondok bertahun tahun. Kl memang yg d ajarkan itu benar kenapa tidak?? N kalaupun ternyata ada yg salah, maka para orang tua kami menyalahkannya lalu memberi tau benarnya bagaimana.

    Surga tidak d wariskan kepaga orang yg alim/ ber ilmu/ pintar, tp d wariskan kepada orang yg mau beramal ( tentunya sebelum beramal harus mengeri ilmunya)

  4. udi berkata:

    Ralat 🙂
    Watilkaljannatullati urishtumuha bima kuntum tagmalun

    Namanya juga belajar

  5. abisyakir berkata:

    @ Udi…

    Subhanallah… Aku kira kamu ini orang yang lembut hati, mudah memahami argumen orang. Tapi ternyata kamu ini orang GR ya. Aku penuhi saran kamu karena biar debat itu gak berlarut-larut. Tapi sekarang kamu kayak orang gila…malah memindahkan debat di sini. Subhanallah, wa subhanallah.

    Wahai Udi… aku sarankan kamu segera menyingkir dari masalah seperti ini. Kamu masih punya masa depan yang harus kamu pikirkan. Kamu jangan merasa arogan…

    Dengarlah, kami ini tidak lelah untuk membela MORAL Umat yang baik dan menghadapi gelombang HEDONISME yang dibawa oleh acara-acara rusak dan brengsek itu. Hanya karena sopan-santun, aku sengaja tutup diskusi itu; juga karena aku pandang baik usulmu. Tapi sekarang kamu berlagak seperti orang gila… masya Allah.

    Sangat-sangat tidak tahu terimakasih nih manusia! Allahu Akbar.

    Admin.

  6. udi berkata:

    Hehe…. Belum apa apa udah keluar tu kata 2 kotor nya . Padahal saya tidak merasa memperolok anda…. Hehehehe…..

    N memang setelah saya amati dari jawaban2 orang lain yg ternyata tidak memihak anda ,kebanyakan anda selalu menghujatnya dengan kata-kata khas aby sakir (yg gila lah,yg goblok lah ,yg brengsek lah, dll,kwakwkakwkakakak…..).

    Yah…. Beginilah korban ilmu yg tidak murni seperti yg dikerjakan rosul .( selalu mendahulukan akal pikiran daripada praktek aslinya ). Korban pembelajaran dari buku2 yg belum di jamin kebenarannya oleh alloh rosul….

    Hehehee…..
    Al ilmu tsalatsatun, wama siwa ala dalika fahuwa fadlun. Ilmu itu ada 3 (yg wajib kita pelajari),yaitu al qur an,al khadist , n ilmu faro I’d ( pembagian waris). Selain 3 ini smua adalah kelebihann (jika d pelajari silahkan, jika tidak ya silahkan. Tp ingat jika belajar yg kelebihan itu tidak boleh bertentangan dgn 3 ilmu yg wajib).
    Sebagai contoh ilmu waris orang laki2 dpat 1 bagian harta maka perempuan dpt 0,5 bagian harta, n ini harus di laksanakan dgn sebenar2 nya. Jangan sampai mengikuti akal pikiran manusia ( perempuan manusia yg lemah d banding laki2 maka akhirnya d beri bagian lebih banyak dr bagian laki2) ini adalah salah besar.
    Contoh lagi, di al qur an d jelaskan binatang2 yg haram untuk d makan. Terus ada yg bertanya kalau katak, itu halal apa haram? Karena di al qur an tidak d jelaskan akhinya sebagian golongan memutar otak berfikir mengenai masalah ini. N al hasil sebagian golongan mengatkan katak itu haram d makan dgn alasan bisa hidup d dua alam. Padahal d al qur an n al khadist tdk ada yg menerangkan kalau hewan yg bisa hidup d 2 alam itu haram. Wah wah wah….

    Ingat alloh itu tdk menerima alasan manusia berupa apapun d akherot nanti. Kl yg d amalkan tidak persis dgn al qur an n al hadist, ya akan d tolak oleh alloh. Ada khadist yg menerangkan seumpama ada alasan yg d terima oleh alloh d akherat nanti, itu adalah orang bisu,buta,gila.
    Mereka beralasn tidak bs ibadah karena fisik yg mereka punya waktu d dunia seperti itu. Tp kenyataannya gmn? Akhirnya allah memerintahkan mereka, “y sudah kl begitu,seumpama sekarang aq printah apa kalian mau mengerjakan. ” Mereka menjawab sanggup. “Y sudah sekarang kalian pergi k neraka!” N ternya mereka tidak mau mengerjakan, sampai d perintah berkali2 mereka tdk mau mengerjakan n berkata ” y alloh kmi d sini mengadukan alasan ini supaya kmi terhindar dr api neraka,tp kenapa engkau malah memerintahkan kami masuk k dlm neraka?” Akhirnya alloh menjawab ” y sudah kl begitu, sekarang kalian masuklah k neraka selama lamanya , abadi d sana. D sini (akherat) saja, aku printah langsung kalian tidak mau to at, apalagi waktu d dunia,yg memerintah adalah orang yg sama seperti kalian (sama sama manusia)”
    Dlm lanjutan khadist itu d terangkan ,seumpama orang buta ,bisu, gila itu mau melaksanakan perintah alloh yg pertama kalinya, maka api neraka d jadikan dingin oleh alloh. Ini membuktikan bahwa alasan sehebat apapun ,d depan allah tetap tidak akan d terima.

    Sekarang pertanyaanya bagaiman kita bisa persis ibadahnya seperti yg d kerjakan nabi muhammad?
    Memang aturan ibadah itu ada d al qur an smua, tp d dlam praktek pengerjaan, itu d jelaskan d al khadist. Untuk itu kita harus tau mana al khadist yg benar benar dr rosul. Dgn cara mencari tau atau bertanya kepada pembawa khadist itu, punya urut urutan pengajarnya sampai rosululloh atau tidak.
    Kl memang khadst itu benar, maka orang yg membawa khadist itu akan menjelaskan gurunya yg mengajarinya,n gurunya yg mengajarinya itu jg bisa menjelaskan gurunya yg mengajari, sampai kepada para sohabat yg mengajari,sampai akhirnya rosul lah yg mengajari memberi praktek langsung. Ibarat air gunung yg d alirkan dr atas sampai ke bawah melaalui sebuah pipa. Kl pipa itu tidak putus maka hasil dari air yg sampai ke bawah itu ya sama persis dengan air yg ada d atas pegunungan alias murni tanpa tambahan apapun.

    Sakian, apabila ada kata2 yg tidak berkenan di hati panjenengan semua, sayaa mintA maaf yg sebesar besarnya, ngapunten ingkang katah nggih….. 🙂

  7. abisyakir berkata:

    @ Udi…

    Jujur saya ada merasa kesal dengan Anda. Saya tidak mau berterus-terusan debat soal OVJ bukan karena melemah, atau galau, seperti yang Anda katakan. Tapi lebih karena faktor etika saja (kesopanan). Saya hargai usulan Anda di situ, tapi Anda malah ingin memanjang-manjangkan dengan berlagak menggurui seperti itu.

    Dari cara-cara Anda semacam ini sudah bisa Anda ketahui sendiri, seperti apa “lurusnya” ilmu yang Anda tekuni itu. Karena ilmu kalau lurus, seseorang akan diberi hikmah (pemahaman yang lurus). Contoh, Anda menasehati soal kebaikan-kebaikan yang mungkin ada pada orang-orang OVJ itu; kalaupun mereka punya segunung kebaikan, tetap saja TIDAK BOLEH menyebarkan kerusakan moralitas. Dalam kaidah fiqih dikatakan: “Daf’ul mafasid muqoddam min jalbil mashalih” (menolak keburukan didahulukan daripada mengambil manfaat). Manfaat itu kan bisa diambil kapan saja, kalau ada peluang; tapi kalau keburukan, itu cepat pengaruhnya bagi kejelekan. Maka itu mengingkari kemungkaran didahulukan daripada menyuruh berbuat baik.

    Admin.

  8. udi berkata:

    Wah keliatane anda belum sadar juga y…. 🙂
    Sebenarnya semua ini bukan masalah ovj pak de, ini adalah masalah kita ibadah kepada alloh.
    Lagian kenapa sih anda kok nyinggung ovj terus, anda kan tau sendiri saya juga tidak menyinggung masalah ovj, itu udah masa lalu pak de.

    Yg saya tekankan di sini , mari kita semua kembali kepada al qur an n al hadist dengan sebenar benarnya ,dengan semurni murni nya, tanpa ada tambahan apapun, apalagi dr angan2 atau pikiran kita, atau malah dr buku2 yg belum d jamin kebenarannya oleh alloh n rosul. Ingat yg berhak menghukumi itu benar /salah itu adalah alloh bukan manusia / suatu lembaga. Tp dapat d pastikan kl al qur an n al hadist yg murni itu pasti benarnya. ” telah aku tinggalkan kalian kepada 2 perkara, n kalian tidak akan sesat selama berpegang teguh terhadap 2 perkara itu , yaitu al qur an n sunnah rosululloh / al hadist.

    Ingat jaman dahulu agama bani isro I’ll terpecah belah menjadi 73 bagian. N nabi juga bersabda bahwa agama islam jg akan pecah menjadi 73 bagian. Yg perlu d ingat 72 nanti tidak akan mendapatkan pertolongan , n yg satu bagian yg akan masuk k dalam surga.

    Untuk itu mari kita mulai berbenah……

    Sekian, apabila ada kata2 yg menyinggung, saya mohon maaf yg sebesar besarnya.

  9. abisyakir berkata:

    @ Udi…

    Yg saya tekankan di sini , mari kita semua kembali kepada al qur an n al hadist dengan sebenar benarnya ,dengan semurni murni nya, tanpa ada tambahan apapun, apalagi dr angan2 atau pikiran kita, atau malah dr buku2 yg belum d jamin kebenarannya oleh alloh n rosul. Ingat yg berhak menghukumi itu benar /salah itu adalah alloh bukan manusia / suatu lembaga. Tp dapat d pastikan kl al qur an n al hadist yg murni itu pasti benarnya. ” telah aku tinggalkan kalian kepada 2 perkara, n kalian tidak akan sesat selama berpegang teguh terhadap 2 perkara itu, yaitu al qur an n sunnah rosululloh / al hadist.

    Respon: Intinya… jangan promo ajaran sesat LDII di tempat ini. Nanti aku konek-kan dengan Ust. Hartono lho. http://www.nahimunkar.com

    Admin.

  10. udi berkata:

    Loh loh loh kok malah membawa nama golongan malahan. G pandang itu ldii atau nu atau muhammadiyah atau ust hartono atau nabi sekalipun, kl tidak cocok dngn qur an hadist pasti tidak akan d terima oleh alloh.

    Termasuk juga saya dan anda kl tidak cocok dgn qur an hadist , pasti kita tau tempat kita diimana.

    Sekian . Apabila ada kesalahan kmi mohon maaf yg sebesar besarnya.

  11. udi berkata:

    O iya. Kenapa sih anda sering menjelek2 kan sesuatu untuk mengikuti seperti apa yg anda amalkan. Kenapa nggak menunjukkan sesuatu yg baik yg bisa d ikuti oleh semua orang bahkan anak2.

    Mumpung ingat ,saya mohon maaf kepada seluruh keluarga besar nu,ldii, muhammadiyah dll yg telah saya sebutkan d atas. Saya hanya seorang manusia yg memeluk agama islam dgn berpedoman penuh kpd al qur an n al hadist. Saya juga berusaha tidak akan menjelek2 kan kalian lagi. Karena saya tau itu resikonya besar sekali,
    1. Kl keluarga besar yg saya sebutkan tidak terima n melaporkan saya k pihak berwenang in sya allah saya akan mendapat masalah yyg besar, untuk itu saya mohon maaf yg sebesar besarnya.
    2. Apabila yg saya katakan ternyata tidak benar, sama saja saya membuat fitnah yg besar kpd keluarga besar yg saya sebutkan d atas n pastinya saya akan mendapat masalah yg luebih besar lgi d akherat nanti. Untuk itu lagi 2 saya mohon maaf yg sebesar besar nya kepada seluruh keluarga besar yg saya sebutkan.

    Sekian , lagi lagi saya mohon maaf apabila ada kata2 yg salah ,n menyinggung kepada semua pembaca.

  12. warga Indonesia berkata:

    Ni adminnya kok gini amat y………..
    Tentang AGAMA dalam UUD 1945
    Pasal 29 :

    (1) Negara berdasar atas Ketuhanan Yang Maha Esa.
    (2) Negara menjamin kemerdekaan tiaptiap penduduk untuk memeluk agamanya masing – masing dan untuk beribadat menurut agamanya dan kepercayaannya itu
    JADI KECEWA 😦

  13. Zaenal Abidin Si'Ardjuna Thea berkata:

    Komen ya komen aja…
    g usah pake nama/atas nama saya segala om…
    lagian omongan saya di’atas g bawa-bawa golongan…
    anda sendiri yang bawa-bawa golongan, gak liat yaa..
    pake bahasa Bonbin lagi… keren-keren..!!!

    Lanjuuut..

    anda bilang “SUDAH TAHAN BACOK KAH”.

    Hmmmmm…

    Anda sendiri gimana, sudah tahan Bacok Kah.?

  14. sam masyarakat berkata:

    ni admin g salah banding bandingin…
    bola tu urusan dunia tus sholat dan ibadah ityu uusan akhirat…
    kalo bandingin yang selevel lah…jangan sepak bola di buat seolah olah agama baru…
    memang banyak yang tersilaukan dengan masalah dunia sehingga masalah akhirat menjadi lalai, namun perlu diperhatikan masalah dunia yang menyilaukan bukan hanya sepak bola min!!!!! kalo mengulas yang fairlah….kalo mengacu pada tulisan admin menurutku duit juga bisa jadi agama baru….soalnya semua orang sibuk cari duit malah sebagian melupakan agama dalam mencari duit!!!!!perhatikan hal hal lain!!!!!

  15. abisyakir berkata:

    @ Sam masyarakat…

    Ya indikasinya gampang saja: lebih berat mana bagi para fans bola itu melakukan shalat atau datang ke stadion untuk nonton bola? Kalau mereka lebih berat melakukan shalat, berarti mereka memandang bola lebih tinggi dari urusan agama. Gitu saja kan…

    Admin.

  16. Mia berkata:

    Assalamu’alaikum.
    Ini pertama kali saya mampir. Saya baru baca artikel ovj dan bola ini. Saya sangat setuju dengan pemikiran penulis. Saran saya, Anda tidak perlu merespon semua yang tidak setuju dengan Anda. Kalau mereka tidak setuju biarkan saja Pak. Kalau Anda layani terus, khawatir menjadi berkepanjangan dan membuat hati panas saja. Yang penting Anda sudah berusaha membuka wawasan para tamu blog Anda ke arah yang lebih baik.

  17. abisyakir berkata:

    @ Mia…

    Terimakasih Mbak Mia, saran yang sangat baik dan kami apresiasi. Jazakillah khair.

    Admin.

  18. DeejayJojo Dsx berkata:

    Pada intinya semua yg anda tulis mengenai ovj dan yg satu ini, anda lupa bahwa di dunia ini diijinkannya hal yg baik dan buruk terjadi. Karna sudah tertulis bahwa pada akhirnya dunia ini akan menghadapi akhir zaman dan dajal akan datang lalu terjadi sebuah peperangan dan penghakiman oleh yang maha kuasa kepada orang yg tetap di jalan-Nya atau melenceng dari jalan-Nya.

    Saya setuju sih dengan segala pendapat dan masukan dari anda. Namun jangan sampai kita sebagai umat manusia terlalu memaksakan dan memberitahukan tentang kebenaran. Itu sama saja kita menghakimi, sedangkan penghakiman itu bukan hak kita.

    Kita hanya cukup memberi tahu saja, biarkan orang yg tidak mau mendengar, jangan terlalu kita tanggapin krn secara tidak langsung itu membuat hati kita panas atau emosi tanpa kita sadari.

    Stiap manusia memiliki iman namun ada yg menggunakan dan ada yg membiarkan. Kita berdoa saja agar iman para orang orang yg blum mengenal betul akan kebenaran dapat bertumbah dan menjadi kuat.

    Serahkan saja itu semua dalam doa kepada Allah SWT.

  19. abisyakir berkata:

    @Deejayjojo…

    Allah SWT menurunkan agama dan aturan, adalah untuk diikuti. Bukan dicuekin saja. Andaikan semua hal TERSERAH APA MAUNYA MANUSIA… Mau tidak seandainya nanti Anda dirampok orang, digebukin, harta dikuras habis, Anda dilecehkan; kemudian tidak ada satu pun manusia yang mau membantu Anda. Ketika Anda minta tolong, orang pada beralasan: “Serahkan saja semua pada Tuhan.” Kamu mau kayak begitu?

    Admin.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: