Tidak Usah Mengutuk Aksi ISRAEL!

Bismillahirrahmaanirrahiim.

Untuk kesekian kalinya Israel memamerkan arogansinya di depan hidung dunia internasional. Missi kemanusiaan di bawah bendera Freedom Flotilla di atas kapal Mavi Marmara menuju pelabuhan Ghaza diserang tentara Israel. Menurut data yang beredar, 19 relawan dunia meninggal, dan sekitar 30-an lainnya terluka. Aksi seperti ini bukan sekarang saja. Sudah menjadi “ritual” Israel, menumpahkan darah manusia secara zhalim, sambil menari-nari memamerkan tawanya yang busuk.

Seperti biasa pula, publik dunia segera mengutuk aksi Israel, mengecam keras, melancarkan demo besar-besaran, menggalang dana bantuan kemanusiaan, merencanakan pertemuan DK PBB, menyiapkan resolusi khusus –yang pasti akan ditolak Amerika-, dan lain-lain. Israel mempunyai ritual khusus untuk membunuhi manusia, sementara kita juga mempunyai “ritual khusus”, yaitu melakukan demo, mengecam, mengutuk, dan seterusnya.

Freedom Flotilla & Mavi Marmara: Kan Slalu Dikenang Sejarah

Setelah dikecam dunia habis-habisan, biasanya Israel akan diam untuk sementara. Anjing-anjing Yahudi itu biasanya akan menghentikan serangan, sambil menunggu suasana tenang di dunia internasional. Kalau masyarakat dunia sudah tenang kembali, sudah enjoy dengan dunia bola, rokok, film, pornografi, seks bebas, main facebook, main tweeter, dll. kawanan babi itu akan membuat lagi aksi-aksi kekerasan yang lain. Mereka tidak akan berhenti membunuhi manusia, wong itu sudah menjadi ritual mereka. Dan Ummat Islam pun untuk ke sekian kalinya akan membuat “ritual penyambutan” semacam demo, mengecam, mengutuk, bakar bendera, diskusi, debat internet, mengumpulkan sumbangan, dan seterusnya.

Hal-hal begini sudah terjadi berkali-kali, puluhan kali, bahkan ratusan kaki. Resolusi PBB yang “dikentuti” oleh bangsa babi itu ada sekitar 400-an. Artinya, sebanyak itu mereka melakukan “ritual” pembununuhan, dan sebanyak itu pula kita melakukan “ritual penyambutan”. [Mungkin, sudah saatnya dilakukan kerjasama harmonis antara bangsa monyet Israel dengan Ummat Islam dalam “melakukan ritual” ini. Biar ritual kedua belah pihak bisa berlangsung indah, berkesan, dan penuh pesona. Allahu Akbar, laa haula wa laa quwwata illa billah].

Kaum Muslimin selama ini seperti tidak memfungsikan akalnya ketika menghadapi segala kebrutalan bangsa monyet dan babi, Israel. Kok mau-maunya kita dijadikan seperti kerbau yang dicocok hidung oleh Israel? Mereka tak henti-hentinya melakukan aksi kekerasan, sebenarnya untuk mempermainkan kita, menghina kita, dan menginjak-injak kepala kita. Di sisi lain, aksi-aksi kekerasan itu sangat mereka butuhkan untuk MENGATUR SKENARIO SEJARAH agar searah dengan missi yang mereka susun.

Ummat Islam sedunia selalu bersikap REAKTIF dan setan-setan Yahudi itu tahu karakter tersebut. Maka kita terus diprovokasi untuk melakukan reaksi demi reaksi. Ujungnya nanti, kita terjebak dalam permainan Yahudi terlaknat itu, lalu mengabaikan MISSI ISLAMI yang seharusnya kita bangun. Demi Allah, sekarang ada tragedi Mavi Marmara. Nanti ke depan akan menyusul lagi tragedi-tragedi yang lain.

Modusnya sama persis. Israel akan melakukan aksi-aksi kekerasan yang bisa mengundang perhatian publik dunia (minimal dunia Islam). Setelah melakukan aksi, akan datang “ritual penyambutan” dari kaum Muslimin, berupa kecaman, kutukan, demo, mengumpulkan sumbangan, bakar bendera, seruan boikot produk, dll. Setelah ritual ini selesai, masyarakat dunia akan sibuk lagi dengan bola, film, rokok, pornografi, seks bebas, karier, jabatan, diskusi internet, pemilu, pilkada, dll. Setelah kita lengah dan sibuk, Israel akan mengulang lagi membuat aksi kekerasan. Begitu saja terus, sampai berlaku sebuah ungkapan, “Kambing congek pun tidak akan menanduk batu sampai dua kali.”

Disini ada beberapa poin penting yang perlu direnungkan:

[=] Kita tidak usah mengecam, mengutuk, demo, dan sebagainya. Mengapa? Sebab semua itu terbukti tidak efektif. Berapa ratus kali Ummat ini sudah mengecam, mengutuk, berdemo, lalu bagaimana hasilnya? Apakah Israel peduli dengan demo-demo itu?

[=] Andaikan kita mengutuk Israel hari ini, maka bangsa itu sudah merasa terkutuk sejak jaman Musa As masih ada. Mereka berkali-kali dikutuk di jaman Musa, mereka dikutuk oleh lisan Dawud dan Isa As, bahkan Rasulullah Saw menjelaskan arti kata “al maghdhubi ‘alaihim” (yang dimurkai Allah) dalam Surat Al Fatihah, adalah bangsa Yahudi.

[=] Andaikan kita heran dengan keberanian Yahudi dalam menantang dunia internasional, maka Al Qur’an sejak lama sudah memberitahu kita, bahwa Yahudi itu berani menantang Allah. Mereka berani mengatakan “Yadullahi magh-lulah” (Tangan Allah terbelenggu). Kalau kepada Allah saja mereka berani, apalagi kepada manusia biasa? Apalagi kepada orang Indonesia yang sering terkena sindrom “hangat-hangat tai ayam”? Kita selama ini “dikencingi” oleh babi-babi Yahudi itu.

[=] Andaikan kita heran melihat Yahudi yang sangat sering melanggar hukum internasional, resolusi PBB, konvensi Jenewa, dll. maka Al Qur’an telah menjelaskan bahwa dulu kaum Bani Israil sering melanggar janji-janjinya kepada Allah. Termasuk ketika mereka berjanji, lalu Allah angkat bukit Tursina di atas kepala mereka. Tetap saja semua janji itu dikhianati. Tidak ada janji yang tidak dikhianati Yahudi, selain janji mereka untuk memuaskan hawa nafsu mereka sendiri.

[=] Anda mungkin heran dengan kebrutalan Yahudi dan kesadisan mereka terhadap kaum Muslimin Palestina. Tetapi Al Qur’an memberitahu kita, bahwa kaum Yahudi ini sering membunuhi nabi-nabi yang diutus di tengah mereka. Di jaman Musa As saja, mereka hampir membunuh Nabi Harun As, karena beliau melarang mereka menyembah sapi betina. Jadi apa yang aneh dari kekejaman, kebrutalan, kesadisan Yahudi? Mungkin kita saja yang sering melupakan pesan Al Qur’an.

[=] Yahudi melakukan aksi-aksi kekejaman bukan tanpa maksud. Apakah mereka sebodoh itu, melakukan aksi-aksi kekerasan tanpa tujuan? Tujuan Yahudi jelas. Mereka ingin memperlihatkan dirinya sebagai bangsa yang kuat, hebat, pemberani, perkasa, militan, sangat tegas, keras, pembunuh yang efektif, prajurit-prajurit yang gagah, alat-alat senjata lengkap, dan seterusnya. Dalam militer hal ini kerap disebut dengan ungkapan, show of force. [Atau untuk menimbulkan efek detteren]. Dengan segala aksi-aksi itu Yahudi ingin mengirim pesan kepada dunia, bahwa diri mereka besar, kuat, dan menakutkan. (Dalam Surat Al Anfaal, kita diperintahkan untuk membuat persiapan, sehingga dengan persiapan itu kita bisa menakut-nakuti musuh Allah. Hal yang sama dilakukan Yahudi terhadap masyarakat dunia, khususnya terhadap Ummat Islam. Hanya kita saja yang tidak menyadarinya).

Coba perhatikan pernyataan menarik yang disampaikan oleh PM Palestina, Al Ustadz Ismail Haniyah, ketika beliau mengomentari serangan monyet-monyet Yahudi ke kapal Mavi Marmara. Beliau menegaskan, bahwa bangsa Palestina tidak merasa aneh melihat kelakuan Yahudi itu. Kebrutalan seperti itu sudah sering mereka lakukan dan diulang-ulang terus. Jika kemudian kawanan monyet-monyet liar itu menyerang missi kemanusiaan, ia tidak aneh. (Apalagi dalam ideologi Yahudi, yang dianggap manusia adalah mereka sendiri. Selain Yahudi, dianggap binatang. Di mata Yahudi, missi Freedom Flotilla bukan dianggap missi kemanusiaan, tetapi “misi kebinatangan”).

Untuk menghadapi Yahudi sudah tidak jamannya mengecam, mengutuk, atau demo. Itu sudah terlalu kuno. Yang perlu dilakukan kaum Muslimin adalah melawan Yahudi, mematahkan mereka, memerangi mereka, atau setidaknya melemahkan kekuatan mereka. Jangan lagi mengutuk, sebab tanpa dikutuk pun, Yahudi sudah dikutuk oleh Allah sejak jaman Musa As.

Kalau ada korban, kerugian, kematian, kerusakan, atau apa saja yang diakibatkan oleh ulah Yahudi, kita jangan merasa aneh. Sudah menjadi tabiat khas Yahudi, membuat kerusakan di muka bumi. Paling usaha yang bisa dilakukan atas korban-korban dari pihak kaum Muslimin: mendoakan yang wafat agar mendapat mati syahid, mendoakan yang terluka agar segera disembuhkan oleh Allah, mendoakan yang rumahnya hancur agar segera diganti oleh Allah dengan karunia yang lebih baik; menasehati para korban agar bersabar menghadapi anjing-anjing Yahudi; membantu mereka dengan bantuan-bantuan kemanusiaan yang kita mampu berikan.

Pertanyaannya, mengapa usaha-usaha Ummat Islam selama ini seolah buntu sama sekali ketika menghadapi segala invasi dan kebrutalan Yahudi terlaknat itu?

Ini pertanyaan menarik. Jumlah Ummat Islam sedunia, kalau dikurangi jumlah orang Syi’ah dan Ahmadiyyah, sekitar 1 miliar manusia. Jumlah Yahudi hanya sekitar 6 sampai 10 juta jiwa. Perbandingan sekitar 100 : 1. Ummat Islam 100, Yahudi hanya 1. Dengan perbandingan yang tidak manusiawi ini, nyatanya kaum Muslimin kalah terus melawan bangsa babi itu. Berarti disini ada masalah serius yang menghinggapi kaum Muslimin sedunia. Nah, masalah apakah itu?

Saya mencatat ada 3 masalah utama kaum Muslimin dewasa ini. PERTAMA, mereka tidak menegakkan Dua Kalimat Syhadat secara benar dan konsisten. Ini problem asasinya. KEDUA, mereka berpecah-belah dalam ikatan nasionalisme, kesukuan, madzhab fiqih, fikrah diniyyah, manhaj dakwah, dll. Perpecahan ini merupakan konsekuensi dari masalah pertama. KETIGA, Ummat Islam tenggelam dalam kehidupan hedonisme yang memuja-muja dunia dan meremehkan Akhirat.

Ketiga masalah tersebut (dan berbagai masalah-masalah lain) bisa disolusi dengan satu langkah, yaitu: menegakkan Daulah Islamiyyah (Negara Islam). Jika ada Negara Islam yang konsisten melaksanakan amanah Dua Kalimat Syahadat dan serius mengupayakan Persatuan Ummat, niscaya masalah kebrutalan Yahudi bisa diatasi secara nyata. Hanya karena di dunia saat ini tidak ada Daulah Islamiyyah seperti itu, maka kita pun selalu menjadi mainan Yahudi. Jika ada Daulah Islamiyyah yang konsisten dengan Dua Kalimat Syahadat, ia bisa mengumumkan Jihad Fi Sabilillah melawan Yahudi. Kaum Muslimin tinggal berbaris di belakang daulah tersebut untuk menghadang Yahudi.

Tapi masalahnya, di kalangan Ummat Islam sendiri masih banyak yang ketakutan mendengar istilah Negara Islam. Jangankan mau mendukung, menyebut istilah ‘Negara Islam’ saja, mereka sudah gemetar. Termasuk yang gemetar itu adalah anak-anak muda –ikhwan dan akhwat- yang rajin berdemo menentang aksi-aksi kekerasan Israel. Kalau dikatakan kepada mereka, “Solusi untuk menghadapi Yahudi ini adalah dengan menegakkan Negara Islam. Apakah Anda setuju?” Nanti jawab mereka akan muter-muter seperti gasing. Ya akhirnya, mereka berdemo itu hanya sekedar untuk menggelar “ritual penyambutan” belaka, bukan untuk mencari solusi.

Inilah dilemanya Ummat Islam. Ummat kita ini tidak tahan ketika melihat kasus-kasus kekerasan. Tetapi kalau diajak menyelesaikan masalah itu secara tuntas, mereka juga enggan. Sebab di mata mereka, hidup ini harus diisi dengan hiburan-hiburan. Sedangkan kecaman, kutukan, demo, dan lain-lain itu pada dasarnya adalah “hiburan” dalam bentuk yang lain.

Meskipun begitu, kita jangan pesimis. Sesulit apapun kondisi, setiap Muslim harus optimis. Benar memang, semua problema ini berat, rumit, dan melelahkan; tetapi Allah Maha Besar, Keagungan dan Kemuliaan-Nya mengatasi semua problema itu.

Sekali lagi, tidak perlu kita mengecam atau mengutuk Israel. Mereka sudah dikutuk sejak jaman Nabi Musa As. Langkah yang bisa kita tempuh adalah melawan, mematahkan, memerangi, atau melemahkan kekuatan anjing-anjing Yahudi itu. Siapa yang sanggup melawan, lawanlah; siapa yang belum sanggup, bersabarlah. Siapa yang ingin maju duluan, silakan; siapa yang mau bertahan untuk membina kekuatan, silakan. Siapa yang bisa memerangi Yahudi dengan tangan, lakukan; siapa yang bisa memerangi Yahudi dengan uang, lakukan; siapa yang baru sanggup memerangi mereka dengan doa, juga lakukan. Hadapi Yahudi dengan AMAL NYATA, bukan RETORIKA. You know?

Al ‘izzatu lil Islam, wal halakah li –ashabil khinzir wal qiradah- al Yahud laknatullah ‘alaihim. Walhamdulillahi Rabbil ‘alamiin.

AMW.

Iklan

18 Responses to Tidak Usah Mengutuk Aksi ISRAEL!

  1. Tulisannya menambah inspirasi coretanku nih,..thanks yaaa

    “Tips dan Trik Dunia Internet”

  2. adit38 berkata:

    Pertamax kah?

  3. yassir berkata:

    Kebiadaban Israel Wajib Dijawab Dengan Perang Jihad Fi Sabilillah Yang DiKetuai Oleh Seorang Khalifah…

  4. anna berkata:

    saya setuju dengan anda. tapi bagaimana caranya memersatukan kekuatan muslim?

  5. anna berkata:

    saya setuju dengan ada, tapi bagaimana caraya untuk memersiapkan kekuatan melawan israel?

  6. sakisoku berkata:

    makasih infonya.. ijin kopas ya..

  7. zahrie berkata:

    Setuju, tulisan bagus, menambah wawasan Ummat, semoga dapat menyadarkan saudara-saudara muslim kita yg masih tertidur….

  8. Irfan berkata:

    pendapat lo hampir sama dengan pendapat gue…

    kalo menurut gue, strategi israel bisa dibilang brilian bos. israel sengaja bikin keributan, sengaja bikin media mengutuk2 israel, sehingga sedunia ngecam israel. nantinya israel bakal merasa terpojok dan terkasihani. kalau udah merasa terkasihani dan terpojok gara2 media, baru deh mereka berhak dapet suaka dari Amerika. naaah suaka perlindungan itu yang bikin kekuatana mereka tmbah kuat..

    intinya, kalo media ga menggembor2kan peristiwa israel, masyarakat dunia ga demo2an, ga ngutuk2, israel ga bakal dapet suaka dari amerika karena mereka ga merasa teraniaya. mending tanah palestina kasih aja ke israel, trus jadi satu negara tapiiiii sistem pemerintahannya demokrasi,, nanti insyallah adalaaah orang parlemennya yang muslim jenius yang bisa jadi presiden karena rakyat palestina lebih banyak dari israel..

    thats my point, thx for sharing..

  9. Bryan berkata:

    Gmana kalo umat islam indonesia membentuk semacam setgab umat islam,semacam majlis syuro yg terdiri wakil2 gerakan islam. Jadi produk fatwa maupun penetapan hari raya keluar lewat satu pintu, tentu penetapannya dgn ijtihad & musyawarah

  10. […] Biru Corner Dua Tahun Blog “Abisyakir”Maklumat KhususTidak Usah Mengutuk Aksi ISRAEL!Jangan Tinggalkan Dunia Pertanian, Ya Ikhwah!Hukum Meyakini Negara IslamSekolah Untuk “Orang […]

  11. Muh Adib berkata:

    Bagus pandangannya…saya suka itu… Allahu akbar..

  12. hafmin berkata:

    (Saudara Hafmim, afwan komentar Antum saya edit. Tidak semuanya diloloskan. Mohon maklum!).

    Benar kita harus melawan Yahudi. Tapi ingat, yang menghalangi kita untuk melakukan hal itu adalah penguasa thaghut yang bnyk bercokol di mayoritas negara kaum muslimin.

    Jauhilah Thaghut!

    Allah SWT berfirman:
    ولقد بعثنا في كل أمة رسولا أن اعبدوا الله واجتنبوا الطاغوت
    Dan sungguh benar-benar Kami utus seorang rasul pada setiap umat, (dengan membawa seruan): ”Mengabdilah kepada Allah dan jauhilah thaghut”

    Mengabdi hanya kepada Allah adalah tujuan diciptakannya jin dan manusia. Untuk tujuan itu pulalah, Allah mengutus para rasul serta menurunkan kitab-kitab-Nya. Manusia harus mengabdi kepada Allah serta menjauhi seluruh bentuk pengabdian kepada semua jenis thaghut.

    Sekelompok orang memahami bahwa thaghut adalah kuburan-kuburan dan berhala-berhala yang disembah-sembah, pohon-pohon yang dikeramatkan, batu-batu yang dianggap angker, para dukun dan tukang ramal. Ketika menerangkan makna ’thaghut’, mereka menjelaskan bahwa kaum muslimin harus menjauhi perbuatan menyembah-nyembah dan mengagung-agungkan benda-benda itu, atau datang dan meminta tolong kepada dukun atau tukang ramal.

    Ketika ada beberapa orang mengatakan bahwa pembuat hukum atau undang-undang selain Allah dan Rasul-Nya serta penguasa yang memberlakukannya juga termasuk thaghut, mereka segera mengeluarkan kata-kata beracun: ’itu adalah paham khawarij, jama’ah takfir’, ’mereka adalah orang-orang dungu, jauh dari ilmu dan ulama ahlussunnah’, ’mereka adalah orang-orang bersemangat tapi bodoh, ’anjing-anjing neraka’ . . . mereka . . mereka. . .dan mereka . . .’.

    Apakah makna thaghut sebenarnya?

    Ahlussunnah tidak menafikan makna thaghut yang dipahami sekelompok orang di atas. Benar, bahwa batu-batu, berhala, kuburan, pohon dan benda-benda mati lainnya yang dikeramatkan dan disembah-sembah adalah thaghut. Tidak salah pula, bahwa para dukun dan tukan ramal adalah thaghut.
    Namun, membatasi pengertian ’thaghut’ pada benda-benda dan sosok-sosok tersebut adalah kesalahan fatal!

    قال أبو جعفر: والصواب من القول عندي في”الطاغوت”، أنه كل ذي طغيان على الله، فعبد من دونه، إما بقهر منه لمن عبده، وإما بطاعة ممن عبده له، وإنسانا كان ذلك المعبود، أو شيطانا، أو وثنا، أو صنما، أو كائنا ما كان من شيء.( تفسير الطبري – (ج 5 / ص 419( – المكتبة الشاملة ، المصدر الثاني)

    Abu Ja’far (Ath-Thabari) berkata: “Menurutku, pendapat yang benar dalam soal thaghut adalah bahwa ia adalah setiap hal yang melampau batas terhadap Allah; ia disembah selain-Nya, baik penyembahnya itu dipaksa olehnya atau menyembah dengan suka rela. Thaghut yang disembah itu bisa berupa manusia, setan, patung, berhala, maupun yang lainnya.”

    Pada ayat فمن يكفر بالطاغوت ويؤمن بالله فقد اشتمسك بالعروة الوثَْْقي, Ibnu Katsir mengatakan saat menanggapi pendapat Umar bin Khattab yang mengatakan bahwa thaghut adalah setan:
    ومعنى قوله في الطاغوت: إنه الشيطان قوي جدًّا فإنه يشمل كل شر كان عليه أهل الجاهلية، من عبادة الأوثان والتحاكم إليها والاستنصار بها (تفسير ابن كثير – (ج 1 / ص 683) المكتبة الشاملة ، المصدر الثاني)

    Artinya: Pendapatnya bahwa thaghut adalah setan adalah pendapat yang kuat sekali. Sebab, setan sudah mencakup seluruh kejelekan yang dilakukan orang-orang jahiliyah, berupa penyembahan berhala, berhukum kepadanya, dan meminta tolong kepadanya.

    Imam Mujahid mengatakan:
    الطاغوت : الشيطان في صورة إنسان يتحاكمون إليه ، وهو صاحب أمرهم (تفسير ابن كثير – (ج 2 / ص 334) المكتبة الشاملة ، المصدر الثاني )

    Artinya: Thaghut adalah setan dalam bentuk manusia, yang orang-orang berhukum kepadanya, dan ia adalah pengendali urusan mereka.

    Maksud perkataan Mujahid tersebut adalah bahwa setan berwujud manusia yang menjadi rujukan orang-orang dalam berhukum, dan ia diberi hak oleh mereka untuk membuat hukum yang mengatur kehidupan mereka adalah thaghut.

    Dalam I’lamul Muwaqqi’ien (1/50), Ibnul Qoyyim mengatakan:
    الطاغوت كل ما تجاوز به العبد حده : من معبود أو متبوع أو مطاع. فطاغوت كل قوم : من يتحاكمون إليه غير الله و رسوله، أو يعبدونه من دون الله أو يتبعونه على غير بصيرة من الله أو يطيعونه فيما لا يعلمون أنه طاعة لله.

    Thaghut adalah setiap hal yang menyebabkan seorang hamba melampau batas, baik berupa sesuatu yang diabdi, diikuti atau ditaati. Thaghut suatu kaum adalah orang yang mereka jadikan rujukan hukum selain Allah dan Rasulnya, atau orang yang mereka abdi selain Allah, atau orang yang mereka ikuti tanpa petunjuk dari Allah atau orang yang mereka taati dalam hal yang tidak mereka ketahui sebagai bentuk ketaatan kepada Allah.

    Menurut defenisi Ibnul Qoyyim di atas, thaghut memiliki tiga jenis. Pertama, ia adalah sesuatu yang dijadikan rujukan hukum selain Allah dan Rasul-Nya. Kedua, ia adalah sesuatu yang diabdi selain Allah atau diikuti tanpa petunjuk dari Allah. Ketiga, ia adalah sesuatu yang ditaati dalam hal yang tidak diketahui apakah itu dalam rangka ketaatan kepada Allah atau tidak.

    Dengan demikian, setiap orang atau lembaga selain Allah dan Rasul-Nya yang menjadi rujukan dalam perundang-undangan serta mengatur manusia dengannya, atau keputusannya menjadi hukum yang harus dijalankan umat manusia meski bertentangan dengan syari’at adalah termasuk THAGHUT. Dengan kata lain, setiap orang yang mengadili dengan selain hukum Allah (syari’at Islam) adalah thaghut!

    Di zaman sekarang ini, thaghut dalam wujud di atas tidak semuanya terang-terangan mengaku sebagai orang kafir, apalagi di negeri-negeri yang mayoritas penghuninya kaum muslimin. Banyak thaghut ber-KTP Islam, kadang shalat, kadang puasa. Mereka berdasi, makan nasi, ada juga yang sudah haji. Nama-nama mereka pun juga Islami: Yusuf, Abdurrahman, Hidayat, Amin, dll. Ada juga yang bergelar Lc. Tapi mereka adalah bagian dari thaghut! Mereka mengambil wewenang Allah dalam menentukan hukum di tengah manusia.

    Allah mendustakan keimanan orang-orang yang berhukum kepada thaghut. Ia mengatakan
    ألم تر إلى الذين يزعمون أنهم آمنوا بما أنزل إليك وما أنزل من قبلك يريدون أن يتحاكموا إلى الطاغوت وقد أمروا أن يكفروا به ويريد الشيطان أن يضلهم ضلالا بعيدا

    Artinya: “Tidakkah kaum melihat kepada orang-orang yang mengklaim bahwa mereka beriman kepada apa yang diturunkan kepadamu (Al-Qur’an) dan apa yang diturunkan sebelummu (kitab-kitab samawi terdahulu), mereka ingin berhukum kepada thaghut, padahal mereka disuruh untuk kafir kepadanya. Dan, syaithanpun ingin menyesatkan mereka dengan kesesatan yang jauh.”

    Maksudnya, orang-orang yang mengaku-ngaku beriman kepada Al-Qur’an dan kitab-kitab sebelumnya, namun masih memiliki keinginan untuk berhukum kepada thaghut yang membuat undang-undang atau hukum untuk mengatur manusia, maka dustalah pengakuan tersebut. Mereka pada hakekatnya tidak beriman kepada Allah, dan syaithan menyesatkan mereka jauh-jauh. Bila mereka mati dalam keadaan seperti itu dan belum bertaubat, berarti mereka mati dalam jahiliyah.

    Allah SWT dengan tegas menyatakan bahwa thaghut adalah wali orang-orang kafir. Berwali atau memberikan loyalitas kepada thaghut berkonsekuensi kekafiran. Berhukum kepada hukumnya berarti beriman kepada thaghut. Beriman kepada thaghut sama dengan ingkar kepada Allah.
    الله ولي الذين آمنوا يخرجهم من الظلمات إلى النور والذين كفروا أولياءهم الطاغوت يخرجهم من النور إلى الظلمات

    Artinya: Allah adalah wali orang-orang beriman. Ia mengeluarkan mereka dari kegelapan-kegelapan menuju kepada cahaya. Sedang orang-orang kafir, wali-wali mereka adalah thaghut. Ia mengeluarkan mereka dari cahaya menuju kepada kegelapan-kegelapan.

    .فمن يكفربالطاغوت و يؤمن بالله فقد استمسك بالعروة الوثقي لا نفصام لها و الله سميع عليم

    Artinya: Maka barang siapa yang kafir terhadap thaghut dan beriman kepada Allah, maka sungguh ia berpegang dengan ikatan yang kuat, tidak ada keterputusan baginya dan Allah Maha Mendengar lagi Mengetahui.

    Yang dimaksud ikatan yang kuat di atas adalah Islam. Ada lagi ahli tafsir yang mengatakan iman. Yang lain berpendapat kalimat لا إله إلا الله . Namun, tidak ada pertentangan antara pendapat-pendapat itu. Sebab, Islam adalah Iman dan ia adalah kalimat لا إله الا الله.

    * * *

    Allah menvonis orang-orang ahli kitab sebagai orang-orang yang menyekutukan Allah (musyrik) karena mereka mempertuhankan para rahib dan pendeta dalam bentuk mengikuti hukum halal-haram yang ditetapkan para rahib dan pendeta itu. Allah mengatakan
    إتخذوا أحبارهم و رهبانهم أربابا من دون الله و المسيح ابن مريم و ما أمروا إلا ليعبدوا إلها واحد لا إله إلا هو سبحانه عما يشركون

    Artinya: Mereka menjadikan rahib-rahib dan pendeta-pendeta mereka sebagai tuhan-tuhan selain Allah, dan juga Al-Masih bin Maryam. Dan mereka tidak diperintah kecuali agar mereka mengabdi kepada Sesembahan Yang Satu. Tidak ada tuhan selain-Nya. Maha suci Dia dari apa-apa yang mereka sekutukan.
    Tidak ada perselisihan di kalangan ahli tafsir, bahwa penyembahan orang-orang ahli kitab terhadap rahib dan pendeta tersebut adalah dalam bentuk mengikuti atau mematuhi hukum atau undang-undang soal halal haram yang mereka tetapkan. Karena kepatuhan seperti inilah, orang-orang ahli kitab disebut sebagai orang-orang yang menyekutukan Allah atau musyrikin.

    Fakta bahwa lembaga legistatif merupakan lembaga yang berfungsi untuk menetapkan hukum atau undang-undang untuk manusia, tidak dapat dibantah seorang pun. Wewenang untuk membuat undang-undang yang diberikan kepada lembaga ini tidak dibatasi dengan Al-Qur’an dan As-sunnah. Lembaga ini diberi hak untuk menghalalkan apa yang diharamkan Allah dan Rasul-Nya atau mengharamkan apa yang keduanya halalkan. Para thaghut yang berkumpul di lembaga tersebut sama persis dengan para rahib dan pendeta ahli kitab, bahkan lebih parah.

    Tentang menghalalkan apa yang Allah dan Rasul-Nya haramkan atau mengharamkan apa yang keduanya halalkan, Ibnu Taimiyah mengatakan dalam Majmu’ Fatawa (3/267):
    مَتَي حَلَّلَ اْلحَرَامَ الْمُجْمَعَ عَلَيْهِ أَوْ حَرَّمَ الْحَلاَلَ الْمُجْمَعَ عَلَيْهِ أَوْ بَدَّلَ الشَّرْعَ الْمُجْمَعَ عَلَيْهِ كَانَ كَافِرًا مُرْتَدًّا بِاتِّفَاقِ اْلفُقَهَاءِ

    Artinya: Kapan orang itu menghalalkan barang haram yang sudah menjadi ijma’ (kesepakatan ulama) atau mengharamkan barang halal yang sudah menjadi ijma’, atau mengganti ajaran syari’at yang sudah menjadi ijma’, maka ia kafir murtad atas dasar kesepatakan para fuqaha.

    Mereka menghalalkan kemurtadan, riba, perzinaan atas dasar suka sama suka, homoseks, dan lain sebagainya. Mereka bahkan mewajibkan loyalitas kepada hukum2 selain dari Allah dan Rasul-Nya.

    Catatan buat Hafmim:

    Ya Akhi, apa yang Antum tulis adalah benar. Hanya saja, cara Antum memahami dalil-dalil itu tidak proporsional. Saya beri satu contoh. Bagaimana pendapat Antum tentang Perjanjian Hudaibiyyah yang dilakukan oleh Nabi Saw dengan orang-orang musyrik? Mengapa Nabi harus membuat perjanjian dengan mereka, padahal mereka musyrik? Padahal hukum orang musyrik kalau menurut beberapa ayat Al Qur’an (terutama ayat-ayat yang sering Antum jadikan dalil untuk qital) adalah diperangi sampai ke akar-akarnya? Bukankah Nabi Saw sudah berdiri di atas Daulah Islamiyyah di Madinah? Mengapa sudah memiliki daulah sendiri, tetapi mau membuat perjanjian damai dengan orang musyrik? Coba Antum jawab masalah Perjanjian Hudaibiyah ini?

    Kalau Antum pusing, saya bantu menjawab. Jawabnya sederhana, yaitu: Dalam perjuangan kita membutuhkan siyasah (politik). Tujuan kita adalah menegakkan Islam di muka bumi. Kalau sanggup berperang, kita berperang. Kalau tidak sanggup, ya bersiyasah. Tujuan sama, li i’lai kalimatillah, tetapi caranya bisa dengan qital atau diplomasi.

    Saya mau tanya kepada Saudara Hafmim ini, mengapa Antum dan orang-orang semisal Antum seperti mengingkari peranan siyasah Islam? Seolah, semuanya harus diselesaikan dengan qital? Mengapa Akhi? Apa Antum merasa lebih faqih, lebih ‘alim, lebih taqwa dari Rasulullah SAW? Apakah di benak Antum, ajaran Islam itu isinya hanya dakwah dan perang saja? Terima Islam atau kami perangi? Apa seperti itu ya…

    Allahu Akbar. Saya peringatkan Antum agar lebih tulus dalam mempelajari Islam. Jangan karena gagah-gagahan. Sebagian yang Antum tulis sangat berbahaya bagi Ummat. Terutama bagian, ketika Antum ingin mengkafirkan kaum Muslimin yang ikut dalam Pemilu. Pemilu ini bukan akidah Akhi, ini hanya siyasah belaka. Ya, idealnya kita tak usah pemilu-lah. Idealnya langsung saja memilih pemimpin yang shalih, mendirikan negara Islam, seperti yang kita cita-citakan. Tapi kan, betapa sulit cara ke arah sana. Banyak thaghut berkeliaran menghalangi harapan kita. Kalau Antum sanggup kalahkan para thaghut itu, silakan. Tetapi jangan salahkan orang lain yang menempuh siyasah Islamiyyah.

  13. Fajar berkata:

    Saat ini Yahudi sangat kuat karena perekonomian mereka sangat kuat. Kalau kita sebagai umat Muslim ingin menghancurkan mereka, maka kita harus menghancurkan perekonomian mereka, salah satunya adalah boikot produk-produk yang berhubungan dengan Israel.
    Masalahnya, banyak sekali umat Muslim yang menggunakan produk-produk mereka karena tidak tahu. Salah satu yang sangat saya pribadi sesalkan adalah banyak umat Muslim yang menentang kebijakan MUI mengharamkan rokok. Padahal pemilik saham rokok dunia terbesar adalah Israel. Meskipun sebagai pemegang saham terbesar, Israel sendiri sangat melarang warganya merokok karena mereka tahu bahwa rokok itu sangat merusak tubuh kita. Orang yang merokok di Israel, dijamin oleh pemerintah Israel tidak akan memperoleh kemudahan dalam segala hal terutama yang menyangkut administrasi negara, dll.
    Rokok adalah salah satu senjata biologis Israel untuk meruntuhkan negara-negara Muslim. Dan pendapatan yang mereka dapat dari saham rokok dunia tersebut salah satunya digunakan untuk biaya pembuatan bom yang sampai sekarang digunakan untuk membombardir Palestina.
    Selain rokok, Israel juga menanamkan saham-saham mereka pada perusahaan-perusahaan Farmasi non Muslim. Produk-produk obat-obatan yang beredar di negara kita dan sering muncul di televisi, mulai dari obat sakit kepala, obat batuk, imunisasi, penyedap rasa, serta kosmetik-kosmetik dll kebanyakan menggunakan gelatin babi yang diprakarsai oleh orang-orang Yahudi karena harganya sangat murah.
    Makanan cepat saji dan makanan instant juga salah satu senjata biologis mereka. Dengan dalih “makanan ekonomis, praktis dan menghemat waktu”, mereka (umat Yahudi) telah mampu mengubah pola pikir umat Muslim untuk lebih menyukai produk-produk tersebut tanpa memperhatikan halal dan haram.
    Untuk itu sebagai umat Muslim kita harus tidak hanya memboikot produk-produk yang berlabel “Made in Israel”, tetapi juga produk-produk kroni-kroninya yang tidak jelas kehalalannya…

  14. Grandong berkata:

    Kalau untuk Israel Anda bisa menulis artikel “Tidak Usah Mengutuk Aksi ISRAEL”, Ditunggu tulisan Anda berjudul “Tidak Usah Mengutuk PKS”

  15. abisyakir berkata:

    @ Grandong….

    Hai manusia… Anda mulai menjengkelkan ya. Anda mirip sekali dengan @ Aban. Atau ini sebenarnya orang yang sama? Tak tahulah. Alangkah sedih kalau PKS sekarang diisi manusia-manusia seperti ini. Ini tipe manusia asal njeplak, tak dipikir-pikir dulu kalau menulis.

    Coba Anda cari tulisan-tulisan saya, mana yang mengutuk PKS! Apakah pernah saya mengutuk PKS seperti yang Anda katakan itu? Kalau ada, sebutkan mana link-nya!

    AMW.

  16. Grandong berkata:

    ‘Jika ada Daulah Islamiyyah yang konsisten dengan Dua Kalimat Syahadat, ia bisa mengumumkan Jihad Fi Sabilillah melawan Yahudi. KAUM MUSLIMIN TINGGAL BERBARIS DI BELAKANG DAULAH TERSEBUT UNTUK MENGHADANG YAHUDI.’

    Apakah ini tidak sebangun dengan Logika Politik PKS yang Anda kritik itu ? : Ketika kemenangan sudah di tangan kita, bukan sulap bukan sihir, segalanya akan kita buat berubah dalam sekejap.

  17. Grandong berkata:

    Anda terlalu emosional Saudaraku. Ternyata masih tersisa sedikit ke-NU-an Anda (Lihat frasa asal njeplak itu). Hal ini hanya membuat Anda tidak teliti membaca komentar saya. Perhatikan baik-baik tidak sehurufpun saya mengatakan Anda menulis kutukan untuk PKS. Kalau memang komentar saya ada menyebutkan itu, meminjam kalimat Anda ‘Sebutkan mana link-nya!’

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: